Baca PDF (OCR): Api Kartini (1959) No. 3

28 halaman · 28 halaman diproses dengan OCR· 63223 ms

Daftar isi
  1. ApiKartini
  2. API KARTINI
  3. hal. Menjambut Peringatan Hari Kemerdekaan/
  4. Tjatatan kenang-kenangan.
  5. DJAWABAN
  6. SURAT
  7. DAR!
  8. REDAKSI
  9. REDAKSI
  10. Menjanbu'
  11. 9 Peringatan
  12. Hari Kemerdeacn
  13. Wanita
  14. Damairia
  15. MATIATseperti di Eropa. Meskipun demikian dengan
  16. MENENGOK SEDJENAK
  17. KEBELAKANG
  18. DETIK-DETIK
  19. untuk KEMERDEKAAN PENUH
  20. BURUH
  21. BERSEDJARAH
  22. PERDJUANGAN WANITA
  23. DECAH!
  24. DEMOKRASI
  25. Tjntntan Kennng-kennngen
  26. Kesadaran sebagai Bangsa Merdeka
  27. Madiun, 18-8-42.
  28. Aku bekerdja sebagai guru di Madiun.
  29. Kekuatan Rakjat meruntubkan
  30. Madiun, 19-8-45.
  31. Tempat kita adalah
  32. Membangun dunia tanpa
  33. Djakarta, 17-8-'59.
  34. Ber-djuta² Wanita di Luar Negeri dibelakang perdjuangan Kemerdekaan Rakjat Indonesia
  35. an diserang, dimana sadja ia
  36. MEMPERKENALKAN
  37. D.P.A.S.
  38. DEPERNAS
  39. Nj. Mr. Rusiah Sardjono Nj. Dr. H. Subandrio
  40. Nj. Utami Surjadarma
  41. Mendidik
  42. pat menonton film2 jang baik,
  43. dilihat oleh anak2 di Indonesia?
  44. Menggembirakan anak-anak
  45. ngeluarannja sehingga dapat kiranja tertjapai maksud jang di-
  46. MASAK-AN
  47. Oleh : nj. Sulistyowarni
  48. MEMBANGKITKAN RASATJINTA PADA
  49. PAKAIAN NASIONAL
  50. Dalam rangka memperingati
  51. oleh pentjiptanja jalah untuk dan Rakjat pada umumnja men-
  52. da pakaian nasional kita teruta-
  53. Memang,, bagi mereka jang
  54. gara2 jang multi nasional, jang
  55. lannja. bersuku bangsa banjak seperli
  56. Uni Sovjet, RRT, Rumania, Dengan berpangkal kepada
  57. Menindjau
  58. Komune Rakjat
  59. ,,Lze Iji Ising"
  60. (Oleh: Nj. Suharti Suwaro) Hidjau selama empat musim
  61. Sepintas lalu
  62. Mengenal Tonahair
  63. Sumatra Barat
  64. materiil. III. Sedikit tentang pahla-
  65. njak seperti di-daerah2 lain di
  66. orang wanita jang berasal dari
  67. keberaniannja melawan sistim
  68. kan keutuhan Republik Indonesia
  69. lawati dan sdr. Nadiar. Ketiga
  70. Itam ditangkap pada th. 1926
  71. Djuga Ibu Rasuna Said ada Banteng sampai mereka dibebas-
  72. djuang2 kemerdekaan jang tidak P.R.R.I., dan terus memelihara
  73. tidakmengetahui seperti Ibu Sa-
  74. Pada waktu bergolaknja De-
  75. Banteng kaum pemetjah-belah
  76. tangga, tetapi kenjataannja kaum menempuh beberapa pengorban-
  77. Kedua tidak karena tekanan
  78. Dengan lukisannja
  79. Perang dan Pemberontakan ini digambarkan
  80. Orang2
  81. SEBAYANG KARA
  82. Siswadi
  83. "Giman."
  84. perempuan muda itu terheran-heran, melihat pe-
  85. Jajasan Melati
  86. memadjukan dan meluaskan
  87. pendidikan serta kesehatan
  88. kaum wanita dan anak²
  89. Ps 632

No. 3 Th. I Agustus 1959

ApiKartini

Penerbit : Jajasan Melati Matraman Raya 51, Djakarta Terbit sebulan sekali

API KARTINI

Redaksi : Maasje Siwi, S. Asijah, Darmini,

Parjani Pradono 3
Penanggungdjawab : 4
6
Pembantu2 :
S.K. Trimurti, Rukleh Kentapati, 8

Maasje Siwi

Sugiarti Siswadi, Mr. Trees Sunito, Sulami, Rukmi B. Resobowo, Sar- tini, Sulistyowarni. Sutarni, Siti Suratih, Sudjinah Ilustrator :

W. Nirahuwa
Alamat Redaksi : Matraman Raya 51, Djakarta Tilp. : Djtn 753 AlamatAdministrasi : Kramat V/7, Djakarta Tilp. : Gb 4430 Uang langganan :

37.
setahun Rp. enam bülan 19. tigabulan 10. etjeran per èx. Api Kartini menerima karangan dari luar, dari aiapa sadjá jang me- naruh minat. Karangan harus ditik diatas kertas jang tidak timbalbalk, karangan jang tidak dimuat dapat dikirim kemball apabila dísertai dengan perangko.

ISI:

hal. Menjambut Peringatan Hari Kemerdekaan/

Djawaban Redaksi …. Wanita .. 2

Menengok sedjenak kebelakang ... Detik2 bersedjarah.

Tjatatan kenang-kenangan.

Wanita luarnegeri dibelakang perdjuangan Rakjat Indonesia

Memperkenalkan anggota2 wanita DPAS- 9 Depernas

Mendidik adalah memberi tjontoh jang baik 10

Menggembirakan anak2.. 12 Masak-masakan. 13

Membangkitkan rasatjinta pada pakaiap nasiónal

Menindjau Komune Rakjat Sze Tji Tsing" ... 15

Sepintas lalu tentang Sumatra Barat ... 18 Dengan lukisannja berdjuang uptuk kebahágiaan manusia.20

22 Orang2 sebatangkara

*

Keterangan gambar kulit muka : Pada perajaan Hari Kemerdekaan jang ke-14 pawai Angkatan 45 dengan barisannja jang te- gap didepan Istana Merdeka Djakarta diiringi oleh "Proklamasi" jang pada tiap2 17 Agustus diutjapkan kembali, teristimewa pada perajaan ta,hun ini dalam semangat kembali ke ÜUD 45 membawa gelora Revolusi Agustus 45.

Keterangan gambar kulit belakang : Kebun Raya Bogor.

Tarip iklan : 1 pagina Rp.600:- 1 400. ½ pagina % pagina " 250. " 150.— 1/8 pagina Kontrak : 6 × must, rabat 10% 12 × muat, rabat 15%

DJAWABAN

SURAT

DAR!

REDAKSI

REDAKSI

Menjanbu'

9 Peringatan

Hari Kemerdeacn

Tahun ini kita memasuki th. sananja Program Kabinet tsh ke-14, sedjak Proklamasi Kemer-Kiranja,îni dapat d:laksanakan dengan sebaik-baiknia, apabi'a dekaan kita pada tgl. 17 Agustus '45. Berlainan dengan lahun jg ada kebebasań untuk menja- sudah2, kali ini kita memper. takan pendapat:serta kebebasan2 ingati hari 17 Agustus dalam lainnja, —.ja:tu kebebasan2 jang suasana kembali pada UUD '45. mqıdjad: hak azasi tiap2 warga-Jaitu kembali pada semangat negara sebagaimana didjam:n revolusi Agustus 1945. dan d:lindungi o.eh UUD kita.

Mendjelang Peringatan Hari Selandiutnia, duduknja bebe-Kemerdekaan ini; kaum ibu dan rapa pemimpin dan tokoh2 wani- wanita menijatat beberapa pe-ta dim DPAS. dan DEPERNAS r:stiwa penting, jaitu Program patut kita .sambut, karena de-Kabinet Kerdja dan pembentu- ngan demikian ka wan:la kitı kan DewanPertimbanga! dannt engambil bagian jang ak Agung Sementara dan Dewan tif dalam pembangunan tanah-Perantjang Nasional. air. Kaum ibu jang se'ama ini me-Da'am men:ambut Peringatan rasakan langsung akivat2 jang Hari Kemerdekaan ini, kepada pa menjedihkąı dari membubüngnja ra pembatja dan pentj:nta Api harga kebutuhan sehari-hari, me-Kartini dalam nomor ini kami sa njambut Program Kabinet Kerdja dikan, beberapa kenangan sea- dengan harapan jang sebesar-be- ma det:k2 revolusi.. sarnja bahwa akan ada perbaikan penghidupannja. Djuga dalam nomor/ini para Untuk ní, ada!ah merdjadi ke-pembatja akandapat menemui inginan kaum wanita ang seda.gambar para .pemimpin wan:ta lam-dalamnja, agar mereka da-jang mendjadi anggota DPAS pat memberikan bantuan terlak-dan DEPERNAS.

SDR. MARTODARUSMAN SOLO Red. menjatakan banjak terimakasih atas sambutan jng hangat dari sdr. beserta keluarga sdr. dan djuga kawan2 sdr. jang segera mengikuti djedjak sdr. daa membeli ma. djalah Ani Kartini. Baiklah atas permintaan sdr sendiri, kami muat sambutan sdr itu jalah bahwa Api Kartini :

a. segala isinja objektif
sà-

b. mut noladicannja ngat bermanfaat
c. mudah dipeladjari
d. mengandung arti semangat perdjuangan. Red. sendiri berpendapat
bahwa masih amat banjak jang perlu diperbaiki pada

a. A Karni, otel karenanja sambutan hangat dari sdr. beserta keluarga itu, sungguh merupakan do- rongan. waran sdr mengenaigam. har na'inwan2 wanita akan kami perhatikaa. Sebenarnja dalam tiap nomor sdr akau mendjumpai tulisan memoer- kenalkan seorang tokoh wanl- tn dari dalam maupun luar hegeri, jang merupakan pahla- wan d'anangannja masing2. Achiraja kami harap bahwa madjalah Api Kartini.akan senantiasa sampai dengan baik kealamat sdr.

SDR. NJ. S. SISWADI DJAKARTA Terimakasih atas surat sdr. jang berisi banjak kritik dan saran2 jaag berharga bagi per buuun muujalan i Kartini. Red. menjadari bahwa wle mang mas'h baajak jang harus diperbaiki mengenai isi, susu- nan maupun tipografinja. Karenanja saran2 sdr akan meu- dapat perhatian sepenuuaja ü ri Red. Kami senantiasa me- nunggu kabar2 jang gembira dari sdr.

Wanita

Kami bukan lagi, bunga padjangan, jang laju dalam djambangan. Tjantik dalam menurut, indah dalam menjerah, molek tidak menentang, keneraka mesti mengikut, kesorga hanja menumpang.

Kami bukan djuga, bunga tertjampak, dalam hidup terindjak-indjak. Pendjual keringat murah, buruh separoh harga. Tiada berlindungan, tiada persamaan, sarat dimuati beban.

Kami telah berseru, dari balik dinding pingitan, dari dendam pemaduan, dari perdagangan dilorong malam, dari kesumat kawin paksaan : Kami manusia".

Damairia

MATIATseperti di Eropa. Meskipun demikian dengan

MENENGOK SEDJENAK

KEBELAKANG

Mendjelang peringatan Hari Besar Nasional jang bersedjarah ini marilah kita menengok ke. belakang sebentar kedjadian2 14 tahun jang lam- pau. Harì 17 Agustus tahun ini tidak hanja mengenangkan kepada kita akan peristiwa2 besar jang terlukis dalam sedjarah, akan tetapi lebil dari itu, terutama dengan semangat kembali ke UUD 45 ini mengenangkan kembali kepada kita akan kekajaan revolusi Indonesia dengan peristiwa2 kepah'awanan Rakjat jang tak dapat kita lupakan. Barangkali pembatja sudah sering mendengar ulasan2 kembali tentang detik2 bersedjarah keti- ka menghadapi pelaksanaan proklamasi, satu dua hari sebelum mendjelang 17 Agustus, 17 Agustus pada pagi harinja, dengan segenap kesibukan?- nia. Diantara rentetan peristiwa2 dan peranan2 kepahlawanan itulah tidak pu'a kita lupakan ke- beranian pahlawan2 wanita dan peranan massa kaum wanita jang mengambil bagian dalam peristiwa2 perdjuangan jang menentukan. Ja, sebe. narnja peranan wanita jang ikutserta berdjuang untuk kemerdekaan nasional tidak hanja semen- djak Revolusi Agustus sudah meletus. Sebelum- nja itu bukankah kita sudah mendengar tentang wanita2 pada pemberontakan tahun 1926 jang dengan senjum dibibir menaiki tianggantungan dan mereka jang dibuang 15 tahun pendjara atau di Digulkan. Dan sesaat mendjelang meletusnja revolusi ini, waktu memuntjaknja krisis kekuasaan fasis Djeang jang menghadapi keruntuhn- annja, kita dapat bajangkan betapa kedjam terı- tara Djepang menjiksa dan membunuh Rakiat. Memang tidak banjak terdengar tjeritera2 me- ngenai wanita jang berdjuang memiatahkan dje. rudji besinja kenpetai untuk kemenangan 17 Agustus. Padahal andaikan herdjasalah sese- orang jang berhasil menggali sedjarah kepahia- wanan dimasa ini, sebenarnja kita di Indonesia tidak kalah mempunjai pahlawan2 anti fasis. Kita djuga mempunjai Julius Fucik dan kita punja Hanni Schaft Indonesia. Hanja sadja alat2 ner- -djuangan dibawahtanah tentunja tak se-modern

tekad dan hanja sumpah berani mati mereka me- lawan kekuasaan fasis Djepang, sampai datang- nja matahari kemerdekaan jang terbit pertama- kalinja pada tgl. 17 Agustus 1945. Lalu masuklah kenangan kita pada fadjarnja 17 Agustus sampai seterusnja. Siapa sadja jang ingat akàn barisan2 lasjkar2 tetunja ingat pula bahwa didalam barisan lasjkar2 itu selalu ada barisar:2 wanita. Entah ia bekerd'a dalam palang merah, entah wanita2 lu itu digaris depan be- kerdia di dapur umum. Pokoknia dimana sadja genderang revolusi berbunji disitu selalu terda- pat djedjak wanita tak ketinggalan. Pernahkah pembatja mendengar tentang Barisan Wanita Brigade S? Inilah Barisan Gerila wanita jang paling ditakuti tentara kolonial Belanda. Ada pula seorang gadis dari pasukan PMI dari front Semarang ia bernama Suparmi. Ia adalah anak seorang petani sedang. Setelah keluar dari Se- kolah Rakjat se.ama itu pekerdjaannja hanja membantu orangtuanja dirumah. Tetapi begitu keramat seruan tentang panggilan tanahair se- hingga ia meninggalkan segala-galania meng- gabungkan diri kedalam pasukan garis depan, sedang orangtuanja, sanaksaudaranja mengungsi entah kemana. Begitu bazgga ia berpakaian tjelana gerilja, badju hidjau dengan pitji hi- tam. Hilanglah seketika sifat-sifatnja pemalu, rasa rendahdiri, gajanja semu'a sebagai gadis desa. Dan gadis ini achirn'a meninggal karena djatuhna bom jang memutuskan pah sebelah kirinja. Ia meninggal disalah satu front dengan sedikitptyn tidak menjesal. Entah apakah ia diuga tertulis dalam buku pahlawan. Pembatja, ada lagi tjeritera Rakjat di Suraba- ja. Tapi ada seorang ibu dari 2 orang anak, rumahnja petak dgn 2 kamar ketjil2. Begitu men dadak serangan pasukan Gurka jang menghu- djani Rakiat dengan peluru dan mortir. Tapi ada seorang ibu bertekad tidak mengungsi dan tinggal tetap dalam rumahnja membantu anak2nja jang mendjadi anggota pasukan perlawanan Rakjat. Sembojannja dari beras dan djagung untuk pelur dan mortir dan tungku mend'adi penjimpannia. Tangannia amat radiin memasukkan peluru2 kedalam lobang brengun. Dan sedikitpun tidak me. rasa takut tapi ia terpaksa djuga meninggalkan (Bersambung kehal. 7)

DETIK-DETIK

dalam

Kongres Perempuan Indonesia jang heedarah pada berdirinja th. 1928,

Wanita tak mau ketinggalan dalam pembelann tanahair, mengusir koloninls Belanda dari bumi Indoncsla. Gerilja Wanita

untuk KEMERDEKAAN PENUH

Żuruh 'wanita sebagal penghasil produk si dengan tegapnja berbaris dalam me- rajakan Harł Buruh Sedunia 1 Mel.

BURUH

BERSEDJARAH

PERDJUANGAN WANITA

DECAH!

PERANG-ATOOM

Untuk pertamakali dalam sedjarah wanita Indonesia meng- gunakan hak pilihnja dalam Pemilihan Umum

untuk

wai oleh rasa tanggungdjawab untuk melindungi keturunannja mita Indonesia mengambil bagian jang aktif dalam gerakan perdamaian

DEMOKRASI

Dalam rapat2 pendjelasan perlunja ada Undang2 Perkawinan jang demokratis jang mendjamin kebahagiaan keluarga, kaum wanita Indonesia menundjukkan perhati- annja jang besar

Tjntntan Kennng-kennngen

Kesadaran sebagai Bangsa Merdeka

Madiun, 18-8-42.

Hari ini tidak luar biasa. Keadaan serba ke- kurangan dan menekan, suasana pendjadjahan dari pemerintahan militer Djepang.

Aku bekerdja sebagai guru di Madiun.

Hari masih pagi. Ber-djadjar2 guru dan murid2; lelaki didepan wanita dibelakang. Ja, demikian kebudajaan Djepang dipaksakan kepada kita. Wanita itu kaum jang lemah, lelaki itu kuat. Tempat wanita harus dibelakang lelaki dan sifat lemah lembut jang ada pada wanita adalah kodrat alam jang membuat wanita mesti meng. abdi pada lelaki.

Pada zaman Belanda, si Inem dipandang ren. dah. Dia mesti duduk dibawah, tidak boleh se- djadjar dengan kita. Dan Inem mesti bekerdja sepandjang hari. Ah, si Inem hanja seorang bu- dak.

Pendjadjah selalu memandang kita kerdil, masing2 dengan tjaranja sendiri.

Sebuah berita, sangat hati-hati mendjalar di- antara guru2 : Republik Indonesia diproklamasikan. Pemerintahan diambil alih oleh pemerintah Indonesia. Mesti waspada." Demikian bunji berita dari Djakarta.

Arti semua itu sangat lambat meresap pada diri kami dan lain-lain kawan. Didepan kami
tak ada jang berubah.....
Tapi kesadaran telah tumbuh, mengisi diri kami, kesadaran akan harga diri, sebagai bangsa merdeka.

Kekuatan Rakjat meruntubkan

fasis Djepang

Madiun, 19-8-45.

Peristiwa-peristiwa terdjadi sangat tjepat. Malam hari aku dibangunkan, semua orang harus siap dan waspada, untuk menghadapi se- gala kemungkinan. Perdjuangan tidak sempat memberi tempat istimewa pada wanita. Malam itu pemuda dan Rakjat akan menurunkan ben- dera dirumah Kepala Daerah. Peristiwa itu baru dapat diselenggarakan ke- esokan harinja. Sepandjang hari suasana te- gang. Pemerintahan daerah diämbil alih dengan damai.
Tetapi itu benteng didepannja ?..... kami tahu
benteng itu sangat kuat, sendjata Djepang ter- tudju kesemua djurusan mengantjam tiap orang asing jang masuk tanpa diundang. Bambu-bambu runtjing, dimana-mana terda. pat bambu runtjing.

Sekolah kami ditutup, dan sebagian mendjadi markas. Kemarin murid2 itu masih anak2, seka- rang mereka adalah pemuda dan pemudi jang dengan penuh pertanggungan djawab terdjun dalam miatjam2 lapangan pertahanan.

Muka2 mereka mendjadi tua dan bersungguh- sungguh. Sangat tjepat tanggungdjawab dan keadaan memasak mereka.

Kekuatan Rakjat, pemuda, bambu-runtjing dan keberanian telah meruntuhkan benteng Djepang jang menakutkan itu.

Tempat kita adalah

di-tengah² masjarakat

Madiun, 17-8-'46. Aku mulai tertarik kepada pergerakan wanita. Perdjuangan dan kemerdekaan membuka banjak lapangan bagi wanita. Lapangan sosial, pengadjaran, bahkan dalam pertahanan digaris depan. Pos-pos pertahanan jang paling depan mem- butuhkan tenaga wanita, dalam dapur umun dan palang-merah. Ada pendapat jang mentjemoohkan kita. Ada berita-berita jang merendahkan deradjat wanita. Tapi kita datang tidak untuk membuat petua- langan. Untuk perbuatan jang terkutuk tak usah mentjari garis depan. Dalam kehidupan se- hari2 masih banjak borok jang harus disembuh- kan. Kita hanja menunaikan tugas, sebagai wa. nita, dalam pertahanan total dari Rakjat. Ternjata, bahwa semua tenaga itu tak ter- buang sia-sia. Kita kini bukan lagi wanita man- dja, kita tidak meminta tempat. Kita telah me. nundjukkan, bahwa tempat kita adalah ditengah- tengah masjarakat dengan segala pergolakannja.

(Sambungaa dari hal. 3) Menengok Sedjenak kebelakang

tempat tinggal jang ditjintainja. Karena rumah- nja sudah mendjadi abu. Begitulah dengan bersendjatakan semangat '45 ini, kaum wanita kita jang telah makin sadar akan tanggungdjawabnja dalam ikutserta mem- bela keselamatan negaranja, ikut mentjapai kemerdekaan nasional serta ikut memelihara de- mokrasi ber-sama2 dengan seluruh Rakjat, mengorganisasi dirinja dalam barisan2 jangle- bih teratur. Detik2 bersedjarah mulai dari saat kaum wanita mengorganisasi dirinja dalam Kongres Pe- rempuan Indonesia jang pertama pada tahun 1928 sampai kepada kegiatan2 serta aksi2 mereka dalam perdjuangan untuk memelihara perda- maian, pada saat mereka untuk pertama kali menggunakan hak pilih dan dipilih pada tahun 1955, dikala mereka menundjukkan rasa setia- kawannja kepada kaum wanita di-negeri2 lain jang ber-tjita2 sama dan ketika mereka meng- adakan kegiatan2 untuk menuntut Undang2 Per- kawinan jang demokratis, kesemuanja ini akan tetap bergelora dalam ingatan kita dan mendjadi kenang-kenangan jang senantiasa memberi dorongan dan semangat bagi setiap wanita kita untuk madju terus. Begitulah revolusi memang banjak mem- bawa korban dari Rakjat. Tetapi satu hal bahwa kemenangan adalah pasti dan seperti hal- nja mendjadi kewadjiban jang memanggil wanita2 kita diseluruh barisan untuk mengambil bagian dalam melakukan perlawanan terhadap Belanda. Maka sekarang ini dalam rangka kem- bali ke UUD '45 adalah kewadjiban kita kaum wanita untuk berdjuang terus menegakkan demo- krasi dan kemerdekaan Republik Indonesia. Kukilowarsi

Membangun dunia tanpa

penindasan

Djakarta, 17-8-'59.

Dan tingkat perdjuangan untuk kemerdekaan, tidak lagi hança terbatas dalam negara Indonesia merdeka, tapi dengan segala isi dari negara itu menempatkan diri sebagai negara jang terhormat diantara negara lain didunia. Tugas kewadjiban kita djuga makin meningkat dan meluas. Kita harus menundjukkan harga diri disamping bangsa2 jang merdeka. Bersama dengan wanita2 lain diseluruh dunia kita memper- djuangkan hak2 wanita, hak ibu dan anak. Bahkan berseru, menuntut pembebasan wanita dan bangsa2 lain jang masih dalam penindasan. Tugas kita sekarang jalah membangun dunia, dimana tak ada lagi penindasan, dunia dimana semua warga-negaranja bebas merdeka dan ba- hagia.

KARTINI: Aku hendak, aku menuntut kebeba- sanku. Aku hendak, Stella, aku hendak, terdengarkah olehmu? Bagaimana aku akan menang, bila tiada aku berdjuang? Bagaimana aku akan menda- pat, bila tiada aku tjari? Tiada berdjuang tiada menang, aku akan berdjuang, Stella, aku hendak merebut kemerdekaanku. Aku tiada gentar karena keberatan dan kesuka- ran, ……

Ber-djuta² Wanita di Luar Negeri dibelakang perdjuangan Kemerdekaan Rakjat Indonesia

Ketika meriam2 Belanda de-nua, termasuk benua Asia jang ngan kedjamnja dihadapkan ke-djuga baru mengalami siksaan pada Rakjat Indonesia, ketika dan penindasan kaum fasis Dje- mereka dengan membabi-buta pang. memuntahkan peluru2nja dan GWDS MENJOKONG menewaskan ratusan ribu pemuda2, anak dan suami2 kita, Karenanja tidak mengheran- tekadbulat jang dengan kan bahwa ketika pemerintah membela kemerdekaan dan ke-Belanda melantjarkan agresi dan daulatan tanahairnja sampai perang kolopialnja jang kedjam tetes darahpija jang penghabis- terhadap Rakjat dan pemerintah an, maka ketika itu berita ten-

R.I., GWDS merupakan organi-
tang pengorbanan. serta .sema- sasi internasional jang pertama ngat perdjuangan dari kaum ibu jang menjatakan dukungannia dan wanita Indoresia telah ber-kepada perdjuangan Rakjat In- kumandang: djauh diluar batas2 donesia, dengan djalan mengi- tanahair kita, 'menggetarkap ha- rim suatu pesan kepada Perseri- ti djutaan wanita diluarnegeri katan Bangsa2. pula. Pesan GWDS jang kita kutip Berita ini mentjapai kaum ibu dari Bulletin Informasi GWDS dan wanita di Eropa, di-negeri2 No. 26/Th. II bulan September Perantjis, Belgia, Tjekoslowa- 1947 jang mentjerminkan kete- kia, Uni Sovjet, Polandia, dil. tapan hati djutaan wanita itu jang ketika itu baru 2 tahup di- untuk tidak lagi membiarkan pe- bebaskan dari .kekedjaman peperangan beriangsung dimana- rang, jang: dipaksakan atas Rak pun djuga, a.l. berbunji sebagai jat2 mereka oleh kaum fasis berikit : Dengan kechawatiran Djerman Hitler. jang se-dalam2nja Gabungan Siksaan2 diluar batàs perike-Wanita Demokratis Sedunia nie- manusiaan, jang dialami mere- ngikuti agresi jang kedjam dari ka sendiri di kamp2 konsentrasi pemerintah Belanda terhadap Djerman Hitler, kehilangannja Indonesia. akan suami2 tiang penjandar Agresi demikian itu bukan sa- kehidupan kekeluargaan mereka, dja bertentangan dengan sema- tewasnja anak2 mereka jang ti- nigat keadilan, tetapi merupaka: dak berdosa oleh berpuluh ribu bahaja terhadap perdamaian di- sendjata2 perang modern, masil dunia dan keamanan, karena segar dalam ingatan mereka. apabila disatu negeri perdamai-Kesemuapıja inilah jang telah

an diserang, dimana sadja ia

mendjadi pendorong untuk di- terantjam." himpunkannja segenap tenaga kita inginkan agar di- anti-fasis dan anti-perang keda- tjiptakan perdamaian jang se lam suatu organisasí wanita in- sungguhnja didunia dan bukan ternasioial jalah Gabungan Wa- suatu gambaran perdamaian di- nita Demokratis Sedunia. Sega- mana masih tetap ada sisa2 pe- la peperángan tak ada günanja, perangan." karenanja lenjaplah mereka, Perdamaian demikian itu ha-Lenjaplah segalà: ketidákadil- mja bisa ditjiptakan di Indonesia an !", Perdamaian harus di- dengan pengakuan. terhadap ke- pertahankan dan dipelihara un- merdekaan dan kedaulatan Re- tuk se-láma2nja demi kehidupan bahagia bagi anak2 dan keturun-publik Indonesia oleh pemerintah Belanda." an kita", demikianlah sembojan2 Dua tahun kemudian dalam GWDS jang serta-merta diso- kong oleh djutaan wanita dibe-th. 1949, sekali lagi GWDS me: nundjukkan setia-kawannja de-nua Eropa maupun di-lain2 be-

ngan djalan mengirim sebuah tilgram kepada pemerintah Belanda dan menyntut segera di. hentikannja peperangan terhadap Republik Indonesia dan se. rangan terhadap hak2 bangsa2." Ketika ítu GWDS baru meng- himpun 80 djuta kaum waníta dari 56 negerí. Sekarang organisasi wanita anggotà GWDS su- dah tersebar disemua benua dan meliputi 70 negeri dengan djum- lah 200 djuta wanita jang men- dukung tjita2nja, termasuk Indonesia dimanà Gerakan Wanita Indonesia (GERWANI) mendja: di salahsatù anggotanja.. Alangkah besar kekuatan dari kaum wanita sedunia jang bera: da dibelakang perdjuangan jang adil bangsa Indonesia. GWDS sampai kini merupakan satu2rja organisasi wanita iriternasional jang dengan seksama mengikuti perdjuangan kita untuk mentjapai kemerdekaan jang penuh serta ia tetap menjokongnja. DJUGA WANITA BELANDA Berbeda dari pemerintah kolo- nial Belanda jang hingga kini masih sadja berkeras kepala dan mempertahankan pendjadjahan- nja atas Irian Barat, maka dine- geri Belanda sendiri terdapal kaum ibu dan waníta Belanda, kebanjakan para pekerdja wanita dan' isteri2 buruh, jang menjokong perdjuangan kemerdekaan kita. Terutama pada saat2 ada- nja pengiriman kesatuan2 Ten- tařa untuk datang menjerang la- nahair kita, kauin ibu dan wanita Belanda jang tergabung da. lamNederlandse Vrouwen- beweging — Persatuan Wanita Belanda telah mengadakan aksi2 jang' lua's untuk memprotes pengiriman2 itu. Atas dorongan dan bantuan NVB ini para orang tua dari pemuda2 Schoonhoven jang akan dikirim ke Indonesia, membentuk suatu Komite Aksi. (Bersambung ke hal, 17)

MEMPERKENALKAN

anggota-anggota wanita

D.P.A.S.

dan

DEPERNAS

Dalam rangka kembali ke U.U.

D. 1945, pada tanggal 31 Djuli
意 1959 oleh Presiden Sukarno telah diumumkan susunan lengkap ang gota2 Dewan Pertimbangan— Agung Sementara dan Dewan Perantiang Nasional. Diantara 47 anggota DPAS Nj. Rasuna Said terdapat dua orang wanila Nj. Emma Puradiredja jaitu Njonja Rasuna Said dan Nionça Emma Puradiredia. Se- dang dalam Depernas diantara 77 anggota duduk pula lima to. woh wanita jang sudah tak asing lagi jaitu: Nj. Utami Surjadarma, Ni. Umi Sardiono. Ni. S.

K. Trimurti. Ni. Dr. H. Subandrio dan Nj. Mr. Rusiah Sardjono. Kepada mereka menanti tugas jang berat mengabdi pada kepen- tingan wanita chususnia dan ke- pentingan Rakjat dan Negara pada umumnja.
Nj. Umi Sardjono. Kepada mereka kami mengu-Nj. S.K. Trimurti tjapkan selamat bekerdja.

Nj. Mr. Rusiah Sardjono Nj. Dr. H. Subandrio

Nj. Utami Surjadarma

Mendidik

adulah

memberi

tjontoh Perhatikanlah anak ind meniru orangtuanja sedang menilpun jg baik

Dikatain apa sadja, anak ti-tidak mentjapai apa2. Seberíar- da kata2 kita. Nah sekarang kita dak mau dengar", demikianlah sudah tahu djawaban atas perta- nja, tanpa wedjangari2 anak te- keluh kesah orangtua dan guru pada zaman sekarang. Orangtua dan para guru tidak usah takut, hal itu sedjak dahulukala tetap begitu dan tidak akan berubah. Kalau anak2 kita bersikap de- mikian itu dan mendjengkelkan kita, maka anak itu kita marahi, si-anak dihudjani dengan kata2

jang tidak direweskannja, tergan- tung dari watak anak. Apakah si-anak mendengarkan

tanja tidak, dia hanja meng- harap agar hudjan kata-kata jang dahsjat itu akan berhenti tanpa tempeleng.

bahwa kemarahaı itu, samase- kali tidak mempan atau berkesan pada ànak dan kita memilih dja- lan lain dengan memberi wedjangan jang tegas tetapi jang bera- mah, seperti selalu dinasehatkan

karangan2 ahli pendidik. Si-anak mendengarkan dengan sopansan-

lah mengerti apa jang kita 'harap-njaan diatas. Mendidik adalah memberi tjontoh jang baik. Dja- kan dari dia. Bagaimanakah kita berusaha agar anak2 memenuhiwaban ini memang biasa dan harapan kita. Kalau kata2 tidakgampang sadja, akan tetapi tidak dituruti, bagaimanakah kita ha-gampang didjalankan dalam prak rus memimpin anak ? tek. Anak itu kritis sekali dan mem Untuk mendjawab pertanjaan itu, kita harus melihat dan mengapunjai rasa keadilan jang sangat wasi anak2 kita dengan betul2.besar. Anak minta perlakuan

rus teratur, bersih, sadarwadjib, umur tiga tahun itu, dia mema- djudjur, maka si ajah, guru dan kai sapu jang gagangnja lebih siapa sadja jang mendjadi tjon- tinggi dari dia. Dengan muka

dibelakang dia menjapu ubin. Si-bersih, sadarwadjib, djudjur. Se- anak perempuan ini bergerak-ge-bab, dengan rasa keadilannja rik persis seperti ibunja. Air-jang besar, si-anak akan bertanja, mengapa saja berwadjib, tetapi mukanjapun persis seperti air-

menjapu ubin. kitə para ajah dan ibu selalu di-Anak lelaki umur duabelas da-. udji dengan keras oleh anak2 ki- tang dari sekolah. Dia buang tas-ta. Kita senantiasa harus mem- nja keatas krosi, mengambil ko-buktikan bahwa segala sesuatu ran dan dibatjanja koran. Anak jang kita harapkan dari anak akan dapat dan harus didjalan- sama sekali tidak menghiraukan

djangan akan berhasil kalau anak ,Tasmu taro ditempatnja, biar- mengalami sendiri bahwa kata? kan koran itu, itu buat aíah". Ke

memberi wedjangan2 jang baik, pikiran si-anak melajang ke lain2 hal dan kita melihat bahwa kita mendjemukan si-anak. Kita men- tjari kata2 jang tepat jang akan

nja koran. selalu lebih penting daripada se-Begitulah, anak beladjar de-gala matjami wedjangan. ngan meniru jang dewasa. Orang Bagi anak ketjil, tjontoh2 itu pertamakali ada dilingkungan ke- tua, guru sekolah, akan tetapi luarga. Akan tetapi nanti kalau djuga tokoh2 buku dan film men-

amarah jang menakutkan atau Tjoba lihat anak perempuan jang jang djudjur. Kalau si-anak ha-

toh anak harus djuga teratur, dan menturuti kata2 kita ? Nja-jang sungguh2 dan tangan kirinja

jang dewasa tidak ? Demikianlah, muka ibunja kalau ibu sedang Sebenarnja kita djuga tahu

kan djuga. Hanja begitulah we-Ibu. Dengan marah İbu katakan: kepadā kita didalam buku2 dan

mudian datanglah aiah dari kan-kita adalah sesuai dengan sikap tun, akan tetapi betulkah kata2 dan tindakan kita. Bagaimanapun tor. Dia buang tasnja keatas kor- wedjangan kita itu didengarkan djuga bagi anak, teladan adalah si, mengambil koran dan dibatja. oleh si-anak ? Sedang kita masih

dia sudah mendjadi besar tjon- djadi teladan bagi anak. Tinda- masuk ke dalam hati sanubari si- kan dan sikap kita djauh lebih ba-toh2 itu ditjarinja djuga diluar anak, tetāpi tersia-sia. Wedjangan njak mempengaruhi anak daripa-rumah diantara kawan2 sekolah, diachiri dengan rasa bahwa kita

di buku2 dan film. Barulah da- jang djelek itu? Terutama kita tang kesulitan2besar untuk harus berusaha supaja Rakjat da- orangtua dan pendidik. Memang

pat menonton film2 jang baik,

NAMA kita masih hidup dalam masjara- supaja anak2 dapat membatja kat jang belum menjediakan sja- buku2 dan madjalah2 jang ber- mutu, agar anak2 dapat berolah dan rat2 jang tjukup untuk memenuhi segala kebutuhan anak2 kita. raga dengan pimpinan jang lajak. Anak2 kita mendjumpai orang-Lain dari itu, kita harus menggu-SEDJARAH nakan rasa kritis dan rasa keadil- orang dan hal-hal jang samase- an jang pada dasarnja ada di ha-Ada pepatah bilang, bahwa kitab kali tidak baik mendjadi tjontol batjaan seseorang menundjukkan si. ti sanubari anak2. Dalam hal ini akan tetapi jang gampang men-kita harus tahu bahwa istilah fat orang itu. djadi tjontoh. crossboy" itu merupakan istilah Di Indonesia sekarang, ada timbul Film2 jang kita biasa lihat di In- jang tepat sekali, cross" berarti donesia ialah mentjerminkan hi- peribahasa, ialah : "Perhatikanlah dup, jang gampang dan enak. Si pahlawan-cowboy mesti kena tem bakannja, dan tidak pernah dia djatuh dari kudanja. Pat Boone dan Elvis Presly ? Dengan gampang menggerakkan kaki dan ha- ti anak2 muda dengan gitarnja. Didalam tjerita2 komik Amerika, kita melihat dan beladjar bahwa segala kesulitan sudah dapat di- ,crossboy". dang Agresi, Siti Marxisti, Djoko atasi asal orang mempunjai satu stel otot jang hebat. Dan bagaimana kenjataan jang

dilihat oleh anak2 di Indonesia?

ga membentji orang2 jang mem-anaknja sedang ia senang2nja mem_ Mobil2 mentereng berkeliaran di Djakarta dinaiki oleh orang? muda pria dan wanita sedang berkelakar dan bernjanji. Senang sekali untuk ikut be gitu djuga, seperti di film. Li- hatlah betapa mewahnja villa2 jang besar dan inilah di Keba- jorani Seperti di film Holly- wood! Alangkah kaja pemiliknja dan rupa2nja sipemilik ini dgn gampang sadja bisa menimbun kalau Rakjat sudah dapat berusa-nama anaknja: Siti Korupsíana. uangnja, sebab si anak tahu atau ha untuk membangun masjarakat Wah, kasihan benar si anak djadl mendengar dari pertjakapan bahwa beberapa tahun sadja jang la- lu sipemilik rumah mewah itu masih tinggal dirumah ketjil. He- rankah kalau tjita2 lekas kaja mendjadi tjita2 djedjaka kita djuga. Dia berpikir : Mengapa mereka bisa lekas mendjadi kaja dan saja tidak. Diapun mentjari dja- lan djuga untuk dengan lekas dan gampang mendjadi kaja. Kalau tidak tertjapai setjara damai, mengapa tidak dengan kekerasan. Paling sedikit saban hari Minggu dia dapat beladjar dan menga- gumi sex dan kekerasan jang di- hidangkan dengan pandjang lebar dan bergambar di matjam2 koran minggu. Hal2 ini memang merupakan bahaja besar sekali bagi anak2 kita. Apakah jang dapat kita usaha- kan untuk mengelakkan tjontoh2

marah". Crossboy"ialah ber-nama2 anak jang lahir,dan kau tahu arti ,anak marah". Marah akan situasi tanah air." orang2 dewasa jang memperlihat-Pada tahun 24-an, ada tertjatat kan begitu banjak kemewahan sebuah nama Putro Merdiko. dan kekerasan kepada anak2 ini Tetapi memang tak banjak lagi dengan film dan matjam2 lektur. nama2 baru pada waktu itu. Setelah Tetapi kalau anak2 ini meniru merdeka, orang merdeka sekali me- apa jang diperlihatkan kepadanja, milih nama. maka hal ini dianggap sebagai dosa dan anak2 ini dinamakan Misal : Bambang Proklamasi, En-

Sebetulnja, crossboy2 ini tahu Kanonta (ini diambil dari kata ka- apa jang baik dan apa jang dje- non — meriam) malahan seorang lek. Didalam hatinja, mereka dju-kenalanku memberi nama kepada perkaja diri dengan merugikan peladjari istilah2 politik Endang Rakjat. Hanja sifat2 jg haik ini Suggesti dan Bambang Axioma. tidak dapat berkembang dan ka-Djaman beralih, dan situasi berbe. rena tjontoh jang diberikan kepada. da mereka, maka sifat2 jang dje-Nama berganti nada: Djaka Ra- lek dapat timbul dan tumbuh. ziananto (itu waktu ada razia Agus-Mereka harus didorong kearah tus, ajahnja masuk-bui dan sang jang baik dengan tjontoh jang anak lahir). Endang Rum Royani baik dari masjarakat sekitarnja. Alangkah baiknja bagi pendi-(tanpa komentar), kenalanku jang dikan anak2 dan pemuda2 kita djengkel kepada situasi memberi

jang makmur. Didalam suasana korban. jang penuh dengan kegiatan men Belakangan ini pasaran nama ber. bangun, bagi pemuda kita tidak- ganti suasana. Nama2 baru muntjul. lah sulit untuk memilih antara Djoko Gotongrojong, Bambang Kar. kewadjiban dan impian palsu da- yawan, Siti Konsepsi, Iriananto, Dari film Amerika. mai Ria, Sri Damaianti, Iwan Afro Setiowati. Asia, Pantjasilawati, Konstitusiana dan lain-lain. Karena sekarang situasi berubah lagi, harapan muntjulnja nama2 ba. ru tentu besar. Nama2 itu semua mengandung harapan terbaik darl ibu bapanja, atau pentjatatan peristı wa penting, Siapa tahu, akan ada
nama.....Sandangpanganingsih.
Ja, itu hanjalah nama.

(S.S.)

Menggembirakan anak-anak

Untuk memeriahkan peringatan Hari2 Besar atau hari2 pe- rajaan lainnja dimana diadakan pertemuan2, baik dirumah, di- gedung-gedung pertemuan maupun di-sekolah2 ditaman kanak2 jang disertai dencan pertundjukan2 gembira dimana anak2 me- ngambil bagian, sekiranja ada gunanja untuk sekedar membantu para ibu dan para pengasuh taman kanak2, kami sadjikan tjon- toh2 untuk membuat hiasan2 jang bisa dipakai dalam karnaval anak2. Bah-nnja bisa dibuat dari karton tipis dan kertas berwarna. Mungkin sadja dengan setjara gotongrojong bisa dipikul pe-

ngeluarannja sehingga dapat kiranja tertjapai maksud jang di-

kandung. Silahkan mentjoba dan anak2 akan kelihatan lutju dan me- nambah kegembiraannja.

MASAK-AN

Hidangan eskrim jang lezat Cdengan ber-matjam2 namanja sangat menarik perhatian kitu semuanja, demikian djuga pudding dingin merupakan hidangan jang tjotjok bagi kita jang berada di Indonesia karena iklim nja jang panas. Eskrim dan pudding disadjikan pada hari2 besar, perajaan2 dll, karena untuk bahan2njā menelan beaja jang ti iak sedikit. Pudding adalah obat menolong pentjernakan dan m?- nambah nafsu makan guna mc- njehatkan tubuh, terutama bagi anak2. Pada hari2 besar kita, hari ke- merdekaan 17 Agustus kami per- silahkan sdr2 pembatja mentjo- banja.

eskrim moka

Bahan2 jang diperlukan : 450 gr. gula pasir 2 liter susu sapi 30 gr. tepung maezena,panili 6 kuning telur 200 cc kopi ekstrak

Gula dan susu dimasak sambil di-aduk2 sampai mendidih. Tepung maezena diaduk dgn sedikit air dingin sampai rata dan masukkan dalam susu jang sedang mendidih sedikit demi sedikit dengan diaduk terus sehingga matang. Angkat adonan ini dari api sambil mentjampurkan kuning telurnja jang sudah dikopjok ber- sama panili dan aduk2 terus sam. pai rata. Kalau sudah dingin, masukkan kopi-ekstranja. Sc- lesai sudah kita membuat adonan untuk seterusnja kita masukkan kedalam bus-es.

Oleh : nj. Sulistyowarni

eskrim

susu kelapa

Bahan2 jang diperlukan : ½2 liter air 180 gr. gula pasir, panilipuding ½ sendok tepung hunkwe ½2 liter santen kelapa buah-buahan 1 ons kolumbine (roti sisir ke- ring atau kuwe adas dapat beli di toko). Air, gula dan panili direbus Bahannja : sampai mendidih dan masukkan ager2 1½ batang didalamnja tepung hunkwe-nja gula setjukupnja putih telor 6 butir jang sudah dihantjurkan dengan sedıkit air dan aduk terus hingga buah2an (nanas) ½ bidji air citrun dan panili. matang. Angkat adonan dari api Ager2 dimasak dengan air dan dan saring. Dinginkan, baru masukkan santennja, kemudian ma-gula, buah2 jang telah disaring sukan dalam bus-es. Kalau su-tadi ditjampur dengan putih telor dah beku jalah merupakan es-jang sudah dikotjok. Pudding ini dimasukkan kedalam tjetakan krim kasar, aduk eskrim dengan kaju adukan, dan masukkan ko-dan dimakan dengan vla panili lumbinenja jg di-potong2 ketjil.Selain buah nanas dapat diambil lain2nja seperti papaja, durian Teruskan pembikinan eskrim ini hingga mendjadi keras dan terong belanda, markisa, atau halus. buah2an dari kaleng.

MEMBANGKITKAN RASATJINTA PADA

PAKAIAN NASIONAL

gam ini mendjadi beberapa tjip-

Dalam rangka memperingati

H-ari Nasional 17 Agustus diba-taan pakaian remadja puteri. wah ini kami sadjikan beberapa Menurut Nj. Harjoto di-negeri2 tjiptaan dari Nj. L.Harjoto.tetangga kita seperti India, Bir-Adapun maksud jg dikandung ma, RRT, Djepang kaum wanita

oleh pentjiptanja jalah untuk dan Rakjat pada umumnja men-

mémbangkitkan rasatjinta kepa-djundjung tinggi pakaian nasio- nalnja, sedangkan gadis2 serta

da pakaian nasional kita teruta-

ma bagi gadis2 remadja kita. wanita kita di Indonesia rupa- nja sudah lebih tertarik kepada wanita kita jang agaknja kelihatan lebih tjondong kepada sackdress dan can can. pakaian Barat dikala mereka

Memang,, bagi mereka jang

mendatangi upatjara2, pesta2 di-sudah pernah mengundjungi ne- sekolah maupun di handai tau~

gara2 jang multi nasional, jang

lannja. bersuku bangsa banjak seperli

Uni Sovjet, RRT, Rumania, Dengan berpangkal kepada

Hongaria, Vietnam, maka tentu kekajaan kebudajaan nasional kita, kepada pakaian berbagai akan berkesan sekali pakaian2 Indonesia, daerah kepulauan sukubangsa di-negeri2 ini, jang jang masing2 mempunjai tjoraktidak hanja terus dipelihara, te-Memakal kain setjara Djokja, kebaja

tapi makin dikembangkan bersa- dan ragamnja sendiri, Nj. Har-pakal plilse maan dengan kebudajaan ma~ joto telah mentjoba untuk mema- dukan berbagai tjorak dan ra-sing2 sukubangsa itu. Varlasi modern wanita Timor

Kebaja berwarna rose dengan kombinasi kaln Tim dipakai setjara wanita Bugls

Menindjau

Komune Rakjat

,,Lze Iji Ising"

(Oleh: Nj. Suharti Suwaro) Hidjau selama empat musim

Sze Tji Tsing" artinja dalam Berhubung dengan hal tersebut, maka ada baiknja saja me- bahasa Indonesia Hidjau selama empat musim". Demikianlah nulis disini tentang hal2 jang saja lihat sendiri di Komune nama sebuah Komune Rakjat Rakjat tersebut. jang terletak tidak djauh dari kota Peking. Pada suatu hari, Komune Rakjat "Sze Tji Tsing" didirikan pada tgl. 20-8-1958 sewaktu berada di RRT saja mendapat kesempatan menin-atas dasar penggabungan dari djau Komune Rakjat itu. Menga8 koperasi2 pertanian jang me- liputi 7½ desa luasnja. Keluar- pa Komune Rakjat itu diberi na ma "Hidjau șelama empai mu-ga tani jang tergabung didalam nja ada 8.722 keluarga terdiri da sim", jalah karena selama empat

.ri 39.172 djiwa: Luas tanahnja
musim kaum tani disitu selalu ada 55.415 mou (1 ha = 15 menanam sajur-majur, baik pada mou), diantaranja berupa: 50. waktu musim paņas maupun pada waktu musim dingin. Di-227 mou tanah garapan, 31.366 waktu musim dingin, maka ta-mou tanah untuk tanaman sajur majur, dan selebihnja itu tanah naman sajur-majur itu diadakan untuk tanaman buah2an dan un dibawah rumah2 katja jang di- tuk peternakan. panasi, sehingga tanaman bisa tumbuh subur seperti diwaktu Sedjak tahun 1957-1958 diada musim panas sadja. Dengan de. kan gerakan perbaikan peng- airan, sehingga kini berha- mikian, maka selama empat mu- sil dengan diairinja 35.827 sim daerah itu selalu hidjau ka- mou sawah. Disamping itu diu- rena tanaman2 tersebut. sahakan memadjukan alat2 per Tentu para pembatja ingin ta- tanian, berupa: traktor2, pom- hu, bagaimanakah keadaan di Komune Rakjat itu? Benarkah omongan setengah orang, jang menjatakan bahwa di Komune2 Rakjat jang ada di RRT itu ber laku keadaan2 jang tidak baik, misalnja para ibu dipisahkan da ri anaknja, Rakjat laki2 dan wa- nita mendjalankan kerdjapaksa, dsb. dsb.? Pertanjaan2 demikian itu dapat saja mengerti, karena ada batjaan2 tertentu seperti ma djalah "Aneka Amerika" jang diterbitkan oleh USIS di Djakar ta jang dalam salah satu tulisan nja memuat berita2 mengenal keadaan Komune2 Rakjat, ba han mana didapatnja notabene dari seorang pelarian, jang ber- arti penulisnja sendiri beluin melihat keadaan2 jang sebenar- nja dan dengan demikian disang

pa2 air, pengangkutan2 dsb. Tidak hanja memadjukan pertanian tetapi djuga dikembangkan usaha2 industri Rakjat seperti: bengkel2 reparasi alat2 pertanian, pabrik2 untuk membikin alat2 pertanian, pabrik2 kera- djinan tangan dsb., jang semua nja berdjumlah 49 pabrik dengan buruhnja sebanjak 534 orang. Berhubung adanja kemadju- an2 dibidang pertanian dan in. dustri, maka penghasilan Komu ne Rakjat tersebut makin meningkat, jaitu pada tahun 1958 penghasilan bersih ada 5.05 dju la jen, dalam tahun 1959 diren- tjanakan meningkat mendjadi penghasilan bersih 8.65 djuta jen. Hasil tersebut diperuntuk- kan: upah bagi para anggota jg bekerdja, untuk dana umúm dan dana kesedjahteraan. Pada tahun 1958 penghasilan 1 keluarga rata2 ada 554 jen setahun, pada th. 1959 direntjana kan meningkat mendjadi 690 jeit setahun. Selain upah tersebut di adakan djuga supply jang gratis dan tundjangan keahlian tein- nik. 3 kali makan gratis

Sewaktu berkeliling melihat2 usaha2 Komune Rakjat tersebut, saja dapat melihat rumah? makan umum (semuanja ber-

Anggota2 Komune Rakjat dlluar ko ta Peking dengan gembira makan dl sikan kebenarannja. rumahmakan Komune.

djumlah 1.6)penitipan kanak2 satu rumah untuk menghormati (semuanja berdjumlah 171), orang tua", maka disitu saja me- rumah untuk para orang tua lihat nenek2 laki dan wanita jg dipelihara baik2 sekali. Ketjuali (semua berdjumlah 8), regu2 pendjahit (semua ada 134). mendapat djaminan tempat ting-Sekolah2 Rakjat (semua ada 30 gal dan makan jang gratis, me- dengan murid 15.295 orang), reka itu djuga mendapat uang usaha2 kesehatan seperti: rumah saku sekedarnja. Dengan demikian di Komune Rakjat itu se- sakit desa (semua ada 5 buah), mua terdjamin, mulai kanak2 pos pengobatan (djumlahnja ada sampai nenek2.

2) dan balai2 bidan sebanjak 10. Jang menarik perhatian sajaKetjuali itu Komune Rakjat ter
rumah2makain ialah tentang sebut memikul beaja sekolah ba- umum. Disalah satu rumali ma-gi anak2 kaum tani jang beladjar kan umum jang saja lihat itu, sampai sekolah tinggi. Tentulah terdapat ruangan besar untuk hal ini sangat menggembirakan, makan, serta dapur untuk me-karena pada waktu2 jang sudah2 masak. Didinding saja dapat me kaum tani itu sama sekali tidak lihat daftar menu makanan bisa menjekolahkan anaknja. jang setiap harinja diganti, dan djuga tulisan2 jang berisi pudji Upah sama an2 ataupun kritik2 terhadap ru rinja semua orang di Komunelapangan hak2 wanita saja me-Rakjat tersebut mendapat ma-lihat, bahwadengan adanja kan 3 kali dengan gratis (tidak usah membajar) dan mereka itu bisa makan.sekenjang -kenjang- nja. Lauk-pauknja ada dua ma- tjam. Mereka jang berhalangan datang untuk makan disitu dapat mengambil makanan ter sebut dan membawa pulang kerumah. Setiap minggu sekali rumahmakan itu libur Pada waktu libur itu para kelu- arga anggota Komune Rakjat tersebut mendapat bahan men- tah untuk dimasak sendiri dirumah. Usaha rumahmakan umum dimana-mana itu sangat meri- ngankan beban wanita2 tani, ka rena sebagian besar waktunja untuk tinggal dirumah dan me masak dapat dítiadakan. Mc. reka kini bisa leluasa be- radadíladang untukbe- kerdja, dengan tidak usah cha- watir bahwa keluarganja ter- lantar makannja. Dengau rumah2 makan umum itu maka wanita tani dibebaskan dari beban nja jang ber-abad2 lamanja. Mereka tidak usah memasak sendiri dirumah sehingga menghemat waktu dan tenaga jang banjak. Djika pergi keladang atau pergi bekerdja, anak2 itu dititip- kan dipenitipan kanak2, dan dji. ka selesai bekerdja anak2 itu di-

Komune Rakjat itu, maka kini kaum wanita tani jang bekerdja mendapat upah sama dengan kaum laki2. Dulu hal ini tidak demikian. Sekalipun wanita tani itu bekerdja, tetapi dulu upahnja diterima oleh sang suami. Kini keadaan itu tidak berlaku lagi. Ini berarti bahwa persamaan hak diantara wanita dan laki2 tani sudah direalisasi se-baik2 nja. Sambutan mengenai soal pemberian upah langsung kepada wanita2 tani itu hangat sekali, dan dibebérapa tempat kaum wanita tani itu berunding ber-sama2 dan upah jang mereka teri- ma itu dikumpulkan dan dibeli- kan traktor ber-sama2. Traktor itu mereka beri nama "8 Maret". Seperti para pembatja mak- lum, maka di RRT diadakan usa-

me. Disana berlaku sembojan: siapa jang tidak bekerdja tidak

  1. mahmakan tersebut. Setiap ha Adapun·tentang kemadjuan di-ha2 besar pembangunan sosialis-
    amhil pulang kembali. Betapa riang dan gembira wanlta jang bekerdja mendapat upah sama deng Sewaktu mengundjungi salah kaum lakiz bisa terlihat pada wadjahnja

makan. Sembojan ini tentu tidak di-mana2 ada asap, wanita ada kan kampanje jang luas di-nege- disukai sekali oleh kaum tuanta- disekelilingrja. Kini di-mana2 ri2 kapitalis dan dimana sadja, nah, jang biasanja tidak bekerája ada rumahmakan umum, wani-jang menjatakaı bahwa di RRT tetapi mendapat makan sebanjak- ta kerdja diladang". Kaum wa-kaum ibu itu dipisahkan dari hi- nita tani antusias sekali dengan dan dari banjaknja dari penghisapan atas dup kekeluargaan tenaganja kaum tani. Maka dibangunkannja rumah2 makan anak2nja. Alangkah bertentang elemen-elemen demikian itulah umum itu, karena selain mere-an dengan kenjataan omongan2 ka bebas tidak usah memasak jang dinegeri-negeri kapitalis itu. Saja melihat, bahwa djustru menjebarkan omongan2 bah- sendiri, djuga makanannja lebih dengan penitipan kanak2, ma- enak dan lebih baik. wa di RRT berlaku kerdja- kà kaum ibu tani itu diringan- paksa. Hal mana sangat berten-Perbaikan makanan Rakjat ter kan sekali penghidupannja. Bu- tangan dengan kenjataannja. Di sebut mempunjai arti jang pen-kankah kaum ibu jang bekerdja RRT semua Rakjat laki2 dan wa- ting sekali bagi perbaikan kese- (buruh, tani dsb.) jang selalu nita giat sekali bekerdja atas ke- hatan Rakjat. Dulu kaum tani mengalami kerepotan2 memeli sedaran mereka, bahwa hasil ker- itu melarat sekali, sampai ma- hara anak2nja? Kerepotan2 ini djanja adalah untuk Rakjat sen- kan sekali sehari sadja tidak ten- tentu tidak dirasakan bagi mere tu, kini mereka bisa makan tiga diri. ka jang biasa dapat memeliha- kali dengan tidak usah bajar. ra dan membeajai pembantu2 Komune Rakjat Sze Tji Tsing Alangkah bahagianja mereka se-banjak2nja dirumah. Tetapi jang saja lihat itu, adalah salah itu. bagi mereka jang tidak bisa me satu diantara sekian banjak ko- melihara dan membeajaí pem mune2 Rakjat di RRT, jg meng-Dikembangkannja organisasi 500 djuta petani2 me- bantu2, tentu mengalami kerepotan2 dengan anak2 tersebut. nudju masjarakat adil dan mak- penitipan kanak2 Djika ditinggal bekerdja anak- mur jalah masjarakat sosialis. anak itu tidak ada jang meme-Hal lain jang menarik jalah Oleh karena itu tidaklah meng herankan sewaktu saja melihat tentang dikembatngkannja peni-liharanja. Maka dengan adanja tipan kanak2. Dengan adanja pe-penitipan2 anak2kesulitan2 tulisan2 di-tembok2, jang terdje- mahannja berbunji sbb.: "Dulu kaum wanita diatasi. nitipan kanak2 itu, maka disiar-

(Sambungan dari hal 8)
Ber-djuta2 wanita....
Mereka berhatsil mengumpulkan berpuluh ribu tandatangan dalam tiga hari, dan mengirimkan- nja kepada Menteri Pertahanan sebagai protes atas pengangkut- an anak2 Schoonhover ke Indc- nesia untuk berperang. Sokongan wanita Belanda jang tjita2nja sedjalan dengan kita bukan sadja pada waktu perang kolonial dilantjarkan oleh penie- rintahnja. Pada banjak kesem- patan NVB dengan setia dau konsekwen membela pendirian- nja. Dalam bulan Djuni jbl. NVB mengirim lagi suatu protes pada pemerintahnja jang. ingin mero- bah undanig2 .wadjib-militer untuk mendapatkan dasar jang lebih kokoh bagi pengiriman kesà- tuan2 tentaranja ke Irian Barat. Didalam protesnja itu NVB djuga mendesak pemerintahnja untuk menjelesaikan másalah2 per- tentangan dengan Indonesia li- wat perundingan dan djalan da- mai.

MENJOKONG IRIAN-an2 lain, umpamanja hari ulang-BARAT KEMBALI KE tahun Republik Indonesia, atau penting dalam lain2 peristiwa

R.I.
gerakan wanita Indonesia, pernjataan2 setiakawan senantiasa Berbitjara tentang perdjuang- diterima dari organisasi2 wanita an Rakjat Indonesia untuk me- luarnegeri ini. ngembalikan Irian Barat keda. Pada ulangtahun ke-30 berdi- lam wilajah Republik Indonesia, rinja gerakan wanita Indonesia, maka tentang adil dan benarnja organisasi wanita Bulgaria me- perdjuangan ini sudah pula ter- ngirimkan utjapan selamat pula sebar luas dikalangan wanita dan mengharapkan sukses besar berbagai negeri. dalam perdjuangan kemerdekaan Ketika perdjuangan Irian Ba- nasional jang heroik, untuk per- rat mentjapai tingkatan dimana samaan hak dan perdamaian ser- tindakan ambil-alih dilakukan ta kebahagiaan anak2." dengan gagah-beraninja oleh Pernjataan2 setiakawan dari kaum buruh Indonesia, jang ke- kaum wanita berbagai negeri. mudian disusul dengan ketentu- pada saat2 jang menentukan da- aù pemerintah R.I. untuk mena- lam revolusi kita, memang mem- sionalisasi perusahaan2 milik Be- purijai peranan jang tidak ketjil landa, maka peristiwa ini tidak dalam ikut mempengaruhi opini luput pula dari perhatian orga- dunia dan mengadjak Rakjat2 nisasi2 wanita di sedjumlah ne- negeri2 lain untuk memihak ke- geri2. Kaum wanita Sudan, RRT, Uni Sovjet, Tjekoslowakia, pada hasrat serta tjita2 kemerdekaan bangsa Indonesia. Oleh se-Vietnam dengan perantaraan or- bab itu patutlah kita mepngenang- ganisasi2 wanitanja telah mengi- kannja djuga dalam memper- rimkan pernjataan2 mendukung perdjuangan itu. ingati ulangtahun Republik kita Demikian pula pada kesempat-jang ke-14 ini.

Sepintas lalu

Mengenal Tonahair

tentang

Sumatra Barat

Sumatra Barat adalah satu II. Adat-istiadatnja : bahagian dari Sumatra Tengah jang pada semula mendjadi satu Adat-istiadat Sumatra Barat provinsi, tetapi sekarang terba- pada umumnja dipeladjari dan gi mendjadi 3 provinsi : Suma- jang mendjadi perhatian jalah tra Barat, Riau dan Djambi. adat istiadat Minangkabau. Daerah Minangkabau terdiri

I. Alamnja :
dari Kabupaten Agam, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Solok. Apa sebabnja adat istiadat Mi-Orang sering menjebutkan nangkabau banjak dipeladjari Alam Minangkabau jang di- oleh ahli2 masjarakat dalam dan maksudkan jalah masjarakat M1- luar negeri, karena sifatnja jang nangkabau jang mengenai adat- chusus jalah masjarakat matriar- istiadatnja. Disini akan kami chat atau disebut "garis ibu". terangkan lebih dahulu mengenai alam jang terbentang njata: Orang bisa menandai ini atau ilmu bumi seluruh Sumatera Ba- bisa melihat tjiri²nja dengan rat. memperhatikan bahwa segala hak milik (harta pusaka) teru- .. Sumatra Barat adalah tanah tama tanah, kolam air, rumah, pegunungan jang merupakan ta- dipunjai oleh kaum wanita. Hak nah tinggi datar (plateau). Ka- milik tsb bisa didjual apabila lau kita misalkan tanah datar mendapat persetudjuan fihak ka-Sumatra Barat sebagai beberapa um wanita. Dengan tjiri2 ini ma- tempurung setengah kelapa ter- ka tidak mengherankan kalau lentang jang didjedjerkan. Tiap? semua hakmilik (harta pusaka) Kabupaten terletak di tanah disebut kepunjaan wanita. jang datar dikelilingi oleh gu- nung2 dan bukit2. Sebuah kota Djadi tjara kefamiliannja, dji- kelainnja dihubungkan oleh dja-ka menempati rumah besar, ter- lan raja jang melalui punggung diri dari beberapa pasang kelu- bukit, dimana banjak terdapat arga jang bisa berudjud men- telaga2 dan bekas telaga2. Uda- djadi satu suku ketjil. ranja pada umumnja sedjuk. Ta- sáng suami jang membawa iste- mendjadi. Buminja mengandung ri kerumahnja, tetapi sang iste- pelikan² batubara, mas, tembaga dll-nja. Oleh karena hutannja le-rilah jang membawa suaminja kerumah besar tadi. Berbeda de- bat, maka kaju2an pun banjak hasilnja. Lautannja terdapat ba-ngan garis patriarchat lela- njak ikan, tetapi oleh karena pe-ki jang membawa isteri berdi- am kerumah jang telah disedia- ngusahaannja masih sederhana, kan oleh sang suami. Lelaki jang belumlah menghasilkan jang tjı- akan diambil mendjadi suaminja kup sebagai sumber penghidup- harus berasal dari suku lain (ka- an, apalagi tjara menghasilkan lau masih dari dalam suku itu sekarang ini ada dalam kekua- djuga tidak boleh kawin). saan tengkulak2 dan djuragan2 sangat sengsara.

(suami) tidak semua dapat men- tjampuri persoalan. Sekalipun dalam rumah itu terdapat beberapa keluarga, tetapi gudang dapurnja hanja satu, jang disebut "rakiang pa- di" jang dikemudikan oleh salah seorang wanita jang tertua. Seorang suami jang disebut "misan" dengan misan lain sut- dah tentu mempunjai penghasil- an jang berbeda. Misan jang punja hasil besar, lebih mampu memberi nafkah kepada isterinja dari misan jang penghasilannja kurang. Perbedaan kemampuan dalam memberi nafkah ini me- nimbulkan diskriminasi dalam pandangan anggapan kefamili- an, sehingga lama2 misan jang miskin ini terpaksa meninggal- kan isterinja dan mentjari isteri lain. Dalam masjarakat jang ber- dasarkan masjarakat matriarchat ini, suami tidak seratus persen merasa bertanggungdjawab ter- hadap isteri dan anaknja, dan ini membuka pintu bagi mereka un- tuk kawin lebih dari satu. Seorang lelaki feodal biasa mengatakan nafkah itu adalah musiman: sekali sebulan atau sekali setahun. Djadi bukan nafkah menurut kebutuhan se-hari2. Seorang lelaki jang disebut keturunan lareh2, datuk2 bisa dapat isteri banjak tanpa me- ngeluarkan biaja, bahkan seba- liknja isterilah jang mendjemput déngan mas, maupun dengan uang. Pada waktu sekarang ini adat-

Tjara perkawinannja, bukan nahnja subur, semua tanaman menurut adat, artinja nafkah

nelajan sehingga nasib nelajan Biasanja fihak wanita meme-istiadat lama itu makin lama ma- rintah didalam rumah itu, lelaki kin berkurang.

Kaum wanita Sumatra Barat ikut me ngambil bagian aktif untuk menegak-

Tetapi satu hal adalah djelas bahwa sistim masjarakat matri- archat ini, pada lahirnja wanita memegang kekuasaan rumah-

wanita menderita tekanan2 jang berat dalam kehidupan se-hari2. Pertama karenakurangnja seorang pertanggungandjawab suami terhadap isteri.

ekonomi sadja, tetapi djuga banjak terdapat permaduan jang

di kebiasaan. Djelaslah bahwa sekalipun masjarakatnja berdasarkan ma- triarchat, kaum wanita tidak mendapat kemenangan moril dan

materiil. III. Sedikit tentang pahla-

wan2nja Pahlawan2 pedjuang wanita Sumatra Barat tidak kurang ba-

njak seperti di-daerah2 lain di

kepulauan Indonesia. Tetapi karena banjak riwajatnja tidak di- tjatat, sehingga djarang diketa- hui oleh umum. Diantaranja se-

orang wanita jang berasal dari

Desa Bunga Tandjung Kabupa- ten Tanah Datar terkenal dengan Upiah Itam Pedjuang tahun 1926. Dia ditangkap karena

keberaniannja melawan sistim

pendjadjahan Belanda dan mem-

kan keutuhan Republik Indonesia

taranja jang paling berani itu punjai pendirian jang tegas dalam perdjuangan menegakkan adalah sdr. Manismar, sdr. Ni-

lawati dan sdr. Nadiar. Ketiga

kemerdekaan tanahair. Dia menjatakan bahwa dia tidak takutsdr tsb mengalami berbulan-bu-

an sekalipun sampai dengan te-teng dan mengalami pula bebe- tes darah penghabisan. Upiah rapa tindasan dan kekedjaman PRRI antaranja: diberi makan

Itam ditangkap pada th. 1926

sedikit, disuruh tidur dimuka ka- dan dimasukkan pendjara sęla- ma 15 tahun. Dan sesudah revo-kus jang sangat kotor, bahkan

kosa. Tetapi dengan tegas me- dan meneruskan perdjuangannja dalam gerakan Rakjat jang reka tetap mempertahankan pen-

matan dirinja dari bahaja Dewan nja.

Djuga Ibu Rasuna Said ada Banteng sampai mereka dibebas-

lah seorang pedjuang kemerde-kan oleh APRI dan sampai seka- kaan di Sumatera Barat. rang ini mereka tetap aktif da-Sesungguhnja banjak lagi pe-lam Panitia Pembela Korban

djuang2 kemerdekaan jang tidak P.R.R.I., dan terus memelihara

keutuhan Republik Indonesia. pernah disebut, sehingga umum

tidakmengetahui seperti Ibu Sa-

lamah di Padang dan Ibu Raja Painan jang pernah dibuang ke Ch. Ahmad Digul karena perdjuangannja.

Pada waktu bergolaknja De-

wan Banteng dan pemberontak- an PRRI di Sumatra Barat, beberapa puluh wanita jang telah tampil kemuka memimpin de- monstrasi2, menuntut dikeluar- kannja pemimpin2 jang ditahan oleh Ahmad Husen/PRRI, begi- tu pula menjatakan dengan lan- tang "anti tindakan2 Dewan

Banteng kaum pemetjah-belah

negara Republik Indonesia." An-

lan dalam tahanan Dewan Ban-

tangga, tetapi kenjataannja kaum menempuh beberapa pengorban-

lusi baru dia kembali kedesanja pernah mengalami akan diper-

Kedua tidak karena tekanan

revolusioner sampai achir hidup-diriannja dan membela kesela- sampai sekarang masih mendja-

Dengan lukisannja

berdjuang untuk

kebahagiaan manusia

Pada bulan Djuni 1959 di Djakarta telah diada. kan pameran hasil2 karja Käthe Kollwitz, seorang artis Djerman jang terkemuka bertempat di Balai Budaja. Sebuah potret dirı Käthe Kollwitz Kāthe Kollwitz dilahirkan pada 8 Djuli 1867. Karjanja jang unik serta menggambarkan kemis- kinan dan peperangan selama kekuasaan fasisme di Djerman sangat menggugah hati. Republik Demokrasi ·Djerman jang mendasar- kan kebudajaannja pada djiwa kemanusiaan dan perdamaian sedjak semula memadjukan keseni- annja, dimana Käthe Kollwitz merupakan teladan jang baik.

menggambarkan, seorang ibu jang berseru menolak peperangan, perang pembawa maut dan sengsara. Darmakan jg berlebih padamu, pada sesama manusia." Poster itu menggambarkan seofang ibu jang montok sedang menjusui. Seorang orok disodorkan kepadanja, orok itu baji kelaparan. Kelebihan air tetek si ibu akan sangat berguna bagi baji itu. Mari kita menarik peladjaran dan menengok sekeliling. Betapa banjak barang ber- lebihan jang diboroskan, sedangkan orang lain
sangat membutuhkannja.....

Käthe Kollw,tz sendiri adalah seorang ibu. Mungkin karena ini, maka motif Ibu dan Anak selalu kita djumpai dalam banjak karjanja. Perasaan seorang ibu, tanggungdjawab ibu terhadap anaknja merupakan unsur pokok jang selalu mendjadi pendorong, mengapa dia me- rindukan dunia baru, dimana manusia hidup da- mai dan bahagia. Dengan lukisan-lukisannja sebagai sendjata Käthe Kollwitz bekerdja untuk tjita-tjitanja. Seni bukan bentuk2 jang sedap dipandang dan untuk menghias rumah2 orang kaja. Seni adalah teriakan seorang ibu, teriakan manusia jang menolak peperangan, manusia jang menghendaki pembe. basan atas penindasan jang sewenang-wenang, teriakan manusia jang menghendaki keadilan. Buku hariannja mentjatat: Aku setudju, bah- wa pekerdjaanku, seni, mempunjai suatu tudju- an. Aku ingin mempųnjai pengaruh atas zaman ini." Beberapa karja Käthe Kollwitz jang mentjer- minkan kemauan Ibu untuk melindungi keturun. annja adalah: Nie wieder krieg !" sebuah poster jang

Käthe Kollwitz djuga sangat tertarik kepada penderitaan dan kemelaratan. Kehidupan kaum buruh jang sangat miskin mengambil tempat utama pula dalam pemilihan motif-motifnja. Untuk kaum buruh telah dilukiskan dua epos besar: Pemberantakan buruh tenun dan perang tani. Buruh tenun ditindas, diperas tenaganja, naf- kehnja sangat rendah, mereka bukanlah manusia jang dapat hidup lajak, kelaparan dan kemiskin- an mengantjam meréka terus-menerus. Pada sebuah lukisannja terlihat buruh tenun, dia kurus

kering, sebuah kerangka dengan pakaian tjom- pang-tjamping, seluruh tenaganja telah dipakai untuk menarik roda, tetapi keadaan mereka ma- kin tergilas. Lihatlah mereka itu adalah manu- sia2, da!am dadanja hidup semangat, dan semangat itulah jang meietuskan pemberonlakan, untuk menuntut kead:lan. Dalam perang tani kami melihat lukisan di- mana seorang wanita mendjadi pelopor barisan. Dengan seluruh tenaga ia mengadjak madju barisan tani jang maran.

Perang dan Pemberontakan ini digambarkan

oleh Käthe untuk menuntut keadilan. Lukisan2 itu adalah gambaran dari perdjuangan kemerde. kaan kaum pekerd,a. Sudah tentu gambaran kenjataan iang tawar itu tidak disenangi oleh keradjaan Djerman. pemerin.ah resim pada waktu itu. Käthe Kollwitz tidak mendapat tempat dan pengakuan isti- mewa sehagai sen:wati di D erman. Usul Men-Dengan seluruh tenaga ia mengudjak madju barisan zel dan Lieberman untuk mernberinja bintang ( jang wrah. telah ditolak oleh pemerintah.

Baru sesudah Djerman mendjadi Repub!ik pada tahun 1918, Käthe Kollwitz diangkat mendjadi guru Akademi Kesenian. Dan namanja mu. lai terkenal d,auh diluar perbatasan Djerman.

Pada waktu pemerintahan Fasis Hitler sekali lagi Käthe jang teiah landjut usianja kembali diasingkan, lukisann'a tidak boleh dipertundjuk- kan dalam museum2, 'dan dia d:bebaskan dari djabatan-djabatannja jang penting. Sebuah. por- tret diri pada masa itu menundjukkan betapa zaman itu menekan dirinja.

Pandangan Käthe Ko'lwitz jang madju itu di- dapatnja dari ajahnja dan kakeknja jang sekail pun dar: golongan ningrat termasuk tenaga? jang amat progresif. Motif Ibu dan Anak mendapat penjadjian jang monumental dalam lukisannja Ibu melindungi Anak". Pemandangan si Ibu jang tadjaıı, menatap arah bahaja, dan kedua tangannia jang kokoh merangkul kedua anaknja. Inilah pening- galan, warisan jang diberikan kepada kami jang hidup kemud:an: Tugas Ibu, itulah keberanian untuk melindungi keturunan." Käthe meninggal padá 22 April th. 1945 sesudah perang dunia Il dalam usia jang sangat landjut. Hidupn'a tidak sia-s'a, dan djiwanja jang be- sar terus hidup, memantjar. melalui buah tjipta-Motif Ibu dan Anak mendapat penadjlan jang monu- annja. mental dalam lukisannja Ibu mclindungi anak". (oleh: Rukmi B. Resobowo)

Oleh:

S u

Orang2

g

SEBAYANG KARA

a L

Siswadi

Makin tinggi hari, barisan pengungsi bukannja semakin berkurang. Ber-bondong2 orang2 jang berpunja dan tidak berpunja menjusur ajaranz ketjil, menggendong apa jang dapat digendong. menjunggi, memikul dan membimbing kekaja-
annja jang paling berharga.... anak-anaknja,
Djalan2 ketjil itu jang penuh dengan inanusia mempunjai suasana jang aneh, sepi sedın aari muram dalam segala keterburu-buruan. Ajah- ajah, kakak lelaki dan semua anak lelaki berdja- lan didepan iring2an keluarga, membawa ba- rang2 jang paling berat, beberapa malahan me- nuntun ternaknja, ibu2, wanita2 dan nenek ber-djalan tersuruk-suruk dibelakangnja, menudju kesesuatu tempat jang belum dijakini benar di- mana, namun jang telah terhundjam dihatinja: ditempat baru itu masih dapatlah mereka berse- ru Merdeka dan diperbolehkan mengibarkan bendera Merah Putih serta menjanji Sorak-sorak bergembira. Mereka meninggalkan segala-galanja dikota jang gila terbakar itu, tidak hanja karena takut hudjan peluru, tetapi djuga karena mentjari ke- damaian hati, ketenangan dan kejakinan, dapat menghirup udara merdeka. Memang datangnja jakin itu, bukannja seperti taufan jang dahsjat, tidak, ia seperti angin lembut sepoi-sepoi mem- bawakan lagu, merdu abadi jang berbisik pada manusia, disaat seperti apapun djuga, dan teru- tama pada kesepian dan keputusasaan Musik itu memberi kekuatan kembali, dan memberi irama pada langkah2 pengungsi jang kepajahan itu. Matahari gila berkuasa di- langit jang biru tanpa awan, dan rombongan itu sekarang menjusur djalanan pandjang t: npa per- lindungan. Pohon2 dipinggir su- dah lama tua, dan djatuh dite- bang dipinggir terbentang sa- wah jang kering, karqria penghu- ninja telah lama melarikan diri, dan sajup2 hanja nampak geta- ran panas menggelombang-ge- lombang ditjakrawala. Setengah sadar pengungsi2 itu mempertje- pat langkahna.

Kanak-kanak dan baji-baji mulai merengek- rengek, tetapi mereka tidak perduli. Dalam tem- pat seperli ini, ja seperti ini jang tidak berper- lindungan, apapun bisa terdjadi. Mudah2an tidaklah. Tetapi, ketika matahari sedikit sadja memi- ringkan tubuhnja, terdengarlah deru mesin terbang djauh. dari sebelah-Barat. Pengungsi2 m: nengadahkan mukanja, dan hantu maut jang sangat ditakuti itu makin mendekat. Beberapa pesawat terbang merendah, kemudian terdengarlah bun'i jang dahsjat beruntun-runtun, meng- hudjani manusia dibaw.h langit terik itu. Dalam sekedjap mata semuanja katjau balau. Kepala keluarga jang berdiri didepan barisan mengeluarkan perintah berlindung, bertjanı- pur baur dengan katjaunja, dan anak-anak buah- nja terpentjar-pentjar mentjari hidup sendiri2. Rupanja kedahsjatan itu tidak berhenti disitu sadja, sebentar kemudian menderulah tank2 musuh meratakan djalan pandjang jang tandus itu. Sc- napan mesinnja terbatuk-batuk sambil berlari, dan debu berterbangan. Entah berapa lamanja kedahsjatan itu, masing2 mempunjai djamnja, ialah sesuatu jang berdetik-detik dirongga dada- nja. Ukurannja tidak sama untuk tiap2 orang, ada jang tjepat, dan lalu berhenti, ada jang tjepat memburu-buru, dan terlepaslah anak dalam bimbingan, ada jang lambat perlahan-lahan dalam rintihan luka2 diparit-parit. Ketika setan2 itù achirnja pergi, dan. djalau itu mendjadi lebih lengang dan menjeramkan, orang2 jang mentjari kemerdekaan itu bangkit mengerang-erang. Kemerdekaan jang diburunja telah memberinja udjian, memberja harga. betapa mahalnja. Keluarga2 mentjari-tjari anggotanja jang bertie- tjeran, menangis anaknja jg tak berdosa mengutjurkan darah dile- ngan dan kaki, dan meraung- raung pada hidup jang sampai di- djandjinja. Mereka terpaksa berhenti ditengah djalan, membebat, membalut, mengubur, menangis dan mentjari. Ketika malam turun rombongan jang tidak saling kenal tadi- nja itu, dan sekarang dipersatu- kan oleh nasib, sampai kesebuah dusun jang tidak berpenghuni. Mereka masuki rumah2 kosong jang masih lengkap perabotan- nja, dan membaringkan bađannja dengan lesu, tetapi dengan tekad jang lebih kuat lagi. Seorang perempuan muda, tersesat mema- suki sebuah rumah bersama-sama dengan rombongan keluarga lain

dari tadi, mukanja suram, dan ia sangat kebi- ngungan .Tetapi tiada seorangpun jang memper- dulikannia, karena set:ap .orang sibuk dengan urusannia sendiri. Ia duduk merenung dipodjok rumah, ketika beberapa orang mulai menggelar tikar bantalnja dan membaringkan badann'a. Ia melihat kiri kanan, dan menghela nafas pandjang2. Kemudian digelarnja tikarnja d:podjok jang terasing, dan ia membaringkan badannjā. Malam dingin turun, dan rumah itu gelap tiada berpelita. Orang2 takut memasang lampu. Machluk2 pentiari kemerde'aan i'u, merapatkaa slimutnja, atau merapatkan badannia pada anak dan isterinja, dan hianglah separuh dari pende- ritaan da!am kehangatan antara manusia i'u Rintihan2 kesakitan telah tiada lagi terdengar. Perempuan muda itu melengkungkan. badannja jang menggigil dilantai jang kering dingin itu, sambil merapatkan kain pandjangnja, tiba2 lututnja terantuk sebuah kepala ketjil. Anak ke- tiil itu terbangun kena sentuhan lutut. dan duduk, kemudian dengan gerakan jg maıgharukan me- rebahkan badannja didepan perempuan muda jiu, serta memeluk lehernja dengan kuat2. Perempuan itu mengusap-usap kepala ketjil itu sete- ngah tidak sadar dalam gumamnja, memanggil sebuah nama jang sangat disajangi: ,,Giman", dan memeluknja lagi dengan mesra, kemudian tertidurlah lagi. Pagi telah datang mengintai, dan perdjalanan jang djauh memanggil lagi. Orang2 sudah ba- ngun, mentjutji muka dengan air dingin seperti es, buru2 memasak air, minum seteguk, lalu ber- djalan lagi.

Anak ketjil.....Giman"..... duduk disudut,
dengan mata kepingin melihat orang2 itu minum kopi, dan tersipu-sipu melihat Ibunja jang dipe- luknja semalam-malam. Perempuan muda itu kini melihat Giman"nja dengan atjuh tak atjulł, ked'adian sema'am hanjalah imp:an sadia. 1a berdiri membuka pintu, bersama-sama dengai rombongan lain meneruskan perdjalanan, kema- na, entah. Ketika rombongan itu sampai kebatas kota merdeka, mereka berhenti me'epaskan lelah, di- bawah pohon2 jang rimbun, sambil menunggu kawan2 didepannja sedang d:periksa oleh ang- gota2 tentera. Lagi2 suatu udjian kemerdekaan- nia. Dikota merdeka ilu. mereka ditiurigai, dan tidak diterima seperti apa jang diharapkannja. Mereka hanjalah anak2jang setia, bukannja anak2 jang perwira, pandu darı lbunja, pengung. si2 itu. Lasjkar2 itu masih ketjil2, muda2, dan pakai-annja lusuh. Sambil memerıksa, mereka menánja: kan situasi medan perang jang terachir, meng- geleng-ge:engkan'kepala, dan menge.uarkan ka- ta2 makian kepada Belanda. Anak2 seketjil itu, jang mengenal bedil, baru pada waktu menjerbu tangsi2 Djepang, bernadapan dengan seruadu2 jang terlatih dalam Perang Dunia II, tetapi orang belum pernah mendengar, bahwa anak? keljil itu pernah mendjadi pengeljut. Pengungsi2 itu melewati pintu pendjagaan, dan mereka jang tebal perbeka'annja meninggal- kan kelezatan bagi perdjurit2 ketj:l itu Sebungkus rokok, sekaleng susu, sebungkus dendeng. sebotol minjak rambut, biskuit2, mak!umlah kota jang baru ditinggalkannja sudah mulai keban- djiran barang2 mewah dari para pedagang? dari kota2 paiitai. Beberapa orang jang dianggap mentjuriga- kan" disimpan, dibelakang gardu pendjagaan, dan orang? mulai sangsi2 lagi akan nasibnja. Perempuan muda itu bangkit berdir:, dan me- ngikuti rombongan orang2 itu dengan atiuh tak atjuh. Pikirannja buntu, dan kemiskinann'a memang menjo'ok. Sebungkus ketjil beban dipang- gul dibahunia jang lemah. dan matania kuju. T:ba-tiba. dirasania langkahn'a lertegun. la berhenti dan menoleh. Giman sema'am iang.me- meluknja crat2. memegang udjung badjunja, Air matania menetes sebesar mutiara, dan badannja menggigil. :"Aku takut, takut, ajo lari, ada orang bawa bedil," serunja terh:sak-hisak. :"Ah, mengapa takut. Mana Ibumu ?" Mati, ditembak oleh orang bawa bedil. Bapak d'uga," dan !a terduduk menangis. :"Aku takut, ajo lari, nanti ditembak pula aku." :"D'angan takut nak, itu tentara kita, bukan Be'anda." budjuk perempuan itu. Matania sudah tidak lagi pudar, dibimbingnja anak jang menggigil itu dengan langkahnia jang lehih pasti, menudju gardu pendjagaan. Giman-

.24
nja, menggeletar dan erat2 berpegang pada ta. ngan perempuan muda itu. :"Siapa nama mBakju?" tanja lasjkar pendek ketjil itu. Perempuan muda itu mengutjapkan suatu nama dengan lembut. :"Dengan siapa mengungsi ?" :"Anak saja." :"Suami ?" :"D:tawan Belanda dipendjara Ambarawa." "Mana anaknja ?" :"Ini." sambil didukungnja Giman. :"Nama?"

"Giman."

:"Bukan," seru anak itu: "namaku Slamet, bukan Giman." :"Ja, Slamet, panggilannja Giman," djawab perempuan muida itu. Lasjkar itu tertawa. :"Memang dik, S'amet lebih gagah dari Gi. man." katania. Lasikar itu fertawa. :"Memang dik, Slamet lebih gagah daripada Giman," katania. :"Namaku Slamet Rahardjo," seru budak itu lagi. :"Ja, ja." sahut perempuan muda itu: "Maka- nja kau Slamet dan Rahardjo tidak mendapat bentiana. Tetapi kila paka: sadja nama Giman ja untuk sehari-hari? Slamet Rahard'o kita pakai setiap Lebaran sadja." Lasikar itu tertawa. :"Ini, mbakju, setjarik keterangan, pergilah kedapur umum, minta ransum. Ini untuk dis Slamet Giman. bantu baik2 Ibu ja." Tiba-tiba Giman jang sudah diturunkan dari dukungan itu lalu memeluk Ibu"nja erat2, dan memanggil: "Ibuku, ibuku." Beberapa orang jang berbaris dibelakang

perempuan muda itu terheran-heran, melihat pe-

ristiwa itu, karena kemaren siang, ketika rombongan pengungsi itu diserang Belandà. ia m- lihat perempuan muda itu berkali-ka'i djatuh pingsan disamping maiat anaknja, seorang budak laki2 sebesar Giman" itu. Ketika dua tahun kemudian perempuan muda itu kemboli ke'ota asalnja. karena Belanda sudah pergi, ia tahu, bahwa semendjak ia meremu- kan kembali anaknia Giman Slamet. setelali menguburkan anaknia sendiri, mereka berdua adalah orang2-sebatang. kara. suaminja telah mati tersiksa dalam penajara Ambarawa. Berdua, dengan Gimannia. mereka menerus. kan menemouh djalan nardiang. iang tidak ka: lah mus'kilria dari dialannia dua tahun jang lalu, menudin apa jang be'um ditjapainja selama ini: Kemerdekaan sedjati.

Jajasan Melati

bertudjuan

memadjukan dan meluaskan

pendidikan serta kesehatan

kaum wanita dan anak²

Izin Peperda Djakarta Ra ya 8 April 1959 No. SI/277/ PPDSIDR/X/1959

Ps 632