Baca PDF (OCR): Api Kartini (1959) No. 1

28 halaman · 28 halaman diproses dengan OCR· 61872 ms

Daftar isi
  1. ApiKartini
  2. API KARTINI
  3. YALE
  4. Nghio
  5. +Ap34
  6. URAT DAR!
  7. REDAKSI
  8. dekat dimata dekat dihati
  9. Sadjak Kartini
  10. Segi lain dari Kartini
  11. rakan nasional kita itu.
  12. Meskipun surat2 dalam buku itu da jang masih menjimpan surat2pada zaman meluasnja pendja-
  13. Xatas Kartini. Didalam karangav
  14. terdam, pen.) ....."
  15. dapat menanggalkan adat2 kolot nja, Bupati Rembang, memang-
  16. dan gerakgerik Kartini jang pro- diaman di Pati. Esokharinja la-
  17. gil lagi, karena Ibu Kartini me-
  18. Lagi
  19. Kartini
  20. Sdr. Susalit dengan keluarga
  21. rumahtangga, Ibu -anak2nja sadja melainkan djuga djadi sahabatnja, jang menaruh minat
  22. f. Ketua Bagian Pendidikan Ge-
  23. Eokoh Hari Kartini
  24. Sebagaimana diketahui Nj.
  25. Sebelum perang (sebelum ka-
  26. an Luarnegeri Kowani.
  27. Kami termasuk golongan jang
  28. ruh negarawan, politisi, militer,
  29. Ketua Jajasan Perlindungan Setapak demi setapak wanita me-
  30. huni dan sebuah dengan± pi persoalannja sendiri2, kemudi-
  31. 30penghuni. an ia muntjul dalam suatu gerak
  32. dirian dan sependapat untuk jang mendjadi penggerak djutaan itu sesama ideologinja, sesama
  33. memperdjuangkan nasib golong- hati kaum ibu? Temanja adalah alirannja, sesama agamanja, ia
  34. jang indah, suatu Simfoni jang
  35. Kita berada diambang pintusendiri. Apabila anaknja dian- membuktikan bahaja2nja dengan
  36. masa itu. Dan apa jang mendja- t
  37. Kongres Ibu Seduniadi Lausanne (Swis)
  38. Presiden
  39. Beri perhatian jang sama
  40. Bu, Ibu !"
  41. Ja, ada apa Nono ?" Mimik, mik, Bu."
  42. Suara si ketjil Nono mengganggu pertjakapanku
  43. nja, setelah itu kembali ia duduk didekatku. De-
  44. ngan agak gugup, ia menanjakan: Saja tidak me-
  45. dja ini menjebabkan Nono djadi iri hati."
  46. ,mBakju, tapi kami semuanja djuga tidak me-
  47. Ja, Djeng, itu saja tahu. Saja pertjaja, Nono
  48. mainan djuga tjukup bagi dia. Tetapi ada satu hal
  49. merebut kembali perhatian ibu."
  50. Pertjikan Api Kartini
  51. Tanaman dalam rumah
  52. ngan rapi dengan disana-sini ada tanam2an jang
  53. RUANG KESEHATAN
  54. Persediaan abat-abatan dirumah
  55. an pertolongan pertama. Persedi-
  56. aan obat-obatan tsb. kerapkali dja atau untuk main2, sebab ini
  57. diwaktu mengadakan peristirahat-
  58. an beberapa hari diluarkota,
  59. Bagi mereka jang belum memi-
  60. Tempat obat-obatan tsb supa- liki, bisa mentjoba. kan pada Palang Merah Indone-
  61. API-GERAK
  62. di Benua Harapan
  63. Oleh: Sjaraswati
  64. Kuadjak pem- batja memandang
  65. Inggris dan Belgia, Kamerun dan Senegal di Peran-
  66. gambarkan daerah2 jg. luas beserta manusia2 jg.
  67. pergolakan berdarah. Di Selatan Afrika Selatan,
  68. dap diskriminasi ras jg. menghina, pun di Kamerun,
  69. lepas genggam pendjadjah. Sudan dan Ghana telah
  70. gadis2 remadja jang sedia hidup untuk tjita2 ke-
  71. dipaksakan Perantjis. Mereka mengirim surat dje-
  72. asa. Patah tumbuh hilang berganti, atau sebagai
  73. RUANG MAKAN.....!!
  74. memang biasa, empat persegi pandjang. Disudut
  75. reka gunakan."Guten Tg..." "Bonjour.."
  76. barikadi penghalang, perbedaan kulit dan djarak
  77. hatian tentang gerak wanita Indonesia. Ja..... kini
  78. daja ingin melepas diri dari tikaman pendjadjah
  79. Taisnn ori oa iaa ail
  80. jang lampau dalam bertahan di-gunung2... be-
  81. nesie ii s nmisial
  82. wana a r ba bhan
  83. Silahkan
  84. Mentjoba
  85. Memasak
  86. Mode
  87. BADJU KARUNG
  88. jang paling populer sekarang ini, ratus variasi bisa dibikin dari
  89. (Sutarni)
  90. ADAT ISTIADAT
  91. Perkawinan ditanah Pasundan
  92. Oleh : Ni S. Atmodjo
  93. gendi berisi air mentah, dan mempelai laki2 disu-
  94. (Sambungan dari hal. 16)
  95. disediakan panggang ajam sebuah, jang harus
  96. nja suapan itu dari sebelah kanan. Sesudah itu,
  97. A. Bagaimana tjaranja membesarkan pola B. Bagaimana tjaranja mengetjilkan pola
  98. (Šutarni
  99. KEBUDAJAAN
  100. permaisuri kaisar Tiongkok ! persoalanmu. Tempalah dirimu
  101. an jang bengis meng-uber2 diri-
  102. rang...— ia berbisik sedih.
  103. ngapa hidup ini begini sibuk? ta, hanjalah mendjadi seorang berani menggilas seluruh tata-tja-
  104. Tak bolehkah aku mengaso ba-permaisuri jang dipertuan. Alang-
  105. dengan segala peradaban bikin-
  106. duli pada segala pertanjaan ini.
  107. Ia berlari terus dengan hari2 si-
  108. HARI ini si Nus sakit demam. Panas badannja sungguh ting-
  109. kesajangannja! Dua honorarium
  110. ter Siem jang begitu tinggi har-
  111. wang bermata delima hadiah da-
  112. lan kemudian, hadiah dari abang- nja, tjintjin berbatu arab hidjau
  113. Kalung ini tak pernah ia pa- kai. Ini adalah hadiah dari Heru,
  114. djikannja bahwa ia benar2 hendak mendjadikannja ia: seorang
  115. revolusi jang menjeret ia keluar
  116. permaisuri seorang kaisar Tiong-
  117. mendjadi permaisuri seorang bu-
  118. prijaji, · pesta tajuban dan bu-
  119. djang sahaja serta abdi2 jang
  120. tegasan dan kegetiran2 dialam kerdja keras agar tangan dan pi- njata ini, engkau akan kesasar
  121. tjara kehormatan jang di-bikin²
  122. diah kepunijaannja, satu2 pergi seorang prijaji tulen. Amboi, be-
  123. djiwa mesin seperti pabrik. Dan
  124. aku bukan pabrik.
  125. — Perhatianmu tjuma diuntuk-
  126. Engkau mesti memberikan diri-
  127. jang berderet jang dipunjai oleh
  128. — Tapi berpikir tentang hal2
  129. — Mendjadjah untuk menghi-
  130. engkau, apa sebabnja engkau
  131. Karena engkau tidak punja keja-
  132. tidak benar, lalu kita tak bisa hi-
  133. Sudah aku katakan, bahwa umur penindasan, sedang seorang serdadu revolusi dari desa ada-
  134. aku punja dua penghidupan. Sa-
  135. Dan jang lain itu, engkaulah!
  136. an, ditambah pula dengan se-
  137. Tidak, Aku kepingin tahu, sampai dimana udjung djalan seorang permaisuri jang hanja di-
  138. Mau kembali?—
  139. nja. Selamat berpisah, Heru!
  140. TANGANNJA jang kaku itu ge-
  141. dimana dia berada, ia tak zen- pertemuannja dengan Heru, si
  142. ber-tarik2an antara kehormatan dan tidak terpeladjar. Hanja ke-
  143. buat kami, kedudukan itu sesung-
  144. — Aku djual sadja kalung ini.
  145. guhnja mendjidjikkan. Djadi ser-
  146. lon amtenar jang pengetjut.
  147. — Kau sedang mabuk, tak se-
  148. lama? Sepatu butut? Kertas2? Oi, dar, bahwa seorang tjalon amte-
  149. nar jang pengetjut, hanjalah alat, tak mungkin tjukup buat nebus
  150. memang aku sudah tak punja
  151. ngan praktis. Malam ini si Nus
  152. harus dapat obat dari dokter. Pa-
  153. asa terima barang2 perhiasannja.
  154. nanti, djika tahu bahwa aku
  155. da kami anak-isterinja. Pada-
  156. perti dia. Mungkin lebih. Tapi
  157. pan toko. Ia bimbang. Tapi satu keadjaiban telah datang dengan tiba2. Ketika ia hendak melang
  158. pernah ada suatu hal jang pelik jang pernah mereka pikirkan. Su-
  159. hendak kubuat? Aku urungkan dan Maruto. Jang satu, begitu
  160. balikan sekarang djuga? Tapi ba-
  161. gaimana. si Nus? Obat apa jang
  162. harus ia minum malam ini? Ah,
  163. didirikan .atas perhitungan mate-
  164. Mana gelangnja? Kalungnja? Ti-
  165. dipertuan. Dan bangun2 ini seper
  166. brosnja jang besar, ja? Aku per-
  167. lu sekali buat pergi ke-pesta2!
  168. Sebal ia mendengar suara He-
  169. Pelahan ia membalik kepada
  170. putusannja. — Toh mereka tak — Aku pernah ber-tjita2 men-
  171. ia berbisik pelan. — Apakah jang

1Th.I DJUNI 1959

ApiKartini

API KARTINI

1n Penerbit : Jajasan Melati Matraman Raya 51, Djakarta Terbit sebulan sekal

Redaksi : Maasje Siwi, S. Asijah, Darmini, ISI Parjant Pradono Penanggungdjawab : hal Maasje Siwt Surat dari Redaksi Pembantu2 :
Sadjak Kartini .....

S.K. Trimurti, Rukiah Kertapati,
Sugiarti Siswadi, Mr. Trees Sunito, Sulami, Rukmi B. Resobowo, Sar-Segi lain dari Kartini tini, Sulistyowarni, Sutarni, Siti Suratih, Sudjinah Lagi tentang Kartini Ilustrator :
Tokoh Hari Kartini ....

W. Nirahuwa
Alamat Redaksi : Presiden dan perdjuangan wanita ....
Matraman Raya 51, Djakarta
Tilp. : Djtn 753Beri perhatian jang sama pada anak2......
Alamat Administrasi :
Tanaman dalam rumah ......
Kramat V/7, Djakarta Tilp.: Gb 4430
Persediaan obat-obatan dirumah .....
Uang langganan : 13
Api gerak dibenua harapan .....
setahun Rp. 37. enam bulan”,19.
Silahkan mentjoba memasak. ....
tigabulan10.
etjeran per ex, .....4.
17
Badju karung ....
Api Kartini menerima karangan dari luar, dari siapa sadja jang me-Perkawinan ditanah Pasundan ..:. 15 naruh minat. Karangan harus ditik diatas kertas jang tidak timbalbalik, karangan jang tidak dimuat· dapat 21 dikirim kembali apabila disertai de-Kalung ... ngan perangko.

YALE

Nghio

+Ap34

Tarip iklan : OnI7N B 口' 1 pagina Rp. 600.

12 pagina 400.
1/4 pagina 250.
½ pagina 150.—

Kontrak; Keterangan gambar kulit belakang 6 × muat, rabat 10% 12 × muat, rabat 15% PANTAI GALESONG SULAWESI SELATAN

URAT DAR!

REDAKSI

dekat dimata dekat dihati

ENTAH berapa kali sudah Bungpati rumah dan hati pembatja Karno mengatakan ambil api-atau tidak. Dan ini akan berhasil nja, djangan abunja" djika beliau dengan se-baik2nja, apabila se- membitjarakan revolusi. Dalamnantiasa ada bantuan, kritik dari Revolusi Agustus kita, tjita2 Kar-pembatja. Kartini tini menemukan salahsatu per- wudjudannja. Dari Kartinipun Kami pilih naa Api Kartini" kita akan mengambil apinja, bu-untuk madjalah ini, jang pasti tak kan abunja. Inilah sebabnja: Api dapat kami pisahkan dari tjita2 dan pikiran pelopor pergerakan Kartini. wanita Indonesia. Jaitu, tjita2 Apabila kita berpisah dc-mengangkat deradjat kaum wani- ngan kawan jang akrab, maka ta. Itulah pula sebabnja,kami pepatahnja Djauh dimaa, de-bermaksud menghidangkan ma- kat dihati". Tetapi, engan djalah ini pada tiap² bulan. suatu penerbitan jang bermaksud mengundjungi sctiap ibu Pada djaman modern sekarang dan wanita dalam kehidupan ru- ini, djaman kebangkitan kaum mahtangga seperti sekarang ini, wanita, penerbitan adalah penting Dekat dimata, dekat dihati". sekali artinja. Lebih² bagi suatu Tetapi ini merupakan suatu tji-badan, seperti Jajasan Melati, ta2, suatu hasrat. Karena kita ma-jang bertudjuan memadjukan dan Nj. Utami Surjadarma sih harus berusaha dan selalu ber-meluaskan pendidikan serta kesc- hatan kaum wanita dan anak². usaha agar penerbitan ini dapat menetapi fungsinja. Hanja Penerbitan baginja merupakan suaty keharusan, suatu kemesti- madjalah jang terasa dekat dihati para pembatjanja, dapat men-an, seperti halnja manusia mem- duduki tempatnja jang tepat. punjai keharusan untuk mempu-Banjak sudah penerbitan, njai perasaan dan pikiran. chususnja madjalah —, jang hi- dup seumurdjagung. Terbit seka-Karena itulah, sebagai pengan- li, dua kali, mati seterusnja. Se-tar kata penerbitan ini, djandji babnja tidaklain, karena madja-kita bersàma — pembatja dan lah itu, walaupun dekat dipembina — untuk memelihara madjalah ini, sangat menentukan mata kita, — karena dapat kita apakah madjalah ini memenuhi batja —, tetapi tidak dekat dihati pembatjanja. fungsi dekat dimata dan dekat dihati". Kami tidak berdjandji banjak disini. Sebab segala usaha itulah Sekian dulu dan sampai ber-jang akan kita rasakan hasilnja S. Rukiah Kertapati temu lagi pada waktu2 jang tetap bersama. Apakah ia akan menem- untuk masa jang pandjang.

Sadjak Kartini

Apakah jang menjebabkan manusia2 jang semula asing, sesudah bersua sekali mengandung harap dalam mata miereka tak hendak berpisah-pisah lagi?

Tahukah kau, lautan biru jang mengombak dari pantai kepantai dapatkah kaukatakan kepadaku betapa rahsia itu bisa diurai?

Bukan satu rahsia, tetapi tiga! Berkilatan pada tjair mutiara dengan huruf intan menuliskan tjahja : simpati, persahabatan, tjinta.

KARTINI

Sadjak ini ditulis oleh Ibu Kartini dalam bahasa Belanda dan diindonesiakan oleh Iramani

tjita² salahseorang pelopor perge-

Segi lain dari Kartini

rakan nasional kita itu.

Sudah selajaknja bahwa Kartini dengan perhatian jang demi-HINGGA kini pengetahuan ki- dari famili² Belanda kenalan al-kian luas menaruh minatnja ti- ta tentang Ibu Kartini hanja ber- marhum Kartini. Usaha dr. dak sadja akan soal2 dan peristi- dasarkan surat2 kepada kenalan²- Bouwman ini tidak berhasil terla-wa² di Indonesia, akan tetapi nja bangsa Belanda jang terkum- lu besar. Banjak surat2 jang su-djuga didunia umumnja. Ibu pul oleh mr, Abendanon dalam dah dimusnahkan dan banjakKartini hidup disekitar peralihan buku "Door duisternis tot licht". djuga keluarga2 dinegeri Belan-abad ke-19 dan abad ke-20, jaitu

Meskipun surat2 dalam buku itu da jang masih menjimpan surat2pada zaman meluasnja pendja-

meliputi lebih dari 400 halaman, itu tidak mau mēnjerahkannja djahan imperialisme jang diiringi namun bagian terbesar belum di- untuk publikasi. dengan peperangan2 jang ke- umumkan dan hanja surat² atauBahwa jang mengadakan pe-djam. bagian2 dari isinja jang tidak da- njelidikan seorang sardjana Be-Didalam bukunja, dr. Bouw- pat menggontjangkan kedudukanlanda, seorang asing, kenjataanman mengutip karangan Kartini pemerintah Hindia Belanda sa-ini mengakibatkan hasil jang ti-tentang pesta untuk menghormati djalah jang telah diterbitkan olehdak lengkap. Tidak oleh karenaGubernur Djenderal: mr. Abendanon itu.dr. Bouwman mempunjai panda-"Aku melihat, melihat,.. Kira² lima tahun j.l., dr. H.ngan kolonial dan kolot, tetapi dan pikiranku melajang dari dja-Bouwman, mahaguru sosiologi di djustru karena dia segan menjing-uh dari Semarang jang sedang ra-Universitas Groningen mengu- gung perasaan2 pribadi darimai berpesta, meliwati laut jang mumkan beberapa hal tentang kalangan² bangsa kita jang ber-biru kepantai Afrika Selatan, me-Kartini jang belum diketahui. sangkutan. Maka bahan² jang dan peperangan jang berdarah, hingga saat itu. Hal2 baru jang ditemukan olehnja belum semua melajang kelembah kesengsaraan disadjikan kepada kita oleh prof. diumumkan. Alangkah baiknja jang paling hebat dengan penuh Bouwman tidak begitu banjak te- kalau dari pihak kita sendiri di-dukanestapa, penderitaan jang
tapi tjukup penting untuk me- mulai untuk menggali lebih men-tak terhingga..... jang mati,
nambah pengetahuan kita ten- dalam arsip mengenai Ibu Karti-jang luka, djanda, piatu, korban tang Kartini. Oleh dr. Bouwman ni di Nederland maupun di Indo-ketamaan Inggeris jang tak kenal telah diusahakan untuk menemu- nesia. Kami jakin bahwa dengan batas". kan surat2 jang sampai saat itu demikian kita akan mengenal de-Bahwa perdjuangan Rakjat masih tersembunji didalam arsip² ngan lebih seksama tabiat dan jang tertindas di Eropa akan me- narik perhatian dan simpati Kartini sudah semestinja. Salahseorang sahabat karib jang banjak surat-menjurat dengan Kartini adalah Estella Zeehandelaar, seorang wanita muda berideologi sosialis jang sangat berpengaruh

Xatas Kartini. Didalam karangav

jang dimuat dalam madjalah "De Hollandsche Lelie", Kartini menulis: "Aku sangat bersimpati dengan tjita² kaum sosialis dan aku jakin bahwa benar sekali kalau dalam rapat untuk membentuk korps polisi dikatakan bahwa pen- djahat² jang terbesar tidak terda- pat di-kampung2 tetapi di Hee- ren- dan Keizersgracht (tempat Kamar kerdja Ibu Kartini kantor? kapitalis Belanda di Ams-

terdam, pen.) ....."

Kartini djuga membatja buku²gresif itu. Antara lain hanja ibu- hirlah seorang putera jang sehat- tirinja jang dapat mengerti fa- jang progresif pada zaman itu.

Kartini. Sahabat Kartini, tokoh² nita dan Sosialisme" dan "De penting seperti mr. Abendanon wapens neer" karangan Bertha van Suttner sangat besar sumba-dan dr. Adriani jaitu seorang zendeling jang terkenal, achirnja ngannja dalam membentuk fa- dengan berbagai alasan tidak se- ham² Kartini. Roman² jang ber- tudju dengan perginja Kartini tendens kemadjuan dan sosialis- kenegeri Belanda untuk menerus- me sangat menarik djuga minat kan peladjarannja. Kartini. Djuga tentang wafatnja Ibu Salah seorang sahabat baik Kartini, dr. Bouwman menemu-Kartini adalah ir.H.H. van Kol, kan bahan² jang membuktikan seorang anggota Parlemen, jang bahwa sebelum dan sesudah me- giat berusaha supaja Kartini da- lahirkan puteranja jang pertama pat meneruskan sekolahnja di Nederland. Tctapi usahanja ter-dan jang satu2nja, kesehatan sia² belaka. Kartini samasekali tidak tergang- gu. Rupanja, Kartini telah sem-Sudah diketahui umum bahwa buh dari penjakit jang menimpa- sewaktu hidupnja Kartini menga- nja beberapa bulan sebelumnja. lami banjak pertentangan. Ba-Pada tg. 12 September suami- njak anggota keluarga jang tak

dapat menanggalkan adat2 kolot nja, Bupati Rembang, memang-

gil dr. van Ravesteyn jang berke- sangat tidak menjetudjui faham²

dan gerakgerik Kartini jang pro- diaman di Pati. Esokharinja la-

walafiat. Menurut Bupati Rem-

dan schat dan dengan tiada cha- watir sedikitpun dr. van Ravesteyn pulang ke Pati. Pada tg. 17 September datang lagi dr.'van Ravesteyn dan keadaan Ibu dan anak biasa, sehat. Menurut kete- rangan puteri dr. van Ravesteyn kepada dr. Bouwman, pada hari itu orang mengangkat gelas untuk kesehatan Ibu Kartini. Suasa- na di Kabupaten rianggembira. Tetapi tak lama setelah dr. van Ravesteyn berangkat, dia dipang-

gil lagi, karena Ibu Kartini me-

rasa sakit perutnja (maag). Ra- sasakit menghebat dan setengah djam kemudian Ibu Kartini jang tertjinta itu meninggal dengan
mendadak...... Mengapa?

SETIOWATI

Kutipan² dari buku Bebel "Wa-ham baru itu pada achir hidup bang, Ibu Kartini merasa senang

Kabupaten Djepara, rumah Kartini waktu masih ketjil

Lagi

tentang

Kartini

Sdr. Susalit dengan keluarga

Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan akan terbitnja madjalah Api Kartini", redaksi te- lah menemui Saudara Susalit putera mendiang Kartini jang kini berdiam disebuah rumah jang sangat sederhana di Kebajoran. Saja sendiri tidak mengenal Ibu, karena baru umur ampat hari sudah ditinggalkan", demikian ia memulai mentjeriterakan. Ia mengatakan bahwa ibunda Kartini jang bernama Ngasirah adalah ke- turunan Rakjat, anak Modirono buruh paberik gula Majong. Dalam buku2, dalam tulisan2 hanja dinjatakan, bahwa Kartini adalah puteri bangsa- wan bupati Djepara. Tetapi peranan Ngasirah, ibunda Kartini jang memberikan pendidikan dan dorongan untuk mentjintai Rakjat tidak pernah disinggung-singgung. Disamping bersekolah dimana Kartini banjak mengadakan hubungan surat-me- njurat dengan teman2nja di Negeri Belanda, abang- nja, Dr. Sosrokartono djuga banjak mendorong pada adiknja buku² apa jang perlu dibatja. Kar-

tini gemar membatja tulisan2 Multatuli, demikian pula tulisan2 Justus v. Maurik jang banjak menu- lis tentang penghidupan Rakjat Amsterdam. Djuga buku Indjil dan Qur'an dibatjanja. Kartini jang ber-tjita2kan kemerdekaan, kerakjatan, dan per- samaan, adalah djuga seorang sastrawan, pelukis jang salahsatu lukisannja masih terdapat dikediam- an Profesor Pringgodigdo di Surabaja, kemudian djuga pentjipta pola2 modern untuk ukir2an kaju jang banjak dikerdjakan Rakjat Djepara. Ukir2an inipun sampai sekarang masih terdapat dipendopo kabupaten Rembang. Menurut keterangan Susalit ibunda Kartini me- ninggal pada tahun 1947 di Salatiga jang mentja- pai umur 97 tahun. Sajang sekali bahwa tjatatan² mendiang Kartini jang ditulisnja sendiri terbakar pada perang kolo- nial ke-II diwaktu diadakan bumihangus di Mage- lang.

angkuh. (Kartini)

Alangkah berbahagianja seorang suami, bila isterinja bukan sadja mendjadi pengurus

rumahtangga, Ibu -anak2nja sadja melainkan djuga djadi sahabatnja, jang menaruh minat

akan pekerdjaannja, turut merasakan pekerdjaannja itu. Hal jang sedemikian itu tentulah ber- harga benar bagi kaum laki2, jaitu bila ia bukan seorang jang pitjik pemandangannja dan

f. Ketua Bagian Pendidikan Ge-

rakan Massa Wanita.

Eokoh Hari Kartini

Sebagaimana diketahui Nj.

Surjadarma adalah anggota delegasi Wanita Indonesia jang me- ngundjungi Kongres Ibu Sedunia untuk pembelaan anak2, menentang peperangan, untuk perlutju- tan persendjataan dan persauda- raan diantara Rakjat pada tahun 1955 di Lausanne (Swis).

Beliau djuga anggota Komite Perdamaian Indonesia, anggota Gerakan Ibu anti-bom A & H dan anggota Pleno Dewan Setia- kawan Asia-Afrika. Pada rapat pembukaan Pekan Menentang Bom A & H pada tahun 1958 bertempat di Istana Negara Nj. Surjadarma mengutjapkan pidato sebagai wakil ibu a.l. demikian: Nj. U. Surjadarma di-tengah2 sebagian delegasi dari berbagai negeri di Lausanne

sampai sekarang oleh masjarakat Kali ini kami memperkenalkan a. mendjabat sebagai wakil ke-Nj. Utami Surjadarma, seorang tokoh wanita jang namanja su- dah tak asing lagi bagi kaum wanita kita. Nj. Surjadarma adalah seorang Ibu dari tiga orang anak.

Sebelum perang (sebelum ka-

win) menerbitkan sebuah madja- lah wanita "Pahésan" jang ber- arti Tjermin.

Waktu revolusi masuk organi- sasi Pemuda Puteri Indonesia, djuga duduk dalam Badan Kongres Pemuda, untuk sementara

an Luarnegeri Kowani.

Waktu .pendudukan Belanda (Jogja) mendirikan dapur umum untuk pedjuang2 gerilja dan non- kooperator2. Disamping itu me- ngurus tawanan2 perang dan ke- luarga²nja. Demikian djuga mendirikan sekolah dibawah tanah bersama Dr. Prijono dsbnja.

Aktivitet2nja sekarang antara lain jalah:

Kami termasuk golongan jang

dunia belum diterima sebagai go- tua I Jajasan Kesaljahteraan longan jang bcleh ikut menentu Anak2 dari Kongres Wanita kan nasib umat manusia. Hanja Indonesia. golongan negarawan, golongan

b. Ketua I Badan Koordinasi politisi, golongan militer, golong-Sumbangsih masjarakat. Se-an jang berpengaruh jang berhak bagaimana diketahui Badan mendjatuhkan hukuman kepada tsb mengirimkan rombongan² umat manusia: hidup atau mati- kesenian hiburan kegaris de-nja. Toh golongan kami meru-
pakan golongan jang besar, jang pan. meliputi lebih dari separo umat

c.Ketua I Komite Penggerak
manusia, jang djumlahnja dja-Seni Angkatan Perang (ba- uh lebih besar dari djumlah selu- dan kesenian untuk ketiga

ruh negarawan, politisi, militer,

Angkatan Perang). orang jang berpengaruh bersama.

kaum Ibu. dari Persatuan Isteri AURI jang. mengirimkan bingkisan² Apabila abad ke-20 dikatakan ke Garis Depan. abad Wanita maka itulah benar.

Ketua Jajasan Perlindungan Setapak demi setapak wanita me-

Purbawisesa. Jajasan tsb. me-ngambil tempatnja jang wadjar njelenggarakan asrama2 pela-dalam masjarakat sekitar, lalu da- djar puteri berdasarkan So- lam masjarakat bangsanja, kemu- sial. Sampai sekarang terda-dian dalam masjarakat dunia. pat 2 buah asrama, sebuah Bermula mula ia tampil kemuka asrama dengan ± 80 peng-sebagai individu jang menghada-

huni dan sebuah dengan± pi persoalannja sendiri2, kemudi-

30penghuni. an ia muntjul dalam suatu gerak

mendjadi ketua Bagian Penerang-d. Ketua Panitia Garis Depan Golongan kami adalah golongan

dengan sedjumlah kawan sepen- di penggerak Simfoni itu, apa mandang apakah sipengantjam

dirian dan sependapat untuk jang mendjadi penggerak djutaan itu sesama ideologinja, sesama

memperdjuangkan nasib golong- hati kaum ibu? Temanja adalah alirannja, sesama agamanja, ia

annja, dan pada dewasa ini pada sederhana akan tetapi ia me- akan membela anaknja mati-ma- pertengahan abad kedua dunia njangkut-pautkan inti kehidup- tian. Ia akan membelanja de- dikonfrontasikan dengan massaannja: jaitu pembelaan anak ter- ngan titik darahnja jang pengha- wanita jang ingin didengar da-hadap antjaman maut disebab- bisan. Inilah bukan suatu kea- lam soal2 jang menentukan nasibkan oleh peledakan Bom Zat Air djaiban, inilah soal jang biasa sa- dunia sendiri. Suara2 jang padadan sendjata2 nukler. Antjaman dja, jang sederhana. permulaan kedengaran sajup² ini mendjadi titik pertemuan dari Dan bagaimana kita kaum ibu dan terpisah² semakin hari sema-ibu²2 diseluruh dunia dan didalam tidak memandang peledakan bom kin kuat didengar dan akan men-hal ini tidak dikenal perbedaan zat air dan sendjata nukler seba- djadi suatu njanjian bersama gai antjaman maut dan antjaman ideologi, aliran, agama, kulit, ke- bangsaan. Instinkt untuk membe- kehantjuran terhadap anak2 kita

jang indah, suatu Simfoni jang

megah: jaitu Simfoni Perikema-la anaknja pada seorang ibu, di- dan keturunan kita apabila para nusiaan. dunia binatangpun, setua dunia sardjana diseluruh dunia sendiri

Kita berada diambang pintusendiri. Apabila anaknja dian- membuktikan bahaja2nja dengan

tjam maut, seorang ibu tidak me- bukti2 ilmijah?

masa itu. Dan apa jang mendja- t

Kongres Ibu Seduniadi Lausanne (Swis)

Presiden

dan

perdjuangan wanita

Dalam tjeramahnja sidepan lelh dari s000 massa wanita Djakarta Raya jang diselenggarakan oleh BKS wanita-militer di Istana Nega- ra tgl. 15 April 1959, Pres. Soekar- no a.l. mengatakan : Hanja dalam masjarakat adil dan makmur hanja dalam masjarakat sosialis, wanita dapat mentjapai kebahagiaan."

3 Tingkatan perdjuangan wanita Indonesia. Tingkatan pertama, menurut Presiden, adalah fase dimana wanita berdjuang untuk mengangkat kaum- nja dari serba keterbelakangan. La- lani hubungan ini Presiden menun- djükkan kepada buku Habis Gelap Terbitlah Terang" oleh R.A. Kartini jang memuat kumpulan surat2 pe- djuang wanita ini. Gerakan dinasa itu adalah djenis gerakan wanita Jg. paling rendah dipandang dari segi sedjarah, karenahanja mengcdjar

penjempurnaan kewanitaan sadja, seperti mengedjar berbagai penge- tahuan kerumahtanggaan. Tingkatankedua digambarkan oleh Presiden, sebagai fase dinana kaum wanita mengedjar hak sana dengan kaum pria. Dalam perdjuangan ini kadang² terdjadi pertein- puran antara wanita dan lelaki, di- maua kaum lelaki merasa harus ber- tjakrawala diatas kaum wanita. Akan tetapi, Presiden menekankan, djanganlah mereka mengira, bahwa dengan persamaan hak antara wanita dan lelaki, nasib kaum wanita sudah bahagia dan sorga sudah tertjapai. Dalam hubungan ini Presiden menundjukkan kepada nasio kaum wanita di Amerika dan Eropa, dimana persamaan hak sudah tertjapai, tetapi kaum wanita belum men- tjapali kebahagiaannja. Lebih landjut Presiden menekankan, sekalipun wanita sudah men.

tjapai persamaan hak dengan kaum pria, dalam masjarakat seperti seka- rang, wanita belum bahagia. Wanita, menurut Henriette Roland Horst, demikian Presiden, adalah se-ekor keledai jang harus menarik dua grobak, sedangkan pria hanja menarik satu grobak, jalah sebagai pekerdja sadja: dikantor, pabrik atau bengkel sebagai pekerdja dan dirumah sebagai ibu dan isteri. Kemudian Presiden mengambil konklusi, bahwa hanja dengan persamaan hak sadja kebahagiaan tidak akan tertjapai. Kemudian Bung Karno menegaskan bahwa ini tidak berarti wanita tidak iboleh berdjuang untuk persamaan hak dengan lelaki. Persaaman hak hanja satu elemen, satu bagian sadja, sjarat mutlak dari perdjalanan menudju ke kebahagiaan wanita. Hanja dalam masjarakat adil dan makmur, hanja dalam masjarakat sosialis a la Indonesia, wanita dapat mnentjapai kebahagiaan. Dalam masjarakat sosialis wanita tidak usah menarik dua grobak demikian Presiden. Achirnja Presiden mengandjurkan agar djangan hanja puas dengan persamaan hak sadja tetapi hendaklah kaum wanita sedar untuk melangkah ketingkat jang lebih landjut jaitu ber-sama2 dengan kaum pria mem- perdjuangkan terwudjudnja masjarakat adil dan makmur.

Foto : Husein

Beri perhatian jang sama

pada anak-anak

Bu, Ibu !"

Ja, ada apa Nono ?" Mimik, mik, Bu."

Suara si ketjil Nono mengganggu pertjakapanku

jang sedang asjiknja dengan Njonja-Rumah, Nj. Sunardi.

mBakju, maaf, saja perlu sebentar mengambil- kan minum si Nono," kata Nj. Nardi. Sedjenak kemudian kudengar: ,Masih sadja belum tidur kau Nono ?" Lekas minum ini, lalu tidur sungguh ja !"

Baru sadja Nj. Nardi duduk kembali, terdengar lagi suara Nono: Bu, Ibu, kesini dong, bobok sama Nono, Nono nggak bisa tidur2." Lagi Nj. Nardi menghampiri tempat tidur anak- nja dan berkata: Nono, ada2 sadja, sih, lekas tidur, ada tamu, dan Ibu harus menemani tamu itu."

Sebentar Nj. Nardi meredakan kerewelan anak-

nja, setelah itu kembali ia duduk didekatku. De-

ngan agak gugup, ia menanjakan: Saja tidak me-

ngerti, mBakju, mengapa Nono anak saja sapihan jang berumur 4 tahun ini achir2 ini makin rewel, aleman, mendjadi lain dari biasanja."

Bagaimana sebenarnja jang Djeng maksudkan lain dari biasanja itu ?" Demikianlah kita lalu sam- pai pada pembitjaraan soal Nono. Begini, mBakju, dulu dia itu samasekali tidak rewel, berdjam-djam lamanja dia bisa tinggal te- nang asjik ber-main2 dengan permainannja. Baru beberapa bulan ini sadja dia djadi rewel. Se-olah² dia sekarang tidak lagi tertarik pada permainannja. Djika saja sedang meneteki adiknja, menda- dak ia tinggalkan permainannja, dan dengan pan- dangannja jang aneh diam2 ia memperhatikan se- gala sesuatu jang sedang saja kerdjakan terhadap adiknja. Kadang2 lalu ia menghampiri saja, sedang saja meneteki adiknja dia minta dipangku, menarik2 badju saja sambil me-rengek2, minta ini minta itu. Dulu tidak pernah dia berbuat demikian. Dan lagi dia sekarang tidak suka makan seperti dulu. Sedangkan dulu dengan gampangnja dia beladjar makan sendiri, sekarang selalu ia minta disuapi, dan dengan susah pajah saja membudjuknja supaja bisa makan banjak.

,Sedjak kapan Nono berubah demikian itu, Djeng," tanjaku. Jah, kira2 sedjak setengah tahun ini sadja." Adiknja, si bajek, tentunja sekarang berumur setengah tahun djuga," selaku.

Apa hubungannja dengan adiknja si bajek, mBakju?"

Ja, mungkin tampaknja aneh, tetapi saja kira perubahan tingkah laku Nono itu memang ada hubungannja dengan si bajek. Tjobalah Djeng pikir, sebelum si bajek lahir seluruh perhatian ibu dan bapaknja tertumpah padanja. Lalu datanglah adiknja. Anggota keluarga baru ini tentu sadja menarik perhatian keluarga dan semuanja jang datang berkundjung kemari, per-tama2 si bajeklah jang sekarang mendjadi pusat perhatian. Tentu sa-

dja ini menjebabkan Nono djadi iri hati."

,mBakju, tapi kami semuanja djuga tidak me-

lupakan Nono, tak ada sesuatu jang kekurangan buat Nono, apa jang diperlukan Nono tetap kita penuhi seperti sebelum ada adiknja...

Ja, Djeng, itu saja tahu. Saja pertjaja, Nono

tjukup mendapat segala barang kebutuhannja, per-

mainan djuga tjukup bagi dia. Tetapi ada satu hal

jang per-tama ia sekarang merasa kekurangan, ja- itu p er h at ian, tentu sadja terutama perhatian dari ibu, jang sekarang ia rasakan kurang daripada dulu. Karena itu djugalah ia sekarang ingin lagi disuapi, dengan ini ia bermaksud akan merebut kembali peranan utama jang sekarang dipe- gang adiknja, ia ingin ditolong lagi oleh ibunja seperti adik bajek. Ketika ia masih ketjil ia ditolong dan dimandjakan oleh ibu seperti adiknja sekarang. Inilah kira2 jang mendjadi tudjuan Nono — tentu sadja diluar kesadarannja — dengan segala perubahan tingkah-lakunja achir2 ini: mendjadi bajek lagi, dan dengan demikian supaja ia bisa

merebut kembali perhatian ibu."

Nj. Nardi keheranan mendengar segala kataku ini, se-olah2 tak bisa mengerti. Djangan2 ngom- polnja (kentjing waktu tidur) Nono achir2 ini djuga ada hubungannja dengan apa jang mBakju terangkan tadi ? Achir2 ini Nono sering ngompol, padahal sebelum adiknja lahir sudah lama dia tidak pernah ngompol." »Ja, tentu ini ada hubungannja djuga. Ngompol itu djuga menandakan keinginannja kembali mendjadi baji seperti adiknja. Djika ia ngompol tengah malam ditempat tidur, tentu ibu datang un- tuk menggantikan pakaiannja. Dengan demikian ia bisa menarik perhatian ibu dan diperlakukan persis seperti adiknja." Jah, mBakju, begitu sulit djadinja." Ah, samasekali tidak sulit Djeng, mengatasi masalah Nono ini. Semuanja ini soal gampang, se-. djak sekarang berilah Nono lebih banjak perhati-

an daripada biasanja. Djika Djeng Nardi sedang menolong adiknja, panggillah dia, suruh dia me- megangi adiknja, dan perlihatkanlah bahwa Djeng masih tetap menjajangi dan memperhatikan dia, meskipun sekarang ada adiknja. Dengan sikap Djeng jang demikian ini pasti Nono akan kembali mendjadi manis lagi seperti dulu." Beberapa bulan kemudian aku ketemu lagi dengan Nj. Nardi, katanja: Betul mBakju, semua nasehat mBakju dulu itu. Sekarang Nono tidak lagi rewel, tidak ngompol, dan sudah suka makan sendiri. Terimakasih atas segala nasehat mBakju." Agaknja Nono sekarang sudah mendapat perhatian sama dengan adiknja !

— Bu Dono —

NNSCCCCKNNCCCCNNKCKYSCCCOCCCCKCCCCN

Pertjikan Api Kartini

Wahai, alangkah banjaknja pikiran indah kami dengar diutjapkan oleh mulut Rakjat djelata. Pikiran jang mulia2 dan indah2 dengan terang, dengan kataz jang se-hani2 sadja, akan tetapi sangat merdu bunjinja! Pikiran jang muliaz itu, tiada sulitnja orang

NOK0KKOKKKKKKK000

n mengerti dengan kata2 sedenhana, tetapi, alangkah in- dahnja suana dan iramamja! Semakin dalam aku menjelam kedalam lautan djiw. bangsa kami, semakin tinggi deradjat djiwanja itu pa- da pemandanganku. Tjobalah pengi ber-djalan2 berkeliling dengan daku, didalam kampung dan desa, marilah kita masuk teratak orang jang miskin2, dengankanlah kataz mereka, pikiran mereka ..

Tanaman dalam rumah

Betapapun rumah itu diatur dengan rapinja namun bila tidak diisi dengan tanam²an akan te- rasa ada jang kurang, kurang sedap dipandangan mata. Apalagi dalam musim panas tanam²an tersebut menjedjukkan hawa, asri dipandang dan menimbulkan keindahan dalam rumah.

Siapa jang tidak senang dalam rumahnja ada tanam2an jang diatur rapi sekalipun rumah dan meubilernja sangat sederhana. Djadi letak seni ru- mahtangga bukannja rumah dan meubiler jang mewah, tetapi dalam tjara mengaturnja. Siapapun jang berkundjung dalam rumah jang teratur de-

ngan rapi dengan disana-sini ada tanam2an jang

menghidjau akan merasa gembira.

Pot2 dari tanah jang sering kita pergunakan untuk tanam²an supaja kelihatan menarik diberi war- na dengan tjat. Tetapi. ini akibatnja kurang baik bagi tanaman, misalnja tanaman tersebut lekas laju. Djadi sebaiknja pot2 tsb. tidak usah ditjat. Setiap sore bila matahari sudah mulai terbenam letakkanlah pot2 tsb. diluar dan diberi air seperlu- nja dan sesudah sementara kembalikanlah pada tempatnja.

Untuk menambah sedapnja pandangan ketjuali pot2 biasa bisa djuga mempergunakan pot dengan tanaman jang merambat. Tempat untuk tanaman jang merambat tsb. bisa dibuat dari kaju atau rotan jang diserut halus atau divernis, misalnja di- tempatkan dibagian pinggir dekat kamar duduk atau kamar untuk menerima tamu. Tentu sadja disamping tanam²an dalam pot, sebuah tempat bunga dengan bunga2 akan menje- marakkan suasana. Hiasan dindingpun tidak boleh ramai. Pasanglah, sebuah lukisan dibelakang tempat duduk, sebuah gambar diatas rak buku. Bila ada, boleh Idjuga dipasang penutup lantai, tetapi ini tidak begitu mutlak. Dengan demikián rumah saudara kelihatan sedap dan menarik.

RUANG KESEHATAN

Persediaan abat-abatan dirumah

Dalam tiap² rumahtangga perlu ada persediaan obat-obatan jang disimpan dalam sebuah al- mari ketjil atau dalam kotak jang digantungkan didinding. Obat- obntan tsb. adalah sangat berguna untuk keperluan2 jang men- dadak, misalnja anak djatuh di- mana kakinja letjet perlu ada mercurochroom; kapas, boorwater untuk mengompres mata, APC untuk mereka jang sedang sakit kepala, minjak kajuputih bila ada jang sakit perut dsbnja. APC Sudah barang tentu obat-obatan tsb bersifat untuk mentjegah penjakit jang ringan2 jang tidak memerlukan resep dari dokter. Sakit jang memerlukan pengoba- tan dokter harus segera dibawa ke rumahsakit atau dokter jang berdekatan.

Ketjuali praktis diperlukan se-hari2 untuk keluarga dalam rumahtangga, djuga untuk mem- sia disetiap tempat, jang memang ja diberi kuntji atau kalau kotak berikan bantuan se-waktu2 bagi dipasang didinding memasangnja menjelenggarakan peladjaran²nja orang2 jang memerlukan bantu- baik setjara teoretis maupun supaja agak tinggi, hingga anak2

an pertolongan pertama. Persedi-

tidak bisa mengambil begitu sa- praktis.

aan obat-obatan tsb. kerapkali dja atau untuk main2, sebab ini

Djadi persediaan obat-obatan perlu diperiksa apakah masih berbahaja. Sering pula kedjadian itu tidak sadja diperlukan diru- mentjukupi dan perlu ditambah. dengan tak disengadja doos ta- mah tetapi djuga diwaktu piknik, Pada tiap2 obat-obatan harus di- blet diletakkan diatas medja, ke-

diwaktu mengadakan peristirahat-

tempel namanja obat tsb., supaja mudian anak ketjil mengambilnja

an beberapa hari diluarkota,

dalam menggunakan obat tsb dikiranja kembanggula. Maka dsb.nja. Pendeknja persediaan djangan sampai keliru, sebab aki- untuk mendjaga kemungkinan² obat2an itu tak bisa dipisahkan batnja akan sangat membahaja- jang tidak kita inginkan supaja dengan keperluan se-hari2. kan. ber-hati2 dalam menjimpan obat-Djanganlah sekali2 meman- obatan. Sekiranja akan baik sekali bila dang remeh dan menganggap tak Tempat obat-obatan itupun anggota2 keluarga rumahtangga ada perlunja menjimpan persedi-bisa kita buat sendiri dari kotak jang sudah dewasa, sedikit ba-aan obat-obatan tsb. Ini seharus- bekas tempat sabun atau lainnja, njak mempunjai pengetahuan ten-nja disedari oleh setiap orang. dan dibelakangnja diberi tjanto-Sekalipun sedikit dan tak begitu tang kesehatan, memberikan per- lan supaja bisa dipasang didin- lengkap namun sangat berguna. tolongan pertama jang elementer. Dalam tjara2 memberikan perto-Bersedia pajung sebelum hudjan ding.

Bagi mereka jang belum memi-

longan pertama ini bisa menanja-, ,begitu kata pepatah.

Tempat obat-obatan tsb supa- liki, bisa mentjoba. kan pada Palang Merah Indone-

API-GERAK

di Benua Harapan

Oleh: Sjaraswati

Kuadjak pem- batja memandang

sedjenak peta di-
medja... Afrika....
sebuah benua jang luas, lebih dari- pada Eropa benua tetangga pernah dikenal sebagai terra in cognita", daerah tak dike-
nal.... Memang
banjak jang tak mengenal Afrika, terutama pendjadjah jang tak mau tahu tentang de- baran hati Afrika, manusia²nja, wanita²nja. Mereka datang dan mem-bagi2 Afrika, bagaikan mereka mengiris kuwih lezat, tak dirasa betapa hati Rakjat Afrika ter- iris berdarah ber- tjutjuran, sebagai- mana halnja kita batja ada Kongo

Inggris dan Belgia, Kamerun dan Senegal di Peran-

tjis djantung Afrika. Ja.... petak2 ketjil itu meng-

gambarkan daerah2 jg. luas beserta manusia2 jg.

ingin merdeka jg. kini meletakkan harapan dalam

perdjuangan mereka. Dibagian Utara Maroko, Tu- nisia dan Mesir telah membajar mahal- untuk ke- merdekaan tanahair sedang Aldjazair masih dalam

pergolakan berdarah. Di Selatan Afrika Selatan,

Nyassa dan Kongo mengadakan perlawanan terha-

dap diskriminasi ras jg. menghina, pun di Kamerun,

Senegal dll. api mulai mengobar hasrat untuk me-

lepas genggam pendjadjah. Sudan dan Ghana telah

berhasil dan Nigeria mulai meronta. Ja..... ber-
puluh negeri dibenua Afrika kini minta perhatian dunia bahwa Gurun Sahara bukan lagi lambang ketenangan dan penjerahan, melainkan lautan pasir jang mengenal taufan meradang ingin meratakan bukit2 pasir menghalang menghapus garis2 pemi- sah buatan manusia. Kita batja betapa di Selatan di Utara di Tengah Afrika kini sedang mengobar apa, perlawanan2 perwira di Aldjazair, Djamila² jang tersebar diseluruh Afrika menimbulkan hor- matsimpati kepada kita, mereka jang tak menghi-

raukan maut dan pendjara. Kaum wanitanja men- dampingi kaum pria dalam saat2 perlawanan itu, mereka pun sebagai kita, para ibu² dan istri² atau

gadis2 remadja jang sedia hidup untuk tjita2 ke-

merdekaan bangsanja, agar hari jang akan datang tak segelap malam dirimba Afrika. Tjita2 itu me- njebabkan mereka tabah menghadapi setiap rin- tang.
Di Kamerun..... wanita2..... gadis2 telah men-
djadi korban penangkapan2. Pada tahun 1956 mereka ikut dalam gerakan memboikot pemilihan jang

dipaksakan Perantjis. Mereka mengirim surat dje-

ritan kepada Perserikatan Bangsa2 untuk mendje- laskan pembunuhan² kedjam jang dilakukan di Kamerun. Wanita Kamerun tetap meneruskan perdjuangan mereka sampai tertjapai idaman mereka

nanti. Di Senegal wanita bersatu dalam Gabungan Wanita Senegal pada tahun 1956, banjak persoal- an jang mereka hadapi, kehidupan jang tertjekik kemiskinan sebagai negeri djadjahan ditengah alam jang kaja, tetapi mereka tak berputus asa. Di Nige- ria kaum wanita ikut serta bergerak sedjak lama, pada tahun 1959 tak kurang dari 66 wanita dipen- djarakan, dan pada tahun 1952 sedjumlah 42 orang, tetapi mereka terus henti. Di Afrika Selatan perbedaan ras jang menghina telah menimbulkan geram hati kaum wanita, dalam demonstrasi² beribu kaum wanita ditangkap. Di Nyassa wanita membuktikan bahwa tanahair bisa digenggam pendjadjah, tetapi hati wanita Afrika tak mudah me- njerah.

Kedjadian² penangkapan2 di Kongo baru2 ini telah pula menimbulkan amarah dunia tetapi hor- matsimpati kepada Rakjat dan wanita2 Kongo jang tabah dalam menginginkan kemerdekaan tanahair mereka.

mana kehidupan masih kering sekering padang pasir, mereka kaum wanita Afrika tak berputus

asa. Patah tumbuh hilang berganti, atau sebagai

Adji Tjondobirowo dalam tjerita2 wajang, satu djatuh seribu tumbuh.. Tjita2 masa jang lebih bahagia telah meresap dihati jang menimbulkan beribu Djamila2 diseluruh Afrika, ja bahkan Djamila2 dikenal ditiap negara jang sedang memper- djuangkan kemerdekaannja, sebagaimana djuga di Indonesia pada tahun² perdjuangan pertama. Wanita Afrika bergerak dengan penuh kesegaran dan kepertjajaan akan kebenaran tjita2 mereka dan per- tjaja bahwa pada achirnja mereka akan duduk se- djadjar dengan wanita2 dilain bagian dunia. Untuk itu mereka sedia memberikan hidup dan tenaga mereka. Sekilas kenangan diwaktu makan dalam perte- muan² wanita berbagai negara !

RUANG MAKAN.....!!

Kali ini ruang makan jang kutjeritakan sekilas

memang biasa, empat persegi pandjang. Disudut

tampak bupetnja dengan wanita berpakaian putih tersenjum melajani dengan tjepat dan rapi. Tak
ubahnja sebagai ditiap negara...... tetapi lihat me-
reka jang masuk ruang ini. Bahasa apa jang me-

reka gunakan."Guten Tg..." "Bonjour.."

"How do you do ?" Ruang ini mulai terisi. Geme- rintjing garpu dan sendok tertjampur gelak ketawa dan rentetan kata² terhambur deras dalam lagak aneka ragam. Itu Carmen dari Spanjol sibuk mem- bentangkan sesuatu kepada Celia dari Argentina sedang wanita muda dari Venezuela mengangguk- anggukkan kepala. Dibangku sebelahnja wanita Perantjis berdebat hangat dengan teman Italia, sedang Eugenia dari Bulgaria tampak setudju. Rupanja Slava-dari Polandia tengah mentjerita- kan tentang keadaan negerinja kepadaBeatrice dari Amerika. Disini batas2 ilmu bumi remang² bertjampur, Irak dan Costa Rica berdjadjar, Ing- gris, makan bersama Rumania, India sedang asjik dengan Skandinavia dan Djerman Barat dan Timur berpadu dalam satu medja. Uni Sovjet dan Perantjis beramahan dan banjak lagi. Dengan tersenjum kulajangkan pandang diseluruh ruangan. Ruang jang biasa kali ini istimewa dalam pandang- ku suatu lambang kekeluargaan sedunia, dimana tembok kaum wanita sedunia hantjur, terserak

barikadi penghalang, perbedaan kulit dan djarak

berdjuta mil. Mereka bertanja dengan penuh per-

hatian tentang gerak wanita Indonesia. Ja..... kini

seluruh dunia sudah tahu nama dan arti sederetan pulau² di Asia Tenggara jang bernama Indonesia.

Ja.... saudara..... memandang peta Afrika
melajangkan kenangan kepada ketabahan hati para ibu2 dan saudara2 dibenua tetangga jang kini masih diliputi mendung menggumpal tetapi langit tje- rah pun telah mulai menampak diufuk Timur. Afrika bukan lagi benua gelap gulita suatu terra in cognita", tetapi benua jang kini dengan sepenuh

daja ingin melepas diri dari tikaman pendjadjah

ber-abad2. Djeritan dipadang pasir bukan lagi dje- rit keputus asaan, melainkan adjakan untuk bang- kit dan bergerak dengan penuh kepertjajaan diri.
Mereka..... para ibu² dan wanita dibenua harap-
an, benua jang sangat kaja melimpah, tetapi di-

Taisnn ori oa iaa ail

Ruang makan sematjam ini akan didjumpai dalam setiap sidang atau pertemuan dan sidang2 sedunia atau berbagai negara sebagai buruh, pemuda, ma- hasiswa dan banjak lagi pun dalam tingkat peme- rintahan di PBB. Dalam ruang makan berbagai bangsa dan negara itu akan kau djumpai pula Indonesia diantara mereka, tak kalah dengan Belanda atau negeri² lainnja. Ini pernah kutjitakan lebih dari sepuluh tahun

jang lampau dalam bertahan di-gunung2... be-

tapa nanti Indonesia akan bisa mendjadi warga
dunia jang penuh dan sedjadjar. Ja..... kala itu
ruang makan kami adalah dibawah pohon² dalam alam bebas, mendengarkan identuman meriam ha-

rapan mendebar didada. Bermatjam ruang makan pernah kulihat, tetapi ruang makan lambang kekeluargaan wanita sedunia ini mengesan dalam meresap dihati, menimbui- kan arus kepertjajaan, bahwa berdjuta wanita di- setiap negeri adalah teman² kita, bahwa mereka sama dengan kita dalam rasa keibuan dan keingin- an² mereka untuk kebahagiaan keluarga dan anak² mereka. Bahwa setiap wanita dimanapun tak kan rela melepas puteranja untuk membunuh putera² sesama ibu dilain bagian dunia. Hasrat damai adalah kehendak murni setiap hati. Ruang makan empat persegi kali ini berkesan da-
lam.....

nesie ii s nmisial

wana a r ba bhan

masak2an.

Silahkan

Mentjoba

Memasak

  1. RAWON (Djawa Timur) Bahan: Daging 1/2 kg. Daging rawonan atau tètèlan ν/2 kg.
    Bumbu: Bawang merah, bawang putih, ketumbar, laos (lengkuas), djae, garam, asam, kunjit, sepu- tjuk tjabe merah, 3-4 bidji. kluwak, djeruk purut, seré, daun brambang, daun salam. Tjara memasak: Daging dan daging rawonan (tètèlan)direbus bersama dengan air jang tjukup banjak. Bumbu ditumbuk (diuleg) jang halus, terachir kluwak diuleg sekali, digangsa bersama dengan djeruk purut dan sere/salam dengan sedikit mi- njak kelapa, sesudahnja bumbu tersebut dimasukkan didalam rebusan daging tadi, ditambah dengan daun brambang jang di-potong2 2 cm pandjangnja. Daging jang bulat dapat di-potong2 untuk empal (idigoreng), untuk dimakan bersama nasi rawon dengan dilengkapi krupuk udang, sambel trasi dengan taogé pendek men- tah. Rawon ini adalah masakan Djawa Timur asli, maka mirip dengan masakan ini kita djum- pai di Djawa Tengah dengan nama:

  2. BRONGKOS
    Bumbunja sama dengan rawon dan setelah digangsa, ditambah santan kani (kira2 1 atau ? kelapa). Gantinja daging sapi dapat dipakai

daging ajam. Djuga dapat ditambahkan rebusan katjang tolo atau bruine bonen (katjang tjoklat) tahu goreng (gembus) tjabé rawit atau tjabe idjo besar.

  1. KLIO daun singkong (masakan Padang)
    Bahan: Daun singkong jang muda. Tjabé, kunjit, laos (lengkuas) bawang merah, bawang putih, salam, garam, sere, asam, gula, kelapa. Tjara memasàk: Kelapa diambil santennja. Bumbu ditumbuk halus kemudian dimasukkan dalam santen. Dji- kalau sudah mendidih masukkanlah daun singkong jang telah di-potong2 dan dimasak sampai kental. Bertambah enak kiranja rasanja, djika kita masukkan daging atau udang.

  2. LUMPIA Singapura
    Bahan: 1 piring ketjil daging sapi rebus. udang rebus. 1 1,, ajam rebus. ,, 2 rebung rebus. Semuanja di-potong2 jang halus dan rebung- nja dipotong jang halus pandjang2. 1 sendok makan seldri. 1 bidji djuhi. Bawang merah, bawang putih, daun bawang-muda, ketjap, garam, mritja, gula, vetsin. Membikin kulitnja (dadar). Telur ajam 3-4 bidji dikopjok dengan sedikit air (atau dapat ditambah dengan tepung trigu) garam sedikit, dibikin dadar tipis.

Mode

BADJU KARUNG

IDUNIA ini ada hal2 jang tjukup aneh : orang2 jang kulitnja ke-hitam2an kepingin kulitnja putih, orang2 jang kulitnja putih kepingin kulitnja ke-hitam2an. Begitu djuga jang biasanja berbadju karung atau belatju kepingin berbadju suiera. sedang jang biasanja mampu berbadju sutera atau bahan2 lain jang mahal2 kepingin berbadju karung...

DEMIKIAN, diantara modle2 rung. Ber-puluh2 dan bahkan be-

jang paling populer sekarang ini, ratus variasi bisa dibikin dari

di-mana2 didunia dan tak terke-prinsip" ini dan memang begi- tulah kenjataannja. tjuali ditanahair kita, adalah apa jang disebut badju karung, se-Tetapi satu hal djangan mení- pu kita ! badju karung" bukan- perti jang gambarnja sdr2 lihat lah badju jang terbuat dari ka- disini. Apakah tjotjok ia untuk wanita2 Indonesia ? Apakah se-rung. Biasanja bahannja djustru dibikin dari bahan jang rasi ia bagi gadis2 kita? Apakah misalnja Rakjat di Madura atau mahal2! Pasundan jang biasanja meng-Akan berapa lama umur mode anggap pinggang itu salahsatu karung" ini, tidak seorangpun faktor ketjantikan akan senang rasanja jang mengetahui. Di- mengenakan badju karung? Ten- negeri2 seperti Perantjis dan tu, masing2 dengan djawabnja Amerika, soal umur ini sangat masing2. tergantung dari perusahaan2 be-Badju karung" adalah pena-sar jang menarik keuntungan2 maan bagi model jang umum, besar dari diotak-atiknja, dipo- jaitu asal badju jang tidak ber-pulerkannja model ini atau mode
itu.......
pinggang, sehingga seperti ka-

(Sutarni)

ADAT ISTIADAT

Perkawinan ditanah Pasundan

Oleh : Ni S. Atmodjo

LAIN lubuk lain ikannja, lain padang lain be-kelak pandai memberikan kesenangan kepada suaminja. Djuga karena sambel mendjadi makanan lalangnja, kata pepatah. Dalam bahasa Sunda di- jang dipentingkan disamping nasi, timbullah peri- katakan : tjiri sabumi tjara sadesa. Apalagi djika dibandingkan dengan perkawinan orang dinegara bahasa, bahwa wanita jang kasar tingkah lakunja, lain, di Indonesia sendiri karena terdiri dari ribu-tak enak sambalnja. an kepulauan, dan kurang lebih 250 suku bangsa, Djika penjelidikan oleh mertua hasilnja memu- istilah itupun berlaku djuga. askan, maka akan dilandjutkan dengan pinangan atau dalam bahasa Sunda dikatakan njeureuhan. Sekali ini saudara² akan kita bawa ketanah Pa-

Foto : Kempen

sundan atau lazim djuga disebut daerah Preang- an jang terkenal dengan pemandangan alamnja jang indah. Seperti halnja diberbagai daerah, karena penga- ruh ilmu dan pergaulan kota, adat-istiadat dari nenek mojang sudah banjak jang ditingga'kan. Hanja dikampung-kampung sadja, tata-tjara itu masih banjak dipakai. Itupun disesuaikan dengan kemampuan dan keadaan keluarga jang mempu- njai hadjat. Beda dengan zaman sekarang, dimana perkawinan itu sebelumnja disetudjui oleh pemuda dan pemudi lebih dulu, dizaman dulu pikiran untuk mendjadikan 2 teruna mendjadi mempelai datang dari orang tua. Orang tua pemuda datang pada orang tua gadis untuk menanjakan apakah gadis- nja masih belum ada jang punja. Perembukan ini dinamai : neundeung omong, jang artinja mena- ruh perkataan. Djadi tidaknja perkawinan nanti- nja, tergantung dari hasil penjelidikan selandjut- nja. Pokoknja sesudah ini mulailah gadis Sunda me- ngalami berbagai udjian jang dilakukan atas diri- nja oleh tjalon mertua. Bukan udjian seperti jang didapati dibangku sekolah, tetapi udjian² ini be- rupa penjelidikan untuk mengenal sifat dan ta- biat, dari perbuatan, jang — untuk kita sekarang — sudah tidak lagi masuk akal. Mentjari kutu, menurut kepertjajaan orang du- sun, bisa membuka tabir kelakuan sang gadis. Kalau menindas sakit, itu mendjadi satu tanda bahwa gadis itu bengis terhadap suaminja. Dan kalau menindasnja suka meleset, itu tandanjā bahwa ia suka mentjintai laki2 lain, dsb. Tjara ia memasak, tjara ia membereskan pera- bot2 rumahtangga mendjadi ukuran, apakah ia

Foto : Kempen

Arti perkataan ini sebetulnja jalah memberi sirih, dan bahasa halusnja : ngalamar, jang berasal dari kata ngalemar, jang artinja makan sirih atau mentjampurkan atau menjatukan. Itulah sebab- nja maka ditanah Pasundan pinangan itu dilaku- kan, ketjuali dengan membawa wang, djuga dengan membawa sirih dan kawannja (djambe, gambir, kapur, dsb.). Sedjak saat itu, dikatakan orang bahwa kedua anak itu sudah bertukar tameuh atau dalam isti- lah sekarang bertunangan. Beberapa hari sebelum hari pernikahan tiba (dua atau tiga sebelumnja) berlaku apa jang di- sebut seserahan, jaitu waktu pengantin laki2 dise- rahkan kepada pengantin wanita. Biasanja ini di- lakukan dengan iring2an jang pandjang sekali. Tjalon mempelai laki2 berdjalan dimuka, disusul dibelakangnja oleh banjak keluarga dan kenalan- nja. Diantaranja ada jang membawa baki, berisi barang2 pembawaan dari pengantin laki2. Pembawaan imi-umumnja berupa: wang sepuluh kali djumlah jang dibawa waktu melamar, pakaian untuk pengantin wanita dari kain sampai selen- dangnja, dan kadang2 djuga perhiasan selengkapnja, ditambah dengan sirih dan kawannja. Bagi orang2 jang. masih kokoh memegang adat-istiadat diadakan djuga upatjara ngeujeuk seureuh, jaitu suatu upatjara jang mengandung lambang nasehat bagi mereka jang akan kawin sehari sebelum hari nikah tiba. Kebiasaan ini lambat laun hanjut karena gelora zaman. Kini sampailah saatnja menikah. Bagi golong- an jang mampu, biasanja penghulu diminta da- tang kerumah, atau kedua mempelai pergi bersa- ma-sama ke mesdjid. Hadir djuga pada waktu ini jalah wali dari pengantin wanita, penghulu dan dua orang saksi. Dengan disaksikan oleh wali dan saksi2 tsb., penghulu membatjakan idjab-kabulnja sebagaimana mestinja. Dan sama halnja dengan adat-istiadat diberbagai daerah lainnja, disinipun mereka memakai maskawin (mahar) sebagai pem- 'beli kesukaan sang gadis. Setelah mempelai pulang dari mesdjid, didepan pintu mereka disawer, jakni disiram dengan beras bertjampur wang retjeh dengan kunir jang sudah di-iris2 sambil bernjanji. Waktu disawer, kedua mempelai itu dipajungi biarpun hari tidak panas. Njawer dimaksudkan djuga untuk memberi nasehat jang isi sjairnja bagus sekali untuk diambil teladan, supaja kedua mempelai hidupnja penuh kedamaian dan kebahagiaan. Pajung disini mempunjai lambang maksud, agar supaja mereka selalu berhati-hati mendjaga diri. Setelah upatjara njawer selesai, dimuka pin-

tu atau tangga, mempelai wanita diberi tudjuh ba- tang segar (harupat) untuk dipegang, dan mempelai laki2 memegang pelita jang mempunjai tudjuh sumbu atau bagi orang bangsawan ini di- ganti lilin 7 buah. Keduanja berhadap-hadapan, sementara harupat itu dibakar habis mendjadi abu. Sesudah itu mempelai wanita diberi sebuah

gendi berisi air mentah, dan mempelai laki2 disu-

ruh mengindjak telur dan elékan (alat tenun) jang telah disediakan diatas batu pipisan diam- bang pintu atau tangga rumah. Setelah telur dan elékan petjah, berdjongkoklah mempelai wanita untuk mentjutji kaki sang suami dengan air gendi tadi. Suatu kebiasaan tradisionil jang masih dilaku- kan djuga oleh penganten ditanah Pasundan, ada- lah melangkahi pakara, jaitu perkakas menenun selengkapnja, sesudah upatjara mentjutji kaki ini selesai. Setelah masuk keserambi muka, mempelai wanita terus masuk kedalam, dan mempelai laki² tinggal disitu menghadapi pintu jang ditutup. Disini seharusnja ia mengetuk pintu, tetapi oleh karena biasanja penganten itu suka malu2, maka ada orang lain jang mewakilinja jang sudah biasa melakukan itu. Demikianpun fihak mempelai wanita ada jang mewakili. Maka terdjadilah soal-djawab bernjanji ańítara seorang jang didalam mewakili mempelai wanita dan seorang jang diluar mewakili mempelai laki2. Kemudian pintu diketuk lagi dan mempelai laki2 membatja sebuah kalimat sjahadat, dan mempelai wanita membatja sekalimat lainnja. Habis itu pintunja dibuka, dan masuklah mempelai laki2. Upatjara ini dinamakan upatjara. buka-pintu.

Prima balerina Galina Ulanova mengetok hati Rakjat Amerika Serikat iana tiinta damai

(Sambungan dari hal. 16)

Membikin isinja: Bawang merah dan putih digangsa dengan mentega atau minjak. Djikalau sudah setengah mateng rebungnja dimasukkan sampai men- djadi lemas, serta daging2, bumbu, daun bawang dan selderi, djuhi. Dadarnja diisi satu per satu dengan masakan ini, dilipat jang rapi. Makannja pakai sla, tomat, bawang muda dengan bumbunja sbb.: Bawang putih digangsa dan diberi air kaldu (bouillon) dimasuki garam, sedikit gula, lom- bok merah halus, dikentalkan dengan sedikit tepung kandji. (Oleh: Nj. Sulistyowarni).

(Sambungan dari hal. 19) Setelah masuk kedalam, kedua mempelai didu- dukkan dimuka padjangan, jaitu tempat tidur pengantin jang sudah dihias dengan menghadapi berbagai hidangan kuweh. Djuga didepan mereka

disediakan panggang ajam sebuah, jang harus

mereka tarik berebut, untuk memperoleh bagian jang lebih besar. Kata orang2 tua siapa jang lebih besar bagiannja dari belahan panggang ajam itu, dialah jang besar menarik redjeki nantinja. Upatjara jang terachir dalam rangkaian kebia- saan jang dilakukan dalam perkawinan ini ada- lah suap-menjuapi atau huap-lingkung kata orang Sunda. Tjara huap-lingkung itu dilakukan dcmikian. Kedua mempelai duduk berderet, wanita berada disebelah kiri. Ia mengambil nasi sedjumput dan disuapkan kepada suaminja tetapi tangannja harus melampaui kuduk mempelai laki2, djadi datang-

nja suapan itu dari sebelah kanan. Sesudah itu,

lalu pengantin laki2 mendjumput rasi dengan ta- ngan kiri, djuga dengan melalui kuduk mempelai wanita nasi itu disuapkan dari sebelah kiri. Begitu seterusnja sampai suap-menjuapi ini terdjadi hing- ga- masing2 mendapat 2-3 suap. Kalau ini sudah selesai, dimulai hadjat wali- mah, jaitu kenduri selamatannja. Dengan disertai doa dan pedato, maka upatjara perkawinan sele- sailah sudah.
Bagi mempelai.... penghidupan baru menanti
mereka! ★ Membesarkan atau mengetjilkan pola Ada jang merasa sukar djika mau membuat pakaian sedang pola jang tersedia hanja pola jang kebesaran atau keketjilan. Membesarkan atau mengetjilkan pola itu samasekali bukan pekerdja- an jang sukar. Perhatikan gambar2 tjontoh diba- wah ini dan sdr. akan dapat melakukannja sendiri.

B.

A. Bagaimana tjaranja membesarkan pola B. Bagaimana tjaranja mengetjilkan pola

(Šutarni

KEBUDAJAAN

SATU2NJA kenangan pusaka suk kepergolakan hidup jang me-

ialah suatu ingatan bahwa per-dan mengutuk keadaan, tapi eng- nah ia ber-tjita2: ingin mendjadi kau tak dapat menemukan letak

permaisuri kaisar Tiongkok ! persoalanmu. Tempalah dirimu

sekeras badja! Betapa keagungan jang dila- muninja, kadang2 ber-djam2 me- njita waktunja untuk me-reka2: sebuah istana jang besar perkasa, Kalung Oleh : S. Ruk Kertapati pakaian indah aneka matjam, berlian besar2 jang menjilaukan mata, lalu duduk seharian terbe-Djika sebuah pertjakapan ini nam dikasur beledu halus dan pe- sudah datang mendjalari, seluruh lan dikipasi kipas bulu! Tak ada dirinja, lalu terasa bahwa ía hi- jang dikerdjakan setiap hari, ke- dup tidak untuk dirinja seorang tjuali mematut diri, mengetjat sadja. Tidak untuk sebuah lamun- muka, alis dan bibir dikatja se- an tentang permaisuri kaisar perti topeng. Amboi, adakah ke-Tiongkok, tidak djuga untuk di- nikmatan jang lebih mahal bagi ajun dikipasi kipas bulu, tapi un- wanita, selain mendjadi seorang tuk seluruh kehidupan jang begi- permaisuri ? ni sibuk me-luap2, untuk sebuah Pelan² didekatkannja mukanjaperdjalanan djauh jg. tak henti2-
kedepan tjermin, di-urut2nja pipinja siang dan malam.....
jang mulai tjekung menulang: Ditatapnja dirinja dikatja se- -- Begini djeleknja rupaku seka- kali.lagi. Malu dan sedih timbul Sebuah gambar tentang dirinja nja sekarang ditjermin. Tapi ba- kini berdiri didepannja: seorang wanita jang susut tak berdaging, berambut tipis, bermata tjekung diputari lingkaran hitam, se-akan2 membajangkan seorang pedjalan djauh siang-malam jg. sudah penat kelelahan. Lama ia menatap dirinja. Ia kepingin terus-terang berkata dan bertanja, tapi ia selalu terbentur pada sebuah pertjakap-

an jang bengis meng-uber2 diri-

nja : — Begini beratnja hidup me- ngikuti djedjak dia! Aku sudah
penat ter-seret2....

  • Engkau terlalu lemah!—
  • Lalu? Apa jang harus ku-
    buat?— — Engkau kurang berani ma-

gaimana ia hendak mempertjan- tik dirinja, djika seharian penuh di-uber2 kerdja dan kebutuhan untuk menjambung hidup keluar- ga dan rumah-tangganja? Ba- ngun sepagi ia sudah menghadapi tiga ember besar jg. penuh tjutji-

pernah terkenal sehalus sutera, kian hari kian mendjadi keras dan tebal. Pindah dari tjutjian, ia ge- sit merawat anaknja jang masih alit ketjil2. Kemudian lari meng- atur makanan mereka dan sehari penuh ia mondar-mandir didapur. Panas api, gagang sapu dan kain pel sudah mendjadi langganan tangannja jang mulai keras, ka- sar dan kukuh seperti tangan seorang algodjo! Tak dapatkah. ia mentjari pembantu? Pembantu harus dibajar dengan uang jang mahal, sedang ia tak ada sepitjis- pun uang lebih untuk dibajarkan pembantu. Ia tak mampu hidup membajar pembantu.

Djika malam datang dan anak²nja sudah rampung ditidur- kan, ia merajap pelan 'kemedja tulis, lalu bekerdjalah hingga la- rut dengan mata berat kantuk! Ditengah kelelahan jang meletjut

dan bertanja pada dirinja: me-

jang masih tinggal diingatnja, luap2. Engkau selalu bimbang an. Kulit telapak tangannja jang

rang...— ia berbisik sedih.

karena melihat kedjelekan rupa-men-dera2 itu, sering ia terhenti

ngapa hidup ini begini sibuk? ta, hanjalah mendjadi seorang berani menggilas seluruh tata-tja-

ra amtenar dan.tjalon amtenar

Tak bolehkah aku mengaso ba-permaisuri jang dipertuan. Alang-

kah nikmatnja! rang sekedjap?

dengan segala peradaban bikin-

Waktu itu Heru mendjadi se-annja jang amat menjebalkan Tapi ada waktunja ia tak pə- orang C.A., kandidat amtenar !itu. Djuga terhadap dirinja. Ia

duli pada segala pertanjaan ini.

Suatu kedudukan jang sangat di-tcrbentur pada keadaan jang

Ia berlari terus dengan hari2 si-

buknja. Sebab djika berhenti se-idam-idamkan para gadis di-amat asing dan aneh. Ia tergilas revolusi, maka ambruklah semua bentar sadja, ini berarti lapar tahun itu. Tidakkah dari seorang dan sakit bagi anak2nja. Djika anak²nja sakit, berarti ia tak bisa bekerdja malam, dan djika ia tak bisa bekerdja malam, berarti uang kebutuhan semakin susut. Ia harus bisa mentjari uang tam- bahan dengan djalan menulis se- tiap malam, demi kepentingan tjinta kepada anak2nja.

HARI ini si Nus sakit demam. Panas badannja sungguh ting-

gi. Anak jang paling manis, anak

kesajangannja! Dua honorarium

dari dua buah tulisannja sudah diminta, tapi djumlah itu belum tjukup untuk menebus obat2 dok-

ter Siem jang begitu tinggi har-

ganja. Apa jang harus ia perbu- at? Kaku tangannja membuka latji barang2 simpanannja. Gi-

wang bermata delima hadiah da-

ri ibunja, sudah didjual setahun jang lalu, ketika si Lies diduga kena bronchitis. Dan enam bu-

lan kemudian, hadiah dari abang- nja, tjintjin berbatu arab hidjau

sudah hilang pula didjualnja. Dan semua, semua barang2 ha-

terdjual, djika anak2nja atau dia sendiri diserang penjakit. Ting- gallah satu²nja barang hadiah

itu: kalung bermata hitam!

Kalung ini tak pernah ia pa- kai. Ini adalah hadiah dari Heru,

seorang laki2 jang pernah men- tjintainja dan pernah mendjan-

djikannja bahwa ia benar2 hendak mendjadikannja ia: seorang

permaisuri! Pada tahun² empatpuluhan. ia masih djuga beranggapan, bahwa memang satu2nja kebahagiaan jang paling sempurna bagi wani-

C.A., ia akan meningkat mendja-harapan tentang kesenangan dan di asisten, lalu wedana, kemung-kepentingan untuk dirinja se- kinan patih, dan djika ada nasib orang, diganti oleh segala peru- baik berdjasa besar pada Belan-bahan jang seluruhnja meminta da, toh lama2 ia pasti diberi kebahagiaan untuk mereka jang
ada diluar dirinja. Ia berdiri di- pangkat bupati? Dan bupati ada- tengah² keasingan. Lalu datanglah radja dari seantero pangkat. Biarlah ia tak mungkin mendjadi. lah Maruto, seorang peradjurit

revolusi jang menjeret ia keluar

permaisuri seorang kaisar Tiong-

berlari dari segala kungkungan kok, tapi toh ada kemungkinan dan tali2 jang merantai antara

mendjadi permaisuri seorang bu-

dia dengan Heru, antara kepen- pati! Demikianlah ditahun itu iatingan untuk dirinja seorang de- asik bergaul dengan Heru, dipe-ngan kepentingan mereka diluar dirinja. nuhi harapan dan gambaran: ka. bupaten, berlian besar2, tamu² Sebuah pertjakapan dengan

prijaji, · pesta tajuban dan bu-

Maruto telah menjeberangkan

djang sahaja serta abdi2 jang

dia kedunia lain: djongkok me-njembah2! Dan memang begitulah Heru — Aku perhatikan nasibmu, melatih dia. Dimandjakannja ia Tika! Bila engkau tidak dipaksa- seperti memandjakan sebuah bo- kan beladjar menelan semua ke- neka rapuh. Dilarangnja ia be-

tegasan dan kegetiran2 dialam kerdja keras agar tangan dan pi- njata ini, engkau akan kesasar

pinja tetap bagus sehalus sutera. disekitar djalanmu jang kelam-Didjaganja dan dikawalnja ke- kabut itu. Engkau telah memben- manà ia pergi, diaturnja segala tji kegetiran masjarakat, engkau utjapan dan gerak-gerik, agar setelah mendendam keburukan² lalu terikat pada tali² peradaban bangsamu. Tapi setelah engkau

tapa tidak merdekanja hidup kau bimbang pula untuk mele- mend.jadi tjalon isteri amtenar! paskannja. Hendak kemana eng-Mulailah ia menimbang me-mi- kau? Engkau mesti diberi paksa-

tjara kehormatan jang di-bikin²

buran seluruh engkau dan pusat itu membuat ia djemu dan sebal. akumu jang selalu ingin berkua-Datanglah kritik dan perlawan- sa itu. Engkau mesti mengalami an. — Aku bukan barang mati kehantjuran dan peleburan! seperti boneka, tapi aku suatu — Tapi toh aku tidak berba- jg. hidup jg. harus mendjalankan praktek hidup jang wadjar, se-haja buat engkau. Aku punja djalan dengan gerakan dan kebi-tempat jang tersendiri. Aku tak asaan manusia umum — ada maksud untuk mengganggu Tapi sementara itu berdjalan-engkau, tapi engkaupun tak usah lah tahun2 dengan kentjangnja, mengganggu keamanan pikiran- ku, — hingga datanglah revolusi jang

diah kepunijaannja, satu2 pergi seorang prijaji tulen. Amboi, be-

berpaling djauh dari mereka,

jang masih ada tersimpan dilatji kir2. Segala tata-susila dan upa- an dan kekedjaman untuk pele-

Tapi pikiran²mu itu adalah tjetakan pikiran lama. Semua ke- lamaan ini mesti dihantjurkan untuk memiliki kebaruan! — Mesti? Kemestian² itu hanja dibuat oleh mereka jang ber-

djiwa mesin seperti pabrik. Dan

aku bukan pabrik.

— Perhatianmu tjuma diuntuk-

kan untuk engkau sendiri, Tika!

Engkau mesti memberikan diri-

mu untuk jang lain. — — Apakah artinja itu, Maruto? — — Artinja, sekali waktu nanti kubawa engkau ke-tempat2 pe- rempuan latjur, ke-gubug2 kotor

jang berderet jang dipunjai oleh

orang2 djelek sepandjang batu kerikil, atau ke-tempat2 mereka jang bekerdja siang-malam untuk kebaikan hari esok. Kesemu- anja minta engkau berpikir. Tja- rilah isi dari semua itu!—

— Tapi berpikir tentang hal2

seperti itu, sama artinja dengan memperkosa keindahan jang sudah lama aku miliki. Dan djika aku begitu, engkau mau mendjadjah aku!—

— Mendjadjah untuk menghi-

langkan. pendjadjahan dalam dirimu jang sudah merana hilang pegangan. Dan engkau harus tahu, bahwa semua ini untuk kebaruan hari esok. — Engkau terlalu pertjaja dan terlalu puas akan dirimu sendiri. Padahal belum tentu itu, bahwa hidup punjamu itu jang benar. — — Aku tidak puas akan diriku sendiri, tapi aku punja keja-kinan. Dan engkau, tak. tahukah'

engkau, apa sebabnja engkau

runtuh dan mesti diruntuhkan?

Karena engkau tidak punja keja-

kinan. — — Jakin? Untuk apa itu, Maruto? — — Untuk hidup. — — Dan djika kejakinanmu itu

tidak benar, lalu kita tak bisa hi-

dup, akan tetapkah kauseret aku

kedalam penghidupanmu?-jang turut mempcrpandjang

Sudah aku katakan, bahwa umur penindasan, sedang seorang serdadu revolusi dari desa ada-

aku punja dua penghidupan. Sa-

tunja jang benar, itu punjaku. lah manusia baru jang turut membongkar dunia lama untuk

Dan jang lain itu, engkaulah!

Maka berdjalanlah ia dari ha-didjadikannja dunia-baru. — ri kehari disamping Maruto. Di-— Omongkosong! Hidupīu akan rusak ter-lunta2. Tak punja kenalnja orang2 djelek dan mis- kin jang dulu didendaminja. Wa-gadji jang tetap, tak punja titel rung kopi jang rendah, gubuk dan tak punja segala-gala. Kau tak akan didjadikannja seorang jang rapuh dan sarang² pelatjur- permaisuri, tapi seorang hamba-

an, ditambah pula dengan se-

sahaja jang penuh dengan segala ngitnja perlawanan gerilja, mem- kewadjiban. — pertadjam latihan praktek hidup- — Hamba-sahaja jang merde- nja. Kau lelah, Tika? —ka dan penuh dengan segala ke- wadjiban, lebih tinggi daripada

Tidak, Aku kepingin tahu, sampai dimana udjung djalan seorang permaisuri jang hanja di-

monopoli oleh scorang madjikan jang kita hadapi ini. — Iaki2.— — Masih djauh! Kau 'njesal? — Kau tak 'kan kuat mengi-

Mau kembali?—

kuti dia!— — Tidak. Aku sudah melebur diriku,. dan akan kutempa hatikuAku akan beladjar, sekali- sekeras badja. — pun aku djauh tertinggal oleh-

nja. Selamat berpisah, Heru!

Ketika ia hendak mengembali-

TANGANNJA jang kaku itu ge-

metar memegang kalung jang kan kalung hadiahnja, Heru su- bermata hitam tadi. Lalu melin-dah tak ada lagi ditęmpatnja. Ia tas dipikirannja, sebuah pertja-sudah. pergi berdagang mendjadi tukang tjatut. Untuk men-tjari² kapan runtjing jang menghabiși

dimana dia berada, ia tak zen- pertemuannja dengan Heru, si

pemberi kalung itu. pat lagi karena kesibukan jang — Kau tahu, siapa Maruto?-me-ngedjar2 setiap harinja. Jalu terbawalah kalung itu hingga -se-Tahu. – Turunannja? Asal-usul-karang, sekalipun tak pernah ia mengenakannja. nja? Kalung itu dilihatnja dengan Aku tak butuh asal-usul- teliti. Di-timang2nja. Apa jang nja. — hendak dibuatnja dengan kalung Dia orang desa, tidak ber- ini? Timbul tanja-djawab: jang darah prijaji, bukan raden tulen

ber-tarik2an antara kehormatan dan tidak terpeladjar. Hanja ke-

betulan sadja perang, dia bisa seorang wanita jang tinggi hati membontjeng kedudukan, jang dengan kebutuhan seorang ibu jang putus-asa.

buat kami, kedudukan itu sesung-

— Aku djual sadja kalung ini.

guhnja mendjidjikkan. Djadi ser-

Toh tak ada gunanja lagi. Buat dadu! 一apa di-simpan2? Serdadu revolusi lebih ting- — Tapi sekali waktu, kalung gi kedudukannja dari seorang tja- itu harus kaukembalikan. Tjari-

lon amtenar jang pengetjut.

lah jang lain!

— Kau sedang mabuk, tak se-

Aku tak punja apa² lagi. dar akan keadaanmu sendiri. — Aku tidak mabuk. Aku se-Apa jang harus kutjari? Badju²

lama? Sepatu butut? Kertas2? Oi, dar, bahwa seorang tjalon amte-

nar jang pengetjut, hanjalah alat, tak mungkin tjukup buat nebus

obat dan rekening dokter. Dan

memang aku sudah tak punja

untuk merawat anak2 kami dengan sempurna. Aku tak peduli, apakah ini melanggar kehormat- an harga diri ataukah menipu? Aku harus beladjar berpikir de-

ngan praktis. Malam ini si Nus

harus dapat obat dari dokter. Pa-

nasnja terlalu tinggi. Aku butuh i1 uang!

Ia berkemas. Dengan kaki ter- saruk² keletihan, ia menudju sebuah toko langganannja jang bi-

asa terima barang2 perhiasannja.

— Kudjual sadja? — pikirnja. — Bagaimana djika bertemu Heru? Amboi, betapa puasnja ia

nanti, djika tahu bahwa aku

mendjual kalung hadiah kepu- njaannja. Alangkah hinanja Maruto dimata dia. Dianggapnja ia tak mampu memberi nafkah pa-

da kami anak-isterinja. Pada-

hal..... padahal djika mau, Ma-
ruto djuga bisa mentjari uang se-

perti dia. Mungkin lebih. Tapi

relakah aku, djika Maruto mendjadi seorang tukang tjatut? Mondar-mandir kiri-kanan mendjadi budaknja tjina2 jang bakal memberi untung? Alangkah ren- dahnja! Tidak. Ia tak boleh mendjadi budaknja uang. Modal satu2nja milik Maruto hanjalah nama baik dan tjita2. Akan di- runtuhkannja modal dan kejaki- nan jang demikian tingginja itu didunia?—

Lama ia berdiri tertegun dide-

pan toko. Ia bimbang. Tapi satu keadjaiban telah datang dengan tiba2. Ketika ia hendak melang

kah masuk kedalam, dua orang suami-isteri datang' dengan muka gembira tapi kosong, se-akan² tak

pernah ada suatu hal jang pelik jang pernah mereka pikirkan. Su-

aminja gagah tapi hambar dan tinggi-hati, sedang isterinja genit tapi kurang menarik.

Terkedjut ia menoleh kepada Sebungkusan obat2 telah diba-
mereka. — Itulah si Heru..... — wanja pulang dengan lega. Selin-

hendak kubuat? Aku urungkan dan Maruto. Jang satu, begitu

sadja perıdjualan ini dan kukem-tampan, bersih, terurus dan serba mahal, tapi gelap tak ada apinja.

balikan sekarang djuga? Tapi ba-

Sedang satunja, begitu sederha-

gaimana. si Nus? Obat apa jang

na, rendah dan serba murah, ta-

harus ia minum malam ini? Ah,

anakku malang!— pi ia punja api jang panas me- njala. Dari api itu tampak me-Pelahan ia berpindah kelain toko agak mendjauh dari mereka. mantjar seluruh kejakinannja jang dibentuk dari bangun2 jang Tapi suara njonja Heru jang

didirikan .atas perhitungan mate-

tjempréng itu djelas terdengar : — Sudah siap pēsanan kami? matis. Dan sesungguhnja, api ini se-akan² merupakan sebuah

Mana gelangnja? Kalungnja? Ti-

dak ketukar berliannja? Awas, tantangan pcrang bagi keamanan hidupnja dahulu sewaktu ia ber- punjaku giwangnja bermata em- tjita2 mendjadi permaisuri jang
pat belas.....

dipertuan. Dan bangun2 ini seper

Amboi,: djidjiknja ià mende- ti penuh dengan ketegasan dan ngar suara tjempréng begitú. kegetiran hidup, dimana kegetir- — Mas, sekalian aku belikan an ini mendjadikan dia djumpa

brosnja jang besar, ja? Aku per-

dengan kesadarannja jang ter-

lu sekali buat pergi ke-pesta2!

tinggi, jang teguh seperti badja. — Belilah! — Heru mendja-Semalam, ketika ia selesai me- wab ringan dan sombong. ngompres dahi anaknja, lelaplah

Sebal ia mendengar suara He-

ru. Suami jang tak bisa men-kedalam kantuk. Dan dalam le- didik isteri!— bisiknja ketjewa. lapnja, terlihat ada tjahaja fadjar — Sudah, mas? Ajo, bajarlah!menjingkap. Kabut jang mengge-Nanti kita terlambat pergi kea-lapi lautan pelan2 menghilang.
tas...... — terdengar lagi suara Tampaklah awan putih kelabu
tjempreng berbunji. Dan seper-menjelubungi langit biru. Dan empat djam kemudian, lenjaplahsebentar tampaklah hilang teng- mereka dari pandangan, mening-gelam, sebuah kapal jang besar galkan derum dan debu mobil berlajar! jang amat kotornja.

Pelahan ia membalik kepada

— Barang ini harus kudjual — suaminja dan berkata:

putusannja. — Toh mereka tak — Aku pernah ber-tjita2 men-

mungkin membutuhkannja dandjadi permaişuri kaisar Tiong- aku djidjik menjimpannja. Se-kok. — sungguhnja, Heru betul² mendja-Dan tertawalah suaminja: di orang gàgal dan tak mungkin— Di Tiongkok sekarang tak mendjadi orang!— ada kaisar!—

apa2 lagi. Kami terlalu miskin tas ia bandingkan antara Heru

ia berbisik pelan. — Apakah jang

MOL

tjon perantjis

器 品 吕 世 00

Dari : Cartoons the French Way

Lzin Peperda Djakarta Raya 8 April 1959 No. SI/277/PPD SIDR/X/1959

至子