Baca EPUB (OCR): new 1 20260329 120340 820636 AUTONOMOUS ZINE VOL.1

8 halaman · teks EPUB berhasil diekstrak tanpa OCR· 7 ms

Daftar isi
  1. SEPERTI BIASA
  2. INTROOO INTROOO
  3. KUNJUNGI KAMI DI



SEPERTI BIASA

 

ZINE KAMI DIKELOLA SECARA

 

TERBURU-BURU

 

DAN DI BURU-BURU WAKTU

 

Hak cipta bebas dan merdeka. Bebas untuk mengkopi, menggandakan,

menyebarluaskan isi dan materi-materi didalamnya.

Silahkan cetak dan unduh sesuka hati kalian!


INTROOO INTROOO

 

Ada unek-unek yang terus berdesakan di dalam

kepala ini, namun enggan menjadi kepalan.

 

Setelah menata ulang waktu, dan mencoba leb-ih produktif disela hari-hari yang membosankan dan apa-apa selalu soal pekerjaan—akhirnya kami menyempatkan sedikit waktu dan kemalasan untuk memproduksi zine ini.

 

Sebenarnya orang-orang dan pelakunya sama saja, namun untuk edisi zine satu ini, dikemas den-gan santai dan lebih sederhana. Banyak yang kami ulas, terutama keresahan-keresahan yang sudah lama berkelindan di fikiran kami.

 

Mungkin itu saja sebagai pembuka, silakan kalian baca dan resapi. Panjang umur solidaritas, pan-jang umur stagnansi hidup, bertahan lah sedikit lebih lama!.


1.Menunggu 19 Juta Lapangan

Kerja? Lapangan Padel Saja

Kami Tak Punya

Oleh: Zul

Pada tahun politik 2024 paling sedih atas ketidakjelasan

lalu, topik 19 juta lapangan peker- 19 juta lapangan kerja ini. Tapin,

jaan adalah bagian dari janji sebuah kabupaten yang berjarak politik Prabowo-Gibran kepada waktu tempuh sekitar 2 jam dari rakyat yang kini menjabat. Jan- pusat Kota Banjarbaru ke arah

ji ini terdengar megah dan me- Hulu Sungai. Kabupaten yang

wah bak es sirup cincau untuk hidup oleh industri tambang berbuka puasa setelah 14 jam dan perkebunan, yang sedang menahan dahaga di tengah kri- sange-sangenya dengan kata

sis iklim dunia yang membuat ‘pembangunan’ dan ‘pemuda’, cuaca semakin panas terasa di- tetapi lupa bahwa fondasinya

tambah circle yang sering nga- adalah manusia. jak mokel. Bayangkan, Indonesia

pada 2025 melalui BPS mencatat Anak-anak muda di

angka 7,35 juta untuk individu Tapin tidak seperti di daerah yang tidak bekerja, alias ngang- lain yang dengan bangga bisa

gur. Lebih tidak asyiknya, jumlah mengecap program 1000 sar-pengangguran ini didominasi jana gratis seperti di Balangan oleh usia produktif, kisaran 15-24 atau pelatihan kerja gratis yang tahun sekitar 3,55 juta orang dan masif seperti di Tabalong. Atau kelompok usia 25-29 sebanyak selemah-lemahnya iman, min-1,1 juta orang. Bukankah ‘orang imal informasi lowongan kerja muda’ diproyeksikan jadi gener- resmi yang mudah diakses. Per-

asi emas Indonesia 2045? tanyaan yang paling mendasar:

apakah pihak pemerintah melalui

Kalimantan Selatan pada dinas terkait menjalin relasi strat-

2025 mencatat sekitar 88 ribu egis dengan pihak pelaku usaha? jiwa adalah orang yang tidak bisa Seharusnya, pemerintah memiliki menjalin relasi asmara seperti di pengaruh untuk intervensi dalam lirik lagunya Iwan Fals yang ber- bentuk Memorandum of Under-

judul Pesawat Tempur: “...kalau standing (MoU) yang ditindak-saja aku bukanlah penganggur, lanjuti dengan Memorandum of sudah kupacari kau...,” ujar. Na- Agreement (MoA) bahwa diwa-

mun, kalau bisa adu nasib, kami jibkan bagi pelaku usaha ter-anak-anak Tapin boleh merasa lebih investasi skala besar untuk mempersiapkan calon pekerja atau saran dari publik. lokal dalam bentuk lokalatih yang

relevan dengan tren pasar kerja Di kota seperti Banjar-

hingga tahap menyerap tenaga masin dan Banjarbaru, anak-kerja lokal dalam status pekerja. anak muda yang mencari lapa-

ngan kerja, masih bisa terbantu

Anehnya lagi, berdasar- menghibur diri dengan lapangan

kan pengalaman penulis, infor- padel. Sedang Tapin, lapangan

masi lowongan kerja khususnya kerja sering kami tanya, lapan-tenaga tambahan di dinas-dinas gan padel kami tak punya. pemerintah kabupaten, selalu

bersifat eksklusif. Teman sema- ******* sa sekolah dulu, tanpa babibu,

tiba-tiba bekerja di salah satu

dinas. Menganggetkan bila tahu

bahwa ia baru benar-benar lu-

lus sekolah, tanpa pengalaman

kerja, dan bekerja di tempat kerja

tanpa informasi lowongan ker-

ja. Bagaimana anak muda yang

tidak memilliki akses? Merantau

dan mencari rezeki di kota orang

adalah jawaban yang paling me-

mungkinkan.

Pembaca bisa mengun-

jungi akun media sosial atau la-

man resmi Dinas Tenaga Kerja

Tapin, begitulah keadaan kami.

Publikasi yang dikonsumsi publik

selalu berupa apel harian, uca-

pan selamat ini selamat itu, rapat

ini rapat itu seolah memberi pe-

san pada audiens bahwa ‘kami’

sedang bekerja? Sungguh hal-

hal yang tidak menjawab perma-

salahan publik. Memang, jika hu-

mas mengunggah foto pejabat A

ulang tahun, atau pejabat B naik Niatnya bikin jabatan, anak muda pencari ker- 19 juta lapangan kerja. ja dapat apa? Dan, akan semakin eh Malah, jadi 19 juta lapangan

menakutkan jika pemerintahan padel + dapur MBG. terkini tidak bisa menerima kritik

2.SOLIDARITAS UNTUK WARGA

SIDOMULYO 1 BANJARBARU

Sidomulyo I, Kampung kembali diajukan dengan objek

Damai Dalam Bayang-bayang yang berbeda. Putusan Penga-Penggusuran Kacang Hijau dilan Negeri Banjarbaru justru Sidomulyo I, sebuah kampung menyebut tanah milik TNI berada di Kelurahan Guntung Payung, di sebelah timur Jalan Sidomulyo Kecamatan Landasan Ulin, Kota I, sementara batas barat adalah Banjarbaru, tengah menghadapi tanah warga yang digugat. Den-sengketa tanah yang berkepan- gan demikian, objek sengketa

jangan. Khususnya di RT. O2 dan dinilai berpindah tempat, namun RT. 03, warga yang telah ber- tetap dimenangkan oleh pihak

mukim sejak tahun 1970-an kini TNI. Kondisi ini memunculkan tan-hidup dalam bayang-bayang da tanya besar terkait konsistensi ancaman penggusuran akibat

klaim sepihak yang terus dipak-

sakan.

Pihak TNI mengklaim lah-

an seluas 3,6 hektare berdasar-

kan surat penyerahan hak tahun

1966 yang disebut akan digu-

nakan untuk perluasan RS TK IV

Guntung Payung. Namun perso-

alannya, lokasi dalam surat klaim

tersebut dinilai tidak sesuai den-

gan objek sengketa yang ada

saat ini. Dalam dokumen lama

disebutkan bahwa batas timur

adalah lahan Brimob dan batas

barat milik TNI AD. Sementara dan keadilan dalam proses pen-itu, area yang kini disengketakan egakan hukum. berada di sisi utara, yang secara Hari ini Sidomulyo I me-

faktual telah lama menjadi tanah manggil seluruh kawan dan tempat tinggal warga. masyarakat luas yang geram

Sengketa ini telah ber- atas ketidakadilan dan perso-

gulir sejak 2013 dan bahkan ber- alan perampasan tanah atas

lanjut hingga tingkat Mahkamah nama negara. Apa yang terjadi Agung pada 2019. Putusan tahun di Sidomulyo I hari ini, bukan tidak 2013 menyatakan objek sengketa mungkin dapat terjadi di tempat sebagai tanah kosong milik TNI lain esok hari. yang berada di sebelah barat. Warga jaga warga. Solidaritas Namun pada 2023, gugatan adalah kekuatan. 3.Surat Terbuka

 

Kian hari kian gak jelas ini scene, kian bacotan cuma berakhir di tongkrongan, belum sampai ke titik yang paling vital. Klen semua masih lemah dalam bersikap. Masih enjoy dan santai memberi ruang-ruang pada indi-vidu problematik.

Kalo kalo kata anak-anak sekarang buhan nyawa tu “en-abler”, pura-pura kada tau dengan kondisi yang terjadi di scene. Banyak abang-abangan kada jelas yang masih kalian kawani, banyak pelaku KS yang masih kalian ajak gegojekan di coffe shop sambil menyeruput americano, padahal korban sedang berjuang dengan mental dan ke-percayaan dirinya.

 

Scene akan begini-begini saja kalo kalian masih deni-al. Bermusik bukan cuma bualan dalam stage aja, tapi dalam kehidupan sehari-hari juga. Scene akan gini-gini aja, monoton, membosankan, tidak ada gebrakan. Katak dalam tempurung.

Sampai kapan scene underground selalu melindungi para pelaku KS atau abang-abangan ngehe untuk terus me-lenggang di tongkrongan sambil berkhutbah dan angkuh. Megalomaniak. Kimak.

Di luar, mereka sudah berani untuk bersuara, setidakn-ya bersikal. Di sini, hal semacam itu masih jauh seka-li. Apa karena ada kontrak atau hutang sosial?

Entahlah, saya pun tidak tau. Pada dasarnya kita yang memang tidak belajar dan tidak mau belajar.

Kalian tidak usah berfikir dan menerka-nerka tulisan untuk siapa ini ditujukan, ya untuk kitalah!!

Gausah mikir kedepannya scene ini akan maju, kalo da-lam berfikir saja masih belum adil. Fasis sejak dalam pikiran.

4.Anjing Jalanan

Di bawah pendar sinar bulan purnama yang se-dang rekah-rekahnya. Seekor anjing berjalan membelah kota. Anjing cokelat yang buruk rupa dan tubuhnya dipenuhi koreng.

Lidahnya menjulur terengah-engah sambil lari kecil. Sesekali ia mampir untuk mengais-ngais isi tong sampah, berharap ada sisa makanan yang bisa ia cicipi untuk malam ini.

Anjing yang malang, karena saking semangatn-ya, ia menggulingkan tong sampah itu, sehing-ga keluar empunya. Belum sadar dengan kondisi yang terjadi saat itu, sebongkah batu melesat tepat ke arah kepalanya.

“Kaing, kaing, kaing.”

Nyalak anjing itu sambil berlari sekuat-kuat-nya menghindari lemparan batu selanjutnya disertai sumpah serapah.

Malam terasa begitu panjang, tiap jengkal ka-kinya berjalan terasa begitu berat.

Rasa lapar, kalah, dan kenelangsaan.

“Akulah binatang jalang, dari kumpulan yang terbuang” ucapnya.

Malam itu dingin terasa menggigit, nampak silwet bayangan tubuhnya yang diterangi sang bulan. Nampak sunyi sekeliling, hanya ses-ekali kendaraan hilir-mudik dengan kecepatan yang konstan.

Nasib sial tidak pernah bisa dihindari, ten-tunya juga tidak bisa diprediksi, sebaik mun-gkin kita menghindarinya, dia selalu saja menghampiri—seperti sepi.

Entah dari mana ujungnya, ada mobil pickup yang sedang dikejar waktu membawa tong-tong berisi ikan patin. Dengan lincah dia melaju kendali kendaraan itu, semua dia terjang. Tidak terkecuali genangan air yang kebetulan tepat berada di samping sang an-jing.

“Crottttt splazzzzz”

Suara bannya menggilas kubangan yang seketika itu juga membasahi sekujur tubuh sang anjing. Bulunya lepek, memperlihatkan tubuhnya yang kurus kering serta menonjolkan tulang.

Si anjing hanya bisa pasrah, menerima nasib dan keadaan. Dia tidak bisa memaki, tidak bisa juga mengejar dan menggigit si supir truck pickup tadi.

Di antara remang lampu yang menerangi sepan-jang jalan Ahmad Yani, anjing itu ter-us berjalan sembari melihat sekelilingnya, dia kadang melihat wujudnya dalam bentuk yang lain. Entah itu berupa para tunawisma yang berselonjor di depan Ruko yang tutup, para pelacur yang mencari pelanggan sambil menyumpal bibirnya dengan kretek, para anak punk yang mabuk sambil berdiskusi, para anak muda yang pulang sehabis pesta di diskotek, para anak motor yang berjudi dengan nyawa di atas aspal panas, dan banyak lagi.

Lambat laun mulai terdengar lantunan penga-jian dari surau-surau. Sebentar lagi adzan subuh segera dikumandangkan. Sang anjing mu-lai mengantuk. Dia tidak tau lagi kemana arah yang akan dia tuju.

Perjalanan membawanya sampai ke sebuah jem-batan flyover. Berdiam dia sejenak sambil melihat di sekitarnya. Entah apa yang ada ia fikirkan. Tanpa aba-aba sontak saja dia melompat dari jembatan itu. Anjing itu meregang nyawa, mulutnya mengeluarkan dar-ah, organnya remuk, tulang-tulangnya mencuat dari daging. Dalam kondisi kritis, dia beru-cap “toh, aku abadi” lalu menghembuskan nafas terakhir.

 

Ada anjing mati dini hari tadi, ditemukan tukang sapu jalanan. Mayatnya dimasukkan ke dalam karung. Lalu dimasukkan ke dalam bak truck pengangkut sampah. Mayatnya dibakar. Melebur bersama semesta.

 

Ramadan, 24 Februari 2026

Sri Prabowo


5.Apakah Musisi Kalsel Sudah

Layak Untuk disandingkan

Dengan Ibukota?

Huh, gimana ya, agak kota atau daerah kalian?

menyebalkan kalo ngomong Pasti adalah, kurang leb-

ekosistem dan kemajuan musik ihnya pasti nyantol-nyantol dik-daerah ini. Karena mau sepositif it. Abang-abangan skena kolot, mungkin, keknya bakal jauh ban- penguasa event, dan kemam-

get untuk mengejar keterting- puan musikalitas yang mumpuni

galan dari Jawa apalagi Jakarta. tentunya mayan-mayanlah. Se-

nasib sepenanggungan, naman-

Semua ini berawal dari tu- ya juga musisi daerah.

lisan kawan saya KMPL yang baru saja menulis tentang pentingn- Tapi kita kulik dulu dari

ya mengurangi Jakarta- gaze, pelaku musik, terutama dari mu-dan rasa kaget ketika men-sisinya dulu. Apakah kalian sudah emukan musisi keren di luar layak untuk disandingkan den-poros ibukota dan sekitarnya. gan musisi Jakarta? Dalam tulisannya, dia memapar-

kan begitu banyak talenta daer- Berat, berat, coba kita lihat

ah yang sebenarnya punya andil proses kreatifnya dulu, sudah be-dalam khazanah permusikan. rapa band/musisi sih yang ada Dari tulisannya, ada banyak fak- di Kalsel ini yang punya album?

tor yang dibahas, tapi ada se- Mentok di tiga single, setelah itu

cercah harapan bahwa peluang macet. Untuk produk karya aja daerah untuk membangun eko-masih beberapa biji, masak dah sistemnya secara mandiri dan ngebet main di panggung besar, mampu menyaingi Jakarta atau apalagi dikenal khalayak luas. setidaknya menyandingi bukan- Kadang perlu ngaca juga bu-lah sebuah kemustahilan. Untuk han nyawa tu. Jangan kengarti-selebihnya, silahkan kalian baca san, banyaki dulu karya, hanyar sendiri di Whiteboardjournal. busungkan dada paling ganal. com, saya malas ngetik panjang, Haw. auk tau ja buhan nyawa koler

baca wk. Lalu untuk event organiz-

er, sebenarnya problem apasih

Kalo kalian sudah baca yang bikin acara sampai seka-

tulisan dari KMPL tadi, apakah rang gitu-gitu aja? ada relevansinya dengan kondi-

si ekosistem musik yang ada di

Apa yang bikin kurang Kalo kalian memang cinta

menarik dari acara kalian, tidak dengan musik, dan mengang-sekedar asal ada ja, tapi ini leb- gap itu adalah jalan hidup ka-

ih kearah membentuk kualitas, lian, rangkul dan bentuk media, sampai kapan cuma gig yang promotor, publicist, venue, dan gitu-gitu aja dan cuma dihadiri movement tentunya. Semua itu segelintir orang, itupun kawanan berkesinambungan, tidak bisa

wara. Lalu pentingnya memberi jalan sendiri, apalagi berharap Fee pada musisi, sampek ka- pada algoritma, orang lagu aja

pan para musisi kalian jadikan baru dua tiga biji. badut di panggung aja, tanpa

kalian beri bayaran yang layak Antara sadar atau ti-

dari keringat mereka. Mereka bu- dak sadar, kalian juga kadang-

kan topeng monyet, ada keringat kadang masih melestarikan dan uang yang mereka sisihkan orang-orang kolot di scene, untuk rekaman dan mengelo-kalian diam, kalian takut. “in-la Fanpage mereka. Ya masak ggih mpun” aja. Jangan kasih berkolektif bertahun-tahun ga- panggung mereka. Tendang se-

bisa bikin acara seperti Cherry jauh-jauh, mereka para fasis Pop atau Rock in Solo yang no- skena. Tidak layak tampil bahkan

tabenenya juga acara di daerah diberi panggung. Tapi kalo kalian juga. Misal ada acara panggung tetap impulsif, ya sudah, silahkan, gede, kita lihat transparansinya, nikmati kesia-siaan waktumu. yang dipilih main itu berdasarkan Scene tidak hanya bicara soal kualitas, atau berdasarkan kon- musikalitas, tapi juga sikap. Itu

coisme atau orang dalam. Haw. yang masih jauh dari kita. Berdiri

di dua kaki, hahaha.

Kalo kalian sudah berani

dan merasa layak disandingkan Kita banyak kekurangan,

dengan musisi Jakarta, kalian be- infrastruktur kita masih rimpang.

rarti harusnya lebih paham lagi Jadi jangan muluk-muluk. Slow-dengan industri bekerja. Ya be- dive baru terkenal setelah vakum

rarti emang siap menjadi profes- selama 19 tahun, dan tentunya

sional, kada baya sagan maraki mereka tidak meninggalkan satu puki wara. single saja lalu hilang. Nah, mulai panjang nah kes-ah. Intinya banyaki ja dulu pro- Maaf, untuk saat ini tidak

duk, manfaatkan sebaik-baiknya ada tulisan positif untuk scene ini. media. Di sini, antar pelaku dan Oleh karena itu zine ini dirilis. pegiat aja saling lirik aja, seper-

ti takut marwahnya jatuh. Atau

pandir baik di depan, pandir lain di belakang.

6.Barrios Unidos

 

-Ritmo Cósmico-

 

Allá en las calles de mi bar- La madre llora al cielo im-

rio Alguien se ha suicidado, plora que le de más fuerza, Dicen que fue la depresión y Mientras su novio no se can-por estrés, Lo conocía aquel sa de beber, El mismo idiota muchacho le miraban raro, La que algún día había ofendido sociedad y su manera de jod-al raro, Por su apariencia y er. por su forma de ser.

Por sueños rotos hay vio-De poco en poco un sueño roto lencia y esta vida cuesta, va causando herida, Se de-Y no te culpo te enseñaron sangraba con el miedo de vi-a ofender, Pero ese karma y vir, Mientras su madre jura esta carga llevaras a cues-que este mundo es el infier-tas, Por ser la victima y no, Se culpa por las noches negarte a comprender. y no para de sufrir.

Di jalanan lingkungan tempat

 

tinggalku, Seseorang tel-

ah bunuh diri, Konon karena

depresi dan stres Aku kenal

pemuda itu, orang-orang me-

mandangnya aneh Masyarakat

dan cara mereka menyakiti.

Karena mimpi-mimpi yang han-

cur, ada kekerasan dan hidup

ini berat, Dan aku tak men-

yalahkanmu, mereka mengajar-

kanmu untuk menyakiti, Tapi

karma itu dan beban ini akan

kau pikul, Karena menjadi

korban dan enggan memahami.

Ibunya menangis memohon ke-

pada langit agar memberinya

kekuatan lebih, Sementara

pacarnya tak henti-hentinya

minum, Si bodoh yang pernah

menghina si aneh itu, Kare-

na penampilannya dan cara

hidupnya.

Sedikit demi sedikit, mim-

pi yang hancur itu menimbul-

kan luka, Dia kehabisan da-

rah karena ketakutan hidup,

Sementara ibunya bersumpah

bahwa dunia ini adalah nera-

ka, Dia menyalahkan dirinya

sendiri di malam hari dan tak

henti-hentinya menderita.

7.Pustaka Jagal - Terapi

Minor Feat. Anarkay

 

[Verse 1 Terapi Minor ] tebas para fasis Bangun pabrik senjata Gue gak butuh makan siang

Mulai dari MK Sampai MA gratis dari pemimpin narsis

MDMA pasar bawah tanah Potong kontol zionis ini Opsi supply demand kerjasa- perang tanpa finish ma hasbara Lo denger baik-baik nih rima

sadis bareng kucing jihadis

Martil dari waktu negara Ancur tuh kuping siap-siap

beli saku lo lari ke terapis Kontan gusur, sawit jadi

behelit [Chorus] Tukar nyawa dengan angka, bangsa yang bodoh adalah mereka tantang kubeli LU- yang memilih fasis jadi NAS-KAH? pemimpin ini deklarasi soal perang kota suara otorita lihat terbuka berita intifada jadi garda

rakit molotov berupa makian

Bakar-bakaran hutan, ca- pada penguasa plok-mencaplok lahan (Rap kami cambuki dogma) Angkat tangan rukun pakel

perang tambang nikel kokang bangsa yang bodoh adalah senjata bredel yang memilih fasis jadi Bang-bang rima lapis haki pemimpin kamusari. kota suara otorita lihat berita intifada jadi garda pada penguasa rakit molotov berupa makian (Rap kami cambuki dogma) pada penguasa

(Rap kami cambuki dogma) bangsa yang bodoh adalah

yang memilih fasis jadi

[Verse 2 Anarkay] pemimpin Kaynivore terapi minor kota suara otorita lihat

kami merakit C4 berita intifada jadi garda

dalam wujud angka-huruf le- rakit molotov berupa makian

dakin Dior pada penguasa lewati Istora senayan mabuk (Rap kami cambuki dogma) setanki liquor tanpa alas

kaki kami tendang biji Thor bangsa yang bodoh adalah (retak dikit bor) yang memilih fasis jadi Kucing berangkat terapi bawa pemimpin belati dan anter nyali buat kota suara otorita lihat masukin doktrin Kropotkin berita intifada jadi garda

ke cluster Nazi rakit molotov berupa makian

Masih merangkai terror be- pada penguasa rantai dekorasi alfabet gore (Rap kami cambuki dogma) di ponsel bos raptor

impoten Gua eksplore ini bangsa yang bodoh adalah

hip hop debt-collector yang yang memilih fasis jadi menagih janji palsu bupa- pemimpin ti Lunasi atau nanti perang kota suara otorita lihat diujung hari berita intifada jadi garda

negeri lumbung napi dan rakit molotov berupa makian

misteri Thukul mati pada penguasa menyulut api jari tengah (Rap kami cambuki dogma) menunjuk babi

Bagikan seminar diatas back

hoe Caterpillar perihal

malpraktek MC yang dibalik

masker tiran dan menjilati

kaki pelatih anjing K9.

[Chorus]

bangsa yang bodoh adalah

yang memilih fasis jadi

pemimpin

kota suara otorita lihat

berita intifada jadi garda

rakit molotov berupa makian 8.Tanasaghara - Jangan Mati Kawan

 

Kawan lekas kuat berdiri dan hapus lelah di hatimu Tak usah bimbang, rawat kehidupan yang kan kita jaga Seperti hari kemarin kita hidup kan terus hidup Menebar bunga yang tumbuh berduka yang begitu luka

Kesadaran kita mengalir walau kita tahu bahaya menghantui Seumpama kita adalah langit dimalam gelap Berlentera hampir redup

Percayalah bintang bintang yang kan jadi kawan kita, Kawan kita.

Maka jangan pernah letih kawan

Teruslah berjuang dan jangan mati kawan Kisah ini tetap kita harus berjuang selamanya selamanya

Bahkan sampai nafas dan tubuh telah terpisah Selamanya selamanya

Walaukan coba hidup didalam hati manusia Selamanya selamanya abadi bersama amarah dan cinta sela-manya

Selamanya

Maka jangan mati kawan jangan mati kawan jangan mati kawan 9. LITERASI KOTA YANG LUPA DESA

Ini hanya tulisan, mungkin juga refleksi untuk kita semua.

- Robin Hood, S.Pd

Di kota, literasi kerap hadir dengan wajah yang indah. Buku-buku ber-

jejer rapi di rak toko, festival literasi

digelar meriah, diskusi di kafe-kafe bergengsi berlangsung hangat, dan

seminar penuh jargon intelektual menyesaki auditorium. Membaca telah menjadi gaya hidup baru, se-

buah simbol status yang menunjuk-

kan keanggunan intelektual. Tetapi, dalam gemerlap itu, ada ironi yang

tak dapat disembunyikan: literasi di

kota sering kali lupa menoleh pada

desa.

Desa masih berjalan di jalanan berdebu, dengan anak-anak yang terasing oleh lembar demi lembar halaman. Ketika kota sibuk dengan diskusi tentang filsafat, sastra, atau teori kritis, desa sering kali masih berjuang dengan hal-hal paling dasar; dan harapan tentang kesempatan untuk bermimpi.

Literasi semestinya tidak berhenti pada menumpukn-ya wawasan. Pengetahuan yang hanya mengendap di kepala adalah pengetahuan yang pincang. Membaca seharusnya menyalakan keberanian untuk bergerak, menumbuhkan kepedulian, dan menjadi alat perla-wanan terhadap ketidakadilan.

Sejarah telah mengajarkan bahwa buku adalah sen-jata. Dari lembaran-lembaran kertas, lahir kesadaran yang mengguncang dunia. Dari tulisan, lahir perlawa-nan terhadap tirani. Dari literasi, tumbuh keberanian untuk mempertanyakan, menggugat, bahkan meng-guncang tatanan yang menindas. Tetapi, di tangan yang hanya sibuk membacanya di ruang nyaman kota, buku sering kali kehilangan rohnya. Ia jadi akse-soris, bukan obor; jadi simbol prestise, bukan senjata perlawanan.

Maka pertanyaannya: literasi yang kita bangun, ber-pihak pada siapa? Apakah ia berpihak pada realitas yang sunyi dan terpinggirkan, ataukah hanya menjadi mainan kaum kota yang merasa paling tahu segalan-ya?

Literasi semestinya menyeberangi jembatan antara kota dan desa. Ia tidak boleh terkurung dalam ruang seminar, tidak boleh berhenti di lembar-lembar puisi yang dibacakan di gedung ber-AC. Ia harus menye-berang sawah, menuruni bukit, masuk ke gubuk se-derhana, agar setiap anak desa bisa bermimpi den-gan buku di tangannya.

Sebab, membaca bukan hanya tentang menambah wawasan pribadi. Membaca adalah tentang meny-alakan api kolektif: api kesadaran, api kepedulian, api yang membakar dinding ketidakadilan.

Banyak orang-orang di kota yang membaca buku tentang keadilan, tapi lupa menengok keadilan di kampungnya. Banyak yang sibuk mengutip filsuf be-sar, tapi menutup mata pada anak-anak yang masih berjalan jauh ke sekolah tanpa alas kaki. Banyak yang berdebat soal demokrasi, tapi membiarkan desa tetap menjadi halaman belakang yang dibiarkan sepi. Apalah arti membaca seribu buku jika tidak mam-pu melihat luka di tanah sendiri? Apalah arti mendi-skusikan keadilan sosial, bila suara-suara kecil dari desa tak pernah diperhitungkan?

Literasi sejati adalah literasi yang berani menye-berangi batas. Literasi yang bukan hanya menambah wawasan, melainkan juga membangkitkan keberpi-hakan. Buku seharusnya bukan sekadar kawan duduk yang tenang di kafe kota, melainkan juga obor yang menyala di jalanan desa. Membaca harus mengajar-kan kita untuk peduli, karena pengetahuan yang tidak melahirkan keberpihakan hanyalah kesombongan yang disamarkan.

“Buku yang sejati bukan sekadar dibaca, melainkan di-gunakan untuk melihat luka, mendengar suara yang dibungkam, dan menyalakan api keberanian di tem-pat-tempat yang gelap. Membaca tanpa peduli ha-nyalah kesenangan pribadi; membaca dengan keber-pihakan adalah jalan menuju pembebasan.”

10.KEMATIAN KITA DIRAYAKAN NEGARA

-Biru Laut-

Apa lagi yang bisa kita harap un-tuk bertahan di negeri yang tanah dan airnya dimonopoli penguasa ini? Harga-harga tidak merata, bahkan menyentuh ketidak masuk akalan upah minimum.

Ah, rasa-rasanya bila ada yang membalas dengan narasi, “Makanya cari uang yang bener,” perlu kita balas dengan: “Gak semua orang di negeri ini borjuis seperti kamu dan keluargamu ya, Bre! Punya alat, ada modal, lalu menindas yang lemah.”

Kadang kala mereka lupa—atau dalam hal ini memang gak punya otak saja buat mikirin selain duit, kuasa, dan selangkangan mana lagi yang bisa dipakai. Mereka malas buat mikir bah-wa setiap kata punya sayatan makna untuk beberapa kalangan tertentu. Jangankan memperlakukan manusia layaknya manu-sia, percayalah, orang-orang borjuis itu masih belum mampu memilah mana kata yang pantas dilontarkan untuk menghadapi kaum yang mereka tindas.

Selain apa-apa dimonopoli negara, belakangan juga banyak berita dan cerita klise tentang gaya negara korup, seper-ti: harga mobil dinas bermiliar-miliar, anak sekolah ker-acunan, koruptor dimaafkan, polisi (lagi-lagi) membunuh, bahkan tentara sekarang melakukan teror. Lah, anjing! Kata gua kek, “Sekelas tentara saking gak ada yang bisa dilawan malah ngelawan aktivis, apalagi instansi yang lain, pasti gak becusnya kurang lebih.”

Ini bukan lagi soal mimpi anak bangsa berapa tahun ke de-pan, bukan pula bulan depan, apalagi hari esok. Tai kucing Indonesia Emas 2045! Sat, negara bangsat! Tulisan ini soal hari ini, dan tentang hari ini perlu kesadaran yang teramat liar bahwa kita bisa bertahan untuk hari ini karena kita MELAWAN.

11. Chanpan alt-pop berbalut

statement politis dan dentuman

sonik

-Aliflamya-

Tahun lalu, di tengah masa overdosis Was-wish-woosh. Chanpan, asikn-informasi perihal pembaruan myuz- ya, membawa nuansa ceria di tengah iek-myuziek Hengkor Knup-maha oke-la- kekacauan gempuran bonyok beat dan gi obscure-si paling anarko yang dikhot- glitchy-trap ala nintendocore serta lirik bahkan beruk-beruk tongkrongan—saya yang sebenarnya ga ceria-ceria amat. menemukan Chanpan, trio alt-pop yang Contohnya kek lirik ‘Election Years’ yang diprakarsai oleh Grace Dumdaw (vokal) menyoroti pemilu dan dua kembar multi instrumentalis

Lance dan Matthew Tran yang terdampar “Same problem but different day di beranda Youtube saya. Lost all my motivation

I’m stuck in an endless haze

Menyegarkan sekali, sebab seperti mene- I’m reeking of desperation mukan oase ditengah gurun luas mem- Too scared to misbehave bentang bernama ke-punk-punk-an yang My spirit is in the gutter serba sikap, dar-der-dor, anti ini-anti itu The man speaks and I obey (Mauk jua auk pren). In an empire that can’t recover”

Chanpan gampangnya bisa dibilang me- Latar musik yang ceria tapi sekaligus mainkan musik alt-pop dengan sentuhan juga kayak musik dari sebuah kesialan.

Drum and Bass dan breakbeat–nyaris– Apalagi mbak Grace Dumdaw nyanyin-breakcore yang lumayan chaotic (cukup ya udah macam kakak-kakak SPG yang untuk menjulingkan mata para pemadat ngedumel gara-gara gak mencapai target ‘iwak’ di HBI), tapi disertai juga vokal harian. mbak Grace yang soft, adem, anyem— kayak masuk ke dalam telinga pake “Fuck what the government say assalamualaikum. Imma do me anyway”

Dan ternyata mereka ini sempat ramai Dan Chorus repeatnya ini level relat-diperbincangkan alias viral tahun 2023 ablenya sudah sama kayak umpatan kita karena ngamen di chinatown dan disebut sehari-hari macam: “Yaelah pemerentah

a very cool NYC rock band’ oleh goblog” atau “Taiklah, Prabowo ngen-

majalah Vogue. Saya belum menemu- totttttt” atau juga “Bahlil jelekk” atau lagi

kan mereka waktu itu. Mungkin karena “Jokowi kontol!” atawa “Gibran sundal!”

kegagapan saya dalam menerka hal-hal or “Negara sampah” atau “Generasi yang sedang rame karena masih urung emas” atau... ah sudahlah ngentot. Saya

menginstall nabi medsos: Titik Tokai a.k.a terlalu menikmatinya maap. TikTok.

Grace Dumdaw selaku penulis lirik “Running through the crossfire in your

utama di Chanpan bilang di suatu waw- head ancara jika ia merasa tidak perlu untuk Surrounded by the ground we do not

menyesuaikan penulisan lirik dengan tread nuansa musik yang disuguhkan oleh si The way you move kembar Lance dan Matthew Tran. Ia Got me feeling shifty hanya perlu menulis apa yang ia rasakan My blues wash away ketika momen itu saat mereka memintan- The reds of your delusion Imagine my

ya untuk menulis. Mungkin itulah yang confusion” memunculkan kesan ‘patah’ antara musik

dan lirik dari Chanpan. Grace Dumdaw di wawancaranya yang

lain juga mengatakan jika sebagian lirik

Kita adalah anak zaman yang berdansa dari musik mereka bercerita tentang di atas kereta yang rel-nya menuju pada “Menjadi muda di dunia ini di mana

kehancuran peradaban. Mungkin tidak masa depan suram dan tidak pasti saat

sesial pemuda-pemuda yang termakan ini.” patriotisme murahan untuk menjadi

sukarelawan di bawah umur saat perang “ Lost and confused Somme 1916, tapi kita barangkali menja- Who’s the guy we’re waiting for? di saksi (mungkin juga korban langsung) What’s the final straw we draw? dari perang yang akan datang,—Hallo How much wasted time can all our fam-

world war 3—karena perang adalah ilies fight through anymore? budaya dari seluruh belahan dunia yang Where’s the future for the youth? diwariskan sejak dimulainya peradaban How much damage can we do?” itu pula.

Bahkan sedari judul “Lost & Confused”

Chanpan, bagaimanapun tidak bisa saja sudah cukup menjelaskan bagaimana

dilepaskan dari sisi historisnya tentang mereka, kalian, dan kita semua sedang

perang. Orang tua Grace adalah imigran ‘kebingungan dan ngerasa ‘nyasar’ soal dari Myanmar dan orang tua si kem- masa depan yang gak jelas, apa yang kita

bar Tran berasal dari Vietnam. Ketiga tunggu dan kita harapkan? Siapa orang

anggotanya adalah anak dari imigran yang kita harapkan kedatangannya? kelas pekerja yang sama-sama mengungsi Keputusan apa yang patut kita ambil, dan

karena perang. Karena itu pula mereka mungkin 1001 macam pertanyaan lain

berada di pihak yang aktif dalam pen- yang muncul di kepala kita semua se-

gorganisiran hak-hak imigran dan serikat bagai orang muda yang mencari jawaban

kelas pekerja. akan hal-hal eksistesial di tengah-tengah

kekacauan dan ambang ketidak jelasan.

Di lagu “Jungle” mereka juga menyoroti sejarah dari kamp-kamp pengungsi di Oh iya, menyoal sisi historis antara burma, konfik Myanmar, dan perang Chanpan dan perang—mereka juga Vietnam. secara terbuka menyatakan dukungan

mereka terhadap bangsa Palestina.

Mereka tergabung dalam campaign No Art For Apertheid, No Music For dalam sebuah wawancara—“Musik Genocide. Dan dengan niat ngeshare video game adalah hal pertama yang

tutorial di Instagram resmi mereka cara kami mainkan di piano hanya dengan

biar musik klean (yang mau aja)—Hallo menggunakan telinga kami, sung-kupret dan kanca Gilas, Gigi Tukang guh menakjubkan melihat bagaima

Las—gak bisa diakses zionist-zionist musik itu muncul sebagai produk keparat berdomisi Israhell sebagai opsi dari lingkungannya.”. Tapi, itu belum alternatif. Tapikan Zionst sialan itu gak sepenuhnya menjelaskan ‘maksud asli’

cuman warga berdomisi Israhell? Terus dari terciptanya “Luigi’s Mansione”. kalo diakalin pake Apps VPN premium Judulnya hanyalah pseudo tittle atau ple-langganan seumur hidup ala junkie bokep setan yang merujuk pada “Luigi Man-begimane? Ceilah, Mak jiank! Sundal! gione”, seorang pria berusia 26 tahun Ironis bin paradoks sekali. Ada alternatif yang menembak mati Brian Thompson,

dalam alternatif, sial. Ya itulah PR-nya bos perusahan asuransi kesehatan United

kalo mau nyari ma’em dan hidup dari healthcare, Minnesota, Amerika Serikat

myuziek. Udah paling bener boycott Apps pada 4 desember 2024. Saat luigi ditang-

yang terafiliasi langsung, uninstall Spoti- kap polisi menyita catatan dari luigi yang

fy! Ceilah belagaknye. Apapun cara dan diberi nama “Manifesto 3 Halaman”.

pilihan klean intinya: Viva La Palestine! Singkatnya manifesto 3 halaman berisi

Jagal rezim fasis! pandangan sinis dan benci Luigi terhadap

perusahaan-perusahaan besar di Amerika

Balik lagi soal kebingungan dan kem- Serikat yang disebut luigi sebagai “Kartel

umetan dari “Lost & Confused” tadi. mematikan yang didorong oleh keseraka-

Lagu ini nampaknya benar-benar dibikin han”. Perusahaan United Healthcare yang

dengan nuansa untuk membangun rasa dipimpin oleh Brian Thompson termasuk

‘ketidak nyamanan’ kita akan per- salah satunya. Media sosial luigi juga

tanyaan-pertanyaan tak punya jawaban memberikan sedikit informasi tentang

yang jelas yang aca(b) kali muncul pemikirannya—di goodreads, akun Luigi

menjelang tidur. Kesannya chaotic dan memberikan bintang 4 pada naskah membuat risih sekali hingga berlanjut ke “Manifesto Unabomber” milik Theodore

track selanjutnya “Luigi’s Mansione” ‘Ted’ Kaczynki, dan berkomentar—“Ke-(jika kalian memutar langsung dari EP tika semua bentuk komunikasi lain

Endlessly) gagal, kekerasan diperlukan untuk

bertahan hidup. Anda mungkin tidak

“Maybe the hero has fallen menyukai metode mereka, namun But strength arises in us jika Anda melihat dari sudut pan-One featof valor and courage dang mereka, itu bukanlah terorisme,

Igniting the rage in our heart” melainkan perang dan revolusi.”. Dua

hari setelah penembakan Luigi ditang-

“Luigi’s Mansione” berangkat langsung kap dan awalnya dijtuhi hukuman mati,

dari referensi game lawas Luigi’s Man- namun dicabut. Luigi Mangione, A Luta sion Nintendo Gamecube. Sebagaimana Continua! Lance Tran menyebutkan macam-ma-

cam suara yang mempengaruhinya Lagu “Luigi’s Mansione” ini ditulis tentang apa yang saya percayai. Ada

oleh Chanpan bertepatan pada hari Luigi yang menyangga punggung saya ketikan

Mangione ditetapkan sebagai terduga demoralisasi, serta uluran tangan ketikan

pelaku penembakan Thompson. “Luigi’ saya hampir terduduk-jatuh-tunduk-dan

Mansione” sudah seperti jawaban dari meringkuk. Sama seperti ketika pertama

pertanyaan di lirik “Lost & Confused” kali mendengar “Menghidupi Hidup perihal “ Siapa orang yang kita tunggu?” Sepenuhnya” milik Pangalo!—yang Mungkin karena itu juga track “ Luigi’s walaupun agak cheesy tapi gagah se-

Mangione” di taroh bertepatan di bawah cara bersamaan, Ya! Endlessly adalah track “lost & Confused”(?) Mengenai ke-Cheesy-an namun gagah. Ke-gaga-lagu tersebut, Chanpan mengatakan, han yang maha sompral, arogan, cong-

“Ini adalah lagu untuk semua orang kak-mendongak serta berteriak bahwa

yang muak dengan bos mereka, muak saya mampu melalui hal-hal konyol dan

dimanfaatkan, dan muak menderita sial lahir dan tumbuh di dunia ini, walau-

sementara orang lain menjadi kaya.” pun tak bermakna dan nihil. yang pasti, saya sudah dengan sangat

yakin harus melihat sudut pandang politis “ You’re trudging through the thick of

trio alt-pop dengan balutan dentuman your desires, under fire sonik ini dari sisi yang mana. Freedom can’t be held by bars of steel

Plant your feet in the ground, my broth-

“ The population misguided er Demonization galore Take apart all that makes you suffer

The heavy fog on the city When you hold your tongue, your Can’t see what we’re fighting for” wounds can never heal”

“ They’re sounding the alarms

Dan saga terakhir dari tulisan ini ada- Your feet pounding the ground lah “Endlessly” lagu yang bersentuhan Be careful what you pray for pertama kali dengan saya sekaligus Your victory resounds menjadi pembuka pintu ‘sedikit lebih No need to keep it humble, humble dalam’ kepada Chanpan, yang mana, juga Your glory never dies mereka patrikan menjadi judul dari EP Your memory is eternal, eternal yang mereka rilis 21 Juni 2025 tahun lalu You lived a worthy life” (sial udah hampir satu tahun)

*********

“ Listen to the stillness, and remember,

hold your temper

You’re laying down the groundwork

underneath

Those who camebefore you never fal-tered, yet you ponder

‘Bout futures you could never Oversee”

Ada semacam penanaman keyakinan

ditengah keragu-raguan yang rapuh 12.Puisi Dajak

 

Ahh nona, jika kita berjumpa di beberapa abad lalu, saat hutan-

hutan masih belum dijamah dan

hanya dihuni para lelembut.

 

Ada harga yang harus kuba-

yar untuk meminangmu. Empat

kepala, guci cina, dan gelang

emas. Menurutku itu harga yang

pantas untuk memiliki gadis

secantik dirimu.


13.Ciuman Di Pasar

 

Sudimampir

lalu kita berdua di kejar satpol pp, diamuk warga sekitar, dilempari kembang - kembang kuburan. oh indahnya, oh mesranya

berhasil kabur kita pindah ke kos aku, lalu kita ciuman 10 jam diiringi lagu sisa sema-lam dari java jive.

bibirku bengkak, tapi kamu masih mau, yaudah aku pasrah. tapi abisnya kita ketahuan pen-jaga kos, kita berdua diusir dan jadi anak punk. oh indahnya, oh mesranya.

tapi tiba tiba kamu mutusin aku karena ka-tanya kamu kepincut gadis dari kelayan A. aku depresi dan berenang di sungai barito. kamu lupa ya kita pernah berbuat apa, ah sudahlah lagian kamu peduli apa. kenangan tentangmu sebatas jembutmu nyangkut di gigi kelinciku.

akhirnya aku berpacaran dengan lelaki ke-layan B. dia sangat jago boxing dan tawuran. besok - besok katanya dia mau belajar muay thai. bapaknya dukun modern dari pekapuran sonoan dikit. katanya, aku mau dijampi - jampi biar jadi mantunya. lalu dia mengelu-arkan air matcha dan meminumnya sambil mera-palkan mantra - mantra sihir. “whoooosshhh” dia menyeburkan air matcha bercampur jigong dari gigi bolongnya yang belum ditambal karena belum daftar bpjs. rupanya mantranya berhasil, akhirnya aku menikah dengan pa-carku dan hidup di ngawi🤍.

 

Pluffyapi 14.Marty Supreme: Sinema Urban

Bergengsi Di Hollywood

-SheGet-

When netizen talking negative about this shit in every

discuss segment, aku tetep percaya bahwa itu hanyalah an-gin lalu layaknya hal yang selalu ada disetiap “something

big” itu dibicarakan. padahal saya rasa ini tidak sedin-amis itu. jauh daripada itu, Marty Supreme adalah Oppen-

heimer dalam versi sinema urban jika anda menilainya dari

perspektif lain.

Seperti kebanyakan film hol-mereka tau bahwa saya pengge-lywood lain yang telah saya mar berat timothee chalamet, saksikan, Marty Supreme men-sehingga saat ditanya menge-galir lebih instan-klimaks. nai genre film ini saya men-Sekaligus membingungkan. yampaikan sekilas hal ringan Namun sang sutradara, Josh ini-itu yang mudah mereka pa-Safdie dan tim mampu membuat hami. saya menyebutkan bah-elemen klasikalnya menjadi wa ini adalah film biogra-hal yang mewah dan classy, fi bejat dan penuh semangat sehingga itu cukup memanja-yang membara. jika boleh kan mata yang menjadikannya mengibaratkan, selama men-tidak membosankan (dan ter-yaksikan marty supreme saya bukti, film ini meraih nomi-seringkali merasakan sentu-nasi best production & cos-han poin essensial dari film tume design). namun wajar Oppenheimer; sebuah film saja apabila mereka yang ter- dengan tokoh yang sadar akan

biasa nonton film-film yang kemampuannya sendiri, kemu-mengandalkan penaskahan yang dian mengambil kesempatan jelas acapkali mudah mera-untuk make something useful. sa bosan. padahal sebenarn-layaknya oppenheimer, mar-ya film ini mengalokasikan ty juga merupakan tokoh yang biaya produksi yang begitu playboy. karena hal itu pula besarnya ke arah yang strat-lah yang menjadi pemantik egis dan itu tepat sasaran terciptanya konflik berke-(meraih 9 nominasi penghar-lanjutan disepanjang film gaan grammy awards dan me-ini. namun bedanya, sistem nimbulkan ruang diskusi in-setting alur keduanya san-terpretasi yang akhirnya gat berbeda sehingga berbe-kembali ke marketing). da pula jenis konflik mere- ka. marty supreme ialah film supreme, adalah alasan men-dengan tahapan konflik yang gapa film ini begitu terso-horrible dan terus berkelan-hor. entah mungkin bisa juga jutan. bahkan hingga akhir dikarenakan pengaruh dari film (ancaman Rockwell, si studio film bernamakan A24 millyarder pengusaha pena). (yang terkenal dengan gaya sebuah hal lumrah ada da-arthouse dan festival-ori-lam dunia perfilman, tapi ented) ini hidup di ekosistem ini ibarat teror disetiap industri hollywood, secara detik dan penonton mau ti-jangkauan network yang edgy dak mau menyelesaikan film terkadang kan mempunyai med-ini hingga tuntas. alasannya an magnet pasarnya sendiri. pun cukup sederhana, ialah

karena keinginan untuk me-Saya setuju ketika beberapa nikmati penampilan visualn-pendapat di luar sana men-ya yang memukau; desain set gatakan bahwa film ini ter-dan properti yang megah, lalu chaos, alias banyaknya sinematografi serta editing konflik yang tidak berkesu-yang terlihat serasi, hing-dahan. Bahkan merambat kema-ga pemilihan atribut kostum na-mana sehingga hampir ter-yang memanjakan mata tentun-jadi pergeseran alur. Marty ya. terkhusus diri marty. Mauser adalah seorang atlet

berbakat yang tidak memiliki

Benar, tak seperti kebanya-pekerjaan tetap, paling ti-kan film lain yang main-char- dak untuk sekedar menghidupi

acternya protagonis---Marty diri sendiri. Dengan begi-Supreme justru tampil berbeda tu pada awalnya saya mengira di ajang Oscar. Ada beberapa bahwa ini sepenuhnya adalah hal yang film lain tidak memi- film biografi, namun semen-

likinya dari kepunyaan Mar-jak ia luntang-lantung men-ty Supreme ini. Seperti Josh cari biaya untuk melanjutkan Safdie yang membawakan karya pertandingannya ke Jepang original screenplaynya ini itu terjadi sebuah ade-dengan tema yang anti-main-gan-adegan menegangkan (cha-stream: film bertemakan ge-otic), hingga akhirnya saya jolak dunia olahraga! Film merasa ini mengarah ke film besutan studio A24 yang ter-action pada umumnya. Dari bilang komersial ini memulai sinilah saya teringat film debutnya di festival dan se-Oppenheimer yang secara keb-cara bertahap tampil di be-etulan memiliki aksen (sen-berapa bioskop mancanegara. tuhan) serupa dengan Marty ini hanyalah sekilas rent-Supreme. Action yang membaur etan proses produksi marty dengan nuansa romansa artsy. sederhananya begini, untuk saya ulangi lagi sebagai un-ukuran hype yang dikenalnya derline pengingat, film ini sebagai sebuah film tentang begitu banyak mengandung hor-tenis meja, Marty Supreme rible conflict. ini bukanlah justru menampilkan sedikit film olahraga progresif yang adegan pertandingan tenis menuai banyak hikmah ten-meja. Selain menyadari bahwa tang olahraga. konflik mer-Marty berasal dari seorang eka tak berkesudahan bahkan fakir, juga terdapat bebera-hingga akhir film. saya sem-pa ironi seperti terpisahnya pat merinding sesaat begitu Moses dengan majikannya, Ra-rockwell mengucapkan kalimat chel yang hamil dan hidupnya intimidasi terakhir, “i was yang rumit, hingga perteman-born in 1601. i’m a vampire. an Marty dengan Wally yang i’ve been around forever. rapuh. i’ve met many Marty Maus-

er in over the centuries”.

seperti dugaan anda, bahwa setelahnya pun marty tetap di film ini tidak begitu in-tidak mengindahkan ucapan-tensif menyoroti sportifit-nya, walau pengkhianatann-as bermain. jelas Marty Su-ya tersebut dapat saja ber-preme bukanlah film olahraga esiko. biasa, ia cenderung artsy

dan mempesona. Letaknya ter-sejenak, interpretasi yang dapat pada maksud Josh Saf-saya renungkan adalah menga-die yang secara halus ingin pa demi bermain pingpong ob-mengutarakan selera komedi sesi marty bersifat merusak. satirenya tentang semangat seperti penilaian saya bahwa amerika yang selalu mengge-semua usaha marty tidaklah bu-gebu. Ibarat idiom popul-begitu penting dalam lanskap er “this is America”, Marty kehidupan yang lebih luas. Supreme menjelaskannya se-kita boleh saja mengusahakan cara eksplisit makna kalimat sesuatu selama itu tidak tersebut. Sebuah semangat merusak satu satunya yang menggebu-gebu gaya amerika kita punya. semua yang kita yang umumnya cerdik, suka me- lakukan dapat terasa berarti

mainkan hukum di negara lib-karena kita pernah benar-be-eral, drama pengkhianatan, nar mencintainya. bukankah tindakan kriminal, dan tidak orang membutuhkan alasan un-mudah untuk anda bayangkan tuk tetap memperjuangkan? jika berurusan dengannya.


KUNJUNGI KAMI DI

MEDIUM.COM/@ALBERTCAMUHSYNDICATE