Baca EPUB (OCR): Pergerakan Anti-Opium

9 halaman · teks EPUB berhasil diekstrak tanpa OCR· 4 ms

Daftar isi
  1. PERGERAKAN ANTI-OPIUM
  2. A.K. DE GROOT
  3. DAFTAR ISI
  4. Landmarks
  5. I. Pergerakan Anti Opium di Dunia ini
  6. II. Pergerakan Anti Opium di Indonesia
  7. FATAMORGANA EN ANDERE VERHALEN.
  8. Met één bijlage.
  9. UNCOPYRIGHT

PERGERAKAN ANTI-OPIUM

A.K. DE GROOT


Logo Penerbit MasasilaM

PERGERAKAN ANTI-OPIUM

Terkarang oleh

A. K. DE GROOT

Secretaris Anti-Opium Vereeniging BATAVIA.



Dikeluarkan oleh ANTI-OPIUMVEREENIGING BATAVIA

© 2026 MasasilaM

Berdasarkan arsip dari: delpher.nl

Ilustrasi sampul: Poverty (Armut) 1919, karya Aloys Wach

MasasilaM mengandalkan partisipasi pembaca untuk melaporkan kesalahan ketik, koreksi, dan perbaikan lainnya. Kontribusi dapat dikirimkan melalui masasilam.com.

MasasilaM

masasilam.com



Anti Opiumpavilun

Anti Opiumpavilun


I. Pergerakan Anti Opium di Dunia ini

Adapun tentang sual madat dan anti madat sebetuinyia bukan jadi sual guna satu negeri saja, akan tetapi satu sual buat diantero dunia. Maski pun pohon can-du orang sudah kenal sejak 5000 taun sebelonnya Nabi Isa diperanakkan, akan tetapi tentang cara pemakainyia yang macam sekarang ini, barusan dalam beberapa tahun yang sudah-sudah. Demikian juga kejadian perang madat di Tiongkok, belon liwat seratus tahun; apalagi perkara morfin dan cocaine masih belum liwat beberapa puluh tahun orang mengetahui rahasianya dan jalan memakainya. Hanya satu perkara sudah tentu kepada kita ya'ni di mana-mana negeri dan tempat tak ada yang tidak kena dengan pengoodanya racun ini. Dari sebab itu tidak cukup kita, kalau cuma kasi tolongan sama orang pemadatan saja, tetapi yang lebih terutama ialah: supaya dikurangkan dan dibasmi le tanaman candu, 2e penyediaannya dalam faberik-faberik, 3e penjulalan officieel atau bukan officieel (penjulalan gelap-smokkelhandel), terlebih-lebih ke 4e. penjulalan dan pemakenya. Tetapi ini empat maksud barusan bisa tercapai, kalau putusan-putusan negeri sekalian di dunia jadi sama dan sudah disetujui akan pembasmian madat itu. Pada tanggal 9 Yuli tahun 1933 maka oleh 35 buah negeri sudah disahkan satu putusan supaya pembikinan dari semua macam racun seperti madat, morfine, d.l.l. apalagi tentang keluat masuknya dari itu barang haruslah di bawah satu controle organisatie Internationaal. Maksudnya ialah supaya dengan ini peraturan, maka la-ma-lama julmahnya dari ini barang jahat makin diku-rangin sehingga tinggal cuma buat keperluan untuk rumah-sakit-rumah-sakit saja dan bagi pelajaran dalam sekolah tinggi. Maka negeri-negeri yang sudah ikut menanda tangani itu keputusan, ialah: Negeri Mesir, Belgie, Brazilio, Burgariy, Khilie, Costarica, kota Danzig, Jerman, Perancis, Inggeris, Br. Indie, Ierland, Italie, Canada, Cuba, Litauen, Mexico, Monarcie, Nicaragua, Persie, Peru, Polen, Portugal, Romenie, St. Domino, Sansalvador, Zweden, Switserland, Sepanyol, Sedan, Tslowakay, Turkey, Hongarye, Uruquay dan Amerika Selatan (U.S.A.).

Jika ini organisatie-internationaal, mau bekerja dengan rajin dan berusaha dengan keras. tentu ia punya hasil pekerjaan dan tujuan bukan sedikit. Seupama oleh Gupermen di Turky pada tahun yang liwat telah ditutup tiga paberik madat, tetapi barusan dalam ini tahun diketemukan 3 atau 4 buah paberik madat gelap tertangkap dalam pekerjaannya yang merugikan orang. Ini hal ada aneh juga; apalagi kita barangkali masih inga* juga tentang pembukaan paberik baru di Bulgary serta itu opiummonopolie yang diadakan di Mansyukuo yang tia-da terikat oleh utusan-utusan Internationaal. Membaca dalam verslaganya Gupermen Mesir tahun 1932, dikirim kepada Rapat Dunia (Volkerenbond), maka dalam tahun 1928 setiap bulan telah masuk ke tanah Tiongkok pelaukhnan Syanghai, Tienstien dan Dairin sejumliah 5 ton heroin: berarti saban tahun 60 ribu Kg. Kalau 1 Kg. dalam perdagangan gelap ada harga f 700.—jadinya saban tahun telah dijalankan sejumliah 1050 milliun rupiah. 600 Kg. berarti 12.000 milliun buat sekali pakai. Sek-raug juga kita mengarti ada berapa besar keuntungan dari sebab perdagangan ini racun, serta pun bagimana hebat-nya dalam mana-mana tempat. Baik tentang banyaknya tanaman madat, atau pun tempat pembikinannya, baik penjulan monopolie, perdagangan gelap, perlulah dengan segala tenaga dan usaha bersama-bersama dikurangi dan dibas-mikan.

Doorgangshuis Tonjung West.

Doorgangshuis Tonjung West.

Maka pokhun ciandu itu ditanam orang di Hindia Inggeris, Persie, Tiongkok, Turky dan Bulgary. Lantas itu ciandu disediakan dalam beberapa negeri, diadakan dalam sembuni atau sahnya Gupermen atau dengan memegang monopolie; kemudian ada juga negeri-negeri yang guna negeriny sendiri cuma sedikit saja memakainya, tetapi ia kirimkan kelebihannya (surplus) kelain-kelain negeri yang banyak memakai ciandu. Begitu juga dengan hal morfin, cocaine dan heroine. Melihat hal yang demikian itu maka dirasa itu sekali pergerakan anti opium misti dapat kuat dari kepotusannya Internationaal. Maski pun tiap-tiap negeri berdaya sepaya guna memperbaiki dia punya keadaan sendiri, tetapi bekerja dalam bersama-bersama (samenwerking) lebih perlu dan berfaedah. Syukurlah yang kita telah mende- ngar beberapa perjanjian-perjanjian yang baik di antara pemimpin-pemimpin yang sesungguhnya supaya juga segala rahayat masing-masing perlu membantu dan tolong-menolong menghilangkan itu bencana atau ciilaka dari ini dunia. Bukankah tempo du- lu-lu didunya ini ada juga Slaverniy perhambaan (budak belian), tetapi kemudian harinya itu bangsa-bangsa sama-sama berge- rak dan berinsaf sehingga pemerintahnya terpaksa berikh- tiar supaya dia orang terlepas dan bebas dari keadaan yang hina. Demikian juga halnya pada jaman sekarang inil, kapan kita tilik ada rupa-rupa sual yang baru seperti tindakannya kaeom buruh (arbeidersklas) pertolongan bagi orang yang kelantar. (werkloozen) enz. biar pasal pepe- rangan (oorlog) atau pasal madat. (opium). Semuanya sual ini mustahil dapat disempurnakan atau dipotus oleh satu negeri saja. Adakah kita orang masih juga percaya sama pergerakan perserikatan segala bangsa? Banyak orang sudah berkata bahwa andeelnya (percayanya) telah hilang dan ia kata: “Itu hal cuma omongan kosong saja!” Itulah yjadi komedi dari Internationaal dengan politik yang tinggi di mana penduduk tiada mengerti, pun juga tiada menggunakan kaeom buruh“. Dengan tu- lus hati saya berkata bahwa ini persangkaan atau dugaan tidak selamanya adil, maka kita jangan lupa yang ini men- jadi zatu percobaan yang pertama di dunia, dan biarlah perserikatan negeri-negeri itu kita bandingkan dengan satu ba- dan manusia, yang mana rohnya musti datang dari bangsa dan rahayat masing-masing; jika kita punya perhatian (sympa- thie) makin lama makin bertambah, maka dalam pergera- kan perserikatan bangsa juga tentu sekali bertambah kuat. Guena apakah kapan seperti di Bulgary itu tiga paberik madat yang ditutup, akan tetapi dalarnya terda- pat empat buah paberik yang sembuni. Tetapi ada berbe- da jauh kalau di antara kaum pemuda-pemuda dimana-dimana tempat jadi “anti”, merasa juga kerugiannya dan kehinnaannya, tentu saja dengan tenaga bersama-bersama itu perkara dengan tidak begitus susah diberentikan. Kalau badan ada baik, haruslah juga roh atau semangat bergeombira.

Adapun hikayat pergerakan anti madat dalam kalangan Volkerenbond belum begitu lama, barusan pada kira-kira tahun 1906 ada beberapa buah negeri merasa musti tolong pada Tiongkok, sebab negeri ini tidak sampai kuat membasmi madat dari luar negerinya dengan tenaga sendiri. Maka banyaknya madat, cocaine, heroine dan morfin dalam ketika itu ditaksir saban tahun ada 20 ton. Dari itu telah diutus dan di voorstel oleh Zending-Zending dan rupa-rupa perkumpulan supaya Amerika Selatan mulai bergerak akan mengadakan satu conferentie dengan wakil-wakil dari negeri-negeri yang campur tangan dengan barang itam itu. Dalam tahun 1909 telah berkumpul di Syanghai beberapa utusan-utusan dari Tiongkok, Jerman, Perancis, Inggeris, Italië, Jepang, Belanda, Oostenriyk, Hungary, Peru, Portugal, Rusland, Siam dan Amerika. Maski pun itu conferentie belom dapat satu putusan yang sah, dia orang telah menyediakan perjanjian dalam conferentie internationaal di Den Haag pada tahun 1912. Tentang isinya ialah supaya semua negeri-negeri yang ikut tanda tangani itu kumpulan, berjanji akan mengadakan aturan baru supaya: pertama tentang paberik-paberik; kedua: penjulalan dan ke-tiga: memakaininya (makan madat), morfin dan cocaine akan dita-han, keculi guna maksud obat dipakai dokter saja serta diaorang berjanji akan bekerja bersama-bersama terha-dap pada tujuan itu.

Doorgangshuis Tonjung West.

Doorgangshuis Tonjung West.

Sehabisna perang besar maka dalam tahun 1920 baru ada 20 buah negeri yang setuju pada itu perjanjian. Kemudian pada tahun 1924 dan 1925 diadakan conferen-tie lagi, lalu th. 1930 di Genève dan tahun 1931 di Bang-kok. Dalam antara itu waktu-waktu ada juga komisi dari Volkerenbond yang kunjungi tanah Asie, maka di sana (Asia) ketaksir paling sedikit ada: 2 milliun pemadatan; (Tiongkok belum terhitung).

Tentang itu komisi, dengan pimpinannya tuan Ek-strand, telah kasikan rapport lang bagus serta satu advies yang terang sekali. Biarlah saya sebutkan sedikit dari nasihatnya itu, yaitu: diharap supaya harga dari candu yang dijul oleh Gupermen-Gupermen diturunkan supaya perdaga-ngan candu gelap jangan terlalu makan banyak untung; kedua: nama-nama dari semua pemadat perlu dicatet dengan terang, dan lama-lama harus dikorangi banyaknya candu yang boleh dibelinya; juga jangan dijul kepada orang yang di bawah umur 25 tahun. Ketiga: harus di-jaga betul supaya pemadatan harus mengisap madat da-lam hunkeng kepunyaan Gupermen saja, artinya ditem-pat yang openbaar; jangan dibiarkan diaorang isap di-hunkeng gelap, serta kapan datang hendak membeli candu lagi, harus jicengnya dari yang diisapnya itu dibawa-nya ke tempat penjulalan candu, kalau bukannya begi-tu ia tidak diizinkan buat membeli lagi. Keempat menca-ri daya upaya akan menolong orang yang sudah ketagihan madat, seperti dengan memperbaiki atau mendirikan rumah-rumah sakit (anti Opiumpav.); apalagi seperti keuntungan atau penghasilan dari Pemerintah, yang saban tahun ada kira-kira 150 milliun rupiah, janganlah uang itu dicam-purkan masuk dengan begrooting biasa, tetapi sebaiknya-lah digunaikan buat membasmikan madat, urusan rumah sakit dan menjaga kesehatan bagi anak negeri.

Syukurlah bahwa dalam minggu ini, (9 Yuli ‘33), yang 35 buah negeri tersebut tadi, telah sepakat akan menca-hari daya upaya terhadap itu tujuan yang membawa keselamatan bagi rahayatnya. Maka kita penduduk Indonesia ini juga jangan ketinggalan akan menaruh sym-pathie akan itu tujuan pembasmian madat; memang sama juga halnya dengan seorang anak kecil. Mulanya ten- tu ia tidak bisa berjalan, akan tetapi kapan anak itu di-rawati dengan baik dan dapat makan yang baik, maka kita jangan kuatir bahwa lama-lama ia akan bisa berjalan seorang dirinya.

Adapun pergerakan anti opium di dunia dari pihak particulier masih belon begitu banyak. Di Tiongkok pada ta-hun 1926 diperdrikan kumpulan membasmi madat bernama: Nat. Anti Opium Association of Khina, yang mulai berpengaruh besar bagi publiek di sana, juga dia orang bersambung dengan beberapa cabang seperti di Singapura yang suka kerja bersama-sama dengan organisatie-organisatie yang lain dengan maatskhappeliyk yang suka melakukan buah pikiran almarhum Dr. Sun Yat Sen, yang sudah berkata bahwa tiap-tiap negeri yang maeo berjalan dalam kemajuan, haruslah menjauhkan dirinya dari pada bahaya candu, dan berperang sama barang itu dengan tidak berentinya.

Lantas di dalam beberapa negeri ada juga pergerakan dari Internationale Orde van Gude Tempelieren, yang nau membasmi alcohol, tetapi juga dalam programmanya ter-tulis pembasmin candu. Tambahan lagi ada juga pergerakan anti opium dari pihak agama Kristen Protestant dan Roomskh Katholieke Missie, yang bekerja internationaal artinya dalam beberapa buah negeri; maka di Indonesia istimewa Protestantskhe Zending yang suka bekerja melawan itu kebiasaan dengan menyarkan propaganda, baik dengan memberikan pertolongan di rumah sakit-sakit atau pun mengadakan Doorgangshuis dan kolonisatie. Maka dari pihak agama-Protestant-Inggeris mashab Quaker, ada satu comite internationaal, istimewa Dr. Andrews dan Alexander, yang telah mengarang rupas buku tentang keadaannya di Hindia Inggeris dengan maksud supaya bangsanya mendusin dari tidurnya dan berinsaf (The Opium Evil in India by Andrews, Narcotics in India by Alexander).

Doorgangshuis Tonjung West (elftal).

Doorgangshuis Tonjung West

(elftal).

Begitu pun di negeri kita oleh Dr. Tan Cong Yu sudah diterbitkan satu karangan yang beralamat: “Het Internat. Opium Probleem”. Maka barang siapa dari antara kita yang kepingin tahu lebih lanjut haruslah masing-masing memeriksa dalam buku, ialah yang dikeluarkan oleh IOGT beralamat: Indië en het Opium“; dan lagi satu buku yang dikeluarkan Anti Opiumvereeniging Batavia dengan alamat: ”Fata Morgana“.

Pengabisan marilah kita orang berpikir, bahwa sual ini memang hebat sekali, tidak gampang dibereskan. Jangan perkara-perkara yang sudah-sudah oleh kita diulang-ulangkan. Apa-tah gunanya kalau kita mengingatkan satu sama lain sama Perang Madat di Tiongkok atau kejadian sual itu di-dunia atau di dalam negeri sendiri. Lebih utama kita orang ambil putusan dan berkata: “The past cannot be khanged, but can be left”. Artinya: perkara yang sudah tidak bisa dirobah lagi, sebab “nasi sudah jadi bubur”, tetapi tentang perkara yang akan datang, biar dengan tenaga bersama-bersama dicari jalan baru, dengan perniatan Pemerintah-Pemerintah, apa lagi dengan tujuan rahayat-rahayat semua. Kalau begitu kesengsaraan manusia lantaran racun itu bisa sampai tidak ada lagi. Nanti maksud kita akan genap, maka puasa mendapat lebarannya. Biar kita mencari kemajuan negeri, lahir dan bathin, dengan tidak yupakan sual opium itu. Dalan: patsal II biar dirundingkan, bagaimana pergerakan dan pertolongan sama pemadatan di negeri ini serta buah-buahnya.

KHOUW KIM AN

Batavia-Centrum

Mayoar der Khineezers

BATAVIA, 30 MAART 1933

Aan den Secretaris van de Anti Oplum Vereeniging te Batavia-C.

Zeer Geachte Heer,

Met veel genoegen en vol aandacht heb ik Uw boekje “Fata Morgana en andere verhalen in verband met het opiumvraagstuk in Indië” gelezen.

Spontaan zou ik dit boekje zoowel aan volwassenen als aan leerlingen der middelbare scholen ter lezing willen aanbevelen, daar uit de verhalen ten duidelijkste blijkt hoe het verderfelijk opiumkwaad, hetwelk de Chineesche bevolking ten zeerste ondermijnt, nooit voldoende en strong genoeg kon worden bestreden.

Dat het boekje, vooral door onze jeugd, de toekomst onzer Maatschappij, veel gelezen moge worden, opdat het doel van de A.O.V. in Indië zoo spoedig mogelijk verwezenlijk moge worden is mijn innige hoop en wensch.

Hoogakhtend,

KHOUW KIM AN.


II. Pergerakan Anti Opium di Indonesia

Dengan suatu perasaan hati yang mengandung sedikit berat, maka kita bermaksud akan melanjutkan pembicaraan tentang fatsal Anti Opium di-Indonesia ini. Akan tetapi kami sudah mengerti tentang hal ini bahwa adalah sedikit sukar mau dirundingkan. Bisa jadi, kita cuma dapat menerangkan separuh saja, tetapi jika demikian tentu tuan-tuan dan nyonya-nyonya tidak mendapat keterangan yang secukupnya.

Hikayat tentang opium, ialah satu hikayat atau ceritera kesengsaraan yang sampai sekarang ini belum dapat keputusannya. Sebagaimana dalam karangan yang pertama saya telah memberi keterangan bahwa madat bukannya dari dulu-dulu telah dipakai begitu banyak sama seperti keadaan zaman sekarang, maka demikian juga halnya di-Indonesia ini. Tentang ini perkara kita bolêh kasi unjuk bukti lantaran nama “opium”.

Menurut pikiran oleh beberapa orang ahli (terpelajar), maka tentang perkataan opium telah berasal dari bahasa Grieka, yaïtu “opos” = artinya getah tumbuhan. Juga perkataan “afiun” (bahasa Arab) dan—ya-pien“ (bahasa Tionghoa), semua katanya sudah berasal dari bahasa Grieka. Tetapi ada juga kita dapat keterangan yang lain dari tuan Dr. Kocks (seorang guru besar pada Hooge Med. Skh. di-Batavia), yang mana beliau itu sudah me-ngarang satu artikel dari hal asalnya perkataan opium itu, diterangkannya begini: Tentang asal perkataan opium, ya'ni dari bahasa Hindu, disebut “apheena” = artinya buih ular.

Doorgangshuis (main bola).

Doorgangshuis (main bola).

Maka menurut ceritera beliau itu, bahwa opium dalam tempo dulu kala, cuma dipakai oleh dukun-dukun dan peng-hulo-hulo di-Asia. Inilah jadi satu obat rahasia atau suatu jalan buat mengadakan persekutuan atau perhu-bungan dengan déwa-wa atau jin. Seperti dalam “kumis kucing” (sebangsa tumbuhan yang kembangnya menyerupai kumis kucing) bukannya ada terdapat kumis dari kucing, sedemikian juga halnya dengan “buih ular” bukan disebabkan ada mengandung buih dari mulutnya ular. Tetapi ketika obat atau candu itu dibakar oléh dukun, malah ia melihat seperti seékor ular dan déwa, serta persangkaannya bahwa dari sebab ini penglihatan sama juga dengan ia melihat sebagian dari dunia yang tidak kelihatan. Perkataan candu sebetulnya berasal dari bahasa Hindu, artinya “satu bagian”. Bisa jadi sebagian dari pada Allah.

Dengan rupa-rupa keterangan yang di atas ini, kita boléh juga menerima bahwa candu atau madat, bukannya dari dulu-dulu telah dipakai sebagaimana kebiasaan sekarang. Jika kita memperhatikan segala tulisan-tulisan atau nats-nats yang ter-lukis pada cangklong (pipa madat) yang bagus atau pun tulisan-tulisan yang ada pada lampu kuningan, atau perkataan-perkataan yang ada terhias dalam beberapa hun-keng, lantas kita juga mengerti bahwa dulenya opium itu jadi suatu perkara yang campur dengan agama manusia serta hideop. Ringkasna bukan digunakan untuk obat lahir saja, buat hilangkan penyakit tubuh atau dipakai isang-isang saja, tetapi ada berarti lebih tinggi.

Nama opium sering diganti dalam bahasa Tionghoa dengan “fu shou kauw” artinya perjalan an guna mendapat keselamatan dan umur panjang.

Maka kira-kira pada abad yang ke-VII sesudahnya Kristus, itu opium dibawa masuk ke negeri Tiongkok oleh orang Arab. Rupanya pada ketika pemerintahan Mansyu yaitu dari tahun 1700—1900, menyadikan opium lebih lumrah (un.um) di negeri Tiongkok. Dalam tahun 1839 Lin Tze Khü utusan dari keiser Tiongkok telah melawan akan import opium dari luar (Hindia Inggeris) buat dibawa masuk ke-Tiongkok, akan tetapi itu perang madat tidak bisa meniadakan opium dari jajanan itu.

Begitu pun juga halnya dengan Indonesia ini. Dari bermula orang Portugis dan orang Belanda masuk di sini (abad ke-XVI—XVII), madat sudah ada di sini; dan jug- ga dilarang dijualkan oleh O.I.C. (Oost Indiskhe Compagnie), tetapi perintah atau aturan ini nyata kosong adanya. Itu perkara yang mana orang Belanda katakan “vuile sluykhandel” tidak dapat dilawan. Dari sebab itu ada seperti mulanya. O.I.C. memegang seperti satu monopolie, artinya dia saja yang berkuasa buat simpan itu madat dalam gudangnya dan menjuar itu untuk keperluan negeri di sini.

Sesudahnya rubuh pemerintahan O.I.C., kemudian diadakan satu regeeringscommissie yang bermaksud mengurangkan pemakaian madat atau penghabisan mencari jalan buat menghapuscan itu kebiasaan. Demikian pun gubernur-jinderal Daendels sudah mencahari daya upaya dan beberapa ordonnantie, tetapi kesudahannya menjadi sebaliknya dari maksudnya. Maka dalam karangannya tuan Besar Raffles (gubernur-jinderal bangsa Inggeris) mengakoë dalam hikayatnya tentang Pulau Jawa ini, bahwa inil opium telah lama berakar di sini dan merugikan adat istiadat bangsanya, serta melemahkan sifatnya. Dalam bukuna itu ia juga berkata: “Kalau gupermen Europa mempertambahkan pendapatannya atau hasilnya lantaran barang itu, maka kesudahannya tiada ada pengharapan guna kamajuar negeri.

Doorgangshuis (Kebon).

Doorgangshuis (Kebon).

Rupanya tuan Raffles sendiri pun tiada dapat menghalangi perdagangan madat, apalagi oleh gupermen Belanda dalam abad ke-XIX, diadakan rupa-rupa aturan dan dirobah-kan juga rupa-rupa perintah untuk memperbaiki perkara ini. Pengabisannya sudah berbukti bahwa itu pakhtstelsel sa-tu kehinaan yang sangat menyusahkan bestuurambtenaren biar pun ra'yat-yat di-Indonesia ini. Maka barang siapa ingin tahu lebih joaeoh bagimana hikayatnya tentang pakhtstelsel itu, periksalah dalam satu roman bahasa Belanda yang ter-bit pada tahun 1888 yang terkarang oleh Paereler dari hal “Babu Delima”.

Dan juga “Het opiumvraagstuk in Indië” terkarang oléh Zegers, tahun 1889. Nyata pada ketika itu segala apa yang diatur tentang hal ini tiada sampai kepada maksudnya, hanya sebaliknya makin bertambah-bertambah pemakeannya.

Dari sebab itu pada tahun 1893 mulai didirikan opium regie, untuk menyediakan opium dalam paberik Gouvernement dengan nyata-nyata, serta mengisikannya dalam timah, dan juga penjulannya bukan dalam tangan pakhter lagi, segala pekerjaaan ini ditanggung oleh Gouvernement sendiri, supaya bisa dikerjakan dengan nyata-nyata dan semua perkara di bawah controlenya.

Maka oleh usaha dari opium regie itu, berharap-berharap supaya semua celaan bisa dihilangkan. Yang diartikan cela itu, lalalah perdagangan gelap dan yang dikerjakan oleh pakh-ter-ter yang begitu berkuasa dan pengaruh pakhter-pakhter dalam beberapa provincie di tanah Jawa ini, dan juga yang cuma memajukan pengisapan madat. Begitu pun lantaran opium monopolie diharap-diharap supaya semua cela di-diadakan, serta ditentuukan pada beberapa tempat di mana opium dilarang isap (verboden kring). Kemudian diada-kan licentiestelsel supaya ketahuan berapa jumlahnya orang yang mengisap madat serta berapa banyak ia isap; tambah lagi pada beberapa tempat diadakan opiumrekherkhe dengan maksud supaya perdagangan gelap dialahkan. Maka dalam beberapa tahun yang terkemudian ini opium monopolie mencarl perhubhungan dengan beberapa kerajaan lain (Volkerenbond) buat mencarl peraturan yang sama jalannya untuk membasi madat.

Pada tahun 1915 masih ada penghasilan netto 25 mil-lun, pada tahun 1920 41 millun, tahun 1930 ada 27 millun, tahun 1931 ada 19 millun dan dalam tahun 1932 lebih berkurang lagi; demikian pun penghasilannya tahun 1933 ini berangkali semakin banyak kurang dari pada tahun yang sudah-sudah.

Menurut statistiek officieel sejumlah 81.000 orang bangsa Tionghoa dan 87.000 orang Indonesia yang memakal opium. Oleh bangsa Tionghoa rata-rata telah dipakai masing-masing 1200 mata dalam setahun, artinya sama dengan harga f 360,—; dan bangsa Indonesia 355 mata yang harganya f 106,50,—. Dalam pulau Jawa dan Madura ada kira-kira 76.000 orang yang ketahuan mengisap madat, jadi kita boleh katakan antara 500 orang ada satu yang isap madat. Jumlah tempat penjualan madat 1050 buah, dan tempat isap yang dibuka sendiri oleh Gouvernement ada 45 rumah. Tempat yang terbanyak pengisapan candu yaitu di Kediri, Madiun, Semarang, Surabaya, Kedu, Rembang dan Betawi. Tambahan pula kita jangan lupa bahwa masih ada segenung madat yang diisap oleh ribuan orang yang tiada dikenal namanya.

Pergerakan-Propaganda.

Pergerakan-Propaganda.

Dari pihak bangsa Tionghoa dan Indonesia, maka tentang soal opium seringkah dirundingkan: baik dalam surat-surat kabar atau pun dalam openbaar. Maka sering diambil putusan supaya paberik madat di Salemba-Batavia Centrum dituup, begitu pun penjulan madat dari Gouvernement diberhentikan: artinya supaya di sini ada larangan (prohibition) sebagaimana sual alcohol juga dulu telah diaotur di-Amerika. Memang ini perjalanan baik adanya, asalkan ra'yat masing-masing suka bantu membantu, serta kita mengehendak hideop dalam dunia yang semporna. Tentang hal ini bukannya keliru, cuma perlu jalannya dise- diakan supaya akhiurnya bisa jadi matang. Baik dalam surat-surat kabar, baik dalam pengajaran di sekolah (opvuding en onderwiys) dapat melengkapkan putusan ini. Akan tetapi jika tiada matang itu putusan, tentu saja akan mem- beri keciwa pada negeri kita sendiri, dan sudahnya sama dengan pergerakan anti-alcohol di-Amerika.

Pada abad yang ke-XIX dalam kalangan orang Belanda pun sering ada juga beberapa orang dan beberapa socara yang mau berinsaf bangsanya tentang hal sual menjul candu, seperti pada tahun 1873 sudah ada beberapa artikel stemmen voor waarheid en vrede dari tuan Yansz yang beralamat: “Een Noodkreet aangegeven”, begitu juga domeni Baron van Huvell, lebih-lebih lagi dalam tahun 1809 telah dikeluarkan satu surat kabar yang beralamat: “Opiumvluk”.

Pada tahun 1913 telah diadakan anti-opiumhospitaal-ver- eeniging, yang diurus oleh antara beberapa orang Tiong- hoa dan Belanda, yang mana kira-kira empat lima tahun ke- mudian mendirikan juga sebuah rumah sakit guna menyembuhkan orang pemadat. Perkumpulan ini mengirim juga beberapa surat permintaan kepada Pemerintah di sini supaya pembasmin madat dijalankan lebih keras. Nama dari AOHV pada tahun 1926 dirubah jadi AOV. (Anti Opiumvereeniging). Ini perkumpulan bekerja dalam em- pat tahun ini dengan locas dan selamat serta dapat banyak kemajuannya.

Demikian pun sejak berdirinya IOGT yaitu tahun 1907; ada beberapa socara dari kumpulan yang kesohor itu buat menerangkan bahaya madat di-Indonesia ini serta be- berapa daya upaya guna menolong pemadatan. Dari pihak partikulier pada tahun 1926 diadakan pula di Bandung NIAOV (Ned. Ind. Anti Opium Vereeniging) yang mak- sudnya membantu pengrawatan bagi pemadatan di rumah sakit di Bandung, dengan gedelegeerdenya, tuan Ong Su An.

Jikalau kita pikirkan upama pergerakan anti-opium dari pihak particulier di-Indonesia ini, maka dapatlah kita bagi- kan hal itu dalam empat bahagian.

  1. Pekerjaan rumah sakit.
  2. Merawati orang bekas pemadat sesudahnya lepas dari rumah sakit.
  3. Propaganda; artinya memberi ingat sama orang pemuda menjaga riwayat negeri, mengadakan pertolongan positief dengan gezondheidsbrigade atau pun Wiykverpleging.
  4. Mencari perhubungan dengan organisatie-organisatie Internat. yang bermaksud akan membasmi madat dari dalam negerinya, seperti perhimpunan isteri yang mencari kemerdiakaan dan damai; perkumpulan internattionaal dari kalangan zending, Volkerenbond dan kumpulan Anti Opium di-Tiongkok. Maka keempat perkara ini baiklah oleh kita ditilik dan diterangkan lebih jauh satu persatu.
Pohon Candu.

Pohon Candu.

a Meskipun dari dulu-dulu juga ada beberapa orang bisa lepas dari kebiasaan nyra memakai candu itu. rupanya pada 5 tahun yang terkemudian ini telah dicari oleh dokter-dokter rupa-rupa methode baru dan pendapatan baru untuk menolong orang lepas dari ketagihan madat. Dalam buku “The Opiur. Problem”, disebutkan rupa-rupa percobaan dari dokter-dokter Amerika dan Inggeris, apa lagi dalam buku “The Morfin Habit” dari Dr. Scott ditunjukkan juga jalan yang baru guna orang yang memakai morfin, supaya dapat lepas dari rantainya.

Begitu pun di-Indonesia ini telah diterbitkan beberapa artikel dalam “Geneeskundig Tiydskhrift”, di mana dokter-dokter sudah menguraikan pendapatannya seperti Dr. Oudendaal di-Bandung, Dr. Ongkiehong di-Semarang, Dr. Kwa Coan Siu di-Batavia, Dr. de Mol van Otterloo, Dr. Linn di-Bandung dan Dr. Wedel di-Solo. Seperti dalam tahun 1933 telah terbit karangannya Dr. de Mol v. Otterloo yaite Prufskhrift yang beralamat: “De Opiumskhuiver in het Hospitaal”. Dengan ini tulisan Dr. de Mol mendapat titel atau gelaran doktor

Sudah nyata kepada kita bahwa dokter-dokter sudah berusaha dan memeriksa dengan teliti bagaimana orang yang pake itu opium atau morfin bisa dilepaskan dari ketagihannya secara jalan yang paling enteng dan baik adanya. Sunggul pun kita di sini tiada perlu merundingkan sual mediskh, tetapi tiada salah jika kita tuturkan bahwa adalah tiga macam methode yang berguna sekali bagi patient-patient itu. le Methode yang pelahan; artinya supaya opium yang banyaknya biasa dipakai oleh patient-patient dalam sesehari, makin lama makin dikerurangi; sehingga kesudahannya ia dapat vriy atau lepas dari opium.

2e. Methode sneephien; artinya dengan diberi obat tidur sampai 7 atau 10 hari lamanya. Dalam tempo itu juga ia selalu diobati supaya lepas dari penyakit yang lain-lain.

3 Ada lagi semacam methode yang biasa disebut orang di sini “tempel koyo”, inilah menurut secara seorang dokter dar: Mesir bernama Modinos, yang bermaksud supaya dengan jalan ini patient-patient menyadikan tidak suka atau merasa bosan pada barang (candu) itu. Itu rupanya bisa dengan air koyo itu atau pun dengan darah manusia sendiri. Terutama maksud dokter-dokter bukan supaya memberi bosar saja, tetapi supaya kemauannya lebih keras. Dari sebab itu masing-masing methode bergantung pada pengaruh dokteri kepadanya.

Maka saya mendengar juga bahwa di-Surabaya ada seorang dokter Tionghoa, yang tidak usah pakai obat dapat menolong orang dari ketagihan madat. Tetapi mengobati patient-patient itu Meskipun kelihatannya tiada berapa susah. sebenarnya bukan pekerjaan yang ringan. Hal ini nyata sesudahnya diaorang lepas dari madat, kemudian diaporang mendapat rupa-rupa kesusahan; seperti pusing kepala, badan meluang, tempo-tempo juga timbul lagi penyakitnya yang sudah,2, yang dulu tiada begitu dirasai dari sebab ia memakai madat.

Dari sebab itu tiada baik jika orang terlalu lekas meninggalkan rumah sakit atau ia kira bisa ditolong diluear rumah sakit dengan cuma memakai obat temulawak atau macam-macam anti-opiumthee atau pun dengan rupa-rupa pil dari negeri-negeri lain. Sering yang paling beruna sekali, sebalikna orang sia2kan. Sesungguhnya tiap-tiap orang yang sudah lepas dari rumah sakit yang hanya kira-kira dua minggu saja lamanya diobati, maka perlulah dalam beberapa tahun lagi lamanya ia di bawah controle dokter, supaya ia ditolong dalam kesusahannya, mau pun ia punya keséhatan dikembalikan lagi seperti semula. Di bawah ini saya tuliskan nama beberapa rumah-rumah sakit yang memberi pertolongan kepada pemadatan: Bandung, Purwakarta, Cikini di-Batavia, Yang Seng Ie, C.B.Z. Batavia, Malang, Klaten, Solo, Kebumen, Purworejo, Purwodadi, Mojowarno, Mojoker-to, Purbolinggo, Wonosobo, C.B.Z. di-Semarang dan Surabaya, Polikt. Tionghoa di-Pekalongan dan Semarang serta Ziekenzorg di-Solo.

Wijkverpleging Senen.

Wijkverpleging Senen.

b. Jikalau orang sudah ditolong di rumah sakit, sering kita mendengar bermacam-bermacam pengakuan mengatakan yang ia sudah kuat, tidak perlu ditolong lagi; malah-malah ia bersumpah bahwa seumur hidupnya ia tiada suka lagi mengisap candu. Tetapi nyata sekali bahwa 60% dari omongan yang demikian itu kosong adanya; dari sebab barusan saja 5 atau 6 bulan sesudahnya ia pulang dari rumah sakit, maka ia tidak bisa tahan lagi ketagihannya. Umpama seperti di negeri Belanda ada perkara yang sama dengan itu dalam sual arak: orang yang sudah lepas dari alcohol bisa diterima baik dan diurus dalam suatu Doorgangshuis atau Kolonisatie, supaya lantaran pertolongan werktherapie dapat dipulangkkan pada siahwee dengan tiada kekurangan suatu apa.

Menurut model itu, di negeri Belanda di-Hoogeland Beekbergen, sejak tahun 1930 maka AOV juge mengadakan Doorgangshuis yang bermaksud merawati orang pemadat sesudahnya lepas dari rumah sakit.

Kebanyakan dari antara pemadat di sini sering putus pengharapan buat cari tempat tinggal yang tentu, serta sering tiada ada familie lagi di-Indonesia ini, yang suka bantu sama dia; dari sebab itu bagi dia orang yang demikian halnya ada beruntung juge dari sebab A.O.V. mempunyai satu gedong besar di-Tanjung West dengan 11 bau tanah. Siapa-Siapa yang datang ke sana mendapat rawatan dengan baik, juge diberi pekerjaaan, baik di luar rumah atau pun di dalam rumah. Dulu rumah semacam ini telah dibooka di-Mr. Cornelis, tetapi sejak bulan Yanuari 1933 sudah dipindahkan pada landgud Tanjung West yang tiada berapa jauh dari Pasar Minggu. (± 10 k.m. dari Betawi).

Dalam bulan September 1933 maka bestuur-bestuur dari AOV sudah diadakan upacara pembukaan rumah tersebut, serta diberi lihat dan ditunjukkan kepada pembesar-pembesar dan publiek bagaimana pembantu-pembantu dari! AOV sudah berikhtiar, apalagi bagaimana orang bekas pemadat sendiri suka bekerja dengan bérés adanya.

Dalam buku biybel, ada satu cerita tentang sebuah rumah yang dipunyai sétan sendiri. Sesudahnya sétan yang punya rumah dikeluarkan, atau diusir dari dalamanya, kemudian rumah itu dihiiasi bagus sekali. Tetapi héran Meskipun dari luar kelihatan bagus, maka di dalamnya kcsong adanya; dari sebab itu diceritakan bahwa setan yang punya rumah dulu datang kembali serta membawa enam temannya yang lebih jahat lagi. Lantas masuk dalam tempatnya yang dulu itu. Dari sebab itu akhirnya ada lebih jahat dari dulunna sekali. Bukankah begitu penggoda-nya buat seorang yang mau lepas dari madat atau alcohol, dimana-dimana penggoda-nya tada kurang? Biar dalam perkara alcohol, molér (pelacuran), main judi, morfin, madat dan lain-lain sebagainya; semua itu bermaksud mau mengalahkan dia. Syukurlah jikalau rohnya mempunyai kekuatan serta dapat mengalahkan dia!

Bukan lahirnya saja tetapi batinnya pun harusiah digerakkan. Biar diadakan oud-patientenvereeniging, tambahan lagi perlu ada perhubungan (lantaran huisbezuk) antara propagandist-propagandist anti-opium dengan diaorang yang sudah lepas dari madat, supaya keadaannya sociaal maatskhappeliyk di-perhatikan, sebisa-bisanya diperbaiki: apa lagi dalam hal igamanya supaya Tuhan Allah melindungkan diaorang dari bahaya dunia.

Berhubung dengan perkara ini maka amat besar gunanyia kalau dikampung-dikampung ada pertolongan dokter-dokter dan obat dengan cukup. Oleh A.O.V. sudah diperdirikan satu Wijkverpleging di-Pasar Senen Batavia, lantaran itu negatifnya: diberikan pertolongan mediskh sociaal, bermaksud juga menasihatkan orang supaya jangan madat dipakai serupa obat! Apalagi positiefnya buat memberikan pertolongan dengan obat dan menolong orang yang mau bersalin.

Sekarang sudahlah setahun lamanya bekerja Zr. C. A. Feldsieper serta tiga orang menterinya di bawah adviesnya Dr. R. Tumbelaka. Dalam rumah ini diadakan juga ruangan pertemuan yang dipimpin oleh tuan Kwée A Su Sampai begito pun tentang hal nazorg, yang dibicarakan juga dalam buku Indie en het Opium (I.O.G.T.). c. Propaganda. Tentang pergerakan anti-opium dari pihak particulier di-Indonesia ini, sudah nyata lantaran propagandanya dari kumpulan IOGT dan AOV. Biar pun dengan penyiaran gambar-gambar yang memberi takut, baik pun memberi nasihat dan memberi ingat kepada manusia tentang bahaya madat; baik lantaran anti-opiumweek atau pun lantaran dia punya stand di pasar Gambir di sini dan di lain tempat.

Kadang-Kadang juga diadakan lezing-lezing serta mengeluarkan rupa-rupa buku-buku dan surat kabar. Seperti dalam buku kecil yang beralamatt “Fata Morgana”, bagi orang pemuda-pemuda diberikan nasihat buat jadi murid dari Dienst der Volkgezondheid, Afd. Mediskhe Propaganda, seperti yang terdiri di-Kon. plein yang sudah begitu terkenal: supaya lantaran pertolongan gambar-gambar dan film-film publiek mendapat nasihat yang cukup tentang hal keséhatan dan mengobati. d. Pergerakan anti-opium di-Indonesia, tiada begitu majoë kelau dibiarcan saja oleh organisatie-organisatie yang tinggal ke-liling di sini. Sebetulnya perkumpulan-perkumpulan yang lain tidak dapat bekerja speciaal guna melawan madat, tetapi pertolongannya bisa mendatangkan faéda yang besar. Umpamanya mengadakan satu perintah bahwa tidak boléh diterima menyadi lid orang yang masih memakai madat, dan tiap-tiap kumpulan sekali-sekali mengadakan propaganda buat memberi ingat kepada anggota-anggotanya dan membuktikannya bahwa kita harus jemu terhadap barang itu.

Kemudian dicari pergerakan dan perhubungan dengan lain-lain organisatie, seperti IOGT dan AOV sudah mencari perhubungan dengan organisatie internationaal; upama dengan I.W.L.F.F.P. dan kalangan zending I.M.C., Volke- renbond dan Nat. Anti Opium Association of Khina di-Syanghai.

Tentang pergerakan anti-opium di-Indonesia ini belum begitu lama dibangunkan. Rupanya dapat juga sympathie dari sana sini, tetapi sebaliknya juga tiada kurang-nya mendapat celaan dan kurang dibantu oleh publiek. Masih terlalu banyak orang yang ambil putusan pendék dan gampang saja; kalau paberik madat Salemba akan ditoctup, lantas kebiasaan makan madat bisa musnah; kalau begitu sual ini dengan mudah sekali diputuskan: orang yang berkata demikian nyata sekali bahwa ia tiada tahu dan mengerti bagaimana pengaruh madat dan morfin diyunia apalagi di-Indonesia ini.

Mudah2han sekalian ra'yat dan Pemerintah berinsaf, supaya kebiasaan ini dengan secepat2nya bukan dikeroangkan saja, tetapi juga ditiadakan, supaya di buktikan peri bahasa orang Belanda: “Eendrakht maakt makht” Mogalah kiranya Tuhan Allah memberkati kita sehingga maksud ini dapat disampaikan.

Perang yang baik.

Perang yang baik.

Ontmutingshuis en Wijkverpleging. Ons Eerste begin aan Pasar Sayor 18.

Ontmutingshuis en Wijkverpleging.

Ons Eerste begin aan Pasar Sayor 18.


FATAMORGANA

EN

ANDERE VERHALEN.

UITGAVE

VAN DE ANTI-OPIUMVEREENIGING.

SECR. PARAPATAN 1, TE BATAVIA-CENTRUM.

ISINYA:

  1. Fatamorgana.
  2. Over Opium, gebruik en bestriyding.
  3. Een vreemde tegenstelling.
  4. Verhitten.
  5. Wat skholieren van het opium zagen en hoorden.
  6. Wat kan onze jeugd dun.

Met 20 illustraties en 96 pagina's

Prijs slekhts f 0,30 en porto (f 0,04).

Bij 25 ex. f 6,25

“ 50 ex. f 10,—

“ 100 ex. f 17,50

VERKRIJGBAAR BIJ

HET “CENTRAAL LECTUURBUREAU”.

Nieuw Merdika 7, Bandung.

Cikini 53, — Batavia-C.


Met één bijlage.

Aan den Minister van Koloniën.

Geeft eerbiedig te kennen de Nederlandsche Anti-Opiumbond, goedgekeurd bij Koninklijk Besluit van 10 Mei 1890, Nr. 48, gewijzigd bij Koninklijk Besluit van 1 September 1910, Nr. 47; dat adressant met leedwezen tot de ervaring is gekomen, dat de invoering van de opiumregie in Ned. Indië, al zijn daardoor vele misstanden die onder het stelsel der verpachting bestonden weggenomen, tot dusver niet heeft geleid tot een vermindering van het opiumverbruik; dat integendeel onder de werking van deze regie, vooral in de laatste jaren, eene belangrijke toeneming van dat verbruik valt waar te nemen; dat deze uitspraak berust op de in de Koloniale Verslagen openbaar gemaakte cijfers betreffende het debiet van regie-opium op Java en Madoera, waar sinds 1904 de regie in alle gewesten in werking is en wel in de eerste plaats op de cijfers welke voorkomen in kolom 2 van de bij dit adres gevoegde „Samenvatting van de voornaamste cijfers betreffende de opiumregie op Java en Madoera gedurende de jaren 1904—1912”; dat toch, blijkens die cijfers, het debiet van regie-opium in gemeld tijdvak van 735 225 thails in 1904 tot 872 584 thails in 1912 of met meer dan 18 percent en in het driejarig tijdperk 1910—1912 zelfs met niet minder dan bijna 14 percent, dus 4½ percent 's jaars, gestegen is; dat voor de Buitenbezittingen, waar de regie later is ingevoerd dan op Java en Madoera (eerst in 1913 maakte in het gebied waar de opiumpacht het langst gehandhaafd bleef — het Gouvernement van Atjeh en onderhoorigheden — de pacht voor de regie plaats) thans nog niet met even groote beslistheid kan worden gesproken, maar dat de verwachting alleszins gewettigd is dat, indien de regie naar dezelfde beginselen als op Java en Madoera worden gevolgd, beheerd blijft, ook in die Buitenbezittingen dezelfde teleurstellende uitkomsten zullen vallen te constateeren; dat toch noch een betrekkelijk geringe inkrimping van het aantal verkooplaatsen (kolom 4 der bijlage), noch een inkrimping van het aantal kitten met gemiddeld nog niet vier ten honderd 's jaars, (kolom 5), doeltreffende bestrijdingsmiddelen zijn gebreken en dat, wil men van deze middelen eenig gevolg zien, daaraan een geheel andere, veel ruimere toepassing zal moeten worden gegeven;

dat ook noch van de uitbreiding van sommige verboden kringen, noch van het verbod van verkoop aan personen, die niet voorzien zijn van een vergunning (zoals in de gehele residentie Madoera) enige bestrijdende kracht buiten de streken, voor welke de verbodsbepalingen gelden, is uitgegaan, integendeel, niettegenstaande de in sommige dier streken — met name in Madoera — bereikte gunstige resultaten, het verbruik elders, zoons uit de totalelijfers blijkt, in te sterker mate is toegenomen;

dat de statistiek betreffende de opiumregie over 1912 (bijlage AA van het Koloniaal Verslag 1913) het bedroevende feit aan- toont dat in 1912 het opiumverbruik in alle residentien van Java (zonder Madoera) grooter is geweest dan in 1911;

dat in het Koloniaal Verslag 1913 (kolom 144) dit bedroevende feit wel verklaard wordt met een beroep op „den beteren economischen toestand van de bevolking", maar dat deze verklaring den adressant niet tot berusting stemmen kan;

dat toch de werking van het stelsel zoo zou behooren te zijn dat een gestadige afneming van het verbruik werd verzekerde, 66k in jaren van economischen bloei;

dat de mogelijkheid van een zoodanige heilzame werking bewezen wordt door het voorbeeld van Madoera, waar in het economisch gunstige jaar 1912 het totaal debiet van regie-opium met bijna 20 percent afnam;

dat derhalve de wenschelijkheid zich opdringt om, evenals ten aanzien van Madoera met uitnemend gevolg is ondernomen, ook elders te voeren een met kracht en beleid volgehouden opiumbestrijdingspolitiek;

dat deze politiek, naar adressant's meaning, in tal van streken zoo in als buiten Java, bestaan kan in het nemen der zelfde maatregelen, die op Madoera met zoo gunstigen uitslag zijn toegepast (registreering van alle opiumgebruikers; uitreiking aan dezen van persoonlijke vergunningen en verbod van verkoop aan personen, die niet van een vergunning voorzien zijn; krachtige maatregelen tegen verboden invoer), maar dat ook andere bestrijdingsmiddelen moeten worden te baat genomen;

dat als voorbeelden van dergelijke andere bestrijdingsmiddelen worden genoemd:

  1. de opheffing binnen enkele jaren van alle opium-verbruikplaatsen (kitten);
  2. de geleidelijke, doch aanmerkelijke inkrimping van het aantal opiumverkoopplaatsen;
  3. het voor zooveel als nodig blijken zal, aanwenden van de winsten uit den opiumverkoop verkregen tot krachtige wering van alle ongeoorloofd gebruik;
  4. het verleenen van geldelijken steun aan vereenigingen, die zich de bestrijding van het opiumgebruik en de genezing van opiumzuchtigen ten doel stellen;
  5. het verspreiden van kennis, door middel van de school en op andere wijzen, van de noodlottige gevolgen van het opiumgebruik;

dat naar adressant's vaste overtuiging, door het met kracht en beleid voeren en volhouden van een opiumbestrijdingspolitiek het opiumverbruik in Ned. Indië in korte tijd binnen enge grenzen kan worden teruggebracht, terwijl de mogelijkheid van een geheel uitroeiën van het verbruik ernstig dient te worden overwogen;

dat toch een naar verhouding gering deel van de inlandsche bevolking zich aan gebruik van het heulsap overgeeft en het daarom, indien slechts doeltreffende bestrijdingsmiddelen worden te baat genomen, niet ondoenlijk zijn kan, te verzekeren, dat het jongere geslacht van dat gebruik vrij blijft;

dat betrekkelijk veel meer dan onder de Inlanders het verbruik verbreid is onder de Chineezzen, onder welke ook zeker de grootste verbruikers worden gevonden, maar dat onder dit deel der bevolking de strijd eveneens met gegronde hoop op welslagen kan worden ondernomen, nu in China-zelve een algemeen opiumverbod is uitgevaardigd en onder de Chineezzen steeds meer stemmen tegen het gebruik van het heulsap opgaan;

dat de anti-opiumbeweging in China niet zonder invloed kan zijn geweest op de houding van vele Chineezzen in Ned.-Indië ten aanzien van het opiumvraagstuk en de Regeering dus in haar bestrijdingspogingen naar alle waarschijnlijkheid steun zal vinden bij tal van Chineesche ingezetenen;

dat ook onder de inlandsche bevolking het stellig niet aan personen ontbreken zal, die de pogingen van de Regeering hartelijk zullen toejuichen en steunen;

dat in dit verband gewezen wordt op het feit dat de Sarekat Islam-beweging zich onder meer tegen het gebruik van opium richt;

dat de tijd dus gunstiger is dan ooit te voren om een krachtige actie tegen het opiumgebruik in Indië te ondernemen, ja, dat het onverantwoordelijk zou zijn om, nu allerwege meer en meer stemmen tegen het opiumgebruik opgaan, een dergelijke actie achterwege te laten;

dat bovendien overwegingen van internationaal aard moeten nopen om met meer kracht tegen het opiumeuvel op te treden;

dat behalve China, ook Japan (Korea en Formosa) en Amerika (Philippijnen) den strijd tegen het opiumgebruik in het Oosten hebben aangebonden en het, bij het reeds op groote schaal bestaand doch zich steeds uitbreidend verkeer tusschen Ned.-Indië en andere Oostersche landen op den duur niet geraden kan zijn op door Nederland bestuurd gebied toestanden te laten voortbestaan, die elders niet zouden worden geduld;

dat Nederland door de ondertekening van de te 's-Gravenhage gesloten opiumconventie van 23 Januari 1912 tegenover alle andere tot die conventie toegetreden Staten de verplichting heeft aanvaard om in Indië maatregelen te nemen „pour la suppression graduelle et efficace de la fabrication, du commerce intérieur et de l'usage de l'opium préparé" (art. 6);

dat door den heer BOGAARDT c.s. bij de Tweede Kamer der Staten-Generaal een motie aanhangig is gemaakt betreffende een verbod van verkoop, vervoer en bezit van opium in Nederlandsch Indië;

dat het adressant, in verband met al het voorafgaande, voorkomt van het hoogste belang te zijn, dat bij de behandeling dier motie in het Nederlandsche Parlement van Regeeringswege de meest volledige inlichtingen ter zake kunnen worden verstrekt; dat adressant meent, dat, om tot geleidelijke afschaffing van het opiumverbruik te komen, noodzakelijk maatregelen moeten genomen worden, waarvan door vermindering van het wettig en onder krachtige wering van het clandestien gebruik, een jaarlijksche vermindering van de opbrengst der regie tot een belangrijk bedrag, stel twee miljoen gulden, is te verwachten; dat daar tegen ook in verband met de belangrijke stijging der Indische middelen wel geen overwegend bezwaar kan bestaan; dat adressant meent, dat het wenschelijk is, dat de Regeering verklaart dat zij tot hierbedoelde maatregelen wenst over te gaan; dat adressant van oordeel is, dat eene dergelijke verklaring van grooten moreelen invloed zal zijn, omdat de Inlandsche bevolking daaruit op ondubbelzinnige wijze zal blijken, dat het der Regeering ernst is met haar streven om te komen tot een geheel uitroeiën van het opiumverbruik; redenen waarom adressant Uwe Excellentie eerbiedig verzoekt:

  1. alle maatregelen te nemen die tot een duurzame en krachtig voortschrijdende beperking van het opiumverbruik in Ned.-Indië zullen blijken noodig te zijn;
  2. een onderzoek te doen instellen naar de mogelijkheid om binnen afzienbare tijd voor Ned.-Indië te komen tot een algeheel opiumverbod.
  3. bijaldien de Regeering instemt met de meaning van adressant dat het wenschelijk is zoodanige maatregelen te nemen dat daarvan in steeds toenemende mate vermindering der opbrengst van de regie is te verwachten, eene verklaring als boven bedoeld, aan de Staten-Generaal te doen toekomen op een door de Regeering daarvoor uit kiezen tijdstip.

's-GRAVENHAGE, 20 Maart 1914.

't Welk doende enz.

Het Bestuur van den Anti-Opium Bond,

J. E. N. Baron SCHIMMELPENNINCK VAN DER OYE VAN HOEVELAKEN, Voorsitter.

Dr. E. B. KIELSTRA, Onder-Voorsitter,

Jhr. Mr. E. B. F. F. WITTERT VAN HOOGLAND, Secretaris.

J. M. PLINACKER HORDIJK.

Mr. J. W. VAN DEN BIESEN.

Mr. C. Th. VAN DEVENTER.

H. COLLIJN.

H. H. VAN KOL.

J. G. SCHEURER.

W. H. BOGAARDT.

Samenvatting van de voornaamste cijfers betreffende de opiumregie op Java en Madoera gedurende de jaren 1904-1912.

Jaar. Debiet in thails. Totale opbrengst. Aantal verkoopplaatsen. Aantal kitten.
1904 735 225 f 14523 126 1025 750
1905 763 008 15383 815 1004 735
1906 744 954 15176 836 987 723
1907 771 327 15789 429 968 685
1908 767 407 15741 002 947 677
1909 737 121 15079 162 922 647
1910 766 303 15751 748 914 608
1911 794 620 16374 504 907 513
1912 872 584 17937 494 889 488

UNCOPYRIGHT

Halaman hak cipta biasanya hadir untuk memberitahu apa yang tidak boleh dilakukan. Sebaliknya, pernyataan uncopyright ini hadir untuk menegaskan kebebasan.

Teks dan karya seni di dalam ebook ini diyakini telah berada dalam domain publik. Kami meyakini bahwa segala aktivitas non-penulisan yang dilakukan atas karya domain publik—seperti digitalisasi, penyuntingan, atau penataan tipografi—tidak menciptakan hak cipta baru. Tidak seorang pun dapat mengklaim hak milik atas pekerjaan semacam itu.

Terlepas dari itu, para kontributor ebook ini secara sadar melepaskan hasil kerja mereka di bawah ketentuan CC0 1.0 Universal Public Domain Dedication. Ini adalah penyerahan sepenuhnya segala upaya mereka ke ranah publik.

Pernyataan ini adalah perwujudan dari produksi nonpasar, sebuah langkah yang menolak “hasrat bergelora untuk menyimpan dan mempertahankan” kepemilikan.

Upaya ini dilakukan demi memperkaya khazanah literasi, untuk menumbuhkan kebudayaan bebas dan merdeka, serta mengembalikan privilese pengetahuan kepada ruang kebebasan yang telah memberi kami begitu banyak.