Baca PDF (OCR): Rangsang Detik: Kumpulan Sadjak Periode 1949-1957

53 halaman · 53 halaman diproses dengan OCR· 48496 ms

Daftar isi
  1. KLARA AKUSTIA
  2. RANGSANG DETIK
  3. Rangsang Detik
  4. Rentjana kulit : BASUKI RESOBOWO
  5. AYALE
  6. 57N RbD
  7. PL5139
  8. Mengantarkan ...
  9. Ini disebabkan, karena praktek kehidupan mem-
  10. kepada manusia. Dan bahwa dalam kehidupan jang
  11. mendjelang bulan Proklamasi 1957:
  12. Klara Akustia
  13. Hati dan Otak kita
  14. Hati dan otak kita
  15. dilima benua dilíma samudera. Hati dan otak kita ini
  16. jang mémpertahankan noraka atas dunia.
  17. Ah, Lidah Tuan!
  18. Anti Perang
  19. Djalan Terus
  20. Kata Suurhoff: Bung, djangan main² politik
  21. Salut Perdamaian
  22. Aku Amat, dari dulu tidak bingung
  23. Njanjian Buruh Angkutan
  24. kepada fusi buruh transport
  25. Aku Amat buruh angkutan
  26. Buruh Teruskan ....
  27. berkeliaran machluk jang tidak punja apa² lagi.Djerudji besi itu tjair ditembus
  28. kasih kepada semua.
  29. Mereka sadja jang ketakutan akan datangnja abad
  30. mengotori engkau dengan maki dan fitnah kedji
  31. memang genangan darah dan tetesan airmata
  32. kepedihan hati kehilangan kasih suami ajah dan
  33. Antara Bumi dan Langit
  34. Kepada Mau Tje-tung
  35. Barisan dan Bendera
  36. Mei Raya
  37. Tjerita pada 1 Mei
  38. Amat-betjak hah-hah-ha menari doger.
  39. Kasih dan Pendjara
  40. Dan kami semua ikut rasakan
  41. gemas deríta disel terbatas
  42. Nji Marsih
  43. Pedjoang
  44. Kau tegak
  45. Taufan pemburu haus darah kasta Aria
  46. Hari ini Djiwandono pergi pergi dari kami dan bendera merah Hari ini Djiwandono telah pergi
  47. dan serbakkan haruman, engkau puspa
  48. 'kasih jang melemahkan api.
  49. Kapal Tudjuh"
  50. Ketjapi Hati
  51. Malam itu kita saling berpandangan
  52. Api dan Mawar
  53. Bedil dan pedang melekat
  54. Ralat Rangsang Detik"
  55. Pada halaman 46, sadjak Api dan
  56. tiap detik berada tengah gelanggang
  57. Gang Tengah 29susun barisan atur serangan
  58. djalanpandjang ke pembebasan.
  59. bikin habis hidup sengsara.
  60. djadi deras laksana darah
  61. Tjerita Otjim
  62. dan merdeka punja arti jang kental seperti darah.
  63. Otjim direnggutkan genderang bangsa
  64. »untuk merdeka aku tinggalkan desa
  65. Dia adalah granat jang meletus di Bandung-indah
  66. Kertosentono
  67. untuk petaniz Bindjai
  68. Dan padi terus menguning
  69. Nanking Seratusribu
  70. Di Tiongkok jang remadja dan membunga
  71. dan terimakasih pada mereka jang pergi
  72. Praha
  73. 1954
  74. Pelaut
  75. senjuman djingga hari merekah
  76. Kembang Beureum" dan pandji merah
  77. pemuda² gairah menari perwira
  78. Harapan
  79. Kongres Rakjat
  80. Petik Gitar (1949)
  81. Rakjat Memilih
  82. gemetar kudengar sendu sangkala
  83. Sugardo
  84. Harini Sugardo pergi
  85. 1956
  86. tjinta kepada tjita.
  87. Harini Sugardo pergi
  88. Kawan Aidit
  89. Engkau kawan, setangkai sadjak
  90. Engkau kawan, setangkai sadjak
  91. jang menunggu kelahiran
  92. Rumah Liar
  93. Kepada DPKS* Djakarta
  94. Pada Manusia Jang Bekerdja
  95. Kepada sidang Dewvan Nasional SOBSI ke.I
  96. Wanita dari Sungai* De Laureantis
  97. Ja, kuterima ini semua!
  98. Sadjak tak Bernama
  99. pada sendja revolusi suatu pagi merobek djarak
  100. gema tifa Pattimura
  101. apa meriníang tjinta ada kebebasan......
  102. Tjandradimuka
  103. Antara Thermopylae dan StalingradAngin adalah bunga
  104. Ultimatum
  105. tjiptakan udara baru
  106. Dan kami panggil sorga
  107. Masih Ada Thermopylae* Konsepsi Bung Karno
  108. Bung Karno!
  109. ISI 1949
  110. Berita dari Partai Hati dan otak kita
  111. Malam ini malam sepi riuh oleh gelisah kelahiranIbu, aku pahlawan anti-perang 1
  112. malam ini malam sakti jang menjampaikan berita Partai: 1950
  113. Aku tjium malam ini
  114. fadjar esok dihari ini. 1951
  115. pertempuran terhadap diri sendiri
  116. atau laju dalam mati sebelum mati.
  117. Ketjapi hati ...
  118. Pleno V CC
  119. 1956
  120. Konsepsi Bung Karno
  121. YALE

KLARA AKUSTIA

RANGSANG DETIK

KUMPULAN SADJAK PERIODE 1949-1957

Rangsang Detik

Kumpulan sadjak periode 1949.1957

oleh Klara Akustia 川

Jajasan ,,Pembaruan" Djakarta 1957

Rentjana kulit : BASUKI RESOBOWO

AYALE

57N RbD

PL5139

cmpas A48

Mengantarkan ...

Sadjak terachir dari kumpulanku ini, kumpulan jang menandai dan menjorot suatu djalan dan djarak kehi-1949 dupanku, berlaku sepenuhnja sebagai kata pengantar. Meskipun kusadari sepenuhnja, bahwa aku hanja baru sampai kepada permulaan, kepada titiktolak dari- pada perdjalananku membentuk kepribadiańku sebagai sumbangan kepada kepribadian bangsa, padaku sudah ada kesanggupan untuk melandjutkan djalan jang telah kupilih ini.

Ini disebabkan, karena praktek kehidupan mem-

buktikan, bahwa kehidupanku sudah mendjadi sebagi- an dari suatu kehidupan jang lebih besar, jang panen dengan tjontoh² keperwiraan, kesediaan mendahulukan kepentingan umum, tjinta jang agung dan berarah

kepada manusia. Dan bahwa dalam kehidupan jang

lebih besar sedemikian itu, terdjaga dan tersedia se- gala sjarat bagi perkembangan hargadiri dan kepribadian. Aku tempuh djalan ini. Djalan pertempuran terhadap diri sendiri. Djalan jang menamatkan kekalahan.

mendjelang bulan Proklamasi 1957:

Klara Akustia

Hati dan Otak kita

Hati dan otak kita

ada dimana²

dilima benua dilíma samudera. Hati dan otak kita ini

mendjalar ditubuh hidup menembus batu dan beton mendobrak besi dan badja menjikat segala baksil teror massa.

Hati dan 'otak kita ini makin bangkit badai mengantjam makin kuat makin dahsjat alamat kiamat bagi nafsu

jang mémpertahankan noraka atas dunia.

Hai, kawan² jang masih tidur tinggalkan mimpi 40 bidadari lepaskan hidup setengah mampus dan mari hidup, mari hidup dilima benua dilima samudera.

Hati dan otak kita meluaskan kasih dan tjinta merata bagi semua.

Aku Pelaksana Triompator Esok Peringatan 17-8-49 keħaribaan isteriku-kasih

Kau pura² tak mengerti Dasar aku bukan pendusta aku djadi akù-sekarang-ini apalagi pendusta tjinta. benar² kau arus-membeku.

Seperti dulu kau rombak segala Dua kasih memupuk baksil tbc pengikat nakjat menudju terang mentjekik aku mendjadi lelaki bantji. aku ini anak garuda menembus deru diudara badai membawa pesan arus madju. Tapi kutahu tuhan kekerasan ini esok menjerah kepada tuhan rasio. Sebenarnja kau mengerti tapi kau telah sebagian dari segala reruntuk lapuk jang kurombak Biarkan sadja mereka melepas nafsu dan aku ini anak darahmu, diharini dalam pelukan mampus esok. pelaksana hari esok.

Aku djantan hantjur remuk hari ini Dengar : diterali besi dan puing rumah dengan atau tidak bersama kau amanatmu pasti 'ku laksanakan: diarus 'irmata-keringat-darah arus madju-dunia sorga merata. Triompator Hari Esok!

Kata Biasa Kepada R. Kertapati

Kata orang kita satu bahasa tetapi ternjata dusta belaka katamu bagiku sering halimun kabut.

Telah lama aku menanti bila adik pensiun mendjadi dewi berhenti berteka-teki bersama kita mengasah kata sakti kata sederhana.

Turunlah adik, dikajangan tiada manusia sengsara minta dibela kasihku mengadjak bersatu didalam tjinta kepada djutaan budak tersiksa.

Kata orang, kita satu bahasa mari adik, nikmat ini bukan monopoli kita resapkan kepada mereka jang belum merasa.

Ah, Lidah Tuan!

Atas nama Tuhan berkata Tuan: keadilan itu satu dan sama bagi semua tapi mengapa pula distribusinja dikelas-kelas?

Tuan jang tidak botak atau tbc karena nasi sepring mengapa pergunakan terus kuasa Tuan untuk merampas nasi kami? djutaan kami lebih dari botak dan tbc dan Tuan makin gendut, kami makin kurus.

Dan bila kami tjoba² lepas dari siksa sepiring nasi ingin djuga mengetjap vitamin dan nikmat musik mengapa pula Tuan berikan kami timahpanas hingga untuk Tuan dan Keadilan djutaan kami matiandjing tiada harga.

Ah, Tuan ! botak, tbc dan vitamin ini, mari, kita adilkan pula kami tidak seperti Tuan, distribusi mesti merata: botak, tbc dan matiandjing giliran Tuan dan kami vitamin musik, baik untuk kesehatan kita.

Timahpanas, kata Tuan? ah, Tuan! Hari esok ia tak kan panas lagi akan dingin seperti Tuan.

Anti Perang

Dalam denjutan .djantung kita hari ini makin menderas amarah kita terhadap perang. Siapa mereka ini mereka jang mengusir kita dari sawah dan ladang membakar rumah kampung halaman merobek² untaian kasih dan sajang kepada desa, kehidupan dan kedamaian?

manusiakah mereka ini mereka jang merampas kota dan pabrik kita menjuruh manusia memburu manusia. menembak, membunuh, mengobral njawa memaksakan kembalinja hukum rimba?

Hari ini kita memilih sikaptegas anti perang dan memihak tjintahidup, kebebasan dan perdamaian dan kita djantankan pendirian ini kedalam langkah bergerak melawan penindasan.

Dan bersama lamba'an padi mengemas disawahladang derum pabrik gempita baai genderang rakjat 'berseru: anti-imperialis anti perang!

Ibu, Aku Pahlawan Anti-Perang Untuk adikku dirumah

Ibu, aku takut siapa itu Syngman Rhee dan Mac Arthur jang membakar dan membunuh di Korea?

Ibu, apakah anak² di Korea masih bisa bermain dan bersekolah bernjanji riang seperti aku dan masih berajahibu tempat tjurahan suka dan duka?

Ibu, kita djangan ngungsi lagi penuh tuma makan gaplek dan abangku jang tinggal satu djangan lagi diburu² peluru hanja karena tjinta merdeka!

Ibu, untuk apa mesti tambah lagi pemuda tewas dan invalid jatim piatu dan gadis² menangis djangan lagi, Ibu, djangan bom dan nafsu djadi algodjo bahagia. 1 Ibu, tidak boleh ada Korea kedua aku bentji segala Synoman Rhee dan Mac Arthur karena itu aku kini pahlawan anti-perang!

Djalan Terus

Kata Suurhoff: Bung, djangan main² politik

siapa berpolitik dia komunis siapa komunis dia pengatjau bandit, perampok badjingan tengik.

Kata POB: Bung, djangan masuk SOBSI mari kita elus² sama madjikan senjum² damai² mogok itu djahat siapa mogok dia komunis.

Kata Amat buruh harian: gua gak ngerti minis-minisan gua gak dojan damai-kuburan gua gak demen teror harga imperialis djahat, habis perkara!

Aku Amat, dulu sampi perasan sekarang merdeka, kata bung· Karno gua minta merdeka dari pendjadjahan sepiring nasi.

Salut Perdamaian

Aku Amat, dari dulu tidak bingung

aku tidak ruwet otak semua sederhana sadja aku tjinta keluarga.

Njanjian Buruh Angkutan

kepada fusi buruh transport

Aku Amat buruh angkutan

aku mogok didjalan² kota Djakarta.

Bersama Chang dari Shanghai Pierre-Paris dan Joe-London kita bikin mampus lalulintas kita radja mobil, keretapi, kapal dan udara kita bikin botak drektur. Aku dengar seruan bergegap melintas perbedaan kulit, agama mengadjak kita bersaudara putih kuning hitam sawomatang mari damai mari damai!

Aku Amat tukang las dipabrik besi dari dulu gadji tidak pernah tjukup dari dulu tidak pernah bingung aku tjinta perdamaian aku anti-imperialis.

Kita djutaan Amat dis'luruh dunia sudah tahu arti bersatu kagak dojan lagi teror harga mogok!, keramaian kota kita djadikan sunji kuburan.

Aku Amat buruh Dakarta dulu butahuruf butasegala kini pahlawan, djadi pahlawan bikinan penindasan imperialis Aku Triompator Hari Esok!

Buruh Teruskan ....

In memoriam kawan² Ngalihan Diantara Sabang dan Merauke

berkeliaran machluk jang tidak punja apa² lagi.Djerudji besi itu tjair ditembus

pantjaran kilat matamu
teruskan, Generasi Baru, teruskan .....
Tidak kasih kepada gadis tidak kasih kepada kerosi Dan kamipun tidak ragu berani menatap tidak kasih kepada/duit. sorotan matamu. Dalam djiwa gemuruh api darahmuda ini bernjanji lagu madju terus, madju terus Hatinja sunji dan keras bekerdja, berdjuang, hidupmati untuk rakjat. matanja kering dan beringas otaknja boneka dari tjitanja.Pendjara dan makammu entah dimana, kawan tidak membikin kami lemah terkulai laju. Kami tahu engkau mati Tidak kenal ampun, tidak kenal kalahdidjalan djoang tudjuan kita bersama: tidak kenal takut, tidak kenal mampus membebaskan manusia dari laparsengsara. dibasmi satu muntjul seribu. Tersenjumlah kawan, senjum pahlawan rela ichlas menjerahkan segala Diantara Sabang dan Merauke dan itu pendjara siksa derita berkeliaran kni machluk² miskin kaja dengan hanja karangan melati engkau taburkan'dihati kami Generasi Baru.

kasih kepada semua.

Dengarlah, dengar ..... gegap gempita
kebangkitan massa menggempur pendjara siksa madju terus! kedunia rakjat kuasa.

Madiun

Mereka sadja jang ketakutan akan datangnja abad

rakjat

mengotori engkau dengan maki dan fitnah kedji

memang genangan darah dan tetesan airmata

kepedihan hati kehilangan kasih suami ajah dan

anak tidak berkata bagi srigala penghisap keringat tenaga massa.

Tetapi bagi kami, Madiun, engkau adalah bintang tjemerlang pembuka selubung gelap kesinar terang kami generasi kini hanja tunas jang dihidupkan derita klas tertindas, dengan tugas terus madju berlawanan mengibarkan pandji² Abad Rakjat.

Dan demi kawan® jang sudah tiada disisi kami lagi dengarlah, rakjat, deruman dada kami degup gembira dipupuk api-proses Madiun, dibakar semangat badja kami mendjadi: pahlawan proletar internasional dan pedjuang nasional revolusioner!

Antara Bumi dan Langit

Untuk HBJ Kita adalah dua manusia dari dua pandanganhidup dipanaskan matahari satu zaman. Engkau dan aku mentjoba mendjauhi permainan hitam-putih kita tjari lapang luas dimana kata Merdeka berhenti mendjadi sembojan hampa. Kita sama² tjinta merdeka tetapi isi kata kita tjari masing² dan detik aku temui warna. jang tak luntur diudji waktu gila kita terus-menerus djadi pentjari? Engkau mabok gairah langkah mentjari niadakan segala nilai hasil kerdja aku minta kau ambil posisi ini sendjata tidak serampangan dia keringat dan otak sedjarah ummat. Engkau dan aku tjinta Merdeka tapi lapang luas punja batas kalau kau berlagak dewa ku proklamir Manusia darah-daging zaman ini pelaksana kata Merdeka. Kita berdua sama² tidak bebas kau terikat pada dirimu aku pada Manusia dan zaman kini.

Kepada Mau Tje-tung

menjambut 1 Mei 51

Matahari jang bersinar pagi ini akan terkedjut gembira melihat gempita pesta klas buruh dan perdamaian.

Dan engkau jang pernah berdjalan ribuan mil lintasi gunung hutan dan sungai dalam serangan peluru, lesu dan lapar pagi ini engkau tak akan terkedjut engkau tahu; matahari reaksi segera tenggelam. Pagi ini engkau saksikan rakjat ketawa dan pemuda² menjanji menari jangko dan akan kau dengar pula kumandang suara kami bersatu lagu dengan bangsamu .. engkau tahu: matahari demokrasi makin gemilang.

Engkau dan kami sama² punja djalanpandjang hianat, maut, siksa dan lapar … dan kami djuga tahu sebentar lagi tiada batas dalam kebebasan rakjat kita tahu: matahari kemenangan membunga atas dunia. Matahari jang bersinar dipagi Mei ini bagimu dan bagi kami membawa njanjian merdu: »serikat internasionale pasti didunia".

m222

Barisan dan Bendera

Kawan² ini barisan kita sudah banjak bolong² dan ini bendera sudah penuh kojak-robek ini barisan, barisan djuang dan bendera merah warna darah bolong dan kojak adalah bintang.

Kawan² detik ini kita kenangkan pradjurit jang telah gugur dipangkuan bumi Digul, Madiun, Ngalihan, dimana® Korea, Vietnam, Marokko, dimana pradjurit barisan pembawa bendera kita

Kawan² pada kfta sudah tidak ada ampun lagi terhadap merekà jang bikin kita bolong dan kojak dan jang mendjadikan noraka atas dunia .. barisan ini barisan kaum jang lapar dan benderanja bendera merah darah rakjat,

Kawan² barisan dan bendera ini sekarang kita bawa keperang penghabisan dimana kita tegakkan perdamaian kekal-adil dimana kita njanjikan gembira lepas dan bebas bahagia sosialisme, bahagia dunia rakjat!

Mei Raya

Adik, Pagi ini pagi merah semua merah, Langit dan bumi, njanji dan tari engkau kubawa disajap kenangan berpesta ditiap pagi merah sedjak letusan proklamasi hingga bangsa kembali dalam pendjara. Bagiku setiap pagi merona merah setiap pagi gemilang njanjian sinar harapan setiap itu, adikku sajang, hatiku berembun kasihmesra melimpahlimpah kepada bumi dan manusia kepada mereka jang masih merintih dalam tindasan. Kenangkan adik, kenangkan, setiap pagi merona merah djuga pagi ini, pagi dimana langkah menderap gema kaki pradiurit damai dan demokrasi bersoraksorai laksana bahana badai buruh tani pemuda menggempur pendjara siksa. Dan luapkanlah kasih jang senantiasa menjala didada engkau dan aku, kita semua, kasih kepada tari dan njanji, dunia bebas untuk manusia bebas dan merah indah laksana mawar mekar ditaman. Adik, Dan pagi merah ini, pagi ini membawa seruan kita semua bersatu rapatkan barisan lantangkan genderang pembebasan dan perdama:an kibarkan bendera dan terbangkan merpati bagi kita bahagia, karena kita kenal derita!

Tjerita pada 1 Mei

Kepada Vaksentralku SOBSı

Bersamamu aku pradjurit tentu tudjuan aku kuasa bikin mampus penghisapan.

Aku dulu ribut setiap detik butatuli memperdewa ke-aku-anku tidak ada njala, tidak ada harapan tidak ada rakjat.

Dan aku lihat pembikin gedung dan djalan penghuni gubuk sempit dan sesak berbaris bersoraksorai mengibarkan pandji djoangmu.

Dan aku ikut menghirup tenaga ngalir abadi djaja terus menggelora njanjian damai dan demokrasi menudju dunia esok, dunia rakjat.

Bersamamu aku pradjurit sadar dan setia kuasa bikin njata rakjat bebas bahagia.

Kita·Satu

Aku lihat di Ngalihan kawanku Franciska mentjari tulang kekasih baji ditangan memanggil bapak .. dan aku lihat ribuan Franciska memeluk baji berhati petjah di Korea, dimana², mentíari suami, adik dan ajah ..

Dan kudengar pula makian sipir pendjaga Piet van Staveren dan Howard Fast dalam gelap pendjara di Holan dan Amerika dan denjut hati Raymonde Dien kemanten baru jang berbaring dimuka kereta sendjata ,kurnia" dolar pembunuh pedjuang Vietnam semua mentjari, mentjari kebenaran dan keadilan Kuhirup djuga njanjian Paul Robeson mengisahkan airmata bangsa Negro dan djiwaku segar menjala dibelai kibaran pandji rakjat dari Berlin sampai Peking gempita ditingkah genderang kebangunan klas tertindas berbaris dilima benua berseru² kuat perkasa: kita satu, kita kuasa!

Kawan² kita satu: kuning putih tjoklat hitam kita satu: pembawa pandji dunia baru.

Kawan² kita satu: setiakawan dalam suka dalam duka kita satu: klas proletar internas'nal.

Kami satu dan tidak mau Merdeka Kami disuruh mati untuk merdeka-ini api-noraka kami lalui apalagi kami takuti. Kami datang sedjak tahun ampatlima kami datang tjari merdeka. Minggir, Bapa², minggir kami tammatkan tugas patlima siapa larang musuh kami Bapa² beri komando kami bikin merdeka untuk semua. kami pradjurit patuhsetia kami tudju merdeka jang kami tjari mengapa dibawa ke merdeka-bapa.

Bapa² beri komando kawan² kami banjak mati tidak tahu kami belum merdeka dan beberapa kami masuk pendjara,

Bapa² beri komando kami pradjurit patuhsetia tetapi mengapa kini kami dengan kami jang mesti berkelahi.

Kami datang sedjak tahun ampatlima mentjari merdeka, merdeka kami.

Bapa² lihat kami kuat kami telah usir musuh merdeka Bapa² dengar, kami banjak mati seribu timbul sedjuta.

Senen-Kramat

Malam di Senen-Kramat dua dunia menusuk otak dan rasa. Tuan parvenu hah-hah-ha mabok bir

Amat-betjak hah-hah-ha menari doger.

Bir dan doger sama sadja, bikin lupa sementara dua dunia menusuk otak dan rasa. Bir, djongos, bir, ajo minum mari, njai, mari, ajo mabok lari dari tjekikan dua dunia. Tapi adik, bersama malam jang berpatju di Senen Kramat, makin letih bir dan doger, makin melintang garis tegas antara parvenu dan Amat. Dan adik, malam ini kudengar dengking memaki Amat jang habis uang tidak menari: aku bosan lupa, bosan menjerah persetan takdir dan nasib! Malam berpatju terus maki mengguntur menjesak udara dua dunia berkutetan berkelahi. Senen-Kramat disenjum fadjar Amat tidak menari lagi tidak mau lari lagi tidak mau narik betjak dia hanja mau dunia kembali satu dan sama.

Kasih dan Pendjara

Kasih dan hormat kami waktu ini mengarah pantai hatimu kalian dibalik terali besi.

Tatapkan pandang kelangit. bintang dan bariskan Diponlegoro bersama laguan sedjarah dimalam sepi dan akan tjair ruang waktu engkau kami dihati rakjat senjawa,

Atau dengarkan gema langkah kami menembus besi betpn kuasa bawa pesan terimakasih serta setia dan harapan jang tjemerlang disinar fadjar.

Dan kami semua ikut rasakan

gemas deríta disel terbatas

ini godam batu udjian bikin indah kekasih kita bersama dunia kita dunia sonder pendjara.

Kasih dan hormat kami biarkan bebas mentjapai pantai hati tahanan kini, Pembebas esok.

Nji Marsih

Kepada penari Senen,

Saban malam nji Marsih mesti menari hati sepi djiwa hampa.

Nji Marsh datang dari desa rumah tinggal abu suami entah dimana nji Marsih pergi kekota saban malam menari, menari.

Nji Marsih tidak tahu revolusi tetapi tjinta merdeka merdeka baginja tanah nji Marsih sedih rumah dan suami musna.

Nji Marsih tidak tahu krisis moral dia senjum dan menari ditjium dan memberi nji Marsih tidak merdeka dan' perut kerontjongan.

Saban malam nji Marsih menari hati mėnanti kapan merdėka.

Pedjoang

Kau tegak

bikin malu beringin seribu akar.

Sekali kausadar diudara segar dunia tidak busuk semua mengapa mesti memilih apalagi ragubimbang soal damai atau perang.

Sekali, pedjoang, kautjinta disenjum gadis dikuntjup bunga djuga indah bela rakjat bela manusia dan dunia dalam kata dan isi tjinta.

Sekali, pedjoang, kautjinta manusia dan dunia dalam derita engkau gemetar dirangsang daja sini kami mulai, Pertiwi anakmu menuntut bebas sedjati.

Dan kau tegak bikin malu penipu terbuka kedok.

LRRRAGHEO

ini dendam minta meledak Hitler! engkau bikin kita gila

Taufan pemburu haus darah kasta Aria

kali ini kasih sudah kiamat. Kepada Ilya Ehrenburg Dan aku disamping putera Wolga partisan Tjeko dan Jugo Dan aku tenggelam dalam taufanmu ah, mengapa bajonet ini lumpuh taufan jang menderu diperang lalu dan peluru tak mengobral maut taufan jang merobohkan segala. mengapa mata saju ibu Saksen pandangharu anak Berlin itu Aku bersama Pepe dimalam itu memusnakan empedu dendam. malamkasih intan kenangan aku bersama mereka di Stalingrad Ilya, aku bangkit dari taufanmu alangkah dingin saldju di Wolga taufan jang melahirkan kasih baru detik fadjar menembus muram mesiu taufan jang menegakkan Dunia Satu. dan majat jang gelimpangan saksi bisu von Paulus bersimpuh njerah.

Aku adalah dendam jang mengempedu pahit menanar didalam darah ke Berlin! kegoa Nazi kita madju mulut menguntji sekeliling rumah abu, kekasih mati sumpah Pepe putera Perantjis kali ini hati tidak kenal ampun.

Ukraina, Polandia, Lemberg, Auschwitz tengkorak menghiasi fasis lari mulut makin menguntji, Djerman!

Ah, betapa bangga kami semua sebagian dari engkau, dari seminar Salut, Djiwandono, Salut ! kekuatan pembentuk damai abadi kami lantangkan) gita-pahlawan : salut, Djiwandono, salut !

Hari ini Djiwandono pergi pergi dari kami dan bendera merah Hari ini Djiwandono telah pergi

disertai merah menjala didalam djiwa dari mawar dan melati, penuh kasih kepada dunia dan manusia,

Ah, melambailah dikau, bendera kekasih lambang klasku berwarna·darah

dan serbakkan haruman, engkau puspa

satukan dengan 'irmata laksana intan dan suara sendat tertahan ...

Djiwandono'! kabut sebentar meliputi kami sajup tertekan gema njanji perdamaian sebentar, kawan, kami ditjerkam

'kasih jang melemahkan api.

Djiwandono ! tidurlah, dikau, tidur abadi, tenang meninggalkan bendera, puspa dan kami dan langkah kita bersama pasti sampai kepantai tjita Dunia Rakjat.

Kapal Tudjuh"

Kepada Pebruari 1933 Ke Sukolilo ! ke Sukolilo tempat tahanan ke Sukolilo bebaskan kawan. Kami tjetuskan tekad di Sabang angkat sauh ke perlawanan Kawilarang depan kemudi Rumambi, Gosal/ dan Hendrik Paradji, Suwarso, Boshart bersama kami, ditengah kami ladju, menari atas lautan. Kami berdiri dimalam sunji kami tegak disiang terang mata kedepan, meriam kedepan pantai Afjeh diauh mengabur laut menderu gelombang biru angin bertaufan didenjut darah musna hinaan budak-djadjahan. Kami lantangkan tantangan kami lagu Buruh Internasional armada musuh mengepung langkah bawa pandji, bui, Digul dan mati tapi kami sekali memberontak makin menikmat gempita ombak ladju, bikin tradisi patriot lautan! Ke Pembebasan! ke djoang tidak menghitung lawan ke dunia bahagia indah merata.

Ketjapi Hati

Kepada Panitya Nasional Konferensi Perdamaian Asia-Pasifik

Malam itu kita saling berpandangan

Ngantung, Sontani, Bas dan aku- diluar menderu trem listrik lalu.

Abad ini adalah tantangan kepada kita untuk menjatakan seni sebagian dari hati jang bertemu digedung ini, dari bang betja berpatju lewat istana Merdeka djalang genit dekat Capitol dan Tjiliwung ngalir abadi dari bintang, dari musik dari segala.

Kita dengar nama Picasso dan merpati jang bikin sebagian orang mengutuk pakai kamus Amerika dan sambutan djudjur dari mereka jang tak bisa kenal kata menjerah... suatu daja menjala didalam hati ini kekuatan tumbuh dari kandungan sedjarah, dimana² bunga bertunas tersenjum menatap tjahaja pagi kawan² !, kita tidak 'sendirian.

Lihat, Suwarti madju kemuka mendjeritkan derita wanita jang dirobek diperkosa di Korea dimana² dimana bedil masih berkata dan malam itu kita saling berpandangan abad ini adalah tantargan kepada Menara Gading jang sudah mampus dan kita djemu mulut bau Coca Cola mari terbangkan merpati, ke Peking berdjabat tangan dengan Hikmet dan Aragon Mao Tun, Ehrenburg dan lain2 tanda kita terima tantangan. Malam itu kita lantangkan ketjapi hati penuh daja kebebasan ja, kawan, kita sebagian dari segala!

Kawannja ikut menjanji dan menari dibawah bintang anakzaman adalah api dan mawar adalah tanda kita tahu, tjinta dan bahagia.

Gadis desa menanti berita: mawar merah djangan lupa selama ada derita kota dan desa sebelum api njala merata djangan pulang, djangan pulang. Api dan mawar memberi warna pada dia dan kawannja anakzaman mengindjak bumi api dalam djoang pembebasan djoang manusia tjinta dan bahagia.

Api dan Mawar

Dia luluh didalamnja detik gunung mendjadi benteng dan manusia ditjutji waktu djadi api atau es atau hambar membentji.

Dia luluh didalamnja detik medan pindah kekota bawa api dari .gunung dan mawar merah setangkai tandakasih gadis desa.

Bedil dan pedang melekat

dalam darah dan hatinja tapi mawar disunting dada mewarnai njala api beri titik setiatjita.

Kawannja sering mendengar dia bernjanji dimalam sunji: anakzaman bawa pedang hadapi hari sekarang untuk kasih dan hari-esok.

Ralat Rangsang Detik"

Pada halaman 46, sadjak Api dan

Mawar", bait pertama, baris kelima jang berbunji atau hambar mem. bentji", semestinja atau hambar membantji". Pada halaman 47, sadjak Api dan Mawar", bait kelima, baris kelima jang berbunji kita tahu, tjinta dan bahagia", semestinja kita tahu tjinta dan bahagia". Pada halaman 100, sadjak ,Berita dari Partai", bait keempat, baris kedua jang berbunji djalan jang mematahkan kekalahan", semesti. nja djalan jang menamatkan kekalahan". Dengan ini kesalahan diperbaiki.

Kami jang kini berada diman'a-mana

tiap detik berada tengah gelanggang

Gang Tengah 29susun barisan atur serangan

dan ini hanja permulaan dari

djalanpandjang ke pembebasan.

Engkau bintang dihati kami sumber daja jang ngalir abadi Engkau bintang dihati kami bikin manusia² baru. jang bikin dada riıdu berdebar menantikan dunia berseri laksana bunga. Kami jang kini berada dimana-mana merasa bangga membawa garis kepunjaanmu, kepunjaan. massa hingga deburan tjinta makin menjala pada tanahair dan dunia.

Biarkan siutan taufan mengganas engkau tenang tahan segala dan kami makin setia bela garis bela tjita

bikin habis hidup sengsara.

Kata® ditanganmu hilang hampa djadi segar laksana tjaja

djadi deras laksana darah

segala engkau suruh sumbangkan kepada kenjataan abad rakjat.

Tjerita Otjim

Kepada : dendang lesung didesa

Otjim anak revolusi baginja tidak ada njerah dan putusasa

dan merdeka punja arti jang kental seperti darah.

Otjim direnggutkan genderang bangsa

jang berdetar sepandjang uratnadinja dia utjapkan selamattinggal kepada sawahkuning dan senjum Itjih sedjak ini bamburuntjing djadi temanku dalam medan rebutan njawa untuk merdeka 'supaja sawah dan Itjih tersenjum emas.

Terangbulan dikota Djakarta membawa pikiran Otjim terbang kewaktu lalu merembes pelan bisikan hati disunji malam :

»untuk merdeka aku tinggalkan desa

kehilangan sawah, suling dan Itjih-manis dan harini djutaan aku tetap dalam derita djauh benar djalan kedunia baru".

Dan nabi² palsu berkeliaran menjuruh Otjim berhenti menempuh djalan ke bahagia
kepada mereka selama ini dalam tindasan....
ah, kawan, segala apa telah kita berikan suling dan njanji, keringat dan darah untuk memberi arti pada merdeka bagi kita tidak ada djalan djauh kedunia baru!

Otjim kita dia anak tulen revolusi jang telah kehilangan kekasih dan air mata sebab dia hanja kenal merdeka untuk semua.

Dia adalah granat jang meletus di Bandung-indah

'dan mortir malaikalmaut tepi Tjitarum dia hantu bagi soldadu pendjadjah
dan pahlawan dihati Itjih sunji menanti.....
"aku lihat dan runtuhkan gedung® besar sebab aku revolusi: hantjurkan jang lama 'dan bentuk dunia baru tempat bagia merata".

Kertosentono

untuk petaniz Bindjai

Dan padi sedang menguning ranum mengandung harapan hasil kerdja berbulan-bulan.

Kami badjak ini tanah bunda Pertiwi kekasih hati kala bangsa bertekad bebas kami serahkan segala ada untuk padi tanaman sutji.

Sekali lagi kami bertekad menaruhkan segala ada kala traktor menggilas padi dan peluru berdesingan hantjurkan padi taburkan mati.

Dan sebagai padi runduk kebumi kamì tundukkan hormat setia pada kawan jang gugur laju dengan darah membela tanah' dan padi. bagi kami hasil api revolusi.

Dan padi terus menguning

kami berbaris penuh harapan sekali bumi Pertiwi bebas abadi.

Kami pulang bawa salam dan tjerita manusia baru dinegara baru:

Nanking Seratusribu

hari ini, kawan, kami telah miliki industri badja dan ladang gandum

Di Tiongkok jang remadja dan membunga

dan tawariang anak kami tiap hari dimana derak kekuatan menderu fadjar esok dikepulauan njiurmelati dari mesin industri badja kami bawa tekad mereka jang telah pergi dan diladang gandum jang ranum untuk luaskan bunga remadja dimuka bumi. menggelagak diotot pahlawan kerdja mendjadi harmoni lagu jang merdu kami lihat bajangan pagi tanahair kepulauan njiurmelati.

Di Tiongkok jang remadja dan membunga kami djabat tangan pekerdja baru jang tersenjum lihat pionir menari kemudian mata saju memandang djauh: sampaikan salam dan tjerita kami pada kawan jang belum punja dunia baru beribu kami menghiasi djalanpandjang
sebelum sampai diindah hari gemilang.....

Dan membisu kami tak kuasa bitjara menatap makam seratusribu pahlawan pelan chidmat anak pulau njiurmelati letakkan karangan bunga lambang hormat

dan terimakasih pada mereka jang pergi

dengan djudjur serahkan segala untuk Tiongkok jang remadja dan membunga untuk pion'r jang tertawa dan menjanji.

Praha

Dan saldju berderai dan Praha memutih darahku gemetar pudjaan kepada kerdja,

Dan bertemu aku dalam pelukanmu mesra

1954

tangan dan hati persaudaraan dari manusia bunga dan badja Ceskoslovensko jang ikut tamatkan hitam Nazisme dan kini madju ke tjaja pagi Sosialisme.

Djauh dari kabut pantai njiurmelati dimana manusia masih tersiksa dan berkelahi untuk bebas dan bahagia mengalun seruan bisikkan pesanan : mari, Praha, luaskan dunia tari dan njanji.

Dan engkau, Praha, tersenjum ngerti dari pabrik? berdaja raksasa berdegup semangat pekerdja baru. didendang melodi Vltava Smetana : esok, kawan, tarinjanji tjium pantai njiurmelati.

Putih² titik saldju berderai merah² deras darah dalam dadaku Praha ! alangkah nikmat api internas'nalisme !

Pelaut

Untuk hari bahagianja Tom

Pelaut jang sudah menghirup asin gelombang tudjuh lautan terkenang sendja dimana njawa keindahan dan keremadjaan memudar dalam surut kelampauan.

Ajah dan ibu selalu tjerita tentang pantai tiada sendja tentang pasang madju abadi dimana pelaut hidupkan njawa keindahan dan keremadjaan.

Aku telah lihat tjerita ini dalam pestazaman budjang dan dara dimana pantai berginar fadjar dan pasang menjanji kelaut luas lagu keesokan remadia tanahairku.

Pelaut jang sudah menghirup

senjuman djingga hari merekah

pelaut jang sudah satu dengan pasang penghabisan sendja madju didalam fadjar sepandjang masa.

Rukmanda

Sebutkan segala pendjara dan itu adalah aku Sebutkan segala badai 12 November kepahitan pembuangan kerinduan pada ketjapi Kepada Barmara kesunjian malamsepi kenangan pada Priangan dan kelajuan dari menanti.

Kembang Beureum" dan pandji merah

Aku jang telah menghitung rangkaian detik berbulanmadu dalam hatimu berpuluh tahun dalam suatu detik sedjarah aku serahkan segala dalam fadjar jang djuga merah. pada pesta perlawanan selama ini djiwa remadja setiap detak nafas njawaku Dengan lagu dan pandji jang sutji ini dan kala ini djuga diminta gadis² dikampungku mesra merekah aku njanjikan ,,bangunlah kaum terhina".

pemuda² gairah menari perwira

Aku kini tiada lagi dalam panen Hari Berdarah. bersatu dengan bumi tanahair tertjinta tapi lagu aku tamatkan bersama bintang seminar kelam dengan debar djantung terachir Gadis dan pemuda Tanahair diharini jang melihat fadjar bersinar bersuara merdu, bermata intan : kelahiran tunas penjambung keremadjaanku. panenmu dihari fadjar berdarah Sebutkan segala pendjara mekar mendjadi panen Pembebasan. dan itu adalah aku tapi sebutkan djuga kesetiaan kegairahan dan kepahlawanan itulah aku!

Harapan

RSUP, hari akan istirahat

Sunji menjutera irama kenjenjakan kawan-kawan sekitar dalam rawatan masih djauh pagi bersemi malam makin memesra hati penuh harapan.

Terpahat tegak dalam kandungan dada segala tandakasih kawan-kawan diluar aku ini bukan sampah terbuang sebagian granit samudera massa intan fadjar memerah.

Kongres Rakjat

Kepada Irian Barat

Biarkan sadja, Irian Kasih ada jang nikmat dalam memfitnah mengedjek persatuan bertunas indah,

Kerinduan kepadamu detik ini kita tamatkan djadi mainan segala kelitjikan dan kepalsuan dan kilauwarna tjendrawasih bukan bandingan lagu jang sumbang.

Kerinduan kepadamu detik ini senjawa gairah jang bernjanji memeluk persatuan mekar menjala kini bersinar se-Nusantara pembukaan zaman segala djaja.

Biarkan sadja, Irian Kasih segala musna jang mesti musna kita indah didjalan djoang jang pandjang.

Epos Dasa Warsa Kepada Angkatan 45

Masih djauh djalan angkatan djoang kita beribu kali Sparta.

Hormat membunga didalam dada pada mereka ichlas segala dan kagum kepada diri sendiri berdasawarsa setiatjita memenangkan djemu dan putusasa.

Angkatan kita angkatan tidak bertanja hari libur selesai tugas derita 'bangsa djadi djawaban kekinian jang djadi njawa keindahan hidup pahlawan zaman.

Makin djauh djalan angkatan epos kita beribu kali Sparta.

Petik Gitar (1949)

Untuk kawan dan lawan

Malam ini kawanku memetik gitar selama ini berdebu disudut kamar mengalun lagu kenangan lama. Melodi makin segar menaik trem penghabisan menderu lalu kawanku menjanji njanjian hati tjerita remadja mentjumbu gadis tjerita lama djutaan buku. Melodi makin segar menaik dan malam makin menjepi sukaduka bergetar dalam suara remadja menempuh badai lautan hilang gadis, hilang impian. Gitar berdenjar diremas djari remadja telandjang dilapang luas sekitar menantang nuntut pilihan mau kemana, mau kemana ini batas, ini anggur dan wanita. Aku tatap muka kawanku didjauhan tukang sate jang mengeluh dagangan mesti habis malam ini dan dia tidak mau menjerah bintang harapan didalam hati. Gitar halus memperhadja melodi kawanku mesra merangkai bungapi dari hati remadja kembali.

Rakjat Memilih

Seperti dulu sadja ketika bedil berletusan diudara dan dibumi engkau renggutkan kebimbangan semula bertahta didalam hati.

Dan kita madju menuliskan epos rakjat merdeka.

Seperti dulu sadja gempita kita kekotak suara diudara 'dan dibumi keperwiraanmu mendjadi keperwiraanku mengintan kagum didalam hati.

Dan kita madju memilih djaminan perkembangan bangsa.

Seperti dulu sadja dan seperti selamanja diudəra dan dibumi engkau djadikan pabrik dan. sawah pesta manusia jang punja hati.

Dan kita madju berani memilih dari detik ke detik.

Kalibata 10-11-1955 Surat Biru Engkau adalah tindju membara dari bumi kuburmu. Kutumpahkan segala daja puisiku untuk menamatkan hidup dongengan, Ira Engkau geram jang menagih kerdja ajo, kusambut adjakan dendang lagumu dan denjarkilat penghangus segala memudja zamanini kita bersama. penghalang tjitamulia. Engkau djuga njanji remadja Suratku ini menterdjemahkan ketekunan kini gairah melandjutkan kerdja hidupkeras dalam rimba pengabdian dan denjarkilat penerang tjita dimana kita miliki damai dihati kepada kiblat 'Ġustuspatlima dan tudjuan dihidup gemilang arti.

gemetar kudengar sendu sangkala

menjuruh diri berbunga pudja padamu pentjipta tjitamulia. Lihat sadja keindahan sekitar kita pestawarna pribadi² jang tahu tjinta Engkau adalah tindju suratku ini menterdjemahkanketekunan membara dari bumi kuburmu. suratku ini menterdjemahkan kemenangan. Engkau djuga bunga kesuma penjebar wangi djalan remadja: setiatjinta kepada tjita.

Sugardo

Harini Sugardo pergi

awan mendung awan mendung.

1956

Karangan bunga dan hati setia mengantar pergi istirahat abadi.

Badannja besar tawanja besar hatinja besar.

Dipusat konflik dengan segala jang mau berangus hati dan tawa Gardo rangsang jang menantang besar, perwira dan setia.

Damai Gardo pergi damai kami jang setia bahagia diwarisi kebesarannja:

tjinta kepada tjita.

Harini Sugardo pergi

hiati tjinta hati setia.

Berita Merah Kepada tanahair dan Perantjis

Ada berita jang dibatja segala mata palu-arit d:mana-mana memetik kasih dan tjinta mereka jang menderita.

Ada berita jang dibatja segala mata palu-arit dimana-mana membikin bingung dan kalap mereka jang sedang mabok kuasa.

Amat dan Pierre berdjuta-djuta gembira sambut hari kelahiran harapan dan perkembangan diri dan tanahairnja.

Dan mereka jang senjawa dosa dan noda nikmat ketakutan memandang esok kedatangan dunia Amat dan Pierre lapang luas berbunga kasih dan tjinta.

Ada berita jang dibatja segala mata diterima hati jang berbeda-beda tapalbatas ketakutan dan putusasa dengan harapan dan perkembangan.

Kawan Aidit

Engkau kawan, setangkai sadjak

belum pernah dirangkaikan tapi menjanji ditiap dada jang bergetar ombak harapan.

Engkau kawan, setangkai sadjak

jang menunggu kelahiran

tapi melati ditiap hati jang mengorak menjambut pagi.

Engkau kawan, setąngkai sadjak jang ada dibelum-ada tapi njala pada perwira jang berbaris ke fadjar mesra.

Engkau dan kami gerak senjawa tinggalkan hitam gelap derita engkau dan kami songsong dunia tamanbunga kasih dan tjinta.

Tjadaspangeran (in memoriam Wardi Kusnatalistra) kepada Memed Sastrahadiprawira

Engkau adjak kami, o, pudjangga anakzaman 'ngembara dan menikmati keindahan daripada kedjantanan para perwira leluhur kami karena kami pewaris sedjati njala tradisi sutji dan sakti.

Engkau adjak kami, o, pudjangga pada pestawarna masa jang silam dan tjinta agung terhadap bangsa detik Pangeran Kornel mengsinga keris ditangan di Tjadaspangeran menghadang Daendels djendral pendjadjah.

Engkau adjak kami, o, pudjangga pada keberanian lelaki Sunda jang mendjadikan diri pahlawan dunia hilang lebur dalam hormat pada segala penentang murka berbagai warna nafsu menghantjur pribadi harga merdeka. Dan kami madju menentang Daendels Tjadaspangeran menjertai anakzaman kami lahir dari indah kedjantanan perwira bangsa jang senjawa perwira zaman karena itu kami madju menderu: mengawal rakjat pentjipta dunia baru.

Rumah Liar

Kepada DPKS* Djakarta

Redup dalam tjaja terangbulan berkaparan majat kami jang rindu damai.

Kami dinafasi njawa manusia desa jang lari dari neraka mentjari sorga bunga harapan dan bunga tjinta tempat hidup menjambung tjitaD PR Baru bagi bangsa dan keluarga. Kalung bunga ini untukmu Kami 'rangdesa jang miskin segala amanat harapan bangsa. baji koreng dalam estitika kota titip badan dan titip njawa Biarkan sadja ratu estitika ketika ini kegetiran jang masih kami lalui meski kami kenal suling dan ketjapi. hadapkan dada ke tamanbunga kasih dan hargadiri, Demi estitika kata 'rangkota siapa berhati dingin kepada derita bangsa Djadikan sadja berguguran kami bagai 'rangdesa dirimu dan diri bangsa sekali lagi dalam musim bunga hidjau abadi 'gustus patlima menantang kelahiran pesta mengerti. kenikmatan satu dalam hidup dalam mati. Redup dalam tjaja terangbulan Kalung bunga ini untukmu berkaparan majat kami jang rindu damai. amanat harapan djaja.

  • DPKS — Dewan Perwakilan Kotapradja Sementara.

Pada Manusia Jang Bekerdja

Kepada sidang Dewvan Nasional SOBSI ke.I

Kami datang dari segala pendjuru dimana manusia menderita dan bikin sedjarah. Kami datang dari segala pendjuru dimana manusia penuh tjinta dan hidupkan sedjarah.

Kami datang dari derita dan tjinta pada manusia jang bekerdja pada sedjarah jang berdjiwa. Kami datang dari derita dan tjinta sumber kekuatan segala daja njawa impian dan harapan.

Derita dan tjinta membikin kami waspada membedakan kawan dan lawan hariesok kemanusiaan, Derita dan tjinta memberi kami tenaga kesanggupan bergembira dan setia pada manusia jang bekerdja.

Wanita dari Sungai* De Laureantis

Kuterima ini kehidupan dengan segala kekurangan kepedihan.

Kuterima hantu kesusahan hitung² belandja bulanan ilmu aldjabar tak terpetjahkan.

Kuterima perang sjaraf provokasi dari mereka jang kebingungan penjembah perpetjahan keruntuhan.

Ja, kuterima ini semua!

dengan hati mengarah pada harapan.

Bersama anak ketjil mulai njanji bersih terbuka untuk segala lagu dan tawa sepandjang masa.

Bersama engkau jang pada tegak terima hadapi segala tantangan bentuk tjipta kesempatan kemungkinan.

Kuterima ini kehidupan dengan kasih dan setiakawan!

  • Wanita dari Sungai" nama sebuah film Italia.

Sadjak tak Bernama

pada sendja revolusi suatu pagi mengantar kapal mentjium pantai lama dikenang dan turun seorang pradjurit bibir berbunga melodi tjinta.

pada sendja revolusi suatu pagi merobek djarak

ketegangan dan kekerdilan dan melangkah seorang pradjurit dada berdarah setiatjita.

pada sendja revolusi suatu pagi membuka tjerita kedjatuhan dan kebangunan dan terkapar pradjurit perkasa hati hangus ditjinta ketika.

pada sendja revolusi suatu pagi tjerita lagi tentang kapal tinggalkan pantai dan pradjurit jang tjium gelombang menatap fadjar daerah kelahiran tjinta.

7 November kepada manusia Sovjet

Dan dengan kelahiranmu jang berdarah merah dunia mulai kenal kasih jang merah manusia merah.

Kasih jang besar karena derita kasih jang ditempa api usaha menghitam pada seribu satu kekalahan membunga pada seribu satu kemenangan jang tak pernah diterima sebagai keachiran.

Kasih jang besar karena bagia kasih jang ditempa api usaha merintis djalan bagi njanji tiap manusia menekan nafsu tertawa sendiri jang tak pernah diterima sebagai suka sedjati.

Kasih jang besar karena pertjaja kasih jang ditempa api usaha merobah dunia dan seluruh manusia mendahulukan selalu pembentukan zaman baru jang memahat namamu ditiap dada jang ada haru. Dan dengan kelahiranmu jang berdarah merah tanahairku mulai ditjumbu gairah manusia tak tahu kalah.

Bara di Periangan Tjinta membakar dalam pendjara Sukamiskin dan Tjipinang kepada Angkatan 26tjinta mekar di pembuangan Boven Digul Tanahmerah tjinta meraksasa ditiang gantungan. Sekali engkau dibelai Sekali bara menjala

gema tifa Pattimura

dikampung desa dan kota kami londjak geram Diponegoro njelang membintang di 'Gustuspatlima derak djedjak Imam Bondjol njelang membintang dimasa depan jang meng-eposkan gunung dan lembah. badja kami dalam tjinta kepada tjita. Dan engkau anak Periangan menjongsong ulangtahun ke-30 engkau Egom engkau Hasan pemberontakan 1926 (12-11-56) engkau Dirdja! kalian bangunkan bara njalakan darah dalam sedjarah

Dari kehidjauan kampung dan desa djelita gadis perkasa pemuda bara jang mendjadi njala tidak bertanja berapa sendjata menghangus ragu mendjadi abu.

Dari kehidjauan kampung dan desa djelita gadis perkasa pemuda bara jang mendjadi njala tebarka senjum jang menantang

apa meriníang tjinta ada kebebasan......

Tjandradimuka

untuk : Alamira

Antara Thermopylae dan StalingradAngin adalah bunga

kesan Bandung 20-11-56dan bintang adalah kembang ketika kaulepas aku kelahi udji kesanggupan diri bentuk manusia baru Berarak kami dalam tjerita lama jang remadja senantiasa manusia Sparta jang menukar njawadalam mata, dalam rasa, dalam tjinta pada dunia dan manusia dengan keharuman pudja. pada diriku sendiri. Sekali nilai tertinggi menolak hidup, menjembah mati.Sekali aku empedu menghitam tantang kepalsuan Berarak kami dalam tjerita kini sekali aku madu manusia kenal Stalingrad mengorak sambut perkembangan sekali aku halilintar jang sedia menukar njawa dengan panen hasil kerdja. sekali aku melodi.

Angin membara Sekali ini nilai kami ganti bintang menjala menolak mati, njanjikan hidup. detik aku miliki mata, rasa dan tjinta jang baru dan remadja senantiasa.

Ultimatum

Dalam hirukpikuk purapura dalam ingarbingar geledek bantji diriku artja protes atas pemborosan enerzi,

Dalam kesedjukan jang kepal. dunia dalam derai keringat membutir intan diriku api tunas jang mentjari pagi.

Mars ke Sosialisme Dan kami dalam sutjikan diri

tjiptakan udara baru

bagi manusia jang meraih fadjar Kami manusia kinibagi manusia jang ingin wadjar bagi manusia malaikat dan bidadari. nadjis dan kojak dikutuk sedjarah. Zaman budak, zaman feodal Kami manusia kini dan zaman penghisapan kapital sutji ditempa sedjarah jang ingin 'ngubur kembali manusia—jang—tak—kenal—njerah kemenangan manusia atas hewan manusia—penguasa—alamraya: dengan wabah hakmilik perseorangan. membuka pintu kedunia fadjar bersinar ketok hati kemanusia besar karena wadjar. Sorga dipanggil neraka dipanggil perang dipanggil malaikat dan setan djadi alat penegak nafsu.

Kami manusia kini nadjis dan kojak dikutuk sedjarah. Menggeliat meraih fadjar Dunia Milik Bersama jang membunga berwarna merah.

Dan kami panggil sorga

tetapi lempar neraka memudja damai dan hukum perang kawan malaikat seteru setan sutjikan diri dari rawa koreng zamanlama berabad-abad.

Masih Ada Thermopylae* Konsepsi Bung Karno

kepada polisi Pasir Bandera

Bung Karno!

Peluru jang penghabisan telah berkata: kami adalah tjinta Konsepsimu kembalikan mimpi pada malam semakin sepikami adalah setia pada pradjurit pengawal tjita jang senjawa dengan fadjar jang djaja. bertekad mati dalam setia. Bawalah bunga kepusara kami Engkau bawa kami bebaskan diri jang menjunting Priangan djelita ini dari keasingan hampa pegangan bawalah djuga kemesraan kesanggupan terhadap kawan dan segala meremadjakan kemenangan Thermopylae. terhadap diri sendiri. Selamattinggal untuk mereka Konsepsimu kenalkan kemerduan bandit perpetjahan dan kelampauan kami punja tugas raksasa selamatdatang adalah milik kami kami punja tenaga raksasa: jang terus hidup didalam mati. pembangunan dan persaudaraan! 一

  • Thermopylae adalah Pasir Bandera"nja Sparta jang gugur sampai pradjurit terachir.

ISI 1949

Berita dari Partai Hati dan otak kita

Aku Pelaksana Triompator esok
Kata biasa ....
Ah, lidah tuan ! 56789

Malam ini malam sepi riuh oleh gelisah kelahiranIbu, aku pahlawan anti-perang 1

malam ini malam sakti jang menjampaikan berita Partai: 1950

selamattinggal kelampauan Djalan terus
selamatdatang keakanan. Njanjian buruh angkutan .......
Salut Perdamaian ....

Teruskan

Aku tjium malam ini

Madiun jang terbitkan siang dalam hatiku Antara bumi dan langit ... 1516171819202 aku tjium engkau Partai

fadjar esok dihari ini. 1951

Kepada Mau Tje-tung ....
Barisan dan bendera .....
Berita Partai tegakkan pandji Mei Raya ... Tjerita pada 1 Mei

pertempuran terhadap diri sendiri

Kita satu .......
hadapkan diriku pada pilihan : Merdeka kami kegairahan dari kehidupan Senen-Kramat lutjuti nafsu perseorangan Kasih dan pendjara
Nji Marsih ....

atau laju dalam mati sebelum mati.

Pedjoang .....
Taufan .......
Salut, Djiwandono, salnt!与273293038568 Berita Partai telah disampaikan djalan jang mematahkan kekalahan. 1952 Kapal Tudjuh"

Ketjapi hati ...

Api dan mawar Gang Tengah 29 Tjerita Otjim 344850

Pleno V CC

Kertosentono .....
55 Nanking Seratusribu 56
Praha .... 58
1954 Pelaut 61 Kader SB 62 Rukmanda 64

  1. November 65
    1955 Harapan 69 Kongres Rakjat Epos dasa warsa 0 Petik Gitar (1949) 72 Rakjat memilih 73
    Surat biru .....74
    Kalibata ....75
    76
    Sugardo ....

1956

Berita Merah79 Kawan Aidit Tjadaspangeran 81 Rumah liar 82 DPR Baru Pada manusia jang bekerdja Wanita dari Sungai" De Laureanti Sadjak tak bernama ..
7November ......
Bara di Periangan Antara Thermopylae dan Stalingrad288588780 Tjandradimuka 91 1957 2201 95
Ultimatum ....
Mars ke Sosialisme.

Konsepsi Bung Karno

Masih ada Thermopylae wam.nhi99 Berita dari Partai d100 tipro aahs

YALE

OMn