TENTANG AKS TENTANG
SI, KADER
dan
DEMOKRASI
水
Laporan Umum PRESIDIUM kepada Sidang ke-II D.N. SOBSI Djakarta, 20-27 Agustus 1961
TENTANG AKSI, KADER DAN DEMOKRASI
Laporan Umum Presidium Kepada Sidang Kedua Dewan Nasional
S.O.B.S.I.
disampaikan oleh: Njono — Ketua D.N. SOBSI
CEK-2001
PER. NEG. R. L
Diterbitkan oleh: Jajasan Karya Bakti
Djakarta, September 1961
Njono — Ketua D.N. SOBSI
situasi umum dikalangan kaum buruh Indonesia dewasa lagi untuk dapat menjesuaikan keadaan organisasi dengan masih harus dikerdjakan dengan lebih giat dan lebih baik dan tugas memperluas organisasi SOBSI diseluruh negeri Tugas memperkuat persatuan kaum buruh Indonesia matjam² kekurangan, kesulitan, rintangan dan halangan. sih harus ditempuh beberapa tindakan untuk mengatasi didalam kehidupan politik dinegeri kita, sungguhpun ma-SOBSI lebih kuat dikalangan kaum buruh Indonesia dan an dwitugas itu telah membikin kedudukan organisasì pinan SOBSI dan Serikatburuh2-Anggotanja. Pelaksana- kan se-giat2nja dan se-baik2nja oleh semua badan pim-Dwitugas SOBSI ini pada pokoknja telah dilaksana- kedua: tugas meluaskan organisasi diseluruh negeri. tugas memperkuat persatuan kaum buruh Indonesia, dan gres telah menentukan dwitugas SOBSI, jaitu pertama: krasi. Untuk memenangkan program tuntutan ini Kon-Tuntutan SOBSI Untuk Sandang-Pangan Dan Demo-Dengan suara bulat Kongres telah mensahkan Program dang-pangan dan demokrasi. kenal sebagai Kongres kaum buruh Indonesia untuk san- masih ingat bahwa Kongres Nasional ke-III SOBSI ter- di Solo pada tanggal 22-27 Agustus 1960. Kita semua adakan setahun sesudah Kongres Nasional ke-III SOBSI Sidang ke-II Dewan Nasional SOBSI sekarang ini di-Saudara2 jang tertjinta,
TENTANG AKSI, KADER DAN DEMOKRASI.
ke-II Dewan Nasional SOBSI: Laporan Umum Presidium kepada Sidang
ini. Situasi umum ini jang merupakan situasi bergolak ditandai oleh pertama: meluasnja aksi2 sosial-ekonomi jang bersifat massal dikalangan kaum buruh, dan kedua: meningkatnja perlawanan2 kaum buruh terhadap usaha² reaksioner jang mentjoba memetjah-belah persatuan kaum buruh dan membubarkan organisasi2 buruh revo- lusioner. Djuga situasi umum dikalangan Rakjat Indo- nesia menundjukkan adanja situasi bergolak, jaitu sua- sana kebangkitan berbagai golongan Rakjat jang makin kuat menuntut pelaksanaan Manipol setjara konsekwen dan penjelenggaraan Pola Pembangunan Nasional setjara demokratis. Dalam waktu setahun sesudah Kongres Nasional ke-III SOBSI telah terdjadi beberapa kali gelombang pemogokan, terutama di-perusahaan² modaǐ besar asing dan perusahaan² bekas milik Belanda jang telah diambil-alih dan telah didjadikan perusahaan2 negara. Terdjadinja pemogokan² ini, selain didorong oleh tekanan² ekonomi jang bertambah berat dengan terus naiknja harga ba- rang2 sandang-pangan, adalah terutama diakibatkan oleh sikap madjikan2 modal besar asing jang memban- del dan oleh kebidjaksanaan Pimpinan BANAS jang se- karang mendjadi BKPN (Badan Koordinasi Perusahaan² Negara) dibidang perburuhan jang tidak sesuai dengan Manipol. Pemogokan² itu pada umumnja dilakukan se- telah berbagai djalan penjelesaian dengan musjawarah dan'berunding tidak mendapat perhatian selajaknja. Untuk mempertinggi produksi di-perusahaan² negara, SOBSI berulang kali mendesak kepada Pemerintah agar melaksanakan prinsip pimpinan patriotik, pertinggi produksi, tjegah korupsi dan sabotase, djamin demokrasi dan perbaiki nasib kaum buruh". Prinsip ini diadjukan ber- dasarkan pengertian umum jang masuk-akal, bahwa nasib buruh dalam djaman merdeka harus lebih baik daripada dalam djaman pendjadjahan dan nasib buruh diperusa- haan² jang diambil-alih hąrus lebih baik daripada se-
*6
bulan November 1959 tidak dilaksanakan setjara kon-
dalam Peraturan Gadji BANAS jang ditentukan pada Hingga sekarang inpassing buruh perusahaan2 negara njak pengorbanan. hasil perdjuangan buruh selama ber-tahun² dengan ba- membatalkan semua CAO (P.K.B.) jang merupakan 1960 jang djauh lebih rendah daripada biasanja dan lan Maret 1960 memberikan Tundjangan Hari Raja ber 1959 menghapuskan gratifikasi 1958-1959, pada bu- pada ketentuan2 jang sudah berlaku, pada bulan Desem- membuat penetapan upah lembur jang lebih rendah dari- an² Pimpinan BANAS jang pada bulan November 1959 dakan² jang merugikan kaum buruh ini adalah tindak- kan pendapat2 Serikatburuh² jang bersangkutan. Tin- 22/1957 dikurangi, tanpa musjawarah atau mendengar- perselisihan perburuhan menurut saluran Undang2 No. biasa berlaku dan jang merupakan hasil² penjelesaian negara diperbaiki, malahan hak² kaum buruh jang sudah perusahaan² Belanda jang telah didjadikan perusahaan² apa jang terdjadi? Bukannja nasib kaum buruh dibekas warah dengan Serikatburuh2 jang bersangkutan. Tetapi lesaikan soal² perburuhan djangan ditinggalkan musja- ditandaskan dalam Manipol, hendaknja dalam menje- desak, supaja sesuai dengan semangat gotong-rojong jang Kepada Pemerintah, SOBSI djuga berulang kali men- ingin hidup lajak dan sempurna". bergerak karena kesengsaraan kita, kita bergerak karenn risalah Mentjapai Indonesia Merdeka", bahwa Kita bagaimana dikemukakan oleh Presiden Sukarno dalam Sang Garuda Indonesia terbang diangkasa ?", tetapi se- dera Sang Merah Putih, bukan hanja untuk melepaskan dengan maut, toh bukan hanja untuk menaikkan ben- revolusi, kita berdjuang, kita berkorban, kita berdansa Manipol jang menegaskan, bahwa. Kita ber-dengan apa jang dinjatakan oleh Presiden Sukarno dalam belum diambil-alih. Pengertian umum ini adalah sesuai
sekwen, sehingga bagian terbesar buruh perusahaan² negara belum diinpas. Selain itu usaha² mengurangi hak² djaminan sosial masih terus dialami oleh kaum buruh dibeberapa perusahaan negara. Dalam pokoknja keadaan perburuhan di-perusahaan2 negara, chususnja dilingkung- an bekas perusahaan² Belanda jang diambil-alih, belum normal. Keadaannja mendjàdi bertambah tegang dengan adanja usaha² untuk menghambat pembentukan Dewan² Perusahaan menurut Undang2 No. 45/1960 dengan djalan memaksakan pembentukan PTK (Persatuan Tenaga Karjawan) jang diinstruksikan oleh Pimpinan BANAS. Pembentukan PTK ini dalam prakteknja ditudjukan untuk membubarkan atau membekukan Serikatburuh² jang sudah ada dan jang telah lama dibentuk oleh kaum buruh setjara demokratis serta telah terudji kesetiaan dan kesungguhannja dalam melawan sisa² kekuasaan kolonial Belanda dan dalam membela Republik Proklamasi. Untuk menormalkan kembali keadaan perburuhan di- lingkungan perusahaan² negara tidak ada djalan lain ketjuali melaksanakan pedoman umum jang telah diberi- kan oleh Presiden Sukarno dalam Amanat Kenegaraan 17 Agustus 1961 jang berdjudul RE-SO-PIM jang me- negaskan agar segala persoalan diselesaikan berdasarkan Konsep Manipol dan mentjegah djangan sampai ... hanja mengganti madjikan2 Belanda atau madjikan²
asing jang lain, dengan ndoro2-madjkan Indonesia ....".
Dengan tegas sekali lagi ditandaskan oleh Presiden Sukarno, untuk ikut-sertakan seluruh pekerdja dalam me- mikul tanggungdjawab dalam produksi dan alat² produksi. Djangan ndoro2an ! Pengikutsertaan itu akan me- lantjarkan dan memperbesar produksi". Berdasarkan Program Tuntutan SOBSI, kegiatan² umum SOBSI dilapangan sosial-ekonomi ditudjukan untuk mentjegah kemerosotan tingkat hidup kaum buruh dengan terutama membela hak2 kaum buruh jang sudah biasa berlaku, memperdjuangkan perbaikan penghasilan
tabungan wadjib 10% dan ketentuan tentang besarnja diusahakan pembajaran rapelnja, penundaan potongan angkan pelaksanaan PGPN-Baru, meskipun masih harus RKS-SB2/SS2 Pegawai Negeri telah berhasil diperdju-Untuk pegawai dan pekerdja negeri, ber-sama² dengan negara lainnja kenaikan upah ini lambat penjelesaiannja. bagi kaum buruh gula dan perkebunan. Bagi perusahaan² naikan upah untuk tahun 1961 antara 15% dan 25% hun 1960. Selain itu telah berhasil diperdjuangkan ke- sekarang sedang diselesaikan pembajaran gartifikasi ta- pun disana-sini kaum buruh mengalami kerugian² dan telah dibajarkan adalah gratifikasi tahun 1959, meski- untuk mendapatkan tjatu tjuma2 dan gratifikasi. Jang dah biasa berlaku, telah berhasil dipertahankan hak²nja dakan pengurangan atas hak² sosial-ekonominja jang su- landa jang diambil-alih jang mengalami matjam² tin- gara, terutama kaum buruh di-bekas2 perusahaan2 Be- sebelumnja. Chusus untuk kaum buruh perusahaan2 ne- ruh partikelir pada umumnja lebih besar daripada tahun hun 1961 djumlah tundjangan hari raya bagi kaum bu- usahaan² negara dan kaum buruh partikelir. Untuk ta- untuk pegawai dan pekerdja negeri, kaum buruh per- pertahankan hak² mendapatkan tundjangan hari raya hindarkan pemetjatan2. Selandjutnja telah berhasil di- dan adanja instruksi Menteri Perburuhan untuk meng- digunakan dalam menjelesaikan perselisihan perburuhan tentang pengurangan ketentuan bea-meterai jang harus partikelir, dikeluarkannja instruksi Menteri Perburuhan upah tahun 1960 antara 10%-30% bagi kaum buruh Hasil² perdjuangan jang telah ditjapai adalah kenaikan perang masih belum reda. anti-demokrasi jang bangkit selama berlakunja keadaan mengingat kenjataan, bahwa hingga sekarang gedjala2 ngan itu memperdjuangkan perluasan hak² demokrasi, nurunan harga barang2 sandang-pangan. Bersamaan de- bagi berbagai golongan kaum buruh dan menuntut pe-
djumlah tundjangan kemahalan daerah. Kenaikan upah 25% bagi pekerdja negeri baru berlaku dibeberapa daerah, sedangkan mengenai hak mendapatkan distribusi beras bagi pekerdja masih belum ada ketentuan. Jang masih dalam penjelesaian adalah perbaikan distribusi beras dan barang2 sandang-pangan lainnja bagi pegawai negeri beserta keluarganja, sedang jang sudah tertjapai perbaikan adalah mengenai distribusi beras di Djakartá, jaitu 8 kg untuk pegawai dan 8 kg untuk masing2 keluarganja. Untuk kaum buruh perusahaan² partikelir, ketjuali di-perusahaan² modal besar asing, pada umumnja dapat diselesaikan kenaikan upah 25% untuk tahun 1961. Jang masih merupakan persoalan besar adalah masalah anmeran dan pemetjatan² jang terus dilakukan oleh maskapai2 minjak besar monopoli asing BPM, SVPM dan ČALTEX dan di-perusahaan² rokok B.A.T. dan FAROKA. Mengenai perdjuangan untuk penurunan harga, baru berhasil dengan adanja peraturan Menteri Perdagangan pada achir bulan Desember 1960 tentang penurunan harga tekstil etjeran dengan 15% dan pengurangan kom- ponen harga tekstil dan bahan² bakunja. Tetapi pada umumnja harga tekstil masih djauh diatas daja-beli kaum buruh dan Rakjat dan keadaan harga barang2 sandang-pangan masih terus naik membubung tinggi. Dengan demikian perdjuangan untuk penurunan harga masih harus dilandjutkan. Soal harga adalah soalnja seluruh Rakjat. Karena itu ber-sama² berbagai golongan Rakjat, SOBSI dan Serikatburuh2-Anggotanja, disamping mem- perdjuangkan tuntutan? umum untuk penurunan harga, djuga berusaha sekuat tenaga supaja aksi² penurunan harga menghasilkan keuntungan2 materiil bagi massa buruh dan Rakjat berdasarkan prinsip ,ketjil-hasil". Dalam membela dan memperkuat demokrasi, telah berhasil digagalkan usaha² reaksioner untuk membubarkan
PER. NEG. R.L
11 SOBSI dengan mengobarkan lebih kuat semangat setia- bar dan tahan udj guna menjelesaikan 10-pasal tuntutan melandjutkan aksi2 persatuan jang bersifat massal, mele-SOBSI dan semua Serikatburuh2-Anggota-SOBSI untuk .berhasil diperdjuangkan. Adalah mendjadi kewadjiban Sebagian daripada 10-pasal tuntutan SOBSI itu telah nja. pengambil-alihan perusahaan2 Belgia dan tuntutan² lain- alihan sisa2 modal Belanda di-perusahaan² tjampuran, tanah dan barang2 sandang-pangan lainnja, pengambil-Kerdja jang demokratis, penurunan harga beras, minjak- rangan massa-onslag dan adanja Undang2 Hubungan butan instruksi BANAS tentang pembentukan PTK, la-Perusahaan menurut Undang2 No. 45/1960 dan pentja- kaum buruh perusahaan2 negara, pembentukan Dewan² tanpa mengurangi hak2 kaum buruh jang sudah ada bagı bajaran gratifikasi tàhun 1960 dan pelaksanaan inpassing ruh perusahaan² negara dan kaum buruh partikelir, pem- kenaikan upah 25% untuk tahun 1961 bagi kaum bu- hak mendapatkan distribusi beras bagi pekerdja negeri, pangan bagi pegawai negeri, kenaikan upah 25% dan perbaikan penghasilan dan distribusi barang2 sandang- 10-pasal tuntutan SOBSI itu adalah tuntutan² untuk buruh jang ditahan selama berlakunja aksi2. membebaskan ratusan kaum buruh, aktivis dan kader Besar Kaum Buruh Sedunia, Hari 1 Mei 1961, dan untuk pasal tuntutan SOBSI jang diumumkan sesudah Hari SOBSI sekarang dipusatkan untuk memenangkan 10- Kegiatan² SOBSI dan semua Serikatburuh-Anggota-negeri dan adanja peradilan pegawai. sertanja wakil2 Vaksentral2 dan Serikatburuh² pegawai bentukan Dewan Permusjawaratan Pegawai dengan ikut- kewadjiban2, djuga mengatur hak² pegawai negeri, pem-DPR. Undang Pokok Kepegawaian ini selain memuat dan disahkannja Undang2 Pokok Kepegawaian oleh atau mengebiri Vaksentral2 dan Serikatburuh² jang ada
kawan dikalangan kaum buruh dan didalam kehidupan kader. Pelaksanaan aksi² persatuan ini adalah tidak ter- pisahkan dengan perdjuangan untuk membela dan memperkuat demokrasi serta pengorganisasian gerakan meng- konsolidasi dan memperluas organisasi SOBSI dan semua Serikatburuh-Anggota-SOBSI diseluruh negeri. Untuk melaksanakan tugas memperluas organisasi diseluruh negeri, kita telah mempunjai Plan Tiga Tahun Organisasi dan Pendidikan jang sesuai dengan keputusan Kongres Nasional Ke-III ŠOBSI mulai berlaku sedjak 1 Djanuari 1961. Selain itu telah dilakukan usaha² untuk menjesuaikan keadaan organisasi dengan Konstitusi SOBSI jang telah disempurnakan oleh Kongres Nasional Ke-III ŠOBSI, memperbaiki keuangan organisasi, meng- konsolidasi organisasi dikalangan kaum buruh transport dan kaum buruh agraria, memperluas organisasi dikalangan pekerdja betjak, kaum buruh nelajan dan kaum buruh dilapangan perdagangan, mengadakan gerakan tu- run-kebawah untuk membantu badan² organisasi bawah- an dan memperkuat badan² pimpnan dari atas sampai kebawah, terutama dengan memetjahkan setjara tepat masalah kader sebagai tulangpunggung organisasi. Prak- tek2 organisasi dan aksi2 selama ini memperkuat apa jang dinjatakan dalam Laporan Umum Kongres, bahwa situa- si umum jang kita hadapi sekarang adalah tjukup baik untuk melandjutkan perluasan anggota dan organisasi SOBSI dan Serikatburuh2-Anggota-SOBSI diseluruh negeri, asalkan kita selalu bertindak aktif dan mempunjai inisiatif jang tidak habis2nja. Adalah mendjadi kewadjiban SOBSI dan semua Serikatburuh-Anggota-SOBSI untuk melandjutkan pelaksanaan tugas memperluas organisasi diseluruh negeri dengan menaruh perhatian se-besar2nja kepada tenaga² pelaksananja, jaitu kader² jang merupakan milik organisasi jang paling berharga. Dalam Garis Perdjuangan Konstitusi SOBSI telah di-
sasi diseluruh negeri, djuga untuk memperluas organisasi perkuat persatuan kaum buruh dan memperluas organi- mendjuruskan kegiatan² nasionalnja, selain untuk mem- negeri kita, SÖBSI dan semua Serikatburuh-Anggotanja istiwa politik jang besar dalam kehidupan nasional di- berachirnja Sidang Pertama MPRS jang merupakan per- untuk berhasilnja Pola Pembangunan Nasional, sedjak Untuk pelaksanaan Manipol setjara konsekwen dan Badan Pekerdja DEPERNAS. Nasional SOBSI jang djuga mendjabat sebagai Anggota oleh Kawan F. Runturambi, Anggota Presidium Dewan Pembangunan Nasional akan diberikan laporan chusus pol dan Pola Pembangunan Nasional. Mengenai Pola telah menjatakan sikapnja jang tegas mendukung Mani- nuari 1961. SOBSI dan semua Serikatburuh-Anggotanja Sukarno telah dinjatakan berlaku sedjak tanggal 1 Dja- ngunan Nasional Tahapan Pertama jang oleh Presiden bersama, MPRS djuga telah mensahkan Pola Pemba-Besar Haluan Negara. Sebagaimana telah kita ketahui tanggal 7 Desember 1960 telah ditetapkan sebagai Garis2 berlangsung dari tanggal 10 November sampai dengan perintjiannja jang oleh MPRS dalam Sidangnja jang koknja sekarang telah dirumuskan dalam Manipol dan rakat sosialis di Indonesia. Tugas nasional ini dalam po- geri kita sebagai sjarat mutlak untuk menudju kemasja- hapuskan sama-sekali imperialisme dan feodalisme dine- nja. Ini berarti melandjutkan perdjuangan untuk meng- kan tuntutan² Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar2. memperkuat front persatuan nasional untuk menjelesai- lum berubah. Tugas nasional ini adalah masih tetap SOBSI dan semua Serikatburuh-Anggotanja masih be- ditentukan bahwa tugas nasional jang harus dipikul oleh dan ekonominja masih bersifat kolonial. Karena itu telah pekerdja adalah karena Indonesia belum merdeka penuh rosotan tingkat-hidup kaum buruh dan seluruh Rakjat-
njatakan dengan tegas, bahwa sumber pokok dari keme-
diseluruh negeri, djuga untuk memperteguh persatuan nasional revolusioner dari semua kekuatan politik dan karja pendukung Manipol jang oleh Presiden Sukarno diberi bentuk jang chas, jaitu persatuan NASAKOM, persatuan antara golongan2 politik Nasionalis, Agama dan Komunis. Dari kegiatan² organisasi selama setahun ini, dapatlah disimpulkan, bahwa semua anggota, aktivis dan kader SOBSI dan Serikatburuh2-Anggota-ŚOBSI sekarang ini menghadapi ,empat-tugas-besar dan tiga-soal-penting". Keempat tugas besar ini adalah pertama: tugas memperkuat persatuan kaum buruh Indonesia, kedua: tugas memperluas organisasi SOBSI diseluruh negeri, ketiga: tugas memperteguh persatuan nasional jang berintikan NASAKOM dan keempat: tugas memperhebat perdjuangan Rakjat menjelesaikan tuntutan² Revolusi Âgustus
- Sedangkan ketiga soal penting jang harus kita petjahkan adalah masalah2 aksi, kader dan demokrasi. Dengan dikemukakannja empat-tugas-besar"tersebut, mendjadi djelaslah, bahwa dwitugas SOBSI tidak bisa dipisahkan dengan tugas2 nasional jang harus dipikul oleh SOBSI dan semua Serikatburuh-Anggotanja. Oleh karena itu untuk waktu2 selandjutnja kata ,dwitugas" disempurnakan mendjadi empat-tugas-besar". Disamping menghadapi ,,empat-tugas-besar dan tiga-soal-penting", kita masih mempunjai satu pekerdjaan penting dibidang internasional, jaitu mensukseskan Kongres ke-V Serikatburuh² Sedunia pada bulan Desember 1961 di Moskow. Mengenai Kongres Buruh Sedunia ini akan diberikan laporan chusus oleh Kawan Tjugito, Wakil Ketua Dewan Nasional SOBSI, jang telah mewakili SOBSI untuk turut-serta menjusun Rentjana Program Aksi Serikatburuh² Sedunia jang akan diadjukan kepada Kongres. Kongres Serikatburuh Sedunia ini pasti akan lebih memperkokoh persatuan dan solidaritet kaum buruh disemua negeri dalam memperkuat perdjuangan
15 timbul dalam rangka kerdjasama nasional diselesaikan Umum Kongres, bahwa se-baik2nja kontradiksi2 jang III SOBSI. Dengan djelas dinjatakan dalam Laporan ris aksi jang telah ditentukan oleh Kongres Nasional ke- semua Serikatburuh-Anggotanja berpedoman kepada ga- njalurkan dan memimpin aksi2 kaum buruh, SOBSI dan an kaum buruh mendjadi aksi2 jang teratur. Dalam me- menjalurkan dan memimpin aksi2 jang timbul dikalang- jang anarkis. Oleh karena itu SOBSI berkewadjiban kaum buruh mentjetus dalam bentuk2 aksi perseorangan bertanggungdjawab untuk mentjegah ketidak-puasan SOBSI dan semua Serikatburuh-Anggotanja merasa an negara !". kaum koruptor2, kaum penipu2, kaum pentjuri2 kekaja- produksi, dan untuk mengawasi kaum pentjolengan2, perusahaan untuk mempertinggi kwantitet dan kwalitet tuk dewan2, jang berkewadjiban membantu pimpinan semua perusahaan2 Negara, disemua PT2 Negara, diben- dalam Djarek" jang menegaskan, bahwa. di- tukan dewan² jang sesuai dengan apa jang dinjatakan bidang". Hingga sekarang belum dilaksanakan pemben-Presiden Sukarno dinamakan pentjoleng2 disemua ingat kenjataan² masih belum diachirinja apa jang oleh uletan dan ketjerdikan. Perdjuangan ini diperlukan meng- lalui perdjuangan jang disertai dengan kegigihan, ke- kup adil dan masuk akal, hanja dapat dimenangkan me- sekali lagi, bahwa tuntutan² kaum buruh, meskipun tju-Pengalaman² aksi selama ini memberikan peladjaran
DAN TAHAN UDJI.
I. MASALAH AKSI2 MASSAL, MELEBAR
nal dan Sosialisme. kemenangan² pasti bagi demokrasi, kemerdekaan nasio- dan menghantjurkan imperialisme dan kolonialisme, guna Rakjat² sedunia untuk memelihara perdamaian dunia
dengan djalan berunding. Karena itu hingga sekarang
dalam menjelesaikan soal2 perburuhan SOBSI dan semua Serikatburuh-Anggotanja belum pernah meninggalkan djalan penjelesaian dengan berunding, sebaliknja sering ditinggalkan tidak diadjak 'berunding sebagaimana terbukti dengan adanja matjam² tindakan dari Pimpinan BANAS jang mengurangi hak2 djaminan sosial kau buruh, tanpa musjawarah ataupun mendengarkan pen- dapat2 Serikatburuh² jang bersangkutan. Garis aksi SOBSI jang terkenal sebagai garis seribu satu matjam aksi" adalah hasil penjimpulan Sidang Dewan Nasional ke-VI SOBSI pada bulan Desember 1958 jang kemudian diperkuat oleh Kongres Nasional ke-III
SOBSI. Penjimpulan ini selengkapnja adalah sebagai
berikut: Aksi2 dilakukan melalui aksi2 Serikatburuh, aksi² SOBSI dan aksi2 bersama antara semua Vaksentral dan Serikatburuh. Semua aksi diusahakan untuk dikombinasikan setjara baik dengan kegiatan² di Dewan² Perwakilan Rakjat, kegiatan² wakil2 kaum buruh di-panitia² penjelesaian perselisihan perburuhan dan badan² perwakilan lainnja dan mengusahakan hubungan baik dengan alat² negara. Aksi2 jang bersifat massal dilakukan dengan menggunakan menggunakan matjam² tjara dan bentuk jang berat-ringannja disesuaikan dengan keadaan dan keperluan tanpa meninggalkan djalan penjelesaian dengan berunding dan tidak melupakan sasaran pokok per-
djuangan nasional sekarang ini, jaitu imperialisme asing
dan komplotannja didalam negeri. Penjimpulan Šidang Dewan Nasional ke-IV SOBSI ini menundjukkan, bahwa garis seribusatu matjam aksi" mengandung beberapa prinsip pokok, jaitu: pertama: prinsip massal, kedua : prinsip kombinasi, dan ketiga : prinsip -mentjegah salah sasaran. Prinsip massal menegaskan apa jang mutlak dan apa,
1.6
17 karena belum djelasnja garis aksi, karena didorong oleh Anggapan² jang keliru ini pada umumnja bisa timbul dilempangkan adanja gedjala² mau ,aksi habis2an". aksi2 ,total" atau frontal” sadja. Djuga telah berhasil bisa diadakan dan bahwa jang membawa hasil hanjalah garis seribusatu matjam aksi", maka aksi2 berat tidak jang keliru, seperti anggapan2, bahwa dengan adanja dan melalui praktek² aksi telah dapat diatasi anggapan² garis aksi jang ada. Dalam pokoknja melalui diskusi2 ditjiptakan oleh massa sendiri, setelah massa memahami kreasi2 baru, jaitu matjam² bentuk dan tjara aksi jang kepada kita tentang kemampuan massa dalam membuat matjam aksi. Kaum buruh tjukup memberi peladjaran politiknja makin terlatih dalam melakukan seribusatu Kaum buruh Indonesia jang makin tinggi kesedaran massal. menangnja aksi2 terutama ditentukan oleh sifatnja jang dikit2nja. Pengalaman² aksi tjukup membuktikan bahwa dengan kemenangan se-banjak2nja dan kegagalan se- nja, soal pokoknja jalah bagaimana aksi² itu berachir tiap waktu. Tidak ada aksi2 jang tidak ber-liku² djalan- lam aksi2, halmana ditentukan oleh situasi kongkrit pada dur. Soal madju dan soal mundur adalah soal biasa da- djalan, jaitu djalan madju, tanpa mengenal djalan mun-Adalah tidak mutlak bahwa aksi² itu hanja mengenal satu perhitungkan. Demikian halnja dengan djalannja aksi2. bangan daripada aksi2, termasuk reaksi2 jang harus di- dan ber-ubah² menurut keperluan, keadaan dan perkem- lapangan-kerdja, tetapi bisa beraneka-warna, ber-beda2 harus sama pada tiap waktu dan bagi tiap daerah atau mengenai tjara² dan bentuk² aksi adalah tidak mutlak nangan dan kemadjuan bagi massa sendiri. Sedangkan untuk massa. Tanpa aksi² massa, tidak akan ada keme- kan aksi2 massa, jaitu aksi2 dari massa, oleh massa dan adalah sifatnja aksi2 jang harus massal, sehingga merupa- jang tidak mutlak dalam melakukan aksi2. Jang mutlak
keinginan² subjektif atau diakibatkan oleh tjara² memim-
pin aksi jang tidak tepat dan tidak teratur. Prinsip kombinasi menegaskan matjam2 pekerdjaan jang harus dikoordinasi se-baik2nja untuk mentjapai hasil2 aksi jang se-besar2nja, terutama mengkombinasi aksi² massa dengan kegiatan2 menghubungi wakil2 Serikat- buruh jang duduk didalam lembaga2 demokrasi seperți DPA, DEPERNAS, DPRGR, MPRS, Dewan2 Perwakilan Rakjat di-daerah² dan badan² perwakilan lainnja. Pekerdjaan² lainnja jang tidak dapat diabaikan adalah mengkombinasi aksi2 massa dengan kegiatan² berunding. Perundingan² tidak hanja diperlukan dalam menjelesai- kan tuntutan2, tetapi sangat dibutuhkan dalam mengusahakan saling pengertian, menghilangkan salah'paham dan menarik simpati umum dari berbagai golongan Rakjat dan berbagai kalangan pedjabat, baik sivil maupun militer. Melalui perundingan2 dapat diberikan pendje- lasan² se-tepat2nja mengenai adilnja tuntutan² dan duduk perkara jang sebenarnja. Kita telah memahami adanja dua matjam kontradiksi dan dua matjam tjara penjelesaian. Jang pertama adalah kontradiksi antara kita dengan musuh jang harus diselesaikan dengan djalan perdjuangan dengan tudjuan menghantjurkan musuh. jang kedua adalah kontradiksi dikalangan Rakjat jang harus diselesaikan dengan djalan demokratis dengan tudjuan memperkuat persatuan. Ka- rena itu untuk mentjapai hasil jang se-besar2nja dalam memperdjuangkan kepentingan2° kaum buruh dengan menarik simpati umum se-luas2nja atau menetralisasi golongan² tertentu, adalah sangat penting untuk melaku- kan serempak kegiatan aksi dengan kegiatan berunding. Hanja dalam menghadapi musuh² Revolusi Nasional Indonesia kita hanja mempunjai satu sikap, jaitu ber- djuang untuk menghantjurkannja. Dalam mengusahakan perundingan² kita telah mempunjai beberapa pengalaman. Dibeberapa tempat per-
19+ asing dan kaum modal nasional. Djuga kita bedakan jang ber-beda2 dalam menghadapi kaum modal besar jang dituntut. Selama ini kita telah menentukan sikap sasaran aksi, jaitu fihak2 jang bertanggungdjawab dan, sikap jang harus ber-beda2 dalam menghadapi matjam² Prinsip mentjegah salah sasaran menegaskan adanja mua fihak jang dipandang perlu. ada dan melakukan perundingan² se-giat2nja dengan se- untuk menggunakan se-baik2nja lembaga2 demokrasi jang berbagai golongan Rakjat. Karena itu sangat penting tidak terpentjil dan bahkan mendapat dukungan dari bikin aksi2 jang berkembang dikalangan kaum buruh kerdjaan² kombinasi jang dilakukan setjara tepat mem-Semua pengalaman ‘aksi ini membuktikan bahwa pe- jang luas. mah basisnja, jaitu tidak mempunjai dukungan massa Akibatnja jalah kerdjasama berhasil ditjapai, tetapi le- adakan, tetapi tanpa mempersiapkan massa kaum buruh. liknja, pernah ada pengalaman, perundingan2 tjukup di- hingga sulit ditjiptakan aksi2 persatuan jang luas. Seba- memang bersifat massal, tetapi tidak tjukup melebar, semua fihak jang dipandang perlu. Akibatnja jalah aksi² perundingan² dengan Vaksentral2, Serikatburuh2 dan se- massa, maką kader2 kita kurang sungguh2 mengusahakan Pengalaman lain jalah karena sibuk membangkitkan Manipol. djalankan Manipol, dan jang konsekwen mendjalankan ada pedjabat2 jang menentang Manipol, jang ragu² men- ada jang demokratis. Menurut ukuran politik sekarang golong kaum reaksioner, tetapi bersifat birokratis, dan ada jang tergolong kaum reaksioner, ada jang tidak ter- nja tidak semua pedjabat itu reaksioner, diantara mereka mendjadi pengikut .kaum reaksioner. Dalam kenjataan- keliru, jaitu menganggap bahwa semua pedjabat sudah dengan para pedjabat, karena mempunjai anggapan jang nah kader2 kita mempunjai rasa segan untuk berunding
sikap kita dalam menghadapi kaum kapitalis-birokrat dan kaum kapitalis-partikelir nasional, demikian pula menghadapi pedjabat2 negara jang reaksioner, jang birokratis dan jang demokratis. Dengan sikap jang mem-beda²kan ini maka dapat ditentukan tjara menghadapinja se- tepat2nja untuk mendjamin bahwa aksi2 kaum buruh tidak hanja membawa hasil2 jang menguntungkan kaum buruh, tetapi djuga menguntungkan persatuan nasional. Tugas pokok jang harus dipikul oleh kaum buruh dalam tingkatan perdjuangan nasional dan demokratis sekarang ini adalah tugas nasional. Tugas nasional ini pada pokoknja adalah tugas menjelesikan kontradiksi terpokok pada waktu sekarang, jaitu kontradiksi antara Rakjat Indonesia dengan kaum imperialis asing, seperti misalnja tugas membebaskan Irian Barat, melawan subversi dan intervensi asing, melawan usaha2 jang mau memasukkan Indonesia kedalam blok militer jang agresif, melawan kapitalis monopoli asing jang masih ada dinegeri kita dan menentang investasi modal asing baru. Musuh Rakjat Indonesia jang pertama adalah masih tetap kaum imperialis Belanda, sedangkan musuh jang paling her- bahaja dan paling agresif adalah masih tetap kaum imperialis Amerika Serikat. Adalah mendjadi kewadjiban kaum buruh untuk mendjadi pelopor dalam melaksanakan tugas nasional jang pokok itu. Untuk mendjamin agar kaum buruh dapat melaksanakan tugas nasional itu se-baik2nja, selajaknja bila mereka mendapatkan hak dan kemungkinan untuk menikmati perbaikan² dilapangan sandang-pangan dan demokrasi. Dari pendjelasan² tersebut diatas, dapat disimpulkan, bahwa intisari dari garis seribusatu matjam aksi adalah melaksanakan dengan konsekwen prinsip2 massal, kom- binasi dan mentjegah salah sasaran, dengan porosnja cda- lah membangkitkan, memobilisasi dan mengorganisasi kaum buruh dalam aksi2 massa, dengan tidak terpaku pada satu tjara dan satu bentuk aksi sadja. Prinsip2 mas-
21 tahu madju, tahu mundur dan tahu batas. jalah pimpinan jang bertindak aktif, bersikap objektif, tidak terpentjil. Jang dimaksud dengan pimpinan kuat ris2 aksi jang telah ditentukan, tidak salah sasaran dan mendjaga supaja semua gerakan berdjalan menurut ga- berkembang. Pimpinan jang kuat sangat diperlukan untuk adanja pimpinan jang kuat bagi aksi2 massa jang terus lakunja keadaan perang belum reda, sangat dibutuhkan lain gedjala2 anti-demokrasi jang bāngkit selama ber- perbaikan² dilapangan ekonomi dan politik dan dipihak kaum buruh ber-sama2 Rakjat makin kuat menuntut pada waktu sekarang ini, dimana disatu fihak massa kemukakan bahwa lebih darıpada waktu jang sudah² Mengenai peranan pimpinan, telah berulang kali di- gikan semangat setia-kawan. panje, pengorganisasian diskusi2 aksi dan usaha2 mening- dengan peranan pimpinan, peranan massa, peranan kam- dapi dalam praktek, jaitu masalah2 jang bersangkut-paut mukakan adanja beberapa masalah jang sering kita ha-Berdasarkan pengalaman² aksi selama ini dapat dike- G atau kemahiran aksi jang makin tinggi. aksi jang tepat, tetapi djuga untuk memiliki seni aksi masih harus melatih dıri untuk tidak hanja memiliki garis serta berhadapan dengan matjam² kekuatan sosial. Kita dengan massa jang hidup perasaan, fikiran dan tjitažnja tjatur jang merupakan barang2 mati, tetapi berhadapan aksı² tidak dapat dısamakan dengan memainkan buah² memerlukan pemetjahan setjara tepat pula. Memimpı bali, dalam praktek2 aksi selalu timbul matjam² soal jang dibutuhkan pedoman² pelaksanaan dan penelitian² kein-Untuk melaksanakan garis itu setjara tepat, selain masih Dalam aksız, tahu garis aksi sadja tidaklah tjukup. tjanakan, mempersiapkan serta memımpin aksı². lain, dan semuanja harus diperhitungkan dalum meren- prinsıp² pokok jang tıdak bisa di-pisan²kan satu sama sal, kombinasi dan mentjegah salah sasaran merupakan
Soal aksi adalah mendjadi tanggungdjawab kolektif daripada badan² jang bersangkutan, terutama dalam menetapkan garis2 tuntutan, tjara2 dan bentuk2 aksi, dalam menganalisa perkembangan.aksi, dalam memetjah- kan kesulitan² aksi dan dalam mengatur pembagian pe- kerdjaan jang kongkrit. Kuatnja pimpinan bukan terletak dalam kuatnja orang perorangnja, tetapi adalah per- tama² terletak dalam kebulatan fikiran kolektif, baik diwaktu mèngalami kemenangan atau kegagalan, maupun diwaktu bérgerak madju atau mundur, terutama diwaktu menghadapi kesulitan2. Untuk mentiapai kebulatan fikiran diperlukan tjara-kerdia demokratis jang dipadukan dengan memegang teguh disiplin dan memelihara keakrab- an dalam kehidupan kader, terutama antara kader² atas- an dengan bawahan. Dalam memimpin aksi2 masih sering timbul persoalan sampai dimana batas2 aksi. Dalam hal ini kita telah mempunjai pegangan, jaitu setiap aksi harus mengun- tungkan kaum buruh, dipandang adil oleh Rakjat, tidak ber-larut2, tetapi dimulai dan diachiri tepat pada waktu- nja. Ini berarti bahwa dalam mełakukan setiap aksi kita tetap mengutamakan kerentingan front persatuan nasio- nal, tanpa mengorbankan kepentingan kaum buruh dan tanpa melepaskan kebebasan organisasi. Pengalaman² aksi se'ama ini telah membuktikan, bahwa dalam memimpin aksi2 kita telah bersikap tjukup objek- tif, halmana terbukti dari tepatnja tuntutan² dan sem- bojan² aksi jang kita adjukan, luasnia dukungan massa kaum buruh dan simpati umum Rakjat dan banjaknia aks:2 jang berhasil, sungguhpun masih ada kekurangan²- nja. Ini tidak berarti bahwa tidak ada gediala² subiektif sama sekali. Gedjala² subjektif masih ada jang ditimbul- kan oleh kekurangteguhan dalam melaksanakan garis massa, dan masih adanja sifat2 liberal dalam mendja- lankan serta mengontrol pelaksanaan keputusan² dan pe-
penting adalah membasiskan semua kegiatan organisasi
dengan lebih konsekwen. Singkatnja, tugas kita jang ter-
usahakan untuk dipegang lebih teguh dan dilaksanakan pinan dari massa kembali kemassa" masih harus di- massal. Kekurangan ini menundņukkan bahwa garis pim- an massa untuk membangkitkan kegiatan2 jang bersifat belum tjukup dibawa kembali dan diresopkan dikalang- rangannja jalah bahwa garis2 kegiatan jang tepat ilu jang sesuai dengan perasaan dan fikiran massa. Keku- mampu menentukan garis2 tuntutan. aksi dan organisasi dinjatakan, bahwa: ... pada umumnja kita teluh Dalam Laporan Umum Kongres Nasional ke-III SOBSI tidak terbatas mendjadì soalnja badan² pimpinan sadia. mendjadikan setiap soal mendjadi soalnja massa agar memadukan pimpinan dengan massa, kurang sungguh2 dalam tubuh organisasikita. Bentuknja jalah kurang Kita pernah menjimpulkan adanja gedjala2 birokrats bahwa kita masih kurang teguh memegang garis massa. nangan aksi. Tetapi telah berulang kali kita simpulkan
kita bahwa peranan massa adalah menentukan keme-
Mengenai peranan massa, telah mendjadi pengertian dan kritik, dan saling bantu.
butuhkan pengalamane latihan, pendidikan self-kritik
butuhkan pengalaman, latihan, pendidikan se!f-kritik njampingkan keinginan2 subjektif. Untuk ini semua di- siatif dengan mengutamakan kenjataan² objektif dan me- adalah pimpinan jang tahu keadaan dan tahu ambil ini-
madju kader2 jang ragu2, Singkatnja pimpinan jang kuat
bantu badan² organisasi bawahan dan dalam mendorong jang menentukan menang kalahnja aksi2, dalam mem- mengambil bagian dalam aksi2, terutama dalam bagian² tuntutan² dan membuat petundjuk² aksi serta setjara aktif pinan jang pokok adalah setjara objektif merumuskau dan adanja diskusi² periodik. Karena itu peranan pim- itu dapat diatasi dengan adanja gerakan turun kebawah
tundjuk2 organisasi. Pada umumnja gedjala2 subjektif
jang ada mendjadi kegiatan di-organisasi-basis2 jang ber- sifat massal". Kekurangteguhan dalam memegang garis massa ini ternjata dalam batas2 tertentu·mentjerminkan adanja gedjala liberal jang berbentuk sikap ,hangat2 tai-ajam" dalam mengurus nasib kaum buruh jang bertambah be- rat beban penghidupannja. Selain itu djuga mentjerminkan dalam batas² tertentu kekaburan pengertian bahwa pengokohan persatuan buruh dan perluasan organisasi buruh revolusioner diseluruh negeri hanja dapat diwu- djudkan melalui perdjuangan. Tanpa perdjuangan tidak ada persatuan buruh dan perluasan organisasi buruh revolusioner. Persatuan dan perluasan organisasi hanja bisa ditjapai dengan djalan membangkitkan, mengorganisasi dan memobilisasi aksi² kaum buruh melawan kegiatan² reaksioner kaum impe- rialis asing dan komplotannja didalam negeri jang ber- tudjuan memetjah-belah kaum buruh, meratjuni fikiran kaum buruh dan membubarkan organisasi2 kaum buruh jang revolusioner. Djuga kaum kapitalis nasional jang oleh kaum buruh harus diadjak bersatu dalam front persatuan nasional, terbawa oleh kedudukan klasnja sebagai kapitalis, tidak suka melihat kaum buruh bersatu padu dan mempunjai organisasi buruh revolusioner jang kuat. Laporan Umum Kongres Nasional ke-III SOBSI telah menjatakan, bahwa:. Pengalaman2 per- djangan se-hari2 memberikan peladjaran kepada kaum buruh, bahwa kaum buruh hanja akan dihargai dan di- hormati sebagai soko-guru masjarakat adil dan makmur, djika kaum buruh bersatu dan terorganisasi dengan lebih baik dan lebih kuat, serta mendjadikan dirinja sebagai motornja perdjuangan Rakjat I'ndonesia dalam meng- ubah keadaan² jang tidak baik mendjadi keadaan² jang baik bagi Rakjat, Republik dan Revolusi Indonesia". Kebangkitan aksi² kaum buruh dalam menjambut 10- pasal tuntutan SOBSI menandakan bahwa gedjala² libe-
PER. NEG. R.L
25 terhadap perdjuangan kemerdekaan nasional Rakjat lang pada tanggal 4 Djuli 1961 sebagai tanda setia-kawan ambil-alih perusahaan rokok Belgia FAROKA" di Ma- rapa aktivis Serikatburuh jang dipetjat dan dalam aksi untuk membela 1.00 kaum buruh ampanje dan bebe- pada achir bulan Djuni dan permulaan bulan Djuli 1961 kaum buruh gula Pandji dan Asembagus (Djawa Timur) Halmana telah didemonstrasikan dalam aksi2 mogok tahan ± 900 orang, sebagian besar di Sumatera Utara. Sidang ke-II Dewan Nasional SOBSI djumlah jang di-Menurut tjatatan jang ada pada waktu berlangsungnja dan Serikatburuh-Anggotanja jang ditahan atau diadili. tut pembebasan kaum buruh, aktivis2 dan kader2 SOBSI bentukan PTK setjara paksaan dan dalam aksi2 menun- djuga terbukti dalam aksi2, kaum buruh melawan pem- litiknja. Makin tingginja kesedaran politik kaum buruh pulkan, bahwa kaum buruh makin tinggi kesedaran po-Dari aksi2 jang terdjadi selama ini dapatlah disim- kaum buruh wanita jang terus berkembang madju. Mei 1961 di Djakarta dalam mengkonsolidasi kegiatan² garakan oleh Sentral Biro SOBSI pada permulaan bulan hasilnja Seminar Nasional Buruh Wanita jang diseleng- runan harga diberbagai daerah jang menundjukkan ber- ranan kaum buruh wanita dalam aksi2 menuntut penu- ngat adil dan lajak. Hal lain jang menondjol jalah pe- ngat membantu dalam mendjelaskan tuntutan² jang sa- ngertian dan dukungan. Peranan kampanje ternjata sa- tokoh² nasional lainnja untuk mendapatkan saling pe- kegiatan² berunding dengan berbagai tokoh² Partai dan menghubungi wakil2 kaum buruh di DPR dan dengan besar. Aksi2 dikombinasi dengan baik dengan kegiatan² dalam waktu jang tidak lama telah tertjapai hasil² jang lapangan kerdja dan karena sifatnja jang massal, maka kaum buruh tjukup melebar ke-daerah2 dan keberbagai persatuan dan perdjuangan telah tampak terkikis. Aksi2 ral dan kekaburan pengertian mengenai hubungan antara
Kongo. Aksi2 ambil-alih perusahaan Belgia sebelumnja
itu telah dilakukan oleh kaum buruh perkebunan di Su- matera Utara pada bulan Maret 1961. Semua kenjataan ini menundjukkan kemampuan kaum buruh Indonesia dalam menundjukkan rol pelopornja untuk mengubah keadaan² jang tidak baik jang masih diderita oleh Rakjat Indonesia. Dalam mengubah 'keadaan² jang tidak baik ini adalah tepat sekali pedomán jang dinjatakan oleh Presiden Sukarño dalam Manipol, bahwa ,tidak ada satu perubahan besar didalam riwajat- dunia jang achir² ini, jang lahirnja tidak karena massa- actie". Untuk melandjutkan membasiskan semua kegiatan organisasi mendjadi kegiatan diorganisasi-basis2 jang ber- sifat massal, perlu diteruskan dengan lebih baik peng- konsolidasian klompok2 dan organisasi-basis2 perluasan anggota dan organisasi, pelaksanaan pendidikan massal bagi aktivis2 organisasi-basis2, pendaftaran dan pening- katan kesedaran politik dan organisasi dari aktivis2 baru jang timbul selama aksi2, termasuk aktivis2 buruh wanita, pembentukan grup² propagandis dan perbaikan kampa- nje aksi. Poros dari semua kegiatan ini adalah tetap membang- kitkan massa kaum buruh. Sebagaimana kita ketahui bersama, kaum buruh Indonesia terdiri dari beberapa golongan, jaitu pegawai dan pekerdja negeri, kaum buruh perusahaan² negara dan kaum buruh perusahaan² partikelir, di-perusahaan² modal besar asing, di-perusahaan² partikelir nasional dan di-perusahaan² ketjil lainnja. Di- samping mempunjai tuntutan² ekonomi dan politik jang sama, masing2 golongan kau buruh mempunjai tuntutan sosial-ekonomi dan sasaran² aksi jang ber-beda2, demikian pula keadaan dan perkembangan organisasinja adalah tidak sama. Karena itu tjarakerdja membangkit- kan massa adalah tidak mutlak harus sama bagi tiap² lapangan kerdja dan dalam hal ini sangat penting untuk
perkembangan aksi2 dan hasil2nja kepada massa, mena- golongan2 Rakjat lainnja, menjampaikan dengan tjepat tutan² jang adil dan lajak dikalangan kaum buruh dan Tugas pokok kampanje adalah mempopulerkan tun- 'takan terus naik. idjin terbit dan dimana harga kertas dan ongkos pertje-SOBSI dan Pimpinan² Pusat Serikatburuh belum dapat RUH" serta madjalah² dan buletin² Pimpinan² Daerah krasi, dimana madjalah sentral SOBSI ,BENDERA BU- masih berlaku mątjam² kekangan² terhadap hak2 demo- lah penting artinja pada saat seperti sekarang, dimana jalah massal, mudah dan murah. Peranan kampanje ada-Mengenai peranan kampanje, garis kampanje kita perubahan² jang terdjadi dalam perkembangan aksi2. ubah, sembojan2 aksi itu bisa ber-ubah² sesuai dengan an lain jalah sungguhpun tuntutan pokoknja belum ber- waktu mempersiapkan dan melandjutkan aksi2. Peladjar- waktu berlangsungnja aksi2, tetapi djuga penting pada bojan² aksi itu penting peranannja tidak hanja pada kaum buruh, djuga dari golongan² Rakjat lainnja. Sem- luas terhadap tuntutan² aksi, tidak hanja dari massa kat dapat dengan tjepat membangkitkan dukungan2 jang pengalaman, bahwa sembojan² aksi jang tepat dan sing- mobilisasi massa jang luas. Kita telah tjukup mempunjai semuanja itu dalam sembojan² aksi jang mempunjai daja nipol. Soalnja sekarang jalah bagaimana menuangkan laksanakan oleh Pemerintah dan semua pendukung Ma- an Nasional Semesta Tahapan Pertama jang harus di- besar haluan negara dan mensahkan Pola Pembangun-MPRS jang telah memutuskan Manipol sebagai garis2 tuk Sandang-Pangan dan Demokrasi dan Ketetapan² sedia sendjata2nja, jaitu Program Tuntutan SOBSI Un-Untuk membangkitkan massa kaum buruh telah ter- kan tjarakerdja jang subjektif. watak2 chusus tiap² golongan buruh untuk menghindar- aktif mengenal keadaan kongkrit lapangan kerdja dan
rik simpati umum dan menelandjangi kampanje2 reak- sioner. Kampanje akan berhasil baik, djika massa sen- diri dapat ditarik mengambil bagian jang aktif dalam melakukan kampanje aksi. Kita telah mengenal ber-ma- tjam² kreasi massa dalam mentjiptakan berbagai bentuk kampanje jang populer, misalnja plakat² jang dibikin dari koran lama, tas-tas kaum buruh wanita jang di- tempeli dengan kertas2 jang berisi tuntutan2, tulisan2 dengan tjat di-tjaping² jang dilakukan oleh para pekerdja negeri, berbagai bentuk kampanje jang diutjapkan atau dinjanjikan berupa parikan2, pantun2, kidung2 dan se- bagainja, diantaranja jang pada waktu belakangan ter- kenal dikalangan kaum buruh Djawa Timur adalah parikan sebagai berikut:
Ngétung lintang tjik akèhé, Njawang mbulan tanggal selawé, Ngétung utang tjik akèhé, Nompo bajaran karèk amplopé.
Dalam bahasa Indonesia:
Menghitung bintang begitu banjaknja, Memandang bulan tanggal dua puluh lima, Menghitung hutang begitu banjaknja, Menerima bajaran tinggal amplopnja.
Dalam meluaskan kampanje aksi sangat besar bantu- an dari para seniman dan sasterawan Rakjat, karena itu perlu lebih dipererat kerdjasama SOBSI dan Serikatbu- ruh2-Anggotanja dengan LEKRA dan organisasi2 kesenian lainnja. Dilapangan kegiatan kebora djangan di- lupakan luasnja pengaruh kesenian² tradisionil daripada Rakjat, seperti ketoprak, dagelan dan wajang kulit di Djawa Tengah, ludruk di Djawa Timur, reog dok-dok di Djawa Barat, pantun² jang dinjanjikan di-daerah² luar
29 terutama untuk berdasarkan praktek² aksi jang ada meng-Diskusi2 aksi dikalangan aktivis2 dan kader2 diadakan klompok² diorganisasi-basis dan di-saat2 waktu luang. pertinggi. Diskusi2 massa ini terutama dilakukan melalui politik dan kesedaran organisasi mereka dapat lebih di- aksi2nja dan pengalaman²nja sendiri sehingga kesedaran berani dan lebih banjak bitjara mengenai tuntutan²nja, langan kaum buruh jalah mendorong kaum buruh lebih Maksud daripada pengorganisasian diskusi2 aksi dika- buat melakukan kegiatan kampanje. sa, sehingga massa tidak hanja mengerti, tetapi djuga ber- bahasa massa dengan tjarā jang mudah dimengerti mas- nje kita adalah menjatakan semua tuntutan kita dalam Dengan singkat dapat ditegaskan bahwa garis kampa- merasa sakit". setia-kawan berdasarkan prinsip satu ditjubit, semua dan kader2 serta memupuk dan meninggikan semangat organisasi diskusi² aksi dikalangan kaum buruh, aktivis2 kader dan demokrasi. Tugas kongkrit lainnja jalah meng- nisasi dalam memetjahkan tiga soal penting, jaitu aksi, tentang empat tugas besar SOBSI dan sembojan² orga- lah bagaimana memassalkan semboian² umum SOBSI Tugas kampanje kongkrit pada waktu sekarang ada-melalui pers dan radio serta melalui siaran² organisasi. dalam aksi2 dan menggunakan se-baik2nja publikasi2 propagandis jang terutama terdiri dari aktivis2 jang aktif Usaha² kampanje lainnja jalah mengorganisasi grup² dalam aksi2. dingan² persahabatan sesudah mentjapai kemenangan² pemetjahan, misalnja dalam menjelenggarakan pertan- kegiatan olah-raga perlu djuga mendapat perhatian dan mengkampanjekan tuntutan² massa sendiri. Selain itu kian mereka akan mendjadi propagandis2 dari massa jang untuk mendjadi pekerdia2 seni-amatir dan dengan demi- itu perlu dipetjahkan bagaimana mendorong kaum buruh Djawa, tjerpen2, sadjak2, lukisan² dan sebagainja. Karena
usahakan kesatuan pendapat dan pengertian tentang ga-
ris aksi dan organisasi dalam situasi sekarang, mengikis setiap gedjala liberalisme dan subjektivisme serta mem- perkokoh disiplin dalam memimpin aksi2 jang bersifat massal dan lebih tepat mengurus kontradiksi2 dalam rang- ka kerdjasama nasional. Diskusi2 aksi diadakan melalui
diskusi2 periodik, gerakan² beladjar dan pendidikan².
kader. Berhasilnja aksi2 tidak hanja ditentukan oleh garis aksinja jang benar dan pelaksanaannja jang tepat, djuga ditentukan oleh kemampuan organisasi, terutama badan² pimpinannja. Laporan Umum Kongres Nasional ke-III ŠOBSI dengan djelas menjimpulkan, bahwa usaha2 me- lebarkan aksi2 persatuan tidak boleh dipisahkan dari usaha² memperbaiki organisasi, ke-dua²nja harus dilaku- kan serempak. Soal aksi dan organisasi adalah satu, satu sama lain tidak bisa di-pisah²kan. Aksi2 jang berhasil baik membawa kemadjuan organisasi jang pesat, sebalik- nja dengan organisasi jang lebih baik aksi2 dapat dikem- bangkan dengan lebih sempurna lagi. Aksi2 memenangkan 10-pasal tuntutan SOBSI tidak hanja memperdjelas siapa kawan dan siapa lawan, tetapi djuga telah membangkitkan kegairahan kader2 SOBŚI dan Serikatburuh2-Anggota-SOBSI untuk mensukseskan aksi2 dan memperbaiki organisasi. Kegairahan kader2 me- rupakan faktor pertama jang menentukan lantjarnja aksi2 jang bersifat massal. Karena itu masalah garis aksi jang benar serta pelaksanaannja jang tepat tidak bisa dipisahkan dengan masalah politik kader jang benar serta pelak- sanaannia jang tepat. Memisahkan soal aksi dengan soal kader adalah sama dengan melepaskan ,kapal dilautan tanpa djurumudi". Dari semua keterangan diatas dapatlah disimpulkan, bahwa dengan diatasinja anggapan² jang keliru terhadap garis ,seribusatu matjam aksi" dan dengan lebih dipa- haminja peranan pimpinan, peranan massa, peranan
31 umumnja berwatak tidak mementingkan diri sendiri dan nisasi, kader2 SOBSI dan Serikatburuh2-Anggotanja pada lam brosur tersebut bahwa sebagai tulangpunggng orga- dju atau mundurnja organisasi. Djuga dikemukakan da-, massa kaum buruh sangat menentukan dalam hal ma- peranannja sebagai pemimpin dan penghubung dengan kan bahwa kader adalah tulangpunggung organisasi jang Tulangpunggung Organisasi". Dalam brosur ini dinjata-Wakil Ketua Dewan Nasional SOBSI, tentang Kader 1961 telah dibrosurkan tulisan Kawan Mohamad Munir, nerbit Dewan Nasional SOBSI pada bulan Februari Untuk lebih memahami masalah kader oleh Badan Pe- hubungan antara kader² perlu ada sikap jang tepat. lam pokoknja adalah masalah kader. Karena itu, dalam lah menjimpulkan, bahwa masalah badan² pimpinan da-Laporan Umum Kongres Nasional ke-III SOBSI te-
ORGANISASI. II. MASALAH KADER TULANGPUNGGUNG jang merdeka penuh dan demokratis. imperialis Amerika Serikat, untuk mentjapai Indonesia intervensi imperialis disegala bidang jang dikepalai oleh njapkan sisa² kekuasaan kolonial Belanda dan melawan memelopori perdjuangan Rakjat Indonesia dalam mele- kin tingginja kesedaran politik kaum buruh jang bertugas reaksioner jang anti-buruh dan anti-demokrasi, dan ma- dan luasnja persatuan buruh, makin terpentjilnja anasir? tambah kuat dan besarnja organisasi, bertambah teguh dengan menangnja tuntutan² jang adil dan lajak, ber-Aksi2 jang berhasil baik adalah aksi2 jang berachir tjara wadjar dengan mentjapai hasil2 jang se-besar²nja. buruh dapat bersifat massal, melebar dan meningkat se- kannja setjara tepat politik kader jang benar, aksi2 kaur gikan semangat setiakawan dalam aksi2, serta dilaksana- kampanje, pentingnja diskusi2 aksi dan usaha2 mening-
bekerdja siang-malam dengan tidak memperdulikan te- riknja matahari dan turunnja hudjan. Selandjutnja disimpulkan: .. dalam tubuh organisasi kita sekarang terdapat 2 matjam persoalan besar jang perlu mendapatkan penjelesaian se-baik2nja. Pertama: massa jang makin luas berdiri disekeliling ŠOBSI minta dipim- pin dengan se-baik2nja, sedangkan tenaga kader SÓBSI. tidak tjukup. Djadi persoalannja jalah bagaimana mem- perbanjak kader. Dan kedua: pada umumnja kontra- diksi2 jang terdapat selama ini àdalah karena organisai kita masih didjangkiti oleh penjakit liberalisme dan be- lum tjukup tepatnja politik kader". Oleh Sentral Biro SOBSI telah diorganisasi gerakan mempeladjari brosur kawan Mohamad Munir tersebut jang sangat penting artinja bagi kemadjuan organisasi SOBSI dan seluruh Serikatburuh-Anggotanja. Dari gerakan beladjar ini dapat disimpulkan, bahwa pada umumnja badan² pimpinan SOBSI dan Serikatburuh²- Anggotanja dapat menerima garis2 jang tepat dalam menilai, mempekerdjakan dan memeliara kader. Persoalan pokoknja sekarang jalah bagaimana garis2 jang tepat itu dilaksanakan setjara tepat pula. Menjelesaikan soal kader bukanlah soal jang seder- hana dan tidak dapat dilakukan hanja setjara formil. Kita telah tjukup mempunjai pengalaman, bahwa disamping harus dipegang teguh garis2 organisasi jang telah ditentukan, dalam menjelesaikan soal kader sangat diperlukan kebidjaksanaan dan kesabaran revolusioner dengan memperhatikan perasaan2 dan fikiran2 kader, kebiasaan² dan kesulitan2nja serta seluk-beluk penghi- dupan dan perdjuangannja. Kebidjaksanaan dan kesabaran revolusioner ini lebih2 diperlukan mengingat kader² Serikatburuh adalah disamping ber-beda2 kesedaran po- litiknja, ber-matjam2 lingkungan pekerdjaannja, ber- rupa² sukubangsa dan adat-istiadatnja, djuga ada jang bekerdja sepenuhnja diorganisasi dan ada jang merang-
33 der² SOBSI dan Serikatburuh2-Anggotanja-SOBSI telah Kenjataan bahwà persatuan dan solidaritet antara ka- baikan pekerdjaan dan pembulatan fikiran. djawab pekerdjaan masing2 dan ditudjukan untuk per- seorangan, dilakukan berdasarkan atas pertanggungan- tik, baik jang menjangkut badan2 kolektif ataupun per-pedoman kita selama ini, jaitu supaja kritik dan sclfkri- nai kritik dan selfkritik perlu diingatkan kembali kepada semangat memperkuat persatuan jang sudah ada. Mengc- an organisasi, jaitu melalui kritik dan selfkritik dengan menjelesaikan kontradiksi2 jang timbul dalam kehidup- kum² pokoknja dan telah dipahami tjara pokok untuk hasil ditjapai pengetahuan dan pengertian tentang hu- sioner. Mengenai kontradiksi2 pada umumnja telah ter- betulkan fikiran atau menambah pengetahuan revolu- disatukan melalui pendidikan² kader dan gerakan² mem- dan aksi jang benar, dan dimana fikirannja senantiasa langkah²nja dituntun oleh satu garis politik, organisasi bang revolusioner didalam dan diluar negeri, dimana saat2 sekarang, dimana kader2 digairahkan oleh gelom- kekuatan organisasi jang tak terpatahkan, apalagi pada SOBŠI. Persatuan dan solidaritet ini telah merupakan terudji keteguhannja sepandjang sedjarah perdjuangan dan Serikatburuh2-Anggotanja dalam pokoknja sudah Persatuan dan solidaritet antara seluruh kader SOBSI jektif harus dihindarkan. prasangka jang tidak bersandarkan atas kenjataan2"ob- tetap bersatu diwaktu suka dan duka. Singkatnja segala kontradiksi jang ada di-masing² tubuh organisasi dlan kad, tepat pada waktunja mengetahui dan memetjahkan sioner, senantiasa mendjaga kesatuan dan kebulatan te- mendjadi kader2 Serikatburuh jang tjakap dan revolu-III SOBSI, jaitu mendorong madju semua kader untuk dinjatakan dalam Laporan Umum Kongres Nasional ke- usahaan2. Pedoman kita jalah melaksanakan apa jang kap bekerdja di-lembaga² demokrasi, djawatan² atau per-
mempunjai basis2 sedjarah, politik, teori dan organisasi jang kuat perlu dikemukakan mengingat masih adauja kader² jang mendjadi pendek-fikiran atau mendjadi ku- rang sabar hatinja menghadapi kontradiksi² dalam bebe- rapa badan² pimpinan organisasi jang belum tjukup baik diselesaikan. Kesumpekan fikiran dan kekurangan-sabar- an ini, djika diteliti, bersumber kepada keinginan² aan‘ tjara2 jarg subjektif dalam menjelesaikan persoalan. Keinginan² dan tjara² subjektif ini pada umumnja ter- tjermin dalam keinginan2, supaja sekali diskusi, semua soal selesai" atau mengukur,segala sesuatu hanja nenu- rut badiu sendiri". Laporan Umum Kongres Nasional ke-III SOBSI telah memperingatkan, bahwa masalah kader adalah masalah manusia biasa jang merah .larah- nja dan nasi makanannja, jang tidak hanja kenal lapar, tapi djuga kenal lupa dan salah. Singkatnja, nasilah kader banjak menjangkut-paut masalah penghidupan" dan masalah pembetulaņ fikiran". Kita seinua tclah mempunjai tjukup pengalaman, bahwa masalah ,penghidupan" dan masalah pembetulan fikiran" merupakan masalah² jang tidak bisa diselesaikan dalam satu kali diskusi. Karena itu gerakan mempeladjari masalah kader sa- ngat perlu untuk dilandutkan jang ditudjukan per-tamn r² untuk membulatkan pengetahuan dan pengertian len- tang politik kader jang tepat dan seterusnia untuk mene- liti serta mengikis gediala² liberal dan subjektif dalam ke- hidupan kader. Gerakan beladiar ini hendaknja disertui dengan usaha² jang lebih terpimpin dalam memperbaiki keuangan organisasi, meringankan beban2 penghidupun kader dan mengobarkan semangat setia-kawan dan saling bantu. Dalam mengorganisasi gerakan beladjar hendaknjä dilakukan prinsip atasan memberi tjontoh kepada bc- wahan". Ini berarti, bahwa badan² pimpinan atasan di- samping membuat instruks:2 dan petundjuk2 kerdja, djuga badan² kolektifnja sendiri melakukan diskusi2 jang
sasi dengan massa, dalam membantu badan2 organisasi buruh, dalam merapátkan hubungan diantara organi- nisasi, dalam menghidupkan demokrasi dalam Serikat-SOBSI dalam memperkuat persatuan dan disiplin orga- 'ar2 organisasi jang telah ditetapkan dalam Konstitusi an organisasi lainnja terutama dalam menaati ketentu- beladjar, tetapi djuga dilakukan dalam bidang kehidup- sudah barang tentu tidak hanja didjalankan dalam hal Prinsip ,,atasan memberi tiontoh kepada bawahan" lami lebih dalam isi hati dan fikiran kader. mengakrabkan hubungan, djuga sekaligus untuk menje- jang dipimpinnja sebagai salah satu tjara, selain untuk langsung berbitjara dari hati kehati" dengan kader² bagi kader2 atasan untuk mentjari waktu guna setjara dipimpinnia. Adalah baik sekali didjadikan kebiasaan patkan diri untuk omong2 biasa" dengan kader2 jang dan pekerdjaan" sadja tetapi djuga berusaha menjemn- tidak hanja datang se-mata² dengan membawa instruksi rapkan, supaia dalam segala kesibukannja, kader² atasan lajaknja kita perhatikan tjletukan² kader jang mengha- lam diskusi2 beladjar di-badan² pimpinan bawahan, se-Mengenai betapa perlunja kader² atasan ikut-serta da- tjap" dan melemparkan tjelaan² kebawah". dari badan² organisasi bawahan dan tidak mudah ,main djung tinggi, jang berarti senantiasa bersedia beladjar berani berbuat. Sikap rendah hati harus tetap kita djun- paja kader² bawahan berani berfikir, berani bitjara dan dengan bersikap banjak mendengar dan membantu su- langsung dalam diskusi2 di-badan² pimpinan bawahan Selain itu, perlu disediakan waktu untuk ikutserta setjara untuk membantu badan² organisasi dan kader2 bawahan. sudah sampai dimana dilakukan gerakan turun kebawah penghidupan kader dipetjahkan setjara terpimpin, dan kalangannja sendiri, sudah sampai dimanakah masalah pinannja jang subjektif, adakah gedjala² liberal dalam terutama dipusatkan pada persoalan²: adakah garis² pim-
dan kader² bawahan dan dalam mengobarkan semangat setia-kawan dalam kehidupan kader berdasarkan penger- tian tidak terbatasnja bantuan moril dan terbatasnja bn- tuan materiil jang dapat diberikan .oleh organisasi. Dalım pokoknja kebiasaan burdjuis jang hanja menekankan disiplin kebawah dan tidak mengenakan disiplin pada atasan tidak boleh -terdjadi dalam kehidupan kader kita. Dengan menekankan prinsip atasan memberi tjontoh kepada bawahan" tidak berarti diabaikannja usaha² untuk membimbing dan mendidik bawahan agar bersikap tepat terhadap atasan. Singkatnja dalam djangka waktu pandjang, setindak demi setindak, melalui pendidikan, latihan dan pengalaman kita berusaha memiliki kader² pimpinan jang dapat mendjiwai massa dan kader? jang dipimpinnja untuk bersikap, berbuat dan berdjuang guna segala apa jang baik bagi kaum buruh dan Rakjat peker- dja lainnja. Mengenai usaha² memperbanjak djumlah kader, kita telah mempunjai Plan 3 Tahun untuk menambah djumlah tenaga² penuh bagi tiap² badan pimpinan dan dalam melaksanakannja kita telah mempunjai program kerdja, jaitu mengadakan pendidikan jang masal hagi aktivis2 diorganisasi-basis2, mentjatat dan mendidik kaum buruh jang aktif dan tampil dalam aksi2, meningkatkan aktivis2 buruh wanita dan lain²nja. Berdasarkan pengalaman² organisasi selama ini djalan jang paling baik untuk mne- nambah djumlah kader adalah memelihara, memberi tata-sibuk, mendidik dan meningkatkan aktivis2 jang lahir dalam aksi2. Disamping memperbanjak kader, usaha² lain jang perlu dipetjahkan setjara teratur adalah usaha² pendidikan guna menambah pengetahuan dan keahliın Scri- katburuh, baik mengenai soal2 perburuhan atau kepe- gawaian maupun mengenai soal2 organisasi, kampanje dan aksi, berdásarkan prinsip mendjadikan kader2 jang ada sebagai kader2 jang tjakap dan revolusioner".
37 nja tidak tjukup hanja main beri garis". Tiap² garis mengurus selajaknja pendapat2 jang diadjukan. Singkat- dipimpinnja untuk menjatakan pendapat2 mereka dan se-baik2nja kepada semua anggota badan kolektif jang pimpinan² tiap² badan kolektif memberikan kesempatan badan kolektif perlu lebih disempurnakan dengan djalan an jang menentukan. Semangat saling bantu dalam tiap² langsung praktek2 organišasi, terutama bagian2 pekerdja- siatif, membuka pintu bagi tiap kritik dan mengikuti peranan kepemimpinannja dengan. aktif mengambil ini- lektif bertugas untuk senantiasa berusaha memperbaiki kader2 jang bertanggungdjawab memimpin badan² ko- djung tinggi prinsip² pimpinan kolektif. Dalam hal ini adaan jang bagaimanapun sulitnja kita tetap mendjun- mua pekerdjaan ini akan berhasil baik, djika dalam ke- pekerdjaan besar dengan pekerdjaan praktis se-hari2. Se- ber-kobar² dengan pekerdjaan tekun Jan mengkombinasi lan dengan dua kaki", jaitu mengkombinasi pekerdjaan nja kita tetap bekerdja melaksanakan sembojan berdja- buruh, terutama tuntutan² sosial-ekonomi. Dalam pokok- teguh, jang berarti kita tetap mengurus tuntutan kaum membela kepentingan massa" harus tetap kita pegang itu, dalam menghadapi tindakan2 anti-demokrasi, prinsip gota-SOBSI dalam membela kepentingan massa. Karena an dan keteguhan kader² SOBSI dan Serikatburuh²-Ang- pin²nja. Ketjintaan massa ini bersumber kepada kesetia- dalamnja ketjintaan massa kepada organisasi dan pemim- dilakukan oleh kaum buruh sendiri membuktikan betapa an² atau rumah² pendjara. Pembelaan² massal jang telah dakan² anti-demokrasi dengan meringkuk dalarn tahan- dan Republik Indonesia telah mendjadi korban dari tin- annja dalam membela kepentingan kaum buruh, Rakjat dengan massa. Puluhan kader jang telah terudji kesetia- gota-SOBSI lebih bersatu dan lebih erat hubungannja telah mendorong kader2 SOBSI dan Serikatburuh²-Ang-Kebangkitan aksi2 kaum buruh jang bersifat massal
organisasi jang telah ditentukan memang harus dipegang teguh, tetapi untuk pelaksanaannja setjara tepat, sangat diperlukan pendapat2 massa. Sebaliknja tiap2 anggota badan kolektif bertugas memberikan bantuan se-besar²nja kepada pimpinannja masing2 untuk dapat melaksanakan peranan kepemimpinannja se-baik2nja. Kuntji -daripada kokohnja persatuan kader terletak jang per-tama² pada kebulatan sikap dan tekad badan² pimpinan atasan. Disinilah letak pentingnja pelaksanaan setjara konsekwen prinsip ,atasan memberi tjontoh kepada bawahan". Karena itu gerakan mengikis gedjala² liberal dan subjektif dalam menjelesaikan soal kader harus dimulai gelombangnja dari atas dan kemudian me- luapkannja kebawah. Dengan makin dikikisnja penjakit2 liberalisme dan sub- jektifisme, makin tepatnja sikap kader2 atasan dalam me- nilai, membimbing dan memelihara kader2 jang dipim- pinnja dan dengan dipadukannja aksi2 massa dengan usaha² mendidik dan memperbanjak kader, dapatlah di- pastikan, bahwa persatuan dan solidaritet antara seluruh kader SOBSI dan Serikatburuh2-Anggota-SOBSI akan mendjadi lebih kokoh, hal mana akan sangat besar arti- nja bagi kemadjuan dan kemenangan perdjuangan kaum buruh dan seluruh Rakjat Indonesia. Pada hakekatnja masalah persatuan kader adalah masalah persatuan fikiran. Untuk mentjapai kesatuan fikiran jang benar dan objektif tidak mungkin hanja dilaku- kan dalam waktu sehari semalam. Karena itu dalam me- metjahkan masalah kader sebagai tulangpunggung organisasi kita harus berdjuang untuk senantiasa dapat ber- tindak sabar dan revolusioner serta teguh dan bidjaksana. III. MASALAH DEMOKRASI. Mengenai hak² demokrasi, jang terutama diperdjuang- kan oleh SOBSI dan semua Serikatburuh-Anggotanja
39 antara lain mengakui setjara resmi bahwa kaum buruh sahkan Manipol sebagái Garis2 Besar Haluan Negara jang diri dan terdjadi djustru pada waktu MPRS telah men- kaum buruh Indonesia selama Republik Indonesia ber-Larangan² ini adalah untuk pertama kalinja dialami oleh menjanjikan lagu kaum buruh sedunia ,Internasionale". diantaranja larangan² mengibarkan Bendera Merah dan dunia, Hari 1 Mei, dikekang dengan matjam³ larangan, Perajaan Hari Besar Kemenangan Kaum Buruh Se-Rakjat Kongo. dalam menjokong perdjuangan kemerdekaan nasional Belgia sebagai tanda solidaritet kaum buruh Indonesia perusahaan² imperialis seperti ambil-alih perusahaan² untuk perbaikan nasib, penurunan harga dan ambil-alih kukan terhadap kaum buruh biasa jang melakukan aksi2 SOBSI dan Serikatburuh²-Anggota-SOBSI, djuga dila- tidak hanja didjalankan terhadap aktivis2 dan kader² nja ke-negeri2 sosialis. Prosesperbal2 dan penahanan² riman² delegasi2 kaum buruh dan golongan² Rakjat lain- belakangan ini dilakukan pembatasan² terhadap pengi- strasi masih berlaku hingga sekarang dan pada waktu bali. Pembatasan rapat2, larangan² mogok dan demon- pinan² Pusat Serikatburuh belum dapat idjin terbit kem- lah² dan buletin² Pimpinan² Daerah SOBSI dan Pim- madjalah-Sentral SOBSI Bendera Buruh" serta madja- tindakan anti-demokrasi. Sudah lebih setahun lamanja III SOBSI, kaum buruh masih terus mengalami matjam² Selama waktu setahun sedjak Kongres Nasional ke-Rakjat. demokrasi itu belum dapat dinikmati sepenuhnja oleh Rakjat dan Republik Indonesia. Hingga sekarang hak2 pembatasan atau pentjabutan hak2 tersebut bagi musuh² berikan se-luas2nja kepada Rakjat, sebaliknja dilakukan dan menjatakan pendapat setjara lisan atau tulisan di- adalah supaja hak2 kebebasan berkumpul, berorganisasi
dan kaum tani adalah soko-guru masjarakat adil dan makmur di Indonesia". Usaha² reaksioner untuk memetjah-belah persatuan buruh, mentjoba mengisolasi SOBŠI dan membentuk OPPI setjara paksaan masih diteruskan, Dan untuk menghambat pembentukan Dewan² Perusahaan dengan ikut-sertanja wakil2 Serikatburuh berdasarkan Undang2. No. 45/1960 telah dipaksakan dengan matjam² tindak- an kekerasan jang melanggar hak2 azasi warganegara pembentukan PTK (Persatuan Tenaga Karjawan) di- perusahaan² negara. Matjam² pembatasan2 dan pengekangan² terhadap hak² Serikatburuh dan hak2 demokrasi ini menundjuk- kan bahwa gedjala² anti-demokrasi jang bangkit selama berlakunja keadaan perang masih belum reda. Laporan Umum Kongres Nasional ke-III SOBSI telah memper- ingatkan bahwa selama masih ada kekuasaan imperialis dibumi Indonesia, selama itu kaum buruh bersama Rakjat masih terus diantjam oleh bahaja kemerosotan ting- kat hidup, bahaja anti-demokrasi dan bahaja intervensi imperialis. Djadi sumber daripada gedjala² anti-demokrasi adalah belum bersihnja negeri kita dari kekuasaan imperialisme dan komplotannja kaum reaksioner, baik jang lama maupun jang baru. Tudjuan daripada matjam² kegiatan anti-demokrasi selama ini adalah djelas, jaitu menggagalkan persatuan NASAKOM, melemahkan kekuatan persatuan kaum buruh dan kekuatan² progresif serta menghambat meluas- nja gerakan revolusioner daripada Rakjat dalam meng- gempur imperialisme dan feodalisme. Bangkitnja gedjala2 anti-demokrasi merupakan satu segi reaksioner jang tidak dapat diremehkan daläm kehidupan politik dinegeri kita. Tetapi masih ada segi lainnja jaítu segi revolusioner jang harus diperhitungkan dan dipupuk. Segi revolusioner ini adalah terus berkembangnja kekuatan² demokrasi disegala lapangan, tidak hanja ter-
41 MPRS telah ditetapkan sebagai pedoman pelaksanaan ngan apa jang dinjatakan dalam DJAREK" jang oleh POLKAR (politik dan karja), halmana tidak sesuai de- langan IPKI untuk mengganti NASAKOM dengan (Nasionalis, Agama dan Marxis), ada usaha² dari ka-SOS (Nasionalis, Agama dan Sosialis) atau NASAMAR mengusulkan supaja NASAKOM diganti dengan NASA-Pada waktu belakangan ini disamping ada orang² jang dan perbuatan. tral2 dan Serikatburuh² pendukung Manipol dalam kata demokratis dan berbentuk Konfederasi antara Vaksen- organisasi persatuan buruh itu hendaknja disusun setjasa satuan kaum buruh Indonesia. Menurut konsepsi SOBSI Dewan² Perusahaan dan dalam menjusun organisasi persatuan NASAKOM dilaksanakan dalam membentuk sedang memperdjuangkan se-giat2nja supaja politik per-SOBSI dan semua Serikatburuh2-Anggotanja sekarang sempurnakan. rah² berdasarkan PENPRES No. 5/1960 jang telah di- sanaannja adalah dalam membentuk DPRDGR di-dae- dari pusat sampai ke-daerah2. Jang masih matjet pelak- dilakukan dalam membentuk pimpinan2 Front Nasional DEPERNAS, DPRGR dan MPRS, tetapi djuga telah tidak hanja dalam menjusun anggota2 dan pimpinan² Nasionalis, Agama dan Komunis, telah dilaksanakan satuan NASAKOM, persatuan antara golongan² politik Presiden Sukarno dengan bentuk jang chas, jaitu per- kan. Penghimpunan semua kekuatan revolusioner oleh mengontrol djalannja pemerintahan dapat dipertahan-DEPERNAS dan MPRS turut-serta menentukan dan kil2nja dalam lembaga² demokrasi seperti DPRGR, DPA, madjuan² politik. Hak² politik Rakjat untuk melalui wa- dan memperkuat demokrasi, telah berhasil mentjapai ke-Usaha kaum buruh ber-sama² Rakjat. Dalam membela kalangan golongan² Rakjat lainnja. batas dikalangan kaum buruh dan kaum tani, djuga di-
Manipol. Dalam DJAREK" telah ditegaskan bahwa
NASAKOM adalah konsekwensi politik jang terpenting bagi semua pendukung Manipol. Dalam tjeramahnja di- muka para pedjabat sivil dan militer, pemimpin² partai dan para mahasiswa di Medan pada tanggal 30 Djuli 1960, Presiden Sukarno telah menjatakan, bahwa fikiran² untuk mempersatukan ketiga golongan dalam ma- sjarakat Indonesia jalah Nasionalis, Agama dan Komu- mis timbul sedjak tahun 1926, dan bahwa tidak mung- kin POLKAR tanpa mempersatukan NASAKOM, ka- rena NASAKOM meliputi djuga golongan politik dan karja. Hak politik Rakjat untuk berorganisasi dalam Partai² djuga dapat dipertahankan, malahan mentjapai keme- nangan jang besar dengan dibubarkannja partai² politik dan organisasi2 reaksioner seperti Masjumi, PSI, Liga Demokrasi dan lain2nja, disamping itu berdasarkan PEN-PRES No. 7/1959 telah diputuskan Partai2 mana jang dianggap sah dan berhak hidup. Usaha² untuk membubarkan Vaksentral2 dan Serikat- buruh² mengalami kegagalan dan perlawanan² kaum bu- ruh menolak pembentukan OPPI dan PTK setjara pak- saan makin meluas. Kegagalan fikiran reaksioner untuk melarang semua pegawai negeri memasuki organisasi² politik pada waktu RUU Pokok Kepegawaian dibitjara- kan dalam DPRGR dan penolakan sebagian besar ang- gota2 DPRGR dan para wartawan terhadap RUU Pers jang tidak mendjamin kebebasan pers, semuanja ini mem- buktikan terus berkembangnja kekuatan² demokrasi di- segala lapangan. Oleh Presiden Sukarno dalam musja- warah DPA pada tanggal 25 Djuli 1961 telah diumum- kan suatu tradisi baru, jaitu bahwa semua rentjana Un- dang2 jang penting, sebelum diadjukan ke DPRGR ter- lebih dulu akan dimintakan pertimbangan² DPA. Begitu pula segala sesuatu jang amat penting bagi negara dan bangsa akan diadjukan kepada pimpinan MPRS, sedang-
Dengan pertimbangan untuk melantjarkan program karang jaitu soal sandang-pangan dan demokrasi. soal2 jang sangat mendesak bagi Rakjat pada waktu se- daknja didorong supaja lebih banjak lagi membitjarakan kepentingan massa". Lembaga2 demokrasi jang ada hen- perdjuangan" dan memegang teguh prinsip ,,membela bidang berdasarkan prinsip mentjapai persatuan melalui nja adalah memperkuat persatuan NASAKOM disegala ga2 kongkrit SOBSI dan semua Serikatburuh-Anggota- ber-sama2 seluruh Rakjat masih harus dilandjutkan. Tu- dan perdjuangan membela dan memperkuat demokrasi politik dikalangan kaum buruh masih harus dipertinggi mentjari matjam² akal busuk. Karena itu kewaspadaan ner dan kaum imperialis tetap memutar otaknja untuk pol. Tetapi kita harus tetap ingat, bahwa kaum reaksio- dan memusingkan otak kaum reaksioner jang anti-Mani- menguntungkan kekuatan² demokratis jang pro-Manipol pada pokoknja situasi politik didalam negeri kita tetap Dari semua kenjataan ini dapatlah disimpulkan bahwa umum, langsung, bebas dan rahasia. baru jang mengandung prinsip pemilihan umum setjara jang menentukan adanja Undang2 Pemilihan Umum jang baru hendaknja sesuai dengan Ketetapan MPRS hun 1962 jang akan datang. Undang2 Pemilihan Umum jang telah didjandjikan oleh Pemerintah, jaitu pada ta- milihan umum itu betul² diselenggarakan dalam waktu
DPR. Dalam hal ini pendirian SOBSI jalah supaja pe-
tang pemilihan umum untuk pembentukan MPR dan Pada waktu sekarang sedang dibitjarakan RUU ten- jang sangat penting. jang bersngkuatan dalam membitjarakan suatu RUU tuan dapat mengundang wakil2 pusat2 organisasi2 Rakjat mendengarkan suara Rakjat, jaitu dengan adanja keten-DPRGR sendiri telah memperbaiki tjara kerdjanja dalam akan diadjukan kepada Badan Pekerdja DEPERNAS. kan perundingan² jang menjangkut soal pembangunan
Pemerintah dibidang sandang-pangan pada tanggal 18 Djuli 1961 telah dikeluarkan Peraturan PEPERTI No. 14/1961 tentang pentjegahan kegiatan² jang dapat mengganggu atau menghambat kelantjarn perusahaan2 negara atau swasta jang menjelenggarakan program Pemerintah dibidang sandang-pangan, disertai antjaman hu- kuman kurungan se-lama²nja sembilan bulan atau denda se-tinggi2nja dua puluh ribu rupiah. Peraturan PEPÉRTI ini dikeluarkan pada saat² kaum buruh, pegawai dan pekerdja negeri diberbagai lapangan- kerdja sedang memperdjuangkan se-giat2nja kenaikan upah, pembajaran rapel, pembajaran gratifikasi, pentjegahan pemetjatan dan penurunan harga. Aksi2 kaum buruh ini bersifat aksi2 sosial-ekonomi dan tudjuannja adalah untuk mentjegah kemerosotan tingkat-hidup ber- hubung dengan terus naiknja harga barang2 sandang-pangan dan bertambah buruknja keadaan ekonomi. Ka- rena itu djika berbitjara soal sandang-pangan bagi Rak- jat, maka kaum buruhlah jang termasuk golongan² Rak- jat jang paling membutuhkan kelantjaran usaha2 per- baikan sandang-pangan. Tjukup banjak kenjataan² ekonomi jang membuktikan, bahwa gangguan2 terhadap kelantjaran program Pemerintah dibidang ekonomi bukan datangnja dari kaum buruh, tetapi dari mereka jang me- njalahgunakan wewenang2 djabatan untuk memperkaja diri jang oleh Presiden Sukarno dinamakan dalam Mani- pol sebagai pentjoleng2 negara". Dengan pertimbangan ini SOBSI dapat menjetudjui adanja tindakan2 tegas terhadap kegiatan² jang mengganggu atau menghambat pelaksanaan program Pemerintah dibidang sandang-pangan, asalkan tindakan² tegas itu dilakukan dengan tidak salah alamat. Selama ini telah tjukup bukti2, bahwa dalam pelaksanaan apa jang dinamakan penerbitan ekc- nomi" jang mendjadi sasaran pertama adalah Rakjat- ketjil, jaitu kaum buruh, kaum tani miskin, pedagang² ketjil, disamping itu kaum pengusaha nasional. Sebalik-
nja kaum koruptor dan kaum kapitalis birokrat jang ber- komplot dengan kaum modal besar asing dan tuantanah² jang melakukan matjam² spekulasi dan manipulasi dan ber-lomba² membuat kontrak2 ekonomi diluar negeri untuk kepentingan golongannja masing2 tidak diganggu- gugat. Dalam pokoknja Rakjat menuntut keadilan. Hal ini perlu dikemukakan berhubung dalam pendjelasan Peraturan PEPERTI No. 14/1961 dinjatakan, bahwa pemogokan² digolongkan kepada gangguan2 ekonomi jang harus ditjegah. Dalam Laporan Umum Kongres Nasional ke-III SOBSI telah ditegaskan sikap SOBSI jang tidak dapat membeņarkan larangan² mogok di-perusahaan² jang selama berlakunja keadaan perang dinjatakan vital, apalagi djika diingat, bahwa dalam perusahaan² vital itu termasuk djuga perusahaan² modal besar asing. Selain larangan mogok itu melanggar langsung hak azasi kaum buruh, djuga bukan merupakan djalan keluar untuk mengamankan dan melantjarkan djalannja djawatan2, perusahaan² dan badan² lainnja jang dinjatakan vital. Djalan jang seharusnja ditempuh oleh Pemerintah jalah menghidupkan prinsip musjawarah dan melakukan kerdjasama dengan Serikatburuh² jang bersifat saling membantu dalam membasmi anasir2 subversif asing jang melakukan sabotase2 ekonomi. Djalan keluar lainnja adalah melarang tindakan² madjikan² dan pedja- bat2 Pemerintah melakukan hal2 jang merugikan kaum buruh seperti melakukan pemetjatatan² dan pengurang- an² hak² djaminan sosial. Soal hak2 demokrasi adalah soalnja seluruh Rakjat jang telah diperdjuangkan sedjak djaman pendjadjahan Hindia Belanda dan selama pendudukan fasis Djepang serta hak² itu pernah dinikmati sepenuhnja pada waktu berkobarnja Revolusi Agustus 1945. Hak demokrasi daripada Rakjat mulai ditjopoti sedjak Pemerintah Hatta dan Pemerintah Belanda pada achir tahun 1949 membuat perdjandjian KMB jang chianat itu. Hingga seka-
rang hak? demokrasi bagi Rakjat bukannja makin ter-
djamin. Pembatasan² terhadap hak2 Rakjat untuk ber- kumpul, berorganisasi dan menjatakan pendapat setjara lisan dan tulisan makin terasa selama negara dinjatakan dalam keadaan perang. Karena itu SOBSI berpendapat, bahwa berlakunja Undang2 Keadaan Bahaja harus ditin- djau. Dengan berpedoman kepada Manipol -jang menjatakan, bahwa demokrasi harus mendjadi alat Rakjat, alat Rakjat untuk mentjapai tudjuan Rakjat", Kongres Na- sional ke-III SOBSI telah mengambil keputusan me- nuntut kepada Pemerintah, supaja ketentuan2 jang ber- sifat pengekangan atau pembatasan terhadap hak2 kebe- basan demokratis bagi buruh dan Rakjat dan pernjataan berlakunja UUKB bagi daerah² jang tidak lagi memerlukan adanja kekuasaan istimewa, segera ditjabut. Karena itu SOBSI menjambut baik keputusan Presiden Sukarno selaku Penguasa Perang Tertinggi tentang Perubahan Tingkatan Keadaan Bahaja disebagian daerah dari ting- kat keadaan perang mendjadi darurat militer atau darurat sipil mulai tanggal 31-12-1960, bahkan pentjabutan keadaan bahaja sama sekali didaerah Bali dan Kaliman- tan Tengah sedjak 1 April 1961. SOBSI berpendapat bahwa penurunan tingkatan atau pentjabutan keadaan bahaja itu dapat diluaskan ke-daerah² lain jang ternjata tidak memerlukan lagi kekuasaan istimewa, sesuai dengan djiwa pernjataan P.J.M. Presiden Sukarno dalam Re-So-Pim jang mengatakan:
...., maka keadaan perang" jang pada tanggal 14
Maret 1957 dinjatakan untuk seluruh wilajah Republik sewaktu menghadapi pemberontakan, tidak perlu lagi di- pertahankan dalam keseluruhannja." Tindakan2 penurunan tingkatan keadaan bahaja hendaknja disertai dengan tindakan² jang membawa perbaikan² dalam kehi- dupan demokrasi daripada Rakjat. Dan sesuai dengan
djandji Pemerintah untuk memulihkan keadaan keaman-
an dan melangsungkan pemilihan umum pada tahun 1962, SOBSI mendesak kepada Pemerintah supaja ber- lakunja UUKB selambatnja achir tahun 1962 djangan diperpandjang lagi.
Hasrat Rakjat jang makin kuat menuntut perbaikan²
dilapangan politik dan ekonomi jang djelas tertjermin dalam meluasnja aksi2 jang bersifat massal daripada kaum buruh, kaum tani dan golongan² Rakjat lainnja jang menuntut sandang-pangan dan demokrasi; terus berkem- bangnja kekuatan2 demokratis disegala lapangan, dan dengan terus meningkatnja perdjuangan Rakjat menen- tang imperialisme dan kolonialisme didalam dan diluar negeri, semua kenjataan² ini adalah mendjadi pertanda² jang djelas, bahwa pergulatan antara kekuatan² demokratis dan kekuatan² reaksioner, pasti berachir dengan kemenangan ditangan Rakjat. Tugas kaum buruh adalah tampil kedepan untuk mempertjepat datangnja kemenangan Rakjat itu. makin tjepat main baik. Disinilah letak pentinġnja bagi semua kader2 SOBSI dan Serikat- buruh2-Anggota-SOBSI untuk terus melatih diri dalam memegang teguh garis aksi jang benar dan dalam memi- liki seni aksi jang makin tinggi. Djalannja perdjuangan Rakjat Indonesia jang makin pelik dan tidak sedikit duri dan randjaunja tidak hanja menuntut adanja keberaniar dan kegigihan, djuga adanja keuletan dan kepandaian dalam berdjuang. Singkatnja, kita harus terus melangkah madju dengan makin tangkas melaksanākan garis seribu satu matjam aksi jang bersifat massal, melebar dan tahan udji. Saudara2 sekalian, Telah kita simpulkan bahwa kita sekarang memikul empat-tugas-besar dan tiga-soal-penting". Didorong oleh tjita2 revolusioner jang senantiasa mendjiwai perdjuangan kita bersama, kita tidak mempunjai tekad lain ke- tjuali menjelesaikan semua tugas dan semua soal itu se- baik²nja. Dan kita sudah kenal djalan mana jang harus
kita tempuh. Djalan ini adalah djalan persatuan, persatuan dikalangan kader dan persatuan dikalangan massa. Ber-sama2 seluruh Rakjat Îndonesia, kaum buruh akan terus melangkah madju, menggerowoti dan kemudian menumbangkan sama sekali tiang2 imperialisme dan feodalisme jang sudah lapuk dan masih bertjokol dibumi negeri kita. Kehantjuran tiang² penghalang ini tidak da- pat dihindarkan lagi, karena hanja segolongan ,ketjil kaum reaksioner jang mentjoba.menahannja, sedangkan Rakjat Indonesia makin kuat menuntut sandang-pangan, demokrasi dan persatuan seluruh kekuatan nasional un- tuk Indonesia jang merdeka penuh, bebas dari semua kekuasaan imperialisme dan feodalisme, sebagai djemba- tan emas kearah pembangunan masjarakat sosialis dine- geri kita. Dengan kejakinan revolusioner ini, SOBSI dan semua Serikatburuh-Anggota-SOBSI berkewadjiban me- njelesaikan ,empat-tugas-besar dan tiga-soal-penting" se- giat2nja dan se-baik2nja. Basiskan semua kegiatan orga- nisasi kita mendjadi kegiatan kaum buruh sendiri diber- bagai tempat-kerdja!
49 kan aksi2 massa dan kena pada sasarannja, prinsip lama dan soal² baru. Bahwa aksi² itu harus merupa- garis,,seribu satu matjam aksi" mengandung soal2 Adalah benar pendapat beberapa kawan, bahwa
- Garis lama atau garis baru ?
jang membutuhkan pemikiran lebih landjut. Dalam diskusi kita bersama, timbul beberapa masalah kurangan, kesulitan, rintangan dan halangan. nja, sekalipun kita masih harus mengatasi matjam² ke-SOBSI akan terus bertambah kuat kedudukan organisasi- rakan buruh di Indonesia. Kita bertambah jakin, bahwa organisasi SOBSI dan bagi perkembangan seluruh ge- bulatan tekad kita besar sekali artinja bagi kemadjuan mudikan organisasi kita diseluruh negeri. Karena itu ke-Dewan Nasional SOBSI jang bertanggungdjawab menge- kad kita ini adalah kebulatan tekad daripada Anggota² ferus melatih diri mempertinggi seni-aksi. Kebulatan te- teguh prinsip membela kepentingan massa" dan untuk Kita telah membulatkan tekad kita untuk memegang hati kita. Laporan Umum Presidium jang telah menggelorakan sangat baik. Dengan suara bulat kita setudjui bersama tang Aksi, Kader dan Demokrasi telah berachir dengan Diskusi kita mengenai Laporan Umum Presidium ten-Saudara² jang tertjinta,
DAN DEMOKRASI. KUSI UMUM TENTANG AKSI, KADER SEPATAH DUA-PATAH KATA MENUTUP DIS-
umum ini sudah lama kita kenal. Garis ,,seribu satu matjam aksi" mengandung prinsip umum itu. Tetapi menganggap garis-aksi itu biasa sadja, adalah sikap jang tidak tepat. Sikap itu adalah menganggap ,en- teng" persoalan jang dalam kenjataannja tidak gam- pang penjelesaiannja. Garis-aksi kita sekarang adalah realisasi setjara fleksibel daripada prinsip umum itu dalam situasi politik tertentu, jaitu situasi politik jang kita alami sedjak berlakunja keadaan perang. Situasi politik ini menimbulkan soal2 baru jang harus dise- lesaikan dengan ketjakapan² baru. Dilihat dari sudut ini, maka garis seribu satu matjam aksi" merupakan inisiatif baru jang menundjukkan bahwa dalam keadaan jang bagaimanapun sulitnja kita tetap pegang teguh kebebasan aksi membela kepentingan² kaum buruh. Karena itu dalam membahas garis ,seribu satu matjam aksi" setepatnja ditekankan pada segi- nja jang praktis, jaitu bagaimana kita kembangkan inisiatif baru itu untuk mempertinggi seni-aksi kita, seni-aksi jang bersumber kepada kesedaran dan ke- mahiran massa.
- Soal ,ndjlimet". Kita pernah mempunjai satu pengalaman, jaitu karena terlalu ndjlimet" maka djalannja aksi2 tidak lantjar. Arti kata ,ndjlimet" adalah terlalu banjak membuat perhitungan jang di-tjari2. Kita harus djaga supaja kita tidak ,ndjlimet" tetapi ini tidak berarti bahwa kita main bras-bres" sadja dengan mening- galkan perhitungan2 jang diperlukan. Jang per-tama2 kita perhitungkan adalah apa jang dinjatakan dalam Laporan Umum Presidium, supaja aksi2 berachir dengan kemenangan se-banjak²nja dan kegagalan se-sedikit2nja. Pedoman umum kita jalah memimpin aksi2 mendjadi aksi2 jang gigih, ulet, tjer-
PER: NEG. R.L
dik dan menang. Memperdjuangkan menangnja aksi2
adalah penting sekali sebab aksi2 jang gagal bisa me- nimbulkan ke-ragu²an dan keruwetan² didalam baris- an sendiri dan dikalangan sekutu² kita. Dalam memenangkan aksi2 perlu diperhitungkan, supaja aksi2 itu membawa keuntungan²materiil bagi massa dan bersamaan dengan itu djuga sekaligus memberikan pendidikan politik kepada mereka. Tan- pa keuntungan materii" dan pendidikan politik" aksi² jang bersifat massal tidak akan melebar dan ta- han udji serta sulit untuk mengkonsolidasi keadaan organisasi. Perhitungan lain jang sekedjappun tidak boleh kita tinggalkan, terutama oleh badan² pimpinan atasan adalah perhitungan² politik. Kita semua telah faham, bahwa politik adalah tetap mendjadi panglimanja
aksi2. Kongkritnja jang terutama harus diperhitung-
kan adalah perkembangan situasi politik umum, keadaan majoritet massa dan sekutu kita. Dari keterangan² ini dapatlah disimpulkan, bahwa dalam memimpin aksi2 kita tetap memegang teguh sembojan: Hati panas, kepala dingin" dengan mem- perhitungkan se-baik2nja segala soal jang mendjadi ekornja aksi2".
- Ekses2 aksi. Beberapa kawan mengadjukan pengalaman2nja tentang terdjadinja ekses2 pada waktu berlangsung- nja aksi2 jang bersifat massal. Ekses2 adalah gedjala² jang tidak atau kurang baik. Karena itu, sikap kita jang tepat adalah tidak membiarkan, melainkan se- tjara aktif menghindarkannja, meskipun ekses2 itu baru merupakan ekses2 jang ketjil2. Telah kita pahami bersama, bahwa kita tidak hanja berdjuang untuk kepentingan2 djangka-pendek, jaitu
kepentingan2 massa se-hari2. Kita djuga berdjuang untuk kepentingan2 djangka-pandjang, jaitu kepentingan² umum untuk menjelesaikan tuntutan2 Revo- lusi Agustus '45 sampai ke-akar2nja. Kepentingan² umum ini berputar sekitar usaha2 besar untuk me- ngembangkan kekuatan² progresif, memperteguh per- satuan nasional revolusioner dan menghantjurkan musuh² Rakjat satu per satu. Karena itu ekses2 jang bisa merugikan kepentingan² djangka-pandjang harus ditjegah se-minimum²nja. Ini berarti, bahwa kita tidak seharusnja mengekor kepada kesubjektifan- massa, tetapi harus mendidik massa untuk bersikap tepat terhadap kawan dan lawan serta mengenal kepentingan2nja jang bersifat djangka-pendek dan djangka-pandjang. Untuk mentjegah ekses2, kita tidak hanja harus mendidik massa, tetapi kita djuga harus mendidik diri kita sendiri untuk setjara kolektif bersama2 mendjaga supaja garis-pimpinan kita tidak oleng kekiri" diwaktu massa telah bangkit dan diwaktu aksi menang, serta tidak ,oleng kekanan" di-
waktu massa belum bangkit dan diwaktu aksi kalah. Singkatnja, kita harus mendidik massa dan mendidik diri kita sendiri untuk berbuat jang benar dan mem- betulkan jang salah.
Demikianlah Saudara2 beberapa masalah jang patut mendjadi bahan² pemikiran kita bersama dalam melak- sanakan ,,empat-tugas-besar" dan memetjahkan ,tiga- soal-penting".
Saudara2 sekalian,
Kita telah simpulkan bersama bahwa kedudukan orga- nisasi kita bertambah kuat dan bahwa situasi politik di- dalam negeri kita tetap menguntungkan kekuatan² de- mokratis jang pro-Manipol. Tetapi djuga kita simpulkan,
pada tanggal 26 Agustus 1961. Sidang ke-II Dewan Nasional SOBSI paikan oleh Saudara Njono dalam Pendjelasan tersebut diatas disam- jang bagaimanapun. nja tidak henti²nja selalu ambil inisiatif dalam keadaan ngan tahu madju, tahu mundur dan tahu batas, singlat- mua Serikatburuh-Anggotanja akan terus bergerak de- kan tjara-kerdja ini, kami jakin bahwa SOBSI dan se- memberi tjontoh kepada bawahan". Dengan melaksana- jang telah kita putuskan bersama, jaitu prinsip atasan Umum Presidium ini marilah kita laksanakan prinsip Presidium se-baik2nja. Dalam melaksanakan Laporan tahu djawabnja, jaitu melaksanakan Laporan Uınum Apa jang kemudian harus kita perbuat ? Kita senua tclah Umum Presidium tentang Aksi, Kader dan Dernokrasi". Dengan mantap telah kita setudjui bersama Laporan bitjarakan soal sandang-pangan dan demokrası. semua lembaga demokrasi untuk lebih banjak lagi menı- persatuan NASAKOM disemua bidang dan mendorong mempela dengan teguh kepentıingan massa, memperkuat telah menundjukkan djalan keluarnja, jaitu kita harus kan semua akal busuk ini, Laporan Umum Presidium nja untuk membuat akal2 busuk baru. Untuk menggagal- reaksioner jang lama dan jang baru tetap memutar otak- bahwa kaum imperialis asing dan komplotannja kaurm
PER. NEG. R.L
DATE DUE 5715-b
1 c-0
1 1 8 à 1-o co !
00 t=0
! ! t 一
1o 一 ! !? ! c ! 8 4o AAV
0 "
co t
! co
8! F ! 1o
E3
KEPK N 0 999/58.-
T.
Njo
331.83 T
5715-b