Simpul Melaung
Ruang Sipil:
Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Simpul Melaung
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Editor
Ajeng Larasati
Penulis Tri Febi Maharani
Ilustrasi & Tata Letak Yoga Kocarkacir
Kontributor Aga, Ajeng, Aqil, Ebi, Obi, Ira, Syifa, Lika, Raka, Hanna, Fahmi, Ulfah, Flras, Febi
Penanggung Jawab Riza Imaduddin Abdali (Koordinator KKB)
Penerbit Koalisi Kebebasan Berserikat (KKB)
Sekretariat KKB-YAPPIKA Jalan Basuki Rahmat RT/RW o06/010, Unit 7 (Kompleks Ruko Dealer Yamaha) Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur 13410, Indonesia
Email: [email protected] Website: https://yappika-actionaid.or.id
i Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Sepenggal Simpul
Selama lebih dari satu dekade, Koalisi Kebebasan Berserikat (KKB) telah aktif melakukan kerja-kerja perawatan dalam merespon penyempitan ruang sipil, terutama dalam aspek kebebasan berekspresi, berkumpul, dan berserikat di Indonesia. Dalam perjalanannya, KKB terus berupaya mengeksplorasi cara-cara baru dalam memperluas narasi tentang pentingnya pelindungan ruang sipil dan mempertahankan demokrasi di Indonesia. Zine menjadi salah satu media alternatif yang ingin dihadirkan oleh KKB dalam mengeksplorasi ekspresi dan perlawanan yang tak selalu punya tempat di ruang-ruang formal.
Kami menyebutnya Simpul Melaung. Simpul – yang mengikat, yang merawat; Melaung – yang
meneriakkan, yang menggema. Simpul Melaung
suara-suara yang saling bertaut, saling merawat, dan menggema jadi perlawanan. Serial zine ini lahir dari keinginan untuk merawat suara dan keresahan yang selama ini jarang terdengar, dianggap biasa saja, ataupun bahkan tidak pernah dipedulikan. Dari kesamaan rasa, kami ingin terus menyuarakan dan menggemakannya sebagai bentuk perlawanan.
Edisi Pertama ii
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Dalam edisi pertama ini, kami mengusung tema ruang sipil dan politik kewargaan. “The personal is the political" - adalah kalimat yang merepresentasikan cerita-cerita dalam edisi pertama ini. Pengalaman personal kami nyatanya tidak akan pernah bisa dilepaskan dari sistem dan kebijakan yang berdampak secara struktural. Para kontributor mengajak kita semua untuk menyusuri pemaknaan ruang sipil dan politik kewargaan dari kacamata yang beragam namun tetap dekat dengan keseharian
Simpul Melaung tidak akan hanya berhenti pada satu ataupun dua edisi. la akan terus tumbuh seiring dengan banyaknya pertautan kritis yang terjalin. Karya-karya yang termuat di dalamnya tidak hanya sekadar praktik kesenian yang warna-warni penuh visual, tapi juga sebagai karya yang berani untuk berbicara tentang ketimpangan hingga harapan.
Di tengah sistem yang kerap membungkam dan tidak berpihak, Simpul Melaung hadir
sebagai pengingat bahwa suara kita masih ada dan akan
terus ada. Dalam medium ini, KKB mengajak kawan-kawan semua untuk terus menjalin simpul dan
melaung dalam setiap suara yang memungkinkan
adanya perubahan.
Jakarta, 14 Agustus 2025
Ajeng Larasati – YAPPIKA (Koalisi Kebebasan Berserikat)
iii Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Prolog
Kebebasan sipil adalah napas
demokrasi, ruang di mana kita bisa berbicara, berkumpul, berserikat, dan menyuarakan kebenaran tanpa takut. Tapi napas itu kini terasa pendek, terhimpit oleh pagar aturan, tatapan kuasa, dan bisikan algoritma yang memilih suara siapa yang boleh terdengar. Dari jalanan kota sampai
sudut kampung, dari kedai kopi hingga
stasiun, kebebasan itu terus digerogoti.
Zine ini lahir dari fragmen-fragmen perlawanan, cerita yang ditulis dengan
suara lantang dan lirih, dari tangan-tangan
yang menolak diam. Setiap halamannya adalah saksi, bahwa kebebasan bukan
sekadar kata di spanduk, tapi ruang hidup
yang harus terus dijaga agar kita tetap bisa
bernapas sebagai manusia yang utuh.
Tri Febi Maharani
Edisi Pertama iv
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Simpul Melaung
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Zine Aga
Pernahkah kita membayangkan, di suatu tempat yang tak terjamah, terdengar riuh ramai manusia, bukan pesta, bukan pujian, melainkan bising yang kelam, kelabu.
Apakah ada yang hidup di dalam sana, atau semuanya hanya bayang-bayang yang berisik?
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
LIHAT DI LUAR KOTAK
BUKA
ACA
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
DAN
SADARI ADA
YANGHILANG
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Zine Ajeng
Suara-suara itu datang dari mana-mana, dari sudut toko buku tua yang masih setia membuka halaman, dari kedai kopi yang dihuni cita-cita orang muda, dari langkah kaki pekerja yang melintasi pagi di stasiun Manggarai.
Mereka bicara, mereka berseru, tanpa panggung, tanpa pengeras, tapi terus bersuara.
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
WE NEED
ACHANGR
adu nasib sama
EVERY CITY IS WALK
Setiap hani Jallan kakī motor ngebut & IF YOU'RE SUICIDAL : dari Kas ke Kantor. pedagang mainan Jaraknya cuma 400 m, sesama Korban cukup dengan dua lagu kebijakan cumq yang durasinya tiga bisa YAUDALAH menitan... HARUS BEREBU
FORA
JALAN SAMA PULUHAN-RATUS
TAPI DALAM NAKTU ORANG !!??!! SESINGKAT ITU... BETTER
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Justice
Cuma butuh frotoar yang ramah pejalan raki,
tapi yang ada ondah
Paksa bertengkar
sama warga yory
cari nafkah
Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Yang direbut bukan uma soal trotoar atuu Jalaq, tapi siapa yang diprioritas-
YUK!
Sudahi rebutan ruang kan sama negara. dan jalan dengan Isu jalan kaki= politis Sesama warga. SaatnyaLangkah kaki = yerjuangan tuntut kofa yang adiluntuk Keadilan sosial dan aman untuk kita.
SYSTEM
CHANGE
ACTION
LIKA- 111TAPI LIKU JADI
JALAN UJI
KAKI
NYALI
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Zine Aqil
Tua dan muda bersatu, teriak merdeka berkali-kali seolah kata itu milik semua.
Tapi merdeka dari apa, sebenarnya?
Apa yang membuat mereka merasa masih terbelenggu, di negeri yang katanya sudah selesai dengan penjajahan?
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
N.A.H KEBEBASAN KEBEBASAN
BERESPRESI. AKADEMIK
KEBEBASAN
KEBEBASAN
BERPIKIR
PERPENDAPAT
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
KEBEBASAN
YANG
HARUS
DIPEBJUANGKAN
Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
KEBEBASAN KEBEBASAN KEBEBASAN YANG YANG YANG HARUS HARUS HARUS
DIPERBJUANGKAN DIPEBJUANGKAN DIPEBJUANGKAN
KEBEBASAN KEBEBASAN KEBEBASAN HARUS HARUSARUS
DIPEBJUANGKAN DIPEBJUANGKAN DIPERJUANGKAN
KEBEBASAN KEBEBASAN KEBEBASAN HARUS HARUS HARUS
DIPEBJUANGKAN DIPEBJUANGKAN DIPEBJUANGKAN
3 m
Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Zine Ebi Obi
“Suara rakyat suara Tuhan," katanya. Tapi suara yang mana? Rakyat yang mana?
Apakah yang mereka maksud adalah suara-suara gemetar yang diredam algoritma, dijegal komentar, dibungkam data?
Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Di tempat yang tak terjamah itu, bayang-bayang jadi kenyataan yang membingungkan, dan suara-suara... terlalu banyak.
Terlalu banyak sampai tak satu pun terdengar secara utuh.
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Ulpoh minimum
KRiminalisasi Hak layak.
Yam peaghilargan6
LAWAN
autivis HAMpalsa NIK LAWAVKorupsibagiminimnya
12130.42
Merajalela subsidi Represifitar aparat keci MULYO
∀KOMERSIALISASIUU mine
SngiNvOPendidikan tings:
LAWAN momopoh
Ekonamt
LITERAS RendahnyaOLIG
gumm Tompang tin
S3wa! Numerasi dideerah PATRIARK
Yadang-Ulunda Pend's'han yun
undag Masyarahat A
MAHAL
BLAWAN
RUU-Kekerasan
20 OLICARKI
PPRT! sekSUAL
MAY TED
Sisahkan? FUFUFAAFAA
PRIVASI
LAWA human Queer Ri WOMIEN
NEPOTISME
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Polavisan Awoas MATTED Politik Somys Eketrem mw LAWAN CNLAWAN! inord4 LAWAN
Politik LAWAN rba Dinast
T DIS
Praktik 2口 Politikvangy AN ARKI ISVH-SIO
dihpueat Reiatoran 一
pemog p
MAINtt MIGRA Es LMAN LAWAN
mpu2d si50grra
LMA 京 AAN BUDATA on
NVMV BAHASA rishts AN ghisFREE DAERAH ts purah zights? semakin PALESTINE! IOOS
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Simpul Melaung
Vox
POPULI
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
VOX
DEI
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
they toied to rig the gome,
but you can Fake iuphence !!
you
SuRe?
A ebi obr
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Kemana Perginya peran
Negara?? O Coba lita bayanghan negara Y9 dengan ledaulatannya bisa Mensejahterakay Mosyarabat, tanpa tnc. Pendidikan gratis,
harga tibet konser murah,
buruh diupah dergan layak, ga ada polpisi, linglungan kadang apa yg ada di. dunia mnaya, justru yg soing
bita periaya....
Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Zine Ira
Karena dalam kotak itu, pendidikan tak pernah benar-benar menjadi tujuan, bagi mereka yang mengatur dari dalam kotak.
Mereka takut pada manusia yang berpikir.
Mereka lebih takut pada buku daripada nuklir.
Menjadikan orang pintar bukan program kerja, karena rakyat yang tahu terlalu sulit diatur.
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Pendidikan bukan sebagai
Persiupan Kerlaan. Pendidikan bukan sekedar
u/ menlddikan orang buruh
Iterpengen pcndidikan Itu tentang mengembang
kan seluruh potensi 4/dia
bisa m'jadi Pribadiberm-
anFaat dan memegang nilai" dgn beik & benar
Sehingga dia menjadi Pribadi Pribadi yang Keha Alirannya Itu b'man-Faat 'bermanFuat bagi Keluarqanya ,temput kerjanya I lingkungannya
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
dalam bentuk Keria
sama Itu Keberman-
Faatan. tp keber.
manFaatun bkn
hanya Komersial,
Sosiul. Intinya me- ngermbang kan potensi ee
Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Zine Syifa
Di alam sana, masih indah, tapi hanya jika dilihat dari angka. Angka-angka yang menari di laporan, di rekening, di janji proyek tambang baru. Leluhur kami dicabik martabatnya, tanah kami dikebiri hingga mati. Hutan yang dulu jadi rumah, kini hanya dihitung sebagai nilai jual.
Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
SAVEIND
Syife
PAPUANS
WE
ACH
In donesia buken
Hanyo milik Segclintir oreng Yog RaAKoS.
Exsploitess Alam ting Merusak lmgkungan adalah Suato Kesohaton. Yang Mesugrken Masterat a8at dan Sekitornye Hantt deme memperviyt Segelimtir Elite den Pengua.sa. SOM Yang berkualitas Kunlitos SOM
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Syifa IGENOUS
FORESTS
VEED ANGR
Justice
4 ALL
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Zine Lika
Tapi ibuk dan bapak, kami tak tinggal diam.
Mereka turun ke jalan, berdiri di depan rumah para tuan-tuan tamak itu.
Bertanya, "Untuk siapa tanah ini?" “Untuk siapa udara ini?" “Untuk apa semua ini kalau anak kami tak bisa makan dari hasil alam yang mereka warisi?" “Kalau anak kami tak bisa hirup udara yang segar seperti pagi?"
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Simpul Melaung
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
FICHTTODAYO
FORARETTER
National
State Local Government
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Pelayanan
Publil
PROCESS PUBLIC LISTENING
THE ONE OTHLA EAR OUT IN
Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Zine Raka
Rakyat menjadi komoditi, tubuh kami dijual dalam proposal yang disebut pembangunan. Sumber daya yang diolah demi untung, diperas sampai habis. “Siapa yang meminta semua ini?" Kami menunjuk, tanpa ragu, pada tuan-tuan berperut buncit di rumah-rumah gedong yang tertawa di balik pagar setinggi curiga.
Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
FICHTTODAY
FOR A Bettor
Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Hukum Menuju LISTENING Alat Jeruyi Masyar H3H3... ④ ②
2KUHP
Rakyat
gga-barggakcn
Kalo bak
ei Preduf Hukum di yerji ndonesia.Nyatanya Ye.muasuld 3anyak, Barst.. y9 lawak. Dasar lawk ③ ④
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
HIDUP Berprkir....
M.R.P
盟
Jokowl Mengendabknn!
Jatanya kebebasen berpendepet
Daret broDemo gapake sura ausa ipdna "Surat Pemberitehvan x ceurlghobra
Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Zine Hanna
Kenapa
sih
orang
demo?
Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Kami menyaksikan, ibuk, bapak, kakak kami pergi ke jalan. Pundak berisi cangkul, punggung berat oleh selebaran protes. Kami teriak MERDEKA! Sampai napas sesak. Tapi kakak menatap gawainya, layar kecil yang menyisipkan hinaan. "STOP DEMO, BERUK!!! BIKIN MACET AJA!!!" Mereka menyebut suara kami gangguan lalu lintas.
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Tanya Hanna ketika Mia masih menggunakan seragan merah putih. Kata ibu guru, harus rajin belajar Supaya pinter & ga anarkis Kayak orang yang demo.
"Nenya Kenapa, Kok A malah dijawab nasihat. batin Hanna dergan reyolotrya
mbakdi rumah Diamini & dijalani. Hanna pun masih myaman berpegangan pada bubble
PRIVILEGE
PRIVILEG
yang ia miliki.
AGENDA KELAS MENENGAH
□ Minum Kopi overpriced Oahraga podel pilatesNGEHEK Naik transum (MRT) sesekali 口Kerja pakai laryard
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
BIKIN
MACET!
CARI KERJAAN YANG BENER
aikkan UMR AV
DPR ga becus
negeri Cinta Hanna @xcintahannax JANGAN DEMO
please! Kasian orang? mau Kerja dan mencari nafkah terganggu!'
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
SEMUA TRANSPUAN
INGINMERASAKAN THR
PERBU
TERH
PEKERJA
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
CIVTIKAN
DAKAN DERN ADAP Edisi Pertama RUMAH
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Zine Fahmi
Yang kami minta tak muluk. Kami mau anak-anak kami bisa bernapas pagi tanpa polusi, sekolah tanpa harus menggotong tiga kilo pekerjaan. Kami ingin didengar, bukan dikasihani. Kami ingin dihargai, bukan dibungkam.
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Simpul Melaung
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Apakan Kalian Mulihat anak Sedann beiajar 2 Nan iya terkusang: mastarakat ini abai dengun pendisikeanya dimiasa lampaci, utan mereica mingauar fidak teriaru penkrng untuk bulalardjan akuir uya in reka uanta beriorja
dingan mueman paur
Ken trnaganta.
Coba diulu cuasyaan
iru mamprioriiaskan Pendifiicanya mungrarn cuastirakat bisa burFiknoierrh Cirdad untuk bisa muinjaiankon
Kenisupanya dan berkenja deniun
Otak bukan uanya dengan Otot.
Edisi Pertama
Simpul MelaungRuang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Nan (oba layunain kaio mastarakatuya Cerdas. muuiann mastarakalaya bukcan yauya benterrak petupi jra brsa meman Raatikan Kecerjusavya. Apasi susahuxa Beiajar3? Padanalkan belajar juaa uutuk dini Kita SenJini manFuatuya. jandan sampai kita meujadr canaragot yurl vanya bisa menautut.kaPI Kiru uarUs bisa menjusi masyarasut yung dak bermaias-malasan wutuk beiajar. 9ar rka bisa bermanfaat uurur banyak onang !!!
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Kemauar Bauyak Masyar akat
KAMI MAU
PELAYANAN KEBIJ
MURAH
PUB
Terkalang Kebijakan Suatu kontroversi dite kat. Palabaikan Kesijat Fanmi bisa mmipiaker Kiiger masyarakai. Dan akurri demgan Katrdak puasany
KENMPA B
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
MasyarakatL Berter
KAMI MAU PELAYANAN JAKAN BERMUTU LIK
Publik imi mrajali nqdn Kehidupan monnra- an ini siharusnya Fanmi man Fanfan uniuk yn mrsyarakat a uanya wisd hottmiak
iA BEGITU?? Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Zine Ulfah
Barangkali, inilah harga yang harus kami bayar untuk belajar mengeja MERDEKA, dengan benar.
Dan semoga, jika kami terus bertahan, kami bisa benar-benar memilikinya, bukan hanya meminjamnya dari masa lalu.
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
SCHOOL
LIBRARY
EDUCATION.
SEINA
Semoga dikala se
Gut ga ngarer
BANS
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Sekecil apapun
Yang to luwin dengan reat tulus, bisa jadr Hu jadi potongan rzale yaug 1o cari selama ini.
Fa.
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
FREEDOM
Setiap orary emang
boleh ber pendapat.
dan menjadi disinya.
Sendiri
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Semogasemesta Aujugamerestur dream
ITS
gue. Segera yaa!!
ENGAGEMENT.
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
job
Tapi Inget
Wfah
juga sann ....
KARMA
XIXIXI :D
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Zine Firas
Karena MERDEKA bukan slogan yang hanya dicetak sablon di kaus oblong setiap bulan Agustus. MERDEKA adalah hidup yang utuh, tanpa kekerasan, tanpa eksploitasi, tanpa kuasa yang hanya turun dari atas podium.
Pada Permuhaan, anak-anak dominan..
THOUGHTS
ACTION)
Maa, patianida memas/mlai merelia
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Strultural
Simbolik
Arak-anak pad
KEKERASAN
Verbal FisikFIRAS
MERDEKA adalah ketika adik dan kakak bisa membaca buku apapun, yang mereka mau, tanpa takut dibungkam, ketika ibuk bisa bekerja tanpa harus menggadai tubuh dan waktu, ketika ayah bisa tidur dengan tenang, bukan karena lelah,
Bukan karena kerja yang tak pernah cukup.
Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Kolektif
Kerjasama
MELEBUR
Apapun yang anak Lakukan SemestiNYA MENYENANGKAN,
WAKTUNYA BERMAIN
Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Bercanda
Belajar
TERPISAH
Desarner Anau? PUBLIK Privat
Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Zine Febi
Yang kami butuhkan sederhana, seharusnya. Tempat yang aman, alam yang tidak perlu disucikan dengan jargon, melainkan dirawat dengan kasih. Kami tidak minta negara yang besar, kami hanya butuh negara yang hadir seperti pelukan, melindungi, bukan mencekik. Mengayomi, bukan mengawasi.
Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Mungkin, begitulah tempat yang tak terjamah itu, jika kita hanya melihatnya dari luar kotak.
Kita belum tahu apa yang benar-benar terjadi di dalamnya.
Belum tahu siapa yang hilang, siapa yang disembunyikan, dan siapa yang masih terus menunggu untuk didengar.
Siapa yang tahu?
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
STAND UP
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
CHANCE
AND
THE
SYSTEN CHANGE NOT CLIMATE EHANGE
WORLD
Edisi Pertama
Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi
Epilog
Kebebasan sipil dan ruang hidup saling bertaut; keduanya tak bisa hidup sendiri. Apa gunanya bersuara jika tanah di bawah kaki hilang dan udara yang kita hirup beracun? Begitu pula, menjaga alam tak akan bertahan lama jika kita tak bebas menuntut keadilan dari mereka yang merusaknya.
Zine ini adalah jembatan kecil, menghubungkan perjuangan, mempertahankan hak bersuara dengan keterlibatan bersama untuk menyelamatkan bumi dari krisis iklim. Sebab kebebasan yang sejati hanya mungkin tercapai ketika demokrasi dan keadilan ekologis berjalan beriringan, memberi kita hak untuk bicara, dan alasan untuk menjaga kehidupan itu sendiri.
Edisi Pertama
Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung
Profil Koalisi
Kebebasan Berserikat
Koalisi Kebebasan Berserikat (KKB) merupakan inisiatif jaringan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang muncul pada tahun 2oo6 untuk merespon perubahan peraturan yang mengancam kerangka hukum OMS di Indonesia. KKB mulai aktif kembali pada tahun 2o1o hingga saat ini untuk merespon penyempitan ruang sipil, terutama karena melemahnya perlindungan terhadap kebebasan berkumpul secara damai dan kebebasan berserikat/berorganisasi di Indonesia. KKB terlibat aktif dalam mengawal dan mengadvokasi RUU Yayasan menjadi UU Yayasan, UU Ormas, Perppu Ormas, hingga RUU Perkumpulan.
Saat ini, KKB telah mengaktivasi simpul dan anggota KKB menjadi 41 anggota di 12 wilayah di Indonesia. KKB juga menyepakati dua cita-cita perubahan selama periode 2025 - 2028, yaitu: 1) kebebasan sipil yang terawat, aman, dan inklusif dan 2) pembela HAM dan OMS yang resilien, bersolidaritas, dan berkelanjutan. Cita-cita perubahan ini diwujudkan melalui serangkaian kegiatan utama yang pelaksanaannya bersifat dinamis bergantung pada perkembangan terkini dalam merawat kebebasan berserikat dan melindungi ruang sipil di Indonesia. Dalam periode tersebut, Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA) ditunjuk menjadi Sekretariat KKB.
Sekretariat KKB membuka saluran komunikasi bagi para pihak yang ingin mendapatkan informasi berupa kajian dan narasumber untuk kebutuhan penelitian, peliputan maupun diskusi/seminar tentang kondisi ruang sipil di Indonesia, khususnya berkaitan dengan UU Ormas, UU Yayasan, RUU Perkumpulan, dan peraturan
pelaksanaannya. Sekretariat KKB dapat dihubungi melalui Riza Imaduddin Abdali
(KoordinatorKKB)dalamemail:[email protected] [email protected].
Edisi Pertama
Koalisi Kebebasan Berserikat