Baca PDF (OCR): Simpul Melaung Zine_Final

71 halaman · 71 halaman diproses dengan OCR· 38432 ms

Daftar isi
  1. Simpul Melaung
  2. Hidup, Dihidupi, Menghidupi
  3. Simpul Melaung
  4. Editor
  5. Sepenggal Simpul
  6. meneriakkan, yang menggema. Simpul Melaung
  7. Di tengah sistem yang kerap membungkam dan tidak berpihak, Simpul Melaung hadir
  8. sebagai pengingat bahwa suara kita masih ada dan akan
  9. terus ada. Dalam medium ini, KKB mengajak kawan-kawan semua untuk terus menjalin simpul dan
  10. melaung dalam setiap suara yang memungkinkan
  11. Jakarta, 14 Agustus 2025
  12. Prolog
  13. Kebebasan sipil adalah napas
  14. sudut kampung, dari kedai kopi hingga
  15. suara lantang dan lirih, dari tangan-tangan
  16. sekadar kata di spanduk, tapi ruang hidup
  17. bernapas sebagai manusia yang utuh.
  18. Tri Febi Maharani
  19. Edisi Pertama iv
  20. Simpul Melaung
  21. Zine Aga
  22. LIHAT DI LUAR KOTAK
  23. BUKA
  24. Edisi Pertama
  25. SADARI ADA
  26. YANGHILANG
  27. Edisi Pertama
  28. Zine Ajeng
  29. WE NEED
  30. ACHANGR
  31. EVERY CITY IS WALK
  32. FORA
  33. TAPI DALAM NAKTU ORANG !!??!! SESINGKAT ITU... BETTER
  34. Justice
  35. Cuma butuh frotoar yang ramah pejalan raki,
  36. tapi yang ada ondah
  37. Paksa bertengkar
  38. sama warga yory
  39. Edisi Pertama
  40. YUK!
  41. SYSTEM
  42. CHANGE
  43. ACTION
  44. JALAN UJI
  45. NYALI
  46. Zine Aqil
  47. Tapi merdeka dari apa, sebenarnya?
  48. N.A.H KEBEBASAN KEBEBASAN
  49. BERESPRESI. AKADEMIK
  50. KEBEBASAN
  51. KEBEBASAN
  52. BERPIKIR
  53. PERPENDAPAT
  54. Edisi Pertama
  55. KEBEBASAN
  56. YANG
  57. HARUS
  58. DIPEBJUANGKAN
  59. Edisi Pertama
  60. DIPERBJUANGKAN DIPEBJUANGKAN DIPEBJUANGKAN
  61. DIPEBJUANGKAN DIPEBJUANGKAN DIPERJUANGKAN
  62. DIPEBJUANGKAN DIPEBJUANGKAN DIPEBJUANGKAN
  63. Ulpoh minimum
  64. KRiminalisasi Hak layak.
  65. LAWAN
  66. 12130.42
  67. ∀KOMERSIALISASIUU mine
  68. SngiNvOPendidikan tings:
  69. Ekonamt
  70. gumm Tompang tin
  71. Yadang-Ulunda Pend's'han yun
  72. MAHAL
  73. RUU-Kekerasan
  74. PPRT! sekSUAL
  75. Sisahkan? FUFUFAAFAA
  76. PRIVASI
  77. NEPOTISME
  78. Polavisan Awoas MATTED Politik Somys Eketrem mw LAWAN CNLAWAN! inord4 LAWAN
  79. Politik LAWAN rba Dinast
  80. T DIS
  81. Praktik 2口 Politikvangy AN ARKI ISVH-SIO
  82. dihpueat Reiatoran 一
  83. MAINtt MIGRA Es LMAN LAWAN
  84. LMA 京 AAN BUDATA on
  85. NVMV BAHASA rishts AN ghisFREE DAERAH ts purah zights? semakin PALESTINE! IOOS
  86. Edisi Pertama
  87. Simpul Melaung
  88. POPULI
  89. Edisi Pertama
  90. Edisi Pertama
  91. they toied to rig the gome,
  92. but you can Fake iuphence !!
  93. SuRe?
  94. Edisi Pertama
  95. Kemana Perginya peran
  96. harga tibet konser murah,
  97. Pendidikan bukan sebagai
  98. Persiupan Kerlaan. Pendidikan bukan sekedar
  99. u/ menlddikan orang buruh
  100. Iterpengen pcndidikan Itu tentang mengembang
  101. kan seluruh potensi 4/dia
  102. bisa m'jadi Pribadiberm-
  103. anFaat dan memegang nilai" dgn beik & benar
  104. dalam bentuk Keria
  105. sama Itu Keberman-
  106. Faatan. tp keber.
  107. Sosiul. Intinya me- ngermbang kan potensi ee
  108. Edisi Pertama
  109. Zine Syifa
  110. SAVEIND
  111. PAPUANS
  112. In donesia buken
  113. Hanyo milik Segclintir oreng Yog RaAKoS.
  114. Syifa IGENOUS
  115. FORESTS
  116. VEED ANGR
  117. Justice
  118. 4 ALL
  119. Edisi Pertama
  120. Simpul Melaung
  121. Edisi Pertama
  122. FICHTTODAYO
  123. FORARETTER
  124. National
  125. State Local Government
  126. Pelayanan
  127. Publil
  128. FICHTTODAY
  129. FOR A Bettor
  130. Edisi Pertama
  131. 2KUHP
  132. Rakyat
  133. Kalo bak
  134. HIDUP Berprkir....
  135. M.R.P
  136. Jokowl Mengendabknn!
  137. Jatanya kebebasen berpendepet
  138. Daret broDemo gapake sura ausa ipdna "Surat Pemberitehvan x ceurlghobra
  139. Edisi Pertama
  140. Zine Hanna
  141. Kenapa
  142. Edisi Pertama
  143. PRIVILEGE
  144. PRIVILEG
  145. yang ia miliki.
  146. AGENDA KELAS MENENGAH
  147. BIKIN
  148. MACET!
  149. CARI KERJAAN YANG BENER
  150. aikkan UMR AV
  151. DPR ga becus
  152. negeri Cinta Hanna @xcintahannax JANGAN DEMO
  153. please! Kasian orang? mau Kerja dan mencari nafkah terganggu!'
  154. Edisi Pertama
  155. SEMUA TRANSPUAN
  156. INGINMERASAKAN THR
  157. PERBU
  158. TERH
  159. PEKERJA
  160. CIVTIKAN
  161. Simpul Melaung
  162. Edisi Pertama
  163. dingan mueman paur
  164. Ken trnaganta.
  165. Coba diulu cuasyaan
  166. Kenisupanya dan berkenja deniun
  167. KAMI MAU
  168. PELAYANAN KEBIJ
  169. MURAH
  170. KENMPA B
  171. Zine Ulfah
  172. LIBRARY
  173. EDUCATION.
  174. SEINA
  175. Semoga dikala se
  176. Gut ga ngarer
  177. BANS
  178. Edisi Pertama
  179. Sekecil apapun
  180. FREEDOM
  181. Setiap orary emang
  182. boleh ber pendapat.
  183. dan menjadi disinya.
  184. Sendiri
  185. Edisi Pertama
  186. Semogasemesta Aujugamerestur dream
  187. gue. Segera yaa!!
  188. ENGAGEMENT.
  189. Edisi Pertama
  190. Tapi Inget
  191. Wfah
  192. juga sann ....
  193. KARMA
  194. XIXIXI :D
  195. Edisi Pertama
  196. Zine Firas
  197. THOUGHTS
  198. ACTION)
  199. Maa, patianida memas/mlai merelia
  200. Simbolik
  201. KEKERASAN
  202. Verbal FisikFIRAS
  203. Kolektif
  204. Kerjasama
  205. MELEBUR
  206. Apapun yang anak Lakukan SemestiNYA MENYENANGKAN,
  207. WAKTUNYA BERMAIN
  208. Edisi Pertama
  209. Bercanda
  210. Belajar
  211. TERPISAH
  212. Desarner Anau? PUBLIK Privat
  213. Edisi Pertama
  214. Siapa yang tahu?
  215. STAND UP
  216. Edisi Pertama
  217. CHANCE
  218. SYSTEN CHANGE NOT CLIMATE EHANGE
  219. WORLD
  220. Edisi Pertama
  221. Epilog
  222. Profil Koalisi
  223. Kebebasan Berserikat
  224. pelaksanaannya. Sekretariat KKB dapat dihubungi melalui Riza Imaduddin Abdali
  225. YAPPIKA
  226. In Collaboration With :
  227. Zine Zan Zun

Simpul Melaung

Ruang Sipil:

Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Simpul Melaung

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Editor

Ajeng Larasati

Penulis Tri Febi Maharani

Ilustrasi & Tata Letak Yoga Kocarkacir

Kontributor Aga, Ajeng, Aqil, Ebi, Obi, Ira, Syifa, Lika, Raka, Hanna, Fahmi, Ulfah, Flras, Febi

Penanggung Jawab Riza Imaduddin Abdali (Koordinator KKB)

Penerbit Koalisi Kebebasan Berserikat (KKB)

Sekretariat KKB-YAPPIKA Jalan Basuki Rahmat RT/RW o06/010, Unit 7 (Kompleks Ruko Dealer Yamaha) Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur 13410, Indonesia

Email: [email protected] Website: https://yappika-actionaid.or.id

i Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Sepenggal Simpul

Selama lebih dari satu dekade, Koalisi Kebebasan Berserikat (KKB) telah aktif melakukan kerja-kerja perawatan dalam merespon penyempitan ruang sipil, terutama dalam aspek kebebasan berekspresi, berkumpul, dan berserikat di Indonesia. Dalam perjalanannya, KKB terus berupaya mengeksplorasi cara-cara baru dalam memperluas narasi tentang pentingnya pelindungan ruang sipil dan mempertahankan demokrasi di Indonesia. Zine menjadi salah satu media alternatif yang ingin dihadirkan oleh KKB dalam mengeksplorasi ekspresi dan perlawanan yang tak selalu punya tempat di ruang-ruang formal.

Kami menyebutnya Simpul Melaung. Simpul – yang mengikat, yang merawat; Melaung – yang

meneriakkan, yang menggema. Simpul Melaung

suara-suara yang saling bertaut, saling merawat, dan menggema jadi perlawanan. Serial zine ini lahir dari keinginan untuk merawat suara dan keresahan yang selama ini jarang terdengar, dianggap biasa saja, ataupun bahkan tidak pernah dipedulikan. Dari kesamaan rasa, kami ingin terus menyuarakan dan menggemakannya sebagai bentuk perlawanan.

Edisi Pertama ii

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Dalam edisi pertama ini, kami mengusung tema ruang sipil dan politik kewargaan. “The personal is the political" - adalah kalimat yang merepresentasikan cerita-cerita dalam edisi pertama ini. Pengalaman personal kami nyatanya tidak akan pernah bisa dilepaskan dari sistem dan kebijakan yang berdampak secara struktural. Para kontributor mengajak kita semua untuk menyusuri pemaknaan ruang sipil dan politik kewargaan dari kacamata yang beragam namun tetap dekat dengan keseharian

Simpul Melaung tidak akan hanya berhenti pada satu ataupun dua edisi. la akan terus tumbuh seiring dengan banyaknya pertautan kritis yang terjalin. Karya-karya yang termuat di dalamnya tidak hanya sekadar praktik kesenian yang warna-warni penuh visual, tapi juga sebagai karya yang berani untuk berbicara tentang ketimpangan hingga harapan.

Di tengah sistem yang kerap membungkam dan tidak berpihak, Simpul Melaung hadir

sebagai pengingat bahwa suara kita masih ada dan akan

terus ada. Dalam medium ini, KKB mengajak kawan-kawan semua untuk terus menjalin simpul dan

melaung dalam setiap suara yang memungkinkan

adanya perubahan.

Jakarta, 14 Agustus 2025

Ajeng Larasati – YAPPIKA (Koalisi Kebebasan Berserikat)

iii Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Prolog

Kebebasan sipil adalah napas

demokrasi, ruang di mana kita bisa berbicara, berkumpul, berserikat, dan menyuarakan kebenaran tanpa takut. Tapi napas itu kini terasa pendek, terhimpit oleh pagar aturan, tatapan kuasa, dan bisikan algoritma yang memilih suara siapa yang boleh terdengar. Dari jalanan kota sampai

sudut kampung, dari kedai kopi hingga

stasiun, kebebasan itu terus digerogoti.

Zine ini lahir dari fragmen-fragmen perlawanan, cerita yang ditulis dengan

suara lantang dan lirih, dari tangan-tangan

yang menolak diam. Setiap halamannya adalah saksi, bahwa kebebasan bukan

sekadar kata di spanduk, tapi ruang hidup

yang harus terus dijaga agar kita tetap bisa

bernapas sebagai manusia yang utuh.

Tri Febi Maharani

Edisi Pertama iv

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Simpul Melaung

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Zine Aga

Pernahkah kita membayangkan, di suatu tempat yang tak terjamah, terdengar riuh ramai manusia, bukan pesta, bukan pujian, melainkan bising yang kelam, kelabu.

Apakah ada yang hidup di dalam sana, atau semuanya hanya bayang-bayang yang berisik?

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

LIHAT DI LUAR KOTAK

BUKA

ACA

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

DAN

SADARI ADA

YANGHILANG

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Zine Ajeng

Suara-suara itu datang dari mana-mana, dari sudut toko buku tua yang masih setia membuka halaman, dari kedai kopi yang dihuni cita-cita orang muda, dari langkah kaki pekerja yang melintasi pagi di stasiun Manggarai.

Mereka bicara, mereka berseru, tanpa panggung, tanpa pengeras, tapi terus bersuara.

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

WE NEED

ACHANGR

adu nasib sama

EVERY CITY IS WALK

Setiap hani Jallan kakī motor ngebut & IF YOU'RE SUICIDAL : dari Kas ke Kantor. pedagang mainan Jaraknya cuma 400 m, sesama Korban cukup dengan dua lagu kebijakan cumq yang durasinya tiga bisa YAUDALAH menitan... HARUS BEREBU

FORA

JALAN SAMA PULUHAN-RATUS

TAPI DALAM NAKTU ORANG !!??!! SESINGKAT ITU... BETTER

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Justice

Cuma butuh frotoar yang ramah pejalan raki,

tapi yang ada ondah

Paksa bertengkar

sama warga yory

cari nafkah

Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Yang direbut bukan uma soal trotoar atuu Jalaq, tapi siapa yang diprioritas-

YUK!

Sudahi rebutan ruang kan sama negara. dan jalan dengan Isu jalan kaki= politis Sesama warga. SaatnyaLangkah kaki = yerjuangan tuntut kofa yang adiluntuk Keadilan sosial dan aman untuk kita.

SYSTEM

CHANGE

ACTION

LIKA- 111TAPI LIKU JADI

JALAN UJI

KAKI

NYALI

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Zine Aqil

Tua dan muda bersatu, teriak merdeka berkali-kali seolah kata itu milik semua.

Tapi merdeka dari apa, sebenarnya?

Apa yang membuat mereka merasa masih terbelenggu, di negeri yang katanya sudah selesai dengan penjajahan?

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

N.A.H KEBEBASAN KEBEBASAN

BERESPRESI. AKADEMIK

KEBEBASAN

KEBEBASAN

BERPIKIR

PERPENDAPAT

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

KEBEBASAN

YANG

HARUS

DIPEBJUANGKAN

Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

KEBEBASAN KEBEBASAN KEBEBASAN YANG YANG YANG HARUS HARUS HARUS

DIPERBJUANGKAN DIPEBJUANGKAN DIPEBJUANGKAN

KEBEBASAN KEBEBASAN KEBEBASAN HARUS HARUSARUS

DIPEBJUANGKAN DIPEBJUANGKAN DIPERJUANGKAN

KEBEBASAN KEBEBASAN KEBEBASAN HARUS HARUS HARUS

DIPEBJUANGKAN DIPEBJUANGKAN DIPEBJUANGKAN

3 m

Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Zine Ebi Obi

“Suara rakyat suara Tuhan," katanya. Tapi suara yang mana? Rakyat yang mana?

Apakah yang mereka maksud adalah suara-suara gemetar yang diredam algoritma, dijegal komentar, dibungkam data?

Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Di tempat yang tak terjamah itu, bayang-bayang jadi kenyataan yang membingungkan, dan suara-suara... terlalu banyak.

Terlalu banyak sampai tak satu pun terdengar secara utuh.

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Ulpoh minimum

KRiminalisasi Hak layak.

Yam peaghilargan6

LAWAN

autivis HAMpalsa NIK LAWAVKorupsibagiminimnya

12130.42

Merajalela subsidi Represifitar aparat keci MULYO

∀KOMERSIALISASIUU mine

SngiNvOPendidikan tings:

LAWAN momopoh

Ekonamt

LITERAS RendahnyaOLIG

gumm Tompang tin

S3wa! Numerasi dideerah PATRIARK

Yadang-Ulunda Pend's'han yun

undag Masyarahat A

MAHAL

BLAWAN

RUU-Kekerasan

20 OLICARKI

PPRT! sekSUAL

MAY TED

Sisahkan? FUFUFAAFAA

PRIVASI

LAWA human Queer Ri WOMIEN

NEPOTISME

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Polavisan Awoas MATTED Politik Somys Eketrem mw LAWAN CNLAWAN! inord4 LAWAN

Politik LAWAN rba Dinast

T DIS

Praktik 2口 Politikvangy AN ARKI ISVH-SIO

dihpueat Reiatoran 一

pemog p

MAINtt MIGRA Es LMAN LAWAN

mpu2d si50grra

LMA 京 AAN BUDATA on

NVMV BAHASA rishts AN ghisFREE DAERAH ts purah zights? semakin PALESTINE! IOOS

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Simpul Melaung

Vox

POPULI

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

VOX

DEI

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

they toied to rig the gome,

but you can Fake iuphence !!

you

SuRe?

A ebi obr

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Kemana Perginya peran

Negara?? O Coba lita bayanghan negara Y9 dengan ledaulatannya bisa Mensejahterakay Mosyarabat, tanpa tnc. Pendidikan gratis,

harga tibet konser murah,

buruh diupah dergan layak, ga ada polpisi, linglungan kadang apa yg ada di. dunia mnaya, justru yg soing
bita periaya....

Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Zine Ira

Karena dalam kotak itu, pendidikan tak pernah benar-benar menjadi tujuan, bagi mereka yang mengatur dari dalam kotak.

Mereka takut pada manusia yang berpikir.

Mereka lebih takut pada buku daripada nuklir.

Menjadikan orang pintar bukan program kerja, karena rakyat yang tahu terlalu sulit diatur.

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Pendidikan bukan sebagai

Persiupan Kerlaan. Pendidikan bukan sekedar

u/ menlddikan orang buruh

Iterpengen pcndidikan Itu tentang mengembang

kan seluruh potensi 4/dia

bisa m'jadi Pribadiberm-

anFaat dan memegang nilai" dgn beik & benar

Sehingga dia menjadi Pribadi Pribadi yang Keha Alirannya Itu b'man-Faat 'bermanFuat bagi Keluarqanya ,temput kerjanya I lingkungannya

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

dalam bentuk Keria

sama Itu Keberman-

Faatan. tp keber.

manFaatun bkn

hanya Komersial,

Sosiul. Intinya me- ngermbang kan potensi ee

Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Zine Syifa

Di alam sana, masih indah, tapi hanya jika dilihat dari angka. Angka-angka yang menari di laporan, di rekening, di janji proyek tambang baru. Leluhur kami dicabik martabatnya, tanah kami dikebiri hingga mati. Hutan yang dulu jadi rumah, kini hanya dihitung sebagai nilai jual.

Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

SAVEIND

Syife

PAPUANS

WE

ACH

In donesia buken

Hanyo milik Segclintir oreng Yog RaAKoS.

Exsploitess Alam ting Merusak lmgkungan adalah Suato Kesohaton. Yang Mesugrken Masterat a8at dan Sekitornye Hantt deme memperviyt Segelimtir Elite den Pengua.sa. SOM Yang berkualitas Kunlitos SOM

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Syifa IGENOUS

FORESTS

VEED ANGR

Justice

4 ALL

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Zine Lika

Tapi ibuk dan bapak, kami tak tinggal diam.

Mereka turun ke jalan, berdiri di depan rumah para tuan-tuan tamak itu.

Bertanya, "Untuk siapa tanah ini?" “Untuk siapa udara ini?" “Untuk apa semua ini kalau anak kami tak bisa makan dari hasil alam yang mereka warisi?" “Kalau anak kami tak bisa hirup udara yang segar seperti pagi?"

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Simpul Melaung

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

FICHTTODAYO

FORARETTER

National

State Local Government

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Pelayanan

Publil

PROCESS PUBLIC LISTENING

THE ONE OTHLA EAR OUT IN

Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Zine Raka

Rakyat menjadi komoditi, tubuh kami dijual dalam proposal yang disebut pembangunan. Sumber daya yang diolah demi untung, diperas sampai habis. “Siapa yang meminta semua ini?" Kami menunjuk, tanpa ragu, pada tuan-tuan berperut buncit di rumah-rumah gedong yang tertawa di balik pagar setinggi curiga.

Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

FICHTTODAY

FOR A Bettor

Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Hukum Menuju LISTENING Alat Jeruyi Masyar H3H3... ④ ②

2KUHP

Rakyat

gga-barggakcn

Kalo bak

ei Preduf Hukum di yerji ndonesia.Nyatanya Ye.muasuld 3anyak, Barst.. y9 lawak. Dasar lawk ③ ④

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

HIDUP Berprkir....

M.R.P

Jokowl Mengendabknn!

Jatanya kebebasen berpendepet

Daret broDemo gapake sura ausa ipdna "Surat Pemberitehvan x ceurlghobra

Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Zine Hanna

Kenapa

sih

orang

demo?

Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Kami menyaksikan, ibuk, bapak, kakak kami pergi ke jalan. Pundak berisi cangkul, punggung berat oleh selebaran protes. Kami teriak MERDEKA! Sampai napas sesak. Tapi kakak menatap gawainya, layar kecil yang menyisipkan hinaan. "STOP DEMO, BERUK!!! BIKIN MACET AJA!!!" Mereka menyebut suara kami gangguan lalu lintas.

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Tanya Hanna ketika Mia masih menggunakan seragan merah putih. Kata ibu guru, harus rajin belajar Supaya pinter & ga anarkis Kayak orang yang demo.

"Nenya Kenapa, Kok A malah dijawab nasihat. batin Hanna dergan reyolotrya

mbakdi rumah Diamini & dijalani. Hanna pun masih myaman berpegangan pada bubble

PRIVILEGE

PRIVILEG

yang ia miliki.

AGENDA KELAS MENENGAH

□ Minum Kopi overpriced Oahraga podel pilatesNGEHEK Naik transum (MRT) sesekali 口Kerja pakai laryard

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

BIKIN

MACET!

CARI KERJAAN YANG BENER

aikkan UMR AV

DPR ga becus

negeri Cinta Hanna @xcintahannax JANGAN DEMO

please! Kasian orang? mau Kerja dan mencari nafkah terganggu!'

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

SEMUA TRANSPUAN

INGINMERASAKAN THR

PERBU

TERH

PEKERJA

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

CIVTIKAN

DAKAN DERN ADAP Edisi Pertama RUMAH

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Zine Fahmi

Yang kami minta tak muluk. Kami mau anak-anak kami bisa bernapas pagi tanpa polusi, sekolah tanpa harus menggotong tiga kilo pekerjaan. Kami ingin didengar, bukan dikasihani. Kami ingin dihargai, bukan dibungkam.

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Simpul Melaung

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Apakan Kalian Mulihat anak Sedann beiajar 2 Nan iya terkusang: mastarakat ini abai dengun pendisikeanya dimiasa lampaci, utan mereica mingauar fidak teriaru penkrng untuk bulalardjan akuir uya in reka uanta beriorja

dingan mueman paur

Ken trnaganta.

Coba diulu cuasyaan

iru mamprioriiaskan Pendifiicanya mungrarn cuastirakat bisa burFiknoierrh Cirdad untuk bisa muinjaiankon

Kenisupanya dan berkenja deniun

Otak bukan uanya dengan Otot.

Edisi Pertama

Simpul MelaungRuang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Nan (oba layunain kaio mastarakatuya Cerdas. muuiann mastarakalaya bukcan yauya benterrak petupi jra brsa meman Raatikan Kecerjusavya. Apasi susahuxa Beiajar3? Padanalkan belajar juaa uutuk dini Kita SenJini manFuatuya. jandan sampai kita meujadr canaragot yurl vanya bisa menautut.kaPI Kiru uarUs bisa menjusi masyarasut yung dak bermaias-malasan wutuk beiajar. 9ar rka bisa bermanfaat uurur banyak onang !!!

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Kemauar Bauyak Masyar akat

KAMI MAU

PELAYANAN KEBIJ

MURAH

PUB

Terkalang Kebijakan Suatu kontroversi dite kat. Palabaikan Kesijat Fanmi bisa mmipiaker Kiiger masyarakai. Dan akurri demgan Katrdak puasany

KENMPA B

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

MasyarakatL Berter

KAMI MAU PELAYANAN JAKAN BERMUTU LIK

Publik imi mrajali nqdn Kehidupan monnra- an ini siharusnya Fanmi man Fanfan uniuk yn mrsyarakat a uanya wisd hottmiak

iA BEGITU?? Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Zine Ulfah

Barangkali, inilah harga yang harus kami bayar untuk belajar mengeja MERDEKA, dengan benar.

Dan semoga, jika kami terus bertahan, kami bisa benar-benar memilikinya, bukan hanya meminjamnya dari masa lalu.

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

SCHOOL

LIBRARY

EDUCATION.

SEINA

Semoga dikala se

Gut ga ngarer

BANS

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Sekecil apapun

Yang to luwin dengan reat tulus, bisa jadr Hu jadi potongan rzale yaug 1o cari selama ini.

Fa.

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

FREEDOM

Setiap orary emang

boleh ber pendapat.

dan menjadi disinya.

Sendiri

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Semogasemesta Aujugamerestur dream

ITS

gue. Segera yaa!!

ENGAGEMENT.

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

job

Tapi Inget

Wfah

juga sann ....

KARMA

XIXIXI :D

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Zine Firas

Karena MERDEKA bukan slogan yang hanya dicetak sablon di kaus oblong setiap bulan Agustus. MERDEKA adalah hidup yang utuh, tanpa kekerasan, tanpa eksploitasi, tanpa kuasa yang hanya turun dari atas podium.

Pada Permuhaan, anak-anak dominan..

THOUGHTS

ACTION)

Maa, patianida memas/mlai merelia

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Strultural

Simbolik

Arak-anak pad

KEKERASAN

Verbal FisikFIRAS

MERDEKA adalah ketika adik dan kakak bisa membaca buku apapun, yang mereka mau, tanpa takut dibungkam, ketika ibuk bisa bekerja tanpa harus menggadai tubuh dan waktu, ketika ayah bisa tidur dengan tenang, bukan karena lelah,

Bukan karena kerja yang tak pernah cukup.

Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Kolektif

Kerjasama

MELEBUR

Apapun yang anak Lakukan SemestiNYA MENYENANGKAN,

WAKTUNYA BERMAIN

Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Bercanda

Belajar

TERPISAH

Desarner Anau? PUBLIK Privat

Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Zine Febi

Yang kami butuhkan sederhana, seharusnya. Tempat yang aman, alam yang tidak perlu disucikan dengan jargon, melainkan dirawat dengan kasih. Kami tidak minta negara yang besar, kami hanya butuh negara yang hadir seperti pelukan, melindungi, bukan mencekik. Mengayomi, bukan mengawasi.

Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Mungkin, begitulah tempat yang tak terjamah itu, jika kita hanya melihatnya dari luar kotak.

Kita belum tahu apa yang benar-benar terjadi di dalamnya.

Belum tahu siapa yang hilang, siapa yang disembunyikan, dan siapa yang masih terus menunggu untuk didengar.

Siapa yang tahu?

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

STAND UP

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

CHANCE

AND

THE

SYSTEN CHANGE NOT CLIMATE EHANGE

WORLD

Edisi Pertama

Simpul Melaung Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi

Epilog

Kebebasan sipil dan ruang hidup saling bertaut; keduanya tak bisa hidup sendiri. Apa gunanya bersuara jika tanah di bawah kaki hilang dan udara yang kita hirup beracun? Begitu pula, menjaga alam tak akan bertahan lama jika kita tak bebas menuntut keadilan dari mereka yang merusaknya.

Zine ini adalah jembatan kecil, menghubungkan perjuangan, mempertahankan hak bersuara dengan keterlibatan bersama untuk menyelamatkan bumi dari krisis iklim. Sebab kebebasan yang sejati hanya mungkin tercapai ketika demokrasi dan keadilan ekologis berjalan beriringan, memberi kita hak untuk bicara, dan alasan untuk menjaga kehidupan itu sendiri.

Edisi Pertama

Ruang Sipil: Hidup, Dihidupi, Menghidupi Simpul Melaung

Profil Koalisi

Kebebasan Berserikat

Koalisi Kebebasan Berserikat (KKB) merupakan inisiatif jaringan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang muncul pada tahun 2oo6 untuk merespon perubahan peraturan yang mengancam kerangka hukum OMS di Indonesia. KKB mulai aktif kembali pada tahun 2o1o hingga saat ini untuk merespon penyempitan ruang sipil, terutama karena melemahnya perlindungan terhadap kebebasan berkumpul secara damai dan kebebasan berserikat/berorganisasi di Indonesia. KKB terlibat aktif dalam mengawal dan mengadvokasi RUU Yayasan menjadi UU Yayasan, UU Ormas, Perppu Ormas, hingga RUU Perkumpulan.

Saat ini, KKB telah mengaktivasi simpul dan anggota KKB menjadi 41 anggota di 12 wilayah di Indonesia. KKB juga menyepakati dua cita-cita perubahan selama periode 2025 - 2028, yaitu: 1) kebebasan sipil yang terawat, aman, dan inklusif dan 2) pembela HAM dan OMS yang resilien, bersolidaritas, dan berkelanjutan. Cita-cita perubahan ini diwujudkan melalui serangkaian kegiatan utama yang pelaksanaannya bersifat dinamis bergantung pada perkembangan terkini dalam merawat kebebasan berserikat dan melindungi ruang sipil di Indonesia. Dalam periode tersebut, Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA) ditunjuk menjadi Sekretariat KKB.

Sekretariat KKB membuka saluran komunikasi bagi para pihak yang ingin mendapatkan informasi berupa kajian dan narasumber untuk kebutuhan penelitian, peliputan maupun diskusi/seminar tentang kondisi ruang sipil di Indonesia, khususnya berkaitan dengan UU Ormas, UU Yayasan, RUU Perkumpulan, dan peraturan

pelaksanaannya. Sekretariat KKB dapat dihubungi melalui Riza Imaduddin Abdali

(KoordinatorKKB)dalamemail:[email protected] [email protected].

Edisi Pertama

Koalisi Kebebasan Berserikat

YAPPIKA

In Collaboration With :

Zine Zan Zun