Simpul Melang "Zine the Heat
Simpul Melaung: Zine the Heat
Editor
Ajeng Larasati
Penulis
Hai Rembulan
Ilustrasi dan Tata Letak
Hai Rembulan
Kontributor
Peserta Workshop “Zine Against the Heat” berkolaborasi dengan Festival Kiamat Ekosistem (FKE) di Gramedia Jalma pada 26 Juni 2025
Penanggung Jawab
Riza Imaduddin Abdali (Koordinator KKB)
Penerbit
Koalisi Kebebasan Berserikat (KKB)
Sekretariat KKB-YAPPIKA
Jalan Basuki Rahmat RT 006/010, Unit 7 (Kompleks Ruko Dealer YAMAHA) Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur 13410, Indonesia Email: [email protected] Website: https://yappika-actionaid.or.id
Sepenggal Simpul: “Zine The Heat”
Apa yang terbayang dalam benakmu ketika mendengar kata krisis?
Di tengah kehidupan yang semakin memanas dalam setiap aspek, belakangan ini kita dihadapkan pada realitas bahwa krisis iklim berkelindan dengan fenomena penyempitan ruang sipil. Namun di satu sisi, nyatanya ada paradoks tersendiri antara kedua hal tersebut.
Semakin parahnya krisis iklim dalam beberapa tahun terakhir seyogyanya mendesak adanya aksi kolektif yang memihak pada mereka yang paling terpinggirkan. Namun, penyempitan ruang sipil menjadi hambatan besar yang justru membuat partisipasi masyarakat sipil seperti menemui jalan buntu.
Krisis iklim sudah sewajarnya dipahami dan dipercayai sebagai sebuah ancaman eksistensial yang nyata dan akan terjadi, namun pemegang kekuasaan seakan-akan tutup mata dan telinga atas pengalaman- pengalaman warga yang paling dekat dengan dampak dari krisis tersebut. Alih-alih menyambut pendapat, mereka justru semakin gencar untuk terus menggerus ruang-ruang sipil. Semua demi keuntungan yang diatasnamakan sebagai pembangunan untuk kesejahteraan bersama.
Hutan dibabat, bukit ditambang, tanah dirampas, seakan-akan nyaris tak ada tempat untuk bernafas lega. Lalu dimanakah letak suara kita sesungguhnya? Berapakah harganya?
Dalam Simpul Melaung edisi kali ini, Koalisi Kebebasan Berserikat (KKB) mengajak para kontributor untuk bersama-sama meluapkan amarah, ketakutan, cinta, segala macam bentuk ekspresinya ketika harus dihadapkan dengan realitas krisis yang semakin mengancam.
Di tengah situasi penyempitan ruang sipil, kami tetap berupaya untuk memperluas dan merawat ruang-ruang pertautan kritis demi menumbuhkan kekuatan kolektif. Seperti halnya pemaknaan dari Simpul Melaung, suara-suara kita akan bertaut dan menggema jadi perlawanan
Semoga dalam setiap halamannya, kawan-kawan juga bisa menemukan solidaritas serta harapan yang pelan-pelan kembali merecup dan tak akan pernah redup.
Jakarta, 10 Agustus 2025 Ajeng Larasati-YAPPIKA (Koalisi Kebebasan Berserikat) i
Prolog oleh hai rembulan
Workshop zine tentang krisis iklim yang diadakan di Gramedia Jalma, di area Blok M Jakarta Selatan–tempat berkumpul orang-orang muda– membuktikan sekali lagi dan lagi bahwa krisis iklim bukan lagi isu milik NGO ataupun aktivis lingkungan saja. Masyarakat sipil dari berbagai kalangan bergabung, duduk dan menulis kemarahan dan keresahannya akan krisis iklim yang semakin hari terasa semakin mendarah daging. Peserta adalah orang muda dari beragam rentang fase dan latar belakang: pelajar SMA sampai usia awal tiga puluhan. Politik kewargaan dikalimatkan menjadi zine-zine yang personal, penuh hasrat untuk percaya harapan dan mewujudkan impian. Beberapa zine hadir sebagai rumah yang aman, rumah yang tak disediakan yang berkuasa: untuk mengeluh dan berbagi ketakutan. Keresahan keseharian dan ketakutan akan masa depan diolah menjadi zine yang berani dan rapuh di saat yang sama: cerita tanaman masa kecil yang sudah tidak lagi ada, laut di kampung halaman yang tak sejernih dulu, dampak kesehatan sebagai perempuan yang tinggal di kota dan bahkan impian untuk punya rumah sehat yang bisa menerima mereka sebelum kiamat tiba.
Pada akhirnya, memahami hak sebagai warga sipil dan merasa tidak sendirian menghadapi krisis iklim adalah cara mengolah tantangan yang semakin hari semakin mendesak napas dan impian kita. Aku percaya sesi Zine The Heat kemarin sudah menjadi ruang, rumah yang aman untuk kita sebagai warga sipil duduk dan mengakui ketakutan akan kiamat ekosistem, sembari terus berusaha hidup lagi dan bergerak lagi dan mendesak yang berkuasa lagi dan lagi dan lagi dan lagi, sampai kiamat nanti.
ii
DO YOU
WHATI
TOSA
1EAR
JHAVE
TTAKES
VE THE
TH?
This is an Degredabde Be HERO
Ind maret
mudah & hemat or 后
GREEN
品通試堡
EWKYLIFE Becanse we Care!
This bag is Degradable but you can still reuse it hndaks
Giant
TRIPLE DEAL -lebih hemat Apply CITI GIANT CARD!
USE MANY PLASTUS!
AS MANY AS YOU CAN :)
宏
SUPPORT
CONSU
Totaly fun
JON THE WAR!
JUST KIODING
THESE STEPS
ACTUALLY
DESTROY
THE EARTH.
迎
BER
GOTONG
ROYONG
血
Bergandergan
zargan
Babu membahir
BERSAMA
-SAMA
MEN JA GA
RUMAH 回
KITA
SATU-
SATUNYA
田田
e3 q8
一
Things to
冰 Keep going
Cats
Flower
FOOD
Cute
outFits
Te A
doro
食
FREJOL
COL
Now, boys and gi
selves for aeouple of
to-Helieve tatements
BerisikHengan men
Tak berir amu tapi
Mengem takberpegang hingg kayana
rls, please brace your- f those true but hard- I like to give you.
cekik,
Can ma. a
the
AVril
Sigit
Lavigne SOAD oasis
A7X
h+ the 1Pantur-
Sebelum Dunia ini
ac
Berakhir, ku Mau ngonser
moshina
RAIH KESEMPATAN TAMOIL
Skena R
Can you re
the last ti
member
ime you neml
Cilalompadhr.
WY H
ROCK
CEMPAKA
10 Lagu
1). Lagunya begini,nadanya begity
- Jason Ranti
2). Mali Muda -Kelompok Peneibang Roket
3). Bed of Rores 61. Putih -Bon Jovi
-ERK
4). All the time
7. Hotel California -Eagles
- The Sigit
8). Laut
5). Timur,
-Nyonya Ayu -The Adams
g). Cinta melylu
10). Sondang-ERK
A
rrve
COIONS
OF
JAKArtA
C
又
Love
I want a safe & quiet
trotoar! tidak ada jalan
yang bolong, tidak ada tetot'% every 10 mins. Why? Kenapa nyaman hanya dimiliki orang" terieniw?
We need this kind of road!
We can afford this. I know.
But where all the money go? Jalanan klla panas, Kantor Wmereka yang dingin. Bravo!
*
I miss this era when
we don't have 100 much choice of malls. Sepedaan, main di sawah. Especially main di taman. Kenapa ya lebih kepikiran bangun mall baru dibanding ruang terbuk R higau? I miss those era when kids were busy Playing at a park. not malls. Ini tergadi only di Indonesia atav merata ya?
业
AlIMy
LIFE
IREALLY
WANT
吊
whole world
MEET PPL
SEETHE
NATVRE and all the
WONDER
organ, like y you in touch the water in the room ge in the skir ature chan ings in t' pressure The your ha ets of ep down lower more
CIRUELA LECHE
MANZANA
Sisa
Makanan
↓
Sampah
saye The Seq
aisy!
Pautan
-elous machina ~11buy
"s you ho
run
2029>
69.651
ayo
lingkatka
100!
NO
福
南
4he ocean 18
& Cire's
grealrst gici
小
Living Balanced
featuring
The
Chaos
STARTING
THIS
SEASON
1 Do It Yourself
FOR YOU
time! Have more
family DENGAN PACAR
Bestfriend
GO ORGANIC
GO
GIRL!
便
Peri bunga. yang mencan
H
dan 16 langie biru gang beesanding tay nant C dengan 1 iita jymp pohon NA AnA claver d 1 imAne
hufff buah bonga BcLum Aku ernAP dan cumput VIAMAT yang chanrtem tumbuh di tepi JALAn SUdA
MAWAR, bungA primAdon A
SAAT hARI kAsih SAyang SATU uunTUm bisA jADi pe- nyAmpAi pesAn perAyAAn temu mAupun pisaH. YAng JMDi MASALAH AρAUAH buATku, AUA∩ k17A TERUS DAN SELALU MELIHAT nYA DI HARI-HARI BESAR MADUSIA, DI KEBUn DENEU DI TEPI jALAn, jUgA 01 BAnyAu poT-PoT kosong tAu BERPEnghUni, AUAnKAH KITA SEMPAT MENANAMNYA
tidau
nwnnun dM
bluaw
UU183U
uop 170s
71554
ini tulip, ynng Auu Belum
SAjA SEMPAT, WALAU SEKE
MELIhAT0y9 TUM6UH 01 TA
AUAn MELIhATnYA LEKAT-LE
UjUng BATAng DAn KElOPAU LALU BAGA IMANA CERITA BERTEMU nAMUn DUNIA TULIP AKAN AL mungkin D1 MASA YAng LEBIn KEKAL; AUAN MEMBUAT TULIP BER MENjADI CEMPAKA DI SAMPI MEnjELmA jADI Kucing
berW ARnA ORANYE. TOLOng
MAnuSIA DI Bumi SimpAn
sempAT Tεmui,semog9 JAP SeBELUM KIAMAT 1AH ASALNYA. LALU AKU :KAT DAN DACAM DARI BENang sARI hioggA putik. YA AUU BECUm SEMPAT ini SUOAH TAMAT? YA CU TEMUj 0I LAIn KEBU∩ ATAU JUSTRU KIAMAT InI
BAH WUjUO DAn hABITAT
ng RUMAH ATAU JUSTRV
te tangg YAng mAnis
UNTUU DIRIKU DAN DIRI
SEDIKIT RUANG HIDUP U/ TULID
b?
bo sepertinya CEBOLLA DAY
dan UITA(AKU) St DV6A RO RASAnYA beriy3ng MAniS
TI ρALA ATAU MARKISA konyal Yg manis MARACUYA ITU
mrnja0 BUAH POSTREyarg AUAn SELALU PERA DIPILIH, (ACU BA6AIMANA D&ngan buah buah yang JARAng terdengAR. terlewer TANPA KITA SEMPAT SAPA?
D
itu semanggi, bukan pigagan
seperti !uL ∩AMA plazA
dijAKARTA tApi Aku
ingin MAuAn
Seperti sAAT UsiA 10 RisA VIBIA
semogé sEmpAT plAzA
SeBELUM
1 semp
LomAT.
水
O
Follow the white rabbit down the hole, and dream of afternóon tea parties and secret gardens...
E
TURBAN ALLE AROUND (my) WORLD
THIS IS
(TURBAN)
WORLD
SOCIETY
me
SOCIETY
THIS IS
EVENIT MAKBS
MYTORBAN
THIS IS MY
WORLD
URBAN
AROUND
Epilog oleh hai rembulan
Membuat zine untuk mengolah ketakutan dan harapan kita akan kiamat ekosistem adalah salah satu cara untuk bisa terus hidup dan menghidupi. Sebelum berangkat ke isu-isu lainnya–yang tentu membutuhkan banyak energi–aku rasa penting untuk saling mengetahui keresahan antara masyarakat bahwa kita sedang menghadapi isu yang sangat struktural, beracun, besar dan tidak bisa diselesaikan secara individual, it takes the whole village to build this safe space before fighting the oligarchy’s system. Karena, kenyataannya isu iklim bukanlah isu tunggal yang kita alami sebagai masyarakat sipil, ada intersectional issue yang saling berkaitan dan mau tidak mau pasti terasa di beragam lapisan kehidupan, salah satunya ketimpangan kelas sosial.
Berangkat dari isu iklim ke isu ketimpangan kelas, masyarakat sipil seharusnya memiliki hak untuk mengakses informasi dan pengetahuan yang merata tentang konflik tanah, pemberdayaan lingkungan, welas asih antara masyarakat dan alam, perlindungan masyarakat adat dan hutan hujan, dan banyak lainnya. Isu iklim juga adalah isu ketimpangan sosial yang berkaitan dan kompleks. Untuk bisa berdaya dan punya harapan, akses pendidikan yang merata dan literasi yang membebaskan harus mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat sipil. Sehingga, perjuangan dan perlawanan ini bisa menjadi keresahan untuk energi perjuangan bersama tanpa adanya konflik horizontal yang memecah perjuangan yang sebenarnya: kesetaraan dan keadilan untuk semua makhluk hidup yang berdampingan.
Profil hai rembulan
hai rembulan (she/her) adalah nama yang menjadi rumah bagi karya seni dan kerajinan tangannya. Sejak 2013, hai rembulan telah aktif memproduksi zine dan telah menghasilkan lebih dari 70 zine hingga saat ini. Ia menggambarkan karyanya sebagai rumah bagi mimpi dan sehari-hari, sering kali mengeksplorasi tema-tema yang berkaitan dengan pengalaman perempuan dan queer, seperti menstruasi, PMDD, dan seksualitas. Karyanya juga menggali hubungan antara manusia dan alam, isu-isu agraria, perebutan tanah, spiritualitas, leluhur, nostalgia, dan kisah- kisah dari masa kecilnya.
Alih-alih terpaku pada satu medium saja, hai rembulan senang bereksperimen dengan berbagai medium dan teknik. Selain zine, ia mengelola sebuah toko kecil yang menjual lukisan, pakaian linen lukis dan bordir tangan, pernak-pernik buatan tangan, dan makanan vegetarian lokal yang ia siapkan sendiri.
hai rembulan juga merupakan salah satu inisiator Kongsi 8, sebuah toko konsep dan studio yang didirikan pada tahun 2021. Termotivasi oleh minimnya ruang seni di luar Jakarta Selatan, ia berupaya menciptakan studio dan ruang pameran untuk dirinya sendiri dan seniman-seniman baru dan terpinggirkan lainnya di Jatinegara, Jakarta Timur.
Hai Rembulan aktif di dunia seni sebagai fasilitator lokakarya zine, pembicara, dan aktivis. Ia telah bekerja sama dengan beberapa musisi, penulis, dan media. Ia baru saja menggelar pameran tunggal pertamanya di Mimilu, Bandung. Pameran tunggalnya bertajuk “Keluk Di Mimpi, Luhur Di Hari-hari” ini menghasilkan 41 karya seni baru dalam berbagai medium seperti lukisan di atas kanvas, piring, vas, mug, dan sulaman tangan pada gorden bekas.
Profil Koalisi Kebebasan Berserikat
Koalisi Kebebasan Berserikat (KKB) merupakan inisiatif jaringan organisasi masyarakat sipil (OMS) yang muncul pada tahun 2006 untuk merespon perubahan peraturan yang mengancam kerangka hukum OMS di Indonesia. KKB mulai aktif kembali pada tahun 2010 hingga saat ini untuk merespon penyempitan ruang sipil, terutama karena melemahnya perlindungan terhadap kebebasan berkumpul secara damai dan kebebasan berserikat/berorganisasi di Indonesia. KKB terlibat aktif dalam mengawal dan mengadvokasi RUU Yayasan menjadi UU Yayasan, UU Ormas, Perppu Ormas, hingga RUU Perkumpulan.
Saat ini, KKB telah mengaktivasi simpul dan anggota KKB menjadi 41 anggota di 12 wilayah di Indonesia. KKB juga menyepakati dua cita-cita perubahan selama periode 2025 - 2028, yaitu: 1) kebebasan sipil yang terawat, aman, dan inklusif dan 2) pembela HAM dan OMS yang resilien, bersolidaritas, dan berkelanjutan. Cita-cita perubahan ini diwujudkan melalui serangkaian kegiatan utama yang pelaksanaannya bersifat dinamis bergantung pada perkembangan terkini dalam merawat kebebasan berserikat dan melindungi ruang sipil di Indonesia. Dalam periode tersebut, Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA) ditunjuk menjadi Sekretariat KKB.
Sekretariat KKB membuka saluran komunikasi bagi para pihak yang ingin mendapatkan informasi berupa kajian dan narasumber untuk kebutuhan penelitian, peliputan maupun diskusi/seminar tentang kondisi ruang sipil di Indonesia, khususnya berkaitan dengan UU Ormas, UU Yayasan, RUU Perkumpulan, dan peraturan pelaksanaannya. Sekretariat KKB dapat dihubungi melalui Riza Imaduddin Abdali (Koordinator KKB) dalam email: [email protected] atau koalisikebebasanberserikat@ gmail.com.
Simpul Melaung
"Zine the Heat
Kolaborasi dengan:
KOSISTEA YAPPIKA