Baca PDF (OCR): Simpul_Melaung_Edisi_2_-_KKB_x_Hai_Rembulan

118 halaman · 113 halaman diproses dengan OCR· 36625 ms

Daftar isi
  1. Simpul Melaung: Zine the Heat
  2. Editor
  3. Penulis
  4. Ilustrasi dan Tata Letak
  5. Kontributor
  6. Penanggung Jawab
  7. Penerbit
  8. Sekretariat KKB-YAPPIKA
  9. Sepenggal Simpul: “Zine The Heat”
  10. Prolog oleh hai rembulan
  11. DO YOU
  12. WHATI
  13. JHAVE
  14. Ind maret
  15. GREEN
  16. 品通試堡
  17. Giant
  18. USE MANY PLASTUS!
  19. AS MANY AS YOU CAN :)
  20. SUPPORT
  21. THESE STEPS
  22. DESTROY
  23. GOTONG
  24. ROYONG
  25. Bergandergan
  26. KITA
  27. SATU-
  28. SATUNYA
  29. Things to
  30. Now, boys and gi
  31. selves for aeouple of
  32. BerisikHengan men
  33. Tak berir amu tapi
  34. AVril
  35. Lavigne SOAD oasis
  36. h+ the 1Pantur-
  37. Sebelum Dunia ini
  38. Berakhir, ku Mau ngonser
  39. RAIH KESEMPATAN TAMOIL
  40. Can you re
  41. the last ti
  42. ROCK
  43. CEMPAKA
  44. 10 Lagu
  45. COIONS
  46. JAKArtA
  47. I want a safe & quiet
  48. trotoar! tidak ada jalan
  49. We need this kind of road!
  50. We can afford this. I know.
  51. I miss this era when
  52. LIFE
  53. IREALLY
  54. WANT
  55. MEET PPL
  56. SEETHE
  57. WONDER
  58. MANZANA
  59. Sisa
  60. Makanan
  61. Sampah
  62. Pautan
  63. "s you ho
  64. 69.651
  65. 100!
  66. & Cire's
  67. Chaos
  68. STARTING
  69. THIS
  70. SEASON
  71. 1 Do It Yourself
  72. FOR YOU
  73. Bestfriend
  74. GIRL!
  75. MAWAR, bungA primAdon A
  76. UU183U
  77. 71554
  78. ini tulip, ynng Auu Belum
  79. SAjA SEMPAT, WALAU SEKE
  80. MELIhAT0y9 TUM6UH 01 TA
  81. AUAn MELIhATnYA LEKAT-LE
  82. berW ARnA ORANYE. TOLOng
  83. MAnuSIA DI Bumi SimpAn
  84. BAH WUjUO DAn hABITAT
  85. te tangg YAng mAnis
  86. UNTUU DIRIKU DAN DIRI
  87. SEDIKIT RUANG HIDUP U/ TULID
  88. itu semanggi, bukan pigagan
  89. seperti !uL ∩AMA plazA
  90. Seperti sAAT UsiA 10 RisA VIBIA
  91. SeBELUM
  92. LomAT.
  93. THIS IS
  94. (TURBAN)
  95. WORLD
  96. SOCIETY
  97. EVENIT MAKBS
  98. THIS IS MY
  99. AROUND
  100. Epilog oleh hai rembulan
  101. Profil hai rembulan
  102. Profil Koalisi Kebebasan Berserikat
  103. Simpul Melaung
  104. "Zine the Heat
  105. Kolaborasi dengan:

Simpul Melang "Zine the Heat

Simpul Melaung: Zine the Heat

Editor

Ajeng Larasati

Penulis

Hai Rembulan

Ilustrasi dan Tata Letak

Hai Rembulan

Kontributor

Peserta Workshop “Zine Against the Heat” berkolaborasi dengan Festival Kiamat Ekosistem (FKE) di Gramedia Jalma pada 26 Juni 2025

Penanggung Jawab

Riza Imaduddin Abdali (Koordinator KKB)

Penerbit

Koalisi Kebebasan Berserikat (KKB)

Sekretariat KKB-YAPPIKA

Jalan Basuki Rahmat RT 006/010, Unit 7 (Kompleks Ruko Dealer YAMAHA) Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur 13410, Indonesia Email: [email protected] Website: https://yappika-actionaid.or.id

Sepenggal Simpul: “Zine The Heat”

Apa yang terbayang dalam benakmu ketika mendengar kata krisis?

Di tengah kehidupan yang semakin memanas dalam setiap aspek, belakangan ini kita dihadapkan pada realitas bahwa krisis iklim berkelindan dengan fenomena penyempitan ruang sipil. Namun di satu sisi, nyatanya ada paradoks tersendiri antara kedua hal tersebut.

Semakin parahnya krisis iklim dalam beberapa tahun terakhir seyogyanya mendesak adanya aksi kolektif yang memihak pada mereka yang paling terpinggirkan. Namun, penyempitan ruang sipil menjadi hambatan besar yang justru membuat partisipasi masyarakat sipil seperti menemui jalan buntu.

Krisis iklim sudah sewajarnya dipahami dan dipercayai sebagai sebuah ancaman eksistensial yang nyata dan akan terjadi, namun pemegang kekuasaan seakan-akan tutup mata dan telinga atas pengalaman- pengalaman warga yang paling dekat dengan dampak dari krisis tersebut. Alih-alih menyambut pendapat, mereka justru semakin gencar untuk terus menggerus ruang-ruang sipil. Semua demi keuntungan yang diatasnamakan sebagai pembangunan untuk kesejahteraan bersama.

Hutan dibabat, bukit ditambang, tanah dirampas, seakan-akan nyaris tak ada tempat untuk bernafas lega. Lalu dimanakah letak suara kita sesungguhnya? Berapakah harganya?

Dalam Simpul Melaung edisi kali ini, Koalisi Kebebasan Berserikat (KKB) mengajak para kontributor untuk bersama-sama meluapkan amarah, ketakutan, cinta, segala macam bentuk ekspresinya ketika harus dihadapkan dengan realitas krisis yang semakin mengancam.

Di tengah situasi penyempitan ruang sipil, kami tetap berupaya untuk memperluas dan merawat ruang-ruang pertautan kritis demi menumbuhkan kekuatan kolektif. Seperti halnya pemaknaan dari Simpul Melaung, suara-suara kita akan bertaut dan menggema jadi perlawanan

Semoga dalam setiap halamannya, kawan-kawan juga bisa menemukan solidaritas serta harapan yang pelan-pelan kembali merecup dan tak akan pernah redup.

Jakarta, 10 Agustus 2025 Ajeng Larasati-YAPPIKA (Koalisi Kebebasan Berserikat) i

Prolog oleh hai rembulan

Workshop zine tentang krisis iklim yang diadakan di Gramedia Jalma, di area Blok M Jakarta Selatan–tempat berkumpul orang-orang muda– membuktikan sekali lagi dan lagi bahwa krisis iklim bukan lagi isu milik NGO ataupun aktivis lingkungan saja. Masyarakat sipil dari berbagai kalangan bergabung, duduk dan menulis kemarahan dan keresahannya akan krisis iklim yang semakin hari terasa semakin mendarah daging. Peserta adalah orang muda dari beragam rentang fase dan latar belakang: pelajar SMA sampai usia awal tiga puluhan. Politik kewargaan dikalimatkan menjadi zine-zine yang personal, penuh hasrat untuk percaya harapan dan mewujudkan impian. Beberapa zine hadir sebagai rumah yang aman, rumah yang tak disediakan yang berkuasa: untuk mengeluh dan berbagi ketakutan. Keresahan keseharian dan ketakutan akan masa depan diolah menjadi zine yang berani dan rapuh di saat yang sama: cerita tanaman masa kecil yang sudah tidak lagi ada, laut di kampung halaman yang tak sejernih dulu, dampak kesehatan sebagai perempuan yang tinggal di kota dan bahkan impian untuk punya rumah sehat yang bisa menerima mereka sebelum kiamat tiba.

Pada akhirnya, memahami hak sebagai warga sipil dan merasa tidak sendirian menghadapi krisis iklim adalah cara mengolah tantangan yang semakin hari semakin mendesak napas dan impian kita. Aku percaya sesi Zine The Heat kemarin sudah menjadi ruang, rumah yang aman untuk kita sebagai warga sipil duduk dan mengakui ketakutan akan kiamat ekosistem, sembari terus berusaha hidup lagi dan bergerak lagi dan mendesak yang berkuasa lagi dan lagi dan lagi dan lagi, sampai kiamat nanti.

ii

DO YOU

WHATI

TOSA

1EAR

JHAVE

TTAKES

VE THE

TH?

This is an Degredabde Be HERO

Ind maret

mudah & hemat or 后

GREEN

品通試堡

EWKYLIFE Becanse we Care!

This bag is Degradable but you can still reuse it hndaks

Giant

TRIPLE DEAL -lebih hemat Apply CITI GIANT CARD!

USE MANY PLASTUS!

AS MANY AS YOU CAN :)

SUPPORT

CONSU

Totaly fun

JON THE WAR!

JUST KIODING

THESE STEPS

ACTUALLY

DESTROY

THE EARTH.

BER

GOTONG

ROYONG

Bergandergan

zargan

Babu membahir

BERSAMA

-SAMA

MEN JA GA

RUMAH 回

KITA

SATU-

SATUNYA

田田

e3 q8

Things to

冰 Keep going

Cats

Flower

FOOD

Cute

outFits

Te A

doro

FREJOL

COL

Now, boys and gi

selves for aeouple of

to-Helieve tatements

BerisikHengan men

Tak berir amu tapi

Mengem takberpegang hingg kayana

rls, please brace your- f those true but hard- I like to give you.

cekik,

Can ma. a

the

AVril

Sigit

Lavigne SOAD oasis

A7X

h+ the 1Pantur-

Sebelum Dunia ini

ac

Berakhir, ku Mau ngonser

moshina

RAIH KESEMPATAN TAMOIL

Skena R

Can you re

the last ti

member

ime you neml

Cilalompadhr.

WY H

ROCK

CEMPAKA

10 Lagu

1). Lagunya begini,nadanya begity
- Jason Ranti
2). Mali Muda -Kelompok Peneibang Roket
3). Bed of Rores 61. Putih -Bon Jovi
-ERK

4). All the time
7. Hotel California -Eagles
- The Sigit
8). Laut
5). Timur,
-Nyonya Ayu -The Adams

g). Cinta melylu
10). Sondang-ERK

A

rrve

COIONS

OF

JAKArtA

C

Love

I want a safe & quiet

trotoar! tidak ada jalan

yang bolong, tidak ada tetot'% every 10 mins. Why? Kenapa nyaman hanya dimiliki orang" terieniw?

We need this kind of road!

We can afford this. I know.

But where all the money go? Jalanan klla panas, Kantor Wmereka yang dingin. Bravo!

*

I miss this era when

we don't have 100 much choice of malls. Sepedaan, main di sawah. Especially main di taman. Kenapa ya lebih kepikiran bangun mall baru dibanding ruang terbuk R higau? I miss those era when kids were busy Playing at a park. not malls. Ini tergadi only di Indonesia atav merata ya?

AlIMy

LIFE

IREALLY

WANT

whole world

MEET PPL

SEETHE

NATVRE and all the

WONDER

organ, like y you in touch the water in the room ge in the skir ature chan ings in t' pressure The your ha ets of ep down lower more

CIRUELA LECHE

MANZANA

Sisa

Makanan

Sampah

saye The Seq

aisy!

Pautan

-elous machina ~11buy

"s you ho

run

2029>

69.651

ayo

lingkatka

100!

NO

4he ocean 18

& Cire's

grealrst gici

Living Balanced

featuring

The

Chaos

STARTING

THIS

SEASON

1 Do It Yourself

FOR YOU

time! Have more

family DENGAN PACAR

Bestfriend

GO ORGANIC

GO

GIRL!

便

Peri bunga. yang mencan

H

dan 16 langie biru gang beesanding tay nant C dengan 1 iita jymp pohon NA AnA claver d 1 imAne

hufff buah bonga BcLum Aku ernAP dan cumput VIAMAT yang chanrtem tumbuh di tepi JALAn SUdA

MAWAR, bungA primAdon A

SAAT hARI kAsih SAyang SATU uunTUm bisA jADi pe- nyAmpAi pesAn perAyAAn temu mAupun pisaH. YAng JMDi MASALAH AρAUAH buATku, AUA∩ k17A TERUS DAN SELALU MELIHAT nYA DI HARI-HARI BESAR MADUSIA, DI KEBUn DENEU DI TEPI jALAn, jUgA 01 BAnyAu poT-PoT kosong tAu BERPEnghUni, AUAnKAH KITA SEMPAT MENANAMNYA

tidau

nwnnun dM

bluaw

UU183U

uop 170s

71554

ini tulip, ynng Auu Belum

SAjA SEMPAT, WALAU SEKE

MELIhAT0y9 TUM6UH 01 TA

AUAn MELIhATnYA LEKAT-LE

UjUng BATAng DAn KElOPAU LALU BAGA IMANA CERITA BERTEMU nAMUn DUNIA TULIP AKAN AL mungkin D1 MASA YAng LEBIn KEKAL; AUAN MEMBUAT TULIP BER MENjADI CEMPAKA DI SAMPI MEnjELmA jADI Kucing

berW ARnA ORANYE. TOLOng

MAnuSIA DI Bumi SimpAn

sempAT Tεmui,semog9 JAP SeBELUM KIAMAT 1AH ASALNYA. LALU AKU :KAT DAN DACAM DARI BENang sARI hioggA putik. YA AUU BECUm SEMPAT ini SUOAH TAMAT? YA CU TEMUj 0I LAIn KEBU∩ ATAU JUSTRU KIAMAT InI

BAH WUjUO DAn hABITAT

ng RUMAH ATAU JUSTRV

te tangg YAng mAnis

UNTUU DIRIKU DAN DIRI

SEDIKIT RUANG HIDUP U/ TULID

b?

bo sepertinya CEBOLLA DAY

dan UITA(AKU) St DV6A RO RASAnYA beriy3ng MAniS

TI ρALA ATAU MARKISA konyal Yg manis MARACUYA ITU

mrnja0 BUAH POSTREyarg AUAn SELALU PERA DIPILIH, (ACU BA6AIMANA D&ngan buah buah yang JARAng terdengAR. terlewer TANPA KITA SEMPAT SAPA?

D

itu semanggi, bukan pigagan

seperti !uL ∩AMA plazA

dijAKARTA tApi Aku

ingin MAuAn

Seperti sAAT UsiA 10 RisA VIBIA

semogé sEmpAT plAzA

SeBELUM

1 semp

LomAT.

O

Follow the white rabbit down the hole, and dream of afternóon tea parties and secret gardens...

E

TURBAN ALLE AROUND (my) WORLD

THIS IS

(TURBAN)

WORLD

SOCIETY

me

SOCIETY

THIS IS

EVENIT MAKBS

MYTORBAN

THIS IS MY

WORLD

URBAN

AROUND

Epilog oleh hai rembulan

Membuat zine untuk mengolah ketakutan dan harapan kita akan kiamat ekosistem adalah salah satu cara untuk bisa terus hidup dan menghidupi. Sebelum berangkat ke isu-isu lainnya–yang tentu membutuhkan banyak energi–aku rasa penting untuk saling mengetahui keresahan antara masyarakat bahwa kita sedang menghadapi isu yang sangat struktural, beracun, besar dan tidak bisa diselesaikan secara individual, it takes the whole village to build this safe space before fighting the oligarchy’s system. Karena, kenyataannya isu iklim bukanlah isu tunggal yang kita alami sebagai masyarakat sipil, ada intersectional issue yang saling berkaitan dan mau tidak mau pasti terasa di beragam lapisan kehidupan, salah satunya ketimpangan kelas sosial.

Berangkat dari isu iklim ke isu ketimpangan kelas, masyarakat sipil seharusnya memiliki hak untuk mengakses informasi dan pengetahuan yang merata tentang konflik tanah, pemberdayaan lingkungan, welas asih antara masyarakat dan alam, perlindungan masyarakat adat dan hutan hujan, dan banyak lainnya. Isu iklim juga adalah isu ketimpangan sosial yang berkaitan dan kompleks. Untuk bisa berdaya dan punya harapan, akses pendidikan yang merata dan literasi yang membebaskan harus mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat sipil. Sehingga, perjuangan dan perlawanan ini bisa menjadi keresahan untuk energi perjuangan bersama tanpa adanya konflik horizontal yang memecah perjuangan yang sebenarnya: kesetaraan dan keadilan untuk semua makhluk hidup yang berdampingan.

Profil hai rembulan

hai rembulan (she/her) adalah nama yang menjadi rumah bagi karya seni dan kerajinan tangannya. Sejak 2013, hai rembulan telah aktif memproduksi zine dan telah menghasilkan lebih dari 70 zine hingga saat ini. Ia menggambarkan karyanya sebagai rumah bagi mimpi dan sehari-hari, sering kali mengeksplorasi tema-tema yang berkaitan dengan pengalaman perempuan dan queer, seperti menstruasi, PMDD, dan seksualitas. Karyanya juga menggali hubungan antara manusia dan alam, isu-isu agraria, perebutan tanah, spiritualitas, leluhur, nostalgia, dan kisah- kisah dari masa kecilnya.

Alih-alih terpaku pada satu medium saja, hai rembulan senang bereksperimen dengan berbagai medium dan teknik. Selain zine, ia mengelola sebuah toko kecil yang menjual lukisan, pakaian linen lukis dan bordir tangan, pernak-pernik buatan tangan, dan makanan vegetarian lokal yang ia siapkan sendiri.

hai rembulan juga merupakan salah satu inisiator Kongsi 8, sebuah toko konsep dan studio yang didirikan pada tahun 2021. Termotivasi oleh minimnya ruang seni di luar Jakarta Selatan, ia berupaya menciptakan studio dan ruang pameran untuk dirinya sendiri dan seniman-seniman baru dan terpinggirkan lainnya di Jatinegara, Jakarta Timur.

Hai Rembulan aktif di dunia seni sebagai fasilitator lokakarya zine, pembicara, dan aktivis. Ia telah bekerja sama dengan beberapa musisi, penulis, dan media. Ia baru saja menggelar pameran tunggal pertamanya di Mimilu, Bandung. Pameran tunggalnya bertajuk “Keluk Di Mimpi, Luhur Di Hari-hari” ini menghasilkan 41 karya seni baru dalam berbagai medium seperti lukisan di atas kanvas, piring, vas, mug, dan sulaman tangan pada gorden bekas.

Profil Koalisi Kebebasan Berserikat

Koalisi Kebebasan Berserikat (KKB) merupakan inisiatif jaringan organisasi masyarakat sipil (OMS) yang muncul pada tahun 2006 untuk merespon perubahan peraturan yang mengancam kerangka hukum OMS di Indonesia. KKB mulai aktif kembali pada tahun 2010 hingga saat ini untuk merespon penyempitan ruang sipil, terutama karena melemahnya perlindungan terhadap kebebasan berkumpul secara damai dan kebebasan berserikat/berorganisasi di Indonesia. KKB terlibat aktif dalam mengawal dan mengadvokasi RUU Yayasan menjadi UU Yayasan, UU Ormas, Perppu Ormas, hingga RUU Perkumpulan.

Saat ini, KKB telah mengaktivasi simpul dan anggota KKB menjadi 41 anggota di 12 wilayah di Indonesia. KKB juga menyepakati dua cita-cita perubahan selama periode 2025 - 2028, yaitu: 1) kebebasan sipil yang terawat, aman, dan inklusif dan 2) pembela HAM dan OMS yang resilien, bersolidaritas, dan berkelanjutan. Cita-cita perubahan ini diwujudkan melalui serangkaian kegiatan utama yang pelaksanaannya bersifat dinamis bergantung pada perkembangan terkini dalam merawat kebebasan berserikat dan melindungi ruang sipil di Indonesia. Dalam periode tersebut, Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA) ditunjuk menjadi Sekretariat KKB.

Sekretariat KKB membuka saluran komunikasi bagi para pihak yang ingin mendapatkan informasi berupa kajian dan narasumber untuk kebutuhan penelitian, peliputan maupun diskusi/seminar tentang kondisi ruang sipil di Indonesia, khususnya berkaitan dengan UU Ormas, UU Yayasan, RUU Perkumpulan, dan peraturan pelaksanaannya. Sekretariat KKB dapat dihubungi melalui Riza Imaduddin Abdali (Koordinator KKB) dalam email: [email protected] atau koalisikebebasanberserikat@ gmail.com.

Simpul Melaung

"Zine the Heat

Kolaborasi dengan:

KOSISTEA YAPPIKA