Baca PDF (OCR): Abyss of Alienation

10 halaman · 10 halaman diproses dengan OCR· 11802 ms

Daftar isi
  1. Abyss
  2. Batu Pertama
  3. buang semua bahasa serta kemarahan yang dilahirkannya
  4. Rebels With a Cause: The Indomitable Activism
  5. “Bagi kami, menjadi pemberontak dengan tujuan bukanlah tentang
  6. Blasius II
  7. THE APEX OF NEGATION
  8. segala yang merusak-nampak.
  9. di siang bolong—
  10. “I think my v
  11. about the m
  12. the tattoo its
  13. "For us, to be rebels
  14. with a cause is notto follow
  15. "Doing cool
  16. stuff is good
  17. “Saya sudah menggambar sejak kecil. Saya
  18. but it's not
  19. need to give
  20. back—not habiskan bekerja dengan medium lain,

Abyss

Alienation

Batu Pertama

buang semua bahasa serta kemarahan yang dilahirkannya

di tengah kegamangan, aku tak lagi memerlukannya buang semua amarah serta bahasa yang dilahirkannya

biarkan sają ia membakar tubuhnya sendiri di tengah oase Diterbitkan di Jurang frasa yang lapar oleh Taratsa, 2026 lalu, E-mail: [email protected] sajikan abunya kepada jalanan, Website: https://taratsa.id | http://pustaka.tarat- harapan, dan hidup yang tak dapat memberi makan sa.id Indeks: — Blasius The 4th Wall Souxo Kupang, 2 Maret 2026 Tim Redaksi: Otherdistress

Tata Letak: Omar

Abyss of Alienation 2026 open to piracy

古 今

U/U/AB/A SOUXO

Dalam tato dan seni ketubuhan yang melekat dapat dipa- hami sebagai praktik artistik yang memindahkan medium dari objek eksternal ke tubuh manusia itu sendiri. Tubuh ber- fungsi sebagai ruang seka- ligus medium permanen, tempat garis, bentuk, tekstur, dan komposisi berinteraksi langsung dengan anatomi, gerak, dan waktu. Berbeda dengan karya seni konvension- al yang terpisah dari pencip-Tato tidak terjebak sebagai tanya, seni ketubuhan melekat komoditas komersial, seni ke- pada subjek hidup, sehingga tubuhan perlu diposisikan se- relasi antara karya, medium, bagai praktik seni rupa yang dan identitas menjadi tidak kritis dan reflektif, bukan terpisahkan. Di sini, nilai artis-sekadar reproduksi gaya yang tik tato terletak pada intensitas laku di pasar. Ketika tato konseptual dan kesadaran es- direduksi menjadi pola yang tetik, bukan semata pada ket-dapat diperjualbelikan secara erampilan teknis atau daya massal, ia kehilangan oto- tarik visual instan. nomi artistik dan kedalaman konseptualnya. Pendekatan seni rupa menuntut orisinali- tas, dialog ide, serta keberani- an untuk menolak selera pasar yang seragam. Dengan demikian, tato dapat tetap hadir sebagai karya seni yang otonom sebuah pernyataan yang hidup, personal, dan be- rakar pada kesadaran artistik, bukan pada logika konsumsi.

U/U/AB/A SOUXO

Rebels With a Cause: The Indomitable Activism

of Indomito

Sebelum terjadinya Renaisans Tato pada dekade 1970-an dan 1980-an, iklim politik dan sosial yang sarat dengan semangat aktivisme di dunia Barat melahirkan basis klien tato yang baru—lebih berani, lebih terbuka. Kulit para kelompok kontra-budaya, seperti Black Resistance, aktivis pembebasan gay, dan pendukung hak-hak perempuan, menjadi kanvas bagi tato-tato yang merepresentasikan identitas perlawanan mereka. Semangat pembangkangan yang teguh—ketidakpuasan yang bersuara lantang terhadap kemapanan—itulah yang mengalir dalam DEOE nadi, dan tinta, Indomito.

“Bagi kami, menjadi pemberontak dengan tujuan bukanlah tentang

mengikuti dogma-dogma yang telah mapan. Ini tentang berpikir sendiri dan bertindak dengan kesadaran, menggunakan dan meng- hidupi kebebasanmu—karena kebebasan itu milikmu. Kamu berhak untuk merasakan dan menikmati, belajar secara alami dan melupa- kan apa yang diharapkan dari dirimu, untuk menjadi bebas. Pilihlah apa yang dikatakan oleh kodratmu, bukan oleh masyarakat."

derita menyetubuhiku dengan tangan berbau besi, dingin, terukur, tanpa ciuman. MRESTS ledakan demi ledakan menari di pori-pori; tubuh belajar mengingat melalui luka.

neraka kecil tumbuh di kulitku: abstraksi yang tak selesai.

surga dihancurkan di memori; tintanya bocor, darah menjadi pigmen, dan tubuh— akhirnya bicara.

Blasius II

THE APEX OF NEGATION

kulitku dibentang.

segala yang merusak-nampak.

Tuhan terlempar ke ujung lambungmu; namanya ditato miring,

penghormatan dikikis jarum: garis demi garis, hingga habis

di siang bolong—

ketika Ruteng menganga, dan manusia masuk seperti tinta: tak bisa ditarik pulang.

ledakan dari lubuk hatiku— mesin berdengung. pesisir Ende menghitam, menetap di epidermis.

napasku kusematkan di antara bola matamu; jarum turun, kulit membuka mulutnya.

ork is more essage than

“I think my v

about the m

the tattoo its

Meskipun ia mendapati budaya tato konven- sional bersikap kurang ramah terhadap “gaya yang tidak biasa” mili- knya, ia terus men- dorong karyanya—dan pesannya—hingga me- nemukan individu-individu yang sepemikiran, kepada siapa ia men- awarkan dirinya sebagai alat untuk membantu mereka mewujudkan pikiran dan keyakinan melalui tinta.

"Saya rasa karya saya lebih tentang pesan daripada tatonya sendi- ri. Sejujurnya, saya tidak terlalu merasa menjadi bagian dari budaya tato. Niat saya adalah meng- gunakan setiap kesem- patan untuk menum- buhkan perkembangan pribadi dan berkontri- busi secara positif bagi dunia—dan menato ha- nyalah salah satu alat yang saya miliki untuk itu."

"For us, to be rebels

with a cause is notto follow

established dogmas.'

Karya-karya mereka dipenuhi pernyataan singkat namun tajam—semacam credo dan prinsip hidup. Setelah beberapa tahun menato dengan nama Eterno dan merasa jenuh, Indomito lahir sebagai nama baru: sebuah identitas untuk menangkap kembali dan menyegarkan jiwanya, sekaligus mencerminkan tujuan sosial dan politik yang ingin ia dan rekan proyeknya, Sabina, suarakan.

Berkarya dari studio pribadi kecil mereka di Ibiza, seni dan kerajinan buatan tangan mereka—yang dibuat secara etis—digunakan untuk menyoroti berbagai isu sosial dan politik yang dekat di hati mereka. Selain menggalang dana melalui lelang, pameran, dan kolaborasi, mereka juga membuka platform media sosial mereka bagi organisasi-organisasi yang sejalan dengan keyakinan mereka, dengan harapan bahwa semakin besar visibilitas akan menghasilkan dampak positif yang lebih luas.

Nama Indomito—kependekan dari indomi-

table (tak tertundukkan)—tidak hanya

tercermin dalam motif-motif yang be- rulang pada produk mereka, seperti rantai yang terputus dan pisau, tetapi juga dalam

"Doing cool

tema tato serta watak pemberontakan yang mereka miliki bersama.

stuff is good

“Saya sudah menggambar sejak kecil. Saya

but it's not

mengingat diri saya sebagai anak yang memberontak—saya sudah tidak sepakat enough, we dengan sistem bahkan tanpa menyadarin- ya. Sifat saya memang tak tertundukkan

need to give

sejak awal. Sebagian besar hidup saya saya

back—not habiskan bekerja dengan medium lain,

hingga suatu hari saya membuat daftar hal-hal yang ingin saya lakukan sebelum just take" mati. 'Membuat satu tato' ada di dalam daftar itu. Saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan menjadi seorang penato." Namun, justru melalui tato ia menyadari “Karya-karya kami dicip-kekuatan besar dalam mengekspresikan takan untuk menyebarkannilai-nilai hidupnya: pesan positif tentang per- juangan dan kebebasan,“Tato sekarang lebih kuat dari sebelumnya; keberpihakan pada alam ia bisa digunakan sebagai senjata ampuh dan hewan. Kami mencari untuk membangkitkan kesadaran." dampak visual dan emo-Meski demikian, Indomito memandang sional yang kuat untuk budaya tato kontemporer sebagai sesuatu menarik perhatian pada yang terbelah. Satu sisi, menurut mereka, dipenuhi oleh komersialisme—tato dibuat isu-isu penting di masa ketika hampir tidak ada sekadar untuk terlihat keren—yang pada lagi yang benar-benar akhirnya merusak esensi keasliannya. Sisi lainnya adalah kelanjutan dari ribuan mengejutkan. Melakukan hal-hal keren itu baik, tapi tahun sejarah, ketika: tidak cukup—kita perlu memberi kembali, bukan “Suku-suku pertama menggunakan tato hanya mengambil. Secara sebagai penanda identitas, menuliskan pribadi, Sabina dan sayabudaya dan sejarah mereka di tubuh, merasakan hal yang sama: membangun semacam zirah yang melind- jika kebutuhan finansial ungi dan menjaga esensi diri, serta memu- kami tercukupi, kami akan ngkinkan mereka untuk terus menghadir- mendedikasikan hidup kan jati diri yang autentik dalam masa-ma- kami sepenuhnya untuk sa baik maupun sulit. Tato menjadi pintu pembuka bagi ekspresi diri dan komunal menyelamatkan dan me- lindungi hewan." yang tak terbatas."