ZINETHINK
mu!Tho
kami menggelar karpet merah di sepanjang jalan kasihan hingga sembungan. membawa beragam aneka harapan atau berkantung besar penyesalan setahun silam. bertemu dengan yang dikenal atau menyulam baru jabat tangan. saat matahari telah matang dan siap semayam; membawa pulang teduh sawah berganti legam langit malam. semua dirancang cepat seperti persiapan persalinan Maria di malam yang sama kami men- genang. 25 Desember, kami mencoba pulang.
perjalanan paling panjang anak manusia adalah pada dirinya sendiri. mungkin. karena kelana yang kita pecut setiap pagi ternyata mengantarkan kita pada tempat-tempat mengerikan yang mereka sebut: dunia. kita tidak tersesat meski arah panah tujuan kita lepas cuma-cuma. jalani saja. deru ekspektasi yang dibeli sambil mengantre bersama jutaan doa-doa menyedihkan itu pun tetap kita mohonk- an diam-diam. semakin hari semakin tinggi harga ekspektasi, tapi bukankah kita miskin sekaligus ngeyel setengah mati? kami menata jeruk dan anggur, menyala- kan dupa dan lilin, lalu duduk melingkar. kembali belajar bernapas. menaati aturan alam bahwa setiap detak jantung manusia terus tunduk pada syarekat jagat raya. mulih, mulih'o.
hening. tangis. tawa. tangis. sedak. tatap. peluk. hening. Renung.
dalam kota yang bingar, rumah yang sesak, tawa-tangis menggelegar. di antara dunia yang ruah. pulang ternyata sendiri. maka sendiri tak boleh asing. kalau asing kau akan sungkan. kalau sungkan kau bisa bungkam. kalau bumgkan, seperti kamboja di makam-makam lama, nama serupa nisan. kami menggulung karpet kami masing-masing. berpamitan, lalu pulang, pada rumah kami sendiri-sendiri. semoga.
Petunjuk Arah
Refleksi 1 An 11 years journey. 2 Waktunya aku pulang 3 Insight Mindfulness Meditation 6 Bertemu, Mulih 7 Melihat ke dalam 11 Tenggelam 12 Konfeti 17
Refleksi
AIS
Merefleksi perjalanan setahun ini, ternyata aku lebih banyak mengeluh. Perasaan di dada pun lebih penh dengan rasa kecewa pada diri sendiri. Merasa setahun ini tidak berhasil dalam apapun, tidak ada perkembangan. Menyalahkan, menyalahkan dan menyalahkan. Emosi negatif yang timbul justru menjelma tali yang ku ikat erat pada tubuhku sendiri. Aku tidak mampu bergerak dan berjalan seakan-akan dunia yg mengikatku. Sibuk berteriak minta tolong, sampai aku lupa gunting ada di tanganku. Mungkin begitulah aku setahun ini. Akhirnya, dipenghujung tahun perasaan sadar membawaku untuk melipir mencari diriku sendiri. Pergi bermeditasi, "nyaponi jiwo-rogo" mengembalikan segala emosi negatif ke inti bumi untuk ditukar dengan energi positif sebagai ponda- sai awal memulai tahun yang baru, Pada proses meditasi, aku bar menyadari bahwa segala hal dapat menjadi guru. Terma- suk rasa kecewa, kehilangan, dan amarah. Kita dibawa menyelami jiwa, menemukan kepingan ingatan hingga bertemu pada diri sendiri. Melihatnya dengan perasaan netral, tapa penilaian dan penghakiman.
Memeluknya dan berterimakasih.
Jogja, 27 Desember 2022-
MULIH
An 11 years journey.
vania.sharleen
The wounds that were forced upon me were not my choice. It just meant to be. Pain is inevitable and I choose to put them under the microscope. I am struggling to accept, study and learn them. At last, they became the source of strength, wisdom and empathy as unique as my fingerprints. Welcome home, Vania!
MULIH
Waktunya Aku Pulang.
andy mandy
Aku kira pulang berarti kembali ke rumah, sebuah bangunan dimana aku tinggal. Tapi walau aku di dalam rumah perasaan resah itu mengitari sekelilingku. “Bukankah aku harusnya aman di dalam sini ?” “Bukankah semua hal yang menyakitkan ada di luar sana ?” tapi entah mengapa aku merasa sakit dan hilang. Aku nggak kemana-mana kok. Seharian aku di rumah. Men- cuci, mengepel lantai, mendengarkan musik, makan dan minum tapi kenapa ada rasa gelisah di dadaku, aku berpikir ini waktunya aku pulang. Aku harus pulang. Pikiran itu terus ada. Mengapa aku harus pulang ? Kemana aku harus pulang ? Dalam hening malam, kurasakan dadaku sesak, aku kesulitan bernapas. Sungguh sesak. Di dalam lamunan tak berujung kudapati diriku meringkuk tak sanggup berdiri, menangis dan menangis. Kudapati diriku meringkuk kedinginan menanti kapan pulangnya Aku.
MULIH
kalau aku jadi suka sama kamu gimana?
yaaa gak gimana gimana.
kamu emang ga mungkin gitu jadi suka sama aku?
hahhahahaha, buat apa jawabannya? orang kayak kamu masih butuh validasi?
ya nanya doang, kata kamu kan semua perasaan tu valid.
memang.
munan bersabda MULIH
kenapa kita ga nyoba
pacaran aja?
buat berapa lama? seminggu? duaminggu? sebulan? duabulan?
kenapa kamu cuma mikir hidup tu jalannya kayak
isi kepala kamu sendiri. trus apa? putus? saling ngeblock, saling sebel
dan cuma nimbulin sakit lagi. trus sakitnya ngendap. ngumpul sama sakit-sakit lain yg ga pernah kita sembuhin itu
gatau ah pusing! sini bibirnya, aku ngaceng lagi nih.
munan bersabda MULIH
Insight Mindfulness Meditation
TA
Melihat keluar adalah hal yang mudah, tetapi melihat kedalam diri sendiri memerlukan usaha yang cukup besar. Untuk bisa menyelam, mendalami diri kita yang sebenarnya seperti apa, tentu saja membutuhkan proses. Terkadang ketika menghadapi suatu kejadian sering kali mencari solusi keluar, tapi jarang melihat kedalam diri. Meditasi menjadi salah satu jalan untuk menyelami diri. Melihat sudahsejauh apa kita berjalan menjalani kehidupan ini. Mensyukuri dan menyadari semua hal yang terjadi baik itu menyenangkan ataupun hal yang tidak diinginkan, karena semua yang terjadi dapat memberikan pembelajaran. Dengan meditasi bisa melihat hal-hal yang tidak ditemukan diluar. Perjalanan terjauh anak manusia adalah perjalanan menuju diri sendiri. Terima Kasih sudah mempercayai Meditasi Psikologis menjadi bagian dari perjalanan Pulang. Terima Kasih untuk Zine Think dan teman-teman yang sudah berpartisipasi dan berbagi kisah.
-RAHAYU
MULIH
Bertemu, Mulih.
MH
Bertemu dengan manusia adalah hal menarik bagi saya, terlebih pada dasarnya manusia itu unik dan kompleks. Kolaborasi kali ini banyak memberi saya insight, utama memberi saya wawasan baru mengenai manusia dalam menghadapi dirinya sendiri. Sebelum menyambut tahun 2023, kegiatan ini sangat tepat untuk dijadikan wadah awal agar bisa meraih resolusi diri lebih maksimal dan menyenangkan. Kegiatan kali ini, bukan hanya berbicara penyembuhan diri, Zine Think dan Meditasi Psikologis membuka ruang untuk mengenal diri lebih dalam, mengakui emosi yang hadir dan bagaimana menyikapi diri saat mengalami kejadian yang kurang menyenangkan. Peristiwa dan pilihan akan terus berjalan bergandengan namun benar, di lain sisi ada konsekuensi yang juga perlu dipertanggung jawabkan oleh diri sendiri. Sesederhana memilih untuk sembuh, sembuh dari hal-hal yang menyakiti. Sembuh, juga berawal dari pilihan yang dilandasi dengan mindset yang tepat. Niat tanpa mindset yang tepat juga akan menghasilnya output yang kurang sesuai bahkan kebanyakan tidak sesuai. Perlu untuk membenahi landasan awal tersebut dengan mengenali diri sendiri dan memperbaiki mindset.
MULIH
Setelah itu barulah meniatkan diri untuk sembuh secara utuh serta menjalani hidup berkesadaran. Mengajak orang lain untuk menjadi manusia yang manusia bukan perkara instan yang bisa ditempuh begitu saja banyak hal yang perlu per- siapkan entah itu materi, waktu maupun tenaga tapi hal-hal seperti itu terbayar lunas bila kita semua mampu berjalan beriringan dengan versi terbaik masing-masing. Menjadi bijak atas diri sendiri dan lingkungan juga bagian dari pilihan yang perlu diusahakan oleh setiap anak manusia. Terlebih ketika ia ingin mengenal dan belajar keilmuan yang tidak pernah ada habisnya, yang biasa kita sebut ilmu kehidupan.
MULIH
OFULNE
Bunyi Sunyi
KETIDAKNYAMANANMU SAAT INI
Melihat ke dalam
SM
Akhir tahun adalah waktu dimana melihat kembali sejauh mana sudah meraih semua hal yang di rencanakan di awal tahun. Hal yang di fokuskan adalah target hidup yang di cari diluar diri. Selama beberapa bulan di tahun ini bagi saya sendiri sangat banyak mencari hal-hal yang tidak ada di dalam diri, tetapi yang sebenarnya hal tersebut ada di dalam diri kita sendiri. Saat diri merasa membutuhkan interaksi ke luar (orang lain) tetapi tidak jarang melupakan akan pentingnya memberikan waktu untuk berbicara dengan diri sendiri walaupun hanya beberapa menit untuk berbincang singkat ke dalam diri sendiri. Dengan mengikuti kegiatan meditasi bersama Meditasi Psikologis dan Zine Think merupakan moment yang tepat karena dengan meditasi dapat mengenal diri lebih dalam juga lebih jauh. Meditasi dapat membawa diri saya sendiri berbincang lebih intim sehingga melengkapi puzzle-puzle kecil yang dibutuhkan selama ini. Terima kasih kepada teman-teman yang sudah menemani untuk belajar dan meditasi bersama untuk mewujudkan diri yang lebih baik dan menemukan versi diri yang terbaru.
- Rahayu
MULIH
Tenggelam
Tahta
dari si pisces untuk si virgo
Semesta menyampaikan pagi kemudian aku mulai bercerita. Aku sebagai penarasi utama, berharap kata yang mulai ku ucapkan dapat sampai di dasarmu. Tenggelam di inti organ tafsir mu
Grinding as a grindr membawa skenario takdir yang kutemui kepada; big-bang kemudian menjumpai realitas kuantum awal hingga inti terkecil atom mu. Bukan tentang awal kemudian berakhir setidaknya begitu; yang kamu katakan, kepada aku; aku. Dari tepi sekarang kita sampai di tengah tenang namun jauh dari rumun.
MULIH
Menyebrangi lautan dapat membuat kita terbunuh; kita tau tapi kita tetap berani dan lanjut. Jalan ini tenang, nyaman, kesal dan merah. pertemuan; perpisahan; kemudian dipertemukan kembali nanti..
Aku mengadu kepada kertas; karena begitu sulit bagiku untuk mengatakanya secara rata dan ter-arah. Aku enggan nekat karna ujung dari ini, Napasku sedu. sulit
Relasi yang aku bangun denganmu berlandas dari apa yang tumbuh dari memori masa kecilku: keras, penuh nada tinggi tapi kamu tau apa yang didalamku; kamu tau aku tau kamu tau rasa-rasaku padamu lembut dan terasa biru
Kita mulai melihat permukaan sekali; sekarang tapi kita memilih pilihan yang kita pilih, memilih untuk tujuan lebih dalam. Karena kini, Kita mulai dalam tapi masih jauh dari tenggelam. Aku tenggelam, dalam; berputar di sekitar memori denganmu. dari tanyaku “any advice?”, kamu menjelaskan padaku blablabla… Napasmu yang bersuara sekarang bersamaku di dalam ruang tafsirku.
MULIH
Lirih menemaniku di pundaku yang letih. Tenggelam bersama keyakinanku disetiap senti poriku. Membimbingku menemukan arah dan mengokohkan langkahku. memang “pada akhirnya juga kita Cuma butuh ditemenin”
Saat itu air mengalir dari jam 2 pagi hingga kemudian kita menyeruput kopi dan berucap selamat pagi; Di dalam hati~
kadang kamu bertanya “bro, nek ada masalahtu yo mbok cerita”. ...maaf
Aku punya mulut Tapi setengah terkunci beruntunglah aku, karena aku tau kamu tau apa yang ada di aku apa yang orang lain lihat, aku sebagai seorang pencaci; bukan standarmu membawa mereka pada arti yang kamu temui beruntunglah aku karena tanah yang satu ini melihatku dari sari; kamu mempunyai sari-ku jadi kamu mengerti bukan dari yang orang lain susun dalam sebuah bentuk narasi
aku mengatakan beruntunglah dua kali karena kupikir beruntung tidak datang dari satu arah kita saling menemukan dari 2 arah sampai kita bertemu ditengah; ditengah kota yang istimewa ‘ini baru beruntung’, kataku.
MULIH
Karena kita menemukan kemudian memperjuangkan keberuntungan ini
kamu permukaan dan aku bentuk sifat tenggelam letak kehidupan dan kematian terlalu kuat untuk dipisahkan
sampai di sini sepertinya 21 menit lagi aku disambut lagi dengan pagi aku harus menyiapkan Kembali siangku sendiri nanti tidak apa-apa setidaknya sampai habisnya februari lalu kita akan dipertemukan Kembali
wherever you go next by then, I want you to remember me suamimu,
MULIH
Konfeti
sabdanaung
Dalam tarikan dan buangan napas pertama yang dipaksa teratur, Aku menghitung satu, satu, satu, sampai seribu. Dalam redup pijar lampu dan gelap pejam mata, ikut melarung pikiranku jauh melantur. Apa yang sedang kulakukan ini? Semua orang diam tapi isi kepalaku perayaan kesedihan berar-besaran.
MULIH
Satu konfeti meledak, tepat di atas kepalaku yang nyaris ikut pecah. Serpihan konfeti semerbak menabur bits and pieces rupa-rupa ingatan. Tersebar di sekelilingku, di bawah bulu mataku yang mulai menggenang.
Dua, tiga, empat, lima... tarikan napas ke-enam lebih Dalam tarikan dan buangan napas pertama yang dipaksa panjang. Sembari menarik ingus yang ikut luber bersama teratur, Aku menghitung satu, satu, satu, sampai seribu. konfeti kenangan, buangan napas berikutanya tersendak oleh Dalam redup pijar lampu dan gelap pejam mata, ikut dahak yang tertahan. Aku menarik lagi semua yang yang melarung pikiranku jauh melantur. sudah gemah ripah kutaburtanam. Rumah. Hidup. Mulih.’ Apa yang sedang kulakukan ini? Semua orang diam tapi isi kepalaku perayaan kesedihan Ada potongan konfeti ingatan lebih besar yang susah sekali berar-besaran. ditelan. Tiga rupa dan perkataannya kembali muncul silih berganti. Kamu, kamu dan kamu lainnya.
Hangatnya sama besar dengan dingin yang tiba-tiba menyelimuti. mulihpulihmulihpulih, mantra yang terus teru- cap lirih dari bibir sendiri.
Apakah sebelah-sebelahku mendengar suaraku menarik ingus? Tak boleh ditahan katanya. Tapi persetan. Paling tidak aku sadar, aku harus bangun. Membereskan semuanya. Memilah dan memilih konfeti-konfeti berserakan ini menjadi satu gambar utuh. rusak, tapi utuh.
sepertinya itu cukup untuk nanti dibawa pergi sebentar. Lalu aku pulang lagi. Nanti akan kita pecahkan lagi konfeti serupa, tapi tak perlu buru-buru disapu, Karna akan kupastikan: itu rumahku sendiri.
mulih, 2022.