Baca PDF (OCR): Punk Adalah Politik. Hanya Ada Satu Solusi: Revolusi

40 halaman · teks PDF berhasil diekstrak tanpa OCR · 3.6 detik

Versi OCR mungkin terdapat kesalahan eja, ketik, tata letak, atau hal terkait tipografi. Untuk ketepatan hasil, silakan merujuk pada dokumen asli.

Daftar isi
  1. PUNK ADALAH POLITIK
  2. OFFICIAL NEWSLETIER KONTAMINASI KAPITALIS
  3. NFO pAN - NEWSI Hingga amal Desenter39
  4. INTERVIEW BERSAMA HANIN ELIAS
  5. (BISB4 ISEWNUNAYSIP InjefaWi UCESENYAN UENUEYE) JdU Wa san! tidak OTO Hn ana di usaha pang aa rakyat. 3
  6. Diskriminasi Terhadap Etnis Tionghoa di bawah Pemerintahan Sukarno
  7. Diskriminasi untuk Menjaga Kelanggengan Orde Baru
  8. Keterangan:
  9. BLACIB0Oo:
  10. “Swallowing Shit 77EP Spiral # 13 kesan |
  11. THESE T SHIRTS ARE NOW AVAILABLE FOR SALE!! All money raised will go to the Jabiluka blockade!!!
  12. NASIONALI APAKAH KITA MEMBUTUHKANNYA?
  13. REKAMAN & LITERATUR
  14. KEBIJAKAN REVIEW DARI KAMI
  15. GE VE nie KAN MENUJU " - - er na Pena BEE ai EDAN SEBERHASILAN
  16. Struktur organisasi dan struktur kekuasaan dari kolektif
  17. Kehidupan dari hari ke hari
  18. Peranan wanita dalam kolektif
  19. Bagaimana para individualis diperlakukan
  20. Kemerdekaan hingga keberhasilan
  21. Keterangan

PUNK ADALAH POLITIK

ISSUE NO.1/ANTI-COPYRIGHT/RED-ANARKIS PUNK Rp. IE O0/CURIN AH BILA DIJUAL LEBIH DARI ITU KONTAMINASI (S2) PROPAGANDA Pia |

HANYA ADA SATU SOLUSI. REYOLUSI

INTERVIEW H HANIN ELIAS

OFFICIAL NEWSLETIER KONTAMINASI KAPITALIS

Kontribusi dibutuhkan. Kirim 1, apa saja selama itu mendidik, tidak berbau nasionalis, homofobik, atau berbau “fanatisme : agama, juga tidak bagi: “yang mendukung sistem.'': Kontributor dapat satu zine

| KONTAMINASI PROPAGANDA pe box.1004, Bandung 40010, an Indonesia:: :

: Sr we ride @doityourself.com

stributor segera kontak! Ada harga-khusus!

Dalam setiap pergerakan, tiap individu diharapkan | untuk dapat mengambil bagiannya masing-masing, semaksimal yang dia mampu dan seefektif yang dia dapat lakukan. Bilamana tiap individu mampu untuk berbuat sesuatu dan mengerti apa | yang dibutuhkan baik bagi dirinya sendiri maupun bagi lingkungan disekitarnya, maka tatanan masyarakat yang selama ini selalu | diimpikan akan mampu terwujud, Demi itu semua, tiap individu diharapkan mampu untuk berperan sebagai layaknya seorang ' pemimpin tetapi pada saat yang sama adalah juga dengan tidak p menjadi seorang diktator. Seorang pemimpin adalah seorang 1 yang mampu menganalisa suatu masalah dengan baik tanpa k perlu didikte oleh individu lainnya, mampu menarik kesimpulan tanpa harus mengikuti secara buta kesimpulan dari individu lainnya, mampu memutuskan sesuatu yang baik bagi dirinya maupun juga sekitarnya dan apabila mungkin bagi semuanya, dan pada akhirnya juga harus mampu menjalankan sendiri apa yang menjadi keputusannya tersebut dan juga memperjuangkan keyakinannya. Seorang yang berjiwa pemimpin tidak perlu menjadi seorang pemimpin bagi individu lainnya. Apa yang diharapkan adalah agar dia mampu berperan sebaik-baiknya dalam peran yang dia jalankan. Seorang pemimpin mampu bertanggung jawab atas apa yang dia perankan. Dia akan mudah diatur, tetapi mustahil untuk diperbudak. Dia akan mudah mengatur tetapi jauh dari mendikte. Dimana apabila individuindividu yang ada dimuka bumi ini telah mampu untuk berbuat seperti itu, kita tidak lagi membutuhkan seorang pemerintahpun untuk menentukan apa yang terbaik bagi hidup kita, kita tidak perlu lagi didikte untuk melakukan apa yang terbaik yang bisa | diberikan bagi individu lainnya. Kita mustahil akan diperbudak, dikuasai, diperas, ditindas, dan direbut haknya oleh hanya sebagian kecil dari umat manusia yang berkuasa, Karena apa yang terjadi sekarang bukanlah sebuah tatanan masyarakat yang adil. Apabila kita mau membuka mata dan hati kita, apa yang kita lihat adalah suatu tatanan masyarakat dimana kelas yang kaya dan berkuasa akan menjadi semakin berlimpah harta, sementara disaat yang sama para kaum yang tidak beruntung akan semakin terpuruk ke jurang kesengsaraan. Semua anggota masyarakat dipaksa oleh situasi sosial untuk melakukan penindasan dan penghisapan atas individu lainnya agar mampu tetap hidup. Tanpa menindas yang lain kita tak akan mampu walaupun hanya untuk sekedar hidup layak. Kita dipaksa untuk mengikuti aturan permainan yang ada, yang bukan ditentukan oleh diri kita, demi kepentingan yang juga bukan untuk diri kita, Dan akan terus berlaku seperti itu pada anak cucu kita dimasa datang, kecuali kita mulai mengambil tindakan yang tegas, untuk menolak itu semua, untuk melawan itu semua. Dan kita akan dapat melakukannya apabila kita telah menguasai hidup kita, Apabila kita mampu memimpin diri kita sendiri. Karena itulah kita harus mulai belajar menjadi seorang pemimpin, setidaknya untuk memimpin diri kita sendiri. PUNK ADALAH POLITIK!

NFO pAN - NEWSI Hingga amal Desenter39

Ada kabar bahwa eks-band ska dalam scene kita telah berniat mengeksploitasi scene kita dalam wawancaranya di majalah Kawanku, kita bisa tebak siapa band ska yang jadi 'artis' baru tersebut, siapa lagi kalau bukan NOIN BULLET... Bicara soal eksploitasi scene, awas kompilasi Disorder Of Youth, mereka telah mengedarkan kaset kompilasi padahal perjanjian antara mereka dengan band yang dimuat belum disetujui oleh pihak band... Pihak media resmipun ternyata turut serta meramaikan acara eksploitasi scene kita. Tabloid Adil dalam edisi awal November lalu menyorot soal geng tetapi memasang foto Toro (drummer KEPARAT) yang | sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan soalan geng... Masih soal eksploitasi, enterprise- "enterprise acara mengeksploitasi band-band 'besar' sehingga tercipta suasana konfik antara band kecil yang tidak pernah main dengan band 'besar' yang sering diundang, padahal kalau kita semua sadar musuh kita bukan band yang sering main atau yang jarang main, melainkan enterprise kapitalistik itu sendiri... Konflik di Ambon oleh beberapa pihak yang fanatik agama dianggap kerusuhan antar agama, awas jangan terhasut oleh mereka yang berkedok agama, kita harus turut menyelesaikan masalah ini bukan turut memperparah konflik dengan alasan agama... Masih soal konflik agama, belum lama ini marak demonstrasi anti-yahudi gara-gara Indonesia menjalin hubungan dengan Israel. Aneh, bila anti-yahudi kenapa hubungan hutang Indonesia dengan pihak kapitalis internasional lainnya tidak ditentang, padahal banyak juga yahudi yang berdiri di balik bank dunia leinnya. Sekali lagi, musuh kita bukan yahudi ataupun orang yang berbeda keyakinan dengan kita, melainkan kaum borjuasi nasional maupun internasional... Akhir-akhir ini pembajakan kaset lokal mulai marak, sebenarnya tidak mengapa apabila yang dibajak itu band-band yang besar dan kaya (mayor label), tapi ini yang dibajak malah sesama band miskin dan d.i.y. ternyata kita sudah kehilangan etika scene kita sendiri. Belum lama ini di majalah Kawanku ada surat seorang pembaca SLTP di Jakarta yang bertanya soal Marxisme sekaligus bertanya alamat fans clubnya BLUR, ternyata saat ini kaum penggemar Brit-pop malahan lebih radikal daripada kaum punk... Akhir November lalu, diadakan bedah buku dan diskusi soal pemikiran Kari Marx di kampus ITB untuk umum, banyak diternui remaja fans Brit-pop hadir, tapi cuma ada beberapa gelintir punk yang datang, tampaknya kaum punk sudah benar-benar kehilangan gigi pemberontakannya... Scene punk lokal oleh beberapa pihak dianggap sudah 'ditunggangi' oleh PRD, padahal soal afiliasi dengan partai bukan suatu masalah, esalkan kita sebagai punk malah jadi semakin maju dalam pergerakan revolusionernya bukan langsung menuduh bahwa kita ditunggangi (ooops, sorry kami lupa kalau saat ini punk sudah tidak revolusioner, seharusnya kami bicara seperti ini pada remaja fans Brit-pop)... UPC yang terdiri dari kalangan kaum miskin yang non-punk, telah memulai gerakan sguatter dengan cara menempati gedung-gedung yang kosong dan terlantar. Di negeri sononya gerakan sguatter didominasi oleh kaum punk, tapi disini benar-benar lain (oh, oh, lagi-lagi kari lupa bahwa kaum punk disini 'kan cuma sekedar kaum hedonis)... Oh maaf, kami jadi lupa menyoroti soalan musik dalam scene... Cari Crack, DJ dari band politis digital hardcore ATARI TEENAGE RIOT, ditangkap karena menyerang seorang pramugari yang menghalangi dia untuk melompat keluar dari pesawat yang sedang lepas landas... Arian13 sedang membangun label baru dengan rencana merilis-ulang dengan izin kaset band .. hardeore politis LOS CRUDOS, ah akhirnya ada juga alternatif lain selain membajak karya band-band d.i,y... Entah kapan Arian13 benar-benar menerbitkan Tigabelas zine nomor tiga, biasa, masalah printer... KEPARAT telah menerbitkan rilis pertama mereka dibawah label mereka sendiri yang diberi nama, Sangat Keparat Records... Cek kaset baru BALCONY yang . berjudul Terkarbonasi, jauh lebih keren dari kaset yang dulu... Ada kabar juga bahwa band hiphop ilegal HOMICIDE juga akan segera menerbitkan rilis perdananya... Ucok, personel band tersebut menerbitkan newsletter hardcore 'kiri' bertitel Red-Core, full info soal musik dan politik, serta caci maki pada kebusukan scene tentunya, kontak Stay Real distro... Sudah terbit juga pamphlet bahasa Indonesia soalan RASH, skinhead-skinhead politis, berisi sejarah skinhead dalam sudut pandang yang politis, list band-band skinhead dan oi yang berhaluan 'kiri' serta proposal konfederasi dari organisasi skinhead tersebut. Ayoo, siapa bilang skinhead antipolitik? Kontak distro-distro biasa untuk mendapatkannya... Riotik, akhirnya muncul kembali dengan bentuk barunya setelah sekian lama vakum. Yah, manajemen baru, street-shop baru dan tentunya membuat katalog baru, kali ini tidak akan membawa masalah politis yang terlalu berat, silahkan kontak... Ngomong-ngomong, selamat berjumpa di abad neo-iberalisme, siapSiap saja jadi pengangguran, Fuck Free-Trade, Fuck AFTA, Fuck Millenium Culture!!!

OYIOg 09 | kosososi | 5'6c 29612891 jeso'gerol Tao Toseez £$S

etis £pS'9l- VXS 31 Y4Odu

CHEERYTo WTO Resisters Around the won Wrote,

32 pi9giSz! |els'loozilz9o'oozziT ssszi | ye oSrVosyii jeegosegijotosozZi| Waze | J1 yeruzs| verzzsoogeiezi | JT! c9eos zocos or9esc 019112 229

929 Sp £er tb BE9POSLI 1820 1820

Again: Best Cuts of Profane Existence 1989-1993)

Profane Existence no.13. Bila terdapat beberapa perbedaan situasi dan kondisi, kita ditulis pada tahun 1992 di Amerika. Tapi secara keseluruhan, walaupun sudah bertahunjt kami masih cukup relevan dengan kondisi saat ini di nusantara, Terlebih lagi bagi punkN kekuatan. Jangan pedulikan punk yang tidak mampu mengangkat pantatnya untuk berkelahi dengan sesama kita, karena kita sebagai punk-punk generasi baru tidak sama ah laku kita). Tidak masalah apabila kita gemar mabuk atau apa, tetapi jangan jadikan Idupan kita, atau punk akan benar-benar mati. Dan inilah sebuah manifesto dari

Ink telah melakukan banyak hal-hal yang penting (selain ada juga punk yang telah hal tersebut terlalu bodoh dan tidak perlu dibahas disini). Diluar tumpukan nilaid berguna an jaga at berbagai segi eta yang dkmwurkan cah punakpusat yang kami gunakan untuk bertahan hidup dalam dunia industri dan pada saat , kebebasan, kreatifitas dan Integritas manusia. Dan saat ini, adalah saat bagi punk 9 tak kalah penting dibandingkan dengan masa kemunculannya. Punk telah ntuk bertahan hidup pada ribuan anak-anak muda dalam dunia yang bobrok ini melalui as Initasnya, Saat ini, telah tiba waktunya untuk merubah kondisi bobrok ip alternatif cara bertahan hidup.

Ly pa punk biasanya selalu tertarik dalam hal-hal yang bersifat Lag emban yag megburyendg ak pora rn ba

Hi ma kar oma peng oleh kaum Se kulit PA Up ayang kebanyakan merupakan pergerakan pemuda kelas menengah, hubungan punk dengan dunia luar biasanya lebih terfokuskan dalam hai penolakan terhadap tatanan sistem di dunia, dari punk yang paling politis seperti Crass, hingga punk yang paling pemabuk seperti Sore Throat, dari punk yang paling berdedikasi seperti Minor Threat, hingga punk-punk mali yang paling bodoh seperti The Exploited. Sub-sub kelompok seperti gelombang straight edge yang cenderung didominasi kelas menengah ke atas dan para penggemar pop-punk, (walaupun tercatat juga akan adanya indikasi sejumlah orang-orang dalam kategori tersebut yang juga aktif secara politis menentang tatanan moral dan sistem di AmeriRa) tak akan terlalu dibahas disini, - Penolakan dari akar-akar budaya kita, dari

latar kita sebagai kelas menengah, merupakan hal terpenting bagi kita sebagai bentuk penolakan juga terhadap supremasi ras tertentu, sistem patriarki dan juga orde baru dunia kapitalis. Kita telah dijejali oleh orang tua kita, oleh sejarah kita, oleh budaya kita, oleh pemerintah di negeri kita, untuk mengambil posisi bertahan terhadap penghisapan kapitalis kelas borjuis dan mengabaikan kepedulian pada kelas pekerja. Dengan demikian, adalah suatu tanggung jawab moral bagi kita untuk menolak hald telah diajarkan tersebut. Sebagai punk kita menolak pembeda-bedaan ras dan latar G karena kita semua menyadari bahwa hal tersebut tidak lain daripada sebuah bentuk ari belaka. Kita tidak ingin terlibat dalam bentuk penindasan terhadap individu lain. Tetapi walau bagaimanapun juga, kita sadar bahwa sekedar melakukan 'adap latar belakang kita tidaklah cukup. Tujuan kita bukan hanya menolak “masyarakat, tetapi juga melakukan perombakan dalam tatanan tersebut, Perilaku “dianggap tidak efektif tersebut telah dinilai secara negatif oleh banyak aktifis-aktifis ada. Tetapi saat ini adalah waktu bagi kita untuk mengambil langkah-langkah Akta mengalihkan bentuk kemarahan dan kemuakan kita akan tatanan e af secara kreatif menyaturkannya melalui aksi-aksi politik berbasis massait kepada sejumlah mosher pada pertunjukan Agnostc Front saja,

sejumlah kecil dari komunitas punk yang secara aktif telah

Indie-label dan pelayananan distribusinya, mengorganisir pertunjukan «Dian rang dalam komunitas ini telah melakukan banyak pekerjaany “ tatanan masyarakat yang bobrok ini. Dan kegiatan ini harus terus aa

if,ipunk secara garis besarnya terbagi dalam dua kategori. Kategori 1 las punk sendiri, seperti menulis dan memproduksi majalah, ar, helakukan piknik, mendistribusikan punk-punk material, menulis surat, Mikawan punk kita, Dalam kategori kedua, aktifitas punk lebih

ta sendiri secara individual. Hal ini meliputi sit Ingkirkan rasisme, seksisme dan homofobia dari dalam komunitas di Kita: telah kita katakan sebelumnya, bahwa kegiatan tersebut perlu tuk perubahan yang mendasar dan dalam membuat perubahan dalam skala ea

batu menampilkan kategori ketiga dalam aktifits kita demi pencapalan tujuan perubahan yang positif, yaitu mengorganisir diri bersama elemen revolusioner lain , bahwa punk adalah sebuah bentuk yang revolusioner). Hal ini juga Ik adalah reaksioner dan liberal, tetapi kita sebagai punk juga telah dapat aksimalkannya dalam gerakan ini. Punk adalah satu dari sedikit budaya kaum lak nitai-nilai sosial kelas menengah. Hal ini menempatkan kita sebagai punk gunakan posisi ini sebagai penolak warisan kelas kita dan berpihak kepada 8 b a bersama mereka: kaum buruh, tani, kaum wanita, kaum kulit hitam, bangsa el: , banci, ya, fesbian #tati dengan kata lain kaum yang disisihkan dan dinomorduakan dalam tatanan ma Gan nilai-nilai moral yang berlaku saat ini. Kita menolak latar belakang kelas kita, dan inilah saat bagi kita untuk berdiri sejajar disamping kaum yang tertindas. Yee:

Punk menolak Amerika (dalam kata ini diartikan sebagai: kapitalisme) secara keseluruhan. Punk menuntut sesuatu yang baru. Punk adalah dan harus menjadi sosok yang revolusioner, dan apabila kalian tidak setuju, ini waktu kalian untuk beralih dari koleksi kaset hardcoremu kepada CD-CD pop yang glamour dari para rockstar yang tersedia di toko-toko rekaman besar. Hanya jangan kaget apabila suatu saat kita akan menghancurkan rumahmu dengan bulidozer. Karena hardcore hanyalah untuk kaum revolusioner.

Punk sejak dulu telah melakukan banyak aktiftas yang berguna dengan baik, dengan mengambil bagian terbesar dalam hal memajukan komunitasnya sendiri. Tetapi sudah tiba waktunya untuk menerapkan pengalaman-pengalaman tersebut kedalam komunitas yang lebih luas dan menginjeksikan semangat dan kreatifitas kita dengan potensi-potensi revolusioner yang berbasiskan massa rakyat yang ada. Adalah sebuah keharusan bagi kita untuk turut membantu mengorganisir dan bekerja dalam konteks pergerakan massa, yang pada intinya adalah untuk dipersiapkan menghancurkan sistem kapitalisme, juga untuk memperkuat gerakangerakan resistansi. Kita semua membutuhkan revolusi, begitu juga seluruh rakyat, dan inilah saatnya bagi punk untuk mengambil bagian secara aktif dalam hal tersebut!

Selanjutnya, kita membutuhkan sesuatu yang lebih mendalam. Kita membutuhkan sesuatu yang lebih daripada hanya sekedar membuat fanzine. Kita harus mulai untuk berorganisasi dan memapankannya bersama komunitaskomunitas lokal kita. Kita harus menawarkan kekuatan kolektif kita dan memberikannya kepada perjuangan dari kaum yang tertindas, yang termasuk didalamnya diri kita sendiri. Kita berkata mengenai masalah perluasan fasilitas-fasilitas yang ada, kita berkata masalah merengkuh sesuatu yang baru. Kita tetap perlu untuk melanjutkan produksi literatur-literatur, tetapi saat ini sebaiknya kita mulai mendistribusikannya juga dalam jangkauan yang lebih luas daripada sekedar hanya distribusi dalam komunitas punk sendiri, apabila memungkinkan alangkah lebih baik lagi kita bisa membagi-bagikannya secara cuma-cuma kepada masyarakat luas. Kita harus mulai mensosialisasikan fasilitas-fasilitas yang kita miliki kepada masyarakat luas. Kita dapat mengambil contoh Epicenter, sebuah toko rekaman dan pusat kegiatan sosial masyarakat di San Fransisco yang dijalankan oleh punk. Mereka membuka pintu mereka, membantu dan juga menyediakan tempat bagi pertemuan bagi pengorganisiran pemogokan buruh dalam aksi penentangan Perang Teluk. Selain itu mereka juga menyediakan tempat dan ikut berdiskusi bersama, bekerja sama bersama berbagai grup, ormas-ormas dalam menjalankan aktifitasnya. Mereka mempunyai tempat, dan mereka menawarkan fasilitas yang mereka miliki kepada masyarakat yang lebih luas. Selain itu, justru hal itulah yang membantu mereka untuk cepat berkembang karena dari sekedar menyediakan tempat saja, mereka bisa ikut mengambil bagian dalam diskusi-diskusi dan berbagai pertemuan yang diadakan oleh berbagai organisasi massa tersebut. Karena itulah, ini saatnya bagi kita semua untuk mulai bekerja 'sama bersama berbagai kelompok masyarakat yang tersisih dalam tatanan sosial saat ini dan membangun sebuah kekuatan yang lebih besar,

Kita semua membutuhkan sumber-sumber masukan yang baru. Kita perlu bertindak meluas, seperti contohnya

membuka dapur-dapur umum untuk menyediakan bahan makanan perjuangannya melawan kaum pemilik modal yang berusaha menghancurkan hidup mereka. Kita juga harus bisa melakukan hal

gratis bagi aksi-aksi massa, membuka toko-toko murah serba ada, membangun organisasi-organisasi lokal berbasis massa rakyat, dan lain sebagainya. Kita perlu mengabarkan kepada masyarakat luas, bahwa posisi kita ada di pihak rakyat, bukan di pihak para pengusa modal, Tetapi kita tidak boleh lupa bahwa kaum fasis juga mengorganisir massa dalam komunitas lokal kita, dan dalam hal ini kita perlu membasmi mereka dengan cara yang sama dengan mereka. Kalian pikir, mengapa organisasi seperti KKK (Ku Klux Klan, sebuah organisasi anti-kulit hitam) dan pergerakan rasis yang populis menikmati kesuksesannya dalam mengorganisir para petani kulit putih miskin dan komunitaskomunitas buruh kulit putih yang miskin? Karena mereka benar-benar turun ke basis-basis massa rakyat dimana kaum kulit putih miskin tersebut tinggal. Mereka juga membantu : ' ? kaum miskin tersebut dalam

yang serupa, tetapi tentu saja dengan tidak mengangkat isu-isu rasis seperti mereka, justru kita harus bisa menawarkan anti-fasis dalam membantu kaum miskin tersebut dalam usahanya memperkuat diri. Hal-hal ini membutuhkan sebuah pergerakan yang berbasiskan massa dan sebagai punk, sudah menjadi sebuah keharusan untuk mengambil bagian secara aktif didalamnya.

Kaum fasis telah sejak dulu mengorganisir komunitas kita tanpa pernah kita sadari, sedangkan kita tidak pemah melakukan hal serupa. Ini saatnya kita berubah. Jangan pemah mengulangi kesalahan yang sama, perang dengan Amerika (sistem kapitalis) telah dikobarkan. Hal Ini sebenarnya telah berlangsung sejak lama. Lihatlah keadaan ekonomi kita, lihatlah kondisi-kondisi menyedihkan dalam masyarakat di sekitar kita, lihatiah apapun yang kalian bisa. New World Order yang dijalankan juga oleh Bush dan kroni-kroninya telah memasuki babak baru, dan hal tersebut tidak akan menyenangkan. Pergerakan New Right menginginkan dirimu, kelompok sayap kanan yang cenderung rasis menginginkan dirimu, para pemilik modal juga menginginkan dirimu untuk menjadi bagian dari penindasan mereka. Apakah hal tersebut akan kau biarkan saja? Hey punk, perang telah dikumandangkan kepada kapitalis, dan inilah waktu kita untuk bersiap-siap! Kita harus berjuang jika kita ingin bertahan hidup dan menjadi seorang punk kita sudah harus menentukan jalan kita dalam melakukannya.

Terlibat dalam komunitas sosial bukan berarti kita harus mengorbankan identitas kita. Kita tidak perlu lalu bermanis-manis, sok dewasa, sok sopan, atau yang gemar mabuk jadi berlagak tidak suka mabuk karena ingin disebut revolusioner atau karena kita bekerja sama dengan rakyat yang bukan punk. Kita adalah punk, dan kita mengambil bagian dalam merubah dunia tetap dengan identitas kita sebagai punk. Kita membantu siapapun yang membutuhkan bantuan engan tetap membawa identitas kita sebagai punk. Biarkan mereka semua mengerti bahwa kita sebagai punk ada di pihak mereka dan kita juga siap melakukan revolusi bersama mereka, walaupun latar belakang kita kebanyakan adalah kelas menengah.

Jadi, lalu apa yang kita kerjakan di Minneapolis? Profane Existence turut ambil bagian secara aktif dalam sebuah grup anarkis lokal bemama Twin Cities Anarchist Federation (TCAF). Organisasi ini belum lama terbentuk, aktifitas kita lebih difokuskan kepada aktifitas sosial kemasyarakatan dan membangun solidaritas yang kuat dengan berbagai organisasi lain terutama dengan organisasi lokal di daerah Twin Cities dalam memperjuangkan hak otonomi. Selain itu, tujuan utama kita juga tetap sama seperti yang lain, yaitu revolusi sosial. Dalam hal ini, Profane Existence juga akan menekankan dan medokumentasikan aktifitas-aktifitas punk dalam lingkup sosial dan politik bersama komunitas-komunitas lainnya. Cek juga aktifitas sesama kita dalam organisasi Anti-Rascist Action (ARA).

Inilah saatnya bagi kita untuk mengakui, bahwa walau bagaimanapun kita adalah punk, kita membenci tatanan masyarakat saat ini dan kita menginginkan sebuah dunia baru, juga bahwa seharusnya kita adalah juga kaum revolusioner. Dan sebagai kaum revolusioner, inilah waktunya bagi kita semua untuk bekerja sama dengan semua elemen-elemen rakyat yang ada, bekerja sama dengan semua kaum yang tertindas dan mulai berorganisasi. Semua harapan kita berada ".

di tangan kita sendiri, kita sebagai punk selain mengharapkan elemen rakyat lainnya, juga berharap pada komunitas kita sendiri. Kita juga hanya bisa berharap akan adanya perubahan dengan mengandalkan diri kita sendiri juga. Kita akan jadikan punk sebagai sebuah ancaman kembali seperti saat-saat kejayaan kita dulu, secara bersamasama. Mari kita lakukan saat ini juga!

BOIKOT REVOLUTION REGS. jangan beli kaset kompilasi

DISORDER OF YOUTH

JANGAN ADA LAGI LABEL YANG MENGEKSPLOITASI BAND JANGAN ADA LAGI KEBUSUKAN DI SCENE INI

You tell lies teli hes. PR.E SS. Sell your units. Sell your iies ali follow. Nevera ct. The industry pays you. You suck their dicks on and on control 90x of pread your lies. When you write, d others lives. Your comments do not count for us. W i re 2? To ignor that you have. You never understand! You never try' And what you don't ur tand-you can't PR.E.SS. Come on Aiec fuck the st s-ftick you!!! Most of you don't h ny opinions. Yo: interested in truth. Sometimes.it's betternot to describe. Never take astand-always react. Which side are you on? PR.E.SS!!!

ATARI TEENAGE RIOT (ATR) dibentuk pada tahun 1992 olah Alec Empke, Hanin Ells dan Car Crack karena mereka melihat bahwa musik tekhno yang mereka gemari mulai berkembang menjadi sebuah subkultur pop mainstream yang tidak membawa mulai memproduksi musik tekhno dengan memasukan elemen-elemen menginginkan pesta-pesta musik, (kami menginginkan sebuah kerusuhan, Dan hal itu dengan tegas kami katakan karena hal itu memang harus dikabarkan. Kami ingin membuat gangguan-gangguan terlebih dahulu (pada tatanan sistem kapitaks) kemudian barulah kami menghancurkan intisistemnya.

INTERVIEW BERSAMA HANIN ELIAS

Tampaknya anda begitu kuat dalam statement anda sebagai seorang feminis. Bahkan anda seakan-akan malah menolak semua eksistensi kaum pria. Bila anda bukan seorang lesbian, bagaimana dengan hubungan seks anda bersama seorang pria?

Tentu saja saya menikmati seks, yang saya perangi adalah tatanan masyarakat yang terstruktur hanya untuk kaum pria!! Contohnya bisnis musik dan juga media, yang berada di bawah kontrol kaum pria dan juga ada hanya untuk kaum pria. Kemanapun saya pergi, saya harus menghadapi barisan penis. Bisnis industri musik adalah dunia pria dan saya muak dalam melihat kenyataan betapa banyak orang-orang yang-hanya bisa menerima keadaan itu apa adanya saja. Harus terlihat seksi hanya karena ingin menjual sesuatu, bukanlah idealisme saya. Saya punya idealisme sendiri, saya punya opini saya sendiri. Bukan cuma Alec yang menjadi leader dalam band ATR seperti yang biasanya diberitakan oleh media, melainkan seluruh personel barid. Kami adalah monster berkepala tiga dan saat ini tumbuh satu kepala lagi dengan masuknya NicEndosebagai personel baru dari ATR.

Bagaimana dengan posisi anda dalam band, dimana banyak orang berpandangan secara klise bahwa band-band semacam ATR hanyalah diperuntukkan bagi kaum pria? :

Untuk memperjelas posisi berikut, saya mempunyai ide untuk membentuk sublabel dalam DHR yang akan hanya diperuntukkan bagi kaum wanita. Kaum wanita yang sudah muak dengan seluruh cara kerja sistem yang berlaku sekarang ini, Tak akan penah ada yang berubah bagi hak-hak kaum wanita. Dan kami tidak membutuhkan hak-hak untuk diakui, karena kami berada dalam posisi yang benar! Saya selalu menjadi seorang anarkis, selalu memiliki kepribadian yang berbeda dan akan selalu berjuang lebih keras daripada kebanyakan kaum pria untuk mendapatkan respek walaupun setidaknya hanya Untuk musik yang saya produksi, Saya telah mengenal cukup banyak orangOrang. yang masih berpikir secara klise, bahwa kaum wanita tidak dapat melakukan hal-hal sebaik kaum pria.

Bisa ceritakan sedikit soal album rekaman solo anda? Dan bagaimana tanggapan orang-orang dalam scene?

Dalam tahun 1992, saat saya membuat album rekaman solo perdana saya yang berjudul 'There's No Love in Techno' dibawah label Force Inc. Music Works, kebanyakan kaum pria dalam scene tekhno yang bertanya kepada saya, "Siapa yang membuatkan rekaman ini untuk kamu?" maka saya jawab, "Saya!" Lalu sebuah jawaban yang berada ironispun saya terima, "...oh, tentu saja." Saya sejak dulu tetah menyukai scene tersebut sejak saya mulai memproduksi musik, bahkan juga sejak sebelumnya. Dalam beberapa kasus saya dapat mengerti apabila kaum wanita harus mengorbankan beberapa saat hidupnya karena mereka harus berjuang sepuluh kali lipat daripada kaum pria walaupun hanya sekedar untuk dapat eksis dalam dunia yang penuh kaum pria. Tetapi apakah lalu kamu akan membiarkan kaum pria memberikan Image 'seksi' yang lemah kepadamu hanyauntuk sebuah kesempatan dalam bisnis musik?

Lirik lagu 'Deutschland has gotta die!" yang bercerita tentang penyatuan kembali Jerman atas runtuhnya Tembok Berlin bagus sekali dan sangat politis. Apa ada alasan khusus bagi anda sebagai seorang feminis mengenai hal tersebut?

Saat saya menulis lagu 'Deutschland has gotta die!" saya berpikir tentang penyatuan kembali negeri Jerman. Dan saya ingat bahwa pada saat Tembok Berlin dirobohkan, saya berharap akan adanya penyatuan juga kedua sistem yang berlaku di barat dan sistem yang berlaku di timur secara seimbang. Saya melihat sedikit kesempatan, bahwa situasi akan sedikit membaik, tetapi hanya apabila masyarakat dari (Jerman) timur tidak membuat kompromi pada seluruh

HANIN ELIAS yang berlaku di timur secara seimbang. Saya melihat sedikit kesempatan, bahwa situasi akan sedikit membaik, tetapi hanya apabila masyarakat dari (Jerman) timur tidak membuat kompromi pada seluruh tatanan masyarakat di (Jerman) barat. Hal tersebut memang sangat pelik, tetapi untuk mempermudahnya, saya katakan bahwa tidak semua ideologi dari sosialisme itu buruk. Sosialisme memiliki sistem sosial yang bagus dan pada satu tingkatan legal, kaum wanita memiliki hak-hak yang sederajat dengan kaum prianya. Dan hal itu lebih baik dibandingkan dengan sistem yang berlaku di (Jerman) barat. Dalam sosialisme semua memiliki pekerjaan dan semua menerima upah yang seimbang. Bagi kaum wanita, pil-pil kontrasepsi dibagikan gratis, begitu juga dengan adanya legalitas pada aborsi. Jika seorang wanita mempunyai seorang bayi, maka dia boleh menitipkan bayinya pada seorang babysitter tanpa dipungut biaya sedikitpun apabila sang wanita tersebut ingin tetap meneruskan pekerjaannya. Tapi setelah tembok tersebut runtuh, kaum wanita malah menjadi korban dari sistem struktur yang berlaku di barat. Dengan tidak disadari, kaum wanita menjadi sangat tergantung kepada kaum pria baik dalam hal pekerjaan maupun juga bidang pekerjaan. Dan sudah pasti, saya tidak bisa lagi menarima hal ini begitu saja...

Apakah anda benar-benar merealisasikan konsep-konsep feminisme dalam kehidupan nyata diluar band? Bila ya, lalu apakah banyak hambatannya?

Dalam tour terakhir kami yang lalu, seorang gadis menyela Alec dalam sebuah interview dan berkata, "Engkau berdiri dan berjuang diatas banyak hal... tetapi mengapa tidak turut memperjuangkan hak-hak kaum wanita dan memerangi seksisme?" Hal tersebut sebenarnya tersebut telah banyak kami perjuangkan dan kami benar-benar merealisasikannya pada kehidupan nyata kami... hanya sayangnya tak seorangpun rasanya yang tertarik dan peduli dengan hal tersebut. Kita sebenarnya berada dalam kelas kedua, justru karena itulah maka saya jadi tidak pemah bisa mengerti kenapa kita masih juga banyak yang tidak peduli dengan

keadaan ini? Sayatidak bisa mengerti kenapa dalam banyak hal saya harus berada lebih rendah daripada kaum pria. Saya akan berjuang hingga seluruh masyarakat menerima persamaan ini. Seks adalah bagian dari politik. Hal itu merupakan salah satu bagian terpenting dari kehidupan kita semua, tetapi tetap saja jangan biarkan seks mendominasi seluruh jalan pikiranmu setiap saat. Maksud saya adalah bahwa peran-peran yang kita mainkan saat berhubungan seks tidaklah relevan dengan hal-hal diluar hal tersebut. Terlebih lagi bagi kaum pria yang frustrasi seharusnya jangan lalu melampiaskannya pada orang lain tapi koreksi dirimu sendiri...

Dalam lagu 'P.R.E.S.$' anda tampaknya begitu sinis pada para jumalis dari berbagai media... Para jumalis selalu berusaha membuat kesulitan kepada orang lain sebenarnya karena mereka cemburu. Dalam beberapa waktu, saya ingin menjalani lagi kehidupan saya yang dulu. Saat saya masih kecil, saya percaya kepada semua orang. Saya Selalu melihat setiap hal dari sisi baiknya. Tetapi saat ini, saya tidak bisa lagi sepert itu, Saya sudah tidak naif lagi. Saya harus terus bergerak maju dan membuat suatu perubahan atau bila tidak, saya berarti membunuh diri saya sendiri. Saya benci manjawab interview untuk media-media massa di Jerman pada umumnya. Kenapa mereka selalu mengirimkan (wartawan) pecundang yangsinis dan tidak memuaskan serta tidak mengerti apapun saat mereka ingin menginterview kami?

Apakah anda tidak pemah berpikir untuk sedikit memberikan saja kompromi pada masyarakat yang memang dibawah sistem ini segalanya jadi didominasi oleh kaum pria, untuk kepentingan anda sendiri?

Saya sering berubah pikiran dan sering juga mengoreksi diri. Saya bukanlah seorang oportunis. Saya seseorang yang sangat toleran dan ramah walaupun bagi banyak orang lebih mudah bertindak pura-pura. Saya benci setiap orang atau apapun yang berusaha memanipulasi diri saya dalam banyak hal. Nah, hal ini pula yang menjadi alasan untuk memulai sebuah keributan bagi iri DHR sendiri. Saat saya melakukan show bagi EP yang saya produksi, saya ingin menghancurkan semua bentuk aturan,

Saat itu, situasi scene sangat berbahaya karena didominasi oleh lelaki-lelaki "hardcore", Mereka selalu berkata, "Saya ini sangat kuat, karena saya seorang pria!" Saya tidak pernah cocok dengan hal tersebut. Hal itu hanya merupakan pandangan dari satu arah saja. Halitu merupakan pandangan yangfasis!

Apakah anda tidak ingin terlihat manis seperti selayaknya banyak dilakukan oleh kaum wanita?

Saya tidak pernah mengotori sesuatu atau juga menyedot batang penis. Bahkan saya juga tidak pemah tersenyum apabila orang-orang ingin saya agar tersenyum. Sepertinya hal ini yang membuat orang-orang menyebut saya arogan. Mereka membenci saya hanya karena saya tidak ingin berbohong. Kalian membuang banyak energi hanya karena kalian ingin terlihat manis saat kalian sedang dalam keadaan sebal. Kebanyakan gadis-gadis yang berpikir bahwa kami ini tolol, tidak perah serius pada siapapun. Mereka telah dilatih dalam satu cara, dan itulah makanya mereka selalu berpikir bahwa tak ada seorangpun yang akan menyukai mereka apabila mereka tidak tampil manis dan bukan kaum yang berada.

Ada beberapa pendapat dari kaum wanita sendiri, bahkan juga banyak, yang berkata bahwa apa yang berlaku dalam tatanan masyarakat sekarang ini memang sudah seharusnya terjadi. Sudah memang alamiahnya seperti itu. Apa pendapat anda soal ini?

Banyak dari kita yang berpikir bahwa hal-hal yang terjadi dalam tatanan masyarakat saat ini sudah lumrah, sudah alamiah. Sejak kita lahir, kita telah dididik dengan cara pandang seperti ini, untuk menjadi wanita seperti yang diidam-idamkan kaum pria. Jadi hasilnya, kita tidak pernah memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi seperti yang kita inginkan. Bahkan kita juga jadi merasa tidak puas apabila diri kita tidak sesuai dengan pandangan-pandangan klise yang ada. Kebanyakan kaum wanita, terlebih lagi gadis-gadis, sangat terobsesi dengan tubuh mereka sendiri, juga terobsesi pada fashion -yang sebenarnya hal-hal tersebut sangat menguras energi. Hal-hal itulah yang menjadi pikiran mereka satu-satunya. Maka mereka akan memainkan peranan tersebut untuk seumur hidup mereka dan saat merekatua nanti, mereka akan kehilangan segalanya, mereka tak akan mempunyai apapun selain hanya penampilan mereka...

| “ AH DHR Ltd. 1st floor-30, Dean Street, London W1V 5 AN, UK

1. Gerakan fasisme adalah gerakan massa yang basis utamanya berasal dari populasi antara 2 (dua) kekuatan besar dalam golongan masyarakatkelas buruh dengan kelas kapitalis. Mereka adalah golongan kelas pengusaha, penjaga toko, eksekutif muda, petani dan pejabat dipemerintahan. Namun yang selalu menjadi prioritas perekrutan dalam gerakan fasis adalah polisi dan tentara,

Sebagian dari kelas buruh juga dapat ditarik masuk ke gerakan fasis, terutama mereka yang mendapatkan fasilitas enak, serta pekerja yang tiba-tiba pangkatnya diturunkan, golongan pekerja yang menganggur atau melarat dan yang tidak punya harapan.

2, Gerakan fasis menjadi suatu kebutuhan ditengah keputus-asaan dan hiruk pikuk golongan masyarakat 'antara' tersebut (seperti makanan saat kita laparpent.), sebagai pemecahan atau jalan keluar dari krisis ekonomi. Saat dimana toko-toko mereka tutup karena bangkrut, standart kehidupan mereka yang miris, atau dengan kata lain penghidupan merekaterancam.

Para pimpinan gerakan fasis menggunakan demagogi (hasutanpent) 'anti-kemapanan' sampai-sampai pada penggunaan istilah "sosialis atau revolusioner'jelas sebagai retorika belakasebagai daya tarik terhadap ketidakpuasan masyarakat terhadap status guo. Untuk hal ini gerakan fasis di Jerman memakai nama "National Socialist", Fasisme mengubah ancaman kemarahan terhadap krisis kapitalisme dengan bentuk penyerangan dan penindasan rasial ke golongan minoritas dan organisasi perburuhan.

Di Amerika pendekatan yang digunakan organisasi fasis antara tahun 1930-an dan 1940-an adalah dengan penggunaan istilah 'orang kecil" melawan dua kekuatan besar, kapitalis besar dan komunis. Dan yang menjadi sasaran tembak langsung adalah orang-orang kulit hitam, bangsa Yahudi dan 'buruh besar. Dalam bukunya "Fascism and Big Bussines", Daniel Guerin menyatakan bahwa, "Fasisme adalah sebuah permainan anti-kapitalis dengan tidak sungguh-sungguh menyerang kapitalis",

3. Daya tarik fasisme terhadap semua keterbelakangan, ketidakjelasan tradisi, adat istiadat dan prasangka, sudah melekat sekali di masyarakat, berupa rasisme, seksisme, takhayul, mistikisme dan chauvinisme nasional adalah senjata pamungkas yang digunakan dalam demagogi fasisme.

4. Saat gerakan fasisme menguat, itu cukup untuk melakukan kudeta terhadap kekuasaan pemerintah, itu berarti golongan kapitalis memberikan kekuasaan kepada mereka untuk mengekang. Berarti juga bahwa bank-bank besar dan perusahaan mulai membelanjakan kebutuhan golongan fasis dalam jumlah besar. Ini terjadi saat krisis ekonomi membawa perlawanan besarbesaran dan terus-menerus dari kelas buruh, dan kapitalis melihat bahwa fasisme merupakan satu-satunya jalan untuk terus melanggengkan hukum-hukum kapitalis, akibatnya adalah terjadinya perang sipil agar para kelas buruh tunduk dan patuh. Para tentara yang berjuang membela kepentingan kapitalis dalam perang sipil, jelas mereka adalah massa-massa dari gerakan fasisme.

Fasisme tidak mudah diterapkan di dalam bentuk pemerintahan diktator baru. Aparat negara belum mempunyai metode yang Cukup kuat untuk memukul mundur gerakan buruh yang terorganisir. Mereka membutuhkan kekuatan dari kelas menengah yang frustasi dan buruh yang terbelakang untuk mendukungnya. Teror-teror masyarakat, pembunuhan dan bentuk penindasan lainnya dilakukan oleh kekuatan ini. Para kapitalis bermaksud untuk memisahkan, mendemoralisasikan, serta menghancurkan gerakan buruh yang berbahaya bagi modal mereka.

Namun saat Ini, sistemn kapitalis tidak akan menggunakan cara-cara fasisme. Lebih efisien bagi para kapitalis dengan memberikan ilusi-lusi berupa pendemokratisasian dalam sistem mereka. Tetapi saat gerakan buruh itu tumbuh besar dan menimbulkan krisis sosial, mereka akan ketakutan sekali, apalagi jika jawabannya adalah revolusi sosial. Dan memang dalam krisis tersebut, bagi gerakan buruh, revolusi memang satu jawabannya. Bagaimanapun juga para kapitalis tidak akan bergerak cuma selangkah. Mereka akan memulai serangan terhadap hak-hak demokratisasi para pekerja sampai pada tekanan represi para birokrat termasuk walau cuma dalam skala kecil, berkolaborasi dengan kelompok sayap kanan (yang cenderung moderat).

5. Leon Trotsky pemah menjelaskan alasan kemenangan dari sistem fasisme di Italia pada tahun 1922 dan di Jerman pada tahun 1933. Kemenangan tersebut sebagai akibat dari kegagalan kepemimpinan kelas pekerja/buruh dari partai komunis dan sosialis. Dalam revolusi Russia 1917 menunjukkan bahwa golongan kelas menengah tidak akan menang hanya karena reaksi. Jika organisasi-organisasi buruh saat itu mampu memperkuat program-program revolusioner mereka, maka krisis yang terjadi saatitu dapat mereka menangkan dan golongan kelas menengah akan terseret ikut melakukan perlawanan anti-kapitalis. Sama seperti saat Bolseviks memenangkan posisi yang menentukan bagi para buruh tani Russia.

Kekalahan fasisme hanya mungkin setelah kita selesai menganalisa kekalahan kapitalisme. Pertanyaan siapa yang akan memimpin akan terjawab dalam perjungan kelas mayoritas (kelas pekerja). Ini berarti partai sosialis harus mati-matian membangun kepemimpinan kelas pekerja . Tetapi jika para pemimpin dari gerakan buruh tidak mampu atau ragu-ragu untuk menyatukan seluruh pekerja untuk menggunakan seluruh kekuatannya maka golongan kelas menengah akan menjadi 'borok' dalam gerakan buruh dan mencari solusi lain yang lebih radikal.

Di Jerman Partai Komunis Stalinis (SCP) telah membawa malapetaka bagi partai sosial demokrat, dengan memposisikan partai sos-dem tersebut sama jeleknya dengan sistem fasisme. Akibatnya Partai Komunis menolak untuk mengorganisir front perlawanan bersama dengan partai sos-dem, satu kemenangan teror dari rezim Hitler.

Pada tahun 1940 Trotsky menulis, "Di seluruh negara dimana fasisme mencapai kemenangannya, kita telah mencapai kemenangan sebelum perkembangan dan kemenangan fasisme, yaitu kemenangan gelombang radikalisme massa, para pekerja, buruh tani miskin, dan borjuis kecil... Hanya setelah itu, gelombang lebih besar menjadikan fasisme menjadi gerakan yang besar. Fasisme hanya datang ketika kelas buruh menunjukan ketidakmampuannya untuk mengorganisir dirinya sendiritidak ada pengecualian untuk itu."

“.HARDCORE IS NOT FASHIO: ITS MORE THAN JUST MUSI IYE II

(BISB4 ISEWNUNAYSIP InjefaWi UCESENYAN UENUEYE) JdU Wa san! tidak OTO Hn ana di usaha pang aa rakyat. 3

| Ta - Tag Ank Pal 22) , F | EPA PR Lis Tr 2 P - f tr ya LIA " J 4 Y 2 V : 2 &

ga Ipa 2 Pam. maa PNG ANAN Dam REVOLUSI akan menyelamatkan rakya: dari perpecahan dan kelerasingan.

mempertahankan kekuasaan melalui diskriminasi rasial Sebuah tinjauan historis dalam perspektif diskriminasi ras terhadap etnis tionghoa

Rasialisme suka atau tidak, adalah satu kenyataan yang masih menghantui dunia ini. Seringkali ide tentang rasialisme itu sendiri teras begitu menyesakkan perasaan kita, manusia yang mengenal peradaban. Tapi belum kunjung jua datang masanya bahwa rasialisme di negeri ini terhapuskan. Sejak pendudukan VOC sampai saat ini, detik ini, diskriminasi ras masih merupakan masalah berat yang harus segera sesegera mungkin dipecahkan.

Perlu kiranya kita menengok pada catatan sejarah kita bahwa sebelum datangnya para merkantilis bersenjata dari Eropa, semua suku bangsa dan agama yang ada di negeri ini hidup perdampingan secara damai (peaceful coexistence)'. Keadaan ini disebabkan oleh adanya kepentingan bersama untuk mempertahankan kestabilitasan kawasan perdagangan. Semua pihak saling menyadari bahwa keadaan perang akan merugikan sekali secara ekonomi dan sosial. Hidup saling berdampingan secara damai ini memberi kesempatan penyerapan budaya-budaya di luar budaya asli satu masyarakat. Bahkan dalam beberapa kasus, perpaduan budaya ini telah demikian kuatnya sehingga kita malah memberikan pengakuan terhadap budayabudaya tersebut sebagai suatu budaya "asli", Perpaduan Budaya tersebut juga melatari perpaduan agama-agama, Sudah kita ketahui bersama-sama bahwa banyak mesjid yang mengambil arsitektur khas Hindu sebagi perpaduan atas arsitektur Islam sendiri. Demikian juga dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang semula untuk menyatukan semua agama-agama yang dianut dibawah Imperium Majapahit.

Dari kondisi di atas jelaslah kiranya bahwa ketidak 'akuran antar-ras dan agama bukanlah merupakan satu hal yang alamiah. Kalau itu terjadi pastilah itu hasil dari sebuah rekayasa sosial yang memiliki tujuan tertentu. Dan semua pihak yang merekayasa pastilah mempunyai niatan kusus, sehingga mereka perlu bersusah payah membangun perpecahan antar ras, suku dan agama.

Diskriminasi — Rasial sepanjang Pemerintahan Kolonial Belanda

Kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Asia membawa misi dagang yang penting, namun, karena mereka masih baru dan tidak memiliki kesempatan bersaing yang seimbang dengan pedagang dari bangsa lain yang telah lebih dahulu datang. Maka, tidak ada jalan lain selain melakukan penaklukan dan merampas kekuasaan di negeri-negeri Asia Tenggara yang akan dijadikan pasar mereka.

Keadaan yang "damai tentram" itu amat tidak menguntungkan bagi sebuah penaklukan. Karena itu, Kongsi Dagang Hindia Timur (VOC) melakukan politik devide et impera, adu domba, untuk melemahkan hubungan yang telah berlangsung di negeri-negeri Asia Tenggara.

Setelah para pedagang Belanda berhasil menguasai struktur kekuasaan politik di Indonesia, mereka pun harus memelihara kelanggengan tersebut. Dan cara yang mereka pakai adalah dengan mengadaptasi sistem adu domba, membuat dan memelihara permusuhan antar sektor di masyarakat. Mereka memberikan keistimewaan terhadap kaum tertentu. Dalam hal ini mereka memilih etnis Tionghoa untuk diberi fasilitas dagang istimewa. Ini adalah mutlak diperlukan agar kaum yang dirugikan akibat penganakemasan ini terbius untuk memusuhi kaum yang dianakemaskan, dan dengan demikian akan gagal mereka melihat pokok permasalahannya. Di pihak lain kaum yang dianakemaskan akan selalu merasa terancam dan membutuhkan perlindungan dari pemerintah yang berkuasa dan dengan demikian tidak akan berani menentang keinginan penguasa. Terlebih jika ada kerusuhan rasial, pemerintah akan menggunakan untuk membenarkan penindasan besarbesaran terhadap gerakan nasionalis yang menuntut kemerdekaan dengan alasan golongan inilah yang memicu terjadinya kerusuhan rasial.

MENGHANCURKAN RASISME BERARTI HARUS MELAWAN SISTEM TATA PEMERINTAHAN YANG DIKUASAI OLEH KAUM BORJUIS.

Pilihan atas etnis Tionghoa berdasarkan pada kemencolokkannya jika dibandingkan dengan etnis lainnya seperti: Arab atau India. Faktor kesamaan agama Islam-- telah membuat etnis Arab atau India lebih mudah membaur dengan para penduduk pribumi". Perbedaan ciri-ciri fisik dan kultural yang dicampur adukkan dengan agama telah menjadi alat hasut yang ampuh untuk menjaga rasa permusuhan di antara masyarakat.

Salah satu bukti yang mendasari kepentingan pemberian fasilitas istimewa ini sematamata hanyalah kepentingan dagang, adalah pembatasan-pembatasan terhadap etnis Tionghoa terhadap kepentingan perdagangan pedagang Belanda sendiri. Contohnya adalah pembantaian yang dilakukan oleh VOC terhadap etnis Tionghoa tahun 1740 karena dianggap akan melakukan pemberontakan, Mereka yang bertahan di Timur bergabung dengan Sunan Kuning (juga beretnik Tionghoa) untuk berperang melawan VOC dalam soal pergantian Paku Buwono II.

Etnis Tionghoa juga mendapat keterbatasan untuk bergerak. Setelah peristiwa tahun 1749, VOC mengeluarkan suatu keputusan yang disebut passenstelsel, yaitu keharusan bagi setiap orang Tionghoa untuk mempeunyai surat jalan (pass) khusus apabila mereka ingin bepergian ke luar tempat mereka tinggal. Dengan surat ini pemerintah dapat mengawasi aktivitas sosial kaum Tionghoa, mencegah terjadinya percampuran budaya (memelihara perbedaan rasisme), serta mencegah interaksi sosial, ekonomi, politik dengan penduduk lainnya. VOC juga mengeluarkan peratuaran yang disebut wijkenstelsel, dimana kaum etnis Tionghoa dilarang tinggal di dalam kota dan mengharuskan mereka untuk membangun satu perkampungan (ghetto) berupa pecinan untuk mereka tinggal.

Memang pemerintah VOC memberikan hakhak istemewa dalam perekonomian. Namun status sosial mereka tetap dipertahankan ditingkat necessary evil, kambing hitam yang sewaktu-waktu diperlukan untuk bemper dan saluran bagi ledakan-ledakan kemarahan rakyat atas penindasan ekonomi-politik yang mereka alami.

Diskriminasi Terhadap Etnis Tionghoa di bawah Pemerintahan Sukarno

Kemerdekaan Indonesia dari penjajah Belanda tidak secara otomatis kemerdekaan bagi etnis Tionghoa di Indonesi. Kerusuhan yang berbau rasial masih merebak dimana-mana. Posisi kaum etnik Tionghoa banyak diselamatkan oleh karya-karya John Lie (yang membantu menyelundupkan senjata untuk TNI yang baru lahir), Liem Koen Hian (BPUPKI), dan Yap Tjwan Bieng (PPKI). Sumbangan mereka membantu pandangan positif terhadap posisi politik etnik Tionghoa. Karena itulah banyak kaum etnis Tionghoa yang

terselamatkan selama revolusi Kemerdekaan 1945.

Pemerintahan Sukarno menjanjikan persamaan hak-hak sipil dan politik bagi etnis Tionghoa. Banyak warga mereka yang aktif dalam politik dan militer. Namun diskriminasi tetap saja muncul, lihat saja dalam UUD'45 tentang kesempatan untuk menjadi Pimpinan Nasional. Dan lagi, posisi ekonomi etnis Tionghoa masih menguasai perdagangan sehingga merupakan ganjalan bagi sektor masyarakat lain. Lalu, Sukamo menerapkan politik Benteng, tujuannya untuk mengembangkan usaha ekonomi bagi pribumi. Pemerintah melarang pedagang etnik Tionghoa untuk berdagang secara eceran dan grosiran, bahkan, Panglima Militer Jawa Barat melarang penduduk etnis Tionghoa untuk bertempat tinggal di pedesaan dengan memperlakukan PP No 10/59. Hal ini disebabkan karena Sukamo gagal memecahkan kesenjangan ekonomi secara adil kesetiap orang sehingga mengambil jalan pintas dengan menerapkan diskriminasi rasial terhadapa etnis Tionghoa.

Akibatnya, pecahlah kerusuhan rasial di beberapa tempat di Jawa Barat pada tahun 1963. Mulai juga terlihat kepentingan militer menjaga jarak sosial antara etnis Tionghoa dengan warga beretnis lain. Kepentingan ini bermula dari kedekatan pimpinan militer dengan pengusaha etnis Tionghoa semenjak masa politik Benteng, dari sinilah lahir istilah kabir (kapitalisbirokrat), suatu istilah yang merujuk pada penyelewengan kekuasaan oleh pejabat sipil atau militer untuk memperoleh akses ke dunia usaha,

Diskriminasi untuk Menjaga Kelanggengan Orde Baru

Pemberontakan PKI Pada tanggal 30 September 1965 yang gagal telah membawa akibatakibat yang buruk bagi etnis Tionghoa. Tuduhan RRC terlibat di belakang usaha tersebut telah membuat Baperki (organisasi massa etnis Tionghoa terbesar saar itu) yang dekat dengan PKI telah membawa kebencian yang membabi-buta terhadap etnis Tionghoa. Ditambah dengan sentimen terhadap kemakmuran yang dinkmati oleh warga beretnik Tionghoa.

Selain pembantaian yang berlangsung selama tahun-tahun gelap pasca 1965, rejiim Suharto juga secara terang-terangan melakukuan diskriminasi terwadap warga beretnik Tionghoa. Berbagai macam bentuk peraturan yang kesemuanya itu dalam bentuk keputusan presiden, dibuat untuk memberikan pagar pembatas agar jurang pemisah tetap terjaga lebar dan dalam",

Keputusan ini juga diambil Rezim Orde Baru saat memakai etnis Tionghoa dalam pengembangan kapitalisme, Ini didasarkan kuatnya jaringan dagang mereka selama berabad-abad. Selain itu rezim Suharto merasa yakin bahwa keuntungan yang diperoleh tidak akan digunakan untuk kegiatan kaum oposisi mengingat mereka selalu membutuhkan perlindungan dari amukan massa. Sentimen rasis ini dibutuhkan untuk mengontrol kepatuhan warga etnis Tionghoa terhadap Suharto. ingat mbry ba rasial juga memberikan legitimasi agi penekanan keamanan terhadap gerakan-gerakan oposisi'.

Jatuhnya banyak korban dalam pembantaian yang terjadi pasca G30OS, menyebabkan timbulnya trauma bagi etnis Tionghoa yang menjadikan phobia terhadap segala hal yang berbau politik. Phobia ini lebih dipertajam kembali setelah ada keputusan politik Suharto bagi etnis Tionghoa dengan memberikan status warga negara kelas dua di bidang politik dan hak-hak Sipil. Semisal, dalam pembuatan KTP, ada tanda khusus yang menunjukkan bahwa ia adalah warga etnik Tionghoa. Mereka juga dikeluarkan dari kesempatan masuk menjadi tentara dan kesulitan menjadi pegawai pemerintahan. Terlebih lagi dengan dibuatnya satu badan intelejen khusus yang bertugas mengenai "masalah Cina", namanya Badan Koordinasi Masalah Cina, suatu penamaan yang mengesankan bahwa etnis Tionghoa merupakan bahaya laten di Indonesia.

Lenyapnya kesempatan berpolitik ini menyebabkan mereka lebih menekuni dunia profesional, terutama jalur perdagangan dan pekerjaan "kerah putih". Pilihan ini semakin memperbesar jurang pemisah sosial dengan warga lainnya. Hingga timbul stereotype bahwa orang cina adalah warga dari kelas kaya. Hal ini juga menjadikan mereka sasaran yang empuk pemerasan dari berbagai aparat birokrasi , baik sipil maupun militer. Sudah menjadi rahasia umum bahwa begitu banyak pungutan yang dibebankan kepada etnis Tionghoa dalam pengurusan surat-surat resmi atau kegiatan di masyarakat. Begitu juga halnya dengan "pajak liar" dan pungutan "uang keamanan" yang dibebankan kepada Uusahawan beretnis Tionghoa.

Ketidakberdayaan atas pembatasan di bidang politik dan ekonomi, itu telah membuat mereka menjalin solidaritas di kalangan sendiri. Mereka berkumpul dalam satu wilayah pemukiman, dan akhirnya kantung-kantung — pemukiman — etnis — Tionghoa bermunculan di mana-mana. Ini menambah parah benang kusut yang harus diurai sebelum masalah diskriminasi rasial ini dapat dipecahkan. Hal ini makin memperkuat citra bahwa warga beretnik Tionhghoa adalah "orang asing" di masyarakat. Masing-masing pihak menutup dari kesempatan berinteraksi, satu syarat mutlak dalam komunikasi sosial. Diskriminasi rasial ini bagaikan menghadapi tembok labirin yang memusingkan dan tak tahu bagaimana pemecahannya. Padahal baik itu yang beretnik Tionghoa atau bukan, menghadapi penindasan yang sama yaitu secara politik dan ekonomi. Jika ada tembok pemisahan ini, maka kita akan menjadi saling berhadapan, saling bermusuhan

dan gagal melihat akar permasalahan yang sebenarnya.

Politik diskriminasi rasial terhadap etnis Tionghoa bagi Suharto memberikan dua keuntungan sekaligus. Pertama, ada kambing hitam untuk semua kesenjangan yang terjadi. Seakan-akan bukanlah korupsi besar-besaran dari Suharto dan antek-anteknya yang menyebabkan kebangkrutan perekonomian Indonesia, melainkan karena di Indonesia masih terdapat etnis Tionghoa. Kedua, rezim Suharto bisa memerah warga etnis Tionghoa untuk menyediakan dana bagi pembangunan sarana dan prasarana represi yang digunakan untuk menindas oposisi dan mencegah timbulnya gerakan demokrasi yang benar-benar kuat di Indonesia.

--Ester Indahyani Yusuf, S.H.

R.I. BOOTS, Jl. Pleburan 5, Semarang.

e-mail: [email protected]

Keterangan:

1s Denis Lombart, seperti dikutip oleh Alexander Irwan, yang menyatakan bahwa terdapat satu pengakuan terhadap pluralisme di kawasan perdagangan sehingga memungkinkan tidak terjadinya satu dominasi dari satu kekuatan dagang terhadap kekuatan lainnya.

2, Suku Palembang dan Betawi adalah dua contoh yang amat layak dikemukakan.

3. Kebanyakan etnis Tionghoa menganut kepercayaan leluhurnya (zenism), Kristen, ataupun Budha..

4. Keputusan — Presidium — Kabinet — no 127/Kep/12/1966 tentang pergantian nama Cina, Instruksi Presidium Kabinet no 37/IN/6/1967 tentang Kebijakan Pokok Penyelesaian Masalah Cina, yang berakibatkan penjatahan tempat dalam dunia pendidikan bagi etnis Tionghoa. Surat Edaran Presidium Kabinet RI no SE 06/PreskKab/6/1967 tentang penggantian istilah Tiongkok dan Tionghoa menjadi Cina, Keppres no 240 tentang Kebijakan Pokok mengenai WNI keturunan asing, Instruksi Mendagri no 455.2-360/1968 tentang penataan Klenteng, Surat Edaran Dirjen Pembinaan Pers dan Grafika no 02/SE/Ditjen/K/1988 tentang larangan penggunaan aksara Cina dalam penerbitan pers.

5, Menarik untuk membandingkan pola kambing hitam masa pemerintahan Suharto dengan pola adu domba semasa pemerintahan kolonial Belanda. Dalam setiap aksi politik yang melibatkan jumlah massa besar selalu diadakan provokasi untuk timbulnya suatu kerusuhan rasial (anti cina) yang kemudian selajutnya Gjadikan alasan untuk menekan secara politik terhadap kelompok oposisi yang dituduh mendalangi kerusuhan.

REFUSE Eyal O-2kg -815? O FATE (No. 3) LO NT-CD- . — ii ba Su Rough Pem Crast from Japan. Concept- -tape about Do-Tape 7DM K3 POSTFACH 1226 2DM/8$ 89527 GIENGEN ISDM/10$ GERMANY If you send small orders, I will send the rest of the postage back! The nang I DEKADENT - WACBHT ENDLICH AUF! '6 DM/4 Taka oo — : 5 songs from “96. Male/Female vocals! Comes in 2 Jis poster-cover! gg Pp IDEKADEN MPERUUTUS Split7” (97) CDM/45 PAN 1 GLOBAL HOLOCAUST,' TERMINAL DISGUST, DEKADENT, ST. AGNATIONS END, -wDEKADENT/DiiS II si (@oternational | JOBBYKRUST, A KD “with 57 bands!!! DROPDEAD, KF debut RUUTUS- FS. Notse Punk from Finnland P any XPEI YA . 3X DEKADENT: - Anseia 2m rat from Germany SOmt MOre NOISE .. from SI: Sp "7 DM/4,55 sr 1994! 20 pM/14$ 3

4, RUE DE PARIS —r) - - (— (— ( (—) S ra tadi - — Ha » (Tr) (— - - tadi ri — rena Ss S - ( beta - 2 Pan, 3G TRES » y (Derniers exempk: @.

Tens of millions of animals a year, unfortunate "enough to have been born with beautiful fur: coats, are ruthlessiy. trapped and killed or -imprisoned in fur factories for a mere fraction of their natural lifespans. Their skins are ripped. from their bodies to satisfyignorant vanity andto make fat profits for greedy people. ea # Sad st)

BLACIB0Oo:

Akhirnya, pada saat-saat terakhir sebelum fanzzine ini diphoto-copy untuk diperbanyak, interview yang kami tunggu-tunggu ini muncul juga. Berikut inilah interview tersebut, sebuah interview dengan band dari Yogyakarta, Black Boots. Kenapa kami tertarik memberikan interview pada mereka salah satunya adalah bahwa mereka sudah aktif mempropagandakan soal yang politis sejak lama, dan mereka juga aktif dalam gerakan nyata, dengan organisasi Taring Padi contohnya. Inilah sekelumit interview yang kami berikan melalui surat...

Halo Black Boots. Apa kabar? Tolong ceritakan sedikit mengenai band kalian. Halo juga, kabar kami baik-baik saja. Black Boots lahir pada tahun 16 sebagai komunitas bukan sebagai band Personelnya yang sekarang adalah Arya - gitar, Aris Manyul - vokal, Budi Bodhong - drum, dan Heri Kangkung - bass.

Saya tertarik dengan band kalian ini karena para personelnya aktif dalam pergerakan nyata, nggak cuma sekedar ceramah lewat lirik. Siapa saja dari kalian yang aktif dalam berbagai aksi langsung? Semua personel aktif langsung.

Lagu-lagu kalian liriknya sangat menarik, bisa cerita sedikit mengenai latar belakang pembuatan tema lirik? Lirik lagu kami merupakan refleksi real keadaan sosial yang terjadi di masyarakat.

Sekarang kita masuk kepada masalah punk di Indonesia. Bagaimana pendapat kalian tentang punk yan, jaann' cuma mabuk-mabukan, sama sekali tidak pernah melakukan aksi-aksi nyata, tapi lirik dan dandanannya sangat 'anarkis'?

Terserah mereka yang kerjanya hanya mabuk-mabukan, itu hak azasi dan pilihan mereka, tetapi akan menjadi nihil ketika mereka mengklaim atau menyebut diri mereka anarkis tanpa melakukan aksi-aksi nyata dan itu akan menjadikan mereka anarkis yang fatalis, yang hanya memberontak pada kemapanan hidup saja.

Pertanyaan berikut mungkin agak berkaitan dengan organisasi Taring Padi, karena saya melihat bahwa personel kalian aktif dalam organisasi tersebut. Bisa bercerita sedikit mengenai organisasi ini? Taring Padi adalah Lembaga Budaya Kerakyatan dimana lembaga ini punya komitmen kepada rakyat yang dimarginalkan serta ditindas. Taring Padi berdiri sejak tahun 1998 lalu dan pada bulan Desember ini akan berusia genap satu tahun. Gerak dari Taring Padi tidak hanya dalam kesenian saja, tetapi kami juga melakukan aksi ke jalan serta melakukan pendekatan langsung ke masyarakat.

Kenapa kalian memilih untuk bergabung dengan Taring Padi? Karena Taring Padi sesuai dengan jiwa para personel Black Boots, juga Taring Padi adalah tempat kami belajar bersama Untuk melakukan perlawanan yang sesungguhnya.

Mungkin kalian bosan mendengar pertanyaan soal politiknya pemerintah, tapi ini kan menyangkut hidup kita semua uga. Menurut pendapat kalian seberapa perlu rakyat mengerti soal politik? Kalau mungkin, rakyat perlu mengerti sebanyak-banyaknya mengenai masalah politik karena rakyat sebagai warga negara merupakan salah satu tindakan politis rakyat, sehingga konsekwensinya rakyat harus berperan banyak dan tahu serta berhak mengatur perkembangan politik negaranya.

Tapi kan sangat sulit untuk menyadarkan rakyat bahwa mereka juga perlu untuk tidak buta terhadap masalah politik. Contohnya dari komunitas punk sendiri, kebanyakan kan apatis, tidak mau tahu urusan seperti itu. Bagaimana kalian menyikapi hal tersebut?

Memang hal itu merupakan salah satu problem di negara ini dan itu juga merupakan salah satu keberhasilan bagi rezim kapitalis militeristik negeri ini. Tapi kita harus tetap optimis dan tetap teguh untuk melakukan perlawanan. Ini merupakan pekerjaan besar bagi orang-orang yang sadar untuk membangun dan membangkitkan sekeliling kita dari tidur panjangnya. Seperti apa yang kalian lakukan dengan fanzine ini, Kontaminasi Propaganda, ini merupakan salah satu media untuk membangunkan scene punk lokal dimana saja. Iya 'kan?

8 Untuk jadi buta politik. Padahal saya Ilhat di negeri asaln ber da masalah politis seperti contohnya . Ada k r soal ini

Kembali ke pertanyaan ke empat tadi, terserah mereka sendiri aja deh yang kerjanya hanya begitu tanpa melakukan sesuatu yang nyata. Sikap antipolitik disana dulu itu merupakan sikap perlawanan terhadap politik Unsich dimana mereka menolak keras untuk terlibat dalam salah satu partai, mereka juga tidak mau dikontrol dan diatur oleh salah satu partai politik. Jadi jelas bahwa skinhead pada masa itu bukan berarti tidak peduli pada politik. Buat para skinhead sekarang tinggal memilih saja untuk menjadi mana,

Rasis, yang berarti bahwa di negara manapun sikap dan tindakan ini merupakan bentuk politiknya negara Untuk memecah belah persatuan rakyat, dengan demikian bila kita bersikap dan bertindak rasis berarti bahwa secara tidak sadar kita telah ipolitisir oleh negara. Atau menjadi anti-rasis, yang di belahan dunia manapun sikap anti-rasis adalah berarti sikap humanis, mencintai sesama manusia tanpa pandang bulu, status, warna kulit, etnik, agama dan sebagainya. Berarti kita tidak dipolitsir untuk kepentingan negara melainkan tindakan ini merupakan tindakan politis kita terhadap kepentingan kemanusiaan. Nah, silakan memilih...

a r bahwa saat a 1 &! 1 ng berubah halu: bu: 1 a turisrata- : Kali 11

8. ? Kami pikir mereka sebenarnya adalah orang-orang yang pintar dan banyak tahu tentang skinhead rasis dan anti-rasis, itu Pilihan mereka, jadi biar saja mereka merasakan manfaatnya sebelum itu menjadi gerakan yang lebih besar...

la: ai kini Kk ih banyak | konflik-k di Indonesi kal semua itu? Karena saya pikir i ti ada kaitann' in permainan poli' ka |

Penyebabnya adalah karena belum terjadi demokratisasi sepenuhnya, jadi terjadilah isu-isu sara, ini juga karena tingkat feodalisme disini masih kuat. Penyelesaiannya? Bangun demokrasi dari diri kita dulu saja sendiri...

akah kalian mendapat masalah dengan beberapa perbedaan visi dari k. arkisme dan kon: leftist?

Bagaimanapun menurut kami, anarkisme adalah suatu cita-cita luhur yang utopis. Tapi kami tidak setuju jika anarkisme harus dilakukan tanpa ada kesiapan yang sifatnya mendasar. Tentang visi anarkisme bagi kami... no problem.

unya pandai tentang masa depan Indonesia

Wah, kami tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, dan kami kan juga bukan seorang negarawan yang harus menjawab hal seperti itu... hahaahaa...

ceh, Tim dan Papu El rapa daerah lain mi n Ik i h selalu menutup-nutupi i 'ebal 1 soal ini?

Kami mendukung sepenuhnya keinginan rakyat untuk meraih kemerdekaan bagi daerahnya. Masalah disintegrasi itu kan cuma istilah milik pemerintah saja. Apa kita masih akan tetap percaya pada pemerintah tersebut yang nyatanya sampai sekarang masih juga memperlakukan rakyatnya dengan semena-mena?

Menurut kalian apa punk itu sebenarnya? Apa ada hubungannya dengan konsep anarkisme? Punk bagi kami adalah sebuah ideologi, bukan suatu aliran musik. Dalam punk terdapat banyak sekali konsep-konsep anarkis, tetapi seorang anarkis bukan berarti selalu seorang punk.

Apakah kalian tidak berniat membangun sebuah organisasi perlawanan bagi kaum punk di Yogyakarta? Ataukah mungkin malahan sudah ada? Bila sudah ada, tolong ceritakan sedikit mengenai hal itu. Sebenarnya saat ini organisasi bagi punk di Yogyakarta sudah ada, salah satunya adalah The Last Palm Community. Ini adalah sebutan bagi komunitas yang sering berkumpul di depan benteng Vradenburg.

Tanggapan kalian soal masalah agama dan konsep sosialisme? Rakyat kan banyak yang hingga saat ini masih berpendapat bahwa sosialisme/komunisme itu adalah gerakan anti Tuhan karena terhegemoni kaum penguasa... Agama adalah kepercayaan manusia yang hidup di muka bumi ini atas dasar kitab suci dengan seluruh tatanannya yang baku Untuk mengkomunikasikan dengan yang namanya Tuhan. Sedangkan konsep sosialisme/komunisme adalah tatanan sosial masyarakat dalam politik dan ekonomi, jadi sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan masalah Tuhan.

Oke, apa rencana masa depan dari Black Boots? Tetap konsekwen dengan konsep kami!

Ha, pertanyaan Iseng, bagaimana bila kallan mempunyai pacar yang jadi seorang TNI? Oke oke aja... soalnya... ertdhgkytn yr,.p8 5423-"““

Makasih atas semua jawabannya. Ada kata-kata penutup? Makasih kembali... dadaaahh... Keep fight and protest! Anarki!... Hidup Rakyat!... Sorry, salam buat cewek-cewek Bandung!

Berikut diatas adalah interview dengan mereka. Kami menulis apapun sesuai dengan apa yang mereka tulis (interview Ini dilakukan melalui surat), tak ada sensor-sensoran disini. Terus terang kami ada sedikit ketidak setujuan dengan beberapa pendapat mereka yang mengatakan bahwa adalah hak tiap orang juga untuk memilih menjadi rasis. Memang benar bahwa itu adalah hak mereka untuk menjadi rasis, tetapi bagi kami bila seseorang memilih menjadi rasis, adalah hak kami juga untuk membenci dan memerangi mereka dengan segala cara baik melalui perang propaganda atau bilamana mungkin dapat juga dengan perang secara nyata. Dan bagi kami, seorang rasis adalah musuh yang tidak bisa dibiarkan untuk kemudian bisa menjadi gerakan yang lebih besar. Lalu bagi kami anarkisme bukanlah sebuah sesuatu yang utopis asal disiapkan secara mendasar, ingat peristiwa revolusi Spanyol 1936? Lalu Italia pada sekitar tahun yang sama? Kronstadt 1917? Hongaria 1956? Dan masih banyak contoh peristiwa lainnya yang sangat kental dengan berdasarkan prinsip-prinsip dari anarkisme. Tapi beberapa perbedaan tersebut tidak membuat kami berubah sikap. Kami tetap respek dan mendukung segala aktifitas mereka karena kita semua tetap mempunyai musuh yang sama bukan?

Oh ya, mereka belum menerbitkan rilis sendiri, tetapi lagu-lagu mereka dapat ditemukan dalam beberapa kaset kompilasi lokal. Hubungi mereka bila anda ingin mengetahui lebih jauh soal band ini

Sedikit berita update dari organisasi Taring Padi...

Pada tanggal 15 Oktober 1999 lalu, bertepatan dengan Hari Pangan sedunia, kelompok Taring Padi dan sejumlah pernuda yang tergabung dalam Komite Perjuangan Rakyat Untuk Perubahan (KPRP) Yogyakarta bersama-sama dengan para kaum petani menggelar aksi bersama dengan mengangkat issue menolak pestisida, karena selarna ini pestisida dinilai hanya menguntungkan kaum kapitalis tetapi merusak lahan pertanian. Aksi tersebut didukung pula oleh Forum Petani Mitra Tani Yogyakarta, ditandatangani oleh 260 orang petani dari enam kabupaten di Yogyakarta dan Jawa Tengah serta 26 LSM. Panjang umur kaum tani!

Kontak BLACK BOOTSITaring Padi/The Last Palm Community: Jl. Gampingan no.1 (eks-kampus ISI), Yogyakarta, Indonesia.

disaat aksi menjadi sesuatu yang penting...

ai 0 AT, Tan, S

2 aat-saat belum lama ini, kekuatan rakyat

ampaknya sudah mulai tergalang dengan cukup baik. Rakyat mulai terbiasa dengan kegiatan-kegiatan aksi-aksi massa yang terorganisir. Rakyat mulai melihat bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan sistem yang berlaku saat ini. Semenjak peristiwa tumbangnya Suharto, hingga peristiwa aksiaksi massa secara besar dan bersifat nasional dalam usaha pencabutan UU PKB belum lama ini, bahkan hingga hari inipun aksi-aksi massa masih juga digalang di beberapa daerah.

Aksi-aksi massa tersebut dapat dijadikan sebuah indikasi bahwa rakyat mulai sadar bahwa kekuatan sebenarnya ada di tangan rakyat sendiri, . bukan ditangan pemerintah. Hal inilah salah satunya yang menyebabkan | | | dil para penguasa korup mulai panik. Dengan segala cara, pemerintah demi mempertahankan kepentingannya sebagai pemilik modal berusaha » memberikan ilusi-ilusi yang digunakan untuk meredam kesadaran rakyat yang semakin memuncak. Kesadaran rakyat harus diredam atau kedudukan mereka akan terancam yang dengan demikian berarti mereka tidak akan A J mampu lagi meraup profit dari rakyat yang akan terus berjuang demi mempertahankan haknya. Salah satu cara agar rakyat melupakan IT dl masalah kesadaran yang sedang tumbuh adalah dengan memberikan ilusi dengan Li) cara menyelenggarakan Pemilu. Dalam Pemilu ini kesadaran rakyat dicoba untuk dibeli dengan uang yang berjumlah trilyunan rupiah dengan berkata S3 bahwa dengan Pemilu segalanya akan beres. Hanya ada satu solusi: Darimana pemerintah dalam negara yang sedang mengalami kehancuran

REVOLUSI! ekonomi ini memiliki dana sebesar itu? Dari uang saku mereka pribadi? Tidak. Karena bagaimanapun mereka tidak akan mau merugi sedikitpun juga. Mereka mendapatkan uang tersebut dengan meminta bantuan IMF dan Bank Dunia serta kapitalis-kapitalis internasional lainnya. Yang namanya hutang tentu saja ada imbalannya. Bagi para pemilik modal tersebut, diberikan imbalan berupa kebebasan lebih untuk menanamkan Usahanya di negeri ini. Tidak masalah bagi mereka siapa yang nanti akan menjadi presiden disini, selama itu tidak mengganggu kepentingan mereka dalam mengeruk profit di negeri ini. Suharto yang beberapa saat lalu mereka hujat sebagai diktator,

sebenarnya juga telah mereka dukung selama lebih dari 32 tahun. Hanya karena rakyat sadar bahwa ada yang tidak beres dengan Suharto, maka para pemodal tersebut berbalik memihak kekuatan demokrasi karena mereka anggap investasi modal pada Suharto dianggap sudah tidak aman lagi. Maka mereka berpura-pura baik dan ikut-ikutan menghujat Suharto. Bagi mereka selama investasi mereka aman dan menghasilkan banyak profit, tidak ada masalah siapa yang akan menjabat jadi presiden. Selama rakyat tidak ada yang mau menuntut, selama rakyat tetap menajdi apolitis, mau tunduk dan patuh serta tetap tidak peduli pada sesamanya walaupun harus banyak yang miskin dan mati karena tidak mampu menopang hidup, investasi mereka tetap aman. Dengan Pemilu itulah awal pengilusian massa rakyat dimulai. Potensi kebangkitan kekuatan kesadaran rakyat yang akan menghasilkan perlawanan massa harus dimandulkan.

Apa yang pemodal dunia itu lakukan adalah cukup dengan menunggangi presiden yang terpilih. Asal mereka bisa menanam modal apa salahnya bagi mereka? Menko Ekuin yang baru terpilih, Kwik Kian Gie segera melobi wakil IMF untuk Asia-Pasifik, Hubert Neiss untuk mengucurkan dana pinjaman bagi Indonesia. Neiss ini sebelumnya selalu bekerja sama dengan erat bersama Suharto dulu, lalu dia pulalah yang mengususikan agar subsidi-subsidi bagi rakyat (listrik, BBM, pupuk, telephone, dil) dicabut yang berarti harga kebutuhan pokok rakyat akan melonjak naik. Karena sudah ada usaha yang giat dari Gus Dur untuk menyetujui syarat-syarat yang diajukan oleh Neiss, maka pada tahun 2000 nanti rencananya dana pinjaman akan mengalir. Bagi Neiss, yang penting para perusahaan korporasi transnasional dapat menanamkan modal disini, peduli amat rakyat negara ini mau mati kelaparan atau banyak yang menjadi pengangguran. Bukankah tujuan mereka adalah adalah mencari pasar baru dimana produk mereka harus dipasarkan? Dengan kebebasan menanamkan modal inilah maka pasar baru akan diraih dengan mudah.

Selarna ini, para pemodal tersebut telah bersamasama militer Indonesia dan para pejabat, menggusur tanah para petani demi pembangunan pabrik mereka, menembaki rakyat yang ingin menyampaikan pendapatnya, merusak Ingkungan alam dan menaikan harga-harga kebutuhan pokok seenak mereka sendiri. Mereka bekerja sama dengan birokrasi pemerintah agar usaha penanaman mereka menjadi legal dan dilindungi undang-undang, dan dengan militer agar perusahaan mereka aman dari berbagai aksi rakyat (ingat kasus-kasus pemogokan buruh dimana buruh bukannya berhadapan dengan pemilik pabrik, melainkan dengan moncong senjata. Lalu ingat pula siapa yang melindungi perusahaan Freeport di Papua dengan membantai rakyat yang protes. Siapa yang membunuhi rakyat saat melindungi perusahaan multinasional, Mobil Oil di Aceh, dan banyak kasus lainnya dimana militer melindungi kepentingan para pemilik modal). Dan dengan mengalirkan pinjaman kemari, mereka akan lebih leluasa lagi untuk bertindak seperti contoh diatas seenak mereka tanpa mempedulikan nasib rakyat.

Masalah hutang ini sebenarnya bukan lagi sekedar masalah pinjaman uang saja, melainkan sudah menjadi masalah penjajahan suatu negara oleh negara lainnya. Dimana negeri kita semakin banyak meminjam uang, semakin bebaslah para pemodal dari negara imperialis untuk mengatur jalannya tata kehidupan di negeri ini. Penjajahan secara ekonomi akan semakin kuat dan disahkan oleh berbagai undang-undang. Dan dalam semua penjajahan akan sama saja kejadiannya, yaitu rakyatlah yang jadi paling menderita. Para penguasa tidak akan hidup menderita karena mereka dibiayai oleh para penjajah tersebut selama mereka tetap tunduk dan patuh serta dapat mengendalikan rakyatnya agar tetap tenang walau apapun yang terjadi. Siapa yang menderita nanti saat semua perusahaan korporasi Intemasional yang bermodal besar dapat menanamkan kakinya di Indonesia? Pedagang-pedagang lokal yang bermodal pas-pasan. Siapa yang akan menderita bita para pemodal besar tersebut membutuhkan profit yang lebih besar? Buruh-buruh lokal yang bekerja di perusahaan-perusahaan tersebutlah yang menderita karena ditekan upahnya seminim mungkin. Siapa yang harus mengalah saat daerah tempat tinggal kita akan dijadikan lahan perusahaan bagi para pemodal? Rakyat yang menjadi penduduk di daerah tersebut. Dengan kata lain, bagi rakyat tidak akan ada untungnya negara meminjam hutang sebesar apapun pada para pemilik modal internasional tersebut. Nasib rakyat malahan akan semakin terpuruk ke jurang kemiskinan.

menjadi penanam modal, pengeruk profit juga atas rakyatnya sendiri. Apa yang harus mereka lakukan adalah hanya menjaga agar rakyat tetap bodoh, tetap apolitis, apatis dan tetap tenang serta malas bergerak. Kalian pikir kenapa pemerintah ingin menggolkan UU PKB yang isinya sangat fasis tersebut?

Lalu timbut pertanyaan, mengapa pemerintah membutuhkan pinjaman sedangkan rakyat sebenarnya tidak menghendakinya? Alasannya jelas agar mereka dapat juga

Bukankah suatu yang aneh, apabila negara kita sebenarnya adalah salah satu negara di dunia yang kaya akan bahan baku, sumber daya alam tetapi justru negara kita juga yang menduduki peringkat atas sebagai negara termiskin dan penghutang terbesar. Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai bagian yang tertindas dalam negara setan ini? Tidak lain adalah bahwa kita harus mengerti akan adanya penindasan itu sendiri dan mulai menggalang kekuatan untuk melakukan perlawanan. Kita hanya akan bisa membuat kehidupan kita lebih baik hanya dengan cara mengambil alih kekuatan negara agar berada di tangan rakyat. Reformasi yang hanya membuat para elit politik, para borjuis nasional mendapatkan kedudukan di pemerintahan tidak akan ada gunanya bagi kita sebagai rakyat. Bukan para elit politik yang bisa membuat perubahan di negeri ini, melainkan rakyat sendiri. Kita sendiri yang harus menentukan bagaimana mengolah kekayaan alam yang ada yang hasilnya adalah demi kesejahteraan rakyat. Kita tidak membutuhkan hutanghutang dari IMF, World Bank ataupun WTO ataupund ari berbagai kapitalis internasional lsinnya. Apa yang kita butuhkan adalah kekuatan kita sendiri dalam menentukan taraf kehidupan kita sendiri juga. Kita harus menggalang dan mengorganisir kekuatan-kekuatan rakyat yang ada. Kitalah sebagai rakyat yang harus menguasai aset-aset penting di negeri ini, bukan para elit-elit politik dan kaum borjuasi nasional. Bukankah sudah terbukti bahwa dimana aset-aset penting dikuasai oleh para elit politik, rakyat akan tetap menderita. Suharto menguasai aset-aset penting negara, begitu juga dengan pemerintahan yang baru yang dengan mengucurkan hutang dari kapitalis dunia berarti pula menyerahkan aset-aset negara ke tangan kapitalis internasional. Apa yang tersisa bagi rakyat? Hanya limbah beracun, alam yang rusak dan harga-harga kebutuhan pokok yang terus melambung. Karenanya, kita harus mulai membentuk organisasi-organisasi rakyat, membentuk segmen-segmen perlawanan dalam tubuh rakyat sendiri dan terus memberikan penyadaran akan adanya penindasan, dimana kesadaran tersebut tidak akan dapat lagi diredam dengan ilusi-ilusi apapun dari kaum borjuis. Kita harus segera membangun kolektif-kolektif dan dewan-dewan rakyat (lihat contoh bentuk kolektif pada artikel Kemerdekaan Menuju Keberhasilan'). Hanya ada satu solusi... revolusi.

“Swallowing Shit 77EP Spiral # 13 kesan |

Mind blowing. brutal hardcore powerviolence from Canada's finest. All proceeds are split 50/50 between the Mirrar Clan who are opposing the destruction of their lands in Kakadu National Park by the proposed Jabiluka uranium mine sad

Canadian Indigenous Anarchist Youth organisations. $5ppd laa Ra

We have a heap of Jabiluka stickers, Save the Otways Stickers. Bowott Shell flyers, Boycott kimberly Clark flyers # loads more. How many copies do you want for distribution in your area?? When you write let us know anil KK we'll throw some copies in for you. aa Alternatively we can send you a hard copy of any flyer and you can copy & distribute them at will. Why distribute?? Because making things visual gets peopl' thinking!!! Slap up a buneh of Jabiluka stickers t6 let people know that there is delinite DI resentment against the proposod niine. Stick them up where you think they'll Ut staywe've seen stickers at. bus stops, crosswalks, phone booths, outside shops 'The only ami 1g your ama

THESE T SHIRTS ARE NOW AVAILABLE FOR SALE!! All money raised will go to the Jabiluka blockade!!!

3 : Indo is N Sunbleached.

NASIONALISME BERSALAH ATAS PERANG ANTAR NEGARA, BERSALAH ATAS SIKAP ANTI TERHADAP IMIGRAN, BERSALAH ATAS PEMBANTAIAN SUKU-SUKU PEDALAMAN, ATAS MUNGULNYA HEGEMONI PATRIOTIK DIMANA KAUM MISKIN HARUS BERANI MATI MEM PERTAHANKAN TAHAH KAUM BORJUIS SAAT KAUM MISKIN TERSEBUT SAMA SEKALI TAK MEMILIKI TANAH BARANG SEJENGKALPUN.

Pemah tahu apa itu nasionalisme? Nasionalisme adalah suatu faham yang mengatakan bahwa kesetiaan tertinggi dari tiap individu harus diserahkan kepada kebangsaannya. Dalam konteks ini kebangsaan adalah sama dengan negara.

Sangat jelas sekali bahwa tiap manusia yang hidup dalam ruang lingkup suatu negara, diharuskan memberikan segalanya demi negara, apapun yang dilakukan adalah demi bangsa, demi negara. Seperti harta benda, tenaga bahkan nyawa sekalipun karena didorong oleh suatu ikatan yang erat dengan tanah tumpah darahnya dan bangsanya

Tapi tanpa disadari, ini semualah yang menjadi akar dari fasisme dan rasisme modern. Dalam setiap kasus, nasionalisme yang dimiliki oleh suatu bangsa yang dijajah akan menimbulkan rasa keinginan untuk merdeka dari tangan penjajahan bangsa lain. Tapi juga yang terjadi dari setiap kasus, setelah sebuah negara memperoleh kemerdekaan, nasionalisme dari tiap bangsa akan menjadi suatu ancaman bagi bangsa lainnya karena nasionalisme dari setiap bangsa,

akan dilakukan. Sedangkan apapun yang dialami oleh bangsa lain —selain bangsa Inggris-- tidak perlu dipedulikan selama hal itu tidak mengganggu kestabilan nasional Inggris.

Pada abad pertengahan, — bentuk nasionalisme belum ditujukan kepada negara, tetapi kepada ras, golongan, agama, suku dan kerajaan. Seperti contohnya yang terjadi di Indonesia pada zaman penjajahan abad lalu, nasionalisme bangsa diarahkan bagi kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia, Raja dianggap sebagai titik puncak pemberian rasa nasionalisme di bumi karena dia juga dianggap sebagai 'yang paling benar". Lalu saat datang penjajah ke negeri ini, kerajaan-kerajaan itu tetap tidak bersatu. Selama suatu kerajaan tidak merasa ditindas oleh penjajah tidak perlu ada perlawanan kepada penjajah, walaupun kerajaan tetangga jelas-jelas ditindas, Yang berlaku adalah, selama itu bukan pada kerajaan saya, mengapa saya harus ambil pusing.

Contohnya, pangeran Diponegoro. Dia sebenarnya tidak ambil pusing tentang kekuasaan

NASIONALI APAKAH KITA MEMBUTUHKANNYA?

membuat tiap bangsa menjadi merasa ingin menjadi yang paling, yang ter-, yang sangat, dibandingkan dengan negara lainnya. Dan hal ini hanya akan menimbulkan suatu rasa keinginan untuk menguasai daerah lain, demi negara dan bangsa yang dicintainya.

Pada kasus nasionalisme negara Inggris, setelah revolusi industri terjadi, negara tersebut menjadi negara yang kuat. Tapi apa yang terjadi setelah Inggris menjadi negara yang kuat? Imperialisme Inggris! Inggris memulai penjajahannya dari barat hingga timur dengan semboyan 'right or wrong, its my country. Bagi Inggris, hal tersebut merupakan cetusan cita-cita nasionalisme bangsa yang berambisi untuk menjadi negara yang terkuat, negara yang paling makmur dan bangsa yang paling dihormati di dunia. Demi bangsa, demi negara, apapun

Belanda yang ada di sekitar daerahnya (saat itu Aceh sudah mulai bergolak melawan Belanda). Tapi pangeran Diponegoro baru bergerak melawan saat daerah kekuasaannya pribadi hendak diduduki oleh Belanda. Jadi apa yang terjadi adalah, bukan rasa keinginan untuk merdeka dari penjajahan atau rasa ingin menghapuskan penindasan, atau juga keinginan untuk memerdekakan Indonesia, bukan, melainkan yang timbul adalah rasa marah akibat daerah kedudukannya (daerah nasionalnya) hendak diduduki Belanda. Seandainya saja Belanda tidak berniat menduduki 'daerah nasional" milik Diponegoro, biar Belanda menduduki semua daerah disekitarnya, dia tidak akan peduli.

Lalu pada kasus nasionalisme Indonesia lainnya setelah era 'kemerdekaan'. Negara Indonesia yang 'katanya' menganut faham anti-sosialisme, merasa dirinya terancam oleh merdekanya Timor yang sedianya akan menjadi sebuah negara sosialis. Maka dilancarkanlah operasi militer untuk menduduki Timor (pada tanggal 7 Desember 1976). Tidak peduli berapa rakyat Timor yang harus dibunuh, yang penting negara Indonesia aman dari negara tetangga yang berasaskan sosialisme. Demi Indonesia, rakyat Timor harus mati. Belum lagi seperti beberapa saat yang lalu, rakyat di nusantara ini dijejali isu-isu nasionalis yang menghasut agar kita membenci Australia hanya karena peristiwa pembakaran bendera Indonesia disana. Kita tidak pernah diberitahukan apa sebenarnya latar belakang peristiwa tersebut, kita hanya dihadapkan pada peristiwa pembakaran bendera nasional. Lalu dihasutiah kita dengan dikatakan bahwa bendera yang dibakar berarti menghina Indonesia. Sementara rakyat terhasut isu nasionalis tersebut, maka semua lupa pada masalah sebenarnya di negeri ini seperti dimunculkannya UU PKB (yang sebenamya berbahaya bagi rakyat kita, sementara pembakaran bendera itu tak ada bahayanya pada rakyat disini).

Lalu pada kasus Aceh. Demi kekayaan negara Indonesia, negeri Aceh harus terus menjadi daerah milik Indonesia (ingat daerah Arun yang kaya akan minyak buminya) tak peduli berapa nyawa penduduk yang jadi korban. Hal ini serupa dengan yang terjadi di Papua Barat. Demi mempertahankan daerah yang kaya bahan tambang tersebut, tidak peduli berapa nyawa yang harus dibantai bukanlah sebuah persoalan. Demi nasionalis kita, berapapun nyawa melayangg tidak jadi soal.

Banyak juga dari kita, yang tidak tinggal di daerah tersebut yang berpendapat, lepasnya daerah-daerah tersebut dari Indonesia adalah sebuah bentuk penghianatan. Kita tidak pernah mengerti mengapa mereka ingin merdeka. Yang kita pikirkan hanyalah bahwa hal tersebut merupakan pemecahan negara kesatuan Indonesia. Tidak peduli rakyat dibantai oleh tentara, yang penting Indonesia tidak pecah

Tapi hal itu tidak bisa kita salahkan mengingat bahwa sudah sejak sekolah tingkat terdasar, kita semua selalu dicekoki dengan berbagai macam propaganda — nasionalisme

Indonesia (antara lain lewat lagu-lagu wajib yang harus dihafalkan oleh tiap siswa). Dan seperti juga kebanyakan propaganda penguasa yang selalu berhasil, pemerintah kitapun berhasil. Contohnya, saat ada kasus penggusuran tanah. Tidak peduli berapa rumah yang harus digusur berapa harga ganti yang diberikan, pokoknya demi pembangunan negara mereka (para penduduk) harus mau pindah. Bila ada yang menolak pindah, hal itu disebut melawan negara, disebut sebagai tindak pembangkangan bahkan subversif bila orang tersebut berusaha menyadarkan penduduk yang lain. Orang yang telah teracuni nasionalisme, pasti akan berkata bahwa 'si pembangkang' tadi memang bersalah, karena tidak mau berkorban demi negara (padahal seringkali proyek penggusuran tanah di Indonesia bukanlah demi kepentingan rakyat, melainkan demi memberi masukan baru bagi dompet penguasa). Kita dapat melihat, siapa yang mendapatkan keuntungan dari rasa nasionalisme.

Rasa nasionalisme selalu akan dipupuk kedalam diri kita oleh para penguasa. Tujuannya tak lain adalah agar rakyat mudah digerakkan, mudah diperintah sesuai dengan keinginan penguasa. Bukti yang nyata adalah bahwa penguasa tinggal berkata, "Demi persatuan dan kesatuan bangsa" maka semua rakyat akan menurut, tidak peduli bahwa sebenarnya kata-kata itu digunakan hanya untuk, ! membodohi rakyat dan yang mendapat hasil dari kepentingan itu bukanlah rakyat.

Apa yang harus kita lakukan dan sadari saat ini adalah bukan lagi melihat sebuah kasus dengan kacamata nasionalisme, melainkan melihat dengan sudut pandang yang nyata yang tidak terilusi oleh kata-kata 'nasionalisme', Kita harus mulai membebaskan pikiran kita pada batas-batas daerah, juga negara, maupun segala batasanbatasan yang dianggap tidak perlu. Nasionalisme hanya akan mengaburkan pandangan kita dari masalah-masalah sebenarnya yang kita hadapi (seperti kesadaran akan perlunya pengkontradiksian antara kelas masyarakat), mengaburkan kemampuan kita akan siapa musuh kita semua sebenarnya, dan menggantinya dengan pandangan-pandangan sempit yang bersifat kenegaraan, kebangsaan, sesuatu hal yang sebenarnya sangatlah tidak perlu.

Pada kesimpulannya, nasionalisme

BUKAN NASIONALISME TETAPI INTERNASIONALISME SOLIDARITAS INTERNASIONAL BUKAN NASIONAL hanya akan mengarahkan kita kepada: ketidakpedulian pada masalah individu lain diluar nasionalitas kita.

- rasisme (rasa benci kepada nasionalitas selain nasionalitas kita sendiri).

- sikap anti terhadap para (yejagas uebungues) uep imigran, yang seringkali atas alasan bahwa mereka merebut lahan pekerjaan penduduk lokal.

dan masih banyak sebab lainnya yang hanya akan menimbulkan konflik-konflik antar nasionalitas kita semua. Inilah saat bagi kita untuk mulai berpikir secara meluas, bukan hanya secara nasional.

Solidaritas internasional, bukan nasional

-B-homv/c/o alamat Kontaminasi Propaganda

REKAMAN & LITERATUR

KEBIJAKAN REVIEW DARI KAMI

Kami hanya akan mereview barang yang kami dapat. Kaami mereview apa saja, mulai dari kaset CD, piringan hitam, buku, majalah, fanzine, pamphlet, atau literatur-literatur lainnya baik musik ataupun non-musik. Dalam mereview buku, tak ada batasan bagi kami untuk buku apapun. Tetapi dalam mereview kaset atau produk rekaman, kami hanya akan mereview sedikit saja (tidak sebanyak literatur) dan kami hanya akan mereview rekaman dari band-band yang politis, yang mempunyai pesan serius, tidak hanya band-band yang menyanyikan soal gadis-gadis, alkohol, atau hal-hal — sejenisnya. — Siapapun — dapat berpartisipasi dengan mengirimkan stuffnya. Tiap kontributor akan mendapat satu edisi majalah ini gratis dimana stuffnya direview beserta beberapa leaflet/flyers-flyers propaganda. Ingat, hanya bagi band-band yang serius.

AGAINST #1 (gratis/Daniel Winiarek/Terebelska 66/12/21500 Biala Podl./Poland) Newsletter dari seorang aktifis punkanarkis di Polandia. Penuh info, band-band anarkis dan berbagai kolektif di Polandia juga sedikit review. Cukup informatif. Sayang tak ada artikel sedikitpun juga...

Oleh Frank Fernandez ($1 ppd/Monty Miller Pressipo box 92, Broadway 2007, Sidney) Tinjauan situasi di Kuba dan sisi historis dari perjuangan anarkis disana sejak mulai abad-19 hingga kini dibawah pemerintahan Fidel Castro. Issa, vokalisnya band Discoriot (Purwokerto) rasanya perlu membaca ini sebagai bahan referensi dan diskusi.

INDONESIA DAN KAPITALISME INTERNASIONAL Oleh Gatot Prihandono (Rp.500-perangko(?//Stay Real Press/po box 6407 BDCD, Bandung 40000) Yeah! Katanya sekarang kan era Indonesia baru, di sini dibahas tentang pandangan bagaimana caranya melepaskan ketergantungan negeri ini akan kapitalis internasional. Diterangkan juga disini mengenai masalah kenapa negeri ini sebenarnya kaya tetapi rakyatnya menderita. Bagi kita yang hidup di negeri ini sebaiknya baca ini selain cuma mengeluh terus soal krisis ekonomi. Karena suatu saat nanti akan muncul krisis lagi kalau kita tidak berusaha bertindak.

INTERNATIONAL STRAIGHT EDGE BULLETIN #25 ($3 ppdYann Boisleve/BP 7523, 35 075 Rennes Cedex 3, France) Ini saya dapatkan dari kiriman editor majalah ini yang juga merupakan teman baik saya. Majalah sXe yang mengulas scene internasional. Interview dengan Redencion 9-11, Bridgewell Hospital, scene report dari berbagai negara dan banyak review. Bagi yang berpikiran sempit, tidak perlu baca majalah ini karena isinya cukup banyak yang mengarah kepada soalan agama yang dilihat dari sudut pandang penulisnya yang seorang atheis. Buat para sXe, fanzine ini mengajarkan juga bahwa menjadi penganut sXe bukanlah alasan untuk menjadi seorang apolitis, lihat di kovernya ada logo “circle A' dan didalamnya ada artwork seorang sXe dengan logo 'palu-arit! Yeah!

Oleh Dolly dan Jack (Rp.300-perangko/Dolly/Werda 20 Ujung Surabaya) Hei, ini bukan newsletter dari kami, cuma namanya saja yang hampir sama. Newsletter 4 halaman. Isinya cukup bagus dan menarik, hanya sayang saya sekarang sudah tidak setuju lagi dengan konsep anarkis-tanpa kekerasan. Saya pa kadang kekerasan diperlukan.

" ($5 ppd/Coalition Records/Hugo De Grootstraat 25, 2518 EB Den Haag, Netherland) 13 lagu dari band sXe Belanda. Seperti juga judul rekaman ini, musiknya ya begitu. Berisik, keras, kasar dan cepat. Saya tidak yakin apakah para sXe lokal sini bisa menerima musik tipe ini. Liriknya juga tidak seperti tipikal lirik kebanyakan band sXe Amerika yang bercerita tentang hidup bersih dan persatuan melulu, melainkan lebih politis (makanya ini saya review). Mutu rekaman tidak begitu bagus, tetapi malahan menjadi tambah keren, kasar. Top. Saya dengar band ini band komunis...

LOS CRUDOS ! SPITBOY split LP ($5 ppd/Ebullition/po box 680, Goleta, CA 93116, USA) 11 lagu dari Los Crudos dari "Viviendo Asperamente'. Hardcore yang sangat berisik! Lirik

Sos-pol dan dalam bahasa latin. Ah, personel band ini juga seorang sXe! Tapi tentu bukan tipikal sXe yang apolitis. Sementara Spitboy menawarkan 6 lagu saja. Ini bandnya Adrienne Drougas, kotumnis dari majalah anarko-punk yang terkenal, Profane Existence. Jadi dapat ditebak, bagaimana tema yang diangkat dalam lirik-liriknya. Ya, sangat feminis.

Tapi bicara soal feminis, disini tidak seperti pandangan dari kebanyakan kaum-kaum feminis di Indonesia yang selalu mempermasalahkan terus soal bagaimana cara berpakaian seorang wanita (fuck fashion!), melainkan lebih condong kepada anti sistem patriarki-nya. Haloo, ada pembaca yang mengaku feminis? Coba cari rekaman ini lalu bicaralah yang lain, tidak cuma soal penampilan dan kesopanan tai anjing!

LOUD FREAK AND #2 (Rp.6500 ppd/Toto/JI.Golf D2-18 RT 01 RW 11, Cisaranten Binaharapan, Ujung Berung, Bandung 40294) Edisi kedua. Ada peningkatan mutu dibanding edisi pertama. Interview dengan Puppen, Blind To See dan Yayat dan interview penuh humor dengan band Epita Peron, Ada banyak artikel menarik, cuma saya keberatan dengan beberapa tulisan yang menyudutkan anarkisme.

OINKI #5 ($6 ppd/po box 27813, Washington DC 20038- 7813, USA) Koran Oi! yang didedikasikan bagi skinhead. Tapi saya pikir, sudah cukup scene ini dijejali dengan sampah-sampah apolitis. Tampaknya seperti koran inilah yang telah membuat skinhead-skinhead disini jadi bangga menjadi seorang yang buta politik. Harga $6 untuk koran ini, rasanya terlalu mahal dan saya anggap buang-buang duit. Tidak membuat saya berpikir lebih luas. Sorry...

Oleh Soe Hok Gie (?Nayasan Bentang Budaya/Sambilegi Baru n0.35, RT-01 RW-53, Yogyakarta 55282) Buku ini mengupas secara bagus mengenai pemberontakan PKI di Madiun pada tahun 1948. Juga mengupas tentang bagaimana komunis juga punya andil besar dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia. Diulas juga mengenai bagaimana komunis itu sebenarnya tidak anti-Tuhan seperti yang diarjakan guru-guru di sekolah kita. Laju cerita juga enak dibaca, seperti sebuah novel sejarah. Buku ini saya rekomendasikan sekali. Cari di toko-toko buku.

($5 ppd/Blackened Distribution/po box 8722, Minneapolis, MN 55408, USA) Majalah lama bagi anarkis-punk internasional. Edisi kali ini lebih tebal 12 halaman daripada biasanya. Isinya juga lebih bermutu daripada biasanya yang terlalu banyak membahas soal musik saja. Kali ini ada artikel soal Mumia Abu Jamal ditulis oleh aktifis MOVE, beberapa interview band yang aktif dalam direct action seperti Sin Dios, Coprofilia, juga interview dengan organisasi London Greenpeace. Statement dari Zapatista dengan sedikit update soal situasi di Chiapas saat ini. Perdebatan soal diy antara band Boycot dan Epitaph. Banyak juga artikel sosial-politik non-musik yang bila majalah ini dibaca oleh para punk lokal, bisa dipastikan artikel sos-pol ini akan dilewatkan begitu saja. Biasa, punk-punk lokal kebanyakan kalau melihat majalah 'kan cuma mencari bagian bandnya saja, sedangkan bagian-bagian yang pentingnya dilewat... Majalah ini bagus untuk crusties dan punk-punk anarkis, tapi hanya bagi yang

mau belajar. Bagi punk yang cuma ngerti mabok, sorry...

REFLECTIONS #12 ($5 ppd/de nijverheid 30, 7681 md vroomshoop, Netherlands) Majalah yang mendukung gaya hidup poison-cruelty free. Hidup positif. Edisi tribute untuk band 7 Seconds, interview dengan Kevin Seconds. Interviewnya bagus-bagus cuma sayang saya kurang akrab dengan band-bandnya karena ini bukan tipe musik yang saya sukai, tapi hal ini tidak mengurangi rasa ketertarikan saya karena ini justru menambah wawasan saya. Ada interview menarik dengan Culture, juga artikel mendidik soal veganisme, anti-obat bius, dan artikel bermutu soal pertentangan masalah kolaborasi band diy dengan mayor label, kolom-kolomnya juga menarik. Untuk yang tidak terlalu akrab dengan konsep poison-cruelty-free ini bisa turut membuka pikiranmu, dan bagi para penganut ideologi sXe ini Imejalah yang bagus. Viva positive yan!

($12 ppd/ Coalition Records/Hugo De Grootstraat 25, 2518 EB Den Haag, Netherland) Kumpulan dari beberapa rekaman antara tahun 93 hingga 95. 23 lagu hardcore/punk politis. Ada beberapa lagu dalam bahasa Belanda. Hei, ada lagu yang menghujat Shelter! Oh ya, ini band sXe juga. Musiknya biasa saja, tetapi apa yang menarik adalah bahwa ternyata band ini band komunis. Sepertinya ada fenomena baru di Eropa saat ini, yaitu maraknya band-band sosialis/komunis dari kalangan sXe. Entah apa sebabnya ...tapi itu bagus. Dan rekaman-rekaman dari band ini saya rekomendasikan!

SINDIKAT BERONTAK #2 (Rp.750“perangko/Last Palm Community/Jl.Gampingan — not eks-kampus ISI, Yogyakarta) Newsletter anarkis. Isinya bagus, ada artikel soal rasialisme yang bagus. Juga ada interview dengan band Something Wrong, Atret, Teknoshit, Captain Oi. Untuk para drunk-punk yang kerjaannya cuma bisa teler terus, baca artikel di halaman terakhir. Hayoo...

SUB CHAOS #3 (?/Jack atau Aik/JI.Simpang Darmo Permai Selatan XI no.36, Surabaya 60226) Akhirnya saya dikirim juga. Makasih Jack! Ada peningkatan isi dalam edisi ini, maksud saya mutunya. Interview Atret, Penjahat, United Smokers, Antiphaty. Hei, ada artikel saya juga! Juga ada beberapa artikel soalan kapitalisme dan revolusi, Tapi kenapa lirik demo band saya di-reprintnya tidak bilangbilang? Ya, tidak apa-apa sih, cuma alangkah baiknya apabila bilang dulu. Usaha yang bagus dari Surabaya.

SLUG LETTUCE AND #58 ($1.50 ppd atau 3 IRC/Christine Boarts/po box 26632, Richmond, VA 23261-6632, USA) Majalah (koran?) ini selalu muncul dengan artikel-artikel yang sangat menarik. Kali ini artikelnya mengulas soal veganisme yang ternyata berhubungan dengan usaha penyelamatan bumi. Baca juga editorialnya kali ini menceritakan soal obsesi editornya untuk mempunyai tempat tinggal di pedesaan. Tidak ketinggalan reviewreview yang menarik. Sayang kali ini agak tipis dari biasanya. Tapi hal ini tidak mengurangi kualitas isi yang tetap menarik. Sangat direkomendasikan!

TERROR NULLIS COMIX ($2 ppd/Barricade Komix/po box 199, East Brunswick 3057, Melboume) Kumpulan dari banyak komik-komik pendek, yang kalau kita lihat sepintas tidak menarik karena tipe dari gambar-gambarnya yang yang sangat terkesan seenaknya. Tapi ada satu nilai lebih daripada komik-komik lainnya, yaitu tema-tema ceritanya yang tidak lain adalah propaganda anarkis. Top! Scene kita rasanya perlu komik seperti ini karena rata-rata mereka malas membaca... Atau karena merasa sudah pintar?

IHE KRONSTADT. UPRISING OF 1921 Oleh Lynne Thorndycraft ($1 ppd/Left Bank Books/1404 18th Ave, Seattle, WA 98122) Pamphlet sejarah pergerakan revolusi anarkis di Kronstadt, Russia. Sebuah pembeberan fakta sejarah dimana rakyat disana memberontak terhadap kekuasaan Lenin sekaligus kekuasaan Tsar. Inspiratif bagi pergerakan para anarkis, tapi jangan ditelan mentah. Diskusikan.

141 #4 ($2 IPARTIpo box 1055, Culver City, CA 90232-1055, USA) Jurnal dari aktifitas antirasis beserta pendidikan dan riset. Kali ini memuat artikel

soal teror anti-aborsi, Mumia Abu-Jamal, hubungan CIA dengan kasus-kasus obat bius, dll. Koran ini bagus sekali bagi pendidikan masalah rasisme. Diterbitkan oleh PART (People Against Racist Terror) organisasi anti rasis yang sangat aktif. Buat yang ngaku-ngaku anti-rasis, baca ini,

WAR CRIME #11 ($2 ppd/po box 2741, Tucson, AZ 85702, USA) Majalah punk yang banyak bercerita soal politik. Kali ini mengulas aksi mogok makan Barry Horne seorang punk aktifis ALF di penjara, interview Kathleen Hanna -- seorang radikal feminis dan eks-vokalis Bikini Kill, Mumia Abu-Jamal, tour pembebasan primata, dll. Ini pelajaran untuk scene kita tentang bagaimana sebagai punk/hc, kita seharusnya bertindak aktif, tidak cuma nongkrong dan teler saja kerjaannya. Sayang, desain sampul tidak menarik

2... aa... 9 000ah NN 0oc0002 ..... Decay - Total Decay : Full Of Hate - Basi Brain Beverages Comp. Loud N Freaks “cine #2 dan literatur2x baru Maan gsegera beredar : Balcony - album baru Newsletter #2 : Timor Merdeka 8 Tigabelas "zine #3 eselamatan & £ Y Ru an Regara " 2 t Atjeh 1 Selang Paha AN terakhir kami silahkan kirim Rp.1500,- “Marcos is gay in San Fransisco. black in South Africa. Asian in Europe, a Chicano in San Isdiro. '| ke an Anarchist in Spain, a Paiestinian in Israel. an indegenious person in streots of San Cristobal. a gang member in Neza. a non-conformist student activist in Indon ajowin Germany. an ombudsman in Departimen of Defense. a feminist in in political party. a communist In Stay Real post-Cold War perlod. ot vords, Marcos is every untolerated. oppressed. exploited minority that is resisting and saying 'enough..!!!", Ho is every minority who is beginning to speak "8g andiisten. Everything that makes power and good consciences of those in power feel PO.BOX 6407 BDCD BANDUNG 40000 JAWA BARAT . Dk uncomfortable--That is Marcgs.. .... IE UP

TN, com 2xr/a the return of the x-men 7” & & com Soil 7”

D com 4 vitamin x sxe crew 7” com S5 guidingline showdown ep 7” com Gsoberesponse different path 7” com 7 x-men we won 'ttakepart 7" com S one more 7” com 9reaching forward pride ... 7" com 10 product x home team ep 7" coming in 1999

kids like us 7” vitamin x 7” inspire 7” v/a usa hc comp 7” h-street 7” oneinore 7” v/a international sXe comp 7"-box

al 7" $ 5 ppd worldwide XXX Write for wholesale prices or mailorder list XXX coming soon: Commitment-homepage

ment. Records: Klein Muiden 38 mera Ahabebrdad D IVE IVE KTOIVI ENI Phone 4 31-(0)294-253898

- . RED AR SE VELLW: S4 TEST Au #ROTS PETugi OX PRU: OLLTTOY 411, BAY LNG LL TO OUGANTsI NTuk DISTRIBUTOR, HUB 0.80K1262 80640912. Ka H Be ALBUM

GE VE nie KAN MENUJU " - - er na Pena BEE ai EDAN SEBERHASILAN

Oleh: Deirdre Hogan

(Reprint dari majalah Workers Solidarity no.56, edisi bulan Maret 1999)

Banyak orang yang saat mendengar perihal anarkisme, beranggapan bahwa sebuah tatanan masyarakat yang berdasarkan prinsip-prinsip anarkisme adalah hal yang tidak realistis, terlalu idealis dan naif - sebuah visi dari para penghayal.

Sangatlah sulit bagi masyarakat umum untuk membayangkan tentang sebuah tatanan masyarakat dimana institusi-institusi universal seperti bentuk negara, sistem pengadilan yang ada saat ini, polisi, tentara dan kebangsaan tidak eksis lagi.

Dengan memberikan sekilas pandangan mengenai bagaimana sebuah tatanan masyarakat akan berfungsi dengan berdasarkan kepada prinsip anarkisme akan sangat berguna apabila kita melihat kepada sebuah revolusi sosial yang pernah terjadi di Spanyol pada tahun 1936, dimana selama periode lebih dari dua tahun rakyat memegang kekuasaan penuh di tangannya dan berusaha membangun sebuah tatanan masyarakat lain yang berdasarkan kepada prinsip-prinsip anarkisme.

Ide-ide anarkis telah membangun kekuatannya di Spanyol sejak pertengahan terakhir dari abad ke19. CNT, sebuah serikat dagang anarko-sindikalis, dibentuk pada tahun 1910 yang pada tahun 1936 menjadi sangat kuat dengan memiliki keanggotaan sebanyak sekitar satu setengah juta orang. Pada saat itu, ide-ide anarkis kebanyakan diterima dengan kuat oleh kaum kaum petani. Dengan melihat fakta yang ada, sebenarnya sebelum saat terjadi revolusipun sistem kolektif telah dimulai di beberapa areal tanah di daerah pedesaan.

Pada tanggal 17 Juli 1936, di Morocco, Spanyol terjadi sebuah kudeta militer yang merembet hingga hari esoknya ke daerah semenanjung. Di kota-kota dan desa-desa para pekerja mengorganisasikan diri mereka sendiri untuk menggagalkan kudeta militer tersebut, Dan kita harus berterima kasih kepada mereka atas keberanian mereka dan juga inisiatifnya hingga revolusi kaum fasis di sepertiga daerah Spanyol dapat dihentikan. Rakyat pada saat itu tidak hanya berjuang untuk menghancurkan kaum fasis yang bertujuan merebut kekuasaan, tetapi mereka juga berjuang demi sebuah perubahan tatanan sosial di Spanyol.

Setelah kaum fasis dapat dikalahkan, milisi-milisi dari kaum pekerja segera didirikan tetapi dengan berdiri sendiri secara independen, tidak dibawah kekuasaan negara. Pabrik-pabrik di daerah perkotaan diambil alih oleh para buruhnya, di daerah pedesaan tanah-tanah garapan yang sebelumnya dikuasai oleh kaum fasis dan para simpatisannya, diambil alih juga oleh para petani. Di daerah zona kaum Republik yang berupa daerah pedesaan, dibawah pengaruh dari anggota-anggota CNT dan FAI (Federasi Anarkis Iberia), proses kolektifisasi meraih keberhasilan yang gemilang. Biasanya, para anggota dari CNT dan FAl-lah yang mengkoordinir pembangunan kolektifisasi dengan mengadakan pertemuan-pertemuan terbuka di desa-desa.

Dalam pertemuan-pertemuan tersebut, rakyat secara sukarela mengumpulkan apapun yang mereka miliki, seperti lahan tanah garapan, peternakan maupun peralatannya. Dalam hal ini, tanah-tanah tersebut termasuk juga tanah-tanah yang dimlliki oleh tuan-tuan tanah yang besar.

“Orang-orang yang tidak memiliki apapun untuk disumbangkan kepada kolektif tetap memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan yang lain."

Dengan segera sebanyak hampir duapertiga areal tanah yang ada telah berada dibawah kontrol kekuasaan kaum anti-fasis yang berhasil merebut dan menggarapnya secara kolektif. Secara keseluruhan dapat diambil perbandingan bahwa lima dari tujuh juta rakyat terlibat secara aktif didalamnya.

Struktur organisasi dan struktur kekuasaan dari kolektif

Unit terkecil dari setiap kolektif adalah berupa sebuah kelompok kerja, yang biasanya beranggotakan antara lima hingga sepuluh orang, tapi terkadang juga lebih. Setiap orang dalam sebuah kolektif diharuskan untuk bekerja semaksimal yang dia mampu.

“Kolektif-kolektif tersebut adalah berupa sebuah komunitas bebas dari kaum pekerja di desa-desa...

Kelompok-kelompok tersebut dibangun oleh rakyat antara kawan dengan kawan, atau tetangga-tetangga yang tinggal di ruas jalan tertentu, atau sebuah kelompok dari petani-petani kecil, petani-petani sewaan, atau Juga buruh-buruh harian."2)

Setiap kelompok menguasai tanah dengan sistem kolektif dan mereka bertanggung jawab penuh atas cara penggarapan tanah yang mereka miliki. Dalam setiap kelompok, dipilih seorang delegasi yang juga tetap diharuskan untuk bekerja sebanding dengan yang lainnya, Delegasi tersebut mewakili pandangan-pandangan kelompoknya dalam setiap pertemuan-pertemuan kolektif, Dari beberapa kolektif, dibentuk sebuah Komisi Administratif yang tugasnya mengadakan pertemuan antar delegasi dari tiap kelompok kerja serta membuat keputusan mengenai apa langkah yang akan diambil pada saat mendatang,

Komisi Administratif atau komite managemen tersebut bertanggung jawab atas jalannya kolektif dari hari ke harinya.

“Mereka bertugas mengawasi tiap pembelian barang, pertukaran dengan daerah lain, sistem pendistribusian hasil dan membangun kebutuhan-kebutuhan rakyat seperti pembangunan sekolah-sekolah.)

Anggota-anggota dari komite managemen tersebut dipilih dalam sebuah majelis dari seluruh partisipan dalam kolektif-kolektif yang ada. Majelis dari kolektif-kolektiflah yang memegang kekuasaan dalam mengambil keputusan-keputusan penting.

Selain itu dibentuk juga federasi-federasi dari kolektif, Di Aragon, sebuah federasi yang paling sukses berhasil dibangun, dimana didalamnya terdiri dari 450 kolektif yang beranggotakan setengah Juta orang. Disini dimapankan federasi distrik dan federasi regional.

Kolektif-kolektif yang berada dalam area yang sama bergabung untuk membangun sebuah federasi distrik yang dibentuk oleh delegasi-delegasi terpilih dari tiap-tiap kolektif. Federasi distrik mengontrol lumbung-lumbung dan gudang bagi tempat penyimpanan hasil-hasil produksi dari tiap kolektif, Federasi distrik tersebut juga bertanggung jawab untuk komunikasi dan transportasi antara desa-desa yang berafiliasi, serta mendukung kemajuan-kemajuan kultural dalam area tersebut,

Federasi regional, seperti contohnya Regional Federation of Aragonese Collectives dan

Regional Federation of Peasant, juga dibentuk yang terdiri dari beberapa delegasi dari tiap-tiap kolektif, Federasi-federasi tersebut dibangun untuk tujuan-tujuan tertentu yang beragam. Gunanya diantaranya untuk membentuk tim-tim tehnik yang mampu mengimprovisasi produksi-produksi hasil simpanan dan hasil agrikultural, atau juga memberikan pelatihan-pelatihan tertentu bagi kaum mudanya, mengumpulkan datadata statistik dari hasil produksi, membangun cadangan-cadangan regional, memberikan bantuan-bantuan kepada kolektif-kolektif.

Segalanya dibentuk atas inisiatif sendiri dari para petani. Walaupun saat itu pemerintah masih eksis, pemerintah tidak mempunyai kekuasaan.

“Hal tersebut melucuti organ-organ represif negara. Kekuasaan terbagi menjadi kepingan-kepingan yang tak terhitung diantara komite-komite revolusioner yang tersebar dalam ribuan kota dan desa yang mengambil alih kontrol atas tanah dan pabrik-pabrik, alat-alat transportasi dan komunikasi, polisi dan juga tentara. Perjuangan militer, ekonomi dan politik dijalankan secara independen, yang hal itu juga berarti sungguh-sungguh menjengkelkan bagi pemerintah."#

Kehidupan dari hari ke hari

Di sejumlah kolektif, makanan dan suplai-suplai lain yang digunakan untuk konsumsi lokal dilokasikan dalam gereja-gereja yang menjadi gudang yang ideal. Metoda distribusi lokal berbeda-beda antara satu kolektif dengan kolektif lainnya, Dalam beberapa kolektif, dilakukan penggajian pada tiap-tiap keluarga. Sedang dalam kolektif lainnya, anggota-anggota kolektif memutuskan untuk membayar tiap orang dengan gaji harian dengan jumlah yang telah ditentukan oleh kolektif. Pembayaran berdasarkan kepada kebutuhan-kebutuhan pokok yang diperlukan, bukan berdasarkan jumlah jam kerja,

Kolektif-kolektif lain malah meniadakan uang resmi negara dan pada saat yang bersamaan menggantinya dengan uang lokal atau kadang ada juga yang menggantinya dengan semacam kupon atau sekedar tanda bukti untuk pertukaran barang.

Kadangkala partisipan-partisipan dari sebuah kolektif dapat mengambil hasil lebih banyak daripada yang telah ditentukan, seperti roti, sayuran, buah-buahan dan dalam beberapa kasus kadang juga anggur (Muniesa) dan tembakau (Beceite), sebanyak yang mereka butuhkan dan tanpa batasan pasti. Kolektif-kolektif mengoperasikan peraturan dasar "untuk tiap-tiap kolektif ditentukan sesuai kebutuhan, dari tiap-tiap kolektif ditentukan sesuai dengan kemampuan"'.

Dalam semua kolektif, benda-benda atau barang-barang yang sulit didapat, dibagikan sebagai ransum.

“Tiap orang, apakah dia itu mampu untuk bekerja atau tidak, menerima sesuai dengan kebutuhannya untuk hidup tapi juga tetap disesuaikan dalam kemampuan tiap kolektif untuk menyediakannya.)

Usia-usia yang dianggap mampu untuk bekerja, berkisar antara 14 hingga 60 tahun. Dimana ada beberapa hari seseorang jatuh sakit, hari-harinya tetap dihitung selayaknya dia bekerja. Pada kaum jompo diberikan perhatian dan pelayanan yang layak, serta apabila memungkinkan dibangunkan sebuah rumahrumah khusus bagi mereka.

Peranan wanita dalam kolektif

“Wanita-wanita yang masih single bekerja dalam kelompok-kelompok kerja atau dalam hal pendistribusian. Bagi yang sudah menikah diberikan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, tetapi itu tetap tidak menjadi sebuah keharusan. Dan pada saat-saat tenaganya dibutuhkan, mereka juga turut menyumbangkan usahanya, Pada wanita-wanita yang sedang hamil diberikan pertimbangan-pertimbangan khusus. Yang pasti, tiap orang akan bekerja sesuai dengan kemampuan fisiknya.)

Saat kolektif melakukan pembayaran, kaum wanita secara umumnya kadang dibayar lebih rendah daripada kaum pria. Hal ini karena disesuaikan dengan fakta yang ada bahwa walaupun ada sejumlah kaum wanita yang berperan aktif dan ekstrim dalam revolusi di daerah perkotaan, kebanyakan di daerah pedesaan karena budaya tradisional, mereka tidak terlibat dalam peristiwa-peristiwa perubahan yang drastis. Dalam issue-issue newsletter ini berikutnya, kami akan berusaha menampilkan secara lebih mendetail mengenai peranan wanita dalam kolektif di Spanyol tersebut.

Bagaimana para individualis diperlakukan

Tidak seperti di Soviet Russia, sistem kolektif disini tidak dipaksakan untuk diterima oleh rakyat dan bagi yang tidak ingin bergabung dengan kolektif, dipersilahkan tetap bekerja tetapi dalam satu kondisi khusus yaitu bahwa: mereka dapat memiliki tanah tetapi hanya sebanyak yang mereka dan keluarga mereka dapat menggarapnya serta tidak diperbolehkan menyewa orang lain untuk menggarap tanah mereka. Orang-orang yang menolak bergabung dengan kolektif disebut kaum individualis.

Dalam memegang teguh prinsip-prinsip anarkis, ada sebuah perkataan yaitu bahwa tidak akan ada kemerdekaan kecuali semua orang juga merasa merdeka, Rakyat percaya bahwa semua partisipasi mereka pada kolektif berdasarkan kepada sikap suka rela, Kolektif-kolektif mayoritas berada di daerah pedesaan, mereka tetap memberikan usaha-usaha khusus untuk memberikan respek pada pilihan-pilihan yang dibuat oleh para individualis serta para individualis itu tidak akan diberikan sangsi atas pilihan-pilihannya tersebut. Di beberapa area, kaum individualis akhirnya secara sukarela juga bergabung dengan kolektif setelah melihat contoh-contoh nyata yang dijalankan sehari-hari oleh kolektif. Dan dari hari ke hari jumlah yang bergabung ini semakin meningkat.

Para individualis juga mendapatkan keuntungan-keuntungan dari kolektif. Kita ambil contoh di Calanda, dimana para individualis juga menerima aliran listrik gratis tanpa pembayaran sedikitpun. Mereka juga tetap membayar dengan harga murah apabila membeli sesuatu dari kolektif sama seperti anggotaanggota kolektif.

Kemerdekaan hingga keberhasilan

Tujuan dari kolektif adalah 'adalah untuk memproduksi secara kolektif dan mendistribusikan hasilhasil produksi dari buruh-buruhnya dengan seadil-adilnya bagi seluruh rakyat(9. Dengan penghapusan hakhak kepemilikan pribadi, sebuah transformasi mendapat tempat dalam konteks cara berpikir rakyat. Dengan cara melihat bagaimana kolektif-kolektif itu berjalan selama periode tersebut, dapat terlihat bahwa sifat-sifat rakus yang terdapat dalam tatanan masyarakat kapitalis saat ini tidak ada kaitannya dengan sifat-sifat dasar dari manusia,

Komunitas-komunitas tidak tertarik untuk menguasai lebih banyak lahan hanya karena ingin agar menjadi lebih dominan, mereka hanya menginginkan lahan sebanyak yang mereka dapat kerjakan oleh diri mereka sendiri, Disana terdapat perasaan solidaritas yang kuat diantara kolektif-kolektif yang berbeda.

Sebagai contoh, sejumlah 1000 buah kolektif dari Levant yang lebih mapan, bergerak ke Castille yang kurang mapan, untuk memberikan bantuan. Kolektif-kolektif tersebut mengirim makanan dan barang-barang yang Sulit didapat secara berkala langsung kepada front dan juga kepada kota-kota disana. Bulan Maret 1937, sejumlah kolektif di Albalate de Cinca mengirimkan barang serupa ke kota yang belum tertaklukan, Madrid, berupa: 10 ekor babi hutan hidup, 500 kg bacon, 87 ayam, 50 kelinci, 2,5 ton

kentang, 200 keranjang telur, sayur-sayuran dan beberapa ekor kambing.

"Tak ada permintaan agar semuanya itu dibayar ataupun pengambil alihan tempat tersebut oleh militer,"9) Para pengungsi yang berpindah dari daerah-daerah yang dikuasai oleh kaum fasis juga ditampung dan mendapat perhatian yang layak dari kolektif-kolektif.

Dengan keberadaan kolektif-kolektif tersebut, rakyat tidak lagi berusaha untuk berkompetisi dengan sesamanya. Mereka juga bebas dari segala bentuk perintah dari atasan, mereka tidak mendapatkan tanah sebagai hadiah, melainkan mendapatkan kontrol penuh atas hasil pekerjaan mereka, mereka juga memiliki hak-hak yang sama dalam menentukan keputusan-keputusan penting yang dibuat oleh organisasi kelompok kerja dan managemen dari sumberdaya. Karena dibebaskan, maka inisiatif dan rasa antusias dari para petani Spanyol tidak terbatas. -

“Kolektifitas telah dimapankan dengan kerjasama yang bebas dari buruh-buruh kolektif yang manusiawi. Kebebasan dan persamaan adalah fondasi dari semua hal tersebut."

Metoda-metoda baru yang modern dalam tata cara beternak juga dikerjakan. Peternakan-peternakan eksperimental mulai dibangun. Sumberdaya-sumberdaya alam digunakan untuk memodernkan peternakan dan untuk mendapatkan mesin-mesin yang baru. Komunitas-komunitas dengan cepat berkembang karena memiliki sumberdaya-sumberdaya alam. Tenaga pengarahan tekhnis dari yang sudah berpengalaman disediakan oleh Federasi Regional. Dengan cara ini, parasit-parasit kelas menengah dan birokrasi-birokrasi yang tidak berguna serta mekanisme-mekanisme kontrol lainnya yang diperlukan untuk memapankan sistem kapitalis, dibuang.

Di beberapa kolektif hasil produksi segera meningkat dengan cepat. Dalam beberapa kasus, hasil panen meningkat lima kali lebih banyak daripada jumlah sebelum terjadinya revolusi. Di Alcoriza, kolektifkolektif menjalankan pabrik-pabrik sosis dengan adat istiadat lama.

"Produksi harian mencapai 500 kg. Produksi ini dikirimkan kepada milisi-milisi yang anti-fasis. Mereka juga membangun pabrik sepatu dimana mereka memproduksi sepatu kulit dan imitasi, bukan hanya diperuntukkan bagi penduduk desa mereka saja, tetapi juga bagi komunitas-komunitas tetangganya, ""1") Dalam kolektif tak ada pengangguran yang masih eksis, Hal ini merupakan perubahan besar dalam kehidupan di Spanyol dimana sebelum adanya kolektif-kolektif, biasanya para petani tiap tahunnya biasa menganggur hingga selama setengah tahun.

Kolektif-kolektif tidak hanya menitik beratkan kepada sektor produksi material saja. Mereka juga memperhatikan sektor pendidikan dan selama periode ini banyak sekolah-sekolah dibangun dengan berdasarkan kepada metoda-metoda dari Fransisco Ferrer -seorang anarkis pendidik yang sudah terkenal sedunia, Dari usaha-usaha ini, sebagai hasilnya banyak anak-anak yang mendapatkan pendidikan sekolah untuk pertama kalinya.

Di Calanda,

“Sekolah adalah program yang diterima di desa-desa. Program ini mengikuti filosofi dan ajaran dari Fransisco Ferrer, Sebanyak 1.233 anak-anak hadir di sekolah-sekolah yang dibangun dengan gaya adat lama. Anakanak terlantar dikirim ke Lyceum di Capse dan kolektiflah yang membiayainya.”12

The Libertarian Youth Federation (Federasi pemuda-pemuda libertarian) dalam saat itu aktif dalam berbagai aktifitas kebudayaan, membangun perpustakaan, sinema dan pusat-pusat komunitas.

Inisiatif dari para petani dapat terlihat dengan jelas dalam penggunaan-penggunaan yang maksimal dari gereja-gereja yang telah ada. Gereja-gereja tersebut diubah fungsinya menjadi sinema, kafe, toko dagingi, tempat kerja bagi tukang kayu, rumah sakit, pabrik-pabrik mie dan spaghetti serta dalam beterapa kasus ada yang diubah menjadi barak. Mungkin sebuah contoh yang lebih tipikal dari penggunaan bar.gunan gereja dalam kolektif dapat dilihat dari kegiatan sebuah gereja di Alcaniz berikut,

“Para pendeta melarikan diri. Gereja tidak dibakar. Melainkan digunakan sebagai gudang untuk kolektif. Dalam beberapa tempat yang berbeda, di pilar-pilar gereja dijadikan tempat penyimpanan sendal dan sepatu, sabun dan alat-alat pembersih lainnya, daging dan sosis, barang-barang langka, kain dan pakaian. Kentangkentang disimpan didekat altar utamanya...

Kantor-kantor telah mulai dibangun, Tidak ada yang dihargai dengan uang, tetapi dengan voucher. Setiap anggota dari kolektif memiliki kartu anggota dan sebuku voucher. Rakyat diberi apa yang diminta dan hal-hal tersebut dicatat dalam buku voucher tersebut, Publik masuk melalui pintu utama di depan. Pintu-pintu samping digunakan untuk pengiriman suplai-suplai barang. Gereja menjadi tempat pasar lokal,"13)

Revolusi Spanyol tersebut merupakan sebuah sejarah yang unik, yang merupakan saat-saat dimana massa secara sadar mempraktekan teori-teori dari anarkis. Walaupun kolektif-kolektif tersebut tidak mendapat kesempatan untuk berkembang secara penuh dan masih belum sempurna, setidaknya mereka meraih sebuah kesuksesan besar saat mereka pada akhirnya juga harus berakhir. Mereka memperlihatkan bagaimana rakyat biasa secara sempurna mampu mengorganisir sebuah tatanan masyarakat yang efisien dar. menempatkannya dalam kondisi yang tepat. Para petani dan buruh-buruh di Spanyol tersebut memperlihatkan bahwa anarkisme adalah sesuatu yang mungkin, bukan utopia.

Keterangan

Dania Rp1 log nenjeba Ikan dari Kami 2 Banana . Gekagian besar dan kalian bertanya yata (kamy, Kenapa suouah band bukannya memulis lagu, tetapi Walah wembuk fonzine. Terserah kaliam, tapi begi kami, band hanydah alat prapaganda, sama seperti Pangue Ini. Kami Yidak Ingin Yadk pemusik, kam' cuma ingin vevdusi. Kami ma Ingin dimana dale ada Nagi valor ug dilindas deh segdloryan brang sa Cuma Yu Ikinginan ani Dom baik band ataupun fanzine Ini Wernyaleh Alah yeduangan Kami, bulan Jnjuen kami. Denepn inikh kami wenyanprilean gnarah ami karena inilah wnedia kami, sak satu senjata kami Tangan jti pala kami sampaikan, bahwa kami bisa tetap Wdup walaupum (kawi Yidak pernah tampil di pentas mudik, kam ak Aam wati nya karang Yul sepele Iu, karena cekali lagi, ...kam' bermain musik bukan untuk menjadi seorang yemusik . Terma kasih alas bautuan dan dukungannya pada: Vcole t Febby, Hack Books ( seen piaraan apeakamemiabea ente) Mec Empire? Hanin Elias (kran Teonage Riot Aan PR), Ruvji Ksada (BaMle Of Disaru “APE 9d: em), Pingel ( AJ/Felitical £ re Baltmore ) Nice Notter (Orumbawambn ), Be" dm semua di Ri. oots mbk kontribusinya, semua di FA, semua di Harger, sewa di Taring Ted dm The Last Yalm Community, semua kawan dalam akesi “aki protes di dolanan, semua di Riohk, tidak semua Ai RI, Eeks Ravela Aan Anarkis inemakomal, Tjuan dan JAF, Prian 13 (“Tigabelas &ne) Ak dm Ja koks' (Kemerdekaan &ne), Amir (Rropaganda Gine), kawan di PKrade, semua Ken Malaysia Yg mendukung kami ARP Malaysia, Yann Boislevg/ dan seluruh sXe “merah ' di Eropa Untuk Inspirasinya, juga kepadt Toro, (#sa, Kret, meng, Senny, Ya, Yang Yelah demi akan membantu band Ikami secara Wenis, Coh 4 Oky ), Yidah lupa Terima kasih kami pu Jcawan « kawan yany mendulcang, "menginterv iew, Wengundang band kawi serta wendukurg pergerakan kami .Tenwa kash Juga Yaa bee Seruingga pada kawan “kawin yang Yeldh merelakan Yinta printernya diluar laabtc Umbul prim @wine N Wekasih den tetap wietawam Lk ya, makasih — (Sabat Ai Biak Aa ee Pe Wenbianyaa gerakan Jan" FRP. Atas parhiipas 2 Yi akan Oiganalen Wb tenima karh..... SAS Kalian, kang don FAF. menyatakan C Provekate E Konta : . nam inasi Kapibalis Y K

Berikut kami cantumkan beberapa alamat organisasi dan kolektif. Mohon sertakan ongkos kirim balasan berupa uang secukupnya atau perangko, atau IRC (bagi luar negeri). Mohon dalam masalah pengiriman surat, jangan cantumkan nama organisasi di amplopnya, cukup alamatnya saja atau nama individu yang dituju. Kami yakin mereka akan dapat sangat membantu kawan-kawan dalam memahami pentingnya sebuah perjuangan demi menggapai makna sebuah kata yang disebut: KEBEBASAN.

Untuk informasi pergerakan 'ilegal' kami atau bila mencari literatur-literatur libertarian, anarkis/sosialis, ataupun untuk informasi mengenai budaya-budaya perlawanan dan musik pembebasan, hubungi: Front Anti Fasis (FAF)/c/o Lukmanpo box 1853, Bandung 40013, Indonesia/e-mail: front anti [email protected]

Untuk info gerakan anarkis dari jaringan anti-fasis nasional, hubungi JAF di alamat dibawah ini (alamat berikut juga merupakan alamat bagi lembaga budaya kerakyatan Taring Padi dan The Last Palm Community): Jaringan Anti Fasis (JAF)/c/o Tjuan/JI. Gampingan no.1 (eks-kampus ISI), Yogyakarta/e-mail: [email protected]

Informasi anarkisme dan layanan bantuan dalam membangun kolektif anarkis di Indonesia, hubungi: Free Indonesia Network/c/o Zelda/po box 756, Brunswick Lower 3056, Melbourne, Australiale-mail: [email protected]

Alamat kontak bagi jaringan APF-Internasional dan Crasshole Collective, juga untuk buku serta literatur-literatur budaya perlawanan internasional, hubungi Anarcho-Punk Federation (APF)/c/o Angevpo box 65431, Baltimore, MD 21209, USAJe-mail: [email protected]

Untuk mendapatkan buku, majalah, pamphlet dan literatur-literatur libertarian internasional lainnya, hubungi: AK Press/po box 40682, San Fransisco, CA 94140, USA/website: www.akpress.org e-mail: [email protected]

Untuk mendapatkan literatur soal nihilist dan untuk mencari alamat-alamat kontak anarkis internasional, hubungi: Anarchist Yellow Pages (AYP) dan Nihil Press/do Felix Frost/393 Lafayette St. Rm. 202, New York, NY 10012, USA/ website: flag.blackened.net'agony!ayp. html e-mail: [email protected]

Website di internet mengenai anarkisme dalam bahasa Indonesia surf ke: www.xelee1ge-anarki.net/-huelga/reko dan bagi yang akan berkontribusi artikeVessay anarkis (juga dalam bahasa Indonesia), kontak: [email protected]

» :EY:RECORDS: LONARCIO/ERUS T/ aarti 2 Po 5 r G - dai an panca ea Hati, ISH THE MAC ICMAC! F3 didistribusikan olel ANAK MUDA PRODUKTIO! clo : Deden Jl. Kapur Bojong Raya No.10B Bandung 40212 - Indonesia PNDELIIRPA [email protected] |

£661-686L SINI ISagSOUSISIXI JUEJOId INIYOV LV3MHL Y MNNd OIMYW nang Lep jgweip 0104 -

(4) Anarchist in the Spanish Revolution, oleh Jose Peirats, hlm. 139

(2) With the Peasant of Aragon, oleh Augustin Souchy Bauer, hlm. 20

(3) The Spanish Civil War, Anarchism in Action, oleh Eddie Conlon, hlm. 18

(4) ibid, hlm. 23

(5) With the Peasant of Aragon, oleh Augustin Souchy Bauer, hlm. 21

(6) Anarchist in the Spanish Revolution, oleh Jose Peirats, hlm. 141

(7) With the Peasant of Aragon, oleh Augustin Souchy Bauer, hlm. 57

(8) ibid, hlm. 28

(9) ibid, hlm.

81 (10) ibid, hlm.

71 (Wb) ibid, hlm. 41

(12) ibid, hlm.

37 (13) ibid, hlm. 29