Baca PDF (OCR): Submisi Zine S03/01

104 halaman · 104 halaman diproses dengan OCR· 99677 ms

Daftar isi
  1. 5ULmi5iyoucaf'iirust
  2. ZINE
  3. 壊れた
  4. Submisi Zine | Musim Ketiga
  5. 壊れた(pa-tah)
  6. Submisi Zine |S03/01/FEB-2021
  7. penyunting isi: kusmartono aji
  8. Aku Suekina ANJING!!
  9. PosterKORUPTOn
  10. Sangah
  11. GUE KIRA 2mg BERITA TERNYATA KaDs.Ban SAMPAH
  12. ARTIS SUKA MAKAN TELUR BUPATI TUBAN, TAMPAN, MUDA, JOMBLO
  13. PRILLY LATUCONSINA MAKAN DI PIRING
  14. Aka Kammu
  15. Dia Mereka,
  16. Dan Kaú
  17. Adabh Sampah
  18. Ingatlah bahwa berusaha sekeras apapun, yang pergi akan tetap
  19. Bukankah hidup jadi lebih seru dan berarti jika begitu ? Tetap gigih
  20. (Ditulis saat sedang bersedih, hixyy)
  21. SALURANNYA
  22. Haha, aku sedang patah hati, ya?
  23. But, imma totally wrong,.
  24. With this letter, I wanna say sorry to my wife because I never too
  25. because one day, I bet I can follow you to the Upper Place.
  26. See you, the loved ones!
  27. MISTAR
  28. Perihal patah, kita semua sama.
  29. Omong
  30. Akhir
  31. Kosong
  32. ZAMAN
  33. REOAUM
  34. Kita kekurangan endorfin
  35. Cernenuyal
  36. DUNGO
  37. Aenunggu, menjadi ahu
  38. Tepatah patah, berserak serak
  39. Datany, híngga tíha masanpa Semuanla
  40. TERPENGGAL
  41. profil mung gimmick asu !!!
  42. SOAL YKIN
  43. SOAL
  44. YAKIN
  45. "Lis!!!" teriakku pada Lisa yang sedang tertawa bareng
  46. EAAALRA AM
  47. mampirin ke Marco."
  48. Kurusetra.
  49. JunkieApotek
  50. There.
  51. greatest misery and joy, and no doubt one of the causes of so
  52. Have a great day, you cunts.
  53. THEUNBROKEN
  54. 1222
  55. Samæl
  56. EVENT LOG:
  57. ERROR CODE
  58. 0142
  59. SOINORUI
  60. Namba Allah
  61. FASHION
  62. FASCISMAI
  63. #TERORIS TIDAK
  64. ERAGAMA
  65. POLIC FREEDOM
  66. SIASH THE RACIST KILL OFF FASCIST
  67. SMASH
  68. RÁCIST
  69. seperti apapun cara berpakaian mereka yang
  70. pasti berbeda beda.
  71. AKU, AKU,
  72. SABDA
  73. masuklah, ceburkan dirimu yang sudah mati sebelum mati
  74. ke dalam dadaku!
  75. yang mengintip setiap kali matamu tak berkedip masuklah!
  76. Seperti aku Meryayagh
  77. NANGIS
  78. BOLEH,
  79. PENTING
  80. MAKAN DULU
  81. 15 menit.. 30 menit..
  82. TUHAN,SEMUA
  83. BOLEH MATI, MEREKA
  84. BOLEH MATI,
  85. AKU JUGA BOLEH,
  86. ASAL JANGAN IBU."
  87. BOHONG.
  88. 元上
  89. 泰手 风多
  90. People
  91. With
  92. Addict
  93. Sick
  94. SWEKSHOL PERUSAK
  95. WARAS
  96. 010100
  97. Milan, bom melawan Unicredit
  98. Raksasa perbankan yang diketuai oleh mantan Menteri
  99. Tidak akan berakhir.
  100. Tidak akan menyerah.
  101. 5 Januari 2021
  102. Solidaritas berarti menyerang.
  103. terinspirasi oleh tekad dan keberanian atas tindakan yang
  104. PERNYATAAN ATAS PEMBAKARAN TIANG BERTEGANGAN TINGGI
  105. ANARKIS!
  106. SOLIDARITAS UNTUK PARA KAMERAD YANG MENJADI SUBJEK
  107. KAMI MENGIRIM PELUKAN DAN SENYUMAN KEPADA MEREKA
  108. PENGHANCURAN TERHADAP SEMUA PEMERINTAHAN DUNIA YANG
  109. TENTANG
  110. CINTA
  111. sehabis hujan, dan obrolan ringan soal rekan kerja yang
  112. EMPTY FEELING
  113. IS ALSO
  114. A FEELING
  115. mudah-mudahan sih ga ada ya~
  116. 5ULM:5i

a

5ULmi5iyoucaf'iirust

ZINE

(brō-kən)

壊れた

(pa-tah)

EDISIPERTAMA FEB MUSIM KETIGA

halaan kosong (sengaja)

Submisi Zine | Musim Ketiga

(brō-kən)

壊れた(pa-tah)

Submisi Zine |S03/01/FEB-2021

edisi pertama. musim ketiga. masih belum juga kiamat. (sial)

selamat datang di SUBMISI ZINE, a zine you can't trust. sebuah media ala kadarnya yang (masih) bersedia menampung segala keluh kesah dan menanggung beban isi kepala semua kontributor yang berada di sini.

isi dalam zine ini sepenuhnya adalah opini pribadi para kontributor. simpan saja opinimu sendiri, atau kirimkan pada kami.

kirim karya gambar, tulisan, puisi, ocehan, keresahan, ide, gagasan, solusi, resensi musik, film, dan lain sebagainya ke email: [email protected]

tegur sapa bisa dialamatkan ke twitter: @submisi_zine atau instagram: @submisi

penyunting isi: kusmartono aji

penata letak dan perancang sampul: @joeyaholic kontributor: terlampir di setiap submisi

kalian dapat menyalin, menyebarluaskan kembali, menggubah, dan membuat turunan dari materi zine ini untuk kepentingan apapun, selama kalian mencantumkan identitas kontributor yang sesuai, dan menyatakan bahwa ada perubahan yang dilakukan (jika ada).

sekali lagi, jangan terlalu banyak berharap. hidup tidak begitu istimewa, apalagi isi zine ini.

tentu tidak ada daftar isi

kami terlalu malas untuk itu

silakan

membaca semoga selamat sampai tujuan

Aku Suekina ANJING!!

PosterKORUPTOn

ernyata ance et lU.R.S.S. om aité d'alliance et d'assistance

Sangah

GUE KIRA 2mg BERITA TERNYATA KaDs.Ban SAMPAH

ARTIS SUKA MAKAN TELUR BUPATI TUBAN, TAMPAN, MUDA, JOMBLO

PRILLY LATUCONSINA MAKAN DI PIRING

KUMIS MAS ADAM DICUKUR IIN HEBOR DUNA MAYA AKU, KAMU, DIA, MEREKA, DAN KAMI ADALAH SAMPAH

Aka Kammu

Dia Mereka,

Dan Kaú

Adabh Sampah

(ZXYN) socialmedia: @Zain_ikhsan seorang mahasiswa prodi hubungan internasional yang setelah bertahun-tahun menjalani pendidikan secara online. AKU, KAMU, DIA, MEREKA, DAN KAMI ADALAH SAMPAH

DUNIA TIDAK AKAN BERAKHIR HARIINI

Sebelum mematahkan hatimu, ia mematahkan hatinya sendiri lebih dulu. Mestinya kau sadari sebelum memaki.

Biarkan dia pergi, kau tidak pernah tau apa yang akan datang. Bukan tak mungkin dia akan datang lagi, kau boleh yakin dia masih mencintaimu dan akan kembali.

Jika cukup beruntung, dia akan benar-benar kembali dan kau akan mendapatkannya lagi untuk yang kedua kali. Berharap pada manusia tidak selamanya sia-sia.

Namun, hidup tidak selalu berjalan sesuai yang kau harapkan. Tak perlu memikirkan yang tidak perlu kau khawatirkan, yang akan terjadi biarlah terjadi.

Jika yakin kau masih mencintainya dan dia pun juga, perjuangkanlah karena seperti karya Dewa 19, hidup adalah perjuangan. Jangan hanya merengek dan menangis, kerahkan segalanya. Hancur atau tidak sama sekali.

Sekadar harapan tanpa tindakan adalah percuma. Meski harus hancur berkali-kali, berkali-kali juga kau harus bangkit kembali.

Dunia tidak berakhir jika kau gagal hari ini, besok coba lagi. Dan mungkin akan gagal lagi. Terus ulangi hingga kau tak mampu berdiri.

Hatimu boleh patah, kepalamu boleh pecah, badanmu boleh remuk, tapi harapanmu tak boleh mati.

DUNIA TIDAK AKAN BERAKHIR HARI INI

Berani berharap berarti harus siap jika sebaliknya yang terjadi. Namun jika harapanmu berhasil terjadi, kau akan bahagia setengah mati.

Ingatlah bahwa berusaha sekeras apapun, yang pergi akan tetap

pergi, dan yang datang akan tetap datang.

Bukankah hidup jadi lebih seru dan berarti jika begitu ? Tetap gigih

dan berharap meski rasanya dunia terus menerus berusaha menghancurkanmu.

(Ditulis saat sedang bersedih, hixyy)

Adiit saja socialmedia: @rhnaditya Pemuda biasa saja

DUNIA TIDAK AKAN BERAKHIR HARI INI

140 Decibels

Heal me. Make me remember. Break my chains. Get me out of these gates of hell. And please, set free and resurrect.

"What are you? What do you do for a living?" "I bring the chosen dead souls to Valhalla to make them Einherjar. The ones who would fight along with the Norse gods when Ragnarok arrives." "Can I find you amongst the constellations?" "You can't. Sadly I am not one of the stars."

I used to be one of the stars. I remember meeting you when I used to be one. You said you wanted to be Icarus. The truth is you just wanted to fall into the Icarian sea and be gone forever. Tell me, do you just want to die or do you really want to be Icarus?

I remember everything. Everything. That we dreamed of committing deicide and burning churches. And so we did. We killed god at 12AM during a bad trip with a Springfield .45ACP handgun. Little did we know that we killed the god within ourselves. For there is god in all of us— we are our own gods.

Don't cry anymore, you invincible shining crescent. It wrenches me seeing you like this. Leap through your faith if you want to, seek and destroy, and go forth, live by the sun along with the soldiers in your heart.

"Do you believe in the notion that when they try to bury us, little do they know we were the seeds?" "I’m not sure. For pretty sure I am the seed that I buried by myself.“

140 DECIBELS

It has been five years ever since you went away. Probably the Valkyries were already there, bringing you up to Valhalla to make you one of the Einherjar. And I know, I am not one of the Valkyries.

Five years. It's been cold with terror and grimace here. I am the seed that I buried by myself. Tell me, why does it hurt so much to try to fly with my broken wings?

“A wise deranger"; just like the meaning of your full name. “A noble and fair larkspur flower", just like the meaning of my full name.

I engraved both of them deep down in the seeds that we buried, hoping that one day the Norse gods will grant us their armors.

To die or to be Icarus, it has always been you who told me; "per aspera ad astra”. And that I still could be one of the stars. And that my wings are never really broken. And that I still could take the chosen dead souls up to Valhalla and they will fight together with you as your vanguards.

Ralka Skjerseth IG: @deathcrushhhh / TW: @raskjers I'm not much but I’m trying my best. Kelahiran 1998, nihilis bajingan, keranjingan Metal Gear Solid dan segala jenis musik berdistorsi. Senantiasa berharap kebaikan menyertai isi semesta, luka-luka kita semua yang belum sembuh cepat mengering, jiwa-jiwa yang merasa terbuang ke tempat gelap cepat menemukan cahaya, dan petarung-petarung yang tumbang beristirahat dengan tenang.

140 DECIBELS

SALURANNYA

MAMPET

"Bangsat.…." Gumamku lemas pukul dua siang saat itu. Lelaki yang aku puja-puja di depan orang tua dan semua temanku nampaknya sudah menambatkan hatinya pada seorang perempuan yang tentu saja jauh lebih cantik, tubuhnya seperti model yang di Pekan Mode Paris itu —sangat ramping dan indah, dan sepertinya juga lebih cocok untuk bersanding dengan lelaki ini. Aku tahu itu setelah melihat Instastory akunnya.

Ya, memang kau tak bisa langsung bilang bahwa aku minder dengan apa yang aku miliki saat ini. Sebelum aku tahu perempuan cantik itu, aku dengan percaya diri berusaha mendekatkan diriku pada lelaki ini. Persetan dengan semua pendapat orang tentang latar belakang kami yang sangat berbeda, apalagi dia seniorku ia cukup dikēnal. Aku menyukainya karena yang memperlakukanku dengan sangat baik. Setelah aku merasa dekat dengannya, ia semakin menunjukkan sikap baiknya dan aku semakin jatuh cinta. Bahasaku memang menggelikan, tapi kau akan memahamiku saat mengalami itu sendiri. Aku berani bersumpah, dari empat lelaki yang pernah aku sukai di sepanjang hidupku, hanya ia yang memberikan respons terbaik, dan bahkan mungkin kau sendiri tidak akan pernah mendapatkannya.

“Baper, ah! Kamu kan belum tau itu cewenya atau cuma temennya, jangan berasumsi aneh-aneh dulu, deh“ Sebuah kalimat yang keluar dari mulut kawanku saat melihat mataku sembab.

Sebenarnya aku malu sih untuk mengakui bahwa aku menangis. Banyak yang mengatakan bahwa menangis itu adalah reaksi alami dari tubuh manusia saat sedang merasakan emosi, tapi aku lebih percaya oleh yang sedikit itu.

SALURANNYA MAMPET

Menangis adalah tanda kelemahan. Bahwa aku tidak bisa menerima fakta yang terjadi di kepalaku. lya, di kepalaku sendiri, bukan apa yang benar-benar terjadi. Dan pada akhirnya aku melukai perasaanku dengan pikiranku sendiri.

Haha, aku sedang patah hati, ya?

Dadaku terasa sakit dan sesak, kepalaku terasa berat, aku baru bisa tidur setelah pukul 3 pagi, rambutku lebih cepat rontok sehingga setiap hari aku harus menyapu kamarku, aku menangis setiap hari (mau 10 menit atau 1 jam tidak masalah, aku sedang lemah), sebungkus rokok di laci meja riasku yang aku berusaha hindari pun sudah kuhabiskan, aku tidak cukup bodoh untuk meninggalkan agenda makan, tapi sekejap setelah itu, aku selalu memuntahkannya lagi di wastafel kamar mandi.

Tapi kali ini berbeda, sepertinya wastafelku sudah terlalu lelah. Airnya tidak mau turun, sehingga menggenang dengan sisa makananku. Semalaman aku mengurus wastafelku, dan kalau harus memanggil tukang ledeng rasanya tidak perlu. Aku tinggal tidur saja. Dan benar, aku terbangun dengan kondisi wastafelku yang sudah kering.

Aku tidak berniat mengambil hikmah dari peristiwa ini, sih. Tapi sepertinya kalau sedang patah hati dan menyimpan banyak kekecewaan, cukup jangan pedulikan itu. Aku yakin sesaknya akan hilang. Seperti wastafel yang salurannya mampet itu.

Lia IG: @liawlz mahasiswi arkeo yang lagi ikut POSA 2022

SALURANNYA MAMPET

THIS IS A LETTER WRITTEN BY A HUSBAND WHO HAD BEEN ABANDONED BYHIS LOVED ONES

Have you ever written a letter for your loved ones? Maybe your parents, your children, your friends or maybe anyone else? Even though my profession ain't something that is connected with the writing-world, but it's my devotion.

Now, I wanna present this letter to the loved one although she had gone to The Upper Hand's home; my only loves, my wife.

Almost in 25 years, we get this world together, in happily our lives or in sadly. I always laud that you are the best person that God gives to me to be my partner in life then you always reply that l’m the best person that God gives to you to be your friend-forever. I remember too, how we can pass every difficulty that we must pass to accept the new one thing from God for our little family; me, you, and our children. Iguess the life of our family goes ’like a fairytale.

But, imma totally wrong,.

I saw you hanging so unlucky in the living room of the apartment unit that we rented for a vacation together; with both of those eyes that opened too wide, 'like u said 'help me, please!’. At that time, I really didn't expect that you go too fast from our happy life, and as a working activist who's active in this kind of this work, I tried to finish this case.

Time by time; in seconds, in minutes, in hours, then again surprisingly, I know that the suspect is one of my loved person; my son.I really couldn't trust it but when he explained why he did that, I couldn't totally blame him. He just wanted to protect his father and his little sister from what will happen and that's named a war. And I felt like I didn't wanna trust it but forcedly I must trust that 'till now.

THIS IS A LETTER WRITTEN BY A HUSBAND WHO HAD BEEN ABANDONED BY HIS LOVED ONES

With this letter, I wanna say sorry to my wife because I never too

susceptible to you 'till our son has big revenge on you. I know that time can never be turned back but I hope, from God's Upper Place, u can always hear all of my prayers for you and u always wait for me

because one day, I bet I can follow you to the Upper Place.

See you, the loved ones!

From your the loved ones, Jones Nathanial

Jones Nathanial seorang penulis dengan nama baru dan kehidupan yang baru tentunya. Pokoknya, aku berharap bahwa ke depannya, kehidupanku dapat berjalan dengan baik tanpa perlu bertemu orang-orang yang penuh racun!Mendengar lagu “Keong Racun" saja aku sudah kepusingan, apalagi bila harus menghadapi orang-orang yang racunnya tak kalah 'hebat' dari si keong racun, duh, ga deh!

THIS IS A LETTER WRITTEN BY A HUSBAND WHO HAD BEEN ABANDONED BY HIS LOVED ONES

MISTAR

Di setiap gulita aku berharap Tak pernah dilahirkan di dunia

Sebab bahagia tak kunjung datang Pilu menyerang bertubi-tubi

Lalu ku sayat lagi pergelangan tangan kiri Dengan ujung mistar yang ku genggam erat Garis horizontal berderet rapi Perinya melukai sekujur hati

Makin gelap makin ku tekan erat Membiarkan segala emosi menguasai diri

Tania Larasati IG: @tanialarasaa konsisten membuat cerita sedih

MISTAR

KAWANAN

Betapa aku mengenang semua ingatan yang sangat perih dan menyesakkan hati, ketika semuanya direnggut dariku dan kebahagiaan tuntas pada ujungnya. Ketika apa-apa yang aku anggap berharga dan begitu membuat hatiku merasa senang walau tiap harinya merasa digores silet merk gillete buatan pabrik multinasional itu. Namun itu semua masihlah tertahankan. la malah lebih sakit ketika sayatannya mulai berhenti dan mulut pisaunya semakin menjauh dari diriku.

Sungguhlah aku tidak pernah benar-benar mengerti apa yang sebetulnya terjadi, dan bagaimana semua itu berlangsung. Aku juga masih tidak dapat memahami apa yang terlintas di pikirannya hingga demikian jadinya. Mungkin saja ia lebih suka melukai yang lain dan tak berpikiran untuk terus menyandarkan bibir tajamnya pada mulutku yang bau comberan ini, juga bau buku-buku dan naskah penuh syahwat nietzschean. Siapa tau ketajamannya akan menjadi tumpul seiring terus-menerus ada bersamaku, yang tak pernah layak bisa membersamainya. Hancurnya aku di bawah kepak kupu-kupu indah yang dahulu pernah aku impikan akan dapat bersama. Dan aku, aku, aku menjadi putik yang dapat dihinggapi hingga saripatiku mengering untuknya.

Seberkas waktu pasca-destruksinya yang paling fatal, dan belum lagi pulih darinya, selalu ada badai lain, taufan lain, putting-beliung lainnya, yang menerpa atap rumah mentalku yang telah luluh berantakan. Kolektifisme, lya, apakah itu? Untuknya aku ucapkan terima kasih begitu dalam serta diiring kemuakan akan semua paksaan bersamanya untuk kepentingan bersama yang tak pernah berbalik menjadi kepentingan individualku. Cukup sudah aku berdiri di sekeliling kaki-kaki tak beralas kaki dan memohon untuk tetap bersama.

KAWANAN TELASO

Luapan emosiku membakar diri serupa rokok-rokok yang dicuri dari kepemilikanku tanpa ada rasa bersalah dan atas nama kolektifisme, dan atas nama anarki, dan atas nama pemenuhan ego, hasrat, dan segala macam memekbengek yang lainnya.

Jengkol. Jengkel dan dongkol. Ideologi kosong dan basa-basi nihilistik yang mengarah padaku di tengah keruntuhan genteng-genteng dan ambrolnya dinding reyot kesehatanku. Iming-iming pemberontakan dan ujaran hebat perihal kesembronoan diri menguap begitu saja tanpa aku bisa melihatnya sebagai hal yang menarik lagi. Semuanya menjadi usang seketika saat waktu menunjukkan waktunya dan realitas memberikan lapangannya.

Dalam usahaku, upayaku untuk menciptakan diriku yang baru, untuk merekonstruksi apa yang tersisa dari puing-puing yang mulai ditumbuhi semak-semak kotor yang biasanya dipakai ngewe jamet, semua mata memandangiku dengan sinis dan penuh ketidakpercayaan. Semua mengiringi setiap jengkal langkah dan menguapku. Tolehanku ke kanan dan ke kiri, gerak bola mataku yang menggelinding ke tiap sudut ruangan, kecap bibirku yang berlendir. Sialan, dunia polisi macam apalagi yang harus aku hadapi. Panoptikon mana lagi yang mengawasiku, apakah aku sesial ini? Beginikah tumbuh dewasa dalam lingkar pemberontak? Naas, aku ingin jadi bagian dari korporasi saja.

Huft, begitu megahnya istana penghancuran. Begitu indahnya bayang-bayang insureksi yang menjungkirbalikkan mobil polisi serupa mainan di toko Saga. Cantik sekali semua deskripsi perihal cinta yang akan datang, dan ketiadaan yang harus dirayakan dengan egoisme masing-masing.

KAWANAN TELASO

Manis sekali cinta yang setara dengan seorang queer yang feminis hingga aku harus menangis tiap malam. Sungguh, betapa aku diperkosanya oleh masyarakat, betapa harus aku mengucap kontol kepada diriku sendiri karena aku mengerti, bahwa tak pernah ada yang akan mendengarkanku kecuali dua telinga pemberian tuhan ini (tuhan yang mana lagi?).

Ibu dan ayah kerap bertengkar. Biarlah sudah, aku juga tak butuh diberi rumah. Anggaplah aku seekor rusa yang akan mencari sabananya sendiri. Tak perlu lagi aku mengingat semua alphabet dan susu kalengan masa kecil yang darinya aku tumbuh dan besar, tanpa diriku dapat memutuskan akan jadi apa di hari depan. Militerisme memang kejam, dan mengapa aku masih harus mengurusi kepentingan kalian yang beradu soal memek dan kontol, soal pentil dan itil.

Sekalipun demikian, aku tak punya tempat lari dan sembunyi. Kalaupun ada pasti itu harus bayar, sedang aku tak punya uang. Dan memang benar, tak pernah ada yang gratis. Bagaimana aku harus menikmati semuanya dengan membayar, dengan kepatuhan, dengan tunduk, dengan sembah sujud sebagai hamba. Edan. Sepertinya hidup memang tak layak dihidupi kecuali kau punya alasan. Lalu, jika semuanya menyakitimu, apa alasanmu untuk tetap menghidupi hidup?

Tentu jawabannya tidak pernah dirimu sendiri, begitu juga aku.

kliwon socialmedia: @kliwOn_ penggemar hayao miyazaki

KAWANAN TELASO

PERIHAL PATAH, KITA SEMUA SAMA

Tuhan memang unik menciptakan setiap insan dengan beragam, bahkan perihal tentang patah hati. Hampir semuanya pernah merasakan, hancur di waktu yang tidak menentu dan merasa lelah dengan sedih yang dirasa.

Dari berdasarkan pengalaman brengsek yang pernah kualami adalah mencintai perempuan itu dan sialnya aku tak bisa mencintai yang lain lagi. Memang, kita adalah manusia yang selalu kehilangan banyak hal, kemudian mencoba menemukan kembali, hanya untuk kehilangannya lagi.

Entah harus berapa banyak lagi botol intisari atau tomi stanley yang setia menemani saat patah, meski ketika sudah bangun sadar tetap mengingatnya lagi. Bahkan kondisi selepas kita tertawa menikmati hidup, sering mengalami mendadak sedih mengingat bagaimana ketika gagal memilikinya. Merasa gagal juga menjadi seorang laki-laki.

Dari semua yang pernah kita alami, bahwa semua laki-laki yang mendiami planet ini berhak bersedih dan menitihkan air mata atas penderitaan dan luka yang dialami masing-masing, tidak ada panduan menjalani jatuh hati, sama seperti tidak ada panduan melewati patah hati yang mujarab.

Perihal patah, kita semua sama.

Ivanda llham Individu yang masih memegang teguh prinsip “Fuck The Rules”

PERIHAL PATAH, KITA SEMUA SAMA

V

LEN Rn 明 V

Omong

Akhir

Kosong

ZAMAN

bvcks

REOAUM

BVCKS IG: @priz.cha Manusia yang jelas jelas tidak jelas

REDRUM

HRA

M

Ada banyak orang tiba-tiba mengontakku, mau pinjam uang gara-gara mereka lihat foto profil WA. Kata kawan pemilik sablon, kesal.

Bagus dong, artinya kamu berhasil. Bukankah substansi media sosial memang memfasilitasi kebutuhan itu? Selain memproduksi eksistensi, apa yang kita tunjukkan memang adalah yang ingin orang lain lihat?! Sahutku.

Tentang pakaian yang kita kenakan. Tentang rumah, uang, dan segala pernak-pernik material sejenis. Memangnya kalau kita jujur tentang hidup yang menjijikkan, akan ada orang memberi perhatian? Jawabnya ada, tapi hitungan jari. Itulah sebabnya banyak orang memaksa dirinya terlihat pandai membahas teori-teori delusi -dituntun penggalan kalimat ajaib madilog atau si jenggot yang maha tebal, demi memanipulasi lawan jenis, misalnya. Di parkiran lain banyak orang terlibat spiritual yang asal-usulnya dengan mudah dilacak di youtube. Ada banyak pasangan yang terlihat mesra di media sosial, kolosal di kehidupan asli. Singkatnya, aku ingin katakan sirkulasi gaze ini berkutat pada produksi dan konsumsi tontonan.

Tapi belakangan aku tidak terlalu peduli tentang orang lain. Sungguh. Dan semoga orang lain juga tidak terlalu peduli dengan ceritaku. Bukan karena anti sosial tentu saja, karena multitude komplek perumahan sekalipun akan bertukar cerita karena beberapa sebab; pedagang sayur, rapat RT, sama grebek pasangan mesum. Buatku sebagian tontonan sudah selayaknya jadi tontonan biasa. Seperti tulisan miskin quote ini, sebagai privilese bisa jadi. Tidak penting juga diterima atau tidak, dibaca atau dilewati dalam daftar bacaan, yang jelas aku bisa sedikit nyaman baca tulisan sendiri di luar bingkai microsoft office.

DARI LAYAR, KEMBALI KE LAYAR

Meski begitu sebagian tontonan aku simpan dalam area yang sangat terpencil. Galeri-galeri hardisk mirip mie instan siap seduh ketika rindu mendadak lapar tengah malam. Memangnya buat apa aku simpan foto 4x6 itu dalam dompet selama tujuh tahun lebih? Untuk apa gelang ini masih kubiarkan melingkar di tangan kiri?. Tentu saja untuk memancing perhatian orang lain -kelak orang bertanya, niscaya kuceritakan asal-usulnya dan seterusnya sampai memborong momen dialog.

Dulu, di usiaku yang agak renyah dan naif, aku sering memburu alasan-alasan mereka yang memilih bunuh diri. Di antara sekian latar belakang pengalaman kecewa pada hidup, mereka melakukannya atas nama cinta. Tentu aku melihat ini tanpa tendensi moral benar salah, baik buruk. Ada yang rela mati demi cintanya pada gagasan heroik, ada yang merasa paripurna tentang karir, bahkan demi pasangan.

Gagasan tentang cinta, melulu soal perspektif, berkutat dalam ruang yang tidak terdefinisikan dengan baik. Mereka yang berteriak cinta sebagai pembodohan pada masanya mungkin mulai mengubah cara pandang. Atau mungkin sebaliknya. Mungkin mereka tidak pernah depresi karena pengalaman kecewa. Tanpa imajinasi menjadi orang lain, sepertinya sulit untuk bicara manusiawi secara total. Hidup kering dan banal seperti Eichman dalam pandangan Arendt. Tapi ini semua tempurung tebakanku, sekali lagi perspektifku.

Menurutku tidak ada apapun yang benar-benar beku. Pun aku tidak terlalu paham soal prinsip, sejauh ia masih bisa kompromi dengan materi, kekuasaan, atau represi, prinsip tetaplah deterministik. Begitu pula dengan perasaan kepada orang lain.

DARI LAYAR, KEMBALI KE LAYAR

Apa yang hadir hari ini bisa jadi adalah transplantasi kenangan-kenangan yang selama ini aku tampung dalam pengungsian sunyinya. Kenangan yang meluap bersama airmata, kadang.

Aku pernah dijauhi sebagian kawan karena lebih banyak menghabiskan waktu bersama kekasihku. Sejak awal aku selalu siap dan terima resiko ini dengan sukacita, sepaket dengan pilihan menjalin hubungan khusus dengan seseorang. Ya, kekasih yang, karena kejahatan dalam diriku, membuatnya pergi, menjalin hubungan dengan orang lain. Bagian pengalaman hidup yang resikonya tidak pernah ada dalam transkripsi persiapan. Lagu-lagu yang pernah kami nyanyikan, deretan video kami tengah bermain bersama kucing-kucing kampung yang kami adopsi dari depan gang, potret-potret yang bersemayam dalam perangkat digital, semuanya pervasif yang selalu membuat kegiatanku jeda, seketika, dan cukup lama.

Aku tidak perlu lagi berpura-pura kuat. Bukankah merepresi kesedihan adalah juga praktik destruksi diri? atau memang menghasrati mimpi berarti juga lihai berpura-pura? Seperti standar pemilik gerai mart-maret mengharuskan kasirnya tersenyum mojok di sisi kanan pintu itu?

Kita kekurangan endorfin

Je Profan IG: @je_profan tukang bonsai kembang jepun

DARI LAYAR, KEMBALI KE LAYAR

Cernenuyal

DUNGO

DINUNGO MUGO MULYO

Aenunggu, menjadi ahu

Tepatah patah, berserak serak

Datany, híngga tíha masanpa Semuanla

TERPENGGAL

kolashit @kolashit_

profil mung gimmick asu !!!

SOAL YKIN

SOAL

YAKIN

"Perihal meyakinkan dua hal keyakinan dapat menyatu menjadi tiang bersama, lalu berjalan beriringan, namun diterpa kencangnya penolakan lingkungan. Ya karena primordial yang langgeng ada di Nusantara, yang pasti ku tetap yakin denganmu."

-2020

Begezet IG: @bgz96 seorang penggiat drawing baik manual ataupun digital, sekaligus tertarik dalam skema kolektif2 seni.

SOAL YAKIN

CERITA DI PENGUJUNG SEMESTER 5

Di suatu hari di pengujung masa perkuliahan semester 5, Lisa menghampiriku dengan tergesa-gesa. Kampus yang dingin sehabis hujan tiba-tiba menjadi panas ketika aku melihat wajah marah Lisa yang berjalan bak kesetanan. “Sial! Ada masalah àpa lagi sih“ gumamku dalam hati.

Tak perlu waktu lama untukku mengetahui maksud dan tujuan Lisa menghampiriku ke PPBS, dengan satu tamparan yang mendarat di pipi kiriku aku yakin dia telah menerima gosip sialan itu. Aku tak ingat apa saja yang Lisa katakan saat itu, aku hanya belum mengerti kenapa Lisa harus menerima gosip itu secara cuma-cuma. Saat itu aku hanya diam mendengar cecaran umpatan Lisa yang sesekali diakhiri dengan pukulan kecil ke tubuhku, sebelum akhirnya aku menahan tangannya yang akan bergegas pergi setelah mengucapkan kalimat yang tak pernah ingin ku dengar.

“Please dengerin aku dulu, aku bisa jelasin itu semua, Lis” pintaku.

Aku gak menyangka dampak gosip ini akan mengguncang hebat hubungan yang telah ku bangun ini, aku yakin lagu-lagu ’Last Child‘ akan berada di nomor pertama pada playlistku di Spotify pasca kejadian ini. Jika aku tahu siapa yang menyebarkan fitnah ini, akan ku habisi itu orang itu seperti Ajo Kawir menghabisi preman-preman di novel Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas.

“Sudahlah Ran, aku gak bakalan lagi percaya omonganmu itu, emang bener dari awal harusnya aku gak menerimamu!“ jawabnya lugas sambil melepaskan genggamanku.

CERITA DI PENGUJUNG SEMESTER 5

Setelah kejadian itu, isi kepalaku penuh akan pikiran-pikiran negatif. Hal-hal yang menjadi komitmenku dalam hubungan ini seperti menggodaku untuk melanggarnya, aku yakin perasaan ini juga yang dirāsakan Adam dan Hāwa ketika dihadapkan dengan godaan setan untuk memakan buah khuldi.

“Argggghhhh anjing! Gue harus temuin orang yang nyebar fitnah itu!" teriakku setelah melemparkan botol bir kosong di genggamanku.

“Ran, dari pada lu nyari orang yang bikin fitnah itu mending lu jelasin aja fitnah itu ke si Lisa, menurut gue dia bisa ngertiin lu sih“ ujar kawanku Verdi yang mencoba menenangkanku.

“Lu gak tahu sih fitnahnya kek gimana, jadi lu enteng bilang gitu“ jawabku ketus.

“Emang fitnahnya gimana, Ran?“ jawabnya penasaran.

“Lu inget cewek yang gue tolong minggu lalu?" tanyaku yang langsung ia jawab dengan anggukan.

“Cewek itu beberapa hari nginep di kostan gue, dan sumpah demi tuhan gue gak pernah ngapa-ngapain!“ cobaku menjelaskan.

“Lah terus lu saat itu cerita gak ke si Lisa perihal itu?” tanyanya penasaran.

“Nah itu masalahnya, gue gak mau cerita soal itu ke si Lisa, soalnya takut ngerusak hubungan yang udah capek-capek gue bangun!“ jawabku lesu.

CERITA DI PENGUJUNG SEMESTER 5

“Lu tahu itu masalahnya tapi kok lu gak selesaiin sih? Cepetan jelasin ke si Lisa sebelum dia makin marah“ jawabnya dengan kesal.

“Entahlah, gue gak yakin dia bakalan dengerin penjelasan gue. Udah jelas blunder gue parah banget“ jawabku semakin putus asa.

“Hehhh tolol! Blunder lu gak seberapa dibandingin kesalahan Tuan Darcy, Tuan Darcy yang jelas-jelas bangsawan Inggris aja bisa menurunkan ego tuk menjelaskan kesalahannya dan meminta maaf ke Elizabeth Bennet, lu yang cuma remah-remah rengginang belagu sok-sokan bimbang sama masalah kek gini. Tai, lu!“ ujarnya dengan mimik muka yang enak untuk dijadikan samsak.

“Halahhh bego! Gak usah bandingin real life sama novel abad 19-an!” ujarku kesal.

“Udah! Cepet jelasin aja sebelum gue bandingin sama kisah-kisah majalah Hikayah!“ ujarnya meyakinkanku.

“Sebelumnya udah gue cari dia ke Wangsa dan mau jelasin tapi dia gak ada di sana, gue gak tahu harus cari dia ke mana?!" ujarku berusaha meyakinkan si Verdi untuk menyerah menyemangatiku.

“Lu dateng aja langsung ke sekre BEM, gue yakin dia bakalan ada di sana!“ tambahnya yang menjadi semangat dan memberiku setitik kecil harapan.

Dengan bermodalkan motivasi dan informasi dari Verdi aku pun bergegas pergi. Ucapannya saat itu serupa pil steroid yang menambahkan semangat menghadapi hidup, kinerjanya melipatgandakan hormon-hormon di otak yang membuatnya-

CERITA DI PENGUJUNG SEMESTER 5

terus berpikir positif.

"Lis!!!" teriakku pada Lisa yang sedang tertawa bareng

temen-temennya di depan sekre BEM. Aku bergegas menghampirinya yang membuat mimik mukanya berubah drastis 180 derajat.

“Aku bisa jelasin itu semua Lis, please kamu dengerin aku dulu“ tambahku mengemis.

“Please Ran, aku gak mau dengerin penjelasan apapun dari kamu. Aku udah kepalang sakit hati sama kamu!“ jawabnya agak teriak yang membuat para pejalan kaki melirik kami.

“Ada apa, Yang?" ucap seorang lelaki yang keluar dari dalam sekretariat BEM.

Aku yakin aku gak salah dengar saat itu, laki-laki yang berpostur tinggi, berkulit putih, dan berambut ala-ala korea itu berkata seperti itu. Sontak aku pun bertanya “Itu siapa, Lis?" dengan berjuta kebingungan.

“Oh sorry-sorry, lu mantannya Lisa yakk? Kenalin gue pacar barunya, Galih!" jawabnya seperti kentut yang keluar tanpa permisi.

Aku bingung seperti orang linglung, aku belum bisa mengerti maksud dari semua ini apa hingga aku tak bisa berkata-kata.

“Udah yakk, gue mau pergi ama Lisa, duluan yakk!" tambah laki-laki itu yang semakin menusuk relung hati.

CERITA DI PENGUJUNG SEMESTER 5

Aku melihat mereka pergi dari Sekre BEM dengan bergandengan tangan, aku melihat pemandangan itu hingga mereka menghilang bersama mobil Mercedes Benz jadul yang mereka kendarai. Selama aku memandangi Lisa dan Galih, selama itu pula orang-orang di Sekretariat BEM memandangiku dengan muka menghina. Aku tak ingat siapa saja yang ada pada saat itu, tapi aku melihat beberapa wajah yang ku kenal dan mereka pun sama seperti yang lainnya.

Semakin berusaha aku menahan genggamannya, semakin berontak ia, aku takkan sanggup menahan genggamannya dengan keras, lagipula aku selalu mengingat kata-kata kawanku yang kini mengadu nasib di negeri orang “Setiap kehidupan pastinya menghembuskan nafas. Cinta pun demikian. Berikanlah jarak untuk bernafas bebas. Jangan genggam terlalu keras jika tak ingin ikatan lekas lepas“. Kini aku takkan lagi mencoba untuk menahan genggamannya yang ingin lepas bebas. Belakangan juga aku tahu, bahwa perempuan yang aku tolong saat itu adalah orang suruhan Lisa dan Galih untuk menjalankan skenario pemutusan hubungan yang terkesan Lisa sebagai korban. Entah apa yang mereka pikirkan, hingga untuk menyingkirkanku memerlukan skenario yang segila ini. Aku terjebak ke dalam drama yang mereka bangun, dan sialnya aku menjadi peran yang baik dan membuat ceritanya sangat bagus.

Cerita ini hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan nama, tempat, waktu dan alur mungkin bisa jadi cerita ini diadaptasi dari cerita anda.

Pierre Renura TW: @loetjiferian Mahasiswa bercita-cita tinggi (bisa lulus)

CERITA DI PENGUJUNG SEMESTER 5

EAAALRA AM

MATI TERTABRAK KERETA JAM DELAPAN MALAM recommendeath oke sip gitu aja MATI TETABRAK KERETAA DELAPAN MALAM

MARXOLINA

Saat ku datang dari seberang, tak pernah lupa ku tengok kiri dan kanan. Untuk sekarang ini sampurasun permisi izinkan sebar amalan “Tak Ada Asap Maka Tak Ada Api“ akibat bosan jalani hidup hanya dikontrakan sendirian. Namun kudapat pesan dari seorang teman.

Do : “Yo main ludo di Lido yok? Nanti lewat Gadok belok kanan

mampirin ke Marco."

Yo : “Stok tembako rorok, bokul AO di Condet lah! Ayok!“ Do : “Si paling doko." Yo : “OH NO! Kok takos melongo? Cerpen belum tamat loh. Hehehe“

Cerita tentang skena cuma sekenanya yang terkadang seenaknya, keenakan, bercanda kelewatan macam masuk jalan tol, puter balik kejauhan. Malah masuk ancol yang harusnya bisa ke poncol ajak shopping dan sepong di pojok, modal jual bualan padahal ini hanya khayalan. Namun, kau bilang sungguh nikmat membayangkan saat ku buang hajat modol jeung ngaloco, kosa kata cerita kau pun menganga. Hah? Hahaha.

Sana, sini, bahkan situ fa fi fu bla bla bla di altar dan di atas papan ukuran delapan, menyeimbangkan masih bertahan, tak lebih dan tak kurang fondasi kuat rabatan padatkan sewaktu kela ajarkan kelar juga kan yang kami sajikan? Masih di Selatan, gak tau ya kebangetan. Fakta dan kenyataan selagi masih turun ke jalan A9 untuk membebaskan, kedaleman alunan memang sialan.

Visi misi jantungmu berdebar saat ku lafazkan. Hah! Bukan maksud arogan, ku cuma hargai diriku lebih dari Plato, tahu kan? Saat ini ku buktikan! Ku punya ribuan tipuan Houdini bangkitkan kesadaran akan penindasan, atasan telah beralasan sering kali tak beralaskan.

MARXOLINA

Hak malas ku hadirkan bagaikan khodam berguna guna-guna dan gendam pena yang ku punya cara balas dendam dan kau lengah kudapatkan celah, coba telaah! Sembari sarapan nasi sambal bawang juga lalapan. Oh lezatnya ini santapan, tambahkan ayam santan. Resep dari chef bara, kau pun membara terbakar cerita fiksi yang ku saji buat kau terheran-heran, ku menjamu meramu jamur cerita dan narasi tuang es batu dingin cicip setitik tinta ku menusuk bagaikan nyamuk menghisap darahmu, walau sedikit hasilkan demam menggigil dan meringis kesakitan setelah kau bacakan.

Dengarkan siaran siang dan malam Insomnia mandi pagi N Joy, berita lost banditos terkabar oleh Merpati Darmawangsa terbang ke Delta menuju laut samudra. Mudahnya bongkar pasang kata dalam cerita, ke mana roda masih ku guna dan semua terekam dalam ingatan, bahkan lensa pegangan. Kau tak tegang kan kawan? Alur cerita metamorfosa frasa, ku lepaskan bagai panah Arjuna manunggal Indra. Porak porandakan bala tentara Kurawa dalam kisah Mahabrata, hujan mayat bergelimpangan di medan

Kurusetra.

Hujam kata kubuat kuhunus kau pun kerasukan, kesakitan, dan kematian hanyalah keniscayaan. Namun, kau tak mampu berbuat kini kurapal nubuat, sambil nyemil kudapan biskuat tambahkan kopi hitam pekat aduk-aduk kosakata, alur cerita kudapat padat berjejal penuh sesak. Jikalau kau tak kuat tundukan kepalamu di bawah pantat! Tengok kiri kanan nyebrangmu aman, wahai bang pembangkang. Ku haturkan nuhun permisi ini misil. Y,o cabut duluan usai permainan bidak caturmu Skakmat, tenggak dopamine vitamin C banyakin Tomat.

MARXOLINA

48 bar sudah kutebar dan kurevisi diksi di Jelambar, 480 kata kurangkai dan ku umbar bagai aurat, aura kasih nikmat dalam lamunan menarik syahwat dan berzinah perkosa telinga dengan sabda mencapai klimaksnya keluar di dalam, kehangatan makin kau rasakan ini ajian yang ku kajikan lalu tuang ragi kembangkan di Kembangan. Senang Senna petik senar bass beri kasih juga ketukan TEMPO ku baca pagi hari, mentari kan terbit dari barat kau takkan selamat. Sini mendekat ku beri kisi-kisi menuju Valhalla.

Caranya sungguh mudah :

  1. Ledakan saja dirimu
  2. Lalu jadikan debu buang ke laut

Naskah cerita skema rima akut, kubaca filsafat namun aku failed saat takut dan ragu. Sekarang tanpa ragu ku tampil terampil sejak ESDE, sudah PD kok Do bertanya “masa iye ah itu cuma TD (tes doang)", macam rujak bengkuang minum ciu bekonang tanpa campuran, murni bukan pakai pertamini. Ku dapat sebongkah berlian, hasil curian yg kusebutkan tak harus ku ulang bukan call back. Kau merengek dan mengemis, minta potek dan minta sobek.

JunkieApotek

unexistent TW : @burnhitit IG : burnhitit tidak exis seperti boyband malaysia

MARXOLINA

AN ODE TOTHE BROKEN SPIRITS

“Everything happens for a reason,"they say. Yeah, right. How come that I always draw the short stick? It is as if the gods, or whatever beings up there, take joy in watching me suffer. At the very least, they just like seeing me fail at everything. The only good thing I am good at is drinking, and even then, I would only feel good temporarily.

Not long ago, I was faced with the penultimate failure that I am sure many of you are familiar with: a failed relationship. Naturally, I dealt with that by drinking too much and doing things I will one day regret, but what else can I do, right? Too many broken hearts left unattended, too many burned bridges left drowning in the water. I would say that I am over it all, but I really am not. The other day, while doing my alcoholic routine, I came up with a poem that will hopefully encapsulate what those with a broken heart feel. It is titled, "Shattered Pedestals."

Houses peepin' down the streets, where the moonlight bathes lost souls in its bloodshot light. Searchin' for a meanin' on jagged concretes. Not a single damn for one's worn soles or a lesson in hindsight.

Fallen petals seek reconciliation. Only to be met with cruel predicaments. On a giant pedestal, I put you on. Yet, somehow, our paths were in dissonance.

Tattered, broken, bruised, confused, alone, I now must tread these shattered pedestals. Much like how a raging cyclone, in its wake, would engulf those poor petals.

AN ODE TO THE BROKEN SPIRITS

There.

Valentine's is right around the corner. Another monument of life's

greatest misery and joy, and no doubt one of the causes of so

many suicides and ruinations of lives: love.

I suspect the editor is trying to pull a sick joke and release this one on the 14th. In that case, yeah. I sure hope this little piece can offer some sort of consolation in knowing that your love life will likely end as another fuck-up in your train-wreck of a life. Never let anyone break your spirit; that privilege remains yours forever.

Have a great day, you cunts.

Asura IG: @falsewisdom Fuck. Why am I still here?

AN ODE TO THE BROKEN SPIRITS

THEUNBROKEN

sm

1222

Samæl

IG: @samael.uwu saya sebenarnya ada dua orang

RANGKAIAN Mn mwho

Lm 健

PATAHAN

la yang mempunyai sembilan nyawa tak akan pernah takut patah.

Aku mendengarkan suara perkelahian dari kejauhan. Teriakan-teriakan itu, aku tahu! Teriakan birahi yang sudah tidak bisa tertahankan. Perlahan senyap aku mendekati sumber kericuhan. Cakaran, gigitan, menghindar, dan saling kejar terus bertalu-talu. Ohh itu dia, Maria! Berlari bersembunyi di sela-sela pojokan kursi yang susah dijangkau. Suara teriakan tak jauh dari tempat berlindung Maria. Oh itu dia, Sebastian! Mukanya bersungut-sungut berharap birahinya segera terlampiaskan. "Tidak semudah itu, Bastian!" Batinku yang terus berusaha menyembunyikan keberadaan.

Sore ini kompleks Perumahan Griya Tawang Prisma cukup ramai. Manusia-manusia remaja sedang nongkrong di poskamling sambil bermain MobileLegends. "Enemy has been slain!" Suara itu terus terdengar dari gawai manusia-manusia itu. "Mariaga!" Teriak Bastian nyaring yang membuat manusia terkaget. "Anjing, berantem mulu ini kucing gempal!" Sahut salah satu manusia terganggu. "Maria, sini kamu!" Sebastian meneriaki Maria yang masih terus berlindung. "Kucing berisik, hush pergi kamu!" Salah satu manusia meneriaki Sebastian sambil menyiram teh yang tinggal setengah gelas.

Birahi yang memuncak tertekan oleh gangguan siraman teh dari Manusia keparat. Emosi Sebastian terhadap Maria patah menjadi rasa gentar dan kedinginan. Sebastian perlahan menjauhi tempat Maria berlindung dengan enggan. Melihat situasi setengah aman, Maria lari dari tempat tersebut. Namun, Sebastian mencoba mengejarnya lagi yang tidak terlalu jauh dari tempatnya menghindar menjauhi kerumunan. Akan tetapi, salah satu manusia yang melihat Sebastian mencoba menghampiri Maria lagi

RANGKAIAN PATAHAN

menghentikan aksinya dengan melempar sandal. Sebastian menyerah, menjauh dengan perasaan yang tanggung.

Sungguh kasihan Bastian, birahi tidak tersalurkan, lelah berkelahi mengejar Maria, kena siram teh dan lemparan sandal manusia. Ini bukan harimu, Bas! la menjauh dan menghilang di antara belokan. Maria berlari ke depan salah satu rumah mencoba untuk menenangkan diri. Nafasnya mulai teratur setelah percobaan kawin paksa oleh Sebastian yang membuat jantung berdetak cepat. Adrenalin. Sejatinya Maria juga menginginkan hal itu, tapi dia menginginkan sebuah permainan yang menantang. Seperti itulah kehidupan birahi kami. Layaknya binatang pada umumnya. Dominasi.

Perkelahian itu telah berakhir dengan hasil yang sering terjadi apabila keberuntungan tidak berpihak. Aku masih mengamati keadaan beberapa menit setelah kekisruhan itu selesai. Perlahan aku keluar dari tempat pengamatan, berjalan ke arah Maria yang sedang bersantai di depan rumah itu. Mungkinkah ini hariku?

Aku menghampiri Maria dengan sikap bersahabat, tidak seperti Sebastian yang menghampirinya dengan penuh gairah. Aku berhenti beberapa meter tidak jauh dari tempat Maria bersantai. Mengetahui keberadaan kucing lain Maria sedikit waspada. Aku mengamati Maria dengan hikmat dan khusyuk. Melihat sikapku yang santai Maria merasa keberadaanku tidak perlu dikhawatirkan, ia mulai menyamankan dirinya kembali. Sebuah bentuk penerimaan, aku menunggu beberapa saat sampai akhirnya aku mulai lebih mendekat. Suasana yang damai di perumahan ini terasa sangat syahdu.

RANGKAIAN PATAHAN

Aku sudah berada di dekat Maria, dia tetap masih nyaman tiduran sambil memandang jalan. Ku endus dia kemudian aku bersender di sampingnya. Maria mulai mengendus dan bersikap manja padaku. Oh ini dia! Ternyata memang ini hariku, Sebastian. Maria merasakan birahi muncul dari dirinya, ia mulai menungging. Erangan dan aksi perkawinan terjadi begitu saja tuntas tanpa ada paksaan. Memang dewa dari manusia tidak pernah salah memberikan keputusan. Inilah keadilan dewa manusia. Sampai pada suatu erangan, dari sudut mata aku melihat Sebastian berada di seberang jalan sedang mengamati perbuatanku dan Maria.

Patah, mungkin tulangku tidak akan patah walaupun aku terjatuh dari lantai sembilan sebuah gedung. Namun tidak dengan hati, melihat Maria dan si keparat kampret itu ber-asik-masyuk di depan sebuah rumah dengan mata kepalaku sendiri membuat hatiku pecah, hancur, patah berkeping-keping. Richard keparat, kucing kampung dekil tak tau malu. Kenapa kamu lebih memilih dia daripada aku?! Hatiku sudah hancur, tidak akan mungkin aku berkeliaran di lingkungan ini lagi. Jika aku tetap berada di lingkungan ini, rasa sakit hati ini akan selalu menghinggapi dan tak akan bisa pergi. Hari yang sangat buruk.

Sebastian menjauh berjalan lunglai menuju ke suatu tempat yang ia sendiri tidak tau pasti. Aku, menuntaskan permainan ini kemudian bermesraan dengan Maria. Sore berlalu, malam menjelang ramai, manusia kembali mengisi kekosongan poskamling yang sepi setelah ditinggal sebelum maghrib tadi. Sekarang berganti bapak-bapak yang tengah menjaga komplek perumahan ditemani kopi, radio, dan kartu remi. Aku telah berpisah dengan Maria, mendekati poskamling, mengais sisa makanan yang mungkin masih tertinggal belum dibersihkan.

RANGKAIAN PATAHAN

Sebuah mobil melintas, sang pengemudi menurunkan kaca menyapa bapak-bapak yang tengah berjaga. Mobil kemudian melaju berbelok ke kanan di sebuah perempatan diiringi dengan sebuah jeritan. "Aahhh.….." Suara seekor betina terdengar. Hatiku merasakan sesuatu hal yang tidak baik. Suara itu, aku mengenalnya dengan pasti. Aku melompat dari pangkuan manusia tua berjalan menuju arah perempatan itu. Hatiku mulai tidak karuan saat melihat pengemudi mobil itu turun dari kendaraannya. la melepas bajunya dengan segera, bau darah tercium oleh indera penciumanku yang cukup tajam ini. Aku terus mendekat kemudian berhenti tidak jauh dari sesosok kucing betina yang sudah tidak utuh. Pemandangan yang memilukan, Maria! Ohh Maria.

Sungguh sakit hati ini, kesenangan terkadang diiringi dengan sebuah tangis kesedihan. Air mataku tak terasa mengembun di sudut dalam mataku. Aku berteriak lirih, namun yang keluar hanya sebuah ratapan kesedihan tak bermakna. "Ngeoong, ngeong, ngeeoongggg.…." Berulang-ulang kali aku memanggil nama Maria. Tak ada jawaban dari yang seharusnya menjadi penerima panggilanku.

Pengemudi tadi dengan sigap menutupi mayat Maria, kemudian meng-kafaninya dengan baju yang telah ia lepas. Semuanya telah patah, sembilan nyawa Maria tidak mampu menyembuhkan patahan tulang dan tubuh yang tercerai-berai. Magis Maria telah habis dengan bencana yang tidak mampu ditangani oleh siapapun dari famili kami. Kami memang memiliki sembilan nyawa, tapi yang maha kuasa dapat dengan mudah mematahkan semuanya.

RANGKAIAN PATAHAN

Hatiku hancur dengan amat sangat, kepalaku terasa berat. Gontai aku melangkah menjauhi kerumunan manusia yang berdatangan menyaksikan, serta membantu menyelesaikan kecelakaan. Aku terus melangkah hingga sampai depan rumah yang menjadi saksi kemesraan singkat kita tadi. Kepalaku semakin berat hingga memaksaku untuk berbaring dan terlelap.

Tidak, bagaimana bisa! Anak siapa ini, satu, dua, tiga, empat. Empat anak kucing mengendus-endus perutku, satu lagi masih berlendir di selaputi plasenta sedang aku jilati. Apa ini yang keluar dari tubuh bagian bawahku, oh... Satu lagi mulai keluar dari kemaluanku. Bagaimana bisa?! Aku seorang pejantan melahirkan?! Ini menggeliat-geliat, menggelikan sekali!

Kuda-Man TW: @navajo_casava Aku berjalan sendiri kemudian bangsat-bangsat mulai mengikuti.
Ternyata aku mau dipukuli. Oohhh.... Tidak!

RANGKAIAN PATAHAN

Dan kata tidak dimulai dari a menjadi a. Kita ada di tengah. Titik-titik nisbi dari duka sejak lahir dan rahim membuka. Tidak ada a menjadi a.

Chawpi tuta. Kabut di malam siaga. Debu-debu berputar di sekelilingnya. Sebab kau semisal ia, chawpi tuta dan sedih di sekujur tubuhnya. Tak kau maknai a menjadi a. Duka dengan a, tapi tidak semisal a.

Bahasa tak punya wajah, pada romanmu yang dikecewa sepanjang khayatnya. Bahasa tak punya wajah. Kita gauli mereka dengan bola-bola kata serapah dan benci yang menggila di dalamnya. Chawpi tuta. Kau pusat dunia. Kau ada di tengah-tengah, dan bukan sesiapa.

Namun, a tak pernah menjadi a. Kau begitu sulit dimakna. Kau begitu sukar membuka. Tahun-tahun yang hampa, tak ada a dan a. Hanya duka, tapi bukan a.

Dan doa-doa merapah. Doa-doa dunia. Yang tak kupaham maknanya. Yang tak kupaham gunanya. Pucuk dari segala, adalah bahagiamu yang benar-benar bahagia. Aku ingin jadi a yang betul-betul a. Bukan semata tafsir manusia, bukan semata kata dan tanda baca. a. a. a.

Hingga tahun-tahun bersudah. Dengan kau di tengah, tapi menyiksa diri lebih dari sesiapa. Buah tidur yang datang pada malam-malam aku terjaga. Aku ingat. Geram. Muram. Suram.

Chawpi tuta.

A. A. A.

Akankah kau makna bahasa dengan wajah mereka. Bukan dengan prasangka dan pradugamu pada dunia. Pada sedih-sedih yang mendarah di kuku-kukumu paling bawah. Di bencimu pada belas kasih manusia. Di rasa tidak percaya. Bahwa kami ada. Membawa bahasa dengan wajah asli mereka.

Sampai waktu kita tiba. Di singgah paling akhir sejarah manusia. Akankah kau benderang, dengan terik yang menyejukan. Yang kuharap di sepanjang zaman. Yang tak geram, dan muram, dan suram, semisal lelapmu di waktu-waktu ke belakang.

Akankah a menjadi a dalam bahasa kita. Akankah a menjadi a dalam bahasa manusia.

Dan tidurmu biar tak terganggu sudah. Biar kau berbahagia. Walau dalam tidur saja.

Lutfiah Setyo IG: @lutfiasetyoc mahasiswi semester empat di salah satu universitas di Jawa Tengah.

A. A. A.

EVENT LOG:

ERROR CODE

0142

Sebagian besar partisi memorinya tak lagi dapat diisi, yang sudah tersimpan pun tak dapat dihapus. Tengoklah ke dalam, apa yang ia putar sekarang. Film usang yang sama, tiap kali diputar makin membosankan, tiap kali ditamatkan makin mengherankan. Banyak detail yang selama ini terlewatkan yang akhirnya kau perhatikan secara seksama, betapa naifnya dia saat itu. Makin kau ulang makin sesak kepala dan dadamu. Lebih baik kau ganti partisi baru saja kan? Tak ada data yang bisa diselamatkan lagi; meskipun ada kau tetap tak mau belajar dari sisa data yang bisa diselamatkan kan?

Stanley Adam TW: @Menyublim_ Penulis musiman, gemar mengadakan yang tiada melalui tulisan

EVENT LOG: ERROR CODE 0142

SOINORUI

Memang takdir datang begitu brutal, dan aku tak sama sekali mencintainya. Segerombol Nabi baru mengobral wahyu palsu. Menipiskan imanku yang memang sudah tipis sejak terlahir. Membuatku benci dengan takdir. Mabuk dengan doktrinisasi agama baru. Hasrat membunuh dengan mereka yang tidak di pihakku. Membuatku kecanduan akan bayangan yang kau sebut "harapan".

Segala hal tampak nirmakna. Ketika semua yang telah ku pegang teguh sedemikian rupa, berakhir sia-sia. Tak hanya sia-sia, tapi tak ada satu pun tersisa. Semua terbakar menjadi abu, abu yang disulut api kebencian, kemarahan, kekecewaan, kesedihan yang tak tahu ujung.

Akan tiba masa dimana harapan tak dapat lagi tumbuh. Dimana harapan tak lagi ada. Dimana harapan adalah suatu kesia-siaan. Dimana harapan adalah kesalahan. Dimana harapan adalah omong kosong. Dan setiap orang yang masih mempercayai harapan adalah golongan orang-orang terbodoh.

Sampai titik dimana aku ingin mengakhiri semuanya. Kemudian tiba saatnya timbul kepercayaan baru. Bagiku kematian adalah hal yang indah.

Kini yang tersisa hanyalah sebuah tali gantungan atau apapun yang dapat mempersingkat waktu. Sembari menunggu waktu ajal datang menjemput, aku saksikan kehancuran yang ada di sekeliling. Aku kini mulai menikmati dan merasakan ketenangan yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Seakan aku telah menerima dan siap ketika malaikat mendekat dan membawa pergi.

Tapi, ataukah ini hanyalah sebuah dongeng yang berakhir menyedihkan? Ataukah ini adalah sebuah jalan pintas dengan akhir yang menyenangkan?

Namba Allah

.Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan cara melanggar hukum dan zalim, akan Kami masukkan dia ke dalam neraka. Yang demikian itu mudah bagi Allah.

FASHION

RF

FASCISMAI

#TERORIS TIDAK

ERAGAMA

POLIC FREEDOM

SIASH THE RACIST KILL OFF FASCIST

SMASH

THE

RÁCIST

seperti apapun cara berpakaian mereka yang

berbeda dengan kita, bukan hak kita untuk menghakimi apalagi melecehkan !! karena persepsi antara baik dan buruk tiap orang

pasti berbeda beda.

begox IG: @lutficrust SMASH THE RACIST

HANCUR RETAKAN KETIGA

Hari ini dimulai dengan aneh, kabar darimu sampai kepadaku dengan janggal. “Mau me time,"katamu.

Aku iyakan karena aku paling mengerti dan bisa menghargai ruang yang ingin kamu buat, tindakan benar yang kuambil. Percayā sepenuhnya padamu, adalah bagian salahnya.

Siang bertukar malam dengan cepat. Aku orang yang suka memperhatikan manusia, gerak-gerik kecil, cara berbicara, dan kebiasaan semua yang bersinggungan denganku. Sama halnya dengan aku yang menaruh perhatian extra padamu, karena sudah menaruh hati.

“Aku mau tidur cepet ya begitu sampe rumah, cape banget hari ini gila,“jelasmu. Ini retakan pertama.

Aku iyakan meski sudah mencium keanehan, menghabiskan waktu denganmu berarti terbiasa dengan rutinitasmu, dan ini aneh. Waktu itu bulan puasa, aku terjaga sampai waktu sahur karena kewajiban kerja. Aku terjaga sampai waktu subuh karena aku terbiasa membangunkanmu.

Kuambil ponsel pintar ini kemudian menekan nomormu sebagai tujuan panggilan.

Dering pertama belum diangkat, ah wajar kamu memang sulit bangun. Dering kedua masih belum diangkat, dari pernyataan sebelum tidur nampaknya kamu memang benar lelah. Dering ketiga tiba dan kamu masih belum mengangkat, ah kamu masih terlelap nampaknya. Dering keempat berjalan setengah dan kamu matikan panggilanku, ah ini aneh.

HANCUR DI RETAKAN KETIGA

Aku tau betul sisi ketusmu, tapi ini berbeda. Sebagai pembohong aku akrab dengan gerak-gerik pembohong. Kamu sedang berbohong. Ku lempar umpan pertama, “malam ini pakai kaos kaki apa bos?" tanyaku yang tau kebiasaan tidur wajib pakai kaos kakimu itu, dan keseruanmu yang memberi laporan dengan mengirim foto.

“Kaos kaki papa yang putih, aku lagi males nyari jadi tadi asal ambil aja." Kamu sedang berbohong. Kubiarkan jawabanmu, dan kupersilahkan kamu meneruskan malammu.

Andai kamu tau perasaan sakit disaat kamu mengetahui sebuah kebohongan, tapi mencoba menenangkan diri agar tidak meledak. Andai kamu tau rumitnya negosiasi yang terjadi dikala sedang membohongi diri. Kubiarkan seperempat pagi itu berlalu, dan kulalui sisa hari dengan penuh pergelutan.

Tau apa yang lucu buatku? Menjelang malam akun tidak dikenal mengirimiku pesan singkat, dan ini retakan kedua.

“Nice profile, btw thanks ya semalem udah bangunin.“ Tulis akun alter instagram yang sengaja tidak dikunci agar aku bisa mencari tau.

Sejujurnya aku berterima kasih. Berterima kasih pada laki-laki 'kecil' itu, tanpa kemunculannya puzzle-ku di seperempat pagi tidak akan lengkap. Ku gas motor matic ini langsung ke tempatmu, kuhampiri dirimu di tempatmu biasa berkumpul. Kusisakan sedikit energi ku berbaur dengan sekeliling sambil menahan sakit. Sakit karena menemukan jawaban, sekaligus sakit karena intuisiku ternyata benar. 2 jam basa-basiku dengan sekelilingmu, kemudian kuantar kamu pulang.

HANCUR DI RETAKAN KETIGA

“Semalem kamu gak di rumah kan? Kamu gak pulang ya?" tanyaku sembari mengatur gas motor matic.

“Enggak,“jawabmu singkat. “Check-in? Sama mantanmu?" tanyaku berat. “lya, sorry,“ jawabmu lirih.

Ini retakan ketiga. Retakan yang menghancurkan seisi rumah. Rumah yang dulu porak poranda. Rumah yang kubangun ulang dengan susah payah. Rumah yang kususun perlahan tiap bagiannya agar layak ditempati orang baru. Rumah yang pada akhirnya rapi, dan kubuka pintunya untuk mempersilakanmu masuk. Hancur, di patahan ketiga.

Tau puncak kelucuan dari semua ini? Retakan ketiga ternyata bukan retakan terakhir yang kamu berikan padaku.

Hastin Indurasmi orangnya hobi nyari penyakit hati

HANCUR DI RETAKAN KETIGA

AKU, AKU,

AKU,DAN SEBUAH TULISAN YANG EMOSIONAL

"When you lose something you can't replace, When you love someone but it goes to waste, Could it be worse?"

Ada ungkapan yang menyebut jika hal yang paling sakit bukanlah ketika kulit kita tergores paku berkarat, bukan pula saat lutut kita menghantam kerasnya aspal. Melainkan, pada waktu diri kita benar-benar menyadari jika orang yang memberikan momen berbahagia, waktu berharga, serta beragam ingatan yang menyenangkan, singkatnya kenangan indah, menjadi sebuah kenangan.

Kehilangan seseorang yang kita cintai, kasihi, dan sayangi, aku pikir, sama rasanya kala puluhan pisau menghunjam dada dan mengoyak jantung kita. Seluruh tubuh terasa lesu serta sesak. Beragam aktivitas yang biasa kita lakukan menjadi tidak enak dijalani karena pikiran kita yang secara tidak karuan terus terbayang mengingat-ngingat kembali memori abstrak yang telah dilalui dan sadar sepenuhnya bahwa itu mustahil untuk diulang.

Apa yang dimaksud kehilangan di sini tidak memiliki penyebab tunggal. Itu bisa saja karena kematian, hingga karena adanya perubahan sikap dan perasaan dari diri orang yang tiap hari kita pikirkan.

Soal kematian? Bagiku itu adalah takdir. Penyebab mengapa Tuhan tiba-tiba memanggil keluarga, teman, hingga kekasih yang kita sayang secara mutlak tidak bisa dipertanyakan. Pun jika kita kehilangan mereka yang memberi kebahagiaan karena kematian, kita masih bisa berharap bahwa mereka telah diutus oleh Tuhan untuk pergi ke tempat yang jauh lebih baik dari semesta. Ada secercah harapan yang masih bersinar di sana, yang bagiku,

AKU, AKU, AKU, DAN SEBUAH TULISAN YANG EMOSIONAL

mampu menjadi penuntun agar kita tidak terlalu lama larut dalam kesedihan.

Namun, bagaimana soal kehilangan lantaran seseorang yang kita sayangi tiba-tiba berpaling dan merubah sikapnya hingga akhirnya memilih untuk pergi meninggalkan?

"People change, feelings change. It doesn't mean that love once shared wasn't true and real. It simply just means that sometimes when people grow, they grow apart."

Aneh rasanya ketika kita menatap wajahnya dan hati kecil tanpa fafifu bersuara: "mungkin ini adalah orang yang tepat. Aku bahagia bersamanya dan berharap kebersamaan ini berlangsung selamanya", tiba-tiba tanpa sedikit pun peringatan dan aba-aba, keesokan hari atau beberapa waktu setelahnya, seseorang yang selalu kita temui dalam mimpi saat terlelap, pergi begitu saja.

Tidak ada lagi yang memenuhi notifikasi pesan dan panggilan. Tidak ada lagi orang yang setiap malam bertanya tentang kabar kita, bagaimana hari-hari kita, hingga hal remeh-temeh yang sebenarnya tidak penting untuk ditanyakan. Namun, tetap kita jawab dengan antusiasme luar biasa lantaran pertanyaan tersebut dilontarkan oleh seseorang yang kita sayang.

Begitu cepat waktu berlalu hingga malam penuh canda tawa yang biasa dihabiskan bersama, kini, hanya menjadi sebuah cerita untuk dikenang.

"I’ve given a lot of thought to the nights we use to have. The days have come and gone, our lives went by so fast."

AKU, AKU, AKU, DAN SEBUAH TULISAN YANG EMOSIONAL

Aku berani bertaruh bahwa kita semua pasti pernah mengalami hal ini, dengan ukuran yang berbeda tentunya. Sepanjang tahun, aku sendiri telah mengalami banyak perasaan kehilangan lantaran ada semacam perubahan yang terjadi dalam diri mereka. Entah itu teman atau orang yang aku pikir akan selamanya mewarnai hidupku.

Ada kalanya aku sendiri marah dan kesal. Bukan perihal ditinggal pergi, melainkan karena berpikir mengapa bisa-bisanya aku mesti membangun momen bahagia dan kenangan indah bersama seseorang yang pada akhirnya pergi dengan hanya meninggalkan rasa kecewa.

"I'm empty like the day after Christmas. Swept beneath the wave of your goodbye. You left me on the day after Christmas. There's nothing left to say, and so goodnight."

Bayangkan rasanya ketika diri kita terbangun di pagi hari dan sadar bahwa semuanya sudah berlalu. Kita sadar bahwa kini kita hanyalah seorang diri. Hanya ada sakit, pedih, dan perih. Betapa lelahnya kedua mata yang setiap malam harus terlebih dahulu mengeluarkan genangan air hanya agar dapat terpejam dengan tenang.

"I can't forgive, can't forget, can't give in what went wrong. Cause, you said this was right. You fucked up my life!"

Belum lagi kita harus berhadapan dengan kemungkinan yang bisa mengganggu jiwa kita. Seperti misalnya, melihat mereka, orang yang kita sayang, bergandengan tangan dengan orang lain dengan raut wajah yang sangat gembira. Atau, melihat akun media sosialnya yang mengunggah sebuah foto sebagai tanda

AKU, AKU, AKU, DAN SEBUAH TULISAN YANG EMOSIONAL

Sementara kita berdiri di sudut jalan gelap dengan perasaan yang masih sama, ia justru sedang asik bersama orang lain di sebuah ruangan terang yang penuh kebahagiaan. Seakan memberi kesan bahwa semua kenangan yang dibangun bersama kita dulu bukanlah apa-apa.

"All the days you spent with me, now seem so far away. And it feels like you don't care anymore."

Apa yang salah dari diri kita sehingga harus berhadapan dengan situasi yang penuh sesak ini? Haruskah kita marah? Atau menangis?

“I’m kicking out fiercely at the world around me. What went wrong?"

Kehidupan kita pada dasarnya adalah aktivitas melihat orang-orang datang dan pergi. Ada pepatah yang menyebut “jangan terlalu berharap banyak ke pada seseorang”. Ya! Itu benar. Kita tidak bisa mengontrol atau mengehendaki apakah seseorang bisa datang dan pergi begitu saja ke kehidupan kita. Namun, jika boleh bertanya, mengapa aktivitas semacam ini selalu saja meninggalkan luka pedih yang penawarnya tidak dapat ditemukan di toko obat manapun?

"I will follow the trail to tomorrow. With my loneliness with sorrow all through the night."

Pada akhirnya, kita hanya bisa ikhlas dan melapangkan dada sebesar-besarnya untuk hal yang demikian.

AKU, AKU, AKU, DAN SEBUAH TULISAN YANG EMOSIONAL

Toh, bukankah perjalanan kita masih panjang? Setidaknya, pengalaman ketika menyadari bahwa seseorang yang memberi kita kenangan telah pergi dan menjadi sebuah kenangan adalah sesuatu yang mana kita bisa belajar darinya: bahwa kita harus berhati-hati agar tidak terjebak pada kondisi yang memaksa kita untuk membangun sebuah ruang memori indah bersama seseorang.

Sekarang, mari saatnya untuk melanjutkan kehidupan kita seperti sediakala. Meski itu harus dipenuhi dengan tangisan, kesedihan, dan kesendirian!

Note: Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman individual penulis yang sangat

emosional, Diperuntukkan kepada kita semua yang jiwanya sedang atau akan segera mengalami pedihnya kehilangan seseorang~

Ilham S @ilhamssh_ Seseorang yang hatinya sedang hancur

AKU, AKU, AKU, DAN SEBUAH TULISAN YANG EMOSIONAL

SABDA

dadaku lubang sumur dengan air keruh yang berasal dari tangis ketakutan usia tua dan kesepian

di dasar tanah kutemukan sebuah peti bekas berisi hati orang-orang ditinggalkan dan menusuk cintanya yang membusuk

masuklah, ceburkan dirimu yang sudah mati sebelum mati

ke dalam dadaku!

masuklah, masuk dan serahkan hidupmu yang keparat kepada kematian

yang mengintip setiap kali matamu tak berkedip masuklah!

Adriansyah subekti IG: @adrnsyhsbkti_ Adriansyah Subekti, kelahiran Banyumas, 18 Agustus 2001. Semoga diberi kado pas hari ulang tahun. Tidak suka menulis. Sedikit suka membaca.

SABDA

Cintai aku dengan hatimu Seperti aku mencintaimu Sayangi aku dengan kasihmu

Seperti aku Meryayagh

PARTEKELIR

NANGIS

BOLEH,

PENTING

MAKAN DULU

partekelir socialmedia: @partekelir aku cinta semua NANGIS BOLEH, PENTING MAKAN DULU

TEG.AP MENGHADAP .JENDELA DINGIN DI RANTIN'G JARANG YANG AKAN GUGUR TERSNYUM MENCAHULUI MEKARNYA BERBAGA' KEMBANG GUGURLAH PASTI GERANGAN HARUSKAH ITU MENG-ESALKAN HATI? SAYANG VAAH GIR. NG TAK BERWAKTU PANJANG PADA WAKTUNYA BUNGA MEKAR DAN GUGUR SENDIRI WANGINYA TERSIMPAN MENANTI TAHUN DEPAN LAG MALAHAN GUGU'R M -NJELANG MUSIM SEMI DATANG

Andrian Dinata @andriandinata137 Panitia kiamat cabang Kalimalang. Pecinta habib khususnya Sayid Fachrul baraqbah dan haji Misbach. Take a beer:)

TEG.AP MENGHADAP JENDELA DINGIN DI RANTING JARANG YANG AKAN GUGUR TERSNYUM MENCAHULUI MEKARNYA BERBAGA' KEMBANG GUGURLAH PASTI GERANGAN HARUSKAH ITU MENG-ESALKAN HATI? PADA WAKTUNYA BUNGA MEKAR DAN GUGUR SENDIRI SAYA NG VAJAH GIR NG TAK BERWAKTU PANJANG WANGINYA TERSIMPAN MENANTI TAHUN DEPAN LAGI MALAHAN GUGU'R M HJELANG MUSIM SEMI DATANG

SAYANGKU

Ah sitfakingsit, sayangku! langit berubah warna, hitam pekat mulai melumat biru cerah merona di atas langit. Lagi-lagi, kembali, pertemuan itu berujung wacana. Bukan lagi jarak yang menjadi permasalahan kisah romansa ini, tapi cuaca yang sedang menggoda agar kita bertengkar saja kemudian saling mengakhiri dan berpisah.

Sayangku! sedikit lebih lama bertahan rasanya rumit. Langit itu terus saja menertawakanku, sepi, sendirian, setiap hari perasaan gembira itu diterkam habis oleh curiga. Ke mana lagi kisah ini berjalan? Utara? Selatan? atau malah sedikit bergeser ke bujur timur? kumohon jangan, di sana petir menyambar-nyambar, aku tak ingin kamu mati menjadi jenazah konyol mirip pepes ikan tongkol. Bukan, bukan kontol, tapi tongkol. Tidak, aku tidak butuh hadiah sepeda dari Jokowi, yang aku butuh itu kamu!

Sayangku! Kita sudah berjalan sejauh ini, jauh sekali meskipun belum sampai menginjakkan kaki di bulan seperti Neil Amstrong, atau bahkan jauh menengok cincin Saturnus yang mungkin tak seindah cincin hadiah permen sugus.

Sayangku. Setelah melewati puluhan kali kata lelah, ratusan kali prasangka resah, ribuan kali hampir tersulut sumbu amarah, apakah kini semuanya layak diakhiri dengan kata "Sudgh"?

Madd socialmedia : @Achmadriski_16 SUKA NGARANG, GA SUKA LUHUT

SAYANGKU

03.30 Hari ini bangun terlalu pagi. Padahal tidur menjelang pagi. Entah aku beruntung karena kemungkinan telat berangkat kerja jadi sangat kecil atau harus merutuki diri karena tidur hanya menjadi aktifitas iseng belaka. Hari ini bangun terlalu pagi, lagi. Bangun dengan bingung setelah memaksa terlelap karena linglung. 1 menit..
...dub... dubb...

5 menit.. dubb..dubb..dubb..

15 menit.. 30 menit..

Aku mematung mendengarkan suara katup jantung. Membuka dan menutup. Konsisten tanpa henti.

04.20 Allahuakbar allahuakbar... Lantas aku bangkit dari kasur dan berkaca, ternyata bukan perasaanku saja, benar pupil mataku mengecil. kantung mataku punya kantung mata yang berkantung. Amarah mengisi kantung kantung itu.
'TLIHANSEMLLA

TUHAN,SEMUA

BOLEH MATI, MEREKA

BOLEH MATI,

AKU JUGA BOLEH,

ASAL JANGAN IBU."

Amarah, aku marah tapi tetap beribadah.

08.00 Sampai kapan layar monitor laptop butut itu sanggup mengalihkan amarahku?
21.00 Berjuang menebalkan ego diri di gerbong yang berisi manusia manusia letih. Lalu melanjutkan kelinglungan hingga menjelang pagi dan terbangun terlalu pagi, lagi, dan lagi.

Yang patah tumbuh, yang hilang berganti.

BOHONG.

Bagiku, Tak ada yang tumbuh setelah patah Tak ada yang berganti setelah hilang tanpa pamit.

-tsukiko.raw the nobou ur Cusfody ut as Ihn

FJ

JO

元上

泰手 风多

3.645.641 /Hイ)
MPC-HC

People

With

Addict

Are

Sick

SWEKSHOL PERUSAK

Swekshol IG: @akarmaksiat

WARAS

PERUSAK WARAS

010100

ANARCHISTNEWS.ORG

[Terjemahan klaim tanggung jawab dalam bahasa Indonesia oleh Rudal Jelajah dari: https://anarchistnews.org/content/bomb-attack-against-unicredit-bank-solidarity-w-anarchist-prisoners &https://anarchistnews.org/content/solidarity-francisco & https://anarchistnews.org/content/claim-incendiary-attack-high-voltage-pylon]

MILAN, ITALIA: SERANGAN BOM TERHADAP BANK UNICREDIT DALAM SOLIDARITAS UNTUK TAHANAN ANARKIS

Milan, bom melawan Unicredit

Deru pemberontakan memecah kesunyian malam musim dingin. Kekerasan anarkis menyerang Unicredit, meledak ketika malam hari terhadap salah satu cabangnya di Milan, di distrik Barona. Alat peledak diletakkan di pintu depan institusi, menghancurkan pintu masuk dan mesin ATM.

Raksasa perbankan yang diketuai oleh mantan Menteri

Perekonomian Padoan ini merupakan bank terbesar kedua di Italia dan hadir di delapan belas negara. Selama bertahun-tahun telah membiayai ekspor senjata dan sistem militer dan di antara pemegang sahamnya adalah Black Rock, pemimpin dunia dalam dana investasi. Di dunia di mana bank memiliki kekuatan untuk menentukan kinerja pasar dan kehidupan masyarakat, serangan langsung terhadap struktur ini merupakan salah satu senjata perjuangan terbaik.

Solidaritas revolusioner untuk para tahanan anarkis di dunia, bangga dengan jalan perjuangan mereka.

Tidak akan berakhir.

Tidak akan menyerah.

SERANGAN BOM TERHADAP BANK UNICREDIT DALAM SOLIDARITAS UNTUK TAHANAN ANARKIS

SOLIDARITAS UNTUK FRANCISCO!

5 Januari 2021

Penjara melayang permanen seperti awan gelap di atas kehidupan mereka yang tidak ingin menyerahkan diri ke dalam sistem dunia yang otoritarian dan eksploitatif ini. Meremukkan kehidupan masyarakat yang negara anggap tidak berguna atau berbahaya.

Di hati ini kami membawa nama, kata-kata, dan perbuatan para kamerad yang dipenjara di seluruh dunia.

Salah satu di antara mereka adalah Franscisco Solar, seorang anarkis Chili yang baru-baru ini mengambil tanggung jawab atas perangkat peledak yang menghancurkan ilusi keamanan yang begitu disayangi oleh polisi, politisi dan orang kaya. Sehingga ketakutan tersebut akhirnya berubah sisi.

Terlepas dari jarak dan dinding, kami ingin mengiriminya pesan solidaritas.

Maka, pada malam tanggal 24 sampai 25 Desember kami membakar kendaraan pembangun penjara Eiffage, dan di tempat lain di Courat, Paris.

Beranilah kamerad! Kaum anarkis takkan melupakan kalian! Sebuah solidaritas juga untuk Toby Shone, kamerad yang dipenjara di Inggris. Api ke penjara, ke perusahaan yang membangunnya karena dunia membutuhkannya.

Solidaritas berarti menyerang.

SOLIDARITAS UNTUK FRANCISCO!

PERNYATAAN ATAS PEMBAKARAN TIANG BERTEGANGAN TINGGI

Pada malam Natal, bosan dengan panorama artifisial kota yang siap merayakannya di atas kereta luncur kapitalis, kami memutuskan untuk ikut berkontribusi terhadap gemerlapnya dengan membakar tiang bertegangan tinggi Terna menggunakan kaleng-kaleng bensin. Hadiah nokturnal kecil dari kami berhasil menerangi langit kelabu dengan kilatan yang menyilaukan serta bubunyiannya.

Untuk hari ini kami tidak tahu persis seberapa parah kerusakan yang disebabkan, tapi kami tahu bahwa Terna mungkin harus menambahkan tiang natal tersebut ke daftar pemeliharaan dan perbaikan yang berada di sekitar 75.000 km ruas jaringan Italia.

Jelas harapannya adalah tetap dan akan terus tetap menjadi harapan untuk mematikan sistem pasokan energi secara definitif, detak jantung dari dunia konsumerisme dan kemewahan yang sakit ini, kehancuran, perang dan kematian.

Terna akan dimasukkan dalam daftar pemasok energi raksasa yang telah disebutkan dalam komunike pertama kami (ENl dan Ansaldo Nucleare) yang menceritakan dongeng tentang energi bersih dan perubahan ekologi, membual tentang "aksi untuk iklim" melalui rencana ketahanan, penelitian, pengembangan dan inovasi.

PERNYATAAN ATAS PEMBAKARAN TIANG BERTEGANGAN TINGGI

Jangan terpukau oleh gemerlapnya mereka yang jelas-jelas secara eksklusif hanya tertarik pada keuntungan tak terbatas yang akan merugikan makhluk hidup, tanah, udara, dan air, demi berfungsinya sistem yang tidak mempedulikan siapa pun.

Justru karena alasan ini, pada malam 24 Desember kami memutuskan untuk bertindak, kuat dalam ide-ide kami. Ini tidak akan menjadi kampanye konstan anti-anarkis yang membuat kami mundur; mereka telah memenggal kami, menembak kami, mengirim kami ke kurungan, mengunci kami di penjara selama bertahun-tahun, menjadikan kami subjek untuk diawasi, menyita surat kabar dan situs kontra-informasi kami, tetapi terlepas dari ini kami masih di sini, hidup dan menendang selama hampir dua abad, lebih mabuk dari sebelum-sebelumnya dengan formula sederhana: ide dan tindakan.

Tindakan yang akhir-akhir ini dicontohkan oleh kamerad-kamerad seperti Francisco Solar, Alfredo Cospito, 4 kamerad Belarusia Igor Olivenich, Sergej Romanov, Dmitry Dubovsky, dan Dmitry Rezanovich, merupakan bukti konret dari etika anarkis. Kata-kata para tahanan anarkis akan terus menemani kami, kami

terinspirasi oleh tekad dan keberanian atas tindakan yang

dilakukan kamerad-kamerad di seluruh dunia, mempertaruhkan nyawa mereka, mencoba dan mencoba lagi, dengan segala cara yang mereka miliki, sebagai upaya untuk menghalau mesin dominasi dan eksploitasi, yaitu sistem yang masih eksis di masyarakat hari ini.

PERNYATAAN ATAS PEMBAKARAN TIANG BERTEGANGAN TINGGI

SOLIDARITAS INTERNASIONAL UNTUK SEMUA TAHANAN

ANARKIS!

SOLIDARITAS UNTUK SAUDARA-SAUDARI DALAM AKSI MOGOK MAKAN!

SOLIDARITAS UNTUK PARA KAMERAD YANG MENJADI SUBJEK

PENGAWASAN!

KAMI MENGIRIM PELUKAN DAN SENYUMAN KEPADA MEREKA

YANG SAAT INI BURON!

KEPADA KAMERAD YANG TELAH MENINGGALKAN KAMI SEBELUM WAKTUNYA, NAMA KALIAN BERSINAR DALAM NYALA YANG KAMI SERANG!

UNTUK INTERNASIONAL HITAM!

PENGHANCURAN TERHADAP SEMUA PEMERINTAHAN DUNIA YANG

HARIINI MASIH EKSIS!

Rudal Jelajah

PERNYATAAN ATAS PEMBAKARAN TIANG BERTEGANGAN TINGGI

TENTANG

CINTA

(dari sudut pandang pribadi)

cinta adalah semangkuk mie rebus dengan irisan cabai rawit dan telur setengah matang, teh lemon hangat, beranda rumah,

sehabis hujan, dan obrolan ringan soal rekan kerja yang

menyebalkan. cinta adalah celana pendek, kaus kutung, selimut yang mengurung tubuh, pelukan dan riuh napas di belakang tengkuk dan pembicaraan esok hari.

cinta adalah buku, kopi, musik, dan hening yang ada di antaranya. cinta juga tatapan mata yang berbicara tanpa perlu mengucap sepatah kata. cinta kadang diam, memperhatikan dalam-dalam, dan larut setelahnya.

cinta adalah debat kecil sinema mana yang akan dikunjungi. cinta adalah sobekan tiket dalam kantung celana yang tersimpan rapi setelahnya. cinta adalah popcorn asin atau karamel, soda atau air mineral dingin, kue gambang atau roti isi. cinta adalah genggaman tangan hangat, pundak dan lengan yang dipinjam, bibir yang basah, dan tendangan kurang ajar dari kursi belakang.

cinta adalah perjalanan selatan ke pusat, selatan ke timur, selatan ke barat, selatan ke utara, dan selatan ke indomaret untuk membeli kudapan dan minuman ringan. cinta adalah berbagi wangi sabun, menyeragamkan bau rambut dengan sampo dingin anti ketombe, dan bau napas yang sama dengan pasta gigi dengan banyak pemutih.

cinta adalah sebatang rokok setelah makan malam, sebatang rokok setelah bercinta, dan sebatang rokok setelah sarapan. cinta juga adalah pulang ke rumah masing-masing setelah itu.

TENTANG CINTA

cinta adalah musik yang kita dengar bersama, lirik yang kita kritik bersama, dan melodi yang kita senandungkan bersama. cinta adalah air guitar di tengah-tengah november rain, air drumming di sela-sela black dog, dan gerakan aneh di mana pun bagian thriller.

cinta adalah rencana pergi bersama, mencari tiket murah, membuat janji dengan kenalan di daerah, dan memaksanya untuk mengajak ke tempat kuliner ternama. cinta adalah apa yang harus, yang boleh, dan yang jangan. cinta adalah kesepakatan.

cinta adalah memberi jarak, memberi ruang, dan memberi pengertian. cinta adalah melepaskan, merelakan, dan mengikhlaskan. cinta adalah segelas air yang melegakan dahaga. cinta bukan debu yang membuat tenggorokan tercekat. cinta tidak harus keras kepala, cinta tidak memaksa untuk tinggal, cinta mengantar ke pintu gerbang ketika ia ingin pergi.

cinta itu menunggu, untuk kepergian atau kedatangan. cinta itu tulus, karena cinta sadar bahwa yang sudah lalu seringkali tidak akan kembali menyatu. cinta tidak harus bersama. cinta hanya perlu ada.

@joeyaholic anak yang tangkas dan juga pemberani

TENTANG CINTA

EMPTY FEELING

IS ALSO

A FEELING

pfiuuuh, akhirnya kalian sampai juga di halaman ini. kami sudah khawatir kalau kalian sudah muak melihat halaman yang tak kunjung selesai.

terima kasih sudah meluangkan waktu untuk bergerak jauh sampai ke sini.

semua yang telah kalian nikmati (atau tidak?) adalah hasil jerih payah, kerja keras, dan buah pikir orang-orang yang ikut serta dalam proyek nirlaba ini.

dukungan kalian dalam bentuk apapun dengan lapang dada akan kami terima.

hujatan, cacian, makian, kritik, saran, pujian, semoga tetap membuat kami akan tetap ada.

jangan lupa, apabila setelah membaca submisi zine kalian menemukan orang asshole dan cabul yang terindikasi melakukan kekerasan seksual sempat menjadi salah satu kontributor, tolong beritahu kami karena kami kadang ga sempet background checking dll.

mudah-mudahan sih ga ada ya~

kalau tidak terhalang kiamat, kami akan berusaha untuk terbit dua bulan sekali. jadi kalian punya lebih banyak waktu untuk membuat sesuatu yang lebih maksimal.

jangan ragu untuk mengeluarkan isi kepala kalian. karena meskipun tidak semua orang akan setuju dengan pendapat dan gagasan kalian, tapi semua ide punya porsi yang sama untuk didengarkan. (tapi usahakan untuk tidak membuat opini jelek)

akhir kata, kami akan berusaha terus hadir. semampunya. sekuatnya.

semoga kami bisa memantik pergerakan-pergerakan serupa, dan bisa saling mendukung.

tabik, submisi.

5ULM:5i

EDISI PERTAMA FEB

MUSIM KETIGA )copyleft