Baca PDF (OCR): Aspek-aspek Nasional dalam Seni Musik

6 halaman · 6 halaman diproses dengan OCR· 12859 ms

Daftar isi
  1. GADJAH MADA
  2. SEATO
  3. Th. V September 1954
  4. Aspek2 nasional
  5. nusia untuk bermain² dgn suara.
  6. adalah suatu perbuatan jg emoti-makai tradisi setjara membuta sa-
  7. NASIONAL
  8. PELANGI
  9. sat di Paris. Tokoh jang terbesar
  10. pemakaian subjektif daripada har-
  11. kuntji ataupun titik-istirahat to- maal Tidak ada lagi konsonan dan
  12. tingkat daripada dissonan, dan ini lah jang menjebabkan mengapa
  13. asana tegang. Madzab atonaal in
  14. menganggap dirinja sebagai lan- djutan dari tradisi dari kaum klas-
  15. sik Wiena seperti Haydn, Mozart
  16. Beethoven, Schubert. TetapiCapa
  17. jang dimaksudkandengan ,mene-
  18. an jang lalu. Maka dari itu musik ini banjak mengingatkan kita
  19. maka madzab polytonaai tidak
  20. waktu itu, tapi kultur² lama ini
  21. Ini dapat kita lihat misalnja da lain ,impressionisme" dari Debus-
  22. jang murni passief dan kedalam
  23. jang berasal dari njanjian-rakjat
  24. Baik dalam musik atonaal mau- pun jang polytonaal bentuk njanjian dan melodie seakan² kabur.
  25. Sudah barang tentu, menurut the-
  26. dalam waktu itu dinamakan melo-
  27. gantinja. Pada achirnja musik ato-
  28. da bentuk tjorak recitatief" (song speech), tetapi tidak memi-
  29. ripada suatu instrumen atau suatunomis, sosial, historis, jang semuanja itu
  30. Digitalisasioleh Penggiat Buku
  31. 14A34.

GADJAH MADA

PAKISTAN IN'DIA

SEATO

HA...KITA SEKARANG SAMA TINGGI iggiat Buhu

Th. V September 1954

Aspek2 nasional

dalam seni-musik

oneel daripada manusia, suatu dja lan untuk memberi bentuk jang njata kepada emotie ini. Disamping itu musik mengan dung tjita² (idee). Jang kami maksudkan dengan tjita ialah tjara memahami hubung an antara manusia dan hal² dise- kelilingnja, suatu pandangan jg umum sebagai hasil daripada perbuatan dan pendapat² manusia, pe ngetahuan tentang segala hal jg mengatur alam dan kehidupan ber sama. Maka dari itu utk mengerti hasil2 seni musik" makakita ha- rus mengembalikan hasila itu kepada tempat dan waktu hasil² itu ditjiptakanPandangan jang histo- hukannja menjampaikan nNai daripada buah tjiptaan2 jarg sifatnja tetap (permanent). Hasil2 seni musik dari djaman ke djaman djustru merupakan tambahan jang terus menerus kepada kekajaan ke budajaan, dengan demikian memberi gambaran tentang kehidupan manusia dengan sebaik²-nja dan pula memperkembangkan tehnik-Dirigent Arturo Toscanini. nja guna menggambarkan kehidup an manusia itu lebih sempurna lagi. APAKAH SENI-MUSIK ITU? Sedjarah musik pertama²,ialah Dalam pada itu buah tjiptaan² sedjarah daripada pentjerminan dari djaman ke djaman, bagaimana djiwa manusia jang diikrarkan di pun djuga daja-kekuatannja, tidak dalam bunji²an serta dalam tehnik bisa memenuhi kebutuhan kulturil dan ketjakapan dengan suara, untuk waktu jang akan datang. djari2, badan dan alat², jang di karena penghidupan selalu ber- pergunakan dalam pentjerminan obah² dan tiap keadaan menimbul itu meskipun setjara tehnis, musik kan soal² baru dan pikiran² baru adalah seni daripada bunji-bunjian pula. Dengan demikian timbullah jang disusun dalam hubungannja tjiptaan? jang baru, jang memper- dengan tingginja suara dan rythme, gunakan warisan dari djaman jang tapi kita tidaklah boleh beranggap silam. Sedjarah daripada seni mu sik merupakan salah satu kemadju an, bahwa pertumbuhan musik ha- nja disebabkan oleh keinginan ma an jang besar dalam realisme, tapi dia djuga mengandung banjak for-

nusia untuk bermain² dgn suara.

Sedjak saat lahirnja, musik ita malisme, kekangan² ataupun pe-

adalah suatu perbuatan jg emoti-makai tradisi setjara membuta sa-

PELANGI

dja terhadap kesanggupan manusia untuk menguasai dan mengatur du nia dimana ia hidup. Inilah persoalan daripada perkembangan seni-musik dari masa kemasa jang kami adjukan disini dalam satu dua buah perkataan sadja. Tidak perlu kiranja kami terangkan dengan pandjang lebar, bahwa seni-musik Indonesia djuga meghadapi persoalan² ini. Dalam pada itu ada suatu faktor jang essentieel buat perkembangan kebudajaan di Indonesia, jaitu apa jang disebut tjorak ,nasional" 酒 Apa jang dimaksudkan dengan tidak semua orang ,nasional", mempunjai pengertian jang sama. Sekedar untuk menambah kedjer- nihan disekitar istilah ,,nasional", maka akan kami adjukan kenjata- an² jang ada dalam seüjarah per kembangan daripada apa jang di sebut musik nasional.

NASIONAL

Sedjak abad-jang ke-16 perdjo- angankemerdekaan merupahan bagian jangessentieel daripada se- djarah, begitu djuga pertumbuhan kultur nasional. Disini dengan se gadja kami memakai perkataan rerdjoangan", karena pcrtumbuh- an kultur nasional didalam suasa- a kapitalisme, disertai pula oleh penindasan suatu bangsa oleh bang sà lainnja sehingga bangsa jg ditin das terpaksa harus berdjoang utk membebaskan diri. Seperti sama halnja dengan suatu negara, maka musik nasional selalu mengalami perobahan dan pertumbuhan. Ada pun bahan jang didjadikan musik masional itu dapat diambil dari musik-kuno atau musik ritueel dan disamping itu djuga mengambil bahan dari kultur lain, asalkan da pat dipakai. Dalam suasana jang deinikian, maka buah-tjiptaan² jg menggambarkan perdjoangan utk endjadi suatu natie, memakai bahan² dari musik rakjat (volks- uziek) dan sebaliknja memberi pengaruh pula kepada musik-rakjat Dengan demikian kita dapat

mengatakan, bahwa Lutherse koor zang di Djerman, musik dari Han- del di Inggris, njanjian² Haydn dan Schubert di Austria, tjiptaan² Chopin di Polandia, semua itu tidak hanja merupakan expressie jang persoonlijk daripada komponis2itu sendiri, tapi buah-tjiptaan² itu adalah kepunjaan bangsa itu. Si komponis adalah perantara jang telah mengolah dan memasak segala bahan² jang didapatnja dari rakjat-banjak dan dalam perbuat- an demikian itu dia menggambar kan bagaimana sifatnja penghidup- an dinegerinja pada waktu itu. Begitu pula halnja dengan opera di Italia. Opera timbulnja ber- samaan dengan berdirinja kota2 di Italia. Dengan mundurnja kota2, opera mendjadi bentuk hiburan jang bersifat kosmopoliet di istana radja². Akan tetap: kctika kota2 Italia mulai dibangunkan oleh catpagne Napoleon dalam tahun 1796, maka opera mulai bersifat nasional, seperti terlihat dalam tjiptaan2 G.A. Rossini, G. Doni- zetti, V. Bellini. Djasa jang paling besar diberikan oleh G. Verui. Opera dengan sadar didjadikannja sendjata untuk perkembangan de- mokrasi dan perdjoangan nasionai. Tjiptaan²nja adalah diantara tjiptaan² jang pertama² berani meng- gamicarkan aristokrasi feodal dengan sifatnja jang menindas, ba- las-membalas dendam dan penda- pat? jang sesat mengenai kehor- matan keluarga, semua itu merupakan kedok daripada egoisme jg tjongkak. Ada jang mengatakan bahwa realisme dari G. Verdi kurang sem- purna, karena perdjoangan rakjat Italia selalu digambarkan seakan² hanja didjalankan oleh pribadi perseorangan jang berwatak tinggi dan diliputi pula oleh suasana drama pertjintaan a la Romeo dan Julia. Tapi kita tidak boieh lupa,

G. Verdi memang dilahirkan oleh djaman jang demikian itu. Realis- menja tidak pula boleh kita ukur dengan realisme pada djaman jg kemudian datang.

Faktor² jang melahirkan musik nasional di Russia, lain sifatnja de ngan keadaan di Italia, maka dari itu tjorak musiknjapun berlainan. Di Italia hampir² boleh kita kata- kan G. Verdilah satu²nja tokoh jg terbesar dalam pembangunan rau- sik nasional, tapi di Russia terda- pat banjak tokoh². Pertama² kita sebutkan M. Glinka, dan A. Dargo- mijsky. Kemudian menjusul ,Lima-serangkai" ialah: M. Mussorg- sky, M. Balakirev, A. Borodin,

G. Cui, N. Rimsky-Korsakov. Suatu tokoh lagi jang beşar, tapi jang agak mendjauhkan diri dari lima-serangkai tersebut diatas, ialah P.I. Tchaikovsky. Karena komponis2 ini mentjai bahannja pada penghidupan rakjat, maka dalam menjelidiki wari- san² sedjarah dan membangun ke- sedaran nasional atas dasar kerak- jatan itu, mereka langsung ber- tentangan dengan tsarisine daa aristokrasi, jang mendjadi kakita- ngan pula dari kapital asing. Maka dari itu musik nasional Russia lahirkan dalam pertentangan jang terus-menerus melawan kosmopoli- tanisnie. Kosmopolitanisme ini da- pat dilihat dalam usaha untuk memasukkan opera² Italia, mem- dji2 apa sadja jang bertjorak Pe- rantjis dan apa jang disebut ,Duit- se academisme" dalam sekolah² musik. Apakah jang menjebabkan Tchai kovsky agak djauh dari luma-serangkai itu? Tchaikovsky berpen- dapat, bahwa lima-serangkai itu sifatnja berat sebelah dan tidak le- pas pula dari amateurisme. Karena mereka menentang aka- demisme, maka mereka lalu kehi- langan alat?. Ditambah lagi, mereka itu mendapat penghasilan dari lapangan lain daripada iapang- an musik, maka tidak mengheran- kan apabila mereka itu lambat sekali pekerdjaannja dan banjak pe- kerdjaan jang tidak disclesaikan. Musik Tchaikovsky kadang² di- katakan mempunjai sifat jang pi- lu, muram (somber). Tapi kalau diambil seluruhnja maka musik
PELANGI

nja banjak tjorak ragannja, dan menggambarkan kesenangan dalam hidup. Meskipun dia sendiri sering menderita — dan ini djuga terli- hat dalam tjiptaan²nja —ia tidak bersifat pessimistis dan menjerah kalah terhadap kesulitan². Lebih djauh Tchaikovsky berusaha membangun seni-musik, jg memenuhi bermatjam kebutuhan² dari rakjat dan menggambarkan segala segi² dari penghidupan. Dia berusaha memberi dasar jang theoretisch, kepada seni-musik Russia jang di- peroleh dengan penjelidikan, dan selalu mengandjurkan beladjar dalam konservatorium. Inilah beberapa tjontoh perkem bangan musik nasional dari suatu negeri pada suatu djaman. Ada- pun faktor jang dihadapi oleh sen musik Indosesia berlainan sekali. Perbedaan ini ditentukan oleh tem pat dan waku. Materiaal jang ier- dapat di Indonesia terutama masih berada disekitarseni-rakjat. Me- ngenai/sifatnasionalnja, dalam usaha kita membangun kesadaran nasional dalam seni-musik, hal ini tentu berlainan sifatnja dengan sifat nasional pada abad ke 16 atau ke 17. Kalau nasionalisme pada abad ke 17 adalah berada didalam rangka kebangunan masa kapitalisme, maka nasionalismie pada dja man sekarang ini djustru menentang kapitalisme itu. Maka dari itu nasionalisme kita harus mempunjai dasar jang luas, jang tidak boleh memberi tempat kepada chau vinisme, bentji-membentji antara bangsa satu dengan lainnja. Nasionalisme kita adalah sebagian dari kebangunan manusia diseluruh du- nia untuk menentang adanja peng- hisapan antara sesama manusia, peperangan jang kedjam, dan berusaha untuk tetap menjalakan obor kemanusiaan. Dalam mendapatkan djawaban jang tepat atas tantangan dari dja man ini, maka perkembangan seni-musik Indonesia tentu tidak le- pas dari pengaruh perkembangan seni-musik pada abad ke 20 sekarang ini. Sebagai tokoh² daripada musik abad ke 20 kami sebutkan

PELANGI

disini A. Schönberg, I. Stravinsky,

P. Hindemith. Musik modern dewasa ini dalam garis besarnja dapat kita bagi dalam dua aliran, jaitu:
1. Aliran atonaal jang berpusat
di Wiena. Tokoh jang terbesar ialah A. Schönberg.

  1. Aliran polytonaal jang berpu-

    sat di Paris. Tokoh jang terbesar

ialah I. Stravinsky. Aliran atonaal mengemukakan

pemakaian subjektif daripada har-

monie dan gerakan dari kuntji ke kuntji sedemikian rupa, hingga tidak ada lagi pengertian tentang

kuntji ataupun titik-istirahat to- maal Tidak ada lagi konsonan dan

dissonan, jang ada ialah berbagai

tingkat daripada dissonan, dan ini lah jang menjebabkan mengapa

musik ini terus-menerus dalam su-

asana tegang. Madzab atonaal in

menganggap dirinja sebagai lan- djutan dari tradisi dari kaum klas-

sik Wiena seperti Haydn, Mozart

Beethoven, Schubert. TetapiCapa

jang dimaksudkandengan ,mene-

kan" itu dalamkenjataanuja alah.bahwa musik aliran ini tidak au menggambarkan pengalaman dan kesan² dunia kenjataan dima- dia berada. Pengalaman²nja ialah pengalaman² dari musik dja-

an jang lalu. Maka dari itu musik ini banjak mengingatkan kita

kepada Haydn, Mozart, Beethoven, Schubert, Wagner, Braims dar. jg diambil ialah moment2 jang ex- treem. Musik atonaal mentjapai pun- tjaknjadalam tjiptaan2 Alan Berg, tapi pada tjiptaan2 Anton menemui djalan Webern seakan2 buntu. Sebaliknja darii aliran atonaal,

maka madzab polytonaai tidak

mauwarisan. djaman memakai klassik dan romantik. Dia menen- tang adanja expressie ataupun fa- sepsychologis daripada musik. Sebenarnja aliran ini melarikan diri kealam feodal dan alam pri- itif. Adapun kultur² primitif ni oekanaja diolah dan ditjiptakan kembali sebagaimana adanja pada

waktu itu, tapi kultur² lama ini

merupakan impian belaka, dima- na tidak ada gerak dalam waktu, tidak ada perobahan.

Ini dapat kita lihat misalnja da lain ,impressionisme" dari Debus-

sy. Meskipun musiknja itu sifatuja halus sekali dan melodienja indah, namun dapat kita lihat suatu ke- tjenderungan kearah tiiak-sadar, seakan² si komponis melihat dirinja bagaikan ikan, awan, gelom- bang air, dan hidup dalam sensasi

jang murni passief dan kedalam

(inwendig). Kadang2 terdengar pula bunji2

jang berasal dari njanjian-rakjat

Perantjis ataupun bunji² Asia, jg merupakan elemen jang exotisch. Komponis² poiytonaal sedjak tahun 1920 ai Perantjis boleh kita sebut kar. D. Milhaud, A. Honegger, F. Paulence.

Baik dalam musik atonaal mau- pun jang polytonaal bentuk njanjian dan melodie seakan² kabur.

Sudah barang tentu, menurut the-

orie modern segala rentetan noot

dalam waktu itu dinamakan melo-

die, tetapi jang kami maksudkan disini ialah bahwa njanjian dan bajangan jang berhubungan dengan ini terdjadinja karena kenjataan² sosial dan tidak dapat begitu sadja dibuat2 dengan kemauan komponis sendiri. Dan komponis jang tidak dapat menjadjikan nıe- lodie jang berarti dan dekat bagi si pendengar, tidak memberikan

gantinja. Pada achirnja musik ato-

naal dan polytonaal kedua²nja sampai kepada suatu tjara menju- sun jang mengingatkan kita kepa-

da bentuk tjorak recitatief" (song speech), tetapi tidak memi-

liki phrase² melodis jang bergerak dan jang terdjadi karena faktor sosial. Herankah kita, apabila kita mendapat kesan, bahwa musik ini untuk sebagian menundjukkan ada nja rasa kuwatir menghadapi ke- runtuhan daripada manusia, kemu- dian ditjarinja rumus² jang bersi- fat filosofis umum, jang mempu- njai lagak seakan² berlaku bagi se mua manusia. Konflik² dalam peng nidupan diganti oleh avontuur da-

PELANGI 542

nguasai kekuatan2 jang bersifat alam, eko-

ripada suatu instrumen atau suatunomis, sosial, historis, jang semuanja itu

toon satu dan lainnja. terdapat dalam dunia ini. Suatu gedjala jang terdapat di Amerika Sebagai penutup, sepatah kata tentang ialah adanja satu aliran jang berusaha tjorak internasionalisme. Interna- mempeladjari njanjian biasa dari abad jang sionalisme jang sebenarnja langsung timbul ke 14, tapi sama sekali tidak menghiraukan dari perkembangan kultur nasional. Hanja- menemukan kembali tradisi Amerika sen-lah suatu negara jang sungguh mengembang dirí, atau sumbangan daripada musik Negro kan musiknja sendiri sebaik-baiknja, dapat jang tidak sedikit itu. Itulah tjontoh dari mengharga musik dari lain negara. Inter- pada tjorak seni-musik apa jang disebut nasionalisme berisikan saling-mengerti dan modern" pada dewasa ini, jg merupakan harga-menghargai, saling bantu-membantu bahan peladjaran bagi pertumbuhan seni-dalam tukar-menukar pikiran2, pengalaman, musik Indonesia. Penghidupan kultur Indo pengetahuan diantara bangsa2. nesia hanja dapat menggunakan sumber2 Barang siapa jang tidak mengakui kenja daja-tjipta artistik dengan sebaik-baiknjataan ini, akan kehilangan pegangan dan ke apabila bangsa kita sebagai bagian dari ke hilangan rupanja dan akan mendjadi kos- manusiaan tidak mempunjai lain maksud mopolit, jangmengembara kemana-mana, dari pada berusaha mengartikan dunia ini, dengan tak bertudjuan jang tertentu. menjelenggarakan perikemanusiaan dengan penuh dan berusaha mengetahui dan me-M.S.

Digitalisasioleh Penggiat Buku

14A34.