WANITA
30 Desember 1961
No.24
Th. XAK
Sam Dradjat.
ofBuku
PANAK, SENISudah djelas bahwa kerdja men-
tjari djengkrik merupakan keisengan jang mengasjikkan. Mungkin ada pi- kiran jang bisa menundjukkan dan mendjelaskan segia jang menguntung- kan, tapi sebaliknja dapat kita ten- tukan-bahwa kerdja ini bisa me- lumpuhkan dasar dan sendi pendidikan, Pertama adalah soal Waktu. Terpakainja waktu beladjar untuk kerdja mentjari djengkrik berarti pemborosan waktu jang tidak pada tempatnja, Kebiasaan ini menduduk- kan masalah² pokok dibawah dan di- belakang masalah iseng. Ketertiban — unsur jang penting bagi perkem- bangan pribadi anak, mendjadi go- jah. Waktu dipergunakannja untuk memenuhi kesukaran pribadinja, di luar pertimbangan kegunáan dan ke- butuhan utamanja. Kelandjutannja apabila lingkungan keluarga tidak sanggup memberikan suasana jang di- harapkannja, keluarlah sianak mentjari alam"jang diinginkannja. Anak mendjadi biasa lingkungan luar dan lepaslah dia dari pengawasan orangtuanja. Dengan demikian, segala harapan orangtuanja mendjadi samar. Aha, daripada membuang waktu mentjari djeng-Kedua: matjam permainannja, kerik, bukankah lebih baik beraksi didepan kamera, setelah memenangkan hadiah kedua Carnaval Anak² di Solo. Dengan begini Ton-Keadaan tidak berhenti sampai di- sini. Kelandjutannja adu djeng- towy Azhar kelihatan tambah gagah sadja. Foto: Koes Hadiwijoto kerik mendjadi hiburan jang menarik dan menjenangkan. Apalagi dihu- bungkan dengan persoalan modal, ADA achir² ini ~ dimulai sedjak djatuhnja hudjan, banjak kitapermainan ini termasuk jang paling lihat anak² berkerumun-kerumun dipetang hari, kadang bisa murah; ~ tjukup ada kemauan un- malam hari, Kesibukannja ternjata berkisar pada usaha mentjarituk mentjari dan menangkap djeng- djengkrik. Menjedihkan lagi, banjak orang dewasa" jang turut
Pkeriknja. Kebanggaan dan kepuasan
ambil bagian, adalah ,,tarikan kedjiwaan" terachir, apabila kemenangan ada dipihaknja-Pada beberapa bulan jang lalu, pemerintah setempat-dalam sekalipun djago"nja telah memper- hal ini Pemerintah Kota Bandung, telah mengeluarkan peraturan taruhkan segala-galanja didalam per- larangan keluar lebih dari djam 20,00 bagi anak² belum dewasa. tarungan. Lebih djauh kebelakang, kita ingat bagaimana usaha Pemerintah Pernah saja lihat seorang anak
- organisasi² pendidikan dan wanita dalam memetjahkan masalah
murid SMA jang dengan semangat- cross-boys. Pertanjaan kita selandjutnja: apakah gedjala men- nja kian kemari membawa sebuah tjari djengkerik" merupakan masalah wadjar-jang tak perlu dirusuhkan ? Apakah gedjala tadi tidak perlu dichawatirkan? Per-kotak ketjil, jang ternjata berisikan seekor djengkrik, Ditjobanja untuk soalan ini meminta satu pembahasan ~ setidak-tidaknja satu pe- memikat dan menarik ,lawannja" mikiran jang serious, karena meluaskan masalah ini sampai pada diadjaknja kemudian mentjari tempat akibat²nja, akan sampai pada persoalan perbuatan iseng. Djadinja, jang kiri, dan seterusnja: dibukanja perlu diusahakan bagaimana memberikan rekreasi dan kesempat- annja kepada anak². sebuah gelanggang adu djengkerik.
DAN REKREASI
Tidak djarang terdjadi, bahkan ke-tadi? Kebidjaksanaan tidak terletak pada larangan dan didalam hukuman sempatan digunakan untuk mendjadi- kan gelanggang adu djengkerik se-jang dikenakan. Kebidjaksanaan ada pada djalan penjadaran; dan ini lebih bagai gelanggang perdjudian. Apa- kah hal² sematjam ini tak perlu di-berguna. Tjaranja bisa ditjari pada pikirkan? usahaa jang paling simpel, praktis, Kalaupun perbuatan² hanja sam-sampaipun pada tingkatan jang lebih kompleks. Satu hal sudah djelas, bah-
pai pada tingkatan mengadu sadja
- itu masih untung. Bagaimanapun wa bagaimanapun djuga rekreasi sa- djuga, ekses dari kesibukan ini te-ngat diperlukan bagi anak dan per- rang banjak. kembangannja. Masalah ini bukanlah Kedjahatan adalah fenomena ma-masalah Pemerintah se-mata, tapi
masarakat seluruhnja sejogianja pu- sarakat dan kemasjarakatannja, dan kedjahatan bersembunji antara lain nja kesadaran tentang kedudukan masalah ini. dibalik pengaduan djengkerik. Apa- kah usaha kita dalam meniadakan~ Kembali saja teringat ~ betapa bebasnja tingkah laku anak² disepan- atau se-tidak²nja membatasi kegiatan
Lusi dan Eko-walaupun baru sekolah Taman Kanak² tapi sudah
diadjar menggemari pakaian daerah. Tjinta seni sudah ditanam didada siketjil ini. oto :F Djeki Kisworo
djang djalan Braga (jang ketika itu ,dibersihkan'). Sambil menunggu kedatangan djago² Thomas Cup kita, anak² bermain dengan lintjah dan bebasnja ~ ada jang kedjar²an bergulat sampaipun ada jang duduk- duduk" ditengah djalan. Bahwa ke- butuhan akan sebuah taman bermain dipusat kota lepas dari segala matjam.iuran dan kartjis, sudah sangat dibutuhkan. Kita lihat bagai- mana senangnja anak² melihat pan- tjuran air (bukan tamannja) jang ada di-alun² kota Bandung. Pusat² rekreasi sangat diperlukan bagi perkem- bangan anak. Tapi, baiklah kita kembali kedalam keluarga dulu sebelum persoalan mendjadi luas dan dalam. Keluarga adalah inti dari segala ge- rak masarakat dan kemasjarakatan.
Sibaji ditimang dalam gendongan orangtuanja: puteri Margareth dan suaminja. Sebentar lagi anak ini me- merlukan pengawasan jang chusus, pendidikan jang sempurna.
B.I.S.