Baca PDF (OCR): Peranan Orang-orang Tionghoa dalam Pembangunan Kota Betawi

3 halaman · 3 halaman diproses dengan OCR· 15637 ms

Daftar isi
  1. PANTJA P. T. Pertjetakan Sin Po WARNA
  2. PANRNA
  3. PANYARNA
  4. ITJARNA
  5. Digitalisasi ol Penagiat Bu
  6. PANRRNA PANRNA
  7. PANRNA PANYAMARNA
  8. PERANAN ORANG-ORANG TIONGHOA DALAMSelain ini Coen djuga n.em-
  9. PEMBANGUNAN KO TA BE TAWI"rapan supaja pusat perda-
  10. TAHUN X - 1 DJULI 1958.
  11. ,TETAP PUTIH-SUTJI DALAM LUMPUR" adalah
  12. ARUSPENGHIDUP-
  13. KOTA BETAWI

Madjalah Tengah Bulañan Penerbit:

PANTJA P. T. Pertjetakan Sin Po WARNA

1 DJULI 1958142

PANRNA

PANYARNA

ITJARNA

Digitalisasi ol Penagiat Bu

PANRRNA PANRNA

PANRNA PANYAMARNA

PERANAN ORANG-ORANG TIONGHOA DALAMSelain ini Coen djuga n.em-

PEMBANGUNAN KO TA BE TAWI"rapan supaja pusat perda-

Oleh: Lauw Siong Nen.

kota ada orang³Tionghoa KOTA BETAWI" jang ki-Batavia mungkin tak ni dikenal dengan nama dapat Djakarta adalah salah satu dibangun. orang² kota jang terbesar di Indone-Dalam tahun 1618 Tionghoa jang bermukim di sia, kota jang mengalami ber-Batavia hanja berdjumlah 800 bagai proses perubahan nama dan sedjarahnja, kota jang orang, tapi sepuluh tahun kemudian djumlah ini mening- dengan gigih menantang za- mannja kat mendjadi 2000 orang. Untuk mendjaga ketertiban dan Pada tanggal 30 Mei 1619 dengan tjara jang kurang supaja lebih mudah lagi me- adjar dan membabi-buta Jan nguasai orang² Tionghoa ini, Pieterzoon Coen telah menjer-Coen mengangkat kepala dibu dan membakar kota Dja-antara mereka dengan gelar jakarta, dan dengan kedjam kapitan", jang tak digadji membunuh²-i penduduk tak dan mendapat penghasilannja berdosa jang berdiam dikota dari persentase padjak dsb.- tsb. Diatas runtukan² puing nja. dan bangkai inilah hendak di-ORANG TIONGHOA dirikannja kota baru Nieuw Hoorn, karenaydia sendiri di-DI INDONESIA SEBE-LUM COEN MENDU- lahirkan di Hoorn. DUKI DJAJAKARTA. Sedjak tanggal 12 Maret 1619 atas perintah De Hee-Perhubungan antara Indo- ren Zeventien"(pengurus ha-nesia dan Tiongkok setjara extensif telah mulai berlang- rian V.O.C. jang terdiri dari 17 orang dan disebut djuga sung sedjak djaman prasedja- 福permulaan Dewan XVII) kota Djajakar-rah. Pada kira² ta dinamakan Batavia, tempat tarich Masehi sewaktu Tiong- tinggal orang² Bataaf (Be-kok berada dibawah pemerin- tahan keradjaan Han, orang² landa). Rentjana Coen jalah mendjadikan Batavia ini ko-Tionghoa telah mengenal ke- pulauanIndonesia. Lebih² loni kulitputih. Pada masa waktu keradjaan Sriwidjaja itu terdapat banjak orang la- ki² Belanda, sedangkan kaum di Palembang makin banjak me- wanitanja sangat sedikit, ma-orang² Tionghoa jang ka Coen telah mengadjukan ngundjungi Indonesia. Mak- pada De Heeren Zeventien" sud mereka jang terutama ja- untuk mendatangkan perem-lah mengundjungi India untuk mempeladjari Agama puan² jatim-piatu Belanda ke mereka Batavia; rentjana ini telah Buddha, dan selalu ditolak oleh ,De Heeren Ze-singgah di Palembang terlebih ventien", jang hanja ingin dahulu, jang pada waktu itu pela- mendjadikan kota Batavia ini djuga mendjadi pusat pusat perdagangan belaka. djaran Agama Buddha dike- pulauan Indonesia. Orang2 ORANG² TIONGHOA Tionghoa jang datang dianta-DIBUDJUKBERMU-ranja jang termasjhur jalah KIM DI BATAVIA.Fa Hsien dan Ie Tsing, jang Setelah didudukinja kota tjatatan²-nja sangat penting Djajakarta, Coen membutuh-dan berharga bagi ahli sedja- kan amat banjak tenaga un-rah jang ingin mengetahui ke- tuk membangun sebuah kota adaan Indonesia dizaman da- baru. Orang² Kompeni pada hulu. Lambat-laun perhubungan masa itu sangat sedikit djum-antara Indonesia dan lahnja, lagi pula mereka ke-Tiongkok ini makin erat, dan banjakan terdiri dari avontu-pada abad ke-XVI sudah ba- rirs jang tak dapat bekerdja njak orang² Tionghoa di Ma- dengan baik, sedangkan pen-luku jang berniaga dengan duduk pribumi-tak senang penduduk pribumi. berdiam di Batavia, maka me-Pada achir abad ke-XVI reka kebanjakan telah mela-orang² Tionghoa sudah banjak rikan diri ke daerah² peda-jang bermukim dan berniaga laman, sehingga tenaga me-di Banten dan Djajakarta merekamerupakan bagian reka tak dapat diperguna- kan. Demikianlah Coen ter-masjarakat jang terpenting dikota tsb. Mereka berusaha paksa menggunakan tenaga orang Tionghoa jang dibu-sebagai saudagar, petani, ne- djuk atau kalau perlu dengan lajan, tukang-djahit, tukang- djalan paksaan untuk berpin-kaju, tukang-batu dan teruta- dah ke kota Batavia, (Dr. H. ma sebagai leveransir arak.

K.Colenbrander,,,J. P. Di Djajakarta mereka dibe-COEN Deel III). Prof. Ber-rikan sebidangtanah jang nard H. M. Vlekke dalam tertentu letaknja dipantai ti-NUSANTARA"-nja pun me-mur dari muara Kali Tjili-
tak wung, diatas tanah ini mere- njatakan bahwa kalau

TAHUN X - 1 DJULI 1958.

pun diberikan mandgeld" se- lama mereka diperdjalanan. blokir pelabuhan² Manila, Ma- laka dan Maccao, dengan ha-

gangan dari pelabuhan tsb. pindah ke Batavia. Bahkan kapal² Tionghoa jang berada dipelabuhan² Banten, Djapara iatBuku ka berdiam dan berumah-dan Djambi digiring ke Bata- tangga. Tetapi kemudian me-via, dan memaksa pada pemi- reka diusir oleh bangsa Be- lik²-nja supaja membongkar landa kesuatu tempat disebe- barang² muatannja .dan di- lah selatan jang kini dikenal djual dikota. sebagai ,China Town" ,Glodok".MENTJULIK ORANG² Penghidupan orang² Tiong-TIONGHOA. hoa ini pada umumnja lebih Mungkin budjukan² dan ke- dari lumajan, setelah Jan Pie- kerasan lainnja jang dilaku- terzoonCoen memusnakan kan terhadap orang2 Tiong-Djajakarta mereka baru men- hoa masih kurang memuas- djadi faktor terpenting dalam kan, maka Kompeni-pun pada pembangunan kota baru jang suatu saat telah memerintah- dinamakan,Batavia" atau kan untuk mentjulik orang Kota Betawi". Tionghoa daripelabuhan MEMPERGUNAKAN Tiongkok, Djepang dan dimana sadja jang banjak terdapat TENAGA ORANG orang Tionghoa, orang² tju-TIONGHOA. likan ini dibawanja ke Bata-Semula Batavia hanja ter- via, dimana mereka dipeker- diri dari beberapa ,kasteel". djakan setjara paksa dengan kantor² Belanda jang diper- diberi upah jang lumajan. bentengkan dan dikelilingi se- bidang tanah disekitarnja — Tentang pentjulikan orang seperti telah dikatakan diatas Tionghoa ini dalam surat bahwa guna membangun kota pesanannja kepada Pieter de jang baru ini dibutuhkan te-Carpentier, Coen antara lain naga orang² Tionghoa, karena menjatakan bahwa supaja orang² pribumi kebanjakan mengirimkan kapal² kepan- melarikan diri kedaerah peda-tai² Tiongkok untuk mentjulik laman; sedangkan orang² kanak² Tionghoa, kalau ter-Kompeni sendiri kebanjakan djadi peperangan dengan terdiri dari kaum avonturirs Tiongkok, harus banjak me- jang dinegerinja sendiri su-nangkap orang² Tionghoa. dah dianggap sepagai sam-Terutama kaum wanita dan pah masjarakat", jang sedikit-anak²-nja, mereka supaja di- bawa ke Batavia, Ambon-dan pun tak mempunjai daja ker-Banda; dan djangansampai dja. Coen melihat orang Tiong-kaum wanita ini pulang kene- hoa jang berada di Indonesia gerinja atau membiarkan me- pandai dan radjin bekerdja, reka pergi ke-tempat² bukan maka menaruh harapan besar dalam kekuasaan V.O.C. pada orang² Tionghoa untuk Karena mendapat upah jg. membangun kota baru iní. Se-lumajan, maka lambat-laun belum mendjabat Gubernur djumlah orang² Tionghoa ma-Djenderal pada tahun 1618, ia kin meningkat, makin banjak sudah berusahamembudjuk djuga oranga Tionghoa de- orang Tionghoa jang berada ngan suka rela" bermukim di di Banten supaja pindan ke Batavia. Batavia, usahanja ini sela-Disamping tindakan² jang lu mendapat tentangan hebat keras dari Coen, ia djuga Mangkubumi Banten R. Ra-memberi kesempatan² jang namenggala, jang tak meng-tjukup bagi orang² Tionghoa inginkan pendudukija jang jang radjin untuk berusaha radjin² itu meninggalkan Ban-dilapangan ekonomi dengan ten. leluasa, dalam membangun ko-Orang2 Tionghos jang ber-ta jang baru itu. Mereka mer- diam di Djapara, Tuban dan dapat kedudukan agak baik Tjirebon telah dibudjuk oleh dalam masjarakat, sebagai Coen supaja berpindah ke saudagar, tukang² jang ahli, Batavia dengan memberikan pengusaha pertanian maupun hak² istimewa" dan peratur-perikanan. dikatakan bahwa an² lunak terhadap mereka Dapat jang mau pindah. ,Hak² isti-orang Tionghoa inilah jang mewa" ini antaranja pembe-mengurus "proviandering" basan untuk membajar pa-atau persediaan bahan² ma- djak atau tjukai dan perla-kanan untuk orang² Kompeni kuan jang baik terhadap me-di Batavia, karena mereka hu- reka. Kantor V.O.C. di Dje-merupakanschakel", pang djuga diberi tugas un-satu²-nja antara bungan tuk membudjuk orang² Tiong-orang² Belanda danpribumi hoa pindah ke Batavia. Bagi jang kebanjakan berada di- mereka jang mau pindah da-pedalaman. pat diangkut dengan kapal² Kompeni dengan tjuma² atau-(Bersambuny ke na?. 3?1

,TETAP PUTIH-SUTJI DALAM LUMPUR" adalah

suatu rangkaian foto KWAN IM dan BUNGA TERA. TAl jang melambangkan kesutjian-murni dengan segala kemuliaannja.

nja pergulatan hidup dan ke- tenangan djiwa dan lalu idee ini diwudjutkan dengan trick-foto jang tjaranja membikin seperti tehniknja jang dilukis- kan diatas. Hasilnja akan menadjub- kan. Kita akan memperoleh foto orang jang berdjalan te- gak dan terus madju dengan tidak menghiraukan ombak men- ut mengalun atau kita boleh pa- denTiania

ARUSPENGHIDUP-

AN". 卡 Untuk membuat trick-foto saja simpulkan begini: Ada dua tjara untuk mewu- djutkan trick-foto menurut idee masing2, jalah:

1). Dua negatieven (films)
dirangkapkan mendjadi satu, berketjimpungan dalam pergu-lalu divergroot. njai idee demikian, kita ingin latan hidup jang beraneka tjo-2). Satu negatief dibuat dua- mewudjutkannja setjara nja- rak ragamnja. Ada jang pagi kali opname (dubble opname ta, maka kita harus sedia foto hari sekali sebelum fadjar me-dari satu negatief). Jang satu Kwan Im jang terbaik dan ber-kemas njingsing, sudah dibikin onderbelicht (under kedua bunga teratai jang da- mentjari nafkah. expose) jang lain dibikin se- pat disesuaikan dengan sua- sebaiknja Saja lalu pikir tjara normal. sana jang mengitari Kwan mengambil gambar (opname) Sudah barang tentu peng-Im. Gambar Teratai dan gambar beberapa orang jang berdjalan gemar seni-foto mempunjai ber-deret² sambil mendukung pandangan dan idee sen-diri² Kwan Im itu lalu dirangkap- barang dagangannja menudju jang lebih menjesuaikan .ma- kan mendjadi susun-tindih. ke pasar. Mereka madju terus, sing² djiwanja, akan tetapi Kemudian dua negatieven itu tak menghiraukan hawa di-inti-sari dari maksud mewu- (films) dimasukkan kedalam ngin pagi atau kelak tjahaja djudkan idee dalam trick-foto vergrotings-toestel dan hasil- panas-terik dari Sang Batara akan tidak berbeda dengan nja akan berwudjut foto jang Surja. saja, bukan? seperti para pembata tampak Sesudahmempunjai foto Sajang, berhubung sempit- disini. itu, lalu kita pikirkan bagai-nja halaman, maka foto2 jang Tampak indah dan memper- mana mempetakan setjara te-tertera disini tak dapat lebih sona siapa jang melihatnja. Untuk lebih mengemukakan pat kegelisahan, kesi-diperbesarkan. Tjoba tidak, bukan dan keruwetan du-effectnja akan lebih attrac- idee tadi, boleh dibubuhi ka- -nia? Saja pilih objek laut. tive (menarik hati). limat Tetap putih-sutji dalam meng-Ja, bergeloranja samudera jg. Marilah kita disisi lumpur". biasa, 吊 tak henti²-nja. Pasang dan su-abadikan kenjataan² rut air laut melambangkan djuga bersama mewudjudkan Sekarang kita ambil tjontoh trick-foto jang mendekati penghidupan kita jang saban lain, jalah: berobah, susah-senang, duka alam kehalusan budi jang ber- dan suka, menangis dan terta-mutu tinggi dan tak ternilai "ARUS PENGHIDUP AN". wa, untungdan rugi silih harganja dan saja jakin tiap² Idee kita pertama-tama di-ganti. penggemar seni-foto memiliki Djadi kita mempunjai dua sifat itu. tudjukan kepada penghidupan alat untuk melukiskan hebat- rakjat-djelata jang setiap hari TAHUN X - 1 DJULI 1958.

KOTA BETAWI

(Landjutan dari hal. 29). PENGHARGAAN COEN TERHADAP ORANG TIONGHOA, Orang² Tionghoa jang ra- djin bekerdja itu merupakan bantuan jang sangat berharga bagi orang² Belanda jang pada waktu itu sangat keku- rangan tenaga² kerdja. Orangs Tionghoa ini menduduki tem- pat di segala lapangan perekonomian, dari saudagar Maka hingga tukang-sapu. tidak heran kalau Coen me- mudji² orang² Tionghoa se- tinggi langit atas kegiatannja itu, sebagai tenaga pemba- ngun kota Batavia jang baru dibentuk itu. Deer is geen volk die ons beter dan Chine- ,Tak ada sen dienen" bangsa jang mengabdi kepada kita lebih baik daripada bangsa Tionghoa", demikianlah Coen menulis kepada De Heeren Zeventien" dinegeri Belanda. ,Kapitan" Tionghoa pertama Souw Beng Kong (orang Belanda memanggilnja Ben- con)adalah sahabat baik Coen (Kuburannja terletak di djalan Djakarta, dekat Mangga Dua, Djakarta, jang hingga kini masih dalam ke- adaan baik). Sahabat baik Tionghoa lainnja adalah dari Banten, atas andjuran Coen ia pindah ke Batavia dengan meninggalkan segala harta- bendanja, Coen memberi ke- padanja sedjumlah uang jang tjukup besar untuk ia berusa- ha kembali di Batavia. Keti- ka dalam tahun 1623 Coen pulang ke negeri Belanda, dari Tafelbaai di Afrika Selatan ia tak lupa mengirim salam- nja kepada sahabat²-nja bang sa Tionghoa. Demikianlah peranan orang-orang Tionghoa dalam pem- bangunan kota Batavia, dan kepentingannja sebagai fak- tor perekonomian jang semu- lanja telah diakui oleh Coen dan V.O.C., tapi kedudukan mereka ini lambat-laun mendjadi buruk, kerap-kali ditin- das. Pada tahun 1717 Guber- nur-Djenderal Christoffel van Swol telah melakukan tindak- an jang oleh F. de Haan dalam ,Oud Batavia" dengan euphemisme disebut onver- standige maatregelen" (tin- dakaratolol); dan achirnja dalam tahun 1740 sinofobi, ke- orang takutan terhadap Tionghoa jang ber-lebih²-an dalam persaingan ekonomi ini memuntjak, hingga dilaku- kannja suatu massacre, penjembelihan besar²-an terhadap orang Tionghoa. (Batja artikel ,Penjembelihan besar²- dalam an orang² Tionghoa" PW No. 133, tgl. 15 Peb. '58).