Baca PDF (OCR): Sedikit tentang Sanggul Indonesia

3 halaman · 3 halaman diproses dengan OCR· 10453 ms

Daftar isi
  1. 2.5 MEI 1950
  2. A160
  3. MIMBAR
  4. Indonesia
  5. INDEPENDENTNON-PARTY Buhu
  6. Digitalis
  7. Tjara menudju
  8. Keadaan politik dibenua Eropah pada waktu ini
  9. Sedjarah Kebudajaan Bali Purba
  10. 13 MEI 1950
  11. Wanita
  12. Indonesia
  13. Sedikit tentang sanggul Indonesia
  14. DADA rapat penghabisan Konfe-
  15. Oleh: R. Suprapto
  16. oleh karena Ibu Negara kital sendiri
  17. Njonja Sukarno, selalu memakai
  18. kudung. Kembali kepokok pembitjaraan
  19. ada sanggulcultuur, jang bertali-
  20. sosial, kesusilaan, tata tjara dan
  21. Seorang abdi dalam tak diidzinkan
  22. memasuki Kraton bersanggul kundé. Djika bukan permaisuri atau puteri2 radja send'ri harus memakai sanggul
  23. Sekelilling atas sanggul ini ditusuk-
  24. kuntumnja bertaburkan intan per-
  25. Gadis-gadis bangsawan jang masih ketjil, dahulu kala memakai gelung
  26. ,Klalbang tinekuk". Ditengah2 kepala
  27. sebelah atas disisipkan tjunduk djungkat, sedang tempat udjung rambut dis'mpulkan, dihias dengan
  28. gantilah sanggulnja, mendjadi ge-
  29. sama, hanja sadja bunga2nja diganti
  30. wasa, mereka memakai gelung pon-
  31. seperti bola dibelah dua. — Sedang kita menengok keluar. Jang paling
  32. "gelung gede", Mari kita amat2i ge.
  33. Kalau dilihat dari sebelah muka,
  34. berbentuk seperti tapal kuda danHanja satu matjam kondelah jang
  35. tahkan intan permata.
  36. Sebelah kiri tjunduk djungkat ini
  37. crah Solo dan Djokja.
  38. Diatas telinga agak kebelakang
  39. Dibelakang telinga tergantung le-ma jang berasal dari Gresik. berben-
  40. tjempaka jang dinamakan sin ingan.
  41. Mari kita lihalt sanggulnja dari
  42. daun pisang sebelumnja, hingga me-
  43. belakang: Simpulan sanggul diikat
  44. -ditutupi — dihiasi dengan sebuah
  45. bros jang atjap kali tak ternilai har-
  46. ganja, dan amat indah buatannja.
  47. Sanggulnja sendiri diisi dengan
  48. lam sebuah kantong radjut (djala).njanggul rambutnja erat2 dan terlalu
  49. Kemudian diatas sanggul itu — ka-litjin. Rambut keriting agaknja amat
  50. nan kiri — diselipkan pula bunga2
  51. (biasanja bunga anjer a au mawar).
  52. bahwa pada masal jang lampau (se-adalah sisa2 pengaruh coiffure Ero-
  53. karangpun satu dua masih ada) pah pada masa permulaan abad ke
  54. orang laki2pun memelihara rambu-20 ini). Tak lupa pula kita menje-
  55. gelung keling. Sanggulnja apabilarenteng dinar talen (atau djuga uang
  56. sedang menghadap radja, harus di-ketipan perak) disusun hingga meru- lepas sehingga rambutnja terurai.
  57. pakan bulan sabit jang merupakan
  58. kepala tusuk konde.
  59. Ada lagi sematjam sanggul jang
  60. dulu banjak kelihatan di Solo, jaitu Ingin kami melengkapi revue sang-
  61. gelung kadal mènèk.Sesungguhnjagul ini dengan gambaran2 sanggui
  62. ini bukan sanggul hanja udjung dari lain2 daerah dan pulau-pulau
  63. perti seekor kadal jang memandjat
  64. Disamping gelung tekuk para ab-
  65. di dalam lazim djuga memakai gelung
  66. gondèl. Bedanja ialah gelung tekuk
  67. sama kanan kirinja (symmetrisch)
  68. kami utjapkan diperbanjak terima

2.5 MEI 1950

A160

MIMBAR

Indonesia

INDEPENDENTNON-PARTY Buhu

Digitalis

Tjara menudju

negara Kesatuan

Keadaan politik dibenua Eropah pada waktu ini

Sedjarah Kebudajaan Bali Purba

DR. HALIM, perdana menteri Republik Indonesia meletakkan batu pertama Makam (Ipphos) Pahlawan di Palembang.

13 MEI 1950

MIMBAR

Wanita

Indonesia

Sedikit tentang sanggul Indonesia

(gegevens) tentang ini dari masa

DADA rapat penghabisan Konfe-

rensi Wanita Seluruh Indonesia jang silam sehingga kini, maka tak Nj. Hadisurjo selaku wakil pers lain kami hanja mengambil tjontoh² telah mentjatat tidak kurang dari dari patung-patung artja2 wajang 33, atau tiga kali sebelas matjam dan lukisan-lukisan jang dapat kami djumpai sadja. Dizamaln purbakala, kcnde (sanggul) jang dapat dilihat selama konferensi di Jogjakartai dimasa pemerintahan feodalisme, itu berlaku. maka sanggulpun mengalami pe- ngaruh politik. Orang tertawa, gempar, ketika Dari lukisan2 jang ada ditjandi- angka ini dibatjakan. Memang, orang tjandi-terutamal Tjandi Borobudur boleh tertawa, akan tetapi disamping itu baiklah kita renungkan sedjenak- kita dapat gambaran, bagaimana rapih dan ruwetnja orang menghias dan kita tudjukan perhatian kita kepalanjal pada masa itu.Permai- kepada soal sanggul ini. suri radja memakai mahkota jang Sebab, tidakkah mentakdjubkan bertaburkan intan permata. disamping menjolok mata, bahwa Kaum wanita bangsawan lainnja djustru dalam masa ini, masa pan- memakai djamang jang hanja menu- tjaroba, masa pergolakan, masa ser- tupi kepala disebelah muka dan ba sulit, sehingga hidup kita seberapa disamping kanan kiri, sedang ram- dapat kita alirkan kearah kesederhar butnja terurai altau disanggul dengan naan, djustru dlm. masa sematjam indahnja. ini wanita kita masih sanggup men-Paltung2 dimuseum Trowulan (Mo- demonstrir 33 matjam sanggul. Itu- djokerto) melukiskan hiasan rambut pun hanja masih ditempat dan selama masa sidang itu sadja. Belum lagi jang mengingatkan kita akan zaman Marie Antoinette. terhitung jang ada diluar sidang: Dengan masuknja Agama Islam d'pasar, di-toko2, dipanggung san- datanglah kudung, mulailah masa diwara, df-kampung2, jah di Kraton baru.Wanita Muslim diwadjibkan sekali. Kalau Nj. Hadisurjo sudi me- memakai kudung. Tidak boleh tidak, ngadakan momenttelling sanggul di- kudung membawa perobahan jang segala tempat ini tadi, saja jakin, tidak ketjil didalam dunia sanggul djumlah maltjam sanggul tak kurang diseluruh Nusantara ini. dari seratusnja. Ada jang dengan serentak meneri-Lagi pula, bukankah hal atau tjara manja, disana-sini ada pula jang orang berdandan (menghias diri de- menentangnja. Di Minangkabau geta- ngan segala-matjam dan ragamnjal) ran djiwa seni herhasil mengadakan itu berhubungan erat dengan kebu- kompromi antara Agama dan sedja- dajaan sesuatu bangsa? rah Negeri. Disusunnja kudung itu Dikalangan bangsa Djawa umum- (jang tak djarang berupa kain nja orang dapat mengukur tingkatan bersulamkan emas) rapih2, sehingga martabat seseorang wanita dengan berbentuk tanduk. Bukan sadja in- melihat sanggulnja. artinja: dari dah dan flatteus kelihatannja, akan sanggulnja orang dapat tahu apa tetapi dengan demikian terkenanglah seseorang wanita itu dari golongan pula kemenangan Negeri Minangka- bangsawan atau bukan. bau sebagai hasil dari kebidjaksa-Maka marilah kita periksa sanggul naan dan ketjerdikan pemimpin2 ini dari dekat; bukan dengan mak-Minangkabau dizaman jang lampau. sud menjelidikinja setjara ilmialh (wetenschappelijk). melainkan seke- dar sebagai tindjauan sadja. Sesungguhnja sanggulpun mem- punjai sedjarah dan dari abad ke- abad banjak sekali ber-obah²nja dan bermatjam pula djenisnja. Djangan- kan ber-abad2, sedangkan dalam5 beberapa tahun sadja tak djarang terdjadi revolusi ber-kalliz dalam dunia sanggul. Sajang di Indonesia ini tidak ada atau belum ada ahli2 sanggul jang mengadakan penjelidi- kan seksama altau studi chusus tentang sanggul seperti halnja di Eropah di Amerika. Sekalipun demikian marilah kita tjoba2 menjadjikan suatu revue sanggul. Oleh karena tak ada doku- men2 jang dapat memberi bahan-

Oleh: R. Suprapto

Dibeberapa bagian di Djawa sebaliknja kudung ditentang se- hebat2nja, sekalipun Agama Islam disini diterima dan dianutf. Mung- kin lantaran disini sanggul-cultuur memang sudah tinggi, hingga talk mempan dipengaruhi oleh kudung. Hingga saat inipun di-kraton2 di Djawa kudung belum disukai, mala- han ada kalanja dianggap kurang sopan. Seorang abdi dalam misalnja tak akan berani masuk Kraton dengan berkudung. Tentang djenis sanggul di Kraton nanti kita bitjarakan lebih landjut. Orang2 Batak, sekalipun tidak memeluk Agama Islam, mempergu- nakan kudung sebagai:

a.Untuk menghindari sinar ma- tahari. Untuk menjangkutkan padung- nja, jaitu perhiasan telinga jang dibuat dalri pada perak dan tidak djarang lebih dari 1 kg. beratnja.
e. Gandjel untuk mendjundjung barang2 jang berat-berat (kami pernah lihat seorang wanita Batak mendjundjung tiga buah tjangkul diatas kepalla. Dengan praktisnja logam tjangkulnja di-selip2kan diantara lipat-lipa- tan tudungnja). Di Priangan kebanjakan kaum muslimat lebih memberi kebebasan kepada getaran djiwa seninja dari pada mengikuti petundjuk Agama. Disana kudung — kalin tipis lazim- nja—didjahitkan diatas sanggul dan dari situ dikembangkan hingga me- njerupai ekor burung merak. Dengan demikian bagian rambut hanja sedikit sadja sesungguhnja jg. tertutup. Di Bali kaum Wanita bukannja berkudung, melainkan sehelai kain

dpergunakam. untuk pengikat rambut agar djangan berderai. Di Djawa Timur para Wanita kaum Saudagar tak djarang memakai kudung be-rangkap2 malahan hingga tiga lapis dengan beraneka warna- nja. Di Palembang kaum Wanita ber- tudung jang merupakan topi besar, dan dari besarnja terpaksa selalu ditahan dengan tangan kanan atau kiri. Baru setelah kita merdeka inilalh kudug mulai lebih populair lagi dan anggapan umum terhadap ku- dungpun mulai berobah, terutama

oleh karena Ibu Negara kital sendiri

Njonja Sukarno, selalu memakai

kudung. Kembali kepokok pembitjaraan

kita. ialah soal sanggul, makal disini kami utarakan, bahwa sesungguhnja dikalangan Kraton2 Djawa memang

ada sanggulcultuur, jang bertali-

temallierat dengan soal2 politik,

sosial, kesusilaan, tata tjara dan

adat lembaga Djawa.

Seorang abdi dalam tak diidzinkan

memasuki Kraton bersanggul kundé. Djika bukan permaisuri atau puteri2 radja send'ri harus memakai sanggul

tekuk. Pengantian ataugadis2 penari Golék bersanggullangun tulak

Sekelilling atas sanggul ini ditusuk-

kan tjunduk mentul. ialah bunga2an jang dibuat dari pada emas, sedang

kuntumnja bertaburkan intan per-

mata. Tangkainja pakai pir sehingga tiap gerakan kepala menjebabkannja selalu ber-gojang?.

Gadis-gadis bangsawan jang masih ketjil, dahulu kala memakai gelung

,Klalbang tinekuk". Ditengah2 kepala

sebelah atas disisipkan tjunduk djungkat, sedang tempat udjung rambut dis'mpulkan, dihias dengan

bunga2. Apabilamereka agak besar ber-

gantilah sanggulnja, mendjadi ge-

lung sikat sumelat. Tjaranja hampir

sama, hanja sadja bunga2nja diganti

pitah. Djika gadis2 tsb. telah mulai de-

wasa, mereka memakai gelung pon-

tjowalan. Djika pesta besar para ab-

Tindjauan kita kedalam Kraton di dalam memakai gelung bokor mengkurep, jaitu berbentuk bulat kita habisi sekian sadja dan marilah

seperti bola dibelah dua. — Sedang kita menengok keluar. Jang paling

para bangsawan tinggi bersanggui populair dan di-mana2 seantero Nu- santara dapat kita djumpai ialah

"gelung gede", Mari kita amat2i ge.

lung gede ini dengan saksama. gelung konde. Dalam pada itu masih djuga konde

Kalau dilihat dari sebelah muka,

nampaklah di-tengah2, diatas kepala ini be-robah2 bentuknja mengingat masa dan tempat atau daerahnja. tjunduk djungkat, jaitu sisir jang

berbentuk seperti tapal kuda danHanja satu matjam kondelah jang

dipingirnja (sebelah luar) berta- boleh dikata klassiek dan sedjak dulu

tahkan intan permata.

hingga sekarang tak be-robah2. Konde ini lazimnja terdapat di da-

Sebelah kiri tjunduk djungkat ini

crah Solo dan Djokja.

tertjantum djentitan, jaitu sebutir Di Djawa Timur sudah lain pula berlian jang ditusukkan kedalam se- kuntum bunga melati. halnja. Seperempat abad jang lalm- pau djauh benar bedanja antara

Diatas telinga agak kebelakang

sanggul sana dengan sanggui Djawa sedikit tersuntingkan borokan, bia-Tengah. sanja bunga anggrek kala djengking. Sanggul kaum bangsawan, teruta-

Dibelakang telinga tergantung le-ma jang berasal dari Gresik. berben-

pas2 (losjes) dua kuntum bunga tuk pipih dan lebar, lagi pula tinggi2 memasangnja. Dan dihiasi dengan

tjempaka jang dinamakan sin ingan.

bunga melati jang didjahit dalam

Mari kita lihalt sanggulnja dari

daun pisang sebelumnja, hingga me-

belakang: Simpulan sanggul diikat

rupakan sebagian dari lingkaran

-ditutupi — dihiasi dengan sebuah

(cirkelboog). Konon tjara bersanggul

bros jang atjap kali tak ternilai har-

ini mendapat pengaruh dari puteri2

ganja, dan amat indah buatannja.

Tionghoa Peranakan.

Sanggulnja sendiri diisi dengan

Para Wanita di Djawa Barat bunga melati jang dimasukkan keda- umumnja tidak menjisir dan me-

lam sebuah kantong radjut (djala).njanggul rambutnja erat2 dan terlalu

Kemudian diatas sanggul itu — ka-litjin. Rambut keriting agaknja amat

nan kiri — diselipkan pula bunga2

disukai orang disana.

(biasanja bunga anjer a au mawar).

Di Surabaja dulu sering kita lihat Membitjarakansoal sanggul di orang2 perempuan Madura memakai Kraton baiklah kita sebutkan djuga, potong poni. (Ini dapat dipastikan

bahwa pada masal jang lampau (se-adalah sisa2 pengaruh coiffure Ero-

karangpun satu dua masih ada) pah pada masa permulaan abad ke

orang laki2pun memelihara rambu-20 ini). Tak lupa pula kita menje-

nja dan bersanggul jang dinamakanbut perhiasan sanggulnja. jaitu se-

gelung keling. Sanggulnja apabilarenteng dinar talen (atau djuga uang

sedang menghadap radja, harus di-ketipan perak) disusun hingga meru- lepas sehingga rambutnja terurai.

pakan bulan sabit jang merupakan

kepala tusuk konde.

Ada lagi sematjam sanggul jang

dulu banjak kelihatan di Solo, jaitu Ingin kami melengkapi revue sang-

gelung kadal mènèk.Sesungguhnjagul ini dengan gambaran2 sanggui

ini bukan sanggul hanja udjung dari lain2 daerah dan pulau-pulau

rambut —sesudah disisir dan dil-negara kita ini, akan tetapi oleh karena kurangnja bahan2 keterangan lit — diselipkan kedalam gigi2 sisir (sunggar) sehingga kelihatannja se-jang ada pada kital, maka terpaksa kami singkatkan sekian sadja dulu;

perti seekor kadal jang memandjat

keatas kepala. mudah-mudahan dilalin waktu dengan bantuan saudara2 jang ada didaerah-

Disamping gelung tekuk para ab-

daerah tsb. tadi dapatlah kiranja

di dalam lazim djuga memakai gelung

kita mengadakan stud'e atau sc-'ku-

gondèl. Bedanja ialah gelung tekuk

rang2nja tindjauan jang lebih dalam.

sama kanan kirinja (symmetrisch)

Maka dari itu besar harapan kami sedang gelung gondèl tidak. kepada saudara2 jang terasal dari maupun jang bertempat tinggal di daerah² jang djauh itu, sudilah kiranja ikut serta melengkapi revue kita ini dengan mengirimkan keterangan2 atau lukisan-lukisan jang bersangkut paut dengan soal sanggul ada pada bangsa ki a Indonesia ini mengingat beselrnja djiwa seni jang ada pada bangsa kita Indonesia ini tentu masih banjak lagi lain2 matjam sanggul jang belum kami sebut disini, padahal tak kurang flatteus dan indahnja. Keterangan matjam apapun kami terima dengan segala senang hati. Sebelumnja tak lupa

kami utjapkan diperbanjak terima

kasih.