Baca PDF (OCR): Kesenian dan Integritet

3 halaman · 3 halaman diproses dengan OCR· 13860 ms

Daftar isi
  1. MIMBAR
  2. A.160
  3. Indonesia
  4. INDEPENDENT NON_PARTY
  5. MASSA AKSI REPOLUSIONER
  6. Digitaliscsioleenggiat Buhi
  7. 13 DJULI 1957 terbesar Rakjat Indonesia.
  8. Kesenian dan INTEGRITET
  9. oleh: Iwan Simatupang
  10. BERKATA Bergson: Seni adalah
  11. KELEMPANGAN dari sikap sepertijektivitet. Sekian subjektivitet, ber-
  12. SATU&NJA HARIAN PERTAMA DAN TERSEBAR LUAS
  13. DIDAERAH/PROPINSI KALIMANTANTIMUR
  14. ,MASJARAKATBARU"
  15. Rp. 10.
  16. Harga langganan sebulan: Dalam Kota
  17. KERETAKAN (échec) inilah jang
  18. HARIAN PAGI

Harga Satu nomor Rp. 3.— y32

MIMBAR

A.160

Indonesia

INDEPENDENT NON_PARTY

Isinja antara lain:

MASSA AKSI REPOLUSIONER

ANTARA PENJELESAIAN REPOLUSI DAN PEMBANGUNAN

SISTIM PRODUKSI INDUSTRI 演 EINSTEIN

KESENIAN DAN INTEGRITET

Digitaliscsioleenggiat Buhi

二 Tjerita Pendek DJEKI, ANDJING TETANGGAKU

PROF. DRS SUNARDJO, Menteri Perdagangan. Daripadanja diharapkan usaha agar perdagangan mempunjai fungsi-mengabdi untuk kepentingan golongan

13 DJULI 1957 terbesar Rakjat Indonesia.

Kesenian dan INTEGRITET

oleh: Iwan Simatupang

dirian. Alias menuntut kehilangan

BERKATA Bergson: Seni adalah

intuisi. Berkata Merleau-Ponty: diri sendiri. Sudah tentu kelempangan seperti Seni adalah persepsi. Keduanja ber- samaan: kesaksian ketunggalan pe-ini membawa maut bagi setiap insan jang mempunjai maksud besar un. ngertian kesenian. Ia masalah tung- tuk djadi penilai seni. gal. Mutlak. Sebelumnja, seketika-Ia mesti memberi pernilaian tung- nja, sesudahnja. Gagahnja: a priori, gal djuga. Apakah artinja ini selain a forteriori, a posteriori. bahwa pernilaiannja itu tak dapat: Djernihnja: setiap pengertian da- menjingkirkan dirinja dari perba- ri dan tentang kesenian adalah se- ganan hitam-putih? 'Karja ini baik. kaligus pengertian dari dan tentang Titik'. Atau: Karja ini tak baik. seluruhnja. Ia endapan dari seluruh Titik'. Habis perkara. ihwal didjagat-raja. Ia sekaligus kesimpulan metafisis, religieus, es-Tapi segera muntjul tanja: Apa- tetis dst dari dan tentang apa sadja kah jang baik? Apa ukuran² penen- ihwal jang mungkin: dulu, kini, tukannja? Dan jang tak masuk go- esok, tak berhingga. longan mutlak-baik itu, adakah itu alasan²nja? mutlak-buruk? Apa Oleh sebab itulah ulah seniman Adakah daja² njata dan tak-njata-dalam kesenimannja selalu bernilai nja oleh sebab itu djuga tak-tung- mutlak. Fragmentarisme dan prag- gal? Bila demikian, djelas ia bukan matisme hanja berterima baginja karja seni. Ia bukan ihwal seni. La- sedjauh ini tak mengeping penger- lu karja dan ihwal apakah ia dja- tian akan kemutlakan itu. Itu soal dinja? tjitarasa sadja: pada jang ketjil Anda lihat: segera kita masuk mengatja jang agung, atau pada jg terdjerembab kedalam gua kritik maharaja mengatja jang ketjil. Ha- seni penuh lekuk, liku dan tikungan. kekatnja sama: alam tunggal, de-Djaringan pengertian²nja terlalu mikian insan. Demikian seniman. simpangsiur. Membelenggu. Mentje-Demikian kesenian. kik. Dan memang: siapa jg meng- anggap remeh masalah ini, namun Oleh sebab itu pulalah 'pengertian2 disamping itu terus djuga dengan seperti realisme, romantik, klasik, senamanja mem-bagi2kan kritik se- surealisme, dst. hanjalah nisbi sadja ninja kekanan-kiri, maka ia itu pas-Itupun, sedjauh ia rumusan tentang ti tak dapat: meloloskan dirinja dari gaja sadja. Tentang hakekatnja, in- gua maut ini. Ia mampus, dalam tinja, mereka jang beragama nama tafsiran keseniannja sudah tentu. itu sebenarnja sama sadja. Satu sadja. Jakni: hanja faset2 sadja dari Berdasarkan ini semuanjalah, ma- jang itu2 djua. ka setiap pernata pernilaian seni 办jang didukung oleh lebih seorang merupakan pernata jang karut. Sekian banjak anggota pernata (lazimnja djuri), sekian banjak sub-

KELEMPANGAN dari sikap sepertijektivitet. Sekian subjektivitet, ber-

ini adalah, bahwa pernilaian ke- arti: sekian dunia tersendiri. Bagai- senian hanja mungkin dilakukan mana dapat ditempa dari sekian bu- tunggal djuga, jakni: bahwa per- mi ini satu pernilaian sadja jang nilaian sendiri sudah tak perlu lagi. oleh bumi2 itu sendiri sudah dengan Ketunggalan menuntut keseraga- sendirinja tak diakui? Althans, bila man. Keseragaman menuntut; kesen-

kita tak menodakan asas kedirian
(principuum identitatis).....
Berdasarkan inilah djuga maka setiap putusan djuri merupakan putusan jang dipaksakan. Ia ungkap- an dari kehendak maksimal akan kompromi. Akan sintesa tanpa dialektik, notabena! Putusan itu merupakan anak-gampang dari de. mokrasi. Dan djangankan keanak- gampangan, bahkan demokrasi adalah dengan sendirinja pengertian vulger bila dipernisbahkan dengan kesenian. Kata kita tadi: Seni adalah kemutlakan. Bergson berkata demikian. Merleau-Ponty djuga. Dan Aristoteles, Dan Leonardo da Vinci.
Dan Nietzsche. Dan...... seterusnja,
masing² dengan gajanja tersendiri. Dengan logat dan kazanahnja tersendiri. Tapi, mengapa djumlah djuri kian banjak dikurun sedjarah jang tam- paknja kian madju? Seperti — bak kata orang- kurun dimana kita hidup kini? Setiap kelompok kema- sjarakatan jang merasa dirinja ter- hormat mendjaga agar pada waktu2 tertentu dibentuk djuri seni di- tengah²nja. Djuri ini diminta me- njatakan pendapatnja tentang bebe- rapa karja kesenian jang dihasilkan dalam lingkungan kelompok itu. Pendapat ini -nanti pada gilirannja pula didjadikan batu lontjatan untuk melampiaskan salah satu naluri jang lazim hadir pada setiap kelompok: naluri untuk memudjí, memu- dja, menjembah. Disamping Tuhan, tuhan, dewa dan dewi, tiang totem, magi, mistik, fetisisme, sjamanisme dst. dst., manusia djuga butuh akan ber-hala2 tjiptaannja sendiri. Jang selalu hadir dalam dirinja sendiri. Dalam hal kita ini: (karja) seorang seniman, pada mana ia melihat hadir argumen² jang membuat dirinja merasa kebutuhan untuk memudji
dirinja sendiri..... lewat diri sang
seniman itu. Bentuk pernjataan lain dari egoisme, kata Adler!

SATU&NJA HARIAN PERTAMA DAN TERSEBAR LUAS
DIDAERAH/PROPINSI KALIMANTANTIMUR

,MASJARAKATBARU"

Rp. 10.
Harga langganan sebulan: Dalam Kota

Luar Kota .....”11,—
Tarip iklan bisa diminta. Untukpara pemasang iklan suatu kesempatan baik. Tjobalah pasti berhasil. Redaksi/Adm. MASJARAKAT BARU Muka Mesdjid-Postbox 21 Samarinda (Kal. Timur).

KERETAKAN (échec) inilah jang

sesungguhnja membuat setiap pernata pernilaian seni, seperti djuri seni misalnja, bersifat tragis. Ke. adaannja hanja beroleh dalihnja pada unsur2 sosiologis sadja. Dengan estetika, ia bernisbah minim sekali. Ia bahkan merupakan faktor pem buat oleng perimbangan² dalam kesenian sadja. Aturan djadi embel2 sadja, oleh kebanjakan seniman ia lalu ingin dipentingkan. Mereka lalu djadi seniman hanja berdalihkan putusan² djuri sadja. Kasarnja: hanja berdalihkan hadiaha jang akan di-bagi2kan djuri. Timbullah pengertian 'seni untuk hadiah', varian lebih kasar lagi dari pemeo 'seni untuk perut' jang toh sudah tak simpatik itu. Dihampir setiap pemberian hadiah

HARIAN PAGI

Saudara mau mengikuti berita-berita hangat? Komentar objektif? Pembongkaran rahasia korupsi, gerakan ilegal merobohkan negara Republik Indonesia? Permainan tokoh-tokoh fulus jang bertopengkan salah satu partai? Petualang² politik jang membahajakan negara?

  • Hanja harian "Pemuda" jang rela mendjihadkan dirinja untuk mela- kukan pembongkaran dan pembasmian itu. Saudara melihat: disekitar saudara ada manusia jang berlaku tjurang sehingga mengorbankan rakjat? Mempermainkan uang dan kepenting- an rakjat untuk diri sendiri atau golongan. Pemimpin² partai jang mengkorup partainja sehingga merugikan masjarakat?
  • Hanja harian "Pemuda" jang menjediakan halamannja untuk meng- ulas laporan saudara itu djangan ragu2, sampaikanlah pada "Pemuda". — Harian "Pemuda" menjelamatkan republik proklamasi. — Sumpah pemuda:
    Satu tanah air

  • Satu bangsa Satu bahasa Indonesia

  • Harga langganan sebulan hanja Rp. 18.50.
    Red & adm. : Tanah Abang Barat 28 A, Telp. 434 - 5064 GB. Djakarta

(tepatnja. pernilaian) seni didapat kandal. Alasannja taram: subjekti- vitet djuri lain daripada subjektivi- tet sang seniman bersangkutan. Bila putusan itu membawa debet bagi sang seniman, umumnja kekenesan- nja membuat ia gembira dengan putusan itu. Walaupun hati nuraninja bereaksi lain. Hadiah itu diperlukan. nja bagi perlandjutan hajatinja: di- samping uang, djuga segenggam ke- puasan akan diri sendiri, jang akan membuat sah setiap tindak-lakunja kemudian hari.

Untunglah tak setiap seniman se- serakah itu. Benar, mereka djuga butuh uang. Siapa tidak? Djuga mereka butuh akan keputusan akan diri sendiri. Siapa tidak? Tapi, kon- stitusi dari watak kesenimannja menghasilkan suatu daja-andai jang chas bagi dirinja. Dan dituntun oleh temperamen dan gaja pribadi sendiri, maka watak ini mengungikap- kan dirinja kedunia luar djauh lebih halus, sopan, tertib. Jakni: mende- kati ke jang djudjur dan jang se. derhana. 水

SEBAGAI tjontoh ingin kita meng- undjuk kesuatu 'insiden kesenian' jang terdjadi baru² ini dalam dunia theater dinegeri Belanda. Sedjak ti- ga tahun, Perkumpulan Direktur2 Gedung Konser dan Schouwburg di Nederland memberikan hadiah2 kepada tokoh2 theater jang menghasilkan prestasi terbaik ditahun hadiah itu diberikan. Nama hadiah² ini diambil dari nama kedua tokoh theater Belanda jang dianggap me- rupakan pelopor2 dari kegiatan theater (jang baik) di Nederland, jakni Louis Bouwmeester dan Theo-Mann Bouwmeester. Pemain theatter pria terbaik beroleh hadiah Louis d'Or, pemain wanita terbaik beroleh hadiah Theo d'Or. Untuk tahun 1957 ini, djuri jang ditundjuk oleh penkumpulan diatas memutuskan, bahwa pemain wanita terbaik adalah Myra Ward, dari kumpulan theater De Haagsche Comedie (Den Haag). Ia menerima hadiah Theo d'Or. Pemain pria terbaik menurut djuri adalah Ko van Dijk, dari kumpulan theater De Neder- landse Comedie (Amsterdam). Pa- danja diberikan hadiah Louis d'Or.

Akan tetapi..... Ko van Dijk me-
nampik hadiah tsb. Alasannja? Ia setudju dengan teori, bahwa ialah pemain pria jang terbaik ditahun
1957 ini, tapi..... ia tak setudju,
bahkan amat tak setudju dengan bunji rumusan pernilaian sang djuri. Notabena: rumusan pernilaian jang diumumkan setjara resmi pula kepada chalajak lewat pers, radio, bahkan televisi, Bagaimana rumusan pernilaian tersebut? Kita mengutip bagian jang terpen-
ting sadja: '.....bahwa djuri jakin,
bahwa djasaa besar dari Ko van Dijk bagi senipanggung Belanda taklah terletak didaerah dari prota- gonisa tragis dan herois, tapi didaerah dari sentimen2 jang segera dapat dikenali, dan jang langsung...'
Selandjutnja: '.....terbuktilah, bah-
wa kesenimannja jang luas dan su. bur, tapi djuga jang diperdebatkan

itu paling banjak beroleh untung kenjataan, bahwa mereka ditundjuk sebagai anggota djuri, sudahlah pe- dari kesederhanaan dan pembatasan
diri.... tundjuk bagi mereka, dan bagi ma-
Sampai sekian sang djuri kita ku-sjarakat, bahwa sejogianja mereka- lah jang tahu akan tataletak nilai tip. Agaknja taklah perlu banjak kata bagi kita untuk mengatakan, dan pernilaian. Guna dapat menilai, bahwa rumusan seperti ini (1) tak haruslah diketahui lebih dulu apa nilai, Mengetahui nilai: apakah ifu, selajaknja, dan (2) tak selajaknja selain bahwa diketahui mana batas diumumkan pada chalajak. dan mana tidak? Dalam peristiwa Sebab, apakah hakekatnja ini? ini, djuri sudah menandeskan: ba-Tak lebih daripada, bahwa sang dju- tas2 itu bagi mereka agaknja ma- ri ingin bertindak selaku guru di- 'sih kabur. Berarti: belum waktunja sekolah rendah: Hé anu, kau ber- bagi mereka untuk sudah duduk la- oleh angka tudjuh bagi karangan- gi dalam djuri jang bakal ditundjuk
mu, tapi..... salahnja banjak, djo-
untuk memberikan hadiah² ditahun rok, dungu, ditulis dengan tjeroboh muka! pula lagi. Kau kuberi angka tudjuh memang, tapi sebenarnja kau tjuma 水 berhak akan angka empat sadja.
Namun, kau kuberi angka tudjuh....
Bahwa adegan seperti ini dapatBAGI kita di Indonesia, peristiwa seperti ini ada gunanja kita si- dilangsungkan tanpa sengketa diru- mak. Bila benarlah udara krisis angan sekolah rendah, dapat diba- (jang ramai diperdebatkan itu) kini jangkan. Sang murid sih tjuma bo- tampaknja rada tjerah dari langit tjah sadja, lagi ia memang banjak beladjar dari peringatan² seperti itu. kegiatan pentjiptaan kesenian dita- nahair kita, maka apakah artinja Tapi sikap seperti itu djuga diluar ini, selain bahwa masjarakat kita- dinding sekolah, notabena terhadap tokoh2 kesenian jang toh tak dapat pun dalam waktu jang tak lama lagi akan mempunjai kebutuhan-un- disamakan sadja lagi dengan bo- tuk memberikan hadiah kepada se- tjah² ingusan? Ini hanja menandes- niman² kita jang 'terbaik'? Badan kan pada sang seniman sadja, bah-Musawarat Kebudajaan Nasional wa sang djuri sudah melampaui ba- (BMKN) masih harus akan memba- tas2 kelaziman, dan ingin melaku- kan suatu peranan jang sudah djauh gikan hadiah²nja lagi kepada pro- sais, penjair dan essayis kita jang melimpah dari jang diperkenankan terbaik ditahun 1957. baginja. Dalam hal Ko van Dijk ini, sang djuri hanja menandeskan sa-Mudah²an jang ditundjuk duduk dja dengan setadjamnja kepada ma-dalam masinga djurinja nanti bukan sjarakat, bahwa mereka jang didu-terdiri dari orang2 kenes, jang ka- dukkan dalamnja belumlah mempu-bur pengertiannja tentang nilai, njai hak untuk duduk disitu. Dari. pernilaian. Dan batas.