Baca PDF (OCR): Pergerakan Nasional 50 Tahun

3 halaman · 3 halaman diproses dengan OCR· 13433 ms

Daftar isi
  1. Digitalisasi oleh Penggipt Buku
  2. PERGERAKAN NASIONAL 50 TAHUN
  3. Oleh Mohammad Hatta
  4. Dr. TJIPTO MANGOENKOESOEMO
  5. (Kihadjar Dewantoro sekarang)
  6. an non-cooperation, tetapi Budi
  7. di Utomo sendiri tidak meli-
  8. lagi lahirnja Indonesia Mer-
  9. Bulu
  10. STAR VEEKLY

STA

Digitalisasi oleh Penggipt Buku

setengah abad hari kebangunan nasional

PERGERAKAN NASIONAL 50 TAHUN

Oleh Mohammad Hatta

Memang, tudjuan semuanja itu PADA tanggal 20 Mei 1958 ini Budi Utomo bukan partai politik. benarnja nasibnja lebih djelek genaplah usia Pergerakan Na-enteng rasanja djika ditimbang Tetapi ketjambah semangat na- dari India, Indonesia dan Filipina, sional 50 tahun. Hari berdirinja dengan ukuran politik sekarang. sional telah ada didalamnja. Se. jang sebagai djadjahan didjadjah Budi Utomo pada 20 Mei 1908 di-Tetapi, pendirian Budi Utomo itu bab itu Budi Utomo dapat dipan. oleh satu bangsa imperialis sadja. pandang sebagai permulaan per-sebagai organisasi kaum terpela-dang sebagai pendahuluan kepa-Selagi negara² imperialis Barat gerakan nasional. djar, jang dipelopori oleh pemu-da pergerakan kebangsaan jang begitu puas rasanja dengan ke- da jang masih duduk dibangku muntjul didalam tahun 1912 dan Djika diukur dengan pengerti-sekolah, harus dipahamkan darikuasaannja jang penuh atas bang- 1913 dengan lahirnja Nationale sa-bangsa Asia, datanglah pemim- an sekarang tentang apa jang di-semangat masanja. Ditindjau dari Indische Partij dan Sarikat Islam.pin Neger di Amerika, Du Bois, sebut perdjuangan politik dansuasana diwaktu itu, lahirnja Bu-Kalau ditindjau benar², lahirnja dengan utjapannja jang merupa- pergerakan kebangsaan, Budi Uto-di Utomo itu adalah suatu peristi-Budi Utomo dalam udara kolonialkan nudjum, bahwa ,masalah abad mo jang didirikan pada waktu itu wa jang mengedjutkan. Perkum- jang tidak membolehkan adanjakeduapuluh adalah masalah bang-belum lagi memenuhi sjarat un-pulan jang bertjorak politik be- partai politik, bukanlah suatu halsa-bangsa jg. kulitnja berwarna." tuk diberi nama pergerakan na-lum dibolehkan diwaktu itu. La- jang luar biasa jang terdjadi se-Waktu kata² itu diutjapkannja, sional. Perkumpulan itu bukan rangannja terpantjang didalam konjong. Memang masanja sudahorang putih menganggap ia seba- perkumpulan politik, bukan par-Regeerings-Reglement, pasal 111. matang untuk itu. Dan lahirnjagai seorang jang tak waras otak- tai, melainkan suatu perkumpulan Sungguhpun tudjuannja bukan Budi Utomo sebagai pendahuluan nja. sosial. Alasan untuk mendirikan-politik, suatu perkumpulan jang daripada pergerakan rakjat ada- nja ialah tjita² untuk mendirikan Tetapi, beberapa tahun sesudah didirikan oleh kaum terpeladjar lah suatu mata rantai sadja dari suatu Dana Peladjar" jang men- itu dunia dikedjutkan oteh letus- jang menudju kemadjuan tanah perkembangan seluruh Asia. djadi buah hati Wahidin Soediro- an meriam diteluk Tjusjima dan air dan bangsa adalah dalam ar-Sampai kepada permulaan abad hoesodo, waktu itu murid SekolahPort-Arthur, jang diachiri dengan tinja. Inipun diinsafi benar oleh ini dunia ini se-olah kepunjaan Dokter di Djakarta. Sungguhpun kemenangan Djepang atas Rusia. seorang etikus-kolonial jang ter-bangsa kulit putih. Eropah dan begitu perasaan nasional sudah Perdjandjian damai di Portsmouth kemuka diwaktu itu, Mr. C. Th. Amerika Serikat tempat kediam- terlihat didalamnja. Nasional Dja-jang menetapkan kemenangan itu van Deventer. Lahirnja Budi Uto-an mereka. Benua lainnja itu dja-tidak wa, meliputi seluruh penduduk dipandang oleh bangsa- mo itu disambutnja dengan suatudjahannja. Manakah bangsa Asia pulau Djawa dan Madura, jang bangsa Asia jang masih tertindas karangan dalam De Gids", de-diwaktu itu jang benar² merdeka, terdiri dari pada orang Djawa, sebagai kemenangan Djepang atas ngan mengatakan, bahwa sesuatu selain dari Djepang jang dipakai Sunda dan Madura. Belum lagi Rusia, melainkan sebagai keme- jang gandjil terdjadilah sudah. oleh Inggeris sebagai pendjaga nasional Indonesia!Tetapi pe- nangan Asia atas Eropah. Sema-Insulinde — katanja -, puteri kepentingannja di Asia? Tiong- ngertian Djawa tidak lagi terba- ngat kebangsaan diseluruh Asia tjantik jang tidur, telah bangun." kok merdeka namanja, tetapi se tas pada orang Djawa Tengah bangunlah. Kepertjajaan pada diri Ditindjau dari suasana masanja, benarnja koloni internasional. Se dan Djawa Timur. Bahasa resmi- sendíri mulai timbul. nja bukan pula bahasa Djawa, Sebagai sambutan atas keme- melainkan bahasa Melaju. Disini nangan Djepang itu pergerakan ternjata bahwa perasaan nasional rakjat India, jang selama itu me- sudah menghinggapi djiwa pemu- nundjukkan pendirian jang loyal, da jang mulai berkembang. De- mulai menundjukkan sikap jang ngan memakai bahasa Melaju se- radikal. Pada rapat besar di Su- bagai bahasa resmi, maka pemba- rate dalam tahun 1907 B a 1 tasan suku bangsa sudah mulai Gangadhar Tilak me- didobrak. Nasionalisme jang se- njatakan terus terang, bahwa ke- hat, jang akan menudju ke hendak bangsa India tidak lain kebangsaan Indonesia sudah mulai dari kemerdekaan jang sedjati. bersarang dalam keinsafan kaum Kemudian ia menulis, bahwa ba- peladjar diwaktu itu. gi tiap² bangsa tidak ada djalan Dalam peraturan dasarnja, sta-lain untuk mentjapai kemerdeka- tutennja, jang disahkan Pemerin- annja selain dari revolusi." tah Hindia Belanda pada 28 De-Kemenangan Djepang atas Ru- sember 1909 setelah lebih dari sia itu tidak sedikit pengaruhnja satu tahun dipertimbangkan — atas timbulnja Budi Utomo. Ge- disebut, bahwa tudjuan Budi Uto- rakan politik belum boleh, tetapi mo ialah membantu mentjapai salah satu tudjuannja jang chusus kemadjuan tanah dan bangsa jang jang mengatakan mendjundjung harmonis di Djawa dan Madura. tinggi dasar peri-kemanusiaan" Untuk udjud itu ia, menurut te-0 tidak bebas dari sentimen politik. naga jang ada padanja, akan Disebelah meminta perluasan be- mempergunakansegala djalan ladjar, Budi Utomo djuga memin- jang sah dan membantu pula usa- ta persamaan perlakuan antara ha orang lain jang tertudju kesi- orang Indonesia dan orang Belan- tu". Sebagai usaha jang chusus da jang sama diplomanja. Dengan disebutkan: tuntutan itu, jang masih dinjata-

a. memperhatikan kepentingan
kan keluar sebagai permohonan, peladjaran umumnja; ia mengantjam suatu tiang dari

b.memadjukan pertanian, peter-
pada benteng kolonial, jaitu dis- nakan dan perniagaan; kriminasi bangsa.

C.memadjukan teknik dan indus-
Sebagai pendahuluan kepada tri;pergerakan rakjat, Budi Utomo kembaliseni

d. menghidupkan
menanam keinsafan nasional da- dan kepandaian serta ilmu pu-WAHIDIN lam dada peladjar jang mendjadi pukan sendiri; anggotanja bermula. Mereka ini SUDIROHUSODO

e. mendjundjungtinggi dasara
kemudian, setelah tamat sekolah, perikemanusiaan; tidak semuanja tinggal didalam

f. lain²nja jang dapat mendjamin Budi Utomo. Mana jang konserva- penghidupan bangsa jang pan-
tif dan berperasaan ningrat ting- tas. Dr. WAHIDIN SOEDIROHOESODO gal tetap disitu. Tetapi mana jang

Dr. TJIPTO MANGOENKOESOEMO

berperasaan radikal sedikit, seperti dokter Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat

(Kihadjar Dewantoro sekarang)

keluar dari Budi Utomo dan me- njiapkan diri untuk membangun- kan ber-sama²dengan Douwes Dekker Nationale Indische Partij (N.I.P.) Setelah didahului oleh Budi Utomo sebagai perkumpulan jang bukan politik sifatnja, lahirlah pergerakan rakjat jang berpolitik dalam bentuk N.I.P. dan Sarikat Islam. Larangan terhadap partai politik dalam R.R. pasal 111 tidak dapat menghalangi timbulnja.

N.I.P. terus terang mengemuka- kan tuntutannja Indië los van Holland" - Hindia lepas dari Belanda.Nama ,,Indonesia" belum dikenal diwaktu itu. Tetapi tjita² tanah air jang merdeka dan ber- daulat telah hidup dalam kepala dan dada. Hindia lepas dari Belanda kemudian dirumuskan oleh Perhimpunan Indonesia mendjadi ,,Indonesia Merdeka". Seperti diketahui orang-tiga pemimpin N.I.P. dibuang oleh Pemerintah kolonial beberapa tahun lamanja kenegeri Belanda. Partai- nja sebagai partai kaum intelek jang radikal terus berdiri disebe- lah partai rakjat: Sarikat Islam. Ke-dua²nja menuntut pelaksanaan demokrasi di Indonesia, dengan djalan mengadakan Parlemen Kolonial. Dalam pada itu Budi Utomo, jang resmi bukan partai poli- S
politik. Ia ikut serta dengan N.I.P. dan Sarikat Islam menuntut pelaksanaan pemerintahan sendiri. Parlemen Kolonial jang dituntut sebagat tempat latihan untuk demokrasi dan pemerintahan sendiri, tetapi Volksraad jang diper- oleh. Dengan itu timbullah masa ,cooperation", masa kerdjasama dengan pemerintah kolonial dalam pergerakan nasional. Setelah politik kerdjasama itu tidak ber- hasil, maka pergerakan rakjat, sebagai sajap radikal dari pada pergerakan nasional, menempuh djalan ,non-cooperation". Dengan itu antitese-pertentangan-kolonial semangkin hebat. Budi Utomo banjak djuga memberikan anggo- tanja jang radikal kepada gerak-

an non-cooperation, tetapi Budi

Utomo sendiri sebagai partai te- tap berpegang kepada politik cooperation sampai pada achirnja.

di Utomo sendiri tidak meli-

lagi lahirnja Indonesia Mer-

deka. Sebelum itu ia ber-sama² dengan Sarikat Sumatera, Kaum Betawi dan Studieclub Surabaja meleburkan diri kedalam organisasi baru: Partai Indonesia Raya, Parindra. Dari organisasi Djawa Budi Utomo mendjadi organisasi Indonesia. Inilah suatu sumbangan jang besar nilainja. Ia mengorban- kan nama dan tradisinja jang bersedjarah, tetapi dengan itu ia memperkuat tjita² Indonesia satu, tidak ter-pisah². Dengan persatu- an itu, jang ikut diperkuat oleh Budi Utomo, rakjat Indonesia memperoleh kemerdekaannja.

Bulu

Dr.SOETOMO

Suatu biografi jang agak lengkap tentang Dr. Soetomo sampai kini belum ada. Maka itu wartawan Star Weekly se- ngadja mengundjungi tempat² di Djawa Timur dan Tengah, untuk mengumpul keterangan, kenangan² dan foto tentang beliau, sebelum keterangan dan foto itu hilang lenjap. Hasil- nja dapat pembatja lihat di- halamanz berikut. Diantaranja terdapat foto jang berharga dan belum pernah dipublikasi- kan, misalnja foto anggota pengurus pertama dari Budi Utomo. Di Djakarta tempat jang bersedjarah dalam hubungan tentu sekolah Dr. Soetomo, dokter STOVIA dimana dalam tahun 1908, tanggal 20 Mei, Budi Utomo didirikan oleh Soetomo dan kawan²nja. Banjak orang kini tak tahu dimana le- taknja tempat itu. Pun kebe- kas sekolah itu, wartawan Star Weekly telah berziarah sambil mengambil foto. Ba- rangkali dapat dikatakan: just in time, sebab kalau di- tunggu lebih lama, banjak dari bekas gedung STOVIA itu jang tidak dirawat dan kini digunckan sebagai kamp, akan lebih rusak lagi dan achirnja lenjap sebagai salah satu tempat jang bersedjarah. Begitulah nomor ini harap dianggap suatu usaha sederha- na untuk turut menjambut Hari Kebangunan Nasional 50 tahun.

STAR VEEKLY

diterbitkan tiap hari Sabtu oleh

P.T. Perseroan Dagang & Pertie- takan "Keng Po" Pintu Besar 86-88 Djakarta-Kota Tilpon Kota 589 & 590 PEMIMPIN REDAKSI: Mr. Auwjong Peng Koen Wakiinja: Tan Hian Lay Harga: Rp. 4.— per djilid Iklan : Rp. 2.10 per mm.
春市 Daftar isi nomor ini terdapat di- halaman 5. tik, ber-angsur² memakai tjorak SOEWARDI-SOERJANINGRAT (Kihadjar Dewantoro)