Baca PDF (OCR): Seorang Seniman

3 halaman · 3 halaman diproses dengan OCR· 14034 ms

Daftar isi
  1. INDAH
  2. Setamet WONG KAM FU. A HARIAN dan BULANAN
  3. Han Raya
  4. Idulfitri.
  5. IDUP MEMPUNJAI TUDJUAN LAIN DARI JANG LAIN, NA-
  6. MUN TIAP TJIPTAANNJA MEMBAWA PENGARUH MASJA-
  7. RAKAT: BAIK ATAU BURUKNJA,ITULAH DARI GOLONGÁN
  8. djalah-madjalah. Begitu terta-SEORANG
  9. SENIMAN
  10. Sdia. Ja, sedjak aku menga-
  11. Oleb: JOHNY
  12. ,,Ija".
  13. ,,Rp. 500 ?"
  14. ,Kau gila Sjid ?"
  15. Darimana aku punja uang
  16. Kepanikan apa ini Sjid"
  17. Kawin" katanja tegas dan
  18. ,Kawin ? Dengan siapa?"
  19. ,Ja, perempuan itu siapa?"
  20. "Betul ?"
  21. ,Besok ?"
  22. Sekarang kau punja lima- perak ?"
  23. Ngga. Seringgit ada".
  24. pada siapa-siapa ja John".
  25. Aku mengangguk. Tapi diam
  26. Sekarang kau akan kema-

INDAH

Bintang fila muda remadja Lely Soelastri Sedang menati Bondan

Dalam souor RARASA PEROBARAN RELANA

APAKAT NATRIUM PENTOHTAL rru? 10 baratah hal ANITA EKBERG VERSUS MARILYN MONROE Bagaimana WARUDI dDR ANAMURATA nja, hal 22 Tre Story: GARA-GARA PE GAMI bal. 20

Setamet WONG KAM FU. A HARIAN dan BULANAN

hal. 28 dan 38.

Han Raya

Idulfitri.

INDAH No? TERBIT SEBULAN SEXAO MEL 1957

IDUP MEMPUNJAI TUDJUAN LAIN DARI JANG LAIN, NA-

MUN TIAP TJIPTAANNJA MEMBAWA PENGARUH MASJA-

RAKAT: BAIK ATAU BURUKNJA,ITULAH DARI GOLONGÁN

djalah-madjalah. Begitu terta-SEORANG

SENIMAN

tjeritera ditektip. Inilah jang njaku pada adik perempuanku.

UDAH lamaaku kenal

Sdia. Ja, sedjak aku menga-

gumi tulisan2nja. Dan djuga sedjak aku muiai menulis-nulis tjeritera pendek pada ma-

adik perempuanku mengata- rik aku pada tjara dia menu- kan bahwa dia mengenal orang lis, hingga dia begitu mengagumkan bagiku. ini, karena dia mengenal adik Dia sering menulis-nulis tje-perempuannja. ritera pendek jang bersifat,Orangnja bagaimana ?" ta-

paling aku senangi. Gaja tu-Wah, nggak bisa aku gam- lisannja jang menarik. Tjara barkan dengan kata-kata. Pen- pelukisannja begitu lantjar. deknja pasti mengagumkan. Dan tjeriteranja masuk diakal.Nggak seperti abang. Penga-Kalau dia melukiskan orang rang kurus". Aku djadi mang- berkelahi. Atau menggambar-kal mendengar edjekan adik kan orang disambit oleh asbak. perempuanku itu. Tapi apa Maka aku merasa seolah-olah hendak kukata. Kemengkalan dihadapanku ada orang berke-itu terpaksa kudekap dalam lai dan menjambit dengan as-dada tertutup. Dan hasratku bak.kian menggelora djuga ingin Ketika itu aku baru menge-mengenalnja. nal nama dan tulisannja sa-Tapi rupanja Tuhan pemu- dja. Sedang bentuk dan rupa-rah benar. Maksud baik sela- nja belum pernah kulihat. Ta-lu dikabulkanNja. Dan sampai- pi aku sudah dapat memba-lah pada suatu ketika, dimana jangkan kalau orang ini tentu pada suatu malam aku harus bertubuh besar. Sympatik. menghadiri pertundjukan san-Sesuai dengan tjeritera2 ditek-diwara jang aku sutradarai tipnja. Keinginanku ingin ber-malam itu. Dekat pintu masuk kenalan kian lama kian me-Gedung Kesenian banjak manusia-manusia berkerumun. muntjak djuga. Apalagi waktu

Robert Wagner dengan Debra Paget dalam film Marching Along; djuga hasil tjiptaan seorang seniman. Apa jang di- kerdjakan, sudah tentu menurut sutradara.

Oleb: JOHNY

Diantara mereka banjak jang aku kenal. Hampir semuanja penulis-penulis muda jang sebaja dengan aku. didekat Waktu aku sampai mereka, salah seorang diantara merekamenegur sambil berkelakar. ,,Selamat malam sutradara muda".Aku tersenjum. Ja, tersenjum tjuma. Dan jang lainnja menjambung lagi. ,,Kami boleh masuk nggak nih?" dja- ",Terang boleh dong" wabku sungguh-sungguh. Pa- dahal aku tidak punja hak un- tuk memasuki mereka. ",Emang enak punja temen sutradara" jang lainnja njele- tuk lagi. Dan belum sempat aku bitjara, seorangteman jang biasa dikenal sebagai pe- lukis muda realistis" mem- perkenalkan seseorangpada- ku. se- ,,John,kuperkenalkan orang teman padamu jang se- lama ini kau kagumi". Aku diam. Heran djuga aku mendengar kata2 teman itu. Siapa maksudnja. Jang lain kupan- dangi. Semuanja mesem. Entah apa maksudnja. Tapi tiba-tiba sadja seorang lelaki kurus de- kil mendjulurkan tangannja padaku. Dan aku menjambut- nja membisu. Rasjidi" katanja. Aku djadi benar-benar melongo waktu mendengar dia mengutjapkan namanja. Teman-teman lainnja tertawa terpingkal-pingkal. Tapi untung kemudian aku bisa menguasai diri. me- ,,Saudara jang sering nulis tjeritera ditektip itu ?" Dia mengangguk. ,Astagaaa, aku kira saudara tidak begini". ,Begini bagaimana ?" tanja- nja keheranan. Dan teman-teman lainnja jang sudah tahu maksudku. Karena pernah ku- bajangkan pada mereka bagaimana bajanganku mengenai dia, djadi pada tertawa besar. .Ja, aku membajangkan setidak-tidaknja badan saudara

S.SITOMPUL. tentu sebesar Robert Michum. Dan muka saudara setidak-tidaknja ja seperti Humpry Bo- gart. Tapi ini, maap-maap je bukan njela. Seperti si Kun- tjung". Teman-teman tertawa semua. Dan teman baru ini jang sudah lama kukagumi tulisannja ikut tertawa terpingkal-pingkal. Pertemuan kami malam itu, benar-benar menggoreskan suatukenangan jang tidak mudah kulupakan. Suatu ingat- an jang lutju bagiku. Dan sedjak itu pulalah aku berte- man baik dengan dia. Sering aku nginap dirumahnja. Wa- laupun melintang diubin beralas tikar, aku senang tidur dirumahnja.Sebab kami sering bertjeritera sesuatu jang me- njenangkan. Oleh teman-teman dia dibe- ri penamaan ditektip tje- king"(kurus). Hampir tiap hari kami bertemu dikedai kopi di Senen. Jang terkenal dengan ,,moulin rouge" Senen. Ja, tempat kami dan teman-teman lainnja bertemu. Banjak teman mengatakan bahwa dia sudah punja patjar. Katanja, patjarnja tjakep. Kaja bidada- ri. Tapi aku belum pernah me- lihat dia djalan sama perem-
hal puan. Dan pernah djuga dia itu aku tanjakan. Tapi mendjawab dengan: ,,Emangnja mau gue empa- nin batu anak orang". Malah aku mengenal dia sebagai seorang penulis jang paling alim. Sebab tidak luput dari sembahjang lima waktu kalau Karena itu, bohonglah seni- ada orang mengatakan 1Tu- man itu tidak mengenal han. Dan karena taatnja kepa- da agama itu, dia djadi begitu anti pada perempuan-perempuan. Apalagi perempuan-pe- rmpuan djalang. Aku ingat ketika pada suatu malam dia menasehati aku. Ketika itu aku baru pulang klujuran dgn. teman-teman dari tempat ber- iseng. Dan alasan kami sela- lu sadja sama. Tjari inspirasi.

John Ericson dengan Pier Angeli bersenjum-senjum indah dengan pembatja INDAH".

Waktu kami sampai dike-lau dia sedang begitu, aku dai kopi tempat kami bertemu, djadi segan menegurnja. Ta- kulihat Rasjidi sedang duduk kut dia malu. menghadapi setjangkir kopi Tapi pada suatu malam, dia tubruk. Dan waktu diame-datang kerumahku terengah- lihat aku dan dua orang te-engah. Ketika itu aku sedang manku, Jusuf Bay dan Arifin, asjik menulis tjeritera pendek kedua-duanja pelukis, dia lan-jang segera akan kukirimkan tas njengir. Seperti kambing kemadjalah jang mau memuat- habis kentjing. nja. Sebab kantongku sedang ,Darimana kau ?" tanjanja. kempes. Aku harapkan sadja ,,Biasa tjari inspirasi" dja-aku akan menerima honorari- umnja dengan tjepat. wabku. Doo tjariinsprasi le. Ke Waktu aku lihat dia berdiri Planet"?" didepanku dekat medja tulis- ku. Terus sadja dia kusuruh Habis kemana lagi ? Itulah duduk. Padahal, sonder kusu- satu-satunja sorga jang termu ruh dia suka glepakan ditem- rah" djawab Jusuf sambil pat tidurku. tertawa. Lalu duduk. ,Lama betul kau ngga per- ,,Kufur, bener-benerkufur. Tjari inspirasi kenapemusti nah kliatan. Kemana adje sih?" keplanet adje sih ?"katanja tanjaku pura-pura tidak tahu. dengan muka mesum.Seperti,Orang kate John, repot seorang bapak jang tidak se-nih. Wah gue djadi blingsatan nang melihat anaknja jang nih". berbuat nakal.,,Allah djangan pura-pura Sjid. Besukaan sih tinggal Alahtampang kau kaja bukan penjaboan adje" kata Ari-besukaan. Tapi djangan lupa temen dong." fin jang sedang asjik membu- at sket tukang martabak se-Apa maksud kau John?" djak sampai dikedai itu tadi. Kau kira aku tidak tahu". Lu kire gue bisa lu sa-Apa ?" main ame si Johnny" katanja,Nah tenga-ari bolong pake sambil menuding padaku. gandengan. Kaja patjar lu ke- tjakepan adje. Orang laen dju- ,Ngga ngehantem seari adje, ga-punja patjar, tapi kalo te- blaga pusing. Mendingan pade kawin deh daripada klujuran ngahari bolong sih kaga gitu-gitu amat Sjid". kaga keruan gitu" Rasjidi me- nasehati seperti kakek2 mena-Wah, kau menghina aku sehati tjutju-tjutjunja jang nih ?" akan berangkat kemedan pe-,Bukan menghina. Aku tju- rang. ma mau menjampaikan keisti-Djangan sok alim Sjid. Mau mewaan jang ada pada kalian djadi mualim terang-terangan berdua". deh sono pegi keMekah" ,,Sudahlah. Kau memang sambung Jusuf pula. ngga mau kalah kalo ngomong ,,Ude deh bising gue". Dia Jang lebih perlu lebihbaik berdiri. Dan sebelum pergi kau tanjakan maksud keda- dipandangnja mukaku. tanganku malam ini kemari". Aku diam. Kupandangi mu-Bajarin kopi gue tuh" Dan dia pergi. Entah kemana. Se-kanja. Sebab kelihatannja dia begitu serius. dang sepeninggal diakami lalu tertawa semua. Dan JusufApa maksudmu ?" menteraktir minum bier. Kata-",Begini. Jang pertama aku nja dia baru terima honorari-mau pindjem dasi pandjangmu um sktesnja jang dimuat di model Singapur itu". madjalah ,,Mimbar Indonesia." Dan mendengar keterangan-Dua bulan sudah sedjak ma-nja itu aku lantas tertawa be- lam itu,aku tidakpernah sar2. Sebab baru sekali ini melihat Rasjidi. Djuga teman-aku dengar dia mau pake dasi. teman lainnja. Dan kalau aku Dasi? Kau mau pake dasi datang kerumahnja selalu sa-Sjid ?" tanjaku heran dan dja dia pergi. Baru pulang geli. malam-malam nanti. Tapi per-

,,Ija".

nah aku melihat dia tengaha-Buat apa sih ?" ri bolong, djam satu siang, dia Pake tanja buat ape. Maka- bergandengan tangan dengan nja aku mau pindjam, tanda- seorang perempuan kurus. Ja, sama kurusnja dengan dia. nja perlu. Kasi ngga nih ?" Dan dari teman-teman aku ke-,Oke". tahui dialah patjarnja itu. Spontan sadja setelah mendengar djawabanku, dia lalu Lalu timbul sadja perasang- menjambar dasi pandjangku ka, mungkin dia sedang asjik jang tersangkut dipaku. bepatjaran hingga tidak punja waktu lain lagi. Memang Jang kedua, aku minta su- kulihat achir-achir ini parhu-Rp. paja kau sediakan uang bungannja denganpereinpuan 500.— paling telat besokSO- itu begitu mesra. Sudah tiga re" katanja menerangkan sekali aku ketemu dia. Selalu perti orang jang pernah meng- djalan bergandengan. Dan ka-hutangkan uangnja padaku, ig.

kemudian menagihnja. Tentu sadja aku tidak mengerti mak- sudnja.

,,Rp. 500 ?"

",Benar" djawabnja tegas.

,Kau gila Sjid ?"

,,Barangkali".

Darimana aku punja uang

sebanjak itu". ,,Kau tjari". Darimana aku musti tjari?" ,,Terserah kau, setahuku engkau banjak hubungan. Dan aku lihat tjumaengkaulah satu2nja djalan jg. bisa nolong aku dari kepanikan jg. ada da- lam benakku sekarang."

Kepanikan apa ini Sjid"

tanjaku ingin tahu. Karena memang aku belum tahu". ,Aku harus ke penghulu paling telat besok lusa". katanja tenang. Tapi aku jang mendengar uraiannja itu mendadak gemetar. Apa? Ke Penghulu ? Kau mau apa?"

Kawin" katanja tegas dan

singkat.

,Kawin ? Dengan siapa?"

Tentunja dengan perempuan goblok".

,Ja, perempuan itu siapa?"

Patjar gue" djawabnja djadi gemes sambil berdiri. ,Tapi, mengapa begitu mendadak Sjid". ,Astaga kau belum ngerti djuga?" Belum". Dia mengandung dua bulan goblok".

,Tak, seperti pukulan pada kepalaku. Aku diam. Dan dia diam. Aku seperti tidak pertja- ja kepadanja. Mungkinkah Rasjidi jang begitu alim, mau berbuat begitu dengan patjarnja jang katanja begitu di- kasihi dan ditjintainja? Bagaimana John.?" Maaf Sjid, aku tidak punja uang".

"Betul ?"

Sungguh mati Sjid".

,Besok ?"

Aku tidak djamin".

Sekarang kau punja lima- perak ?"

Ngga. Seringgit ada".

",Biarlah". Kuberikan lembaran seringgit. Dan dengan lesunja dia menerima. Sebelum dia me- langkahkan kakinja menudju pintu, dia berbalik seraja katanja. ,Djangan kau tjeriterakan

pada siapa-siapa ja John".

Aku mengangguk. Tapi diam

membisu.

Sekarang kau akan kema-

na ?" kataku kemudian. ,,Kerumah patjarku. Terpak- sa kepenghulu harus diundur- kan. Benar djuga kata patjarku, seniman djarang jang punja duit". Dia lalu melangkah pergi meninggalkan rumahku. Dite- lan kegelapan malam. Dengan keketjewaan jang dibawanja dari rumahku.