II
Skateboarding Is The Sound Of Living
II
James Kendall "Jake” Phelps (R.I.P 1962-2019)
Tim Redaksi
Penerbit: Kontributor: Golosor Club Puji Utami / Frans Ari Prasetyo / Arfian / Hey Ipul
Managing Editor: Kontributor Foto: Reka NugrahaPhaerlymaviec Musadi / Puji Utami / Wolfpack Skate Girls / Yayasan Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution / Rudy Sagir / Nala Rinaldo Penyunting Bahasa: / Charlie Jojaya Kusuma / Bonnie R Widibuana / Alvinflip / Siswo / Ahmad Yusuf Wijanarko Madani / Akmal Thoriq / Ridho Reynaldi / Fian Afandi / Boredoom / Grimloc Records Ilustrasi Sampul: Ibay Arifin
Penata Letak: Fian Afandi
Edisi No 2, Maret 2021
Didistribusikan di bawah lisensi Creative Commons
@13目
www.golosortimes.com Instagram/@golosortimes Youtube/golosortimes
Ruang Iklan
Kami terbuka bagi siapa pun teman-teman yang memiliki usaha mandiri untuk beriklan di fanzine edisi selanjutnya, Silahkan hubungi kami melalui email ke [email protected] untuk informasi lengkapnya.
Satu halaman penuh 21 cm x 21 cm Dua halaman halaman 41 cm x 21 cm
Sebuah Pengantar
Golosor Times No 2:
Kami memulai edisi kedua dari
Golosor Times kolom kecil pada edisi cetak perdana yang ditulis oleh
Irfan Popish, penulis buku Bandung Pop Darlings;
“Dari sini (Taman Lalulintas
era awal 90-an) mewujudlah Reverse, mewujudlah The Waves, mewujudlah Puppen, mewujud sebagian spirit di Pure Saturday, mewujud banyak hal yang kita rayakan sampai hari ini. Saya
mengambil kesimpulan kalau kemudian skateboard telah
melampaui sekedar olahraga ekstrim, dia membentuk manusia, dengan kreatifitas di dalamnya." Di belahan negara lainnya, skateboard telah dicoba sebagai salah satu upaya membenahi persoalan dan relasi sosial di suatu komunitas masyarakat. Beberapanya bisa disebutkan seperti; bagaimana Oliver
Percovich memulai NGO yang bernama Skateistan di negara
rawan konflik seperti di Kabul – Afghanistan.
Berpindah ke India. Seorang
ibu dari desa Mahabalipuram,
daerah pesisir Tamil Nadu,
bertekad untuk mengupayakan anaknya Kamali, agar mampu mengakses pendidikan yang
Empower Issue
sebelumnya dia belum pernah
memiliki. Kamali senang bermain Skateboard, dengan nya mendobrak status quo stereotip kultural atas perempuan desa di India yang terlahir hanya dengan satu tujuan utama dalam hidupnya, yaitu menikah dan melayani suami nya kelak. Menoleh sedikit kebelakang, tahun 2015, ketika terjadi
penyerangan “teroris” di kota Paris
yang mengakibatkan 130 orang meninggal. Setelah kejadian tersebut perhatian pemerintah Prancis segera beralih ke ibukota Belgia, Brussels, sebagai kota pusat para imigran, yang dicurigai menjadi markas para teroris. Terjadi penutupan akses terhadap keluar masuk Belgia, pemutusan jaringan komunikasi dan penerapan siaga militer. Kekalutan terjadi ditengah masyarakatnya,
dalam video pendek produksi
majalah Huck pada tahun yang sama, diceritakan seorang anak perempuan berhijab, imigran Maroko beserta beberapa anak imigran lainnya, menjadikan skatepark Ursulines yang berada dipusat kota Belgia menjadi zona aman bagi mereka untuk berinteraksi antar sesamanya. Hal tersebut serupa pula dengan
komunitas queer seperti Forward Living Skate Collective di
Wisconsin, United States, yang
membangun skatepark-nya secara diperuntukan swadaya yangd sebagai zona aman bagi para queer skateboarder disana. Apa yang kemudian dapat
ditarik dari catatan pendek
diatas, kami memahami
bahwa skateboard ini mampu
menggerakan individu-individu yang bersinggungan dengannya, tentang membangun support system serta tentang bagaimana cara bagi kita untuk mendorong daya kreatifitas hingga batasan
yang kita sendiri pun tidak
mampu melihatnya lagi. Kami selalu meyakini hal-hal kecil seperti Skateboard, lalu sebut saja Punk dengan etos kerja
D.I.Y/Do It With your Friends, kemudian Zine dengan semangat bereksperimen dalam ruang bebasnya, maupun subkultur lainnya adalah hal yang paling mampu untuk menggerakan kita untuk memulai narasi-narasi kecil untuk menggapai hal-hal besar yang kita impikan dikemudian hari. Tim Golosor Club
Daftar Isi
2 Tim4.7% Anarcho/Vol: Surel dari 70 Teman di Tanah Kangguru
Sebuah Pengantar
5Daftar Isi Setegar Erlina Menjagai 90 Toko Buku Maranatha 10Never Grow Up/Parental Advisory Berbagi Pengalaman: Melihat Aksi Perempuan 16 Cerita Bersama Forum Pekerja di Negeri Jiran dan Keluarga Besar 96 Grimloc Records Sambil Shredder Spotlight: 20Mendengarkan Dasawarsa Raymond Sirait Kebisingan Artist Spotlight: 107 Lembar Mewarnai 24 Ibay Arifin 108 Lembar Jualan Pre Something to Something (Bagian 1): 30 Gelombang Pertama Skateboard di Bandung 1976-1981 Pre Something to Something (Bagian 2): 40 Street Spydrs 1982-1992 Cicaheum Hell Park: 56 Berdaya dengan Swadaya Skate Fellas: 64 Supporting Indonesia’s Next Generation of Škateboarders
9999
口 8
1 m o 0口0
瞬 mII
m 200000 0口0 II
CID CD
口
Pindai kode QR ini untuk mendengarkan playlist yang telah tim redaksi siapkan,
sebagai teman pendamping guna menikmati suguhan edisi kedua kami.
II
Skateboarding is not a hobby. And it's not a sport. Skateboarding is a way of learning how to redefine the world around you. It's a way of getting out of house, connecting with other people, and looking at the world through different sets of eyes
II
Ian Thomas Garner MacKaye
■
wlll/ cooking.cullure
ABRAHAM
— and Smith—
AA COL BE AERAI
Jalan Tamblong Dalam No 2 Gudang Selatan No 22 (Gudang A) @abrahamandsmith Spiritual Quality
LEK S ID
M
10 PARE RESPECT
PABENTALADVISORY ONESIA-GERMANY 202 Never Grow Up/ Parental Advisory GOLOSOR TIMES
2006, Dyang diberi nama The Neverland imulai sejak Supervise Playground, tepatnya kampanye Never Grow Up mulai
| digalakan | pada November 2006. | ||
|---|---|---|---|
| Neverland diambil dari | |||
| dipanggil Ompei. Never Grow | nama kepulauan tempat Peterpan, Tinker Bell, Captain Hook & The | ||
| mengajak para orangtua agar Up merupakan seruan untuk | Peter Pankarangan James Lost Boys tinggal dari dongeng | ||
| meluangkan waktu menemani anak-anaknya setidaknya 15 menit setiap hari. | bermain, | ||
| kepada kami mengenai asal-Ompei | menceritakan | Kampanye Never Grow | |
| usul kampanye yang merupakan | Up lahir dengan dasar | ||
| bagian dari program Yayasan Adikaka itu ketika kami temui di | jiwa setiap orang dewasa | ||
| daerah Baranangsiang, Kosambi. kantornya, Parental Advisory, di | ada bagian yang menolak untuk meninggalkan jiwa | kekanak-kanakannya, |
pria yang bernama lengkap Phaerlymaviec Musadi atau akrab
Matthew Barrie.
II
pemikiran bahwa di dalam
"Waktu itu ketika anak saya masih kecil, saya senang sekali bermain bersamanya, terkadang karena saking keasikannya, sering ditegur kakek. 'Kamu tuh udah gede jangan berkelakuan kayak anak kecil seperti gitu lah.' Nah, teguran itu menginspirasi saya untuk memulai kampanye Never Grow Up". Dalam zine Total Lokal yang ditulis Ompei, ia menuliskan, “Kampanye Never Grow Up lahir dengan dasar pemikiran bahwa di dalam jiwa setiap orang dewasa ada bagian yang menolak untuk meninggalkan jiwa kekanak-Ditulis oleh kanakannya, begitu pula pada Reka Nugraha setiap jiwa seorang anak, ada keinginan untuk dianggap,
Foto oleh
didengar dan diperhatikan oleh
Phaerlymaviec Musadi para orangtua”.
& Reka Nugraha implementasi Sebagai kampanye Never Ġrow Up, Ompei kemudian mengelola sarana bermain bagi anak-anak
begitu pula pada setiap jiwa seorang anak, ada keinginan untuk dianggap, didengar dan diperhatikan oleh para orangtua II
Ompei bercerita, “Saya senang dan terinspirasi oleh J. M. Barrie yang ketika eranya, akhir abad ke-19, banyak laki-laki yang ber-dress up gentlemen, menjaga kewibawannya, hal tersebut sangat berkebalikan dari Barrie yang malah lebih senang bermain- main dengan anak-anak kecil”. Fasilitas utama yang dimiliki The Neverland Supervise Playground berupaquarter setinggi 60 cm dengan lebar 50 cm dan banks setinggi 40 cm dengan lebar 50 cm, lengkap dengan fasilitas 8 skateboard sebagai
NEVER GROW UP/PARENTAL ADVISORY
tambahan yang bisa digunakan bergantian oleh anak-anak. di Lokasinya terletak halaman depan kantor Parental Advisory Baby Clothing, merek clothing line yang sudah dijalankan Ompei semenjak 2007. Pada awal pembentukan sarana bermain itu, dia bukan tanpa alasan memilih skateboard sebagai fasilitas utama The Neverland Supervise Playground. Selainkarenakekerennannya, Ompei mengatakan, “Skateboard adalah olahraga individual tetapi nilai kolektifitasnya kuat sekali serta mampu menumbuhkan rasa kepercayaan diri pada anak-anak yang bermain skateboard. Seperti kita pahami, tidak mudah bisa bermain skateboard, misalnya ketika Kamu belajar hal basic seperti ollie, untuk belajar ollie saja dibutuhkan waktu yang tidak butuh kedisiplinan sebentar, dalam berlatih dan tentunya keberanian melawan rasa ragu serta takut, misalnya untuk saat pertama kali mau drop in di mini ramp”. Untuk operasionalnya,
terdapat dua skateboarder yang
menjadisupervisoranak-anak ketika bermain skateboard. Mereka adalah Gredy dan Shendy Pranoordy Heryadi. Mereka mendampingi sekira 11 anak yang secara reguler hadir bermain skateboard. Setiap akhir pekan, mereka biasanya cruising dari Baranangsiang ke 18th Park yang terletak di Jl. Riau kala itu. Tidak tanggung-tanggung, dari kegiatan bermain tersebut,
GOLOSOR TIMES
II
Skateboard adalah olahraga individual tetapi nilai kolektifitasnya kuat sekali serta mampu menumbuhkan rasa kepercayaan diri pada anak-anak yang bermain skateboard II
anak-anak sempat berkesempatan menjadi bagian iklan Indomilk yang waktuitu audisinya dilakukan di backyard ramp Hobbies, bertetanggaan dengan toko Parental Advisory Baby Clothing di jalan Sultan Tirtayasa. The Neverland Supervise Playground menerapkan tiga aturan sederhana bagi anak-anak yang ingin bermain di sana; jaga kebersihan, jaga antrean, jangan ngomong “Anjing". "Karena kaloungkapan anjing itu dalam penggunaan kesehariannya sudah seperti imbuhan saja, kata tersebut tidak hanya mengekspresikan marah, tetapi pula ekspresi menyatakan kekaguman, bahkan ketika hanya untuk mengatakan sesuatu", ujar Ompei ketika kami tanya kenapa memberikan penekanan pada perkataan “anjing". tersebut dibuat Aturan seiring berjalannya waktu, disesuaikan dengan apa yang Ompei pelajari dari tingkah laku anak-anak ketika mereka bermain skateboard kala itu. Secarageografis, Jalan
MOTOR
ADVISORY
BABY
KIDS
IMFANT
'LY!!
Baranangsiang merupakan jalan yang menghubungkan Kosambi Area dengan Jalan Sunda. padat penduduk dengan lokasi berdekatan dengan pasar kosambi. Ompei bertutur dalam video NOTTO PATV, “Dulu sebelum saya pindah ke sini-istri saya asli dari sini-banyak cerita soal preman ini atau preman itu lah yang kena bacok dan tusukan di sana-sini. Ketika saya
pindah ke sini pun beberapa teman1 saya memang bukan preman tetapi mereka pemakai' dan 'pengedar' sehingga jelas betul dalam lingkungan seperti apa The Neverland Supervise Playground ini berada. Dari situlah keberadaannya menjadi esensial terutama bagi anak-anak di sekitar sana." The Neverland Supervise Playground denganarena
NEVER GROW UP/PARENTAL ADVISORY
bermain sketaboard bertahan sampai 2011. Ketika kami tanya alasannya, Ompei menjelasakan. "Pada tahun tersebut, saya mendapat musibah. Awal ceritanya ketika si pemilik rumah yang saya sewa untuk toko Parental Advisory di jalan Tirtayasa menaikan harga sewa dan menginginkan saya langsung mengontrak untuk sekaligus tiga tahun. Dari situ saya merasa tidak mampu memenuhinya. Kemudian, saya berencana memindahkan semua barang jualan Parental Advisory ke Kalimantan dan membuka toko di sana, tetapi kapal yang mangangkut barang saya
PARENTAL ADVISORY
kebakaran. Alhasil, barang saya ikut terbakar habis. Pada momen CLOTHING itulah akhirnya saya memutuskan dengan berat hati program Never Grow Up, bersamaan dengan area Neverland Supervise Playground bermain The Neverland Supervisesekarang bermutasi dengan tidak Playground dihentikan sementara, hanya berfokus pada skateboard. untuk berfokus pada membangun Karena, semangat yang ada
MENGENANG
lagi basis ekonominya yaitu pada The Neverland Supervise
SEORANG SAHABAT
Parental Advisory," ujar dia. Playground adalah semangat Ketika kami temui di kantor bermain untuk belajar. Beberapa Parental Advisory Baby Clothing, kegiatan lain yang sempat berada Ompei saat ini sedang banyak di bawah naungannya adalah membuat konten untuk kanal sablon-menyablon dan Just Youtube Ompei Parental. Kantor Dance. tersebut sekarang sudah memiliki Menutup obrolan kami, dua lantai dengan satu rubanah, Ompeimengungkapkan di rubanah inilah Ompei banyak keinginannnya mengaktifkan menghabiskan waktu membuat kembali arena bermain skateboard konten Youtube berupa live yang dulu terletak di halaman talkshow dengan para penggiatdepan kantornya. Sehingga, anak-
sablon atau membahas apa punanak sekitar tidak sering bermain
yang ada dalam lingkaran Ompei. di pinggir jalan karena hal itu Ia menjelaskan bahwa saat bukan hanya membahayakan DEJAN GLUSEVIC 26 Juni 1996 - 29 Juni 2009 ini setelah vakum selama tiga anak tetapi juga membahayakan tahun terhitung dari 2011, Thepengguna jalan pada umumnya.
GOLOSOR TIMES
COVID19 SUCKS!
GSKATEBOARDING
Trunojoyo No 15 Bandung
Melihat Aksi
Perempuan
di Negeri Jiran
GOLOSOR TIMES
Ditulis oleh aret 2020 lalu, saya Puji Utami melakukan perjalanan Mke Malaysia. Perjalanan Arsip Foto itu termasuk perjalanan nekat saya karena direncanakan secara Wolfpack Skate Girls mendadak. Tiba-tiba, saya ingin & Puji Utami menginjakkan kaki di negeri itu. Rencananya awal Februari saya ingin berangkat. Namun slot untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan salah satu gerakan charity, Longboard Women, sudah penuh. Hal ituberawal dari ketertarikan saya melihat unggahan Wolfpack Skate Girls, tim longboard Malaysia yang terbentuk dari program Non Government Organization Longboard Women. Tim itu merupakan bagian dari LGC (Longboard Girl Crew) untuk menjalankanprogram inklusif bagi perempuan di dunia longboard, tidak hanya perempuan. Hal ini akan saya sebut sebagai yayasan agar akrab di telinga orang Indonesia. Yayasan ini membantu kaum minoritas mendapat kesempatan sama untuk berkembang dan menciptakan safe place bagi orang-orang yang ingin meraih impian di dunia skate dan longboard. Saat itu, tanpa keraguan sedikit pun dalam hati, saya terbang dari Jakarta menuju Malaysia dan jadi pengalaman pertama saya ke sana. Sebelumnya, hanya transit. Saya berkoordinasi dengan Emma, perempuan yang tak kenal lelah dan sosok yang tangguh di balik Wolfpack Girl Skate.
Emma menjemput saya di bandara bersama salah seorang donatur. Lalu kami makan malam sembari berbincang melalui video call bersama Valeria Kechichian LGC/inisiator (co-founder longboardwomen)dan Aole (ilustrator). Kami bercerita tentang rencana beberapa hari ke depan bermain dan berlatih bersama teman-teman dari Malaysia. Tentu banyak hal menarik yang saya dapat dari perjalanan singkat itu. Memang saya tertarik dengan isu kemanusian dan perempuan. Betapa saya merasa beruntung sebagai perempuan Indonesia karena saya rasa negara saya tergolong demokratis dan bisa bebas berekspresi. Berbeda dengan keadaan yang saya temui di Malaysia. Sebelum saya menceritakan hal ini lebih detail, saya akan bertanya kepadapembacakhususnya perempuan di Indonesia. Berikut pertanyaannya.
1.bebas Apakah Kamu menentukan pilihanmu sendiri?
2. Apakah Kamu melakukan sesuatu atas keinginan sendiri atau berdasarkan pendapat orang lain?
3.ApakahKamu pernah melakukan perjalanan sendiri?
4.Apakah Kamu bebas mengekspresikan diri? Saya rasa, saya masih bebas melakukan apa pun yang saya inginkan selama tidak merugikan orang lain, Saya juga masih bisa bebas menentukan pilihan hidup tanpa tekanan dari luar. Inilah yang ingin saya ceritakan. Saya menjumpai
MELIHAT AKSI PEREMPUAN DI NEGERI JIRAN
kelompok remaja yang memang masih membutuhkan bimbingan Namun seperti orangtua. kebanyakan stereotipe remaja di Asia Tenggara, terkadang mereka harus mengikuti kehendak orangtua yang saklek. Terlebih, sebagai kadang perempuan,1 dituntut tidak melakukan apa yang dilakukan laki-laki. saya Beruntung bagi mempunyai sosok ayah yang tidak membeda-bedakan gender. Saya diajari banyak hal seperti woodworking, bercocok tanam, bermain gim, dan banyak hal yang biasanya hanya dimainkan atau diajarkan kepada anak laki-lak. Memang ayah dan ibu saya Namun berbeda pandangan. saya beruntung ada sosok yang bisa menjadi role model dan mendukung saya. Kedatangan saya waktu itu membuat mereka kaget ketika saya bercerita bahwa saya berangkat ke Malaysia sendirian. Saya sering traveling sendirian. Saya bebas melakukan hal apa saja. Mungkin, bagi saya itu sudah biasa. Bukan hal baru ketika orang melakukan solo traveling. Saya juga tidak kalah kaget mendengar cerita-cerita mereka. Salah ada satu anak yang tergabung di Wolfpack Skate Girls yang tidak diperbolehkan bermain longboard lantaran hal itu hanya dilakukan laki-laki, bukan permainan perempuan. Bukan hanya itu, isu- isu kekerasan domestik untuk perempuan dan anak perempuan juga masih kerap terjadi, tidak hanya di Indonesia. Tetangga
GOLOSOR TIMES
kita juga mengalami hal serupa. Saya mendengarkan mengapa gerakan Wolfpack Skate Girls ada di Malaysia. Mereka ingin menjadikan Wolfpack Skate Girls bukan hanya untuk mendukung para perempuan yang ingin bermain longboard, tetapi lebih mulia lagi ingin menjadi tempat aman untuk mereka yang menjadi korban kekerasan domestik, fisik, atau mental. Kita menghadapi masalah yang sama, tidak hanya kekerasan, masih maraknya pernikahan anak juga masih menjadi sorotan. Mereka dan bergerak mendukung perempuan generasi penerus untuk menjadi perempuan bebas dalam arti bebas menentukan pilihan hidup, bermimpi, mendapatkan keadilan, kesempatan yang sama dalam setiap hal, menjadi tangguh, dan terlindungi. Hal itu masih menjadi harapanbanyak perempuan lainnya dan saya rasa ini adalah teriakan perempuan hampir di seluruh belahan dunia. II
Mereka ingin menjadikan Wolfpack Skate Girls bukan hanya untuk mendukung para perempuan yang ingin bermain longboard, tetapi lebih mulia lagi ingin menjadi tempat aman untuk mereka yang menjadiRUFUS korban kekerasan domestik, fisik, atau mental II
Banyak sekali perempuan
yang menghadapi masalah diskriminasi. Contohnya, banyak juga gerakan skate serupa yang mendukungdan membantu perempuan lebih berdaya. Memang kita tidak bisa bergerak sendirian, tidak mudah juga mengumpulkan massa. Butuh kesadaran, juga sikap saling mendukung antarperempuan yang mungkin agak mustahil. Ya, tahu sendiri karena banyak sekali perempuan yang malah menyerang perempuan lainnya. Coba kita lupakan itu, lihat saudarimu sedang mendapatkan masalah. Beri dukungan dan yuk, berjuang bersama. Apa saja kegiatan mereka selama bergabung di Wolfpack Skate Girls? Selain membimbing perempuan usia muda dalam beraktivitas olahraga ekstrem
seperti downhill, street luge,
skate danlainnya, mereka mengadakan charity ke sekolah untuk memberikan dukungan di bidang pendidikan. Mereka juga menyediakan safe place bagi perempuan yang menjadi korban kekerasan. Berkat kerja keras Emma, tangguh perempuan di balik Wolfpack Skate Girls, aktivitas ini dapat berjalan lancar dan apik. Tak lupa pula dukungan donatur-donatur aktif yang turut membantu agar Wolfpack Skate Girls selalu menjadi tempat aman dan nyaman untuk perempuan-perempuan agar bebas berekspresi sesuai mimpinya. Terima kasih Emma, Valeria, Wolfpack Skate Girls, LGCI, dan perempuan-perempuan tangguh terdekat saya. Merekalah role model saya yang selalu menginspirasi.
MELIHAT AKSI PEREMPUAN DI NEGERI JIRAN
Shredder Spotlight:
Raymond Sirait
GOLOSOR TIMES
一 一
aymon Luat Parulian Sirait atau biasa dipanggil Emon lahir 25 tahun silam
R对
terhitung dari tahun 2020. Anak ke tiga dari empat bersaudara, darah Batak dan marga Sirait ia dapatkan dari ayahnya yang merantau dari Medan ke Bandung semenjak lulus sekolah. Skateboard dikenalnya sewaktu ada anak tetangga asyik bermain skateboard di jalanan Momen itu perumahannya. terjadi ketika ia masih di kelas 2 SMP. Merasa terganggu dengan suara ribut dari luar rumah, sesaat kemudian ia dengan Dado, kakak keduanya, datang menghampiri anak tersebut berniat untuk menegurnya. Entah ada angin apa, akhirnya mereka berdua ikut mencoba skateboard dan bermain bareng. Selepas itu, mereka pulang ke rumah,kemudian Emon mengatakan bahwa ia lebih tertarik untuk bermain skateboard daripada ikutan ngebentuk band bersama kakaknya. Mendenger hal itu, Dado Emon itu menimpali, kalau cumaikut-ikutan doang,gak berpendirian. Merespons apa yang dikatain kakaknya, Emon enggak kalah sengit membalasnya mengatakan, kalo ia ingin bermain skateboard Ditulis oleh dan hal itu bukan karena ikut-Reka Nugraha ikutan doang. Dari obrolan antara layaknya kakak beradik yang 1
Foto oleh
lebih mirip kelakuan Tom &
Akmal Thoriq Jerry tersebut, ngebikin Emon membulatkan tekad benar-benar menekuni skateboard.
Ketika ditanya kenapa masih bermain skateboard hingga hari ini, ia dengan lugas diiringi candaan menjawab, "Soalnya gak ada lagi
yang bisa aing kerjain jug..
Niat membentuk band dilupakan oleh Emon. Ia lebih memilih skateboard, salah satu alasan lainnya karena ia sudah semakin berjarak dari lingkaran bermusiknya. tongkrongan Emon pada kemudian hari lebih disibukkan bermain skateboard di Kota Baru Parahayangan, yang notabene sangat riskan untuk
diusir. Di sana, penjagaannya
sangatketat dengan hampir setengah jam sekali akan selalu ada petugaskeamanan yang melakukan patroli keliling area. Ada beberapa spot relatif kondusifyang biasa ia dan kawanan skateboarder lainnya pakai untuk menyimpan rail portable, bukan Meski demikian, berarti hal itu menjadikan mereka bisa terbebas dari usiran petugas keamanan. Dengan ketengilan anak-anak, mereka selalu kembali lagi ke spot yang sama setelah memastikan sebelumnya kalau petugas keamanan sudah hilang. Seperti anak muda pada umumnya, Emon bergerak dari tongkrongan satu ke tongkrongan lainnya. Ia kemudian banyak menghabiskan waktunya bermain skateboard di Cimahi, tepatnya Itulah di GOR Sangkuriang. tempat yang mengantarkannya ke lingkaran tongkrongan anak-anak Cimahi Skateboard Association (C.S.A).
SHREDDER SPOTLIGHT: RAYMOND SIRAIT
(Indonesian Skateboard biasa
| nongkrong | Mereka | bermain terlihat | Association) tahun 2010 untukISA |
|---|---|---|---|
| skateboard di belakang Alun-alun Cimahi kala itu. | kategori Under 15 Class. Pada LSP (Lucky Line Skate Park) | ||
| bermain | Hingga hari ini, ia sudah | hampir | ketigā dan Best Trick, Unjani Fest Competition dia meraih posisi |
dan
skateboard juara pertama, serta masih ada 10 tahun. Dalam kurun waktu Pindai kode QR diatas
| selama itu, kita bisa membaginya | beberapa prestasi lainnya yang tak | ||
|---|---|---|---|
| menjadi dua periode masa ketika | Pindai kode QR diatas untuk mendengarkan | ||
| Emon bermain skateboard walau | mandiri oleh komunitas skateboard di beberapa daerah di luar Kota | di antaranya | playlist yang disusun oleh Raymond Sirait |
bisa ia ingat. Beberapa pembagian periodenya tidaklah adalah kompetisi-kompetisi kecil secara akan sama berat. Pada periode yangdiselenggarakan pertama, ia banyak menghabiskan waktu bermain street skating dari semenjak perkenalan pertamanya Bandung. ketika SM hingga jelang drop out dari kampus pertamanya yang ngebikin ia menganggur. Memasuki periode kedua, sepulangnya trip dari Bali bersama Lekka Union MFG tahun 2017, Emon bermigrasi dengan lebih memilih bermain transisi, dia beralasan karena sudah mentok untuk mengulik trik-trik lain. “Seperti jalan di tempat," katanya. Hal itu dapat dipahami karena ia bukan tipikal street skating yang mengulik flip tricks atau trick-trick combo. 1Dalam kesaksiannya pula ia ngerasa ketika ngelakuin tricks di bowl atau transisi dirasainnya lebih keren walau tricks itu hanyalah trick basic belaka dengantentunya persyaratan kecepatan laju skateboard mesti jadi perhatian utama tanpa bisa ditawar. Perlu menjadi catatan tambahan, selama bermain street skating, dia pernah memenangi beberapakompetisi, beberapa juara yang ia ingat adalah gelar
pertandingan yang di
GOLOSOR TIMES
Artist Spotlight:
Ibay Arifin
RUINS
BUDI
200J1016
GOLOSOR TIMES
Ditulis oleh bay Arifin Suradi atau biasa
Reka Nugraha kami panggil Ibay adalah
sosok yang akhirnya kami
Foto oleh pilih untuk mengerjakan cover
edisi cetak kedua kami. Dia Ridho Reynaldi seorang ilustrator yang tahun & Fian Áfandi 2019 namanya masuk daftar
"4 Undergound Illustrator You
Should Know About!" yang
disusun Cvlt Nation.
Mengerjakan banyak
ilustrasi untuk sampul kaset
hingga vinyl dan desain merchandise, tentunya yang kebanyakan untuk band seperti bernuansa gelap, Arc Enemy,Gojira, pg.lost,
Pound, Daughter Chaos, Orion, Woorms, Torpor,
Thunderworm, Calligram, bahkan untuk Body Void sendiri
ia dipercaya dalam mengurusi
hal semua menyangkut kebutuhan visual mereka. Ia pun sekaligus skateboarder
yang banyak bermain transisi
sambil memburu curb-curb liar untuk ia tabrak serampangan. Sudah mulaimenggambar SD, kemudian sejak meneruskan sekolahnyake jenjang lebih tinggi mengambil jurusan Pendidikan Seni Rupa di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) angkatan
2010. Selepas lulus, Ibay tidak
memilih menjadi guru seni tetapi banyak berkecimpung
dalam dunia ilustrator. Simak
obrolan singkat kami tentang
kegiatan berkeseniannya dan skateboard, silakan
Kenapa memilih gaya menggambar yang gelap-
dalam arti gelapan, hanya warna hitam dan bermain putih?
Sebenarnya dulu semejak
saya kecil sampai tahap akhir
remaja hampir semua bidang seni yang saya tekuni seperti;
seni murni membuat patung
dari tanah liat kemudian di cetak dengan gypsum, melukis, sampai cetak grafis, namun pada akhirnya menggambar dengan media pulpen di atas kertas lebih murah dibanding dengan membuat seni lainnya, sehingga saya memutuskan pada
untuk fokus hanya
drawing di atas kertas cukup
dengan media pulpen dan
kertas sedikit tambahan tinta cina yang bisa dibeli di mana
saja. Membuat ilustrasi hitam
putih tanpa warna menurut saya lebih mampu memberikan
"kesan" pada siapapun, serta
untuk berkarya seperti itu tidak harus dengan media yang cukup mengguras uang
jajan. Intinya lebih simple aja.
pada kehidupan pun menurut saya, merupakan pilihan untuk
menjadi baik atau tidak seperti
memilih warnahitam atau
putih, pada dasarnya dunia ini
gelap, hingga tersingkap oleh semuawarna cahaya putih dapat terlihat.
Bagaimana awal mulanya Kamu menjadi ilustrator cover suatu band?
Awalnya dari gak jauh berproses lalu penasaran,
ARTIST SPOTLIGHT: IBAY ARIFIN
一
mencoba, sempat ga pede dulu, minder gitu, dari situlah saya hampir tiap hari latihan bagaimana ngebuat gambar agar terlihat detail dan punya
gaya sendiri, awalnya pasti
liat referensi dari illustrator-illustrator keren lokal sampai internasioanl dari internet.
Untungnya di zamansaya
memulai menekunii sebagai illustrator, internetdengan media sosialnya sudah gampang di akses. Beda sejak harus saya kecil, referensi
langsung dilihat fisiknya misal
dari komik atau majalah. Setelah prosesbelajar hampir selama beberapa tahunakhirnyaà saya bisa memberanikan diri, karena saya merasa punya style gambar sendiri, hasil merespon dari berbagai macam illustrator yang sayalihat, bukan menjiplak tapi lebih ke merespons gaya mereka, dari situlah saya memulai percaya diri untuk memperlihatkandi media sosial, jujur berkat media sosial lah menjadi banyak orang- orang mengapresiasi yang walaupun sekedar dunia maya, dari situlah ada beberapa band yang ingin membuatkkan cover album dengan gaya gambar dan musik yang menurut mereka cocok, disitulah semua di mulai.
Dari siapa Kamu mendapatkan style arsiran menggambarmu sekarang?
GOLOSOR TIMES
一
Tidak bisa di pungkiri jika karya dan teknik style seniman berkembang dan terinspirasi dari karya-karya zaman dulu,
saya mendapatlan style arsiran line art atau garis (teknik etching
) dari Albert Durer seniman asal Jerman sebagai ahli ukiran
dengan teknik etching pada
seni grafis, dan saya menyukai illustrasi hitam putih black hole dari karya Harry Clarke
seniman asal irlandia. Harry Clarke juga sering membuat
karya pada kaca yang biasanya menjadi penghias ornamen di gereja atau yang bisa disebut Art Nouveau. Black hole yang menjadi objek di karya saya
bisa di ambil dari konsep gaya
Harry Clarke. Garis rapih di ambil dari Durer. Sebenernya masih banyak yang membuat saya terinspirasi dari tematik seperti artwork scifi dari Roger Dean, BrucePeninngton,
Pushead dan Mark Riddick
dari tema kematian atau tengkoraknya. namun secara teknik dan idea. Durer dan Clarke dua seniman inilah yang
memikirkan gimana nanti atau nanti gimana, yang penting apa yang saya lakuin sekarang have fun aja. dan terus berkarya. Saya percaya bahwa karya tidak akan pernah mati.
Dariyang kami perhatikan, Kamu banyak menggambar
objek dari anatomi tubuh
manusia, binatang, lanskap, dan sekian galaksi.Dari mana
banyak objek itu,
ketika
yang paling disukai
menggambarnya?
Yang paling saya sukai mengambil tema dari anatomi luar
tubuh beserta lanskap
tau angkasa karena gak kenapa saya merasa nyaman bebas dan lebih pokus ketika melihat objek-objek tersebut. Ketika tubuh manusia berada di ruang yang hampa tanpa batas memasuki galaxy berubah wujud dan mengalami waktu, perubahan langit yang luas dengan bintang-
bintang jauh dari berbagai tata
surya, saya personal seperti menemukan surealisme dan
| mewakili saya dan menggali | misteri yang sampai saat ini | ||
|---|---|---|---|
| style dari mereka. | masih banyak fakta belum | ||
| Sejak | bisa terpecahkan. Ketertarikan itulah | menjadikan | sebuah |
| menekuni | objek yang saya gambar. segala sesuatuyang telah menjadi memiliki titik jenuhnya sendiri, bahkan yang berangkat dari | pekerjaan | selalu |
| terpenting | hobi sekalipun,bagaimana |
kapan mulaii serius sebagai gambar pekerjaan?
Serius menekuni delapan
laludengan tahun yang
keyakinan 99 persen, yang
diri percaya
dan yakin hehe. Gak terlalu
kamu menanggulanginya?
ARTIST SPOTLIGHT: IBAY ARIFIN
■ ■
Karena saya dari dulu
bekerja di rumah pasti mood naik turun itu selalu ada, ketika rasa jenuh itu datang sayaperbanyakkegiatan outdoor, saya ber-skateboard lalu dan beberapa waktu pernah aktif main sepeda juga.
Karena dengan seperti itu
saya tidak memikirkan apa- apa menjadikan pikiran saya merasa fresh saja.
Apakah aktifitas skateboard Kamu mempengaruhi kekaryaan yang dihasilkan? Kalau memang ya, sejauh mana hal itu berpengaruh.
Kayanya ada sih, walaupun
dari segi tematik kekaryaan
masih belum ada projek dari sebuah brand skateboard. Masih belum ada jalan keranah situ. Mungkin pada kesehatan tubuh saja, saya meluangkan waktu untuk skateboard seminggu sekali. Berpengaruh pada
kebugaran saja sih untuk di
aplikasikan saat bekerja ketika ada project-kan menggambar badan ngerasa jadi ringan.
Kamu cukup mengidolakan Ryan Maddox. Apa yang Kamu lihat dari dia? Selain dia, siapa lagi yang Kamu ikuti?
Ryan Maddox yang saya liat dari gaya style dan trick nya tidak semainstream para sekateboard pada umunya, walaupun slappy grind sudah ada di era 80an, Maddox memperlihatkan
GOLOSOR TIMES
gaya dia kembali dengan sendiri yang dimana dia benar-benar fokus pada curbs dan dia selalu memberikan sentuhan epic untuk memperlihatkan
slappy grind telihat enak untuk
dinikmati, simple tapi keren. Mungkin saya sudah merasa
jenuh dengan style skateboard
sekarang dan selain dia masih ada beberapa skaters yang saya
ikutin dari gaya bermainnya,
walaupun skill saya dengan merekajauh dari ujung kukunya seperti Natas Kaupas, Kareem Campbell,CraigQuestions, ama Jason Adam.
ApamusikyangKamudengarkan ketika menggambar?
Suasana ruangan berpengaruh saat berkarya dan yang terpenting yaitu musik selama proses pengkerjaan. Beberapa musik yang saya dengarkan untuk mendobrak semangat ketika berkaya dari mulai musik ga enak di dengar sampai benar-benar enak untuk di dengar seperti:
Blasphemy-fallen angel Pindai kode QR dibawah of doom. Takashi kukobo-untuk mendengarkan oasis of the wind ~ A story ofplaylist yang disusun oleh Ibay Arifin forest and water ~. William basinski – watermusic II. John carpenter - “night". Slint – good morning, captain. Crematory
- wrath from the unknown. Beherit-the oath of black blood. Disorder-under the scalpel blade
Pre Something to Something (Bagian 1):
Gelombang Pertama
Skateboard di
Bandung 1976-1981
Ditulis oleh
Reka Nugraha
Arsip Foto Yayasan Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution
Artikel Pre-Something To Something ini merupakan tulisan yang hadir dalam empat bagian. Pembagian dilakukan karena penuturannya yang berusaha bercerita secara mendetail dari masa ke masa dan memuat cerita banyak narasumber. Setelah bagian pertama dan kedua di edisi ini, bagian ketiga dan keempat (terakhir) akan hadir di edisi tiga kami, akhir kata “Selamat membaca."
Frank Nasworthy dari Cadillac Wheels memperkenalkan formula baru untuk ban skateboard pada 1972. Hingga detik ini, warisan penemuannya masih kita pergunakan untuk bermain skateboard, Urethane formula. Menyusul kemudian setahun setelahnya, 1973, Ron Bennett dari Bennett Skateboards, setelah melewati berbagai macam eksperimen, memperkenalkan Trucks yang diperuntukan khusus bagi skateboard. Mereka dikenal saat itu karena produk Big Red Bushing miliknya menggantikan
elemen besi berbentuk “T”
copotan dari sepatu roda. Dua hal tersebut membuat laju skateboard semakin halus dan cepat, serta lebih mampu manuver- mengeksplorasi manuver ketika mengendarainya, terutama saat berbelok tajam dan memutar. Penemuan itu juga menandakan kebangkitan skateboard gelombang keduas di Amerika Serikat setelah gelombang pertama pada 1965 surut akibat tingginya jumlah anak yang cedera akibat bermain skateboard. Sehingga, membuat banyak kota di Amerika Serikat memberlakukan pelarangan aktifitas bermainskateboard dengan diikuti pelarangan toko untuk menjualnya. Berselang dua tahun dari 1973, majalah skateboard pertama
yang sempat terbit di 1964-
1965bernama Skateboarder Magazine terbit kembali (dua edisi mereka pertamanya
GOLOSOR TIMES
menamakan diri The Quarterly Skateboarder-pen) tepatnya pada musim panas 1975, dengan konten lebih progresif dari empat edisi sebelumnya pada 1960-an. Agresifitas Z-Boys sepertinya mulai II menular ke banyak skateboarder kala itu.Tentu saja setelah para Zephyr Team Baru sekitar tahun 1976 tersebut menggerudug kompetisi sekelompok anak muda The Bahne/Cadillac Nationals di di Bandung mulai terlihat Del Mar bulan April tahun yang berseluncur dengan sama. skateboard Terbuktipadaterbitan pertama Skateboarder Magazine, II setidaknya ada dua artikel; Slalom Technique yang menyajikan foto Stacy Peralta dan Tony Alva yang tengah bermanuver melewati cone saat slalom hasil jepretan Craig R. Stecyk III, serta tentunya bowl ridding pada artikel
Getting Vertical yang akan mudah mengingatkan kita pada para penghuni Dog Bowl. Kemunculan kembali majalah Skateboardermemicu meningkatnya popularitas skateboard di Amerika Serikat menjangkau hingga mampu benua lain. Sutresna Seorang Herry menuliskan, "Soalnya gak dulu ada mungkin jaman produk yang rilis dari luar bisa berbarenganberedarnya di Indonesia pada tahun yang sama... hitungan satu tahun dulu berarti sama dengan satu bulan sekarang." Pernyataan itu dia tuliskan
dalam pesan Whatsapp yang
dikirimkan sewaktu saya membahas tentang masuknya breakdance ke Indonesia (tahan, jangan bingung dulu karena ini memiliki pertaliannya sendiri dengan perkembangan skateboard dilokal kitakedepannya, khususnya Bandung). bisa sangat Sehingga difahami, baru sekitar tahun 1976 sekelompok anak muda di Bandung mulai terlihat berseluncur dengan skateboard. Di antara penghuni angkatan pertama skateboarder Bandung ini, tersebutlah tiga orang yang paling bersinar namanya; Yoko, Widya, dan Budi. Mereka tergabung dalam tim skateboard dengan nama Geleseur. aktif Kebanyakan yang berseluncur pada era tersebut adalah anak-anak dosen ITB yang bertempat tinggal di daerah Ciumbuleit dan Jalan Sangkuriang.
PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 1): GELOMBANG PERTAMA SKATEBOARD DI BANDUNG 1976-1981
Pembahasan Skate Park Taman Lalu Lintas. Lery (di hadapan kertas) dari Geleser Team menjadi arsitek yang menggambar desain Skate Park Taman Lalu Lintas, didampingi Iwan Bule (sebelah kanan Lery) dari Cula Shila Team dan Iman (pojok kanan depan) yang merupakan pemain sepatu roda.
Selain Geleseur, ada pula tim bentukan Iwan Adjie a.k.a Iwan Bule atau yang akrab dipanggil Wanbul, Cula Shila Team. Sepak terjang tim skateboard Geleseur maupun Chula Shila Team seakan luput dari radar sejarah perkembangan skateboard di lokal kita, indikasinya bisa jadi karena pada penghujung dekade 1970 laju populasi skateboarder melambat dan semakin menurun hingga akhirnya pada awal 1980- an sempat hingga mencapai titik hiatus untuk beberapa tahun kedepan. Belum saya temukan dengan jelas musabab fenomena tersebut. Rudy Sagir atau yang akrab disapa Bang Udy, ketua Jurusan Desain Grafis Universitas Widyatama, dosen tamu di ITB dan Itenas, merangkap desainer, yang juga salah seorang pentolan Street Spydrs berpendapat, "Mungkin karena pada periode tahun yang sama pula di Amerika sana popularitasnya menurun juga.
GOLOSOR TIMES
Mungkin karena kita butuh inspirasi, jika di sananya mati angin, ke sininya jadi gak ada angin gitu, ya". Jika kita melihat pada skala yang lebih besar, apa yang dikemukakan Bang Udy benar adanya. Pada 1979-1980, sebagai ekses peningkatan cedera yang cukup signifikan, terutama dari mencoba orang-orang yang r bermainvert-skating, untuk kedua kalinya pemerintahan memberlakukan setempat pelarangan aktifitas bermain skateboard, sehingga membuat popularitasnya kembali menurun. Skatepark mulai sepi sehingga memaksa banyak tempat tersebut tutup, sebagai efek dominonya menjadikan industri skateboard menurun tajam, mengalami kerugian finansial yang besar. Hal itu pula yang menutup gelombang besar kedua skateboard,menyisakanpara core skateboarder yang bergerak
II
Sepak terjang tim skateboard Geleseur maupun Chula Shila Team seakan luput dari radar sejarah perkembangan skateboard di lokal kita, indikasinya bisa jadi karena pada penghujung dekade 1970 laju populasi skateboarder melambat dan semakin menurun II
secara underground dan
militan. Pun, pada periode yang
sama, Skateboarder Magazine bertransformasi menjadi Action Now tercatat sejak Agustus 1980, mencampur adukan berbagai kegiatan olahraga ekstrem dalam
satu majalah; BMX, surf, wind
surfing, in-line skates dan masih banyak lainnya. Saya rasa itu adalah cara
mereka bertahan di tengah
terpaanlesunya popularitas
skateboard tetapi gagal menangkap
semangat para core skareboarder. Sebagai respon dari lesunya industri skateboard kala
itu, berkembang selanjutnya
zine-zine yang terbit secara mandiri dibeberapa negara
bagian Amerika, yang saling
mengabarkan dan menyebar dari
satu tongkrongan ke tongkrongan
lainnya. Peresmian Skatepark Taman Lalu Titik terang dari periode Lintas Tahun 1981, dihadiri oleh Bapak Surya Sumantri selaku ketua Yayasan kelam skateboard di Amerika sana, Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryanimulai terlihat sejak terbitnya majalah Thrasher pada Januari
Nasution.
1981, hanya berselang dua tahun dari penurunan grafik popularitas skateboard saat itu. Namun, jika kita kembalikan
pada kondisi di lokal kita,
diperlukan setidaknya tiga tahun lagi untuk skateboard agar bergeliat kembali. Itu pun terjadi tanpa kesengajaan.
Gelombang angkatan
pertama skateboard di Bandung
memang hanya bertahan
beberapa tahun, bahkan masih
dalam hitungan satu jari tangan.
Tentu pencapaiannya perlu
kita catat secara cermat. Bang
Udy yang merupakan salah satu pentolan Street Spydrs juga merupakan saksi gelombang angkatan pertama skateboard di Bandung.
Dia ikut aktif berseluncur
pada penghujung gelombang pertama tersebut. Saya menemui dia saat siang menjelang mendung di kantornya di Jalan Ligar Raya. Sesaat setelah kami saling bertegur sapa, kemudian ia mulai bercerita. Ketertarikannya pada skateboard muncul sejak dia masih duduk di bangku SD. Sepengakuannya, ia mendapatkan skateboard pertama kalinya di
Miramar, departmen store yang
terletak di depan Alun-Alun Bandung. Skateboard buatan Taiwan itu bentuknya pun agak unik karena memiliki tiang pegangan, mungkin kalo kita bayangin sekarang akan
lebih mirip otopet daripada
skateboard. Tanpa referensi dari
PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 1): GELOMBANG PERTAMA SKATEBOARD DI BANDUNG 1976-1981
mana pun, Rudy Sagir kecil langsung suka dan membelinya untuk ia main-mainin di jalanan
| rumahnya. | kecil mengetahui kalau |
|---|---|
| Baru ketika tahun 1976 ia | skateboard itu tanpa |
| mendapati sekelompok anak | pegangan tangan. |
muda berseluncuran di jalanan Cilaki. Dari situ ia melihat yang pada kemudian hari mereka saling mengenal; Yoko, Hentriesah, Widya, Budi, dan beberapa anak lainnya. Orang-orang yang bermain
II
Dari situlah Rudy Sagir
Menyadari hal tersebut, kemudian ia melepas pegangan yang ada di "skateboard" milikinya II
| skateboard di jalanan Cilaki itu | "Saat itu rame banget, bisa | ||
|---|---|---|---|
| tergabung dalam tim Geleseur, | dibilang sepertinya itu adalah | ||
| tim skateboard yang paling disegani pada periode tersebut. Mereka | untukkali pertama orang Indonesia secara umumnya mulai | ||
| kerap | terlihat bermain dan | berkenalan dengan skateboard," | |
| alasan karena aspalnya yang halus berkumpul di Jalan Cilaki dengan | kata Bang Udy. | ||
| dan sedikit menurun cocok untuk | sama pula di antara para peserta | ||
| slalom. Pada saat itu belum banyak | terdapat Wanbul, tetapi saat itu | ||
| trick yang bisa dimainkan. | Dari situlah Rudy Sagir kecil | mereka berdua belumlah saling | |
| mengetahui kalau skateboard itu | Perkenalan Bang Udy dengan | ||
| tanpa pegangan tangan. Menyadari hal tersebut, kemudian ia melepas | sudah duduk di bangku SMP. Wanbul terjadi ketika bang Udy | ||
| pegangan yang ada di “skateboard” milikinya. | Dia berkenalan dengan beberapa teman baru yang suka bermain | ||
| 1978, terselenggaralah kompetisi | Berselang dua tahun, pada | skateboard juga. Mereka biasa bermain quarter di tempat milik Pramono di Jalan Dr Setiabudi. | “Ketika itu munculah tiba- |
| ini adalah kompetisi skateboard | Kompetisi | tiba seorang Wanbul, sendirian gak ada temen gitu, bermain skateboard dengan cara dia sendiri | |
| area depan ITB, Jalan Ganesha. Kategori yang dilombakan masih | yang masih terbilang aneh waktu itu seperti layback. Jadi kami | ||
| sangat sederhana yaitu slalom, | nontonin aja dia main skateboard," ujar Bang Udy menerangkan | ||
| kompetisi tersebut, menonton, | Rudy Sagir turut hadir pada | pertemuan pertamanya dengan Wanbul. | |
| dan memperhatikandengancermat jalannya kompetisi. | anak-anak dari Geleseur membuat | Masih pada tahun yang sama, |
skateboard untuk pertama kalinya di Bandung. Dapat dikatakan pula
pertama di Indonesia. berlokasidi
hippie jump, dan freestyle.
GOLOSOR TIMES
Dalam satu kesempatan yang
mengenal.
ramp untuk pertama kalinya di
Bandung, terletak di daerah Jalan
Sangkuriang, lokasi yang sekarang
dijadikan hotel The House.
Bang Udy bercerita, “Dulu
di situ ada satu rumah besar. Nah, ramp ada di dalam area rumah itu.
Bentuknya halfpipe gede banget
tapi tanpa deck sebagai pijakan
untuk tail drop. Jadi, mereka
mainnya dari bawah, kalau bisa
sampai atas tuh udah juara banget."
Hentriesah, menurut cerita yang saya dapetkan dari
Bang Udy, dia pernah muncul
di TVRI sebagai bintang tamu
dalam acara talkshow. Di tampil untuk memperkenalkan apa itu skateboard dan bagaimana
memainkannya. Hal tersebut mengingatkan saya pada Patti McGee ketika
beliau tampil sebagai bintang
tamu di suatu acara televisi saat beliau menjadi skateboarder
perempuan pertama di sampul
majalah LIFE tahun 1965. Pada 1970-an, suplai skateboard masih terbatas, hanya dapat diperoleh dari hasil titip- menitip melalui sanak keluarga
atau teman-temannya yang pergi
ke luar negeri. Akan tetapi, gelombang pertama skateboard di Bandung
itu memang bisa dikatakan cukup
masif. Terlebih, kawanan Geleseur
mengulik untuk bikin skateboard
sendiri. Bang Udy bertutur, “Kalo anak Geleseur itu pada bikin kalau buat slalom-an, dari bahan fiber, papannya. Karena trucks yang banyak beredar di lokal kecil-
kecil, jadinya ditambah-tambahin, dibikin tambah lebar pake besi karena gak ada yang jual waktu itu.
Jadi, ngulik aja udah." Setelah dari Jalan Cilaki dan
halfpipe yang ada di daerah Jalan Sangkuriang, mereka berpindah
ke area Jalan Surapati yang sengaja
ditutup setiap Minggu untuk mengakomodasi anakmuda bermainpermainan beroda; sepatu roda dan skateboard.
“Jalan Surapati ketika itu
baru jadi. Setiap hari Minggu ditutup. Kami bikin quarter untuk
maen di sana berbarengan dengan
sepatu roda juga, kalo kami
skateboard mainnya di sebelah kiri kemudian sepatu roda ada di
sebelah kanannya," ujar Bang Udy.
*** Tawaran itu datang pada
penghujung 1970-an. Ketika itu
Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution di bawah kepemimpinanProf.Drg.RGSurya Sumantri MPh, mempersilakan untuk memanfaatkan sebagain area Taman Lalu Lintas menjadi arena bermain permainan beroda. Lokasinya ada di area depan samping kiri pintu utama Taman Lalu Lintas. Meskipada tahun itu popularitassepatu roda dan skateboard di Bandung mulai terlihat menurun, hal itu tidak menyurutkan niat pengelola Taman Lalu Lintas merealisasikan rencananya.Terlebih, Surya Sumantri kala itu menaruh perhatian besar terhadap anak muda.
PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 1): GELOMBANG PERTAMA SKATEBOARD DI BANDUNG 1976-1981
| Taman Lalu Lintas Ade Irma | Dia membeli 8 skateboard | |
|---|---|---|
| Suryani Nasution diprakarsai Ajun | ||
| Komisaris Polisi Nazaruddin SH | pernah dirilis Tracker Trucks dan | |
| selaku ketua Perkumpulan Badan | signature series Jay Smith dari Powell Peralta. umum. Beberapa anak terlihat | |
| pada 1958 dengan nama Taman | aktif bermain skateboard dan itu yang masih aktif adalah Yoko | |
| Barat waktu itu. Terjadi peristiwa | beserta tim Geleseur, Wanbul, | |
| penculikan tujuh jenderal tahun putri dari Jenderal AH Nasution yaitu Ade Irma Suryani Nasution. | dan Hentriesah yang menjadi sudah lebih dulu meredup yang | |
| korban | akhirnya membuat skatepark | |
| ditambahkanlah nama Ade Irma | Taman Lalu Lintas ditinggalkan. | Hal itu tentunya berimbas |
| nama Taman Lalu Lintas secara | pada stok skateboard dagangan |
dengan merek 777 Skateboard yang
Skatepark mulai dibuka untuk
sepatu roda. Beberapa yang saat
jagoannya. Bang Udy ikut bermain dengan skateboard 777 yang ia dapatkan dari Wanbul. Pada kemudian hari, aktifitas skateboard semakin menurun bahkan popularitas sepatu roda
Keamanan Lalu Lintas (BKLL) cabang Bandung. Taman tersebut diresmikan
Lalu Lintas oleh Ibu R Ipik Gandamana, istri Gubernur Jawa
- Insiden itu ikut menewaskan Berdasarkan pengumumuan yang dikeluarkan pemerintah, untuk anak mengenang
menjadi perempuan yang peristiwa tersebut,
Suryani Nasution di belakang
resmi pada 1966 dan dipakai hingga saat ini. Memasuki tahun 1980-an, dimulailah pengerjaan skatepark di Taman Lalu Lintas dengan pembiayaan sepenuhnya dari pengelola Taman Lalu Lintas. Desain skatepark dirancang Lerri, mahasiswaarsitekturUnpar, dibantu Yoko, Wanbul, dan Iman dari pegiat anak sepatu roda. Pada 1981, skatepark tersebut diresmikan langsung oleh Surya Sumantri selaku ketua Yayasan Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution saat itu. Wanbul, pada tahun yang hampirbersamaan dengan pembangunan skatepark di Taman Lalu Lintas, memasukan skateboard asal Amerika ke Indonesia.
GOLOSOR TIMES
Wanbul yang tidak terjual. Pada tahun itu skateboard di Bandung memasuki masa hiatus hingga beberapa tahun. Hal serupaterjadi pada komunitas skateboard gelombang pertama di Jakarta. Tahun 1982 mulai masuk gelombang pertama breakdance dan grafitti ke Indonesia khususnya Bandung. Bang Udy sendiri bergabung dengan tim breakdance bernama Bandung City Crew dengan Wanbul sebagai pendirinya. Pada tahun ini youth street culture mulaimeriah dan semakin semarak dan ke depannya mengahantarkan pada kebangkitan gelombang kedua skateboard di lokal kita dan berkembang hingga hari ini.
Maket dari Taman Lalu Lintas/TLL dibuat oleh Bagian Perencanaan DPU Kodya Bandung dengan dikepalai oleh Ir. Lien Khen Zin, yang dibangun dilahan Taman Nusantara terletak diantara JI. Belitung, JI. Sumatera, JI. Aceh. TLL selesai dibangun dan diresmikan pada tanggal 1 Maret 1958.
Kiri: Ajun Komisaris Polisi Nazaruddin, ketua perkumpulan BKLL & TLL dan selaku salah seorang pendiri Taman Lalu Lintas, Tengah: Kombes Polisi Mustafa Pane, anggota kehormatan perkumpulan BKLL & TLL, Kanan: Komisaris Polisi I Sudjana, pendamping bapak M. Pane dikantor Kapot Lalu Lintas kota Bandung.
PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 1): GELOMBANG PERTAMA SKATEBOARD DI BANDUNG 1976-1981
Pre Something to Something (Bagian 2):
Street Spydrs
1982-1992
Ditulis oleh Iahun 1981, Nala diterima Reka Nugraha Tdi kampus ITB program studi SeniRupa. Arsip Foto Sepengakuannya, walau ia lahir Rudy Sagir, di Jakarta, baginya ikatan dengan
Nala Rinaldo, Bandung sudah lama terjalin
bahkan semenjak ia masih duduk
Charlie Jojaya
dibangku sekolah. Dalam setahun,
Kusuma, &
Bonnie R ia bisa 6-10 kali mengunjungi rumah kakak dan adik ayahnya
Widibuana
yang tinggal di Bandung. Sehingga, baginya Bandung sudah seperti rumah kedua. Ia bernama lengkap Nala Rinaldo. Kariernya sebagai fotografer dan videografer profesional sudah diasah sejak berkecimpung di dunia broadcaster. Ia mulai fokus memotret keindahan pemandangan alam dan menjadi traveling photographer sejak 2014. Sempat pula ia menjadi brand ambassador Nikon Indonesia dalam kurun waktu 2015-2019. Sudah banyak fotonya menjadi sampul in-flight magazine Garuda, AirAsia, dan Citilink. Jauh sebelum menekuni kariernya dalam dunia fotograi, videografi
dan broadcasting, kecintaannya
terhadap skateboard tidak bisa kita sebut sambil lalu.
| dan perlahan mengalami hiatus | ||
|---|---|---|
| angkatan pertama skateboarder di Jakarta. Ia mulai mengenal dan berseluncur sejak duduk di bangku kelas 3 SMP tahun 1977. Kala itu, ia menggunakan | memasuki tahun 1980-an, senasib pula dengan gelombang pertama di Bandung. melalui Whatsapp Call, ia bertutur, | |
| Nala Rinaldo masih memakai | skateboard Grentec GT berbahan | |
| jaket tim breakdance Street | plastik buatan Amerika yang ia | |
| Spydrs, ketika era awal Street | dapatkan sebagai oleh-oleh ketika | seperti ketika aku meninggalkan |
| Spydrs mulai aktif bermaen | ayahnya bertugas ke luar negeri. | Jakarta untuk berkuliah di ITB”. |
| skateboard (Oktober 1985) | Ia mengaku kurang begitu faham |
Nala terbilang gelombang
dari mana ayahnya mendapatkan skateboard tersebut, apakah dari negara asalnya yaitu Amerika atau Hong Kong mengingat saat itu Hong Kong adalah tempat transit setiap pesawat sebelum melanjutkan penerbangan ke Indonesia. Dengan skateboard Grentec tersebut, ia biasa berseluncur sambil slalom di sekitar Jalan sekarang Jogja atau yang telah berubah nama menjadi Jalan Ki Mangunsarkoro, area dekat sekolahnya, SMPN 9 di Pegangsaan. Jalanannya memiliki kontur aspal halus dan menurun, daerah itu merupakan komplek perumahan menteri-menteri era tahun 1970-an. Masih pada era yang sama, Nala menonton pertandingan skateboard di Monas, ketika itu ia hanya mengenal Arya Soebijakto, anak Laksamana Madya TNI R Soebijakto, yang sudah lebih dulu bermain skateboard. Bahkan, Arya saat itu sudah memakai board berbahan kayu. Sayangnya, tidak lama setalah itu dan sebelum Nala lebih mengenal mereka, pada penghujung 1970-an, para pioner skateboard di Jakarta menyurut dan perlahan mengalami hiatus
Ketika saya menghubunginya
"Ketika aku pindah ke Bandung, skateboard di sana pun mati persis
Nala, setelah lulus dari SMA
PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 2): STREET SPYDRS 1982-1992
Polonia Skateshop, Jakarta
- Foto awal-awal Nala Rinaldo buka skateshop di rumah orangtuanya di Polonia, Jakarta.
MEGADETH
7 Jakarta, karena ketertarikannya terhadap seni terutama audio- visual, melanjutkan kuliah di ITB mengambil program studi Seni Rupa, angkatan 1981. Dia memilihnya dengan alasan karena di sana ada mata kuliah animasi. Maka semenjak itulah ia mulai tinggal di Bandung untuk jangka waktu cukup lama. Kota yang sudah tidak asing lagi baginya itu membuat ia cepat kerasan untuk menetap dan beraktifitas. Tahun pertama kuliah seni rupa, selepas tugas berkesenian, Nala iseng-iseng mencorat-coret tembok rumah temannya yang biasa ia sapa Koko di jalan Natuna. Rumah itulah yang ke depannya menjadi tempat berkumpul anak-anak Street Spydrs sebelum berpindah tongkorngan ke Taman Lalu Lintas. Ketika itu, Nala bikin grafitti bertuliskan Street Spydrs dengan sisa cat semprot kaleng yang ada. "Waktu itu geng aja kan gak punya jadi bingung mesti nulis apaan, masa iya bikin 'Nala ITB '81'. Jadi, daripada norak nulis begituan, udah aja gue bikin 'STREET SPYDRS' keren kan tuh laba-laba jalanan," ujar Nala berceloteh. Ketika saya tanya kenapa ejaandari Spiders menjadi SPYDRS, ia menjelaskan, "Sengaja mengganti dan menghilangkan huruf vokal pada nama spiders itu untuk supaya keren aja, tetapi kemudian ketika kami semakin berumur, ejaan DRS itu seoalah seperti doa, karena akhirnya banyak dari kami ber-tittle Drs. Di belakang nama-nama kami,"
GOLOSOR TIMES
setahun Berselang kemudian, ia mendapat kiriman video dari Amerika berisi random footage orang-orang yang sedang melakukan breakdance. "Isi videonya itu orang-orang yang lagi ngelakuin dance gaya baru, masih underground gitu dan mereka menamainya breakdance. Ini pun awal-awalnya musik hiphop nongol juga gitu loh," kata dia. Selepas mendapatkan video tersebut, mulailah muncul ketertarikannya belajar breakdance bersama teman-teman lainnya yang waktu itu. Ada Agung yang
merupakan adik dari kakak angkatannya.Kemudianada Koko, sang pemilik rumah di Jalan Natuna. Munyusul Didit a.k.a Dxxxt yang paling kecil, masih SMP kala itu. Dia diajak oleh Yopie (Eki), adik dari ibu Dxxxt. Berkat kepiawaian mereka, dalam kurun waktu setahun, kumpulan breakdance Nala dihampiri Radio OZ untuk diajak breaking di pelataran depan kantor Radio OZ setiap Sabtu sore sambil memutar lagu-lagu pop disco dengan penyiar kala itu, Daniel Tumiwa dan kang Iyu atau yang memiliki nama asli Wahyu. Parkiran Stadion Pelita Jaya, Musik hiphop kala itu Lebak Bulus, Jakarta 1988. belum terlalu membumi.
Sebagai gantinya, banyak radio menggunakan lagu-lagu pop disco upbeat. Sebagai bukti artefaknya, bisa kita dengarkan soundtrack film breakdance Gejolak Kawula Muda tahun 1985. Momen saat diajak Radio Oz itulah yang membuat mereka nama ditanyai tentang apa grupnya mereka. Nala kemudian berseloroh Street Spydrs. "Waktu itu aku inget pernah nulis di tembok yang ada di Natuna, 'Street Spydrs' sekira awal 1980-an gitu lah. Jadi ya udah nama itu yang dipake oleh kami dan semenjak itulah nama Street Spydrs mulai kita gunain seterusnya." Biasanya, setiap anak-anak Street Spydrs berkumpul, mereka menggelar kardus bekas kulkas lalu mengeluarkan boombox dan memasang lagu-lagu pop disco sebagai musik latar breaking mereka. “Tahun 1983 itu breakdance sudah mulai rame tuh di Indonesia, sebelum ke Jakarta, sebelum ada Septian Dwi Cahyo yang orang pantomim itu, lalu tiba-tiba Ria İrawan breaking juga. Sebenarnya kita udah mulai duluan tuh, yang emang bener-bener breaking seperti windmill, head spin, turtle," kata dia. Dari apa yang diceritakan Nala, maka tidak aneh kalau setiap ada kesempatanorang-orang dari tim lain sedang breakdance, lalu menyusul kemudian anak-anak Street Spydrs muncul dan mulai breaking. Secara otomatis, orang-orang dari tim lain melipir memberi kesempatan lebih untuk
88 12 12
PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 2): STREET SPYDRS 1982-1992
Street Spydrs memakai floor mereka.
Seiring waktu,ternyata
banyak radio lain mengikuti jejak Radio Oz dengan merekrut tim breakdance masing-masing seperti Radio Rase, Radio Pamor, dan Radio 101. Mereka biasa menggelar acaranya masing-masing setiap Sabtu/Minggu sore di pelataran kantor radionya. Terkadang pula digelar di area samping lapangan basket Gelora Saparua yang merupakan hotspot anak muda berkumpul pada masa itu. Nala mengungkapkan, "Kadang-kadang, entah itu Radio 101 atau Radio Pamor datang bawa VW Combi keluarin boombox terus pada breakdance gitu-gitu kan. Kita-kita pun dateng ke situ, tahu-tahunya ketemu deh sama Rudy Sagir dan Iwan Bule yang pada breaking juga. Lalu ada geng lain lagi, gengnya barudak leutik kalo aku bilang waktu itu, Irlan dan ada Didit juga di situ. Mereka itu gengnya anak-anak sekolahan Balai Perguruan Putri (BPP) ini semua tuh eranya sebelum skateboard." Nala termasuk yang paling tua saat itu karena anak-anak yang lain masih ada yang duduk di bangku SMA atau ŠMP kelas 3. Pertemuan pertamanya dengan Rudy Sagir atau bang Udy terjadi ketika ia masih duduk di bangku SMA kelas 3 dan tergabung dalam tim breakdance Bandung City Crew yang diinisiasi Wanbul. Momen perjumpaan itu membuat Nala dan bang Udy segera berteman baik.
GOLOSOR TIMES
Pada hari-hari selanjutnya, Lifebuoy Freestyle Contest di Polda Jaya banyak anak-anak sekolah itu (dulu disebut KOMDAK) tahun 1987, datang menggunakan BMX ke yang di organize oleh Alphabetical. tongkrongannya Nala di Jalan Natuna. Memasukitahun 1984, mereka semakin sering berkumpul di Jalan Natuna. Ada bang Udy, Didit, Irlan, serta beberapa anak lainnya seperti Franki yang kemudian hari lebih fokus pada BMX. Suatu hari pada tahun yang sama, bang Udy bersama Nala berboncengan menaiki sepeda motor melewati Taman Lalu Lintas. Secara tidak sengaja, Nala melihat ada quarter dan banks. Spontan ia bertanya kepada bang Udy, "Wah tempat apa ini Gir?" “Tempat maen skateboard itu, dulu gua sering main di situ," tutur bang Udy. "Kenapa gak dipake? Dulu gua juga maen tapi cuman slalom. Kita nongkrong di sana aja nanti yuk!" ujar Nala.
Pada hari minggu nya,
mereka datang ke sana. Semenjak itulahmereka berpindah II tempat tongkrongan dan latihan breakdance ke Taman Lalu Lintas Suatu hari pada tahun
yang kemudian akrab dipanggil
yang sama, Rudy
TL. Sagir bersama Nala Semenjak mereka mulai berboncengan menaiki berpindah ke TL, Nala mengajak sepeda motor melewati bangUdy untuk bermain Taman Lalu Lintas. Secara skateboard lagi. Ajakan tersebut tidak sengaja, Nala melihat secara spontan diiyakan oleh ada quarter & banks bang Udy mengingat skateboard lamanya masih ia simpan. Bisa II dikatakan, momen tahun 1984 ini menjadi awal mula kebangkitan kembali skateboard di Bandung.
Setelah tersimpan lama di garasinya Wanbul, berselang tiga tahun dari hiatusnya skateboard di Bandung, datanglah Nala, Irlan, dan Dxxxt ke tempat Wanbul untuk membeli stok skateboard miliknya. Dengan sedikit berusaha mengingat ke belakang, Nala menceritakan, “Rudy Sagir sudah punya duluan yang 777 skateboard. Aku sama Irlan beli 777 juga dan Didit beli Jay Smith-nya Powell Peralta. Cuma, saat itu Wanbul gak masukin griptape, kami akalin dengan membeli amplas merek Norton. Beli di Cikapundung, kita lem pakai Aibon. Biasanya untuk satu papan kita pake tiga lembar. Amplas Norton ini tuh biasa dipakai buat di tangga-tangga kapal atau di pelabuhan supaya gak licin." Mulai bermainlah mereka semua di TL. Dalam seminggu, bisa 5-6 kali mereka menghabiskan waktunya berseluncur. Sebagian lainnya bermainBMX dan berlatih breakdance. Memasuki pertengahan 1980-an, breakdance mengalami titik jenuhnya sehingga mulai ditinggalkan.Tidak banyak terkecuali dengan apa yang terjadi dalam tubuh Street Spydrs. Banyak dari mereka yang berangkat dari breakdance mulai beralih dan fokus ke skateboard seperti Nala, Rudy Sagir, Irlan, dan Dxxxt. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang mulai tertarik ikut bermain skateboard di TL. Pada kemudian hari, yang masuk ke tubuh Street Spydrs,
PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 2): STREET SPYDRS 1982-1992
beberapanya ada Richard Mutter ke atap mobil lalu meloncat, menabrak-nabrak tembok, dan yang merupakan kakak kelas Irlan saat di BPī, Firman Badot, Bira, trick-trick street skating lainnya dan Kiki Kasoem. seperti slide dan grind pada curb. Mengikuti apa yang sedang ramai
Ada pula Roy, teman bang
Udy yang kerap datang ke TL di Amerika, anak-anak skateboard untuk nongkrong dan bermain Street Spydrs turun ke jalan untuk skateboard. Pada suatu hari, ia melakukan downhill dari Dago membawa majalah dari Amerika atas sampai Panti Karya di sebelah yaitu Thrasher sambil bercerita, Bandung Indah Plaza (BIP) di “Ternyata skateboard sudah mulai Jalan Merdeka. Rudy Sagir transfer mute air di TL rame lagi di Amerika." Dari majalah Thrasher itulah anak-anak TL jadi tahu kalau ada bentuk baru dari skateboard yang menyerupai ikan. Jadi, model lama yang bulat atau yang biasa disebut bullet shape itu sudah tidak ada. Hampir bersamaan dengan itu, Dxxxt, ketika masih sekolah di SMA kelas 1, mendapatkan kiriman majalah edisi terbaru dari Transworld Skateboarding dari ayahnya yang bekerja di Jakarta, hanya berpaut 3 bulan dari bulan terbitnya. Dari majalah itu pula Dxxxt beserta banyak teman-teman lainnya di TL, termasuk Wanbul, mendapatbanyak masukan informasi baru tentang skateboard di perkembangan Amerika. Ketika mereka mendapatkan banyak asupan informasi dari majalah-majalah tersebut, berinisiatif beberapa orang memotongbagian papannya hingga membentuk ikan. Dari majalah itu juga mereka jadi tahu bahwa skateboard sudah berpindah dari skatepark ke street dengan trik-trik handplant, boneless, naik
GOLOSOR TIMES
Mereka meloncat-loncat di trotoar Jalan Sukajadi. Nala bercerita, “Dulu itu kita sempat
juga downwill di Ciumbuleit
sebelum jalanannya macet parah seperti sekarang ini. Di situ suka ada oplet gede gitu. Kita biasa ngerem
sambil pegangan ke oplet itu."
Ia melanjutkan, “Lama-lama kita semakin naik, dari Borobudur (sekarangBorma) di Jalan Setiabudi sampe Wastukencana
terus naik lagi ke Gegerkalong
sampai akhirnya downhill dari
Ledeng".
Skateboard kembali bergeliat
baik dalam skala lokal Bandung
maupun di negara asalnya. Pada
momen itulah Wanbul membaca
dan memasukkan peluang kembali barang-barang skateboard dari Amerika. Tentunya setelah ia mendapat cukup asupan informasi dari majalah Thrasher
dan Transworld Skateboarding
yang saat itu mulai beredar di
tongkrongan TL.
Wanbul mendirikan skateshop
pertama di Bandung bahkan di Indonesia dengan nama One On One. Saat itu lokasinya masih berada di garasi rumahnya di Jalan Ciumbuleuit. Ketika gelombang kedua dan selanjutnya itulah, Wanbul
mulai menjual juga griptape, yang
tentunya disambut baik kawanan
Nala untuk mengganti amplas
Norton yang telah mereka pakai sementara waktu.
Selain barang-barang
skateboard yang ia distribusikan seperti Madrid skateboard, Santa Cruzz, Alva Skateboard, sampai
Dogtown, ia ikut mendistribusikan beberapa edisi majalah Thrasher
dan Transworld Skateboarding
serta video-video skateboard. Dari
situlah akhirnya ikut terbentuk
gaya bermain skateboard yang
berbeda-beda pada setiap orang
di dalam tim Street Spydrs. Hal
itu mempengaruhi pula cara
berpakaian serta selera musik
mereka. skateboard Perkembangan semakin ramai walau masih terbatas di dua kota yaitu Bandung dan Jakarta. Pertandingan pun mulai bermunculan. Terdapat Alphabetical Club, Event Organizer berbasis di Jakarta
yang biasa mengorganissasikan
pertandingan BMX. Mereka mulai
melirik skateboard dan sering memasukkannya sebagai salah satu pengisi acara yang mereka organissasikan.
Nala termasuk di dalam
Club sebagai Alphabetical orang yang bertanggung jawab mempersiapkan alat, mengatur jalannya pertandingan, sampai
pemilihan juri khususnya untuk
pertandingan skateboard. Kiki Kasoem merupakan
salah satu orang yang sering
bermain skateboard di TL. Ia adalah anak Dody Kasoem (Alm)
pendiri Jayagiri Outdoor, pioner
brand outdoor Indonesia.
Pada 1986, bersama Street
Spydrs dan Alphabetical Club, dia menginisiasi acara pertandingan
BMX bertajuk Jayagiri Freestyle
Contest di Lapangan Basket
Gelora Saparua.
Dalam pertandingan
PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 2): STREET SPYDRS 1982-1992
IKUTI & SAKSIKANLAH
LOMBA ATRAKSI BEBAS BMX
Jayagiri
tersebut, ikut dimasukkan pula skateboard sebagai bagian dari konten acara. Nala, bang Udy, Irlan, dan Dxxxt mendapat kesempatan melakukan demo bermain skateboard, "Irlan mengalami kecelakaan patah tulang saat itu," ujar Nala. Juara pertandaingan BMX adalah Boni yang semenjak itu tegabung dengan Street Spydrs. Boni menerangkan, “Aku ingin bergabung dengan mereka. aku melihat SS merupakan salah satu komunitas yang anggotanya jago-jago dan keren. Pokoknya harapannya dengan bergabung di ŚS, siapa tau bisa ketularan jago dan kebetulan waktu itu aku dapat juara satu di kelas bunny hop. Sepertinya gayung bersambut begitu." Nala menambahkan keterangan soal bergabungnya Bonie ke SS, "Gara-gara Boni ħabis menang masuk SS, selanjutnya
| SENRETARIAT S S JI RAKATA | TO N EN EN A ARA | |
|---|---|---|
| JL PRAPANCA.2/7 JL TELUK BETUNG 42 |
yang berani minta gabung biasanya yang pernah juara juga." Beberapapertandingan lainnya yang pernah digarap Alphbetical Club seperti acaranya Lifebouy. Kemudian Chiki pun pernah menjadi sponsor utama pertandingan skateboard. Ada pula acara lainnya seperti selebrasi pembukaan Sektor 3 Bintaro jaya, peluncuran Pasar Seni di Ancol, dan ulang tahun Dufan biasanya memasukkan yang pertandingan skateboard sebagai salah satu acara. “Aku juga pernahikut skateboard di pertandingan Pasaraya, walauaneh itu
GOLOSOR TIMES
JAM 9.00 - SELESA MINGGU 23 FEBRUARI 1986
DI LAPANGAN BASKET GELORA SAPARUA-BANDUN
SELINGAN PENAMPILAN SKATE BOARD SEPATURODA & BMX
PENDAFTARAN DIBUKA MULAI 25JANUARI sampai 18 FEBRUAR TEMPAT PENDAFTARAN BANDUNG: PONDOK JAYAGIR: JI ASIA AFRIKA 70 JAKARTA: PONDOK BOGOR:JL BOGOR BAAU B/1 PAC MAN SENRETARIAT S S JI RAKATA TO N EN EN A ARA TORO SEPEDA SINAR HANGKA VETERANS TO S SDA 101 FM AI RAMAN SREAAET
DII A DENGAN MM T ANG PENDTARANR R
&ALPHABETHICAL STREET SPYDRS PROMOTOR
Pasaraya bikin pertandingannya, soalnya mereka tidak melibatkanskateboarder saat mengorganisasikannya. Aku ikut bertanding juga tuh di situ. Saat seperti itu, ketika aku gak diminta menjadi panitianya,kadang aku ikut pertandingannya buat iseng aja maen santai, tapi tahu- tahu dapat juara dua," ujar Nala bercerita sambil terkekeh.
1988 Pada bisa jadi merupakan momen yang tidak terlupakanbagi orang-orang yang aktif di skena skateboard lokal kala itu. Tak terkecuali bagi Street Spydrs. Ketika itu ada anak orang kāya yang merayakan uļang tahunnya dengan mengundang skateboarderprofesional dari luar negeri dan membuat acara skateboard di Gelora Senayan. Nala beserta skateboarder lainnya mendapat tugas menjadi supervisor pembuatan vert- ramp setinggi 3 meter, banks, curb, dan obstacle lainnya yang dibutuhkan untuk acara tersebut. Tidak tanggung-tanggung, acara itu mendatangkan banyak skateboarder profesional. Dari Alva Skateboard, mereka yang hadir di antaranya Eddie Reategui, Chris Cook, Jim Murphy, Eddie El-gato Elguera. Ada Natas Kaupas dari Santa Monica Airlines, Ray Underhill (alm) dari Powell Peralta, Clauss Grabke dari Santa Cruzz, Nicky
Guerrero dari G&S, dan Joe Johnson dari Vision Street Wear. Nala mengenang,, waktu itu ia diajarkan wallride oleh Natas Kaupas dan Chris Cook. Ia bercerita, “Aku malahan dikasih deck sama Joe Johnson, dikasih short sama jim Murphy. Bahkan Claus Grabke kita jemput main ke halfpipe di Lebak Bulus”. Sepak terjang tim skateboard Street Spydrs semakin bersinar ketika banyakpertandingan skateboard bermunculan dan mereka selalu mendominasi klasemen setiap pada pertandingan yang diikuti. Hal Tersebut seolah telah menjadi tradisi bagi Street Spydrs. Tradisi yang sudah dimulai bahkan sejak era grafitti dan breakdance ketika mereka selalu menjuarai setiap pertandingan. Salah satu ajangnya adalah ketika acara Marathon Breakdance yang disponsori Nike di Jakarta tahun 1984. Tim Street Spydrs
SONY
PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 2): STREET SPYDRS 1982-1992
– ■
周
SELAMAT ULANG TAHUN DUFAN KE 3
Pertandingan yang diselenggarakan oleh Liga Skateboard Indonesia yang merupakan cikal bakal Indonesian Skateboard Association | Dxxxt Bs Air
Rudy Sagir dengan jaket breakdance Street Spydrs nya, beliau selain skateboard, grafitti, dan breakdance, pernah pula menggeluti BMX freestyle.
kalaitu menurunkan dua tim untuk dua kategori yang dipertandingkan; kategori Electric Dance dan Breakdance. Dua tim tersebut berjumlah sekira 12 orang yang di antaranya terdiri atas Iwan Banpol, Nug, Herlie Rachman, Agung, Koko, serta Nala.
Dari dua kategori yang
dipertandingkan,tim Street Spydrs menjadi juara kategori Electric Dance. Untuk kategori kedua, Breakdance, mereka mesti merelakan timnya didiskualifikasi karena ngeyel memperagakan windmill, turtle, hingga headspin saat gerakan-gerakan ekstrem itu dilarang panitia. Dalam kesaksiannya, Nala mengatakan, “Tapi dari situ kita jadi bahan omongan, Gila ini sih Street Spydrs bukan hanya jago jojing, ternyata memang breaking beneran.Ketikaorang-orang tidak berani head spin dan dilarang head spin, mereka malah ngelakuin head spin'. Akhirnya setelah final
itu banyak diomonginlah tuh kita hahaha". Pun, pada pertandingan nasional graffiti di Senayan yang bertemakan Save The Planet sekira tahun 1984-1985, tim Street Spydrs menjadi juaranya yang waktu itu menurunkan Nala dan bang Udy. Ketika masuk era skateboard, ada semacam celoteh yang muncul ke permukaan dan berkembang saat itu dan mungkin masih melekat hingga sekarang ketika kita membahas soal Street Spydrs. Celotehannya; pertandingan tidak akan dimulai kalau para pemain dari tim Street Spydrs belum sampai lokasi. Menyinggungsoal itu,
Nala bertutur, “Kalo ditanya
kenapa kita ditunggu, ya kalau kita belum dateng berarti belum ada pertandingan. Si sponsor berharapnya kita muncul. Kita jadi bintang di pertandingan itu. Kasarnya, bisa dibilang dari tahun 1982 sampai 1990-an awal,
PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 2): STREET SPYDRS 1982-1992
kayaknya setiap ada pertandingan empat itu (breakdance, grafitti, skateboard, dan BMX) juaranya kita semua yang sikat gitu, tapi yang berumur panjang ya skateboard. Karena grafitti mulai berubah gaya jadi bombing dan kita udah gak ngikutin, lalu breakdance juga mati. Jadi kita merajalelanya di BMX dan skateboard”. Dxxxt menerangkan, “Ya, sekarang gimana mau mulai pertandingannya, kalo misalkan yang main skateboard ada 20 orang, lalu yang ikutan pertandingan 10 orang dan dari anak-anak Street Spydrs aja udah 5-6 orang. Bagaimana mau dimulai kalo yang ikutan pertandingan cuma sedikitan gitu. Kemudian, misalkan kalo ada kompetisi skateboard di Bandung, anak-anak tuh secara gak langsung jadi seperti panitianya juga, ngangkutin alat-alat. Bang Rudy juga yang mendesain posternya. Nalajadi MC. Jadi, bikin pertandingan itu buat kita-kita aja karena yang bertanding juga tetep kita-kita juga gitu kasarnya." Dia menyambung, "Sekarang kalo ada pertandingan di Jakarta, yang jadi MC Nala, terus yang jadi supervisor alat-alat masih anak-anak juga, karena bagaimana pun kita lebih tahu duluan soal bagaimana mengatur pertandingan skateboard karena kita lebih awal ketika aktif kembali bermain skateboard waktu itu."
*** Pada angkatan selanjutnya, masuk Tiko, Arif Maskom, Helvi, Erwin Serawan, Cholay, lalu ada Shendy Pranoor Heryadi.
GOLOSOR TIMES
Bagi Shendy, ia pertama kali main ke TL sejak masih SD saat diajak tetangganya bermain BMX. Keterkarikan kepada skateboard semakin menguat ketika ia mulai
Febuoy
sering bermain di TL. Begitu pula dengan Cholay, “1987 gue baru masuk SMP, berarti pada 1988-an gue baru ke TL tuh. Nongkrong di TL terus tahu kalo skateboard tuh apa kan. Ke sana biasanya bareng sodara gue Remi Sugiantoro yang dia emang udah maen skate duluan. Akhirnya, muncul ketertarikan gue ama skateboard. Masuk 1989, gue mulai
rajin deh maen skateboard di TL."
Keduanya sama-sama mengakui baru secara resmi dengan Street tergabung Spydrs ketika bisa memenangi pertandingan.“ “Baru ditarik ke Street Spydrs gara-gara dulu suka ada pertandingan. Mungkin si senior- senior liat gue itu sebagai prospect gitu soalnya gue lumayan sering dapat juara. Akhirnya ditarik sama Bang Nala, 'Udah Kamu gabung kita aja di Street Spydrs'. Begitu, Lifebuoy Freestyle Contest di Polda Jaya hahaha," ujarnya. (dulu disebut KOMDAK) tahun 1987, Cerita serupa diakui yang di organize oleh Alphabetical Shendy, “Wah dulu untuk masuk tergabung dengan Street Spydrs itu susah, mesti juara dulu baru deh tuh dapat sticker Street Spydrs. Aku waktu itu dapat ketika beres pertandingan di Senayan dapat juara 2. Kemudian disamperin sama Bang Nala yang ngasihin sticker tersebut kalau masuk tim Street Spydrs, hahaha”.
"Kasarnya, kita semua jago-
jago loh jadi kalo lo gak jago, cuma
Lifebu
Shendy Pranoor Heryadi,ngintil doang ya gak bisa gitu kita, next generation-nya yang Taman Lalu Lintas 1988 juga dong, maksudnya kita dariberprestasi, punya skill bagus dan pertama ngumpul bareng pake punya attitude baik juga. Paling nama SS kemudian lama-lama kitaenggak, gitu." semakin terkenal. Ketika orang Nala menjawab ketika saya bahas breakdance pasti ngomongin mengkonfirmasikan soal cerita-SS. Ketika orang bicarain graftti cerita tersebut. pasti SS kesebut. Ketika orang bahas Awaltahun 1990-an, skateboard, pasti SS. Jadi begitu tepatnya tahun 1992, penamaan lama-lama kita gak bisa dong siapa Street Spydrs sudah jarang
pun yang datang ke TL sekadar dipergunakan serta secara resmi
nongkrong dan maen gitu-gitu anggota tim Street Spydrs tidak doang, beli papan di supermarketbertambah. terus mereka bilang mau gabung Beberapa cerita dan alasan ke SS, ya gak bisa gitu. Maunya dibaliknya berkembang seputar
PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 2): STREET SPYDRS 1982-1992
hal itu seperti karena banyak orang-orang lama Street Spydrs mulai sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Nala sudah kembali pindah ke Jakarta. bang Udy memperdalam ilmu agama, Richard Mutter menikah serta lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain musik dengan Pas band. Dxxxt mengalami kecelakaan mengakibatkan mobil, yangr patah tulang punggung sehingga memaksanya tidak bisa bermain skateboard lagi.
"Sebenarnya buat anak-
anak yang sering datang ke TL setelah kami yang katakanlah senior-seniornya sudah jarang ke sana, sah-sah saja nyebutin diri mereka bagian dari Street Spydrs karena mereka maen dan nongkrong bareng sama kita juga tapi mungkin si angkatan baru di TL sepertinya sungkan karena kami sudah jarang maen ke TL. Sehingga, mereka memilih lebih ngegunain istilah TL saja, gak pake lagi Street Spydrs," kata Nala. Terlebih, semenjak 1990-an dan permulaan selanjutnya, pada setiap pertandingan skateboard,di belakang nama peserta tidak dicantumkan lagi nama tim atau nama klab melainkan nama brand yang mensponsori peserta. Sehingga, lama-kelamaan nama Street Spydrs semakin jarang digunakan dan terhenti sampai angkatan Shendy dan Cholay. pernyataan Terdapat lain mengatakan bahwa tidak dipergunakannnya nama Street
GOLOSOR TIMES
Spydrs karena ingin lebih
THE FINAL AMATEUR CONTEST membuka dan mengajak anak-
anak dari tempat lain agar bisa berkumpul bermain bareng di TL. Mengingat, saat tahun 1990- an skateboard maju pesat. Hal itu terbukti dengan bermunculannya beberapa titik bermain skateboard lainnya. Hal itu diutarakan Charlie Jojaya Kusuma, pendiri Indonesian Skateboard Association, penyambung tongkat estafet skate shop dari Wanbul, dan mengelola sepetak kecil ruangan di Toko Buku Q-Ta yang bertranformasi menjadi Hobbies
FOR BEGINNERS
Skate Shop.
S KU ONEAS
LOMMA
M 8 PAGI
LITS
Poster oleh Rudy Sagir, kompetisi skateboard di TL diinisiasi oleh Liga
NG9N
Skateboard Indonesia (LSI), momen
BELIUUG BIIUNG ketika skateboard mulai digandrungi ITANMAAUJLILLUUNOFREG 5SOkembali. Banyak diikuti oleh
L. GI C N RLI-SE S SIO5JLK KA NA LEN 29.S / :7SA- : 39iii yoo h wo
RKAN NTSL-S SNSskateboarder dari Jakarta.
PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 2): STREET SPYDRS 1982-1992
Cicaheum Hell Park:
Berdaya dengan
Swadaya
GOLOSOR TIMES
Ditulis oleh ami bisa dibilang cukup
Reka Nugraha mendapat Kberuntung
kesempatan langsung
Foto oleh mengobrol banyak hal dengan
Alvinflip & Siswo penggagas Cicaheum Hell Park, Lord Butche. Dengan dibantu Alvin Flip, kami membuat janji
dengannya. Saat hari tersebut
datang, kondisi cuaca memang
sedang mendung, bahkan di
beberapa titik Kota Bandung sudah mulai turun hujan, salah
satunya di lokasi Alvin berada
saat itu, yang membuatnya hampir mengurungkan niat datang ke lokasi tempat kami akan bertemu Butche. Singkatcerita,akhirnya
Alvin membulatkan niatnya
menempati janji. Walau dengan
basah kuyup, dia sampai ke
lokasi. Berselang berapa lama
kemudian, kami sampai di tujuan setelah memutar-mutar mencari kediaman Butche.
Cicaheum Hell Park, bagi
kami sebagai orang dari luar komunitas tersebut, adalah
oase di tengah keringnya skena
skateboard yang isiannya begitu-begitu doang. Lokasinya diapit Terminal dan Pasar Cicaheum, tepatnya di area belakang Terminai Cicaheum tempat angkot dan elf antar kota
diparkir. Sesuatu yang bikin
kami salut adalah di tengah
kerasnya lingkungan terminal,
mereka mampumembagi dan mengubah area belakang
itu menjadi skate-spot dengan
obstacle yang mereka bikin sendiri secara swadaya. Tidak
aneh, beberapa teman yang
sempat menjadi bagiannya menyebut, “Terkadang kami harus menyingkirkan dulu table
dan rail ke pinggir jalan kalau ada elf mau keluar-masuk dari
area parkirnya."
Obrolan tentang Cicaheum
Hell Park kami mulai setelah mendapati seduhan kopi
Butche dan menikmatinya.
Setelah diselingi cerita proses rekaman materi album ke
dua The Cruel yang belum
kami rampung-rampung, memulai dengan;
Bagaimana semua bermula?
Sebenarnya saya bermain
sendiri saja di Cicheum tuh. Baru kemudian datang dari
anak-anak Gedung Sate ikut
bermain di sana. Ketika area Gedung Sate sudah gak bisa dipake maen, kalo gak salah tuh 2002-an gitu lah.
Untuk obstacle itu bagaimana?
Saya bikin sendiri. jadi
bikin alat-alat sendiri lalu main
pun sendiri. Ketika sebelum si anak-anak yang lain ikut main di Cicaheum, si alat-alat mah memang sudah ada.
Lokasi yang kerap digunakan untuk maen skateboard di sebelah mananya terminal?
Kami mah pindah-pindah
saja, pokoknya semua terminal
itu, kami main bisa di mana saja, kadang di area depan terminal
CICAHEUM HELL PARK: BERDAYA DENGAN SWADAYA
atau pinggir, lalu kadang ke belakang, tapi yang terakhir ya itu, yang di belakang itu di area tempat markir elf-elf dan angkot, berdekatan dengan depan pasar.
Berpindah-pindah itu karena mesti nyesuain kondisi terminal saat itu atau bagaimana?
Sebenarnya kamimah ngacak aja, hahaha. Di mana we seenaknya, hahaha. Kalo lagi pengen maen di depan area terminal, ya kami taro si alatnya di situ atau kalo lagi pengen di samping ya udah tinggal taro aja, bergantung ramenya anak-anak mau maen di mana, hahaha. Akhirnya, untuk menghindari banyak gesekan dengan pihak lain, kami mematenkan spot bermain di area belakang terminal.
Awal-awal maen di sana sering terjadi gesekan?
GOLOSOR TIMES
Wah kalo soal gesekan mah jangan ditanya, Bos. Di situ mah rimba, yang lemah pasti tertindas. Jadi bagaimana pun dengan cara apa pun harus survive. Secara tidak langsung, itu tuh bukan tempatnya 1 bermainskateboard tapi karena dengan keterbatasan lahan, mau gimana lagi. Mau gak mau kami mesti ada di situ. Kami pun mendapatkan tempat itu tidak gampang. Akhirnya bisa meminimalisasi gesekan dengan warga setempat setelah melalui banyak pembicaraan karena kalo dengan kontak fisik mah gak akan beres-beres.
Jadi sering kejadian tuh beranteman begitu?
Kami mah sering, hahahaha, misalnya kami lagi maen skateboard nih lalu tiba- tiba angkot datang masuk ke terminal dengan ngebut lalu kami pecahin kacanya lalu gebukin sopirnya, hahahaha.
| Secara fungsional | Gesekan aja waktu itu, | |
|---|---|---|
| gimana lagi. Seperti yang saya | tetapi yang turunnya waktu | |
| bilang tadi, kami mesti survive untuk mempertahankan area | preman angkot, tapi sampai | |
| tersebut. Sampai akhirnya sempat ada kejadian yang kami hampir 3 atau 4 tidak bisa | Berantemannya bikin males aja | |
| terjadi saat itu besar sekali dan | Tapi semenjak saat itu | |
| anak-anak pun selama 3 bulan | kekuatan untuk bisa bertahan | |
| Ada kejadian apa saat itu | Kemudian, ketika bisa sampai | |
| memangnya? | mengklaim spot bermain terminal, apakah ada yangngasih izin sebelumnya atau langsung |
memang itu tempat angkot, tapi mau itu sudah bukan lagi preman-
ke preman bus pun turun.
pokoknya saat itu tuh cukup besar yang ngebikin *Alvin menambahkan cerita; (?) bermain akibat gesekan yang kamisedikitmempunyai
tidak dibolehin buat datang. di sana.
kalian adalah di area belakang
menduduki saja spot tersebut dengan bermain setiap hari di situ?
Karena dibiasakan aja sih, jadi mereka pun ikut terbiasa dan akhirnya lama kelamaan fierno mereka pun mendukung kami, sampai akhirnya kami bisa bikin kompetisi skateboard di terminal.
Kami dapat cerita bahwa penamaan Cicaheum Hell Park datang dari judul kompetisi skateboard saat itu di terminal, bagaimana ceritanya?
Ya betul. Sempat pula saat kompetisi tersebut ada kejadian puting beliung, terus mengenai tukang cilok yang sedang mangkal dekat area kompetisi, gerobaknya terbalik dan terbakar, Jadi, sudah mah
CICAHEUM HELL PARK: BERDAYA DENGAN SWADAYA
memang tempatnya ghetto gitu kan ya, ditambah kejadian itu, udah aja bikin makin kuat tuh nama Cicaheum Hell Park, hahaha. Kalo anak-anak main tuh suka nyalain api bakar-bakar rail atau kalo enggak ngambil box
bekas-bekas gitu di pasar kan
suka banyak tuh lalu dibakar- bakarin aja.
Bisa sampai bikin kompetisi di Cicaheum skateboard bagaimana ceritanya?
Ah pengen bikin aja we,
ketika itu pas 17 Agustus 2005-
an, anak-anak sebagian pada urunan, lalu sebagiannya lagi ada yang tugasnya ngumpulin koran-koran bekas salat Id lalu dijualin sama anak-anak itu buat bantu-bantu ngebiayain
bikin alat-alat untuk kompetisi. Terus kurang-kurang kayunya
ngambil sebagian dari pasar,
hahaha. Ya, semangatnya DIY
we, karena kalo DIY mah gak usah diomongin tapi dilakuin. Kami bikin alatnya sehari sebelum acaranya sampai pukul 5 subuh dan kompetisinya sendiri mulai pukul 10 pagi, hahaha.
Keren, itu!
Ya, sebenarnya segitu
sudah sebuah pencapaian. Pada
tahun itu ada suatu komunitas yang sudah punya alat-alatnya
sendiri walau alakadarnya
dan dengan semangat kolektif mampu bikin kompetisinya sendiri. Ya, karena mungkin
GOLOSOR TIMES
kami mah orang-orang susah dan yang namanya orang susah pasti maunya terus berusaha.
jadi, ketika kami punya mimpi
untukdijadiin kenyataan, jadilah seperti itu, jadilah alat, jadilah kompetisi, karena kalo
kami pikir-pikir, seperti yang
tidak mungkin, tapi karena menurut saya mah tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau ngejalaninnya.
Jurinya waktu itu siapa?
Ada Inong sama Arif Maskom, dua living legend itu
yang jadi juri kompetisi waktu
itu.
Dulu sempat vakum juga?
Ya, sempat sekira 2006
mau ke 2007 waktu itu mulai
vakum karena pada tahun segitu
pas saja semuanya pada punya kesibukan masing-masing
mungkin. Ada yang menikah,
WARTEL
yang lain pada baru beres
kuliah, pada mulai bekerja. Saya sendiri, band sudah mulai jalan lagi, Jadi pada sibuk masing-masing saja.
Lumayan lama juga sampai baru
aktif lagi pada 2020 sekarang.
Bagaimana Cicaheum Hell Park bisa kembali aktif?
Ya, 13 tahun kami gak
ngumpul lumayan lama juga. Waktu itu Ihsan KL datang
terus ngajakin buat pada maen-maen lagi, akhirnya semua maen lagi. Jadi kayak reuni saja pada datang lagi, ngumpul-ngumpul lagi.
Kemarin ketika mulai aktif lagi bertepatan dengan pemberlakuan PSBB pertama
kalinya di Kota Bandung dan sempat menjadi seperti
mati. kota Pertanyaanya adalah bagaimana menyikapi
pemberlakuan PSBB khususnya
di Cicaheum?
Kalo anak-anak maen aja we biasa, pas kami reuni juga
dirayakeun we party-party. Da
kami-kami mah gak percaya oge
ama corona. Bahkan itu jadi kesempatan baik untuk kami, karena lockdown itu kan kondisi terminal jadi kosong. Lagian yang maen juga anak-anaknya masih itu-itu aja yang gak ke
mana-mana, yang bisa kebaca
gerak mobilisasinya.
Bagaimana bisa gak percaya
dengan corona?
Karena saya ngerasa yakin bahwa saya tinggal di negara tropis, terus di keseharian juga,
apa sih yang enggak dikonsumsi
sama kita, yang semuanya itu
berupa herbal. Saya percaya corona itu memang ada, tapi saya berpikir corona itu tidak sekejam seperti apa yang diberitakan media, karena kalo
namanya virus pasti bakalan
ada. Kan ada yang lebih bahaya dari corona; TBC, Ebola, demam berdarah, yang ketiga
itu sudah jelas sudah banyak
membunuh, belum lagi HIV.
Apakah ini berarti kalo Butche pro terhadap isu-isu konspirasi global?
Oh enggak, saya berada
di tengah-tengah, individu
merdeka we, kalo mau maen
skateboard ya maen we, terserah itu mau percaya corona atau
gak itu mah persepsi masing-
masing aja ya. Sekarang coba
CICAHEUM HELL PARK: BERDAYA DENGAN SWADAYA
pikirkan sama kalian, sebenarya Cicaheum itu bisa menjadi pusat penyebaran paling tinggi karena itu kan daerah transit, di situ sudah pasti ada terminal, pasar dan masjid tapi alhamdulilah sampai saat ini tidak ada yang sakit karena itu. Kemudian kalo kita lihat di mana pun kalo yang namanya skateboarder anak-anaknya pada susah diatur, mereka para pembangkang, dan itulah makna skate & destroy. Bener, gak? Untuk anak-anak kecil di Cicaheum, ada yang pada maen skateboard juga?
jadi ada Sekarang regenerasi semenjakmulai pada kumpul lagi banyak anak kecil. Dari dulu memang kalo papan-papan itu gak boleh dibawa pulang disimpan di rumah. Jadi ketika setiap ada anak kecil yang mau maen, sok aja pake dan budaya itu sampai sekarang tetap ditanamkan.
Menarik. Ide seperti itu datang dari mana?
Karena anak-anak kan sering pada nge-homless di rumah, jadi si papan tuh pada disimpenin we. Kalo mereka mau pulang, papan pasti disuruh untuk simpen, jadi biar mereka pun pada balik lagi, hahahaha.
Istilah piranha itu apa?
GOLOSOR TIMES
Sebutan anak-anak aja biasa, barudak jibeh; ribut hiji ribut kabeh (berantem satu-berantem semua), hahaha. Maksud dari piranha itu kalo anak-anak maen tuh skill 1% keberaniannya 99%, walau memang mestinya gak gitu juga goblog teh, mesti bener juga maennya, hahaha.
Butche bisa kenalan dengan skateboard dari mana?
Dulu sih dapat skateboard bekas dari kakak, skateboard hiu gitu yang lebar.
Kami menangkap dalam diri Butche, walau sempat tidak maen skateboard 13 tahun, tapi ketika kami membicarakan hal tersebut, api semangatnya masih terasa. Seberapa penting skateboard buat Butche?
Ngomongin soal rasa, itu mah gak bakal bisa hilang sudah karena dibangun bertahun-tahun dan ketika berhenti, yang stop cuma maennya doang tapi kalo soul mah masih ada di skateboard. Bagi saya, yang 13 tahun sudah berhenti maen skateboard, pas ketika maen lagi itu ada satu musuh terbesar yaitu melawan ketakutan. Jadi, kalo menurut saya skateboard itu filosofi hidup, karena pertama kita mesti punya keberanian buat ngelawan ketakutan itu. Kedua, keberanian harus diimbangi pikiran rasional. Ketiga, ketika
mengambil risiko mesti penuh
pertimbangan. Ketiga hal
itu menurut pandangan saya pribadi, ya. Lalu, di skateboard mah equality, mau yang hitam, putih, kuning, semua bisa main bareng dan itu cuma bisa di kultur skateboard yang bisa ngehilangin perbedaan itu semua. Di musik masih ada sedikitnya mah rasis-rasisannya, bisa jadi contoh kalau di metal ada NSBM (Nationalist Social Black Metal). Kalo di skateboard mah gak ada ras-rasan hanya ada satu kata, skateboard.
Selain skateboard, ada musik juga dalam diri Butche. Kedua hal tersebut saling mengisi hidupButche selama ini.
Bagaiman keduanya saling mempengaruhi?
Kultur 80's hardcore pasti dekat dengan skateboard; Circle Jerk,Sucidal Tendencies, masih banyak contoh lainnya dan itu saling mempengaruhi. Memang dua hal itu paling susah saya atur waktunya. Misalnya, kalo saya sudah bermain skateboard, musik pasti ditinggalin kayak dulu pas The Cruel vakum. Terus kalo saya sudah maen musik lagi, giliran
skateboard yang ditinggalin,
jadi dua hai itu saling tarik- menarik, karena kecintaan saya dengan skateboard dan musik sama besarnya jadi mengatur waktunya susah banget.
CICAHEUM HELL PARK: BERDAYA DENGAN SWADAYA
2Hl
Skate Fellas:
Supporting Indonesia's
Next Generation of Skateboarders
GOLOSOR TIMES
pengejawantahan paling
gamblang dari tema edisi
cetak kedua kami ini yaitu
empowering. Movement yang digagas Ahmad Madani ini adalah
yang pertama terlintas di kepala
kami saat brainstorming di ruang redaksi. lakukan
Apayang ia mengingatkan kami pada gerakan- gerakan yang diinisiasi sejumlah
NGO yang sudah well established di luaran sana seperti SkatePal, Skateistan, atau Skate Aid. Skate
Fellas hadir dengan semangat
yang sama yaitu Empowering The Kids dalam bentuknya yang lebih sederhana, humble dan to the point. Bekerja sehari-hari sebagai Graphic Designer di perusahaan swasta diJakarta dan seorang suami yang sudah dikaruniai dua anak
laki-lak, dalam pengakuannya,
ketertarikannya pada skateboard muncul ketika bermain Tony Hawk Pro Skater saat masih di
bangku kelas 5 SD, tetapi skateboard
pertamanya baru ia dapatkan dari
gaji pertama saat mulai bekerja
kantoran. Perkenalan pertamanya dengan skena skateboard lokal
adalah ketika diajak anak-anak
skateboard Untar dan Trisakti untuk bergabung bermain bareng di Untar. Semenjak itulah ia lebih Ditulis oleh senang dan bersemangat bemain Reka Nugraha skateboard.
Arsip Foto Selanjutnya, silakan simak
Ahmad Madani langsung obrolan kami dengan
Ahmad Madani tentang Skate
Fellas dan bagaimana ia memaknai skateboard sebagai bagian dari hidupnya.
Ada siapa saja di belakang
Skate Fellas?
Sejauh ini masih gue sendiri aja. Belum ada yang menemani... Hahaha
Apa yang memicu Kamu untuk akhirnya memulai Skate Fellas?
Tepatnya dari tahun berapa movement ini dimulai dan apakah cuma bakal sendiri
saja, gak coba ngebentuk tim
kerja, mungkin?
Awal mula karena prihatin dengan anak-anak jalanan. Waktu
itu berpikiran mau ngebentuk
organisasi yang mengajak anak-anak jalanan ini untuk main skate sekaligus belajar keterampilan lain untuk masa depannya. Namun mimpi itu sepertinya terlalu besar. Jadi, gue memulai dari yang kecil
dulu. Sekira Juli atau Agustus
2017, gue ketemu sama anak-anak kecil yang jago banget main skate- nya. Namun keadaan papannya udah enggak ada nose dan tail-nya.
Kebetulan dia berasal dari keluarga
yang kurang mampu. Saat itu juga, gue memberi dia tantangan melakukan suatu trick yang belum
pernah dia lakukan. Kalau dia
berhasil, gue menjanjikan akan memberinya satu set skateboard
yang gue punya saat itu. Dalam
waktu sekira sejam, dia berhasil melakukannya. Dari kejadian itulah gue mulai berpikir memulai dari sini dulu dan memulai Skate Fellas pada 13 September 2017. Dengan movement awalnya yaitu membantu anak-anak yang ingin
SKATE FELLAS: SUPPORTING INDONESIA'S NEXT GENERATION OF SKATEBOARDERS
bermain skate tetapi keadaannya tidak mampu. Mau banget sih punya tim yang ngebantu. Cuma belum ketemu orangnya. Hehehe.
Kami rasa tentunya tidak mudah tetap konsisten dalam suatu movement, tentunya banyak waktu dan tenaga yang telah dan akan dikeluarkan lebihbanyak ke depan, bagaimana cara Kamu merawat Skate Fellas agar tetap berjalan hingga sekarang?
Anak-anakyang tidak
mampu begini akan terus ada. Gue berharap Skate Fellas bisa terus ada dan berkembang untuk mereka. Kebetulan juga dukungan dalam bentuk apa pun terus gue terima dari skater maupun nonskater untuk ngejalanin ini semua.
Fokus kerja Skate Fellas adalah anak-anak kecil. Bagaimana caraKamu mengurasi para anak-anak ini untuk mendapatkan Skateboard dari Skate Fellas? Apakah Kamu juga pernah bertemu dan mengobrol dengan para orangtuanya? Kalo iya, apa pandangan mereka tentang Skate Fellas?
SkateFellasmembuka submission aja untuk teman- teman di luar sana. Jika di sekitar
mereka ada anak kecil yang
kurang mampu dan punya niat besar untuk bermain skate, cukup kirimkan videonya ke Skate Fellas beserta latar belakang anak itu.
GOLOSOR TIMES
Nanti Skate Fellas review dulu. Jarang banget sih kalo sampe ketemu orangtuanya. Biasanya kalo enggak ketemu, dapet pesan terima kasih
dari orang tuanya melalui teman
si anak ini.
pola submission Dengan tersebut, sempat pernah
kejadian' sampe ngebludak gak? Karena saking banyaknya yang
masuk.
Kebetulan belum pernah
sampe membludak gitu. Cuma
pernah ada submission yang
masuk pas keadaannya waktu itu stock donasi sedang habis. Jadi,
gue harus ngeluarin dana pribadi
dan mengajak teman-teman di luar sana untuk ikut berdonasi karena konsep Skate Fellas adalah sama-sama saling membantu.
Jadi, dalam satu papan skate yang
didonasikan, terdiri atas berbagai donatur. Jadi, sama-sama berbuat baik, sama-sama dapat pahala.
Sampai sekarang ada berapa
jumlah anak yang sudah dibantu oleh Skate Fellas?
Apakah mereka masih keep
in touch dengan tim Skate
Fellas? Bagaimana kabar Prem yang dari Medan itu, Yuki dari Bengkulu, dan Fadly yang
selalu bersemengat kalo kami lihat di video?
Kalo jumlah masih belum begitu banyak. Mungkin 20-an
anak sampai saat ini. Beberapa
ada yang masih keep in touch, ada
yang dibikinin IG account sama
temannya agar kita bisa liat progress dia. Ada juga yang menghilang
ngga tau ke mana. Prem masih
terpantau aktif bermain skate dan tambah jago. Yuki juga masih main di tempat biasa dia bermain. Fadly kebetulan sudah pindah ikut orang tuanya dan kita lose contact sama dia.
Pernah ada enggak seperti korporasi besar yang datang menghubungi Skate Fellas lalu menawarkan kerja sama? Atau, apakah dari Skate Fellas ada
yang mencoba mengajukan
kepada mereka? proposal Mengingat, setiap korporasi mempunya dana CSR.
Sampai saat ini belum ada. Masih dari brand yang bergerak di industri skateboarding dan skate shop. Kalau untuk mengajukan
雪
SKATE FELLAS: SUPPORTING INDONESIA'S NEXT GENERATION OF SKATEBOARDERS
proposal, gue belum pernah sejauh itu. Mungkin karena belum siap. Masih struggling ngejalanin dan melancarkan hal yang kecil ini dulu.
Pencapaian terbesar Skate Fellasdalam pandangan Kamu akan sampai seperti apa?
Mewujudkan mimpi di
awal yaitu membantu anak-anak jalanan dengan bermain skate sekaligus memberi keterampilan untuk bekal masa depannya. Punya skatepark sekaligus tempat khusus untuk belajar-mengajar keterampilan.
Tentang kampanye Keep Your Skatepark Clean, apa yang melatarbelakanginya? Karena, ini pun bisa berupa kritik terhadap kebiasaan di luar lingkungan skatepark ketika "kebersihan adalah bagian dari iman" hanya jargon.
Sebenarnya dari pandangan gue, skaters sekarang sudah cukup faham soal ini. Sudah banyak yang melakukan hal ini jauh dari sebelum gue mengangkat soal kebersihan. Namanya manusia, pasti kadang lupa atau hilaf. Jadi, harus saling mengingatkan saja. Pesan untuk menjaga kebersihan ini juga pastinya Skate Fellas peruntukkan kepada semua orang yang menerima. Tidak terbatas hanya untuk skater.
Apa yang membuat Kamu percaya kalo skateboard itu bisa mendorong anak-anak kecil lebih positif?
Ini bisa dibilang pengalaman pribadi juga. Dari main skate, gue ketemu berbagai macam orang dari berbagai macam latar belakang dan berbagai macam keterampilan yang mereka miliki. Dari sini gue bisa belajar apa yang mereka jalani, prosesnya seperti
GOLOSOR TIMES
apa, dan hasilnya bagaimana. Berawal dari foto. Dulu ada teman main skate yang sedang belajar fotografi. Dari situ gue juga ikut belajar. Teknik-teknik yang dia pelajari, dibagikan juga ke gue. Intinya sih, dalam pandangan gue, skater ini enggak pelit ilmu. Siapa pun lo, asal main skate, kita teman, kita saudara.
Menarik sekali apa yang Kamu sampaikan. Bagaimana Kamu memaknai skateboardalam hidup?
Skateboard udah bukan permainan atau lifestyle aja sih. Skateboard itu teman hidup. You can't live without it. Skateboard yang membahagiakan lo, skateboard yang mengangkat kreatifitas lo.
Kita tarik ke belakang saat gelombang pertama skateboard ketika tak lebih dari sekedar kayu dikasih roda, sekedar
mainan anak-anak. Menurut pendapat Kamu, apa yang membentuk skateboard hingga sampai saat ini memiliki value lebih dari sekedar permainan anak-anak dan bisa se-inklusif sekarang?
Ini lebih ke lingkar pertemanan yang ada di dunia skateboard aja yah. Kita main sama yang lebih jago, kita ikut jago. Ada teman yang baru belajar main bareng, ngga lama ikut jago juga karena kita. Dan, kita ngga memandang latar belakang siapa yang main skate. Apa pun bentukannya, warna kulitnya, agamanya, pekerjaannya, kita bisa main bersama. Jadi, skateboard itu seperti wadah untuk mencari dan berbagi ilmu gratis. Makannya, skateboard bisa seinklusif ini.
Ada rencana terdekat bagi Skate Fellas? Merch atau event, mungkin?
Rencananya sih mau lanjutin lagi membuat produk yang hasilnya akan digunakan untuk menjalankan program yang ada. Hanya, ada beberapa kendala yang bikin produk ini tertunda-tunda. Semoga bisa cepat ketemu jalan keluarnya. Amiiin, semangat selalu. Terakhir untuk penutup, last shout?
Do good, and good will come to you.
SKATE FELLAS: SUPPORTING INDONESIA'S NEXT GENERATION OF SKATEBOARDERS
4.7% Anarcho/Vol:
Surel dari Teman
di Tanah Kangguru
GOLOSOR TIMES
Diasuh oleh Frans Ari Prasetyo, Hey Ipul & Reka Nugraha
Foto oleh
Akmal Thoriq
a telah menenggak habis sekaleng bir dingin yang ia ambil dari kulkas beberapa saat sebelumnya. Sempat terlintas dalam benaknya untuk mengambil kaleng terakhir yang ada di kulkas, tapi muncul rasa keraguan untuk itu. Dirasanya akan lebih tepat meminumnya ketika ia menyelesaikan surel untuk sahabatnya yang tengah berada di Tanah Kangguru. Menulis surel bukanlah kebiasaan dia, tetapi ada hal yang menggelitik yang akhirnya menjadi alasan kuat menyapa sahabat lamanyatersebut melalui surel, bukan melalui kanal pengiriman pesan pendek.
4.7% ANARCHO/VOL: SUREL DARI TEMAN DI TANAH KANGGURU
Kota Kembang, 13 Nopember 2020
Pada sahabat Tamtam Nurhadi
Di Kangguru
Salam sejahtera Tam,
Gimana kabarmu di sana? Baru tersadar hampir setahun sudah Kamu
belum balik ke Kota Kembang ini, apakah alasan penutupan penerbangan
ke Kota Kembang ini yang menahan Kamu balik ke sini? Namun, apa pun alasannya, kami berharap Kamu di sana dalam keadaan sehat baik fisik dan mental. Bagaimana juga kabar penelitianmu di sana tentang suku asli "Kangguru"? semoga itu pun tetap berjalan baik.
Saya kirim surel ini untuk membagi kabar kalo saya dengan istri
dalam keadaan baik dan sehat walau tentunya struggle nowadays is a real deal. Selain ingin berbagi kabar tentang itu, juga ada hal yang bikin menggelitik akhir-akhir ini, Tam, di Kota Kembang, tempat kelahiran kita. Sekarang di sini akan begitu sangat mudah kita temui spanduk-spanduk penolakan terhadap Anarko Sindikalis sebelum akhirnya berganti menjadi “Selalu Patuhi Protokol Kesehatan". Bahkan untuk beberapa saat ketika, menguatnya tensi gelombang protes anti Omnibus Law di hampir seluruh titik wilayah negara kita
mampu menggeser perhatian banyak orang menyangkut penanggulagan
pandemi Covid-19.
Di kota ini, spanduk-spanduk penolakan pada gerakan Anarko
semakin banyak tersebar di beberapa titik yang saya lewati termasuk di depan pagar Gedung Sate atau Kantor Gubernur Barat Jawa yang bertuliskan, "Masyarakat Kota Kembang Menolak Anarko”.
Penggunaan kata “Masyarakat" itu sangat ambigu karena entahlah, masyarakat mana yang mereka maksud dan siapa yang membuat spanduk-spanduk tersebut. Hal tersebut justru memicu saya berselancar dan mulai mengetik di kolom mesin pencarian dengan kata kunci Anarko Sindikalisme. Hasilnya, saya mendapat beberapa informasi yang mencerahkan seperti sejarah gerakan Anarko dari abad ke-17 di Eropa sampai Amerika Serikat.
Selain yang mencerahkan, saya mendapatkan informasi yang bikin
bingung terlebih mengenai Anarko Sindikalis yang dimuat pada banyak kolom berita arus utama media lokal kita yaitu tentang penangkapan ketua Anarko Sindikalis Indonesia oleh Polda Metrojaya bernama Pius, lengkap dengan tato “A" besar di dadanya si Pius ini. Dari pengakuan Pilus selaku ketua Anarko, dia mempunyai cita-cita
membuat tatanan dunia baru tanpa pemerintahan. Dia sendirilah yang
GOLOSOR TIMES
mengakui mempunyai kode nama yaitu Al sebagai ketua, kemudian ada A2 sebagai bawahan dan seterusnya. Hingga bagian ini, di kepala saya langsung teringat dengan sinetron kelas Indosiar saat mereka sedang dalam tahapan penyusunan skenario untuk diajukan pada produser Sonu Samtami agar digubah menjadi sinetron azab-azaban. Sehingga, mereka akan dengan begitu mudahnya menghidupkan hantu-hantu Anarko Sindikalis setelah sebelumnya hantu komunisme sudah terlalu usang untuk diperjualbelikan.
Tentunya, saya awam dan bingung dengan persoalan Anarko
POLISI
Sindikalis yang ditolak masyarakat Kota Kembang, ditambah informasi dari sang ketua Anarko yang mempunyai kode nama unik macam ukuran kertas A1, A2, A3, hingga A4. Saya rasa, selain untuk saling berbagi kabar masing-masing ada baiknya juga untuk menanyakan hal-hal yang berpaut dengan faham Anarko/Anarki ini dengan Kamu, Tam, yang tentunya Kamu akan lebih faham persoalan beginian.
Agar mempermudah Kamu, Tam, saya sudah siapin beberapa daftar
pertanyaan gitu. Jadi, Kamu bisa dengan mudah tinggal menjawabnya, tapi sorry nih pake bahasa yang membumi ya, hehehe. Soalnya ini bukan untuk jurnal akademis, untuk bacaan selingan saya saja sambil minum bir berdua bareng istri, yang tumbennya dia sekarang jadi lebih memilih bir
daripada Cabernet Sauvignon.
Sahabatmu
Andy Waluya.
*** Surel tersebut langsung ia kirim segera setelah ia menyelesaikannya. Niat untuk membuka kaleng bir terakhir di kulkas ia urungkan lagi karena istrinya memanggil berulang-ulang dari dalam kamarnya. Setelah melihat jam di laptop, baru tersadar ternyata waktu sudah terlalu larut untuk tetap maksakan matanya bekerja dan mungkin atas alasan itu pula istrinya tersebut memanggil dia untuk segera istirahat.
*** Notifikasi surel balasan dari Tamtam masuk melalui gawai Andy seminggu setelah ia mengirimkan surel nya tersebut. Dalam balasan yang dikirim temannya itu, Tamtam menuliskan:
4.7% ANARCHO/VOL: SUREL DARI TEMAN DI TANAH KANGGURU
Kangguru, 21 Nopember 2020
Buat Kamu Andy Waluya
Di Kota Kembang
Asalamulaikum Andy,
Ah, senang rasanya mendapati surel dari Kamu dan membaca Kamu Pbeserta istri dalam keadaan sehat. Saya disini pun dalam keadaan baik, betul memang kata Kamu, hidup hari ini metode struggle-nya gak bisa diajak
becanda. Riset saya di sini pun sempat tersendat karena lockdown yang
dijalankan pemerintah setempat. Lalu pihak yang mendanai riset kami,
sialnya mengundurkan diri, tetapi beruntung, tim saya dengan semangat
kolektivitas yang kuat, akhirnya setelah berbagai cara pengumpulan dana kami tempuh, riset kami bisa tetap jalan. Bahkan beruntungnya karena sekarang kami berdiri sendiri, tidak mesti merasa berhutang budi pada
siapa-siapa. Sehingga, tidak ada yang ikut campur dari luar circle tim kami.
Soal lampiran Kamu dari surel sebelumnya, sudah saya baca dan jawab juga yang karena alasan itu pula surel balasan ini cukup lama bisa terkirim. Semoga Kamu bisa cukup puas dengan apa yang saya tuliskan sebagai jawaban-jawaban atas pertanyaan Kamu soal Anarkisme. Akan tetapi, bicara soal si Pilus itu memang lucu banget sih. Saya sempat dapat juga cuplikan videonya, kiriman dari teman saya dari Kota Pitung. Šemoga kita lekas bisa bertemu lagi nanti di Kota Kembang. Kamu dan temen-temen lainnya masih suka main skateboard kan? Nanti-nanti ajakin saya lagi ya buat ikut dokumentasiin kegiatan kalian. Untuk sekarang sebagai penutup; salam sehat selalu!
Teman sebotol Tamtam Nurhadi. USI *** Girang mendapati kabar temannya sehat dan lancar dalam segala urusannya, setelahnya itu ia segera mengunduh lampiran yang temannya itu kirimkan berbarengan surel balasan.
AGOF
Plethos... Andy membuka kaleng birnya. Dengan posisi duduk yang
dibikin senyaman mungkin, ia mulai membacai lampiran jawaban, atas pertanyaannya soal Anarkisme dari Tamtam;
GOLOSOR TIMES
Dimulai dari pertanyaan yang umum nih, Apa itu Anarkisme?
Terkait anarkisme, ini merupakan filosofi politik dan ekonomi politik yang radikal dan revolusioner. Namun meskipun ada banyak definisi anarkisme, sebagian besar akan setuju dengan definisi yang dirumuskan oleh Peter Kropotkin, yaitu sebuah nama yang diberikan pada prinsip atau teori kehidupan dan perilaku di mana masyarakat dipahami tanpa
pemerintah -keharmonisan dalam masyarakat seperti itu diperoleh,
bukan dengan tunduk pada hukum, atau dengan ketaatan pada otoritas apa pun, tetapi dengan kesepakatan bebas yang dibuat antara berbagai kelompok, teritorial dan profesional, yang dibentuk secara bebas demi produksi dan konsumsi, serta untuk kepuasan berbagai kebutuhan dan aspirasi makhluk beradab yang tak terbatas. Proses di mana otoritas dan dominasi diganti dengan struktur horizontal non-hirarkis, dengan asosiasi sukarela antara manusia. Ini adalah bentuk organisasi sosial dengan seperangkat prinsip kunci, seperti organisasi mandiri, asosiasi sukarela, kebebasan, otonomi, solidaritas, demokrasi langsung, egalitarianisme, dan saling membantu. Berdasarkan prinsip dan nilai ini, anarkisme menolak ekonomi kapitalis dan nation state yang diatur melalui demokrasi perwakilan. Intinya seperti campuran dari penekanan liberal pada kebebasan individu dan penekanan komunis- sosialis pada masyarakat yang setara. Teori anarkis -seperti kebanyakan ideologi politik- bukanlah konsep yang konsisten dan homogen. Ia berkembang saat orang yang berbeda mengartikulasikan ideologi intinya dengan cara yang berbeda. Pemikir anarkis memberikan berbagai kontribusi pemikiran anarkisme dalam berbagai varian, seperti Pierre-Joseph Proudhon, William Godwin, Peter Kropotkin, Mikhail Bakunin, Emma Goldman, Max Stirner, Rudolf Rocker, Murray Bookchin, selain itu ada beberapa pemikir yang karya-karyanya merepresentasikan kuat anarkisme seperti David Greaber hingga James C Scoot. Mengambil contoh saja, apa yang Godwin kembangkan dalam anarkisme terkait kritik mendalam terhadap negara dan kekerasan strukturalnya, dengan alasan bahwa negara dan pemerintahannyamemilikipengaruhburukterhadapkeadilanmasyarakat sehingga menimbulkan ketergantungan yang tidak diinginkan dengan menunjukkan bahwa hukum dan perundang-undangan diciptakan oleh orang kaya dan berkuasa. Apakah ini terdengar akrab di Indonesia. Lihat saja yang terbaru terjadi di Indonesia, pengesahan undang-undang neoliberal-catastrophe bernama Omnibus Law itu yang menimbulkan protest dan mengakibatkan clash. Indonesia sekarang seperti era Bolshevik, dimana terlibat dalam hal-hal seperti gerrymandering, penyensoran, menggunakan aparat negara untuk memenjarakan dan membunuh lawan politik tanpa sesuatu yang menyerupai proses hukum, dan seterusnya.
4.7% ANARCHO/VOL: SUREL DARI TEMAN DI TANAH KANGGURU
■ ■
Lalu, apakah anarkisme ada dalam protes itu? tentu saja ada, mengingat apa yang negara lakukan dan berbeda dengan konsepsi anarkisme itu sendiri, misalnya jika hanya merujuk kepada apa yang Godwin narasikan. Namun apakah anarkisme yang menciptakan clash? belum tentu, karena clash bisa muncul dari berbagai cara, motif dan aktor termasuk dari pihak negara itu sendiri melalui aparatusnya, polisi, militer termasuk dari paramiliter. Untuk pendekatan non-akademis dan fiksi untuk memahami anarkisme, saya sangat merekomendasikan karya Ursula Le Guin, sebuah novel fiksi ilmiah tahun 1970-an berjudul The Dispossessed.
Kapan Anarkisme mulai berkembang dan kenapa?
Di Dunia? atau di Indonesia ?. Ok, jika di dunia rujukan paling awal tentu saja harus merujuk kepada sejarahnya. Berasal dari bahasa Yunani anarkhia yang berarti "tanpa otoritas," anarkisme, anarkis, dan anarki digunakan untuk menyatakan persetujuan dan ketidaksetujuan. Dalam
penggunaan awal, semua istilah ini merendahkan: misalnya, selama
Perang Saudara Inggris (1642–1651) para radikal menyerukan hak pilih yang kemudian oleh lawannya disebut sebagai “Switzerising Anarchists”. Lalu dalam Revolusi Prancis (1789-1799) pemimpin faksi Girondin yang moderat, Jacques-Pierre Brissot, menuduh saingannya yang paling ekstrim, Enragés, sebagai pendukung “anarki". Tapi anarkisme sebagai sebuah gerakan di dunia tentu saja muncul antara 1870–1940an dengan perkembangan penting dalam sejarah anarkisme melalui munculnya doktrin “propaganda of the deed”. Sejumlah kongres anarkis internasional
3b
10.51
GOLOSOR TIMES
一 ■
diadakan pada fase itu dan yang paling terkenal diadakan di London tahun 1881 dan Amsterdam tahun 1907. Namun tidak ada organisasi sedunia yang efektif pernah dibentuk, meskipun pada akhir abad ke-19 gerakan anarkis telah menyebar ke semua benua dan dipersatukan oleh hubungan informal korespondensi dan persahabatan diantara tokoh- tokoh terkemuka. Pada era tahun 1890-an banyak dari mereka mendirikan sekolah dan komunitas eksperimental dalam upaya untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsip anarkis. Intinya pemikiran anarkis berkembang di Barat dan menyebar ke seluruh dunia, terutama pada awal abad ke-20. diteritorialkan dan
Setiap wilayah atau yang sekarang d
diadministrasikan dalam bentuk negara memiliki sejarah anarkisme yang berbeda-beda, seperti di Italia, Perancis yang banyak terdapat kaum anarkis diakhir tahun 1800an atau spanyol dan Belanda Atau perkembangan anarkisme di Rusia, America, Latin Amerika, Asia seperti di Jepang, China, Korea, Vietnam termasuk di Indonesia. Untuk Indonesia sendiri, mayoritas orang akan mengatakan bahwa 1998 adalah saat anarkis dan anarkisme muncul, tapi menurut saya, bisa lebih awal lagi, melalui perkembangan scene punk dan metal di tahun 80an atau awal 90an. Penggulingan orde baru di tahun 1998 dengan nama reformasi adalah moment penting semua orang turun ke jalan, termasuk para anarkis ini untuk melawan militer, polisi, dan pemerintah. Gerakan pengorganisiran bawah tanah melalui media underground seperti zines, pendistribusian illegal buku-buku kiri (termasuk buku tentang anarkisme) berperan signifikan dalam menciptakan momentum dan resonansi kebangkitan pengorganisasian dan gerakan-gerakan kiri-anti-kapitalis, anti neoliberalisme ini. Lalu, kenapa anarkisme muncul? sederhananya mengikuti etimologinya, yaitu “tanpa penguasa” atau "tanpa otoritas". Itu berarti
4.7% ANARCHO/VOL: SUREL DARI TEMAN DI TANAH KANGGURU
■
tidak adanya dominasi, hirarki dan kekuasaan atas orang lain. Ini konsepsi dasar kemunculannya, lalu dalam perkembangannya bermutasi dalam berbagai varian berdasarkan definisi dan gerakannya, tetapi tetap dalam satu sel utama dan tetap berada dalam rel dari konsepsi tersebut.
Pada suatu hari, saya mendengar celotehan dari almarhum nenek
saya yang masih tinggal di desa. Dia berceloteh, "Nini mah teu tiasa
bahasa Indonesia. Ku Sunda we da nini mah can pernah ngarasaan oge jadi orang Indonesia teh kumaha." Apakah dari celotehan sederhana tersebut bisa disimpulkan bahwa nenek tersebut secara tidak dia sadari tengah mengamalkan nilai-nilai anarkis?
Hal ini sangat menarik, karena dalam struktur masyarakat terutama masyarakat adat dan mungkin nenek anda juga menjadi bagian dari masyarakat adat atau memiliki pemahaman sebagai masyarakat adat bukan sebagai warga negara. Masyarakat adat sendiri merupakan sebagai
sebuah kesatuan kesepakatan hukum baik secara tertulis maupun lisan yang
berada dalam kesatuan penguasa(an) dan kesatuan lingkungan hidup yang
membentuk budaya dengan ciri khas tertentu yang hidup berdasarkan hak bersama terhadap common resources bagi semua masyarakatnya, hal
yang sangat berbeda dengan negara. Jadi system masyarakat adat ini sudah
ada sangat lampau jauh sebelum sistem masyarakat modern terbentuk, seperti sistem negara.
Negara Indonesia sendiri terdiri dari ratusan masyarakat adat yang
tersebar dipelbagai tempat. Seperti Suku Baduy di Jawa barat, Suku Anak Dalam di Jambi-Sumatra, Suku Dayak di Kalimantan hingga suku-suku di Papua, yang mereka semua memiliki value adat yang khas, namun memiliki persamaan, yaitu kehidupan komunal berdasarkan hak bersama terhadap common resources. Namun ketika negara Indonesia terbentuk, suku-suku adat ini berada dalam kontrol administrasi negara. Lalu apakah hal ini menjadi preseden baik? buktinya konflik adat terutama terkait permasalahan lahan adat mendominasi konflik agraria di Indonesia. Jadi buat apa negara ini jika menimbulkan konflik bagi
masyarakatnya, khususnya masyarakat adat, sederhananya begitu. Lalu
apakah masyarakat adat telah mengamalkan nilai-nilai anarkis? Bisa jadi karena pada dasarnya masyarakat adat itu hidup secara komunal dengan hak dan kepemilikan resources bersama yang dibentuk berdasarkan konsensus bersama, walaupun memiliki hirarki berupa kepala adat tetapi hirarki ini sifatnya bukan mengontrol seperti peran otoritas pada negara, namun sebagai bagian dari konsensus penghormatan terhadap relasi antara leluhur dan manusia serta diantara manusia itu sendiri.
GOLOSOR TIMES
一 一
AKTI
Miskonsepsi atas anarkisme sering terjadi dalam pemahaman
masyarakat kita, terlebih ketika media arus utama yang tetap
menggunakannya sebagai pelabelan bagi perusuh pada suatu aksi tertentu. Kalau kita coba runut, kenapa hal tersebut bisa terjadi? Sejak kapan? Serta kenapa sampai sekarang miskonsepsi tersebut masih melanggeng?
Setidaknya kita dapat membedakan antara dua aliran yang agak berbeda dari anarkisme, anarkisme sosial dan anarkisme libertarian. Sementara anarkisme sosial menekankan pada masyarakat dan seringkali mendukung ekonomi politik yang mensosialisasikan alat-alat produksi. Anarkisme libertarian sebagian besar berkaitan dengan memastikan jumlah maksimum kebebasan bagi individu. Di sini, keinginan individu dianggap lebih penting daripada masyarakat yang harmonis dan egaliter. Nah miss konsepsi masyarakat kita itu terhadap yang mana atau jangan- jangan memang tidak mengerti tentang konsepsi anarkisme itu sendiri. Selama dua dekade terakhir ini, praktik anarkis telah menikmati kebangkitan yang signifikan. Ini terutama terlihat dalam gerakan sosial baru yang telah dipengaruhi oleh bentuk-bentuk organisasi anarkis dengan struktur horizontal dan proses pengambilan keputusan yang tidak representatif. Kapanpun protes publik memicu perilaku kekerasan, media arus utama seringkali dengan cepat merujuk pada “anarki” dan “anarkis”. Yang disebut anarkis adalah pengunjuk rasa yang membakar ban atau terlibat bentrok dengan polisi. Dalam narasi ini, kaum anarkis adalah penjahat tanpa hukum dan anarki adalah tentang kekacauan dan kekerasan yang tidak ada gunanya. Contoh terbaru di kota Kembang dapat dilihat dari aksi protes #reformasidikorupsi tahun 2019 dan #tolakomnibuslaw di tahun 2020, setelah sebelumnya muncul bentrok dalam aksi mayday 2018, hingga
GOLOSOR TIMES
■ ■
aksi melawan penggusuran terhadap kampung-kampung kota, seperti di Tamansari tahun 2019 lalu. Itu semua memang melibatkan sejumlah kelompok anarkis-dan ada wabah kekerasan yang terbatas-namun persamaan kekacauan dan kekerasan dengan anarkisme hampir sama produktifnya dengan persamaannya, lingkaran dengan kotak. Tampaknya mungkin menemukan ketegangan yang muncul terus, dari ini semua dalam kaitannya dengan interpretasi anarkis yang sesuai tentang otonomi dan kebebasan, dalam asal-usul pribadi dan sosial yang beragam. Ini terkait dengan kurangnya kehalusan, kompleksitas, ketidaksadarannya akan nuansa dan ambiguitas.
Apakah betul tindakan perusakan fasilitas umum, simbol-simbol negara, dan korporasi itu merupakan aksi simbolik untuk mencuri perhatian serta memicu kesadaran masyarakat atas persoalan- persoalan ketimpangan yang terjadi? Apakah pola tersebut masih efektif digunakan saat ini? Kemudian, apakah ada alternatif lain yang dapat digunakan untuk menarik simpati massa atas isu dan melakukan aksi supaya lebih masif?
Tidak bisa melihat hal tersebut secara parsial, karena hal ini sangat kompleks keterkaitannya. Namun sebagai agresi publik, aktivitasnya tampaknya dipandu oleh refleksi pembebasan dan (mungkin) dialektika spontan. Hal ini juga terkait tentang ketegangan antara metafora dan koherensi. Orang metafora menantang pendukung koherensi. Karena dalam mengejar koherensi yang selaras dengan rasionalitas, terdapat praktik dan cara berfikir dengan mengabaikan sensibilitas yang penting bagi kesadaran pembebasan yang luas dan beragam. Bagaimanapun, anarkisme adalah “merek", untuk memberi tahu publik, dengan cara bersedia membuka kembali pertanyaan politik mendasar, namun tampaknya seperti strategi yang berisiko dari perspektif manajemen merek, hingga kesalahan publik bahkan negara termasuk polisi dan militer membaca ini semua.
Ketakutan yang muncul dari anarkisme yang timbul ini terkait
perkawinan antara teknologi yang disponsori kapitalis dan utopia kota, yang melingkupi aktifitas keseharian, mengakibatkan menunjukkan ketidakmampuannya untuk memahami matriks penuh dari organisasi sosial dan psikologis, hierarkis dan tersegmentasi yang melekat dalam masyarakat modern; ekonom Marxis dalam filsuf anarkis dan ahli ekologi sosial. Di sini kesadaran tentang “penjaga nalar" bukanlah kenaifan instrumentalis tetapi referensi intelektual penting untuk membimbing kritik. Pengalaman pribadi dari kerja keras atau marginalisasi yang dipaksakan, menginspirasi semangat yang berbeda dari yang tercipta dalam bidang kenangan romantis yang dipilih dan gerakan radikal yang
POLISI ditekuni.
4.7% ANARCHO/VOL: SUREL DARI TEMAN DI TANAH KANGGURU
■ ■
Bagaimana cara para anarkis mewujudkan apa yang mereka perjuangkan?
Meskipun secara luas saya membenarkan tentang sifat dari periode yang sekarang dijalani-tentang absurditas politik dan negara ini diakhir ledakan pasca reformasi lalu krisis ekologi yang berkembang serta sejauh mana krisis pada awal 2010-an menjadi periode ekspansi ekonomi selanjutnya. Kita semua meremehkannya padahal masih akan ada siklus boom dan bust. Di sisi lain, menekankan dampak malapetaka yang dihadapi kapitalisme dan akan terus terjadi pada lingkungan dan kelas pekerja dan itu sebuah kebenaran sekarang ini. Kita dapat menunjukkan kekuatan obyektif tertentu, yang tidak diragukan lagi sebagai nilai yang penting, tetapi harus ada yang lebih dipertaruhkan daripada sekadar “keterbelakangan" ekonomi politik
dan gerakan sipil. Situasi ini yang membawa mereka kepada apa yang
ditawarkan oleh anarkisme. Tetapi pada saat yang sama kelompok semakin kecil dan kecil, dan begitu mereka tidak lagi melihat dirinya dalam pusaran sipil dan negara. Maka, kanvas yang lebih luas dan diskusi serta percakapan intensif sangat disarankan untuk membagi peran, mengambil inisiatif dan menentukan ketegangan mana yang menjadi jalan untuk interpretasi selanjutnya. Kita semua bisa berbagi lapar dengan gerakan sosial yang bisa menjadi benih di masyarakat dalam cangkang yang lama, sebagai penebusan keinginan, imajinasi serta memberikan desakan kemungkinan jenis gerakan dan pemikiran organik yang berbeda di ruang-ruang publik sipil sekarang ini.
Apakah yang mereka perjuangkan itu adalah suatu hal yang utopis?
Utopis atau tidak tergantung bagaimana melihat peran dan posisi anarkisme dalam konteks relasi masyarakat sipil, negara dan kapitalisme. Ini bukan menghindar, tapi mungkin mencoba pahami. Berguna untuk dapat mendengarkan dan tidak hanya berbicara. Dan tentu saja, tradisi anarkis sangat baik dalam masalah ini, dengan penekanan pada konsensus, menggunakan fasilitator daripada kursi, dan sebagainya. Melalui retorika marah dan estetika subversif, anarkisme muncul diruang publik melalui massa pemuda idealis berteriak kebenaran untuk berkuasa atas akord yang berderak dan drum yang berdebar, tetapi kurang tertarik pada tindakan politik yang nyata. Namun dalam konteksnya, gerakan anarkis merepresentasikan sesuatu yang sangat berbeda; ekspresi ketidakpuasan massa yang muncul tepat saat kekuatan politik yang diperlukan memasuki kemunduran. Ada upaya setidaknya untuk mendorong semua orang berpartisipasi atas dasar kesetaraan. Bagaimanapun, itulah yang ideal.
GOLOSOR TIMES
一 ■
Ketika dalam kesedaran seperti apa orang akhirnya mengukuhkan diri sebagai seorang anarkis?
Penekanan gerakan pada otonomi struktural dan permusuhan terhadap kapitalis dan negara adalah koneksi yang paling menonjol ke ideologi anarkis, yang menyerupai bentuk sindikalisme budaya. Sebuah kondisi yang dapat terlihat agar berkomitmen secara politik untuk dapat berkembang, maka harus secara aktif dimobilisasi oleh kelompok politik. Ini adalah kondisi yang menguntungkan bagi munculnya gerakan oposisi anak muda yang berkomitmen secara politik.
Mungkin ada anarkis yang menganggap mereka sebagai seorang
anarkis yang berpura-pura, tapi pasti ada orang-orang yang berkontribusi pada gerakan sosial tidak menerima bahwa mereka adalah bagian dari
gerakan anarkis. Saya tidak terlalu tertarik untuk mencoba membuktikan
seorang anarkis. Jelas saya dipengaruhi oleh Marx, tetapi juga berpikir bahwa kita dapat belajar banyak dari banyak lainnya, Salah satu keuntungan dari tradisi anarkis adalah bahwa ia terbuka dengan cara yang tidak dimiliki oleh Marxisme. Anarkisme tidak mengklaim mengetahui segalanya dan ingin belajar
dari tradisi teoritis lainnya. Ada juga yang bersikeras bahwa tidak mungkin
menjadi anarkis dan sosialis, Namun hampir semua anarkis klasik menyebut diri mereka sosialis. Proudhon menyebut dirinya seorang sosialis, begitu pula Benjamin Tucker, dan tentu saja Emma Goldman. Tetapi apakah saya mendiskusikan anarkisme dengan warga sipil? Tidak. Saya ada di sana bersama mereka belajar Bersama untuk dapat berpikir mandiri lalu melakukan gerakan sipil apapun bentuknya. Anarkisme tetap menjadi metronome dari gerakan sipil dengan varian ketukan dalam resonansi yang sama walaupun amplitude berbeda.
4.7% ANARCHO/VOL: SUREL DARI TEMAN DI TANAH KANGGURU
■
Dalam sejarah peradaban manusia, pernahkah para anarkis mencapai suatu titik kemenangan?
Saya tidak tahu bagaimana kemenangan itu terukur, tetapi pertanyaan harus diajukan tentang kelayakan praktik anarkis, di mana organisasi anarkis sangat jelas dapat bekerja di tingkat lokal, di tingkat komunitas kecil dan di tingkat daerah pedesaan. Lihat gerakan Zapatista, masyarakat di Cheran, di Rojava dan sebagian besar wilayah pedesaan Kurdi yang melakukan gerakan sipil dengan bersenjata atau melakukan penyadaran sipil tentang hak-hak sipil mereka di termasuk di area perkotaan seperti di kota Kembang, misalnya terkait hak buruh hingga perlawanan terhadap perampasan lahan dan penggusuran oleh negara dan kapitalisme walaupun mereka kehilangan itu secara fisik namun pemikiran warga menjadi berbeda, dan itu hal yang penting juga yang tidak bisa naif untuk diakui Jadi kemenangan itu dalam wujud apa dan bagaimana. Kegemilangan kapitalisme juga ditandai oleh kemunculan gerakan serikat masa, celakanya kecanggihan kapitalisme ini yang memungkinkannya untuk mengintegrasikannya ke dalam perkembangan yang prosesnya dimulai saat korporasi dan negara merasa harus menerima keberadaan mereka (misalnya serikat buruh) sehingga mereka disatu sisi diakui sebagai pekerja disisi lain upaya pengontrolan gerakan serikat masa.
MAYDAY
DESAINER IS NOT -JUGA-
BURUH
GOLOSOR TIMES
■ ■
Dalam prosesnya, para pekerja memperoleh sesuatu tetapi pemberi kerja memperoleh jauh lebih banyak: kondisi stabil untuk eksploitasi tenaga kerja yang berkelanjutan, angkatan kerja yang tenang, dan perwakilan pekerja dari tingkat atas ke bawah, guna mempertahankan perdamaian,
ketertiban, dan semangat tanggung jawab bersama untuk kesejahteraan
kapitalisme dengan peran negara sebagai pengontrol masa dan serikat hingga penengah “netral”. Perjuangan anti-serikat pekerja ini akan dipaksa untuk mengubah diri mereka sendiri menjadi struktur alternatif yang mengambil fungsi serikat, atau mundur ke situasi atomisasi atau tanpa struktur serikat. Yang terjadi dalam konteks Indonesia adalah mundur dan tanpa struktur serikat dan bergabung dalam lingkup masyarakat sipil yang lebih cair yang memudahkan gerakan mereka terus bekerja secara gerilya tanpa kooptasi atau pengelompokan. Walau ujungnya terdapat label, itu sudah bukan lagi hal penting, karena yang penting adalah bersama rakyat sipil menolak penindasan negara dan kapitalisme bagaimana pun caranya dan sistematikanya. Turun ke jalanan dalam berbagai demonstrasi dan gerakan social adalah salah satunya. Kritik terhadap serikat pekerja terkooptasi serta kesadaran akan sifat kontradiktifnya merupakan inti dari anarko-sindikalisme dan sumber vitalitasnya. Dalam hal ini, ia menangkap realitas fundamental dari kelas pekerja di dalam kapitalisme dan memasukkan dirinya ke dalam medan di mana revolusi sosial lahir, dan di mana revolusi tersebut juga berulang kali hilang. Ini contoh sederhana yang terjadi, lalu apakah para Anarkis ini mencapai di suatu titik kemenangan tertentu, itu tergantung perspektif dalam melihatnya.
Di Indonesia, bagaimana siklus pergerakan anarkisme? Apakah gerakan Black Bloc di Kota Kembang dan kota lainnya pada saat Mayday 2018 merupakan salah satu aksi langsung dari para anarkis?
Pembersihan anti-komunis tahun 1965 menciptakan efek mengerikan pada segala jenis pengorganisasian kiri dan perjuangan anti- kapitalis. Era Orde baru, Indonesia menghadapi penindasan struktural dan budaya yang parah. Buku teks disensor, buku dilarang, simpatisan yang dicurigai terus diseret untuk diinterogasi dan banyaknya korupsi
dan kronisme yang terjadi disemua tingkat pemerintahan semakin
meningkatkan ketimpangan pendapatan yang besar dan pencurian common resources. Era reformasi situasi tidak berubah, kekerasan negara, korupsi dan kronisme tetap terjadi bahkan lebih masif. Gerakan politik anti pemerintahan ordebaru menciptakan demonstrasi besar di Indonesia, selain itu Indonesia juga merupakan negara yang common resource-nya di jarah kapitalisme. Maka gerakan yang didasari oleh anarkisme juga
4.7% ANARCHO/VOL: SUREL DARI TEMAN DI TANAH KANGGURU
tumpang tindih dengan gerakan protes penggulingan rezim ordebaru ini termasuk dengan gerakan lingkungan juga. Momen dalam sejarah Indonesia ini, bersama dengan kegagalan revolusi komunis pada tahun 1926, telah menunjukkan batasan dari apa yang dapat dilakukan oleh Marxisme-Leninisme di Indonesia. Akibatnya, ini membuat perjuangan kiri untuk mendekati perjuangan kapitalisme dari sudut pandang sosialis atau komunis lebih kecil daripada dari sudut pandang anarkis, yang mungkin menjelaskan peran menonjol dari anarkis dari berbagai garis di Indonesia saat ini. Di balik tabir demokrasi dan supremasi hukum terdapat otoriterianisme neoliberal yang memaksakan kepentingan bisnis dan perdagangannya dengan kebrutalan tanpa batas dan tanpa memperhatikan hak-hak rakyat. Pemberantasan dan pemisahan kelas bawah secara perlahan mengingatkan pada praktik kolonial. Setidaknya pada 1980-an, kaum anarkis tampak sangat terlibat dalam gerakan punk, termasuk di Indonesia. Berpartisipasi dalam acara-acara semacam itu, tetapi kebanyakan menerbitkan surat kabar, terlibat dalam Food Not Bombs dan mencoba membangun kelompok-kelompok lokal di seluruh negeri serta mengambil bagian dalam berbagai demonstrasi dan membantu membangun kontingen anarkis dan antikapitalis di acara-acara semacam itu. Selain itu mencoba melakukan pengorganisasian komunitas, mendukung kampanye anti-fasis serta membangun afiliasi dengan buruh secara informal, tapi tidak selalu dengan serikat buruh formal. Pemerintah tampaknya putus asa dengan perlawanan warga, dalam aksi Mayday atau gerakan perlawanan di Tamansari, yang tumbuh dari hari ke hari yang sebagian besar adalah anarkis, tetapi mereka berasal dari latar belakang sayap kiri yang berbeda. Anarkis di Indonesia menjadikan kehadiran mereka sebagai ancaman berbahaya bagi negara, kapitalis, dan monarki Indonesia. Represi sistematis tampaknya menjadi program tegas pemerintah Indonesia. Gerakan Black Bloc di kota Kembang atau dalam beragam aksi protes lainnya, yang terkait dengan tuntutan sipil, terhadap negara secara tidak langsung, menjadi arena praktik dari anarkisme, untuk menunjukan apa yang mereka pikirkan, tentang anarkisme itu sendiri didalam ruang-ruang gerakan sipil. walaupun berbagai macam tuduhan akan muncul tapi setidaknya arena ini menunjukan tentang keberadaan anarkisme itu sendiri yang lebih kongkrit.
Selain bergabung dengan serikat buruh pada saat aksi langsung, adakah aksi lain yang dilakukan anarkis untuk melawan negara dan kebergantungan kepada kapitalisme? Mengingat, saat ini, hal yang paling disorot masyarakat luas pasti melulu persoalan merusuh saat demonstrasi.
Tidak selalu harus bergabung dengan serikat buruh, namun
GOLOSOR TIMES
1 一
kurangnya gerakan progresif yang berpengaruh membuat mereka teratomisasi, seringkali tidak efektif, dan tidak dalam posisi untuk menjadi tandingan dari sebuah gerakan politik. Mengambil contoh yang terjadi di kota Kembang, dimana sebuah koalisi jaringan kultur anak muda, terdiri dari mahasiswa, buruh informal yang didalamnya terdapat para anarkis melakukan gated organize dalam protes Mayday 2018, di mana ribuan orang melakukan longmarch menuju kantor pemerintahan (Gedung sate), lalu terdapat longmarch lainnya yang di organisir secara terbuka oleh berbagai serikat buruh yang berbeda-beda mereknya yang tidak juga Bersatu sebagai sebuah aliansi buruh tunggal. Tidak ada upaya yang untuk mengintegrasikan kedua longmarch dari kelompok ini atau memang tidak mau dari kedua belah pihak, yang pasti keduanya tetap merupakan buruh juga, setidaknya solidaritas dan pemahaman peran dan posisi berada dalam rel yang sama. Ketidakmampuan keduanya untuk mengembangkan hubungan yang berarti di tengah-tengah aksi demonstrasi ini, menyoroti tidak hanya kelemahan dalam kemampuan budaya untuk menengahi aliansi, tetapi juga ... kurangnya minat (dalam penyebab yang lebih luas). Minat para anarkis dalam membangun koalisi dengan organisasi buruh mungkin kaum kiri juga tampaknya memudar, analisis yang lebih dalam, bagaimanapun, mengungkapkan sikap apatis ini sebagai konsekuensi dari faktor eksternal. Ketidakmampuan kaum Kiri yang menurun untuk bersama gerakan anarkisme, ekspresi yang jelas dari ketidakpuasan politik, ekonomi, dan budaya secara umum dalam massa muda yang menyebabkan anarkisme berbalik ke dalam, melakukannya kembali secara otonom, tanpa hirarki dan konsensus yang menyebabkan gerakannya menjadi sprawl namun paling efektif untuk menyerukan aksi protes untuk didengar publik luas. Dalam aksi Mayday 2018 yang berujung clash di kota Kembang dan beberapa kota lainnya sebagai penanda saja, yang lalu berlanjut dalam aksi-aksi gerakan protes lainnya terhadap kebijakan negara. Lalu, dengan sembrono dan analisis dangkal pemerintah Indonesia melakukan
pelabelan terhadap aksi tersebut dengan framing politis melalui label
anarko-sindikalisme. Seperti kita tahu, anarko-sindikalisme memang memiliki keterkaitan antara anarkisme dan gerakan buruh dengan tension yang berbeda disetiap kelompok dan geografi. Anarko-sindikalis merupakan mitos dan
STILL mimpi yang tidak dapat diwujudkan dalam masyarakat kapitalis saat ini.
NOT Dan jika bisa, itu hanya anggotanya saja. Tidak ada yang bisa menjadi milik kelas pekerja yang lebih luas selain fakta bahwa anggotanya dieksploitasi oleh kelas kapitalis. Dalam masyarakat kapitalis milenium sulit untuk membayangkan persatuan praktis yang tidak besar dan terkooptasi. Tetapi untuk menutup pintu anarko-sindikalisme, tidaklah cukup karena secara empiris
4.7% ANARCHO/VOL: SUREL DARI TEMAN DI TANAH KANGGURU
一 –
keadaannya saat ini mengungkapkan mekanisme dalam anti-kapitalisme kontemporer, kemunculannya kembali di saat-saat perjuangan kelas semakin intensif. Hal ini juga terjadi atas cerminan dari kurangnya kepercayaan umum di kalangan pekerja itu sendiri dengan serikat buruh.
Apakah kerja kolektif, kemudian membangun basis ekonominya secara mandiri merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai anarkisme?
Anarkisme menyiratkan bahwa solidaritas diperluas melampaui hanya sekedar keanggotaan, pada tingkat mikro dan makro berpikir dalam kerangka kelas pekerja secara keseluruhan, dan mengembangkan hubungan solidaritas dan koherensi praktis di level masyarakat sipil. Mengabaikan anarkisme tanpa analisis yang tepat atas konteks politik-historis penuhnya adalah tindakan
merugikan gerakan kaum kiri kontemporer. Eksplorasi kebangkitan dan
keruntuhan gerakan memegang pelajaran penting bagi aktivisme yang sekarang bertujuan untuk membangun apa yang disebut sebagai basis gerakan
dan basis ekonomi alternatif.
Tindakan langsung dalam pengertian anarkis berarti membuat sarana sejauh mungkin sampai ke tujuan, dan dengan demikian membawa penataan kembali dunia dalam skala kecil atau besar dengan menggunakan kekuatan potensial komunal yang mungkin tidak hanya membawa perubahan sederhana dalam hidup, tetapi juga membakar imajinasi sendiri dan imajinasi orang lain.
Ini lebih penting di saat kapitalisme memaksakan dirinya sebagai pabrik sosial
yang semakin besar dari kehidupan kita sehari-hari. Cheers!
USIR
PARA
JAGOA
GOLOSOR TIMES
on the resource GRIMLOC
2021 PLAN TO DESTROY BUSINESS PLAN
RECURDS
18.9
比蛇
BARS OF DEATH "MORBID FUNK", CD VA-DASAWARSA KEBISINGAN KOMPILASI IOTAHUN GRIMLOC KROWBAR "SWAGTONNIROJIM" KOIL "BLACKLIGHT" 12 VINYL2 X 12" VINYL OUT NOW "FUTURE SYNDROME" 12" VINYL FORGOTTEN - 一"RAHURU SONIK TANAH KOLONI" CD DOMESTICRUST "SEREM: THE GREATEST GRIND" 7" BOXSET MESIN TEMPUR-CD TARUK - "BARA DALAM LEBAM" SACRED WITCH - "MERSAULT" CD SOON ANJING TANAH - "(PROBABLY THE MOST) COMPLETE DISCOGRAPHY" CD AMETIS - "RITUS HANCUR" CD MORGUE VANGUARD X STILL - "FATEH" - 12" VINYL EYEFEELSIX - "TAK BISA DIBUNGKAM"/"OBITUARI" - 7" VINYL KOIL - "HUJAN" - 7" VINYL KROWBAR - "BDSM"/"SENGGOL BACOK" - 7" VINYL MORGUE VANGUARD - "KONTRA MUERTA"/"NEKRODAMUS 2020" - 7" VINYL HARAMARAH/TOTAL JERKS - "SPLIT" 7" VINYL "SELF TITLED” - CD BIRDS OF THE COMING STORM -
EYES JAGAL RAND ULANG. TARING JERUJIJERUJI
TARING KIDSWAY 1 VARIOUS FLUKEMINIMIX BROTHERS ARTIST -
STILL AVAILABLE
CD
"BETWEEN "NAZAR PALAGAN", "SATU BARISAN", CD
CD
"ILLMORTALITY",
CD
-"FATEH", "MANTRA PANDWA",DEF BLOC HIP
CD
RILISAN YANG TAK ADA DI LIST BERARTI HABIS,
CD
GRIMLOCRECORDS.COM GRIMLOCSTORE.COM
HOP COMPILATION, CD
, ATAU BELUM DICETAK
Setegar Erlina Menjagai Toko Buku Maranatha GOLOSOR TIMES
Sebelum era Superman, atau Naruto, Batman, Goku menguasai pasar komik Indonesia, imajinasi anak muda diwarnai kisah-kisah melawan Pandawa Kurawa, kebajikan Sri Asih, atau kesaktian Gatotkaca. Komikdengan cerita yang mengadaptasi kisah pewayangan, silat, roman dan religimenjadi primadona pembaca komik Indonesia tahun 1950-an sepanjang sampai 1980-an. Pada masa-masa itu, komik dengangenre pewayangan sangat populer sehingga setiap surat kabar memuat cerita bersambung komik dengan kisah pewayangan. Pelukis (sebutanbagi pembuat komik pada era tersebut) yang membuat komik pewayangan pada era 1950-an sampai 1980-an ini beberapa di antaranya adalah Johnlo, R.A. Kosasih, dan Ardisoma. Mereka membuat komik di bawah naungan penerbit Melodi yang Ditulis oleh notabene memang penerbit khusus komik. Bachrul Kabarnya, di Amerika Arsip Foto Serikat, komik populer mulai Boredoom 1930-an, dan pada era 1930-an sampai 1960-an disebut sebagai The Golden Age of Comic Books karena pesatnya pertumbuhan industri dan peminat komik saat itu. Sejalan dengan hal tersebut, terjadi juga pola yang sama di Indonesia. Pertumbuhan industri komik,
peminat komik, dan pembuat komik berkembang pesat di Bandung dimulai dari era sampaiakhirnya 1960-an, Bandung disebut sebagai Ibu Kota Komik. Salah satu yang paling berpengaruh saat itu adalah Melodi. Mereka penerbit banyak menerbitkan komik yang mengangkat cerita rakyat dan pewayangan. Langkah penerbit Melodi mengangkat cerita pewayangan diikuti penerbitCosmos (Bandung), dan pada era itu diamini penggiat komik sebagai masa keemasan atau puncak kisah pewayangan yang ditandai dengan karya R.A. Kosasih, yaitu Mahabharata. Pada era 1960-an, muncul komik bernama penerbit Maranatha yang digagas Marcus Hadisebagai penggemar, juga pembuat komik dengan istrinya, Erlina. membeli Mereka juga penerbitan Melodi beserta naskah-naskah komikdi dalamnya. Mereka mulai memproduksi kembali naskah yang belum dicetak dan yang sudah pernah dicetak penerbit Melodi sebelumnya. Kedua orang ini punnya untuk terus semangat mendistribusikan komik Indonesia dengan tujuan agar anak-anak muda saat itu mengenal dan menyukai komik. Pola distribusi komik yang mereka lakukan adalah dengan
SETEGAR ERLINA MENJAGAI TOKO BUKU MARANATHA
berkeliling dan mengunjungi kota-kota di Jawa hingga Bali untuk menitipkan penjualan komik pada kawan-kawannya di setiap kota yang mereka singgahi. Komik-komik yang dicetak dan diterbitkan Toko Buku Maranatha awalnya berseputar padadongeng anak-anak/ legenda/petikan kehidupan. Setelah membeli seluruh aset Melodi, Toko Buku Maranatha jadi berkembang dan lebih
banyak menerbitkan komik
pewayangan, silat, dan religi. Marcus Hadi dan Erlina melibatkan banyak juga komikus seperti R.A. Kosasih,
Johnlo, hingga Tatang S.
untuk membuat komik yang
selanjutnya mereka terbitkan. Selain itu, komikus-komikus muda mulai berdatangan menawarkan jasa dalam tiap penggarapan komik yang akan diterbitkan Toko Buku Maranatha. Sejak awal, Erlina berperan pada keberlangsungan toko, manajemen, dan sistem Sementara perdagangan. Marcus Hadi lebih menitikberatkanperhatian pada sentuhan artistik. Semakin banyak naskah yang masuk, Erlina kemudian dilibatkan dalam melakukan proses kurasi guna menjaga kualitas komik yang akan diterbitkan. Setelah berjalan beberapa
II
Pertumbuhan industri komik, peminat komik, dan pembuat komik berkembang pesat di Bandung dimulai dari era 1960-an, sampai akhirnya Bandung disebut sebagai Ibu Kota Komik II
GOLOSOR TIMES
tahun sejak awal berdirinya Toko Buku Maranatha, pada 1965 sampai 1967, terjadi pergolakan politik yang kemudian sangat memberi dampak pada semua sektor, termasuk komik. Pada tahun-tahun itu, distribusi komik tidak berjalan baik karena tiba-tiba pemerintahmemberlakukan penyensoran terhadap komik-komik yang dianggap dapat merusak moral bangsa dan tidak sesuai karakter bangsa. muncul Saat itu juga bahwa komik anggapan itu pembodohan, merusak imajinasi anak-anak, membahayakan identitas bangsa, dan lain sebagainya. Celakanya, seiring anggapan tersebut,pemerintah membredel komik-komik dari toko dan tempat penerbitannya hingga terjadi penyitaan komik sebanyak dua becak kemudian
dibawa ke alun-alun Bandung untuk dibakar. Selain itu, penyensoran Komdak dilakukan oleh (Komando Daerah Kepolisian) dan kejaksaan pada komik-komik yang akan diterbitkan. Komik yang berhasil lulus sensor diberikan cap untuk diterbitkan. Komik yang tidak lulus sensor mendapat larangan terbitatau mengharuskan penerbit menghilangkan halaman yang bermasalah. Bagi Erlina, Toko Buku Maranatha, tidakterlalu terpengaruh penyensoran komik karena kisah yang dalam mereka angkat komiknya lebih banyak tentang pewayangan dan selalu lulus sensorsehinggakomiknya dapat terbit seperti biasa. Pada masã-masa itu, Toko BukuMaranathasemakin produktif menerbitkan komik dan banyak juga komik berseri.
SETEGAR ERLINA MENJAGAI TOKO BUKU MARANATHA
Erlina bercerita bahwa setiap komik yang tidak laku terjual kemudian tertumpuk. Akan tetapi komik yang tidak terjual tersebut, setiap setahun sekali, ada yang mengambil dan mengumpulkannyatermasuk dari penerbit lainnya. Komik-komik yang dikumpulkan tersebut kemudian dibawa ke salah satu toko roti di Ambon untuk selanjutnya dijadikan sebagai hadiah bagi orang yang membeli roti. Toko Buku Maranatha mencapai puncak kejayaannya dalam penjualan komik pada 1980-an, Erlina mengatakan, bahwa pada tahun itu mereka bisa menjual 2.000 eksemplar komik setiap harinya. Berselang beberapa tahun dari masa kejayaannya, komik Manga mulai masuk ke Indonesia pada 1990- an.Alhasil, kedatangannya memberi pengaruhsangat besar bagi penerbit-penerbit komik lokal. Manga menurunkan minat orang-orang membeli komik lokal. Pada masa itu, menurut Erlina, merupakan masa kelam bagi Toko Buku Maranatha danpenerbit lainnya. Ia mengatakan bahwa penjualan komik lokal sudah sangat menurun drastis. Akibatnya banyak penerbit dan penjual komik lokal gulung tikar. Rentetan peristiwa yang dialami Erlina dan Toko Buku Maranatha diperparah dengan
GOLOSOR TIMES
meninggalnya Marcus Hadi pada tahun 1991. Erlina tetap meneruskan dan mengelola Toko Buku Maranatha seorang II diri. Ia masih tetap menerbitkan Toko Buku Maranatha beberapa naskah komik yang memang belum sempat terbit mencapai puncak sebelumnya. kejayaannya dalam Setelah sisa naskah penjualan komik pada tersebut diterbitkan, Erlina 1980-an, Erlina mengatakan, kembali fokus pada penjualan bahwa pada tahun itu komik yang masih tersedia di mereka bisa menjual Toko Buku Maranatha, sampai
2.000 eksemplar komik
saat ini. setiap harinya Meski begitu, Toko Buku Maranatha tetap menerbitkan II komik. Akan tetapi tidak semasif dan sebelumnya nama penerbit Maranatha kini berubah menjadiPenerbit Erlina.
Perjalanan yang dialami Erlina dengan Toko Buku Maranathamiliknya—yang tetap menampilkan dan menjual komik-komik dari
komikus lokal dengan genre
pewayangan—memperlihatkan konsistensi ia melestarikan cerita serta karya komikus lokal dengan harapan anak muda di era ini dan seterusnya meminati kembali komik lokal Indonesia, karena ia memiliki ketakutan akan hilangnya minat anak muda terhadap komik lokal. Erlina menjadi saksi hidup dari perkembangan komik lokal, khususnya Bandung, dengan liku bermacam perjalanan yang ia, penerbit, dan komikus lokal alami.
Berdasarkan perjalanan yang telah dilalui Erlina dengan Toko Buku Maranatha, tiga orang yang terdiri atas Ferial Afiff, Harry S. Waluyo, dan Bachrul R. Bagja merasa bahwa sosok Erlina sangat penting dalam perkembangan komik di Bandung. dan Semangat konsistensinya tetap terjaga hingga saat ini. Memori Erlina tentang proses perjalanannya dalam dunia komik masih sangat jelas. Ia mengingat setiap detail kejadian pada usianya yang menginjak kepala dengan harapan delapan, yang masih tetap sama seperti awal mendirikan Toko Buku Maranatha.
Pacikesit
SETEGAR ERLINA MENJAGAI TOKO BUKU MARANATHA
Berbagi Pengalaman: Cerita Bersama
Forum Pekerja
dan Keluarga
Besar Grimloc Records Sambil
Mendengarkan
Dasawarsa
Kebisingan
GOLOSOR TIMES
Ditulis olehsekali Pagi-pagi Muhammad Arfian Firmansyah Syaiful Akbar atau yang Arsip Foto
akrab disapa Apuy, eh Ipul,
Grimloc Records merespons story #nowplaying akun Instagram dagang saya dengan ajakan berkontribusi mengulas kompilasi “Dasawarsa Kebisingan"untuk blog/zine kolektif skateboard senang- yang bernama senangnya Golosor Times. Tabiat ketidakpercayaan diri saya yang akut meradang kembali melalui kalimat yang saya sampaikan kepadanya melalui WhatsApp. Karena,
jujur saya bukan orang yang terbiasamenulis,terlebih untuk ulasan apalagi CD kompilasi masterpiece tahun 2020 dari teman-teman di Grimloc Records yang sudah diulas sebelumnya oleh Kang Jagal Babi dan Kak Marcel Thee. Saya juga heran kenapa Ipul tidak mengajak Yudhis atau Manan saja yang sudah terbiasa menulis. Ipul hanya menanggapi
dengan santai, "Karena ini
kok. untuk anak-anak juga Seperti nulis di zine aja." Pada akhirnya saya
BERBAGI PENGALAMAN: CERITA BERSAMA FORUM PEKERJA DAN KELUARGA BESAR GRIMLOC RECORDS SAMBIL MENDENGARKAN DASAWARSA KEBISINGAN
sanggupi ajakannya dan ditutup dengan ucapan saling berterima kasih. Jika memang ada teman-teman yang senggang dan menyempatkan mau membaca, sebelum waktu dan kuota data internetnya terbuang sia-sia, perlu saya ingatkan bahwa tulisan ini sekadar ulasan acak- acakan tak berurutan sesuai playlist dan ngasal. Selebihnya, mungkin tidak penting. Selain sangat subjektif, juga karena isinya hanya berbagi pengalaman dan cerita yang kebablasan baper, juga terlalu personal.
*** Cerita dimulai...
Kebetulan, pada Minggu
teman yang biasanya rajin mengirim dan menyempatkan drunk called tiap akhir pekan. Kemudian, dia bersaksi di akhir tulisannya bahwa "Musik dapat mengubahmu."
Kalimatnya itu seketika
terngiang mewakili dan saya mengiyakan dalam kaitannya dengan serpihan pengalaman apayangsaya rasakan, pemikiran diri saya, terhadap
forum pekerja, dan keluarga
besar Grimloc Records yang
akan coba saya tuangkan dan ceritakan dalam tulisan ini. Berbicara perihal kompilasi Dasawarsa sejatinya
Kebisingan yang
sepertiyangditerangkan dalam caption unggahan akun Instagram Grimloc Records saat
| ini tak ada jadwal WFH. | tanggal rilisnya, bahwasannya |
|---|---|
| Akhirnya, hari itu sepulang | hal ini diinisiasi mendadak |
| kerja dari kantor, kira-kira | setelah rencana perayaan 10 |
| selepas magrib, paket itu saya | tahun eksistensi mereka gagal |
| lihat sudah mendarat di meja | karena pandemi Covid-19. |
| Hal membawa ingatan saya akan | |
| dan baca | obrolan WhatsApp dengan Ucok |
| pengantarnya dari beberapa | jauh hari sebelum pandemi |
| telinga. Namun apa daya, | nya mengadakan Grimloc Fest. Saya pun menanggapi dan |
| lama rusak entah kenapa | menggubrisnya dengan sangat antusias serta penuh semangat. |
| baru bisa saya nyalain dan | Lalu, membayangkan apabila |
halaman depan indekos.
Langsung saja saya buka
tulisan-tulisan
nama yang cukup akrab di
discman yang saya punya sudah
sehingga CD kompilasinya
dengarkeesokan harinya
menggunakan CD player di
kantor.
Di antara ketiga judul
| tulisan pengantar dalam booklet | ngidul sampai pada akhirnya |
|---|---|
| setebal 128 halaman ini, salah | membicarakan proyek band/ kolektif |
satunya berasal dari seorang
tersebut yang
menerjang yakni keiinginan
memungkinkan bisa pulang untuk membantu acaranya, setidaknya saat harinya tiba. Obrolan berlanjut ngalor-
musik barunya
BERBAGI PENGALAMAN: CERITA BERSAMA FORUM PEKERJA DAN KELUARGA BESAR GRIMLOC RECORDS SAMBIL MENDENGARKAN DASAWARSA KEBISINGAN
bernama Birds of The Coming Storm sambil mengirimkan tiga materi minus-vokalnya untuk coba saya dengarkan. WOW, mungkin itulah kesan pertama saya, neo crust, katanya tetapi entahlah. Apa pun namanya yang pasti sekarang setelah saya membaca bagian track credit ternyata nama-nama di baliknya adalah kawan-kawan yang sudah lama saya kenal kiprahnya dalam bidang yang mereka geluti dan gemari. Dengarkan saja raungan, gebukan, dan teriakan mereka di track ketujuh berjudul “Ikarus Ibnu Firnas".Apakah ini berkisah tentang dua orang yang bekerja samamengalahkan Wright bersaudara dalam impiannya untuk bisa terbang? Belum juga saya sempat mencari, dan googling, mempelajari apa hubungannya antara tokoh mitologi Yunani nama dengan belakang ilmuwan Cordoba dalam judul tersebut serta kaitannya dalam makna lirik yang disampaikan, tiba-tiba seorang teman barudak membalas story #NowPlaying saya, "Godogan crass jang memoar si babap d skena lokal ieu". Silakan langsung dengarkan, baca, dan artikan saja sendiri track dan lirik mereka segera. Lalu, kalau bercerita mengenai forum pekerja dan keluarga besar Grimloc Records selama pengalaman saya mengenal mereka dan ikut terlibat secara tidak langsung
GOLOSOR TIMES
atau sekadar nangkring bersama mereka sebelum saya berpindah kerja ke Jakarta, banyak hal-hal bernilai yang saya dapatkan. Bukan sebatas soal musik, tetapi melampauinya.Dari mereka saya belajar bagaimana mempersiapkan dan mengemas rilisan fisik secara lebih baik dan menarik sebelum dipesan dan tiba di tangan kalian. Dari mereka pula saya belajar arti kalimat lirik “Never mind what's been selling. It's what you're buying. And receiving undefiled"(Fugazi-Blueprint) ketika kita secara alamiah belajar dalam menentukan keputusan dan pilihan sendiri untuk membelanjakan rupiah kitadenganbenar-benar paham dan tahu betul akan bermuara ke mana, seperti yang bisa kalian baca dalam booklet ditulisan bagian terakhir
setelah lyric sheets, yakni profil Solidaritas Sosial Bandung. Banyak ilmu, wawasan, pandangan, keterampilan, cerita-serita ringan, kenalan baru, jajanan kesukaan, dan kopi enak yang saya dapatkan setiap menghabiskan waktu bersama di tempat mereka dulu sebelum berpindah ke Suryalaya beberapa bulan lalu. Dari momenberbagi keresahan pada saat pengerjaan proyek dokumenter Factory Asia, saya belajar “jurus" Pein Akatsuki dan Lebahganteng dengan mengulik cara membuat subtitle hanya menggunakan Media Player Classic dan menyelaraskannya dengan narasi yang dibacakan Saat itu pula saya menyadari bagaimana suara-suara dan eksplorasi bebunyian dari sobat-sobat
Flukeminimix bersama duo menakjubkan Mas Wukir-Mas Rully di Senyawa. Karya-karya mereka masing-masing dapat menyublim ke dalam narasi dan visual yang seolah-olah menjadikan keduanya sebuah lirik beserta penjelasannya. saya bisa Sekarang mendengarkan kembali interpretasi “Genjer-genjer” oleh Flukeminimixdengan suara alunandan lantunan Bobby Satriya sertapiano Gigih di track Gardika terakhir. Hal itu saya lakukan sambilmemejamkan mata dan syukur mengucap sempat beberapa kali pernah menyaksikannya. Sejujurnya, saya merindukan juga tak sabar menunggu album kedua mereka. Perihal konsistensi Grimloc Recordsmemang
BERBAGI PENGALAMAN: CERITA BERSAMA FORUM PEKERJA DAN KELUARGA BESAR GRIMLOC RECORDS SAMBIL MENDENGARKAN DASAWARSA KEBISINGAN
tidak diragukan lagi. Perlu diacungi jempol seperti yang telah diutarakan Wreck di akun Instagram miliknya. Wreck juga ikut berpartisipasi di track keempat melalui materi barunya berjudul “Karam” yang bercerita tentang ode untuk siapa pun yang selalu berusaha menghidupi hidupnya walau dihantam badai tak berkesudahan. Dengan perpaduan dua gitar berbalut modulasi yang saling bersahutan dan hanya memutar knob gain/ drive sedikit saja dibanding ditambah yang lainnya, keterampilan ketukan-ketukan drumnyā yang menuntut saya kembalibelajarberhitung ganjil-genapnya metronome dan bassline yang anthemic, serta isian vokal yang lebih bernuansa. Lupakan sejenak angan- angan untuk bisa manggung/ nonton di depan gedung putih, Fort Reno, SXSW, Hammersonic, atau panggung besar lainnya karena Wreck bisa menyulap taman bermain tempat nongkrong kalian dan reruntuhan bangunan kampung kota menjadi lantai dansa bersama, mungkin setelah pandemi Covid-19 berakhir. Dalam kompilasi ini, Grimloc rosters mengajak barunya. Selain Bird of The Coming Storm, ada Ametis di track ketiga berjudul "Liberated in Worship" dan Taruk di track ke-13 dengan judul terpanjang
GOLOSOR TIMES
"Pesta Durga, Kegilaan Takkan Pernah Berakhir", yang keduanya beautifully chaotic. Maka, sudah pasti debut-debutnya patut ditunggu. Kemudian tentu saja hadir sejumlah juga roster lama yang sudah mempunyai rilisan di bawah naungan Grimloc Records sebelumnya. Mereka di antaranya Ssslothhh di track pembukadengan
"Eulogy to The Passing" yang
heavy nan poetic selalu sejak awal kami berkenalan. Mereka muncul lebih dengan dinamis melalui perkawinan mesra dua gitar dan olahan pekik vokal amarah, penuh juga backing vocal ala Tool. Disusul Taring di track kedua dengan “Solek Gigil Sejarah” melalui intro drum yang shell, dan ply yang terdengar serta tebal boomy dibarengi dentuman bass. Juga, ditimpali sayatan feedback gitar yang menjadi penghantar spirit baru mereka di materi ini. Loncat ke roster lama di track kelima, "Tatapan Kosong Gorilla Gadget" dari Kidsway akan membuat hardcore kids
pogo, stage dive, dan moshing dengan energik. Dilanjut Eyefeelsix di track keenam dengan "Persetankan Dunia" yang dimulai dengan sampling contra bass pada detik awal,lalumenyamberlah racauan dan Mindfreeza Soulkillaz lewat komposisi racikan MV dan Jaydawn yang otomatis membuat manggut- manggut kepala mengamini danmenambah keyakinan permainanscratch bahwa turntablism mumpuni dari DJ
Evil Cutz yang berprestasi
tinggi memang sungguh nyata tiada tandingannya di jagat raya ini. Tidak lupa track kedelapan adalah yang paling ditunggu- tunggu rilisanterbarunya yang bertajuk “Silasatu" oleh khalayak metal seluruh alam semesta 18 Desember dalam
bentuk cakram padat dan
preordernya sudah dibuka, yaitu Forgotten dengan “Badai
Api".
Hal itu semakin
| memantapkansujudsaya | awal, ada Goredeath dengan | |
|---|---|---|
| rangkap 666, selain sebagai | ||
| gitaris juga operator, plus | saja | saya |
| mixing, dan mastering engineer. | betapa megah auranya apabila | |
| Di track ini pula tombol rewind, | mereka manggung di panggung | |
| dan skip back pada CD player di | berkekuatan puluhan ribu watt. | |
| kantor saya mulai difungsikan | Kemudian di track ke-15, | |
| karena teringat akan permainan | re-worx "Aku Lupa Aku Luka" |
kepada Toteng yang berperan
berdampingan kebut-kebutan. Ada "Manifestasi Api" dari Eyes
of War, dan Jeruji dengan "Rebut, Rampas".
Perjalanan dilanjutkan Mesin Tempur di track sebelas dengan "Detkor Kapiting" yang mengingatkan saya akan hits lagu anak-anak dari Eno Lerian di pertengahan 1990-an, sangat kocak, dan nyunda pisan. Dengan lirik yang bikin saya ngakak, aslina bodor euy! Namun, mereka sangat serius dan menurut informasi yang beredar, Grimloc Records akan merilis materi-materi mereka dalam bentuk piringan hitam 7 inci kelak. Setelahnya, mulut dari MC kerajaan GandoxXx, yakni Krowbar, baceo, dan nyoroscos kembali di track 12 lewat judul “BDSM" dengan keajaiban music writing dari MV dan Jaydawn. Juga, tentu saja
scratch sakti DJ Evil Cutz yang
semakin mengukuhkan bahwa
Sang Swagtonirojim abadi
bercokol di singgasananya. Untuk trash metal era
"Manic Depression" di track ke-14 yang semenjak intro
membayangkan
bass rapi, cepat, padat, dan mengagumkanDicky yang konon tanpa pick. track Dua berikutnya, sembilan dan sepuluh,
dari Koil cukup menarik dan
menambahperbendaharaan musikal bagi saya. Mungkin itu sekilas ulasan ngasal dan acak-acakan saya
BERBAGI PENGALAMAN: CERITA BERSAMA FORUM PEKERJA DAN KELUARGA BESAR GRIMLOC RECORDS SAMBIL MENDENGARKAN DASAWARSA KEBISINGAN
untuk kompilasi yang berulang- ulang mengiringi saya dan saya coba terus dengarkan, juga baca dengan seksama setiap sambil menulis tulisan ini. Tulisan ini dibuat saat sebelum dan selepas kerja sampai hari wacana basi dan guyonan usang lewat kotak suara bernama Pilkada dari para oligarki berlangsung di tengah masa sulit dan rumit pandemi Covid-19. Bagi yang belum mendapatkan CD berkombinasi jemari canggih dari artworker kawakan Ken Terror dalam menarikan pena dan mastering engineer unggulan Hamzah Kusbiyanto dalam menggeser fader ini, bisa langsung check dan order ke laman Grimloc Store: https://grimlocstore.com/ product/grimloc-compilation- dasawarsa-kebisingan/ Menyambung cerita di atas mengenai forum pekerja dan keluargabesarGrimloc Records. Ada rasa sono (rindu) kepada mereka dan akan kegiatan apa
pun bersama mereka yang
salah satunya adalah waktu terakhir setahun lalu bertemu ketika Krowbar tampil dalam acara Street Dealin di Senayan City. Saya tancap gas merapat, menghadiri, ikut coba bantu mengoperatori dan nongkrong sekaligus kebetulan ada janji ketemuan untuk mengambil kaos yang sudah saya pesan.
Akan tetapi, ada hal yang
merasa disayangkan,saya kentang dan kurang maksimal membantu karena penyedia
GOLOSOR TIMES
rental dan panitia melakukan mute dan membatasi SPL subwoofer dan P.A mereka karena ada komplain dari pengelola apartemen dan mal, serta warga sekitar. Akan tetapi, terlepas dari kondisi tadi, suasana terbayarkan dengan keramahan dan kehadiran terman-teman yang saling berbagi isi kepala dan isi botol bersama. dilain kesempatan Ada momen mencengangkan ketika juga mengasyikan
ikut berpartisipasi menjaga
antrean-antrean panjang pembelian t-shirt Homicide diRASUERAAG2A HL.1M depan pintu masuk. Dahulu ketika sistem belanjanya masih belum terstruktur rapi via laman Grimloc Store seperti sekarang dan yang memang sengaja hanya bisa beli di tempat, barang itu habis dalam sekejap ketika saya lihat waktu di Festival Kampung Kota-Dago Elos. Terlintas harapan jika saja inisiasi dan ihtiar seperti benefit kompilasi, milis Balad Barudak, dll. ini berkelanjutan dan semakin kuat didukung teman-teman, mungkin ke depannya apabila ada hal yang sangat darurat dibutuhkan bagi perpanjangan nafas kolektif- kolektifsolidaritas,ruang
bersama yang megap-megap,
atau untuk sesuatu yang sangat darurat, dan lain sebagainya tak harus melulu melalui po t-shirt Homicide. Amin. Kemudian, satu hal
yang mendatangi karena tepat terakhir dan penting bagi saya,
| mungkin apabila kawan-kawan | jam digital di sudut kanan |
|---|---|
| lain mengunjungi Grimloc | monitor komputer di meja |
| Records HQ, baik waktu masih | kerja a menunjukkan pukul |
di Jalan Kartini, atau pun Suryalaya sekarang untuk bertemu dan mewawancarai sosok Herry Sutresna ihwal1 musik,gerakan, atau politik, hiphop, membicarakan suatu hal krusial, dan sebagainya. Maka lain halnya dengan saya sendiri, selalu Ada hal-hal kecil, dan cerita ringan, juga momen-momen sederhana namun sangat berarti, Seperti
CNMKOC ketika bisa
menemani Abil (putra/anak bungsunya) bermain sepulang sekolah dan dia memperlihatkan serta tidak lupa merekemondasikan saya game Mine Craft. Lalu, saya sampaikan juga ke keponakan sayasepulang dari sana. Kemudian, sampai akhir-akhir ini terdengar kabar bahwa keponakan saya tersebut sekarang menjadi siswa paling terampil. Singkat cerita, pada sore hari ini saya menulis dan pas sampai di paragraf ini, entah hal transcendence apa
empat (4.00° PM) dengan rintik-rintik hujan yang saya lihat melalui jendela, Saya tiba-tiba mengambil handphone dan melihat-lihat status-status WhatsApp. Kebetulan sekali saya lihat Ucok mengunggah foto sedang berpose dengan kedua putrinya yang ternyata telah tumbuh dewasa, Alyssa yang sudah kuliah dan Nayla yang sudah kelas 3 SMA. Sedangkan si bungsu yang sekarang sudah kelas 3 SMP tidak ikutan karena sedang rumah asyik-asyiknyadi bermain game Mobile Legend, ".. Hadeuuh", katanya. Time flies, gak terasa karena terakhir saya bertemu 'lyssa masih pakai seragam. Saya membalasnya sembari berharap dalam hati semoga situasi, kondisi, dan status Kota Bandung terkait pandemi Covid-19saatinisegerakondusif memungkinkan sehingga saya bisa pulang ke Bandung, mengunjungi orangtua dengan leluasa tanpa ada rasa khawatir dari mereka berlebihan dandapatmenyempatkan mampir bersilaturahmi lagi ke Suryalaya, Buahbatu. ditutup Perbincanganpun kalimat dengan saling mendoakan. Mungkin itu beberapa pengalaman dan cerita yang bisa saya sampaikan. Masih
BERBAGI PENGALAMAN: CERITA BERSAMA FORUM PEKERJA DAN KELUARGA BESAR GRIMLOC RECORDS SAMBIL MENDENGARKAN DASAWARSA KEBISINGAN
menjaga kobaran api tetap banyak momen indah lainnya
| bersama mereka yang tidak | menyala, menginspirasi, serta |
|---|---|
| mungkin saya tulis mendetail di | menyebarkan harapan. |
| sini karena terbentur deadline yang ditentukan Ipul juga. | I wouldn't be what I am today |
| Maka langsung saja tulisan ini saya tutup dengan salam dan | to come! |
| doa penutup untuk kita semua | Jakarta, 9 Desember 2020 |
| serta kawan-kawan lainnya: | Arfian Firmansyah. |
without y'all, cheers to many years
RUU omnibus law sudah sah menjadi UU, selain resesi yang akan dihadapi, entah hal-hal menyebalkan dan mengerikan seperti apalagi ke depannya yang akan terjadi selama dan setelah pandemi Covid-19. Untuk itù jagalah diri dan keluarga tercinta serta orang- orang terdekat kita baik-baik. Šemoga ke depannya akan ada dan terwujud pula “Ġrimloc-Grimloc lainnya" dan kolektif- kolektif solidaritas beririsan lainnya di masing-masing kota dan daerah lain. Semoga ada pergerakan yang merangkul kawan kalian kanan-kiri, mengorganisasikanfestival kampung kota bersama teman- menghadangcrane teman, dan mengahalau penggusuran di tiap jengkal tanah yang terendus niat busuk tiran.
A luta continua! Akhirul kalam, wilujeng milangkala ka sapuluh Grimloc Records. Terimakasih banyak Mang Juni, Mang Yadi, Om Febby, E-One, dan Ucok, juga A Gaya, serta semua yang pernah terlibat dan telah bikin bising selama satu dasawarsa, juga
GOLOSOR TIMES
And yes, of course, I'm scared of being hurt And yes, of course, I'm scared of being wrong
Bul al the same lime my silence Will convict me, and the evil will carry on
So you can stay cool behind your window And choose the view you want lo see
Bul as long as there are others held caplive
Do nol consider yourself free.
. "Do Not Consider Yourself Free", Embrace
II
I came to skateboarding because it was the alternative to all other shit, and that in of itself is fucking magic, straight up. Because they have all this other sport stuff... you could do all that stuff, then skateboarding is over here for the freaks and the geeks you know what i mean, the artist type in the introverted, the people that will beat their fucking head against the ground a hundred five times to make it once
II
Jeffrey Blaine Grosso (R.I.P 1968-2020)