Baca PDF (OCR): GC ZINE 2 - Puji Utami & Frans Ari Prasetyo & Arfian & Hey Ipul-compressed

108 halaman · 108 halaman diproses dengan OCR· 208044 ms

Daftar isi
  1. Skateboarding Is The Sound Of Living
  2. Tim Redaksi
  3. @13目
  4. Ruang Iklan
  5. Sebuah Pengantar
  6. Golosor Times No 2:
  7. Golosor Times kolom kecil pada edisi cetak perdana yang ditulis oleh
  8. “Dari sini (Taman Lalulintas
  9. mengambil kesimpulan kalau kemudian skateboard telah
  10. Percovich memulai NGO yang bernama Skateistan di negara
  11. Berpindah ke India. Seorang
  12. daerah pesisir Tamil Nadu,
  13. Empower Issue
  14. sebelumnya dia belum pernah
  15. penyerangan “teroris” di kota Paris
  16. dalam video pendek produksi
  17. Wisconsin, United States, yang
  18. ditarik dari catatan pendek
  19. diatas, kami memahami
  20. bahwa skateboard ini mampu
  21. yang kita sendiri pun tidak
  22. Daftar Isi
  23. Sebuah Pengantar
  24. 9999
  25. 瞬 mII
  26. Pindai kode QR ini untuk mendengarkan playlist yang telah tim redaksi siapkan,
  27. ABRAHAM
  28. LEK S ID
  29. pemikiran bahwa di dalam
  30. Phaerlymaviec Musadi para orangtua”.
  31. terdapat dua skateboarder yang
  32. MOTOR
  33. BABY
  34. KIDS
  35. IMFANT
  36. 'LY!!
  37. PARENTAL ADVISORY
  38. MENGENANG
  39. SEORANG SAHABAT
  40. sablon atau membahas apa punanak sekitar tidak sering bermain
  41. COVID19 SUCKS!
  42. GSKATEBOARDING
  43. Trunojoyo No 15 Bandung
  44. Melihat Aksi
  45. Perempuan
  46. di Negeri Jiran
  47. GOLOSOR TIMES
  48. Banyak sekali perempuan
  49. seperti downhill, street luge,
  50. Shredder Spotlight:
  51. Raymond Sirait
  52. 一 一
  53. R对
  54. lebih mirip kelakuan Tom &
  55. yang bisa aing kerjain jug..
  56. diusir. Di sana, penjagaannya
  57. pertandingan yang di
  58. Artist Spotlight:
  59. Ibay Arifin
  60. BUDI
  61. 200J1016
  62. Reka Nugraha kami panggil Ibay adalah
  63. "4 Undergound Illustrator You
  64. Should Know About!" yang
  65. disusun Cvlt Nation.
  66. ilustrasi untuk sampul kaset
  67. Pound, Daughter Chaos, Orion, Woorms, Torpor,
  68. ia dipercaya dalam mengurusi
  69. yang banyak bermain transisi
  70. 2010. Selepas lulus, Ibay tidak
  71. memilih menjadi guru seni tetapi banyak berkecimpung
  72. obrolan singkat kami tentang
  73. saya kecil sampai tahap akhir
  74. seni murni membuat patung
  75. untuk fokus hanya
  76. dengan media pulpen dan
  77. saja. Membuat ilustrasi hitam
  78. "kesan" pada siapapun, serta
  79. jajan. Intinya lebih simple aja.
  80. menjadi baik atau tidak seperti
  81. putih, pada dasarnya dunia ini
  82. gaya sendiri, awalnya pasti
  83. Untungnya di zamansaya
  84. langsung dilihat fisiknya misal
  85. saya mendapatlan style arsiran line art atau garis (teknik etching
  86. dengan teknik etching pada
  87. seniman asal irlandia. Harry Clarke juga sering membuat
  88. bisa di ambil dari konsep gaya
  89. Pushead dan Mark Riddick
  90. objek dari anatomi tubuh
  91. banyak objek itu,
  92. yang paling disukai
  93. tubuh beserta lanskap
  94. bintang jauh dari berbagai tata
  95. Serius menekuni delapan
  96. keyakinan 99 persen, yang
  97. dan yakin hehe. Gak terlalu
  98. ■ ■
  99. Karena saya dari dulu
  100. Karena dengan seperti itu
  101. dari segi tematik kekaryaan
  102. kebugaran saja sih untuk di
  103. slappy grind telihat enak untuk
  104. jenuh dengan style skateboard
  105. ikutin dari gaya bermainnya,
  106. Pre Something to Something (Bagian 1):
  107. Gelombang Pertama
  108. Skateboard di
  109. Bandung 1976-1981
  110. Reka Nugraha
  111. elemen besi berbentuk “T”
  112. yang sempat terbit di 1964-
  113. dalam pesan Whatsapp yang
  114. militan. Pun, pada periode yang
  115. satu majalah; BMX, surf, wind
  116. mereka bertahan di tengah
  117. skateboard tetapi gagal menangkap
  118. itu, berkembang selanjutnya
  119. bagian Amerika, yang saling
  120. satu tongkrongan ke tongkrongan
  121. Nasution.
  122. pada kondisi di lokal kita,
  123. Gelombang angkatan
  124. pertama skateboard di Bandung
  125. memang hanya bertahan
  126. dalam hitungan satu jari tangan.
  127. kita catat secara cermat. Bang
  128. Dia ikut aktif berseluncur
  129. Miramar, departmen store yang
  130. lebih mirip otopet daripada
  131. Dari situlah Rudy Sagir
  132. hippie jump, dan freestyle.
  133. Dalam satu kesempatan yang
  134. ramp untuk pertama kalinya di
  135. Sangkuriang, lokasi yang sekarang
  136. Bang Udy bercerita, “Dulu
  137. Bentuknya halfpipe gede banget
  138. untuk tail drop. Jadi, mereka
  139. sampai atas tuh udah juara banget."
  140. Bang Udy, dia pernah muncul
  141. dalam acara talkshow. Di tampil untuk memperkenalkan apa itu skateboard dan bagaimana
  142. beliau tampil sebagai bintang
  143. perempuan pertama di sampul
  144. atau teman-temannya yang pergi
  145. itu memang bisa dikatakan cukup
  146. mengulik untuk bikin skateboard
  147. Jadi, ngulik aja udah." Setelah dari Jalan Cilaki dan
  148. ke area Jalan Surapati yang sengaja
  149. “Jalan Surapati ketika itu
  150. maen di sana berbarengan dengan
  151. sepatu roda juga, kalo kami
  152. sebelah kanannya," ujar Bang Udy.
  153. penghujung 1970-an. Ketika itu
  154. dengan merek 777 Skateboard yang
  155. Skatepark mulai dibuka untuk
  156. sepatu roda. Beberapa yang saat
  157. Suryani Nasution di belakang
  158. Pre Something to Something (Bagian 2):
  159. Street Spydrs
  160. 1982-1992
  161. Nala Rinaldo, Bandung sudah lama terjalin
  162. Charlie Jojaya
  163. Kusuma, &
  164. Widibuana
  165. dan broadcasting, kecintaannya
  166. Nala terbilang gelombang
  167. Ketika saya menghubunginya
  168. MEGADETH
  169. 88 12 12
  170. Seiring waktu,ternyata
  171. Pada hari minggu nya,
  172. yang kemudian akrab dipanggil
  173. yang sama, Rudy
  174. Ada pula Roy, teman bang
  175. juga downwill di Ciumbuleit
  176. sambil pegangan ke oplet itu."
  177. terus naik lagi ke Gegerkalong
  178. Ledeng".
  179. baik dalam skala lokal Bandung
  180. momen itulah Wanbul membaca
  181. dan Transworld Skateboarding
  182. yang saat itu mulai beredar di
  183. Wanbul mendirikan skateshop
  184. mulai menjual juga griptape, yang
  185. Nala untuk mengganti amplas
  186. Selain barang-barang
  187. dan Transworld Skateboarding
  188. situlah akhirnya ikut terbentuk
  189. berbeda-beda pada setiap orang
  190. di dalam tim Street Spydrs. Hal
  191. berpakaian serta selera musik
  192. yang biasa mengorganissasikan
  193. pertandingan BMX. Mereka mulai
  194. Nala termasuk di dalam
  195. pemilihan juri khususnya untuk
  196. salah satu orang yang sering
  197. pendiri Jayagiri Outdoor, pioner
  198. Pada 1986, bersama Street
  199. BMX bertajuk Jayagiri Freestyle
  200. Gelora Saparua.
  201. IKUTI & SAKSIKANLAH
  202. LOMBA ATRAKSI BEBAS BMX
  203. Jayagiri
  204. GOLOSOR TIMES
  205. DI LAPANGAN BASKET GELORA SAPARUA-BANDUN
  206. DII A DENGAN MM T ANG PENDTARANR R
  207. SONY
  208. Dari dua kategori yang
  209. Nala bertutur, “Kalo ditanya
  210. Febuoy
  211. rajin deh maen skateboard di TL."
  212. "Kasarnya, kita semua jago-
  213. Lifebu
  214. pun yang datang ke TL sekadar dipergunakan serta secara resmi
  215. "Sebenarnya buat anak-
  216. THE FINAL AMATEUR CONTEST membuka dan mengajak anak-
  217. FOR BEGINNERS
  218. S KU ONEAS
  219. LOMMA
  220. LITS
  221. NG9N
  222. BELIUUG BIIUNG ketika skateboard mulai digandrungi ITANMAAUJLILLUUNOFREG 5SOkembali. Banyak diikuti oleh
  223. RKAN NTSL-S SNSskateboarder dari Jakarta.
  224. Cicaheum Hell Park:
  225. Berdaya dengan
  226. Swadaya
  227. GOLOSOR TIMES
  228. Reka Nugraha mendapat Kberuntung
  229. dengannya. Saat hari tersebut
  230. sedang mendung, bahkan di
  231. satunya di lokasi Alvin berada
  232. Alvin membulatkan niatnya
  233. menempati janji. Walau dengan
  234. lokasi. Berselang berapa lama
  235. Cicaheum Hell Park, bagi
  236. kami sebagai orang dari luar komunitas tersebut, adalah
  237. oase di tengah keringnya skena
  238. diparkir. Sesuatu yang bikin
  239. kerasnya lingkungan terminal,
  240. itu menjadi skate-spot dengan
  241. aneh, beberapa teman yang
  242. dan rail ke pinggir jalan kalau ada elf mau keluar-masuk dari
  243. Obrolan tentang Cicaheum
  244. Butche dan menikmatinya.
  245. dua The Cruel yang belum
  246. Bagaimana semua bermula?
  247. Sebenarnya saya bermain
  248. anak-anak Gedung Sate ikut
  249. Untuk obstacle itu bagaimana?
  250. bikin alat-alat sendiri lalu main
  251. Kami mah pindah-pindah
  252. saja, pokoknya semua terminal
  253. ke preman bus pun turun.
  254. tidak dibolehin buat datang. di sana.
  255. kalian adalah di area belakang
  256. bekas-bekas gitu di pasar kan
  257. ketika itu pas 17 Agustus 2005-
  258. bikin alat-alat untuk kompetisi. Terus kurang-kurang kayunya
  259. hahaha. Ya, semangatnya DIY
  260. Keren, itu!
  261. sudah sebuah pencapaian. Pada
  262. sendiri walau alakadarnya
  263. jadi, ketika kami punya mimpi
  264. kami pikir-pikir, seperti yang
  265. Jurinya waktu itu siapa?
  266. yang jadi juri kompetisi waktu
  267. Dulu sempat vakum juga?
  268. mau ke 2007 waktu itu mulai
  269. pas saja semuanya pada punya kesibukan masing-masing
  270. WARTEL
  271. yang lain pada baru beres
  272. aktif lagi pada 2020 sekarang.
  273. ngumpul lumayan lama juga. Waktu itu Ihsan KL datang
  274. kalinya di Kota Bandung dan sempat menjadi seperti
  275. pemberlakuan PSBB khususnya
  276. Kalo anak-anak maen aja we biasa, pas kami reuni juga
  277. kami-kami mah gak percaya oge
  278. mana-mana, yang bisa kebaca
  279. Bagaimana bisa gak percaya
  280. Karena saya ngerasa yakin bahwa saya tinggal di negara tropis, terus di keseharian juga,
  281. sama kita, yang semuanya itu
  282. namanya virus pasti bakalan
  283. itu sudah jelas sudah banyak
  284. di tengah-tengah, individu
  285. skateboard ya maen we, terserah itu mau percaya corona atau
  286. masing aja ya. Sekarang coba
  287. pertimbangan. Ketiga hal
  288. skateboard yang ditinggalin,
  289. Skate Fellas:
  290. Supporting Indonesia's
  291. Next Generation of Skateboarders
  292. GOLOSOR TIMES
  293. gamblang dari tema edisi
  294. cetak kedua kami ini yaitu
  295. yang pertama terlintas di kepala
  296. Apayang ia mengingatkan kami pada gerakan- gerakan yang diinisiasi sejumlah
  297. Fellas hadir dengan semangat
  298. laki-lak, dalam pengakuannya,
  299. bangku kelas 5 SD, tetapi skateboard
  300. gaji pertama saat mulai bekerja
  301. adalah ketika diajak anak-anak
  302. Arsip Foto Selanjutnya, silakan simak
  303. Ahmad Madani tentang Skate
  304. Ada siapa saja di belakang
  305. Apa yang memicu Kamu untuk akhirnya memulai Skate Fellas?
  306. saja, gak coba ngebentuk tim
  307. itu berpikiran mau ngebentuk
  308. dulu. Sekira Juli atau Agustus
  309. Kebetulan dia berasal dari keluarga
  310. pernah dia lakukan. Kalau dia
  311. yang gue punya saat itu. Dalam
  312. Anak-anakyang tidak
  313. mereka ada anak kecil yang
  314. dari orang tuanya melalui teman
  315. kejadian' sampe ngebludak gak? Karena saking banyaknya yang
  316. Kebetulan belum pernah
  317. pernah ada submission yang
  318. gue harus ngeluarin dana pribadi
  319. Jadi, dalam satu papan skate yang
  320. Sampai sekarang ada berapa
  321. Apakah mereka masih keep
  322. Fellas? Bagaimana kabar Prem yang dari Medan itu, Yuki dari Bengkulu, dan Fadly yang
  323. anak sampai saat ini. Beberapa
  324. yang dibikinin IG account sama
  325. ngga tau ke mana. Prem masih
  326. yang mencoba mengajukan
  327. Mewujudkan mimpi di
  328. 4.7% Anarcho/Vol:
  329. Surel dari Teman
  330. di Tanah Kangguru
  331. GOLOSOR TIMES
  332. Akmal Thoriq
  333. Kota Kembang, 13 Nopember 2020
  334. Di Kangguru
  335. belum balik ke Kota Kembang ini, apakah alasan penutupan penerbangan
  336. Saya kirim surel ini untuk membagi kabar kalo saya dengan istri
  337. mampu menggeser perhatian banyak orang menyangkut penanggulagan
  338. Di kota ini, spanduk-spanduk penolakan pada gerakan Anarko
  339. Selain yang mencerahkan, saya mendapatkan informasi yang bikin
  340. membuat tatanan dunia baru tanpa pemerintahan. Dia sendirilah yang
  341. Tentunya, saya awam dan bingung dengan persoalan Anarko
  342. POLISI
  343. Agar mempermudah Kamu, Tam, saya sudah siapin beberapa daftar
  344. daripada Cabernet Sauvignon.
  345. Andy Waluya.
  346. Kangguru, 21 Nopember 2020
  347. Di Kota Kembang
  348. becanda. Riset saya di sini pun sempat tersendat karena lockdown yang
  349. sialnya mengundurkan diri, tetapi beruntung, tim saya dengan semangat
  350. siapa-siapa. Sehingga, tidak ada yang ikut campur dari luar circle tim kami.
  351. AGOF
  352. Plethos... Andy membuka kaleng birnya. Dengan posisi duduk yang
  353. pemerintah -keharmonisan dalam masyarakat seperti itu diperoleh,
  354. ■ ■
  355. Kapan Anarkisme mulai berkembang dan kenapa?
  356. penggunaan awal, semua istilah ini merendahkan: misalnya, selama
  357. 一 ■
  358. Setiap wilayah atau yang sekarang d
  359. saya yang masih tinggal di desa. Dia berceloteh, "Nini mah teu tiasa
  360. sebuah kesatuan kesepakatan hukum baik secara tertulis maupun lisan yang
  361. berada dalam kesatuan penguasa(an) dan kesatuan lingkungan hidup yang
  362. yang sangat berbeda dengan negara. Jadi system masyarakat adat ini sudah
  363. Negara Indonesia sendiri terdiri dari ratusan masyarakat adat yang
  364. masyarakatnya, khususnya masyarakat adat, sederhananya begitu. Lalu
  365. 一 一
  366. masyarakat kita, terlebih ketika media arus utama yang tetap
  367. ■ ■
  368. Ketakutan yang muncul dari anarkisme yang timbul ini terkait
  369. POLISI ditekuni.
  370. dan gerakan sipil. Situasi ini yang membawa mereka kepada apa yang
  371. 一 ■
  372. Mungkin ada anarkis yang menganggap mereka sebagai seorang
  373. gerakan anarkis. Saya tidak terlalu tertarik untuk mencoba membuktikan
  374. dari tradisi teoritis lainnya. Ada juga yang bersikeras bahwa tidak mungkin
  375. MAYDAY
  376. DESAINER IS NOT -JUGA-
  377. BURUH
  378. ■ ■
  379. ketertiban, dan semangat tanggung jawab bersama untuk kesejahteraan
  380. dan kronisme yang terjadi disemua tingkat pemerintahan semakin
  381. 1 一
  382. pelabelan terhadap aksi tersebut dengan framing politis melalui label
  383. STILL mimpi yang tidak dapat diwujudkan dalam masyarakat kapitalis saat ini.
  384. 一 –
  385. merugikan gerakan kaum kiri kontemporer. Eksplorasi kebangkitan dan
  386. dan basis ekonomi alternatif.
  387. Ini lebih penting di saat kapitalisme memaksakan dirinya sebagai pabrik sosial
  388. USIR
  389. PARA
  390. JAGOA
  391. RECURDS
  392. 比蛇
  393. TARING KIDSWAY 1 VARIOUS FLUKEMINIMIX BROTHERS ARTIST -
  394. STILL AVAILABLE
  395. "BETWEEN "NAZAR PALAGAN", "SATU BARISAN", CD
  396. "ILLMORTALITY",
  397. -"FATEH", "MANTRA PANDWA",DEF BLOC HIP
  398. RILISAN YANG TAK ADA DI LIST BERARTI HABIS,
  399. HOP COMPILATION, CD
  400. , ATAU BELUM DICETAK
  401. banyak menerbitkan komik
  402. Johnlo, hingga Tatang S.
  403. komikus lokal dengan genre
  404. Pacikesit
  405. Berbagi Pengalaman: Cerita Bersama
  406. Forum Pekerja
  407. Besar Grimloc Records Sambil
  408. Mendengarkan
  409. Dasawarsa
  410. Kebisingan
  411. akrab disapa Apuy, eh Ipul,
  412. dengan santai, "Karena ini
  413. Kebetulan, pada Minggu
  414. Kalimatnya itu seketika
  415. forum pekerja, dan keluarga
  416. besar Grimloc Records yang
  417. Kebisingan yang
  418. Langsung saja saya buka
  419. nama yang cukup akrab di
  420. discman yang saya punya sudah
  421. sehingga CD kompilasinya
  422. menggunakan CD player di
  423. Di antara ketiga judul
  424. satunya berasal dari seorang
  425. menerjang yakni keiinginan
  426. "Eulogy to The Passing" yang
  427. Evil Cutz yang berprestasi
  428. bentuk cakram padat dan
  429. Api".
  430. kepada Toteng yang berperan
  431. of War, dan Jeruji dengan "Rebut, Rampas".
  432. scratch sakti DJ Evil Cutz yang
  433. Sang Swagtonirojim abadi
  434. "Manic Depression" di track ke-14 yang semenjak intro
  435. dari Koil cukup menarik dan
  436. pun bersama mereka yang
  437. Akan tetapi, ada hal yang
  438. ikut berpartisipasi menjaga
  439. bersama yang megap-megap,
  440. CNMKOC ketika bisa
  441. without y'all, cheers to many years
  442. Bul as long as there are others held caplive
  443. Do nol consider yourself free.
  444. . "Do Not Consider Yourself Free", Embrace

II

Skateboarding Is The Sound Of Living

II

James Kendall "Jake” Phelps (R.I.P 1962-2019)

Tim Redaksi

Penerbit: Kontributor: Golosor Club Puji Utami / Frans Ari Prasetyo / Arfian / Hey Ipul

Managing Editor: Kontributor Foto: Reka NugrahaPhaerlymaviec Musadi / Puji Utami / Wolfpack Skate Girls / Yayasan Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution / Rudy Sagir / Nala Rinaldo Penyunting Bahasa: / Charlie Jojaya Kusuma / Bonnie R Widibuana / Alvinflip / Siswo / Ahmad Yusuf Wijanarko Madani / Akmal Thoriq / Ridho Reynaldi / Fian Afandi / Boredoom / Grimloc Records Ilustrasi Sampul: Ibay Arifin

Penata Letak: Fian Afandi

Edisi No 2, Maret 2021

Didistribusikan di bawah lisensi Creative Commons

@13目

www.golosortimes.com Instagram/@golosortimes Youtube/golosortimes

Ruang Iklan

Kami terbuka bagi siapa pun teman-teman yang memiliki usaha mandiri untuk beriklan di fanzine edisi selanjutnya, Silahkan hubungi kami melalui email ke [email protected] untuk informasi lengkapnya.

Satu halaman penuh 21 cm x 21 cm Dua halaman halaman 41 cm x 21 cm

Sebuah Pengantar

Golosor Times No 2:

Kami memulai edisi kedua dari

Golosor Times kolom kecil pada edisi cetak perdana yang ditulis oleh

Irfan Popish, penulis buku Bandung Pop Darlings;

“Dari sini (Taman Lalulintas

era awal 90-an) mewujudlah Reverse, mewujudlah The Waves, mewujudlah Puppen, mewujud sebagian spirit di Pure Saturday, mewujud banyak hal yang kita rayakan sampai hari ini. Saya

mengambil kesimpulan kalau kemudian skateboard telah

melampaui sekedar olahraga ekstrim, dia membentuk manusia, dengan kreatifitas di dalamnya." Di belahan negara lainnya, skateboard telah dicoba sebagai salah satu upaya membenahi persoalan dan relasi sosial di suatu komunitas masyarakat. Beberapanya bisa disebutkan seperti; bagaimana Oliver

Percovich memulai NGO yang bernama Skateistan di negara

rawan konflik seperti di Kabul – Afghanistan.

Berpindah ke India. Seorang

ibu dari desa Mahabalipuram,

daerah pesisir Tamil Nadu,

bertekad untuk mengupayakan anaknya Kamali, agar mampu mengakses pendidikan yang

Empower Issue

sebelumnya dia belum pernah

memiliki. Kamali senang bermain Skateboard, dengan nya mendobrak status quo stereotip kultural atas perempuan desa di India yang terlahir hanya dengan satu tujuan utama dalam hidupnya, yaitu menikah dan melayani suami nya kelak. Menoleh sedikit kebelakang, tahun 2015, ketika terjadi

penyerangan “teroris” di kota Paris

yang mengakibatkan 130 orang meninggal. Setelah kejadian tersebut perhatian pemerintah Prancis segera beralih ke ibukota Belgia, Brussels, sebagai kota pusat para imigran, yang dicurigai menjadi markas para teroris. Terjadi penutupan akses terhadap keluar masuk Belgia, pemutusan jaringan komunikasi dan penerapan siaga militer. Kekalutan terjadi ditengah masyarakatnya,

dalam video pendek produksi

majalah Huck pada tahun yang sama, diceritakan seorang anak perempuan berhijab, imigran Maroko beserta beberapa anak imigran lainnya, menjadikan skatepark Ursulines yang berada dipusat kota Belgia menjadi zona aman bagi mereka untuk berinteraksi antar sesamanya. Hal tersebut serupa pula dengan

komunitas queer seperti Forward Living Skate Collective di

Wisconsin, United States, yang

membangun skatepark-nya secara diperuntukan swadaya yangd sebagai zona aman bagi para queer skateboarder disana. Apa yang kemudian dapat

ditarik dari catatan pendek

diatas, kami memahami

bahwa skateboard ini mampu

menggerakan individu-individu yang bersinggungan dengannya, tentang membangun support system serta tentang bagaimana cara bagi kita untuk mendorong daya kreatifitas hingga batasan

yang kita sendiri pun tidak

mampu melihatnya lagi. Kami selalu meyakini hal-hal kecil seperti Skateboard, lalu sebut saja Punk dengan etos kerja

D.I.Y/Do It With your Friends, kemudian Zine dengan semangat bereksperimen dalam ruang bebasnya, maupun subkultur lainnya adalah hal yang paling mampu untuk menggerakan kita untuk memulai narasi-narasi kecil untuk menggapai hal-hal besar yang kita impikan dikemudian hari. Tim Golosor Club

Daftar Isi

2 Tim4.7% Anarcho/Vol: Surel dari 70 Teman di Tanah Kangguru

Sebuah Pengantar

5Daftar Isi Setegar Erlina Menjagai 90 Toko Buku Maranatha 10Never Grow Up/Parental Advisory Berbagi Pengalaman: Melihat Aksi Perempuan 16 Cerita Bersama Forum Pekerja di Negeri Jiran dan Keluarga Besar 96 Grimloc Records Sambil Shredder Spotlight: 20Mendengarkan Dasawarsa Raymond Sirait Kebisingan Artist Spotlight: 107 Lembar Mewarnai 24 Ibay Arifin 108 Lembar Jualan Pre Something to Something (Bagian 1): 30 Gelombang Pertama Skateboard di Bandung 1976-1981 Pre Something to Something (Bagian 2): 40 Street Spydrs 1982-1992 Cicaheum Hell Park: 56 Berdaya dengan Swadaya Skate Fellas: 64 Supporting Indonesia’s Next Generation of Škateboarders

9999

口 8

1 m o 0口0

瞬 mII

m 200000 0口0 II

CID CD

Pindai kode QR ini untuk mendengarkan playlist yang telah tim redaksi siapkan,

sebagai teman pendamping guna menikmati suguhan edisi kedua kami.

II

Skateboarding is not a hobby. And it's not a sport. Skateboarding is a way of learning how to redefine the world around you. It's a way of getting out of house, connecting with other people, and looking at the world through different sets of eyes

II

Ian Thomas Garner MacKaye

wlll/ cooking.cullure

ABRAHAM

— and Smith—

AA COL BE AERAI

Jalan Tamblong Dalam No 2 Gudang Selatan No 22 (Gudang A) @abrahamandsmith Spiritual Quality

LEK S ID

M

10 PARE RESPECT

PABENTALADVISORY ONESIA-GERMANY 202 Never Grow Up/ Parental Advisory GOLOSOR TIMES

2006, Dyang diberi nama The Neverland imulai sejak Supervise Playground, tepatnya kampanye Never Grow Up mulai

digalakan pada November 2006.
Neverland diambil dari
dipanggil Ompei. Never Grow nama kepulauan tempat Peterpan, Tinker Bell, Captain Hook & The
mengajak para orangtua agar Up merupakan seruan untuk Peter Pankarangan James Lost Boys tinggal dari dongeng
meluangkan waktu menemani anak-anaknya setidaknya 15 menit setiap hari. bermain,
kepada kami mengenai asal-Ompei menceritakan Kampanye Never Grow
usul kampanye yang merupakan Up lahir dengan dasar
bagian dari program Yayasan Adikaka itu ketika kami temui di jiwa setiap orang dewasa
daerah Baranangsiang, Kosambi. kantornya, Parental Advisory, di ada bagian yang menolak untuk meninggalkan jiwa kekanak-kanakannya,

pria yang bernama lengkap Phaerlymaviec Musadi atau akrab

Matthew Barrie.

II

pemikiran bahwa di dalam

"Waktu itu ketika anak saya masih kecil, saya senang sekali bermain bersamanya, terkadang karena saking keasikannya, sering ditegur kakek. 'Kamu tuh udah gede jangan berkelakuan kayak anak kecil seperti gitu lah.' Nah, teguran itu menginspirasi saya untuk memulai kampanye Never Grow Up". Dalam zine Total Lokal yang ditulis Ompei, ia menuliskan, “Kampanye Never Grow Up lahir dengan dasar pemikiran bahwa di dalam jiwa setiap orang dewasa ada bagian yang menolak untuk meninggalkan jiwa kekanak-Ditulis oleh kanakannya, begitu pula pada Reka Nugraha setiap jiwa seorang anak, ada keinginan untuk dianggap,

Foto oleh

didengar dan diperhatikan oleh

Phaerlymaviec Musadi para orangtua”.

& Reka Nugraha implementasi Sebagai kampanye Never Ġrow Up, Ompei kemudian mengelola sarana bermain bagi anak-anak

begitu pula pada setiap jiwa seorang anak, ada keinginan untuk dianggap, didengar dan diperhatikan oleh para orangtua II

Ompei bercerita, “Saya senang dan terinspirasi oleh J. M. Barrie yang ketika eranya, akhir abad ke-19, banyak laki-laki yang ber-dress up gentlemen, menjaga kewibawannya, hal tersebut sangat berkebalikan dari Barrie yang malah lebih senang bermain- main dengan anak-anak kecil”. Fasilitas utama yang dimiliki The Neverland Supervise Playground berupaquarter setinggi 60 cm dengan lebar 50 cm dan banks setinggi 40 cm dengan lebar 50 cm, lengkap dengan fasilitas 8 skateboard sebagai

NEVER GROW UP/PARENTAL ADVISORY

tambahan yang bisa digunakan bergantian oleh anak-anak. di Lokasinya terletak halaman depan kantor Parental Advisory Baby Clothing, merek clothing line yang sudah dijalankan Ompei semenjak 2007. Pada awal pembentukan sarana bermain itu, dia bukan tanpa alasan memilih skateboard sebagai fasilitas utama The Neverland Supervise Playground. Selainkarenakekerennannya, Ompei mengatakan, “Skateboard adalah olahraga individual tetapi nilai kolektifitasnya kuat sekali serta mampu menumbuhkan rasa kepercayaan diri pada anak-anak yang bermain skateboard. Seperti kita pahami, tidak mudah bisa bermain skateboard, misalnya ketika Kamu belajar hal basic seperti ollie, untuk belajar ollie saja dibutuhkan waktu yang tidak butuh kedisiplinan sebentar, dalam berlatih dan tentunya keberanian melawan rasa ragu serta takut, misalnya untuk saat pertama kali mau drop in di mini ramp”. Untuk operasionalnya,

terdapat dua skateboarder yang

menjadisupervisoranak-anak ketika bermain skateboard. Mereka adalah Gredy dan Shendy Pranoordy Heryadi. Mereka mendampingi sekira 11 anak yang secara reguler hadir bermain skateboard. Setiap akhir pekan, mereka biasanya cruising dari Baranangsiang ke 18th Park yang terletak di Jl. Riau kala itu. Tidak tanggung-tanggung, dari kegiatan bermain tersebut,

GOLOSOR TIMES

II

Skateboard adalah olahraga individual tetapi nilai kolektifitasnya kuat sekali serta mampu menumbuhkan rasa kepercayaan diri pada anak-anak yang bermain skateboard II

anak-anak sempat berkesempatan menjadi bagian iklan Indomilk yang waktuitu audisinya dilakukan di backyard ramp Hobbies, bertetanggaan dengan toko Parental Advisory Baby Clothing di jalan Sultan Tirtayasa. The Neverland Supervise Playground menerapkan tiga aturan sederhana bagi anak-anak yang ingin bermain di sana; jaga kebersihan, jaga antrean, jangan ngomong “Anjing". "Karena kaloungkapan anjing itu dalam penggunaan kesehariannya sudah seperti imbuhan saja, kata tersebut tidak hanya mengekspresikan marah, tetapi pula ekspresi menyatakan kekaguman, bahkan ketika hanya untuk mengatakan sesuatu", ujar Ompei ketika kami tanya kenapa memberikan penekanan pada perkataan “anjing". tersebut dibuat Aturan seiring berjalannya waktu, disesuaikan dengan apa yang Ompei pelajari dari tingkah laku anak-anak ketika mereka bermain skateboard kala itu. Secarageografis, Jalan

MOTOR

ADVISORY

BABY

KIDS

IMFANT

'LY!!

Baranangsiang merupakan jalan yang menghubungkan Kosambi Area dengan Jalan Sunda. padat penduduk dengan lokasi berdekatan dengan pasar kosambi. Ompei bertutur dalam video NOTTO PATV, “Dulu sebelum saya pindah ke sini-istri saya asli dari sini-banyak cerita soal preman ini atau preman itu lah yang kena bacok dan tusukan di sana-sini. Ketika saya

pindah ke sini pun beberapa teman1 saya memang bukan preman tetapi mereka pemakai' dan 'pengedar' sehingga jelas betul dalam lingkungan seperti apa The Neverland Supervise Playground ini berada. Dari situlah keberadaannya menjadi esensial terutama bagi anak-anak di sekitar sana." The Neverland Supervise Playground denganarena

NEVER GROW UP/PARENTAL ADVISORY

bermain sketaboard bertahan sampai 2011. Ketika kami tanya alasannya, Ompei menjelasakan. "Pada tahun tersebut, saya mendapat musibah. Awal ceritanya ketika si pemilik rumah yang saya sewa untuk toko Parental Advisory di jalan Tirtayasa menaikan harga sewa dan menginginkan saya langsung mengontrak untuk sekaligus tiga tahun. Dari situ saya merasa tidak mampu memenuhinya. Kemudian, saya berencana memindahkan semua barang jualan Parental Advisory ke Kalimantan dan membuka toko di sana, tetapi kapal yang mangangkut barang saya

PARENTAL ADVISORY

kebakaran. Alhasil, barang saya ikut terbakar habis. Pada momen CLOTHING itulah akhirnya saya memutuskan dengan berat hati program Never Grow Up, bersamaan dengan area Neverland Supervise Playground bermain The Neverland Supervisesekarang bermutasi dengan tidak Playground dihentikan sementara, hanya berfokus pada skateboard. untuk berfokus pada membangun Karena, semangat yang ada

MENGENANG

lagi basis ekonominya yaitu pada The Neverland Supervise

SEORANG SAHABAT

Parental Advisory," ujar dia. Playground adalah semangat Ketika kami temui di kantor bermain untuk belajar. Beberapa Parental Advisory Baby Clothing, kegiatan lain yang sempat berada Ompei saat ini sedang banyak di bawah naungannya adalah membuat konten untuk kanal sablon-menyablon dan Just Youtube Ompei Parental. Kantor Dance. tersebut sekarang sudah memiliki Menutup obrolan kami, dua lantai dengan satu rubanah, Ompeimengungkapkan di rubanah inilah Ompei banyak keinginannnya mengaktifkan menghabiskan waktu membuat kembali arena bermain skateboard konten Youtube berupa live yang dulu terletak di halaman talkshow dengan para penggiatdepan kantornya. Sehingga, anak-

sablon atau membahas apa punanak sekitar tidak sering bermain

yang ada dalam lingkaran Ompei. di pinggir jalan karena hal itu Ia menjelaskan bahwa saat bukan hanya membahayakan DEJAN GLUSEVIC 26 Juni 1996 - 29 Juni 2009 ini setelah vakum selama tiga anak tetapi juga membahayakan tahun terhitung dari 2011, Thepengguna jalan pada umumnya.

GOLOSOR TIMES

COVID19 SUCKS!

GSKATEBOARDING

Trunojoyo No 15 Bandung

Melihat Aksi

Perempuan

di Negeri Jiran

GOLOSOR TIMES

Ditulis oleh aret 2020 lalu, saya Puji Utami melakukan perjalanan Mke Malaysia. Perjalanan Arsip Foto itu termasuk perjalanan nekat saya karena direncanakan secara Wolfpack Skate Girls mendadak. Tiba-tiba, saya ingin & Puji Utami menginjakkan kaki di negeri itu. Rencananya awal Februari saya ingin berangkat. Namun slot untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan salah satu gerakan charity, Longboard Women, sudah penuh. Hal ituberawal dari ketertarikan saya melihat unggahan Wolfpack Skate Girls, tim longboard Malaysia yang terbentuk dari program Non Government Organization Longboard Women. Tim itu merupakan bagian dari LGC (Longboard Girl Crew) untuk menjalankanprogram inklusif bagi perempuan di dunia longboard, tidak hanya perempuan. Hal ini akan saya sebut sebagai yayasan agar akrab di telinga orang Indonesia. Yayasan ini membantu kaum minoritas mendapat kesempatan sama untuk berkembang dan menciptakan safe place bagi orang-orang yang ingin meraih impian di dunia skate dan longboard. Saat itu, tanpa keraguan sedikit pun dalam hati, saya terbang dari Jakarta menuju Malaysia dan jadi pengalaman pertama saya ke sana. Sebelumnya, hanya transit. Saya berkoordinasi dengan Emma, perempuan yang tak kenal lelah dan sosok yang tangguh di balik Wolfpack Girl Skate.

Emma menjemput saya di bandara bersama salah seorang donatur. Lalu kami makan malam sembari berbincang melalui video call bersama Valeria Kechichian LGC/inisiator (co-founder longboardwomen)dan Aole (ilustrator). Kami bercerita tentang rencana beberapa hari ke depan bermain dan berlatih bersama teman-teman dari Malaysia. Tentu banyak hal menarik yang saya dapat dari perjalanan singkat itu. Memang saya tertarik dengan isu kemanusian dan perempuan. Betapa saya merasa beruntung sebagai perempuan Indonesia karena saya rasa negara saya tergolong demokratis dan bisa bebas berekspresi. Berbeda dengan keadaan yang saya temui di Malaysia. Sebelum saya menceritakan hal ini lebih detail, saya akan bertanya kepadapembacakhususnya perempuan di Indonesia. Berikut pertanyaannya.

1.bebas Apakah Kamu menentukan pilihanmu sendiri?
2. Apakah Kamu melakukan sesuatu atas keinginan sendiri atau berdasarkan pendapat orang lain?
3.ApakahKamu pernah melakukan perjalanan sendiri?
4.Apakah Kamu bebas mengekspresikan diri? Saya rasa, saya masih bebas melakukan apa pun yang saya inginkan selama tidak merugikan orang lain, Saya juga masih bisa bebas menentukan pilihan hidup tanpa tekanan dari luar. Inilah yang ingin saya ceritakan. Saya menjumpai
MELIHAT AKSI PEREMPUAN DI NEGERI JIRAN

kelompok remaja yang memang masih membutuhkan bimbingan Namun seperti orangtua. kebanyakan stereotipe remaja di Asia Tenggara, terkadang mereka harus mengikuti kehendak orangtua yang saklek. Terlebih, sebagai kadang perempuan,1 dituntut tidak melakukan apa yang dilakukan laki-laki. saya Beruntung bagi mempunyai sosok ayah yang tidak membeda-bedakan gender. Saya diajari banyak hal seperti woodworking, bercocok tanam, bermain gim, dan banyak hal yang biasanya hanya dimainkan atau diajarkan kepada anak laki-lak. Memang ayah dan ibu saya Namun berbeda pandangan. saya beruntung ada sosok yang bisa menjadi role model dan mendukung saya. Kedatangan saya waktu itu membuat mereka kaget ketika saya bercerita bahwa saya berangkat ke Malaysia sendirian. Saya sering traveling sendirian. Saya bebas melakukan hal apa saja. Mungkin, bagi saya itu sudah biasa. Bukan hal baru ketika orang melakukan solo traveling. Saya juga tidak kalah kaget mendengar cerita-cerita mereka. Salah ada satu anak yang tergabung di Wolfpack Skate Girls yang tidak diperbolehkan bermain longboard lantaran hal itu hanya dilakukan laki-laki, bukan permainan perempuan. Bukan hanya itu, isu- isu kekerasan domestik untuk perempuan dan anak perempuan juga masih kerap terjadi, tidak hanya di Indonesia. Tetangga

GOLOSOR TIMES

kita juga mengalami hal serupa. Saya mendengarkan mengapa gerakan Wolfpack Skate Girls ada di Malaysia. Mereka ingin menjadikan Wolfpack Skate Girls bukan hanya untuk mendukung para perempuan yang ingin bermain longboard, tetapi lebih mulia lagi ingin menjadi tempat aman untuk mereka yang menjadi korban kekerasan domestik, fisik, atau mental. Kita menghadapi masalah yang sama, tidak hanya kekerasan, masih maraknya pernikahan anak juga masih menjadi sorotan. Mereka dan bergerak mendukung perempuan generasi penerus untuk menjadi perempuan bebas dalam arti bebas menentukan pilihan hidup, bermimpi, mendapatkan keadilan, kesempatan yang sama dalam setiap hal, menjadi tangguh, dan terlindungi. Hal itu masih menjadi harapanbanyak perempuan lainnya dan saya rasa ini adalah teriakan perempuan hampir di seluruh belahan dunia. II

Mereka ingin menjadikan Wolfpack Skate Girls bukan hanya untuk mendukung para perempuan yang ingin bermain longboard, tetapi lebih mulia lagi ingin menjadi tempat aman untuk mereka yang menjadiRUFUS korban kekerasan domestik, fisik, atau mental II

Banyak sekali perempuan

yang menghadapi masalah diskriminasi. Contohnya, banyak juga gerakan skate serupa yang mendukungdan membantu perempuan lebih berdaya. Memang kita tidak bisa bergerak sendirian, tidak mudah juga mengumpulkan massa. Butuh kesadaran, juga sikap saling mendukung antarperempuan yang mungkin agak mustahil. Ya, tahu sendiri karena banyak sekali perempuan yang malah menyerang perempuan lainnya. Coba kita lupakan itu, lihat saudarimu sedang mendapatkan masalah. Beri dukungan dan yuk, berjuang bersama. Apa saja kegiatan mereka selama bergabung di Wolfpack Skate Girls? Selain membimbing perempuan usia muda dalam beraktivitas olahraga ekstrem

seperti downhill, street luge,

skate danlainnya, mereka mengadakan charity ke sekolah untuk memberikan dukungan di bidang pendidikan. Mereka juga menyediakan safe place bagi perempuan yang menjadi korban kekerasan. Berkat kerja keras Emma, tangguh perempuan di balik Wolfpack Skate Girls, aktivitas ini dapat berjalan lancar dan apik. Tak lupa pula dukungan donatur-donatur aktif yang turut membantu agar Wolfpack Skate Girls selalu menjadi tempat aman dan nyaman untuk perempuan-perempuan agar bebas berekspresi sesuai mimpinya. Terima kasih Emma, Valeria, Wolfpack Skate Girls, LGCI, dan perempuan-perempuan tangguh terdekat saya. Merekalah role model saya yang selalu menginspirasi.

MELIHAT AKSI PEREMPUAN DI NEGERI JIRAN

Shredder Spotlight:

Raymond Sirait

GOLOSOR TIMES

一 一

aymon Luat Parulian Sirait atau biasa dipanggil Emon lahir 25 tahun silam

R对

terhitung dari tahun 2020. Anak ke tiga dari empat bersaudara, darah Batak dan marga Sirait ia dapatkan dari ayahnya yang merantau dari Medan ke Bandung semenjak lulus sekolah. Skateboard dikenalnya sewaktu ada anak tetangga asyik bermain skateboard di jalanan Momen itu perumahannya. terjadi ketika ia masih di kelas 2 SMP. Merasa terganggu dengan suara ribut dari luar rumah, sesaat kemudian ia dengan Dado, kakak keduanya, datang menghampiri anak tersebut berniat untuk menegurnya. Entah ada angin apa, akhirnya mereka berdua ikut mencoba skateboard dan bermain bareng. Selepas itu, mereka pulang ke rumah,kemudian Emon mengatakan bahwa ia lebih tertarik untuk bermain skateboard daripada ikutan ngebentuk band bersama kakaknya. Mendenger hal itu, Dado Emon itu menimpali, kalau cumaikut-ikutan doang,gak berpendirian. Merespons apa yang dikatain kakaknya, Emon enggak kalah sengit membalasnya mengatakan, kalo ia ingin bermain skateboard Ditulis oleh dan hal itu bukan karena ikut-Reka Nugraha ikutan doang. Dari obrolan antara layaknya kakak beradik yang 1

Foto oleh

lebih mirip kelakuan Tom &

Akmal Thoriq Jerry tersebut, ngebikin Emon membulatkan tekad benar-benar menekuni skateboard.

Ketika ditanya kenapa masih bermain skateboard hingga hari ini, ia dengan lugas diiringi candaan menjawab, "Soalnya gak ada lagi

yang bisa aing kerjain jug..

Niat membentuk band dilupakan oleh Emon. Ia lebih memilih skateboard, salah satu alasan lainnya karena ia sudah semakin berjarak dari lingkaran bermusiknya. tongkrongan Emon pada kemudian hari lebih disibukkan bermain skateboard di Kota Baru Parahayangan, yang notabene sangat riskan untuk

diusir. Di sana, penjagaannya

sangatketat dengan hampir setengah jam sekali akan selalu ada petugaskeamanan yang melakukan patroli keliling area. Ada beberapa spot relatif kondusifyang biasa ia dan kawanan skateboarder lainnya pakai untuk menyimpan rail portable, bukan Meski demikian, berarti hal itu menjadikan mereka bisa terbebas dari usiran petugas keamanan. Dengan ketengilan anak-anak, mereka selalu kembali lagi ke spot yang sama setelah memastikan sebelumnya kalau petugas keamanan sudah hilang. Seperti anak muda pada umumnya, Emon bergerak dari tongkrongan satu ke tongkrongan lainnya. Ia kemudian banyak menghabiskan waktunya bermain skateboard di Cimahi, tepatnya Itulah di GOR Sangkuriang. tempat yang mengantarkannya ke lingkaran tongkrongan anak-anak Cimahi Skateboard Association (C.S.A).

SHREDDER SPOTLIGHT: RAYMOND SIRAIT

(Indonesian Skateboard biasa

nongkrong Mereka bermain terlihat Association) tahun 2010 untukISA
skateboard di belakang Alun-alun Cimahi kala itu. kategori Under 15 Class. Pada LSP (Lucky Line Skate Park)
bermain Hingga hari ini, ia sudah hampir ketigā dan Best Trick, Unjani Fest Competition dia meraih posisi

dan

skateboard juara pertama, serta masih ada 10 tahun. Dalam kurun waktu Pindai kode QR diatas

selama itu, kita bisa membaginya beberapa prestasi lainnya yang tak
menjadi dua periode masa ketika Pindai kode QR diatas untuk mendengarkan
Emon bermain skateboard walau mandiri oleh komunitas skateboard di beberapa daerah di luar Kota di antaranya playlist yang disusun oleh Raymond Sirait

bisa ia ingat. Beberapa pembagian periodenya tidaklah adalah kompetisi-kompetisi kecil secara akan sama berat. Pada periode yangdiselenggarakan pertama, ia banyak menghabiskan waktu bermain street skating dari semenjak perkenalan pertamanya Bandung. ketika SM hingga jelang drop out dari kampus pertamanya yang ngebikin ia menganggur. Memasuki periode kedua, sepulangnya trip dari Bali bersama Lekka Union MFG tahun 2017, Emon bermigrasi dengan lebih memilih bermain transisi, dia beralasan karena sudah mentok untuk mengulik trik-trik lain. “Seperti jalan di tempat," katanya. Hal itu dapat dipahami karena ia bukan tipikal street skating yang mengulik flip tricks atau trick-trick combo. 1Dalam kesaksiannya pula ia ngerasa ketika ngelakuin tricks di bowl atau transisi dirasainnya lebih keren walau tricks itu hanyalah trick basic belaka dengantentunya persyaratan kecepatan laju skateboard mesti jadi perhatian utama tanpa bisa ditawar. Perlu menjadi catatan tambahan, selama bermain street skating, dia pernah memenangi beberapakompetisi, beberapa juara yang ia ingat adalah gelar

pertandingan yang di

GOLOSOR TIMES

Artist Spotlight:

Ibay Arifin

RUINS

BUDI

200J1016

GOLOSOR TIMES

Ditulis oleh bay Arifin Suradi atau biasa

Reka Nugraha kami panggil Ibay adalah

sosok yang akhirnya kami

Foto oleh pilih untuk mengerjakan cover

edisi cetak kedua kami. Dia Ridho Reynaldi seorang ilustrator yang tahun & Fian Áfandi 2019 namanya masuk daftar

"4 Undergound Illustrator You

Should Know About!" yang

disusun Cvlt Nation.

Mengerjakan banyak

ilustrasi untuk sampul kaset

hingga vinyl dan desain merchandise, tentunya yang kebanyakan untuk band seperti bernuansa gelap, Arc Enemy,Gojira, pg.lost,

Pound, Daughter Chaos, Orion, Woorms, Torpor,

Thunderworm, Calligram, bahkan untuk Body Void sendiri

ia dipercaya dalam mengurusi

hal semua menyangkut kebutuhan visual mereka. Ia pun sekaligus skateboarder

yang banyak bermain transisi

sambil memburu curb-curb liar untuk ia tabrak serampangan. Sudah mulaimenggambar SD, kemudian sejak meneruskan sekolahnyake jenjang lebih tinggi mengambil jurusan Pendidikan Seni Rupa di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) angkatan

2010. Selepas lulus, Ibay tidak

memilih menjadi guru seni tetapi banyak berkecimpung

dalam dunia ilustrator. Simak

obrolan singkat kami tentang

kegiatan berkeseniannya dan skateboard, silakan

Kenapa memilih gaya menggambar yang gelap-

dalam arti gelapan, hanya warna hitam dan bermain putih?

Sebenarnya dulu semejak

saya kecil sampai tahap akhir

remaja hampir semua bidang seni yang saya tekuni seperti;

seni murni membuat patung

dari tanah liat kemudian di cetak dengan gypsum, melukis, sampai cetak grafis, namun pada akhirnya menggambar dengan media pulpen di atas kertas lebih murah dibanding dengan membuat seni lainnya, sehingga saya memutuskan pada

untuk fokus hanya

drawing di atas kertas cukup

dengan media pulpen dan

kertas sedikit tambahan tinta cina yang bisa dibeli di mana

saja. Membuat ilustrasi hitam

putih tanpa warna menurut saya lebih mampu memberikan

"kesan" pada siapapun, serta

untuk berkarya seperti itu tidak harus dengan media yang cukup mengguras uang

jajan. Intinya lebih simple aja.

pada kehidupan pun menurut saya, merupakan pilihan untuk

menjadi baik atau tidak seperti

memilih warnahitam atau

putih, pada dasarnya dunia ini

gelap, hingga tersingkap oleh semuawarna cahaya putih dapat terlihat.

Bagaimana awal mulanya Kamu menjadi ilustrator cover suatu band?

Awalnya dari gak jauh berproses lalu penasaran,

ARTIST SPOTLIGHT: IBAY ARIFIN

mencoba, sempat ga pede dulu, minder gitu, dari situlah saya hampir tiap hari latihan bagaimana ngebuat gambar agar terlihat detail dan punya

gaya sendiri, awalnya pasti

liat referensi dari illustrator-illustrator keren lokal sampai internasioanl dari internet.

Untungnya di zamansaya

memulai menekunii sebagai illustrator, internetdengan media sosialnya sudah gampang di akses. Beda sejak harus saya kecil, referensi

langsung dilihat fisiknya misal

dari komik atau majalah. Setelah prosesbelajar hampir selama beberapa tahunakhirnyaà saya bisa memberanikan diri, karena saya merasa punya style gambar sendiri, hasil merespon dari berbagai macam illustrator yang sayalihat, bukan menjiplak tapi lebih ke merespons gaya mereka, dari situlah saya memulai percaya diri untuk memperlihatkandi media sosial, jujur berkat media sosial lah menjadi banyak orang- orang mengapresiasi yang walaupun sekedar dunia maya, dari situlah ada beberapa band yang ingin membuatkkan cover album dengan gaya gambar dan musik yang menurut mereka cocok, disitulah semua di mulai.

Dari siapa Kamu mendapatkan style arsiran menggambarmu sekarang?

GOLOSOR TIMES

Tidak bisa di pungkiri jika karya dan teknik style seniman berkembang dan terinspirasi dari karya-karya zaman dulu,

saya mendapatlan style arsiran line art atau garis (teknik etching

) dari Albert Durer seniman asal Jerman sebagai ahli ukiran

dengan teknik etching pada

seni grafis, dan saya menyukai illustrasi hitam putih black hole dari karya Harry Clarke

seniman asal irlandia. Harry Clarke juga sering membuat

karya pada kaca yang biasanya menjadi penghias ornamen di gereja atau yang bisa disebut Art Nouveau. Black hole yang menjadi objek di karya saya

bisa di ambil dari konsep gaya

Harry Clarke. Garis rapih di ambil dari Durer. Sebenernya masih banyak yang membuat saya terinspirasi dari tematik seperti artwork scifi dari Roger Dean, BrucePeninngton,

Pushead dan Mark Riddick

dari tema kematian atau tengkoraknya. namun secara teknik dan idea. Durer dan Clarke dua seniman inilah yang

memikirkan gimana nanti atau nanti gimana, yang penting apa yang saya lakuin sekarang have fun aja. dan terus berkarya. Saya percaya bahwa karya tidak akan pernah mati.

Dariyang kami perhatikan, Kamu banyak menggambar

objek dari anatomi tubuh

manusia, binatang, lanskap, dan sekian galaksi.Dari mana

banyak objek itu,

ketika

yang paling disukai

menggambarnya?

Yang paling saya sukai mengambil tema dari anatomi luar

tubuh beserta lanskap

tau angkasa karena gak kenapa saya merasa nyaman bebas dan lebih pokus ketika melihat objek-objek tersebut. Ketika tubuh manusia berada di ruang yang hampa tanpa batas memasuki galaxy berubah wujud dan mengalami waktu, perubahan langit yang luas dengan bintang-

bintang jauh dari berbagai tata

surya, saya personal seperti menemukan surealisme dan

mewakili saya dan menggali misteri yang sampai saat ini
style dari mereka. masih banyak fakta belum
Sejak bisa terpecahkan. Ketertarikan itulah menjadikan sebuah
menekuni objek yang saya gambar. segala sesuatuyang telah menjadi memiliki titik jenuhnya sendiri, bahkan yang berangkat dari pekerjaan selalu
terpenting hobi sekalipun,bagaimana

kapan mulaii serius sebagai gambar pekerjaan?

Serius menekuni delapan

laludengan tahun yang

keyakinan 99 persen, yang

diri percaya

dan yakin hehe. Gak terlalu

kamu menanggulanginya?

ARTIST SPOTLIGHT: IBAY ARIFIN

■ ■

Karena saya dari dulu

bekerja di rumah pasti mood naik turun itu selalu ada, ketika rasa jenuh itu datang sayaperbanyakkegiatan outdoor, saya ber-skateboard lalu dan beberapa waktu pernah aktif main sepeda juga.

Karena dengan seperti itu

saya tidak memikirkan apa- apa menjadikan pikiran saya merasa fresh saja.

Apakah aktifitas skateboard Kamu mempengaruhi kekaryaan yang dihasilkan? Kalau memang ya, sejauh mana hal itu berpengaruh.

Kayanya ada sih, walaupun

dari segi tematik kekaryaan

masih belum ada projek dari sebuah brand skateboard. Masih belum ada jalan keranah situ. Mungkin pada kesehatan tubuh saja, saya meluangkan waktu untuk skateboard seminggu sekali. Berpengaruh pada

kebugaran saja sih untuk di

aplikasikan saat bekerja ketika ada project-kan menggambar badan ngerasa jadi ringan.

Kamu cukup mengidolakan Ryan Maddox. Apa yang Kamu lihat dari dia? Selain dia, siapa lagi yang Kamu ikuti?

Ryan Maddox yang saya liat dari gaya style dan trick nya tidak semainstream para sekateboard pada umunya, walaupun slappy grind sudah ada di era 80an, Maddox memperlihatkan

GOLOSOR TIMES

gaya dia kembali dengan sendiri yang dimana dia benar-benar fokus pada curbs dan dia selalu memberikan sentuhan epic untuk memperlihatkan

slappy grind telihat enak untuk

dinikmati, simple tapi keren. Mungkin saya sudah merasa

jenuh dengan style skateboard

sekarang dan selain dia masih ada beberapa skaters yang saya

ikutin dari gaya bermainnya,

walaupun skill saya dengan merekajauh dari ujung kukunya seperti Natas Kaupas, Kareem Campbell,CraigQuestions, ama Jason Adam.

ApamusikyangKamudengarkan ketika menggambar?

Suasana ruangan berpengaruh saat berkarya dan yang terpenting yaitu musik selama proses pengkerjaan. Beberapa musik yang saya dengarkan untuk mendobrak semangat ketika berkaya dari mulai musik ga enak di dengar sampai benar-benar enak untuk di dengar seperti:

Blasphemy-fallen angel Pindai kode QR dibawah of doom. Takashi kukobo-untuk mendengarkan oasis of the wind ~ A story ofplaylist yang disusun oleh Ibay Arifin forest and water ~. William basinski – watermusic II. John carpenter - “night". Slint – good morning, captain. Crematory

  • wrath from the unknown. Beherit-the oath of black blood. Disorder-under the scalpel blade

Pre Something to Something (Bagian 1):

Gelombang Pertama

Skateboard di

Bandung 1976-1981

Ditulis oleh

Reka Nugraha

Arsip Foto Yayasan Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution

Artikel Pre-Something To Something ini merupakan tulisan yang hadir dalam empat bagian. Pembagian dilakukan karena penuturannya yang berusaha bercerita secara mendetail dari masa ke masa dan memuat cerita banyak narasumber. Setelah bagian pertama dan kedua di edisi ini, bagian ketiga dan keempat (terakhir) akan hadir di edisi tiga kami, akhir kata “Selamat membaca."

Frank Nasworthy dari Cadillac Wheels memperkenalkan formula baru untuk ban skateboard pada 1972. Hingga detik ini, warisan penemuannya masih kita pergunakan untuk bermain skateboard, Urethane formula. Menyusul kemudian setahun setelahnya, 1973, Ron Bennett dari Bennett Skateboards, setelah melewati berbagai macam eksperimen, memperkenalkan Trucks yang diperuntukan khusus bagi skateboard. Mereka dikenal saat itu karena produk Big Red Bushing miliknya menggantikan

elemen besi berbentuk “T”

copotan dari sepatu roda. Dua hal tersebut membuat laju skateboard semakin halus dan cepat, serta lebih mampu manuver- mengeksplorasi manuver ketika mengendarainya, terutama saat berbelok tajam dan memutar. Penemuan itu juga menandakan kebangkitan skateboard gelombang keduas di Amerika Serikat setelah gelombang pertama pada 1965 surut akibat tingginya jumlah anak yang cedera akibat bermain skateboard. Sehingga, membuat banyak kota di Amerika Serikat memberlakukan pelarangan aktifitas bermainskateboard dengan diikuti pelarangan toko untuk menjualnya. Berselang dua tahun dari 1973, majalah skateboard pertama

yang sempat terbit di 1964-

1965bernama Skateboarder Magazine terbit kembali (dua edisi mereka pertamanya

GOLOSOR TIMES

menamakan diri The Quarterly Skateboarder-pen) tepatnya pada musim panas 1975, dengan konten lebih progresif dari empat edisi sebelumnya pada 1960-an. Agresifitas Z-Boys sepertinya mulai II menular ke banyak skateboarder kala itu.Tentu saja setelah para Zephyr Team Baru sekitar tahun 1976 tersebut menggerudug kompetisi sekelompok anak muda The Bahne/Cadillac Nationals di di Bandung mulai terlihat Del Mar bulan April tahun yang berseluncur dengan sama. skateboard Terbuktipadaterbitan pertama Skateboarder Magazine, II setidaknya ada dua artikel; Slalom Technique yang menyajikan foto Stacy Peralta dan Tony Alva yang tengah bermanuver melewati cone saat slalom hasil jepretan Craig R. Stecyk III, serta tentunya bowl ridding pada artikel

Getting Vertical yang akan mudah mengingatkan kita pada para penghuni Dog Bowl. Kemunculan kembali majalah Skateboardermemicu meningkatnya popularitas skateboard di Amerika Serikat menjangkau hingga mampu benua lain. Sutresna Seorang Herry menuliskan, "Soalnya gak dulu ada mungkin jaman produk yang rilis dari luar bisa berbarenganberedarnya di Indonesia pada tahun yang sama... hitungan satu tahun dulu berarti sama dengan satu bulan sekarang." Pernyataan itu dia tuliskan

dalam pesan Whatsapp yang

dikirimkan sewaktu saya membahas tentang masuknya breakdance ke Indonesia (tahan, jangan bingung dulu karena ini memiliki pertaliannya sendiri dengan perkembangan skateboard dilokal kitakedepannya, khususnya Bandung). bisa sangat Sehingga difahami, baru sekitar tahun 1976 sekelompok anak muda di Bandung mulai terlihat berseluncur dengan skateboard. Di antara penghuni angkatan pertama skateboarder Bandung ini, tersebutlah tiga orang yang paling bersinar namanya; Yoko, Widya, dan Budi. Mereka tergabung dalam tim skateboard dengan nama Geleseur. aktif Kebanyakan yang berseluncur pada era tersebut adalah anak-anak dosen ITB yang bertempat tinggal di daerah Ciumbuleit dan Jalan Sangkuriang.

PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 1): GELOMBANG PERTAMA SKATEBOARD DI BANDUNG 1976-1981

Pembahasan Skate Park Taman Lalu Lintas. Lery (di hadapan kertas) dari Geleser Team menjadi arsitek yang menggambar desain Skate Park Taman Lalu Lintas, didampingi Iwan Bule (sebelah kanan Lery) dari Cula Shila Team dan Iman (pojok kanan depan) yang merupakan pemain sepatu roda.

Selain Geleseur, ada pula tim bentukan Iwan Adjie a.k.a Iwan Bule atau yang akrab dipanggil Wanbul, Cula Shila Team. Sepak terjang tim skateboard Geleseur maupun Chula Shila Team seakan luput dari radar sejarah perkembangan skateboard di lokal kita, indikasinya bisa jadi karena pada penghujung dekade 1970 laju populasi skateboarder melambat dan semakin menurun hingga akhirnya pada awal 1980- an sempat hingga mencapai titik hiatus untuk beberapa tahun kedepan. Belum saya temukan dengan jelas musabab fenomena tersebut. Rudy Sagir atau yang akrab disapa Bang Udy, ketua Jurusan Desain Grafis Universitas Widyatama, dosen tamu di ITB dan Itenas, merangkap desainer, yang juga salah seorang pentolan Street Spydrs berpendapat, "Mungkin karena pada periode tahun yang sama pula di Amerika sana popularitasnya menurun juga.

GOLOSOR TIMES

Mungkin karena kita butuh inspirasi, jika di sananya mati angin, ke sininya jadi gak ada angin gitu, ya". Jika kita melihat pada skala yang lebih besar, apa yang dikemukakan Bang Udy benar adanya. Pada 1979-1980, sebagai ekses peningkatan cedera yang cukup signifikan, terutama dari mencoba orang-orang yang r bermainvert-skating, untuk kedua kalinya pemerintahan memberlakukan setempat pelarangan aktifitas bermain skateboard, sehingga membuat popularitasnya kembali menurun. Skatepark mulai sepi sehingga memaksa banyak tempat tersebut tutup, sebagai efek dominonya menjadikan industri skateboard menurun tajam, mengalami kerugian finansial yang besar. Hal itu pula yang menutup gelombang besar kedua skateboard,menyisakanpara core skateboarder yang bergerak

II

Sepak terjang tim skateboard Geleseur maupun Chula Shila Team seakan luput dari radar sejarah perkembangan skateboard di lokal kita, indikasinya bisa jadi karena pada penghujung dekade 1970 laju populasi skateboarder melambat dan semakin menurun II

secara underground dan

militan. Pun, pada periode yang

sama, Skateboarder Magazine bertransformasi menjadi Action Now tercatat sejak Agustus 1980, mencampur adukan berbagai kegiatan olahraga ekstrem dalam

satu majalah; BMX, surf, wind

surfing, in-line skates dan masih banyak lainnya. Saya rasa itu adalah cara

mereka bertahan di tengah

terpaanlesunya popularitas

skateboard tetapi gagal menangkap

semangat para core skareboarder. Sebagai respon dari lesunya industri skateboard kala

itu, berkembang selanjutnya

zine-zine yang terbit secara mandiri dibeberapa negara

bagian Amerika, yang saling

mengabarkan dan menyebar dari

satu tongkrongan ke tongkrongan

lainnya. Peresmian Skatepark Taman Lalu Titik terang dari periode Lintas Tahun 1981, dihadiri oleh Bapak Surya Sumantri selaku ketua Yayasan kelam skateboard di Amerika sana, Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryanimulai terlihat sejak terbitnya majalah Thrasher pada Januari

Nasution.

1981, hanya berselang dua tahun dari penurunan grafik popularitas skateboard saat itu. Namun, jika kita kembalikan

pada kondisi di lokal kita,

diperlukan setidaknya tiga tahun lagi untuk skateboard agar bergeliat kembali. Itu pun terjadi tanpa kesengajaan.


Gelombang angkatan

pertama skateboard di Bandung

memang hanya bertahan

beberapa tahun, bahkan masih

dalam hitungan satu jari tangan.

Tentu pencapaiannya perlu

kita catat secara cermat. Bang

Udy yang merupakan salah satu pentolan Street Spydrs juga merupakan saksi gelombang angkatan pertama skateboard di Bandung.

Dia ikut aktif berseluncur

pada penghujung gelombang pertama tersebut. Saya menemui dia saat siang menjelang mendung di kantornya di Jalan Ligar Raya. Sesaat setelah kami saling bertegur sapa, kemudian ia mulai bercerita. Ketertarikannya pada skateboard muncul sejak dia masih duduk di bangku SD. Sepengakuannya, ia mendapatkan skateboard pertama kalinya di

Miramar, departmen store yang

terletak di depan Alun-Alun Bandung. Skateboard buatan Taiwan itu bentuknya pun agak unik karena memiliki tiang pegangan, mungkin kalo kita bayangin sekarang akan

lebih mirip otopet daripada

skateboard. Tanpa referensi dari

PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 1): GELOMBANG PERTAMA SKATEBOARD DI BANDUNG 1976-1981

mana pun, Rudy Sagir kecil langsung suka dan membelinya untuk ia main-mainin di jalanan

rumahnya. kecil mengetahui kalau
Baru ketika tahun 1976 ia skateboard itu tanpa
mendapati sekelompok anak pegangan tangan.

muda berseluncuran di jalanan Cilaki. Dari situ ia melihat yang pada kemudian hari mereka saling mengenal; Yoko, Hentriesah, Widya, Budi, dan beberapa anak lainnya. Orang-orang yang bermain

II

Dari situlah Rudy Sagir

Menyadari hal tersebut, kemudian ia melepas pegangan yang ada di "skateboard" milikinya II

skateboard di jalanan Cilaki itu "Saat itu rame banget, bisa
tergabung dalam tim Geleseur, dibilang sepertinya itu adalah
tim skateboard yang paling disegani pada periode tersebut. Mereka untukkali pertama orang Indonesia secara umumnya mulai
kerap terlihat bermain dan berkenalan dengan skateboard,"
alasan karena aspalnya yang halus berkumpul di Jalan Cilaki dengan kata Bang Udy.
dan sedikit menurun cocok untuk sama pula di antara para peserta
slalom. Pada saat itu belum banyak terdapat Wanbul, tetapi saat itu
trick yang bisa dimainkan. Dari situlah Rudy Sagir kecil mereka berdua belumlah saling
mengetahui kalau skateboard itu Perkenalan Bang Udy dengan
tanpa pegangan tangan. Menyadari hal tersebut, kemudian ia melepas sudah duduk di bangku SMP. Wanbul terjadi ketika bang Udy
pegangan yang ada di “skateboard” milikinya. Dia berkenalan dengan beberapa teman baru yang suka bermain
1978, terselenggaralah kompetisi Berselang dua tahun, pada skateboard juga. Mereka biasa bermain quarter di tempat milik Pramono di Jalan Dr Setiabudi. “Ketika itu munculah tiba-
ini adalah kompetisi skateboard Kompetisi tiba seorang Wanbul, sendirian gak ada temen gitu, bermain skateboard dengan cara dia sendiri
area depan ITB, Jalan Ganesha. Kategori yang dilombakan masih yang masih terbilang aneh waktu itu seperti layback. Jadi kami
sangat sederhana yaitu slalom, nontonin aja dia main skateboard," ujar Bang Udy menerangkan
kompetisi tersebut, menonton, Rudy Sagir turut hadir pada pertemuan pertamanya dengan Wanbul.
dan memperhatikandengancermat jalannya kompetisi. anak-anak dari Geleseur membuat Masih pada tahun yang sama,

skateboard untuk pertama kalinya di Bandung. Dapat dikatakan pula

pertama di Indonesia. berlokasidi

hippie jump, dan freestyle.

GOLOSOR TIMES

Dalam satu kesempatan yang

mengenal.

ramp untuk pertama kalinya di

Bandung, terletak di daerah Jalan

Sangkuriang, lokasi yang sekarang

dijadikan hotel The House.

Bang Udy bercerita, “Dulu

di situ ada satu rumah besar. Nah, ramp ada di dalam area rumah itu.

Bentuknya halfpipe gede banget

tapi tanpa deck sebagai pijakan

untuk tail drop. Jadi, mereka

mainnya dari bawah, kalau bisa

sampai atas tuh udah juara banget."

Hentriesah, menurut cerita yang saya dapetkan dari

Bang Udy, dia pernah muncul

di TVRI sebagai bintang tamu

dalam acara talkshow. Di tampil untuk memperkenalkan apa itu skateboard dan bagaimana

memainkannya. Hal tersebut mengingatkan saya pada Patti McGee ketika

beliau tampil sebagai bintang

tamu di suatu acara televisi saat beliau menjadi skateboarder

perempuan pertama di sampul

majalah LIFE tahun 1965. Pada 1970-an, suplai skateboard masih terbatas, hanya dapat diperoleh dari hasil titip- menitip melalui sanak keluarga

atau teman-temannya yang pergi

ke luar negeri. Akan tetapi, gelombang pertama skateboard di Bandung

itu memang bisa dikatakan cukup

masif. Terlebih, kawanan Geleseur

mengulik untuk bikin skateboard

sendiri. Bang Udy bertutur, “Kalo anak Geleseur itu pada bikin kalau buat slalom-an, dari bahan fiber, papannya. Karena trucks yang banyak beredar di lokal kecil-

kecil, jadinya ditambah-tambahin, dibikin tambah lebar pake besi karena gak ada yang jual waktu itu.

Jadi, ngulik aja udah." Setelah dari Jalan Cilaki dan

halfpipe yang ada di daerah Jalan Sangkuriang, mereka berpindah

ke area Jalan Surapati yang sengaja

ditutup setiap Minggu untuk mengakomodasi anakmuda bermainpermainan beroda; sepatu roda dan skateboard.

“Jalan Surapati ketika itu

baru jadi. Setiap hari Minggu ditutup. Kami bikin quarter untuk

maen di sana berbarengan dengan

sepatu roda juga, kalo kami

skateboard mainnya di sebelah kiri kemudian sepatu roda ada di

sebelah kanannya," ujar Bang Udy.

*** Tawaran itu datang pada

penghujung 1970-an. Ketika itu

Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution di bawah kepemimpinanProf.Drg.RGSurya Sumantri MPh, mempersilakan untuk memanfaatkan sebagain area Taman Lalu Lintas menjadi arena bermain permainan beroda. Lokasinya ada di area depan samping kiri pintu utama Taman Lalu Lintas. Meskipada tahun itu popularitassepatu roda dan skateboard di Bandung mulai terlihat menurun, hal itu tidak menyurutkan niat pengelola Taman Lalu Lintas merealisasikan rencananya.Terlebih, Surya Sumantri kala itu menaruh perhatian besar terhadap anak muda.

PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 1): GELOMBANG PERTAMA SKATEBOARD DI BANDUNG 1976-1981

Taman Lalu Lintas Ade Irma Dia membeli 8 skateboard
Suryani Nasution diprakarsai Ajun
Komisaris Polisi Nazaruddin SH pernah dirilis Tracker Trucks dan
selaku ketua Perkumpulan Badan signature series Jay Smith dari Powell Peralta. umum. Beberapa anak terlihat
pada 1958 dengan nama Taman aktif bermain skateboard dan itu yang masih aktif adalah Yoko
Barat waktu itu. Terjadi peristiwa beserta tim Geleseur, Wanbul,
penculikan tujuh jenderal tahun putri dari Jenderal AH Nasution yaitu Ade Irma Suryani Nasution. dan Hentriesah yang menjadi sudah lebih dulu meredup yang
korban akhirnya membuat skatepark
ditambahkanlah nama Ade Irma Taman Lalu Lintas ditinggalkan. Hal itu tentunya berimbas
nama Taman Lalu Lintas secara pada stok skateboard dagangan

dengan merek 777 Skateboard yang

Skatepark mulai dibuka untuk

sepatu roda. Beberapa yang saat

jagoannya. Bang Udy ikut bermain dengan skateboard 777 yang ia dapatkan dari Wanbul. Pada kemudian hari, aktifitas skateboard semakin menurun bahkan popularitas sepatu roda

Keamanan Lalu Lintas (BKLL) cabang Bandung. Taman tersebut diresmikan

Lalu Lintas oleh Ibu R Ipik Gandamana, istri Gubernur Jawa

  1. Insiden itu ikut menewaskan Berdasarkan pengumumuan yang dikeluarkan pemerintah, untuk anak mengenang
    menjadi perempuan yang peristiwa tersebut,

Suryani Nasution di belakang

resmi pada 1966 dan dipakai hingga saat ini. Memasuki tahun 1980-an, dimulailah pengerjaan skatepark di Taman Lalu Lintas dengan pembiayaan sepenuhnya dari pengelola Taman Lalu Lintas. Desain skatepark dirancang Lerri, mahasiswaarsitekturUnpar, dibantu Yoko, Wanbul, dan Iman dari pegiat anak sepatu roda. Pada 1981, skatepark tersebut diresmikan langsung oleh Surya Sumantri selaku ketua Yayasan Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution saat itu. Wanbul, pada tahun yang hampirbersamaan dengan pembangunan skatepark di Taman Lalu Lintas, memasukan skateboard asal Amerika ke Indonesia.

GOLOSOR TIMES

Wanbul yang tidak terjual. Pada tahun itu skateboard di Bandung memasuki masa hiatus hingga beberapa tahun. Hal serupaterjadi pada komunitas skateboard gelombang pertama di Jakarta. Tahun 1982 mulai masuk gelombang pertama breakdance dan grafitti ke Indonesia khususnya Bandung. Bang Udy sendiri bergabung dengan tim breakdance bernama Bandung City Crew dengan Wanbul sebagai pendirinya. Pada tahun ini youth street culture mulaimeriah dan semakin semarak dan ke depannya mengahantarkan pada kebangkitan gelombang kedua skateboard di lokal kita dan berkembang hingga hari ini.

Maket dari Taman Lalu Lintas/TLL dibuat oleh Bagian Perencanaan DPU Kodya Bandung dengan dikepalai oleh Ir. Lien Khen Zin, yang dibangun dilahan Taman Nusantara terletak diantara JI. Belitung, JI. Sumatera, JI. Aceh. TLL selesai dibangun dan diresmikan pada tanggal 1 Maret 1958.

Kiri: Ajun Komisaris Polisi Nazaruddin, ketua perkumpulan BKLL & TLL dan selaku salah seorang pendiri Taman Lalu Lintas, Tengah: Kombes Polisi Mustafa Pane, anggota kehormatan perkumpulan BKLL & TLL, Kanan: Komisaris Polisi I Sudjana, pendamping bapak M. Pane dikantor Kapot Lalu Lintas kota Bandung.

PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 1): GELOMBANG PERTAMA SKATEBOARD DI BANDUNG 1976-1981

Pre Something to Something (Bagian 2):

Street Spydrs

1982-1992

Ditulis oleh Iahun 1981, Nala diterima Reka Nugraha Tdi kampus ITB program studi SeniRupa. Arsip Foto Sepengakuannya, walau ia lahir Rudy Sagir, di Jakarta, baginya ikatan dengan

Nala Rinaldo, Bandung sudah lama terjalin

bahkan semenjak ia masih duduk

Charlie Jojaya

dibangku sekolah. Dalam setahun,

Kusuma, &

Bonnie R ia bisa 6-10 kali mengunjungi rumah kakak dan adik ayahnya

Widibuana

yang tinggal di Bandung. Sehingga, baginya Bandung sudah seperti rumah kedua. Ia bernama lengkap Nala Rinaldo. Kariernya sebagai fotografer dan videografer profesional sudah diasah sejak berkecimpung di dunia broadcaster. Ia mulai fokus memotret keindahan pemandangan alam dan menjadi traveling photographer sejak 2014. Sempat pula ia menjadi brand ambassador Nikon Indonesia dalam kurun waktu 2015-2019. Sudah banyak fotonya menjadi sampul in-flight magazine Garuda, AirAsia, dan Citilink. Jauh sebelum menekuni kariernya dalam dunia fotograi, videografi

dan broadcasting, kecintaannya

terhadap skateboard tidak bisa kita sebut sambil lalu.


dan perlahan mengalami hiatus
angkatan pertama skateboarder di Jakarta. Ia mulai mengenal dan berseluncur sejak duduk di bangku kelas 3 SMP tahun 1977. Kala itu, ia menggunakan memasuki tahun 1980-an, senasib pula dengan gelombang pertama di Bandung. melalui Whatsapp Call, ia bertutur,
Nala Rinaldo masih memakai skateboard Grentec GT berbahan
jaket tim breakdance Street plastik buatan Amerika yang ia
Spydrs, ketika era awal Street dapatkan sebagai oleh-oleh ketika seperti ketika aku meninggalkan
Spydrs mulai aktif bermaen ayahnya bertugas ke luar negeri. Jakarta untuk berkuliah di ITB”.
skateboard (Oktober 1985) Ia mengaku kurang begitu faham

Nala terbilang gelombang

dari mana ayahnya mendapatkan skateboard tersebut, apakah dari negara asalnya yaitu Amerika atau Hong Kong mengingat saat itu Hong Kong adalah tempat transit setiap pesawat sebelum melanjutkan penerbangan ke Indonesia. Dengan skateboard Grentec tersebut, ia biasa berseluncur sambil slalom di sekitar Jalan sekarang Jogja atau yang telah berubah nama menjadi Jalan Ki Mangunsarkoro, area dekat sekolahnya, SMPN 9 di Pegangsaan. Jalanannya memiliki kontur aspal halus dan menurun, daerah itu merupakan komplek perumahan menteri-menteri era tahun 1970-an. Masih pada era yang sama, Nala menonton pertandingan skateboard di Monas, ketika itu ia hanya mengenal Arya Soebijakto, anak Laksamana Madya TNI R Soebijakto, yang sudah lebih dulu bermain skateboard. Bahkan, Arya saat itu sudah memakai board berbahan kayu. Sayangnya, tidak lama setalah itu dan sebelum Nala lebih mengenal mereka, pada penghujung 1970-an, para pioner skateboard di Jakarta menyurut dan perlahan mengalami hiatus

Ketika saya menghubunginya

"Ketika aku pindah ke Bandung, skateboard di sana pun mati persis

Nala, setelah lulus dari SMA

PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 2): STREET SPYDRS 1982-1992

Polonia Skateshop, Jakarta

  1. Foto awal-awal Nala Rinaldo buka skateshop di rumah orangtuanya di Polonia, Jakarta.

    MEGADETH

7 Jakarta, karena ketertarikannya terhadap seni terutama audio- visual, melanjutkan kuliah di ITB mengambil program studi Seni Rupa, angkatan 1981. Dia memilihnya dengan alasan karena di sana ada mata kuliah animasi. Maka semenjak itulah ia mulai tinggal di Bandung untuk jangka waktu cukup lama. Kota yang sudah tidak asing lagi baginya itu membuat ia cepat kerasan untuk menetap dan beraktifitas. Tahun pertama kuliah seni rupa, selepas tugas berkesenian, Nala iseng-iseng mencorat-coret tembok rumah temannya yang biasa ia sapa Koko di jalan Natuna. Rumah itulah yang ke depannya menjadi tempat berkumpul anak-anak Street Spydrs sebelum berpindah tongkorngan ke Taman Lalu Lintas. Ketika itu, Nala bikin grafitti bertuliskan Street Spydrs dengan sisa cat semprot kaleng yang ada. "Waktu itu geng aja kan gak punya jadi bingung mesti nulis apaan, masa iya bikin 'Nala ITB '81'. Jadi, daripada norak nulis begituan, udah aja gue bikin 'STREET SPYDRS' keren kan tuh laba-laba jalanan," ujar Nala berceloteh. Ketika saya tanya kenapa ejaandari Spiders menjadi SPYDRS, ia menjelaskan, "Sengaja mengganti dan menghilangkan huruf vokal pada nama spiders itu untuk supaya keren aja, tetapi kemudian ketika kami semakin berumur, ejaan DRS itu seoalah seperti doa, karena akhirnya banyak dari kami ber-tittle Drs. Di belakang nama-nama kami,"

GOLOSOR TIMES

setahun Berselang kemudian, ia mendapat kiriman video dari Amerika berisi random footage orang-orang yang sedang melakukan breakdance. "Isi videonya itu orang-orang yang lagi ngelakuin dance gaya baru, masih underground gitu dan mereka menamainya breakdance. Ini pun awal-awalnya musik hiphop nongol juga gitu loh," kata dia. Selepas mendapatkan video tersebut, mulailah muncul ketertarikannya belajar breakdance bersama teman-teman lainnya yang waktu itu. Ada Agung yang

merupakan adik dari kakak angkatannya.Kemudianada Koko, sang pemilik rumah di Jalan Natuna. Munyusul Didit a.k.a Dxxxt yang paling kecil, masih SMP kala itu. Dia diajak oleh Yopie (Eki), adik dari ibu Dxxxt. Berkat kepiawaian mereka, dalam kurun waktu setahun, kumpulan breakdance Nala dihampiri Radio OZ untuk diajak breaking di pelataran depan kantor Radio OZ setiap Sabtu sore sambil memutar lagu-lagu pop disco dengan penyiar kala itu, Daniel Tumiwa dan kang Iyu atau yang memiliki nama asli Wahyu. Parkiran Stadion Pelita Jaya, Musik hiphop kala itu Lebak Bulus, Jakarta 1988. belum terlalu membumi.

Sebagai gantinya, banyak radio menggunakan lagu-lagu pop disco upbeat. Sebagai bukti artefaknya, bisa kita dengarkan soundtrack film breakdance Gejolak Kawula Muda tahun 1985. Momen saat diajak Radio Oz itulah yang membuat mereka nama ditanyai tentang apa grupnya mereka. Nala kemudian berseloroh Street Spydrs. "Waktu itu aku inget pernah nulis di tembok yang ada di Natuna, 'Street Spydrs' sekira awal 1980-an gitu lah. Jadi ya udah nama itu yang dipake oleh kami dan semenjak itulah nama Street Spydrs mulai kita gunain seterusnya." Biasanya, setiap anak-anak Street Spydrs berkumpul, mereka menggelar kardus bekas kulkas lalu mengeluarkan boombox dan memasang lagu-lagu pop disco sebagai musik latar breaking mereka. “Tahun 1983 itu breakdance sudah mulai rame tuh di Indonesia, sebelum ke Jakarta, sebelum ada Septian Dwi Cahyo yang orang pantomim itu, lalu tiba-tiba Ria İrawan breaking juga. Sebenarnya kita udah mulai duluan tuh, yang emang bener-bener breaking seperti windmill, head spin, turtle," kata dia. Dari apa yang diceritakan Nala, maka tidak aneh kalau setiap ada kesempatanorang-orang dari tim lain sedang breakdance, lalu menyusul kemudian anak-anak Street Spydrs muncul dan mulai breaking. Secara otomatis, orang-orang dari tim lain melipir memberi kesempatan lebih untuk

88 12 12

PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 2): STREET SPYDRS 1982-1992

Street Spydrs memakai floor mereka.

Seiring waktu,ternyata

banyak radio lain mengikuti jejak Radio Oz dengan merekrut tim breakdance masing-masing seperti Radio Rase, Radio Pamor, dan Radio 101. Mereka biasa menggelar acaranya masing-masing setiap Sabtu/Minggu sore di pelataran kantor radionya. Terkadang pula digelar di area samping lapangan basket Gelora Saparua yang merupakan hotspot anak muda berkumpul pada masa itu. Nala mengungkapkan, "Kadang-kadang, entah itu Radio 101 atau Radio Pamor datang bawa VW Combi keluarin boombox terus pada breakdance gitu-gitu kan. Kita-kita pun dateng ke situ, tahu-tahunya ketemu deh sama Rudy Sagir dan Iwan Bule yang pada breaking juga. Lalu ada geng lain lagi, gengnya barudak leutik kalo aku bilang waktu itu, Irlan dan ada Didit juga di situ. Mereka itu gengnya anak-anak sekolahan Balai Perguruan Putri (BPP) ini semua tuh eranya sebelum skateboard." Nala termasuk yang paling tua saat itu karena anak-anak yang lain masih ada yang duduk di bangku SMA atau ŠMP kelas 3. Pertemuan pertamanya dengan Rudy Sagir atau bang Udy terjadi ketika ia masih duduk di bangku SMA kelas 3 dan tergabung dalam tim breakdance Bandung City Crew yang diinisiasi Wanbul. Momen perjumpaan itu membuat Nala dan bang Udy segera berteman baik.

GOLOSOR TIMES

Pada hari-hari selanjutnya, Lifebuoy Freestyle Contest di Polda Jaya banyak anak-anak sekolah itu (dulu disebut KOMDAK) tahun 1987, datang menggunakan BMX ke yang di organize oleh Alphabetical. tongkrongannya Nala di Jalan Natuna. Memasukitahun 1984, mereka semakin sering berkumpul di Jalan Natuna. Ada bang Udy, Didit, Irlan, serta beberapa anak lainnya seperti Franki yang kemudian hari lebih fokus pada BMX. Suatu hari pada tahun yang sama, bang Udy bersama Nala berboncengan menaiki sepeda motor melewati Taman Lalu Lintas. Secara tidak sengaja, Nala melihat ada quarter dan banks. Spontan ia bertanya kepada bang Udy, "Wah tempat apa ini Gir?" “Tempat maen skateboard itu, dulu gua sering main di situ," tutur bang Udy. "Kenapa gak dipake? Dulu gua juga maen tapi cuman slalom. Kita nongkrong di sana aja nanti yuk!" ujar Nala.

Pada hari minggu nya,

mereka datang ke sana. Semenjak itulahmereka berpindah II tempat tongkrongan dan latihan breakdance ke Taman Lalu Lintas Suatu hari pada tahun

yang kemudian akrab dipanggil

yang sama, Rudy

TL. Sagir bersama Nala Semenjak mereka mulai berboncengan menaiki berpindah ke TL, Nala mengajak sepeda motor melewati bangUdy untuk bermain Taman Lalu Lintas. Secara skateboard lagi. Ajakan tersebut tidak sengaja, Nala melihat secara spontan diiyakan oleh ada quarter & banks bang Udy mengingat skateboard lamanya masih ia simpan. Bisa II dikatakan, momen tahun 1984 ini menjadi awal mula kebangkitan kembali skateboard di Bandung.

Setelah tersimpan lama di garasinya Wanbul, berselang tiga tahun dari hiatusnya skateboard di Bandung, datanglah Nala, Irlan, dan Dxxxt ke tempat Wanbul untuk membeli stok skateboard miliknya. Dengan sedikit berusaha mengingat ke belakang, Nala menceritakan, “Rudy Sagir sudah punya duluan yang 777 skateboard. Aku sama Irlan beli 777 juga dan Didit beli Jay Smith-nya Powell Peralta. Cuma, saat itu Wanbul gak masukin griptape, kami akalin dengan membeli amplas merek Norton. Beli di Cikapundung, kita lem pakai Aibon. Biasanya untuk satu papan kita pake tiga lembar. Amplas Norton ini tuh biasa dipakai buat di tangga-tangga kapal atau di pelabuhan supaya gak licin." Mulai bermainlah mereka semua di TL. Dalam seminggu, bisa 5-6 kali mereka menghabiskan waktunya berseluncur. Sebagian lainnya bermainBMX dan berlatih breakdance. Memasuki pertengahan 1980-an, breakdance mengalami titik jenuhnya sehingga mulai ditinggalkan.Tidak banyak terkecuali dengan apa yang terjadi dalam tubuh Street Spydrs. Banyak dari mereka yang berangkat dari breakdance mulai beralih dan fokus ke skateboard seperti Nala, Rudy Sagir, Irlan, dan Dxxxt. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang mulai tertarik ikut bermain skateboard di TL. Pada kemudian hari, yang masuk ke tubuh Street Spydrs,

PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 2): STREET SPYDRS 1982-1992

beberapanya ada Richard Mutter ke atap mobil lalu meloncat, menabrak-nabrak tembok, dan yang merupakan kakak kelas Irlan saat di BPī, Firman Badot, Bira, trick-trick street skating lainnya dan Kiki Kasoem. seperti slide dan grind pada curb. Mengikuti apa yang sedang ramai

Ada pula Roy, teman bang

Udy yang kerap datang ke TL di Amerika, anak-anak skateboard untuk nongkrong dan bermain Street Spydrs turun ke jalan untuk skateboard. Pada suatu hari, ia melakukan downhill dari Dago membawa majalah dari Amerika atas sampai Panti Karya di sebelah yaitu Thrasher sambil bercerita, Bandung Indah Plaza (BIP) di “Ternyata skateboard sudah mulai Jalan Merdeka. Rudy Sagir transfer mute air di TL rame lagi di Amerika." Dari majalah Thrasher itulah anak-anak TL jadi tahu kalau ada bentuk baru dari skateboard yang menyerupai ikan. Jadi, model lama yang bulat atau yang biasa disebut bullet shape itu sudah tidak ada. Hampir bersamaan dengan itu, Dxxxt, ketika masih sekolah di SMA kelas 1, mendapatkan kiriman majalah edisi terbaru dari Transworld Skateboarding dari ayahnya yang bekerja di Jakarta, hanya berpaut 3 bulan dari bulan terbitnya. Dari majalah itu pula Dxxxt beserta banyak teman-teman lainnya di TL, termasuk Wanbul, mendapatbanyak masukan informasi baru tentang skateboard di perkembangan Amerika. Ketika mereka mendapatkan banyak asupan informasi dari majalah-majalah tersebut, berinisiatif beberapa orang memotongbagian papannya hingga membentuk ikan. Dari majalah itu juga mereka jadi tahu bahwa skateboard sudah berpindah dari skatepark ke street dengan trik-trik handplant, boneless, naik

GOLOSOR TIMES

Mereka meloncat-loncat di trotoar Jalan Sukajadi. Nala bercerita, “Dulu itu kita sempat

juga downwill di Ciumbuleit

sebelum jalanannya macet parah seperti sekarang ini. Di situ suka ada oplet gede gitu. Kita biasa ngerem

sambil pegangan ke oplet itu."

Ia melanjutkan, “Lama-lama kita semakin naik, dari Borobudur (sekarangBorma) di Jalan Setiabudi sampe Wastukencana

terus naik lagi ke Gegerkalong

sampai akhirnya downhill dari

Ledeng".

Skateboard kembali bergeliat

baik dalam skala lokal Bandung

maupun di negara asalnya. Pada

momen itulah Wanbul membaca

dan memasukkan peluang kembali barang-barang skateboard dari Amerika. Tentunya setelah ia mendapat cukup asupan informasi dari majalah Thrasher

dan Transworld Skateboarding

yang saat itu mulai beredar di

tongkrongan TL.

Wanbul mendirikan skateshop

pertama di Bandung bahkan di Indonesia dengan nama One On One. Saat itu lokasinya masih berada di garasi rumahnya di Jalan Ciumbuleuit. Ketika gelombang kedua dan selanjutnya itulah, Wanbul

mulai menjual juga griptape, yang

tentunya disambut baik kawanan

Nala untuk mengganti amplas

Norton yang telah mereka pakai sementara waktu.

Selain barang-barang

skateboard yang ia distribusikan seperti Madrid skateboard, Santa Cruzz, Alva Skateboard, sampai

Dogtown, ia ikut mendistribusikan beberapa edisi majalah Thrasher

dan Transworld Skateboarding

serta video-video skateboard. Dari

situlah akhirnya ikut terbentuk

gaya bermain skateboard yang

berbeda-beda pada setiap orang

di dalam tim Street Spydrs. Hal

itu mempengaruhi pula cara

berpakaian serta selera musik

mereka. skateboard Perkembangan semakin ramai walau masih terbatas di dua kota yaitu Bandung dan Jakarta. Pertandingan pun mulai bermunculan. Terdapat Alphabetical Club, Event Organizer berbasis di Jakarta

yang biasa mengorganissasikan

pertandingan BMX. Mereka mulai

melirik skateboard dan sering memasukkannya sebagai salah satu pengisi acara yang mereka organissasikan.

Nala termasuk di dalam

Club sebagai Alphabetical orang yang bertanggung jawab mempersiapkan alat, mengatur jalannya pertandingan, sampai

pemilihan juri khususnya untuk

pertandingan skateboard. Kiki Kasoem merupakan

salah satu orang yang sering

bermain skateboard di TL. Ia adalah anak Dody Kasoem (Alm)

pendiri Jayagiri Outdoor, pioner

brand outdoor Indonesia.

Pada 1986, bersama Street

Spydrs dan Alphabetical Club, dia menginisiasi acara pertandingan

BMX bertajuk Jayagiri Freestyle

Contest di Lapangan Basket

Gelora Saparua.

Dalam pertandingan

PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 2): STREET SPYDRS 1982-1992

IKUTI & SAKSIKANLAH

LOMBA ATRAKSI BEBAS BMX

Jayagiri

tersebut, ikut dimasukkan pula skateboard sebagai bagian dari konten acara. Nala, bang Udy, Irlan, dan Dxxxt mendapat kesempatan melakukan demo bermain skateboard, "Irlan mengalami kecelakaan patah tulang saat itu," ujar Nala. Juara pertandaingan BMX adalah Boni yang semenjak itu tegabung dengan Street Spydrs. Boni menerangkan, “Aku ingin bergabung dengan mereka. aku melihat SS merupakan salah satu komunitas yang anggotanya jago-jago dan keren. Pokoknya harapannya dengan bergabung di ŚS, siapa tau bisa ketularan jago dan kebetulan waktu itu aku dapat juara satu di kelas bunny hop. Sepertinya gayung bersambut begitu." Nala menambahkan keterangan soal bergabungnya Bonie ke SS, "Gara-gara Boni ħabis menang masuk SS, selanjutnya

SENRETARIAT S S JI RAKATA TO N EN EN A ARA
JL PRAPANCA.2/7 JL TELUK BETUNG 42

yang berani minta gabung biasanya yang pernah juara juga." Beberapapertandingan lainnya yang pernah digarap Alphbetical Club seperti acaranya Lifebouy. Kemudian Chiki pun pernah menjadi sponsor utama pertandingan skateboard. Ada pula acara lainnya seperti selebrasi pembukaan Sektor 3 Bintaro jaya, peluncuran Pasar Seni di Ancol, dan ulang tahun Dufan biasanya memasukkan yang pertandingan skateboard sebagai salah satu acara. “Aku juga pernahikut skateboard di pertandingan Pasaraya, walauaneh itu

GOLOSOR TIMES

JAM 9.00 - SELESA MINGGU 23 FEBRUARI 1986

DI LAPANGAN BASKET GELORA SAPARUA-BANDUN

SELINGAN PENAMPILAN SKATE BOARD SEPATURODA & BMX

PENDAFTARAN DIBUKA MULAI 25JANUARI sampai 18 FEBRUAR TEMPAT PENDAFTARAN BANDUNG: PONDOK JAYAGIR: JI ASIA AFRIKA 70 JAKARTA: PONDOK BOGOR:JL BOGOR BAAU B/1 PAC MAN SENRETARIAT S S JI RAKATA TO N EN EN A ARA TORO SEPEDA SINAR HANGKA VETERANS TO S SDA 101 FM AI RAMAN SREAAET

DII A DENGAN MM T ANG PENDTARANR R

&ALPHABETHICAL STREET SPYDRS PROMOTOR

Pasaraya bikin pertandingannya, soalnya mereka tidak melibatkanskateboarder saat mengorganisasikannya. Aku ikut bertanding juga tuh di situ. Saat seperti itu, ketika aku gak diminta menjadi panitianya,kadang aku ikut pertandingannya buat iseng aja maen santai, tapi tahu- tahu dapat juara dua," ujar Nala bercerita sambil terkekeh.

1988 Pada bisa jadi merupakan momen yang tidak terlupakanbagi orang-orang yang aktif di skena skateboard lokal kala itu. Tak terkecuali bagi Street Spydrs. Ketika itu ada anak orang kāya yang merayakan uļang tahunnya dengan mengundang skateboarderprofesional dari luar negeri dan membuat acara skateboard di Gelora Senayan. Nala beserta skateboarder lainnya mendapat tugas menjadi supervisor pembuatan vert- ramp setinggi 3 meter, banks, curb, dan obstacle lainnya yang dibutuhkan untuk acara tersebut. Tidak tanggung-tanggung, acara itu mendatangkan banyak skateboarder profesional. Dari Alva Skateboard, mereka yang hadir di antaranya Eddie Reategui, Chris Cook, Jim Murphy, Eddie El-gato Elguera. Ada Natas Kaupas dari Santa Monica Airlines, Ray Underhill (alm) dari Powell Peralta, Clauss Grabke dari Santa Cruzz, Nicky

Guerrero dari G&S, dan Joe Johnson dari Vision Street Wear. Nala mengenang,, waktu itu ia diajarkan wallride oleh Natas Kaupas dan Chris Cook. Ia bercerita, “Aku malahan dikasih deck sama Joe Johnson, dikasih short sama jim Murphy. Bahkan Claus Grabke kita jemput main ke halfpipe di Lebak Bulus”. Sepak terjang tim skateboard Street Spydrs semakin bersinar ketika banyakpertandingan skateboard bermunculan dan mereka selalu mendominasi klasemen setiap pada pertandingan yang diikuti. Hal Tersebut seolah telah menjadi tradisi bagi Street Spydrs. Tradisi yang sudah dimulai bahkan sejak era grafitti dan breakdance ketika mereka selalu menjuarai setiap pertandingan. Salah satu ajangnya adalah ketika acara Marathon Breakdance yang disponsori Nike di Jakarta tahun 1984. Tim Street Spydrs

SONY

PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 2): STREET SPYDRS 1982-1992

– ■

SELAMAT ULANG TAHUN DUFAN KE 3

Pertandingan yang diselenggarakan oleh Liga Skateboard Indonesia yang merupakan cikal bakal Indonesian Skateboard Association | Dxxxt Bs Air

Rudy Sagir dengan jaket breakdance Street Spydrs nya, beliau selain skateboard, grafitti, dan breakdance, pernah pula menggeluti BMX freestyle.

kalaitu menurunkan dua tim untuk dua kategori yang dipertandingkan; kategori Electric Dance dan Breakdance. Dua tim tersebut berjumlah sekira 12 orang yang di antaranya terdiri atas Iwan Banpol, Nug, Herlie Rachman, Agung, Koko, serta Nala.

Dari dua kategori yang

dipertandingkan,tim Street Spydrs menjadi juara kategori Electric Dance. Untuk kategori kedua, Breakdance, mereka mesti merelakan timnya didiskualifikasi karena ngeyel memperagakan windmill, turtle, hingga headspin saat gerakan-gerakan ekstrem itu dilarang panitia. Dalam kesaksiannya, Nala mengatakan, “Tapi dari situ kita jadi bahan omongan, Gila ini sih Street Spydrs bukan hanya jago jojing, ternyata memang breaking beneran.Ketikaorang-orang tidak berani head spin dan dilarang head spin, mereka malah ngelakuin head spin'. Akhirnya setelah final

itu banyak diomonginlah tuh kita hahaha". Pun, pada pertandingan nasional graffiti di Senayan yang bertemakan Save The Planet sekira tahun 1984-1985, tim Street Spydrs menjadi juaranya yang waktu itu menurunkan Nala dan bang Udy. Ketika masuk era skateboard, ada semacam celoteh yang muncul ke permukaan dan berkembang saat itu dan mungkin masih melekat hingga sekarang ketika kita membahas soal Street Spydrs. Celotehannya; pertandingan tidak akan dimulai kalau para pemain dari tim Street Spydrs belum sampai lokasi. Menyinggungsoal itu,

Nala bertutur, “Kalo ditanya

kenapa kita ditunggu, ya kalau kita belum dateng berarti belum ada pertandingan. Si sponsor berharapnya kita muncul. Kita jadi bintang di pertandingan itu. Kasarnya, bisa dibilang dari tahun 1982 sampai 1990-an awal,

PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 2): STREET SPYDRS 1982-1992

kayaknya setiap ada pertandingan empat itu (breakdance, grafitti, skateboard, dan BMX) juaranya kita semua yang sikat gitu, tapi yang berumur panjang ya skateboard. Karena grafitti mulai berubah gaya jadi bombing dan kita udah gak ngikutin, lalu breakdance juga mati. Jadi kita merajalelanya di BMX dan skateboard”. Dxxxt menerangkan, “Ya, sekarang gimana mau mulai pertandingannya, kalo misalkan yang main skateboard ada 20 orang, lalu yang ikutan pertandingan 10 orang dan dari anak-anak Street Spydrs aja udah 5-6 orang. Bagaimana mau dimulai kalo yang ikutan pertandingan cuma sedikitan gitu. Kemudian, misalkan kalo ada kompetisi skateboard di Bandung, anak-anak tuh secara gak langsung jadi seperti panitianya juga, ngangkutin alat-alat. Bang Rudy juga yang mendesain posternya. Nalajadi MC. Jadi, bikin pertandingan itu buat kita-kita aja karena yang bertanding juga tetep kita-kita juga gitu kasarnya." Dia menyambung, "Sekarang kalo ada pertandingan di Jakarta, yang jadi MC Nala, terus yang jadi supervisor alat-alat masih anak-anak juga, karena bagaimana pun kita lebih tahu duluan soal bagaimana mengatur pertandingan skateboard karena kita lebih awal ketika aktif kembali bermain skateboard waktu itu."

*** Pada angkatan selanjutnya, masuk Tiko, Arif Maskom, Helvi, Erwin Serawan, Cholay, lalu ada Shendy Pranoor Heryadi.

GOLOSOR TIMES

Bagi Shendy, ia pertama kali main ke TL sejak masih SD saat diajak tetangganya bermain BMX. Keterkarikan kepada skateboard semakin menguat ketika ia mulai

Febuoy

sering bermain di TL. Begitu pula dengan Cholay, “1987 gue baru masuk SMP, berarti pada 1988-an gue baru ke TL tuh. Nongkrong di TL terus tahu kalo skateboard tuh apa kan. Ke sana biasanya bareng sodara gue Remi Sugiantoro yang dia emang udah maen skate duluan. Akhirnya, muncul ketertarikan gue ama skateboard. Masuk 1989, gue mulai

rajin deh maen skateboard di TL."

Keduanya sama-sama mengakui baru secara resmi dengan Street tergabung Spydrs ketika bisa memenangi pertandingan.“ “Baru ditarik ke Street Spydrs gara-gara dulu suka ada pertandingan. Mungkin si senior- senior liat gue itu sebagai prospect gitu soalnya gue lumayan sering dapat juara. Akhirnya ditarik sama Bang Nala, 'Udah Kamu gabung kita aja di Street Spydrs'. Begitu, Lifebuoy Freestyle Contest di Polda Jaya hahaha," ujarnya. (dulu disebut KOMDAK) tahun 1987, Cerita serupa diakui yang di organize oleh Alphabetical Shendy, “Wah dulu untuk masuk tergabung dengan Street Spydrs itu susah, mesti juara dulu baru deh tuh dapat sticker Street Spydrs. Aku waktu itu dapat ketika beres pertandingan di Senayan dapat juara 2. Kemudian disamperin sama Bang Nala yang ngasihin sticker tersebut kalau masuk tim Street Spydrs, hahaha”.

"Kasarnya, kita semua jago-

jago loh jadi kalo lo gak jago, cuma

Lifebu

Shendy Pranoor Heryadi,ngintil doang ya gak bisa gitu kita, next generation-nya yang Taman Lalu Lintas 1988 juga dong, maksudnya kita dariberprestasi, punya skill bagus dan pertama ngumpul bareng pake punya attitude baik juga. Paling nama SS kemudian lama-lama kitaenggak, gitu." semakin terkenal. Ketika orang Nala menjawab ketika saya bahas breakdance pasti ngomongin mengkonfirmasikan soal cerita-SS. Ketika orang bicarain graftti cerita tersebut. pasti SS kesebut. Ketika orang bahas Awaltahun 1990-an, skateboard, pasti SS. Jadi begitu tepatnya tahun 1992, penamaan lama-lama kita gak bisa dong siapa Street Spydrs sudah jarang

pun yang datang ke TL sekadar dipergunakan serta secara resmi

nongkrong dan maen gitu-gitu anggota tim Street Spydrs tidak doang, beli papan di supermarketbertambah. terus mereka bilang mau gabung Beberapa cerita dan alasan ke SS, ya gak bisa gitu. Maunya dibaliknya berkembang seputar

PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 2): STREET SPYDRS 1982-1992

hal itu seperti karena banyak orang-orang lama Street Spydrs mulai sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Nala sudah kembali pindah ke Jakarta. bang Udy memperdalam ilmu agama, Richard Mutter menikah serta lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain musik dengan Pas band. Dxxxt mengalami kecelakaan mengakibatkan mobil, yangr patah tulang punggung sehingga memaksanya tidak bisa bermain skateboard lagi.

"Sebenarnya buat anak-

anak yang sering datang ke TL setelah kami yang katakanlah senior-seniornya sudah jarang ke sana, sah-sah saja nyebutin diri mereka bagian dari Street Spydrs karena mereka maen dan nongkrong bareng sama kita juga tapi mungkin si angkatan baru di TL sepertinya sungkan karena kami sudah jarang maen ke TL. Sehingga, mereka memilih lebih ngegunain istilah TL saja, gak pake lagi Street Spydrs," kata Nala. Terlebih, semenjak 1990-an dan permulaan selanjutnya, pada setiap pertandingan skateboard,di belakang nama peserta tidak dicantumkan lagi nama tim atau nama klab melainkan nama brand yang mensponsori peserta. Sehingga, lama-kelamaan nama Street Spydrs semakin jarang digunakan dan terhenti sampai angkatan Shendy dan Cholay. pernyataan Terdapat lain mengatakan bahwa tidak dipergunakannnya nama Street

GOLOSOR TIMES

Spydrs karena ingin lebih

THE FINAL AMATEUR CONTEST membuka dan mengajak anak-

anak dari tempat lain agar bisa berkumpul bermain bareng di TL. Mengingat, saat tahun 1990- an skateboard maju pesat. Hal itu terbukti dengan bermunculannya beberapa titik bermain skateboard lainnya. Hal itu diutarakan Charlie Jojaya Kusuma, pendiri Indonesian Skateboard Association, penyambung tongkat estafet skate shop dari Wanbul, dan mengelola sepetak kecil ruangan di Toko Buku Q-Ta yang bertranformasi menjadi Hobbies

FOR BEGINNERS

Skate Shop.

S KU ONEAS

LOMMA

M 8 PAGI

LITS

Poster oleh Rudy Sagir, kompetisi skateboard di TL diinisiasi oleh Liga

NG9N

Skateboard Indonesia (LSI), momen

BELIUUG BIIUNG ketika skateboard mulai digandrungi ITANMAAUJLILLUUNOFREG 5SOkembali. Banyak diikuti oleh

L. GI C N RLI-SE S SIO5JLK KA NA LEN 29.S / :7SA- : 39iii yoo h wo

RKAN NTSL-S SNSskateboarder dari Jakarta.

PRE SOMETHING TO SOMETHING (BAGIAN 2): STREET SPYDRS 1982-1992

Cicaheum Hell Park:

Berdaya dengan

Swadaya

GOLOSOR TIMES

Ditulis oleh ami bisa dibilang cukup

Reka Nugraha mendapat Kberuntung

kesempatan langsung

Foto oleh mengobrol banyak hal dengan

Alvinflip & Siswo penggagas Cicaheum Hell Park, Lord Butche. Dengan dibantu Alvin Flip, kami membuat janji

dengannya. Saat hari tersebut

datang, kondisi cuaca memang

sedang mendung, bahkan di

beberapa titik Kota Bandung sudah mulai turun hujan, salah

satunya di lokasi Alvin berada

saat itu, yang membuatnya hampir mengurungkan niat datang ke lokasi tempat kami akan bertemu Butche. Singkatcerita,akhirnya

Alvin membulatkan niatnya

menempati janji. Walau dengan

basah kuyup, dia sampai ke

lokasi. Berselang berapa lama

kemudian, kami sampai di tujuan setelah memutar-mutar mencari kediaman Butche.

Cicaheum Hell Park, bagi

kami sebagai orang dari luar komunitas tersebut, adalah

oase di tengah keringnya skena

skateboard yang isiannya begitu-begitu doang. Lokasinya diapit Terminal dan Pasar Cicaheum, tepatnya di area belakang Terminai Cicaheum tempat angkot dan elf antar kota

diparkir. Sesuatu yang bikin

kami salut adalah di tengah

kerasnya lingkungan terminal,

mereka mampumembagi dan mengubah area belakang

itu menjadi skate-spot dengan

obstacle yang mereka bikin sendiri secara swadaya. Tidak

aneh, beberapa teman yang

sempat menjadi bagiannya menyebut, “Terkadang kami harus menyingkirkan dulu table

dan rail ke pinggir jalan kalau ada elf mau keluar-masuk dari

area parkirnya."

Obrolan tentang Cicaheum

Hell Park kami mulai setelah mendapati seduhan kopi

Butche dan menikmatinya.

Setelah diselingi cerita proses rekaman materi album ke

dua The Cruel yang belum

kami rampung-rampung, memulai dengan;

Bagaimana semua bermula?

Sebenarnya saya bermain

sendiri saja di Cicheum tuh. Baru kemudian datang dari

anak-anak Gedung Sate ikut

bermain di sana. Ketika area Gedung Sate sudah gak bisa dipake maen, kalo gak salah tuh 2002-an gitu lah.

Untuk obstacle itu bagaimana?

Saya bikin sendiri. jadi

bikin alat-alat sendiri lalu main

pun sendiri. Ketika sebelum si anak-anak yang lain ikut main di Cicaheum, si alat-alat mah memang sudah ada.

Lokasi yang kerap digunakan untuk maen skateboard di sebelah mananya terminal?

Kami mah pindah-pindah

saja, pokoknya semua terminal

itu, kami main bisa di mana saja, kadang di area depan terminal

CICAHEUM HELL PARK: BERDAYA DENGAN SWADAYA

atau pinggir, lalu kadang ke belakang, tapi yang terakhir ya itu, yang di belakang itu di area tempat markir elf-elf dan angkot, berdekatan dengan depan pasar.

Berpindah-pindah itu karena mesti nyesuain kondisi terminal saat itu atau bagaimana?

Sebenarnya kamimah ngacak aja, hahaha. Di mana we seenaknya, hahaha. Kalo lagi pengen maen di depan area terminal, ya kami taro si alatnya di situ atau kalo lagi pengen di samping ya udah tinggal taro aja, bergantung ramenya anak-anak mau maen di mana, hahaha. Akhirnya, untuk menghindari banyak gesekan dengan pihak lain, kami mematenkan spot bermain di area belakang terminal.

Awal-awal maen di sana sering terjadi gesekan?

GOLOSOR TIMES

Wah kalo soal gesekan mah jangan ditanya, Bos. Di situ mah rimba, yang lemah pasti tertindas. Jadi bagaimana pun dengan cara apa pun harus survive. Secara tidak langsung, itu tuh bukan tempatnya 1 bermainskateboard tapi karena dengan keterbatasan lahan, mau gimana lagi. Mau gak mau kami mesti ada di situ. Kami pun mendapatkan tempat itu tidak gampang. Akhirnya bisa meminimalisasi gesekan dengan warga setempat setelah melalui banyak pembicaraan karena kalo dengan kontak fisik mah gak akan beres-beres.

Jadi sering kejadian tuh beranteman begitu?

Kami mah sering, hahahaha, misalnya kami lagi maen skateboard nih lalu tiba- tiba angkot datang masuk ke terminal dengan ngebut lalu kami pecahin kacanya lalu gebukin sopirnya, hahahaha.

Secara fungsional Gesekan aja waktu itu,
gimana lagi. Seperti yang saya tetapi yang turunnya waktu
bilang tadi, kami mesti survive untuk mempertahankan area preman angkot, tapi sampai
tersebut. Sampai akhirnya sempat ada kejadian yang kami hampir 3 atau 4 tidak bisa Berantemannya bikin males aja
terjadi saat itu besar sekali dan Tapi semenjak saat itu
anak-anak pun selama 3 bulan kekuatan untuk bisa bertahan
Ada kejadian apa saat itu Kemudian, ketika bisa sampai
memangnya? mengklaim spot bermain terminal, apakah ada yangngasih izin sebelumnya atau langsung

memang itu tempat angkot, tapi mau itu sudah bukan lagi preman-

ke preman bus pun turun.

pokoknya saat itu tuh cukup besar yang ngebikin *Alvin menambahkan cerita; (?) bermain akibat gesekan yang kamisedikitmempunyai

tidak dibolehin buat datang. di sana.

kalian adalah di area belakang

menduduki saja spot tersebut dengan bermain setiap hari di situ?

Karena dibiasakan aja sih, jadi mereka pun ikut terbiasa dan akhirnya lama kelamaan fierno mereka pun mendukung kami, sampai akhirnya kami bisa bikin kompetisi skateboard di terminal.

Kami dapat cerita bahwa penamaan Cicaheum Hell Park datang dari judul kompetisi skateboard saat itu di terminal, bagaimana ceritanya?

Ya betul. Sempat pula saat kompetisi tersebut ada kejadian puting beliung, terus mengenai tukang cilok yang sedang mangkal dekat area kompetisi, gerobaknya terbalik dan terbakar, Jadi, sudah mah

CICAHEUM HELL PARK: BERDAYA DENGAN SWADAYA

memang tempatnya ghetto gitu kan ya, ditambah kejadian itu, udah aja bikin makin kuat tuh nama Cicaheum Hell Park, hahaha. Kalo anak-anak main tuh suka nyalain api bakar-bakar rail atau kalo enggak ngambil box

bekas-bekas gitu di pasar kan

suka banyak tuh lalu dibakar- bakarin aja.

Bisa sampai bikin kompetisi di Cicaheum skateboard bagaimana ceritanya?

Ah pengen bikin aja we,

ketika itu pas 17 Agustus 2005-

an, anak-anak sebagian pada urunan, lalu sebagiannya lagi ada yang tugasnya ngumpulin koran-koran bekas salat Id lalu dijualin sama anak-anak itu buat bantu-bantu ngebiayain

bikin alat-alat untuk kompetisi. Terus kurang-kurang kayunya

ngambil sebagian dari pasar,

hahaha. Ya, semangatnya DIY

we, karena kalo DIY mah gak usah diomongin tapi dilakuin. Kami bikin alatnya sehari sebelum acaranya sampai pukul 5 subuh dan kompetisinya sendiri mulai pukul 10 pagi, hahaha.

Keren, itu!

Ya, sebenarnya segitu

sudah sebuah pencapaian. Pada

tahun itu ada suatu komunitas yang sudah punya alat-alatnya

sendiri walau alakadarnya

dan dengan semangat kolektif mampu bikin kompetisinya sendiri. Ya, karena mungkin

GOLOSOR TIMES

kami mah orang-orang susah dan yang namanya orang susah pasti maunya terus berusaha.

jadi, ketika kami punya mimpi

untukdijadiin kenyataan, jadilah seperti itu, jadilah alat, jadilah kompetisi, karena kalo

kami pikir-pikir, seperti yang

tidak mungkin, tapi karena menurut saya mah tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau ngejalaninnya.

Jurinya waktu itu siapa?

Ada Inong sama Arif Maskom, dua living legend itu

yang jadi juri kompetisi waktu

itu.

Dulu sempat vakum juga?

Ya, sempat sekira 2006

mau ke 2007 waktu itu mulai

vakum karena pada tahun segitu

pas saja semuanya pada punya kesibukan masing-masing

mungkin. Ada yang menikah,

WARTEL

yang lain pada baru beres

kuliah, pada mulai bekerja. Saya sendiri, band sudah mulai jalan lagi, Jadi pada sibuk masing-masing saja.

Lumayan lama juga sampai baru

aktif lagi pada 2020 sekarang.

Bagaimana Cicaheum Hell Park bisa kembali aktif?

Ya, 13 tahun kami gak

ngumpul lumayan lama juga. Waktu itu Ihsan KL datang

terus ngajakin buat pada maen-maen lagi, akhirnya semua maen lagi. Jadi kayak reuni saja pada datang lagi, ngumpul-ngumpul lagi.

Kemarin ketika mulai aktif lagi bertepatan dengan pemberlakuan PSBB pertama

kalinya di Kota Bandung dan sempat menjadi seperti

mati. kota Pertanyaanya adalah bagaimana menyikapi

pemberlakuan PSBB khususnya

di Cicaheum?

Kalo anak-anak maen aja we biasa, pas kami reuni juga

dirayakeun we party-party. Da

kami-kami mah gak percaya oge

ama corona. Bahkan itu jadi kesempatan baik untuk kami, karena lockdown itu kan kondisi terminal jadi kosong. Lagian yang maen juga anak-anaknya masih itu-itu aja yang gak ke

mana-mana, yang bisa kebaca

gerak mobilisasinya.

Bagaimana bisa gak percaya

dengan corona?

Karena saya ngerasa yakin bahwa saya tinggal di negara tropis, terus di keseharian juga,

apa sih yang enggak dikonsumsi

sama kita, yang semuanya itu

berupa herbal. Saya percaya corona itu memang ada, tapi saya berpikir corona itu tidak sekejam seperti apa yang diberitakan media, karena kalo

namanya virus pasti bakalan

ada. Kan ada yang lebih bahaya dari corona; TBC, Ebola, demam berdarah, yang ketiga

itu sudah jelas sudah banyak

membunuh, belum lagi HIV.

Apakah ini berarti kalo Butche pro terhadap isu-isu konspirasi global?

Oh enggak, saya berada

di tengah-tengah, individu

merdeka we, kalo mau maen

skateboard ya maen we, terserah itu mau percaya corona atau

gak itu mah persepsi masing-

masing aja ya. Sekarang coba

CICAHEUM HELL PARK: BERDAYA DENGAN SWADAYA

pikirkan sama kalian, sebenarya Cicaheum itu bisa menjadi pusat penyebaran paling tinggi karena itu kan daerah transit, di situ sudah pasti ada terminal, pasar dan masjid tapi alhamdulilah sampai saat ini tidak ada yang sakit karena itu. Kemudian kalo kita lihat di mana pun kalo yang namanya skateboarder anak-anaknya pada susah diatur, mereka para pembangkang, dan itulah makna skate & destroy. Bener, gak? Untuk anak-anak kecil di Cicaheum, ada yang pada maen skateboard juga?

jadi ada Sekarang regenerasi semenjakmulai pada kumpul lagi banyak anak kecil. Dari dulu memang kalo papan-papan itu gak boleh dibawa pulang disimpan di rumah. Jadi ketika setiap ada anak kecil yang mau maen, sok aja pake dan budaya itu sampai sekarang tetap ditanamkan.

Menarik. Ide seperti itu datang dari mana?

Karena anak-anak kan sering pada nge-homless di rumah, jadi si papan tuh pada disimpenin we. Kalo mereka mau pulang, papan pasti disuruh untuk simpen, jadi biar mereka pun pada balik lagi, hahahaha.

Istilah piranha itu apa?

GOLOSOR TIMES

Sebutan anak-anak aja biasa, barudak jibeh; ribut hiji ribut kabeh (berantem satu-berantem semua), hahaha. Maksud dari piranha itu kalo anak-anak maen tuh skill 1% keberaniannya 99%, walau memang mestinya gak gitu juga goblog teh, mesti bener juga maennya, hahaha.

Butche bisa kenalan dengan skateboard dari mana?

Dulu sih dapat skateboard bekas dari kakak, skateboard hiu gitu yang lebar.

Kami menangkap dalam diri Butche, walau sempat tidak maen skateboard 13 tahun, tapi ketika kami membicarakan hal tersebut, api semangatnya masih terasa. Seberapa penting skateboard buat Butche?

Ngomongin soal rasa, itu mah gak bakal bisa hilang sudah karena dibangun bertahun-tahun dan ketika berhenti, yang stop cuma maennya doang tapi kalo soul mah masih ada di skateboard. Bagi saya, yang 13 tahun sudah berhenti maen skateboard, pas ketika maen lagi itu ada satu musuh terbesar yaitu melawan ketakutan. Jadi, kalo menurut saya skateboard itu filosofi hidup, karena pertama kita mesti punya keberanian buat ngelawan ketakutan itu. Kedua, keberanian harus diimbangi pikiran rasional. Ketiga, ketika

mengambil risiko mesti penuh

pertimbangan. Ketiga hal

itu menurut pandangan saya pribadi, ya. Lalu, di skateboard mah equality, mau yang hitam, putih, kuning, semua bisa main bareng dan itu cuma bisa di kultur skateboard yang bisa ngehilangin perbedaan itu semua. Di musik masih ada sedikitnya mah rasis-rasisannya, bisa jadi contoh kalau di metal ada NSBM (Nationalist Social Black Metal). Kalo di skateboard mah gak ada ras-rasan hanya ada satu kata, skateboard.

Selain skateboard, ada musik juga dalam diri Butche. Kedua hal tersebut saling mengisi hidupButche selama ini.

Bagaiman keduanya saling mempengaruhi?

Kultur 80's hardcore pasti dekat dengan skateboard; Circle Jerk,Sucidal Tendencies, masih banyak contoh lainnya dan itu saling mempengaruhi. Memang dua hal itu paling susah saya atur waktunya. Misalnya, kalo saya sudah bermain skateboard, musik pasti ditinggalin kayak dulu pas The Cruel vakum. Terus kalo saya sudah maen musik lagi, giliran

skateboard yang ditinggalin,

jadi dua hai itu saling tarik- menarik, karena kecintaan saya dengan skateboard dan musik sama besarnya jadi mengatur waktunya susah banget.

CICAHEUM HELL PARK: BERDAYA DENGAN SWADAYA

2Hl

Skate Fellas:

Supporting Indonesia's

Next Generation of Skateboarders

GOLOSOR TIMES

pengejawantahan paling

gamblang dari tema edisi

cetak kedua kami ini yaitu

empowering. Movement yang digagas Ahmad Madani ini adalah

yang pertama terlintas di kepala

kami saat brainstorming di ruang redaksi. lakukan

Apayang ia mengingatkan kami pada gerakan- gerakan yang diinisiasi sejumlah

NGO yang sudah well established di luaran sana seperti SkatePal, Skateistan, atau Skate Aid. Skate

Fellas hadir dengan semangat

yang sama yaitu Empowering The Kids dalam bentuknya yang lebih sederhana, humble dan to the point. Bekerja sehari-hari sebagai Graphic Designer di perusahaan swasta diJakarta dan seorang suami yang sudah dikaruniai dua anak

laki-lak, dalam pengakuannya,

ketertarikannya pada skateboard muncul ketika bermain Tony Hawk Pro Skater saat masih di

bangku kelas 5 SD, tetapi skateboard

pertamanya baru ia dapatkan dari

gaji pertama saat mulai bekerja

kantoran. Perkenalan pertamanya dengan skena skateboard lokal

adalah ketika diajak anak-anak

skateboard Untar dan Trisakti untuk bergabung bermain bareng di Untar. Semenjak itulah ia lebih Ditulis oleh senang dan bersemangat bemain Reka Nugraha skateboard.

Arsip Foto Selanjutnya, silakan simak

Ahmad Madani langsung obrolan kami dengan

Ahmad Madani tentang Skate

Fellas dan bagaimana ia memaknai skateboard sebagai bagian dari hidupnya.

Ada siapa saja di belakang

Skate Fellas?

Sejauh ini masih gue sendiri aja. Belum ada yang menemani... Hahaha

Apa yang memicu Kamu untuk akhirnya memulai Skate Fellas?

Tepatnya dari tahun berapa movement ini dimulai dan apakah cuma bakal sendiri

saja, gak coba ngebentuk tim

kerja, mungkin?

Awal mula karena prihatin dengan anak-anak jalanan. Waktu

itu berpikiran mau ngebentuk

organisasi yang mengajak anak-anak jalanan ini untuk main skate sekaligus belajar keterampilan lain untuk masa depannya. Namun mimpi itu sepertinya terlalu besar. Jadi, gue memulai dari yang kecil

dulu. Sekira Juli atau Agustus

2017, gue ketemu sama anak-anak kecil yang jago banget main skate- nya. Namun keadaan papannya udah enggak ada nose dan tail-nya.

Kebetulan dia berasal dari keluarga

yang kurang mampu. Saat itu juga, gue memberi dia tantangan melakukan suatu trick yang belum

pernah dia lakukan. Kalau dia

berhasil, gue menjanjikan akan memberinya satu set skateboard

yang gue punya saat itu. Dalam

waktu sekira sejam, dia berhasil melakukannya. Dari kejadian itulah gue mulai berpikir memulai dari sini dulu dan memulai Skate Fellas pada 13 September 2017. Dengan movement awalnya yaitu membantu anak-anak yang ingin

SKATE FELLAS: SUPPORTING INDONESIA'S NEXT GENERATION OF SKATEBOARDERS

bermain skate tetapi keadaannya tidak mampu. Mau banget sih punya tim yang ngebantu. Cuma belum ketemu orangnya. Hehehe.

Kami rasa tentunya tidak mudah tetap konsisten dalam suatu movement, tentunya banyak waktu dan tenaga yang telah dan akan dikeluarkan lebihbanyak ke depan, bagaimana cara Kamu merawat Skate Fellas agar tetap berjalan hingga sekarang?

Anak-anakyang tidak

mampu begini akan terus ada. Gue berharap Skate Fellas bisa terus ada dan berkembang untuk mereka. Kebetulan juga dukungan dalam bentuk apa pun terus gue terima dari skater maupun nonskater untuk ngejalanin ini semua.

Fokus kerja Skate Fellas adalah anak-anak kecil. Bagaimana caraKamu mengurasi para anak-anak ini untuk mendapatkan Skateboard dari Skate Fellas? Apakah Kamu juga pernah bertemu dan mengobrol dengan para orangtuanya? Kalo iya, apa pandangan mereka tentang Skate Fellas?

SkateFellasmembuka submission aja untuk teman- teman di luar sana. Jika di sekitar

mereka ada anak kecil yang

kurang mampu dan punya niat besar untuk bermain skate, cukup kirimkan videonya ke Skate Fellas beserta latar belakang anak itu.

GOLOSOR TIMES

Nanti Skate Fellas review dulu. Jarang banget sih kalo sampe ketemu orangtuanya. Biasanya kalo enggak ketemu, dapet pesan terima kasih

dari orang tuanya melalui teman

si anak ini.

pola submission Dengan tersebut, sempat pernah

kejadian' sampe ngebludak gak? Karena saking banyaknya yang

masuk.

Kebetulan belum pernah

sampe membludak gitu. Cuma

pernah ada submission yang

masuk pas keadaannya waktu itu stock donasi sedang habis. Jadi,

gue harus ngeluarin dana pribadi

dan mengajak teman-teman di luar sana untuk ikut berdonasi karena konsep Skate Fellas adalah sama-sama saling membantu.

Jadi, dalam satu papan skate yang

didonasikan, terdiri atas berbagai donatur. Jadi, sama-sama berbuat baik, sama-sama dapat pahala.

Sampai sekarang ada berapa

jumlah anak yang sudah dibantu oleh Skate Fellas?

Apakah mereka masih keep

in touch dengan tim Skate

Fellas? Bagaimana kabar Prem yang dari Medan itu, Yuki dari Bengkulu, dan Fadly yang

selalu bersemengat kalo kami lihat di video?

Kalo jumlah masih belum begitu banyak. Mungkin 20-an

anak sampai saat ini. Beberapa

ada yang masih keep in touch, ada

yang dibikinin IG account sama

temannya agar kita bisa liat progress dia. Ada juga yang menghilang

ngga tau ke mana. Prem masih

terpantau aktif bermain skate dan tambah jago. Yuki juga masih main di tempat biasa dia bermain. Fadly kebetulan sudah pindah ikut orang tuanya dan kita lose contact sama dia.

Pernah ada enggak seperti korporasi besar yang datang menghubungi Skate Fellas lalu menawarkan kerja sama? Atau, apakah dari Skate Fellas ada

yang mencoba mengajukan

kepada mereka? proposal Mengingat, setiap korporasi mempunya dana CSR.

Sampai saat ini belum ada. Masih dari brand yang bergerak di industri skateboarding dan skate shop. Kalau untuk mengajukan

SKATE FELLAS: SUPPORTING INDONESIA'S NEXT GENERATION OF SKATEBOARDERS

proposal, gue belum pernah sejauh itu. Mungkin karena belum siap. Masih struggling ngejalanin dan melancarkan hal yang kecil ini dulu.

Pencapaian terbesar Skate Fellasdalam pandangan Kamu akan sampai seperti apa?

Mewujudkan mimpi di

awal yaitu membantu anak-anak jalanan dengan bermain skate sekaligus memberi keterampilan untuk bekal masa depannya. Punya skatepark sekaligus tempat khusus untuk belajar-mengajar keterampilan.

Tentang kampanye Keep Your Skatepark Clean, apa yang melatarbelakanginya? Karena, ini pun bisa berupa kritik terhadap kebiasaan di luar lingkungan skatepark ketika "kebersihan adalah bagian dari iman" hanya jargon.

Sebenarnya dari pandangan gue, skaters sekarang sudah cukup faham soal ini. Sudah banyak yang melakukan hal ini jauh dari sebelum gue mengangkat soal kebersihan. Namanya manusia, pasti kadang lupa atau hilaf. Jadi, harus saling mengingatkan saja. Pesan untuk menjaga kebersihan ini juga pastinya Skate Fellas peruntukkan kepada semua orang yang menerima. Tidak terbatas hanya untuk skater.

Apa yang membuat Kamu percaya kalo skateboard itu bisa mendorong anak-anak kecil lebih positif?

Ini bisa dibilang pengalaman pribadi juga. Dari main skate, gue ketemu berbagai macam orang dari berbagai macam latar belakang dan berbagai macam keterampilan yang mereka miliki. Dari sini gue bisa belajar apa yang mereka jalani, prosesnya seperti

GOLOSOR TIMES

apa, dan hasilnya bagaimana. Berawal dari foto. Dulu ada teman main skate yang sedang belajar fotografi. Dari situ gue juga ikut belajar. Teknik-teknik yang dia pelajari, dibagikan juga ke gue. Intinya sih, dalam pandangan gue, skater ini enggak pelit ilmu. Siapa pun lo, asal main skate, kita teman, kita saudara.

Menarik sekali apa yang Kamu sampaikan. Bagaimana Kamu memaknai skateboardalam hidup?

Skateboard udah bukan permainan atau lifestyle aja sih. Skateboard itu teman hidup. You can't live without it. Skateboard yang membahagiakan lo, skateboard yang mengangkat kreatifitas lo.

Kita tarik ke belakang saat gelombang pertama skateboard ketika tak lebih dari sekedar kayu dikasih roda, sekedar

mainan anak-anak. Menurut pendapat Kamu, apa yang membentuk skateboard hingga sampai saat ini memiliki value lebih dari sekedar permainan anak-anak dan bisa se-inklusif sekarang?

Ini lebih ke lingkar pertemanan yang ada di dunia skateboard aja yah. Kita main sama yang lebih jago, kita ikut jago. Ada teman yang baru belajar main bareng, ngga lama ikut jago juga karena kita. Dan, kita ngga memandang latar belakang siapa yang main skate. Apa pun bentukannya, warna kulitnya, agamanya, pekerjaannya, kita bisa main bersama. Jadi, skateboard itu seperti wadah untuk mencari dan berbagi ilmu gratis. Makannya, skateboard bisa seinklusif ini.

Ada rencana terdekat bagi Skate Fellas? Merch atau event, mungkin?

Rencananya sih mau lanjutin lagi membuat produk yang hasilnya akan digunakan untuk menjalankan program yang ada. Hanya, ada beberapa kendala yang bikin produk ini tertunda-tunda. Semoga bisa cepat ketemu jalan keluarnya. Amiiin, semangat selalu. Terakhir untuk penutup, last shout?

Do good, and good will come to you.

SKATE FELLAS: SUPPORTING INDONESIA'S NEXT GENERATION OF SKATEBOARDERS

4.7% Anarcho/Vol:

Surel dari Teman

di Tanah Kangguru

GOLOSOR TIMES

Diasuh oleh Frans Ari Prasetyo, Hey Ipul & Reka Nugraha

Foto oleh

Akmal Thoriq

a telah menenggak habis sekaleng bir dingin yang ia ambil dari kulkas beberapa saat sebelumnya. Sempat terlintas dalam benaknya untuk mengambil kaleng terakhir yang ada di kulkas, tapi muncul rasa keraguan untuk itu. Dirasanya akan lebih tepat meminumnya ketika ia menyelesaikan surel untuk sahabatnya yang tengah berada di Tanah Kangguru. Menulis surel bukanlah kebiasaan dia, tetapi ada hal yang menggelitik yang akhirnya menjadi alasan kuat menyapa sahabat lamanyatersebut melalui surel, bukan melalui kanal pengiriman pesan pendek.

4.7% ANARCHO/VOL: SUREL DARI TEMAN DI TANAH KANGGURU

Kota Kembang, 13 Nopember 2020

Pada sahabat Tamtam Nurhadi

Di Kangguru

Salam sejahtera Tam,

Gimana kabarmu di sana? Baru tersadar hampir setahun sudah Kamu

belum balik ke Kota Kembang ini, apakah alasan penutupan penerbangan

ke Kota Kembang ini yang menahan Kamu balik ke sini? Namun, apa pun alasannya, kami berharap Kamu di sana dalam keadaan sehat baik fisik dan mental. Bagaimana juga kabar penelitianmu di sana tentang suku asli "Kangguru"? semoga itu pun tetap berjalan baik.

Saya kirim surel ini untuk membagi kabar kalo saya dengan istri

dalam keadaan baik dan sehat walau tentunya struggle nowadays is a real deal. Selain ingin berbagi kabar tentang itu, juga ada hal yang bikin menggelitik akhir-akhir ini, Tam, di Kota Kembang, tempat kelahiran kita. Sekarang di sini akan begitu sangat mudah kita temui spanduk-spanduk penolakan terhadap Anarko Sindikalis sebelum akhirnya berganti menjadi “Selalu Patuhi Protokol Kesehatan". Bahkan untuk beberapa saat ketika, menguatnya tensi gelombang protes anti Omnibus Law di hampir seluruh titik wilayah negara kita

mampu menggeser perhatian banyak orang menyangkut penanggulagan

pandemi Covid-19.

Di kota ini, spanduk-spanduk penolakan pada gerakan Anarko

semakin banyak tersebar di beberapa titik yang saya lewati termasuk di depan pagar Gedung Sate atau Kantor Gubernur Barat Jawa yang bertuliskan, "Masyarakat Kota Kembang Menolak Anarko”.

Penggunaan kata “Masyarakat" itu sangat ambigu karena entahlah, masyarakat mana yang mereka maksud dan siapa yang membuat spanduk-spanduk tersebut. Hal tersebut justru memicu saya berselancar dan mulai mengetik di kolom mesin pencarian dengan kata kunci Anarko Sindikalisme. Hasilnya, saya mendapat beberapa informasi yang mencerahkan seperti sejarah gerakan Anarko dari abad ke-17 di Eropa sampai Amerika Serikat.

Selain yang mencerahkan, saya mendapatkan informasi yang bikin

bingung terlebih mengenai Anarko Sindikalis yang dimuat pada banyak kolom berita arus utama media lokal kita yaitu tentang penangkapan ketua Anarko Sindikalis Indonesia oleh Polda Metrojaya bernama Pius, lengkap dengan tato “A" besar di dadanya si Pius ini. Dari pengakuan Pilus selaku ketua Anarko, dia mempunyai cita-cita

membuat tatanan dunia baru tanpa pemerintahan. Dia sendirilah yang

GOLOSOR TIMES

mengakui mempunyai kode nama yaitu Al sebagai ketua, kemudian ada A2 sebagai bawahan dan seterusnya. Hingga bagian ini, di kepala saya langsung teringat dengan sinetron kelas Indosiar saat mereka sedang dalam tahapan penyusunan skenario untuk diajukan pada produser Sonu Samtami agar digubah menjadi sinetron azab-azaban. Sehingga, mereka akan dengan begitu mudahnya menghidupkan hantu-hantu Anarko Sindikalis setelah sebelumnya hantu komunisme sudah terlalu usang untuk diperjualbelikan.

Tentunya, saya awam dan bingung dengan persoalan Anarko

POLISI

Sindikalis yang ditolak masyarakat Kota Kembang, ditambah informasi dari sang ketua Anarko yang mempunyai kode nama unik macam ukuran kertas A1, A2, A3, hingga A4. Saya rasa, selain untuk saling berbagi kabar masing-masing ada baiknya juga untuk menanyakan hal-hal yang berpaut dengan faham Anarko/Anarki ini dengan Kamu, Tam, yang tentunya Kamu akan lebih faham persoalan beginian.

Agar mempermudah Kamu, Tam, saya sudah siapin beberapa daftar

pertanyaan gitu. Jadi, Kamu bisa dengan mudah tinggal menjawabnya, tapi sorry nih pake bahasa yang membumi ya, hehehe. Soalnya ini bukan untuk jurnal akademis, untuk bacaan selingan saya saja sambil minum bir berdua bareng istri, yang tumbennya dia sekarang jadi lebih memilih bir

daripada Cabernet Sauvignon.

Sahabatmu

Andy Waluya.

*** Surel tersebut langsung ia kirim segera setelah ia menyelesaikannya. Niat untuk membuka kaleng bir terakhir di kulkas ia urungkan lagi karena istrinya memanggil berulang-ulang dari dalam kamarnya. Setelah melihat jam di laptop, baru tersadar ternyata waktu sudah terlalu larut untuk tetap maksakan matanya bekerja dan mungkin atas alasan itu pula istrinya tersebut memanggil dia untuk segera istirahat.

*** Notifikasi surel balasan dari Tamtam masuk melalui gawai Andy seminggu setelah ia mengirimkan surel nya tersebut. Dalam balasan yang dikirim temannya itu, Tamtam menuliskan:

4.7% ANARCHO/VOL: SUREL DARI TEMAN DI TANAH KANGGURU

Kangguru, 21 Nopember 2020

Buat Kamu Andy Waluya

Di Kota Kembang

Asalamulaikum Andy,

Ah, senang rasanya mendapati surel dari Kamu dan membaca Kamu Pbeserta istri dalam keadaan sehat. Saya disini pun dalam keadaan baik, betul memang kata Kamu, hidup hari ini metode struggle-nya gak bisa diajak

becanda. Riset saya di sini pun sempat tersendat karena lockdown yang

dijalankan pemerintah setempat. Lalu pihak yang mendanai riset kami,

sialnya mengundurkan diri, tetapi beruntung, tim saya dengan semangat

kolektivitas yang kuat, akhirnya setelah berbagai cara pengumpulan dana kami tempuh, riset kami bisa tetap jalan. Bahkan beruntungnya karena sekarang kami berdiri sendiri, tidak mesti merasa berhutang budi pada

siapa-siapa. Sehingga, tidak ada yang ikut campur dari luar circle tim kami.

Soal lampiran Kamu dari surel sebelumnya, sudah saya baca dan jawab juga yang karena alasan itu pula surel balasan ini cukup lama bisa terkirim. Semoga Kamu bisa cukup puas dengan apa yang saya tuliskan sebagai jawaban-jawaban atas pertanyaan Kamu soal Anarkisme. Akan tetapi, bicara soal si Pilus itu memang lucu banget sih. Saya sempat dapat juga cuplikan videonya, kiriman dari teman saya dari Kota Pitung. Šemoga kita lekas bisa bertemu lagi nanti di Kota Kembang. Kamu dan temen-temen lainnya masih suka main skateboard kan? Nanti-nanti ajakin saya lagi ya buat ikut dokumentasiin kegiatan kalian. Untuk sekarang sebagai penutup; salam sehat selalu!

Teman sebotol Tamtam Nurhadi. USI *** Girang mendapati kabar temannya sehat dan lancar dalam segala urusannya, setelahnya itu ia segera mengunduh lampiran yang temannya itu kirimkan berbarengan surel balasan.

AGOF


Plethos... Andy membuka kaleng birnya. Dengan posisi duduk yang

dibikin senyaman mungkin, ia mulai membacai lampiran jawaban, atas pertanyaannya soal Anarkisme dari Tamtam;

GOLOSOR TIMES

Dimulai dari pertanyaan yang umum nih, Apa itu Anarkisme?

Terkait anarkisme, ini merupakan filosofi politik dan ekonomi politik yang radikal dan revolusioner. Namun meskipun ada banyak definisi anarkisme, sebagian besar akan setuju dengan definisi yang dirumuskan oleh Peter Kropotkin, yaitu sebuah nama yang diberikan pada prinsip atau teori kehidupan dan perilaku di mana masyarakat dipahami tanpa

pemerintah -keharmonisan dalam masyarakat seperti itu diperoleh,

bukan dengan tunduk pada hukum, atau dengan ketaatan pada otoritas apa pun, tetapi dengan kesepakatan bebas yang dibuat antara berbagai kelompok, teritorial dan profesional, yang dibentuk secara bebas demi produksi dan konsumsi, serta untuk kepuasan berbagai kebutuhan dan aspirasi makhluk beradab yang tak terbatas. Proses di mana otoritas dan dominasi diganti dengan struktur horizontal non-hirarkis, dengan asosiasi sukarela antara manusia. Ini adalah bentuk organisasi sosial dengan seperangkat prinsip kunci, seperti organisasi mandiri, asosiasi sukarela, kebebasan, otonomi, solidaritas, demokrasi langsung, egalitarianisme, dan saling membantu. Berdasarkan prinsip dan nilai ini, anarkisme menolak ekonomi kapitalis dan nation state yang diatur melalui demokrasi perwakilan. Intinya seperti campuran dari penekanan liberal pada kebebasan individu dan penekanan komunis- sosialis pada masyarakat yang setara. Teori anarkis -seperti kebanyakan ideologi politik- bukanlah konsep yang konsisten dan homogen. Ia berkembang saat orang yang berbeda mengartikulasikan ideologi intinya dengan cara yang berbeda. Pemikir anarkis memberikan berbagai kontribusi pemikiran anarkisme dalam berbagai varian, seperti Pierre-Joseph Proudhon, William Godwin, Peter Kropotkin, Mikhail Bakunin, Emma Goldman, Max Stirner, Rudolf Rocker, Murray Bookchin, selain itu ada beberapa pemikir yang karya-karyanya merepresentasikan kuat anarkisme seperti David Greaber hingga James C Scoot. Mengambil contoh saja, apa yang Godwin kembangkan dalam anarkisme terkait kritik mendalam terhadap negara dan kekerasan strukturalnya, dengan alasan bahwa negara dan pemerintahannyamemilikipengaruhburukterhadapkeadilanmasyarakat sehingga menimbulkan ketergantungan yang tidak diinginkan dengan menunjukkan bahwa hukum dan perundang-undangan diciptakan oleh orang kaya dan berkuasa. Apakah ini terdengar akrab di Indonesia. Lihat saja yang terbaru terjadi di Indonesia, pengesahan undang-undang neoliberal-catastrophe bernama Omnibus Law itu yang menimbulkan protest dan mengakibatkan clash. Indonesia sekarang seperti era Bolshevik, dimana terlibat dalam hal-hal seperti gerrymandering, penyensoran, menggunakan aparat negara untuk memenjarakan dan membunuh lawan politik tanpa sesuatu yang menyerupai proses hukum, dan seterusnya.

4.7% ANARCHO/VOL: SUREL DARI TEMAN DI TANAH KANGGURU

■ ■

Lalu, apakah anarkisme ada dalam protes itu? tentu saja ada, mengingat apa yang negara lakukan dan berbeda dengan konsepsi anarkisme itu sendiri, misalnya jika hanya merujuk kepada apa yang Godwin narasikan. Namun apakah anarkisme yang menciptakan clash? belum tentu, karena clash bisa muncul dari berbagai cara, motif dan aktor termasuk dari pihak negara itu sendiri melalui aparatusnya, polisi, militer termasuk dari paramiliter. Untuk pendekatan non-akademis dan fiksi untuk memahami anarkisme, saya sangat merekomendasikan karya Ursula Le Guin, sebuah novel fiksi ilmiah tahun 1970-an berjudul The Dispossessed.

Kapan Anarkisme mulai berkembang dan kenapa?

Di Dunia? atau di Indonesia ?. Ok, jika di dunia rujukan paling awal tentu saja harus merujuk kepada sejarahnya. Berasal dari bahasa Yunani anarkhia yang berarti "tanpa otoritas," anarkisme, anarkis, dan anarki digunakan untuk menyatakan persetujuan dan ketidaksetujuan. Dalam

penggunaan awal, semua istilah ini merendahkan: misalnya, selama

Perang Saudara Inggris (1642–1651) para radikal menyerukan hak pilih yang kemudian oleh lawannya disebut sebagai “Switzerising Anarchists”. Lalu dalam Revolusi Prancis (1789-1799) pemimpin faksi Girondin yang moderat, Jacques-Pierre Brissot, menuduh saingannya yang paling ekstrim, Enragés, sebagai pendukung “anarki". Tapi anarkisme sebagai sebuah gerakan di dunia tentu saja muncul antara 1870–1940an dengan perkembangan penting dalam sejarah anarkisme melalui munculnya doktrin “propaganda of the deed”. Sejumlah kongres anarkis internasional

3b

10.51
GOLOSOR TIMES

一 ■

diadakan pada fase itu dan yang paling terkenal diadakan di London tahun 1881 dan Amsterdam tahun 1907. Namun tidak ada organisasi sedunia yang efektif pernah dibentuk, meskipun pada akhir abad ke-19 gerakan anarkis telah menyebar ke semua benua dan dipersatukan oleh hubungan informal korespondensi dan persahabatan diantara tokoh- tokoh terkemuka. Pada era tahun 1890-an banyak dari mereka mendirikan sekolah dan komunitas eksperimental dalam upaya untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsip anarkis. Intinya pemikiran anarkis berkembang di Barat dan menyebar ke seluruh dunia, terutama pada awal abad ke-20. diteritorialkan dan

Setiap wilayah atau yang sekarang d

diadministrasikan dalam bentuk negara memiliki sejarah anarkisme yang berbeda-beda, seperti di Italia, Perancis yang banyak terdapat kaum anarkis diakhir tahun 1800an atau spanyol dan Belanda Atau perkembangan anarkisme di Rusia, America, Latin Amerika, Asia seperti di Jepang, China, Korea, Vietnam termasuk di Indonesia. Untuk Indonesia sendiri, mayoritas orang akan mengatakan bahwa 1998 adalah saat anarkis dan anarkisme muncul, tapi menurut saya, bisa lebih awal lagi, melalui perkembangan scene punk dan metal di tahun 80an atau awal 90an. Penggulingan orde baru di tahun 1998 dengan nama reformasi adalah moment penting semua orang turun ke jalan, termasuk para anarkis ini untuk melawan militer, polisi, dan pemerintah. Gerakan pengorganisiran bawah tanah melalui media underground seperti zines, pendistribusian illegal buku-buku kiri (termasuk buku tentang anarkisme) berperan signifikan dalam menciptakan momentum dan resonansi kebangkitan pengorganisasian dan gerakan-gerakan kiri-anti-kapitalis, anti neoliberalisme ini. Lalu, kenapa anarkisme muncul? sederhananya mengikuti etimologinya, yaitu “tanpa penguasa” atau "tanpa otoritas". Itu berarti

4.7% ANARCHO/VOL: SUREL DARI TEMAN DI TANAH KANGGURU

tidak adanya dominasi, hirarki dan kekuasaan atas orang lain. Ini konsepsi dasar kemunculannya, lalu dalam perkembangannya bermutasi dalam berbagai varian berdasarkan definisi dan gerakannya, tetapi tetap dalam satu sel utama dan tetap berada dalam rel dari konsepsi tersebut.

Pada suatu hari, saya mendengar celotehan dari almarhum nenek

saya yang masih tinggal di desa. Dia berceloteh, "Nini mah teu tiasa

bahasa Indonesia. Ku Sunda we da nini mah can pernah ngarasaan oge jadi orang Indonesia teh kumaha." Apakah dari celotehan sederhana tersebut bisa disimpulkan bahwa nenek tersebut secara tidak dia sadari tengah mengamalkan nilai-nilai anarkis?

Hal ini sangat menarik, karena dalam struktur masyarakat terutama masyarakat adat dan mungkin nenek anda juga menjadi bagian dari masyarakat adat atau memiliki pemahaman sebagai masyarakat adat bukan sebagai warga negara. Masyarakat adat sendiri merupakan sebagai

sebuah kesatuan kesepakatan hukum baik secara tertulis maupun lisan yang

berada dalam kesatuan penguasa(an) dan kesatuan lingkungan hidup yang

membentuk budaya dengan ciri khas tertentu yang hidup berdasarkan hak bersama terhadap common resources bagi semua masyarakatnya, hal

yang sangat berbeda dengan negara. Jadi system masyarakat adat ini sudah

ada sangat lampau jauh sebelum sistem masyarakat modern terbentuk, seperti sistem negara.

Negara Indonesia sendiri terdiri dari ratusan masyarakat adat yang

tersebar dipelbagai tempat. Seperti Suku Baduy di Jawa barat, Suku Anak Dalam di Jambi-Sumatra, Suku Dayak di Kalimantan hingga suku-suku di Papua, yang mereka semua memiliki value adat yang khas, namun memiliki persamaan, yaitu kehidupan komunal berdasarkan hak bersama terhadap common resources. Namun ketika negara Indonesia terbentuk, suku-suku adat ini berada dalam kontrol administrasi negara. Lalu apakah hal ini menjadi preseden baik? buktinya konflik adat terutama terkait permasalahan lahan adat mendominasi konflik agraria di Indonesia. Jadi buat apa negara ini jika menimbulkan konflik bagi

masyarakatnya, khususnya masyarakat adat, sederhananya begitu. Lalu

apakah masyarakat adat telah mengamalkan nilai-nilai anarkis? Bisa jadi karena pada dasarnya masyarakat adat itu hidup secara komunal dengan hak dan kepemilikan resources bersama yang dibentuk berdasarkan konsensus bersama, walaupun memiliki hirarki berupa kepala adat tetapi hirarki ini sifatnya bukan mengontrol seperti peran otoritas pada negara, namun sebagai bagian dari konsensus penghormatan terhadap relasi antara leluhur dan manusia serta diantara manusia itu sendiri.

GOLOSOR TIMES

一 一

AKTI

Miskonsepsi atas anarkisme sering terjadi dalam pemahaman

masyarakat kita, terlebih ketika media arus utama yang tetap

menggunakannya sebagai pelabelan bagi perusuh pada suatu aksi tertentu. Kalau kita coba runut, kenapa hal tersebut bisa terjadi? Sejak kapan? Serta kenapa sampai sekarang miskonsepsi tersebut masih melanggeng?

Setidaknya kita dapat membedakan antara dua aliran yang agak berbeda dari anarkisme, anarkisme sosial dan anarkisme libertarian. Sementara anarkisme sosial menekankan pada masyarakat dan seringkali mendukung ekonomi politik yang mensosialisasikan alat-alat produksi. Anarkisme libertarian sebagian besar berkaitan dengan memastikan jumlah maksimum kebebasan bagi individu. Di sini, keinginan individu dianggap lebih penting daripada masyarakat yang harmonis dan egaliter. Nah miss konsepsi masyarakat kita itu terhadap yang mana atau jangan- jangan memang tidak mengerti tentang konsepsi anarkisme itu sendiri. Selama dua dekade terakhir ini, praktik anarkis telah menikmati kebangkitan yang signifikan. Ini terutama terlihat dalam gerakan sosial baru yang telah dipengaruhi oleh bentuk-bentuk organisasi anarkis dengan struktur horizontal dan proses pengambilan keputusan yang tidak representatif. Kapanpun protes publik memicu perilaku kekerasan, media arus utama seringkali dengan cepat merujuk pada “anarki” dan “anarkis”. Yang disebut anarkis adalah pengunjuk rasa yang membakar ban atau terlibat bentrok dengan polisi. Dalam narasi ini, kaum anarkis adalah penjahat tanpa hukum dan anarki adalah tentang kekacauan dan kekerasan yang tidak ada gunanya. Contoh terbaru di kota Kembang dapat dilihat dari aksi protes #reformasidikorupsi tahun 2019 dan #tolakomnibuslaw di tahun 2020, setelah sebelumnya muncul bentrok dalam aksi mayday 2018, hingga

GOLOSOR TIMES

■ ■

aksi melawan penggusuran terhadap kampung-kampung kota, seperti di Tamansari tahun 2019 lalu. Itu semua memang melibatkan sejumlah kelompok anarkis-dan ada wabah kekerasan yang terbatas-namun persamaan kekacauan dan kekerasan dengan anarkisme hampir sama produktifnya dengan persamaannya, lingkaran dengan kotak. Tampaknya mungkin menemukan ketegangan yang muncul terus, dari ini semua dalam kaitannya dengan interpretasi anarkis yang sesuai tentang otonomi dan kebebasan, dalam asal-usul pribadi dan sosial yang beragam. Ini terkait dengan kurangnya kehalusan, kompleksitas, ketidaksadarannya akan nuansa dan ambiguitas.

Apakah betul tindakan perusakan fasilitas umum, simbol-simbol negara, dan korporasi itu merupakan aksi simbolik untuk mencuri perhatian serta memicu kesadaran masyarakat atas persoalan- persoalan ketimpangan yang terjadi? Apakah pola tersebut masih efektif digunakan saat ini? Kemudian, apakah ada alternatif lain yang dapat digunakan untuk menarik simpati massa atas isu dan melakukan aksi supaya lebih masif?

Tidak bisa melihat hal tersebut secara parsial, karena hal ini sangat kompleks keterkaitannya. Namun sebagai agresi publik, aktivitasnya tampaknya dipandu oleh refleksi pembebasan dan (mungkin) dialektika spontan. Hal ini juga terkait tentang ketegangan antara metafora dan koherensi. Orang metafora menantang pendukung koherensi. Karena dalam mengejar koherensi yang selaras dengan rasionalitas, terdapat praktik dan cara berfikir dengan mengabaikan sensibilitas yang penting bagi kesadaran pembebasan yang luas dan beragam. Bagaimanapun, anarkisme adalah “merek", untuk memberi tahu publik, dengan cara bersedia membuka kembali pertanyaan politik mendasar, namun tampaknya seperti strategi yang berisiko dari perspektif manajemen merek, hingga kesalahan publik bahkan negara termasuk polisi dan militer membaca ini semua.

Ketakutan yang muncul dari anarkisme yang timbul ini terkait

perkawinan antara teknologi yang disponsori kapitalis dan utopia kota, yang melingkupi aktifitas keseharian, mengakibatkan menunjukkan ketidakmampuannya untuk memahami matriks penuh dari organisasi sosial dan psikologis, hierarkis dan tersegmentasi yang melekat dalam masyarakat modern; ekonom Marxis dalam filsuf anarkis dan ahli ekologi sosial. Di sini kesadaran tentang “penjaga nalar" bukanlah kenaifan instrumentalis tetapi referensi intelektual penting untuk membimbing kritik. Pengalaman pribadi dari kerja keras atau marginalisasi yang dipaksakan, menginspirasi semangat yang berbeda dari yang tercipta dalam bidang kenangan romantis yang dipilih dan gerakan radikal yang

POLISI ditekuni.

4.7% ANARCHO/VOL: SUREL DARI TEMAN DI TANAH KANGGURU

■ ■

Bagaimana cara para anarkis mewujudkan apa yang mereka perjuangkan?

Meskipun secara luas saya membenarkan tentang sifat dari periode yang sekarang dijalani-tentang absurditas politik dan negara ini diakhir ledakan pasca reformasi lalu krisis ekologi yang berkembang serta sejauh mana krisis pada awal 2010-an menjadi periode ekspansi ekonomi selanjutnya. Kita semua meremehkannya padahal masih akan ada siklus boom dan bust. Di sisi lain, menekankan dampak malapetaka yang dihadapi kapitalisme dan akan terus terjadi pada lingkungan dan kelas pekerja dan itu sebuah kebenaran sekarang ini. Kita dapat menunjukkan kekuatan obyektif tertentu, yang tidak diragukan lagi sebagai nilai yang penting, tetapi harus ada yang lebih dipertaruhkan daripada sekadar “keterbelakangan" ekonomi politik

dan gerakan sipil. Situasi ini yang membawa mereka kepada apa yang

ditawarkan oleh anarkisme. Tetapi pada saat yang sama kelompok semakin kecil dan kecil, dan begitu mereka tidak lagi melihat dirinya dalam pusaran sipil dan negara. Maka, kanvas yang lebih luas dan diskusi serta percakapan intensif sangat disarankan untuk membagi peran, mengambil inisiatif dan menentukan ketegangan mana yang menjadi jalan untuk interpretasi selanjutnya. Kita semua bisa berbagi lapar dengan gerakan sosial yang bisa menjadi benih di masyarakat dalam cangkang yang lama, sebagai penebusan keinginan, imajinasi serta memberikan desakan kemungkinan jenis gerakan dan pemikiran organik yang berbeda di ruang-ruang publik sipil sekarang ini.

Apakah yang mereka perjuangkan itu adalah suatu hal yang utopis?

Utopis atau tidak tergantung bagaimana melihat peran dan posisi anarkisme dalam konteks relasi masyarakat sipil, negara dan kapitalisme. Ini bukan menghindar, tapi mungkin mencoba pahami. Berguna untuk dapat mendengarkan dan tidak hanya berbicara. Dan tentu saja, tradisi anarkis sangat baik dalam masalah ini, dengan penekanan pada konsensus, menggunakan fasilitator daripada kursi, dan sebagainya. Melalui retorika marah dan estetika subversif, anarkisme muncul diruang publik melalui massa pemuda idealis berteriak kebenaran untuk berkuasa atas akord yang berderak dan drum yang berdebar, tetapi kurang tertarik pada tindakan politik yang nyata. Namun dalam konteksnya, gerakan anarkis merepresentasikan sesuatu yang sangat berbeda; ekspresi ketidakpuasan massa yang muncul tepat saat kekuatan politik yang diperlukan memasuki kemunduran. Ada upaya setidaknya untuk mendorong semua orang berpartisipasi atas dasar kesetaraan. Bagaimanapun, itulah yang ideal.

GOLOSOR TIMES

一 ■

Ketika dalam kesedaran seperti apa orang akhirnya mengukuhkan diri sebagai seorang anarkis?

Penekanan gerakan pada otonomi struktural dan permusuhan terhadap kapitalis dan negara adalah koneksi yang paling menonjol ke ideologi anarkis, yang menyerupai bentuk sindikalisme budaya. Sebuah kondisi yang dapat terlihat agar berkomitmen secara politik untuk dapat berkembang, maka harus secara aktif dimobilisasi oleh kelompok politik. Ini adalah kondisi yang menguntungkan bagi munculnya gerakan oposisi anak muda yang berkomitmen secara politik.

Mungkin ada anarkis yang menganggap mereka sebagai seorang

anarkis yang berpura-pura, tapi pasti ada orang-orang yang berkontribusi pada gerakan sosial tidak menerima bahwa mereka adalah bagian dari

gerakan anarkis. Saya tidak terlalu tertarik untuk mencoba membuktikan

seorang anarkis. Jelas saya dipengaruhi oleh Marx, tetapi juga berpikir bahwa kita dapat belajar banyak dari banyak lainnya, Salah satu keuntungan dari tradisi anarkis adalah bahwa ia terbuka dengan cara yang tidak dimiliki oleh Marxisme. Anarkisme tidak mengklaim mengetahui segalanya dan ingin belajar

dari tradisi teoritis lainnya. Ada juga yang bersikeras bahwa tidak mungkin

menjadi anarkis dan sosialis, Namun hampir semua anarkis klasik menyebut diri mereka sosialis. Proudhon menyebut dirinya seorang sosialis, begitu pula Benjamin Tucker, dan tentu saja Emma Goldman. Tetapi apakah saya mendiskusikan anarkisme dengan warga sipil? Tidak. Saya ada di sana bersama mereka belajar Bersama untuk dapat berpikir mandiri lalu melakukan gerakan sipil apapun bentuknya. Anarkisme tetap menjadi metronome dari gerakan sipil dengan varian ketukan dalam resonansi yang sama walaupun amplitude berbeda.

4.7% ANARCHO/VOL: SUREL DARI TEMAN DI TANAH KANGGURU

Dalam sejarah peradaban manusia, pernahkah para anarkis mencapai suatu titik kemenangan?

Saya tidak tahu bagaimana kemenangan itu terukur, tetapi pertanyaan harus diajukan tentang kelayakan praktik anarkis, di mana organisasi anarkis sangat jelas dapat bekerja di tingkat lokal, di tingkat komunitas kecil dan di tingkat daerah pedesaan. Lihat gerakan Zapatista, masyarakat di Cheran, di Rojava dan sebagian besar wilayah pedesaan Kurdi yang melakukan gerakan sipil dengan bersenjata atau melakukan penyadaran sipil tentang hak-hak sipil mereka di termasuk di area perkotaan seperti di kota Kembang, misalnya terkait hak buruh hingga perlawanan terhadap perampasan lahan dan penggusuran oleh negara dan kapitalisme walaupun mereka kehilangan itu secara fisik namun pemikiran warga menjadi berbeda, dan itu hal yang penting juga yang tidak bisa naif untuk diakui Jadi kemenangan itu dalam wujud apa dan bagaimana. Kegemilangan kapitalisme juga ditandai oleh kemunculan gerakan serikat masa, celakanya kecanggihan kapitalisme ini yang memungkinkannya untuk mengintegrasikannya ke dalam perkembangan yang prosesnya dimulai saat korporasi dan negara merasa harus menerima keberadaan mereka (misalnya serikat buruh) sehingga mereka disatu sisi diakui sebagai pekerja disisi lain upaya pengontrolan gerakan serikat masa.

MAYDAY

DESAINER IS NOT -JUGA-

BURUH

GOLOSOR TIMES

■ ■

Dalam prosesnya, para pekerja memperoleh sesuatu tetapi pemberi kerja memperoleh jauh lebih banyak: kondisi stabil untuk eksploitasi tenaga kerja yang berkelanjutan, angkatan kerja yang tenang, dan perwakilan pekerja dari tingkat atas ke bawah, guna mempertahankan perdamaian,

ketertiban, dan semangat tanggung jawab bersama untuk kesejahteraan

kapitalisme dengan peran negara sebagai pengontrol masa dan serikat hingga penengah “netral”. Perjuangan anti-serikat pekerja ini akan dipaksa untuk mengubah diri mereka sendiri menjadi struktur alternatif yang mengambil fungsi serikat, atau mundur ke situasi atomisasi atau tanpa struktur serikat. Yang terjadi dalam konteks Indonesia adalah mundur dan tanpa struktur serikat dan bergabung dalam lingkup masyarakat sipil yang lebih cair yang memudahkan gerakan mereka terus bekerja secara gerilya tanpa kooptasi atau pengelompokan. Walau ujungnya terdapat label, itu sudah bukan lagi hal penting, karena yang penting adalah bersama rakyat sipil menolak penindasan negara dan kapitalisme bagaimana pun caranya dan sistematikanya. Turun ke jalanan dalam berbagai demonstrasi dan gerakan social adalah salah satunya. Kritik terhadap serikat pekerja terkooptasi serta kesadaran akan sifat kontradiktifnya merupakan inti dari anarko-sindikalisme dan sumber vitalitasnya. Dalam hal ini, ia menangkap realitas fundamental dari kelas pekerja di dalam kapitalisme dan memasukkan dirinya ke dalam medan di mana revolusi sosial lahir, dan di mana revolusi tersebut juga berulang kali hilang. Ini contoh sederhana yang terjadi, lalu apakah para Anarkis ini mencapai di suatu titik kemenangan tertentu, itu tergantung perspektif dalam melihatnya.

Di Indonesia, bagaimana siklus pergerakan anarkisme? Apakah gerakan Black Bloc di Kota Kembang dan kota lainnya pada saat Mayday 2018 merupakan salah satu aksi langsung dari para anarkis?

Pembersihan anti-komunis tahun 1965 menciptakan efek mengerikan pada segala jenis pengorganisasian kiri dan perjuangan anti- kapitalis. Era Orde baru, Indonesia menghadapi penindasan struktural dan budaya yang parah. Buku teks disensor, buku dilarang, simpatisan yang dicurigai terus diseret untuk diinterogasi dan banyaknya korupsi

dan kronisme yang terjadi disemua tingkat pemerintahan semakin

meningkatkan ketimpangan pendapatan yang besar dan pencurian common resources. Era reformasi situasi tidak berubah, kekerasan negara, korupsi dan kronisme tetap terjadi bahkan lebih masif. Gerakan politik anti pemerintahan ordebaru menciptakan demonstrasi besar di Indonesia, selain itu Indonesia juga merupakan negara yang common resource-nya di jarah kapitalisme. Maka gerakan yang didasari oleh anarkisme juga

4.7% ANARCHO/VOL: SUREL DARI TEMAN DI TANAH KANGGURU

tumpang tindih dengan gerakan protes penggulingan rezim ordebaru ini termasuk dengan gerakan lingkungan juga. Momen dalam sejarah Indonesia ini, bersama dengan kegagalan revolusi komunis pada tahun 1926, telah menunjukkan batasan dari apa yang dapat dilakukan oleh Marxisme-Leninisme di Indonesia. Akibatnya, ini membuat perjuangan kiri untuk mendekati perjuangan kapitalisme dari sudut pandang sosialis atau komunis lebih kecil daripada dari sudut pandang anarkis, yang mungkin menjelaskan peran menonjol dari anarkis dari berbagai garis di Indonesia saat ini. Di balik tabir demokrasi dan supremasi hukum terdapat otoriterianisme neoliberal yang memaksakan kepentingan bisnis dan perdagangannya dengan kebrutalan tanpa batas dan tanpa memperhatikan hak-hak rakyat. Pemberantasan dan pemisahan kelas bawah secara perlahan mengingatkan pada praktik kolonial. Setidaknya pada 1980-an, kaum anarkis tampak sangat terlibat dalam gerakan punk, termasuk di Indonesia. Berpartisipasi dalam acara-acara semacam itu, tetapi kebanyakan menerbitkan surat kabar, terlibat dalam Food Not Bombs dan mencoba membangun kelompok-kelompok lokal di seluruh negeri serta mengambil bagian dalam berbagai demonstrasi dan membantu membangun kontingen anarkis dan antikapitalis di acara-acara semacam itu. Selain itu mencoba melakukan pengorganisasian komunitas, mendukung kampanye anti-fasis serta membangun afiliasi dengan buruh secara informal, tapi tidak selalu dengan serikat buruh formal. Pemerintah tampaknya putus asa dengan perlawanan warga, dalam aksi Mayday atau gerakan perlawanan di Tamansari, yang tumbuh dari hari ke hari yang sebagian besar adalah anarkis, tetapi mereka berasal dari latar belakang sayap kiri yang berbeda. Anarkis di Indonesia menjadikan kehadiran mereka sebagai ancaman berbahaya bagi negara, kapitalis, dan monarki Indonesia. Represi sistematis tampaknya menjadi program tegas pemerintah Indonesia. Gerakan Black Bloc di kota Kembang atau dalam beragam aksi protes lainnya, yang terkait dengan tuntutan sipil, terhadap negara secara tidak langsung, menjadi arena praktik dari anarkisme, untuk menunjukan apa yang mereka pikirkan, tentang anarkisme itu sendiri didalam ruang-ruang gerakan sipil. walaupun berbagai macam tuduhan akan muncul tapi setidaknya arena ini menunjukan tentang keberadaan anarkisme itu sendiri yang lebih kongkrit.

Selain bergabung dengan serikat buruh pada saat aksi langsung, adakah aksi lain yang dilakukan anarkis untuk melawan negara dan kebergantungan kepada kapitalisme? Mengingat, saat ini, hal yang paling disorot masyarakat luas pasti melulu persoalan merusuh saat demonstrasi.

Tidak selalu harus bergabung dengan serikat buruh, namun

GOLOSOR TIMES

1 一

kurangnya gerakan progresif yang berpengaruh membuat mereka teratomisasi, seringkali tidak efektif, dan tidak dalam posisi untuk menjadi tandingan dari sebuah gerakan politik. Mengambil contoh yang terjadi di kota Kembang, dimana sebuah koalisi jaringan kultur anak muda, terdiri dari mahasiswa, buruh informal yang didalamnya terdapat para anarkis melakukan gated organize dalam protes Mayday 2018, di mana ribuan orang melakukan longmarch menuju kantor pemerintahan (Gedung sate), lalu terdapat longmarch lainnya yang di organisir secara terbuka oleh berbagai serikat buruh yang berbeda-beda mereknya yang tidak juga Bersatu sebagai sebuah aliansi buruh tunggal. Tidak ada upaya yang untuk mengintegrasikan kedua longmarch dari kelompok ini atau memang tidak mau dari kedua belah pihak, yang pasti keduanya tetap merupakan buruh juga, setidaknya solidaritas dan pemahaman peran dan posisi berada dalam rel yang sama. Ketidakmampuan keduanya untuk mengembangkan hubungan yang berarti di tengah-tengah aksi demonstrasi ini, menyoroti tidak hanya kelemahan dalam kemampuan budaya untuk menengahi aliansi, tetapi juga ... kurangnya minat (dalam penyebab yang lebih luas). Minat para anarkis dalam membangun koalisi dengan organisasi buruh mungkin kaum kiri juga tampaknya memudar, analisis yang lebih dalam, bagaimanapun, mengungkapkan sikap apatis ini sebagai konsekuensi dari faktor eksternal. Ketidakmampuan kaum Kiri yang menurun untuk bersama gerakan anarkisme, ekspresi yang jelas dari ketidakpuasan politik, ekonomi, dan budaya secara umum dalam massa muda yang menyebabkan anarkisme berbalik ke dalam, melakukannya kembali secara otonom, tanpa hirarki dan konsensus yang menyebabkan gerakannya menjadi sprawl namun paling efektif untuk menyerukan aksi protes untuk didengar publik luas. Dalam aksi Mayday 2018 yang berujung clash di kota Kembang dan beberapa kota lainnya sebagai penanda saja, yang lalu berlanjut dalam aksi-aksi gerakan protes lainnya terhadap kebijakan negara. Lalu, dengan sembrono dan analisis dangkal pemerintah Indonesia melakukan

pelabelan terhadap aksi tersebut dengan framing politis melalui label

anarko-sindikalisme. Seperti kita tahu, anarko-sindikalisme memang memiliki keterkaitan antara anarkisme dan gerakan buruh dengan tension yang berbeda disetiap kelompok dan geografi. Anarko-sindikalis merupakan mitos dan

STILL mimpi yang tidak dapat diwujudkan dalam masyarakat kapitalis saat ini.

NOT Dan jika bisa, itu hanya anggotanya saja. Tidak ada yang bisa menjadi milik kelas pekerja yang lebih luas selain fakta bahwa anggotanya dieksploitasi oleh kelas kapitalis. Dalam masyarakat kapitalis milenium sulit untuk membayangkan persatuan praktis yang tidak besar dan terkooptasi. Tetapi untuk menutup pintu anarko-sindikalisme, tidaklah cukup karena secara empiris

4.7% ANARCHO/VOL: SUREL DARI TEMAN DI TANAH KANGGURU

一 –

keadaannya saat ini mengungkapkan mekanisme dalam anti-kapitalisme kontemporer, kemunculannya kembali di saat-saat perjuangan kelas semakin intensif. Hal ini juga terjadi atas cerminan dari kurangnya kepercayaan umum di kalangan pekerja itu sendiri dengan serikat buruh.

Apakah kerja kolektif, kemudian membangun basis ekonominya secara mandiri merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai anarkisme?

Anarkisme menyiratkan bahwa solidaritas diperluas melampaui hanya sekedar keanggotaan, pada tingkat mikro dan makro berpikir dalam kerangka kelas pekerja secara keseluruhan, dan mengembangkan hubungan solidaritas dan koherensi praktis di level masyarakat sipil. Mengabaikan anarkisme tanpa analisis yang tepat atas konteks politik-historis penuhnya adalah tindakan

merugikan gerakan kaum kiri kontemporer. Eksplorasi kebangkitan dan

keruntuhan gerakan memegang pelajaran penting bagi aktivisme yang sekarang bertujuan untuk membangun apa yang disebut sebagai basis gerakan

dan basis ekonomi alternatif.

Tindakan langsung dalam pengertian anarkis berarti membuat sarana sejauh mungkin sampai ke tujuan, dan dengan demikian membawa penataan kembali dunia dalam skala kecil atau besar dengan menggunakan kekuatan potensial komunal yang mungkin tidak hanya membawa perubahan sederhana dalam hidup, tetapi juga membakar imajinasi sendiri dan imajinasi orang lain.

Ini lebih penting di saat kapitalisme memaksakan dirinya sebagai pabrik sosial

yang semakin besar dari kehidupan kita sehari-hari. Cheers!

USIR

PARA

JAGOA

GOLOSOR TIMES

on the resource GRIMLOC

2021 PLAN TO DESTROY BUSINESS PLAN

RECURDS

18.9

比蛇

BARS OF DEATH "MORBID FUNK", CD VA-DASAWARSA KEBISINGAN KOMPILASI IOTAHUN GRIMLOC KROWBAR "SWAGTONNIROJIM" KOIL "BLACKLIGHT" 12 VINYL2 X 12" VINYL OUT NOW "FUTURE SYNDROME" 12" VINYL FORGOTTEN - 一"RAHURU SONIK TANAH KOLONI" CD DOMESTICRUST "SEREM: THE GREATEST GRIND" 7" BOXSET MESIN TEMPUR-CD TARUK - "BARA DALAM LEBAM" SACRED WITCH - "MERSAULT" CD SOON ANJING TANAH - "(PROBABLY THE MOST) COMPLETE DISCOGRAPHY" CD AMETIS - "RITUS HANCUR" CD MORGUE VANGUARD X STILL - "FATEH" - 12" VINYL EYEFEELSIX - "TAK BISA DIBUNGKAM"/"OBITUARI" - 7" VINYL KOIL - "HUJAN" - 7" VINYL KROWBAR - "BDSM"/"SENGGOL BACOK" - 7" VINYL MORGUE VANGUARD - "KONTRA MUERTA"/"NEKRODAMUS 2020" - 7" VINYL HARAMARAH/TOTAL JERKS - "SPLIT" 7" VINYL "SELF TITLED” - CD BIRDS OF THE COMING STORM -

EYES JAGAL RAND ULANG. TARING JERUJIJERUJI

TARING KIDSWAY 1 VARIOUS FLUKEMINIMIX BROTHERS ARTIST -

STILL AVAILABLE

CD

"BETWEEN "NAZAR PALAGAN", "SATU BARISAN", CD

CD

"ILLMORTALITY",

CD

-"FATEH", "MANTRA PANDWA",DEF BLOC HIP

CD

RILISAN YANG TAK ADA DI LIST BERARTI HABIS,

CD

GRIMLOCRECORDS.COM GRIMLOCSTORE.COM

HOP COMPILATION, CD

, ATAU BELUM DICETAK

Setegar Erlina Menjagai Toko Buku Maranatha GOLOSOR TIMES

Sebelum era Superman, atau Naruto, Batman, Goku menguasai pasar komik Indonesia, imajinasi anak muda diwarnai kisah-kisah melawan Pandawa Kurawa, kebajikan Sri Asih, atau kesaktian Gatotkaca. Komikdengan cerita yang mengadaptasi kisah pewayangan, silat, roman dan religimenjadi primadona pembaca komik Indonesia tahun 1950-an sepanjang sampai 1980-an. Pada masa-masa itu, komik dengangenre pewayangan sangat populer sehingga setiap surat kabar memuat cerita bersambung komik dengan kisah pewayangan. Pelukis (sebutanbagi pembuat komik pada era tersebut) yang membuat komik pewayangan pada era 1950-an sampai 1980-an ini beberapa di antaranya adalah Johnlo, R.A. Kosasih, dan Ardisoma. Mereka membuat komik di bawah naungan penerbit Melodi yang Ditulis oleh notabene memang penerbit khusus komik. Bachrul Kabarnya, di Amerika Arsip Foto Serikat, komik populer mulai Boredoom 1930-an, dan pada era 1930-an sampai 1960-an disebut sebagai The Golden Age of Comic Books karena pesatnya pertumbuhan industri dan peminat komik saat itu. Sejalan dengan hal tersebut, terjadi juga pola yang sama di Indonesia. Pertumbuhan industri komik,

peminat komik, dan pembuat komik berkembang pesat di Bandung dimulai dari era sampaiakhirnya 1960-an, Bandung disebut sebagai Ibu Kota Komik. Salah satu yang paling berpengaruh saat itu adalah Melodi. Mereka penerbit banyak menerbitkan komik yang mengangkat cerita rakyat dan pewayangan. Langkah penerbit Melodi mengangkat cerita pewayangan diikuti penerbitCosmos (Bandung), dan pada era itu diamini penggiat komik sebagai masa keemasan atau puncak kisah pewayangan yang ditandai dengan karya R.A. Kosasih, yaitu Mahabharata. Pada era 1960-an, muncul komik bernama penerbit Maranatha yang digagas Marcus Hadisebagai penggemar, juga pembuat komik dengan istrinya, Erlina. membeli Mereka juga penerbitan Melodi beserta naskah-naskah komikdi dalamnya. Mereka mulai memproduksi kembali naskah yang belum dicetak dan yang sudah pernah dicetak penerbit Melodi sebelumnya. Kedua orang ini punnya untuk terus semangat mendistribusikan komik Indonesia dengan tujuan agar anak-anak muda saat itu mengenal dan menyukai komik. Pola distribusi komik yang mereka lakukan adalah dengan

SETEGAR ERLINA MENJAGAI TOKO BUKU MARANATHA

berkeliling dan mengunjungi kota-kota di Jawa hingga Bali untuk menitipkan penjualan komik pada kawan-kawannya di setiap kota yang mereka singgahi. Komik-komik yang dicetak dan diterbitkan Toko Buku Maranatha awalnya berseputar padadongeng anak-anak/ legenda/petikan kehidupan. Setelah membeli seluruh aset Melodi, Toko Buku Maranatha jadi berkembang dan lebih

banyak menerbitkan komik

pewayangan, silat, dan religi. Marcus Hadi dan Erlina melibatkan banyak juga komikus seperti R.A. Kosasih,

Johnlo, hingga Tatang S.

untuk membuat komik yang

selanjutnya mereka terbitkan. Selain itu, komikus-komikus muda mulai berdatangan menawarkan jasa dalam tiap penggarapan komik yang akan diterbitkan Toko Buku Maranatha. Sejak awal, Erlina berperan pada keberlangsungan toko, manajemen, dan sistem Sementara perdagangan. Marcus Hadi lebih menitikberatkanperhatian pada sentuhan artistik. Semakin banyak naskah yang masuk, Erlina kemudian dilibatkan dalam melakukan proses kurasi guna menjaga kualitas komik yang akan diterbitkan. Setelah berjalan beberapa

II

Pertumbuhan industri komik, peminat komik, dan pembuat komik berkembang pesat di Bandung dimulai dari era 1960-an, sampai akhirnya Bandung disebut sebagai Ibu Kota Komik II

GOLOSOR TIMES

tahun sejak awal berdirinya Toko Buku Maranatha, pada 1965 sampai 1967, terjadi pergolakan politik yang kemudian sangat memberi dampak pada semua sektor, termasuk komik. Pada tahun-tahun itu, distribusi komik tidak berjalan baik karena tiba-tiba pemerintahmemberlakukan penyensoran terhadap komik-komik yang dianggap dapat merusak moral bangsa dan tidak sesuai karakter bangsa. muncul Saat itu juga bahwa komik anggapan itu pembodohan, merusak imajinasi anak-anak, membahayakan identitas bangsa, dan lain sebagainya. Celakanya, seiring anggapan tersebut,pemerintah membredel komik-komik dari toko dan tempat penerbitannya hingga terjadi penyitaan komik sebanyak dua becak kemudian

dibawa ke alun-alun Bandung untuk dibakar. Selain itu, penyensoran Komdak dilakukan oleh (Komando Daerah Kepolisian) dan kejaksaan pada komik-komik yang akan diterbitkan. Komik yang berhasil lulus sensor diberikan cap untuk diterbitkan. Komik yang tidak lulus sensor mendapat larangan terbitatau mengharuskan penerbit menghilangkan halaman yang bermasalah. Bagi Erlina, Toko Buku Maranatha, tidakterlalu terpengaruh penyensoran komik karena kisah yang dalam mereka angkat komiknya lebih banyak tentang pewayangan dan selalu lulus sensorsehinggakomiknya dapat terbit seperti biasa. Pada masã-masa itu, Toko BukuMaranathasemakin produktif menerbitkan komik dan banyak juga komik berseri.

SETEGAR ERLINA MENJAGAI TOKO BUKU MARANATHA

Erlina bercerita bahwa setiap komik yang tidak laku terjual kemudian tertumpuk. Akan tetapi komik yang tidak terjual tersebut, setiap setahun sekali, ada yang mengambil dan mengumpulkannyatermasuk dari penerbit lainnya. Komik-komik yang dikumpulkan tersebut kemudian dibawa ke salah satu toko roti di Ambon untuk selanjutnya dijadikan sebagai hadiah bagi orang yang membeli roti. Toko Buku Maranatha mencapai puncak kejayaannya dalam penjualan komik pada 1980-an, Erlina mengatakan, bahwa pada tahun itu mereka bisa menjual 2.000 eksemplar komik setiap harinya. Berselang beberapa tahun dari masa kejayaannya, komik Manga mulai masuk ke Indonesia pada 1990- an.Alhasil, kedatangannya memberi pengaruhsangat besar bagi penerbit-penerbit komik lokal. Manga menurunkan minat orang-orang membeli komik lokal. Pada masa itu, menurut Erlina, merupakan masa kelam bagi Toko Buku Maranatha danpenerbit lainnya. Ia mengatakan bahwa penjualan komik lokal sudah sangat menurun drastis. Akibatnya banyak penerbit dan penjual komik lokal gulung tikar. Rentetan peristiwa yang dialami Erlina dan Toko Buku Maranatha diperparah dengan

GOLOSOR TIMES

meninggalnya Marcus Hadi pada tahun 1991. Erlina tetap meneruskan dan mengelola Toko Buku Maranatha seorang II diri. Ia masih tetap menerbitkan Toko Buku Maranatha beberapa naskah komik yang memang belum sempat terbit mencapai puncak sebelumnya. kejayaannya dalam Setelah sisa naskah penjualan komik pada tersebut diterbitkan, Erlina 1980-an, Erlina mengatakan, kembali fokus pada penjualan bahwa pada tahun itu komik yang masih tersedia di mereka bisa menjual Toko Buku Maranatha, sampai

2.000 eksemplar komik
saat ini. setiap harinya Meski begitu, Toko Buku Maranatha tetap menerbitkan II komik. Akan tetapi tidak semasif dan sebelumnya nama penerbit Maranatha kini berubah menjadiPenerbit Erlina.

Perjalanan yang dialami Erlina dengan Toko Buku Maranathamiliknya—yang tetap menampilkan dan menjual komik-komik dari

komikus lokal dengan genre

pewayangan—memperlihatkan konsistensi ia melestarikan cerita serta karya komikus lokal dengan harapan anak muda di era ini dan seterusnya meminati kembali komik lokal Indonesia, karena ia memiliki ketakutan akan hilangnya minat anak muda terhadap komik lokal. Erlina menjadi saksi hidup dari perkembangan komik lokal, khususnya Bandung, dengan liku bermacam perjalanan yang ia, penerbit, dan komikus lokal alami.

Berdasarkan perjalanan yang telah dilalui Erlina dengan Toko Buku Maranatha, tiga orang yang terdiri atas Ferial Afiff, Harry S. Waluyo, dan Bachrul R. Bagja merasa bahwa sosok Erlina sangat penting dalam perkembangan komik di Bandung. dan Semangat konsistensinya tetap terjaga hingga saat ini. Memori Erlina tentang proses perjalanannya dalam dunia komik masih sangat jelas. Ia mengingat setiap detail kejadian pada usianya yang menginjak kepala dengan harapan delapan, yang masih tetap sama seperti awal mendirikan Toko Buku Maranatha.

Pacikesit

SETEGAR ERLINA MENJAGAI TOKO BUKU MARANATHA

Berbagi Pengalaman: Cerita Bersama

Forum Pekerja

dan Keluarga

Besar Grimloc Records Sambil

Mendengarkan

Dasawarsa

Kebisingan

GOLOSOR TIMES

Ditulis olehsekali Pagi-pagi Muhammad Arfian Firmansyah Syaiful Akbar atau yang Arsip Foto

akrab disapa Apuy, eh Ipul,

Grimloc Records merespons story #nowplaying akun Instagram dagang saya dengan ajakan berkontribusi mengulas kompilasi “Dasawarsa Kebisingan"untuk blog/zine kolektif skateboard senang- yang bernama senangnya Golosor Times. Tabiat ketidakpercayaan diri saya yang akut meradang kembali melalui kalimat yang saya sampaikan kepadanya melalui WhatsApp. Karena,

jujur saya bukan orang yang terbiasamenulis,terlebih untuk ulasan apalagi CD kompilasi masterpiece tahun 2020 dari teman-teman di Grimloc Records yang sudah diulas sebelumnya oleh Kang Jagal Babi dan Kak Marcel Thee. Saya juga heran kenapa Ipul tidak mengajak Yudhis atau Manan saja yang sudah terbiasa menulis. Ipul hanya menanggapi

dengan santai, "Karena ini

kok. untuk anak-anak juga Seperti nulis di zine aja." Pada akhirnya saya

BERBAGI PENGALAMAN: CERITA BERSAMA FORUM PEKERJA DAN KELUARGA BESAR GRIMLOC RECORDS SAMBIL MENDENGARKAN DASAWARSA KEBISINGAN

sanggupi ajakannya dan ditutup dengan ucapan saling berterima kasih. Jika memang ada teman-teman yang senggang dan menyempatkan mau membaca, sebelum waktu dan kuota data internetnya terbuang sia-sia, perlu saya ingatkan bahwa tulisan ini sekadar ulasan acak- acakan tak berurutan sesuai playlist dan ngasal. Selebihnya, mungkin tidak penting. Selain sangat subjektif, juga karena isinya hanya berbagi pengalaman dan cerita yang kebablasan baper, juga terlalu personal.

*** Cerita dimulai...

Kebetulan, pada Minggu

teman yang biasanya rajin mengirim dan menyempatkan drunk called tiap akhir pekan. Kemudian, dia bersaksi di akhir tulisannya bahwa "Musik dapat mengubahmu."

Kalimatnya itu seketika

terngiang mewakili dan saya mengiyakan dalam kaitannya dengan serpihan pengalaman apayangsaya rasakan, pemikiran diri saya, terhadap

forum pekerja, dan keluarga

besar Grimloc Records yang

akan coba saya tuangkan dan ceritakan dalam tulisan ini. Berbicara perihal kompilasi Dasawarsa sejatinya

Kebisingan yang

sepertiyangditerangkan dalam caption unggahan akun Instagram Grimloc Records saat

ini tak ada jadwal WFH. tanggal rilisnya, bahwasannya
Akhirnya, hari itu sepulang hal ini diinisiasi mendadak
kerja dari kantor, kira-kira setelah rencana perayaan 10
selepas magrib, paket itu saya tahun eksistensi mereka gagal
lihat sudah mendarat di meja karena pandemi Covid-19.
Hal membawa ingatan saya akan
dan baca obrolan WhatsApp dengan Ucok
pengantarnya dari beberapa jauh hari sebelum pandemi
telinga. Namun apa daya, nya mengadakan Grimloc Fest. Saya pun menanggapi dan
lama rusak entah kenapa menggubrisnya dengan sangat antusias serta penuh semangat.
baru bisa saya nyalain dan Lalu, membayangkan apabila

halaman depan indekos.

Langsung saja saya buka

tulisan-tulisan

nama yang cukup akrab di

discman yang saya punya sudah

sehingga CD kompilasinya

dengarkeesokan harinya

menggunakan CD player di

kantor.

Di antara ketiga judul

tulisan pengantar dalam booklet ngidul sampai pada akhirnya
setebal 128 halaman ini, salah membicarakan proyek band/ kolektif

satunya berasal dari seorang

tersebut yang

menerjang yakni keiinginan

memungkinkan bisa pulang untuk membantu acaranya, setidaknya saat harinya tiba. Obrolan berlanjut ngalor-

musik barunya

BERBAGI PENGALAMAN: CERITA BERSAMA FORUM PEKERJA DAN KELUARGA BESAR GRIMLOC RECORDS SAMBIL MENDENGARKAN DASAWARSA KEBISINGAN

bernama Birds of The Coming Storm sambil mengirimkan tiga materi minus-vokalnya untuk coba saya dengarkan. WOW, mungkin itulah kesan pertama saya, neo crust, katanya tetapi entahlah. Apa pun namanya yang pasti sekarang setelah saya membaca bagian track credit ternyata nama-nama di baliknya adalah kawan-kawan yang sudah lama saya kenal kiprahnya dalam bidang yang mereka geluti dan gemari. Dengarkan saja raungan, gebukan, dan teriakan mereka di track ketujuh berjudul “Ikarus Ibnu Firnas".Apakah ini berkisah tentang dua orang yang bekerja samamengalahkan Wright bersaudara dalam impiannya untuk bisa terbang? Belum juga saya sempat mencari, dan googling, mempelajari apa hubungannya antara tokoh mitologi Yunani nama dengan belakang ilmuwan Cordoba dalam judul tersebut serta kaitannya dalam makna lirik yang disampaikan, tiba-tiba seorang teman barudak membalas story #NowPlaying saya, "Godogan crass jang memoar si babap d skena lokal ieu". Silakan langsung dengarkan, baca, dan artikan saja sendiri track dan lirik mereka segera. Lalu, kalau bercerita mengenai forum pekerja dan keluarga besar Grimloc Records selama pengalaman saya mengenal mereka dan ikut terlibat secara tidak langsung

GOLOSOR TIMES

atau sekadar nangkring bersama mereka sebelum saya berpindah kerja ke Jakarta, banyak hal-hal bernilai yang saya dapatkan. Bukan sebatas soal musik, tetapi melampauinya.Dari mereka saya belajar bagaimana mempersiapkan dan mengemas rilisan fisik secara lebih baik dan menarik sebelum dipesan dan tiba di tangan kalian. Dari mereka pula saya belajar arti kalimat lirik “Never mind what's been selling. It's what you're buying. And receiving undefiled"(Fugazi-Blueprint) ketika kita secara alamiah belajar dalam menentukan keputusan dan pilihan sendiri untuk membelanjakan rupiah kitadenganbenar-benar paham dan tahu betul akan bermuara ke mana, seperti yang bisa kalian baca dalam booklet ditulisan bagian terakhir

setelah lyric sheets, yakni profil Solidaritas Sosial Bandung. Banyak ilmu, wawasan, pandangan, keterampilan, cerita-serita ringan, kenalan baru, jajanan kesukaan, dan kopi enak yang saya dapatkan setiap menghabiskan waktu bersama di tempat mereka dulu sebelum berpindah ke Suryalaya beberapa bulan lalu. Dari momenberbagi keresahan pada saat pengerjaan proyek dokumenter Factory Asia, saya belajar “jurus" Pein Akatsuki dan Lebahganteng dengan mengulik cara membuat subtitle hanya menggunakan Media Player Classic dan menyelaraskannya dengan narasi yang dibacakan Saat itu pula saya menyadari bagaimana suara-suara dan eksplorasi bebunyian dari sobat-sobat

Flukeminimix bersama duo menakjubkan Mas Wukir-Mas Rully di Senyawa. Karya-karya mereka masing-masing dapat menyublim ke dalam narasi dan visual yang seolah-olah menjadikan keduanya sebuah lirik beserta penjelasannya. saya bisa Sekarang mendengarkan kembali interpretasi “Genjer-genjer” oleh Flukeminimixdengan suara alunandan lantunan Bobby Satriya sertapiano Gigih di track Gardika terakhir. Hal itu saya lakukan sambilmemejamkan mata dan syukur mengucap sempat beberapa kali pernah menyaksikannya. Sejujurnya, saya merindukan juga tak sabar menunggu album kedua mereka. Perihal konsistensi Grimloc Recordsmemang

BERBAGI PENGALAMAN: CERITA BERSAMA FORUM PEKERJA DAN KELUARGA BESAR GRIMLOC RECORDS SAMBIL MENDENGARKAN DASAWARSA KEBISINGAN

tidak diragukan lagi. Perlu diacungi jempol seperti yang telah diutarakan Wreck di akun Instagram miliknya. Wreck juga ikut berpartisipasi di track keempat melalui materi barunya berjudul “Karam” yang bercerita tentang ode untuk siapa pun yang selalu berusaha menghidupi hidupnya walau dihantam badai tak berkesudahan. Dengan perpaduan dua gitar berbalut modulasi yang saling bersahutan dan hanya memutar knob gain/ drive sedikit saja dibanding ditambah yang lainnya, keterampilan ketukan-ketukan drumnyā yang menuntut saya kembalibelajarberhitung ganjil-genapnya metronome dan bassline yang anthemic, serta isian vokal yang lebih bernuansa. Lupakan sejenak angan- angan untuk bisa manggung/ nonton di depan gedung putih, Fort Reno, SXSW, Hammersonic, atau panggung besar lainnya karena Wreck bisa menyulap taman bermain tempat nongkrong kalian dan reruntuhan bangunan kampung kota menjadi lantai dansa bersama, mungkin setelah pandemi Covid-19 berakhir. Dalam kompilasi ini, Grimloc rosters mengajak barunya. Selain Bird of The Coming Storm, ada Ametis di track ketiga berjudul "Liberated in Worship" dan Taruk di track ke-13 dengan judul terpanjang

GOLOSOR TIMES

"Pesta Durga, Kegilaan Takkan Pernah Berakhir", yang keduanya beautifully chaotic. Maka, sudah pasti debut-debutnya patut ditunggu. Kemudian tentu saja hadir sejumlah juga roster lama yang sudah mempunyai rilisan di bawah naungan Grimloc Records sebelumnya. Mereka di antaranya Ssslothhh di track pembukadengan

"Eulogy to The Passing" yang

heavy nan poetic selalu sejak awal kami berkenalan. Mereka muncul lebih dengan dinamis melalui perkawinan mesra dua gitar dan olahan pekik vokal amarah, penuh juga backing vocal ala Tool. Disusul Taring di track kedua dengan “Solek Gigil Sejarah” melalui intro drum yang shell, dan ply yang terdengar serta tebal boomy dibarengi dentuman bass. Juga, ditimpali sayatan feedback gitar yang menjadi penghantar spirit baru mereka di materi ini. Loncat ke roster lama di track kelima, "Tatapan Kosong Gorilla Gadget" dari Kidsway akan membuat hardcore kids

pogo, stage dive, dan moshing dengan energik. Dilanjut Eyefeelsix di track keenam dengan "Persetankan Dunia" yang dimulai dengan sampling contra bass pada detik awal,lalumenyamberlah racauan dan Mindfreeza Soulkillaz lewat komposisi racikan MV dan Jaydawn yang otomatis membuat manggut- manggut kepala mengamini danmenambah keyakinan permainanscratch bahwa turntablism mumpuni dari DJ

Evil Cutz yang berprestasi

tinggi memang sungguh nyata tiada tandingannya di jagat raya ini. Tidak lupa track kedelapan adalah yang paling ditunggu- tunggu rilisanterbarunya yang bertajuk “Silasatu" oleh khalayak metal seluruh alam semesta 18 Desember dalam

bentuk cakram padat dan

preordernya sudah dibuka, yaitu Forgotten dengan “Badai

Api".

Hal itu semakin

memantapkansujudsaya awal, ada Goredeath dengan
rangkap 666, selain sebagai
gitaris juga operator, plus saja saya
mixing, dan mastering engineer. betapa megah auranya apabila
Di track ini pula tombol rewind, mereka manggung di panggung
dan skip back pada CD player di berkekuatan puluhan ribu watt.
kantor saya mulai difungsikan Kemudian di track ke-15,
karena teringat akan permainan re-worx "Aku Lupa Aku Luka"

kepada Toteng yang berperan

berdampingan kebut-kebutan. Ada "Manifestasi Api" dari Eyes

of War, dan Jeruji dengan "Rebut, Rampas".

Perjalanan dilanjutkan Mesin Tempur di track sebelas dengan "Detkor Kapiting" yang mengingatkan saya akan hits lagu anak-anak dari Eno Lerian di pertengahan 1990-an, sangat kocak, dan nyunda pisan. Dengan lirik yang bikin saya ngakak, aslina bodor euy! Namun, mereka sangat serius dan menurut informasi yang beredar, Grimloc Records akan merilis materi-materi mereka dalam bentuk piringan hitam 7 inci kelak. Setelahnya, mulut dari MC kerajaan GandoxXx, yakni Krowbar, baceo, dan nyoroscos kembali di track 12 lewat judul “BDSM" dengan keajaiban music writing dari MV dan Jaydawn. Juga, tentu saja

scratch sakti DJ Evil Cutz yang

semakin mengukuhkan bahwa

Sang Swagtonirojim abadi

bercokol di singgasananya. Untuk trash metal era

"Manic Depression" di track ke-14 yang semenjak intro

membayangkan

bass rapi, cepat, padat, dan mengagumkanDicky yang konon tanpa pick. track Dua berikutnya, sembilan dan sepuluh,

dari Koil cukup menarik dan

menambahperbendaharaan musikal bagi saya. Mungkin itu sekilas ulasan ngasal dan acak-acakan saya

BERBAGI PENGALAMAN: CERITA BERSAMA FORUM PEKERJA DAN KELUARGA BESAR GRIMLOC RECORDS SAMBIL MENDENGARKAN DASAWARSA KEBISINGAN

untuk kompilasi yang berulang- ulang mengiringi saya dan saya coba terus dengarkan, juga baca dengan seksama setiap sambil menulis tulisan ini. Tulisan ini dibuat saat sebelum dan selepas kerja sampai hari wacana basi dan guyonan usang lewat kotak suara bernama Pilkada dari para oligarki berlangsung di tengah masa sulit dan rumit pandemi Covid-19. Bagi yang belum mendapatkan CD berkombinasi jemari canggih dari artworker kawakan Ken Terror dalam menarikan pena dan mastering engineer unggulan Hamzah Kusbiyanto dalam menggeser fader ini, bisa langsung check dan order ke laman Grimloc Store: https://grimlocstore.com/ product/grimloc-compilation- dasawarsa-kebisingan/ Menyambung cerita di atas mengenai forum pekerja dan keluargabesarGrimloc Records. Ada rasa sono (rindu) kepada mereka dan akan kegiatan apa

pun bersama mereka yang

salah satunya adalah waktu terakhir setahun lalu bertemu ketika Krowbar tampil dalam acara Street Dealin di Senayan City. Saya tancap gas merapat, menghadiri, ikut coba bantu mengoperatori dan nongkrong sekaligus kebetulan ada janji ketemuan untuk mengambil kaos yang sudah saya pesan.

Akan tetapi, ada hal yang

merasa disayangkan,saya kentang dan kurang maksimal membantu karena penyedia

GOLOSOR TIMES

rental dan panitia melakukan mute dan membatasi SPL subwoofer dan P.A mereka karena ada komplain dari pengelola apartemen dan mal, serta warga sekitar. Akan tetapi, terlepas dari kondisi tadi, suasana terbayarkan dengan keramahan dan kehadiran terman-teman yang saling berbagi isi kepala dan isi botol bersama. dilain kesempatan Ada momen mencengangkan ketika juga mengasyikan

ikut berpartisipasi menjaga

antrean-antrean panjang pembelian t-shirt Homicide diRASUERAAG2A HL.1M depan pintu masuk. Dahulu ketika sistem belanjanya masih belum terstruktur rapi via laman Grimloc Store seperti sekarang dan yang memang sengaja hanya bisa beli di tempat, barang itu habis dalam sekejap ketika saya lihat waktu di Festival Kampung Kota-Dago Elos. Terlintas harapan jika saja inisiasi dan ihtiar seperti benefit kompilasi, milis Balad Barudak, dll. ini berkelanjutan dan semakin kuat didukung teman-teman, mungkin ke depannya apabila ada hal yang sangat darurat dibutuhkan bagi perpanjangan nafas kolektif- kolektifsolidaritas,ruang

bersama yang megap-megap,

atau untuk sesuatu yang sangat darurat, dan lain sebagainya tak harus melulu melalui po t-shirt Homicide. Amin. Kemudian, satu hal

yang mendatangi karena tepat terakhir dan penting bagi saya,

mungkin apabila kawan-kawan jam digital di sudut kanan
lain mengunjungi Grimloc monitor komputer di meja
Records HQ, baik waktu masih kerja a menunjukkan pukul

di Jalan Kartini, atau pun Suryalaya sekarang untuk bertemu dan mewawancarai sosok Herry Sutresna ihwal1 musik,gerakan, atau politik, hiphop, membicarakan suatu hal krusial, dan sebagainya. Maka lain halnya dengan saya sendiri, selalu Ada hal-hal kecil, dan cerita ringan, juga momen-momen sederhana namun sangat berarti, Seperti

CNMKOC ketika bisa

menemani Abil (putra/anak bungsunya) bermain sepulang sekolah dan dia memperlihatkan serta tidak lupa merekemondasikan saya game Mine Craft. Lalu, saya sampaikan juga ke keponakan sayasepulang dari sana. Kemudian, sampai akhir-akhir ini terdengar kabar bahwa keponakan saya tersebut sekarang menjadi siswa paling terampil. Singkat cerita, pada sore hari ini saya menulis dan pas sampai di paragraf ini, entah hal transcendence apa

empat (4.00° PM) dengan rintik-rintik hujan yang saya lihat melalui jendela, Saya tiba-tiba mengambil handphone dan melihat-lihat status-status WhatsApp. Kebetulan sekali saya lihat Ucok mengunggah foto sedang berpose dengan kedua putrinya yang ternyata telah tumbuh dewasa, Alyssa yang sudah kuliah dan Nayla yang sudah kelas 3 SMA. Sedangkan si bungsu yang sekarang sudah kelas 3 SMP tidak ikutan karena sedang rumah asyik-asyiknyadi bermain game Mobile Legend, ".. Hadeuuh", katanya. Time flies, gak terasa karena terakhir saya bertemu 'lyssa masih pakai seragam. Saya membalasnya sembari berharap dalam hati semoga situasi, kondisi, dan status Kota Bandung terkait pandemi Covid-19saatinisegerakondusif memungkinkan sehingga saya bisa pulang ke Bandung, mengunjungi orangtua dengan leluasa tanpa ada rasa khawatir dari mereka berlebihan dandapatmenyempatkan mampir bersilaturahmi lagi ke Suryalaya, Buahbatu. ditutup Perbincanganpun kalimat dengan saling mendoakan. Mungkin itu beberapa pengalaman dan cerita yang bisa saya sampaikan. Masih

BERBAGI PENGALAMAN: CERITA BERSAMA FORUM PEKERJA DAN KELUARGA BESAR GRIMLOC RECORDS SAMBIL MENDENGARKAN DASAWARSA KEBISINGAN

menjaga kobaran api tetap banyak momen indah lainnya

bersama mereka yang tidak menyala, menginspirasi, serta
mungkin saya tulis mendetail di menyebarkan harapan.
sini karena terbentur deadline yang ditentukan Ipul juga. I wouldn't be what I am today
Maka langsung saja tulisan ini saya tutup dengan salam dan to come!
doa penutup untuk kita semua Jakarta, 9 Desember 2020
serta kawan-kawan lainnya: Arfian Firmansyah.
without y'all, cheers to many years

RUU omnibus law sudah sah menjadi UU, selain resesi yang akan dihadapi, entah hal-hal menyebalkan dan mengerikan seperti apalagi ke depannya yang akan terjadi selama dan setelah pandemi Covid-19. Untuk itù jagalah diri dan keluarga tercinta serta orang- orang terdekat kita baik-baik. Šemoga ke depannya akan ada dan terwujud pula “Ġrimloc-Grimloc lainnya" dan kolektif- kolektif solidaritas beririsan lainnya di masing-masing kota dan daerah lain. Semoga ada pergerakan yang merangkul kawan kalian kanan-kiri, mengorganisasikanfestival kampung kota bersama teman- menghadangcrane teman, dan mengahalau penggusuran di tiap jengkal tanah yang terendus niat busuk tiran.

A luta continua! Akhirul kalam, wilujeng milangkala ka sapuluh Grimloc Records. Terimakasih banyak Mang Juni, Mang Yadi, Om Febby, E-One, dan Ucok, juga A Gaya, serta semua yang pernah terlibat dan telah bikin bising selama satu dasawarsa, juga

GOLOSOR TIMES

And yes, of course, I'm scared of being hurt And yes, of course, I'm scared of being wrong

Bul al the same lime my silence Will convict me, and the evil will carry on

So you can stay cool behind your window And choose the view you want lo see

Bul as long as there are others held caplive

Do nol consider yourself free.

. "Do Not Consider Yourself Free", Embrace

II

I came to skateboarding because it was the alternative to all other shit, and that in of itself is fucking magic, straight up. Because they have all this other sport stuff... you could do all that stuff, then skateboarding is over here for the freaks and the geeks you know what i mean, the artist type in the introverted, the people that will beat their fucking head against the ground a hundred five times to make it once

II

Jeffrey Blaine Grosso (R.I.P 1968-2020)