MIMBAR
Indonesia
INDEPENDENTNON-PARTY
Disinilah Soalnja
Pidato Prof. Supomo Penggiat Buhu waktu menerima dja- batan Presiden Uni- versiteit Indonesia Dig
Badut² disekitar Seni Musik Indonesia
PROF. MR DR SUPOMO sedang menerima pimpinan Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia dari Prof. Dr Johannes, pada tanggal 5 April 1951 (Ipphos)
14 APRIL 1951
MIMBAR
Indonesia
Badut² disekitar Seni Musik Indonesia
RAD
musik dan pemain² musik gamelan (Karikatur dari ,Lembaran Mingguan Republik" 25 Maret 1951) Ini perbandingan jang djelas tingkat olah-raga kita dengan luar negeri. apa hubungannja buku² ilmu pengetahuan ,,mereka" (ketjuali buku² roman Tingkat musik (jang nasional!) kita lebih menjedihkan lagi dan jang hendak dibandingkan dengan luar negeri belum ada. ARI pada menjesali angkatan muda D dan mentjap dengan tak keru²an, bahwa mereka sudah ,kebarat-baratan" dan telah ,,lepas" dari kebudajaan asli, lebih baik Ki Hadjar membentangkan fungsi seni rakjat dalam pembinaan suatu kebudajaan nasional, setjara ilmu pengetahuan dengan bukti dalam sedja- rah. Dalam hal ini adalah seni musik rakjatlah jang harus dibentangkan beliau dihubungkan dengan musik nasional kita (umpamanja dengan mengambil tjontoh pekerdjaan komponis Hongaria Bela Bartok jang mempeladjari musik rakjat tanah airnja dan dengan ini memberikan tjorak nasional pada musik Hongaria. Demikian pula Grieg untuk Norwegia, Sibelius untuk Finlan- dia dll.). Selama ini kesan kami K.H. tak tahu dengan pasti atau hanja on- bewust sadja akan hubungan kedua hal ini, ternjata dari uraian² beliau jang membitjarakannja seakan-akan lepas satu sama lainnja. Tjara mengurai seperti kami adjukan ketjuali musiko- logis benar, pun psychologis ini tjara
oleh: J. A. Dungga
iggiat Buku pun dikira mereka, bahwa mereka ma- sih berdiri didataran tinggi sambil me- nundjuk kepada angkatan muda dengan seruan² seperti: ,,Hai kamu, kaum muda, dengarlah kami". Pendeknja mereka menganggap angkatan muda seperti kanak² sebelum perang, jang hanja pantas mendjadi buntut2 mereka. Angkatan muda dengan pengalaman2, penderitaan² dsb. dari revolusi sudah tjepat masaknja, berpikir maupun be- rasa. Ekses2 revolusi jang terdapat pada angkatan ini hendak dibikin hal jang umum dan semuanja mau ditindjau dari sudut itu sadja. Memaki-maki (sesalan ini memang sudah merupakan maki-makian) seperti jang telah dilakukan K.H. (Dalam karangan ,,Konservatori Karawitan Indonesia", M.I. no. 48, 2 Desember 1950), entah sudah beberapa puluh kali ini barangkali, adalah tabu dan sangat ber- tentangan dengan paedagogi (suatu ironi pada Ki Hadjar sendiri, djustru beliau adalah gembong pendidikan). Sungguh aneh, mengapa angkatan muda jang ditjatji-tjatji, seakan-akan INDONESIA angkatan muda itu jang menghendaki pendjadjahan Belanda, Djepang dsb. dan memanggil orang² asing itu kemari ketanah air kita untuk minta didjadjah
10060 dan dipengaruhi kebudajaan dsb.
Ki Hadjar menjesali kaum muda ka- rena djalan pikiran mereka dipengaruhi buku² asing. Astagfirullah! Bagaimana- kah djalan pikiran beliau ini sendiri? Mengapa kalau beliau merasa,bahaja"- nja buku² Belanda, mengapa beliau sendiri (dalam hal ini) tak mengarang buku² teori musik asli, dan sedjak dari dulu, umpamanja dalam permulaan Taman Siswa menjebarnja seluas-luas- nja dan mendidik kader2 paedagoog2 dsb.? Tentang buku² asing itu sendiri,
dan film² jg. tak baik) dgn. soal pendjadjahan, keangkaramurkaan" mere- sebaik-baiknja untuk menarik perha- ka? Paling2 ini soal pengaruh kebuda- tian angkatan muda kita, bahkan tiap jaan, dan buku soal pendjadjahan jang orang Indonesia jang menghendaki tjo- sangat kita kutuki bersama-sama itu. rak kenasionalan 1) dalam musik kita. Ilmu pengetahuan dimana-mana sama Angkatan muda tak kurang tjinta- sadja, terang menggelikan, kalau me- nja terhadap tanah air dari pada Ki ngatakan, bahwa orang² ilmu pengeta-Hadjar dll., umumnja kaum tua, walau- huan jang bekerdja untuk suatu penje- lidikan alam umpamanja dalam peker-
1) Kenasionalan jang sehat, bukan
djaannja itu memikirkan soal² pendja- kenasionalan jg. berlebih-lebihan, jang
djahan...... Tapi barusan K.H. menje-
chauvinistis. Kenasionalan jang tjukup sali orang lain dipengaruhi" bukuz memberikan tjorak dan watak kita de-Barat, beliau dalam suatu karangannja ngan tak melupakan, bahwa musik ada-mengutip Freud, Montessori dll., untuk lah soal keuniversilan, soal pudjaan ke-menguatkan teorinja sendiri 2). pada keindahan, kemanusiaan dll. jang Kita semua tahu, kalau kita hendak dimana-mana dan tiap waktu dan za- mempeladjari salah satu bahasa daerah man sama sadja. Tentang tjorak kena-kita, maka hampir semua buku² jang sionalan, matjam² anggapan tentang kita perlukan ditulis oleh penulis-penu- hal ini, uraian² selandjutnja baik diba- lis Belanda. tja buku karangan Prof. dr. F. van der Mueren: ,,Over het wetenschappelijk on-
2)Dalam karangan ini menurut
derzoek van het nationale karakter der pendapat kami malah seorang sepintar muziek", Mededelingen van de Konink-
K.H. tak usah sampai via Freud dll.
lijke Vlaamsche Academie voor Weten- mengarang, tapi bisa menganalisa sen- schappen, Letteren en Schoone Kunsten diri. van Belgie, 1947.
Dinegeri Belanda ada beberapa mu- sikoloog Indonesia jang mempeladjari musik Timur (antaranja gamelan Djawa dan Bali) dari orang2 Belanda dan buku²nja ditulis oleh orang² Belanda, bahkan orang2 Perantjis dan Djerman (ingat akan Prof. von Hornbostel dari Berlin) pula. Mana tulisan orang² Indonesia sendiri? Mana buku² karangan Ki Hadjar.3) Sudah beberapa puluh tahun beliau memikirkan soal musik nasional Indonesia, sudah berapa puluh tahun beliau hidup? Mana hasil jg. kongkrit? Ki Hadjar dalam karangannja ,,Pem- bangunan djiwa pemuda" (M.I. No. 14, 7 April 1951) datang pula dengan teori ,,con"nja (continu, convergent dan con- centris). Sungguh indah diteorikan dan diidealkan, tapi sebenarnja letjet sama sekali karena beliau lupa akan faktor2 sosiologis, ethnologis, ekonomis dsb. jg. sangat mempengaruhi dan telah menju- sup dlm. kebudajaan bangsa kita sehingga mengembalikan ,,keaslian²" kita itu, harus dipetjahkan rapat dgn. soal2 tsb. Dengan pikiran jang waras, dengan tidak usah mengutip ahli2 budaja ini itu (djustru ahli2 budaja barat pula) tiap orang akan mengerti, bahwa dalam tiap kebudajaan soal pengaruh-mempengaruhi itu faktor jang penting. Orang jang memungkiri kebenaran ini boleh me- nambah batjaan dulu. Dalam sedjarah banjak bukti, bahwa tiap usaha untuk mengembalikan sesuatu pada asalnja dengan membabi- buta akan menemui fiasko.4) Sungguh suatu pertentangan dalam
| djiwa K.H., memaki-maki orang kare-na | dipengaruhi buku-buku | karena |
|---|---|---|
| mengutip sendiri, dan achirnja senang | ||
| tentang musik Timur. | masih hidup dalam sisa-sisa | kita,dan djangan berlagak pintar. |
Barat, marah² pada penulis2 Barat, kemudian
djuga terhadap Mr Jaap Kunst, Brandts Buys dll., karena menulis buku-buku
Benar djuga kata seorang kawan. Ki Hadjar alam pikiran pendjadjahan. Karena perdjuangan beliau jang terus-menurus terhadap Belanda, pengaruh momok Belanda itu masih melekat rapat-rapat pada diri beliau. Segala kesalahan di- tumpahkan pada bangsa asing, walau- pun kesalahan² dan kekurangan2 ada pada diri sendiri dan bangsa sendiri.
pada beberapa Kalau beliau itu sungguh² mempunjai DALAH penjakit visi jang sehat dan tak ketinggalan da- pemimpin2 politik dan ahli2 budaja lam soal2 musikologi, beliau lebih baik kita untuk turut tjampur dalam segala mengemukakan soal2 aesthetis diseki- soal. Karena mereka telah berdjasa da- tarvergelijkende muziekwetenschap lam politik atau pendidikan, maka me- rekapun (vergelijkende musicologie) jang tum- mau berbuat demikian pula buh belakangan ini. Beliau bisa meng- dalam soal kebudajaan. Malah mereka telah merasa suatu kemestian untuk gambarkan perbandingan' grafis umpa- manja dari susunan-nada (toonstelsel) menentukan patokan2. Kalau dalam hal2 jang umum (algemeen), memang,,Barat" dan ,,Timur", sehingga terang bagi tiap orang dimana antaranja ter- masih bisa, tapi dalam soal2 detail me- letak perbedaan antara pengutjapan reka sampai pada teori2, hypotese2 ",Timur" dan ,,Barat" itu. Dan betapa kebudajaan jang djika ditindjau dari masing2 musik itu soal onbevangenhéid dan pra- ilmu pengetahuan (teori2) tjabang kebudajaan, semuanja itu gujah sangka pula. Sehingga dengan membi- sama sekali. asakan pendengaran, musik gamelan Ahli2 budaja kita masih hidup dalam dll. jang suka direndahkan oleh bang-zaman Leonardo da Vinci, dimana ilmu sa kita, djuga angkatan mudanja bisa dinikmati lagi sebagai menikmati mu- pengetahuan belum begitu bertjabang sik Barat klassik. Tapi kata2 beliau sekali seperti sekarang ini. Pada waktu itu seseorang masih bisa mendjadi seperti: seni suara Djawa tidak kalah besar dan ternama dalam berbagai tja-tingginja dengan musik Barat; segala bang seni dan ilmu² pengetahuan, jang ada jang dalam seni suara Barat ter- dapat djuga dalam seni suara Djawa; seperti kita lihat pada da Vinci terse- kesenian kita jang klassik dan indah but. Tapi dengan kepesatan ilmu serta diakui deradjat dan nilainja oleh pengetahuan seperti sekarang ini hal itu hampir tak mungkin lagi. dunia internasional; isi seni suara Ero- tertjapainjakemerdekaan Dengan pah jang mengenai hukum2 harmoni, kita, untuk berdjalannja segala sesuatu suara dsb2, sudah lapuk. Kata² demi- dengan se-baik2nja, maka kita harus kian sudah sedjak dulu sering diutjap- kan, bosan sudah orang mendengarnja, memilih lapangan kita masing2, sesuai dengan bakat kita. ingin sekarang orang tahu dimana da-Kegiatan pemerintah dalam mengum-lam musik Djawa itu terletak kebe- pulkan dan mendidik tenaga ahli te-naran² utjapan ini dengan bukti jang ranglah kebutuhannja disini. njata. Ini tidak berarti, bahwa seorang ahli Tentang pengertian2 musiknja (mu- politik tak boleh berbitjara tentang ziekbegrippen) rupanja beliau ingin me- kebudajaan, dan seorang seniman ha-nemukan teori-bunji (geluidstheorie) jg. rus tutup mulut tentang soal2 politik baru untuk Indonesia. Hasil penjelidik- (orang toh tak dapat berbuat demikian, an Barat jang sudah mendjadi tradisi semua itu berhubungan satu dan internasional rupanja mau diganti sama lainnja). Tidak, maksud bukan beliau begitu sadja. Seperti Armijn demikian, tapi dalam berbuat, menge-Pane beliau memakai kata seni suara mukakan sesuatu itu, kita harus insjaf daripada kata musik. Pemakaian kata² tempat (lapangan) kita masing2 dan ini kami telah bentangkan dalam mengetahui benar batas2 pengetahuan karangan ber-turut2 kami dalam M.I. (no. 11/IV, 1 April 1950 dan no. 19/IV, Tulisan2, karangan2, pidato-pidato ke-13 Mei 1950). Kalau andaikata K.H. me- budajaan dsb. jang timbul karena tak ngemukakan ponering ini dengan argu- insjaf akan batas2 kesanggupan itulah men2 jang berdasar ilmu pengetahuan jang mengakibatkan lebih banjak keka-jang bisa membenarkan ponering itu, tjauan daripada kedjelasan. akan kami terima semua itu kalau itu Tjontoh jang tegas adalah karangan ternjata benar, tapi argumen sedikitpun Ki Hadjar jang sering dikritik disini ini. tak ada. Semuanja itu dilontarkan be- (,,Konservatori Karawitan Indonesia"). gitu sadja dan lebih hopeloos lagi pone-Dalam karangan itu beliau berbitjara ring beliau berdasarkan sentimen nasio- tentang soal2 musik dan musikologi. nal dan sentimen bahasa sadja. 5)
3) Setahu kami hanja ada karangan
pendek2 (bukan berbentuk buku) orang Indonesia mengenai gamelan jg. terse- bar di-madjallah2 (,Djawa", ,,Kolonia- le Studiën", Indië Oud en Nieuw" dll.). Karangan pendek² inipun sudah ada pula jang bertentangan, sampai pernah Ki Hadjar dikritik habiszan oleh Dr. Purbotjaroko mengenai ,Sari-swara" dan Kepatihan schrift" "(Pudjangga Baru 1941).
4) Dalam soal politik disini terletak
kesalahan besar dari Belanda, ketika mereka hendak mengembalikan kekua- saannja di Indonesia. Pengaruh pendjadjahan Djepang jang telah membikin kita sadar, karena merasa betapa lak- natnja tiap pendjadjahan dsb. dsb. tidak diperhatikan dan hendak ditiadakan oleh Belanda begitu sadja. Akibatnja kita tahu semua, mereka boleh dikata hampir kehilangan segala-galanja.
5) Betapa melesetnja pemakaian ka-
ta ini, ternjata pada Armijn Pane pula, orang jang mula2 menggunakan kata ini dalam zaman Djepang. Dalam buku- nja jang barusan terbit dan tebal memang (,,Mentjari sendi baru tata bahasa Indonesia", keluaran Balai Pustaka), dimana ia seharusnja dgn. konsekwen menggunakan kata buatannja sendiri (Ipphos) alias tak dipakainja sama sekali. Malah
Guntur djuga ikut akan melihat-lihat Kawah Krakatau bersama-sama ajahnja, itu, kata itu didjauhkannja djauh-djauh
dengan Convair Radjawali
Ah, sebetulnja mendjadi tjapelah kita membitjarakan hal ini dan isi kara- ngan² ini memang pitjik untuk diper- hatikan, tapi kami merasa terdorong untuk menjampaikan pikiran dan isi hati kami ini kepada buntut2 dan epi- gon² beliau, jang begitu banjaknja dan mungkin masih ditutup dalam alam pikiran jang sempit ini. Ja, kita mengakui djasa K.H. dalam pendidikan nasional Taman Siswa jang bisa hidup baik dizaman pendjadjahan pun hingga sekarang ini (walaupun kami merasa heran mengapa tjita² nasional beliau ini tidak djadi meluas ke Andalas, Kalimantan, Sulawesi, dll.). Dalam soal politik beliau berdjasa pula. Tapi baik diperingatkan pada beliau, bahwa disinilah terletaknja kedjatuhan kebanjakan orang jang djika sudah menjelesaikan sesuatu dan sudah berdjasa, merasa onfeilbaar lalu dan mau mentjampuri segala sesuatu, dengan pikiran, bahwa ia bisa membawa penjele- saian dalam soal itupun. Fiaskopun tak luput, tak ada soal jang ditjampuri dilettan jang djelek ini jang mendjadi siap. Dan dilettan djelek ini, penuh dinegeri kita, sampai kepada professor- professornja. Apa pula jang telah dise- lesaikan se-baik²nja oleh Armijn Pane? Ia mendjadi penjair, ahli prosa, litera- tor, ahli bahasa, dan ahli musik. Sedjak Pudjangga Baru (jang sebelum pe-
rang tapi) hingga kini.....
Lebih baik barangkali Ki Hadjar memperhatikan soal2 perguruan dan pendidikan melulu. Mengapa tiap afle-
vering sekolah Tinggi kita, lebih banjak
bangsa Tionghoa dari bangsa kita. 6) ETIKA kami menjatakan pada be-Kberapa kawan komponis betapa su- litnja keadaan musik kita, dan sungguh tragisnja keadaan ahli2 budaja dalam membentangkan tjita² nasionalnja, dja- wab seorang komponis pada kami: Biarlah ,ahlia" budaja itu ngomong, FC
jang dipakainia adalah kata muzik (pakai z!). Ketakutan dan keketjutan- nja untuk tidak memakai kata seni suara itu dalam bukunja, disebabkan karena ia dihadapkan kepada realiteit pemakaian kata suara dalam berbagai arti (Bab 2: Sendi2 pandangan, hal. 74 sampai 79 dan Bab 4: Ilmu bahasa umum danmuzik Barat, hal. 280: suara = toon, suara = bunji, suara = muziek, suara = stem), sehingga dgn. kata seni suara sebagai terdjemahan kata muziek itu akan bertambah katjau
lagi pengertian2 musiknja (muziekbe-
grippen). Manakah tanggungdjawab nasional dan tjinta tanah air seperti dalam kata2 persembahan (opdracht) jang senti- mentil pada isterinja dlm. bukunja tsb.?
6). Kita sudah tahu sikap bangsa
Tionghoa umumnja sepandjang sedja- rah kita, sedjak pemasukan sebanjak- banjaknja bangsa ini oleh V.O.C. sema- sa J.P. Coen, hingga revolusi kita. Ba- gaimana mereka dipergunakan oleh Belanda untuk menindas kita. Orang sering mengira, bahwa kekuatan perekonomian orang Tionghoa dibanding dengan perekonomian kita, adalah karena mereka berdarah ekonomi semata- mata. Padahal ini karena kesempatan
dan saling tjakaran diatas kertas, mari kita bekerdja diam² dan mari dengar komposisi2 saja". Ketjuali memang benar kata komponis kita itu, mengenai tingkatan kepin- taran ahli2 budaja kita, namun filsafat jang sehatpun tentang musik hanja soal jang kedua dalam pembinaan musik kita, sebab achir²nja komponis2lah, paedagoog² musiklah jang akan memberikan tjoraknja dan mengkonkrit- kannja. Kepada komponis2 itupun kami ber- djandji tidak akan melajani tulisan² jang tak mengenai inti-soal dan djika menulis melulu membitjarakan musik dan musikologi sadja. Kata komponis itu lagi: ,Biarlah masa, hari kemudian jang harus menentukan nilai buah peker- djaan kita, apakah kita mendjadi bunga bangsa atau sampah masjarakat kita, walaupun kita dalam bekerdja itu tak memikirkan hal2 itu. Kita hanja ingin memberi bentuk pada dorongan-tjipta kita dan mentjoba melakukannja dgn. penuh kedjudjuran". Kamipun masuk ruangan radio dan Amir Pasaribu memperdengarkan tu- djuh variasinja pada satu motif game- lan, ialah perasaan² serta pikiran² dan keindahan² dari tanah air kita. (Variasi2 ini sudah dibikinkan piring hitam). Dalam menghadapi kenjataan ini, kami terdiam dalam hati kami, terharu dan bangga, bahwa perkembangan seni musik kita sebetulnja tak terhenti, tapi madju dan sudah meninggalkan djauh pula Simandjuntak, dalam bentuk maupun isinja. Dan kita akan melangkah
terus, terus, terus...... dan meninggal-
kan dibelakang kita badut2 disekitar musik kita berteriak-teriak dipinggir djalan. Pembuatan gelas tjara baru jang dite-
Djakarta, 23 Maret 1951.
mukan oleh ahli gelas van Druten (Belanda). Gambar2 pada gelas ini baik disinari dari belakang maupun dari
iat muka tidak berubah
jang diberikan oleh Belanda pada me-
reka. Mudah bangsa kita dibikin pertjaja, rangkali), mendidik mereka mendapat bahwa memang kita kurang berdarah kembali kedjajaan mereka dalam ilmu ekonomi (ketjuali beberapa suku bang- perdagangan seperti dizaman Madja- sa kita seperti Minangkabau, Bali). pahit dll., serta sementara itu dengan Kepertjajaan ini diperkuat pula oleh teliti memperhatikan gerak-gerik orang kesalahan para pedagang kita sendiri Tionghoa disini. jang kurang menetapi djandji dan kurang mendjalankan pesan orang se-Dengan tradisi kesempatan jang di- baik²nja (Barangkali ini bisa diterang- berikan oleh Belanda pada mereka itu kan oleh ahli sosiologi kita). (atau: tradisi kesempatan jang didapat mereka dengan sendirinja, sebagai aki-Tapi kalau kita menilik sedjarahbat orang² Indonesia ditekan djelek2 bangsa kita, akan ternjata, bahwaitu), merekapun dengan sendirinja men- bangsa kita adalah pelaut2 ulung jangdjadi kaja, dan karena ketjerdikan me- dengan perahunja berdagang ke-mana2reka (ini kita harus akui) bisa mereka diseluruh kepulauan kita sampai2 ke- menjekolahkan anak² mereka dalam luar tanah air. segala lapangan (djuga dalam lapangan musik!!), sehingga bisa menduduki Sjukur jang kekuasaan Belanda tak tempat² jang penting dalam masjara- ada lagi dinegeri kita. Tinggal kita kat kita (pedagang besar, tjatut besar, menghadapi soal orang Tionghoa seka- sogok besar mr2, dr2 tjatut, kapitalis rang dll. bangsa asing jang sudah biasa mindring, agitasi buruh dsb.). Bukankah mengisap darah kita. Bukan dengan ini barangkali antaranja asalbisawabnja menggorok dan memantjung kepala botjornja guntingan Sjafruddin Prawi- mereka seperti dilakukan Belanda atas ranegara, disamping masih kurang pe- mereka disekitar tahun 1740, tapi me- ngalaman kita dalam soal ini? (Apa njusun perekonomian kita kembali, bisa dipertjaja ada orang² Tionghoa memberikan kesempatan se-besar²nja mendjadi penasehat2 di Kementerian pada bangsa kita, (hal ini sudah mulai perdagangan kita?). kelihatan berkat menteri Sumitro ba-