Baca PDF (OCR): Unsur Senibudaja dalam Revolusi _45

6 halaman · 6 halaman diproses dengan OCR· 21140 ms

Daftar isi
  1. No.19-Th.VIl-1964
  2. YENSHUBUDAJA
  3. DALAM
  4. REVOLUSI
  5. SATUKAN: prinsip, karya organisasi
  6. UNSUR SENIBUDAJA dlm. REVOLUSI'45
  7. sering saling bertentangan, memerlukan :
  8. SATU: Berprinsip, Berkarya & Berorganisasi
  9. oleh: Amak s.
  10. Tumbuhnja kebudajaan dibidang senisuara/musik begitu
  11. pesatnja dan perlu pembimbingan sempurna. Nampak
  12. 4315480
  13. atau budajawan² kita sendiri.
  14. duknja sebagai penasehat jalah
  15. JM Wakil PM I, Wakil PM II
  16. dan Wakil PM III.
  17. Karenanja, sebaiknja kekuat-
  18. himpun dalam arti kata prin_
  19. jang tidak. Kalau menjimpang,
  20. bisa dianggap sebagai perbuat-
  21. DIHIMPUN DJADI SATU Ratjun2 perpetjahan sering ditanamkan dalam organisasi
  22. dja atau tidak — untuk me.
  23. nja" diindoktrinasikan setjara
  24. Menghindarkan kemungkinan
  25. jang lebih parah lagi, menghin_
  26. darkan rusaknja djiwa2 pem_
  27. bina mental, — golongan ,na
  28. tional character building" itu,
  29. dan tjepat. Sebab, pertentangan
  30. itu kalau dibiarkan tidak akan
  31. Dan organisasi dibawah partai jang menganggap dirinja
  32. lebih kuat, akan ,memakan"
  33. (Samburgan hal. 9)
  34. setidak2nja bersifat indiffe-
  35. jang kita tindjau adalah si-
  36. Materialisme jang paling
  37. achir dan paling berpengaruh
  38. perkembangannja dapat diatur wan2 Indonesia jang masih
  39. menurut bidang masing2.
  40. lam blok-blokan jang tidak Dari bentuk demikian inilah diharapkan oleh Pemerintah dapat diawasi segala kebuda_
  41. jang tidak tjotjok dengan ke-
  42. djolkan tjotjok", ternjata me-
  43. rugikan rakjat Indonesia sen_
  44. mendirikan organisasi2 kewar_
  45. diri dikelak kemudian hari.
  46. perti halnja organisasi Pramu_ nerbitan buku2 jang bersifat tidak bercharacter building",
  47. ka, tjuma satu! Jang berdiri
  48. tjerita2 silat Tiongkok jang
  49. Beberapa Partai dalam
  50. beberapa unsurnja bisa mem_
  51. pernjataan mereka (PNI, Mur-
  52. leburkan onderbouw" _nja dja-wan jang tjintakepribadian
  53. di satu organisasi jang diakui amanat BUNG KARNO dalam
  54. njak jang gemar membatja tu_
  55. lisan2 dari luaran, jang njata
  56. itu adalah imperialisme kebu-
  57. dajaan? Pemerintah akan me_
  58. lidungi kebudajaan nasional,
  59. dan akan membantu berkem-
  60. bangnja kebudajaan nasional,
  61. tetapi engkau pemuda_pemudi
  62. pun harus aktif ikut menen-
  63. tang imperialisme kebudajaan,
  64. dan melindungi serta memper-
  65. kembangkan kebudajaan nasio_
  66. segi2 prinsipnja. Prinsip mem_
  67. meluaskan filsafat materialis (pertengahan pertama dari
  68. man — suatu materialisme jg. dan ilmu2 kemasjarakatan. Kita
  69. mua materialisme, dan setjara
  70. konsekwen djuga Marxisme.
  71. Selandjutnja LENIN mene-
  72. rangkan lagi demikian: Mar-
  73. terialisme jang hanja berheti xisme adalah materialisme.
  74. pada rudimen2 sadja. Marxis-
  75. Sebagai materialisme, iapun

No.19-Th.VIl-1964

sketsmasa

ADIL MAKMUR LEWATMANIPOL/USDEK.

YENSHUBUDAJA

DALAM

REVOLUSI

SATUKAN: prinsip, karya organisasi

untuk "national & character building

shels masa

UNSUR SENIBUDAJA dlm. REVOLUSI'45

Pertentangan² pendapat tentang unsur senibudaja di Indonesia, unsur seni dalam Revolusi Indonesia, dan dasar organisasi jang

sering saling bertentangan, memerlukan :

SATU: Berprinsip, Berkarya & Berorganisasi

oleh: Amak s.

man2 Indonesia dalam berkarya. Dengan dasar pelopor golongan jang disebut pudjangga 45", jakni Chairil Anwar, bangun pulalah kemudiannja angkatan 45" dibidang seni_ sastera. Dengan muntjulnja angkatan baru ini, maka berdi- rilah dua golongan di Indone_ sia dlm. senisastera chususnja jakni pudjangga baru" (ang. katan tahun2 sebelum perang- dunia II) dan ,angkatan 45". Chairil Anwar, dalam bebera pa seginja telah mendobrak ikatan2 jg. sering dipakai oleh golongan lama dalam susunan kalimat dan kata2, sehingga Bung Karno memerintahkan bisa dikata merupakan peng- pemuda-pemudi untuk menen- revolusi" kesusasteraan Indo_ tang imperialisme kebudajaan nesia. Pertentangan segera tim_ dan melindungi kebudajaan nasional. bul tentang penilaian karya 45 dan karya sebelum perang. EPERTI Djuga antara sasterawan 45 pertumbuhan sebelumnja. dan sasterawan pesat partai2 politik In_ budaja donesia sesudah Pro-Dibidang seni dan timbul klamasi Kemerdekaan lainnja, perkembangan2 dengan 1945, berkembang pesat pula_ dengan pesat, sesuai revolusi lah seni dan budaja dari seni-kepesatan djalannja

kita.Kreasi2 baru terus tum- buh.Baik dibidang pementa san, dibidang senitari, dibidang senisuara dan tetabuhan dan banjak hal lagi. Kadangkali 'terasa lebih revolusioner dari jang pernah disangka semula.

TERBENTUKNJA KELOM. POK PERTIKAIAN. Pertentangan antara angkatan 45 dan angkatan pudjanggabaru, bukan merupakan per tentangan jang menadjam dan mempengaruhi djalannja Revo_ lusi Indonesia. Pertentangan2 ini hanja berkisar lebih banjak pada bidang senibudaja umum- nja dan kesusasteraan chusus_ nja. Tetapi bagaimanapun djuga pertentangan dalam bidang senibudaja kesusasteraan jang paling tadjam — tidak habis2_ nja dan tidak reda2nja. Mak_ lumlah, dlm. segi pertumbuh_ an madju itu, kadangkali di_ perlukan pertukaran fikiran jang sehat dan konstruktip. Sedangkan jang bersifat des- truktip itu tidaklah dapat digo. longkan dalam artikel ini.

Berhasilnja kreasi-modern kebudajaan Senitari Indónesia dibuktikan dengan Sendratari Ramayana di Prambanan.

Tetapi bagaimanapun djuga pertukaran itu menadjam djuga, dan terdjadilah kelompok2 jang prodankontra. Jang pro sesuatu kelompok, mengelom. pok menjendiri dan jang kon- trapun demikian pula. Kemudian pertentangan itu tidak pada kedua golongan itu sadja. Dalam perkembangan senibudaja jang bertambah ma_ dju, masing2 orang jang ber_ minat pada seni mempunjai garis pikiran dan tudjuan sen_ diri2. Satu pihak menganggap djalan jang ditempuhnja ada- lah jang seharusnja ditempuh oleh orang2 jang berkarya da_ lam seni, jang lainnja berpikir bahwa seni itu untuk rakjat, dan jang lainnja mendasarkan tudjuan lain lagi. Pendek kata, berpetjahpetjahlah kemudian mendjadi kelompok2 dengan tambahan tenaga2 pula jang pro dengan tiap kelompoknja. Dan begitulah organisasi2 senibudaja bertumbuhan. Te tapi bertumbuhan djarang jg. satu tjotjok dengan jang lainnja. Pertentangan pendapat tambah meruntjing pula djadi_ nja. MELINDUNGI DIRI Tadjamnja pertentangan ini menimbulkan pikiran2 jang ku_ rang sehat kadangkali. Dan timbul pikiran kami harus le_ bih kuat dari mereka". Hal2 jang demikian menje_ babkan tumbuhnja pendapat

Tumbuhnja kebudajaan dibidang senisuara/musik begitu

pesatnja dan perlu pembimbingan sempurna. Nampak

band-musik pimpinan Guntur Sukarnoputra. mereka lalu selain berkokoh bahwa untuk mendjadi lebih atas dasar dalam bersenibudaja kuat, maka ada djalan jang djuga dibarengi dengan kekuat- terbaik, berlindung dibawah an partai, faham partai danbe_ suatu organisasi jg. lebih kuat latbelit partai. partai politik! — Dengan perkuatan sematjam itu, maka ALAT PARTAI ",sendjata memukul lawan" bi-Kalau tidak ada jang melin sa terpenuhi. dungkandiri pada partai ma_ Dan sedjalan dengan bertum-tjam itu, maka pihak partailah buhnja partai2 politik jg. saat jang membentuk onderbouw, itu seperti tjendawan dimusimatau bagian anakpartai, jang hudjan, bertumbuhan pulalahkegiatannja meliputi bidang se- organjsasj2 seni budaja lindung-ni dan budaja dengan dasar2 an partai ini. Atau dg. katapada langkah partai itu dengan lain, onderbouw dari partai2. sendirinja. Prinsip partai setja_ Dengan organisasisenibuda (Bersambung hal. 27) japartai ini, perdjoangan"

4315480

Betapa perutusan² kesenian berkepribadian Indonesia mendapat sambutan meriah diluarnegeri nampak al. jang dipimpin oleh Menteri PDK, Prof. Dr. Prijono (nomor 4 dari kiri) sewaktu ke Philipina dan negara² RRT, Kambodja Djepang dll.

UNSUR SENIBUDAJA dalam REVOLUSI '45. (Sambungan hal. 5) ra tandas dimasukkan kedalam organisasi senibudajanja itu. Tandas dlm. arti politikpartai. Baik organisasi jang melin dungkan diri maupun organisasi jang dibentuk partai itu, kedua2nja mendapatkan dana (budget) jang tertentu dari se_ tiap partainja. Dan menurut keperluannja pula, sehingga dengan demikian djelas meru- pakan alat partai setjara djelas. Ada pula jang masuknja in- dependent alias ,bebas", na_ mun bagaimana djuga tidak bisa lepas dari roh partainja Lantas timbul pertanjaan, mengapa partai2 politik mem- bentuk onderbouw jg. demikian ini? Mengapa pertjuma mem_ buang2 dana untuk tudjuan ini? Merasa tertarikkah semua tokoh² partai tadi pada seni dan budaja? Djawabnja: tidak! Partai2 politik itu punja pro_ gram-perdjoangannja sendiri2. Jang berdasar Nasionalisme, berdasar Agama, Marxisme dan beberapa aliran lagi. Tiap partai punja sistim melebarkan sa_ jap dan pengaruhnja, dengan memasuki seluruh bidang kegiatan dalam masjarakat. Di_ biłang politik, perburuhan, ke- masjarakatan (kewanitaan dll), peladjar, keguruan, mahasiswa, senibudaja dll. Begitulah maka organisasi senibudaja dibawah partai itu dengan sendirinja mendjadi se_ bagian dari alat partai untuk melaksanakan tudjuannja. Baik menentang lain partai ataupun melangkahkan perdjoangannja untuk revolusi. Dalam alam liberal, dimana terdapat 48 partai politik, pa_ ling tidak setengah dari partai itu punja onderbouw ma_ tjam itu. Dan satu dengan lain_ nja ditanami bibit saling ber- tentangan. Dan didalam Demo- krasi Terpimpin ini terdapat tjuma 11 partai, lebih dari djumlah itu terdapat organisa_ sjsenibudajanja. BUKAN SENIMAN DJADI ,",SENIMAN" Apa jang mendjadi tjiri jang tidak konstruktif jalah gedjala2 timbulnja djumlah banjakba- njakan anggauta dari organisa_ si dibawah partai itu. Organisasi2 senibudaja ma_ tjam ini (tidak semua) meng-

sia dalam dinamikanja revolusi inginkan lebih banjak punja kita ini? Karena rakjat Indo- anggauta daripada organisasi senibudaja ,lawannja". Pengu nesia berevolusi, dan revolusi rusnja ataupun memang senga perkembangannja tidak lepas dari politik negara, maka dgn. dja diperintah dari pimpinan sendirinja senibudaja tidak le_ partainja, mengumpulkan ang. pas dari dinamiknja revolusi gauta2 sebanjak mungkin. Te- tapi apakah semua anggauta_ dan tidak lepas dari politik ne_ itu mengerti apa itu seni dan gara Republik Indonesia. budaja, atau pernahkah ia ber_ Oleh sebab itu, dengan kata karya atau punja simpati jang lain bisa disebutkan: senibu_ sesungguhnja terhadap seni bu_ daja adalah berpolitik. Politik daja, itu bukan soal. Pokok me-pembangunan mental bangsa reka mau mentjatatkan sebagai Indonesia. Djadi bukan berseni- anggauta organisasi senibuda budaja dengan politik partai2 ja itu' maka diterima. Tidak politik, atau berpolitik jang mengherakan, bahwa organi bukanIndonesia, bukan politik sasi2 matjam ini mempunjai imporluarnegeri! anggauta jg. berlimpah2 boleh Bung Karno didalam Manipol dikata. menjatakan: ,,Revolusi zaman Pendek kata, asal djumlah sekarang adalah revolusi jang anggauta lebih banjak, diang-multikompleks. Ia adalah revo_ gap lebih berkuasa dan lebih lusi jang sekaligus ,,membo- menang suara. rong" beberapa persoalan. Mi_ Hal2 jang demikian inilah salnja Revolusi kita. Revolusi jang menimbulkan ekses2 atau kita ini ja revolusi politik, ja revolusi ekonomi, ja revolusi gedjala2 jang kurang baik da_ lam bidang perkembangan seni sosial, ja revolusi kebudajaan,
dan budaja Indonesia dlm. masaja revolusi segala matjam...."
Revolusi kita ini.Djelaslah, bahwa segi kebu_ Senibudaja dengan organisa-dajaan termasuk salah satu si2 matjam itu lalu didjadikan dari segi revolusi kita dan revolusi kita adalah politik nega_ gelanggang adu kekuatan pen_ dapat2 sendiri, adu kekuatan ra kita. partai politik, dan adu kekuat_ Dengan begitu akan lebih an sebagai pelepas dendam. njata, bahwa dalam menindak_ kan kegiatan berorganisasi dan Sedangkan dlm memperting. berkarya seni dan budaja, ti_ gi karya dibidang senibudaja dak boleh menjimpang dari po- untuk Revolusi Indonesia, me- litiknegara dan tidak boleh rupakan hal jang kedua. Soal menganut politik atau faham jang dikesampingkan sadja. luarnegeri, baik aliran dari ne-Dengan kata lain: organisasi gara2 Barat maupun dari nega kebudajaan tapi menjuara_ ra2 Timur!. kan" program partai! Sebab, bukan suatu hal jang Tjuma beberapa organisasi2 mustahil ada jang menganut matjam ini jang berkarya nja_ pandangan2 demikian itu, se- ta, berkat kesadaran para ang- hingga timbul pertentangan sa- gauta atau pengurus setempat_ tu organisasidibawahpartai nja sendiri. lawan organisasi-dibawahpartai lainnja. Dan dari perten SENI BUDAJA DAN POLI- tangan itu achirnja njleweng-TIK. arti senibudaja dalam revolusi Sembojan jg datangnja dari kita, karena pertentangan itu berbunji "l'art Eropah jang achirnja saling membela kepen pour l'art" (seni untuk seni) tingan golongannja sadja. Ke_ buat suatu gelora Revolusi jg. pentingan partainja sadja, atau kita djalankan ini sudah bukan kadangkali membela kepenting. tempatnja lagi. an negara atau bangsa lain. Ini Revolusi Indonesia dng. di_ berkelebihan njelewengnja! namikanja itu memerlukan se_ Dan tertjeburlah organisasi2 luruh konsentrasi kekuatan na_ matjam ini setjara njata dalam sional -politik, kemasjarakat- perebutan kekuasaan partai2 an, kebudajaan, perburuhan politik. dll. - sehingga mempertje-DILARANGNJA MANIKE. pat proses revolusi itu sendiri dalam menudju masjarakat jg. BU adil dan makmur sesuai seper-19621963, Disekitar tahun ti jang digariskan oieh amanat muntjullah beberapa orang sas penderitaan rakjat. terawan di Djakarta sebagai Bagaimana fungsi senibudaja konseptor dari apa jang dina- kita, fungsi kebudajaan Indone makan ,Manifest Kebudajaan"

atau ,Manikebu", dimana be- berapa garis tentang berseni_ budaja dalam alam Revolusi Indonesia ini tidak tegas2 di- njatakan. Dengan demikian, timbullah tentangan2 pihak sasterawan dan budajawan ig. tidak ikut menandatangani Ma_ nikebu itu, sebab dianggap menjalahi djalannja revolusi dan menandingi Manipol/Usdek. Pada bulan Mei 1964, sete_ lah masalah Manikebu mentja_ pai puntjak ditentangnja, achir- nja PJM Presiden Sukarno telah mengeluarkan larangan ter_ hadap dilandjutkannja konsep Manikebu itu, karena tidak se_ djalan dengan Revolusi kita dan tidak sedjalan dengan Manipol/Usdek. Larangan Pemimpin Besar Revolusi kita memang tidak dapat diragukan lagi. Seperti apa jang telah pernah beliau amanatkan dalam Manipol sbb:
.....Buanglah apa jang sa
lah, bentuklah apa jang harus! Beranilah membuang apa jang harus dibuang, beranilah mem bentuk apa jang harus diben_ tuk! Beranilah membongkar se_ gala alat2 jg. tak tepat —alat2 materiil dan alat2 mental — beranilah membangun alat2 jg. baru untuk meneruskan per djoangan diatas rel Revolusi. Beranilah mengadakan retool_ ing for the future". Tidak tjotjoknja Manikebu dengan alam Manipol dan Revolusi Indonesia saat kini, ma_ ka seharusnja dilarang.

DJANGAN MENGAGUNG. KAN ORANG ASING Seperti halnja Manikebu jg. dilarang, maka ada djuga be- berapa kelompok sasterawan

atau budajawan jg. lebih tjon_
wan2 atau budajawan2 luarne_ lukan rakjat. Rakjat harus me tingnja kebudajaan Indonesia
geri daripada mengagungkan sebagai ,,nation dan character
seniman2 atau sasterawan2 building" rakjat Indonesia, baik generasi sekarang maupun utk,
Malahan ada jang membuat tu_
lisan sasterawan2 asing sebagai sia itu haruslah dasarnja meng_ BUNG KARNO, baik beliau

dong mengagungkan sastera-

demi Revolusi Indonesia. Me Kalau sudah berdasar jang ngapaRonggowarsito harus sama seperti ini, maka dengan dikesampingkan, sendirinja tidaklah terdapat umpamanja. Mengapa ChairilAnwar ka_ pertentangan pendapat antara dangkali ada jg. mengetjilkan satu kelompok dengan kelom_ arti dan kedudukannja diban. pok lainnja. Sebab, kalau se- dingkan denganumpamanja mua partai politik mengakui dan menjatakan setjara kon_ Shakespeare, Tolstoy, Gorky, Hemingway dan matjam2 itu? sekwen Pantjasila dan Mani_ Mengapa harus menganut dja-pol/Usdek, dan menggali falsa_ lan pikiran dengan mendewa2 fah serta haluan Negara Republik Indonesia itu, maka dng. kan penulis2 Inggeris, Rusia atau Amerika? sendirinja organisasi2 senibuda_ ja jang dibawah naungan par-Mengagungkan atau mende_ tai2 politik itu djuga harus se_ wakan penulis2 luarnegeri-djalan dengan ini. Tidak boleh apapula kalau disebar2kan se_ menjimpang. Itu berarti Pan_ matjam indoktrinasi langkah tjasilaismunafik dan Manipol-partai — merupakan hal jang ismunafik! menjalahi langkah Revolusi ki- merupakan Manikebu jang ta. manifest jang menandingi Ma_ Membatja atau bisa mengerti nipol/Usdek sudah dilarang, besar dan betapa baiknja kar sekarang tiba gilirannja kalau ya penulis2 luarnegeri itu tidak ada organisasi2 senibudaja di- ada salahnja,baik djuga bawah partai jg. setjara tidak sebab sifatnja seperti mempe bermanifest, tetapi mempunjai ladjari bahasa asing untuk pe_ sematjam manifest sendiri dibi_ ngetahuan kita. Tetapi tidak dang kebudajaan ini" untuk di_ dg. mendewa2kan penulis2 itu. gulung. Apakah ini tidak sama Sebab kalau demikian, sama halnja dengan Manikebu itu? artinja memakai bahasa asing sehari2 sementara berbitjara PEMIMPIN BESAR REVO- dg. sesama orang Indonesia LUSI BUNG KARNO HA- sendiri! Bukankah ini a-nasio-RUS TURUN TANGAN nal? Apa jang tergambarkan tadi Djadi, kalau ada karya penu_ setjara djelas kiranja dapat di_ lisbesar asing jang dipakai se terima, betapa bahajanja segi olah merupakan sebagian dari kebudajaan kalau diratjuni jg. bahan indoktrinasi faham go- menjimpang dari tudjuan dan longannja, maka maniak jang rel Revolusi kita. Dengan hi demikian ini menjeleweng dari langnja kepribadian Indonesia dasar dan haluan negara kita. dari kamus senibudaja Indone_ Menjeleweng dari rel Revolusi sia, berarti hilangnja pula salah kita, dan menjeleweng pula da_ satu sendi dari Revolusi kita. ri Pantjasila serta Manipol/Us_ Dan ini berarti menggerogoti dek itu. revolusi djuga. SENIBUDAJA UNTUK Oleh sebab itu sudah saatnja RAKJAT INDONESIA sekarang dalam masa tahap Revolusi Indonesia ig. memun_ Sudah bukan hal jang dapat tjak ini diselesaikan samase_ dibantah lagi, bahwa senibuda_ kali rintangan2 ekonomi dan ja — kesusasteraan dan kebudajaan kita-haruslah diper-diperhatikan djuga unsur pen_

ngerti dan didjiwai dengan ke_ pribadiannja sendiri, jakni.kepribadian Indonesia. generasi jang akan datang. Masalah kebudajaan Indone

sebagai Presiden Republik In. gali kebudajaan aseli Indonesia. Djangan dikaburkan oleh ,,ke_ donesia maupun Pemimpin Besar Revolusi kita, sejogyanja unggulan" sasterawan2 luarne-turun tangan dalam hal ini. geri. Maka rakjat akan me_ Alangkah baiknja, apabila di_ ngerti setjara langsung-bu_ susun suatu staf tersendiri kan disebabkan oleh maniak atau kefanatikan menganut se_ jang chusus menindjau hal ini suatu faham jang kadangkali dari segi pengamanan revolusi. Dalam hal ini diikutsertakan kurang dimengerti sendiri apa JM Menko2 (seperti JM Menko sebenarnja faham itu buat dia—, sebab senibudaja untuk Penerangan, JM Menko KA SAB, JM Menko Kesedjahtera_ rakjat berarti djuga senibudaja utk. tudjuan Revolusi 45. Dja-an Rakjat, dll.), dibantu oleh JM Menteri2 PDK, PTIP, Per_ di harus ditekankan pd. sifat2 kepribadian Indonesia. dagangan, Sosial, Agama dll.

atau budajawan² kita sendiri.

bahan indoktrinasi dari aliran_ nja, sehingga dengan demikian tidak bedanja sebagai dipakai- nja Manikebu sebagai landasan. Inipun harus dilarang! Banjak sasterawan2 agung kita jang perlu diunggulkan. Banjak karya2 Mpu2 kita di_ djaman kedjajaan bangsa Indo nesia sebelum diindjak2 oleh imperialis dan kolonialis Barat. Banjak karya sasterawan angkatan baru dan angkatan 45 jg. dipakai sebagai pedoman untuk melangkahkan arah sastera

Dan untuk ini tidak lepas du-

duknja sebagai penasehat jalah

JM Wakil PM I, Wakil PM II

dan Wakil PM III.

Dengan susunan jang sede- mikian inilah dapat diteliti se_ tjara sesungguhnja, bagaimana seharusja organisasi senibuda_ ja di Indonesia jang tidak se- dikit djuga peranannja sebagai sendi Revolusi Indonesia itu bo_ leh berdiri. Bagaimana seha_ rusnja langkah2 jang mereka pergunakan dan dasar2 apa jg. mereka pakai dalam kegiatan_ nja.

Karenanja, sebaiknja kekuat-

an dibidang ini dihimpun. Di_

himpun dalam arti kata prin_

sipnja sesuai dengan Manipol/ Usdek. Didjalankan sistim De_ mokrasi_Terpimpin. Ditetapkan satu garis jang njata. Garis jang harus ditempuh dan mana

jang tidak. Kalau menjimpang,

bisa dianggap sebagai perbuat-

an kontra_revolusi.

DIHIMPUN DJADI SATU Ratjun2 perpetjahan sering ditanamkan dalam organisasi

senibudaja dibawah partai. Ratjun — meski ada jang senga_

dja atau tidak — untuk me.

nentang organisasi lawan

nja" diindoktrinasikan setjara

djelas ataupun ditutup2i.

Menghindarkan kemungkinan

jang lebih parah lagi, menghin_

darkan rusaknja djiwa2 pem_

bina mental, — golongan ,na

tional character building" itu,

  • maka perlu tindakan segera

    dan tjepat. Sebab, pertentangan

itu kalau dibiarkan tidak akan

selesai, malahan berlarut-larut tidak berketentuan.

Dan organisasi dibawah partai jang menganggap dirinja

lebih kuat, akan ,memakan"

FILSAFATMATERIALISME DAN IDEALISME

(Samburgan hal. 9)

adalah bersifat pro_agama atau

setidak2nja bersifat indiffe-

rent" terhadap agama. Kalau

jang kita tindjau adalah si-

fatnja", maka semua filsafat materjalisme adalah anti aga_ ma. Tidak ada jang pro dan tidak ada jang indifferent terha_ dap agama.

Materialisme jang paling

achir dan paling berpengaruh

pada waktu ini ialah material. isme dialektis jang merupa_ kan dasar filsafat dari Marxis_ me. Tentang ini LENIN didalam tulisannja The Attitude of the Worker's Party Towards

Sedangkan lisme Indonesia. djiwa seniman2 atau sastera.

perkembangannja dapat diatur wan2 Indonesia jang masih

murni, dan menjeret pula da_

lam blok-blokan jang tidak Dari bentuk demikian inilah diharapkan oleh Pemerintah dapat diawasi segala kebuda_

jaan/kesusasteraan asing kita. baik Barat maupun Timur Maka sampailah pada perso-

jang tidak tjotjok dengan ke-

alan, apakah tidak seharusnja pribadian Indonesia, jang me_ mereka ditarik dalam satu or- rugikan Revolusi. Atau mene_ ganisasi. Satu organisasi se- liti jang setjara ramai2 diton_ perti Persatuan Wartawan In-

djolkan tjotjok", ternjata me-

donesia (PWI), sedangkan jg.

rugikan rakjat Indonesia sen_

mendirikan organisasi2 kewar_

diri dikelak kemudian hari.

tawanan diluar itu tidak sah. Tidak diakui Pemerintah..Se_ Dari sinilah bisa diawasi pe_

perti halnja organisasi Pramu_ nerbitan buku2 jang bersifat tidak bercharacter building",

ka, tjuma satu! Jang berdiri

diluar itu, harus dilarang.antara lain seperti sebagian

tjerita2 silat Tiongkok jang

Beberapa Partai dalam

beberapa unsurnja bisa mem_

pernjataan mereka (PNI, Mur-

ba, IPKI) telah setudju penje_ bawa beberapa segi negatief. derhanaan partai, djadi tiga Dan dari sinilah sumbangan atau satu sekaligus. Dengannjata dapat dilihat oleh para demikian konsekwen pula mesasterawan, seniman, budaja

leburkan onderbouw" _nja dja-wan jang tjintakepribadian

di satu pula. Indonesia. Sebab, dengan peleburan dja_Baik kita tjuplik kembali

di satu organisasi jang diakui amanat BUNG KARNO dalam

Pemerintah, maka djalannjaManipol dibidang segi melin_ dapatdikendalikan. djuga dungi kebudajaan nasional dan dapat menolong dan Djuga mendjamin berkembangnja ke_ an organisasi2 senibu- menjat budajaan nasional" antara lain daja jang lepas dari pengaruh sbb: partai politik, atau lepas dari dikalangan
....Kenapa
faham2 matjam hal2 diatas engkau (pemudapemudi) ba tadi.

njak jang gemar membatja tu_

lisan2 dari luaran, jang njata

DAPAT DITELITI

itu adalah imperialisme kebu-

Dengan demikian itulah da_

dajaan? Pemerintah akan me_

pat diteliti, siapa jang berdjo-

lidungi kebudajaan nasional,

ang sungguh2 dlm. bidang ke-

dan akan membantu berkem-

budajaan itu demi Revolusi In_

bangnja kebudajaan nasional,

donesia ataukah demi pihak la_

tetapi engkau pemuda_pemudi

in atau kepentingan golongan

pun harus aktif ikut menen-

sadja. Dengan penjatuan orga_

tang imperialisme kebudajaan,

nisasi itulah dapat dilakukan

dan melindungi serta memper-

pembimbingan langsung dalam

kembangkan kebudajaan nasio_

segi2 prinsipnja. Prinsip mem_

nal!" bela Revolusi Indonesia: Pan_ 串水水 tjasila, Manipol/Usdek, Sosia

Religion" (Lenin's Collected sangat keras menentang agama Works,Vol. 15 pp. 371-81) seperti halnja dengan materia- menerangkan demikian: ,Da-lismenja kaum Encyclopaedis sar filsafat Marxisme seperti djabad kedelapanbelas atau ma- jang berulangkali ditandaskan terialismenja Feuerbach. Ini oleh Marx dan Engels, ialah tidak dapat diragukan lagi. materialisme dialektik, jang Tetapi materialisme dialektik mewarisi seluruh tradisi2 his-dari Marx dan Engels ini ma- toris dari materialisme abad dju lebih djauh lagi daripada kedelapanbelas di Perantjis danmaterialismenja kaum Encyclo-Feuerbach materialismenja paedis dan Feuerbach, dengan

meluaskan filsafat materialis (pertengahan pertama dari

abad kesembilan belas) di Djer_ kedalam bidang ilmu sedjarah

man — suatu materialisme jg. dan ilmu2 kemasjarakatan. Kita

bersifat atheistis mutlak dan harus melawan agama-ini dengan tegas menentang se_ adalah suatu rudimen dari se. mua agama".

mua materialisme, dan setjara

konsekwen djuga Marxisme.

Selandjutnja LENIN mene-

Tetapi Marxisme bukanlah ma-

rangkan lagi demikian: Mar-

terialisme jang hanja berheti xisme adalah materialisme.

pada rudimen2 sadja. Marxis-

Sebagai materialisme, iapun