Milik Depdikbud Tidak Diperdagangkan
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI JAKARTA
1996/1997
Depdi kb ud Tid ak Di perd aganqk<
PENGUNGKAPAN NILA! BUDAYA NASKAH KUNO KOTARAGAMA
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI JAKARTA 1996/1997
KOTARAGAMA
Penulis : Ora. H. Sri Yaningsih
L.G. Suparman Ors. Argawa
Penyunting : Ors. Zulyani Hidayah MA Hak cipta dilindungi oleh Undang-undang Oiterbitkan oleh : Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Oirektorat Sejarah dan Nilai Tradisional Oirektorat Jenderal Kebudayaan Oepartemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta 1996 Edisi 1996 Dicetak oleh cv. PUTRA SEJATI RAYA, Jakarta
KEBUDAYAAN
Penerbitan buku sebagai upaya untuk memperluas cakrawala budaya masyarakat patut dihargai. Pengenalan aspek-aspek kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia diharapkan dapat mengikis etnossentrisme yang sempit di dalam masyarakat kita yang majemuk. Oleh karena itu, kami dengan gembira menyambut terbitnya buku hasil kegiatan Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Direktorat Sejarah dan N ilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Penerbitan buku ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai aneka ragam kebudayaan di Indonesia. Upaya ini menimbulkan kesalingkenalan, dengan harapan akan tercapai tujuan pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional.
Berkat kerjasama yang baik antara tim penulis dengan para pengurus proyek buku ini dapat diselesaikan. Buku ini belum merupakan hasil suatu penelitian yang mendalan1 sehingga masih terdapat kekurangan-kekurangan. Diharapkan hal tersebut dapat disempurnakan pada masa yang akan datang.
v
pcnutup kami sampaikan tcrima kasih kcpada pihak ~ ang tclah mcnyumbang pikiran dan tcnaga bagi pcncrbitan buku ini
Jakarta. Febmari 1997 Direktur Jenderal Kebudayaan
Prof. Dr. Edi Sedyawati
PENGANTAR
Direktorat Sejarah clan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan clan Kebudayaan melalui Proyek Pengkajian clan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Pusat telah melakukan pengkajian naskah-naskah lama, di antaranya Pengungkapan Nilai Budaya Naskah Kuna Kotaragama.
Nilai-nilai yang terkandung dalam naskah atau dokumen tertulis meliputi semua aspek kehidupan budaya bangsa mencakup bidang- bidang filsafat, agama. kepemimpinan, ajaran, dan ha! lain yang menyangkut kebutuhan hidup. Karena itu. menggali. meneliti. dan menelusuri karya sastra dalam naskah-naskah kuno di berbagai daerah di Indonesia pada hakekatnya sangat diperlukan dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya
Kami menyadari bah\a kajian naskah ini belum mendalam sehingga hasilnya pun belum memadai. Diharapkan kekurangan- kekurangan itu dapat discmpumakan pada masa yang akan datang.
Semoga buku ini ada manfaatm a scrta menjadi petunjuk bagi kajian sclanjutnya.
VII
yang telah membantu sehingga teraujudnya karya ini, disampaikan terima kasih.
Jakarta, Februari 1997 Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Pusat Pemimpin,
Soeyanto BA NIP. 130604670
GAN TAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat. kepada kami, sehingga Pengkajian Nilai Budaya Naskah Kuno Kotaragama ini dapat selesai.
Terimakasih kami ucapkan kepada Direktur Sejarah dan Nilai Tradisional yang telah memberi kepercayaan kepada kami untuk mengkaji nilai budaya yang ada pada naskah kuno Kotaragama
Dengan demikian ada naskah kuno yang telah kami kaji kandungan nilai budayanya, yaitu Babad Selaparang dan Kotaragama ini.
Dengan usaha pengkajian ini mudah-mudahan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam naskah kuno dapat tergali dan yang masih memiliki rclevansi dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.
Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua fihak yang telah membantu hingga tulisan ini dapat disajikan.
Kepada saudara LG. Suparman dan Sdr. Ors. Argawa sebaqai Anggota Tim kami ucapkan selamat atas keuletannya dalam alih aksara dan alih bahasa
IX
penrnjudan su mbangan kcbudayaan dacrah dalam mcmpcrkaya kcbuda\aan nasional.
Mataram, 13 Malret 1995 Ketua Tim.
DRA. H. SRI YANINGSIH
NIP 130342147
DAFTAR ISi Halaman
Sambutan Direktur Jenderal Kebudayaan............................. v
v 11
Kata Pengantar...........................................................................
1x
Pengantar.....................................................................................
x1
Daftar Isi......................................................................................
Bab I Pendahuluan
1. I Latar Belakang ............................ ... .................... ........ .. I
1.2 Maksud dan Tujuan ........ ............................ ... .............. 2
1.3 Masalah ......... ......................... ....................... ................ 3
1.4 Metode Pengkajian ................................... .................... 4
1.5 Pertanggungjawaban Penulisan ................................. .. 4
1.6 Deskripsi Naskah ......................................................... 5
I. 7 Garis Besar lsi Naskah .............................................. .. 6
Bab II Alih Aksara ...... ......................................................... .. 9
Bab III Terjemahan .. ................ .................................. .............. 69
Bab IV Kajian/Pengungkapan Nilai-Nilai Tradisional
dari Isi Naskah .......... ........................................... ..... 13 l
Bab V Relevansi dan Peranannya dalam Pembinaan
dan Pengembangan Kebudayaan Nasional ........... 145
Bab VI Kesimpulan dan Saran .. .......... .................... .............. 149
Daftar Pustaka .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .... .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. I 5 l
XI
..||xi| Isi Isi 131| |Daftar Pustaka||151|
P EN D AHULUAN
Tahun 1994 adalah tahun I Repelita VI. Pada tahap Pelita VI ini peningkatan kualitas sumber daya manusia sangat diperlukan karena tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam pembangunan jangka panjang tahap II semakin kompleks
Kualitas sumber daya manusia Indonesia yang diharap pada era sekarang ini adalah manusia yang memiliki jati diri. Manusia yang demikian, dalam UU no. 2 tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional telah dinyatakan dalam tujuan pendidikan nasional yaitu manusia yang beriman dan bertaq\Ya terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung ja\ab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Manusia Indonesia yang memiliki kepribadian yang mantap adalah sosok manusia yang telah memiliki konsep tentang bagaimana manusia Indonesia menghadapi tantangan lingkungan baik fisik/alam maupun sosial agar tetap bisa bertahan. Konsep-konsep ini tidak lain adalah \Ujud kebudayaan yang berupa nilai-nilai.
Nenek moyang kita sebcnarnYa banyak membenkan ajaran tcntangjati diri. Ajaran-ajaran tersebut dapat.digali dari naskah- naskah
yang jumlahnya sang:it banyak tctapi dc,,asa ini bclum bam ak diketahui.
Salah satu usaha yang dilakukan oleh Direktorat Scjarah dan Nilai Tradisional adalah mengadakan kegiatan Pengkajian Nilai Luhur dari Tradisi Tulis Dalam Kehidupan Masyarakat Pendukungnya melalui naskah-naskah kuno di seluruh Indonesia.- termasuk di Propinsi NTB.
Selain naskah kuno memiliki kekayaan nilai, sekaligus merupakan sumber infom1asi akan keanekaragaman budaya bangsa Indonesia. Dalam penjelasan UUD 45 Pasal 32 ditegaskan bahwa ··Kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah terhitung sebagai kebudayaan bangsa".
Naskah-naskah kuno itu pada dasarnya adalah bagian dari kebudayaan lama yang perlu dikaji untuk dilestarikan.terutama naskahnaskah kuno yang mengandung nilai yang masih relevan dengan perkembangan jaman dan yang dapat memberikan inspirasi dan mendorong kreativitas bangsa Indonesia dalam usaha memberikan kekuatan daya tangkal terhadap pengaruh luar yang negatif yang diperkirakan dapat merusak harkat dan martabat bangsa Indonesia. sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam penjelasan UUD 45.
1.2 Maksud dan Tujuan Yang dimaksud dengan pengkajian, nilai-nilai budaya dari naskah kuno ini adalah suatu kegiatan alih bahasa, penerjemahan, dan pembahasan isi yang terkandung di dalamnya dengan jalan membandingkan dengan tulisan-tulisan yang sudah ada. Sedang tujuannya adalah untuk mengetahui nilai-nilai budaya yang terkandung dalam naskah-naskah kuno tersebut untuk lebih mcmperkaya wa\asan kebudayaan, kita, yang selanjutnya diharapkan da pat memperkuat jati diri bangsa Indonesia. Selain itu pengkajian naskah kuno ini juga bertujuan menjalin saling pengertian antara berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia. sehingga diharapkan dapat menghilangkan sifat etnosentrisme dan stereotipe yang berlebihan dan menghindari prasangka sosial yang burnk (TOR. 1993/ 1994. hal 4)
Masalah
Berdasarkan Laporan Hasil Pemetaan askah Lontar di Pulau Lombok bulan Febrnari s.d. September 1993 dengan bantuan Ford Foundation melalui Proyek Pelcstarian Naskah Nusantara,. Perpustakaan Nasional pada tahun 1993, ternyata jumlah naskah kuno di Lombok sangat banyak. Di Museum Negeri NTB misalnya ada Iebih dari 1250 naskah. Yang sempat didata oleh proyek ini barn
- Pada umumnya kondisi naskah yang ada di Museum baik. Sedang yang berada di masyarakat dari penelitian selama 7 bulan telah ditemukan naskah sejumlah 632 buah: yang berasal dari Kecamatan Mataram 227 buah, Kecamatan Gangga 85 buah, Desa Kuranji Kecamatan Labuapi 28 buah, Kecamatan Pujut 166 buah dan Kecamatan Sakra 126 buah. Sesuai dengan laporan tersebut, kondisi fisiknya 68, 15 % baik (408 naskah), rusak 6,38 % (38 naskah), hancur 5,65 % (34 naskah), agak rusak 7,85 % (47 naskah), kurang baik 2,65 % (16 naskah) dan cukup baik 9,35 % (56 naskah). Sebagian besar naskah yang ada di masyarakat adalah milik perseorangan. Diantara para pemilik masih ada yang mengganggap keramat naskah kuno peninggalan nenek moyangnya. Pemeliharaan yang dilakukan lebih pada bendanya, bukan pada nilai yang terkandung di dalarnnya. Hal ini terbukti pada orang-orang tertentu yang sulit kita mintai keterangan. Jika kita ingin melihatnya harus pada hari tertentu dan ada yang harus menggunakan saji-sajian tertentu pula. Derasnya informasi akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan meningkatnya kesadaran rakyat terhadap pentingnya naskah-naskah kuno dari segi ekonomi. Bagi kelompok ini menjual naskah kuno kepada orang asing bukan masalah Walaupun telah ada undang-undang No 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya dan Peraturan Pelaksanaannya yaitu PP no I 0 tahun 1993 tampaknya belum efektif karcna UU dan PP tersebut belum memasyarakat.
yaitu terbatasnya dana. schingga usaha pengkajian nilai budaya pada naskah-naskah kuno masih sangat terbatas. Sebagai contoh di NTB baru dua naskah yang dika_1i nilainya yaitu Babad Selaparang (tahun 1992/1993 dan 1993/1994) dan Kotaragama yang dikerjakan tahun anggaran 1994/1995 ini.
1. 4 Metode Pengkajian Dalam penulisan naskah Kotaragama ini dilakukan dengan metode alih aksara, alih bahasa. dan analisa komparatif
1.5 Pertanggungjawaban Penulisan Penulisan naskah ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari 3 orang. Anggota tim adalah orang-orang yang telah memiliki latar belakang yang berkaitan dengan penerjemahan naskah kuno yaitu Argawa Sarjana Filologi bertanggung jawab pada alih aksaranya, LG. Suparman bertanggungjawab pada alih bahasanya penerjemahan. Keduanya adalah anggota tim yang ikut dalam Pemetaan Naskah Lontar yang teleh disebutkan terdahulu. Sedang ketua tirn bertanggung jawab pada analisanya. Kegiatan diawali dengan studi kepustakaan terutama di Museum Negeri NTB. Kotaragama adalah naskah yang rnengandung peraturan hukurn yang dahulu dipakai sebagai pembanding dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat terutama yang menyangkut pranata sosial dalam kehidupan sehari-hari. Pemakainya sekitar abad 17 pada masa penjajahan Belanda di Lombok. Berdasarkan hal tersebut perlu sekali dikaji kandungan nilai naskah lontar kotaragama, untuk menemukan "mutiara-mutiara" berupa kreatifan tradisional di bidang hukum. Lebih-lebihjika dikaitkan dengan usaha peningkatan kesadaran hukum yang sekarang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Judul naskah dan artinYa Kotaragama tcrdiri dari dua kata yaitu "kotara" dan "Gama" Kotara berarti \ ilayah dan Gama berart1 aturan atau hukum Jadi Kotaragama berarti "aturan atau hukum yang berlaku di
J>e.'>krip.'>i Naskah
I
suatu wilayah ...
2. Pemilik Naskah
3. Tempat naskah
4. Nomor naskah
5. J enis naskah
6. Tanggal penulisan
7. Tempat penulisan
8. Ukuran naskah Panjang Lebar Tebal
9. Jumlah halaman
10. Jumlah baris
11. Jenis aksara/huruf
12. Panjang baris
13. Alas tulis 14 \Varna tinta
15. Cap kcrtas
Amaq Sembah. Mantang. Lombok Tengah. Museum NTB, Jalan Panji Tilar Negara No. 6 Mataram Telepon (062-0364) 37503, 32159. Regester nomor I 050, inventaris nomor 294/NK/78. Gancaran (prosa) Buda, Kliwon, Wuku Mata!, Bulan Sawal, Tahun Jimawal, Hari Rabu, Tanggal 26. Tahun tidak tersebut. tidak tertulis naskah
50,6 cm 3,2, cm 4,5 cm 56 ·Lembar 4 baris pada setiap lembar Jejawan 42 cm daun lontar hi tam tidak ada
(iaris Besar /si Naskah
Kotaragama adalah naskah kuno yang bcrisi pcraturan-pcraturan kcpemerintahan dcngan sangsi-sangsi hukunmya pada masa itu. 1 '
Garis besar isinya adalah sebagai berikut :
I. Bagian pcrtama berisi hal-hal yang bersifat tata cara/persyaratan jabatan. antara lain :
1. Sifat-sifat Raja di Surya Alam mengatur rakyatnya. Dalam memerintah, raja harus selalu bcrdasarkan syariat agama, bersifat sosial (bersedekah), memberikan pengayoman, berdisiplin (tidak ingkar janji), harus selalu meningkatkan pengetahuannya (menuntut ilmu), mencegah terjadinya malapetaka, danta danti kusuma warsa, tidak suka kav.rin dan adil. Dan ta (lading gajah) artinya sekali tanggal tidak mungkin tumbuh kembali. Danti (Judah) artinYa sekali diludahkan tidak mungkin dijilat kembali, kusuma (bunga) artinya sekali mekar pantang mekar dua kali, warsa (hujan) artinya sekali jatuh ke bumi tidak mungkin naik kembali.
2. Tata cara mengangkat Penghulu Persyaratan untuk bisa diangkat menjadi Penghulu adalah tidak cacat tubuh, berpengetahuan luas dan benar, punya rasa malu, pandai berbicara, faham akan agama dan adat keturunan orang baik-baik banyak bertanya, tidak suka dipuji. Selain itu ditentukan juga di mana penghulu duduk dalam suatu pertemuan resmi kerajaan, yaitu di sebelah kanan raja sepenghadap, tidak campur dengan menteri yang lain, harus duduk dengan tenang. Yang tidak boleh diangkat menjadi penghulu adalah orang kaya, orang miskin, anak pembesar, anak haram. 3 Tata cara mengangkat Jaksa dan Hakim Seorang Jaksa harus memiliki sifat bijaksana_ cerdas. satunya kata, pandai. Sedangkan Hakim hams memiliki pengetahuan luas. bertata susila _ adil berpegang pada pcraturan.
I ) \ knurnt dugaan P" ncrj emah m"nganalogkan sandi ·· pah '" d"ngan kata ··s"paha'" \·ang bcnnakna I 600. tahun vang dip.:rgunakan diduga tahun Svaka jadi b"rani I 678 \las..,hi. Jika ·' pah ·· scharusm ·a b.:rhunYi ··par· maka bcran1 tahun -1 2 I 6-1 2 tahun SYaka :itau tahun 17 I () \lasd11.
syarat-syarat itu dilanggar sangsinya adalah diusir dan ditcmpatkan di daerah terpencil selama satu tahun. J ika sudah sclesai batas \aktu menjalani hukuman bisa diangkat lagi. Namun jika melakukan pelanggaran ulang bisa dibunuh.
4 Tata cara mengangkat pejabat pemerintah. Syarat-syaratnya berpengetahuan luas, tidak mudah dosogok, dan tegas.
- Tata cara mengangkat utusan (diplomat). Syarat-syarat pandai berkomunikasi, berani menempuh kesulitan/bahaya, bisa memahami pembi.caraan orang, banyak perhitungan, berani mengliadapi sakit hati, punya rasa malu, menepati janji, disiplin anggaran.
- Tata laku rakyat kepada raja dan raja kepada rakyat Rakyat kepada raja haruslah nganut artinya jangan berlaku. sekehendak hati : sadu artinya jangan mengambil hak orang yang miskin, jangan mengambil milik raja, tahu artinya tidak memiliki dua raja; guna artinya sudah banyak makanan yang dimakannya; kawanten artinya jangan membicarakan raja: jahil artinya jangan menyampaikan berita yang tidak benar. Raja kepada rakyat harus bersifat : giri suci artinya raja harus suci dan anggun Jaladri (laut) artinya raja harus menampung yang busuk bahni pawaka artinya api raja harus dapat menghapus yang kotor/najis: surya (matahari) artinya menerangi orang sebumi: sasangka (bulan) artinya tiada dinyalakaR : nilatadu artinya tetap keangungan.
II. Bagian kedua berupa hukum-hukum. yaitu
I. Hukum mencuri, termasuk nayap. ngutil. mbegal
2. Saksi ying nista/yang tidak bisa dipercaya
3. Perpajakan
4. Hukum perkawinan termasuk zinah. tak halal nikah/biram dinikahkan. ccrai. bermadu.
5. Hukum tenung
6.. Hukum hutang-piutang
I 0 Hukum meminum minuman keras
III. Bagian ketiga berisi sangsi hukum/dendanya >
2) Pcmbagian tcrscbut dibuat olch pcnulis. Di dalam Kotaragama pcnulisamwa bdum sistcmatis Kadang-kadang sangsi langsung ditulis dalam pcrsYaratan. dan pcmbahasan satu lial tidak tuntas dalam satu rangkaian Yang bcrurutan.
Puniki mawasta kotaragama. Dana puniki caritanira sang prabu hing Surya Alam, marmaning cinarita, dening sinungan kagungan dening Allah, pan tannana sasamaning ratu, dene hakeh hadillira hing bala, tannana kibirira hing Allah, nitya saha nora kena sariranira, yen rerenan nitya saha tilawatta Qur·an, nitya saha dohing ngapura, tansah hanginakaken sarira. Dana punika tatanira sang prabu, karane kajrihana dening bala, harep manah hing wong sanagara, puniku lwirepun, den nastiti sang prabu hing Agama. yen siyang sampun pati habaksana, yen dalu sampun pati hanidra. karana kang kalih hiku hametcnging manah. den di,\asa hanada kang kalih hiku. yen si wengya haguling tan kawedalang sung. Kalanya \Yet sini\Yi, mu\ah dohena denira sang prabu lwirepun pancarakana, kang karihin hiku naya kestri, kaptng. kalih babunayakka. kaping tigo hiku hinabudi. ping sakawan waraboga. kaping limo kapingtabaksana. Lwirepun nayakestri, haja hanggawe wong ,,·adon sapangga,,ene wenang rinusak. Lwirepun babunayakka, haja karya \Ongroro tunggal depun nulah punika. yakti sami rinusak. Dene sami denandeli hupamane. L\irepun hinabudi.sampuna kradi \Ong bodong. yakti parentahc nora pravoga. saparentahe nora duduga riringa. yak'ti hangasutting nagara L\irepun \araboga. sampunana karya \ ong \a reg. saparentahe nora gumati. yakti kirang kcring Agama. · 'akti hilangaken tataning Agama L\ ircpun kapingtabaksana. sampuna karya \·ong lu\ e. Vak'tinipun parentahc dadi pasilan. tannana
dcning pangga\cnc 111sta. :n.:n si saking sihhira sang prabu. mring kawula kang mangkana. cumponatia sang prcvcnc. saka singitc sahanak grawanc.
Dana punika pratingkahnya sang prabu hing Surya Alam.
hanrapakening balanya. yen silinduning pasilan. hatiJa,rntta qur-an. Yenna Silindu sasalat. sang prabu haja hasare hing wengi. Lan hm,·arena sidekah hapem sa\elas. Wong sasomah, .. yana silindu humah dennaglis tibanana parentah kang ngetis, yen silindu maksih lindu humah, balanya trapena hni Ian haja howah hing pangubaya, Ian haja pegat bing kasusantran. liahadangnga pamareking balanya. hing wengi Ian rahina, Ian linggihanna danta danti kusuma \arsa. Ian hatulungnga \Ong kinanihaya, Ian dennaglis hangngraos wicaraning bala, karana sang prabu sirah dening Allah.
Lan malih hipun tengeraning negara, hayun rinusak dening Allah, sang prabu tanna pariksa hing bala, tan nastiti hingapangabakti, hassring ngowah hingapangubaya, Janna nganggo hanggo\Yong ngamradika, Ian wong lanitil Ian prameswarl hanom dinadosaken tuwa, Ian kang tuwa dinadosaken hanom, punika sang prabu denna hanggahing Allah, kawelasena hing balanira. Yadyana .paseka sang prabu, hakeh hadillira hing bala, mapan sang prabu sinrahan hala becik dening Allah. Benera sira saking nagara saking sang prabu. karana jenengen nagara saking sang prabu, Ian bala saking pangrakeaning sang probu, karanya sang prabu hajajuluk Sultan Surya Alam. Dening halim putih hamadangi, manahing wong sanagara, tanana sasamanira, Lan kaliputan dening bala Mapana sang prabu hajrih hangO\ah sabdaning Allah. Ian Rasullullah hanglehi ''assalam. Yenna Langan kiwa dursila. kang tengen hanrapakena. yen Langan tengen dursila, kang ki\Ya hanrapakena, mapan mantep hingpangubayanira.
TINGKAHING JENENG PANGULU
Mapan sang prabu kocapping kotaragama. yenna sang prabu hadilullah, dan sang prabu ycnna. jenengaken pangu lu, kang tanana cacadc. sariranc. kang ngabcner pang\ ruhe. kang nga.bencr hukume. kang paseh ngit \acanane. kang ngakeh. patakone. kang tannarsa lincmban dening \Ong Lan haja. ho\ah hing palinggiyanc. Ian haja
:cnna linggih denna sapangayunan Ian sang prabu. Ian. kasoran linggihe. handapan saha guli. mungguhna hing ringanira tcngen. Ian haja sinungan micara h: a duduning nagara. Ian hecaning nagara. dene karyanipun, Ian haja sinungan mara seba. dadi ngringmg nagara. tan dados Yen \Onten parentah. yenna sekara kang jenar. hawangi hagelis migar. Nyan parentah dateng pangulu. tan pantes yen ka\elasna dateng sang prabu. Yen tan bener denira hangukumi. guntingen lidahne, Janna : ugya tundungena, Janna kukuda, karanya Lrapana mangkana, dening bisa hangowahing sabdaning Allah. kang tinurunaken dening Rasullullah hanglehi wassalam.
Nyan sang prabu yen nanjenengaken mantri, haja wong sugih haja wong kasyan, haja wong hanaking dagang palen, haja wong haram Jadah, hiku kang tan wenang, yen dinadosaken mantri, wong nguruh maring ngingisin, Ian wong bener pangawruhe, kang nguruh hing agama, Ian adigama, Ian tetesing wong ngapened.
TINGKAH HANJENENGAKEN JAKSA
Nyan sang prabu yen nanjenengaken jaksa, kapilih. wong kang sentana, karana kreta suhsila hiku, satruning wong sanagara. Trapakena kang ngamawi pamirahos, hapik palipik bangkit kreta hing kang ngamusuhi, hasamar samur. Dewa gama hingkang musuhi. Hambengkang hambengkok. Hamuting hamuling, ratu hikang ngamusuhi. Karana tegesing Samicara den tereping manahing wong sanagara. Yogya sang prabu hanrapakena. Yen bala, yen santana, trapena kang ngamutir. Ian kadendaha, satohing ngapadu.
Muwah \rnng ngasentana, kang patut dadi kreta. kang putus hing aksara, kang nguruh hing subasita, kang nguruh hing suhsila. Karana dadi satruning wong sanagara. Ian wong kinanihaya. jaksa kang humadangi. kang hama\i. pamirahos. Tegesing hapik palipik hiku. hayuda \acana. Mapan kreta hikang ngamulik, kang ngasamar kang ngasamur. Dc\a gama hikang ngamadangi. Tegesing hambengkak hambengkok. \Ong kang bangga hing palakreta. Yak'ti sang prabu hamiyosaken. karana haglis mm\i pamicaran. hajanana binadakaken Scntanaha. mantriya. hagung ngalit. gustiya. kawulaha. dateng trapena.
ha_1a hara hiri. haja kcmcngan. haja hiri hing ngagcdc. haja \das hing bsyan. yen ra\ uh trapcna sahujaring kotara. Mu\ah parcntah dakng kreta. \elassan hiku. yogya sunggcn \las dene sang prabu
Yen malih tan bener den hamegat karya. tundungcn satahun lm\asnya tan mulating nagara. Ian lelerongena hing gunung gi ri. \ana. tan pantes ve1ma kukuda. Yen \US jangkep satahun. hundangena malih. Jcnengena. kadi rumihin_ lamun patut papegatanc. Ian kotaragama.
Yen malih tan bener den hamarentah. maksih kadi rumuhun punika. \Yenang patyanana.
Mu\Yah yen parentah \Yelasing \"Ong kasyan, hatawa \Yedining. ngagunge. Hing tembe, winuleting naga si~u, kalebu hing kawah si tabra gomuka, Ian tinetek lidahe.
TIN GKAHING HANJENENGAKEN JAJENENG
Nyan sang prabu yenna karya jejeneng, kang hasastra, kang hapunggung, kang tan harsa linembanana. dening wong kang den karingi, dening palakerta. Ian kang, ngaja dengki, hing rowange sapangan. Kang tan nitya saha pagujenganing ngakatah. kang tannarsa hangdananinga. Muwah traping hanikea jejeneng, yen kinenan jenengi, kawula hambewara, lwirepun. yen tan huninga hing pamicaran, tan huninga hing tangkepipun. Tan huninga hing kalah menangepun, tan huninga hing gadenipun. Yen mangkana trapana sapalihing gade, hikang nganggot denda punika, kapratiga, sang prabu kalih duman. kang hamicara saduman, hingaranan jejenenging pawarna. Dening pakantuking jejeneng, sewu sisih. Lanna tanpa \Yelaean dalem. punika pingrah saka\Yan, sang prabu tigang duman, kang nganjenenging saduman, sinalokan Nata Mahardana.
TIN GKAH HANJENENGAKEN PANGLAMPAH
Nyan sang prabu yenna kardi panglampah. kang nguruh hing suka, kartitih pamicaran. Kang \Yani ke\Uh. Kang wani baya. Kang tannarda hing pamicara. Kang \ani Iara. Lan lcbcting \Ong ngabecik. Kang hakch duduga riringane. Kang landep pamicaran Kang haja gelem
hakch his inc. Kang ngora hu\ah pangucapc Punika kang kinardi mantri.
Muwah ye1ma nrapaken niring dcde hing lampahipun. hingja3eneng dalem. pakantuk hipun. se\U sisih. hundak kara hadoh parekkepun. hing lampahan, \Onten dene yenning sapanglampah. Yenna kadi punika. hasisipaning panglampahhepun. Lwirepun yan kadi punika. yogya trapena sapalihing gade, sinalokan, Raga Lena Rusak Tata.
TINGKAHING KAWULA HING RATU RA TU HING KAWULA
Punika tatraping ngawula hing sang prabu: pitung prakara. Lwiring nganut, hala kawileting ngurip. Lwiring sadu, haja ngalapa duwening sapangan, haja ngambil duwening gusti. Lwiring tuhu, haneguhaken sanggupe. Lwiring hamintuhu, hora duwe gusti roro. Lwiring guna, sampun hakeh tedaning wong den pangan. Lwiring kawanten, haja hangumapeting gusti. Lwiring Jahil, haja hangaturj celaning saheda. Punika traping hangawula, poma. Lekasakena, haja weYa.
Punika papatesing ratu, hagnyana manda, hagnyana rasa. hagnyana purusa. Tagesing hagnyana manda, .. han gingoning bala/Tegesing hangnyana rasa, hangrasa hatining bala. Tegesing hagnyana purusa, hamengku hatining bala.
SALO KA
Salokaning ratu hiku. Giri suci. jaladri, bahnipawaka, surya, sasangka, nilatadu. Tegesing giri, gunung, ratu hiku den kava gunung, suci serta hamot Tegesing jaladri. sagara. den hanan dang kang ngamis habacin. Bahni pawaka, tegese api hagung. han.ggesengi kang ngaarap, kang najis. Tegesing surya, srangenge. hamadangi wong sajagat. Tegcsing sasangka. \1tlan tegese den haja nandang talutuh Tegesing nilatadu. hamencng dikagungane. Hya hiku ratu dunya rawuhing haherat
Punika salokaning ratu. kang manteping pangandikanira. danta. danti. kusuma, \arsa. Tegcsing danta. gading gajah. yenna \US takul.
kcna manj1ng malih T1.'.gcsi 11g danti. hidu. \ c1111a \LI S tibcng si ti. hora dcnilat malih Tcgcsi ng kusuma. kcmb~rng. horanana yen kcmbang mcbra pindo Tcgcs ing \arsa. hudan. ycnna \ltS tibcng kmah. hora mi nduhur malih. pu111ka brannya sang prabu. horJ kena ho,,ah hing pangandikamra.
Punika salokaning ratu. tankena hajrih hing pa~udan. Brahmana puspa micanteh. nangs 1ka brahmana micanteh. sang '' iku yog: a micanteh. ratu nrepayuda micanteh. Tegesi ng brahmana. kumbang. horanana kumbang \edi hing puspa. Tegesing nangaika. kale brana. m1 canteh. \edi horanana laler wedi hi.ng \atu. Tagesing sang \iku. pandita. horanana pandita \Yedi hing aksara. yen \Cdiva, yoga samadi. Tagesing ratu. nrepa. ratu nandang papati Yuda. paprangan, horanano yen ratu \Yedi. haprang.
Punika salokaning mantri. wiyangga. gobaga. gotala. Tegesing \ iyangga. kodok. den \Huh turuning hudan. Tegesing gobaga. tunggak. den tetep kang kadya tunggak. Tegesing gotala, .bende, pangucape den kadYa bende.
Punika salokaning maritri. den Jenengaken kerta. Candra. surama. ditya. Tegesing candra. \Ulan. hamadangi serta tis. Tegesing surama. geni, hanggesengi sakehi rereget. Tegesing ditya. srengenge. hamadangi serta hangeringi eakehing teles-
Halakibi akupu, salokaning \ong ngakeh hagung halit. Surama ratah. Tegesing surama ratah. mati haperang hing luhuri kukuta Tegesing Jaya maratah, mati haperang hing rana.
Punika saJokaning wong kang menang kinas yan. dcning \Ong agung. Kokila. Man~ura. Kuda. Wanara. Tegesing kokila. menco. den bisa hamicara kadya menco. Tegesing : manyura, mrak. ha~un nastiti den kadya merak. Tegesing kuda, Jaran. yenana pangandikaning guati. den gancang kadya jaran. Tegesing \Yanara, bedes.
Hana saloka. Paksi. Rana. Curiga. lstri. Tegcsing paksi. manuk h\ 1repun bi sa ngucap Tcgcs ing ratna .. emas. h\irepun tanana cacadc kinarya mu stikaning kang praja. Tegesing curiga. kcris. h\irepun kang ngalandcp grahitanc. Tegcsing lstn. \Ong ''adon. kang nganulus ha:11 budinc. hikang bisa ha_jum ''ong sanagara. Lumm istri mangkana. sinalokan. istri cranggirit satulah hayu.
salobning "ong ngina. "ijung ganda hangsa sinamodana Tcgesing \ijung. cdeng. ganda. \a\angi. Sapuluh \a\angining cdeng. hora lali ya gudeh Tcgesing hangsa. banyak, smamodana. panganggo. Yadyan pinarada cucuk hora lali maring paceren.
Malih saloka. taksaka. pinastika, pah\aga, pinayungan Tegesing taksaka. hula, hingingon saking bangeting mantra tutut. yenna silib hanahut \irasane. Tegesing pinastika, madu, sapuluh \Owonganipun, hora hilang rasaning madu. Tegesing palwaga. bedes pinayungan. yadyaning ngaku hana dera sang prabu, hora hilang medaning bedes.
Punika salokantara, padu sewu satus kawan puluh papat. dinadosaken patang puluh papat. megatane wolung prakara. Hanyawadi, hakriyadesi, hanggawe saksi, hanipaksi, hora weruh hangaku weruh. Haniyuk hingarah, hapeteng pangarahe. Pancabaga, salaya pada rowange. Hayamartah, hora temen hing hubayane, hayutah, mandi sahujaring tatu. hapralaya. haprasanda hing wong mati, tan dadiya.
PUNIKA PAGARAYANGAN WEWELU.
Punika pagarayangan maliti, wolung prakara. Hartah Hisakah. Hojakah. Sapratingkah Hatrah. Codakah. Lwirepun Hartah. kang tumandang kreta kang hakon. Hisakah, kahenggonan. Bojakah, hamangan hanginum Ian durjana. Sapratingkah, weruh polahing durjana. Hatrah, haweh gagaman. Gotrah hangalingi. Hacaraka. hatuta dulur Ian durjana, yen kabandaha. hora holih walat tali yen tatu. hora holih patiban jampi. Yan mati, hora holih pangiling sawah.
PADU LIMANG PRAKARA
Punika padu tigang prakara. Kriyawikriya tuwawa tan tuwawa, \Yatana tan \etan. Punika lwirnya kriyawikriya. paduning wong ngangupahaken Ian kang ngalap hupahan. Tuwa\a tan tuwawa, paduning wong ngatitip. Ian tinit1pan. wetana tan wctana. paduning \Ong ngadol hatuku.
Punika padu Limang prakara. Nista masahasa. Mad,·a masahasa. Pari\asa.Hamuka punggung. Punika lwirma. Nista masahasa.
rnaling Jabaning lanang Padya masahasa. hanggorobat i. Hutama masahasa. banilatar hanggorobati. harnbcdah pager.. hanudunaken pari h111g lumbong. Hana '' ong ngatatu. sahisinc hurnahc. hantuk kapatiban jampi. kang ngora tatu. hantuka pasumber. Pari\asa. harnernctan tan saktama. Harnut kapunggung. hangrusak du\ ening \Ong. huta\i hamalahin tatangga.
DUSTA NEM PRAKARA PADU LIMANG PRAKARA
Punika dusta nem prakara. malingama Maling ratna. Maling
kabunan. Maling harep. Maling timpuh. punika h\imya. Maling ngama. haniliki humah hing \Ong nuli kamalingan. Maling ratna. angga\·e sa\Yah, hanggawe kubon, durung matur ring sang prabu. Maling raras. \Ong lanang hamaraning \Ong wadon. Maling kabunan, durung ngamimit lagi malebu hing \ewengkon. Maling harep, hangilang- ngilang duwening \Ong. Maling ngatimpuh, \Ong kemasan.
Punika padu limang prakara. lstri candaka Sabda parus.
Sanggraha wirota. Sanggraha.wacana. Sabda candala. Punika lwimya. Istri. candala, pala pinala, pada wadon. Sabda parus, wong lanang hatuker Ian \Ong \Yadon. Sanggraha \Yirota. wong lanang hamala \Ong ,,·adon. \Ong lanang hajajawat. Sanggraha \Yacana, wong lanang hamisuh \Ong \Yadon. Sabda candala, pisuh pini.suh pada \Yadon
PADU PITUNG PRAKARA SAKSI KA.NG MULYA
Punika padu pitung prakara. Hanggenidah Eka\Yama. Raja\isuna Parad\Yaraning dyah. Pada ka\arah. Sudu kanadah. Punika lwimya. Hanggenidah. hanuneni. Hamisadah, hangupasi. ka\arna, wong nganeluh Habuburigi telik. Raja wisuna. hangadoning hujar. pada \Ong ngagung. Parad\araning dyah. \Ong ngamurugul. Sudukanadah. \Ong \Yadon den Jinahi. hanulih den pateni. Pada kawareh. \Yong ngangamuk. \ enang patyanana. jarahenan
Punika saksi kang mulya. dana \anto. Kulinancah. Dyah parcbi paranincc. Dersasulaksana. Sama paya kapti. Caksiyuh bujanggem. Dumiten Halem bayem. Punika lwirnnya Dana \Yanto. lcbe mudin Kulinancah. \Ong bumi patuh Dyah paresikaranixicc. sodagar Sugih
Dersa sulakcana. \Ong ngabaguc rupanc basa mastaka bcc1kan. caksiyuh bu_pnggcm. pandita katari ratu. sama paya kapti. mantri katari ratu Dunn item. pandita \ateka guru. Halem bayem. katari ratu.
SAKSI KANG NISTA
Punika paksi kang nista. HacukirtYa Hadol trasi. Haduli hadol hapuh. Hatambah, hadol huyah. Hakaraka. \Ong ngajagal. Hamantra. \Yong ngamijil. Hadol hareng Hamberkuh wong ngamalahen. Mrakekeh, wong ngakundi. Hangalatia wong ngadol garabah. Hagedig, pande \CSi. Hagajeng. pande kejeng, hagenteng. pande dangdang Hagender. pande gong. Hanista. hagawe kakapa. Hambirtit, gav.-·e !adorn. Hacarma, wong ngawayang. Hanelih, wong ngadol hayam. Hamadu. Bareng kang den cacak, hadagang. Hagambuh, hapekih, dudukun. hajeh jadu dukun.
LWIRING WALAT PAGARAYANGNING PAPAT
Punika lwirnya walat. Hambegal. Hangental-Hamtaki. Hambadog. Hangulutuk. Hanayap. Hangutil-Hambadog-Hangulutuk. Hanayap. Hangutil.
Punika panggarayangan sanga prakara. Hatarka, Kalah dening patma. Patra, kalah dening saksi. saksi kalah dening bukti. Bukti kalah dening satmata, kalah dening cina. Cina kalah dening ngayomana. Yamana, kalah dening pramana. Pramana, kalah dening ngubaya. Ngubaya, kalah dening purusa. Lwiming tarka. Hujaring wawarah-Patra tutulisan. Saksi wruh hing tigang prakara-Kang ngasakai kang nganakseni. kang sineksenan. Bukti. Metu Saking kang .ngangarah. 'Yumana, metu saking kang den narah, Pramana Kala\vasan. Ngubaya, tutulisan. sarta hubayane. Purusa handikaning ratu.
SAKSI KANG TAN KANDEL PANGGARAYANGAN PAPAT
Punika pagarayangan patang prakara. Kadasa\·arsa. Kanatalina. Kanatalingga. L\irnya. Kadasa\arsa. liwat Saking ha\indon. Kadalu \arsa. li\rnt making limang tahun. Kanatalina. habalin ratu. Kanata hingga : hasalin parentah
Punika I\ iring saks1. kang tan kandd Tigang pr:-i.kara _ S:-i.ks1 pramana_ hasaksi bing" ong la\as. karig den nandcl tan dadirn _ S:-i.ks1 pramana lina _ basaksi bing ''ong mati _ Saksi hakumbah_ saksi hing \ Ong Sudra_ tan dadiya minangka handapan _
Punika I\ iring saksi_ kang tan kcna tinakenan _ Patang prakara _ sirna prarntna_ \Ong dengen Sirna \acana_ \Ong bisu_ Sirna nircaya. wong \icck mataning karo _ Sirna samba\a_ \"Ong tuli _
PAGARAYANGAN NGALIMANG PRAKARA TEGESING JUGUL MUDA.
Punika pagaravangan limang prakara Hakuta saksi, hasaksi sanake dulur, tan dadiya.Hutawi pawong sanake, dadi handapan_ Hambuta saksi, habaksihana saksi mulya. hanging dudu saksining, durjana. dadi handapan_ Hambahu sabda_ Sakaine den wewarah dadi handapan _ Hambahu saksi, hasaksi hing kang mateng, dadi handapan _ Hasaksi, saksine den nebang hebang, dadi handapan.
Punika tegesing jugul muda. Hora duwe hujar roro. Yadyan mantriya, yen duwe hujar roro, hora dadi saksi. Tegesing sang ngakreta basa, hangas. Yadyan panditaha. Panguluha. Yen metu hing pasar, hora dadi saksi. Kretanana hangase. Tegesing raja niti, hitenana prajane, tan kapanggih prajane, dadi handapan. Tegesing titi swara, hitenana pangucape. kang ngala Ian kang becik, kang ngangarah Ian kang ngingarah, hiku tegesing hidarsa, lokika. Tegesing sarudita, hitenana sarune pangocape hing karone. hendi kang ngakeh derane. dadi handap.
SAKSI KANG TAN KENA TINAKON SALOKA TIGANG PRAKARA.
Punika lwirnya, kang tan kena dadi saksi. Pitung prakara. karihirena. tegesc wong \'adon. Rena hiku karane hora \enang dadi sakai. den hingowahaken sipat. sak saking lanang Kapindo cemet.tagese ra re cili_ karane rare_ hora dadi saksi. Dening durunga hidep. hanging dadi yan adu hanget Ping tiga_ wesa. tcgesc du~jana _ bora dadi saksi. Ping pat. rumpaka roro. kedibing Bima_ hora dinados saksi. Ping lima_ sudra ka\inaya_ hora dadi saksi Kaping ncm tirta agung _ tegese_ kali_
Pmg pi tu ratu agung. hora dad1 saks1. kal1. dadi saks1 Yana pgata sahat Datu dadi saksi. Yen kalungeur
SU RAT PAPR ADI KAN LWI RI NG SAKSI
NYATAN ING SAKS I
Punika l\Yiring surat papradikan, Hra\ara halungguhe. sarta sirah tenggeke. hisaka. Masatiti Yen nora mangkono, hora jumeneng lungguhing papradikan. sakratinira kang ngamaca, sarta sirah tenggek hi pun.
Punika saloka tigang prakara. Katara jangga, darana laba, pada ngacaya. Punika l\imya, katara jangga, hujar kang ala. Darana laba, bobab. Pada ngacaya, temen.
Punika l\irnya, kutara Ian katahriya, kang den lampahaken, Sang danna mahos papasti. Kalih welas prakara. Suradita, sarine pangucape. Sara samarmaya, katembang rawa harerat. Sang Dusasana, sahungguhning calawadi. Hanwadi, hangingsiring hujar. titi garmi, praniti bakti Kutara mana\va. hakeh hujaring manawa. Raja Kapakapa, papaning \Ong suduk prayoga. Tidras. Gandarusa. hangaskratabasa, luput prayoga basane. caya murcaya, cayane kang ngala Ian kang becik. Kutara '' idi. tingalena keketege. Sara sapasa. yenna hupata. dadi handapna. Hangakratabasa, titenana basane. kang ngala Ian kang beeik.
LWlRING SAKSI
Punika l\·iring saksi. kriya disti, tan patut Ian hujaring saksi. huta\i. hangulati saksi. hamalaku sinaksenan. Wiruharah. ngandelaken hujanng saksi. Talaya patra, hanulisaken hujar. hamalaku sinaksenan. Tan hubaya. hangebang-ngebang saksi. \alaya patra. tan hametuning hubaYan.e kabeh hiku kalahakena. bYa\ara.haran.
Punika nyataning saksi. Tigang prakara. Kramaning saks1 .. Hanyatakakcn. Pramananing saksi Kang nyata nyataning saksi. hora hO\ ah. Dratining saksi. sumahur tan den takoni. Hapatra-patra daga. sa\use tinulis. pinarahaken. Hanggu\a dasta. hangrungu warah.
Hamalungguh saksi. Hinapariksa. hanga" ruha pocapan kang den nyatakaken. Hanaksening gingsir pocap:rnc. hikang den saksani. Tan y6g:a minangka saksi. Hikang ngapagah. hikang ngamintuhu. hikang ngagilan. hikang ngadrama. hikang ngaloba kra:a Sang Brahmana. Satrya. hika Kawasa. hikang tuhu hing Krya.
Kang tan dadi saksi. nem prakara. Punika lwimya. hikang doyan ngumapet- hikana doyan linyok. Hikang nitsahasa\ala hikang katon. sudosane hikang wruh Ian dusta.
SATOKA KAWAN PULUH PRAKARA
Punika saloka sukartaning sarira, pitung prakara. Mustika. Likus. sradula, macan, colika, tekek. Dyahpada, uler. Gantika, Krami. Ramada, hadangdang. Wradu, lintah.
Punika saloka ka\an puluh prakara, sukartaning nagara. Sari-sari suti ngampuhan. Sigangga haduraka. Hika salokaning hanggening dyah, gajah handaka hadurga Brama. Salokaning ngutama mahasa- hasa, bangga kadurkaranta tan wringbaya. Salokaning gidem pranem. H adaket haduliket. Tan wringbaya. Tekek mati dening hulone Salokaning lstri sagraha, handaka hangumbar sari tan wringbaya. Saloka niti, hanakahinan wruhing paya. Salokaning lokika, simaga- maga puspatra. Salokaning codakah, lembu hangungas tama tan \Hing baya. Salokaning wong kadunungan, gana hing. tan wring sukrata tan wring baya. Salokaning nganekel kanya, gajah handaka hangungas sari. Salokaning ngandalih, hora patut, pan dalihe, ganahina tan \Hing laksana. Salokaning rebut bumi, nagahina tan \Ting \isa. Salokaning hacacaya. Ganahina sukreteng prana. Salo, kaning sanggraha wacana. bara-bara kadi bara tan wringbaya. Salokaning tanpa krama, singa rodra mangsa tan \Hingbaya. Salokaning istri cangcala. istri cangcala linuding Iara. Salokaning hanyawadi, hula mandi munguping kari buntute. Salokaning tidrasa. sanggraha, istri culikem cangcala mapararem. Salokaning sanggraha. hinamatan \ring sukreta. Salokaning tidem jinah. lcmbu hangrusait hol:a. Tan \ring baya
21
Salokaning ngahutang. gada hangrusak pradana tan ''ring ngupaya. Salokaning sarudita. hadadamar padang \Ulan kasulu\an Salokaning ngutama mahasa-hasa. hana kang ngatatu. simamasata hangapus cina
Salokaning \Ong dumunung hilang duwene kang dumunung. hana hinalekatan \ring lakeana. Salokaniring ngamamaro. culikem buktiyem. Salokaning nganekel kanya. lembu hangusar sari. Salokaning ngahyara-nyara. lembu ganang hangrusak sukrata-Salokaning wong ngamimisuh, singa bangsa wirodra tanpa krama-Salokaning wong nganingar, sardula mamangea riyiem. Salokaning ngamateni,. singa mamangba hangapusi raga. Salokaning nganingar wedus, \irodra bangsa gaka masa-mesa. Salokaning ngamaling banyak. singa bangsa, kahangsa tan wring baya. Salokaning maling bebek, singa rodra bangsa wrodra Krama.Salokaning ngamaling ngayam, smga bangsa sata hangapus gita.
SALOKANING ISTRI HAJINAH SALOKANING MANTRI HAJINAH
Salokaning Mantri hajinah. kulanancah wruh gula\ayem. Salokaning istri, distri gulaneah, paradarancah, kutila kumuda ba\ek, lstri culika. Kang ngadu\e rabi silokanya, simapinrah bogayem. Salokaning ratu paradata. ratu riyem paradayem.
Mu\ah parijata cirinipun. \Ong ngaraksa suralisaka. \ijil saking pangeraning jimbul. Kaprenah harama tm,ane de sang ngakuwa niti salam, reh hira hangajum. \Ong sanagara Punika h\irepun. Yannana \Ong ngamamanggih. kaprenahana hikang-ngatunggu la\ang Sayatra. Lan marganing ngamanggih. kasuratana. kasrahana kang ngatunggu pintu.Yen \Ontcn kang ngangangkcn. sa.1roning satus ka\an dasa dina. mantcpa drcbene kang ngamanggih. Yen malih kaja\i saking satus ka\ an dasa dalu. mantepa drebcnipun. hanging hantuka sawlasan kang ngamanggih. palanipun tan \Ontcn langarani. yen maling tcmon.
SURYA ALAM HANRAPAKEN LINGGIHING KAWULA
Mu\ah banJar lulurung ngagung. sami pinalih. marganing plu Ian istri. karane tan keniya lainpahing sanggraha. Kadi \Ong kajineman. palane \Yruh husiking nagara. Wonten dene \Ong ngatunda. '' ruh lampahing pranata. \Onten dene tclik. hang uninga lampahing duratmaka. dateng kesahipun. Wonten denb mantri. hamanea nagara. hanjaga suradiraning satru. Wonten dene Dipati. dadi huger-huger ring nagara. Wontcn dene hapatih. hamongmong \Ong sanagara Hanguningani. \a rek I uwening \Yong sanagara. Won ten dene tumenggung, hanguninganing kuta rubuh. papanggungan bojod. Wonten dene demang. ngaweh sukaning \Ong sanagara. Wonten dene rangga, hanata baria, wruh sanjata hikang rusak. Wonten dene nanurutan, hamegat kriya, wruh salwiring basa, gedong bamaregi. wong sanagara. hanguningani, kagunganing sang prabu. Wonten dene hinya, hamong \"Ong kadaton. Wonten dene tanda, hangawruhing kesah datengipun wong sang ngamanca. Wonten dene pringgabaya, hangsarani pati hahewah, mapan kinaryaha gula-guli hing pa~udan. Wonten dene juru, \Yruhing turangganira sang prabu. Karane sang Prabu hajujuluk Sultan Surya Alam. dene tanana kasamaranira.
TINGKAHING SANG PRABU HANATAH BALA
Punika pratingkah hira sang Prabu hanata bala, bakti kinarya Ian krama. Wani kinarYa Ian dana. Wedi dadi kalawan siasat. Sih kinarya Ian halinalin. Yatna kitiarya Ian beda-beda. Punika kramaning ngabawa bala.
Muwah trapna sujanma hangembani pamirahos. Wong desaha. wong nagaraha. yen tanana samodanan, yen gampanga kenmg pamirahos, katempahana satohing ngapadu. Muwah pakantuking hamirahos. Yen sampun rampungi pamicara. Dadi haroron-roroning kembang hangulih. Yen malih sampun kateda hing sang pralbu, wlasana pakantukipun Karana halal \elasan puniku. dene patedanira sang Prabu. dateng palakreta. sinalokan. Prabu hadil dana sanca\a ha ran.
TRAPING HANGGIRINGAKEN MIYOSA HING PALAKERTA PALAMPAH DALEM TINGKAHING PASEREN
Mu\ah traping hagiringakcn m1yosa h111g palakrcta. Sampun malebct datcng griya. \ enten _1amning kuri Sampuna mutung pager. Sampuna nauhi pa\estri. Sampundika surat111g pangueap Sampuna ngO\ahing tululisan Sadaya piniku. candala suhsila haran. Den hapagehing mula madva \asana. Haja h111g sepining \rnng. Haja hamulik maring griya Sampuna ngideti, yen tana ngiring dateng kang ngadrebe. Sampuna ngideti yen dereng ka\irahos Sampuna ngideti. yen tan hangiring palampah dalem. Kang kocapa pumku kabeh, panca susila haran. Yakti. dadi salah tampane kang mirahos.
Muwah traping hapaseren dateng griya ningaL sampun langkung saking wong kakalih. Karana jinangkepaken kakalih. hana rowange hamirahos, hiya duduning lampah. Yen malih langkung saking wong kakalih jumeneng hanggoroboti, Ian denda madya sahasa. Hanging kengang tangkep malih, sinalokan, purus sahasa tan wrluh hing baya.
Muwah traping nganatabi. yen tan \Onten kapalih, wirasangdi dosa, yogya trapana walik sadya. Ian keniya. hing pasumingar, Ian denda madya sahasa. Yodyana ngiwata. Mamalinga. Haningara. Hangutila. Hanganggasa. Hambegala. Hangentala. Hahutang banga. Yen kadi punika. Sirna tanpa hutang. sirna tanpa dosa, \Yyawarahanipun. Tan kawicara malih. Haran Sanagara.
Yen malih hangiring panglampah dalem. Tan jarahi, hanatabi, dados salwiring karya, kaleresan hing pamatangipun Drebe kang kambil punika mantepe yen \isesanira Sang prabu. hingaranan katiban hawu hanget. Yen malih luput pamata.ngipun. keni hiya hing ''alik sadya Drebe kang kambil punika. mantuka sakawit Lan haja pasumengar. Ian haja kadenda. Hingaranan hundang liman Mapan mantep \Yisesaniranira sang Prabu.
RATll HAGELAR DANA
Dan punika lwiripun. yen Sang Prabu hagelar dana. Kang dihin hing hanak yatim Ping kalih \Ong sug:ih kalungsur. ping tigo rangda
darbc suta janglu. Ping saka\an. \Ong lag1 tcka munggah haji Kaping lima \Ong ngamara desa. Kaping ncm. kang ngatctL~ p pangabaktinipun.· Ping pitu kang ngatctcp hasaba pascban. !..aping \ Olu. \Ong nista kang tan ka\a\i panganc sadina. Punika '.'ogya \Yehena dana. hingaran dana mahamarta Yenana hatur-hatur maring sira. \Yangsulana. tumulih den sartapi gajihipun. dana karana haran Yen sang Prabu hakengken. hanuli sinung sukanva. dana ''isesa haran. Yen sang Prabu hasusukan tanpa karana. \rnng sugih \ Ong kasiyan. \Yong li\Yat dalan. dana balaba haran. Yen sang Prabu hakengken. yen teka hanuli pinapag pasusukanira. dana krama haran. Yen sang Prabu handerbe karya, sinambut dene \rnng Sanagara. yem mantuka nuli sinung sukan. \Yarata tanana kali\atan, kandaga Ian telilinggih. ,,·acucal, humbul-humbul, lulurah desa, bebekel, wong nganyanyani, patinggi desa, wong karaman, pakatik, harasati, sinami pasukanira. dana \arta haran. Yen sang Prabu sineba, hanuli habaksana, waraha sakehing nangkiL dana sancaya haran. Yen sang Prabu haluwaran si neba, hanuli hanuksmaken dana, hing mantrinira, dana sakeka raksa haran. Hupamaneki maranggi, hamidep prabote, tan pegat panguningane, dene sah hesuk sore, Ian hora kaliru paparane, hora kaliru trape, hing sawiji-wiji. Punika lwiripun hingulah bala, sinalokan sang prabu candra baskara ,..-arsa haran Tegese candra \·Ulan. dening hamadangi tan kalawan rengat Tegese baskara, srengenge. Dening hamanapi, tanana kasamaranira. Tegese warsa, hudan. Dening ngamaratani, lamona dana.
TINGKAH SANG PRABU HADANA HING KAWULANIRA
Mu\ah sang Prabu haja hage humateni. yen dereng nyata dosane. yening agama. hangandika kiyai hing Pangulu. Yen Adigama, hangandika Kiyai hing Jaksa, wonten dene kang kinengken. Kawruhing Agama, Ian kang nityasa, hasih siniyan Ian rencang Sateda, kang haja dengki hing ro\ang sateda. kang bisa hanimbang rarahos. hing Agama Ia n Adigama. Karanten kadi punika sampuna parebatan hature Hi Kiyai hing Pangulu. Ian Kiyai hing Jaksa yen pantcs sang Pangulu Ian Jaksa. mantepa bing sabenere. Hing wisesanira sang prabu. Yen Agama Adigama. bebeneran arannya Dene \HIS haduwc pangestu. Yen Prabu Purusa. hadil hing balanira
IYhrnah h1ng harna\ 1 pa1111rahos. hajana p1narca' an. yad: an sanaka. bapaha. hanaka. : adyan panglampaha. k.1cncnga _ Jaksaha _ ratuha _ mantnya. Ha.1ana bmcdakakcn_ yen bcncr. den bcncrakt:n _ yen salah den salahakcn_ yen linyok rm\ uh trapena. sahujaring kotara Samalihipun _ yadyan panditaha. : en. linyoka _ smalokan. Dura Samba\3 haran. Tegesing dura. adoh. samba\a. sato_ haja hujar Janma
Mu\ah yenana \Ong ngapadu maring sira. haJa gupuh handadosaken huningakena rihin. Kalah menangipun. mapan kang kalah samilan pejah. kang menang samilan kalah. Yen kengang pinahut. hanuten katataha, hing samodananipun, den kadi ki hundagi hakarya bale, sampun kaliru papasangane. den bener tatrape. dene salahing Hyang, mapanaraka, hangiling-ngilinging sira, dena patut Ian \irasaning sastra.
MmYah kawruhana lampahing Jati pati, sarasaning awyawahara. Hakaryaha, hawakaning duta, hangilangena pugung, hategaha hing Hyang. Mangka karana sastra, karane tan manggiya papa. Sarasaning ha~wawahara, mapan sira kadi guritwesi, hamalerana hikang tan bener. kadi dantaning liman, kadi baskara medal. Lwiring hamiweka karya. h\ ir pastika hing twas hakehira denira nguningani, twasing hawya\vahara. Dene tan sinung meteya. hing hama,vikitrya.
LWI RE HAMIWEKA KARYA KAN G WENANG KALAHAKENA
Mm\ah hYirting hamiweka karya. sampun korup denira nrapaken pradata. sampun korup prenahipun, Ian hanutta sasananing Sastra. Titi pranahaning bukti, ng,vang hingilikiti, manahing dewagama. hing agaman. Agama haran. Wiyosing sastra, Adigamahan Tatranira sang hamawi rat. dC\agama haran. Kajatinipun pacoran. bukti haranika. Pasrahing likita. haraning kang Surat.
Mu\3h kang tan \Cnang lampahana. h\iring hami\eka karya. Sarnpun kalaning henjing. tannasring tiningalan. Sampun kala tangangc bcncr. tanaYun pan sba. Dene keh tata titinira Mana\3 hana hucap- hucapan. hurip~hurip hulamandi. hurip denc buntutc. Manawa kang blah olih saksi. hulih bn_ holih bukti. Kang muni hing salaran. karihin
ping kalih sas1hipun. ping tiga saksi nipun. ping pat tatunipun. ping lima sasangkalanipun. ping ncm masanipun Hinggih kantcnana hing kcngangipun. Ian tan kcngangipun. mana\ 1 kalebcting kalingga nata. kanata lina. kadasa ''arsa. mangka hingapotang. hahutang. den sami halalayangan. karanten tan manggiya \Yirahos.
Mu\ ah ka\Ymhana kang \enang kalahena. denira sang drameng papat1. sira sang jati pati Yen \Ooten kalebeting panca prakocapa Punika l\ircpun. purusahO\a silanya. ho\ah pangucapnya. howah giryanya. hO\ah lakeananya. hO\Yah haturnya. punika lwirepun. panca prakopa haran. kang kengang kalahena. MmYah husta. hO\ah-ho\Yah pangucapc. hamet gingering hujar. MmYah rya \Yacana. tegcse hasring linyok pangucape, muwah suksma wacana, tegese hanyotok palakerta. Mmrnh pancaraksi, tegese tana~un kasoran hing pawicanten. Muwah bahuraksa. tegesp hanguwati hing ngapaben. Mm,ah driyoraksa. tegese hasring hanahura palakarta. Mm, ah tri sabda, tegese haliyanaken hujaring palakarta. MU\ah denda pati, tegese hav,·adiya. desa kang ngabangga, haku hamusuh-Muwah suksmadiya saruwisanu, tegese hamedal pasilan karta. Muwah panca hupaya, tegese hangangge kawisayan. sarta hangaku yen hadrebe. yen kinen hamiyosaken, dena wartaken darkening lyan. Muwah tradesti. tegese hingaran hangesahaken rabining lyan. Muwah dusta marupa sadu. tegese hapa tan dateng karta. kalam ara, hangingu rambut panjang ngagembal Yen sampun dados wicanten. haparan kadi satriya. Punika lwirepun. sabda kang \enang den kalahen.
KANG TAN WENANG JINANTURE TUTUR
Muwah kang tan wenang jinanturing tutur. haraning \Yatang. tan pantes yen kajantura. \Yarnaning watang. lanang \adona, hujaring watang. kehing \Yatang. karane \Yatang tan pantes yen kajantura. hupamane \ahosing hayuda. karane \atang tan kcngang kajanturing tutur. hiya mana\a bubuken. ManmYa ccndek tuna pamatange. manawa hala \ahosc Ho\Yah puruge. tan kukuh sescritc. temahipun dadi paguyon. Wontcn dcne \Yatang kang pantes jinanturing tutur. haraning sakasi. pagm,ening saksi. giryaning saksi Muhung ngature kC\ala. lanana huninga. hatm'a hamiharsa. bcda kala\an \atang kcngang yen
kajantura _ saks1 kara111..· '' cnang Jinantunng tutur Dcning saks1 hupamanc. humbul-humbulin ngayuda. yen 1u111ci1cng humbul-humbulc. mcnang prangc dcnmg hap1k palipik. hinga~ uda \acana. Mana\ a musuhira_ handrebe pamal ing km\ asa_ temah1pun hilang tcngcraning hayuda_ kalap demng duratmaka. Kang ngasedatan_ tcmalmya kasya satya_ Iara pati kang den panggih.
HAMRATAKEN PABEN
Mu\ah \Ong hamrataken paben_ kang wenang hingantos. yen kang ngagegeringan, kapapaten_ hanganti kang ngangemban, hanganti jajeneng, hangiring-ngiring kang lumurugan haji Kala hingandikan dening ratU. Hangantiya karya tutur, yen nora kadi punika, wenang kalahena, dene panglarnpah dalem. Sarta keniya hing pasacangon. 500, sisih. yen tan miyosa, haran dana, keniya hing kalih wlasan. Yen si meneng pawicantenipun, haseyos pakantuking ngamegat.
Yen malih den kuwati dene guatine, kembulana mantri hakatah, sarta pangandikaning sang prabu. Yen sampun kapalaksana, hanuli pejahana dening sang prabu, hikang nganguwahi punika. Huta\Yi yen ka\adeya, \Yenang ka\Yiji-\Yijiya, hanak somahipun. Sinalokan ra1a wisuna karta haran. Kang ngapdu ra\uh trapena, tan laraha, dene rehing ka\Ula, mangsa tan miyosa, yen den kona dene gustine. Muhung keniya hing denda. 2.400. yadyan satanaha_ \Yong gawaha, luluraha. hagung ngalita_ ra\uh trapena kadi punika.
BANGSA SARILANG
Punika ka\Huhana kang rilangyang. Tegesing rilangyang, nusoni srnusonan. Hutawi hora \enang harabi rare hiku, yen nusoni ping lima. Yenana nusoni ping tiga_ hutawi ping pat wenang ngarabi rare hiku. dudu rilat haranc Huta\Yi hana sanake rare hiku_ kang du rung sinusonan_ maka hi~ a hiku halal nikahc Hutawi-kang haram nikahe_ kang nganusonL ping lima-pinisahakcn rare hiku. Ian dcnda 15 000 Hora \cnang halaki harabi rare hiku. yc1U1a rab1 ram1h trapcna.
B\ NCSA MUSAHARAH HA\ACIH PIYUTA!'IC
Mu\ah punika kang haram Saking haka\Yin. Rabining kak1. Ian r:1 b111 ing bapa. Ian rabining hanak. Ian rabining putu. Ian sanake dulur. b n haram hiya hing hanake kawalon. Ian haram hangalapdo. Tegese hamamaru sanake sadulur. hutm\i misane, Ian haram hamamaru Ian bi bi saking bapa. hutawl bibi saking babu, hata\a hantukira hatuku. \ ong \rndon roro sanak. denanggo rabi sakarone. maka haram nikahe. sakehe hiku hingaran bangsa inusaharah, haranya.
Yen kita hanglakokaken. \Yenang pinaten, karana laranganing Nab1. Hanaki Nabi Adam, hangtabi kala\an sanake sadulur. Nabi Noh hawenangaken, hangemban bibi saking bapa, hutawi sanaking babu. Nabi Ibrahim hawenanaaken sajerig lawuh hing jro masjid Nabi. Hiyakub hangalapdo, wenang ngamamaru kalangan sanake sadulur A bdullah hangemban kaponakan,. saking "ali. Maka jumeneng Rasullullah. Kang sinung salamet dening Allah Hangandika Rasullullah saling ngalim, heh humatingsun, sun cegahaken kang bangsa musaharah, Ian bangsa sarilang hiku. Lanna nginum sajeng lalawuh hing jro masjid. Sing sapa muhalapah hing Nabi Rasullullah, halehi wasalam, maka wenang pinaten. Wus salami-Jami ahire jaman. saking sih hira sang prabu hing kawula nira, dinadosaken danda
- Nanging Kuhma Pinaten Yen dinadosaken denda, maka pinisahaken hiya. Punika Iwiring wong nganagih piyutang, titir panagihipun. hanging mangkana huga sama.dosipun ya ta kang ngadrebe potang. hangidebi deti, salwir kang denalapa. yen tanna ngiring panglampah sang prabu .. Yen saking sukanipun. drebe mantuk, sakawit. Dening ngutangipun tan kav.irasa malih, Ian dendaha, 800 Hinawisse haranya Yen mantuk karta padang, yogya drebe kang ngainbil punika, mantuk hanekel Ian kadendaha. 400. Hambegal maya harannya Yen si ngiring pang lampah sang prabu. yen si kirang pangalapipun. tan kcngang hangalapa malih Yen le\ih \angsulanna tanna denda. Kundang liman haran
WONG KACORAN HANGANGGE KAWISAYAN
Muwah hand wong ngapacoran. den lebctakena silurup Sampun parcng malebeti. toya .. sami sajroning balabar Yeh pareng budal. popogen Yen parcng budal kang sasisih m1yos saJa\\ining balabar. i Yen parcng budaL kang sas1sih hatilar pugcran.blahcna kang ngati lar_ 'l.'n p~ucng budal. kang sasisih hatilar Joyo.
Yen petrcng budal. ketng sasisih Pejah. kang sasisih mutah gatih. kalah krng pcjah Yen parcng budal jangkcping kalih. tanana kang babada. tanana kad1 kang kocap \Yalrn punika. puniks yogya. sapihen. Yen si pareng pc_iah. parcng mudal, bunuhena)~ll -\\Onten kanton. Sinalokan naga pralina kalih hangrebut mangsa.WONG NGAPADU WUS TINITI NULi TRAWALIHING JAKSA
Mmrnh hana wong ngapadu, sampun tiniti tala. nehra. kang sasisih hagra\Yali dateng jaksa. Muwah yenna sungsunga. Yenna ngundang- ngundanga. Kiyai jaksa. tanana panampik hipun. Sampuni dados wicanten. Musuhipun ka,,·on. Kang tan mara punika yata hangucap kang kmrnn puniko kiyai jaksa pantes yen kawula kawon, musuh kawula hasabakarta. Punika yen satuhunipun, hasaba palakarta yogya yen kalahena Yen wengi dosa. pati. Denda 5.000 yen rahina. den mamaling Denda 3.000. kang ngapaseren pakantuke. 1.500 sinalokan maiing sopana maya sakarohita haran. yen malih tan kalawan nyatanipun, krata sinaba hing ngapadu, yogya katrapa satohing ngapadu, hamutung, sinalokan dusta maya sakarahita haran. Mapan wonten hucap-hucapane, hajembar hikang ngalam. hati yukti kang langit, mapanna **J** em bar wi\\ ikaning durjana. wulune salembar dadi hupaya. Sahujare corah nora kandel.TINGKAHING HANDANG WICARA
Dan \\amanen pawm\Use kang ngamahosi, hanging hapaksmrnla. Hasalin tataning kotara, tataning praja, niscaya patutta Ian Suraja Surya Alam, Ian suraja niti. Ian Suraja kapa-kapa. MmYah handangira tuwan haji, h\ir tranging baruna baskara kembar, dening hamiharsa kara karaning radya Dene tanana rentenge balanira, sanagara tampa busana tanpa baksana. \\Ong tani mangkana huga. Den sami \\TUh hing niti radya. ciptaning \Yadya. kadi we\\ehing kusuma basanta. hamiharsa sagrahing kartini Lan trana trani halungakena semin. kaget pangatagi \Yarsa kapat Dene meh tiba kang jawuh. \\Ong sadaya hegar tyas hira. \\Ontcnna hayun kasoran Garu \\Ulukumra sumadya. kudi paculira cumams. Tumuluh hana sambong. galenganira sampuna pcnct. karanc haringa toyanipun Tatanimanc mangke sam1 dados. Heh W\\ang sadaya. mana\\i sira kakirangan sraya. hanjaluka saraya manng kang ngakatah, prabot hi pun Mana,,·a katibaning ja\\un. haja sira kari Ian \\Ong ngakeh. Yen si katrangan Ja\\l.1h. yakti ''inihira nora tu\\uh. tur linuding kirang bukti. Huta\\ i sira yen kataken musuh. paran polahira. yakti hilang kang tigang prakara. Dihin \\inihira. ping kalih beyanira, ping tiga karyanira. Yakti sariranira dinenda kawlasayun. Punika sasmitaning wong ngapadu, sami \\icantena bing kayumpun. Mangke sun kerdinana, hanut nagaraning kang miskin. Denda. 14.000. Dinadosaken.15.000. Denda 50.000/ Dinadosaken.5.000. Denda.8.500. Dinadosaken. 7.200. Dendaning hamamaling rahina.24.000. Dinadosaken.3.000. Denda.24.000. Dinadosaken.2.000. Denda.40.000. Dinadosaken.4.000. Dinadosaken pah 00 Punika katraping sukaraja, dening kawulaning wong miskining sdaya. Sinalokan nalendra sihing ngina nista haran.WONG NGAPABEN DATENG PALAKARTA WONG NGAPABEN
Muwah wonten wong ngapaben dateng palakarta. karta sampurma susuratan. sa\Yirahosing hapaben. Hiriku sang dem premanem, tanna miyosi samados, hapapatutan wong kalih-kalih. Yen kadi punika, yogya trapana kalih. Punika hatrapaning krata 2 000 Hamepet pasumbar haran. Muwah hana wong ngapaben neher kang ngamalakreta · hamatut. Kang ngapaben tan kena pinatut. Mapan sami panurunipun Sampuning kadi punika, hamiyosaken samodana. rong ngatus sisih. Hanuli kinen mantuka kalih hipun, yen ra\\uh hing girya hapapatutana \Yang kakalih, tan wonten miyosi samados. Punika yogya katrapa kalih, sapaliha jeneng krata. 1.000. Sinalokan hangrusak taba haran.WONG NGAPATAN WONG DUDUK KAPUS KAPENDEM PRANITI
Mm\ ah. hana \\ong ngapatan dateng krata. saha tutur baya gade.. krata dercngnga nata. Yen mangkana Salah satunggil. kalahcna. Sami !:i n kasigugu haran. Yen mara '' ong kakalih. ra\\ uh hing g1r : a. hapapatutan Yog: a trapana kalih. rong ngatus sisih. Sinalokan hangluhuri tata haran Mu\\ah hana \\Ong ngapabcn. saha beya gade Sampun kagadchan dening karta. Yen salah SJ\\iji tan miyosi samados. Yogya yen kalahena. Yen malih tanna miyosi kalih. yogya trapena kalih. tatrapaning karta.2.000. Sinalokan hanir karta hamung\\ang tata. haran. Hanging kengang tanna tangkeppa malih. Sarni Ian kasigugu haran Mm\ah hana \\Ong ngapaben. hamarani patakenan Karta.sampuna balabari. sampuna suburatan. Yen mangkana sami Ian kasigugu haran. Hangingkengang hatangkep malih Yen sampuna srah-srah paka\\On. Punika hYirepun wong ngaduduk hapus kapendem, yen tan \\'Onten hangrahosi, jangkep satahun. sima tan kawicanten malih. Yen malih hamalajengaken paben. hamalajengaken desa hangungsi jajaniripun. Punika yen datenga, kengang ngucapen malih. Yadyan kanata lingga. kalingga nata. yen mantuking nagaranipun malih, kengang ven hucapena malih. Sinalokan coran hatilar tapak jero haran. Lan malih hipun. sampuna tampi gade, yen derenga tampi tutur. Sampun nage hatutur. yen dereng pangriringa. He\\l.th denira hamegat karya. sampun hage pamirahos, yen dereng kariyan kang \Yirahos Hucap-hucapan, sampun lumampah kasalantara Dadi tibaning dosa. Dadi sangngaraning nagara. Sampun tanna ngangge praniti. Pranata Tata Titi Prayatna. L\Yeripun praniti, hangraksa hula. pranata. Saluluwe. Tata. Kararaka. Titi betet. Prayatna. Kalarap Praniti semut. Pranata lampah. Praniti sayap. Punika hYirepun kang tumraping sarira. sadaya Punika. Tegesc praniti, kang binukti. Pranata. Landeping grahita. Tata. Linggihira dena penet. Titi patakenira dene gemet. L\\ircpun malih praniti. mantri kartini. Pranata. Kahum. Prayatna ,,·ong ngasawita. Punika lirepun sadaya. haja sira hamangan papanganan kang tan pangrasa Sampuna ngangge kang ngora halus. sampun lumampah siti kang tan rata. sampuna nginum banyu kang ngora \\Cning. Hiya hiku kang ngaran kartini. Mantri hangrakca hula. tegcse mantri hang ngaktar manggala. Tcgcsc kartini kang ngaran bakti. **33**RATll HAMATENINC WONC WONC NCAMAMANGCIH
MU\\ ah traping sang prabu hamatcni \\ ong. sampunatab1. Ian sa_1ron111g nagara Sam pun dados tampaning nagara Den n~ ata pcjahipun. kajcnenga dcnc kang ngamanca lilima-Lan dene bcncr patmc. sampun karihin patmc. kantun rarahosipun Sampun hambanda. hajarahi. ~en dcreng karahosan Mu\\ah \\Onten \\Ong ngamamanggih. kalanipun ngalap tanana huninga. Kadi ta \\Onten \\Ong ngadus. babaktani.pun den hilir peni. neher \\Onten ra\\Uh. haningali babak1an. Ya ta hanuli dcpun nalap Sampuning kesah. hanuli \\Onten \\Ong ra\\Uh malih. hanuli sira hadus. ya ta kang drebe babaktan. kantun punika \Yangsul eher kapanggih hikang hadus kantun punika, punika. lampahing tidrasa. hanging marerehena, ka\\ an puluh dina. yen tan kapanggih. matepa kang ngadusa ngileni sakawit.MUWAH HANA WONG PEJAH
Muwah \\Onten \\Ong pejah. den nalap gagamanipun dene \Yong lyan Hanuli \YOnten \\Ong ra\\Uh malih. Yadyan nestu \\aneha saksi. Yen babaktan sampun hicaL karihin. tan dados dene hasaksi. Yogya ka\\Tatan hing kang mangkana. hangileriana samulyaning pjah. Tanana denda.MUWAH HANA DERBENING WONC KAMAIIINCAN DERBE KAPANCCIH HINC LULURUNG NGAGUNG
Muwah hana drebening \\Ong kamalingan. kapanggih hing lulu rung ngagung. hata\\3 bing kubon pupungkuran. Sahenggone kapanggih. yen nuli depun halap. tan \\Onten hunmga. kalaning ngangambil. Sampuni kabakta. ha nu Ii den saksikakcn. ma ring \\ ong ngakatah. Punika ycning pawicanten. datan padosa. hmg saksinipun. Yogya ka\Hatana. samulyaning kamalingan. saka\\ it. Katidarsa haram·a.WONG KAHARGANING PANDUNG
Mu\\ah hana \\ Ong kamarganing pandung. hing kubonipun. hi.ng lu lurungi pun, hing pupungliuranipun. Yog~a hangilenana saka\\it. Lan kadendaha. MadYa sahasa. 1.500.WONG PEJAH
Mm,ah hana \\Ong pej ah hing halas. hata\\a hing tegal. hatawa ring prenahnya kapanggih. ya ta sami den pariksa, dene \\Ong ngakatah. eher \Yonten \\Ong kapapak. sandangipun hing kang pjah. Tan \\Onten \\ Ong kapapak malih, hanging \\Ong hiku huga. yen kadi punika. yogya katrapana sakawit, sanlUlyaning pejah. Kamargabaya haran. Yen malih sahacina dene kapanggih, hatawa den hambil kang den hangge-hangge, yogya kawratana, hanikeJ SamuJyaning pejah. hutama dendanya mahasa-hasa. 4.000. Hanggaskamarta haran. WONG PEJAH HING NGALAS GLAHAN DEN HALAP Hana wong pejah hing haJas, yen sami den pariksa, wonten kapapak sandingipun kang pejah. den pariksa kerisipun, wonten getihipun, punika jumeneng Jokika, yogya hangiJenana hamutung, Jan kadenda 4.000. jumeneng yena nganggas haran. WONG PEJAH SANDINING RAGA WONG RARASAN LAN RARENING WONG Hana wong pejah sandining raga, hing Sawah, hing kubon, prenahipun kapanggih, yata den pariksa, dene wong ngakatah. hing gone kang pejah, ya ta den takoni kang ngaduwe kubon, sanuripun boten huninga. Yen mangkana, yogya hangiJenana hamutung, samuJyaning pjah. Jan denda madya sahasa 2.000. Muwah hana wong rarasan Ian rarening \YOng, tan kasat mata. dening \\Ong ngakch, yen nantara sadina kalih dina, rare punika hanuli kcsah. yen hastu den rarasan. yogya kawrnhana saka\Yit. samulyaning migat. tanana denda. Baya \\asi haranya. WONG KEKERENGAN WONG NAKENANG HISIN HUMAH Mmrnh hana \\Ong kekerengan, sampun ta sapih. yen hantara sadina. musuhipun kasudukan, yen kadi punika. salah tunggala, yogya kawratana samulyaning kasudukan. Kayogyabaya haranya. I 0 000. Yen sisip pangarahipun, keniya hing panggiring kalih wlasan. Muwah hana \\Ong kekerengan, sampun sinapih, salah tunggal sasumbar, ya ta musuhipun hing dalu kasudukan, yen nyata denya hasusumbar, salwiring pangucap, yen kadi punika, jumeneng lokika, yogya hangilenana hamutung, mulyanipun 5.000. Yen tana pejah, hasunga patiban jampi 1.000. Ian denda 2.000. yen pejah dendanipun 4.800.Karaga sasa haran. Hana wong hararasan Ian rarening wong, hantara sadina, kalih dina, ya ta kelangan kang ngadrebe girya, den rarasan tatan hisining humah, tan kasat mata dening wong ngakeh, yen dados wicanten, yogya kawratana, hing kang mangkana, prayoga yen kinen hangrereha. yen tan kapanggih, hangilenana sakawit, samulyane kang hicaL tan denda. Bayawasita haranya, yen si sah hacina bukti. Yogya kawratana hamikel,. Ian denda hutana mahasa-hasa 2.000. Hingaranan baya sakarahita haran. Hana wong roaring humaki hing wong, kang ngaderbe girya kala sepi. Neher kang handerbe wisma, kecal-hecalan, tanana mara malih, hanging wong puniku. Yen kadi punika. yogya kawratana sakawit samulyaning hicaL WONG NGAMBURU PANDUNC, WONG KELANGAN WONG NGASASAJAN Hana wong ngaburu pandung, ya ta hana wong kapanggih. saja\\ining lawang. hatawa hing babahan. henggene kapanggih, yen sahe cihna denya kapanggih, yogya hangilenana hamutung. yen kang ngadrebe kalonglongan. sami Ian hantuk maling pakantuk hipun 400. Punika dendanipun. maling kagarantaka haranya. Sunyi dene kecalan. Nehera lami-lami; den wangsulaken pasungsung punika. Ha\\·adihipun boya keni, boya harawah. hatawa lali, hata\\a haluh, salwira pada, yen kadi punika, yogya pasungsung punika mantuka hamutung. Derbe kang wical, hangilenana saka\vit. Ian kadendaha 2.000. Jenenging pa'' icanten, tidarsa lokika, sinalokan tekek mati dening ngulone. Hana wong ngasasajan kaladalu, hata\va liwat basahos. mapan liwating masa. Lisen hangundang-ngundang, sahvir libenipun, ya ta kang depun parani punika, kamalingan, hata,va kasudukan. Punika yen hastu denya mayangi, yogya kawatana hamutung. samulyane drebe hi cal, samulyane kasudukan, Ian kadendaha. 2.000. Jeneng hipun lokika, sinalokan maling sopa maya haranya.WONG KAMALINGAN WONG SINUDUK TANPA DOSA
Muwah hana wong hakasayaban salwir wontena kang kapanggih, yen rawuh hing pamirahos, lokika jenengipun. Hangantukena hamutung. samulyakana kang ngical, Ian dendaha 3.000. Hingaranan hangangge tahi habong. Hana wong linokikahaken, lwiripun wonten wong kakerengan, sampun sami sanipih, ya ta kang sasisih hayangi wagra. Punika yogya hangilenana hamutung, samulyanipun. drebe hical. yen sampuna srah gade rereha, kawandasa dalu. Len malih kadi punika, cinoran panglalampah. yen kena hing sor, jumeneng lokika, yen luputing sor, tidarsa haran. Denda. 800. Hana wong kalah hingaran lokika, kari-kari hamamaling, haningar, hambegai, hangental, hanayap salwir pakratiya, yen corah, yen kadi punika. jumeneng hestunipun, mantepa hasrah pakawon. 2.000. Hana wong sinuduk tanpa dosa, kalaning dalu, sinuduk tanpa sah. sinuduk luput. Yogya hasunga pasumangar 500. yena kanin. hasunga patiban jampai 1. 000. Yen cuda. Ian dendaha. 4 000. Yen mati sungana samulyanipun hanikeL Ian denda 4.000. Maling ngatma haran. **37**KALA DALU
MAUNG TAN POLIH
Hana \\Ong hatilar girya. kalani dalu. haturu hing tatanggane hahumah. ya ta girya kang katilar punika. depun kard1 parercnam1ing pandung punika, ·en nestu den~a tilar. Sakehing derbc kang ngical. hangi lenana hamutung. Samu lening kapatidungan. Ian denda 2. 000. Katiban tahi habong haran Hanginga marereh hing ka\\an dasa dalu. · yen tan kapanggih. yogya denda. Hana \\Ong ngamamaling. dereng ningrantuk hanuh kasikep dene kang ngaderbe \\·isma Dendaning maling tan pantuk 2 000 Maling pantara tanpa laba haran. Hana histri lumaksana hamamaling, sam cihna, denya mamaling, punika antukipun. Yogya mantuk hanekeL Ian kadendaha 2.000 Maling Nganjani haran.HISTRI KESAH KALA DALU HAMBURU MALING
MALING TEMON
Hana histri kesah kalaning dalu. hamarani tatanggane hing girya. Jenengipun kang ngaderbe girya. pinaraning dalu, hingaran kalebeting maling kara haran. Dendanipun kang pinaran giryane dalu 2.000. Patuku mranging lakine yah 00 Yen histri punika, kawenangan miyos hing jro humah. patuku wiranging laki I. 800. Ian denda 4.400. sinolakan. Handaka hanglimbar sarira tan wringbaya haran. Hana \\Ong ngamburu maling. hanutaken maring banjar lulurung, sarwi hangll\rnh-hu\\uh. hanjalult tulung. Hanging tanana hamiyosi. Ya ta kang ngamburu maling. saha cihna denya hambuni. Pinika yening pamirahos. takenana kang ngadrcbe banjar. lulurung. hapan nora hametoni Sahuripun boya miharsa manira, hapan lali hatura. ~ ·og~ ·a ngandapena sakamt. saha jineng kang pejah. tanana denda. Kaget kapi~antu haran Yen malih kadi punika. sahuripun hamiharsa manira. hajrih hamiyosena. Hatm\a hujure kang sa\\lji. denc kaya- kaYa pamiharsa ma111ra. manira lagi halangi. Yen mangkana. sami sam i b dcnda. *>* 000 Sc)\rnng. Kagct bpcpcngan ha ran. Hana handalih maling tcmon. hana handa!ih maling katuridan. Hana handalih malupa humah. Hana handalih malinggarep. Hana handalih mal ing sabda. Hana handalih maling kabunan. Handalih maling tita Handalih maling saji. Handalih maling nganjani Handalih maling hantimpuh. Punika hnipun sadaya. Yen sah hacihna. Bukti denda 2. 000 Yen tan hantuk pandalihipun. yogya denda. \Yinalika sadya.HANA YAP
Ngiwat punika yogya mantuka nekeL babaktanipun pan mangkana hugi. Yen den singid kadendaha.5.000.Yen den hadol. Denda. 10.000. Yen si gagawan maksih hikang den hiwat, tan kengang mantuka hamutung. Mutunga kang kiwat kewala. Hana wong ngasi ngidaken, dereng ngulih paben. Saha cihna den singidaken. Punika jeneng yena ngiwat, yogya mantuka mutung. Denda.50.000.DEN NGIWAT DEN SUNGSUNGAKEN
Hana wong ngangiwat. den sungsungaken Sarni ka\\ula corah, den rereha nuli kapanggih, neher wonten titiyang seyo sapaduluran. hanuli mlajeng ngangi\\at, ya. ta ciptane kang ngadrebe titiyang ke\\'at, mangsa duduwa hiki kang ngaga\\a, hanulih depun tumbak, pejah. Punika bing pa,vicanten, tan kawi cantena hikang pejah, sinalokan kamarga baya haran. Dene tanana pakartine kang mangkana. Yen malih kasambat dene kang kewat, yogya saha hana somah hipun, kang ngangiwat mantuking dalem. yenana gustine, yogya denda. 10.000. Hana wong ngangiwat Jagi sasamayan. ya ta titiyang punika. hangadanging pasangketa. Halami tanana rmrnh, hikang ngangi,Yat ya ta rmrnh hikang ngarcreh, hanuli depun takeni. Hapa ga\\enira haneng kene. sahure manira sasamayan. kalawa ki hanu. punika yening pa,,icantcn. Yen sah cihna kang sinambat dening ki\\at. yogya hangantukcna hanekel. Ian denda.5.000 Hangi\Yat Ka,,anguran HaranWONG GAWA SANAKE SOMAH
Hana wong ngangga \\ c sanakkc somahan. hang111g sanakc katitihan hutang. dene titiyangseyos. Punika yenning pa\\ icanten, yen tan \\Onten kramanipun. datcng kang ngadcrbe \\Otang. yen dateng depun \\asa. yogya hangantukena hamutung. Ian denda.2.000 Hanginggataken harannya.WONG MIGAT
Hana \\Ong migat. dene rereh kapanggih. hing dura nagara, den wicanten boya keni, keni srata depun tibasi. Sawotang hipun hinggatan, yen sampun dados \\icanten, yogya yen kawicantena, wotang karihin, Ian potang kang kantun. Yogya yen sami matuk hanekel, wotang kang kantun mantuka sakawit Dening dendanipun.4.800. Sinalokan hadwipala wikriyaWONG MIGAT WONG MIGAT
YEN KANG NGANGIWAT MALAJENG
Hana wong migat. kapanggih hing dura negara. Depun tigasi, tanasung. depun tiba watang tanasung. yen kadi punika, yogya kasuratana dene kang ngamawi karya, hing ngarsanipun hing ngatanda, hamanca negara, hapanglampah hamanca nagara, darepon ecaha, hing bengang pawicantenipun. Kang sinurat karihin prenahipun kang kapanggih, Ian hujaring kewat. Ian hujare kang ngangiwat, Ian padol patumbasipun, Ian kang nguninga kalane winade. Ian giryanipun kang ngangim1,t. Yen sampun kadi punika, kabaktaha mantuk, surat punika, kasrahena hing panglampah dalem. Panmglampah dalem kang hamiyosana. dateng kang depun ratang. Yen sampun miyos kang depun wastani, haleresing pamatangipun. yen kadi punika, yogya hangantukena hamutung. Lan kadendaha 4.800 Yen Lang ngangi\vat malajeng. sampuh ta kaseren hing gustinipun. hata\\·a henggene kumuhum. Punika yogya ka\\ratana. kang ngangileni kang malajeng. sinalokan kidang kari alase haran. Hana \\Ong migat kapanggih hing kukubonan pupungkuraning girya. prenahipun kapanggih. Den takem. yen dcni\\at denmg wong. hanutcn dcpun bakta datcng palakarta. karta hatakcn datcng punang kahi'' at. sampun kasuratan paturuni pun. Surat kagadchan dcnc JCjcncng dalem, \\·atang binakta mantuk. dcnc kang ngadrebc. sampuning kadi punika, kang winatang datengakcn. hanuntin katakenan dening karta. Ya ta sahuripun salaya kalmYan tulis. Yen kadi punika, yogya ka\Yalik sadya, kang ngangarah Ian kang kadendaha.5.000. Hingaran ''atang bubuken Hana \\Ong migat. den Singidaken. hanuntcn kapanggih. dene kang ngadrebe. den takeni. yen deniwat dening wong, hanuli den takeni, deni palakarta. sapa harane kang ngangiwat maring sira.. Hinggih maling Saji. giryanipun hing jatijajar. hana parane humahe. marep ring ngendi lawange, Ian. hapa pangga\Yene, Ian pira his ne humahe. Sahuripun punang migat boya hidep manira, sa\'viji -wiji, yen kadi punika. Tan dadosa hing panambet hipun. yogya kawalik ....... (tidak terbaca) hing sapangarahipun, sapangahoping watang, Ian kadendaha 5. 000. Sinalokan hamatang tuna haranya.W ONG MlGAT WONG HIGAT WADE JAJAHANING MUSUH
Hana wong migat, den wade jajahaning musuh, halami-lami kali\vat malih. Kawade hing nagaranipun karihin. Hanu ....... (tidak terbaca) papanggih dene kang ngadrebc ,.,.·iwitan. Punika yening pawicanten, tan wenang yen dateng kahambila, dene hawami dinol tinumbas.Yen si hayun katebasana karihin, sawawadenipun Sarta kasaksekena, dening palakarta Hanebas watang haran. Yen hayuna wicanten, kagiringa kang ngangiwat karihin. Punika yen sampun kawicanten, yogya hangantukena hamutung-Pamutung punika ping kalih, patumbas karihin, Ian patumbas kantun, dening denda satunggil. 48. 000. Sinalokan muleh hangulehaken marga sadana haran. Yen malih titiyan punika. mantuk tana \Yarni dinol tinumbas Ha\\ami mantuk kiwatan. kesahipun pan ni\Yatan. Yen kadi punika. wenang depun hambila, sarni hiringa dcning jcjeneng dalem. Hanjencng hing pambedollipun. Titiyang punika. Woten. dene henggonipun titiyang punika, ka\\icantena. hing padar petcngipun. sinalokan kcbo mulih kandange haranNGAMBENGI WONG MIGAT
Mu\\ ah hana "ong ngangambcngi \rnng n11gat. Yen sah hacihna. denya nyambengi. hata\\a dene hanyrebat. Blah haJ1 pakantukipun. yena hanyambcngi sajromng kita, ronggngatus titiyang satunggil. Yen sawijihing kita. patarigatus pakantukipun. yen lampahan sada\\Uh. pakantuke tigang ngatak. Yen kalih dawah, domas satunggiL yen satengange. se\\U Sisih, salingsir kilen. tiga mas. yen sadina, kalih hewu, yen \\Onten blah haji, katunkipun. Yen kang migat hambabakta kalih '' lasan. pakantukipun. yen tumut karebat. sapalih pakantukipun.WONG NGANELUH
Hana wong nganeluh, Hanraknyana, salwir panggaweya. Yena hanglarani, wenang yen tumpesena, hanak rabinipun, denya derbenipun jarahana. Punika dene bebeneran, kewala pangraksanira sang prabu, pejahana. Yen tan pejah kang tineluh, kawicantena leresipun. Kadi ta wenten titiyang den ta katonakening dalu, tatanapi hanglarani, kewala.Punika tan wenang yen, patyanana. muhung kukuden kewala. Yen malih nityasa dene hanglarani, hamateni, punika pejahana. tan kinukud denda .... ( tidak terbaca) hara. Yen kinukud, sampun pinejehan, denda kalalu haran. Puniku leresing wong neluh, yen malih wong puniku, dineda, kinukud, pinejahan, denda pipila haran. Yen mangkana hina pangraksanira sang prabu. Mapan wonten salokane hing nit sastra. Kasaktining prabu pepek bala gana catura. Tegese saktining ratu puniku, yanna drebe bala papat. Hakeh mantrine kang becik, samapta senjata, samapta turanggane, habener parantahe. hakukuh kutane Dadi kinajrihan. dening sasamanira ratu. Yen sebenere wong neluh, yen kang tineluh pejeh. kang neluh pejahana. Hanging tan kinukud. yen kang tineluh halara. kinen hanambanana. Yen warasa, kang neluh kesahen tundungen saking nagara. sampun jinaraha. yen titiyang kang depan tambani. punika pejah. punika hanuli pejahena. sampun kinukud. WONG NGANELLIH HANDALIH WONG BISA NELllH Muwah hana \\ong ngancluh. yen tanayuntia nambani. hanging kang tineluh. maksih halara-Punika salitana, yen \\US \\aras huculena. Sampun jinarah. Ian haja tinuridung. Yen malih den tambaning nora waras. tambakena dening \\Ong lyan .. Yen sampun waras kang depun teluh, kang ngancluh srahena, maring kang nyanambani punika, Yen den ka\\Ulakena. yen den \\adeya. Sinalokan, eka warka puting ngatuna. Punika lwiripun. malili wong bisa neluh. Yenana wong ngagring. \\Ong ngiku kang katon, hatawa katingalana mamendem. Yenana wong ngagring hangatonaken. wong waras tana ningali. Yen dene polahe hing dalu, yen sampuna ningali, hanuli hagring, yen nugi dudu terething wong bisa geleh. tan wenang yen pejahena, hangjarahena kewala hingarana hanggeloni. Yen genep ping kalih, denya hanglarani, kambangen serta layang pacoran yen tan kambang. tanjinarah Yogya hangantuk pakantuk, pangiling sawah. 1.000. Lan patuku wirang 500. Yen sampun mantuking nambang, hanuli katingalan malih. dene titiyang lyan. Yen mahgkana kajarahena, Ian pejahena, sinalokan binuronaken haranya. WONG KINAMBANG ISTI HATUKAR Punika yen si handalaih wong bisa neluh. hanging wong ngiku tanana terahe. Tanana cihnane. Tanana wong weruh. Mung hiya hugi handalaih. Yen kadi punika wenang sapacorana kalih.Yennana tan waniya hing cor, yogya katrapana, denda. 2.200. Mapan dewagam hambeneraken. Punika traping wong kinambang sinurenan ginelung cina, tangan sakurinenpus, dena temu lengen, tinarimpus Ian wetenge. La yang pacoran mungguh hing gelung. Hubalubal watu wratsapaha ·. Sanakkipun sampun sinungnga ningala. Lan kajenengan dene para mutangalim. Muwah h\ iring sanggraha. kang ngantuk pasumengar hanikeL Yen binabayong dening kakung Ian hatawa den buru keris. hatawa den suduk tan pasan. hata\\an den suduk luput salah tunggala. Yen pu111ka. yog~a pasunga pasumi.:ngar hanikcl. Ian denda 4 800. Sanggrahi purusa haran. Hana histri hatukar. sasaminya histn. kang jalu tumulung kalih. Ya ta seling suduk. yata pcjah kalihipun Yen kadi punika. tan kawicantena. Yen pejah salah tunggal. kang ngagesang ngasunga pangiling sa\\ah. 1.000. Ian denda. 4.000 Hana histri hatukar. sasaminya histri. tumuling jalunipun kalih. Ya ta istri punika halong padem. punika yening pa\\icanten. jumeneng ngatukar. sami istri pakantuking jalu. 1.000. Denda. 2.000 Yena \\U\rnjang remmgipun hatukar. pakantukipun.800. Denda. 1.600.RARE HATUKER
Hana rare hatukar, sasaminya boncah, tumulung ramane sasisih, den pala musuh wehahanake, hatawa den jangkangaken, pakantuking boncah. Yen saluhuring tenggek. 800. Denda. l.600. Yen hanake kang den tibani, hasta cempala. 500. Denda. 1000. Yen kang ngamala hanggawa sranya, kayu, watu. wika, yen bacar-bucur, pakolihipun. l.000. Denda 2.000. Yen sami rare hatukar, yadyanna long ngapejah, hatawa kanin, hatawa cuda. tan kawicanten. Horana kakenan. dene rehira sami rare. Hana rare hatukar, sasaminya boncah, tumulung raramane sasisih, den pala musuwe hanake. Yata hanuli pejah, pakantukipun kang pejah. l.600. Denda 4.800. Sarni Jana nginganggas. Pangeling sawahning boncah, 1000 Pakolihing bapa 2.000. Yena marani maring griya. Hanging ngora ngunus duhung, pakantukipun l.000. Yena ngawaken wong lyan. hanibaning hasta cempala. Yogya sami hantuk pakantuk Sakehing kakenan, 500. Jumeneng yennamuk punggung. Yadyan tan kakenan. Yen sakehe kagegeran. sakehe hisine lumahe. kang den parani yogya sami hantuk pakolihnya kang tan kakenan. 400 Yen boncah. satak pakolihnya. Denda. 4.400. Hana rare hatukar. hamusu rare dewsa. ya ta rare kang de,,·asa punika kanin. tan ka\\icantena. Yen tumulung rare de\\asa punika. raramanipun. Hanulih den pala musu\\c hanakc. Rare halit punika. yogya sungana pakantuk .:\00. Yens. kanin habung patibanjampi. 1.000 \en dcnda. l .:'00. Hat ~ma rare halit punika. hat~l\\a raramanc tumulung. hamala rare kang di\\ asa punika Yen kadi punika. yogya dcnda kad1 \Yahu punika.ISTRI HATUKAR
Hana istri hatukar. sasaminya istri. hangagem ka~11 watu sal\\ir dennagem. Yena belahaken kulit. 500. Denda. 1.000. Yena belah daging. 1.000. Denda. 2.000. Yen cacad. 2.000. Denda. 4.000.RERE DURUNG BISA HANABUT
Hana rare boncah, durung bisa hanambut karya, hanggering wong ngahutang pangan, halami-lamine punika, rare boncah hiku, hagung duk wahune bisa hanambut karya, yennarep lungaha, saking hanggone hageng punika, yogya hangantuk pakantuk, bing kang ngangingoni.- Bakta dasa haranya. Kaya ta hanak yatim, lwir kadi mangkana huga.
WONG WADON MIGAT
- Bakta dasa haranya. Kaya ta hanak yatim, lwir kadi mangkana huga.
WONG NGATITIP HING WONG BISA NELUH WONG NGATITIP
WONG NGASASADAN
Muwah hana wong hatitip hing wong bisa neluh, hatawi hing wong tanpa hanak kanak, durung den palaka titipane, hanuli pejah kang tanpa hanak kanak, kang bisa neluh pinejahan. kang titipan punika, tan kengang yen palakunen, hanumpanging pangaking haran. Hana \\Ong hatitip, hatawa wong ngasasandan. tunggal sahumah, henggone. sasandan Ian titipaken. Yen pada rupane. titipan punika, Ian sasandan, korup dene hangambil salah sawiji, tana denda hing mangkana_ Yogya hangulahanan kewala. Yen den jaluk sasandan, korup pangasunge kang ngadrebe humah. yen dudu drebene dennalap, dne Lewih wranane, dennarep tumonning becikke. yen kadi punika, yogya ka\\Tatana kang ngangalap. denda 2.000. Lan derbe kang kalap nulya nikel _ Hana wong nganandak kebo sampi, yenna nandak. kanakking pasasandan. langkung saking tigang tahun. tanana panguningane kang ngadrebc kebo sampi. Ya ta gencp patang tahun. kenganga nebasa, nanging godcl punika lel ep tan ka\\icaraha. Yen malih langkung saking limang tahun. ta1mana panguninganc kang ngadarbc Yogya lelebana sasandan punika. tan kawicantcn malih _ \\Ong ngasasandan \\a\\adah tembaga. yen kakunmgan. yen slaka. hata\\a \\CSi. : en langkung saking tigang tahun Tanana panguninganc kang ngadcrbc ''awadah. Yen kadi punika. Yogya kalclcbana sasandan punika. Tan kmYicahara malih. kalidening tirta hagung haranya.WONG HAPASANDA
Hana wong pasasandan. kebo sampi. sawah. sah' ir kang den pasasandan. sampun denna sangi harta, dene kangngadanda Ya ta den pasasandan malih, kang sampun sinanda wahu punika. Yen kadi punika. mantepa pasasandan punika, hing kang ngadanda karihin. kangngadanda huri punika. 2. 000.
HANA WONG DEN PINADAKAKEN DENING GUSTINE
Hana kawulaning wong, wadon hatawa lanang, den pinandakaken dene Gustine. Ya ta hanyolong drebene kang ngadanda. Saking luwene, yen lewih saking pangaji satus, drebene kang ngadanda den paling hugi. Yen kadi punika, yogyanen patine kang sinanda. Dene kang ngananda kang nyandakaken corah harane. Patut kang nganyanda hanahur. sahutange sasandan punika, hingkang ngananda. Lan kang nganyanyanda hanahur patine ka\ulane. Yen wengi denya mamaling, denda 4.000. Yen rahina denya mamaling, denda 2.000. Yen malih sasandan punika. Hanunten hical. Dene kang sinanda. puni.ka katempahana, samulya kang ning ngical. Yen malih kang nganyanda, tanana panguningane, hing ka,,u)ane kang sumanda. Yen lewih saking holung tahun, wenang lelep kang sinanda. pada hukuume Ian wong den do L tan kena wicanten malih.
WONG NGANUNGGONI PIYUTANG WONG PAKSA HAMBECIKI POMAHAN
Hana wong nganuguni piyutang. hangga\e disaning sarira. hahulah karya hina, dudu lampahe. Ya ta den pisuh dcne kang nganugoni. yen rabinc den pish. \ enang kang piyutang hamejahcna. Hayen sah hacihna den mamisuh. kclangan harta kang den potang. ke \ala kang pcjah tan ka\icanten Yen malih den laladcni. rabine kang
pi~ utang. hata\a hanake Yen sah hacihna. karya jinah. \enang paknana kang karone. Yen tan pinatt:n rabinc. dudu hina kang nganunggoni hutang. yogya ka\Tatana kang ngapiyutang. samulyanmg Pt:1ah saka\it Lan dendaha 15.000. hutangc s1ma tanningngucap. Yen malih kang ngahutang, den pisuh dene kangngahing pi~utang. hata\a den pala yen den taleni. sima hutange tan kahucapa malih.
Yen malih hangilang-ngilang darbene kang ngapiyutang katempahana kang nganunggoni, sangungne kang ngical.
Hana \Ong paksa. hambeciki. pomahan, kubon. taman. kakalen, sa\ ah, talaga. bengbengan, siwakan, sah,·ir kang den bineciki. Den teda sukane kang ngaderbe, sampun kapihening. Yen mangkana hangrusaking kang mangkana, denda 2.000.
HANA WONG NGAMIMINTA HAHULAH MALING SAJI
HANANAWU SIWATAN MALING NGAYAM
Hana wong ngamimiting hangulah. kang ngaderbe sawah, hangasungi, sampuning mangkana. wekasan tan hingngulah, heneng sawah punika. Sampuning mangkana kang ngadrebe sa\'ah. hanagih bukti pari, sagunging ngulihana hing sawah Yen kadi. punika kangnga kawratana kang nganilih, sapapadane Ian \Ong hamaling bukti. Hulihaning sa\'ah, mulih sakawit denda 1.000.
Hana wong ngainamaling sarwa wiji, Ian bubungkilan, Ian sarwa yalya. Yen kalaning wengi, den.danya 4.000. Yen rahina hanikel ping tiga. samulyane kang kalap. Tanana denda
Hana \Vong ngandampul kala rahina. sahulihe handampul. yogya hanikel ping tiga. samulyane, tanana dendanya kang mangkana.
Hana wong ngamamaling saji hing tuwuhan. hing kubang. sa\awadah. samulyane kang ngical punika. tikel kcna ping tiga. Ian denda 400.
Hana wong nganana\rn siwakan. hing kalaning \engi. yen kapa!1ggih wenang pint:iahan. Haja hingurip ycnnurip Denda 4 000
\Ong ngamaling ngay:1111. yen \Cng1ya. yen rahina ~ ogya samulyanc kang ngical. tikdakcna ping kalih. Ian dcndaha
- Yen kalaning wcngi .. kapanggih sinuduk hanuli pcjah. tan kawicantcnna. MALING NGAYAM KURUNGAN MALING WEDUS MALING MEYONG MALING KEBO Muwah hana ,,·ong ngamamaling ngayam kurungan. hatawa hayam cinantang. hing kalaning wengi, yogya hangilenarie, samulyane kang ngical, hanikel. Lan denda 2.000. Yen kala rahina. Denda. l .000. Yenana hamamaling wedus, hata\'a banyak, yen bebek. hing kala hing wengi, yogya hangilelana hanikel, samulyane kang ngical, Ian kadendaha. 1.000. Yen rahina. Denda 500. Muwah sakehe kang paksi hingon-hingonan, yen. den palingi, hangilenana sahajine nanikel. Lan kadendaha. 500. Hana wong ngamamaling gagarangan, hata\'a hasu, hangilelana hanikel, samulyane kang ngical, Ian kadendaha. 400. Hana wong ngamamaling kebo, hatawa sampi, hing kala rahina, hangilenana hanikel, samulyane kang ngicaL Ian dendaha 2.000. Yen wengiya. Denda. 4.000. WONG SAHASA HANGRUSAK BABATARAN HANA WONG NGAMALING BUMI WONG NGAPEREBUT BUMI Hana wong sahasa, hangrusak warana, hangrusak babaturaning ngumah. Hamerang lawang Hamerang kayu kekeran. Punika lwiripun, yen hangrusak babaturaning ngumah Yogya kadendaha SOO Lan babaturan kang rusak den becikaken kadi rumihin. \'Onten dene kang ngamirang. '' arana, saking rosane \'ong punika. yogya kawratana denda 2 000_ Ycnna mirang tura nangtang: kaprawiran. Denda. 4.000 Lan kang den rusak mulih habecik. Wonten dene kang ngamirang la\Yang. ~ ·enna saking rosane kadendaha. 2000. Yen sami hanantang.
4 000 Kan den rusaki _ hulchana habcc1k kadi ring nguni Wontcn dcnc kang mcrang ka~u-kayu kcraning \Ong li~an _ hora hangasung hunmga _ hingkang ngadcrbc yen den pcrang ke\ala. dudu den hamet. Denda _ 2-000 Yen bakta muliti lung giryane _ Denda 400 Yen hangrubuhaken Denda. 800_ Sahhasa hangrusak krama haranya
Hana \Ong ngamamaling darbenmg \Ong tan katon _ Tegcse hamaling bum1. ye1ma nyalepit sawah. sahYiring goning ngahulah. bukti. den salcpit. Hatawa \atesing dum-duman. hangalih-halih gagaduhan. sah\ ir kang den gaduhi _ Wekasan kina\'ruhan dene kang ngadrebe gagaduhan _ Yen gagaduhane kahambil dening wong lyan. ya ta den pariksa hambakta \Ong ngakatah. hapan tuhu gagaduhane _ Punika Yening pa\ieanten, hikang mangkana, yogya kinembul patenana, mating bumi haranya _ Yen Iuput pati dinenda _ Denda hutama samadya _ 8.000 Mating bumi surya harannya.
Hana wong ngaperebut bumi, hara-hara, haias, sawah. hana sapuluh jungke rinebut. Samya pradata, tanana harep kasoran, yenning pawicanten. Hing mangkana. Den sami kinenna memenen, Ian pada Iuhuripu, den kon parengnga niba. Ya ta parengnga nibaning sarira. yen sami halnya. yogya pinarah dinuman. Yen salisih kemalatikel tangan sukene. Kalahena kang tikel tangena, Ian hantuk pakantuk. I .000 Lan kadendaha 2.400. Yen sami hengkeI karone_ mangka bumi kang den parebat mantuking dalem_ Ian kadenda kadi wahu punika. Sinalokan singa gana hangrebut mangsa haran.
Hana wong ngangaku lemah, kang rinebut lemah pagagan. Kang sasisih kinawruhan dening wong ngakeh, yen tahu lemahe. kang kadya punika, yogya hangilenana sahisinning gaga_ Ian kadendaha. 1.200. Yuyu hing tangkilan haran.
BUMI KANG TAN KENA KADASA WARSA WONG NGAKARYA SAWAH
Mm\ah bumi kang tan kena kadasa \arsa _ Pagagan. sawah_ kubon. Punika kang tan ketemab bing kadasa \arsa Yen boyanana bing bumine, bala\asaneng pengumbaran Kalane baneng pengumbaran_ tan dadinya bangaku bumi. Yen malib tetepa hing bumine. mantepa kadi .rumihin.
Hana Wong ngakarya sa\ah. hing tcgal. hing ngalas. hanging dudu lcmahhipun. ya ta lami karuruh dcnc kang ngadcrbc lcmah. Ycning karta. patut kang tan dcrbc lemah. hangulah pitung tahun. yen \HIS jangkcp pitung tahun. mantuka maring kang ngaderbe lemah. Yen malih hana kadang wargane. sami milet haderbe lemah. yen mangkana lerese. sami tigang tahunna mupu buktining sawah. hapan sareng ngaderbe lemah.
WONG MAUNG MAHESA WONG NGAJINAH
Hana wong ngamaling mahesa. yen jaran. yen sampi, hata\a wedus, haningnga haran. yenna hanjaluk harta. tan den wehi, den nambil, hamrakening haran. Yenna nendal keris, salwir gagaman den sendal, hambegal haran. Yen nora weh den suduki. salwir gagamane den nambil, hambegal padam haranya, yenna nendal keris hing lulurung. hangental haran, yenna nuduki hing pasar. hanjugar haran. Yenna mateni hing ngalas. den sabani godong, hanganggas haranYenna ngalap dol -dolan hing pasar. den palayoni. hangutil haran. Yen rahinaha malavoni, salwir hisining ngumah. hanayap haran. Yen kalaning \ engi haneambil duwening wong, sahYiring ngarta den hambil, hamamaling ha ran.
Hana wong ngajinah Ian rabining \Ong, yen sahacihna, dene hajinah, katrapaning raja denda 12.000. Lan panembas layon l.000.
Muwah hana wong ngajinah, sami \Ymvujang, sahacihna dene hajinah, katrapaning raja, denda. 5.000. Panembas layon. I 000. Yen wawujanging prayayi, tegese wong menak. Denda. I 0 000. Panembas layon. l.000. Muwah malih yenna jinah pada priyayi, punika \Yenang yen pada patenana kalih. Yen luput patine. katrapaning raja. Denda.
16.000. Kang wadon pakantuke. 8.000. RATU HAJINAH HAN DITA KAGEMBANG TINGAL HING ISTRI Muwah hana ratu jinah Ian rabining papati yen rabining mantri. sahacihna ratu hiku. yenna laku hajinah. Ian rabining mantri. : ogya
Prabu hiku_ katrapana rap dcnda. 8.000. Pakantukc kang ngadrcbc rabi .> 000 Yen ka\ulanc den 1inah1. kadi mangkana huga Sinalokan panga\at paradara .. bisuhdaycm _ subaga tan suka hmg leksadaycm nama prayogem.
Mtmah hana pandita. yen kagebang tingale hing ngistri_ nulya hangngragada hing ngistri_ punang pa\estri punika malajeng_ yen hanaking \Yong, yen hanaking mantri hata\a putrining ratu _ yen den ragada_ dening pandita_ sang pandita yogya ka\Hatana. denda 8.000. Kang ngistri hantuka pakantuk. 4.000. Hanadene sang pandita \inadahan kontara, den prenahena hing luhuring gunung. Lan sang raja drabene, kinukud katur ring sang prabu. Lan sahanak rabining pandita, sinalokan, tinisukem kukilem balaksinem.
RATU HAMATENI PAPATIH MWAH MANTRI PARABEKEL
Muwah sang prabu yenna mateni, papatih, mantri, para bekel, bala, kawula. Den pateni, tanpa dosa. Hatut yen kawulane, yenning pamirahos, ratu hingkang mangkana, yogya kawratana, raja denda.
16.000 Sinalokan. Sahdyamem harem daburiksem hatmawata parabu tangsu. Deyem madyasuh sinem-hinem subaga tan katiyem tegese hana jenengi ratu. hamateni patih, mantri, bala jajaka, ratu kirang pariksa, ne haran.
HANA WONG NGANYEKEL RABINING NGARABI PUNANG PRAJAKA NYEKEL RABINING WONG
HANYAPURA RABINING WONG
Mm\ah yenna nyekel rabining ngarabi. yen jajamahan. yenna nyekel \Uwujang, rangda.Yen ning ngalas_ hing lulurung, hing natar, hing ngumah. yogya pinaten dene kang ngadrebe rabi. Yen tan pejaha, sa1roning sadina Ian sawengi _ luput patine. jumeneng dendaHamaksa hamateni. kang ngadrebe ka\irangan. den li\ating leresi agama Ian adigama. Yen pejahana. dene \Yirange. sirna dendanc kang pe.jah. Kang ngajinahi \Hatana dene sang prabu. 15.000. Yenna roro\ang wiji- \YIJlllen.
prajaka han~ckd rabining \Ong. hing ngalas .. h111g tcgal lulurung Punang prajaka. kadcndaha. 4.000. pakantuking lakinc- 1 000. Yen sami \U\ujang. Kacckel denning punang prajaka. kang nganyekel denda. 2.000.
Hana wong lanang hanyampurani rabining \·ong, kang ngaderbe rabi hantuk pakantuk 1.000. Denda. 2.000. Hana wong ngararasan Ian rabining wong, kang lanang hasmu mambu hati. hujare hala. Salahsalah pangucape. dene hakareping \Yadone punika. ya ta den winicanten dene kang ngadrebe rabi. Yening pamirahos kang mangkana. ka\Tatana denda. l .I 00. Sinalokan. Handaka hangungak hangusar sari haran.
WONG NGISTRI RABINING NGARABI WONG WADON MARING KALI WONG LANANG NGUGAHING WONG WADON
Hana wong ngistri rabining ngarabi, haleledang maring ngumah hing wong, halinggih hing lawang. Ya ta kang ngaduwe humah, kang ngistri hing kana, nuli rawuh kang duwe humah kang kang jalu, ya ta den rangkul rabine kang lyan den senggih rabinipun yening pawicanten, kawratana. Denda. 5.000. Kang wadon holih pakantuk. 5.000. Sinalokan. Handaka hangunda hangusar sari haran.
Hana wong \Yadon maring kali. ya ta den purugul dening wong, ya ta kang ngistri punika, hanangis hanjerit-jerit, sakehe kang ngamiharsa samya gupuh hatatandang. Nuli kinepung tinitiran, sinuduk pejah, ya ta malayu rewange tan katututan, sampuning mangkana rawuh hing kyai jaksa, ya ta kang pejah, keniya panembus layon. 1.000. Kang tan pejah, ''iji-wijinen. Denda 5.000. Sinalokan si mamangsa pejah tan wikara
Hana wong lanang, hing kala dalu hangugahing wong wadon, sampun malebetingn pura. Ya ta kaget ni wadon, nuli hanjerit. Ya ta kang lanang hatamtul. Ya ta sak\Yehing hamiharsa. sami hatatandang. sagelar sapapan Nuli kinepungiriku. hatarutuL hamalampah salah. den sami harsa hanggugoni. Ya ta hasung denda. Dene durung durung hanggameli. 2 500. Yen \l.IS hanyekcl Denda. 5.000 Yen malih bahu kincpung hatarutul hasung takon. ya ta Sarni hakarba \"Ong ngakatah. hanging sanaking rara hiku mcneng tanpa ngulagi durung katur ring
Ya ta kala dalu kasudukan. kang ngasung tukon. hanunten pcjah. RmH1h h111g pamirahos. sanaking rara h1ka Dcnda. 4.000.
WONG WADON MIJILING PASAR HANA WONG LANANG HANYEKEL RABINING NGARABI
Hana \Ong \adon mijil hing pasar. hakekcmbang. hana \Ong lanang den tinut \adon hika. tinakem kembange. pinupu dening kang lanang. Ya ta ni wadon. den hu\arena, yen lanang ngiki. hajumput kembang manira. Kapiharea hujare dene \Ong ng4katah, yen ra\'uh bing palakerta. lanang ngika kawratana. Denda I 000 Pakantuke kang ''adon hantuk. 400. Sinalokan. Kotila hangungas sari haran.
Hana wong hagameli rabining ngarabi, kena tepihhe, kembene temane. Dudu kena sarandune hawake. Yenna palakarta, kawratana denda. 2.000. Yen rabining wong hantuk pakantuk. 1.000.Yen \uwujang hantuk pakantuk. 500.
Hana wong ngomahan, kadunungan dening wong, hatawa jajaka, ya ta wadon hamarani hing ngumahe, hatawa dennakon dene kang haduwe humah Ya ta den ragada ni wadon hika. dene kang dumunung hing ngumahe, hing kana gene hangladeni. kang ngaduwe humah suka. Yen rawuh hing palakarta. Hing mangkana, kawratana. Denda. Kang ngaduwe humah Denda 2.000. Kang laladen Yen rabining \Ong denda. 12.000. Yen \Uwujang denda. 6.000.
WONG MALEKEKAKEN RABINING WONG WONG NCARARASAN LAN WONG ISTRI
Hana wong ngamalekekaken rabining wong. hangundang prasanake kang lanang. hangundang prasanake kang wadon. sakaramana pada den hundang. Kang mangka hamerang laran harannya. Kang malekekaken denda. 4-000. Kang ngalakya rabi.
'' enang patyanana karone dcne kang ngaderbe rabi karihin Yenna
mala. hurip. kang lanang ma\eh paluku hurip. 1.000 Denda 4.000. Kang \adon ma\eh patuku hurip. I 000. Denda 4.000. Muwah hundangan ngudangan. sakwehc sami katrapan. Denda. 2.000 Wiji-
"'.l' Hana \Ong kang tan tan wruh. Hanging milu kondang. sami
dcnda 500 _ Wiii-\iji _ Mu\ah bapaning rara_ hangulchakcn patukon_ hanikcl Ian dcnda -LOOO _
Hana \Ong ngararahos Ian \Ong ngistri. kalaning ngascpi _ Hata\a bing dalan _ yenna neng kali _ hata\e ring kubon karang_ humurugi palinggyan_ hata\a kagepok hatawe, kasebeteng kampuh, hambalang tetegesan_ hamasangangi gendam _ Sadaya punika_ hanggepok sanggra haran_ yogya ka\Hatana madya utama. Denda 4.000. Pakantuking ngistri. l _000. Sinalokan hanggapem istri sanggrahem banistan haran
WONG NGISTRI HAMIDANG HANGUCAP-HUCAP LAN WONG LANANG
Hana wong ngistri hamidang, hapi duluran wong kakung, hangidungo lalagon. Ya ta tan suka kang ngadarbe raraksan, rawuh hing palakarta. Katrapana kang mangkana, pakantuking ngistri. I. 000 Denda. 400.
Hana wong ngistri hangucap-ucap Ian wong lanang wong lanang ngika hanulus, tanana halane rarasane, ya ta wong wadon hika, hala siya-siya pangucape. Maka lanang ngika hora suka, rawuh hing palakarta. Punang ngistri kawratana_ katiban sabda. 3.000 _ Denda 400. Sinalokan istri tan sajana haran.
WONG NULUP PAKSI WONG PAPEGATAN
WONGPAPEGATAN
Haha wong ngadulu paksi, wong ngababalangnga hing lulurung_ yen merang kayu. tan wruh yen hana wong hing nguri _ Luput paksi kang den tulupi, luput wowohan kang den balang_ pamerange hanatoni hing nguri, dumadya wong ngistri_ tan suka kang ngaderbe rarakean Rawuh hing palakarta. kang tigang prakara hika, sami dosanya. Denda.
- Yen tan pasah. Denda kewala. Yen netesi_ hasunga patiban Jan1pi 1.000 Hana \"Ong hapapegatan halakya rabi, papat yaktining papagatan. Dihin saksi hanggempal pisis. Pang kalih sadulur hujaring \adon Ian laki Ping tiga ha\Y eh ban~1.1 rarahup. Ping pat ha\ eh ,,·ija bras.
Yen tan yakti kang papJI hiku. dudu tadii-i haran. Durung pcgat lakyJ rabi. \'Ong ngiku.
Hanapon \Ong \adon kang mangkana. tanpa cilma papegatan. Tumulih halaki hing lanang lyan. yogya ka\Hatana denda. 5 .00 0. Patuku huripe kang \'adon hing lakine. 5 000. Hanging wadon hika dedosa kareane. lakine kang rumihin.
Mu\ah \Ong papegatan. lwimya pegat halakya rabi, yen hilang kang patang prakara, \awalere tigang prakara. Rupane kang patang prakara. Dihin hora ngamati. Ping kalih hora nuroni, ping tiga hora ngingoni. Ping pat hora kikirim. Wa\Yalere setahun lawase, yen tanana salah sawiji, kang papat hiku, talak haran yenana salah tunggal kang papat hiku, dudu talak haran. Yen malih kang lanang Ian kang \Yadon, pada hangucap talak ping tiga. Sahacihna hatalak wong ngiku, hanapon mas kawine, yen kang lanang hatinggal wadon, tetepa mas kawine hing wong wadon patuku Ian paweweh, yen wong wadon hatinggal lanang. Hingngulahaken, maskawine samadya, patuku paweweh, mulih hing kang lanang samadya, Ian hasunga patuku talaking lanang. 1.000. Bangda duhul haran.
Yen durung sapatemon, ya ta hapapegatan halakya rabi, patuku Ian paweweh, mulih bing wong lanang sadaya. Hanadene mas kawine yen sampun den hasungi dening lanang, hingulihaken samadya. Kabladuhul haran.
WONG NGAWEH TUKUNING RARA WONG LAKYA RABI
Hana hangaweh tukuning rara. Hawekas mati rara hika. Iagi durunga papanggih. Tan winangsul tokoning rara, hapan kasat yan \'ewelen hiku. hora \enang kang lanang hanjaluka malih.
Hana \Ong kapa lakya rabi. sedenge pinanggih hing paturon. hakembalan kalih. salah sa\Yiji hana selane. Hatawa hayan. hatawa hedan, hata\a puduk. hata\a bilang. hatawa hunsa. Kang lilima hiku. celaning lanang kalm\an \Yadon. yen malih celaning lanang kabiri. peluh hiku mungguh hing lanang balaka. Yen malih mungguh saking \Ong
Hutawi kang mangkana_ hora ko\asa hora, humatura hing hakim. Hakim hanumaninah_ satahun lawase. Yen maksih kadi rumihin_ maka \enang pinisah. Ian hingulihaken patukon Ian pa\ehwah tan \Yenang hanikel.
LWIRJNG NGIDAH WONG NGILINGKING MANTU
Punika !wiring nginah, hing ngalakyarabi_ katahe nem prakara_ dihin hayan, \rndun_ hedan. Hidahe setahun_ yen tan \arasa. wenange pisah wong ngiku. Ping kalih katinggal rabi hilang tanpa karana Hidahe tigang tahun, ti gang walan Ian tigang dina, wenange pisah wong ngiku. Ping tiga hatinggal rabi, hulati harta. lunga dagang ngalayar.Hidahe yen tan teka, limang tahun Ian limang m1lan Ian limang dina, wenang hapisah Ian lakine. Kaping pat, yen den tilar, dening kakung, halayar munggah haji, hangulati helmu. Hidahe nista madya, hutama. Rupane kang nista, yen jangkep pitung tahun, wenang hapisaha kalih. Rupane kang madya, hingantos sanga tahun. Rupane kang ngutama. Hangantos sahuripe, kang mangkana istri satya tuhu harannya, ginanjar hing awarga tanpa kira-kira. Kaping lima yen pejah kang lanang, kang wadon hidahe, satus dina Ian kawan dina. Wenang ngalaki wong ngiku. Kaping nem wong wadon, hawewerat, hanunten pejah kang lanang. Hidahe yen wus medal rare hing wewstengan, wenang yen halakiya.
Hana wong ngi!iking mantu, tumuli hanake den pisahaken,
halakiyarabi. Kang mangkana tukoning rara, mulih hanikel. Tura hulihaken pasasambah, hing sadulure hing ring hana hika. Wastra. Sabuk, sinjang, hulihakena hing wong kang lanang.
WONG KANG WINARIS
WONG NGALAKYA RABI
Punika hYiripun, kang wenang \inaris, hing dum-dumane hiku. Limang prakara_ Jamon hora krana sabab, ,,·ong sabapa sababu. Kang ngantuk hing dum-duman. laki Ian rabi. bapa babu, Ian hanak making sulbi. Yen hanak lanang_ holih rong duman. Hanak ' ' adon holih saduman. Laki Ian rabi holih dum-duman_ pada saparone, bapa holih patang duman, babu holih wolung duman. Yen mati bapa babu_ kang ngurip bakahantuk waris _ h\irepun tan hantuk ''aris papat. Dihin
ku\ula Kupindo kamila kang murtad Kaping tiga kang pinakn Kaping put kang ngadm\C hagama roro. Islam bpir Punib kang tan hantuk dum-duman
Nana \Ong halakyarabi. samya hanggm\a harta. Yenna dm\e anak. hata"a tanpa hanak-kanak. Yen mati salah sawiji. lanang hata\a \adon. Maka harta hiku. sasisaning prabc~ aning pcjah. tetepa harcng kang ngurip, sabab km,aris dening nikah
WONG MATI HANDUWE HANAK WONG NGATUKER
WONG NGATUKA R
Hana wong mati handmYe hanak lanang wadon, Ian handuwe putu lanang wadon, saking nganake lanang, kang ngatuwa humpamane. Hantuk waris saking bapa babu, maka putu hiku. hora holih waris, kalingan dening nganak. Hanging holih \aria. \Yaris saking wong ngatuwane. Punika pakantuking ngaleleresing, pariringnga sarna sisih-Pohhing ngapadu, rong naatus sisih. Panembas layang. Satus sisih-Solasan dateng palakarta. Kang denda sewu solasane satue. Denda salaksa. Solasane sewu. Tegese Jaksa hantuk sawelasan satus ring se\u-sewu. Sang prabu hantuk saboting denda. Kapara tiga. Sang prabu kalih duman, kang ngamicara saduman Malih pakantuking ngamicara pinara kalih. Jejeneng saduman. kang ngamicara saduman.
Nana wong hatukar sasomah, lumavu dateng tatiga, kang lanang hanut dateng tatiga. Ya ta hangunue duhung. sanYi hanggigitak, yogaya patenana, yen hora wani bangbanging tatangga. Denda. 800 Hamungwangnging tatangga haran.
Hana \Yang hatukar, Ian sadulure istri. sarnpun halaki. yata depun \asa, tiniban tangan. denda. 800 Hasungnga hing lakine.
WONG NGARABI KAKALIH WONG NGAMAMARU
Hana wong ngarabi kakaleh, rabine siji dm\e hanak. siji nora duwe hanak. ya ta sami ka\Yarisan darbene. nuli padem kang handuwe ka\alone tan \enang hangambila. drebe puniku. yenna ngambil derbene. biyange ka\alon. hata\a Jarahana Kalebu hingngungdang dalem. 800 Hamarti haran Lan sakatahi kang kambiL dene ka\alone mantuka hing. dalem
yen tan du,,c hanak maka kakaleh. ya ta padem kakungipun, kang mangkana saraja derbenc. mantuking sang prabu Pejah tanpa turus haran. Kaya tan rabi aiji Yen tan dU\Ye hanak. mangkana huga. Yen rangda tan duwe hanak. yen rara tuwa. Handerbc mahesa sampi. handerbe harta. Yen pejaha mantuking prabu saraja darbene sadaya. Gobaga tanpa semi haran.
Hana wong ngamamaru, tukar kalawan marune, kang sasisih hanggitik Ian kavu watu, hatawa hanuduk Ian salwiring lalandep. Yena natoni tan kawicara dene mamaru. Yen hamejah marune kang mateni. denda pati den sang prabu. 5.000.
RARE TAN WRUH HALA BECIK WONG NGAJAMAH HEWAN
Punika lwire rare tan \Huh bing ngala becik, lagi durung sapuluh tahun, wayahe rare hika. Yen hana panggawene dudu, tan yogya dinenda, dene durung teka hidahe.
Muwah hana nyampura rabining wong, tan katututan dene hanyampura. Denda.2.900.
Muwah hana wong ngajarnah hewan, salwiring hewan hingonan, maka wenangan. Hedan prana haran, bolot salawa haran, katrapaning ngundang dalern. 700. Pati kiwen hika, rnulih hamutung mulene.
SALWIR HEWAN WINARIS MAIIESA JARAN SAMPI MALING NGALANG-NGALANG WONG NGAMANTESI SAWAH
Punika prakaraning ngarta rnehesa jara sapi, winaris dados patang prakara. Yen kapandungan dening dusta. Den tata durndumane sawiji- \iji, duming ratu. yen kilangan, sawiji dados sapuluh. Durning raden putra, yen kapandungan, sa\iji dinados panca. Lan patih mangku negara. Lilima huga samados hipun. Mantri kang manca negara. dinuman sawiji dadoe titiga. Ka\ula dinuman sawiji. mulih hanikel. Hanadene denda-Tan binedakaken. Ratu. raden putra, papatih. mantri. kaw·ula. beda-beda mulene kewala. Yen kali kapandungan. tan \ enang
h:1111ara padu hmg pabbrta. r:itu hing kang ngamul1k Muknc kang sa" ij1. dados tri" ara dc111ra sang prabu. dcndanipun. kad1 \ ahu punika
Hana "ong ngamaling ngalang-ngalang. sampun kasa\ en. yog~ a kmuatana. Denda.400 Halang-tigalang mulih hamkcl
Hana \Ong ngamantesi sawah, hata,,a gaga. sampun dadi sasa\anmg \Ong. yog~a ka\ratana. 2.000.
PAHULUN DALEM MIGAT WONG MIGAT SASOMAH
Hana hulun dalem migaL rabi hing padedesan. lami-lami karuruh. Ka\aris pasahana Yen \US kaduman. Sang prabu rong dumanPiyarnbeke saduman. Yen ha~un hanahura regani ka.vula lanang, rong laksa. Kawula \adon salaksa.
Hana wong migat sasomahe, mreh sugeh, hasaladud mantuke, sadya hanahur hutang. Dene tuwa hangrasa, yen gelis mati, hagawa pradataning gusti, hanahura sadarbene. Tabanana hanikel, dene sadya hanahur. Lamori tan sadya hanahur, tikelakena huga. Lannaweh panyapala hidu. 400 Pakurarnas dateng gusti.200.
Hana wong ngamemendem hing ngumah, bing wong. sakalwiring kang mati, ~ugya mulih harnutung. Ian kawratana. denda. 4.800. Yen tan \Yaniya hing hecor.
WONG NGAHUTANG NEBAS BUMI
WONG BAHAHITRA HANA PARAHU KELING
Hana wong ngahutang. sasambat yan hutang wus katawur, hanging tan kasat mata. dening wong. tanana wala saksi. hing panahureHawekasan dadi pradata. Puma punang ngapiyutang. Hujare kang ngahutang. Tan kat-idcga dcnc hamreh kaluputan. Dadi kander kang ngapiyutang. sagungc hutangc Sinalokan pradana purusa haran. Yen· tan kandcla kang ngapiyutang. yogya corena. kang ngahutang nahur hanikel.
Hana hancbas bumi. y~n den sa\e sawah. yen den sawe karang. pomahan. Ya ta hamanggih \a\adahan tabaga. hata\Ya hcmas salaka Tan yogya den hasung. bing henggone banibas. Kang bancbas tan patut bangambil. Yogya barta biku katur ring sang Prabu.
Hana \Ong ngaba bahitra, bingngampah Ian saking lubur, bacaruk pada bahitra yen kawon kang saking lubur, dadi saking ngandap biku, hangilenana. yen kawon kang making ngandap tan kawicaraha
Hana parahu keli, ya ta hana wong hamamanggih, hadoh henggone bamamanggih. Kalanipun bamamanggib, hasaksi bing-palakarta. Hatawa bing pancanagara. Yen kapanggih dene kang ngadarbe. yogya hangasungaken, bing kang ngamamanggih, sapalib hajeneng bahitra.
W ONG MALING BAHITRA MALING PARI WONG NGAHUTANG PARI WONG NGANUKONI PARI
Hana wong ngamaling parahu, yen rahina, hata,...-a wengi. Ya ta kapanggib dene kang ngadarbe, raw11b hing palakarta. Babitra biku mulih banikel. Lan ka\'Tatana. Denda. 2.400. Hatawa jukung kang mangkana buga samadoshipun.
Haba wong ngamamaling pari, kalaning wengi, banedun pari bing lumbung, batawa bangamet hing sawah, bing pagagan. Hanunten kapanggih hing ngumah hing wong. Ya ta rawuh bing palakarta. Pari kang ngilang hiku mulih hanikel. Denda. 5.000. Yen kalarahena Denda. 2-000
Hana wong ngahutang pari, yenna nahur sajroning limang tabtin, muliya sakawit. Yen tan katahuran, liwar saking limang tahun. Yogya banikel ping lima. Hapahilang dana baranya.
Hana \Ong nganukoni pari, bing sa\ab, bing gaga, sangunging pari kang katukon. malib hanikel ping lima. Lan denda. 200
61
PASEBAN HANA WONG SAMINYA CILI
WONG NGAMIMISUH
Hana mantri hasm\·aia bing paseban. kang sasisih ho\ ah lungguhe. tinibanan ra.1a denda I 500. Kang tan ho\ah lungguhe. denda. 8 00 Yen sami pagah lungguhc. sami denda. 8.00. Yen sami ho\ah lungguhe. sami denda-I 500. Yenna nganggo cecekelan Kang nganyekel denda.
2.000. Kang cinekel denda. 1.000. Yenna nyekel cinckelan, sami kadenda. 2.000. Yenna ngunus duhung. hata\'a nyekel danganan. Denda. 4.000 Sinalokan mantriyem hangayem padem haran Hana bing paseban hasawan. hamisuh pinisuh. Denda. 1.000 Kalihipun. Yenna ngunue karga. Yen cinekel dening ngakatah. Kang nganduwe titiyang tan mil eta nyekel, hatatandang. Kang ngadll\Ye \Yong kawratana. Denda. 2.000. Kang ngangunue karga Denda. 3.000. Kang tan ngunus keris. Denda. 1.500. Sinalokan celiyem hangayem padem haran. Hana wong ngamimisuh, hanuting banjar lulurung, hatawa hing natar. kapiharea dene kang ngadarbe banjar lulurung, yen tan suka rawuhing palakarta. kawratana kang ngamimisuh. 900.
WONG NGABAHITRA YEN TITIWASAN
WONG NGARSA LAMPAH TAN YUKTI
Hana wong ngabahitra. \USa momot hatata hagiliran hanuroni Yennana dedening bandar. Lan parahu, \Ong ngiku katempahana. Hanging lyanana, hing kang ngilang ngiku. Ian prayogih yen pepekang ngagiliran. Maka tana lunga. tan ha\Yarah lungane. Yen wengiya, rahinaha, tan hawarah hing nakoda, tanana \arah hing kanca batur. Salungane hanake Jang ngilangan. Ya ta salunga hiku katempahana saprayoginipun. Tur \ anten katah huninga. \arnane dll\ene kang ngilang ngiku. hangantukena hamutung. Ian kawratana. Denda. Yen \ engiya. 5.000. Yen rahinaha. Denda. 2.000
Mtm·ah yen titi\asan. banyu ro\Yang. gomboh tm\·otaning wong ngakch. katcmpahana hmg kang ngadcrbe raraksan Yen nora muputing
\Ong ngika hadokk. dumcn sakchc sang ngadu\C dagangan. Ycnna ngilangaken hora korak, hansoka maring nakoda. 800.
Hana wong ngarsa lampah tan ~ukti. sedenge munggah tumurun bing bahitra, hekeh hanaru basa. Kang dudu duwene dem1aku, hanyaruk cinaruk. Dadya hundangana. haja hamemerat dingin. Yen \'US kahundanga, maksih hamaksa, hamemerat dingin. Hatawa den pranahakeming petak dasar. kang mangkana hanggepok sisiku, haranya, katrapana saka\it Denda. 1.000. Karanne tinibanana pangkana, dene hangatur hangaku hartaning rmrnange. tura mranah hing dasar ring petak.
WONG KELANGAN WONG NGABURU LARANGAN WONG NGASUNG TUKONNING RARA
Yennana kelang ngilangan, harta, sato hewan. Hora kabeta-beta. kneng sisiku hika, dene tunggal wamane, hatawa saking paksane. Yenna ngulihaken sadurungi ngaeowara, duwe haku, tan kena hing walat. Yennana sejen rupane, dudu hiya kang den nulehaken, walat kang ngilang, mantep maling ngayun hugi. Hangulihaken kang ngilang, sakawit Ian dendaha. 1.500.
Hana wong ngabuburu larangan, yen holih yen tan holih, dene habuburu, yogya kawratana, denda. 800. Wiji-wiji. Sakehe kang ngabuburu, dene sang prabu kang ngadarbe larangan. Tur buron kang mati, mulih hanikel ping kalih. 600. Wiji-wijining buron. Mangkana sasananing ngabuburu larangan.
Hana wong sampun hasung tukoning rara, rara hika winehan darbe, hapan minang tukonipun, wekasan halaki hing wong liyan, dene saking karepe bapaning rara meneng. mwang kadi hamangantenaken. Hamerang larangan hugi haran. SahYiring tukoning ngalalamar. mulih hanekel. Tur bapaning rara. Kadendaha. 4.000. Lan kang ngangambil wara. Denda. :'.000. Hamedal sanggama haran Kang rara hika dendanen. 5 000. Dene kang ngadmw rabi karihin.
NAHlJR RUTANG WONG NGAPIYUTANG
Hana \Ong nganyolong surat. pa\ i\itaning ngapiyutang_ dene lobane hahutang Hora hayun hanahur hutang_ maling patra haranKang nganyolong lontar. yogya kmuatana. Denda. 4.000 Lan sagunging hutange mulih hanekel hing kang ngapiyutang.
Hana \Ong nganahur hutang, \rn\us pegat hutange, surat pawitaning ngutang durung kasebit. Kang ngapi~utang durung winehan hikang ngahutang. Hanging ngakeh wong weruh, yen \US hanahur. Ian kasakeen hapasusuratan Hujare kang ngapi~utang, surat punika den harani kamalingan, hatawa den harani hatukon, \ekasan mati kang ngapiyutang, hana hanake hurip, hametokake pasusuratan. hanagih hing kang ngahutang, habasa yen tan pegat hutange. Rawuh hing palakarta. kang nganagih kawratana Denda. 4.000. Lan sagunge panagihe, winalik sadya hanikel, wehena hing kang ngahutang. Lan pasusuratan v•enang dinawut.
Hana wong ngapiyutang, sampun sering nganagih piyutang. Rawuh hing pal&karta, hujare kang ngahutang. Kulihe eira hanageh, mapan p .ara hahutang hing manira. Ya ta jaksa hatanya hing wong ngakatah, hendi dihin hanageh, hapan leresipun. cor kang ngamadangi, kasigaga kanganageh karihin, tibanana hing cor. Kang nganageh \vuri punika, hangantukena hanikeL hing wong kang ngakacoran. Kang nganageh karihin, sinalokan lutung ngamaraning pakei krandang. Kang tinageh hamalesi hanageh, sinalokan paksi mibra tiba hing cangkem lulutung.
SURAT PAWIWITANING NGUTANG
Mmvah surat pa\fa·itaning ngahutang. yen saking !amine rusak. dening bubuk. dening lengit_ yen hilanga yen katulton. hangilena surat malih. hing nga~uning karta. hatawa mantri.
HANA DERBENING WONG CINOLONG DENJNG MALING
Rana darkening \Ong cinolong dening maling. cidraning maling. den pronahalicn hing ngumah hing \Ong lyan Kalanmg \Cngi _ yen
"ruh bng ngadU\...: humah. yen tiniban-tiban. ycn P ~m a rah lira \ i rama '' cca. bing tatangga Yen tannasung nguninga. tan sami \Cruh. \Ong ngakeh sampa \amanc. kang cinolong dcning maling. Dosane kang mangkana. Kaya dosaning '' ong katiban. 8. 00. Sasmitane haprasaben. hing \Yong ngakeh ka\eruh. yennana dena \Ch \'Cruh. kmHatana. Denda. 2.000. Tan \Cnang yen denda pati. liapan katiban dcning rnaling.
WONG RASIUH SANJATA HING DUSTA HOLIH MAUNG HASTA DUSTA
Hana \Yang ngapasilih sanjata hing dusta. rnateni holihipun. sa,,amaning lalandep. Tur dusta hika hamateni \Ong. rnati \Ong kang den pateni. hata\Ya kanin. kasuduk dening dusta. Yen ra\Uh bing pajakarta. kang ngapasilih sanjata, katrapana bing denda. 2.000. Kang nganilih yenna mateni. dosaning kang ngamateni .. tibanana. yenna natoni. dosaning nganatoni tibanana.
Mu\Yah hana \Ong desa tepi paminggir, holih maling, hata\a hulih hambanda, yenna matine hing ngumahnya. Hing kang ngulih maling punika yogya hingattirana hing dalem. Lan sahanak rabining maling. sami dennaturakening dalein, yen malih kadang warganing maling. yen tan miluwa mamaling. tan ka\Yicaraha, hora di nenda.
Punika hasta dusta, sawicarane tan dadosa. teka kalahakena. Kang sapangan Ian dusta, kang ngamitra Ian dusta kang sapaduluran Lan dusta. Kang nga\Yeh genahing dusta. Kang ngatulunging dusta. Kang ngangingoning dusta. Kang nganinginaken dusta. Lan kang ngakona mamaling. Kang \O\Olu punika, yadyana sahujar-hujare. yen sah hacihnaha. salah sa\iji. Kang ngasta dusta punika. Yogya kalahakena Tibanana raja denda 2.000.
WONG NGAWEH HUPAKARANING MAUNG WONG NGAHUMAH SANDING DURJANA
DALAN DlJSTA
Mm\ah hana \ Ong ngmYch hupakaran111g maling. hmYch guna. mantraning ngarnamaltng. Hiya hiku guruning rnaling haran Wulangun
Yogya tibanan raja denda. 6.000. Kang wine yan guna mantra. kang lumaksana hamamaling. Elosa sadosaning maling.
Nana wong ngahumah sanding durjana, talet sakelir, hangngonge wiwiyakan, rahina wengi kambah, maling ngabisik haran, dosa kadi dosaning wong katiban. 1.000.
Nana wong katiban, dening rara, kadala nanning dusta. hing kana pangojoge, tilas tampakipun, hingkang ngilang punika, yogya hingkang kamargan punika, hangilenana, samulyanipun. Yen malih kapanggih, hing jawi-neng papgeran. Hing riku den cangeang. Kang duwe papagera hora weruh, ya ta sami den pariksa, yen kajawi
saking kawan puluh depa, tan kawicraha. Yen...... (tidak terbaca)
ning kawan puluti depa. Yogya hangasung titiban. 1.000.
PATI KINEN WONG KAMBANGAN HAGUNG NGALIT
Hana papati sajroning tatanduran, rinusak dening pati kinen. Pati kinen kasinuduk padem, haneng riku, tatanduran tanana papagerane, yogya hangilenana sakawit. Yen malih kasuduking ngarahara. Pademing sanding tatanduran, yen kalebu hing satus kawan puluh cengkal, hangilyanana madya denda. 400. Yen sajabaning satus kawan puluh cengkel. Tan kawicanten.
Muwah yenana kambangan hagung ngalit, tujah pelah punika, panebuse wong satunggil, haniga welas.
WONG NGACINEM SAJENG WONG NGAPADU WONG NGANANAWUNI PANEWAKAN
Muwah hana wong nganginem sajeng, turu nuli hangunus keris, hamerang langenne dewek. Trape hing ngundang. dening rowang hanginem. Hapunggung haran. Tanana denda.
Hana wong ngapapadu, hayuning palakarta, hala pangucape. dadu hujare den hucap. huta\i hapunggung, yogya kawratana
dcnda. bronc. 2.000. Yen sasisih hala dudu hujarc. mangbna huga dcndaipun Yen ''us hanahur hing ki~ : ai jaksa Picantcning \engi. halisc hapindc histori. \Cnang patyanana. haywa hinguripan
Hana \Ong ngapiyutang si \U. hing panagihipun saking lobane. den harani rong ngewu. kang mangkana. yening pa\icanten. kang ngahutang sima tanpa hutang. Dene loba panagihe. Hutawi wong kahelangan darbene, yen loba kadi \Yong ngapi~utang \alrn punika. si rna dodosanipun. sinalokan jong sarat kalandesing karang.
RATU HAYUNA MATENI KAWULA WONG NGAPADU DATENG KARTA
WONG KELANRAN KALA DALU KEBO SAMPI JARAN
Munah yen sang prabu. ha~une mateni ka\ulanipun, ya ta kawula hika malajeng, den singidaken dening mantri, mantri punika marek dateng sang Prabu, Sodya haneda huripe, titiyang kang malajeng huni punika. Ya ta sang Prabu suka Ian kawula hika kasrah dateng mantri punika. Denira sang Prabu, ya ta halami-lami, yen hayun kesah kawula hika, hanebasa sapalih samulyanipun. Kang den huripaken ke,,aJa. hingaran hurip-huripan.
Hana \Yong ngapadu dateng karta, \US hasung samudanan, ya ta
hana wong lyan. hanambu ...... (tidak terbaca) dudujejeneng dudu sarya,
dudu katakenan. kang mangkana tibanana raja denda. I 000. Hingaranan bojong sara\·a.
Hanawong kclangan kala dalu. kebo sampi, hajaran. wenten \Yong lumi\Yat. \·ong nagara hing iyan, sadyanipun hadagang. ya ta hing dalu hika kelangan kang ngadrabe humah, ya ta den tututi darbenipun kang ngilang. kapanggih hing nagara lyan. Baso\ara hing kang ngadarbe nagara hinggih manira, kara rencang pakanira, \US lumi\at. manira hatakon. keresipun hing kiyai jaksa Karena hingsun hiki hangiring lampahing \'Ong ngagung. hutmYi gangkat -hangkating \Ong ngayuda Kadenda. Denira sang ngama\a bumi. \iji-\Yijincn. Gunging denda. 55 000 Tckaning pakantukipun kiyai jaksa. kang ngakelangan. mulyanikcl Tur denda. Gunging denda. 5.000. Sinalokan simangsa hangulat buk1i tcna \l.tn1h bing baya.
sinurat. Ring dina. Bu. Ka. Mata! Hulan Sa\al Dalc111 tahun J ima\ al. Hulan Sa\ al tanggal cm likur Oma Rcbo. Rah pah. tcnggck 2.
Surya Alam. Adapun diceriterakan, karena sang raja dianugerahi keagungan oleh Allah, karena tiada persamaannya dengan raja-raja lain, karena sangat adil kepada rakyat, tidak takabur kepada Allah. Senantiasa berdoa agar dirinya tidak terkena aib, bila istirahat. Beliau membaca Alqur ·an, senantiasa memohon agar mendapatkan pengampunan, senantiasa merendahkan dirinya. Demikianlah perilaku sang raja, karena itulah oleh rakyat melayani kehendak rakyat seluruh negeri. Itulah semuanya, serta sang raja berbakti kepada agama. Bila siang tidak hanya makan, bila malam tidak hanya tidur, karena kedua itu (dapat) menggelapkan hati dan (dapat) mengendalikan Yang kedua itu. Bila ma lam tidur tiada lelap. Agar mendapatkan kehorrnatan. Dan sang prabu dijauhkan dari Yang bemama panca rakana 3l, Yang pertama itu nayakestri; Yang kedua: babu nayakka; Yang ketiga: hinabudi; Yang keempat: waraboga: Yang kelima: kapingtabaksana.
Maksud dari nayakestri. jangan mempeke~jakan orang wanita, setiap pekerjaannya patut dirusakkan. Maksud babunayakka, jangan mempeke~jakan orang kembar. satu tindakannya itu jadi semua diriisak. karena semua diandalkan. umpamanya.Maksud Hinabudi. jangan
.1) Ral,,ana-racam C
orang bodoh jadi pcrintahnya tidak ba1k. sct1ap pcn ntahn~ a tidak dipatuhi. diturut1. _1adi mcngacaukan ncgara. Maksud naraboga, jangan mempckerjakan orang perut kcnyang. setiap perintahnya tidak sunggug -sungguh jad1 tidak sesuai ajaran agama. p d1 lenyap aturan agama Maksud kapingatabaksana, .1angan mempekerjakan orang lapar, pasti perintalmya tidak berhasil. t1dak tabu.
Kehancuran negara, terliput oleh pekerjaan nista. Apabila ada belas kas ihan sang raja kepada rakyat yang demikian. cukupkan (kebutuhan) para priyanya tem1asuh anak 1sterinya.
Dan ini perilaku sang raja di Surya Alam memerintah rakyatnya. Apabila tiada mantap penghasilannya maka bacalah Al Qur ·an. Apabila tiada mantap shalatnya, raja jangan tidur pada malam hari, dan berikan sedakah ' jajan apem" sebelas kepada orang sekeluarga. Apabila tiada tenteram rumahnya segeralah berikan ucapan yang sej uk. apabila masih saJa tiada tenteram maka kepada rakyat terapkanlah ini, jangan ingkar pada janji dan, jangan putus menuntut ilmu, cegahlah datangnya malapetaka malam dan siang. Tegakkanlah danta danti kusuma warsa serta tolonglah orang tertindas. Dan segera membicarakan keluh kesah rakyat Karena sang raja (diberkati) sebagai pemimpin oleh Allah.
Dan lagi pertanda negara hendak dihancurkan oleh Allah, sang raja tiada mengurus rakyat, tidak putus berbakti, sering mengingkari janji. serta memakai orang merdeka dan orang lahilil ~· dan permaisuri muda dijadikan tua dan Yang tua dijadikan muda. ltulah sebabnya agar mengangungkan Allah, belas kasib kepada rakyatnya.
Meski pasek sang.raia, sangat adilnya karena rakyat, karena sangraja diserahi (tanggung jawab) buruk-baik oleh Allah. Lurusnya negara oleh raja karena tegaknya negara dari Sang Raja dan rakyat atas perintah raja itulah sebabnya raja diberi gelar Sultan Surya Alam, karena sinarnya Yang terang benderang menerangi hati rakyat seluruh negeri. tiada kesamaannya. t1ada ia tertutup oleh rakyat karena sang ra.1a
-n L 1hil il · t:1k dapat di1 ~ 1j ~ma hkan. p~n. !agi · p~ t1 a p a
\ah~ u Allah. dan Rasu lullah Alaihi Wassalam Bila tangan kiri berbuat jahat yang kanan menghukumnya. Bila tangan kanan berbuat jahat yang ki ri mcnghukumnya agar tcguh akan janjinya
Tata,Cara Mengangkat Penghulu
Karena sang raja tem1aktub dalam Kotaragama, bila sang ra_1a hendak bcrlaku adiL dan bila sang raja mengangkat Penghulu, yang tidak ada cacat tubuhnya, yang benar pengetahuannya yang benar menjalankan hukumi yang fasih berbicara. yang banyak pertanyaan. yang tidak suka dipuji orang. Dan jangan goyah pendiriannya, dan jangan menimbulkan pertentangan dengan para mantri dan agar dirasakan makannya sehari dan semalam. Apabila duduk agar satu hadapan dengan raja dan lebih rendah duduknya, lebih rendah kira- kira satu guli tempatnya di samping kanan. Dan jangan ia berbicara tentang kej elekan negara. itulah menjadi tugasnya dan jangan datang menghadap sebagai pembicaraan negara, tidak boleh. Bila ada perintah, seumpama bunga yang kuning, harum dan segar bugar. Segala perintah yang datang dari Penghulu, tak pantas bila ditolak. Bila tak benar ia menjalankan hukuman gunting lidahnya dan diusir. sebab pantas dan dilenyapkan karena itu laksanakanlah yang demikian, (agar tidak) dapat merubah sabda Allah. yang diturunkan oleh Rasulullah Alaihi Wasallam.
Demikian sang raja bila mengangkat mantri, jangan orang kaya, jangan orang miskin, jangan anak orang dagang palen jangan orang haram jadah. itu Yang tak pantas bila dijadikan mantri. Yang patut dijadikan pegawai orang yang punya rasa .malu. yang benar pengajarannya, Yang faham akan agama, dan adat istiadat serta keturunan orang baik.
Tata Cara Mengangkat Jaksa
Demikian sang raj a bila mengangkat jaksa orang pun~ · a keturnnan. karcna aman. tenteram yang dcmikian itu, menjadi orang negeri. orang yang memegang bicaranya. pintar bicara. ketenteraman yang memusuhi yang samar-samar Dewa Gama yang memusuhi ~ ang bengkak bengkok. berbclit-bclit. ra_Ja yang memusuhi Karena itu
h:rapkan kcpada seluruh rak~ at. ratu raja yang mcncrapkan. Apabila rakyat kcluarga. kcturunannya. terapkanlah yang sesuai dan denda.
Dan orang berkeluarga. yang patut menjadi Hakim. yang tamat sekolah (berpengetahuan luas). yang faham akan bahasa yang faham akan tata susila. karena menjadi musuh orang senegara. Dan orang melarat. jaksa yang menerangi. Maksudnya topik politik bangkit itu. bersilat lidah. karena jaksa mengadili ha! sulit dan san1ar. De\a Gama yang menerangi. Maksud hambengkok-hambengkok orang yang melawan hukum. Sungguh sang raja akan memutuskan agara segera dibicarakan, jangan dibedakan, keluarga, pejabat. besar kecil, bangsawan, rakyat biasa, semua dikenakan hukum. Jangan pilih kasih, jangan bingung, jangan segan kepada yang besar, dan jangan kasihan kepada yang kecil Bila datang, Iaksanakan menurut patokan hukum. Dan akan pemberian belas kasihan oleh Jaksa (gras i, amnesti dan sejenisnya) hanya layak diberikan oleh Raja.
Dan Iagi tidak benar ia memutuskan perkara usir setahun Iamanya, tiada boleh melihat negeri dan dituntungi sambil didera dalam kota, lalu tempatkan di gunung bukit hutan, tidak patut bila dibunuh. Apabaila telah cukup setahun, panggil Iagi, jabatkan dahulu kalau benar putusannya dengan Kotaragama. Apabila Iagi tidak benar memutuskan, masih seperti sediakala, pantas dibunuh. Dan bila ia memutuskan perkara masih beriba kepada orang melarat atau takut kepada pembesar kelak (di akhirat) akan dililit naga seribu masuk ke lubang api neraka dan dipotong lidahnya.
Tata Cara Mengangkat Pejabat Pemerintah
Arkian sang raja bila mengangkat pejabat, yang berilmu yang tidak bodoh, yang tak suka disogok oleh orang yang menjadi incaran hukum dan yang tidak dengki kepada Saudara Sapangan '- · Yang tiada bersenda gurau dihadapan majelis. Yang tak mau melihat barang senonoh Serta tata cara memeriksa peJabat. apabila disuruh menuntaskan rakyat cekcok seperti bila tid ::ik tahu pokok pemb1caraan. tidak tahu akan musubnya. ia tiada faham. tidak tahu ~) .tlxli s~ pan gan adalah ahdi r~nggarap lanah raja ( df<) \ " ~ jaha).
~ ang kalah dan yang mcnang. tidak tahu akan .gadainya Apa bi la dcmikian. m~ng cnaka n dcnda scpcrti itu. dcmikian putu slah memulangkan gadai. Yang dibagi tiga. sang raja dua bagian. yang menuntut satu bagian. disebut penyelesaian berdasarkan kelas
masyarakat. Karena perolehan ...... seribu bagian. Apabila tanpa belas
kasihan raj a, bagian itu dibagi empat. sang raja tiga bagian. yang .. satu bagian. Pengibaratannya raja sangat derma\rnn.
Tata Cara Mengangkat Panglapah (Utusan)
Arkian sang raja bila mengangkat Duta yang mampu menyenangkan orang yang teratur dan menarik dalam berbicara. Yang berani susah, yang berani merentas bahaya, yang tidak setengah- setengah dalam berbicara, yang berani melarat dan turunan orang baik-baik. Yang banyak benar dari pada salahnya, yang tajam dalam berbicara, yang tidak suka meng ''aku .,_ yang luas pengetahuannya, yang tidak berubah-ubah ucapannya. Itulah yang diangkat menjadi mantri. Dan bila melaksanakan yang bukan tugasnya, kepada petugas istana, perolehannya seribu bagian, sekira-kira jauh dekat jarak tujuannya. Apabila seperti itu, ada kesalahan dalam perjalanannya. Apabila seperti itu patut. Maksudnya yang demikian itu seyogyanya dikembalikan biayanya. Pengibaratannya : lupa diri rusak tata krama.
Perilaku Abdi Terhadap Raja Raja Terhadap Abdi
Ini perilaku abdi terhadap raja, tujuh perkara. Anut, maksudnya (turut) jangan sekehendak hati. Sadu. maksudnya jangan mengambil milik orang ''sepangan·'. jangam mengambil milik raja. Tuhu. maksudnya tetap hati akan kesanggupannya. Hamintuhu, maksudnya tidak menghamba kepada dua raja. Guna, maksudnya jangan banyak makanan orang dimakan olehnya. Kawenten, maksudnya jangan mengumpat raja. Jahil, maksudnya jangan menyampaikan kecelakaan ulama. Itulah kelakuan dalam mengabdi umpama bertindak. jangan buka rahasia.
lni kepantasan raja. manda, hagnyana rasa, hagnyana purusa, hagnyana manda artinya menjamu rakyat. Hagnyana rasa artinya mcrasakan perasaan rakyat. Hagnyana purusa artin\'a merangkul kehendak rakyat Saloka (Pengibaratan)
Saloh.a raja itu. giri suci, jaladri bahri, pawaka, urya, sasangka, Nilatadu Artin~ a giri gunung. ra_1a itu agar baga1 gunung. suci dan anggun Jaladri artinya lautan. agar menampung yang a1111s dan busuk. Bahni pawaka, artinya api bcsar. menghanguskan yang kotor. yang na.1 is Surya artinya matahari : ang menerangi orang sebu1111 Sasangka, artm: a bu Ian, agar tiada ia perlu dinyalakan. Nilatadu artinya langit biru tc: tap pada kcanggungann: a Itulah raj a di dunia sampai akh irat.
1111 saloka raja, yang mantap akan titahnya: danta. danti, kusuma, warsa. Arti danta. gading gajah. apabila sudah keluar. tidak bisa masuk lag i Arti danti. ludah. apabila sudah jatuh ke tanah. tidak dapat dijilat lag i Arti warsa, hujan. apabila sudah jatuh ke tanah. tidak bisa ke atas lagi. Itulah sebabnya sang raja tidak boleh salah dalam bertindak.
lni saloka raja, tidak dalam peperangan, brahmara puspa micanteh nanggika brana micanteh sang miku yogya micanteh ratu nrepa:uda micanteh Brahmara, kumbang, tidak ada kumbang takut kepada bunga, Arti Nagsika, lalat. micanteh. takut. Tidak ada latat takut pada batu. Arti Sang wiku pendeta. Tidak ada pendeta takut akan kitab suci, apabila takut bersemedilah. Arti Ratu raja Raja berani mati : uda peperangan, tidak ada raja takut peperangan.
lni saloka mantri Wiyangga, gobaga, gotala. Arti wiyangga kodok, tahu akan turun hujan. Arti gobaga tonggak agar tetap seperti tonggak. Arti gotala, gong bende, ucapannya agar seperti gong bende.
Ini Saloka Mantri agar dapat me\Ujudkan ketentraman. Candra, Surama, ditya. Arti Candra bu Ian, menerangi dan sejuk. Arti Surama. ap1 menghanguskan, segala kotoran. Arti Ditya matahari, menerangi serta mengeringkan yang serba basah.
"Halaki bila kupu" (tak dapat diterjemahkan). Saloka orang banyak. besar~kecil surama ratah. Arti surama ratah mati, berperang di dalam istana. Arti jaya meratah. mati. berperang di medan perang.
lni saloka orang yang pantas dikasihani oleh orang besar kokila, manyura, kuda, warana. Arti kokila burung beo. yang pandai bcrbicara seperti bco. Arti mayura mcrak apik rapi bagaika:n burung merak. Kuda ya kuda. bila ada perintah raja agar gesit seperti kuda. Arti warnana. 111011\'Ct.
Ada salob paksi, ratna, curiga, estri. Arti paksi burung ~~kni pandai bcrkicau. Arti ratna 1.'.rnas. yakni tidak ida cacatll\ a d1pakai sebagai pcrhiasan kcrajaan Arti curiga kcri s. yakni ~ang ta_1arn pikirannya Arti estri orang \anita ~ang lcmah lcmbut budima. yang dapat menyenangkan orang sclurnh ncgeri. Apabila \anita dcmik1an. diibaratkan .. estri saranggi satulah ayu ... (tak dapat diterjcmahkan).
Ada saloka orang hina wijung ganda, hangsa samodana. Arti wijung babi. ganda hamm-harnman. Sepuluh macam harum-haruman si babi tidak akan lupa ia berkubang. Arti hangsa. bcbek. Sinamodana artinya perhiasan. Walaupun diperada parnhnya tidak akan lupa ia akan comberan.
Lagi saloka taksaka, pinastika, palwoga pinayungan. Arti taksaka ular. Dipalihara karena mujarabnya mantra maka manutlah ia. Bila lali sedikit akan menggigit ia.
Arti pinastika madu. Sepuluh jenis buah-buahan (telah dimakan) tidak akan hilang rasa dari madu. Arti palawaga monyet dipa~ungi. Walaupun mengaku anak sang raja tidak akan hilang ciri monyetnya.
Ini salokantara, perselisihan seribu seratus empat puluh empat dijadikan empat puluh empat. Keputusannya delapan perkara: Hanyawadi, akriyadesi, anggawe sakai, hanipakai. tiada tahu mengaku tahu. Haniyuk hingarah. gelap pikirannya. lima ha! yang menyebabkan kalah berselisih sesama temannya. tidak tepat j:rnjinya. Hayamaratah tidak janji. Hayutah mujarab setiap ucapannya. Hapralaya. bergadai terhadap orang yang telah mati. tidak boleh.
Ini Pagarayangan Delapan
Inilah pagarayangan lagi. delapan perkara : Hartah, Hisakah, Sapratingkah, Hatrah, Codakah. Yang dimaksud hartah yang datang mencuri di surnh hakim. Hisakah ditcmpati. Bojakah. makan minum bersama orang pcnjahat Sapratingkah mc:ngetahui tingkah polah pcnjahat. Hartah. mcmbcrikan scnjata Gotrah mclindungi. Hacaraka. bcrsaudara dengan pencuri Bila ditangkap tiad:i mendapat walat tali. Apabila Iuka tidak mcndapat biaYa pcngobatan. apabila mati tidak mendapat pangiling sa\ah
Pertengkaran Lima Perkara
Ini pertengkaran tiga perkara: Kriya wikriya, Tuwawa tan tuwawa, wetana tan wetan. Demikian maksudnya : Kriya Wikriya pertengkaran orang yang mengupah dengan yang mendapat upah Tuwawa ta tuwawa, pertengkaran antara orang yang menitip dengan yang dititipi. Wetana tanwetan, pertengkaran brang berjual beli.
Ini pertengkaran lima perkara : Nista masahasa madya masahasa, yamuka punggung. Begini maksudnya: Nista masahasa, menggerebek maling di luar pintu. Madya masahasa menggerebek. Utama masahasa, melawan di halaman, mengeroyok, membobol pagar, menurunkan padi di lumbung. Ada orang terluka seisi rumahnya mendapat patiban jampi (biaya pengobatan). Yang terluka mendapat pasumbar. Pariwasa membenih tak memberi tahu. Hanut ka punggung merusak harta orang atau melukai tetangga.
Pencuri Enam Perkara Pertengkaran Lima Perkara
lni pencuri enam perkara : Malingama, maling Ratna, maling Kabunan, mating harep, mating timpuh. Begini maksudnya, mating ngama, berkunjung ke rumah orang lalu kecurian. Mating Ratna, mencetak sawah, membuat kebun belum melapor kepada raja. Maling raras, orang laki mendatangi orang perempuan. Maling Kabunan, belum minta izin masuk wilayah lain. Mating harep, menghilang milik orang. Mating Limpuh, orang yang menjadi tukang emas.
Ini pertengkaran lima perkara : Isteri Candala, sabda Parusa sangraha wirota, sangraha wacana, sabda candata. Begini maksudnya : Isteri Candala, pukul memukul sesama perempuan. Sabda parusa, orang laki berkelahi dengan wanita. Sangraha wirota. orang laki memukul orang perempuan, orang alaki memegangi Sangraha wacana, orang laki memaki orang perempuan. Sabda candala, maki-memaki sesama perempuan.
Perkara Saksi Yang Mulya
Ini scngketa tujuh pcrbra Hanggenidah, Eka warna, Raja wisuna, Paradawaraning dyah. Pada kawarah, Sudukanadah Bcgm i maksudnya Hanggenidah. memfitnah Hamisadah mcracun1. Ekawarna. orang menyilir menjalankan tenung. Raja Wisuna, memfitnah Paradwaraning dyah, orang mcmpcrkosa. Suduknadah, orang ''anita dizinahi lalu dibunuh. Pada Kawarah, orang mcngamuk pantas dibunuh keroyolah.
Ini saksi yang mulya Danawanto, kulinancah, Dyahparesi paranice, Dersasulaksana, samapaya papti. Caksyuh bujangjem, Dhurnitem, Halembayem. Demikian maksdunya. Danawanto. kyai dan mudin. Kulincah. orang yang patuh. Dyhaparesi karanince, saudagar kaya. Darsasulaksana, orang yang tampan rupanya. tutur katanya baik. Caksyuh bujangjem. pendeta penaschat raja Durnitam, pendeta olongan guru. Halembayan, penasehat raja.
Saksi Yang Nista.
Ini saksi yang nista : Hacukirtya. (berjudul terasi), penjual kapur. penjual lumbar. penjual garam. Hakarakah, penjagal hamuntra, pengclana. Penjual orang. Hamberkuh, orang ... Myrakekeh, orang penjual rempah-rempah. lana. penjual gerabah. Hagedig, pandai besi. Hagejeng, pa cangkul. Hagendeng. pandai dandang. Hagender_ pancat gong. Hanista. pembuat kakapa kuda. Hambyntit. pembuat sepatu kuda. Harcama, dalang. Hanelih, menjual ayam. Hamadu. pencari/ penjual madu. Hadagang, hagambuh. hapilih. dedukun, jangan dukun sakti.
Berbagai K walat Pagarayangan empat
lnilah maksud k\alat : hambegal. hangental. luntakni. hambadog. hangulutuk. hanayap. hangutil (pasal ini bcrhubungan dcngan pencurian makanan. bahan makanan. pen ). lnilah pagarangan Sembilan perkara. Hatarka kalah olch patma. /)orto kalah olch saksi. Saksi kalah okh bukti (ada bukti) Bukti kalah okh satmata. Satmata
blah olch cina (bukt1 n~ ata) Cina kalah nkh nganyomana. Yomana ka lah olch pramana. Pramana kalah oh.: h ubaya. lJbaya kalah olch purusa ( pcnguasa)
Yang discbut tarta ucapan pcmberitahuan. Patra tulisan. Saksi mcliputi t1ga perkara. Yang menjadi saksi. yang menyaksikan. yang d1saksikan. Bukti keluar dan yang menuntut. Yumana keluar dari yang dituntut Pramana le\at \Yaktu (kelamaan). Ubaya. tulisan. serta ubayanya. Purusa ucapan raJa
Saksi Tak Dapat Dipercaya Pagarayangan Empat
Inilah pagarayangana empat perkara : Kadasarwarsa, kanatalina, kana talingga. Maksudnya kadasarwarsa le\Yat dari delapan tahun. Kadaluwarsa liwat dari lima tahun.
Kanatalina berganti raja. Kanatalingga berganti perintah. inilah macam saksi yang tak dapat dipercaya. Tiga perkara : Saksi pramana bersaksi kepada orang dahulu, yang diandalkan itu tiada boleh. Saksi pramanalina. bersaksi kepada orang mati. Saksi hakumbah bersaksi kepada hamba sahaya tak patut karena akan menjadikannya lebih rendah. lnilah macam saksi yang tak boleh ditanyai. Empat perkara .. Sirna prayatna, orang bisu. Sirna wacana, orang bisu bisa sirna niscaya, orang yang kedua bola matanya picak. Sirna sambawa orang tuli
Pagarayangan Lima Perkara Arti Jugul Muda
lni patokan lima perkara: Hakuta saksi. bersaksi kepada saudaranya tak boleh. atau abdi saudaranya. menjadi rendah ta. Hambuta saksi. ada saksi mulia tetapi menjadi saksi penjahat menjadi rendah ia. Hambahu sabda, saksinya diajari jadi rendah ia. Hambahu saksi bersaks1 kepada orang mati menjadi rendahan ia. Hasaksi, saksinya disogok. menjadi rcndahan ia. lni maksud dari jugal muda, Tidak punya ucapan ganda. Walaupun. Jelasnya yang akertabasa .. liar dalam menjaga diri Meskipun pendeta. penghulu.
keluar kc pasar tak dapat jadi saksi. Hukamkan kdiarann~a. Jclasnya Rajaniti tcmukan kedudukannya. Bila ternyata tak ditemukan kedudukannya maka menjadi rendahan ia.
Saksi Tak Dapat Ditanyai Saloka Tiga Perkara
Ini macamnya yang tidak bisa jadi saksi. Tujuh perkara : Pertama Rena, maksudnya orang \anita. Wanita itu sebabnya rendahan ia. tak dapat jadi saksi. Karena sifatnya berubah-ubah, rusak oleh lelaki. Kedua Carnet, maksudnya anak kecil. sebab anak kecil tidak dapat jadi saksi, karena belum faham hanya untuk menghangatkan tubuh saja. Yang ketiga Wesa, maksudnya penjahat tidak bisa jadi saksi. Keempat rumpaka roro kedibing bina tidak · dibolehkan jadi saksi.Kelima sudra kawinaya, tidak dapat jadi saksi. Keenam tirta agung maksudnya '·kadi " tak dapat jadi saksi. Ketujuh, Ratu Agung tidak bolehjadi saksi. Kali (Kadi-Hakim) jadi saksi bila telah pensiun (berhenti). Raja boleh jadi saksi bila telah turun tahta.
Surat Tagihan Pajak
Inilah surat tagihan pajak. cantumkan alamatnya, tanggal hari bulan tahun Caka, dan masa jatuh temponya. Apabila tidak demikian tidak patut sebagai surat tagihan pajak. salah tafsir yang membaca, demikian pula tanggal, bulan tahunnya.
Ini saloka tiga perkara : katarajangga, darana laba, padangacaya Begini maksudnya : katarajanggra ucapan \an jahat, darana laba bohong, padangacaya benar.
Ini macam hukum serta banyaknya yang mesti diterapkan raJa Darma Mahespati Dua betas perkara. suradita samar ucapannya. Sarasa marmaya, ucapan yang takjelas tujuannya. usana, menonjolkan kecelakaan orang. Hanyawadi, menari ucapan. Titi garmi. Praniti bakti, Kutaramanawa banyak ucapan manawa. Raja kapa tempat orang wenang dibunuh.
Tedras gandarusa.
Hangas krata basa tiada scnonoh ucapann~ a. Cayamurcaya d1campu rnya ~ ang buruk dan \ ang baik. Kutarawidi ditinggalkannya tcmpat t1ngga ln~ a Sarapasa blak 1a memakai men.iadi rcndahan. H angakarta basa teliti ucapannya Yang buruk maupun yang baik.
M acam Saksi
Ini macam ( jenis ) saks1 · Kriyadisti tiada sesuai dengan ucapan saksi atau mencari saksi rn claksanakan suruhannya. Wiraharah, mempercayai ucapan saksi. Talayapatra menuliskan ucapan untuk digunakan sebagai saksi. Tan hubdaya. menyogok saksi. W alaya Datra tiada menepati janjinya. Semua itu kalahkanlah. Byawara namanya.
Hanggawadasta mendengar pengajaran, diajarkan lagi. H amalungguh saksi. Hina pariksa, mengetahui ucapan Yang akan dinyatakan. Mempersaksikan Yang berubah-ubah ucapannya si orang Yang dipersaksikan Yang tidak patut dijadikan saksi. Orang yang tidak tetap hati. Orang Yang tidak penurut, orang gila, orang Yang tamak loba Sang Brahmana dan kesatna itu bisa yang sungguh- sungguh pada kerjanya.
Yang tak menjadi saksi enam perkara. lnilah macamnya. Yang suka. Yang suka bohong. Yang suka pada keburukan. Yang tampak nyata dosanya, Yang kenal dengan maling. Yang tak mengenal darma.
lnilah saloka sakartaning sarira (keaiban diri) tujuh perkara: M ustika, tikus, sradula, macan coleka, tokek, Dyahpada, ular, gantika cacing, ramada gagak, wradu, lintah.
Ini saloka empat puluh perkara. untuk mencapai keamanan negara Sari-sari suti ngampuhan (bunga-bunga bersinar sakti). Sigangga handurala itu saloka memakai \'anita gajah handaka brahma Salokanya utama masahasa bangga kadurkara tan wringbaya. Salokanya gridem pranem, hadekat hadulikat tan wring baya. Tokek mati karna suaranya. Saloka \anita tak senonoh. sapi mcngumbar sari tak takut bahaya. Salaoka niti hanakahi tak kenal bahaYa Saloka kolika, simaga-maga puspatra, ( Saloka keduniaan.
Salokanya codakah lembu ngungas tak takut bahaya. Salokanya orang dipondoki gana hina tak takut keaiban tak takut bahaya. Saloka memegang karya Gajah bantcng ngungas (mendongakkan kepala) Saloka mcnuduh tiga patut tuduhannya gana hina takut tata laksana. Saloka merebut tanah nagahina tak kenal bisanya. Salokanya hacacaya (kelancungan). Gana hina mengaibkan dirinya. Salokanya orang berkata tak senonoh bara-bara seperti bara tak takut bahaya. Salokanya orang tak berkata krama. Singa galak memangsa tak kenal bahaya. Salokanya wanita berlaku buruk. Wanita buruk diliputi penyakit. Salokanya mencerca. ikan pugu hanya tinggal ekomya. Saloka tidrasa wanita tak senonoh istri culikem cangcala rnaparern. Salokanya tak senonoh wanita tak takut keaiban. Salaokanya pendeta berjinah, lernbu rnerusak tali cucuknya tak kenal bahaya. Saloka berhutang gada rnerusak tubuh tak kenal (tahu) berkelit. Salokanya sarudita : berlarnpu di siang hari, pernarna bulan rnasih bersuluh, Salokanya utarna Masahasa sehingga ada yang terluka, seperusuh menipu bukti. Salokanya orang dipondoki ada hinaleka tak kenal siasat orang. Salokanya berrnadu, kutilang rnakan. Salokanya rnerangkul wanita lernbu merusak bunga. Salokanya. orang rnemakai singa jantan memangsa tanpa aturan. Salokanya orang rnencuri ular rnemangsa diam-diam. Salokanya rnernbunuh singa rnernangsa rnenipu rnangsanya. Salokanya rnencuri karnbing singa galak tak kenal bahaya. Salokanya rnencuri itik, Singa jantan mernangsa mengacaukan aturan. Salokanya mencuri ayam, Singa jantan selalu menipu di pelagu.
Saloka WanitaBerzinah Saloka Pejabat Berzinah
Saloka Pejabat berzinah, : Kulanancah wruh gulawayem. Saloka wanita (berzinah). distri kulancah para darancah, kutila kumuda bawek. wanita sele,:vengan. Yang punya suami. Salokanya Simapin rah bogayem. Saloka Raja berzinah, Ratu riyem paradayem. Dan ada patokan ugeran orang yang mengurusi hukum yang dikeluarkan oleh Pangeran J imbul mertua olch Aku\U (Bupati) di salam tatkala ia mengarahkan rakyatnya Beginilah maksudnya.
Bila ada orang 1111.·1 11.~ mukan barang scsuatu agar di sc rahbn kc pada pcnunggu p111t u (pos kcamanan) d1_1 cla ska11 tcrnpat 1a mcncmukann~ a. d1catat dan discrahkan kepada pdugas pcnjaga pmtu. Bila ada ~ ang mengaku (miliknya) di dalam batas \aktu seratus hari maka ditetapkan 1a mcn.iad1 mdikn~ a. Bila di dalam scratus em pat puluh tctapkan ia mcnJadi milikn~ a. tetapi berikan bagian sepersebdas bagi yang mcncmukan Yang demikian tak dapat dituduhkan se bagai mencuri temuan
Raja Surya Alam Menentukan Kedudukan Rakyat (Menerapkan kedudukan rakyat)
Dan pcrkampungan dengan jalan-jalan besar semua dipisah, jalan para laki dan perempuan agar tidak terjadi perbuatan senonoh. Seperti orang mengikuti rapat akibatnya mengetahui situasi negeri. Ada orang sebagai pesuruh, mengetahui perjalanan para raja. Ada mata-mata mengetahui perjalanan penjahat, datang dan perginya Ada menteri mengurusi pemerintahan. Kuat dan berani menjaga negara dari serangan musuh. Dipati pelaksana peraturan-peraturan negara. Ada Patih mengaslih rakyat seluruh negeri, mengetahui kenyang lapamya rakyat. Ada tumenggung. mengetahui kehancuran istana, ikatan-ikatan balai pangguang terlepas.Demang memberi kesenangan kepada rakyat seluruh negeri. Ada/ Kangga. menata pasukan. mengetahui senjata yang rusak. Ada jabatan Kanuruhan memutus perkara, faham macam- macam bahasa. menjadi penunggu balai sidang tempat menghadap rakyat. Faham akan seluk beluk keagungan Sang raja. Ada Hinya mengasuh orang istana Ada tanda, mengetahui datang dan perginya para manca. Ada pringgabaya menyelesaikan upacara kematian dan membuat keranda (peti mati) bagi yang mati berperang. Ada jabatan ··juru · mengurus kuda sang raj a. Maka itulah bergelar Prabu Surya Alam karena tak ada samamYa (bersifat cermat dan seksama).
Prilaku Sang Raja Menata Rakyat
lni tatalaku sang raja menata rakyat. bakti bekerja dan bertata krama. Bcrarn bcrbuat dan bcramal saleh Bolch takut bila itu siasat.
Bclas asih tcrhadap fakir mi skin siaga berbuat .dalam aneka pcrbedaan. Begitulah aturan mcngatur rakyat.
Dan pergunakan orang yang baik itu memcgang pembicaraan orang desa. orang kota. bila tidak. bertutur kata manis. bila menggampangkan pembicaraan. dikenakan sangsi sesuai kejahatannya. Dan perolehan pembicara apabila telah selesai pembicaraa.Il menjadi seikat bunga pengembangannya. Apabila telah disampaikan kepada sang raja, belaskan perolehannya. Karena halal belasan itu. sebab permintaan sang raja kepada pengadilan.Diibaratkan, Frabu Adil Dana Sancanva-namanva..
Ketetapan Menggiring Keluar Dari Pengadilan
Dan ketetapan untuk menggiring keluar dari ruang pengadilan. Sudah masuk ke rumah, ada di luar pintu gerbang.
Sudah memotong pagar. Sudah memanggil orang wanita
Demikian tertulis dari pengucapan, jangan melanggar tulisan (aturan) prilaku hina namanya. Dan menetapkan akhir dari pembicaraan (kesimpulan)
-Jangan datang pada saat orang sepi -Jangan membantah di rumah -Jangan menyulitkan apabila tidak sefabam dan sang penilik -Jangan menyulitkan apabila belum diperkarakan. Jangan mempersulit apabila tidak mengikuti ketentuan istana
Yang tertera semua itu disebut Panca Susila. Pasti menjadi salah penerimaan yang diperkarakan.
Ketetapan Menyeret
Ketetapan untuk menyeret (orang lain untuk diperkarakan). Dan datangi rumalmya untuk melihat-lihat. jangan lebih dari dua orang. karena itu genapkanlah dua orang. ada temannya berbicara bukan dia yang melakukan. Dan lagi lebih dari dua orang dan dena madya sahasa. Bila kurang tangkap lagi Salokanya : Pctugas bertindak kasar tak kenal aturan (bahaya)
t::itac:na 1111.:mcri ksa bila tak ada diJ umpai yang d icari okh sang petugas patut ditcrapbn walik sadya dan d1kcnakan pasumingar Dan dcnda madya mahasa. Hatta ia mcngambil tanpa ij in. mcncuri. mcncu ri he" an. mcncopct. mcrampas. mcmbegal. memakan tanpa i_pn. berhutang 111gbr Bila dcmikian itu s1ma tanpa hutang. s1rna tanpa dosa maka hapuslah tuduhan dibicarakan lagi disebut Sanagara.
Dan pula dalam aturan raja bagi tindakan-menjarahi, memeriksa semua perkara mcsti diselarakan dengan pembagiannya .. Harta milik yang diambil meniadi bagian raja julukannya : Ditimpa kapur hangat. Bila masih belum cukup bagmya kenakan ia walik sadya. Harta milik yang diambil itu dipulangkan semuanya. Dan jangan dikenakan pasumingar dan jangan didenda. Disebut mengundang (memanggil) gajah. Agar tetap kearifan sang raja
Raja Memberi Dana
Dan ini maksutya apabila bila sang raj a memberikan · dana (santunan). Pertama kepada anak yatim Kedua kepada orang kaya yangjatuh melarat. Ketiga kepadajanda (wanita) yang tak punya anak laki. Keempat orang baru datang dari naik haji. Kelima kepada para pendatang. Keenam kepada orang yang setia berbakti. Ketujuh kepada yang tetap datang menghadap. Kedelapan orang melarat yang tidak mampu makannya ''alau sehari. Itu patut diberikan dana santunan, bemama Dana Mahamarta. Bila ada persembahan dari mereka, dikembalikan. disertai juga terhadap dirimu maka jawablah juga gajinya, dana karang namanya. Dan berikalah gajinya. Itu disebut Dana krana.
Bila sang raja menyuruh sesuatu lalu beliau memberikan kesenangan dana wisesa namanya.
Bila · raj a berpesta bersuka ria tanpa mcmandang orang kaya. orang melarat. orang yang li\at di Jalan dana balada namanya
Bila sang ra.1a menyuruhkan sesuatu maka bila beliau datang lalu d1sambut de11gan suka rianya. Dana Krama namanya.
mcmpunyai hajat. · di _sambut oleh rakyat seluruh negcri, bi la · pulang lalu dibcri hadiah. tan pa ada ~ ang kelupaan. pcmba\a pedang dan singgasana. laca-laca. umbul-umbul. pay lurah desa. perbekeL para cecaya. para peladen. petinggi desa, orang ka\ in. juru kuda, para penghibur semua mendapat hadiah, dana warsa namanva.
Apabila sang raja dihadap lalu makan denuan semua yang menghadap dana sancaya namanya.
Apabila sang raja telah selesai dihadap, lalu memberikan dana kepada para mentrinya dana saheka raksa. namanya. Seumpama si tukang sarung keris sesuai sarap tidak menyimpang u.capannya, tidak besok-lusa, dan tidak keliru penanamannya, tidak keliru letaknya satu persatu. Demikian ibaratnya menata perangkat negara. Diibaratkan sang raja, Candra, Baskara, Warsa. namanya. Arti Candra, bulan karena menerangi tanpa panas. Arti Waskara, matahari memberikan terang tiada samar. Arti Warsa, hujan bersifat mensejabterakan apabila memberikan dana.
Perilaku Sang Raja Memberikan Dana Kepada Rakyat
Dan sang raja tidak membunuh apabila belum nyata dosanya. Apabila menyangkut agama, kiyai menyampaikan kepada penghulu apabila menyangkut. kiyai menyampaikan kepada jaksa, ada yang disuruh untuk mengetahui masalah agama. dan yang selalu berbelas kasih dengan teman semakan yang tidak dengki kepada teman semakannya. Yang bisa membedakan pembicaraan agama dengan adat. Karena itu jangan bersilisih ucap si kiyai kepada penghulu dan kiyai kepada jaksa. Yang pantas, antara penghulu dengan jaksa, memantapkan yang sebenarnya. Dengan kuasa raja maka diputuskan secara agama dan adat ketetapan sebenarnya Karena telah mempunyai restu. Bila raja benar-benar memegang wasiat (\Yajiblah) la bersifat adil pada rakyatnya.
Dan terhadap pengaduan. jangan cepat dipcrcaya. meski ia saudara bapak. anak Meski utusan. pejabat. jaksa. matri Jangan dibeda- bedakan apabila betar agar dibenarkan. apabila salah agar disalahkan. apabila ingkar tuntut sesuai dengan kctcntu an hukum. \ Valaupun
apabila ingbr. di ibaratkan dura samba\ a. Arti dura. jauh. samba\a. binatang _1an pcmbicaraan manusia (scpcrt1 binatang)
Dan apabila ada orang berscngketa tcrhadap kita. jangan tergcsa- gcsa mcmperkarakan. beritahukan terlebih dahulu kalah menangnya. Karena yang kalah semua mati. yang menang semua kalah Bila mau disambut (bcrdama1) ikutilah dan aturlah dengan aturan yang pantas scperti si tukang kayu membuat rumah jangan keliru pasangannya. Agar benar susunannya. agar tidak di salahkan Tuhan Karena api neraka itulah ~ ang mesti kau ingat agar sesuai dengan ajaran kitan.
Dan fahamilah perjalanan Jat1 pati di dalam awyawahara. Laksanakanlah perintah sang utusan (Rasul) Jauhkanlah perbuatan yang dirang Tuhan. Bila kau taati isi kitab tak akan kau menemui kenistaan. Di dalam sifat awyawahara (tiada ingkar) karena engkau bagaikan kikir menghaluskan yang tak rata. ngkau bagai gading gajah. Kau bagai matahari terbit. Artinya hati-hati bekerja maka pastikan banyaknya dan ketahui ia. Tentang keingkaran, agar jangan diberikan tumbuh pada orang yang mengacaukan tugas.
Macam Pekerjaan Penyelidikan Yang Pantas Dikalahkan
Jangan salah olehnya pasal hukum, jangan salah tympana dan sesuaikanlah dengan ketentuan kitab hukum. Kedudukan bukti. Dan suratkanlah kemauan Hakim Adat atas agama agar tetap berlandaskan agama. Menurut sastra agar Adigama. Sang pembawa hukum disebut Dewa Gama. Tegasnya Pacoran disebut bukti. Penyerahan likita disebut surat.
Dan yang. tidak pantas dalam melaksanakan penyelidikan. jangan pada saat pagi hari. sering tidak berjuang, jangan pasa siang hari, sebab tidak mau menerima orang datang menghadap. Dan ban yak alasannya. Seperti kata peribahasa : Hidup-hidup si ular berbisa hidup oleh ekornya. Yang kalah mcndapat saksi mendapat lari mendapat bukti. Yang disebutkan pada surat. Mendahului harinya. Kedua bulannya. kctiga saksinya. keempat lukanya. kelima waktunya. keenam masanya. Maka jelaskan hendak atau tak hendanya karena tcrmasuk dalam kalingga nata, kanata Jina, Kadasa warsa. Maka si
pcrnbcri hutang_ yang bcrhutang scmua dibcri surat Agar mcrcka tak bicara lagi.
Maka ketahuilah yang \Cnang dikalahkan olch sang Darma
Papati olch sang Jati Pati (Jabatan semacam Hakim) Bila ada yang termasuk Panca Prakopa. Inilah macamnya : Purusa pasilan. berubah ucapannya, berubah tempat rumalmya, berubah tingkalmya. berubah laporannya. · Inilah macam yang disebut Panca Prakopa yang boleh dikalahkan yaitu si Hosta berubah ucapannya. mendapatkan selesainya ucapan_ Ligi si Rya Wacana jelasnya menyerobot ucapan jaksa. Dan lagi suksma wacana jelasnya menyerobot ucapan Jaksa. ·Dan lagi Pancaraksi jelasnya tak. mau rendahan pada bicaranya. Dan si _
Bahuraksa jelasnya .................
Lagia si Driyaksa jelasnya sering menyahuti jaksa. Lagi Trisabda jelasnya membelokkan ucapan jaksa. Lagi Denda Pati jelasnya menista, yang ingkar diakui musuh. Lagi Sukamadiya saruwi sanu jelasnya menerobos keputusan jaksa gegabah mengambil gadainya yang ada dalam penanganan Jaksa. Lagi Panca Upaya jelasnya memakai ilmu dalam. Serta mengaku ia punya. Bila diperintah mengeluarkan disebut milik orang lain Lagi Tradesi bagi orang yang membawa isteri orang lain.
Lagi dusta marupa sadu (maling berpenampilan orang suci) Jelasnya menghadap pengadilan bagi Raksasa Kalamara, memelihara rafnbut panjang gondrong. Setelah selesai perkara lalau macam satria. Begitulah macamnya ketentuan pantas dikalahkan.
Yang Tidak Pantas Dimintai Keterangan
Dan yang tidak pantas dimintai keterangan. Yang bemarna mayat tidak pantas apabila dibicarakan. Jenis mayat : laki-laki perempuan, ucapan mayat, jumlah mayat. Sebab mayat tidak pantas dibicarakan, umpama selesai berperang. karena mayat tak bisa diajak bicara sebab akan menjadi bubukan. Maka karena bila pendek dan kurangukurannya akan buruk perba\Yanya Longgar purugnya. tak kuat seritnya cuma akan jadi terta\aan. Ada mayat ~ ang pantas diajak bicara namanya saksi pekerjaan sakri. rumah saksi dan ada tahunya atau mengatahui berbeda dengan \Yatang yang boilch diajak bicara. ltulah si Saksi karena
"cnang dia1ak bicara 1...:.an.:na saks1 scumpama umbul-umbul orang bcrpcrang. Bila tcgak umbul-umbulnya maka mcnang perangn~ a karcna ccrdas tanggap dalam bcradu b1cara mungk111 saja musulmya mcmiliki kuasa maka ia akan kchilangan tanda perangnya d1ambil oleh mating. yang bcrperkara akl11rnya mcncmui kekalahan maka ajallah yang d1temuim ·a.
Pertengkaran
Dan orang meleraikan pertengkaran yang pantas ditunggu. Apabila ada (keluarga) kesakitan. kematian, menanti. yang mengemban,
menanti... ..... pengiring-pengiring yang berangkat naik haji. Saat
diperintah oleh raja. Menanti penyelesaiaan apabila tidak seperti itu, patut dikalahkan oleh serta dikenakan biaya pesangon 500 sisih. Bila tak dikeluarkannya uang tersebut maka kenakan dua belasan. Bil a tak mengeluarkan biaya kenakan dua belasan. Bila ia memenangkan perkara menjadi perolehan yang memutuskan
Dan lagi apabila (dianggap) tidak kuat oleh ....... maka harus
dikeroyok para pejabat dan ditetapkan dengan sabda raja. Bila telah dilaksanakan lalu diamati oleh sang raja si orang yang mengacau itu. Dan bila ditakuti harus dipisahkan antara anak isterinya. Salokanya : Raja Wisnu namanya Yang bersengketa terapkan demikian sebab sesua1 bila itu maunya rakyat pasti tunduk ia kalau disuruh oleh juragannya (tuannya) Adapun ia terkena denda 2400. Hatta ia keluarga raja. orang kaya, lurah. besar. kecil harus diterapkan sedemikian itu.
Kelompok Saudara Sesusuan
Ketahuilah ini yang berrrama rilanayang. Arti rilangyang menyusui. disusukan. atau tidak pantas kawin anak itu, apabila menyusui lima kali. apabila menyusui t1ga kali atau empat kali. Dibenarkan kawin anak itu. bukan saudara sesusuan namanya. Atau ada saudara dari anak itu yang belum disusukan. maka dia itu halal nikahnya Atau yang haram nikahnya. yang mcn~usukan. lima kali. Dipisahkan anak itu. dan denda 15.000. Bersuami isteri anak itu. apabila kawin. terangkanlah (hukum)
yang haram dika\ini lsteri dari kakek. dan istcri dari bapak dan isteri dari anak. isteri dari cucu dan saudara sckandung. dan (kawin) haram ia anak tiri. dan haram (ka,,in) dengan guru. Artinya. bermadu dengan saudara sekandung. atau misannya. dan haram bermadu dengan bibi dari bapak. atau bibi dari ibu. atau olehnya membeli wanita bersaudara kembar, dipakai isteri kcduanya. maka haram nikahnya. semua itu dinamakan bangsa musaharah namanya. Apabila kita melakukannya, pantas dibunuh. karena menjadi larangan Nabi. Anak Nabi Adam beristeri dengan saudara kandung. Nabi Nuh membolehkan, kawin dengan .bibi dari bapak atau saudara ibu. Nabi Ibrahim membolehkan makan dan minum minuman keras di dalam masjid. Nabi Yakub kawin dengan guru, boleh bermadu dengan saudara sekandung. Abdullah mengawini koponakan dari \rnli. Maka diangkatlah sebagai Rasulullah. Yang diberikan keselamatan oleh Allah. Bersabdalah Nabi Muhammad Alaihi Wassalam, wahai umatku aku cegah bangsa musaharah dan bangsa Dan makan minum minuman kera di dalam masjid. Barang siapa ingkar kepada Nabi Rasulullah Alaihi Wasallam, maka pantas dibunuh setelah lama dan jaman (ini) berakhir saking kecintaan sang raja terhadap rakyatnya, dijadikanlah denda 15.000. Tetapi (bila bersifat kejahatan). dibunuh. Apabila dijadikan denda maka dibuanglah ia.
Dan ini pasal orang menagih piutang. Terus menerus menagihnya. namun demikian juga jadinya (tak dibayar). Maka yang berhutang mengijinkan segala macam barang diambiL apabila tidak mengikuti peraturan raja, apabila atas kerelaannya. Miliknya dikembalikan semua. karena hutangnya tidak dan denda 800 namanaya. Apabila diambil (disitu) dan didenda 400, hambegal maya namanya. Apabila mengikuti peraturan sang raja. apabila kurang pengembaliaannya. maka tidak boleh mengambil lagi. Apabila lebih kembalian. tidak ada denda. Kundang liman namanya.
Saksi Berkelahi Membawa Teman
Dan orang berkdahi. mcmba,,a saks1. d111amakan lambatahi. Diibaratkan saks1 mibra muhiking gagana (burnng terbang menyeruak angkasa) SuaranYa mcn_1cril. tenaganya sepcrti akan mematikan. Apabila terbang di atas negeri _1atuh dan mati. Sekarang tcrlihat semua tingkah lakunya karena mati tanpa dimaksudkan. demikian maksudnya orang ngambatahi. rcndah tanpa berucap.
Dan ada orang bcrkelahi memba\a temannya. menyampaikan pertanyaan. lalu berkata tuan Jaksa. Wahai teman yang berkelahi. agar diketahui kerahasia datang menghadap Mungkin juga keberatannya besar kecil tujuannya dengan diajarkan, disuruh datang menghadap dan tujuannya masingmasing lalu segera kembali, disertai oleh yang berperkara keduanya, salah satu menyimpang jalan, apabila tiada pamit pada .:ang diiringi walaupun diberatkan besar kecil. mengambil negeri di jalanan. Apabila telah datang ke pengadilan pantas dikalahkan Hamutung rakitan (memutus jalinan) namanya
Dan ada orang berkelabi yang sep1hak memakai ilmu gaib, cincinnya direndam lalu kalah musuhnya, maka diketahuinya oleh yang kalah itu. Tuan Jaksa sudah juga mengatakan. Robek surat putusan itu musuh hamba memakai ilmu gaib. Cincinnya direndam lalu diperiksa nyata itu ilmu gaib. burung keduluan diperdaya (diibaratkan). Itu dikalahkan. tetapi tidak boleh berkelahi lagi, apabila sudah lengkap gadaiannya. lalu diambil ilmu gaibnya. Apabila ia mehgaku, kalau memakai·iJmu gaib tidak boleh berkelahi lagi. Benar-benar buruk ucapannya untuk mendapatkan kekuatan.
Serta ada orang bersengketa. menghadap kepada Dewa Gama lalu dikenakan hukuman rendam yang sepihak tidak mau direndam. kalahkan yang demikian itu. Katri desti namanya. Yang masih mgin dihukum rendam. kalahkan juga. kapanca hupaya namanya.
Orang Mendapat Hukuman Rondam Memakai llmu Gaib
Dan ada orang mcndapat hukuman rendam. masukkan dalam air Sudah sama-sama masuk kc dalam air pcpongken. Apabila sama-sama
keluar dari dalam air. yang scpihak kduar dari dalam air bak. kalahkan yang kcluar. Apabila sama·sama kcluar dari dalam air yang scpihak meninggalkan hukuman. kalahkan yang meninggalkan itu. Apabila sama-sama keluar dari dalam air. yang sepihak muntah air atau muntah darah. kalahkan yang muntah. Apabila samasama keluar dari dalam air. ~·ang sepihak mati. yang sepihak muntah darah. kalah yang mati. Apabila sama-sama keluar dari dalam air genap keduanya. tidak ada yang bembah. tidak ada yang seperti yang diucapkan barn saja itu, itu patut disapihkan. Apabila sama-sama mati. sama keluar dari dalam air. bunuh tidak ada yang masih hidup. Diibaratkan naga prahina kabih hangrebut mangsa (naga mati keduanya merebut mangsa).
Orang Berketahi Sudah Dihukum Latu Kembati Menghadap Jaksa
Dan ada orang berketahi, sudah dihukum sesuai perbuatannya kemudian yang satu pihak memohon bantuan kepada jaksa. Dan apabila diberikannya. Apabila mengunda11g untuk datang. Tuang jaksa tidak ada penilakannya Sudah dapat diputuskan musuhnya kalah, yang tidak datang itu lalu berkatalah Yang kalah itu • Tuan Jaksa pantas apabila hamba kalah, musuh hamba datang mengahadap ke pengadilan. Apabila ia benar. menghadap pengadilan pantas kalau dikalahkan. Apabila malam hukum mati denda 5.000. Apabila siang ia mencuri denda 3.000. Yang menyeret perolehannya 1.500. Diibaratkan mating sapana maya sakarohita namanya. Apabila lagi tidak disertai kenyataannya, bakim dihadapi oleh yang bersengketa. patut dikenakan diputus dengan hukum persengketaan. diibaratkan dusta maya sakarohita namanya. Karena ada ucapan-ucapan alam yang luas, langit tinggi sekali. karena itu luas juga daya upaya penjahat. kepalanya penuh daya upaya. Setiap perkataannya tidak baik tidak dapat dipercaya.
Tata Cara Menghatangi Pembicaraan
Dan ketahu1 pembicaraan yang berbicara. tetapi camkan tujuannya Mengganti tata hukum. tata pemerintahan ncgara. niscaya (tidak) dibenarkan oleh peraturan Raja Sun a Alam dan peraturan pemerintah
111.:gara_ dan pcraturan kapakapa Dan mcrintangi (pcmb1caraan) Tua n Ha11. baga 1kan t-:rangn'a laut olch Surya h:.cmbar karcna mcndcngar tiada rintangan-nntangan di kcrajaan_ karcna t1dak ada cacat rakyatn~ a. scncgara tan pa paka1an tan pa makam. orang ta111 juga dcmikian Agar scmua pcraturan kcrajaan. kehcndaknya rakyat. Bagaikan membcrikan bunga basanta dimusim semi untuk ketenangan. dan muda mudi pergi menebar bib it siap sedia men~ ambut bu Ian kce mpat. Karena akan tiba hujan semua orang lega hatinya _ memperbaiki pcrabotannya. tidak ada yang ingin kalah. Garu bajak sudah sedia_ kudi pacul sudah siap. lalu diperbaiki pematangnya, pcmatang Sa\ah sudah dipadatkan. karena ljika tidak) akan mengeringkan aimya. Tetanamarmya kini semua jadi, \ahai teman- teman semua, mungkin engkau kurang pertolongan_ mintalah tolong kepada 0rang banyak, bantuan peralatannya Mungkin akan datang hujan. jangan engkau ditinggal oleh orang banyak. Apabila kekurangan hujan pasti bibitmu tidak tumbuh lalu dituding kurang makan. Atau apabila engkau ditanya musuh, bagaimana tingkahmu. Pasti hilang yang tiga perkara. Pertama bibitmu, kedua biayamu, ketiga pekerjaanmu pas ti dirimu didera penyesalan. Itu ibaratnya orang bersengketa, semua dipikirkan. Sekarang aku buatkan peraturan bagi nebagara yang miskin. Denda 14.000 dijadikan 15.000 denda 50.000 dijadikan 5.000. Denda 8 500 dijadikan 7.200. Denda mencuri pada siang hari 24.000 dij adikan 3.000. Denda 24.000 dijadikan 2.000. Denda 40.000 dijadikan 4.000. Dijadikan 2.000. ltu ketetapan raja yang rakyatnya m1 skin semua. Diibaratkan Nalendra sihing hina nista (raja kasih kepada rakyat miskin) namanya. Orang Bersengketa Datang ke Penqadilan Orang Bersengketa Dan ada orang datang ke pengadilan, Hakim sudah memutuskan scgala ucapan yang bersengketa. Di sana dihadapan yang berkuasa, tidak ada menanyakan raja_ tiada mengeluarkan kesalahan-kesalahan sama benar orang kedua-duanya itu. Apabila seperti itu patut kcduanya. ftu membayar denda pengadilan 2.000 Hamepet pasumbar (menutupi suara sumbar) namanya. Dan ada orang bersengketa. lalu 'ang. mcngadil-i memutu_skan. Yang bcrsengketa tidak kena Karena
kcturunannya sudah- scpcrti itu. mcngcluarkan uang. dua ratus masing-masing. Lalu disuruh pulang kcduanya. Apabila t1ba di rnmah saling memberatkan orang itu kcduanya. tidak ada mcngaku kcsalahan Itu patut dikcnakan denda keduanya, scbagian untuk pcjabat pcngadilan
1.000. Diibaratkan hangrusak tata (mcrusak tata hukum) namanya. Orang Bersumpah Orang Menjabat Dipendam Peraturan ·Dan ada orang bersumpah di pengadilan tentang ketentuan bea gadai, hakim belum pemah menetapkan. Apabila demikian salah satu dikalahkan. Samilan kasigugu (sama dengan namanya. Apabila pulang orang itu keduanya, tiba di rurnah saling membenarkan. Patut dikenakan denda keduanya, dua ratus masing-masing. Diibaratkan Langluhuri tata (mengatasi tata hukum) namanya. Dan ada orang bersengketa tentang bea gadai. Sudah ditetapkan beanya oleh Hakim. Apabila salah seorang tidak mengeluarkan sama hukurnnya apabila dikalahkan. Apabila lagi tidak ada mengeluarkan sqama hukumnya keduanya patut didenda keduanya, bea denda kepada hakim 2.000. Diibaratkan Hanir karta hamungwang tata namanya. Tetapi tidak boleh bersengketa lagi sarna dengan tidak dipercayai namanva. Dan ada orang bersengketa, datang bertanya, hakim sudah menguraikan sudah diputus, sudah menyurati. Apabila demikian sama dengan tidak dipercaya namanya. Tetapi tidak boleh bersengketa lagi apabila telah menyerah kalah. Ini maksudnya orang menjabat di peraturan, apabila tidak ada yang memperkarai genap setahun, sirna tidak diperkarai lagi. Apabila lagi mengangkat perkara, pergi ke desa, mengungsi ke \ilayah kekuasaannya. ltu apabila datang, tidak boleh berbicara lagi walaupun menduduki jabatan. diberikan jabatan. apabila pulang ke negaranya lagi, tidak boleh apabila membicarakan lagi. Diibaratkan coran latilar tapak jero (jahat meninggalakan tanah kelahiran) namanya. Dan lagi iajangan menerima gadai, apabila belum menerima cerita Jangan bercerita. apabila belum fa ham sulit olehnya memutuskan
dipcrkarabn. apabila bclum masih dipcrkarakan Ucap- ucapan. sudah mclakubn kcsalahan. Jad1 dikenabn hukuman menjad1 kcadilan negara Sudah tidak mcnuruti tata hukum pranata_ tata titi · prayatna. maksudnya praniti bcrpegang pada tingkah laku yang baik Pranata sangat hom1at. tata mentaati aturan. Titi kuat memegang aturan Prayatna \aspada praniti mengikuti pranata \aspada pranata mengikuti bersama. ltu antaranya yang diterapkan dalam diri pribadi _ semua itu. Maksud praniti. terbukti. Pranata tajam pemikiran. Tata kedudukannya agar tetap kokoh. Titi pertanyaannya agar cermat lagi. Maksudnya praniti mantri yang berbakti. Pranata waspada pada kerabat. Prayatna orang yang pikirannya terang (bagi matahari). Demikian maksud semua itu, Jangan engkau makan makanan yang tiada rasa (tidak bergizi). Jangan memakai barang yang tidak halus. Jangan berjalan di tanah yang tidak rata Jangan minum air yang yang tidak bening. Itulah yang disebut Kartini. Mantri memegang tingkah laku, maksudnya mantri yang menjadi pemimpin, maksud dari kartini yang disebut bakti.
Ketentuan Raja Membunuh Orang Orang Menemukan
Dan ketentuan raja membunuh ·orang. Sudah diumumkan keseluruhan negeri. Sudah menjadi faham orang senegara. Agar nyata hukum matinya. Diputuskan oleh Manca Rima (Manca Mantri). Dan telah tegas matinya jangan didahu ukan hukuman matinya masih. belum selesai perkaranya (masih dibicarakan) Jangan dihukum, dijarah, bila belum dibicarakan (ada keputusan sidang).
Dan ada orang menemukan, ketika ia mengambil tidak ada yang mengetahui. Seperti ada orang mandi. barang ba\aaannya dilupakan lalu ada orang datang melihat bawaan itu. maka lalu d1ambilnya Setelah pergi. lalu ada yang datang lagi, lalu ia mandi. Kcmudian yang punya bawaan kembali lag1 Latu dijumpainya orang yang mandi masih di sana. ltu tingkah lupa. tetapi mencarinya selama empat pulu~ hari. apabila tidak ketemu. maka tetapkan mandi mcngembalikan kepada pcmiltknya ..
bm,aannya okh orang.lain Lalu ada orang datang lagi. Mcskipun bcnar mcmbawa saksi apabila barang bawaan telah hilang. lcbih dahulu. maka tak bokh ia jadi saksi Patut diberatkan yang demikian itu. Mengganti rugi semua milik- ~ ·ang mati tidak ada denda.
Dan Ada Milik Orang Curian Miliknya Ditemukan di Jalan Besar (Raya)
Dan ada milik orang kecurian, dijumpai di jalanan besar. atau d1 kebun belakang rumah, dimana · saja dijumpai. Apa bi la kemudian diambil olehnya, tidak ada yang tahu ketika mengambil setelah dibawa. kemudian dipersaksikan kepada orang banyak. Yang demikian bila diperkarakan tidak kena hukuman atas kesaksiannya. Semua yang kecurian dikemba:likan ke asalnya. Katidrasa (kelupaan) na:manya
(Kebun) orang dilewati Pencuri
Dan ada orang dilewati pencuri di ke. bun, di lorong jalan lainnya. di belakang rumahnya, patut dikembalikan semua ke asalnya dan dikenakan denda madya sahasa 1.500.
Orang Mati
Dan ada orang mati di hutan, atau di tegalan, atau di tempatnya dijumpai, lalu semua diperiksa. oleh orang banyak. Kemudian ada orang menjemput. keluarga dari yang mati. Tak ada orang datang menjemput lagi, hanya orang itu saja. Apabila orang seperti itu. patut diterapkan sebagaimana adanya milik si orang mati. Kamargabaya namanya. Apabila terbukti nyata. yang dijumpai. atau diambil (barang) yang dipakainya. pantas dikenakan hukum. dilipatkan dari semua m1lik yang mati itu. Dendan~ · a hutama mabasa-hasa 4.000. Hanggaska masta namam·a.
Orang Mati di Tengah Hutan Miliknya Diambil
Ada orang matt dt hutan. apabila semua dipcriksa. Ada dijumpai di samping (orang yang) lalu diperiksa kerisnya ada darahnya. itulah menjadi bukti. patut diputus mengganti rugi. dan denda 4.000. Tegak karcna mendongak namanya.
Orang Mati Dekat Kita Orang Bincang-Bincano Dengan Atak Orang
Ada orang mati di sa\vah. di kebun, tempatnya ditemui. Kemudian diperiksa oleh orang banyak, ditempat ia mati maka ditanya yang empunya kebun. Jawabnya tidak tahu. Apabila demikian patut diputus mengganti rugi semua milik yang mati, dan denda madya sahasa
2.000. Dan ada orang berbincangbincang dengan anak orang. tidak tampak mata oleh orang banyak. apabila antara sehari dua hari, anak itu lalu pergi (minggat). Apabila benar ia berbincang-bincang, patut diberitahukan ke asalnya. yang melakukan minggat, tidak ada denda. orang Berkelahi orang Menanyakan Isi Rumah Ada yang diketahui. sudah seri apabila antara sehari musuhnya di bacok orang. Apabila sepert1 itu salah satunya, pantas didakwakan ihwal si tertusuk itu. Kayogya baya, namanya 10.000. Bila salah alasannya kenakan. biaya pengiring dua belasan. Dan ada orang berkelahi. sudah seri, salah seorang sesumbar maka musuhnya tertusuk pada malam harinya. apabila bcnar ia sesumbar. macam-m~am ucapan yang apabila seperti itu terkena tuduhan patut diputus mengganti rugi jumlahnya 5.000. apabila tidak mati, mendapat biaya pengobatan 1.000 dan denda 2.000. Apabila mati dendanya
4.800. Karagasara namanya Ada orang bcrbincang -bmcang dengan anak orang. antara sehari dua hari. maka kchilangan yang empunya rumah. yang dibicarakan letak. isi rumah. tidak tampak okh orang banyak. apabila diperkarakan yang dcmikian itu. · palut dibcratkan yang demikian itu. sebaiknya
mcncarinya. apabila t1dak jumpa. ganti ru gi.kcpada pcm11iknya scmua barang yang hilang. Tidak dcnda. bay a wasita. · namam a. Apabila tcrbukti bcrbuat. patut diberatkan dengan kelipatan dan denda hutama mahasa-hasa 2.000. Dinamakan baya sakarahita karahita namam·a.
Ada orang mendatangi mmah orang. yang punya rumah sedang sepi. Kemudian yang punya rumah kehilangan. Tidak ada yang datang lagi hanya orang itu. Apabila sepcrti itu. patut diberatkan. mengembalikan kepada pemiliknya, semua barang yang hilang itu.
Orang Mengejar Mating Orang Kehilangan Orang Bertanda
Ada orang mengeiar mating, maka ada orang dijumpai, di luar pintu, atau di pintu pekarangan, ~mpana dijumpai, apabila terbukti nyata dia dijumpai, patut diputus mengganti rugi, kalau yang memiliki tempat dijumpainya maling itu, sama dengan yang diperoleh pencuri, perolehannya 400. Itulah dendanya. Maling kagarantaka namanya.
Dan ada orang kehilangan. ada yang sanggup mencari. tetapi minta pemberian (upahan), lalu diberikan oleh yang kehilangan, lantas lama kelamaan dikembalikan pemberian itu. Alasannya ia tak mendapatkannya atau lupa atau alasan lainnya. Apabila seperti itu, patut pemberian itu patut diputus mengembalikan. Milik yang kehilangan, kembalikan kepada miliknya dan denda 2. 000. Kedudukan dalam hukum ini lupa pada tata cara. Diibaratkan tekek mati dening ngulone (tokek mati gema suaranya).
Dan ada bertandang di waktu malam, atau tutur katanya keliwatan. karena liwat waktu, berpura-pura memanggil-manggil, semua itu kepura-puraannya. Kemudian Yang dipanggilnya itu kecurian, atau tcrtusuk. Yang demikian apabila benar ia berbuat patut diputus mengembalikan. seluruh barang yang hilang. semua beban yang dibacok. Dan didenda 2.000 Kedudukanm·a dalam hukum tidak tahu tata krama. Diibaratkan mating sopa maya namanya ..
yang d 1jumpa1 Apabila dipcrkarakan discbut tidak tahu tata krama kcdudukannya Diputus mcngcmbalikan semua yang hilang dan d 1denda 3 .000. Dinamakan memaka1 Tahi Labong Ada orang dinyatakan tidak tahu adat sepcrti ada orang berkelahi. sudah dilerai, maka yang sepihak memanggil \arga masyarakat. Yang demikian patut diputus mengembalikan semua milik yang hilang. Apabila menyerahkan gadai. dicari dalam dua puluh hari. Apabila lagi seporti itu maka ctihukum oleh Jaksa. Bila sapai persidangan jadikan saksi. Bila dihukum denda 800.
Ada orang mati, tidak tahu tata krama. masih saja mencuri. Merampok. membegal, mengutiL memcopet, segalanya dilakukan, Yang jahat Apabila seperti itu. tetap Jahat kemauannya. Putuskan menyerah kalah 2.000.
Ada orang ditusuk tanpa dosa. ketika malam ditusuk tidak Iuka, ditusuk luput. Patut mendapat pasumengar 500. Apabila terluka mati berikan seluruhnya secara berlipu dan denda 4.000. Mating atma namanya.
Orang Meninggalkan Rumah Pada Waktu Malam Pencuri Tidak Dapat
Ada orang meninggalkan rumah tatkala malam. tidur di rumah tetangganya sekitar rumah. Maka rumah yang ditinggalkan itU ia jadikan tempat beristirahat pencuri. yang demikian apabila benar ia tinggalkan. semua milik yang hilang diputus mengembalikan, semua yang kecurian. dan denda 2.000. Kejatuhan Tahi habong namanya. Namun mencari dalam empat puluh hari. apabila tidak jumpa patut di denda.
Ada orang mencuri. belum dapat sudah ditangkap. oleh yang punya rumah. Dcndanya maling yang tidak dapat 2 000. mating pantara
tanpa laba namanya
h::rpaksa mcncuri. tcrbukti n~ ata ia mcncuri. maka hukumannya itu kcbkuannya. patut mcngcmbalikan sccara bcrl1pat. dan didenda 200 Maling nganiani. namanya.
lsteri Pergi Kala Malam Mengetar Pencuri Maling Temon
Ada wanita pergi pada waktu malam. mendatangi rumah tetangga di rumahnya. Kedudukan yang empunya rumah. yang didatangi malam hari dinamakan. keinasukan namanya. Dendanya yang didatangi rumahnya 2.200. Pembayar kemarahan suaminya 900. Apabila si wanita itu diijinkan masuk ke dalam rumah, pembayar malu suaminya
1.800, dan denda 4.400. Diibaratkan handaka hangumbar sarira tan wring baya (sapi jantan mengumbar tubuh tiada tajut bahaya)
. namam·a.
Ada orang mengejar rnaling, mengejar ke jalanan kampung, sambil bertiak-teriak, meminta tolong. Tetapi tak ada yang keluar. Maka yang mengejar maling, terbukti benar ia mengejar. Itu apabila diperkarakan, tanyakan yang punya kampung, jalan setapak, karena tidak keluar. Jawabnya aku tidak mendengar (teriakanmu) karena tidur lelap. Patut menjelaskan sebabnya, serta kedudukan yang mati tidak ada denda. Kaget kapiyant namanya. Apabila lagi seperti itu, jawabnya aku mendengar, (tetap) takut keluar. Atau kata yang seorang lagi, karena samar-samar pendengaranku, aku sedang mandi. Apabila demikian, semua diputuskan, semua yang mati dan sang raja. semua didenda 3.000. masing-rnasing. Kaget kapepergan, namanya.
Ada didakwa maling temon, ada didakwa maling katuridan, ada didak\ya maling humah, ada didah..-a ma"Iing harep, ada didakwa maling sabda, ada didakwa maling kabunan. Didakwa maling tita, dikdakwa maling saji, didakwa maling anjani, didak\ya maling timpuh. Itu semua macam-macam (maling). Apabila terbukti nyata denda 2. 000 Apa bi la tidak tcpat dak\Yaanm a. patut dcnda. Kembalikan semuam a.
Mencuri Membakar Rumah Orang Menitip
Ada d1tuduh menayap. ada dituduh mcncuri. ada dituduh menganggas. ada dituduh membegal. ada dituduh mengental, ada dituduh meningar, orang jahat scmua itu. Kalau tidak ada bukti nyata. dijumpa1. patut apabila dibalik atas semua tuduha1mya. Dan denda
3.000. Dinamakan hamatang tunas. Ada orang membakar rumah kala malam hari. terbukti nyata ia membakar. ltu apabila diperkarakan, semua milik yang hilang kembalikan berlipat dan didenda 4.700. Apabila siang ia membakar denda 2.500. Hamuk tunjel namanya. Apabila merembet ke rumah tetangga. kenakan ganti rugi semuanya yang hilang. Dan denda seperti itu. Ada orang menitip lalu dihilangkan. Dikatakan bahwa kecurian itu apabila dibicarakan, maka yang punya rumah diperiksa. Apabila tidak kecurian atau tak ada cacat barangnya, patut diputus mengganti rugi. Dan denda 2 000. Maling hatempuh namanya. Dan apabila yang dititip itu diambil oleh sang raja, apabila dihanyutkan oleh air bah, apabila dirampas oleh musuh. Tiada ada mengganti rugi, tidak. ada denda, krana wiswa namanya. Orang Menyuruh Kepada Tukang Emas Orang Melarikan lalu Disembunyikan Ada orang men~uruh kepada tukang emas. atau tukang sarunq keris segala yang dibuatnya. sekarang disuruh (menyelesaikah). Apabila hilang. jikalau ditukar. dikurangi. itu patut diputus mengganti rugi dan denda 2. 000. Maling ngatempuh namahya Ada orang melarikan perempuan, dibawa pergi. disembunyikan. atau dijual. dibunuh. bawaannya dirampas. terbukti nyata dia melarikannya. itu patut mengembalikan secara berlipat. ba\-aannya demikian juga. Apabila disembunyikan. didenda 5 000. Apabila dijual. dcnda I 0 000. apabila barang bawaan masih dilarikan. diputus tidak bolch kurang pengcmbaliannya. memutus pengembalian yang dilarikan sa.ia
orang m...:nycmbunyikan (barang) bclum c;lipcrscngk...:takan.
tcrbukti nyata ia m...:nycmbunyikan ltu kcdudukannya apabila dilarikan. patut diputus mengcmbalikan. Denda 50.000
Melarikan Wanita Disongsong
Ada orang melarikan \rnnita. disongsong oleh scmua orang jahat. dicari lalu dijumpai. lalu ada orang lain yang mengikuti. lalu la ri yang melarikan, maka pikiran yang punya saudara dilarikan. maka bukan ini yang membawa (lari) lalu ia tombok mati. ltu dalam tuntutan hukum dituntut yang mati. diibaratkan kamarga baya. Karena tidak ada kelakuannya yang demikian. apabila lagi disebut oleh yang dilarikan. patut isteri dari yang mclarikan diba\Ya masuk ke istana. apabila raja ada, patut denda 10.000
Apabila orang m.elarikan wanita, sudah sama-sama berjanji. M;ika orang itu menghadapi perselisihan. Lama tidak datang yang melarikan. maka datang yang mencuri, lalu ia ditanyai. Apa kerjamu disini maka jawabnya aku sudah berjanji, dengan si anu. Itu apabila diperkarakan. Apabila terbukti nyata yang disebut melarikan. patut mengembalikan secara berlipat, dan denda 5.0 00. Hangiwat Kawanguran namanya.
Ada Orang Membawa Saudara Isteri
Ada orang memba·wa keluarga isterinya. namun saudaranya dililit hutang oleh orang lain. Itu apabila diperkarakan, apabila tidak ada kewajiban membayar kepada yang punya piutang. apabila jatuh temponya, pa tut diputus mengembalikan dan denda 2 .200. Hangingatakan namanya.
Orang Minggat
Ada orang minggat. dicari dan dijumpai. di ncgeri lain. laltt dibicarakan tetapi tak bisa Bisa kalau ditebusi semua hutang orang minggat itu baru bisa dipcrkarakan Patut diperkarakan hutangnya dahulu dan hutang yang tertinggal. Patut dikcmbalikan secara berlipat.
Sisa hutang agar dikcmbalikan scmua kcpada pcmiliknya Adapun dcndan~ · a 4.800 diibaratkan Hadwipala wikriya.
Orang Minggat Apabila Orang Melarikan Wanita Masuk ke Negara Lain
Ada orang minggat, ditemu1 di negeri lain, (hendak) diselesaikan (tetapi) tidak diijinkan. dia ke balai penghadapan tidak diijinkan. apabila seperti itu, dibuatkan surat oleh yang punya kerja, dialamatkan kepada Kepala Pemerintahan negara itu. penguasa negeri itu, supaya reda, besok pembicaraannya. Yang tertera (dalam surat) pertama, tempatnya ditemukan dan ucapan yang dilarikan, dan ucapan yang melarikan dan j ual belinya, dan yang mengetahui ketika dilarikan, dan rumahnya yang melarikan. Apabila sudah seperti itu, dibawa pulang, surat itu diserahkan kepada petugas istana. Petugas istana yang mengeluarkan mengenai kepada yang ia putuskan Apabila sudah keluar yang ia berinama dalam surat itu, luruskan pemutusannya, apabila seperti itu, patut diputus mengembalikan. dan didenda 4.800. Apabila yang malarikan wanita lari. sudah diseret oleh tuannya, atau tempatnya kau bersembunyi. Itu patut diberatkan. yang mengganti rugi (adalah) yang melarikan. Diibaratkan kedang kari alase, namanya.
Ada orang mmggat ditemukan di perkebunan belakang rumah, tempatnya dijumpai Lalu ditanyai. kalau dilarikan oleh orang. patut diajukan ke pengadilan. Jaksa bertanya kepada yang dilarikan : sudah ditulis keterangannya. Surat diserahkan kepada petugas istana, Penuduh dibawa pulang oleh yang punya. Sudah seperti itu, yang menuduh ditanyakan untuk ditanyai oleh Jaksa. Maka jawabnya berbeda dengan su rat (dakwaan) Apabila seperti itu. patut dikembalikan semua, yang memberitahu dan didenda 5 000 Namanya watang tubukan.
Ada orang minggat disembunyikan. lalu dijumpai oleh yang memiliki. ditanyai kalau dilarikan oleh orang. lalu ditanyai oleh pengadilan. siapa namanya yang malaria dia. (jawabnya) ya. mahng saji. Rumah di iatijajar. dimana letak rumahnya menghadap kemana pintu gerbangnya. dan apa Pekerjaannya. dan berapa penghuni rumahnya. Jawab yang dilarikan tidak tahu saya. satu-satupun. apabila seperti itu: tidak dibcnarkan tuduhannya patilt ditarik semua
tuntutan pcnuduh. dan didcnda 5 000 Di1b:-i rat b11 hamatang tuna namanya.
Orang Minggat Orang Minggat Dilarikan ke Wilayah Musuh
Ada orang minggat. dilarikan ke wilayah musuh Lam::i-lama dicuri lagi. Dilarikan ke negeri asalnya. lalu dijumpai oleh orang yang punya asal pemilik. !tu apabila diperkarakan tidak pantas apabila datang mengambilnya. karena perihal dijualbelikan. Apabila ingin menebusnya nanti. segala bea masuknya serta disaksikan olch pengadilan. Hanabeas watang namanya. Apabila ingin memperkarakan digiring yang malaria terlebih dahulu. itu apabila sudah dipcrkarakan. patut diputus mengembalikan putusan itu. Dua kah. pembelian terdahulu dan pembelian yang tersisa dan denda sepihak 48.000 Diibaratkan mulih hangulehakan marga sadana narnanya. Apabila lagi orang itu, ada ternpatnya orang itu diperkarakan. geiap dan terangnya. Diibaratkan Kebo mulih kandangi (kerbau pulang ke kandangnya) namanya.
Orang Menghalangi Orang Minggat
Maka ada orang rnenghalangi orang rninggat. Apabila terbukti nyata dia menghalangi atau direbutnya, apabila rnenghadang di dalam kota dua ratus orang satu .pengernbaliannya 600. Apabila di luar kota ernpat ratus pengembaliannya. Apabila perjalanan kira-kira pk. 06.00
07.30, pengembaliannya 600. Kalau kira-kira 07.00 - 09.00, 800. Bila dua masa delapan ratus seorang. Bila seseorang, apabila siang hari,
1.000, menjelang petang, 1.200. Apabila sehari-2.000. Apabila ada blah haji kembaliannya. yang rninggat rnernbawa barang dua beiasan pengembaliannya. yang ikut rnerebut. sebagian pengernbaliannya
Orang Meneluh
Ada orang mencluh mcngguna-guna. semua itu pckerjaannya Apa bi la menyakiti. pantas digunakan. anak isterim a dan harta mi Ii kn~ a d1rampa s ltulah (hukurn) untuk mcncgakkan kcbcnaran. tetapi (apabila) kehendak sang raja hunuh ia Apabila tidak mat1 \ang dituduh.
pcrkarakan (s1:cara) patutnya. Bila scpcrti ada orang dilihat pada \aktu malam ktap1 tidak nH;n~akiti ltu t1dak patut apabila dibunuh. hanya d1usir saJa Apabda lagi .ia men~ akiti. mcmbunuh. yang demikian itu.
dibunuh. t1dak dius1r. dcnda .... naman~ a Apabila diusir tidak di bun uh.
denda kalau namanya. ltulah kt:patutan orang menduh Apabila lagi orang itu didenda. diusir. dibunuh Denda pipila namanya. Apabila dcmikian hina kekuasaan sang raJa. karena ada pengibarata1mya kitab Niti Sastra. kesaktian sang raja lengkap rakyat dan gana yang empat. Arti kesaktian raj a itu, apabila memihki rak~ at enipat. Senma mantrinya yang baik. siap sedia dengan senjatanya. siap sedia dengan kudanya, benar perintahnya. kokoh kerajaannya Jadi ditakuti oleh raja-raja lain.
Apabila sebenarnya orang meneluh, apabila yang diteluh mati, yang meneluh dibunuh, tetapi tidak diusir. Apabila yang diteluh sakit su ruh mengobati. Apabila sembuh yang meneluh pergi diusir dari dalam negeri Jangan dijarah hartanya jika orang yang ia obati itu mati, itu lalu dibimuh, jangan diusir.
Orang Meneluh Meneluh Orang Bisa Neluh
Dan ada orang meneluh apabila tidak. mau mengobati, tetapi yang diteluh masih sakit itu yang disakitkan. Apabila telah sembuh lepaskanlah jangan diJarah hartanya dan jangan diusir. Apabila lagi ia obati. tidak sembuh maka diobati oleh orang lain. Apabila telah sembuh yang ia teluh, yang meneluh menyerahkan diri. diibaratkan eka warka puting ngaturan.
Itulah antaranya lagi orang bisa meneluh. Apabila orang sakit orang· itu yang kelihatan, atau dilihat menanam (teluh), apabila ada orang sakit melihatnya orang yang sembuh tidak melihatnya. Apabila ia (dikaitkan) dengan kelakuannya yang lalu, apabila telah melihatnya. kalau sakit andaikata tidak turunan orang bisa neluh, tidak pantas apabila dibunuh. dijarah hartan~a saja. Dinamakan menakuti. Apabila gcnap dua kali ia menyakiti. tenggelamkan serta disumpah cor. Apabila t1dak ditenggelamkan tidak dijarah. patut mengembalikan perolehan. pangiling sa\ah I 000 dan pel}1bayar malu 500. Apabila sudah dikenai hukuman tenggelam lalu dilihat lagi okh orang lain (mcneluh) Apabila
demikian dijarah hartama dan dibunuh. Diibaratkan bimtonakan namam·a.
Orang Ditenggelamkan Isteri Tertukar
Itu apabila orang mendalih orang (lain) bisa meneluh. tetapi orang itu tidak ada turunan (neluh) tidak ada buktinya, tidak ada orang tahu. Ia juga didalih, apabila seperti itu, pahtas gumpah cor keduanya. Apabila ada yang tidak berani di cor, patut dikenakan denda 2. 100. Karena Dewagama membenarkannya.
Itu ketetapan orang ditenggelamkan, rambut dikeramas, disanggul cina, tangan dan kaki diikat agar bertemu lengan, diikat dengan perutnya. Surat sumpah cor ditaruh di sanggul, dibebatkan batu yang beratnya sapaha. Saudaranya jangan diijinkan melihatnya. Dan dilaksanakan oleh para alim (pendeta).
Dan yang dimaksud masyarakat yang mendapat pasumengar secara berlipat, apabila dipukul oleh lelaki lain, atau ditusuk keris, atau dibacok tak mempan, atau dirusuk luput salah satu. Apabila seperti itu, patut diberikan pasumengar sp-cara berli dan denda 4.800. Sanggraha purusa namanya.
Isteri berkelahi dengan isteri, kedua lakinya menolong, maka saling tusuk, maka mati keduanya. Apabila seperti itu, tidak diperkarakan. Apabila mati salah satu, yang hidup memberikan pangiling sawah 1.000 dan denda 4.000. Ada isteri berkelahi dengan isteri ditolong oleh kedua suaminya. Maka isteri itu mati. itu apabila diperkarakan kedudukan berkelahi sesama isteri, perolehan suami I 000 denda 2.000. Apabila bujangan lawannva berkelahi, perolehannya 800, denda 1.600.
Anak terkelahi
Ada anak-anak berkelahi sama-sama bocah, ditolong oleh bapaknya yang sepihak, dipukulnya musuh anaknya, atau dibantingnya. Maka perolehan si bocah. bila kepala (dipukul) 800 denda 1.600. Anaknya dikenai hasta campala SOO. denda 1.000 Apabila memukul
dengan alat kayu. batu. wikun, apabila bocah berdarah. pcroleha1mya I 000 denda 2.000. Apabila kedua anak yang berkelahi. meskipun sama mati. atau terluka, atau cacat. tidak d1perkarakan. Tidak dikenakan sangsi, karena mereka sama-sama bocah.
Ada anak berkelahi sesama bocah, ditolong oleh banyaknya yang sepihak. Dipukul musuh anaknya. lalu mati. Perolehan yang mati 1.600, denda 4.800, sama dengan membunuh Pangiling sawah anak itu 1.000. Perolehan bapaknya 2.000. Apabila ia mendatangi ke rumah tetapi tidak menghunus keris, perolehannya 1.000. Apabila ia membawa orang lain, dikenakan hasta campala patut semua mendapat perolehan, semua dikenakan 1.500. Apabila nekat mengamuk walaupun tidak melukai. Apabila menggegerkan, semua isi rumah, Yang didatangi mendapat perolehan, Yang tidak terlukai 400. Apabila anak kecil, dua ratus perolehannya. Denda 4.400.
Ada anak berkelahi mela\van anak dewasa, maka anak yang dewasa itu terluka. Tidak diperkarakan. Apabila ditolong anak dewasa itu oleh bapaknya, kemudian dipukul musuh anaknya. Anak kecil itu patut diberikan perolehan 5.000. Apabila terluka diberikan patiban jampi 1.000. Apabila denda 1.500 Atau anak kecil itu Yang menolong, memukul anak dewasa itu. Apabila seperti itu, patut didenda seperti tadi itu.
lsteri Berkelahi
Ada isteri berkelahi sesama isteri membawa kayu, batu atau apa saja dibawanya. Apabila mengakibatkan belah kulit 500. Denda I 000. Apabila belah daging I 000. Denda 2.000. Apabila cacat 2.000 denda
4.000.
Anak Belum Bisa Bekerja
Ada anak keciL belum bisa bekerja. pergi berhutang makanan. Lama kelamaan si anak kecil itu besar dan bisa bekerja Apabila akan pergi meninggalkan tempatnya dibesarkan itu. patut mendapatkan perolehan Yang membes.arkan itu 1.000. Bakta dasa namanya.
Wanita Minggat
Ada orang ''anita minggat dari rumah juragannya. Dan ada abdi orang lain. minggat dari rumah tuannya. Lama-lama abdi yang minggat itu keduanya. bertemu dalam pcminggatan Maka bersuami isteri sama-sama minggatan. Maka setelah lama bersuami istcri. banyak anaknya laki perempuan. Lama kelamaan dicari oleh tuannya. tuan si lelaki tuan si \anita sama-sama mencari. Apabila sepcrti itu, maka harta bendanya dibagiYang empunya abdi laki dua bagian. Yang empunya abdi \Yanita satu bagian. Apabila meni nggal, yang punya abdi \Vanita. mengambil isteri dan isi rumahnya sejunjung. Yang wanita pulang kepada tuannya. Apabila yang wanita meninggal. yang empunya abdi lelaki, mengambil suami serta isi rumahnya sepikuL yang laki pulang ke tuannya.
Orang Diperisteri Beristeri Dengan Orang Bukan Abdi
Dan ada abdi orang diminta untuk diperisteri oleh orang yang bukan abdinya, tidak dijumpai oleh tuannya, karena abdi wanitanya hanya seorang. Maka orang laki itu saking sangat cinta kepada wanita itu berserah diri kepada tuannya. Orang v.;anita itu lalu dikawinkan, orang itu dengan abdi (perempuan)nya. Ikut mengabdi kepada tuan si wanita itu. Apabila seperti itu. semua anak dan miliknya, yang empunya abdi wanita juga yang berhak mengambil.
Dan ada abdi orang, laki ataupun perempuan beristeri dengan orang yang bukan abdi atau beristeri dengan orang bangsawan. anaknya banyak. Apabila seperti itu, yang empunya abdi Liberian bagian lima bagian. Yang bangsawan empat bagian. Yang punya kaula satu bagian. Yang bukan kaula mendapat empat bagian. Yang bukan kaula dijadikan tujuh bagian yang punya kaula satu bagaian. Begitulah kebajikan sang raja terhadap rakyatnya.
Menitip Kepada orang Bisa Neluh Orang l\1enitp Orang Menggadai
Dan ada orang 1111..:111t1p kcpada orang b1sa nduh. atau kepada orang t1dak puma anak. bdum diambtl t1t1pann~ a. kcmudian mati. > ang tanpa anak 1tu. yang b1sa ncluh 111at1 pula Tak \ Cnang bil a diperkarakan Menumpang pada pangaking namanya.
Ada orang mcnitip. atau orang bergada1. satu rumah tympana barang gadaian dcngan barang t1t1pan Apabtla sama rupanya. tit1pan itu denqan gada1an. salah ia mengambil salah. tidak dengan yang demikian, pat:.it mcngembalikan saja. Apabila diminta gadaian salah pemberian yang empunya rumah. apabila bukan miliknya ~ ang diambil. karena lebih bagus rupanya. dia menghendaki yang terlihat lebih bagus Apabila sepert1 itu. patut diberatkan yang mengambil. dcnda 2.000 Dan barang diambil. dikembalikan secara berlipat.
Ada orang menggadai kerbau. sapi. Apabila menggadai beranak gadaian. lebih dari tiga tahun tidak ada pemberitahuan dari yang empunya kerbau. sapi Maka genap cmpat tahun. ingin menebus. tetapi si anak sapi lenyap t1dak dibicarakan Apabila lagi lebih dari lima tahun tidak ada pembcritahuan si empun~ a. patut dilenyapkan gadaian itu. tidak d1perkarakan lagi.
Orang Menggadai
Ada orang bergadai kerbau. sapi. Sa\ah segala yang digadaikan. · sudah diberi uang oleh yang mcnerima gadai. Maka digadaikan lagi. yang sudah digadaikan baru itu Apabila seperti itu. maka tetapkan barang gadaian itu kcpada yang mencrima gadai pcrtama. Yang menerima mengamb1l gada1 belakangan 2.000
Ada Orang Digadaikan oleh Tuannya
Ada abdi orang. pcrcmpuan atau laki. digadaikan oleh tua1mya. Maka dia mcncuri harta orang \ang mencnma gadai. Saking lamanya. apabila lebih dari harga. scratus. harta \ ang mencrima gadai dicuri
itu. patut dibunuh orang 'ang 111cnggada1 olch orang yang rncncrima gadai. Kang Nyandakaken co rah namanya Patut yang mcnggada1 rncrnbayar scluruh hutang ;.ang tergadaikan itu Dan yang mencrima gadai membayar kcmatian abdinya. Apabila malam ia mencur. dcnda 4.000. Apabila siang ia mcncuri denda 2 000 Apabila lagi gadaian itu tatakala d1pegang oleh yang mcnerima gadai. lalu htlang oleh si orang tergadai maka itu bebankan atas semua barang yang hilang Apabila lagi bila yang mcnerima gadai. tidak ada pemberitahuannya kepada abdinya yang cligadaikan. Apabtla lebih dari delapan tahun patut dilenyapkan yang digadai. Sama hukumnya orang dijuaL tidak boleh diperkarakan.
Orang Menunggu Piutang Orang Memaksa Memperbaiki Rumah
Ada orang menunggu piutang pcmbuatannya penuh dosa. melaksanakan perbuatan hina, tidak benar perbuatannya. Maka dimaki yang menunggui. Apabila isterinya dimaki. patut dibunuh Apabila terbukti nyata ia memakai. kehilangan harta yang,diutangkan.
Namun yang inati tidak diperkarakan Apabila lagi digaulinya isteri orang yang diutangi. atau anaknya. Apabila terbukti nyata melakukan perbuatan zinah. pantas dibunuh keduanya. Apabila tidak dibunuh isterinya. bukan hina yang menunggu hutang, patut diberatkan yang memberi hutang, semua yang mati dikembalikan ke asalnya. Dan denda 15.000. Hutangnya sirna tidak dibicarakan lagi. Apabila yang berhutang dimaki oleh yang memberi hutang. atau dipukul, apabila dirasainya, sirna hutangnya. tidak dibicarakan lagi. Apabila lagi menghilangkan milik yang berhutang. dibebankan (kepada) yang menunggui. semua yang hilang.
Ada orang mcmaksa memperbaiki rumah. kebun. taman, parit. sa\ah. tclaga. pembuangan. kolam dan scgalanya diperbaiki. Diminta kerelaraan yang empunya. sudah disuruh mendiamkan saja. Apabtla dcmikian, mcrnsak yang dcmikian itu. denda 2.000
Orang Meminta Menggarap (sawah) Mencuri Sajen Meneringkan Telaga Mencuri Ayam
· Ada orang meminta mcnggarap (nyakap). yang punya smYah memberikan sctclah dcmikian (tcrnyata) kemudian tidak digarap. tidak ditanami apa-apa di sa\ah itu. Setclah demikian yang empunya sa,,ah, menagih hasil padi. semua sa\ah dikembalikan Apabila seperti itu. ~ ang diberati yaitu si penyakap. disamakan: dengan orang mencuri makanan. Kembalikan sawah itu. kembali kepada pemilik. denda l .000.
Ada orang mencuri aneka biji-bijian dan umbi-umbian, dan aneka buah-buahan. Apabila dikala malam. denda 4.000. Apabila siang dikembalikan tiga kali lipat semua yang diambil Tidak ada denda. Ada orang mendempul ketika siang hari. semua yang didapatnya mendempul patut dikembalikan tiga kali lipat, tidak ada dendanya yang demikian itu.
Ada orang mencuri sajen di tempat penyimpanan, di gantungannya, termasuk wadahnya. Semua yang hilang dikembalikan tiga kali, dan denda 400.
Ada oran ·g mengeringkan iar kolam ikan pada saat malam hari. Apabila d1jumpai pantas dibunuh, jangan dibiarkan hidup, apabila hidup denda 4.000.
Ada orang mencuri ayam, apabila malam, apabila siang, patut mengembalikan semua Yang hilang, dilipatkan dua kali, dan. denda
- Apabila di,,aktu malam. dijumpai ditusuk lalu mati, tidak diperkarakan. Mencuri Ayam Kurungari Mencuri Kambing Mencuri Kucing Mencuri Kerbau Dan ada orang mcncuri a~ am kurungan. atau a yam aduan. tatakala malam. patut diputus mengembalikan Yang hilang sccara bcdipat dan dcnda 2 0()0 Apabila tatkala siang. dcnda .1 000
. Apabila ada mcncuri kambing. ata.u angsa. atau bcbcl tatkala malam. patut mcngcmb:ilikan sccara bcrliµat scmu:i yang hilang. dan didcnda 1.000 Apab ila siang. dcnda :"00 Dan semua burung pcliharaan. apabila dicurinya dikembalikan scharga Yang dicuri sccar:i belipat dan dikenakan denda 5 00.
Ada orang tmencuri binatang peliharaan (penunggu rnmah) atau anjing. mengganti secara berlipat semua Yang hilang didenda ·WO.
Ada orang mencuri kerbau, atau sapi dikala siang mengganti secara berlipat semua Yang hiking. dan didenda 2.000 Apabila malam. denda 4.000.
Orang Dengan Tiba-Tiba Merusak Tembok Rumah Ada Orang Mencuri Tanah Orang Memperebutkan Tanah
Ada orang dengan tiba-tiba merusak tirai umum. merusak tembok rumah, merusak pintu, merusak kayu, itu antaranya. Apabila merusak tembok rumah patut didenda 500. Dan tembok yang rusak diperbaiki seperti semula. Ada orang merusak tirai. saking kuatnya orang itu. patut dikenakan denda 2.000. Apabila merusak serta menantang keberanian (perang) denda 4.000. Yang dirusaknya. diperbaiki seperti semula. Ada yang merusak pintu. apabila saking kuatnya didenda
2.000. Apabila disertai menantang, denda 4.000. Yang dirusaknya. kembali diperbaiki seperti sediakala. Ada orang merusak kayu, ka~u tanaman orang lain, tidak memberi tahu. kepada yang empunya. apabila ia rusak saja, tidak ia ambiL denda 2.000. Apabila diba,,a pulang ke rumahnya, denda 400. Apabila merobohkan, dcnda 400. Sahasa hanar namanYa. Ada orang mencuri milik orang. tidak terlihat. Artinya mencuri bumi (tanah), apabila mencuri tanah. disegala tempatnya Tenggara. padi dicurinya. Atau batas bagian. memindah-mindahkan tanaman padi di sa,,ah. sernuanya ia tanam. Nantinya diketahui olch yang empuma tanarnan padi Apabila tanama1mya diarnbil oleh orang lain. maka diperiksa (dengan) rnernba\a orang banyak. karena memang benar
tanamannya ltu apabila dipcrkarakan. ~ ·ang demikian pantas dikcroyok dibunuh Maling bumi namam a Bila uput mati didcnda. Dcnda utama samadya. 8 000 Maling bumi surya namanya.
Ada orang mempcrebutkan tanah. padang. hutan. sa\ah. sepuluh jungke ~ ang di rebut Sama-sama pandai tidak ada yang mau mengalah. Apabila diperkarakan. yang. demikian, agar semua disuruh memanjat dan sama tingginya. dan suruh samasama terjun. Maka sama-sama menJatuhkan diri. Apabila samasama selamat. patut dibagikan bagiann~ a. Apabila sepihak saja patahkan tangan. kakin~· a. kalahkan yang patah tangannya. diputus mengembalikan 1. 000. Dan denda 2. 400. Apabila sama-sama patah keduanya. maka bumi yang diperebutkan kembalikan kepada raja dan didenda seperti tadi itu. Diibaratkan singa gana hangrebut angsa namanya.
Ada orang mengaku (pemilik) yang direbut tanah pekarangan. Yang sepihak diberitahukan oleh orang banyak, apabila benar tanahnya. Yang seperti itu, patut mengganti rugi seisi pekarangan dan denda 1.200. Yuyu hing tangkilan namanya.
Tanah Yang Luput dari Sepuluh. Tahun (Kadaluwarsa) Orang Mencetak Sawah
Dan tanah yang luput dari sepuluh tahun, Pekarangan. sawah, kcbun. Itu yang luput dari sepuluh tahun. Apabila tidak ada ditanahnya. lama diperantauan. Tatkala dalam perantauan, tidak · boleh mengaku tanahnya. Apabila lagi menetap di tanahnya, mantapkan seperti scdiakala.
Ada orang mencetak sawah .. ditegalan, di hutan. namun .bukan tanahnya. Maka lama kelamaan. dicari oleh yang empunya sa\ah. Apabila diadili. patut yang tak punya tanah. menggarap tujuh tahun Apabila telah genap tujuh tahun. kembalikan kepada yang empunya tanah. apabila demikian keadaannya. sama-sama tahun memetik hasil sa\ah itu. karena ikut mcmiliki sawah
Mencuri Lembu Orang Berzinah
Ada orang mencuri lcmbti. atau kuda. atau sapi. atau kambing. hanigar namanya. Apabila meminta uang. tidak dibcrikan. diambil hamrakening namanya. Apabila mcnggertak dengan mcngcluarkan kcris. scmua senjata dipakai menggertak. hambegal namanya
Apabila tidak diberi. dibacoknya. scmua senjata diambil hambegal membunuh padam namanya. Bila menghunus keris di jalanan ngental namanya. Bila ia membacok di pasar n~ugar namanya. Bila membunuh di hutan lalu ditutupnya dengan daun ngangas namanya Bila mengambil jualan di pasar lalu dilarikannya ngutil namanya Bila tatakala malam mengambil harta orang segala macam harta diambilnya maling namanya.
Ada orang berzinah dengan isteri orang. Apabila terbukti nyata ia berzinah. dikenakan raja denda 12.000. Dan penebas layon 1.000.
Ada orang berzinah sama-sama bujang. Apabila terbukti nayata ia berzinah. dikenakan raja dcnda 5.000. Panebas layon 1.000 Apabila bujang itu. priyayi, maksudnya orang bangsa\an, denda 10.000 panebas layon 1.000 Dan lagi apabila berzinah sama-sama priyayi. itu pantas dibunuh keduanya. Apabila luput dari mati. dikenakan denda
16.000. Yang \anita perolehannya 8.000.
Raja Berzinah
Pendeta Jelalatan Pandangannya Kepada Wanita
Dan ada raja berzinah dengan isteri patih, atau istcri mantri. terbukti nyata raja itu, apabila berbuat zi nah dengan isteri mantri. patut sang raja itu dikenakan raja denda 8.000. Perolehan yang punya isteri
3.000. Apabila abdinya yang dizinahi, seperti demikian juga (dendanya). Diibaratkan pangawat paradara, bisuh, leyem, subaya tan suka hing leksaoyem, nama prayogem.
Dan ada pcndeta apabila jelalatan pandangan kepada \Yanira.
kemudian birahi kepada \Yanita itu. \anita itu berlari. Jika anak orang (kebanyakan). jika anak mantri atau puteri raja. bila diperkosa olch pendcta. maka si pendeta pantas dikcnakan denda 8.000. Yang \Yanita
mcndapat pcrokhan -I 00() Jadin~ · a si pcndcta dimasukbn kcrangkcn d1tcmpatkan.dipuncak gunung. dan harta 111il1k dis1tu dikab:nkan kcpada ra_1a dan scmua anak scrta istcn sang pcndcta diibaratkan. Tinisuken kukilem balaksincm
Raja Membunuh Mantri dan Patih dan Perbekel
Dan sang raja apabila mcmbunuh Patih. Mantri. Perbekcl. tentara rakyat. Dibunuh tanpa dosa karena ia rakyatnya. Apabila diperkarakan raja Yang dcmikian. patut dikenakan raja denda 1.600. Diibaratkan Suhdyamen harem. daburiksem hatmawata prabu tangsu. Deyem madyasuh sinem hinem subaga tan katiyem artmya ada raja berkuasa. membunuh patih. mantri, tentara, jejaka, raja kurang periksa namanya
Ada Orang Isteri orang Perjaka Memegang Isteri-Orang Menzinahi Isteri Orang
Dan apabila memegang isteri orang, apabila ia gerayangi, apabila ia memegang pera\Yan, janda. Apabila di hutan, di jalanan, di halaman, d1 rumah, patut dibunuh oleh yang empunya isteri. Apabila tidak mati. dalam \aktu sehari semalam. luput ajalnya. maka jatuhkan denda. Terpaksa membunuh yang memiliki kemarahan itu (suaminya), maka terlupakan aturan agama dan adat. Apabila dibunuh. karena marahnya. s1 rna denda yang mati. yang merlyerahi dikenakan denda oleh sang raja
15.000. Apabila bcrsama teman (menzinahi) dikcnakan denda masing- masmg. Dan ada jejaka memegang isteri orang. di hutan, di tegalan. di Jalanan. Si perjaka didenda 4.000. Perolehan suaminya 1.000. Apabila sama-sama bujang. dipegang oleh si perjaka. yang memegang 2.000. Ada orang laki menzinahi isteri orang. Yang punya isteri mendapat perolehan 1.000. denda 2 000 Ada orang bcrcakap-cakap dengan istcri orang. yang laki rada menyimpan rasa cinta syahwat. Ucapannya bu ruk. salah ucapannya (mcngandung rayuan) karcna manginginkan \ anita itu. Maka dituntut olch yang cmpunya istcri Apabila diputus yang dcmikian itu. dikcnakan dcnda I. I 00 Diibaratkan handaka hangungak hangusar sari namanya.
lsteti Orang Orang Wanita di Kali Orang Laki Membangunkan Orang Perempuan
Ada \Yanita istcri orang. bcnnain-main kc rnmah orang. duduk d1 pintu. Maka yang cmpunya rumah. yang pcrcmpuan disitu juga (duduk). Lalu datang yang cmpunya n11nah. yang laki maka dipeluknya isteri orang lain itu. disangka isterinya Apabila dipcrkarakan dikenakan denda 5.000. Yang wanita dapat perolehan 5.000. Diibaratkan handaka hangunda hangusar sari namanya.
Ada orang \anita di kali. kemudian diperkosa (dicabuli) olch orang. maka yang wanita itu menangis mcnjerit~jerit. Semua orang mendengar. semua gupuh mendatangi. Lalu dikepung terusam (sampai dapat) ditusuk, mati. Maka temannya lari tidak terkcjar. Setelah demikian. datang kepada kiyai jaksa. maka yang mati dikenakan (mendapat) panebas layon 1.000.Yang tidak mati. masing-masing denda 5.000. Diibaratkan
Ada orang laki dikala malam, membangunkan orang perempuan. sudah masuk ke rumah. Maka terperanjat si \anita. lalu menjerit Kemudian yang laki mengeiar (sambil berteriak) maka semua yang mendengar, semua berdatangan. tetangga sekampung. Lalu dikepung ia itu, diteriaki telah berbuat salah. (buruk) dan semua orang mempercayainya. Maka dikenakan denda. Karena belum memegangi. denda 2.500. Apabila sudah memegang denda 5 000. Dan lagi bila orang mengejar minta diberi patukon tetapi saudaranya diam saja dan belum melapor kepada tuannya. Lalu pada malam harinya dibacok orang yang memberikan patukon (ganti rugi) lalu mati. Bila diperkarakan maka saudara si gadis (perempuan) itu dikenakan denda 4. 000.
Orang Wanita Pergi ke Pasar Ada Orang Laki Memegang lsteri Orang
Ada orang \Yanita pergi ke pasar. mcmakai bunga. ada orang laki mengikuti " ·anita itu. lalu disambar bunganya. diambil oleh si laki kemudian siwanita. mcnyiarkan bah"a lclaki itu mengambil kembangku Di dengar ucapannya olch orang banyak. Apabila datang
k...: pcngadilan. bk1 itu dikcnakan dcnda I 000 Pcrokh:rn s1 \anita mcndapat 40 0 D1ibaratkan kotila hangungas sari naman: a Ada or:mg 1111.~ mcgang (mcrangkul) isteri orang. kcna kam pcnutup dan ka m kcmbcnn: a Tidak kcna bagian tubuhnya. Apabtla diadili dikenakan denda 2.000 Apabila 1sten orang mcndapat pcrolehan 1.000. Apabila bu_1angan mcndapat perolehan 500 Ada orang sudah berkcluarga ditumpangi oleh orang. atau jejaka. Ktmudian \anita itu (isteri orang) datang ke rumahnya. atau disuruh olch yang punya rumah. Kemudian marah \anita itu karena ia menumpang di rumah itu. di sana tempatnya meladeni yang empunya rumah senang. Apabila datang ke pengadilan yang demikian dikenakan denda. Yang punya rumah denda 2.000. yang meladeni isteri orang, denda 12.000. Apabila buiangan, denda 6.000. Orang ingin Mendapatkan (mengawani) Isteri Orang Orang Bercakap-cakap Dengan Orang Wanita Ada orang ingin mendapatkan (mengawini) isteri orang, mengundang saudaranya yang !ah mengundang saudaranya yang \ anita Sekerabatnya juga diundang. Yang demikian. marang laran namanya Yang ingin mendapatkari denda 4.000 Yang bersuami isteri pantas dibunuh keduanya oleh yang puny a isteri terdahulu. Apabila masih hidup yang laki mendapat patuku urip I 000. Denda
4.000. Yang \anita mendapat patuku urip 1.000 denda 4.000. Dan semua undangan. semuanya dikenakan denda 2.000. masing-masing. Ada orang yang tidak tahu tetapi ikut scbagai undangan semua dikenakan dcnda 500 maging-masing. Dan bapak dari \Yanita itu mengembalikan patukon secara berlipat. dan denda 4.000. Ada orang bercakap-cakap dengan orang \anita tatakala sepi atau di jalan. atau di kali. atau di tanah kebun. duduk merapat atau bcrscntuhan tubulmya beralaskan kain dodot. menegaskan ucapan cinta. dalam keadaan duduk berciuman. saling tatap ciuman dan berpelukan. Scmua itu hanggepok sanggra naman:·a. patut dikenakan denda madya utama 4 000. Pcrolchan si \Yanita I 000. Diibaratkan hanggapem isteri sangrahem banistan. namanya
Orang laki
Ada orang \ anita pcsiar mengikuti orang laki. mclakukan lagu cinta. Maka tidak senang yang empunya tanggung Ja\ab. datang ke pengadilan. Dikenakan yang demikian itu. perolehan si \anita I. 000 ke pengadilan. denda 400.
Ada orang ''anita bercakap-cakap dengan orang laki. orang laki menimpali. tiada buruk percakapannya Lalu orang ''anita itu ucapannya kotor dan sia-sia. Maka laki itu tidak senang. datang kc pengadilan. Yang ''anita dikenakan katiban sabda 3.000. denda 400. Diibaratkan isteri tan sajana namanya.
Orang Melempar Burung Orang Bercerai
Ada orang melihat burung orang, dilempamya di jalan, apabila memakai kayu, tidak tahu kalau ada orang dibelakang. Patut burung yang dilempari, luput buah-buahan yang dilempar, kemarahan yang melihatnya dari belakang, walaupun orang wanita, tidak senang yang empunya peliharaan. Datang ke pengadilan yang tiga perkara itu sama dosanya. Denda 5.000. Apabila tidak terbukti, denda saja. Apabila terbukti melakukan, memberikan patibu jampi. Patibu-jampi = biaya ganti pengobatan 1. 000.
Ada orang bercerai bersuami isteri, empat sesungguhnya perceraian itu. Pertama saksi deng.an uang pesangon Kedua sesuai ucapan si wanita dan si laki Ketiga dapat air raupan. Keempat dapat sangu beras. ltulah tanda bukti perceraian. Sidatadin namanya. Apabila tidak benar yang empat itu, bukan tadin namanya. Belum putus bersuami isteri orang itu.
Adapun orang wanita yang demikian itu. tidak terbukti bercerai
I.alu bersuami lelaki lain. patut dikenakan denda :'.000 Patukon urip si ''anita terhadap suaminya 5.000. Tetapi \anita itu berdosa terhadap lakinya yang terdahulu. Dan orang bercerai. sepcrt1 putus bcrsuami isteri. apabila hilang yang empat perkara maka batasnya tiga perkara. Yang em pat perkara
bm · Pertama tidak mempcrhatikan kcdua tiada keturunan: kctiga tidak membcri makan (sangu)_ keempat tidak mcrnbcri kiriman.
Batas \aktu setahun laman~ a_ apabila tidak ada salah satu dari ~ ang em pat itu _ bukan talak namanya. Apabila lagi yang laki dan yang percrnpuan sama-sama rnengucapkan talak tiga. Dan terbukti nyata talak orang itu Adapun maska\·i1mya_ apabila yang laki meninggalkan si \anita maka_ tetapkan maska,,·innya pada \anita yang_ putuka dan pa\·eJmeh. Apabila meninggalkan lakinya, dikcmbalikan semua maska\lrmya_ putuku dan pewelmeh kembali kepada yang laki semua. Dan berikan pembayar talak si laki I 000 Bayar duhul namanya.
Orang Mendapat Patukon Gading Orang Bersuami lsteri
Apabila belum bcrtemu asrama, maka bercerai bersuami isteri, pakuku dan pawehweh kembali kepada si laki semua. Jadinya apabila masa kawin sudah diberikan oleh si laki, dikembalikan, kabladuhul namanva.
Ada yang mendapat patuku 6 ' gadis. lalu mati gadis itu sebelum pertemuan (nikah). Tidak dikembalikan patukon gadis itu. karena tidak menyangka kejadian itu, tidak pantas yang laki meminta lagi.
Ada orang berstiami isteri sedang bertemu dalam tempat tidur, tubuh keduanya. salah seorang ada celanya, atau ayam atau gila, atau puduk. atau bilang atau banci yang lima itu cela si la~i dan si \anita. Dan lagi cacat lelaki kebiri, peluh (impoten) itu cacad lelaki saja. Dan yang dari \a111ta huntu daging, bantu halung. balapurus (cacat pada kelamin). Semua cacat itu wenang diceraikan. Atau yang demikian seperti bora kO\asa bora (mamac hyperscx pen) maka laporkan kepada hakim. Hakim yang menetapkan hukumnya tumainah (memegang \aktu) setahun lamanya. Bila masih seperti sediakala maka ,,·enang dipisahkan. Serta dipulangkan patukon dan pa,,eh,,e11·· tak wenang dihukum.
(>) Patul..u Patul..nn. harga .p
Orang Ngilingking Manto
Maksud ngidah dalam bersuami istcri. banyaknya cnam pcrkara. Pertama ayam. ''udun. gila. Batasnya sctahun apabila tidak ''aras. pantas di isahkan orang itu Kedua ditinggalkan isteri hilang tanpa sebab. batasnya tiga tahun. tiga bulan. dan tiga hari. pantas bercerai orang itu. Ketiga meninggalkan isteri mcncari uang. pcrgi bcrdagang berlayar. Batas \Yaktunya apabila tidak datang. Iima tahun. Iima bulan dan lima bari. pantas bercerai dengan suaminya. · Keempat apabila ditinggalkan oleh laki. berlayar naik haji. mehcari ilmu. batasnya nista madya utama. Yang dimaksud nista apabila genap tujuh tahun. panta~ berpisah keduanya. Yang dimaksud madya ditunggu sembilan tahun. Yang dimaksud utama. ditunggu selama hidupnya, yang demikian isteri benar setia namanya, dibalas di surga tiada tara. Kelima apabila. meninggal Yang laki, yang wanita batas \aktunya seratus hari dan empat hari, pantas bersuami orang lain. Keenam sang isteri hamil, lalu mati yang laki, batas waktunya apabila telah lahir anak dari perutnya. pantas apabila bersuami.
Ada orang ngalingking menantu, lalu anaknya dipisahkan. bersuami isteri. Yang demikian patukon gadis dikembalikan secara berlipat. Dan mengembalikan pemberian-pemberian semua yang ada disitu. Kain, sabuk, selendang, dikembalikan kepada orang laki.
Orang yang Diwarisi Orang Bersuami Isteri
ltu antaranya. yang pantas di\arisi pada bagian-bagiannya itu. Lima perkara, kalau tidak orang sebapak seibu yang mendapat bagian-bagian suami dan isteri bapak ibti. dan anak dari hasil perka\·inan syah apabila anak laki. mendapat dua bagian. Anak perempuan mendapat satu bagian. Suami dan isteri mendapat bagian sama-sama separnhnya Bapak mendapat empat bagian. ibu mendapat delapan bagian. Apabila mati bapak ibu. yang hidup berhak atas warisan itu. Dan yang tidak mendapat \arisan ada empat. Pcrtama abdi kedua abdi yang murtad. ketiga yang dibunuh. kcempat yang beragama dua. Islam kapir. !tu yang tidak mendapat bagian
orang bcrsuam1 1stcri. sama-sama mcmba\a harta. Apabila puma anak a tau tidak pull\ a anak. Apabila ma ti salah scorang. laki atau pcrcmpuan. Maka harta 1tu sctclah s1sa bia~ a mati. ditctapkan yang hidup sebab \ariskan okh nikah
Orang Mati Punya Anak Orang Bertengkar
Ada orang mati mempunya1 anak laki perempuan. dan mempunyai cucu laki perempuan dari anaknya yang laki. yang sulung umpamanya. Mendapat \aris dari bapak ibu. maka cucu itu tidak mendapat \arisan. warisan dari orang tuanya.
Itu perolehan yang mencari keadilan, pepgiringnya samasama separuh, bagian yang berkelahi dua ratus sisih. Penebus surat l 00 sisih. Sebelasan datang kc pengadilan. Yang denda seribu sebelasnya seratus. Denda sepuluh ribu. sebelasnya seribu. Artinya Jaksa mendapat sebelasannya seratus dalam seribu-seribu. Sang raja mendapat semua denda. Dibagi tiga, sang raja dua bagian, yang berbicara sebagian. Lagi perolehan yang berbicara dibagi dua. Hakim satu bagian, yang berbicara satu bagian.
Ada orang berkelahi satu rumah (keluarga) berlari ke rumah totangga, yang laki merunut ke rumah tetangga. lalu menghunus keris. memukul pantas dibunuh ia. Bila tiada berani panggilkan tetangga. Denda 800. Hamunggwanging atangga, namanya.
Ada orang. berkclahi dengan saudara perempuannya sudah bersuami. Kemudian ia pukuli menjatuhkan tangan. Denda 800, Berikan kepada sliaminya.
Orang Beristeri Dua Orang Bermadu
Ada orang beristeri dua. isterinya yang satu punya anak. yang satu tidak punya anak Maka semua di\ariskan miliknya. Lalu mati. yang pu n~a anak tirin~a tidak bcrhak mengambil milik itu Apabila mcngambil milik ibu tirin~ a a tau dijarahnya masuk mi lik negara 800. Hamru namam a Dari semua ~ · ang diambil olch anak ti rim a.
dikcmbalibn kc istana. Atau apabila pun~ a anak kcduanya. lalu .ma ti suaminya yang dcmikian semua harta miliknya dikcmbalikan kcpada raja Pejah tanpa turus namanya. Mcskipun tidak bcristcri satu apabila tidak punya anak. demikian juga apabila janda tidak punya anak. apabila gadis tua mempun~;ai lembu sapi. mempunyai harta. Apabila mati dikembalikan kepada raja semua harta miliknya Gobaya tanpa semi naman\'a.
Ada barang bennadu. bertcngkar dengan madunya. yang sepihak memukul dengan batu kayu. atau mcnusuk dengan segala macam senjata tajam. Apabila melukai tidak dituntut karena ia bem1adu. Apabila membunuh madunya. maka yang membunuh dikenakan denda pati oleh raja 5.000.
Anak Tidak Tahu Buruk Baik Orang Menzinahi Hewan
lnilah maksudnya anak-anak yang buruk baik belum sepuluh tahun, usia anak itu. Apabila ada perbuatan tidak benar. tidak pantas didenda karena belum sampai batas usianya.
Dan ada orang menzinahi isteri orang tidak sampai ia menzinahi denda 2.900.
Dan ada orang menzinahi binatang. segala jenis hewan peliharaan. maka (tidak) dibenarkan. Hedan prana namanya, bolot salawa narnanya. dikenakan denda istana 700. itu kembali kepada pemiliknya.
Segala Binatang Diwarisi Kerbau Kuda Sapi Mencuri Alang-alang Orang Memantaskan Batas Sawah
Ini perkara harta. lembu kuda sapi di\arisi menjadi empat perkara : Apabila dicuri oleh pencuri Ditata bagiannya masing-masing bagian raja. apabila hilang. satu mcnjadi sepuluh Bagian putera raja. apabila dicuri satu dijadikan lima Dan Patih Mangkunegara. lima juga jadinya Mantri Mancanegara bagian satu jadi tiga. Rakyat dibagikan satu, dikembalikan secara berlipat. Jadinya denda tidak dibedakan raja. raden putera. patih mantri. rakyat. berbedabeda pengembaliannya saja.
1111 kccurian. tidak pantas diadukan pcngadilan. Ra_1a ~ ang mcngcmbalikan. pcngcmbalian yang satu. mcnjadi tiga okh sang raja. dcndanya scpcrti tadi 1tu.
Ada orang mcncuri alang-alang. sudah diberi tanda Patut dikcnakan denda 400. Alang-alang dikembalikan secara berlipat.
Ada abdi istana minggat beristeri d1 desa. lama-lama dicari di\arisi miliknya apabila telah dibagi. sang raja dua bagian. dinnya satu bagian Apabila ingin membayar harga abdi lelaki dua puluh ribu. abdi \anita sepuluh ribu,
Ada orang minggat isterinya. Tersebab merasa kaya maka tak tentu pulangnya, bersedia membayar utangnya. Orang tuanya merasa akan cepat mati dan mentaati hukum lalu menyerahkan semua hartanya. Kembalikan semua karena ia bersedia membayar hutangnya. Bila ia tak mau membayar butang maka hukurnkan dan mendapat pengusap ludah 400. Pakuramas kepada raja 200.
Ada orang melepas sihir di rumah orang lain. Segalanya yang mati patut diputus mengembalikan dan dikenakan denda 4.800. Apabila tidak berani di sumpah cor.
Orang Berhutang Membeli Tanah Orang Berlayar Ada Perahu Hanyut
Ada orang berhutang ·menyatakan hutangnya sudah dibayar tetapi · tidak jelas oleh orang. tidak ada saksinya dalam pembayarannya. Kemudian jadi perkara. Ungkap yang berpiutang. katan yang memberi hutang. Tidak dipercaya karcna lupa Kemudian menjadi percaya yang memberi hutang akan semua piutangnya salokanya : pradarla purusa, namanya. Bila tak percaya yang menghutangkan yogya disumpah. Yang berhutang membayar hutangnya scmua.
Ada orang membcri tanah dijadikan sa\ ah at au dijadikan pekarangan. perumahan. lalu menjumpai \adah tembaga. atau cmas pcrak. Tak bolch diambilnya ditempatnya mcrabas itu yang merabas tah patut incngan1bil Patut barang itu discrahkan kepada raja
Ada orang naik pcrahu ada datang dari atas (hulu) Lalu bcrtabrakan sama pcrahun:a Bila kalah \jng dati atas (hulu) maka yang dari b:rnah itu mcngganti. Bila kalah \ang dari ba\ah (hilir) tak dipersoalkan.
Ada perahu hanyut. lalu ada orang mcncmukan. jauh tcmpatnya menemukan. Ketika meneukan bersaksi kcpada pengadilan. Atau kepada pejabat mancanegara. Apabila ditcmukan oleh yang punya. patut diberikan kepada yang menemui. scparnh yang terdapat dalam perahu.
. Orang Mencuri Perahu Mencuri Padi Orang Membeli Padi
Ada orang mencuri perahu apabila saiang hari atau malam hari, lalu dijumpai oleh yang empunya. datang ke pengadilan. Perahu itu dikembalikan dan dikenakan denda 2.400. Atau sampan demikian pula keputusannya.
Ada orang mencuri padi, tatkala malam. menurunkan padi dari lumbung, atau orang. Maka datang ke pengadilan. Padi yang hilang itu dikembalikan, denda 5.000. Apabila waktu siang, denda 2.000
Ada orang berhutang padi, apabila membayar dalam masa Iima tahun, kembalikan kepada pemiliknya. Apabila tidak dibayar Iiwat dari lima tahun, patut dilipatkan lima kali. Hapahilang dana. namanya.
Ada orang membeli padi, di sawah. di tegalan. macam apa saja padi yang dibeli harus dikembalikan lima kali dan denda 200.
Menteri Mengadakan Pertemuan Orang Memaki
Ada menteri mengadakan pertemuan di persidangan (balairnng) yang satu berubah dudukn:a. di dikenakan raja denda I 500 Yang tidak berubah duduknya. denda 800. Apabila semua goyah duduknya. semua dcnda 1.500. Apabila ia memegang maka yang mcmcgang itu dcnda I 000.Bila mereka pegang memegang hulu scnjata. denda 4 000. Diibaratkan antriyem hangayem padem namam·a.
Ada orang d1 balaiurang mcngadakan pcrtcmuan 111ak1 mcmah dcnda I 000 kcduan~a Apabila mcnghunus keris. apabila dipcgang olch orang banyak. yang punya orang (keluarga) tidak ikut mcmegang. hanya mcnghampiri yang mempunyai keluarga dikcnakan denda
2.000. Yang menghunus kens. denda 1.500. Yang tidak menghunus keris denda l .500. Diibaratkan. Caliyem hangayem padem namanya. Ada orang memaki di jalan. kampung, di halaman. di dengar oleh ya ng punya jalanan. kampung. apabila tidak senang. adukan ke pengadilan. didenda yang memaki 900.
Orang Berlayar Apabila Orang ingin Melakukan Perbuatan Tidak Baik
Ada orang berlayar sudah berlabuh, secara tertib dan bergiliran menuruti (muatan). Apabila ada petugas pelabuhan dan perahu, kepada orang itu diberikan pesan. maka tiada pergi dan tiada memberitahu ia pergi bila malam atau siang tiada ia memberi tahu nakoda tiada ia memberitahu temannya. Setelah pergi temannya kehilangan. Kemudian si pergi itu diurus seyogyanya. Dan lagi banyak ia tahu rupa barang yang bilang itu maka ia kena hukuman mengembalikan dan kena denda. Bila malam 5 000, bila siang denda 2.000.
Dan bila ia ternyata lalai temannya tiada memperhatikan karena takut sama orang banyak maka dibebankan kepada yang punya. Bila tiada ia memperhatikan dagangannya orang itu menjual barang pedagang lain. Bila barangnya dikacau balau maka diganti rugi oleh nakoda 800. ·
Ada orang ingin melakukan pembuatan tidak baik, sedang naik turun di perahu, banyak yang bukat miliknya diakui disamaratakan. Maka ada yang menegurnya jangan mengangkat barang dahulu. Apabila sudah ditegur masih memaksa. mengangkat terlebih dahulu. Atau ditempatkan pada lunas bawah. yang demikian dikenakan (hukum) mengembalikan kepada pemiliknya Denda I 000. Adapun dikenakan sangsi dcmikian. karena berucap mem·ukai harta temannYa. Lalu ditempatkan di los.
Orang Kehilangan Orang Berburu di Tempat Terlarang Orang Memberikan Harta Pembelian Gadis
Apabila kchilangan harta. binatang ternak. tidak diba\a. dikcnakan hanya scpihak karena satu rupanya atau saking tcrpaksan:a Apabila dikembalikan scbelum menyatakan milikku. tidak kcna \alat Apabila ada berbcda rupanya. bukan dia yang dikembalikan. \alat yang hilang mantap keinginan mcncuri. Mengcmbalikan yang hilang kepada pemiliknya. dan denda 1.500.
Ada orang berburu di tempat terlarang, apabila dapat. apabila tidak dapat, ia berburu. patut dikenakan denda 800. masing-masing (bagi) semua yang bcrburu, karena raja yang memiliki tempat terlarang itu Dan binatang buruan yang mati. diganti lipat dua kali 600 masing-masing he\Yan. Demikian ketetapan hukum berburu di tempat terlarang
Ada orang sudah memberikan harga pembelian gadis. gadis itu
Memiliki benih (.. ....... ). karena ...... harta pembeliannya. kemudian
bersuami dengan orang lain. karena saking keinginan bapaknya, gadis itu diam, dan seperti mengawinkan (dengan paksa) itu. me]a,rnn larangan juga namanya. Segala harta pembelian saat melamar dikembalikan secara berlipat dan bapak dari si gadis didenda 4.000. Dan yang mengambil si gadis denda 5.000. Hamedal sanggama namanya, yang gadis itu dikenakan denda 5 .000. oleh yang mempunyal gadis (pacarhya) terdahulu.
Mencuri Surat Orang Membayar Hutang Orang Berpiutang
Ada orang mencuri surat asal-usul berpiutang karena lobanya berhutang Tidak membayar hutang. maling patra namanya Yang mcncuri surat. patut dikenakan dcnda 4.000. Dan scmua hutangn:a. dikembalikan sccara bcrlipat kepada yang bcrpiutang.
Ada orang membayar hutang sudah Rufus (. ) hutangnya surat asal-usul (pcrjanjian) hutang dirobck Yang berpiutang .belum
d1bcrikan okh yang bcrhutang. tctapi banyak orang tahu kalau sudah mcmba~ ar. dan dibuktikan olch surat pcrjanj ian Kata (hilang) a tau d1katakannya dibcli. kcmudian matt yang bcrhutang. mcnyatakan kalau tidak tunas hutangnya. Datang kc pcngandilan. ~ ang mcnagih dikenakan dcnda 4 .000 Dan semua tagihannya. dikembalikan sccara berlipat. diberikan kcpada yang berhutang dan surat pantas dicabut
Ada orang berp1utang sudah sering mcnagih piutang. Datang ke pcngadilan. kata yang bcrhutang, mengapa dia yang menagih. karena 1a berhutang pada saya Maka Jaksa bertanya kepada orang banyak. siapa lebih dahulu menagih. untuk memutuskannya sumpah cor yang menerangi agar dipercayai yang menagih terlebih dahulu dikenakan suinpah cor. Yang menagih dibelakangan mengembalikan secara berlipat kepada orang yang dikenakan. Yang menagih terlebih dahulu diibaratkan lutung ngamaraning paksi krandang. Yang ditagih membalas menagih. diibaratkan paksi mibra tiba bing angkem mutung.
Surat Asal Usul (Perjanjian) Utang Ada Milik Orang Dicuri Oleh Pencuri
Dan surat asal-usul (perJanjian) hutang, karena saking lamanya rusak oleh bubuk, oleh lengit (ngengat). Apabila hilah, apabila dibeli. dibuatkan surat lagi. didepan hakim. atau mantri.
Ada milik orang dicuri oleh pencuri, siasat pencuri ditempatkan di rumah orang lain. Takkala malam. atau s\ang tidak tahu yang punya rumah. apabila disebarluaskan. pemberitahuannya hcndak berdagang kepada tetangga. Apabila tidak memberitahukan tidak semua tahu (J angan) diberitahu orang banyak (barang) sama rupanya yang dicuri oleh yang dicuri. Hukuman yang demikian seperti hukuman orang (yang mencuri) dikenakan (denda) 800 Dengan sen~urnnya menyampaikan berita. kepada orang banyak diberi tahu kalau ada diberi tahu. dikenakan denda 2.000. Tidak pantas apabila didenda mati, karena kctiban oleh pencuri.
.,.., 1_,
Senjata h:epad:i Pencuri Beroleh Pencuri Delapan Dusta
Ada orang mcmin1ambn scniata kl'pada pl'111ahat. dapat mcmbunuh scmua scgala JCn1s scnpta 1tu. kcmud1an s1 phat itu mcmbunuh orang. ma ti orang *:-*ang dinbunuhnya. a tau lub. dibacok olch si penjabat. Apabila datang kc pcngadilan yang mcminjamkan scnjata. dikcnakan dcnda 2. 000. Yang mcminjam apabila mcmbunuh. hukuman mcmbunuh dikcnabn. apabila mdukai. hukuman mcluka1 dikenakan
Dan ada orang desa perbatasan. mendapatkan pcncun atau dapat menangkap. Apabila dibunuh di rumahnya maka yang mendapatkan pencuri itu patut diserahkan kc istana dan semua anak 1steri si pencuri dan lagi keluarga si pencun Apabila tidak ikut mencuti. tidak diperkarakan, tidak didenda
Inilah delapan pencuri yang semua (tcman) bicaranya Yang satu makanan (sepinggan sepiring nasi) dengan si pencuri, yang bersahabat dengan si pencuri. yang bersaudara dengan si pencuri. yang memberi tern pat kepada si pencuri. · yang menolong pencuri. yang melindungi pencuri. yang memberikan makan pencuri. yang melindungi pencuri. dan yang men~uruh mencun. Yang itu meski berkata apapun. apabila terbukti nyata salah satu dari delapan pencuri itu. pantas dibunuh kenakan raja denda 2.000.
Orang Memberikan Kelengkapan Mencuri Orang Berumah Samping Penjahat Jalan Pencuri
Dan ada orang mcmberikan kelengkapan mencuri llmu guna-guna mcncuri. Mantra mcncun. ia itu gum dari mcncun namanya. Terccngang namanya. Orang Yang dcmik1an itu. patut dikcnakan raja dcnda 6.00 0. Yang mcmbcri guna-guna dan mantra. \ang mcmunih mencuri dihukum seperti hukuman mencu ri
hanya berbatas pagar. mcmakai pagar siaJ..an. Siang malam dilalui pencuri. pcncuri bcrbisik namanya. hukum scpcrti hukuman orang kctiba pencuri I 000.
Patikinga Orang Menenggelamkan
Ada papati, segala tanam-tanama dirusak oleh Pati Kinen. Pati Kinen ditusuk mati di sana, tanam-tanaman tidak ada pagamya. patut mengganti rugi kepada si pemilik. Apabila lagi ditusuk dalan1 seratus empat puluh jengkaL mengganti rugi madya denda 400. Apabila di luar seratus empat puluh jengkal, tidak diperkarakan.
Apabila ada menenggelamkan besar kecil, atuduh salah itu perebusannya orang seorang, tiga belasan.
Orang Meminum Minuman Keras Oranq Bertenakar Orang Mengelirukan Penampilan
Maka ada orang minurn minuman keras, mabuk lalu menghunus ke ris, melukai lengannya sendiri. lhwalnya diundang oleh teman sepeminurnnya. Botoh namanya, tidak ada denda.
Ada orang berkelahi di depan pengadilan buruk ucapannya. Salah kata-katanya yang diucapkan, atau bodoh, patut dikenakan denda keduanya 2.000. Apabila sepihak buruk dan salah ucapannya demikian juga dendanya, apabila telah membayar kepada Jaksa ketentuannya tidak boleh berkelahi lagi. Diibaratkan putusan candala namanya.
Ada orang mengelirukan penampilan. tatkala malam, alisnya dibentuk seperti wanita, pantas dibunuh, jangan dibiarkan hidup.
Ada orang berhutang seribti dalam penagihannya saking lobanya dikatakan dua ribu. yang demikian apabila diperkarakan, yang berhutang sima tanpa hutang. Karena loba penagibannya. Atau orang kehilangan miliknya. apabila Ioba seperti orang berpiutang tadi itu. sirna hukumannya Diibaratkan jong sarat kalandesing karang (garing pcncari sarat tersangkut batu karang).
Orang Bertengkar Datang ke Pengadilan Orang Kehilangan Pada Waktu Malam Kerbau sapi Kuda
Dan apabila raja adalah pcmbunuh ra kyatnya. maka rab at bcrlari. disembunyikan oleh mantri. Mantri itu mcnhadap kcpada ra.1a scgera minta ampun orang yang lari tadi itu. oleh sang raja maka lama-kelamaan apabila ingin pergi rakyat itu. mcnebus separuh dari (harga) kekayaa1rnya. Yang dihidupkan saia. dimana hidup-hidupan
Ada orang berkelahi dafang ke pengadilan. sudah diielaskan dengan kata-kata yang manis lalu ada orang lain berbicara menggugat. bukan petugas. bukan satria, bukan ditanyakan yang demikian dikenakan raja denda I 000 dinamakan bojog sarawa (kosa sarawa)
Ada orang kehilangan tatkala malam, kerbau. sapi. kuda. ada orang li\yat. orang dari negara lain. hajatnya berdagang. Maka pada malam itu kehilangan yang punya rumah, maka. dibuntuti miliknya yang hilang, ditemui.di negara lain. Melapor kepada yang punya negara. Ya hamba mengadukan kepada tuan, hamba menjumpai kerbau. di negara tuan, karena pembantu tuan telah lewat. hamba bertanya ketetapan hukum kepada Tuan Jaksa. karena saya ini mengikuti aturan tuanku raja dan apabila menanyakan tata hukum tuanku raja, atau untuk mendorong semangat berperang. Didenda 55.000, oleh yang memerintah negara, masing-masing besar denda 55.000. serta pero!Ohan Tuan Jaksa yang mengalami kehilangan. mengembalikan secara berlipat. dan denda, besar denda 5.000. Diibaratkan si mamangsa hangulat bukti tana wruh hlng baya.
Tamat ditulis pada hari (Buda) Reba. Ka (kaliwunan) Kali\YOn, Mata! (Woku) Bulan Sya\al Dalam tahun Jim Awai. Bulan Sya\Yal tanggal dua puluh enam. Hari Rabu Pah pah. tenggek ~'.
8) a) Angka tahun ini hanva hcrdasarkan alas dugaan p~ntc ~icmah dcngan 111.:nganal<>gj- <111 sandi "pah " dcngan kata "scpaha" vang bcnnakna 1.600. Tahun ' "mg dipcrgunahan dip..-rkirakan adalah tahun Caka. Hitungan \lasd1inva mcnjadi tahun 1578.
h) Pcntericmahjuga memperkirakan hahwa kolofon ini 111.:mmjuhkan tanggal p~nvalinan dari kitah aslinva, ·ang h.:rasal dari Dcmak Jawa Timur ( Prahu Surva. ..\lam).
c). Bila pcnulisan "pah" sd1arnsll\ a b~rbt111Yi "pat" maha itu l>
KAJIAN/PENGUNGKAPAN NILAI TRADISIONAL ISi NA.SKAH
Pada Bab pendahuluan telah diterangkan bahwa naskah kuno Kotaragama merupakan suatu peraturan hukum yang berlaku di suatu wilayah. Jika tahun penulisan itu benar yaitu tahun 1600 Syaka yang berarti tahun 1678 Masehi. atau tahun 1642 Syaka berarti tahun 1710 Masehi. maka pada waktu itu Lombok ada di ba\ah Pemerintahan Raja Karang Asem yang memerintah antara tahun 1692 - I 839 (Sejarah Daerah NTB. 1988. hind I) Secara keseluruhan pada saat itu Indonesia berada di ba,rnh kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda. Peraturan yang berlaku tentu peraturan Pemerintah Hindia Belanda dan peraturan Kerajaan.
Dalam naskah Kotaragama disebutkan bah\Ya peraturan itu berlaku di Kerajaan Surya Alam, dan sang raja adalah seorang yang beragama Islam. Bunyinya adalah s6bagai berikut · "Puniki mawasta Kotaragama. Dana puniki caritanira sang prabu hing Surya Alam, marmaning cinarita, dening sinungan kagungan dening Allah, pan tannana sasamaning ratu, dening hakeh hadillira hing bala, tannana kibirira hing Allah nitya saha nora kena sariranira, yen rerenan nitya saha tilawatta Qur'an". Artinya · ··1nilah yang bemama Kotaragama. Maka inilah ri\ayat sang prabu di Surya Alam. Sebab diri\Yayatkan karena bcliau dianugerahi keagungan oleh Allah. Karena tiada taranya di antara raja-raja sebab
adiln~a kcpada rak~ at. Tiada ia 111gka-r kcpada Allah Syah Alam sclalu mcnjaga dirinya bila _icda ia mcmbaca Al Qur ·an· -
Kcmungkinan kcraiaan Surya Alani ini adalah Kcra1aan Sclaparang Islam yang pcmah bcrdiri dari ab:id 16 sampai tahun I 740 (Ibid, him _ IO)_
Kotaragama tcmyata mcngandung nilai-nilai yang penting antara lain adalah nilai kepemimpinan_ kesejahteraan rakyat. kcadilan. dan berbagai segi kehidupan scperti perka\inan, hutang piutang. pencurian, gadai mcnggadai. hak dan kewajiban raja dan rakyaL perpajakan dan sebagainya _ Kesemuanya itu mengandung nilai-nilai moral, dan inemiliki sanksi hukum jika dilanggar.
Hal-ha! inilah terutama yang akan disoroti dalam pengkajian ini karena justru hal-hal itulah yang kini sedang menjadi isyu pokok dalam pembangunan bangsa Indonesia _ Penataran P4 bagi para pejabat negara seperti para menteri, para gubemur dan pejabat teras negara yang lain yang sekarang sedang berlangsung, pada hakekatnya adalah untuk memberikan wawasan/kesadaran akan kedudukannya sebagai pemimpin rakyat suatu bangsa _ Mengentaskan sebagian rakyat Indonesia yang masih belum beruntung dari kemiskinannya sehingga dikeluarkan IDT adalah hal-hal yang berkaitan dengan kcsejahteraan rakyat Isyu tentang hak azasi manusia pada dasamya adalah isue tentang keadilan. Wanita Indonesia yang jumlahnya lebih besar dari kaum pria tetapi kondisinya masih di bawah kaum pria baik dari segi pendidikannya. tingkat kesejahteraan ekonominya, kualitas kesehatannya merupakan masalah sosial budaya yang dalam naskah kuno juga dibicarakan _
I. Kepemimpinan Sifat-sifat pemimpin dalam Kotaragama diungkapkan dalam kata/kalimat yang jelas. seperti seorang raja/pemimpin harus mengurus rakyatnya (bertanggung ja\ab ). tidak bolch ingkar janji, harus adiL tidak putus mcnuntut ilmu_ tidak suka ka\Yin_ bersifat sosial. Tetapi banyak juga yang diungkapkan -dalam bcntuk perumpamaan. yang dalam naskah tersebut disebut saloka_ Beberapa contoh suda seorang raja harus bcrsifat "danta danti kusuma warsa".
Biasanya kcpcmimpinan digambarkan dengan mcngambil pcrumpamaan dari bcnda di alam semcsta si..:pcrti gunung. laut. api. matahari. flora d:rn fauna. lni menunjukkan balma ncnck moyang kita sangat mcmpcrhatikan alam sekitarnya Pengamatan yang cermat terhadap sifat pcristiwa alam sekitarnya mampu memberi inspirasi kepada mereka untuk menyerapnya dan menjadikan sifat-sifat alam itu sebagai perlambang yang perlu diambil oleh manusia dalam mengadakan hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. Kotaragama menyebutkan sebagai berikut salokaning ratu hiku Giri suci, jaladri, bahnipawaka, surya, sasangka, nilatadu " Artinya .. bah\ a raja harus memiliki sifat gunung yang suci dan kokoh. punya sifat laut yang dapat menampung barang yang amis dan busuk, bersifat api yang dapat menghanguskan yang kotor, bersifat matahari yang bisa menerangi seluruh jagat, bersifat bulan artinya menerangi dan menyejukkan, bersifat nilatadu (langit biru) maksudnya tetap teguh pada pendiriannya".
Namun yang paling penting dari seorang pemimpin adalah taat dalam menjalankan agama. Ini tertulis dalam kalimat "dana punika tatanira sang prabu, karane kajrihana dening bala, harep manah hing wong sanagara, punika iweripun, den nastiti sang prabu hing Agama" (Alinea l. Kotaragama, Alih Aksara).
J ika kita bandingkan dengan kepemimpinan Pancasila yaitu
Ing ngarso sung tulada yang berarti bahwa seorang pemimpin harus mampu lewat sikap dan perbuatannya menjadi dirinya pola anutan dan ikutan orang-orang yang dipimpinnya, lng madya mangun karsa berarti seorang pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang-orang yang dibimbingnya: tut wuri handayani. yang berarti bahwa seorang pemimpin harus mampu mendorong orangorang yang diasuhnya agar berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab Gafur. 1987 314), maka sebenarnya sifat-sifat kepemimpinan yang disebutkan dalam Kotaragama ini mewakili kepemimpinan Pancasila Ini membuktikan juga bahwa Pancasila memang digali dari kehidupan bangsa Indonesia di masa lalu. Sejalan dengan itu jika kita bandingkan dengan 12 azas Kepemimpinan ABRI yang lebih memperjelas lagi 3 sifat kcpemimpinan Pancasila terscbut
yang lain yaitu waspada, purba wisesa, ambeg paramarta, prasaja, satya, gemi nastiti, blaka, legawa. Dengan menycbutkan azas ·Taqwa kepada Tuhan Yang Maba Esa'· paling dulu sebelum azas-azas kepemimpinan yang lain, oleh Abdul Gafur dalam bukunya Pak Harto pandangan dan Warapan disebutkan bahwa sifat-sifat kepemimpinan yang dikembangkan di kalangan ABRl itu berakar pada kepemimpinan dalam masyarakat Indonesia ( Gafur. 1987: 314). Dengan demikian secara tidak langsung Kotaragama ikut memberi andil pada sifat-sifat yang dikembangkan dalam kepemimpinan pancasila maupun azas-azas kepemimpinan ABRl seperti yang telah disebutkan di atas.
Dalam Kotaragama selain disebutkan sifat-sifat raja/pemimpin, juga disebutkan sifat-sifat yang tidak boleb dilakukan oleh pemimpin. Hal ini diungkapkan dalam kalimat sebagai berikut, "Kalanya wet siniwi muwah dohena denira sang prabu, iweripun pancakarana, kang karihin hiku naya kestri, kaping kalih babbunayaka, kaping tiga hiku hinabudi, kaping sakawan waraboga, kaping limo kapingta-baksana " (Kotaragama Alih Aksara Alinea 1) Artinya : '·Ada lima kenistaan yang harus dihindari oleh raja/pemimpin yaitu jangan mengangkat wanita karena setiap tingkahnya dapat merusak, jangan mengangkat orang kembar, pasti akan rusak semua karena sama-sama diandalkan, jangan mengangkat orang bodoh karena semua perintahnya tak akan dipatuhi dan akan mengusutkan negara, jangan mengangkat orang kekenyangan (loba) karena semua perintahnya bakal tidak beres, kurang terurus agama, dan nukum agama akan hilang; janlan mengangkat orang kelaparan (fakir) karena semua perbuatannya tertutup oloh perbuatan nista".
Jika dibandingkan dengan UUD 45 hal-hal yang disebutkan dalam Kotaragama tersebut di atas belum demokratis karena kedudukan manusia secara individual kurang diakui. Keberadaan seseorang lebih dilihat secara umum (generalisasi). Tampak pada peraturan yang mengatakan bahwa orang kembar. \Yanita. orang kaya, orang miskin. tidak boleh diangkat menjadi pemimpin. Jadi hak-hak individu kurang diperhatikan. Lcbih dilihat sifat-sifat manusia secara umum. Lcbih-lebih tentang wanita. Wanita belum mendapat hak yang sama dcngan pria:
UUD 45 pasal 27 discbutbn balma (I) Segala \arga ncgara bcrsamaan kcdudukann di dalam hukum dan Pi::mamtahan dan \ajib mcnjunjung hukum dan pemerintahan 1tu dengan tidak ad;:i kecualian. (2) Tiap-tiap "arga negara bcrhak atas pckcrjaan dan penghidupan yang layak.
Sesuai dengan kutipan di atas dalam Kotaragama mengangkat \Yanita (menjadi pemimpin) adalah larangan. dan jika ha! 1tu dilaksanakan. perbuatan itu dikategorikan perbuatan nista
Mengapa ha! tersebut terjadi'1Dalam kutipan di atas hanya disebutkan bah,,a tingkahnya dapat merusak Sebanding dengan ha! ini adalah budaya Mo Lima orang Ja\rn yang harus dihindari karena ha! itu dapat merusak yaitu maling, modon, madat, main dan minum artinya mencuri, suka perempuan, suka mengisap candu. berjudi dan minum minuman keras. Jadi wanita dikategorikan sebagai yang dapat merusak. Di dalam agama Islam yang menjungjung tinggi martabat wanita menyebutkan bahwa "wanita adalah tiang negara". Manakala rusak wanita rusaklah negara, manakala baik wanita baiklah negara (Hadis Nabi). Dengan membandingkan kutipan-kutipan tentang wanita seperti tersebut di atas, Islam menempatkan kedudukan wanita dalam posisi yang pas. Bahwa wanita itu memegang peran penting diumpamakan sebagai tiang negara. Namun dalam posisinya yang sangat penting itu mengandung kerawanan. Jika wanita tidak menyadari ha! ini dan jika pria dalam kapasitasnya sebagai pemimpin \·anita tidak mampu melaksanakan perannya masing-masing maka \Yanita punya potensi merusak.
Karena Kotaragama lebih bersifat hukum adat, sedang raja dalam Kotaragama disebutkan beragama Islam, maka sesuai dengan ajaran Islam bahwa yang menjadi pemimpin adalah laki -laki Tidak heran Kotaragama melarang mengangkat pemimpin \anita merupakan ha! ''ajar. Hanya saja Kotaragama tidak cukup jelas memberikan alasan. sehingga dapat menimbulkan tafsiran diskriminatif terhadap kaum · wanita. Hal tersebut dipcrkuat dalam uraian tentang saksi. balma \anita juga tidak boleh menjadi saksi. karena sifatnya berubah-ubah. rusak oleh lclaki. Dalam ha! ini kedudukan \anita ada dalam satu kelompok dengan anak-anak (Kotaragama. BAB III. hal 91. 92)
Masih banyah. lag1 saloka tcntang sifat-sifat rap yang disebutkan dalam Kotaragama yang scmuan~a mcmbcri ajaran kcpada kita balm a mcnjadi pcmimpin itu tidak mudah.
Salah satu hat yang lcbih maju dalam Kotaragama dibandingkan dcngan pcrsyaratan jabatan zaman sekarang adalah bah\a masing- masing jabatan mempunyai syarat-syarat tersendiri. misalnya jaksa, hakim, penghulu. (utusan/duta, seperti yang sudah dijelaskan pada Bab Pendahtiluan. Jika pejabat kerajaan tersebut disamakan dcngan Pegawai negeri seperti memiliki termasuk Pegawai Negeri scperti sekarang ini, maka sekarang ini Pegawai Negeri hanya memiliki Sapta Prasetya KORPRL Sedang untuk ABRI yang juga tennasuk Pegawai Ngeri memiliki Sapta Marga. Baik Sapta Prasetya KORPRI maupun Sapta Marga ABRI itu merupakan acuan moral setelah seseorang menjadi anggota KORPRI atau mcnjadi anggota ABRI. Sedang persyaratan waktu akan menjadi anggota pada umumnya sama yaitu ijazah, kesehatan jasmani, dan kesehatan rokhani yang dilakukan melalui seleksi tes. Hal-ha! yang bersifat moral dibuktikan dengan surat kelakuan baik dari Palisi, yang umumnya hanya fonnalitas saja. Artinya surat kelakuan baik itu belum menjamin pemegangnya betul- betul baik n~oralnya. Walaupun Kotaragama tidak s·ecara jelas menerangkan satu persatu persyaratan tersebut namun Kotaragama memberikan acuan berupa saloka-saloka.
GOLKAR mungkin yang telah menetapkan secara terbuka pcrsyaratan moral untuk menjadi pemimpin GOLKAR yang difonnulasikan dalam " PDLT". yaitu "Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tak Tercela".
2. Kesejahteraan Perhatian Pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat tercermin dalam perlindungan hukum terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kcscjahtcraan ~ ang bersifat fisik material. Perlindungan terhadap kescjahteraan rakyat tercermin dalam pcraturan yang ditetapkan tcrutama tentang hak-hak raja untuk mcmberika1~ bantuan material kepada rakyatnya bcrnpa. bantuan dana.
yaitu Bad yang diberi nama Tingkahing Paseran, Datu Hagelar Dana. Yang terjemahannya tata laku paseran ratu mcmberi dana. Antara lain tertulis sebagai berikut "Dan punika iweripun, yen sang Prabu hagelar dana. Kang dihin hing anak yatim. Ping kalih wong sugih kalusngsur, ping tiga rangda wadon. Nora darbe suta janglu. Ping sekawan, wong lagi teka munggah haji. Kaping lima wong kamara desa. Kaping nem kang ngatetep pangabektinipun. Kaping pitu kang ngatetep hasaba ngaseban. Kaping wolu, Wong nista ka 'ng tan kawawi pangane sadina ... Artinya. maka inilah senyatanya bila raja memberi dana (santunan). Pertama terhadap anak yatim Kedua kepada orang kaya yang jatuh miskin. Ketiga kepada janda wanita yang tidak punya anak laki-laki. Keempat kepada orang datang naik haji. Kelima kepada para pendatang. Keenam kepada orang yang tetap baktinya. Ketujuh kepada orang yang.tetap datang menghadap. Kedelapan orang melarat yang tak cukup makannya sehari.
Berdasarkan ha! tersebut di atas secara tersirat raja sangat memperhatikan kesejahteraan material bagi rakyatnya yang dalam kondisi layak dibantu, sekaligus memberikan perlindungan terhadap rasa aman bagi mereka-mereka itu.
Selain itu masih banyak dana lain yang merupakan hak sang raja untuk diberikan kepada siapa dalam rangka apa. Misalnya ada yang disebutaana dana warsa, dana ini diberikan sebagai hadiah tahunan kepada tukang gelar lantai, alas duduk, laca-laca, para peladen. petinggi desa, orang karani, juru kuda, dan para penihibur.
Dalam pemberian dana tersebut selokanya adalah candra, baskara, warsa. Artinya raja harus memiliki sifat candra (bulan) artinya menerangi tanpa panas, baskara (matahari) memberikan terang tanpa samar, warsa (hujan) bersifat rata.
Dana yang lain misalnya dana yang diperuntukkan bagi raja untuk memb eri hadiah disebut dana karana. Dana untuk menjamu tamu baik orang kaya maupun orang miskin diberi nama dana balada. Bila raja menyajikan hidangan pada saat persidangari, menggunakan dana yang disebut dana sacaya.
mclihat jenis-jeni s dana dan pruntukann~ :i tcrscbut dapat dikatakan semuany:i mcngarah kcpada usaha mcningkatkan kcsejahtcraan rakyatnya
3. Keadilan Hal-ha! yang berkaitan dcngan keadilan dalam Kotaragama tercem1in dalam pelaksanaan hukum mulai dari penentuan saksi \rnjud hukuman
(a) Saksi Agar dapat memberikan keputusan yang adiL ada ketentuan tentang siapa yang patut dan tidak patut menjadi saksi. Dalam Kotaragama disebutkan bermacam saksi yaitu :
(1) Saksi kang mulya (saksi yang mulia), yaitu : danawanto (kyai dan modin), kulincah (penduduk asli yang patuh), dyhaparesi paranince (saudagar kaya), dersasulaksana (orang yang tampan rupanya dan tutur katanya baik), dumitam (pendeta penasehat raja), caksyuh bujangjem (pendeta penasehat raja), dumitam (pendeta golongan guru), halembayan (penasehat raja).
(2) Saksi kang nista (saksi yang nista) : Hacukirtya (penjual terasi), hadauli (penjual kapur), hatumbah (penjual garam), hakaraka (jagal), hamantra (orang yang berkeliling menjual barang). hageding (pande besi). hagender (pande gamelan), hamadu (pencari/penjual madu), dukun (dukun), henelelih (penjual ayam) dll.
(3) Saksi kang tan kandel (saksi yang tidak dapat dipercaya) : Saksi pramana yaitu bersaksi pada orang dahulu yang diandalkan. Saksi pramanalena yaitu bersaksi pada orang mati. Saksi hukumbah bersaksi kepada hamba sahaya/ bersaksi kepada yang lebih rendah derajatnya ( 4) Yang tidak pa tut ditanyai untuk saksi karena cacat yang dimiliki yaitu sirna prayatna (orang bisu), sirna niscaya (orang buta) dan sirna sambawa (orang tuli).
(:') Yang tidak bisa mcnjadi saksi ada tujuh jenis ~aitu Rena (\anita) Carnet (anak kccil) _ wesa (pcnjahat)_ saudara kawinaya, tirta agung (kadi) _ ratu agung, rumpaka roro kedibing bima.
(6) Yang kesaksiannya tidak sah · Hatuka aksi (bersaksi untuk saudaranya atau hamba saudaranya) _ hambuta saksi (orang mulia yang bersaksi untuk orang jahat)_ hambabu sabda (saksinya diajari dulu)_ hambahu (bersaksi kepada orang mati)_ hasaksi (saksinya disogok). Jika dibandingkan dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara
Pidana (KUHAP), tentang saksi ini terdapat titik tolak konsepsi · yang berbeda. Dalam Kotaragarna titik tolak konsepsinya adalah pada akurasi kesaksian seorang saksi, agar keputusan yang diarnbil rnernenuhi azas keadilan. Sedang pada KUHAP titik tolak konsepsinya selain keadilan juga pada hak azasi. Salah satu contoh antara lain yang tercantum pada pasal 168 KUHAP yang berbunyi sebagai berikut : "Kecuali ditentukan lain dalarn undang-undang, rnaka tidak dapat didengar keterangannya clan dapat rnengundurkan diri sebagai saksi : a. keluarga sedarah atau sernenda.dalarn garis lurus ke atas atau
ke bawah ....... dst".
Hak azasi pada saksi dapat terlihat pada kalirnat dapat rnengun urkan diri sebagai saksi. Jadi saksi punya hak mengundurkan diri. Sedang pada Kotaragarna disebutkan antara lain sebagai berikut: "Punika pagarayangan · limang prakara. Hakuta saksi, hasaksi sanake dulur tan dadio dst". Artinya, "Inilah patokan Jima perkara. Hakutasaksi, bersaksi pada saudara tak boleh ... dst". Dalam Kotaragarna jelas tidak boleh menjadi saksi pada pada perkara yang melibatkan saudaranya. Sedang pada KUHAP rnasih ada kemungkinan bisa menjadi saksi jika ditentukan lain dalarn undang-undang.
Pandangan Kotaragama dan K UHAP ten tang anak dalam kedudukannya sebagai saksi · justru kontradiktif. Dalam Kotaragama anak termasuk tidak bisa menjadi saksi disebutkan dalarn Kotaragama sebagai berikut: "Punika h\imya, kang tan kena dadi saksi. Pitung
perk ·;,.: dst. Kapindo cemet tegese rere cili ......... dst
inilah macamnya yang tak bisa .1adi saksi Tujuh pcrkara tcgasnya anak kccil ... dst. Scdang dalam KUHAP pasal 17 la bahkan disebutkan balma yang umurnya bclum cukup cukup lima belas tahun dan balma belum pernah kawin boleh diperiksa untuk memberi keterangan tanpa disumpah. Bahkan dalam KUHAP orang sakit ingatan atau sakit ji\a meskipun kadang-kadang ingatannya baik kembali disamakan dengan anak seperti yang diuraikan di atas. (KU HAP pasal 171 b ).
Secara umum tentang saksi ini dapat dikatakan bah\ a Kotaragama \alaupun banyak memberikan variasi tentang saksi, namun semuanya tidak dilandasi pada hak-hak individu, tetapi lebih dilihat dari sifat orang-orang yang disebutkan sebagai saksi.
(b) Wujud Hukuman
Pada umumnya \Yujud hukuman yang disebutkan dalam
Kotaragama ada 3 macam yaitu denda yang berupa membayar sejurnlah uang, diasingkan atau dibunuh. Dalam hal denda disebutkan jurnlahnya, tetapi tidak disebutkan satuan mata uangnya. Sebagian besar tentang \ujud hukuman yang berhubungan dengan pengasingan hanya mengenai ha! Yang berhubungan dengan jaksa yang tidak bisa adil, yang disebutkan sebagai berikut : ··yen malih tan bener den demegat karya, tundungen setahun lawasnya tan mulatino negara, Ian lelerongeno hing gunung giri\Yana, tan pantes yenna kukuda. Yen \US jangkep setahun, hundangen malih, jenengene kadi ruminihin, lamun patut pepegatannane. Ian Kotaragama, Yen malih tan bener den hamrentah, maksih kadi rumuhun punika, wenang patyanana". Artinya, Kalau tidak benar dalam menjalankan tugasnya, usirlah setahun lamanya tidak melihat negara, buang ke gunung/hutan, jangan beri kuda (maksudnya supaya jalan kaki) iika sudah genap satu tahun, panggil pulang dan melaksanakan tugas lagi Jika lagi tidak dapat melaksanakan tugasnya, berhak dibunuh (hukuman mati)"
Membunuh orang sebagai pelaksanaan hukuman dikenakan
juga pada orang yang berzinah/menzinahi isteri orang. Tentang ha! ini dalam Kotaragama disebutkan sebagai berikut : ··mmrnh yenna nyekel rabining ngarabi, yen jejamahan. ycnna nyekel wuwujang. rangda. Yen ning ngalas. hing lulurung. hing natar. hing ngumah.
~ ogya pinatcn dc111: kang ngadrcbc rabi. Yc:1 tan pc.1aha sa.1 roning sad111a Ian sa\Cngi. luput patine. .1umc1u:ng dcnda ·. Bcrda sarkan ura1a11 tcrscbut orang 'ang mcn zmahi istcri orang maka dia bcrhak dibunuh oleh suami yang dizinah1 terscbut dalam tempo schari scmalam Jib melebihi batas \aktu tcrscbuL hukuman mati tcrsebut batal dan hanya dikenakan denda
Dengan ura1an tcrsebut sekali lagi membukt1kan bahwa nilai moral sangat mendapat perhatian. Pelanggaran tcrhadap mlai moral ~ ang paling berat (berzinah) mendapat hukuman yang paling berat pula. ya1tu hukuman mati. Sedang dalam KUHP hanya dihukum penjara selama-lamanya sembilan bulan bagi laki-laki yang bcristcri (K UHP. psi. 284 ayat (I) Hukuman 1tu d1kenakan juga pada fihak perempuannya. Hal ini tercantum pada pasal yang sama ayat (2). Sedang pada Kotaragama hal hukuman bagi pihak perempuan yang melakukan zina tidak disebutkan
(c) Wujud keadilan dalam pengeterapan hukuman Selanjutnya seorang jaksa harus berbuat adil terutama kepada orang yang .. bangga hing palakerta (mela\an hukumf dalam Kotaragama disebutkan antara lain sebagai berikut Yakti sang Prabu hamiyosaken, karana haglis mawi pamicaran. hajanana bmadakaken. Sentanaha. mantriya. hagung alit. gustiya. ka\rnlaha, dateng trapena, haja hara hiri, haja kemengan. haja hiri hing ngagede. haja \elas hing kasyan, yen rawuh trapena sahujaring kotara. Artinya Sungguh sang prabu akan memutuskan agar segera dibicarakan. jangan dibedakan. keluarga. pe1abat, besar kecil. bangsawan. rakyat biasa. semua dikenakan hukum. Jangan pilih kasih, jangan bingung. jangan segan kepada yang besar. dan jangan kasihan kcpada yang kecil. Bila datang laksanakan menurut patokan hukum. Dengan ketentuan seperti 1tu menunjukkan bah\'a raja memberikan Jaminan keadilan kepada rakyatnya tidak saja kepada rakyat kecil tetapi kepada siapa saja.Bahkan jaksa tidak boleh segan kepada para pembesar \ang sedang dalam proses pengadilan Untuk dapat mclaksanakan ha! terse but maka pers' aratan untuk menjadi jaksa dicantumkan tersendin dalam Kotaragama. scpcrti yang sudah di.1claskan pada Bab pcndahu luan ~ aitu scorang jaksa
ccrdik. karcna ia harus mcnghadapi banyak mus uh.
Dalam Kotaragama azas kebersamaan dalam memikul tanggung ja\ab disebutkan : Jika terjadi Pencurian di kampung. korban berteriak tetangga-tetangga mendengar teriakan itu tetapi tidak ada yang keluar karena takut maka seluruh ''arga kampung itu akan kena denda. Bunyi hukumnya adalah sebagai berikut Yen malih kadi punika sahuripun amiharsa manira hajrih hamiyosena. Hatawa hujare kang sa\iji, dene kaya-kaya paputungena, samulyaning kang pejah, dan sang prabu, sami kadenda 3.000. Sowang. Kaget kapepengan haran. Artinya dan bila yang seperti itu mereka menjawab kami mendengar tetapi takut keluar, atau kata Yang seorang lagi seperti tak jelas pendengaranku, karena (sedang tidur) seperti orang mati, maka oleh sang raj a semuanya didenda 3 .000 seorang. Kaget kepepengan namanya.
Denda seperti itu diputuskan dalam suatu sidang pengadilan tentang adanya pencurian di suatu kampung setelah yang kecurian melapor. Inilah yang kami, sebagai memikul tanggung jawab dalarn kebersamaan. Hal ini menunjukkan adanya keadilan yang diterapkan kepada rakyat karena dianggap telah melalaikan tanggung jawab menjaga keamanan desa, sehingga mereka patut dihukum denda atas kelalaiannya tersebut. Nilai kegotong royongan semacam itu dewasa ini tentu sudah mengalami pergeseran. Tanggungjawab mernikul hukuman dibebankan kepada si pelaku pencurian saja, sedang masyarakat tidak mendapat beban apapun. Dengan demikian tindak kejahatan pencurian sekarang ini lebih berani dilakukan. Lebih-Iebih pada jaman modem sekarang; dimana peralatan semakin tidak berani keluar jika mendengar teriakan : "maling !. Dan bagi masyarakat sekarang tidak ada sangsi apa-apa untuk perilaku yang demikian.
Dengan uraian seperti tersebut di atas menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial masyarakat kita pada masa lalu lebih kental dari pada masyarakat sekarang khususnya yang berhubungan dengan pencurian seperti yang diuraikan di atas. Salah satu sebabnya mungkin karena masyarakat sekarang lebih sibuk bekerja. sehingga rasa tanggung ja\·ab itu telah mengalami modifikasi yaitu dengan
tersebut kcpada Satpam atau orang lain yang digaj i. Rasa kcgotongroyongannya di'' UJ udkan dalam bentuk mcn1ba~ ar iuran untuk menggaj i Satpam atau orang lain yang melaksanakan tu gas pengamanan
Demikianlah beberapa kajian tentang nilai-nilai yang terdapat dalam Kotaragama yang kami anggap perlu diuraikan, kemungkinan masih bisa kita petik dan kita modifikasi sesuai dengan kehidtipan masa kini.
RELEVA NSI DA~ PERANANNYA DALAM PEMBINAAN DAN PENGEMBANGA!\ KEBUDAYAAN NASIONAL
Dalam penjelasan pasal 32 UUD 45 tentang Kebudayaan Nasional disebutkan antara lain bahwa kebudayaan daerah terhitung sebagai kebudayaan nasional. Kotaragama sebagai salah satu karya nenek moyang kita di bidang hukum terhitung sebagai kebudayaan daerah, sangat relevan untuk digali dan dikaji nilainya dalam rangka pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional. Lebih-lebih dalam era globalisasi dewasa _ ini di mana kita perlu memperkukuh iati diri untuk menjadi bangsa yang maju dengan kepribadian yang mantap.
Dalam rangka memantapkan kepribadian untuk mewujudkan jati diri yang kukuh agar tetap dapat mempertahankan diri sebagai bangsa yang maju kita perlu memiliki kemampuan menyerap nilai-nilai ilmu pengetahuan dan teknologi modem dengan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya yang telah kita miliki.
Nilai-nilai budaya yang kita miliki tidak semuanya sesuai dengan tuntutan pembangunan sekarang. Misalnya budaya banyak anak banyak rezeki perlu reinterpretasi bahwa banyak anak memerlukan ban~ · ak rezeki, untuk menjadikan anakanak itu manusia yang sejahtera yang berguna bagi keluarga dan bangsa _ Untuk itu perlu kerja keras. Sehingga budaya banyak anak banyak rezeki bisa direinterpretasi menjadi budaya keras guna mendapatkan banyak rezeki.
Dcngan contoh mc111taprcstasi nila1 buda' a scpcrti 1tu dalam ka1tannya dcngan hukum. l.otaragama mengandung nilainilai yang sangat relc\an dcngan pcmbinaan dan pengembangan kebudayaan nasional dC\asa mi Ada pesan-pesan moral yang pcrlu discrap seperti pcsan moral yang terkandung dalam kepemimpinan. kesejahteraan dan keadilan yang menjadi topik kajian dalam buku ini.
I. Seorang pemimpin haruslah seorang yang beragama Dalam BAB IV telah diterangkan balma seorang pemimpin dalam Kotaragama haruslah orang yang beragama. Untuk jaman sekarang hal ini sangat relevan. Banyak bukti menunjukkan bahwa agama merupakan acuan moral yang utama dalam menghadapi tantangan pembangunan dewasa ini. Pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat di situ fihak mendatangkan banyak manfaat, di lain fihak teknologi itu juga memba\Ya pengaruh budaya seperti budaya konsumtif Budaya hidup konsumtif memberi dorongan kepada individu untuk meraih kesenangan material demi memuaskan nafsunya. Tindakan korupsi, manipulasi, kolusi, dll. yang merugikan negara hanya mampu dikendalikan oleh penghayatan agama yang mantap terutama dari para pem1mpm. Oleh karena itu keberadaan seorang pemimpin yang dapat dijadikan panutan masyarakat semakin sangat diperlukan. Pemimpin yang dapat diteladani hanyalah seorang pernimpin yang melaksanakan ajaran agamanya secara konsekuen.
2. Masalah kesejahteraan rakyat Tu_1uan pembanguan pada akhimya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Secara mendasar tujuan pembangunan di Indonesia adalah untuk menuju masyarakat adil dan makmur, material dan spmtual berdasarkan Pancasila. Tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia makin lama makin meningkat. Kadang-kadang kita lupa bah\a kcscjahteraan rakyatlah ~ang ingin kita tuju Sampai sekarang masih ada scbagian rakyat Indonesia yang miskin. schingga bclum dapat mcrasakan basil pcmbangunan 1tu. Dalam l.otaragama raja
mcmpunyai berbagai macam dana yang pcnggunaammya mcrnpakan hak prcrogratif raja. Jika dikaji lcbih lanjut dana-dana itu tcrnyata dipcnmtukkan bagi peningkatan kescjahteraan rakyat.
Inpres Fiesa tertinggal (IDT) tujuannya sangat identik dengan apa yang tertera dalam Kotaragama, namun waktunya berbeda. Pada masa lalu pemberian raja kepada rakyat lebih bersifat hadiah. yang hanya mampu memberikan kesenangan sekejap, yang berarti tidak bisa menyelesaikan persoalan pokoknya yaitu kemiskinan. Pada masa lalu dapat diumpamakan raja tidak lebih dari hanya memberikan ikan, sedang dana IDT ingin memberikan pancing agar ikan yang diperoleh lebih banvak.
Jadi sebenamya nenek moyang kita telah memberikan ajaran tentang bagaimana pemimpin harus memberikan perhatian terutama kepada rakyatnya yang kurang mampu.
3. Maso/ah Keadilan Keadilan berkaitan dengan hak azasi. Isue-isue yang berkembang dewasa ini adalah isue tentang keadilan. Munculnya Lembaga Sosial Masyarakat yang bergerak di bidang hak azasi manusia di satu pihak menunjukkan makin meningkatnya kesadaran masyarakat akan hak-haknya, di lain fihak kemungkinan dirasakan adanya banyak ketidak adilan. Ketidak adilan tersebut lebih banyak menimpa rakyat kecil, karena pada umumnya rakyat kecil itulah yang masih bodoh, sehingga mudah diperbodoh. Masalah-masalah yang berkaitan dengan pembebasan tanah terutama yang ditempati rakyat kecil akhir-akhir ini banyak menjadi topik yang dikaitkan dengan hak azasi, yang merangsang makin bertumbuhnya LSM. Walaupun tidak semua LSM murni memperjuangkan hak-hak azasi manusia, namun apa yang sering muncul dewasa ini menunjukkan bahwa keadilan belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Wanita cukup diberi beka I keterampilan dalam mempersiapkah dirinya sebagai isteri yang akan melaksanakan berbagai fungsi kerumahtanggaan.
wanita mempunyai hak untuk memutuskan apakan akan menggunakan kesempatan itu atau t1dak Jelasnya karier wanita dewasa ini ditentukan oleh dirinya sendiri. Jika pilihan jatuh pada menjadi ibu rumah tangga atau pekerjaan yang lain, itu adalah altematif keputusannya sebagai individu oleh karena itu di dalam GBHN 1993 disebutkan bahwa wanita adalah mitra sejajar Pria. Kemitra sejajaran pria dan wanita itu adalah untuk mencapai keserasian, keselarasan dan keseimbangan dalam me\rnjudkan kesejahteraan keluarga khususnya dan masyarakat umurnnya.
Kaum pria ikut bertanggung jawab memampukan kaum wanita menggunakan kesempatan-kesempatan yang telah terbuka untuknya. Tanpa itu kaum wanita akan tetap tertinggal karena sebagian besar masyarakat masih mengikuti pola berfikir traditional seperti yang telah disebutkan di muka. Walaupun secara umum telah terjadi pergeseran nilai tentang kedudukan wanita, namun tidak jarang, pola berfikir traditional seperti itu masih muncul pada situasi datangnya kesempatan dimana wanita secara teknis memenuhi syarat menjadi pemimpin.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan pada uraian terdahulu dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
- Naskah kuno sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa temyata banyak mengandung nilai yang masih relevan dengan pembangunan, oleh karena itu perlu dilindungi dan dijaga kelestariannya, agar tidak punah. Kepunahannya bisa karena proses alamiah, dan bisa pula karena pindah ke negara lain karena diperdagangkan.
- Usaha pengkajian nilai yang terkandung dalam naskah-naskah kuno perlu dilakukan terus menerus, dalam rangka mencari acuan nilai milik kita sendiri yang relevan dengan pembangunan dewasa ini, dalam rangka memperkukuh jati diri.
- Kita perlu bangga atas kekayaan nilai budaya yang kita miliki yang merupakan identitas bangsa, sementara bangsa lain bersusah payah mencari identitasnya. Sebagai contoh misalnya Australia yang warganya adalah para emigran dari berbagai negara. Dewasa ini Australia sedang dalam proses mencari kesepakatan menentukan identitas bangsa. Usaha memisahkan diri dari kelompok negara persemakmuran untuk mendirikan negara R epublik Australia adalah salah satu wujud usaha menemukan jati diri bangsa.
budaya nenek moyang kita, diharapkan dapat menjaga kelestarian terhadap rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.
Sehubungan dengan kesimpulan di atas disarankan hal-hal sebagai berikut :
I. Hasil-hasil pengkajian nilai budaya yang digali dari naskah kuno berbagai suku bangsa di Indonesia hendaknya segera disebarluaskan.
2. Menyusun suatu buku acuan untuk dijadikan pegangan bagi guru di sekolah tentang nilai budaya berbagai suku bangsa dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan mengikis tumbuhnya rasa kedaerahan yang sempit.
3. Mempersiapkan generasi muda sebagai pemimpin bangs a di masa depan, dengan Jebih banyak membuat kegiatan yang bersifat penalaran budaya yang melibatkan generasi muda seperti : dialog antar etnis, apresiasi sejarah daerah, apresiasi kebudayaan daerah, tatakrama dan disiplin nasional, dll. Sebagai salah satu wujud menangkal budaya yang negatif yang setiap detik diapresiasi melalui berbagai media baik cetak maupun elektronik.
PUSTAKA
1.----------------Himpunan Peraturan Perunclang-unclangan Republik 1992 Indonesia Bidang Pendidikan dan Kebudayaan,
Sekretariat Jenderal.
- SOESILO, R. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, KUHP, 1965 Politea,Bogor.
3.----------------KUHAP, Kitab Undang-Undang Hukum Acara
Pidana, Karya Anda, Surabaya.
4.------------ Pedoman Penulisan Pengkajian Nilai-Nilai Luhur 1993/1994 Dari Tradisi Tulis Dalam Kehidupan Sosial
Masyarakat Pendukungnya, Bagian Proyek Penelitian clan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Ditjarahnitra, Depdikbud.,
- Gafur Abdul, Pak Harto, Pandangan dan Harapannya, Pustaka
| 1987 | Kartini, Jakarta. |
|---|---|
| 6. | |
| 1988 7. Yaningsih, Sri, dkk. Babad Selaparang Jilid I, Pengungkapan Nilai | Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Inventarisasi clan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. |
| 1993 | Budaya Naskah Kuna, Departemen Pendidikan dan |
Wacana, lalu dkk. Sejarah Daerah Nusa Tenggara Barat,
Kebudayaan, Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara.
Pemctaan Naskah Lontar di Pulau
| 1992/ 1993 | Lombok. Proyek. Pelcstarian Naskah Nusantara .. |
|---|---|
| Perpustakaan Nasional. Museum NTB. | |
| 9.---------------- | Tap MPR No. II/MPR/1993 tentang GBHN. |
| 1993 | Aneka Ilmu Semarang. |
| 10---------------- | UUD 45, P-4. GBHN, Tap MPR 1988 Bahan |
1988 Penataran dan Bahan Referensi Penataran, Ditjen Dikti Depdikbud