Baca PDF (OCR): Submisi Zine S03/03

68 halaman · 68 halaman diproses dengan OCR· 64317 ms

Daftar isi
  1. 5U6M:5i
  2. ADIKSI
  3. Submisi Zine | Musim Ketiga
  4. 依存症(a-dik-si)
  5. Submisi Zine |S03/03/JUN-2022
  6. paling jelas yang diasumsikan oleh tren ini. Proses paralel terjadi
  7. Kanker adalah metafora untuk kapitalisme, yang melekat pada
  8. dihentikan bahkan di antara kaum muda. Setiap orang yang cukup
  9. (pestisida organofosfat) atau penurunan populasi lebah
  10. ini, industri kimia dan nuklir adalah faktor utama yang
  11. Bajingan!
  12. IMPIAN
  13. PALSU
  14. PECANDU
  15. sebuah ulasan oleh: EAJ
  16. terhadap tubuh seperti pupil mata membesar-wajah
  17. tetapi saya tidak menganjurkan film ini ditonton oleh
  18. HUMAN MORALS
  19. ILLSWALLOW
  20. THEMALL
  21. SACRIFICE
  22. PLEASURES
  23. Munafik, sedari dulu kami tahu tuan hidup dalam bayang-bayang
  24. yang harus kami berikan. Kehilangan yang bagaimana lagi yang
  25. BONBON
  26. WARNING
  27. C送z刀hk
  28. 丽新IKE
  29. KILLER
  30. CANDY
  31. KOJEX
  32. $69HORNY CANDYEDITION
  33. 》》
  34. HORNY
  35. CANDY
  36. SENIN-JUMAT NGAJI
  37. SABTU-MINGGU PARTY
  38. "Since when?" tanyaku yang masih kebingungan.
  39. "Oh my God!"
  40. mulai dari semakin erat pelukannya terhadap tubuhku yang
  41. "lya,“jawabku sambil mengelus wajah sampingnya.
  42. Orang-orang suci mabuk dengan sebotol minuman leci,
  43. Oohhh Pop Ice yang maha dahaga!
  44. Tersenyum memandang pantai dengan sebutir kelapa yang
  45. 2.000 sama dengan satu batang rokok ketengan.
  46. CHARGE
  47. Petik satu tanam kembali perbanyak lagi
  48. DEDITLISH
  49. 一睡眠姦
  50. -ADDICTED教
  51. 台县言
  52. AGAIN
  53. SEMENTARA
  54. selembar kertas papir
  55. dalam ruang temaram
  56. HANU@joeyaholic
  57. HAIKU:
  58. PULÄNG KERJA
  59. di depan pintu
  60. lewat dua jam
  61. kidung yang bersahutan
  62. HAIKU:
  63. SELAMAT MALAM
  64. JAYTAULT L.B.
  65. BEGINNIN
  66. mudah-mudahan sih ga ada ya~
  67. a you can't trust
  68. 5U6M:5:
  69. ZINE
  70. EDISI KETIGA
  71. ADIKSI

5U6M:5i

EDISI KETIGA

JUN

MUSIM KETIGA

ADIKSI

halaan kosong (sengaja)

Submisi Zine | Musim Ketiga

依存症(a-dik-si)

Submisi Zine |S03/03/JUN-2022

edisi ketiga. di musim ketiga. kiamat masih belum tiba. (sial)

selamat datang di SUBMISI ZINE, a zine you can't fukkintrust. sebuah media ala kadarnya yang (masih) bersedia menampung segala keluh kesah dan menanggung beban isi kepala semua kontributor yang berada di sini.

isi dalam zine ini sepenuhnya adalah opini pribadi para kontributor. semoga kalian berani bertanggung jawab atas segala opini kalian, karena kami tidak peduli.

silakan kirim karya gambar, tulisan, puisi, ocehan, keresahan, ide, gagasan, solusi, resensi musik, film, dan lain sebagainya ke email: [email protected]

tegur sapa dan caci maki bisa dialamatkan ke twitter: @submisi_zine atau instagram: @submisi

penyunting isi: kusmartono aji penata letak dan perancang sampul: @joeyaholic kontributor: terlampir di setiap submisi

kalian dapat menyalin, menyebarluaskan kembali, menggubah, dan membuat turunan dari materi zine ini untuk kepentingan apapun, selama kalian mencantumkan identitas kontributor yang sesuai, dan menyatakan bahwa ada perubahan yang dilakukan (jika ada).

sekali lagi, jangan terlalu banyak berharap. hidup tidak begitu istimewa, apalagi isi zine ini.

mari bertualang bersama

silakan tersesat di sini

selamat

menyaksikan semoga tersesat tanpa tujuan

LONELINESS IS WHY PEOPLE GET ADDICT

Kita hidup dengan berbahaya. Bahaya adalah bagian dari gaya hidup yang telah dikenakan pada kita, bahaya dalam bentuk kecelakaan yang tidak terduga, penyakit yang tidak terduga, keracunan lambat atau kematian mendadak, bahaya yang terkait dengan teknologi baru, dan lebih konkretnya dengan kondisi tidak sehat untuk bertahan hidup di kapitalisme akhir.

Terlepas dari dugaan kemajuan yang dibawa oleh apa yang mereka sebut kemajuan, belum pernah sebelumnya umat manusia hidup di tengah gunungan semen dan limbah, pembangkit listrik tenaga nuklir, pabrik kimia, makanan hasil rekayasa genetika, dan polusi industri.

Prospeknya tidak menggembirakan: urbanisasi yang tidak terkendali, perusakan tanah, polusi udara, air dan tanah, perubahan iklim, lubang di lapisan ozon, kebisingan, kesepian, kurungan, gaya hidup menetap, AC, industri makanan, yang semuanya membawa kondisi ekstrim yang tidak hanya optimal untuk perkembangbiakan penyakit yang berkaitan dengan penurunan sistem kekebalan, tetapi untuk munculnya epidemi baru yang fatal terkait dengan penyebaran mematikan dari virus yang sebelumnya jinak, atau sesederhana keracunan dan penyakit iatrogenik.

Bagi para pemimpin kita, inilah harga yang harus dibayar penduduk untuk menikmati buah dari perkembangan teknologi-ekonomi. Sebenarnya, ini adalah prasyarat esensial bagi proses produksi kapitalis, yang dengan sendirinya merupakan proses penghancuran kehidupan. Penyakit menumpuk bersama dengan modal dan pengelolaannya adalah bagian mendasar dari sistem.

LONELINESS IS WHY PEOPLE GET ADDICT

Skala kerusakan dan kedalaman bencana bertanggung jawab atas fakta bahwa situasinya dalam banyak hal tidak dapat diubah. Kekuatan produktif adalah kekuatan destruktif yang nyata dan takhenti-hentinya hanya perkembangannya yang melipatgandakan efek bencana mereka. Kita telah melewati ambang batas. Perasaan kacau dan telah mencapai titik tidak bisa kembali ini merupakan dasar dari ketidakpuasan hidup yang dirasakan oleh begitu banyak manusia, yang berupa kecanduan, penyalahgunaan zat, kecemasan, depresi, hipertensi dan bunuh diri.

Kesadaran yang mengalami atomisasi begitu terkontaminasi oleh nilai-nilai kapitalis yang disiarkan tanpa kemungkinan jawaban oleh media, sehingga kemiskinan menguasai pikiran seperti halnya tubuh. Solusi ditawarkan dari dalam kerangka sistem yang menyebabkan masalah, dengan selimut psiko-farmasi. Dengan demikian, setiap generasi baru obat penenang melegitimasi dan memperkuat sistem, sementara kesehatan mental penduduk semakin memburuk.

Hilangnya kesadaran sosial adalah akibat yang paling mengerikan dari masyarakat yang sakit. Ini berarti bahwa manusia tidak memiliki mekanisme psikis yang efektif yang diperlukan untuk melindungi orang-orang mereka dari serangan berulang-ulang, semakin bermusuhan dan agresif dari lingkungan kapitalis, dan tidak dapat melihat cara lain untuk merespon kecuali brutalisasi atau penyakit.

LONELINESS IS WHY PEOPLE GET ADDICT

Konsumsi obat kompulsif yang sangat meluas adalah bentuk

paling jelas yang diasumsikan oleh tren ini. Proses paralel terjadi

dengan mekanisme pertahanan diri fisik, yang sama berbahayanya dengan efek berbahaya dari lingkungan dan diet yang merusak, yang, jika dikombinasikan dengan kerusakan psikologis, menyebabkan komplikasi kardiovaskular, penyebab sepertiga kematian, defisiensi imun, diabetes, asma, gangguan paru-paru, sebagian besar kanker, dan penyakit baru yang etiologinya masih belum diketahui dan diberi nama “sindrom“. Polusi menyebabkan kematian sepuluh kali lebih banyak daripada kecelakaan lalu lintas.

Kanker adalah metafora untuk kapitalisme, yang melekat pada

struktur sosial dan terus menumpuk hingga menyebabkan kematian pasien. Ini adalah penyakit khas masyarakat industri; satu dari tiga manusia pada akhirnya akan didiagnosis menderita kanker dan, terlepas dari modal yang telah diinvestasikan dalam penelitian tentang kanker, perkembangannya tidak dapat

dihentikan bahkan di antara kaum muda. Setiap orang yang cukup

informasi dapat menunjukkan penyebab lingkungannya, yaitu radiasi nuklir dan elektromagnetik, zat kimia dalam makanan kita atau yang mencemari lingkungan kita, dan trauma psikologis.

Sementara tinggal di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir melipatgandakan risiko kanker dengan faktor sepuluh, kita tidak boleh mengabaikan hubungan antara tumor otak dan leukemia dan radar, antena televisi dan ponsel, atau hubungan antara kanker kulit dan lubang di ozon. lapisan.

LONELINESS IS WHY PEOPLE GET ADDICT

Anda tidak perlu memiliki mata lynx untuk mengetahui bahwa tinggal di dekat zona industri memiliki risiko nyata untuk mengembangkan anomali genetik dan limfoma. Akibat melakukan sesuatu yang biasa seperti hanya berulang kali melewati daerah perkotaan metropolitan yang tercemar (semuanya tercemar) seseorang berisiko lebih tinggi terkena kanker paru-paru daripada perokok tembakau.

Efek dari ribuan senyawa yang diberikan oleh industri kimia dan farmasi kepada kita setiap tahun sama sekali tidak diketahui, tetapi kita tahu bahwa banyak pestisida, plastik, bahan bakar, obat-obatan, dan bahan tambahan makanan serta pengawet bersifat karsinogenik. Dan senyawa ini ditemukan di mana-mana: dalam mainan, makanan, keramik, kemasan, bahan listrik, isolasi, kosmetik, tekstil, komputer, CD, dll. Beberapa juga merupakan pengganggu hormon, alergen atau imunosupresan.

Yang lain hanya beracun, rentan terhadap penggunaan militer, bertanggung jawab atas sindrom seperti “minyak beracun“

(pestisida organofosfat) atau penurunan populasi lebah

(neurotoksin). Akhirnya, pasien manik-depresif, obsesif, ultrakompetitif, atau tertekan tertentu memiliki kemungkinan lebih tinggi dari rata-rata untuk mengembangkan tumor.

Kasus-kasus terakhir ini mencerminkan bentuk-bentuk kemerosotan kepribadian yang dipicu oleh kondisi psikologis yang ada yang menyuburkan penyangkalan diri. Selain kondisi terakhir

ini, industri kimia dan nuklir adalah faktor utama yang

bertanggung jawab atas kehancuran mekanisme pertahanan diri imunologis.

LONELINESS IS WHY PEOPLE GET ADDICT

Produksi limbah yang belum pernah terjadi sebelumnya mengisi lanskap dengan lubang hitam toksisitas tinggi tetapi juga menghasilkan industri daur ulang, pengolahan dan pengelolaan limbah besar, yang fasilitas pengolahannya, tempat pembuangan dan insineratornya terus menyebarkan polusi (terutama dioksin) dan berkontribusi terhadap hujan asam, meskipun dalam batas-batas zona “keamanan" tertentu yang diizinkan oleh kepentingan ekonomi yang berkuasa, Rencana Sampah Nasional diberlakukan; namun tidak demikian halnya dengan limbah yang diekspor ke negara-negara miskin. Dan begitu terus tanpa jeda.

Masyarakat sudah muak dengan kapitalisme dan penyembuhan apa pun harus melibatkan pemberantasan kapitalisme. Untuk melawan penyakit itu tidak cukup untuk menyembunyikan gejala. Inilah kelemahan dari environmentalisme. Masalahnya hanya dapat diselesaikan dengan konstruksi komunitas, yaitu kelompok sosial tanpa hubungan komersial. Komunitas-komunitas ini harus mandiri, yaitu, mereka harus berfungsi di luar pasar, memungkinkan kepuasan langsung pada tingkat tertentu dari kebutuhan nyata dan menolak manipulasi keinginan. Tetapi ini tidak cukup, ini hanya titik awal, medan di mana kelas-kelas berbahaya baru yang lahir dari kehancuran masyarakat kapitalis, kelas-kelas berbahaya yang harus menghapus pasar dan Negara, harus berpijak untuk menyembuhkan diri mereka sendiri.

Kita harus keluar untuk berjuang ke depan. Ini bisa menjadi motto kita.

ffandalism0.

KECANDUAN BUKU; MALAPETAKA.

“...Jika tak punya betis yang kokoh untuk berlari. Barangkali kau harus mencari tumpangan untuk sampai ke tujuan. Begitulah, jika kau tak punya sedikitpun sumber daya dalam otakmu, kau harus membaca banyak buku untuk memenuhi sumber daya itu..."

"Bajingan". Petuah ayahku itu telah menyeretku ke jurang kemiskinan. Di umur yang hampir kepala tiga, aku belum menjadi apa-apa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, aku telah menjual beberapa warisan seperti; batu akik, guci tanah, dan beberapa koleksi mesin ketik miliknya, karena memang hanya itu yang ayahku punya. Itu semua kujual demi segudang buku-buku yang tiap kubeli, aku berpikir buku-buku ini akan menjadi kendaraan yang melesatkan masa depanku.

Namun semuanya nihil, aku dimiskinkan oleh buku-buku itu. Aku telah hilang akal ketika dihadapkan dengan toko buku baik online maupun offline. Itu seperti menghipnotisku. Dengan isi dompet/rekening yang pas-pasan, acapkali semua dirogoh oleh buku-buku yang aku sendiri tidak yakin berguna untuk kubaca.

Di hari-hari, yang dipenuhi waktu luang. Aku hampir tiap hari tersesat ke toko buku dengan niat melihat-lihat saja. Tapi selalu, jika pundi-pundi tersedia dalam dompet, aku pasti membelanjakannya. Pernah sekali waktu, aku nekat membawa kabur 10 buku dari “Toko Buku Syurrga" Nama toko yang cukup cabul, pikirku. Kejadian itu, telah memviralkan wajahku di sosmed, melalui tangkapan CCTV yang di-repost oleh ribuan orang.

KECANDUAN BUKU; MALAPETAKA.

Perasaanku campur-aduk. Namun, aku tidak begitu menghiraukan kejadian itu. Toh, aku tidak begitu aktif bersosial-media, pun tidak banyak yang mengenalku di dunia nyata. Selama aku masih bisa mendapatkan asupan buku setiap harinya; itu membuatku puas. Kecenderungan memuaskan diri dengan buku telah membuatku dijauhi dan dianggap gila oleh orang-orang yang mengenalku.

Aku bahkan tidak bisa menyalurkan hasrat seksualku selain coli, karena tidak ada satupun perempuan yang ingin dekat denganku.

“Bajingan... ini semua karena petuah ayahku."Semenjak petuah itu dideklamasikan di hadapanku, aku tak henti-hentinya mengonsumsi buku-buku. Hal yang membuatku sangat yakin dengan petuah itu, karena itu pesan terakhirnya kepadaku sebelum ia mati. Di umurku, yang belum genap sepuluh tahun, harusnya aku tidak dinodai oleh petuah-petuah yang bermetafora semacam itu.

Ayahku memang seorang penyair semasa hidupnya. Namun, sekarang aku yakin, dia adalah penyair gagal. Karena, ia bahkan tak mampu menemukan kata yang bijak untuk anak yang belum genap sepuluh tahun. Kata-katanya, serupa zat adiksi, menimbulkan masalah, mengubah cara pikirku, dan membelokkan arah hidupku bak adiksi judi dan narkoba.

Bagaimana aku bisa tau? Karena aku pernah mencoba itu sebagai pelarian, tapi tetap saja tak mampu mengalahkan adiksi dari petuahnya. Barangkali, ganja memang sedikit membuatku tenang, dan menjadi paket lengkap ketika aku mengonsumsi buku-bukuku.

KECANDUAN BUKU; MALAPETAKA.

Tapi, ganja terlalu langka di sini, padahal aku hidup di provinsi penghasil ganja terbaik di dunia. Dan ganja adalah narkotika golongan pertama ketika dihadapkan dengan hukum di negeri ini. Itu akan menyita banyak umurku jika kedapatan memilikinya. Walaupun, dari buku-buku dan penelitian yang kubaca, aku sama sekali tak menemukan ganja layak dianggap sebagai narkotika.

Entahlah, aku tak ingin membahas itu, persetan dengan kecacatan hukum. Satu-satunya yang kupedulikan adalah diriku-sendiri dan bagaimana aku bisa terbebas dari kecanduan membeli buku.

Ya sudahlah, kuakhiri saja ini tulisan. Bersebab, tulisan ini telah membuatku kembali bertanya apa aku benar-benar kecanduan mengonsumsi buku atau kecanduan dengan zat adiksi dari petuah penyair yang telah mati itu?

Bajingan!

Bibliotaph (bib-lee-uh-taf) n. Bivak Emperom, 30 Mei 2022. someone who hoards books

VANDOLS (@irfanmdolesa) Vandols, seorang penyair berirama vandals. Bermukim di Banda Aceh dan aktif berkesenian di Komunitas KanotBu.

IMPIAN

PALSU

PECANDU

sebuah ulasan oleh: EAJ

(@hujanmerdeka) Pekerja upah murah, filsuf gagal, musisi tidak terkenal

Kisah paralel yang menyedihkan itu dibuka oleh seorang junkies bernama Harry yang nekat menggadaikan barang-barang milik Sara, ibunya sendiri, demi memenuhi ketergantungannya terhadap berbagai macam jenis narkoba seperti kokain, heroin dan morfin. Sementara ibunya adalah seorang janda paruh baya yang malang, kesepian sekaligus rindu dengan kehidupan masa ialunya yang indah dan bahagia: Suami yang baik, anak yang manis, mempunyai tubuh yang langsing lengkap dengan gaun merah kesukaannya.

Harry sebenarnya bukan sosok raja tega yang tidak hormat kepada orang tuanya. la hanya salah satu contoh kebanyakan pemuda yang sedang terjebak dalam fase krisis identitas, gairah muda dan amarah yang kemudian diikuti rasa bersalah. Meskipun terkadang ada waktu tertentu pengaruh obat-obatan dan zat itu membuatnya rela melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.

Konflik dalam film ini diawali ketika Harry dan temannya Tyrone setengah berhasil menjalankan bisnis narkoba. Lalu disusul gadis cantik bernama Marion yang juga seorang pemadat itu menyerahkan kuasa atas tubuhnya kepada bandar narkoba haus seks. Kemudian Sara yang berlebihan mengonsumsi pil diet dan terhipnotis mentah-mentah oleh sebuah program reality show televisi.

Beberapa kesamaan mereka adalah bayang-bayang ambisi masa lalu, janji kebahagiaan dan kecanduan yang membuat mereka semua berakhir mengenaskan.

IMPIAN PALSU PECANDU

Kengerian film ini tidak terletak pada adegan ghaib seperti pada saat lemari es penyimpan makanan itu bergerak dan menghantui dengan suara-suara yang aneh, ataupun adegan ketika hologram pembawa acara sebuah televisi tiba-tiba muncul di ruang tengah. Melainkan lebih kepada kondisi ketidakberdayaan tokoh-tokohnya dalam mengendalikan diri dan tinggal menunggu waktu untuk dikubur oleh tipu muslihat impian mereka sendiri. Seolah menemukan kebahagiaan, namun justru melahirkan tragedi kemudian.

Meskipun berumur 2 dekade lebih, film ini masih layak untuk ditonton. Baik dari plot cerita -yang bisa jadi masih berhubungan dengan kondisi sekarang- akting pemain hingga segi teknisnya pun sangat mumpuni.

Salah satu contohnya adalah perpindahan detail adegan tiap tokoh ketika hendak mengonsumsi obat-obatan seperti membuka bungkus obat/narkoba-dituang-dihisap-bunyi alat penghisap, lalu muncul gambaran bagaimana reaksi zat psikotropika tersebut

terhadap tubuh seperti pupil mata membesar-wajah

berkeringat-tubuh oleng- hingga berhalusinasi. Hal itu merupakan bukti serius Darren Arnofsky dalam menggambarkan realita dan ilusi dengan sangat baik.

Yang terakhir, Ellen Busrtyn saya pilih sebagai pemain peran terbaik dalam film ini. Aktingnya luar biasa menyentuh. She did a fantastic job! Banyak kritikus bilang bahwa film yang diangkat dari sebuah novel (dengan judul sama) ini memuaskan. Setuju. Akan

tetapi saya tidak menganjurkan film ini ditonton oleh

teman-teman yang sedang capek, hilang mood ataupun pikirannya dalam kondisi tidak prima. Sebab film ini juga bisa jadi sangat mengganggu dan berpotensi menularkan depresi.

IMPIAN PALSU PECANDU

99 90

HE

J

BLOOD RUNNING THRUMYVEINS POISONED MIND ENCOUNTER OUR SACRED FREEDOM

RAPA CIUS LUNACY SACRIFICE SLOWLY DEVOURING

HUMAN MORALS

WHATSHOULD WE EXPECT?

SERVE ME THIS HUMAN SOUP FORMY DINNER

ILLSWALLOW

THEMALL

SACRIFICE

RAPA clous LUNACY DIGNITY FELONY? NO WAY THE

PLEASURES

OFWAR

Pernahkah terlintas di kepala anda pertanyaan-pertanyaan seperti; "apa yang terjadi jika superman tetap di planetnya?" Atau, “apa yang terjadi jika Adolf Hitler tidak pernah hijrah ke Jerman?". Walaupun kita tidak akan pernah tahu kejadiannya jika skenario ini benar-benar terjadi, sepertinya kita bisa sepaham dalam memandang bahwa kedua sosok ini bak air dan api. Yang satunya datang menolong orang-orang yang sedang kesusahan, yang satunya lagi datang membawa kesengsaraan yang tak berkesudahan. Tapi, dari banyaknya hal-hal yang sangat kontras dari mereka berdua ada kesamaan yang sangat menonjol. Yaitu, keduanya dianugerahi dengan kekuatan yang besar, pun dampak dan perubahan yang dibawa juga besar. Baik atau buruk itu relatif, tidak ada yang baik seutuhnya atau buruk seutuhnya.

Kekuatan bentuknya beragam, ada yang kasat mata ada yang tidak. Seperti uang, kuasa/kekuasaan, persenjataan, atau pengaruh politik. Secara singkat kekuatan bisa diartikan kapasitas seseorang atau sekelompok orang untuk menyelesaikan sesuatu. Menyelesaikan sendiri disini merujuk pada cara atau tindakan. Masalahnya, selesai tidak selamanya baik, bisa juga sebaliknya. Kembali lagi, baik atau buruk itu relatif, tapi jahat? Rasanya itu mutlak.

Pada saat yang sama, zaman yang sama, dan waktu yang sama, ada beberapa orang atau kelompok yang mempunyai kekuatan. Yang saya takutkan, jika pada saat itu juga orang-orang ini mulai mengesampingkan kemanusian demi mengejar visi dan ketamakan mereka akan kekuatan lain. Maka di sinilah awalnya, awal dari sesuatu yang takan pernah berakhir. Pengantar Perang.

THE PLEASURE OF WAR

Biadab...semua menderita, pertengkaran tuan-tuan binasakan kami Adu, adu terus kekuatan kalian, yang jadi korban? Ya, kami lagi Pernahkah tuan bertanya hidup seperti apa yang kami ingini? Nihil, tanpa sepatah kata pun, kami hidup hanya menunggu mati

Dunia Yang Tidak Pro Kemanusiaan. Jauh di luar kotak anda banyak gejolak yang sedang terjadi. Afghanistan, Sudan, Ukraina, Suriah, Palestina, dan masih banyak lagi. Perang terjadi di mana-mana, perebutan kekuasaan terjadi di mana-mana, adu kekuatan terjadi di mana-mana. Yang jadi korban, lagi dan lagi masyarakat sipil. Mungkin pada saat membaca ini anda sedang duduk santai dengan perut yang sudah terisi penuh. Tapi di luar sana, bahkan hanya untuk duduk pun mereka tidak punya waktu, dan pertanyaan sesederhana, "apa yang akan kita makan malam ini?" adalah pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Terlepas dari apa yang anda pegang atau percaya, genosida atau pembantaian massal sekecil apapun tidak bisa dibenarkan. Hal seperti itu adalah musuh abadi bagi eksistensi kita sebagai manusia, selayaknya. Tidak etis rasanya mengorbankan hidup manusia hanya demi kepentingan manusia lain.

Kalian berdalih mengatakan ini demi kepentingan kita bersama Bersama? Kelompok yang mana? Kami tidak merasa dipentingkan

Munafik, sedari dulu kami tahu tuan hidup dalam bayang-bayang

Hidup hanya untuk pengorbanan, dikorbankan untuk hidup yang lain

THE PLEASURE OF WAR

Beberapa bulan terakhir kita sering diberitakan tentang ketegangan yang terjadi di bagian timur Eropa, yaitu antara Rusia dan Ukraina. Yang lucunya dari sekian banyak berita yang menggambarkan tentang penderitaan masyarakat sipil di Ukraina akibat perang ini, masih ada saja manusia yang dengan sadar mengatakan pro putin. Maksud saya, bagaimana bisa seorang manusia mengatakan pro pada sesuatu yang mengantarkan penderitaan pada manusia lain. Pertanyaan-pertanyaan seperti; "apa yang mereka pikirkan?", "apa yang mereka rasakan?", "apakah mereka nyaman dengan pilihan mereka?”, terus menerus berputar di kepala saya. Tapi pertanyaan terbesarnya, "Siapa yang akan menolong kemanusiaan jika manusianya sendiri enggan?"

Saat semua sudah terlewati Moral dijadikan alas kaki Hidup selayaknya manusia hanyalah mimpi Serasa fiksi... Lalu, raga siapa yang dikhianati?

Akhirnya kemanusiaan diludahi Pembantaian jadi solusi Kehilangan mana lagi yang harus kami tangisi Serasa fiksi... Kini, jiwa siapa yang dibiarkan mati?

Everything Has an End, Except War. Perang berakhir, pasukan di tarik, dan memenangkan salah satu pihak. Lalu, apa yang tersisa. Orang tua yang kehilangan anak, anak yang kehilangan orang tua, orang-orang yang kehilangan tempat tinggal, kehancuran ekonomi, dan masih banyak lagi.

THE PLEASURE OF WAR

Saya pikir ini cukup menggambarkan kesengsaraan yang terjadi setelah perang, tentang apa yang perang hadiahkan kepada rakyat sipil atau korban-korban perang lainnya.

Jelas terlalu nyata, tabiat seorang penipu Empati dilupakan perlahan membeku Pacu terus dopamine-nya wahai tuanku Anda kecanduan kekuasaan, kami tahu

Teruntuk Tuan-tuanku Sekalian. Pernahkah terlintas walau hanya sedikit di kepala kalian tentang bagaimana orang lain yang harus menjadi korban atas kerakusan kalian. Rumah rata tanah, sanak saudara hilang, masa depan pun kalian rampas. Apa lagi

yang harus kami berikan. Kehilangan yang bagaimana lagi yang

harus kami rasakan. Kenangan buruk mana lagi yang harus kami tanggung. Tidakkah ini sedikit mengetuk hati kalian. Saya pikir mustahil, kalianlah yang terburuk. Isi kepala kalian hanyalah harga diri, pengakuan, kerakusan, dan kebodohan. Sampai bertemu di hari pembalasan.

“Apa iya bernafas harus sesulit itu?" Lantang tanya seekor paus.

Jek Resa (IG: @doitslowjek) Seseorang yang datang dari daerah

QC

BONBON

KILL∃R CANDY EDITION

WARNING

ONLY

C

FLAVOUR : BLINDNESSMILK

C送z刀hk

丽新IKE

1.°n6-rtsp>no.2/2"21

KILLER

Bobong (IG: @bobong__) Agen Persiapan Hari Kiamat

CANDY

KOJEX

$69HORNY CANDYEDITION

Q66

GU:

》》

HORNY

Bobong (IG: @bobong__) Agen Persiapan Hari Kiamat

CANDY

SENIN-JUMAT NGAJI

SABTU-MINGGU PARTY

Bobong (IG: @bobong__) Agen Persiapan Hari Kiamat

SESOSOK XANA YANG. BEGITU DIGEMARI OLEH SEORANG JOAN

[perhatian : segala nama tokoh, tempat bahkan kota, merupakan nama yang dipakai secara kebetulan untuk dipakai dalam tulisan fiksi ini]

Ketika waktu telah menunjukkan pukul empat lebih lima puluh satu sore, aku;—dengan sesosok pria di sampingku, yang tentunya aku kenal— masih meneduh di bawah naungan atap gedung sebuah hotel yang berada di salah satu tempat di pinggiran jalanan suatu kampus di Bandung. Padahal, rumah kostku tinggal berjalan sekitar 200 meter lagi telah tergapai bila dihitung dari tempat kami berteduh namun sepertinya sang Malaikat pengatur cuaca pun tengah tidak dapat berkompromi dengan pribadi sepertiku. Aduh! Sampai kapan aku mau neduh di sini terus? Sampai Johny Deep menuntaskan problematikanya dengan Amber Heard kah? Duh, sialan!

“Aduh, hujannya lama sekali, ya,"akhirnya, laki-laki di sampingku ini bersuara juga, "Kita ke dalam saja, yuk! Dari pada di sini, 'kan dingin."

"Lah? Kamu yang bayar sewanya, nih?" tanyaku yang agak terkejut.

"Selama aku di Bandung untuk beberapa hari ke depan lagi, aku memang menginap di hotel ini, kok. Jadi, aku pun sudah menyewanya dari sebelum sekarang."

Astaga! Ternyata ia pun sudah menyewa salah satu unit kamar di hotel ini, dan akhirnya pun aku mengiyakan karena begitu dingin sekaligus bosannya berdiri di depan gedung hotel ini.

SESOSOK XANA YANG BEGITU DIGEMARI OLEH SEORANG JOAN

Kami pun langsung menaiki gedung dengan lift, lalu sampai pada lantai 3, berjalan ke kanan, lalu berhenti di depan pintu kamar yang posisinya agak di pojok belakang sepanjang koridor gedung hotel. Setelah ia pun membuka pintunya, ia pun mempersilahkan aku masuk, "Silakan masuk, Nyonya Xana."

Aku pun malah tertawa melihat tingkahnya bak pelayan, “Hahaha! Diam kamu, Joan!"

Setelahnya, kami pun hanya menghabiskan waktu dengan mengobrol tentang banyak hal; entah drama series korea yang pernah dimainkan Choi Jin-hyuk, New Hope Club yang kini tengah menggelar konsernya di negara-negara dalam benua Asia, series Detektif Conan yang hanya itu- itu saja yang diputar oleh salah satu stasiun televisi swasta hingga kami membicarakan betapa rumitnya setiap tugas praktek lapangan yang diberikan oleh dosen kami. Kami pun saling bercerita tentang begitu banyak hal. Namun, yang paling menyebalkan adalah mengenai hujannya; astaga! Mengapa malahan semakin deras?!

"Ih, kok hujannya malahan semakin deras, ya?" nyatanya, Joan pun mengeluhkan hal yang sama, “Padahal aku mau ke daerah wisata kuliner yang kamu bilang, tuh."

"Wah! Wisatawan dari Surabaya ini mau makanan dengan cita rasa pedas, ya."Aku pun menggodanya.

“Aku ini malah suka sama makanan pedas tahu, dasar perantau di kota Bandung!"la pun nyatanya tidak mau kalah.

SESOSOK XANA YANG BEGITU DIGEMARI OLEH SEORANG JOAN

Dan aku pun yang masih duduk di samping kirinya; tepatnya dengan dirinya yang juga duduk di pinggiran kasur pun, aku malahan terus menggodanya dengan mendekatkan wajahku sambil mengeluarkan nada yang menantang dirinya yang tentunya menantang soal makanan, “Ah! Masg sih kamu, eh—!"

Tubuhku yang tidak begitu seimbang karena tangan kiriku bertumpu pada selimut kasur yang memiliki tekstur yang begitu lembut dan licin karena mungkin bahannya dari semacam poliester nyatanya menjatuhkan diriku tepat di atas tubuh Joan. Aku dan dirinya pun hanya saling menatap, lalu dengan kesadaran yang hadir begitu cepat, aku pun langsung mencoba untuk bangkit. Namun, apa-apaan ini, “Kau, mengapa menghanku?"

Ya, Joan menahan tubuhku dengan memeluk erat pinggangku dengan kedua tangannya.

Dengan gaya senyumnya yang justru ingin menggodaku dan dengan cara yang berbeda dari caraku sebelumnya, ia pun malah bertanya balik, "Harusnya aku yang bertanya, mengapa kau menggodaku?"

“Apa? Aku tidak—" tiba-tiba, Joan pun mengecup lembut bibirku sambil menggigit-gigitnya dengan lembut. Joan pun melakukannya sambil menggerakkan wajahku dengan memegang kendali wajahku dengan salah satu tangannya yang bertumpu di sisi wajahku sementara tangan yang satunya lagi masih melingkari pinggangku. Namun, lagi-lagi kesadaranku yang masih memuncak perlahan melepaskan tautan bibirku dengan bibirnya.

SESOSOK XANA YANG BEGITU DIGEMARI OLEH SEORANG JOAN

"Kau ini kenapa, sih? Tiba-tiba kok—"

"I'm seduced by you, because you're the one who seduced me, Xana." Joan pun menjawab pertanyaanku dengan nada menggoda.

"Since when?" tanyaku yang masih kebingungan.

"Tadi," Joan pun ibarat tengah menjawab pertanyaanku dengan seenaknya, "Ketika kau menjatuhkan dirimu tepat di atasku. Lagipula, siapa yang tidak tergoda bila dengan keadaan terpaksa seperti di waktu hujan sekarang ini ditempatkan dalam satu kamar oleh seseorang yang sex appeal-nya memenuhi semua kriterianya? Maksudku ya, kriteriaku.“

Astaga! Aku pun saking tak habis pikirnya sampai memukulnya dengan bantal namun berhasil ditahan oleh Joan lalu dilemparnya bantal itu secara asal dan ia pun mulai mengecupku lagi. Dia pun yang memiliki tangan yang begitu kuat mampu menahan pingganku dan dengan sedikit kasar ia pun menahan kepalaku. Ya, kini aku pun tidak bisa berkutik.

"Ah! Get up!" Joan pun melepaskan tautan bibirnya pada bibirku dengan mengangkat sedikit wajahku. Aku pun kemudian bangun dari posisi awalku dengan perasaan sedikit bingung. Dia ini ingin berbuat apa lagi?

Nyatanya, hal inilah yang benar-benar tidak dapat aku predikisi dan tidak tahu lagi aku harus bereaksi apa; ia membuka kaos berwarna hitam yang sudah sedikit basah karena peluh keringat dari tubuhnya lalu membuang kaosnya secara asal ke lantai kamar ini.

SESOSOK XANA YANG BEGITU DIGEMARI OLEH SEORANG JOAN

Astaga! Kulitnya yang bahkan lebih putih dariku dengan tampilan perutnya yang terlihat bagai seorang atlet benar-benar membuatku terkejut.

"Why? You feel so surprised? ya ampun! Enak sekali dia bertanya!

“Ya, aku terkejut."Jawabku yang masih begitu mengagumi bentuk tubuhnya yang begitu elok bagai sesosok pemain utama di drama Korea bergenre true crime.

"So, I wanna feel surprised too because I wanna see yours," dan lagi-lagi secara tiba-tiba, Joan pun membuka satu per satu kancing kemejaku lalu membuang kemejaku ke arah asal ke lantai kamar. la pun kini hanya memandangi tubuhku sementara aku pun hanya bisa tertunduk malu,

"Oh my God!"

“Kenapa?" Aku pun yang masih begitu malu. Namun nyatanya, aku pun langsung mendapat jawaban bahwa Joan begitu mencintai lekukan tubuhku karena ia pun langsung mencium kembali mulutku sambil mengangkat sedikit tubuhku agar duduk di pangkuannya.

Beberapa menit setelahnya, Joan pun melepaskan sedikit tautan bibirnya namun masih dalam posisi di mana wajahnya dengan wajahku berjarak hanya sekitar beberapa senti saja, “Xana, you have all of the sex appeal that I’ve searched since for too long."

"Ha? Really?" aku pun memang bertanya karena tidak percaya akan pernyataannya.

SESOSOK XANA YANG BEGITU DIGEMARI OLEH SEORANG JOAN

"Yea, totally," Joan pun dengan tangan kanannya semakin mendorongku begitu kuat dalam pelukannya agar diriku dengan dirinya dapat saling mencumbu tubuh kami dengan nuansa yang semakin membara.

Kemudian, Joan pun lagi-lagi mengajakku bertaut mulut dengan menciumku sedikit agak kasar, yang juga diikuti dengan permainan lidahnya. Tak lupa, nuansa di kamar ini pun semakin panas karena Joan pun lagi-lagi memainkan setiap inci tubuhku;

mulai dari semakin erat pelukannya terhadap tubuhku yang

dilingkari oleh salah satu tangannya, hingga kini dirinya semakin merapatkan posisi tubuhku dengan tubuhnya yang semakin basah karena butiran peluh dari setiap kami, serta peluhan saliva dari mulutnya yang masih menghiasi waktu sore kami yang begitu panas. Ditambah desahan dari mulut setiap kami yang semakin terasa membara dan terdengar begitu keras dan padahal pun kini kami tengah di kota Bandung yang terkenal dengan iklimnya yang begitu dingin. Kisah cinta aku dengannya pun berlanjut hingga sekitar satu jam setelahnya.

"Na, thank you, for this day." Kata Joan yang kini tengah merebahkan tubuhnya di sampingku yang juga kini tubuhku pun telah merebah di atas kasur, tepat di sampingnya.

"lya,“jawabku sambil mengelus wajah sampingnya.

"So, want you to do this again in another time?" Joan pun menatapku dengan tatapan layaknya ia tengah berusaha menggodaku, untuk kesekian kalinya di hari ini.

Aku pun nyatanya ingin menggodanya balik yang kemudian dibalas dengan ciuman hangat lagi dari dirinya, "lihat saja nanti!"

SESOSOK XANA YANG BEGITU DIGEMARI OLEH SEORANG JOAN

Ya, kalimat lihat saja nanti!' itu nyatanya benar-benar menjadi suatu surat undangan bagi Joan karena setiap kali ia pun kembali mengunjungi kota Bandung, kami pun akan bercumbu di setiap kali kunjungannya kemari.

Alexandria Johanna Seorang penulis lepas dalam berbagai nama pena yang kini —sepertinya— tengah memiliki minat kepada salah satu ciptaanNya.

Merogoh saku dan menemukan empat keping koin lima ratus. Dua ribu hari kira-kira berapa tahun? Dua batang rokok lebih seperempat ku habiskan kurang dari tiga puluh menit. 2,4 miligram nikotin dan 2,8 miligram tar!

Detik terus berlari diikuti menit berjalan dan jam berlalu Adiksi sama dengan candu, Kulihat gerombolan dopamine kekenyangan tertidur dengan mengelus-elus perut buncitnya, Seperti keparat menikmati ciu dengan uang hasil memeras!

Lemas, terus-terusan diperas, Tubuh memberontak terus bergejolak. Ulah para oknum dalam tubuh yang terus meminta upeti tanpa kendali. Tai tai tai tai taii

MART

Angka-angka romawi berbaris sesuai urutannya, Huruf-huruf kapital bersandar pada huruf kecil vokal.

Orang-orang suci mabuk dengan sebotol minuman leci,

Sedangkan aku kecanduan nutrisari.

Oohhh Pop Ice yang maha dahaga!

Budaya Pop dan Pop Corn! Sambil menyelipkan dua buah tempe goreng di dalam saku jaket, aku masuk ke ruang bioskop. Rebel and chill seperti red hot chili peppers.

Canggu maksimal!

Tersenyum memandang pantai dengan sebutir kelapa yang

belum dikupas. Lelah hati ini meyakin candu Kelapa ini membunuhku.

2.000 sama dengan satu batang rokok ketengan.

Aku putuskan kumasukkan celengan. Bertahan bertahan, Dan terus bersyukur!

Kuda-Man (TW: @navajo_casava) Aku berjalan sendiri kemudian bangsat-bangsat mulai mengikuti.
Ternyata aku mau dipukuli. Oohhh.... Tidak!

_

NGE

CHARGE

Bunga yang kuhirup

Petik satu tanam kembali perbanyak lagi

Tetap hidup dan menghirup udara kebebasan Sebarkan dan kabarkan hal Baik tiap bar maupun paragraph

Mau lafazkan pesan energi positif Timbal balik mutualis Bermutu apa yang kutulis dengan faster Iklanin baliho advertising sungguh amazing

Taro bahan bagus inspiring Tuang ke piring tersaji sistematis Protein, gizi, dan juga energi

Sungguh nikmat dengan hikmat Jelas terlihat, tiap cuap-cuap Terucap semakin kuat Saat kumat kau terlumat

Kumuat otakmu dengan frasa candu Sampai bercengkrama lain waktu

Unexistent (Ditiadakan demi Security Culture) Doesn't exist u never know

L

SEE

Sisi gelap ruang membiru, dia bangun lagi dalam pelik nikmat Menatap arkasi berwujud fana Matanya mulai melihat dan membasuh masygulnya ingatan Dia berpikir tak bisa melihat secara detail Ternyata yang detail itu kebiasaan dia Terpompa hanyut nadinya Candunya menjadi canda lelucon dia Tertawa, tersenyum, tersedih, tersendu Melontarkan panah dengan lancar bak rindu yang dibayar tanpa ancang-ancang Memang lancang sesuatu ini sudah terpingkal tetap saja genggaman nya semakin erat dia semakin Anggara Ternyata tetap saja walaupun dia merasa hina ternyata yang suci itu bahasa mata dan kalbunya.

@kosaarah.

DEDITLISH

aDuumcna

DEDITUS AD LUMINA (ADDICTED TO THE LUMINA) WALKING DOWN IN THE DARK WITH NOTHING BY OUR SIDE, ALONE TERRIFIED OF THE DARK, BLACK TEARS COMING OUT OF OUR EYES WE COULDN'T BREATH, WE COULDN'T SEE, ALL WE COULD IMAGINE WAS TO BE WITH AN ANGEL

WHO COULD SAVE US FROM THIS TURMOIL? THIS WAS BREAKING US APART WE BLED OUR WRISTS FOR SALVATION WE PLEAD FOR HER TO GIVE US A DIRECTION THE WHITE ROSES GREW OUT OF OUR RED VEINS IT KEPT GROWING AND REACHING A BRIGHT HOLLOW ABOVE OUR HEADS

CURIOUSITY AND CONFUSION FREEDOM OF INCARCERATION DOMINATED OUR SOULS FOLLOWING THE ROSES COULD GET US LIBERATION KEPT SLASHING OUR HANDS SO THE BLOOD WOULDN'T STOP DRIPPING ON THE GROUND WE WERE ADDICTED FOR IT YET WE'VE NEVER REGRETTED IT FOR IT GUIDED US TO THE LUMINA IGNITED THAT BRIGHT SUNSHINE SHE IS OUR ILLUMINATOR DON'T LEAD US AWAY FROM HER SALVATION

38s

Prezz x Samæl (IG: @prezzedlemon & @samael.uwu) talented husband and wife

姉ちゃ 100日1 思い出

一睡眠姦

-ADDICTED教

台县言

VOLUME

AGAIN

Jalan tak semulus itu Tertinggal dan terbuang lagi Harapan yang gagal makanan sehari-hari Benci kepada diri semakin jadi Bosan Ingin kucari jalan pintas Kesenangan-kesenangan fana Walau sesaat 2 x 3 terkunci Fantasi menggila disokong dingin dan sepi Hisap habis asap pekat menyelimuti Mari kita arungi fantasi-fantasi Gawai dalam genggam Earphone tertancap, volume setting tinggi Berselancar arungi ruang-ruang yang kau cari Kategori-kategori yang tak pernah kau dapati Kokang lagi ! Kecewa, bosan serta kegagalan-kegagalan Hilang tergerus dopamin yang meninggi Terdiam Rasa itu kembali Perlahan merambat menyelimuti Ternyata semua belum sirna Hingga betambah masalah baru "Adiksi" Ingin kusudahi "Cukup terakhir" terucap kembali Kembali tenggelam Arungi suramnya malam.

BIMBANG RAGU

SEMENTARA

MALAM MOLAI DATANG

Ada yang salah ketika aku mengucapkan atau menulis suatu pendapat. Aku selalu merasa begitu setiap kali mengutarakan sesuatu, baik di muka umum ataupun lewat media-media online. Sensitifitas terlalu berperan dalam setiap pemikiranku, ini baik atau buruk aku tidak terlalu memahaminya. Aku bergerak berdasarkan sensitifitas, seperti insting yang menggerakkan binatang. Aku tidak terlalu memahami semua itu, aku juga tidak terlalu memahami apa yang aku inginkan. Aku hanya ingin bergerak sebebas mungkin, berpikir seliar mungkin, dan semua tentang kebebasan. Hal ini terus-terusan berputar dalam pikiran, gerakan apa yang harus aku lakukan, hal apa yang harus aku pikirkan, sehingga membuat semuanya begitu kabur, tidak dapat dipahami dan membingungkan. Kemudian terjadi, semua pendapat yang aku utarakan berada di ranah kebingungan. Aku berpikir dunia ini membingungkan, dan bergerak kebingungan, dan berpikir kebingungan, semuanya membingungkan. Apakah kalian juga memikirkan hal ini?

Memikirkan permasalahan kebingungan ini membuat aku merasa terbatasi. Seperti tembok yang membatasi pandangan ku dari lautan luas. Aku tau di balik tembok itu ada lautan yang sangat luas karena aku mencium bau amis, udara lengket, dan terik matahari. Ini sangat membuat aku depresi dan setres, perasaan ketidak mampuan ini membuat ku tertekan. Aku ingin bebas, namun aku tidak tau caranya. Setiap hari aku memikirkan dan menahan rasa bingung ini. Sebenarnya apa semua ini? Kenapa aku harus berpikir dan bergerak. Sampai-sampai aku ingin menangis dengan puas kemudian melupakan semuanya. Apakah akan sesederhana itu, semuanya akan selesai ketika aku menangis dan lupa.

BIMBANG RAGU SEMENTARA MALAM MULAI DATANG

Aku hanya ingin mengganti paragraf, aku menggaruk kepalaku kemudian mulai mengetik kembali. Aku mulai berpikir lagi, ini adalah suatu kesalahan. Kenapa aku harus kembali melihat layar, mengetik dan berpikir, sedangkan semua hal itu akan membuat ku kebingungan. Aku merasa mulai kecanduan dengan kebingungan menceritakannya, ini, memikirkannya, merasakannya, membuatkan altar untuknya, kemudian aku akan mulai menyembahnya setelah ini. Entah kenapa aku merasakan lega sekarang. Perasaan yang sama ketika kamu mendambakan sesuatu kemudian mendapatkannya. Berpikir hal-hal yang membingungkan membuat aku pusing.

Apakah semuanya sudah berakhir? Jadi, apa kesimpulannya? Belum, aku tidak mampu menyimpulkan kebingungan ini. Aku ingin berputar-putar, berjalan mengelilingi kota sambil bergandengan tangan dengan kebingungan, beradu pandangan, bermesraan, saling mengumpat dan mencaci, membelai pipinya, dan aku akan membuangnya ketika tidak dibutuhkan lagi. Namun, aku tidak sampai tega membuangnya ketika tidak lagi dibutuhkan, akan aku letakkan dia di dalam salah satu lemari paling ujung dalam kepalaku. Sehingga, apabila suatu saat nanti aku merindukannya, aku akan membuka lemari itu lagi.

Aku ingin terus menceritakan kebingunan ku, sama halnya ketika seseorang bercerita tentang animasi kesukaannya, tidak ingin berhenti menceritakannya sampai kapan-pun juga. Ras terkuat manusia tidak akan berhenti menceritakan hal-hal yang disukainya. Suara motor kadang memecahkan konsentrasiku dan membuat aku berhenti sejenak memikirkan kebingungan, ini sangat menjengkelkan. Aku menahan buang air besar hanya untuk memikirkan kebingungan, jadi mohon untuk tidak menggangguku.

BIMBANG RAGU SEMENTARA MALAM MULAI DATANG

Aku hanya ingin berganti paragraf, karena aku bingung kapan saat yang tepat untuk menggantinya dan aku terlalu malas untuk memikirkan urusan remeh seperti itu. Kebingungan ini terlalu spesial jika harus disandingkan dengan urusan remeh seperti berganti paragraf, tata bahasa, letak titik dan koma, di yang dipisah dan digabung dan kata-kata sesuai kbbi. Hal tersebut akan mengacaukan segalanya, dan membelokan pandanganmu hanya untuk membahas perkara estetika. Tidak-kah bisa aku berpendapat tentang kebingungan tanpa memikirkan tata bahasa. Ini sangat membingungkan untukku, dan aku menyukainya. Ternyata menambahkan hal-hal remeh dalam pikiranku membuat kebingungan ini semakin membesar. Aku seperti orang mabuk kegirangan karena terlalu banyak mengonsumsi kebingungan.

Aku akan menyelesaikan ini, terima kasih bingung. Aku kecanduan terhadapmu, altar sudah menunggu dan aku akan menyembahmu sesaat lagi.

Nasrul Haqqi (TW: @ nasrul_haqqi) Bingung

tembakau kering

selembar kertas papir

candu pertama.

buih alkohol di dalam gelas kaca candu kedua.

baris aksara serta alunan nada candu lainnya.

menanti kantuk

dalam ruang temaram

selamat malam.

HANU@joeyaholic

andaikan saja dosa bisa ditukar dengan kudapan.

kemungkinannya aku tak akan lapar seumur hidup.

andaikan saja mata uang dunia itu pahala.

kemungkinannya aku akan mengemis seumur hidup.

tapi untungnya dosa serta pahala tidak berwujud.

tak perlu repot membuat perhitungan ini dan itu.

@joeyaholic

HAIKU:

PULÄNG KERJA

melangkah gontai jam setengah sebelas waktunya pulang

di depan pintu

putar kunci ke kanan masuk perlahan buka sepatu taruh ponsel di meja nyalakan AC lepas pakaian masuk dalam toilet mulai ritual sebatang rokok lima belas menitan kakus disiram panaskan air seduh kopi sachetan siap terjaga laptop dibuka putar musik favorit lalu selancar

lewat dua jam

mata mulai mengantuk matikan lampu rebah di kasur pelan tarik selimut selamat malam

@joeyaholic

duduk berdua tanpa. bertukar kata saling mendoa tuhan yang baik dan para malaikat pun mengamini di tengah redup

kidung yang bersahutan

sayup terdengar terlukis harap dari rapalan mantra lekas terwujud selamat malam bidadari.semesta kutitip dia

HAIKU:

SELAMAT MALAM

@joeyaholic

DEFINED BY THE THE THINGS IT ANTEATER KILLS

ITS LARGE NOSE ALLOWS BUT IT HAS IT TO DO MASSIVE OTHER QUALITIES AMOUNTS OF COCAINE

ZSI DIRECTCtIC

JAYTAULT L.B.

ANO

BEGINNIN

A LONG AND(NOT SO) WINDING ROAD

maaf edisi kali ini agak sedkit telat. tapi kami yakin kalian pun tidak peduli.

jadi, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk bergerak jauh sampai ke sini.

semua yang telah kalian nikmati (atau tidak?) adalah hasil jerih payah, kerja keras, dan buah pikir orang-orang yang ikut serta dalam proyek nirlaba ini.

dukungan kalian dalam bentuk apapun dengan lapang dada akan kami terima.

hujatan, cacian, makian, kritik, saran, pujian, semoga tetap membuat kami akan tetap ada.

jangan lupa, apabila setelah membaca submisi zine kalian menemukan orang asshole dan cabul yang terindikasi melakukan kekerasan seksual sempat menjadi salah satu kontributor, tolong beritahu kami karena kami kadang ga sempet background checking dll.

mudah-mudahan sih ga ada ya~

kalau tidak terhalang kiamat, kami akan berusaha untuk terbit dua bulan sekali. jadi kalian punya lebih banyak waktu untuk membuat sesuatu yang lebih maksimal. (kalo mau sih itu juga)

jangan ragu untuk mengeluarkan isi kepala kalian. karena meskipun tidak semua orang akan setuju dengan pendapat dan gagasan kalian, tapi semua ide punya porsi yang sama untuk didengarkan. (tapi usahakan untuk tidak membuat opini jelek)

akhir kata, kami akan berusaha terus hadir. semampunya. sekuatnya.

semoga kami bisa memantik pergerakan-pergerakan serupa, dan bisa saling mendukung.

tabik, submisi.

a you can't trust

5U6M:5:

ZINE

EDISI KETIGA

JUN

MUSIM KETIGA

ADIKSI