Zaman Baru: No. 1 · Januari 1955

Zaman Baru: No. 1 · Januari 1955

Penulis: Rivai Apin, A.S. Dharta

Bayangkan sebuah pagi di tahun 1955, ketika "Zaman Baru" bukan sekadar nama sebuah majalah yang terbit kembali, melainkan sebuah pekik yang mencoba mengetuk pintu-pintu prasangka antarbangsa. Di bawah tangan Rivai Apin dan A.S. Dharta, edisi perdana ini seolah menjadi selembar peta yang tak percaya pada batas-batas keras, tempat sosok peraih Hadiah Stalin bersinggungan dengan gema Kongres Penulis Moskow, kabar kebudayaan dari Paris, hingga dongeng rakyat Hongaria. Isinya adalah sebuah parade "Persahabatan" yang ingin menanggalkan baju permusuhan, sebuah ikhtiar intelektual yang melompat dari urusan diplomasi Soviet-Indonesia ke lapangan sepak bola di Melbourne, seakan-akan kebenaran universal hanya bisa ditangkap lewat ribuan fragmen cerita yang melintas. Barangkali, majalah ini sedang mengingatkan kita bahwa setiap awal sebuah era adalah sebuah "koma"—sebuah sejarah yang menolak untuk selesai—di mana mimpi tentang sebuah Indonesia yang merdeka tak pernah bisa dilepaskan dari dialog yang riuh dengan dunia di luar jendela.