Seakan Kitorang Setengah Binatang: Rasialisme Indonesia di Tanah Papua

Seakan Kitorang Setengah Binatang: Rasialisme Indonesia di Tanah Papua

Penulis: Tidak diketahui

SEAKAN KITORANG SETENGAH BINATANG; RASIALISME INDONESIA DI TANAH PAPUA (FILEP KARMA)ㅤ"Saya percaya, banyak orang di Indonesia punya hati nurani. Mereka berani mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Jadi kalau mereka tahu apa yang terjadi di Papua, otomatis mereka akan berpihak pada orang Papua.."– Filep Karmaㅤ(Pengantar Buku, 2014)FILEP KARMA, kelahiran 1959, menjalani hidupnya dalam bayang-bayang militer Indonesia. Dalam pembantaian di Biak pada 6 Juli 1998, satu babak paling kelam sepanjang sejarah Papua Barat, Karma adalah tokoh yang menuntut Papua merdeka secara damai. Protes tanpa kekerasan yang dilakukannya berbuah penyiksaan dari militer Indonesia. Karma selamat dari penyiksaan pada Juli 1998 namun harus menjalani masa tahanan pertamanya.ㅤKarma dipandang banyak orang Papua sebagai Santo, orang suci, yang siap memberikan apa saja untuk aksi damai agar negerinya merdeka. Dia pernah dipukul, ditembak, dan berkali-kali dipenjara serta diancam bunuh.ㅤJudul bukunya, 'Seakan Kitorang Setengah Binatang', adalah ungkapan kuat yang menjelaskan 52 tahun salah penanganan Papua Barat oleh pemerintah Indonesia. ㅤFaktanya, hingga hari ini, orang Papua Barat diperlakukan 'setengah binatang' di seluruh pelosok negeri, dari Jayapura hingga Wamena di Pegunungan Tengah. Laki-laki dan perempuan ditangkap saat operasi 'pembersihan', atau operasi polisi di jalan atau saat protes biasa atas hak-hak asasi mereka. Mereka di penjara, disiksa, dibunuh secara acak.ㅤHal paling sadis ketika tentara pelaku kekerasan dengan gembira merekam tindakan mereka dengan telepon sebagai 'piala'. Mereka berpose bangga atas orang Papua yang dibantai, lantas menyeringai. Dalam satu video terkenal, para tentara mengejek seorang pria Papua, yang isi perutnya terburai dan sekarat di kampungnya di Serui. Mereka bicara seolah pada 'setengah-binatang', mengejek cita-citanya agar Papua Merdeka, seakan-akan karena teriak merdeka, orang Papua berhak diperlakukan sebagai setengah binatang.ㅤ_________