Konflik Agraria Di Urutsewu: Pendekatan Ekologi Politik

Konflik Agraria Di Urutsewu: Pendekatan Ekologi Politik

Penulis: Tidak diketahui

KONFLIK AGRARIA DI URUTSEWU: PENDEKATAN EKOLOGI POLITIKㅤMasyarakat Urutsewu berjuang keras mempertahankan wilayahnya dari pencaplokan oleh otoritas militer. Konflik pertanahan terjadi ketika suatu wilayah dimasukkan ke dalam areal konsesi menggunakan hak atau izin yang berbasis klaim hak (right) maupun kekuasaan (power).ㅤDi Urutsewu, dasar kekuasaan dan kekerasan yang ditunjukkan oleh TNI AD lebih menonjol dibanding landasan hak di dalam melakukan klaim atas tanah yang selama ini telah dikuasai, dimiliki, digunakan, dan dimanfaatkan oleh masyarakat.ㅤSejak 1982, TNI AD mengklaim lahan selebar 500 meter dari bibir pantai di sepanjang pesisir Urutsewu untuk digunakan sebagai tempat latihan pengujian persenjataan militer.ㅤPada 1997, suasana mulai memanas sebab masyarakat bertambah geram sesudah meninggalnya lima anak karena terkena letusan mortir sisa latihan senjata. Perusakan motor dan harta benda lain, pemagaran tanah, intimidasi, bahkan penembakan kepada masyarakat Urutsewu juga dilakukan oleh tentara.ㅤSampai hari ini, konflik pertanahan di Urutsewu masih berlangsung.ㅤ____________