Kibarkan Tinggi Panji Revolusi!

Kibarkan Tinggi Panji Revolusi!

Penulis: D. N. Aidit

Di bulan September 1963, sebuah suara melintasi cakrawala dari Peking hingga Pyongyang, membawa tas koper yang sarat dengan kepastian tentang sebuah revolusi yang seolah-olah telah terpahat abadi dalam naskah sejarah. Buku ini adalah gema dari rangkaian pidato dan kuliah umum sang Ketua CC PKI, sebuah upaya intelektual untuk "mengindonesiakan" benih ideologi global agar berakar pada tanah nasion yang saat itu didiagnosis masih setengah kolonial dan setengah feodal. Di dalamnya, pembaca akan menjumpai labirin "Tripanji"—sebuah konstruksi strategis tentang demokrasi, persatuan, dan mobilisasi yang dibangun di atas keyakinan bahwa Indonesia adalah bagian tak terpisahkan dari orkestra besar revolusi sosialis dunia. Membacanya hari ini mungkin seperti menatap peta tua dari sebuah masa ketika "kekuatan-kekuatan baru" (the new emerging forces) berusaha merumuskan tugas-tugas mendesak di tengah kancah yang bising, seolah masa depan bisa dijinakkan lewat sebuah manifesto. Mungkin, pada akhirnya, narasi yang berkobar dalam kumpulan tulisan ini mengingatkan kita kembali bahwa sejarah sering kali bukanlah jalan raya yang lurus, melainkan sebuah fragmen yang "belum sudah", meninggalkan kita hanya dengan bayang-bayang panji yang pernah berkibar begitu tinggi di bawah langit yang dulu terbelah.