Kesusasteraan sebagai Alat

Kesusasteraan sebagai Alat

Penulis: Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya menulis bahwa kesusastraan tak lebih dari sebilah golok, sebuah alu, atau sebuah mesin tik: ia adalah alat manusia semata untuk mencapai suatu maksud tertentu. Namun, begitu sebuah teks dilepas ke tengah masyarakat, ia menempuh riwayatnya sendiri, sering kali terputus dari sang pengarang seperti hubungan antara orang tua dan anaknya. Ada kecemasan yang tersirat di sana, bahwa tanpa kesadaran akan "tendens" atau tujuan, kata-kata hanya akan menjadi tulisan mati yang sekadar berkisar pada kejadian belaka, tak jauh beda dengan berita koran sehari-hari. Buku ini mengajak kita menimbang garis tipis antara kejujuran cipta seorang individu dan perbudakan kata demi kepentingan politik yang sempit, seolah mengingatkan bahwa di tengah ingar-bingar slogan, sebuah karya yang dalam tak perlu berteriak untuk meyakinkan—ia cukup hadir seperti napas bagi orang hidup. Pada akhirnya, luas atau sempitnya budi seorang pengaranglah yang menentukan seberapa tinggi tujuan yang hendak digayuhnya melalui sebilah alat bernama kesusastraan itu.