Kenang-Kenangan Seorang Wanita Pemalu
Kenang-kenangan, barangkali, adalah sebuah kotak rahasia yang disimpan bukan untuk dibuka kepada dunia, melainkan untuk dirasakan denyutnya sebagai bagian dari daging dan darah. Dalam pengakuan yang dituliskan Rendra ini, kita bersua dengan seorang wanita yang memilih sunyi bukan karena ia tak memiliki kata-kata, melainkan karena ia terlalu gentar oleh getar yang meruyak di dalam dirinya sendiri. Di hadapannya, sosok Karnaen hadir bukan sekadar sebagai pemuda yang pandai melucu atau pemain sepak bola yang tangkas, melainkan sebagai sebuah "api yang indah di malam yang sepi"—sesuatu yang menjanjikan kehangatan namun sekaligus mengancam akan menghanguskan jika didekati terlampau rapat. Ini adalah sebuah deskripsi tentang bagaimana kebisuan dapat menjelma menjadi sebuah labirin yang menyesatkan, di mana cinta justru kehilangan arah di antara tembok-tembok rasa malu yang tinggi dan jerat salah sangka yang tak kunjung terurai. Pada akhirnya, buku ini adalah sebuah rekaman tentang saat-saat yang fana, sebuah eulogi bagi kesempatan yang terlepas, mengingatkan kita bahwa sering kali sejarah pribadi kita hanyalah rentetan kalimat yang terputus—sebuah koma yang tak pernah benar-benar menemukan titiknya.
| Penerbit | MasasilaM |
|---|---|
| Tahun | 2026-05-22 |
| Bahasa | ind |
| Pengenal | BookId: urn:uuid:738c05ae-f395-48c3-b89c-1cbcfb56724e |