Kehasilan Indonesia yang Diangkat ke Tanah Belanda Tiap-Tiap Tahun, yaitu 500.000.000,-

Kehasilan Indonesia yang Diangkat ke Tanah Belanda Tiap-Tiap Tahun, yaitu 500.000.000,-

Penulis: Semaoen

Di awal tahun 1925, dari kejauhan tanah Eropa, Semaoen melontarkan sebuah gugatan yang bukan sekadar igauan ideologi, melainkan sebuah hitung-hitungan yang dingin namun membakar: angka 500.000.000 gulden yang menguap setiap tahun dari keringat buruh dan tani menuju pundi-pundi di negeri Belanda. Ini adalah sebuah anatomi tentang isapan yang "alus-alusan"-sebuah mekanisme kolonial yang secara sistematis mengubah kekayaan alam dan tenaga kerja Nusantara menjadi deretan gedung mewah dan hidup nyaman di Barat, sementara di tanah air sendiri yang tersisa hanyalah rumah yang bobrok, sekolah yang tiada cukup, dan kemelaratan yang memaksa rakyatnya hidup seperti "budak belian". Dengan nada yang getir sekaligus tajam, Semaoen menggugat integritas para priayi yang ia tuding telah menjadi "anjing penjagaan" demi pangkat dan uang, membiarkan kepala mereka berada di bawah sepatu pegawai Belanda sementara rakyat sebangsanya diperas habis-habisan. Pada akhirnya, esai panjang ini merupakan sebuah seruan untuk merobohkan tembok kesetiaan buta kepada pemerintah kolonial dan mengajak seluruh elemen bangsa-dari militer hingga petani-untuk menyadari bahwa kemerdekaan adalah satu-satunya jalan untuk menghentikan aliran kekayaan yang selama berabad-abad telah mengeringkan sumsum kehidupan Indonesia.