Jalan Baru untuk Republik Indonesia
Di sebuah masa ketika Republik masih tampak bimbang di antara meja perundingan yang berlarut-larut dan parit perlindungan yang becek, Musso hadir membawa sebuah warta yang ia maklumkan sebagai arah yang baru. Buku kecil ini bukan sekadar risalah organisasi, melainkan sebuah kritik tajam yang hendak membedah apa yang ia sebut sebagai "politik reformis" dan "oportunisme" masa lalu—sebuah penampikan terhadap langkah-langkah diplomatik yang dianggapnya hanya menjerat kedaulatan ke dalam jurang penyerahan. Di dalamnya, sejarah tak lagi dibayangkan sebagai deretan kompromi yang sopan, melainkan sebagai sebuah barisan yang harus tunggal, sebuah fusi kekuatan klas buruh di bawah satu panji Marxisme-Leninisme yang menuntut kedisiplinan tanpa ampun. Ia menawarkan sebuah peta di mana dunia terbelah secara dikotomis, menuntut agar Republik meletakkan nasibnya pada satu kutub anti-imperialis yang ia yakini sebagai pangkalan terkuat bagi pembebasan. Namun, di balik seruan untuk merombak total aparat negara dan menyelesaikan soal agraria bagi kaum tani, kita seakan melihat sebuah kehendak untuk mengunci keraguan manusia ke dalam sebuah kotak kepastian ideologis yang pejal—sebuah ikhtiar yang mungkin ingin mengakhiri kekacauan, tetapi sekaligus mengancam kesunyian dialog yang diperlukan dalam sebuah komunitas yang belum selesai.
| Penerbit | MasasilaM |
|---|---|
| Tahun | 2026-07-14 |
| Bahasa | ind |
| Pengenal | BookId: urn:uuid:4d7e9a2c-6f81-4b3d-9e5a-1c8f7b2d3e6a |