Bintang Merah: No. 3-4 · Tahun XXI · 1965
Di dalam lembaran Bintang Merah nomor khusus tahun 1965 ini, kita bersua dengan sebuah masa yang bergetar oleh keyakinan pada fajar yang memerah, sebuah April ketika nama Lenin dirayakan bukan sekadar sebagai kenangan, melainkan sebagai rasi bintang yang dianggap tak boleh padam bagi arah sejarah. Isinya adalah sebuah kuil kata-kata di mana "Semangat Bandung" dijalin rapat dengan barisan teori Marxisme-Leninisme yang tegar, seakan-akan hari depan adalah sebuah mesin yang bisa dirancang secara presisi oleh kepalan tangan kaum buruh dan nasion yang tertindas. Kita mendengar gema suara Bung Karno yang menampik "koeksistensi damai" dengan parasit imperialisme, bersanding dengan ritus penghormatan bagi kawan dari Utara, Kim Il Sung, dalam sebuah panggung politik yang menuntut kesetiaan mutlak pada garis revolusi. Majalah ini adalah rekaman tentang sebuah dunia yang dibelah secara tajam antara "kita" yang progresif dan "mereka" yang menindas—sebuah fragmen pikiran yang penuh militansi dan kepastian, tepat beberapa bulan sebelum badai sejarah yang tak terduga datang dan menyapu bersih seluruh dekorasi itu.
| Penerbit | Comite Central Partai Komunis Indonesia |
|---|---|
| Tahun | 1965-04-01 |
| Bahasa | ind |
| Pengenal | BookId: urn:uuid:608e5a34-c2e9-4ede-8560-e47e91765751 |