Apa Sebab Kurang Roman?

Apa Sebab Kurang Roman?

Penulis: M. Balfas

Esai "Apa Sebab Kurang Roman?" karya M. Balfas bukan sekadar keluh kesah teknis tentang minimnya teks narasi panjang di rak buku, melainkan sebuah autokritik batin yang menggugat mengapa api kreatifitas seolah meredup setelah gempita revolusi usai. Balfas menegaskan bahwa bentuk roman bukanlah ukuran mutlak untuk menilai martabat sebuah angkatan kesusastraan, namun tantangan dari kalangan tua telah memaksa para penulis muda untuk merenungi alasan mereka bertahan di lapangan sunyi ini. Ada kesadaran pahit bahwa "napas pendek" anak zaman yang diburu resah ini mungkin tak lagi mampu melahirkan "barang kesenian" yang menyala, terperangkap di antara keterbatasan penguasaan bahan dan tuntutan hidup yang remeh-temeh. Di tengah gempuran teknik wartawan yang serba cekat dan selera publik yang bergeser, para sastrawan seakan terlempar dari tahta kemegahan mereka masa lalu, terpecah antara panggilan jiwa dan keharusan mencari nafkah yang membelenggu. Akhirnya, esai ini menjadi potret muram tentang sebuah generasi yang kehilangan anasir pokok untuk mencipta, terjerumus dalam kelemahan masyarakatnya sendiri, dan menyisakan tanya yang menusuk: masihkah ada alasan untuk membela diri sebagai sastrawan ketika kata-kata tak lagi cukup kuat mendukung keinginan?