Amir Hamzah
Amir Hamzah adalah sebuah matarantai yang menghubungkan masa silam Melayu yang sunyi dengan fajar Indonesia yang masih gagah. Dalam catatan Pramoedya ini, sang penyair Pujangga Baru tampil bukan sekadar sebagai bangsawan dari Langkat yang taat, melainkan sebagai sosok yang terjepit di antara dua ombak: tradisi yang murni dan gelora keindonesiaan yang baru. Ia menggali kembali kekuatan pantun dan syair, melakukan perombakan total atas bentuk lama demi sebuah kepribadian yang modern dan saleh, seolah-olah kata-kata adalah persembahan terakhirnya kepada "Ibunda Indonesia Raya". Namun, di balik ketenangan sajak-sajaknya yang seperti asap pedupaan, terbentang sebuah tragik yang mendalam: ia yang tumbuh bersama tunas pergerakan justru harus menemui saat gelap di tengah kancah revolusi sosial, sebuah pengingat bahwa keindahan yang telah lampau terkadang ditakdirkan untuk musnah agar ia bisa hidup kembali dalam kenangan kita.
| Penerbit | MasasilaM |
|---|---|
| Tahun | 2026-05-16 |
| Bahasa | ind |
| Pengenal | BookId: urn:uuid:f5ee1143-fcde-4265-8b55-2a4b054483be |