Krisis H.B. Jassin

Krisis H.B. Jassin

Penulis: Sitor Situmorang

Di sebuah masa ketika kata "krisis" mulai diumbar seperti mantra yang mencemaskan, Sitor Situmorang menatap H.B. Jassin bukan sebagai pelindung, melainkan sebagai sumber dari kekalutan ukuran itu sendiri. Dalam esainya, Sitor menggugat pretensi sang kritikus yang dianggap bekerja secara didaktis namun kehilangan sikap pribadi, seolah-olah sebuah karya hanyalah obyek pembukuan yang siap diawetkan dalam arsip tanpa pembedaan tingkat yang jernih. Mungkin, bagi Sitor, sastra tidak pernah benar-benar mengalami kemacetan produksi; yang buntu justru adalah timbangan yang dipakai untuk menilainya—sebuah kelesuan penghargaan yang membuat yang remeh tampak berarti hanya demi hasrat emosional untuk melihat kesusastraan Indonesia lekas dianggap matang dan diakui dunia. Di sini kita menemukan sebuah pergulatan abadi tentang otentisitas: sebuah tanya apakah sejarah kreativitas dibentuk oleh deretan dokumen yang tertata rapi di atas meja seorang dokumentator, ataukah oleh keberanian seorang pencipta untuk berdiri tegak tanpa harus selalu menunggu restu dari sebuah otoritas yang merasa perlu mengurus segala hal.