"Ada Krisis" dalam Kesusasteraan Indonesia Modern: Pembangkangan terhadap Jassin

"Ada Krisis" dalam Kesusasteraan Indonesia Modern: Pembangkangan terhadap Jassin

Penulis: HS. Gazalba

Pada sebuah Desember di tahun 1954, H.B. Jassin berdiri dengan keyakinan seorang penjaga gawang kebudayaan, menampik kabar tentang impasse dengan menunjuk tumpukan naskah sebagai bukti denyut nadi sastra yang masih hangat. Namun, bagi HS. Gazalba, kesusastraan bukan sekadar urusan statistik produksi atau ketangkasan mengarang, melainkan sebuah jembatan yang seakan rubuh di hadapan rakyat yang masih mendekap mitos lama. Di sana, dalam esai pembangkangan ini, terpapar sebuah krisis keretakan antara sang penulis yang melangkah maju dalam logika Barat dan masyarakat yang tertinggal dalam sunyi hikayat, sebuah keterasingan yang menjadikan puisi modern seakan bicara dalam bahasa asing bagi mereka yang dianggap "belum cerdas" oleh zaman. Barangkali, krisis ini adalah gejala wajar dari sebuah transisi kebudayaan yang traumatik, sebuah saat ketika yang lama belum sepenuhnya berlalu dan yang baru belum benar-benar hinggap di kalbu orang ramai. Pada akhirnya, kita diingatkan bahwa kesenian yang kehilangan tugasnya di tengah masyarakat hanyalah sebuah monolog di ruang hampa, sebuah kegelisahan jiwa yang sedang mencari perimbangan nilai di tengah dunia yang terus bergolak.