Selamat Tinggal Tahun 52

Selamat Tinggal Tahun 52

Penulis: H.B. Jassin

Esai ini hadir sebagai sebuah renungan di ambang pintu waktu, bukan sekadar untuk menyobek lembaran kalender yang lama, melainkan sebagai upaya menatap cermin retak tempat kesusastraan Indonesia mencoba menemukan wajahnya sendiri. Di dalamnya, terhampar sebuah gugatan yang gelisah terhadap para pencipta yang dianggap terlalu manja menunggu siliran ilham, seraya mempertanyakan kembali timbangan antara kewajiban seniman kepada orang ramai dan kesetiaan mutlak pada kemurnian ciptaan. Melalui penelusuran atas tenaga bahasa yang sering kali terjebak dalam kelesuan klise, tulisan ini membawa kita pada sebuah persimpangan etis yang perih: sebuah titik di mana sejarah kesusastraan dan label-label angkatan disidangkan di bawah tatapan tajam sang kritikus yang tak segan-segan menghakimi kelemahan dirinya sendiri. Pada akhirnya, ia merupakan sebuah upacara perpisahan yang simbolis, sebuah tindakan "penggantungan" masa lalu demi menyambut fajar baru yang lebih jujur, di mana manusia dan karyanya tak lagi sekadar menjadi mumi dalam kotak-kotak kategori sejarah yang beku.