Konfrontasi Mencari Dasar

Konfrontasi Mencari Dasar

Penulis: Sitor Situmorang

"Pujangga Baru" dikuburkan tanpa kegaduhan yang berarti, barangkali karena nafas yang memang sudah letih, dan di atas pusaranya muncul sebuah majalah baru: Konfrontasi. Sitor Situmorang menyimaknya dengan sebentuk kesangsian yang tajam: ia melihat sebuah perahu yang hendak berlayar mencari "dasar" atau identitas "kita", namun para awaknya seakan masih terpukau oleh peta-peta dan teropong yang dipinjam dari seberang laut. Ada kegelisahan tentang "roman besar" yang tak kunjung lahir, sebuah kecemasan terhadap sastra yang dianggap terkurung dalam "psikologisme", sementara revolusi itu sendiri sedang diuji: apakah ia sebuah kejadian yang benar-benar mengguncang bumi atau sekadar sebuah mitos yang didekap dengan perasaan gamang. Esai ini akhirnya bukanlah sebuah peta jalan yang pasti, melainkan sebuah peringatan tentang jarak yang menganga antara "bicara tentang krisis" dan "mengalami krisis", sebuah gugatan agar kaum intelektual tak sekadar menjadikan perubahan sebagai hobi, melainkan membiarkan sukma mereka benar-benar tersentuh oleh kelahiran baru yang pedih.