Nomor Satu Amerika: Monopoli Merkantilis

Nomor Satu Amerika: Monopoli Merkantilis

Penulis: W.F. Wertheim

Mungkin sejarah adalah sebuah papan catur di mana aturan pembukaan tak pernah benar-benar ditulis untuk ditaati semua orang secara setara. Dalam buku Nomor Satu Amerika: Monopoli Merkantilis, W.F. Wertheim membukanya dengan sebuah anekdot tentang seorang pecatur amatir yang celaka karena meniru langkah sang grandmaster; sebuah ironi yang membayangi lima abad hubungan antara Utara yang industrial dan Selatan yang agrarian. Di sana, narasi tentang "pasar bebas" bukan lagi sebuah janji kemerdekaan, melainkan sehelai masker yang menutupi wajah merkantilisme yang garang—sebuah sistem di mana negara-negara kuat justru membangun kemegahan industrinya lewat proteksi dan tangan besi birokrasi, seraya melarang bangsa-bangsa lain menempuh jalan serupa. Penundukan kolonial lama di Asia dan Afrika menemukan kesinambungannya dalam Doktrin Monroe dan dalih-dalih Perang Dingin, di mana ancaman ideologi sering kali hanya menjadi alasan untuk membekukan impian kemandirian ekonomi di belahan bumi Selatan. Melalui jerat hutang dan apa yang disebut sebagai "Fundamentalisme Moneter Internasional", kedaulatan sebuah bangsa seakan-akan diringkus menjadi sekadar angka dalam neraca yang tak pernah memihak mereka yang lemah. Pada akhirnya, kita seperti menyaksikan sebuah panggung di mana sang pemenang terus mengulang mantra "kebebasan" kepada mereka yang kakinya sedang dirantai, menyisakan sebuah tanya yang getir: benarkah sejarah sedang bergerak maju menuju kesetaraan, ataukah kita hanya sedang terjebak dalam putaran permainan monopoli global yang tak pernah benar-benar usai?