Catatan Antara Polemik

Catatan Antara Polemik

Penulis: Sitor Situmorang

Dalam keriuhan percakapan tentang buku, sering kita lupa bahwa sastra bukanlah sekadar sebuah pelipur lara atau troost yang membuai di waktu senggang. Sitor Situmorang, dalam renungannya, mengingatkan kita bahwa tugas kepujanggaan sesungguhnya adalah sebuah penyaksian yang sunyi namun tajam terhadap derita sebagai rona hidup, sebuah pengakuan akan martabat di hadapan maut. Di sana, kata-kata bukan hanya deretan alfabet yang beku, melainkan sebuah jembatan di mana daya khayal bekerja menenun kepingan peristiwa menjadi satu keutuhan pengalaman agar pembaca dapat menemukan nilainya sendiri. Pada akhirnya, kesusastraan membawa kita ke sebuah perbatasan yang genting—antara kesanggupan setia dan godaan khianat—sebuah wilayah yang membedakan manusia dari hewan, di mana kita dipaksa mengenali batas-batas diri kita sendiri. Ia adalah sebuah perluasan sekaligus penyempitan terhadap soal-soal inti kemanusiaan, sebuah ikhtiar yang membuka pandangan kita pada apa yang paling hakiki dalam hidup yang fana.