Tentang Sastra dan Seni: Dengan Sastra dan Seni yang Berkepribadian Nasional Mengabdi Buruh, Tani, dan Prajurit
Di tengah gemuruh tahun 1964, ketika sejarah seakan diringkus ke dalam barisan yang rapat, buku ini hadir sebagai sebuah kanun bagi mereka yang percaya bahwa kreativitas adalah senjata yang harus diasah dalam api perjuangan. D.N. Aidit tidak menawarkan keheningan bagi seorang penyair penyendiri; ia menuntut agar pena dan kuas meninggalkan "menara gading" untuk melakukan "turba", menyatu dengan peluh dan rindu-dendam kaum buruh, tani, dan prajurit. Di dalamnya, "kepribadian nasional" bukan sekadar hiasan etalase yang eksotis, melainkan sebuah komitmen ideologis untuk menampik humanisme universal yang dianggap abstrak, demi memenangkan "realisme revolusioner" yang berpijak pada kenyataan kelas. Inilah risalah yang menegaskan "politik sebagai panglima", sebuah usaha untuk menyatukan batin dan otak dalam satu gerak yang "massal, mudah, murah, dan meninggi", di mana estetika tak lagi bisa dipisahkan dari titah revolusi. Sebuah monumen tertulis dari masa ketika setiap karya seni dituntut untuk tidak hanya mencerminkan realitas, tetapi juga menjadi martir yang mendorong perubahan dunia.
| Penerbit | MasasilaM |
|---|---|
| Tahun | 2026-06-05 |
| Bahasa | ind |
| Pengenal | BookId: urn:uuid:74dac15b-1c80-46f8-8fd5-78cb03892160 |