"PADA SUATU HARI yang biasa seseorang tiba-tiba melompat di tengah keramaian pasar, dan dengan suara seraknya berteriak-teriak memberitahu semua orang bahwa makna telah mati. Makna telah mati. Makna telah mati. Sejarah dan Melankoli yang mendengar itu saling pandang dengan sorot mata jalang, berpelukan dan berciuman. Teks dan Gambar di sekitar segera menanggalkan bajunya masing-masing. Religiusitas dan Kebanalan melakukan hubungan intim di atas tumpukan daging dengan berbagai macam gaya yang tidak akan pernah terpikirkan oleh Es Balok."
Description:
"PADA SUATU HARI yang biasa seseorang tiba-tiba melompat di tengah keramaian pasar, dan dengan suara seraknya berteriak-teriak memberitahu semua orang bahwa makna telah mati. Makna telah mati. Makna telah mati. Sejarah dan Melankoli yang mendengar itu saling pandang dengan sorot mata jalang, berpelukan dan berciuman. Teks dan Gambar di sekitar segera menanggalkan bajunya masing-masing. Religiusitas dan Kebanalan melakukan hubungan intim di atas tumpukan daging dengan berbagai macam gaya yang tidak akan pernah terpikirkan oleh Es Balok."