Antropologi sebagai ilmu yang cenderung memisahkan manusia dari alam dan bersifat antroposentris. Sebagai tandingan, anarko-primtivisme—terutama melalui pemikiran John Zerzan—menawarkan kritik radikal terhadap peradaban, dengan mengangkat kehidupan pengumpul-pemburu sebagai model masyarakat yang damai, egaliter, dan berkelanjutan. Zerzan menyalahkan peradaban atas keterasingan manusia, dan melacaknya ke asal-usul simbolisme, bahasa, waktu, seni, dan teknologi.
Namun argumen Zerzan mengenai simbolisme dan bahasa dianggap bermasalah. Bukti seperti lukisan gua menunjukkan bahwa pemikiran simbolik sudah ada jauh sebelum peradaban. Bahasa juga tidak bisa dikatakan sebagai produk peradaban karena semua manusia, termasuk masyarakat non-peradaban, memiliki bahasa kompleks. Bahkan Neanderthal memiliki kapasitas bahasa dan simbolisme.
Penulis menyarankan kritik terhadap bahasa sebaiknya difokuskan pada bahasa tulis, yang memang berkaitan erat dengan sistem dominasi dan kontrol dalam peradaban.
Description:
Antropologi sebagai ilmu yang cenderung memisahkan manusia dari alam dan bersifat antroposentris. Sebagai tandingan, anarko-primtivisme—terutama melalui pemikiran John Zerzan—menawarkan kritik radikal terhadap peradaban, dengan mengangkat kehidupan pengumpul-pemburu sebagai model masyarakat yang damai, egaliter, dan berkelanjutan. Zerzan menyalahkan peradaban atas keterasingan manusia, dan melacaknya ke asal-usul simbolisme, bahasa, waktu, seni, dan teknologi.