Di tangan Yadi, sebuah arloji Swiss bukan sekadar peranti penunjuk detik, melainkan semacam berhala yang waterproof—sesuatu yang mengkilap namun beku di tengah kehidupan domestik yang diam-diam mengerang. Dalam Ikatan Arloji, Idrus melukiskan sebuah dunia di mana waktu tidak bergerak lurus, melainkan melingkar dalam rasa bersalah seorang istri, Suhaisih, yang merasa hidupnya yang pahit adalah sebuah "hukuman" atas sebuah benda yang pernah ia patahkan di masa silam. Di sini, benda sepele berubah menjadi rantai batin yang menjerat, sementara di luar sana, sengketa antara kesetiaan dan pengkhianatan terus berlangsung dalam sebuah rumah yang pengap oleh prasangka dan kemarahan yang tertahan. Pada akhirnya, kisah ini adalah sebuah renungan tentang bagaimana manusia sering kali terjebak dalam "ikatan" yang ia ciptakan sendiri, mencari jalan keluar di antara doa yang lirih dan kenyataan yang kadang tak adil, sembari menunggu apakah sebuah perubahan batin benar-benar mampu memulihkan apa yang telah retak.
Description:
Di tangan Yadi, sebuah arloji Swiss bukan sekadar peranti penunjuk detik, melainkan semacam berhala yang waterproof—sesuatu yang mengkilap namun beku di tengah kehidupan domestik yang diam-diam mengerang. Dalam Ikatan Arloji, Idrus melukiskan sebuah dunia di mana waktu tidak bergerak lurus, melainkan melingkar dalam rasa bersalah seorang istri, Suhaisih, yang merasa hidupnya yang pahit adalah sebuah "hukuman" atas sebuah benda yang pernah ia patahkan di masa silam. Di sini, benda sepele berubah menjadi rantai batin yang menjerat, sementara di luar sana, sengketa antara kesetiaan dan pengkhianatan terus berlangsung dalam sebuah rumah yang pengap oleh prasangka dan kemarahan yang tertahan. Pada akhirnya, kisah ini adalah sebuah renungan tentang bagaimana manusia sering kali terjebak dalam "ikatan" yang ia ciptakan sendiri, mencari jalan keluar di antara doa yang lirih dan kenyataan yang kadang tak adil, sembari menunggu apakah sebuah perubahan batin benar-benar mampu memulihkan apa yang telah retak.