Barangkali sejarah memang sebuah panggung yang gaduh, namun di sela-sela riwayat Cut Halimah karya Hassan Nul Arifin, kita menemukan bahwa heroisme bukan hanya milik mereka yang memanggul bedil di garis depan. Melalui lima babak lakon yang berlatar Aceh di bawah bayang-bayang kolonialisme ini, tersaji sebuah narasi tentang kedaifan yang berubah menjadi keteguhan: seorang putri pejuang yang menampik untuk sekadar diam di balik cerana sirih ketika bumi pertiwi diancam. Di antara pertemuan tegang dengan Letnan Sumbing yang pongah dan derap perjuangan Nyak Burhan, naskah ini seakan berbisik bahwa perang tak hanya menghancurkan bangunan, tetapi juga memaksa setiap pribadi—bahkan seorang perempuan di ruang domestik—untuk memilih jalannya sendiri di hadapan nasib. Agaknya, di tanah yang memerah oleh darah itu, keberanian adalah sebuah mimesis dari rasa cinta yang tak kunjung padam, sebuah isyarat bahwa di hadapan kekuasaan yang sewenang-wenang, harga diri manusia tidak akan pernah bisa diringkus sepenuhnya oleh hukum atau senjata.
Description:
Barangkali sejarah memang sebuah panggung yang gaduh, namun di sela-sela riwayat Cut Halimah karya Hassan Nul Arifin, kita menemukan bahwa heroisme bukan hanya milik mereka yang memanggul bedil di garis depan. Melalui lima babak lakon yang berlatar Aceh di bawah bayang-bayang kolonialisme ini, tersaji sebuah narasi tentang kedaifan yang berubah menjadi keteguhan: seorang putri pejuang yang menampik untuk sekadar diam di balik cerana sirih ketika bumi pertiwi diancam. Di antara pertemuan tegang dengan Letnan Sumbing yang pongah dan derap perjuangan Nyak Burhan, naskah ini seakan berbisik bahwa perang tak hanya menghancurkan bangunan, tetapi juga memaksa setiap pribadi—bahkan seorang perempuan di ruang domestik—untuk memilih jalannya sendiri di hadapan nasib. Agaknya, di tanah yang memerah oleh darah itu, keberanian adalah sebuah mimesis dari rasa cinta yang tak kunjung padam, sebuah isyarat bahwa di hadapan kekuasaan yang sewenang-wenang, harga diri manusia tidak akan pernah bisa diringkus sepenuhnya oleh hukum atau senjata.