Ke Arah Sastera Revolusioner

Pramudya Ananta Tur

Language: Indonesian

Publisher: MasasilaM

Published: May 3, 2026

Description:

Dalam esainya yang tajam ini, Pramoedya Ananta Toer—yang kelak namanya menjadi duri dalam daging bagi penguasa—merumuskan sebuah panggung pembakaran bagi sastra yang bungkam. "Ke Arah Sastera Revolusioner" bukanlah sekadar kritik sastra yang dingin; ia adalah sebuah manifesto yang mengutuk setiap frasa yang lahir dari perut keputusasaan untuk sekadar menjadi hiasan di atas meja. Pramoedya, dengan keyakinan seorang yang tidak punya apa-apa lagi untuk dikorbankan selain kebenaran, berpendapat bahwa seorang penulis bukanlah sekadar juru abad yang merekam kebusukan zaman dari balik jendela kaca patri; ia harus turun ke selokan, menggenggam pena di satu tangan dan ransum perjuangan di tangan yang lain. Dalam arsip yang diterbitkan oleh Koran Star Weekly pada 22 Desember 1956 ini, kita mencium aroma bensin dan kertas murah, sebuah saksi bahwa di masa Revolusi Fisik yang baru saja berlalu, Pramoedya sedang berupaya mendefinisikan ulang apa itu "gunanya menulis": bahwa kata-kata adalah peluru, dan para pengarang adalah barisan terdepan yang menembakkan kesadaran kelas ke dalam dahi kebodohan.