Description:
Mungkin sejarah adalah sebuah labirin yang tak pernah benar-benar selesai dibaca, dan Hikayat Kompeni Orang Wolanda di Hindia Timur Ini hadir sebagai upaya seorang pengajar untuk memetakan simpang siur masa lalu itu bagi para muridnya di seminari. Kita mengikuti pelayaran yang bermula dari kegagalan di laut utara yang beku hingga lahirnya sebuah kota bernama Betawi, tempat di mana Jan Pieterszoon Coen memancangkan ambisi kolonialnya di atas puing-puing Jokerto. Buku ini tidak hanya membeberkan kronik perniagaan VOC yang akhirnya karam oleh beban hutang, tetapi juga sebuah panggung luas di mana nakhoda, sultan, dan kiai saling beradu—mulai dari Sultan Agung yang mengepung kota dengan ribuan laskar hingga gema perlawanan panjang di tanah Sumatra dan Aceh. Di celah-celah narasi tentang rempah dan bedil, D. Iken menyelipkan renungan tentang takdir, kemajuan, dan penyebaran iman, mengajak kita menengok masa silam bukan sebagai monumen yang kaku, melainkan sebagai sebuah proses manusiawi yang penuh tegangan dan harapan yang tak kunjung padam.