Description:
Hikayat Panja Tanderan, barangkali, adalah sebuah cermin tua yang diletakkan di tengah belantara, tempat Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi memanggil kembali bayang-bayang dari tanah Hindu agar kita tak melulu terperangkap dalam keluguan. Melalui suara Berahmana Sumasanna, lima butir "mutiara" hikayat dirangkai bukan sekadar sebagai dongeng pengantar tidur bagi empat pangeran, melainkan sebagai kiasan tajam tentang rupa-rupa laku manusia di balik topeng fauna yang penuh teka-teki. Di sana, kita akan bersua dengan gema kesetiaan yang retak, dendam yang bersembunyi di balik kata-kata manis, hingga perihnya penyesalan yang lahir dari ketergesaan bertindak tanpa periksa. Seperti Galilah dan Daminah yang bercakap di sela-sela kekuasaan sang Singa, kitab ini mengingatkan kita bahwa kearifan sering kali hanya selembar batas tipis di tengah dunia yang penuh muslihat, di mana setiap selamat dan celaka senantiasa tergantung pada bagaimana kita membaca tanda dan menjaga rahasia. Barangkali, pada akhirnya, hewan-hewan itu hanyalah saksi bisu bagi sejarah kita sendiri: sebuah ikhtiar yang tak pernah selesai untuk mencari jalan yang lurus di tengah kedaifan yang fana.