Di Bawah Bendera Revolusi: Jilid Pertama

Di Bawah Bendera Revolusi: Jilid Pertama

Ir. Sukarno

Description:

Di rak buku yang berdebu, Di Bawah Bendera Revolusi hadir bukan sekadar sebagai tumpukan kertas tua, melainkan sebagai sebuah peta kegelisahan seorang lelaki yang mencoba merajut fajar di tengah malam kolonial yang panjang. Di sana, Sukarno berbicara tentang Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme bukan sebagai dogma yang beku, melainkan sebagai tiga "rokh" yang saling bergolak, berselisih, namun dipaksa untuk menjabat tangan demi sebuah imajinasi yang bernama Indonesia. Kita menemukan sebuah "jembatan emas" yang gilang-gemilang, namun kita juga diingatkan bahwa kemerdekaan hanyalah sebuah pintu gerbang, sebuah transisi yang penuh dengan keringat, darah, dan dialektika yang tak pernah benar-benar selesai. Mungkin, sejarah hanyalah cara kita memberi warna pada luka agar ia tampak lebih berarti, atau mungkin, buku ini adalah saksi betapa sulitnya menyatukan berbagai "bukan" menjadi satu "kita" yang utuh di tengah arus waktu yang tak pernah berhenti.